Anda di halaman 1dari 32

MANAJEMEN LABORATORIUM

BAHAN BAHAN KIMIA

DISUSUN OLEH

NAMA

JESSI

NIM

F1C1 13 052

JURUSAN

KIMIA

KELAS

DOSEN

IMRAN, S.SI. M.SI. DR

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, kerena dengan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah ini dapat selesai dengan tepat
waktu.
Penulis mengangkat makalah ini dengan judul BAHAN BAHAN
KIMIA guna untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Manajamen
Laboratorium.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari
teman-teman guna memperbaiki pembuatan makalah berikutnya dan semoga
makalah ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan serta wawasan kita
semua. Amin

Kendari, 6 April 2014

penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................

KATA PENGANTAR.....................................................................................

ii

DAFTAR ISI....................................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Kimia ............................................................................................


B. Pengertian Bahan Kimia................................................................................

BAB II BENTUK BENTUK ZAT KIMIA


A. Bentuk padat .........................................................................................
B. Bentuk cair ............................................................................................
C. Bentuk gas .............................................................................................
BAB III KLASIFIKASI BAHAN BAHAN KIMIA
A. PENGGUNAAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DAN BERACUN...........

B. SIMBOL SIMBOL BAHAN KIMIA.......................................................


BAB IV CONTOH CONTOH BAHAN KIMIA
A. Beberapa Contoh Bahan Kimia.............................................................
B. Contoh Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga........................................
C. Contoh Bahan Kimia Pada Makanan....................................................
D. Bahan Kimia Di Bidang Kesehatan......................................................
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................
B. Saran.....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN KIMIA
Kimia menurut asal katanya sebenarnya berasal dari istilah bahasa arab
artinya kimiya yang berarti perubahan materi atau benda. Kimia juga berasal dari
bahasa yunani khemia yaitu ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur,
dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau
transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan seharihari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan
tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut
kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom
yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.
Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai
ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran,
bioinformatika, dan geologi [1]. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang
memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik
melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan
molekul.
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat
atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama
termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi
kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang
reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi
tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan
entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang
umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak
dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau
fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia
tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu
reaksi, seperti dalam spektroskopi.
B. PENGERTIAN BAHAN KIMIA
Satu bahan kimia adalah satu bahan yang digunakan di dalam atau didapati
oleh proses kimia, boleh menjadi satu unsur, sebatian atau campuran. Oleh
itu:
Satu unsur kimia adalah satu bahan yang tidak boleh dibahagi atau diubah
kepada bahan-bahan yang berlainan oleh cara kimia yang biasa. Zarah unsur
yang paling kecil adalah atom, yang mengandungi elektron mengelilingi
nukleus iaitu proton dan neutron.
Satu sebatian kimia adalah satu bahan yang mengandungi dua atau lebih unsur
kimia yang bergabung secara kimia di dalam satu nisbah yang tetap.
Satu molekul adalah zarah yang paling kecil sesuatu unsur atau sebatian yang
mengekalkan ciri-ciri kimia sesuatu unsur atau sebatian.

Satu ion adalah satu atom atau kumpulan-kumpulan atom dengan sejumlah
cas elektrik, dengan kehilangan (kation) atau dengan pertambahan (anion)
satu elektron.
Perkataan "kimia" boleh merujuk kepada apa-apa bahan kimia, walaupun satu
makna popular yang mana "satu produk daripada industri kimia".
Bahan kimia merupakan zat atau senyawa yang berasal dari alam maupun
hasil olahan tangan manusia yang komponen penyusunnya dapat berupa zat atau
senyawa tunggal maupun hasil perpaduan dari beberapa zat atau senyawa.
Bahan kimia dapat di golongkan menjadi bahan kimia alami dan bahan
kimia sintesis, apabila di tinjau dari asalnya. Adapun contoh dari bahan kimia alami
yaitu garam, gula, kapur dll. Sendangkan Contoh contoh bahan kimia sintesis
deterjen, sabun, sampo dll.

BAB II
BENTUK BENTUK ZAT KIMIA

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Jadi semua benda
yang terdapat di sekitar kita merupakan zat atau materi. Misalnya batu, air, atau balon
berisi gas. Ketiga benda tersebut memiliki sifat yang sama, yaitu menempati ruang.
Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu zat padat, zat
cair, dan zat gas.
A. Zat Padat

Zat padat itu susunan partikelnya teratur, terus berdekatan, dan gaya tarik menarik
antar partikelnya pun sangat kuat, gerak partikelnya juga tidak bebas, sifat zatnya
berbentuk tetap dan volumenya pun juga tetap mengikuti zat tersebut. contoh zat
padat , yang ada disekitar kita yaitu batu. batu mempunyai semua ciri-ciri benda padat
yaitu batu memilki susunana partikel yang sangat rapat dan kuat sehingga tidak
mudah ditempa dan berubah bentuk. yang kedua yaitu volumenya tidak dapat
berubah sesuai dengan tempatnya. artinya dimanapun tempatnya batu tetap
mempunyai bentuk yang tetap. tetapi tidak semua benda padat mempunyai sifat ini,
sifat yang satu ini juga dipengaruhi oleh faktor besar kecilnya benda padat dan
luasnya tempat. contohnya yaitu serbuk kopi, serbuk kopi merupakan salah satu
benda padat yang berukuran sangat kecil. sehingga bila serbuk kopi tersebut
dipindah-pindah tempat maka serbuk kopi akan mempunyai bentuk yang sama
dengan tempatnya.
Zat Padat , memiliki cirri ciri sebagai berikut :

Letak molekulnya sangat berdekatan dan teratur.

Gaya tarik-menarik antar molekul sangat kuat sehingga gerakan molekulnya


tidak bebas.

Gerakan molekulnya terbatas, yaitu hanya bergetar dan berputar di tempat


saja.

Molekul-molekulnya sulit dipisahkan sehingga membuat bentuknya selalu


tetap atau tidak berubah.
Contoh : kayu, batu, besi.

B. Zat Cair

Zat cair merupakan suatu benda yang dapat menempati ruang sesuai bentuk ruang
yang ditempatinya atau dengan kata lain benda mengikuti ruang yang ada.
Zat cair mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bentuk benda cair mengikuti bentuk wadahnya. cotoh: bentuk minyak goreng
dalam botol berubah jika dituang ke penggorengan. Demikian pula dengan air
yang dituang kedalam botol. hal itu berarti bahwa bentuk benda cair
mengikuti bentuk wadahnya.
2. Bentuk permukaan benda cair selalu tenang dan datar. Bentuk permukaan
benda cair yang tenang berbeda dengan bentuk benda cair yang bergejolak.
hal itu terlihat pada wadah yang tembus pandang, walaupun wadahnya
dimiringkan, permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
3. Benda cair mengalir dari tempat tinggi ketempat yang rendah. Hal ini dapat
dilihat pada aliran air/selokan atau dapat juga dilihat pada pergerakan air
terjun yang mengalir deras dan jatuh melalui tebing yang curam.
4. Benda cair menekankesegala arah. Air mempunyai tekanan. Semakin rendah
tekanan air pada suatu tempat maka semakin lambat alirannya. Pancaran air
dari tempat lebih rendah tampak lebih jauh. Itulah sebabnya tembok dalam
bendungan dibuat makin kebawah makin tebal. hal ini untuk menahan tekanan
air yang makin besar dibagian bawah.
5. Benda cair meresap melalui celah-celah kecil. Berbagai peristiwa meresapnya
benda cair melalui celah-celah kecil terjadi dalam kehidupan sehari-hari atau
lebih dikenal dengan peristiwa kapilaritas. Misalnya : minyak tanah meresap
pada sumbu kompor sehingga bisa menimbulkan nyala api.
C. Zat gas
Zat gas merupakan satu satunya gas yang tidak dapat dilihat ataupun, zat gas hanya
bisa dirasakan. Ini disebabkan partikel yang membentuk zat gas tidak memiliki gaya
tarik menarik. Contoh dari zat gas adalah udara yang mengalir di sekitar dan gas
yang digunakan untuk memasak. Zat gas terbentuk dari kumpulan materi yang
disebut molekul. Masing masing molekul yang membentuk zat gas memiliki sifat
dasar yang dimiliki gas. susunan molekul terbentuk dari materi yang lebih kecil lagi
yang dikenal dengan nama atom. Atom tidak memiliki sifat dasar dari zat yang
dibentuknya.

Sifat dari zat gas adalah :


1. Memiliki bentuk yang tidak tetap
Bentuk dari zat gas tergantung dari tempat atau wadah yang menampung zat gas,
jika zat gas dimasukkan ke dalam balon, maka zat gas akan membentuk balon
tersebut. Bentuk dari zat gas tidak pernah tetap karena zat gas akan mengisi
seluruh ruangan yang menjadi wadahnya.
2. Menekan ke segala arah
Jika zat gas ditempatkan dalam sebuah ruang, zat gas akan memberikan tekanan ke
segala arah untuk membentuk wadah tersebut. Misalnya saat kita mengisi ban
sepeda dengan udara, tekanan yang diberikan udara pada ban akan merata ke
segala arah sehingga ban bisa menahan beban di semua bagiannya.

BAB III
KLASIFIKASI BAHAN BAHAN KIMIA

A. Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun


Bahan Berbahaya dan Beracun adalah bahan-bahan yang pembuatan,
pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan penggunaanya menimbulkan atau
membebaskan debu, kabut, uap, gas, serat, atau radiasi sehingga dapat
menyebabkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, keracunan dan bahaya lain
dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan bagi orang yang
berhubungan langsung dengan bahan tersebut atau meyebabkan kerusakan pada
barang-barang. 3 macam bahan kimia dalam kelompok besar :
a) Industri Kimia, yaitu industri yang mengolah dan menghasilkan bahan-bahan
kimia, diantaranya industri pupuk, asam sulfat, soda, bahan peledak,
pestisida, cat , deterjen, dan lain-lain. Industri kimia dapat diberi batasan
sebagai industri yang ditandai dengan penggunaan proses-proses yang
bertalian dengan perubahan kimiawi atau fisik dalam sifat-sifat bahan
tersebut dan khususnya pada bagian kimiawi dan komposisi suatu zat.
b) Industri Pengguna Bahan Kimia, yaitu industri yang menggunakan bahan
kimia sebagai bahan pembantu proses, diantaranya industri tekstil, kulit,
kertas, pelapisan listrik, pengolahan logam, obat-obatan dan lain-lain.
c) Laboratorium, yaitu tempat kegiatan untuk uji mutu, penelitian dan
pengembangan serta pendidikan. Kegiatan laboratorium banyak dipunyai
oleh industri, lembaga penelitian dan pengembangan, perusahaan jasa,
rumah sakit dan perguruan tinggi.
Bahan kimia berbahaya diklasifikasikan di bagi menjadi beberapa golongan :
1. Bahan Kimia Beracun (Toxic)
2. Bahan Kimia Korosif (Corrosive)
3. Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable)
4. Bahan Kimia Peledak (Explosive)
5. Bahan Kimia Oksidator (Oxidation)
6. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air(Water Sensitive Substances)
7. Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam (Acid Sensitive Substances)
8. Gas Bertekanan (Compressed Gases)
9. Bahan Kimia Radioaktif (Radioactive Substances)
B. Simbol-simbol Bahan Kimia Berbahaya
Saat ini banyak industri besar menggunakan bahan kimia berbahaya
dalam pelaksanaan produksinya. Jika dilihat 50 tahun yang lalu, mungkin hanya
1 juta ton dihasilkan setiap tahunnya tetapi sekarang kurang elbih 400 juta ton
bahan kimia yang dihasilkan setiap tahunnya.
Di antara 5 sampai 7 juta bahan kimia yang diketahui lebih dari 80.000
dipasarkan dan diperkirakan 500 sampai 10.000 bahan kimia diperdagangkan
mengandung bahaya yang diataranya 150 sampai 200 jenis kemungkinan dapat
menyebabkan kanker pada manusia.

Penggunaan bahan kimia ini digunakan pada perusahaan seperti;


Pertanian (Agrochemical)
Industri
Labolatorium
Kedokteran

Seperti yang telah kita ketahui, bahan-bahan kimia yang biasa terdapat di
laboratorium kimia banyak yang bersifat berbahaya bagi manusia maupun bagi
lingkungan sekitar. Ada yang bersifat mudah terbakar, beracun, berbau tajam
yang berdampak pada kesehatan, merusak benda-benda di sekitarnya bahkan
dapat mematikan makhluk hidup.
Keselamatan kerja di laboratorium sangatlah penting. Oleh karena itu,
pada wadah atau tempat bahan-bahan atau zat kimia diberi simbol-simbol yang
bertujuan untuk memberi keterangan mengenai sifat dan bahaya zat tersebut.
Diharapkan kita dapat berhati-hati dalam penggunaan bahan-bahan kimia
tersebut demi keselamatan bersama. Untuk itu, sebelum kita memasuki
laboratorium kimia perlu kita pahami simbol-simbol tanda bahaya tersebut untuk
menghindari kesalahan-kesalahan dan bahaya yang tidak kita inginkan.

Berikut beberapa simbol-simbol tanda bahaya yang ada beserta keterangannya.


Simbol

Keterangan
Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi,
gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar
pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan
kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2
Nama : Harmful
Lambang : Xn
Arti : Bahan yang dapat merusak kesehatan
tubuh bila kontak langsung dengan tubuh atau
melalui inhalasi.
Tindakan : Jangan dihirup, jangan ditelan dan
hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Etilen glikol, Diklorometan.
Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat
menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila
tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup,
hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.

Nama : Very Toxic


Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat beracun dan
lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga
dapat menyebabkan sakit kronis bahkan
kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan
tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida,
Nitrobenzene dan Atripin.
Nama : Corrosive
Lambang : C
Arti : Bahan yang bersifat korosif, dapat merusak
jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada
kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit
mengelupas.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit
dan hindari dari benda-benda yang bersifat
logam.
Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)
Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala
rendah, mudah terbakar dengan api bunsen,
==permukaan metal panas atau loncatan bunga
api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang
berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.

Nama : Highly Flammable


Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi
atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala
rendah (di bawah 21C) dan mudah terbakar di
bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka
dan loncatan api, serta hindari pengaruh pada
kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.

Nama : Extremely Flammable


Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah terbakar.
Berupa gas dan udara yang membentuk suatu
campuran yang bersifat mudah meledak di
bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan
sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane (gas).
Nama : Explosive
Lambang : E
Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan
adanya panas atau percikan bunga api, gesekan
atau benturan.
Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan,
pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan
tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena
(TNT).
Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat
menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan
panas saat kontak dengan bahan organik dan
bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor.
Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.
Nama : Dengerous For the Environment
Lambang : N
Arti : Bahan kimia yang berbahaya bagi satu atau
beberapa
komponen
lingkungan.
Dapat
menyebabkan kerusakan ekosistem.
Tindakan : Hindari kontak atau bercampur
dengan lingkungan yang dapat membahayakan
makhluk hidup.
Contoh : Tributil timah klorida, Tetraklorometan,
Petroleum bensin.
Nama : Flammable Solid
Arti : Padatan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari panas atau bahan mudah
terbakar dan reduktor, serta hindari kontak
dengan air apabila bereaksi dengan air dan
menimbulkan panas serta api.
Contoh : Sulfur, Picric acid, Magnesium.

Nama : Flammable Liquid


Arti : Cairan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari kontak dengan benda yang
berpotensi mengeluarkan panas atau api.
Contoh : Petrol, Acetone, Benzene.

Nama : Flammable Gas


Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada
tempat penyimpanan material gas yang mudah
terbakar.
Tindakan : Jauhkan dari panas atau percikan api.
Contoh : Acetelyne, LPG, Hydrogen.
Nama : Spontaneously Combustible Substances
Arti : Material yang dapat secara spontan mudah
terbakar.
Tindakan : Simpan di tempat yang jauh dari
sumber panas atau sumber api.
Contoh : Carbon, Charcoal-non-activated,
Carbon black.

Nama : Dengerous When Wet


Arti : Material yang bereaksi cukup keras dengan
air.
Tindakan : Jauhkan dari air dan simpan di tempat
yang kering/tidak lembab.
Contoh : Calcium carbide, Potassium phosphide,
Maneb.

Nama : Oxidizer
Arti : Material yang mudah menimbulkan api
ketika kontak dengan material lain yang mudah
terbakar dan dapat menimbulkan ledakan.
Contoh : Calcium hypochlorite, Sodium
peroxide, Ammonium dichromate.
Nama : Organic Peroxide
Arti : Merupakan simbol keamanan bahan kimia
yang digunakan dalam transportasi dan
penyimpanan peroksida organik.
Contoh : Benzol peroxide, Methyl ethyl ketone
peroxide, Dicetyl perdicarbonate.

Nama : Non Flammable Gas


Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada
transportasi dan penyimpanan material gas yang
tidak mudah terbakar.
Contoh : Oksigen, Nitrogen, Helium.

Nama : Poison
Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi
dan penyimpanan bahan-bahan yang beracun
(belum tentu gas).
Contoh : Cyanohydrin, Calcium cyanide, Carbon
tetrachloride.
Nama : Poison Gas
Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi
dan penyimpanan material gas yang beracun.
Tindakan : Jauhkan dari pernapasan kita.
Contoh : Chlorine, Methil bromide, Nitric oxide.

Nama : Harmful
Arti : Bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.
Tindakan : Jauhkan dari makanan atau minuman.
Contoh : Acrylamide, Amonium fluorosilicate,
Chloroanisidines.

Nama : Inhalation Hazard


Arti : Bahan-bahan yang dapat merusak sistem
inhalasi atau pernapasan.
Tindakan : Jangan dihirup.

Nama : Infection Substance


Arti : Bahan yang mengandung organism
penyebab penyakit.
Contoh : Tisue dari pasien, tempat
pengembangbiakan virus, bakteri, tumbuhan atau
hewan.

Nama : Radioactive
Arti : Bahan yang mengandung material atau
kombinasi dari material lain yang dapat
memancarkan radiasi secara spontan.
Contoh : Uranium, 90Co, Tritium.

Nama : Marine Pollutant


Arti : Polutan laut.
Tindakan : Tidak membuang limbah ke saluran
air atau sungai yang mengalir ke laut.

Demikian simbol-simbol tanda bahaya yang terdapat pada laboratorium.


Diharapkan agar kita dapat memahami dan dapat berhati-hati demi keselamatan kerja
di laboratorium.
Adapun Penanganan bahan kimia mudah terbakar & meledak yaitu sbb :

Mengurangi dan mengendalikan tingkat potensi bahaya kebakaran terjadi


ditempat kerja.

Penanggulangan jika terjadi tumpahan atau tercecernya bahan kimia yang


berbahaya dan mudah terbakar .

Mencegah dan melindungi aset perusahaan serta mencegah jatuh korban jika
terjadi paparan bahan kimia berbahaya

BAB IV
Contoh Contoh Bahan Kimia
A. Beberapa contoh Bahan Bahan Kimia Laboratorium
1. Asam Sulfat ( H2SO4 )
a. Berat molekul
b. Sifat bahan
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan

Kebakaran

Reaktifitas

: 98,08
: berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata
: Cairan asam dapat merusak kulit dan menimbulkan
luka yang amat sakit,dapat menimbulkan kebutaan
bila kena mata.
: Tidak terbakar,tetapi asam pekat bersifat oksidator
yang dapat menibulkan kebakaran bila kontak
dengan zat organik.
: Mengalami penguraian bila kena
panas,mengeluarkan gas SO2 dan bereaksi hebat
dengan air.

d. Sifat sifat fisika


Titik leleh
: 10
Titik didih
: 290
Tekanan uap
: 1 mmHg ( 146 )
Berat jenis
: 1,84 ( 100 % )
Berat jeni uap
: 3,4 ( udara = 1 )
Larutan dalam air dalam segala perbandingan
e. Pertolongan Pertama
Penghirupan
: Bawa korban ketempat segar,cari pengobatan.
Terkena Mata
: Cucidengan air bersih dan hangat selama 20 menit dan
segera bawa kedokter.
Terkena Kulit
: Cuci dengan air bersih 20 menit,cari pengobatan.
Tertelan
: Bila sadar beri minum 1 -2 gelas air, bawa kedokter.
2. Asam Klorida ( HCl )
a. Berat molekul
b. karakteristik bahan
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan

Kebakaran
Reaktivitas

d. Sifat sifat fisika


Titik leleh
Titik didih
Berat jenis

: 36,46
: Tak berwarna,dalam air berwarna agak kekuningkuningan,berbau merangsang.
: Terhirup dapat menyebabkan iritasi pada hidung,
tenggorokan, dan saluran pernapasan. Bila kena
kulit dapat menimbulkan luka bakar. Bila kena
mata dapat menimbulkan iritasi dan kebutaan.
: Tidak terbakar
: Senyawa stabil pada suhu kamar,larutan dalam air
amat reaktif dengan logam-logam dan menghasilkan
gas hidrogen yang eksplosif.
: - 144,5 ( gas) dan 25,4 ( 39,17% )
: - 85 ( gas ) dan 109 ( azeotrope,20,22 % )
: 105 ( 15 ,10,17 % )

Berat jenis uap


Batas bau
Kelarutan dalam air
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
Mata
Kulit
Tertelan

3. Amoniak ( NH3)
a. Berat molekul
b. karakteristik bahan
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
Kebakaran
Reaktivitas

: 1,268 ( udara = 1 )
: 1 35 ppm
: 82,3 g / 100 ml ( 0 )
: bawa ketampat udara segar dan bila korban tidak
bernapas beri pernapasan buatan.
: Segera cuci dengan air bersih paling tidak 15 menit,
bawa kedokter.
: Segera cuci dengan air selama 15 menit.
: Kumur dengan air,bila sadar beri minum 1 -2 gelas
air untuk pengenceran,jangan diberi minum bila
tidak sadar.

: 17,03
: Tidak berwarna,tetapi berbau,iritan dan amat mudah
larut dalam air.
: Iritasi terhadap saluran pernapasan. Kontak dengan
mata dapat menimbukan iritasi sampai kebutaan total.
: Dapat terbakar dengan daerah mudah terbakar : 16
25% ( LFL UFL ) suhu bakar : 651 .
: Stabil pada suhu kamar, tapi dapat meledak oleh
panasakibat kebakaran

d. Sifat sifat fisika


Titik leleh
: - 77,7
Titikdidih
: -33,4
Tekanan uap
: 400 mmHg( - 45,4 )
Berat jenis
: 0,682 ( - 33,4 )
Berat jenis uap
: 0,6 ( udara = 1 )
Suhu kritis
: 133
Kelarutan dalam air : 31 g / 100 g ( 25 )
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Pindahkan korban ke tempat udara segar,segera cari
pengobatan.
Terkena mata: Segera cuci dengan air bersih (hangat) selama
20 menit dan bawa kedokter.
Terkena kulit
: Cuci dengan air bersih dan alirkan terus selama
20 menit,segera berobat.
4. Natrium Hidroksida ( NaOH )
a. Berat molekul
: 40,01
b. karakteristik bahan : Padatan putih,tak berbau,berbentuk pelet atau flakes.
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Bila kontak dengan mata berakibat iritasi,dapat
mengakibatkan kebutaan.
Kebakaran
: Tidak terbakar
Reaktivitas
: Stabil,bereaksi dengan air mudah menyerap air.
Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen
yang eksplosif dan mudah terbakar.

d.

e.

5.

Sifat sifat fisika


Titik leleh
Titik didih
Berat jenis
Kelarutan dalam air
Larut pula dalam

: 318,4
: 1390
: 2,130 (20 )
: 42 g / 100 ml (0 ) dan 347 g / 100 ml (100 )
: Alkohol,gliserin

Pertolongan pertama
Terkena mata: Cuci dengan air bersih selama 30 menit atau
diteruskan bila masih terasa pedih,bawa kedokter
Terkena kulit
: Cuci segera dengan air bersih selama 30 menit
,lepaskan sepatu atau pakaian yang terkontaminasi.

Asam Asetat ( CH3COOH)


a. Berat molekul
: 60,05
b. karakteristik bahan : Tidak berwarna, berbau keras, higroskopis, dan iritan
terhadap mata dan kulit.
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Uap asam dapat menyebabkan iritasi pada hidung
dan tenggorokan, dapat menyebabkan iritasi pada
mata atau kerusakan mata permanen.
Kebakaran
: Termasuk bahan dapat dibakar
Reaktivitas
: Pada kondisi normal stabil, tetapi mudah terurai atau
terbakar bila pada suhu tinggi atau terkena api
d. Sifat - sifat fisika.
Titik leleh
: 16,6
Titikdidih
: 118
Berat jenis cair
: 1.05 ( air = 1 )
Berat jenis uap
: 2,1 ( udara = 1 )
Tekanan uap
: 11,4 mmHg (20 )
Kelarutan
: Larutan sempurna dalam air,larut dalam hampir semua
pelarut organik.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Ambil sumber kontaminan dan pindahkan korban
ketempat udara segar. Bila napas berhenti, berikan
pernapasan buatan, bawa kedokter.
Kena mata
: Cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena kulit
: Cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan
: Bila sadar beri minum 200-300 ml guna pengenceran.

6. Asam Oksalat (C2H2O4)


a. Berat molekul
: 90,04
b karakteristik bahan : Kristal jernih,higroskopis dan tak berbau.
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Bila terkena mata menyebabkan iritasi, merah, sakit
dan bisa merusak kornea. Berbahaya bila tertelan.
Kebakaran
: Termasuk bahan dapat dibakar setelah dipanaskan.
Reaktivitas
: Stabil
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
: 187 ( anhidrat ) dan 101,5 ( dihidrat )
Titik didih
: 149 - 160

e.

Berat jenis
: 1,65 ( dihidrat ) dan 1,90 (anhidrat )
Kelarutan dalam air : 100 g/l
Pertolongan pertama
Penghirupan
: Pindahkan korban ketempat udara segar, beri
pertolongan dengan pernapasan buatan bila berhenti
bernapas.
Terkena mata: Cuci dengan air bersih dan alirkan terus selama 20
menit
Terkena kulit
: Cuci dengan air bersih
Tertelan
: Bila sadar,beri minum 300 ml untuk pengencera.

7. Perak Nitrat (AgNO3)


a. Berat molekul
: 169,88
b. karakteristik bahan : Kristal jernih,debu dan larutan dalam air amat korosif
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Dapat menyebabakan peradangan mata bahkan
kebutaan.
Terkena kulit
: Dapat menyebabkan warna hitam yang kemudian
akan mengelupas.
Kebakaran
: Tidak terbakar, tetapi dapat membakar zat organik.
Reaktivitas
: Amat reaktif dengan reduktor.
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
: 212
Titik didih
: 444 (terurai)
Wujud zat
: Kristal, tak berwarna
Berat jenis
: 4,352 g/ml (19 )
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Segera pindahkan korban ketempat udara segar, beri
pertolongan pernapasan bila perlu.
Terkena kulit
: Cuci dengan air segera dan alirkan air terus menerus
selama 15 20 menit.
Tertelan
: Bila sadar beri minum air atau susu guna pengenceran.
8.

Amonium Hidroksida (NH4OH)


a. Berat molekul
: 35,06
b. Sifat / karakteristik : Bersifat iritan dan korosif
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Efek kronis penghirupan yaitu batuk, napas pendek
dan kerusakan paru-paru.
Kebakaran
: Tidak terbakar, tetapi uapnya dapat terbakar
Reaktivitas
: Stabil pada suhu kamar dalam wadah gelas dengan
tutup plastik atau karet.
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
: - 77
Titik didih
: 28
Berat jenis
: 0,9 (25 )
Berat jenis uap
: 1,2 ( udara = 1 )
Wujud zat
: Cairan,bau menyengat
Kelarutan
: Larut dalam air
Ambang bau
: 0,043 53 ppm

e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Segera bawa ketempat udara segar, beri bantuan
pernapasan bila perlu.
Terkena kulit
: Cuci segera dengan air, cuci dengan air sabun dan
bilas dengan air.
Terkena mati
: Jangan menggosok mata.
Tertela
: Bila sadar beri minum 1 2 gelas dan jangan
dirangsang untuk muntah.
9. Barium Klorida (BaCl2)
a. Berat molekul
: 208,24
b. karakteristik bahan : Bahan bersifat iritan dan toksik
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Kontak debu dengan mata dan kulit menyebabkan
amat iritatif. Penghirupan dapat mengakibatkan
iritatif hidup.
Kebakaran
: Dapat terbakar dengan nyata hijau kekuningkuningan,meski sukar untuk dinyalakan.
Reaktivitas
: Stabil pada suhu kamar , tetapi pada suhu tinggi akan
terurai dengan mengeluarkan uap toksik klor.
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
: 113
Titik didih
: 1560
Berat jenis
: 3856 (24 )
Wujud zat
: Padat, kristal, tak berwarna dan tak berbau
Kelarutan
: Larut dalam air (375 g / l pada 26 ),tidak larut dalam
alkohol dan asetan.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Segera bawa korban ketempat udara segar.
Terkena kulit
: Ambil pakaian yan terkontaminasi.
Terkena mata: Jangan menggosok mata.
Tertelan
: Bila sadar beri minum 1 2 gelas air atau susu.
10. Besi (III) Nitrat (Fe(NO3)3
a. Berat molekul
: 241,88
b. karakteristik bahan : Bersifat oksidator kuat dan iritan.
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Tertelan mengakibatkan gangguan perut, muntahmuntah, diare, asidosis, gangguan hati dan bahkan
kematian akan shock.
Kebakaran
: Tidak terbakar,tetapi dapat membakar bahan organik.
Reaktivitas
: Stabil pada suhu kamar dalam wadah yang tertutup
rapat.
d. Sifat-sifat fisika
Titik leleh
: 47,2
Titik didih
: 125 (terurai )
Berat jenis
: 1,7 (20 )
Wujud zat
: Padat,kristal,dan violet
Kelarutan
: Larut dalam air dan bersifat asam.

e.

Pertolongan pertama
Penghirupan
: Bawa korban ketempat udara segar
Terkena kuli
: Lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Cuci dengan
air sabun.
Terkena mata: Segera cuci dengan air,alirkan air selaa 15 menit.

11. Besi (Fe)


a. Berat molekul
: 55,847
b. karakteristik bahan : Bersifat piroforik
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Penghirupan dapat menimbulkan iritasi pada saluran
pernapasan. Kontak mata menimbulkan peradangan
selaput mata.
Kebakaran
: Bubuk halus besi dapat terbakar akibat kontak udara.
Reaktivitas
: Stabil dalam udara kering
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
:1535
Titik didih
: 2750
Tekanan uap
: 1 mmHg ( 1787 )
Tekanan listrik
: 9,71 ohm / cm (20 )
Berat jenis (0 )
: 7,86 (70 )
Wujud zat
: Padat abu atau putih perak
Kelarutan
: Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam asam
e. Pertolongan pertama
Penghirupan
: Bawa ketempat udara segar, bantu pernapasan.
Terkena kulit
: Ambil kontaminan segera, alirkan air selama 5 menit
bila terjadi peradangan bawa kedokter.
Terkena mata: Buka kelopak mata, alirkan air bersih selama 15 menit
bawa kedokter.
Tertelan
: Bila sadar beri minum 1-2 gelas air, rangsang agar
muntah.
12. Kalium Dikromat (K2Cr2O7)
a. Berat molekul
: 294,21
b. karakteristik bahan
: Kristal, tak berbau, kuning sampai cokelat kemerahan,
bersifat korosif.
c. Sifat sifat bahaya
Kesehatan
: Bila terkena kulit dapat menimbulkan iritasi atau luka
bakar. Tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan
mau muntah.
Kebakaran
: Tak terbakar,tetapi dapat membakar zat organik.
Reaktivitas
: Stabil pada suhu kamar dalam wadah tertutup.
d. Sifat sifat fisika
Titik leleh
: 396
Titik didih
: 500
Berat jenis ( air = 1 ) : 2,676 ( 25 )
Kelarutan dalam air
: 49 g / L ( dingin ) dan 1,02 kg / L ( panas )
e. Pertolongan pertama

Penghirupan
Terkena kulit
Terkena mata
Tertelan

: Segera bawa ketempat udara segar,beri bantuan


pernapasan bila diperlukan.
: Segera cuci dengan air selama 15 menit.
: Jangan menggosok mata,bawa kedokter segera.
: Bila sadar beri minum 1-2 gelas.

B. Contoh Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga


1. Bahan Pembersih
Pada dasarnya pembersih badan, pembersih pakaian dan pembersih
lantai memiliki sifat yang sama, semuanya adalah sabun atau deterjen. Sabun
adalah bahan kimia yang terbuat dari bahan alam, seperti minyak dan lemak
yang direaksikan dengan bahan kimia lain yang disebut basa. Contoh bahan
kimia basa, yaitu kalium hidroksida (KOH) dan natrium hidroksida (NaOH).
Adapun detergen adalah senyawa kimia bernama alkyl benzene sulfonat
(ABS) yang direaksikan dengan natrium hidroksida (NaOH). Bahan ABS
diperoleh dari pengolahan minyak bumi.. Sabun dan deterjen dapat berfungsi
sebagai pembersih karena sabun memiliki dua sifat sekaligus, yaitu sifat polar
dan sifat non polar. Air disebut sebagai larutan yang bersifat polar artinya
larutan yang dapat bermuatan listrik, meskipun sangat lemah. Minyak bersifat
non polar artinya tidak dapat bermuatan listrik. Minyak yang bersifat non
polar tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar. Agar minyak dan
air dapat bercampur maka digunakan sabun yang memiliki dua sifat, yaitu satu
sisi bersifat non polar dan sisi lain bersifat polar.
Bahan-bahan kimia yang termasuk kategori pembersih yaitu sebagai berikut :
1) Sabun Mandi
Kandungan utama sabun mandi adalah Na-karboksilat (RCOONa), sabun
mandi dibuat dari campuran basa dengan minyak. Umumnya basa yang
digunakan adalah kalium hidroksida (KOH). Pada beberapa sabun mandi
ditambahkan sulfur yang berfungsi sebagai antiseptik. Garam mandi
merupakan zat aditif yang berfungsi memberi nilai tambah bagi sebuah
peran sabun mandi. Garam mandi umumnya mengandung garam-garam
anorganik, minyak esensial dan pewangi.
2) Pasta Gigi
Hampir setiap hari orang memakai pasta gigi, karena tidak ingin sakit
gigi. Sakit gigi umumnya disebabkan karies atau disebut demineralisasi
(penghilangan mineral). Karies timbul karena adanya plak gigi yang
merupakan lengketan bakteri dan produk-produk yang terbentuk pada
permukaan gigi. Jenis bakteri ini dapat meningkatkan keasaman gigi,
akibatnya email gigi ikut larut dan timbullah karies. Umumnya pasta gigi
mengandung fluorida yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan
kalsium. Bahan utama dalam pasta gigi adalah deterjen dan abrasive
(Penggosok seperti amplas). Salah satu deterjen yang banyak digunakan
dalam pasta gigi adalah natrium laurel sulfat. Abrasive yang ideal harus
cukup keras untuk membersihkan gigi, tetapi jangan terlalu keras,
sehingga tidak merusak email gigi. Abrasive yang digunakan dalam pasta
gigi diantaranya adalah silica (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3), dan
baking soda. Untuk menguatkan gigi, pasta gigi sering dengan senyawa

flourida, misalnya natrium flourida (NaF). Senyawa flourida pada pasta


gigi dapat mengubah sebagian email gigi menjadi bahan yang lebih kuat
dari pada email semula.
3)

Pembersih Lantai
Pembersih lantai umumnya mengandung formalin sebagai bahan aktif.
Formalin berfungsi sebagai pembunuh kuman, akan tetapi beracun jika
termakan. Untuk itu berhati- hatilah menggunakan pembersih lantai.
Untuk lebih memberikan kenyamanan pada si pemakai, biasanya
pembersih lantai diberi pewangi. Hal ini karena bau formalin yang tidak
enak.
Bahan utama dalam pembersih lantai adalah disinfektan (pembasmi
kuman). Disin fektan yang pertama digunakan dalam pembersih lantai
yaitu fenol atau asam karbolat (carbolic acid). Fenol tergolong zat yang
beracun dan merusak kulit. Sekarang ini, terdapat berbagai disinfektanlain
yang lebih baik, misalnya heksil resorsinol dan kresol.

4)

Pembersih Kaca
Penggunaan cairan pembersih kaca semakin menjadi kebutuhan
masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan akan cairan pembersih kaca dari
waktu ke waktu semakin meningkat. Bangunan elit dan modern, seperti
perumahan, hotel, perkantoran dan gedung-gedung bertingkat semakin
bertambah. Ban gunan-bangunan seperti itu umumnya dilengkapi dengan
kaca-kaca. Hal ini sangat menjanjikan dan memberi peluang untuk
berkesempatan berusaha dalam bidang bisnis produk ini. Produsen cairan
pembersih kaca yang pada awalnya hanya didominasi oleh perusahaan
besar, saat ini mulai diproduksi oleh perusahaan dalam skala rumah
tangga, karena teknologi pembuatannya sangat sederhana serta
menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari toko-toko kimia.
a. Bahan yang digunakan :
Metanol
Metanol (metil alkohol) dengan rumus kimia CH3OH merupakan
senyawa/larutan yang hampir mirip dengan alkohol (etanol). Bentuk
metanol adalah cairan encer bening, tidak berwarna, mudah
menguap, dan mudah terbakar. Jika metanol tidak ada, larutan ini
dapat diganti dengan IPA (iso propil alhokol)
Amoniak
Ciri khas amoniak adalah gas yang aromanya menyengat dengan
rumus kimia NH3. Mudah larut dalam air tetapi bau larutannya sama
dnegan bau gasnya. Inilah sebabnya maka larutan amoniak dalam air
yang sering disebut amonium hidroksida karena dianggap hasil reaksi
antara NH3 dengan air dan tidak terbukti secara ilmiah. Bahan ini
berbentuk cair tidak berwarna dan tidak terlalu kering. Konsentrasi
amoniak yang dijual di pasaran cukup beragam, antara 25%, 40% dan
28%. Dengan demikian, jumlah amoniak dalamformula bisa
bervariasi, tergantung kadar/konsentrasinya.
Emal-70
Jumlah Emal-70 dalam formula yang diperlukan dalam pembuatan
cairan pembersih kaca sangatsedikit namun keberadaannya sangat
diperlukan. Secara kimia, Emal-70 termasuk golongan surfaktan alkil

sulfat. Senyawa ini merupakan bahan inti pada produk cairan


pembersih kaca. Bahan ini berbentuk pasta tidak berwarna dan
bening. Jenis surfaktan ini mempunyai kemampuan mengeluarkan
busa dalam jumlah cukup banyak dan mempunyai daya pembersih
(cleansing ability) yang cukup tinggi. Kelarutannya dalam air
mendekati 100% (larut sempurna), hanya kecepatan pelarutannya
rendah. Artinya untuk melarutkannya membutuhkan waktu lama.
Pewarna
Warna cairan pembersih kaca yang umumnya beredar di pasaran
adalah hijau, kuning, dan biru. Banyaknya jumlah pewarna yang
digunakan tergantung selera masing-masing. Meskipun jumlah
pemakaiannya sangat sedikit, keseragaman warna poduk harus
dijaga. Itulah sebabnya pada penyusunan formula, bahan ini tidak
dimasukkan dalam hitungan yang mengikat. Dan bahan lainnya.
b.

Formula
Membuat cairan pembersih kaca skala kecil ditujukan bagi pembaca
yang hanya ingin menyalurkan hobi atau untuk digunakan sendiri.
Juga dapat digunakan sebagai uji coba bagi peminat membuat produk
skala besar. Berikut disajikan perhitungan prosentase bahan dalam
arti prosentase berat per berat dari 1 kg keselurhan bahan:
Metanol 18%
= 180 g
Emal-70 0,1%

= 1g

Amoniak(25%) 0,1% = 1 g
Pewarna

= sangat sedikit (trace)

Parfum 0,3%

= 3g

Air 81,5%

= 815 g

5). Sampo
Sampho berfungsi membersihkan rambut. Kemalangan
menggunakan sampo dapat menyebabkan adanya ketombe di kulit kepala.
Penyebab ketombe adalah polusi udara dan masalah psikis seperti stress.
Seseorang yang berketombe akut akan mengalami kerusakan kulit kepala,
mulai dari rasa gatal hingga infeksi.
Sampo menggunakan
deterjen sintesis sebagai bahan
pembersihnya, misalnya senyawa natrium laurel sulfat (SLS) yang
mampu mengatasi kesadahan air. Sampo untuk rambut kering, normal,
atau berminyakhanya berbdeda dalam kosentrasinya (kepekatan)
deterjennya. Sampo untuk ranbut berminyak mempunyai konsentrasi
deterjen lebih tinggi, sedangkan untuk rambut kering konsentrasinya lebih
rendah. Berbagai macam bahan tambahan seperti wangi-wangian, susu,
madu, lemon, atau rtamuan lainnya sebenarnya tidak banyak berpengarug
pada daya kerja sampo. Oleh karena itu penggunaan sampo sebaiknya
disesuaikan dengan jenis rambut.
2. Bahan Pemutih
Pemutih adalah sejenis sabun, umumnya cair, namun bukan sabun,
yang digunakan untuk memutihkan pakaian. Pemutih umumnya memiliki bahan
aktif klorin. Zat ini cukup berbahaya, maka hati-hati dalam menggunakannya.

Selain klorin, bahan aktif lainnya adalah sodium perborat. Sodium perborat
berupa bubuk berwarna putih yang banyak digunakan untuk memutihkan
tekstil.
Tidak hanya pakaian yang menggunakan pemutih. Akibatnya
banyaknya iklan di televisi yang memunculkan pemikiran bahwa orang cantik
adalah yang berkulit putih, maka banyak orang membeli pemutih wajah.
Berhati-hatilah dalam menggunakan pemutih wajah, karena da yang
menggunakan merkuri. Pemutih juga mampu memecahkan ikatan pada
molekul-molekul noda, kemudian melepaskannya dari serat kain/pakaian dan
pada umumnya bahan kimia yang terkandung dalam pemutih adalah larutan
Natrium Hpoklorit sebanyak 5,25%, klorin,desinpektan. Bahan-bahan yang
mengandung zat kimia diatas diantaranya Byclin, Sunclin,Soklin Pemutih.
3. Bahan Pewangi/Pengharum
Wangi-wangian yang dipakai di badan, digunakan di ruangan, atau
disemprotkan ke pakaian, pada dasarnya adalah sama, hanya bahan
pencampuranya saja yang berbeda. Bahan pewangi yang terdapat dalam
pewangi yaitu benzaldehid dan benzyl alcohol. Nama senyawa Aroma yaitu
Citral Lemon, Irane Violet, Jasmine Melati, dan Generial Mawar.
4. Bahan Pembasmi Serangga (Insektisida)
Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam obat pembasmi serangga
antara lain sebagai berikut: (a). Organoklor. Contoh: aldrin, dieldrin, lindan, dan
DDT (dikloro difenil trikloroetana) yang kini dilarang penggunaannya. (b).
Organofosfat. Contoh: malation, diaziton, fention, dan metil atau etil paration.
(c). Antikoagulan. Contoh: wartarin, kumaklor, dan kumarin. (d). Zinkfosfida.
(e). Karbamat. Contoh: propoksur, BPMC, dan karbofonun. ()f. Arsen. Contoh:
arsen pentoksida.
C. Contoh Bahan Kimia Pada Makanan
Industri bahan makanan di Indonesia terus berkembangpesat, mulai dari
skala kecil, menengah, maupun besar.Produk yang dihasilkan umumnya berupa
bahan makananolahan. Dalam pengolahan bahan makanan, ada dua macamtujuan
yang dapat dicapai. Pertama yaitu menambah ragammakanan, misalnya dari susu
dapat di peroleh beberapa hasilolahan yang berupa keju, susu kental manis,
yoghurt,mentega, dan lain-lain. Kedua, untuk memenuhi keperluankhusus,
misalnya membuat hasil olahan yang warnanyalebih menarik, lebih awet, lebih
manis rasanya, dansebagainya .Dalam upaya memenuhi keperluan khusus seperti
yangdisebutkan di atas, ternyata dalam pengolahan bahanmakanan memang
diperlukan penambahan zat yangmemiliki sifat yang memungkinkan terpenuhinya
keperluankhusus yang diinginkan. Zat yang ditambahkan tersebutdinamakan aditif
makanan .Namun demikian perlu diingat bahwa penggunaanaditif makanan tidak
boleh dilatarbelakangi maksud menipukonsumen ataupun berdampak
menurunkan nilai gizimakanan.Dalam sub bab ini diuraikan lima bahan aditif
makanan,yaitu pewarna, pemanis, pengawet, penyedap rasa, danantioksidan
dengan pertimbangan bahwa kelimakelima jenis tersebut penggunaannya paling
luas dalam industri makanan.

Bahan Pewarna

Jika kamu berbelanja ke toko kue kamu dapat men- jumpai bahwa hampir semua kue
yang dijajakanmenggunakan pewarna. Ada yang berwarna hijau, kuning,merah,
coklat, atau warna lain. Apa fungsi penambahanpewarna pada makanan tersebut?
Bahan-bahan apa sajayang digunakan untuk memberi warna tersebut?
Apakahpenggunaan pewarna tersebut tidak berbahaya? Bila ditinjau dari asalnya,
pewarna makanan di-golongkan menjadi tiga yaitu: pewarna alami, identikdengan
pewarna alami, dan pewarna sintetik.
Pewarna Alami
Pewarna Alami merupakan pewarna yang diperoleh daribahan-bahan alami, baik
nabati, hewani, ataupun mineral.Beberapa pewarna alami yang banyak dikenal
masyarakat misalnya daun suji untuk membuat warna hijau, kunyit untuk warna
kuning, daun jati atau cabai untuk warna merah, dan gula merah untuk warna coklat.
Zat pewarnaalami ini lebih aman digunakan bila dibandingkan dengan pewarna
sintetik. Penggunaan pewarna alami relatifterbatas, karena adanya beberapa
kekurangan antara lain:
Sering terkesan memberikan rasa khas yang tidak diinginkan, misalnya kunyit.
Konsentrasi pigmen rendah, sehingga memerlukanbahan baku relatif banyak.
Stabilitas pigmen rendah ( umumnya hanya stabil pada tingkat keasaman/pH
tertentu).
Keseragaman warna kurang baik.

Pewarna Sintetik
Di negara-negara maju, penggunaan pewarna sintetik untuk makanan harus melalui
pengujian yang ketat demi keselamatan konsumen. Pewarna yang telah
m e l e w a t i pengujian-pengujian tersebut dan yang diijinkanpemakaiannya untuk
makanan dinamakan permitted colour atau certified colour. Penggunaan pewarna
sintetik sudah begitu luas dimasyarakat. Hingga sekarang, diperkirakan hampir
90%pewarna yang beredar dan sering digunakan adalahpewarna sintetik. Contoh
kemasan pewarna sintetik danproduk makanan yang menggunakan pewarna
disajikanpada Gambar 7.2 dan 7.3.Beberapa kelebihan pewarna sintetik antara
lain, warnanya seragam, tajam, mengembalikan warna asli yangmungkin hilang
selama proses pengolahan, melindungi zat-zat vitamin yang peka terhadap cahaya
selamapenyimpanan, dan hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
Bahan Pemanis
Bahan pemanis adalah bahan kimia yang ditambahkanpada makanan atau minuman
yang berfungsi untukmemberikan rasa manis. Dulu orang mengenal sumber
rasamanis alami dari gula yang di buat dari tebu atau bit, aren,kelapa dan pemanis
lain seperti madu dan buah-buahan.Selain memberikan rasa manis ternyata gula
adalahpenyumbang kalori yang baik karena mengandung gizi untuk tubuh

manusia.Ternyata gula menyebabkan berbagai masalah baru bagio r a n g - orang tertentu,


terutama mereka yang kelebihankalori, kegemukan, menyebabkan kerusakan pada
gigi, dansangat berbahaya bagi penderita diabetes. Tingkat kemanisan relatif dari
berbagai bahanpemanis di berikan. Suatu produk makanan atau minuman
yangmenggunakan pemanis buatan seharusnya mencantumkan jenis dan jumlah
pemanis yang digunakan.

Bahan Pengawet

Pada tahun 90-an terjadi kasus biskuit beracun. Banyakorang keracunan


setelah mengkonsumsi biskuit. Sedikitnya 6 orang meninggal dunia dan puluhan
orang dirawat dirumah sakit. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dalam
biskuit beracun tersebut terkandung bahan natrium nitrit dalam jumlah berlebihan.
Bahan pengawet adalah bahan kimia yang dapatmencegah atau menghambat
proses fermentasi(pembusukan), pengasaman, atau peruraian lain terhadapmakanan
yang disebabkan oleh mikroorganisme sehinggamakanan tidak mudah rusak atau
menjadi busuk.Bahan pengawet tradisional telah dikembangkan sejakratusan tahun
lalu, seperti garam dapur, gula, cuka, danlada. Ikan laut biasa diawetkan dengan cara
pengasinan.Buah-buahan diawetkan dengan cara dijadikan manisan. Makanan
lauk-pauk bisa diawetkan dengan dibumbui ladadan cuka.Garam dapur biasanya
digunakan untuk mengawetkandaging dan ikan agar tidak mudah busuk. Garam dapur
berfungsi untuk menghambat pembiakan bakteri seperti mikroorganisme
clostridium botulinum. Jika bakteri iniberkembang biak pada makanan akan
menghasilkan racunyang dapat meracuni daging. Gula merah atau gula pasirbisa
digunakan untuk mengawetkan buah-buahan.
Dalam kasus biskuit beracun yang disajikan pada awalsub bab ini, diduga
terjadi akibat penggunaan garam nitritsebagai zat pengewet dalam jumlah berlebihan.
Penggunaannitrit lebih dari 200 ppm dapat menyebabkan keracunan.Bahan pengawet
bersifat karsinogen, untuk itu batasan penggunaan bahan pengawet sebaiknya sesuai
denganPeraturan Menteri Kesesehatan No. 722/ menkes/per/IX/88 terdapat pada
Tabel 8.4.Akhir-akhir ini banyak terjadi penyalahgunaan bahanpengawet, misalnya
boraks dan formalin. Boraks sering digunakan pada pengolahan bakso dan mi basah.
Boraksyang dikonsumsi terus-menerus dapat berakibat keracunan dengan gejala
muntah-muntah, diare, dan bahkan dapatmenyebabkan kematian. Di samping
bersifat sebagai zat pengawet boraks juga berfungsi sebagai pengenyal.
Batasan Penggunaan Bahan Makanan
Nama Bahan Pengawet

Batasan Permenkes per Kg makanan

Asam Benzoat
Asam Sorbat
Asam Propionat
Natrium Nitrit
Natrium Nitrat

600 mg 1000 mg
500 mg 3000 mg
2g3g
50 mg 125 mg
50 mg 500 mg

D. Bahan Kimia Di Bidang Kesehatan


Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit,
membebaskan gejala, atau mengubah proses
kimia dalam tubuh.
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan
dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan
atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.
Obat merupakan salah satu bahan kimia yang perkembangan nya cukup pesat.
Antibiotic juga merupakan salah satu jenis obat yang sering di gunakan.
Berikut jenis-jenis obat :
1.

Obat Flu
Umumnya, penyakit pilek atau influenza disertai demam dan batuk biasanya,
obat untuk meredakan penyakit ini disebut obat flu. Influenza biasanya di
sebabkan oleh virus. Komposisi obat flu terdiri atas obat analgesik, anti piretik,
dekongestan, dan obat alergi.
A. Obat Analgesik dan Antipiretik
Obat-obatan yang termasuk analgesic dan antipiretik, diantaranya asetosal,
asetaminofen, salisilamid, asam mefenamat, dan kafein

B. Obat Dekongestan
Fenilpropanolamina HCI dan efedrima HCI merupakan contoh obat
dekongestan. Obat ini membantu melegakan saluran hidung sehingga tidak
tersumbat.

C. Obat Antialergi
Obat yang termasuk jenis antialergi adalah klorofenilamin maleat dan
dekstrometorfan HBr. Obat generic yang dapat kamu gunakan untuk sakit
seperti ini adalah parasetamol atau asetosal.
2. Obat Batuk
Batuk umumnya dikelompokan menjadi betuk kering dan batuk berdahak.
Adapun batuk berdahak disebut batuk produktif karena mengeluarkan banyak
dahak. Batuk berdahak umumnya disebabkan oleh flu. Obat batuk mengandung zat

expektoran dan zat anti alergi. Seperti obat anti influenza, obat batuk tidak boleh
digunakan terus menerus.
Ada beberapa macam obat batuk:
A. Mucolytic agents : Obat yang dapat mengencerkan dan membersihkan mukus
dari saluran pernapasan dengan memecah sputum (dahak). Mukus seringkali
menyebabkan penyempitan atau bahkan menutup saluran napas hingga
menyesakkan dan membuat sulit bernapas. contoh: Acetylcysteine,
bromhexine, carbocisteine, eprazinone, erdosteine, mesna, ambroxol.
B. Expectorant : Obat yang dapat membantu mengeluarkan mukus dan bahan lain
dari paru, bronchi, dan trachea. salah satu contoh expectorant adalah
guaifenesin yang menaikkan pembuangan mukus dengan mengencerkannya dan
juga melubrikasi saluran napas yang teriritasi.
Contoh: Potassium iodide, guaifenesin, ipecacuanha, guaiacolsulfonate,
ammonium chloride, sodium citrate.

C. Cough suppressants (antitussives) : Obat yang menekan batuk dengan bekerja


pada pusat batuk di otak. beberapa di antaranya tergolong narkotika. obat
narkotika ini bisa memberi efek ketergantungan secara mental atau pun fisik,
terutama bila digunakan dalam jangka waktu lama. biasa digunakan untuk
batuk tidak produktif atau tidak berdahak.
Contoh: Codein, dextromethorphan, diphenhydramine.
Kedua kelompok yg pertama cocok untuk batuk berdahak, kelompok ketiga
sebaiknya
untuk
batuk
kering/non-produktif/tidak
berdahak.
Untuk batuk yang menyertai flu ada obat kombinasi antara antihistamin,
dekongestan, pereda nyeri, antitusif dan/atau ekspektoran. kalau minum obat
kombinasi ini perlu hati-hati, tidak perlu minum obat flu lain lagi untuk
menghindari overdosis. Antihistamin (H1-receptor inhibitor) banyak
ditambahkan dalam obat batuk dan flu untuk mengatasi pilek dan hidung
tersumbat. Bahan ini secara tidak langsung juga memiliki efek antitussive.
Contoh : Chlorpheniramine, dexbrompheniramine.
3. Obat Sakit Lambung
Sakit lambung atau sakit mag ringan dapat di obati dengan antasida, suatu obat
yang dapat menetralkan asam lambung. Untuk mengatasi rasa kembung pada
lambung digunakan senyawa simetikon, sedangkan untuk mengurangi kejang
perut digunakan senyawa papaverina HCI.
4. Obat Diare
Obat diare bersifat atsorptif sehingga dapat menyerap racun dari dalam tubuh. Zat
aktifnya berupa karbon aktif, silicon dioksida, kaolin, dan pectin selain itu dapat
juga di gunakan zat yang bersifat astringent yang dapat mengecilkan jaringan yang

membuatnya pesat misalnya tannin yang terdapat dalam teh pekat atau daun
jambu.
5. Antibiotic
Antibiotik yang ditemukan kali pertama pada 1928 oleh alexander flemming
adalah antibiotic penisiln. Antibiotic merupakan zat yang diperoleh dari mikro
organisme yang dapat menghambat atau membunuh mikro organisme lain
6. Zat radioaktif
Zat radioaktif adalah zat yang secara aktif memancarkan sinar atau partikel radio
aktif. Sinar radioaktif terdiri atas sinar alfa, beta, proton, gamma, dan sinar neutron

a. Lodin-131(1-131)
Lodin merupakan zat radioaktif yang dapat digunakan untuk mendeteksi
kerusakan pada kelenjar gondok dan untuk mendeteksi jaringan kangker otak.
b. Kolbalt-60(Co-60)
Zat radioaktif ini memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk
membunuh sel-sel kangker. Co-60 juga sering digunakan dalam pengobatan
penyakit leukemia
c. Teknetium-99(Tc-99)
Unsur Tc-99 di gunakan untuk membunuh sel-sel kangker
d. Fosfor-32(P-32)
Unsur P-32 digunakan untuk menyembuhkan penyakit polycythemia
rubavera, yaitu pembentukan sel darah merah yang berlebihan zat ini
disuntikan kedalam tubuh sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta
akan menghambat pembentukan sel darah merah pada sum-sum tulang
e. Talium-201(Tl-201)
Zat radioaktif Tl-201 di gunakan untuk mendeteksi penyakit jantung dan
kelainan pada pembuluh darah.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Satu bahan kimia adalah satu bahan yang digunakan di dalam atau
didapati oleh proses kimia, boleh menjadi sastu unsur, sebatian atau
campuran. Bahan kimia banyak terdapat di sekitar kita ataupun yang sering
kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita setiap harinya. Banyak orang
awam yang tidak begitu tahu tentang bidang kimia mengatakan bahwa
semua bahan kimia itu berbahaya , itu jelas tidak benar karena sebenarnya
tidak semua bahan kimia itu berbahaya contohnya seperti yang sering kita
gunakan sehari hari yaitu garam (NaCl), sampo, sabun dan lain lain.
Semua itu aman aman saja kita gunakan, selama tidak melebihi batas
pemakaian. Adapun beberapa bahan kimia yang berbahaya yaitu bahan
kimia Beracun (Toxic), bahan kimia korosif (Corrosive), bahan kimia mudah
terbakar (flammable), bahan kimia peledak (explosive), bahan kimia
oksidator (oxidation), bahan kimia reaktif terhadap air(water sensitive
substances), bahan kimia reaktif terhadap asam (acid sensitive substances),
gas bertekanan (compressed gases), bahan kimia radioaktif (radioactive
substances).

B. Saran
Sebagai orang kimia, kita seharusnya mengetahui bahan kimia apa saja
yang berbahaya dan tidak berbahaya, agar kita dapat menjelaskan kepada orang
awan tentang bahan kimia tersebut sehingga kimia tidak akan disudutkan lagi.
Selain itu, yang paling penting adalah tetap menjaga keamanan dan keselamatan
selama bersentuhan dengan

bahan - bahan kimia berbahaya

seperti highly

flammable, very toxic dan lain lain. Seorang peneliti yang cerdas ialah yang
dapat menjaga keamanan dan keselamatan dalam kegiatan penelitiannya di
laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA

Aldy. 2012. Bahan Kimia Berbahaya dan beracun . http://www.aldy


kitt.blogspot.com/2012/10/bahan-kimia-berbahaya-dan-beracunb3.html/. Diakses tanggal 5 April 2014.

Anonim. 2013. Bahan Kimia . http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahan_kimia.


Diakses tanggal 5 April 2014.

Anonim. 2012. Bahan Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga.


http://karyailmiahremaja.blogspot.com/p/bahan-kimia-dalam-rumahtangga.html. Diakses tanggal 12 April 2014.
fifinscience. 2013. Macam-macam wujud zat.
http://fifinscience.wordpress.com/energi-danperubahannya/macam-macam-energi/energi-kimia/.
Johnmario22. 2012. Bahan Kimia Di Bidang Kesehatan.
http://johnconnor1507.wordpress.com/2012/12/08/bahankimia-di-bidang-kesehatan/. Diakses tanggal 12 April
2014.
Susanto, ibnu. 2009. Bahan Kimia Berbahaya Dan Keselamatan Kesehatan Kerja
Bidang Kimia. http://ibnususanto.wordpress.com/2009/02/13/bahankimia-berbahaya-dan-keselamatan-kesehatan-kerja-bidang-kimia/.
Diakses tanggal 6 April 2014.
Syindjia, Zalika. 2011. Simbol Bahaya Bahan Kimia .
http://www.syindjia.com/2011/03/simbol-bahaya-bahan-kimia.html.
Diakses tanggal 4 April 2014.