Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KELOMPOK MAKALAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR KIMIA TENTANG PROBLEM BASED LEARNING AND PROBLEM SOLVING

DISUSUN OLEH BADARUDIN SIDIK RESKA DASTRI OKTA PUTRA MEGA SALAWATI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2014

WUJUD ZAT DAN PERUBAHAN

A. Pengertian zat Apakah benda-benda memerlukan tempat?Misal tersedia air yang berada di dalam gelas.Tuanglah air tersebut ke dalam kaleng.Apakah air menempati kaleng?Ternyata air memerlukan tempat atau wadah. Selanjutnya jika air dalam wadah itu ditimbang ternyata memiliki massa. Demikian halnya dengan udara ternyata juga menempati ruang dan memiliki massa. Banyak benda yang dapat dilihat dan dijumpai di kehidupan sehari-hari.Misalnya pensil, kacamata, batu, kursi, air, balon berisi udara, tabung LPG berisi gas, es, baja, dan daun.Berbagai macam benda yang kita jumpai memiliki kesamaan, yaitu benda-benda tersebut memerlukan ruang atau tempat untuk keberadaannya. Air di dalam gelas, menempati ruang bagian dalam gelas itu, batu di pinggir jalan menempati ruang di pinggir jalan di mana ruangan itu tidak ditempati oleh benda lain sebelum batu itu disingkirkan. Udara dalam balon menempati ruang bagian dalam balon itu.Manusia juga menempati ruang, misalkan dalam lift hanya cukup ditempati paling banyak 10 orang dewasa, lebih dari itu ruang dalam lift tidak mencukupi lagi. Benda atau zat juga memiliki massa, sebagai contoh batu bila ditimbang dengan neraca menunjukkan nilai massa tertentu. Balon berisi udara bila dibandingkan massanya dengan balon yang kempis, akan lebih berat balon berisi udara. Hal itu menunjukkan bahwa udara memiliki massa. Jadi zat atau materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. B. Macam-macam wujud zat 1.b. Zat Padat Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya. Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Hal ini disebabkan karena daya tarik antar partikel zat padat sangat kuat. Pada umumnya zat padat berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu granit). Partikel zat padat memiliki sifat seperti berikut: 1. Letaknya sangat berdekatan. 2. Susunannya teratur. 3. Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya. 2.b. Zat Cair Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Hal ini disebabkan partikel-partikel penyusunnya agak berjauhan satu sama lain. Selain itu, partikelnya lebih bebas bergerak karena ikatan antar partikelnya lemah. Partikel zat cair memiliki sifat seperti berikut:

1. Letaknya berdekatan 2. Susunannya tidak teratur 3. Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas dari kelompoknya 3.b. Zat Gas Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Partikel-partikel gas bergerak acak ke segala arah dengan kecepatan bergantung pada suhu gas, akibatnya volumenya selalu berubah. Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut: 1. Letaknya sangat berjauhan 2. Susunannya tidak teratur 3. Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan C. Macam-macam perubahan wujud zat Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan benda-benda. Bendabenda tersebut dapat mengalami perubahan dari satu wujud ke wujud lain. Misal, Air yang direbus mengalami perubahan wujud dari cair menjadi uap air, es yang dipanaskan akan berubah wujud dari padat menjadi cair. Mengapa besi bisa berkarat ? Mengapa telur bisa membusuk ?Nah , ikuti penjelasan berikut ini ! 1. Sifat Fisika Zat memiliki ciri khas masing-masing.Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan.Ciri khas suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan sifat fisika. Sifat fisika suatu benda, antara lain: a. Wujud Zat Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal. Gas juga memiliki energi kinetik yang cukup untuk menyebar dan memenuhi seluruh tempat atau wadahnya. b. Warna Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri

tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain lain. c. Kelarutan Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut.Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut.Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Misal larutan garam, maka zat terlarutnya garam dan pelarutnya air.Pada umumnya larutan berupa cairan tetapi larutan juga terjadi dalam bentuk gas dan padat. Contoh larutan gas adalah udara yang terdiri dari oksigen, nitrogen, karbon dioksida dan gas-gas lain. Contoh larutan padatan adalah stainless steel.Kelarutan menerangkan tingkat suatu zat saling melarutkan. Ahli kimia menerangkan kelarutan dengan istilah berupa banyaknya zat terlarut tertentu yang akan melarut ke dalam larutan tertentu pada suhu tertentu. Kemampuan melarut bergantung pada gaya tarik partikel zat terlarutKemampuan melarut bergantung pada gaya tarik partikel zat terlarut dengan partikel pelarutnya. Misal dalam proses pelarutan garam dalam air, maka molekul air pertama-tama menarik molekul garam menjauh satu dengan lain hingga suatu saat tercapai suatu keadaan molekul air tidak mampu memisahkan molekul garam dari yang lain atau disebut jenuh. d. Daya hantar listrik Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik.Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya.Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah lampu dapat menyala. Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. e. Kemagnetan Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik.Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir.Pemisahan campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan.Cara yang lebih mudah adalah dengan mendekatkan sebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. f. Kekentalan (Viskositas) Kekentalan atau viskositas adalah ukuran ketahanan zat cair untuk mengalir.Untuk mengetahui kekuatan mengalir (flow rate) zat cair digunakan viskometer. Flow rate

digunakan untuk menghitung indeks iskositas. Aliran atau viskositas suau cairan dibanding dengan aliran air memberikan viskositas relatif untuk cairan tersebut.Angka pengukuran viskositas relatif cairan disebut dengan indeks viskositas. 2. Sifat Kimia Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru.Perhatikan logam-logam yang berada disekitarmu, apakah semua dapat bereaksi dengan oksigen?Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu: a. Mudah terbakar Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan DILARANG MEROKOK?Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman. b. Busuk dan asam Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. c. Berkarat Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca. Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.

d. Mudah meledak Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.

e. Racun Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus. Kamu telah mengetahui bahwa es yang mencair tidak menghasilkan zat yang baru. Es dan air tersusun atas senyawa yang sama, yaitu H2O. Perbedaan antara es dan air hanya terlihat dari wujudnya saja.Es merupakan air yang berwujud zat padat, sedangkan air berwujud zat cair.Dapatkah kamu menyebutkan contoh perubahan fisika lainnya? Pada proses peleburan besi. Batang besi yang dipanaskan dengan suhu tinggi akan berubah menjadi besi cair. Cairan besi yang sudah meleleh itu dimasukkan dalam cetakan.Setelah itu, dibiarkan menjadi dingin hingga berbentuk padat kembali. Pada proses peleburan besi, antara besi sebelum dileburkan dengan besi yang sudah menjadi cair masih memiliki sifat yang sama atau hanya mengalami perubahan wujud saja. Perubahan materi pada besi yang dileburkan dapat dikatakan sebagai perubahan fisika.Pada perubahan fisika memungkinkan kita mendapatkan kembali materi semula. Ketika kamu membuat api unggun dengan membakar kayu kering, maka akan dihasilkan abu, asap, dan gas. Sama halnya seperti pada kertas yang dibakar, kayu dan abu merupakan dua jenis zat yang sama sekali berbeda. Zat-zat hasil pembakaran tersebut tidak dapat dikembalikan lagi menjadi kayu.Oleh karena kayu yang dibakar menghasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dengan zat asalnya, kayu yang dibakar merupakan contoh peristiwa perubahan kimia. Jadi perubahan kimia adalah perubahan materi yang menghasilkan zat yang jenisnya baru.Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.Dalam kehidupan sehari-hari, banyak reaksi kimia yang terjadi secara alamiah atau yang dibuat manusia. Nah, dapatkah kamu menyebutkan contoh reaksi kimia yang terjadi secara alamiah?Contoh reaksi kimia yang terjadi secara alamiah adalah perkaratan, pembusukan, respirasi, metabolisme dalam sel, dan reaksi fotosintesis. Adapun reaksi kimia buatan misalnya pembakaran minyak dan reaksi-reaksi kimia di laboratorium atau pada proses industri. Semua reaksi kimia menghasilkan zat yang sifat dan jenisnya baru.Berlangsungnya reaksi kimia ditandai dengan beberapa hal, di antaranya terbentuknya gas, endapan, dan perubahan warna. Pada perubahan kimia, sangat sulit untuk mendapatkan kembali materi semula (bersifat irreversibel). Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai berikut. a. Membeku Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat.Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.contohnya air dimasukkan dalam freezer akan menjadi es batu.

b.

Mencair Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair.Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.misalnya es dalam sirup lama-lama berubah menjadi air. Metega yang dipanaskan didalam wajan berubah menjadi minyak.

c.

Menguap Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas.Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.contohnya air yang direbus jika dibiarkan lama-kelamaan akan habis bensin yang dibiarkan berada pada tempat terbuka lama-kelamaan juga akan habis berubah mejadi gas

d. Mengembun Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair.Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.misalnya ketika kita menyimpan es batu dalam gelas maka bagian luar gelas akan basah.

e. Menyublim Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas.Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.misalnya pada kapur barus yang disimpan didalam lemari pakaian lama-lama akan habis,

f. Mengkristal Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat.Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contohnya kapur barus.

Nama Perubahan Wujud Zat Mencari (melting) Membeku Freezing Menguap (boiling) Mengembun (Condensation) Menyublim (Sublimation) Deposisi (Deposition) Ionisasi

Zat Padat ke Cair Cair ke Padat Cair ke Gas Gas ke Cair Padat ke Gas Gas ke Padat Gas ke Plasma

Skema Perubahan Wujud Zat Dalam perubahan wujud ada yang memerlukan kalor dan ada yang melepaskan kalor.Perubahan wujud yang memerlukan kalor yaitu mencair, menguap dan menyublim. Perubahan wujud yang melepaskan kalor yaitu menyublim, memebeku, dan mengembun.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2012.Materi Ipa SMP. (http://ceciliaselviyw.wordpress.com/2013/05/19/perubahanzat/#more-29, diakses tanggal 14 Februari 2014). Anonim.2012.Materi IPA SMP. (http://fisikatujuh.blogspot.com/2007/10/perubahan-wujudzat.html, diakses tanggal 14 Februari 2012) Anonim.2012.Materi IPA SMP. (http://rumushitung.com/2013/01/24/perubahan-wujud-zat1/, diakses tanggal 14 Februari 2012). Teguh Sugiyarto, dkk. 2008. BSE IPA Kelas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Uyip.2012.Materi IPA SMP. (https://www.blogger.com/profile/17959653269302994006, diakses tanggal 14 februari 2014). Wasis, dkk. 2008. BSE IPA Kelas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional