Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

OLEH :
MADE SATRIA KRISNANDA PUJAWAN 1913071025
I NYOMAN WAHYU SUPARTAMA 1913071027
MUHAMMAD FARHAN 1913073002

KELAS 2 B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JURUSAN FISIKA DAN PENGAJARAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2020
Prakata

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
berkatnya kami dapat menyusun makalah “Rencana dan Pelaksanaan
Pembelajaran” ini dengan tepat waktu. Oleh karena itu kami mengucapkan
terimakasih kepada yang terhormat yaitu dosen pengampu mata kuliah yang telah
memberikan tugas dan petunjuk sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun dengan harapan dapat menunjang pembelajaran mata
kuliahBelajar Dan Pembelajaran. Dalam penulisan makalah ini disadari bahwa
masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang
membangun kami harapkan sebagai masukan yang berharga. Kami berharap
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Singaraja, 3Mei 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
Prakata.................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................. iii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 1
1.3 Tujuan ........................................................................................... 1
BAB II Pembahasan
2.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran…............................................. 3
2.2 Unsur-unsur Rencana Pelaksanaan Pembelajaran…….................... 3
2.3 Prinsip Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)........ 4
2.4 Tujuan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ................................... 5
2.5 Faktor yang mempengaruhi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran…. 5
2.6 Kelemahan dan Kelebihan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran....... 5
BAB III Penutup
3.1 Kesinpulan .......................................................................................... 14
3.2 Saran ............................................................................................... 15
Daftar Pustaka
Lampiran

iii
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan
rumusanrumusan tentang apa yang akan dilakukan oleh guru dan peserta didik
dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi dasar yang
telah ditentukan, sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.
Proses pengembangan perencanaan pembelajaran terkait erat dengn unsur-
unsur dasar kurikulum yaitu tujuan materi pelajaran, pengalaman belajar dan
penilaian hasil belajar. Perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan
pembelajaran adalah : (a) memahami kurikulum; (b) menguasai bahan ajar; (c)
menyusun program pengajaran; (d) melaksanakan program pengajaran dan (e)
menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah
dilaksanakan. Dalam perencanaan pembelajaran sampai saat ini masih
mempergunakan pendekatan sistem, artinya perencanaan pembelajaran
merupakan kesatuan utuh yang memiliki komponen (tujuan, materi,
pengalaman belajar dan evaluasi) yang satu sama lain saling berinteraksi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ?
2. Unsur-unsur apa digunakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ?
3. Apa saja prinsip yang digunakan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan
pembelajaran?
4. Sebutkan dan jelaskan Tujuan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ?
5. Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi Pelaksanaan Pembelajaran?
6. Apa saja kelemahan dan kelebihan dari Rencana Pelaksanaan pembelajaran
yang sudah di analisis menurut model-model pembelajaran?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari Rencana Pembelajaran.
2. Untuk mengetahui unsur-unsur Rencana Pembelajaran
3. Untuk mengetahui Prinsip penyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

1
4. Agar kita bisa mengetahui tujuan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
5. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan
pembelajaran..
6. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari rencana pelaksanaan
pembelajaran.

2
BAB II
Pembahasan
2.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan
dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam
upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). RPP yang dikembangkan secara
rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru.
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara
lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses pembelajaran. Hal ini
dimaksudkan agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, dan efisien dalam rangka mengembangkan
ketrampilan berpikir tingkat tinggi. RPP disusun berdasarkan serangkaian KD
yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Penyusunan RPP ini
dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, namun perlu
diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan.
Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara
berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di
sekolah/madrasah.Sebaiknya hal ini dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi
oleh kepala sekolah/madrasah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala
sekolah/madrasah.Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara
berkelompok melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan
dan disupervisi oleh pengawas atau Dinas Pendidikan atau Kantor
Kementerian Agama setempat.

2.2 Unsur-unsur Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyususnan rencana pelaksanaan
pembelajaran adalah :
• Mengacu pada kompetensi dan kemampuan dasar yang harus dikuasai
siswa, serta materi dan submateri pembelajaran, pengalaman belajar yang
telah dikembangkan didalam silabus;

3
• Menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang
memberikan kecakapan hidup (life skill) sesuai dengan permasalahan dan
lingkungan sehari-hari;
• Menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan siswa
dengan pengalaman langsung;
• Penilaian dengan system pengujian menyeluruh dan berkelanjutan
didasarkan pada system pengujian yang dikembangkan selaras dengan
pengembangan silabus.

2.3 Prinsip Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)


Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016
Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, disebutkan
serangkaian prinsip yang harus diperhatikan guru dalam menyusun RPP.
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat
intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,
emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Sebagai contoh
guru menggunakan secara bergantian penayangan video klip, poster,
aktivitas fisik, dramatisasi atau bermain peran sebagai teknik pembelajaran
karena gaya belajar setiap siswa berbeda-beda.
2. Berpusat pada peserta didik
Guru yang menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
pertamatama memperlakukan siswa sebagai subyek didik atau pembelajar.
Dilihat dari sudut pandang peserta didik, guru bukanlah seorang intruktur,
pawang, komandan, atau birokrat. Guru bertindak sebagai pembimbing,
pendamping, fasilitator, sahabat, atau abang/kakak bagi peserta didik
terutama dalam mencapai tujuan pembelajaran yakni kompetensi peserta
didik. Oleh karena itu guru seyogyanya merancang proses pembelajaran
yang mampu mendorong, memotivasi, menumbuhkan minat dan kreativitas
peserta didik. Hak ini dapat berjalan jika seorang guru mengenal secara

4
pribadi siapa (saja) siswanya, apa mimpi-mimpinya, apa kegelisahannya,
passion-nya, dan sebagainya.
3. Berbasis konteks
Pembelajaran berbasis konteks dapat terwujud apabila guru mampu
mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai sumber belajar lokal
(setempat), guru mengenal situasi dan kondisi sosial ekonomi peserta didik,
mengenal dan mengedepankan budaya atau nilai-nilai kearifan lokal, tanpa
kehilangan wawasan global. Sebagai contoh nilai gotong royong di Jawa
atau pela gandong di Maluku dapat dijadikan inspirasi mengembangkan
proses dan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran juga dapat dimulai dari apa
yang sudah diketahui oleh peserta didik sesuai dengan konteksnya dan baru
pada konteks yang lebih luas.
4. Berorientasi kekinian
Ini adalah pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan nilai-nilai kehidupan masa kini.Guru yang
berorientasi kekinian adalah guru yang “gaul”, tidak “gaptek”, “melek
informasi”, bahkan sebaiknya well informed, selalu meng-update dan
meng-up grade ilmu pengetahuan yang menjadi bidangnya, termasuk teori-
teori dan praktik baik di bidang pendidikan/pembelajaran. Dengan demikian
rancangan pembelajaran yang dikembangkan guru dapat menjadi inspirasi
bagi siswa dana abagi guru-uru yang lain.
5. Mengembangkan kemandirian belajar
Guru yang mengembangkan kemandirian belajar (siswa) selalu akan
berusaha agar pada akhirnya siswa berani mengemukakan pendapat atau
inisiatif dengan penuh percaya diri. Di samping itu guru tersebut juga selalu
mendorong keberanian siswa untuk menentukan tujuan-tujuan belajarnya,
mengeksplorasi hal-hal yang ingin diketahui, memanfaatkan berbagai
sumber belajar, dan mampu menjalin kerja sama, berkolaborasi dengan
siapa pun. Idealnya semuau ini tercermin dalam rencana kegiatan
pembelajaran siswa.
6. Memberi umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran

5
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
penguatan, pengayaan, dan remedi.
7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antar
muatan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan
antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar
dalam satu keutuhan pengalaman belajar.RPP disusun dengan
mengakomodasi pembelajaran tematik keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
Kegiatan pembelajaran dalam RPP disusun dengan mempertimbangkan
penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai contoh
ketika guru menugasi siswa mengeksplorasi sumber-sumber pengetahuan
lewat internet, guru harus bias menunjukkan kepad siswa alamat situs-situs
web atau tautan (link) yang mengarahkan siswa pada sumber yang jelas,
benar, dan bertanggungjawab.

❖ Komponen RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)


Komponen dan sistematika RPP berikut mengacu pada Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014
Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
• Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
• Identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
• Kelas/semester;
• Materi pokok;
• Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran
yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

6
• Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
• Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
• Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator ketercapaian kompetensi;
• Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang
akan dicapai;
• Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
• Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
• Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan
pendahuluan, inti, dan penutup; dan
• Penilaian hasil pembelajaran

2.4 Tujuan Rencana Pelaksanaan pembelajaran


Tujuan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah untuk :
• Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar
mengajar;
• Dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis
dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati,
menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka
kerja yang logis dan terencana.
Sementara itu, fungsi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah
sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (
kegiatan pembelajaran ) agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan
efisien. Dengan kata lain rencana pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai
scenario proses pembelajaran. Oleh karena itu, rencana pelaksanaan

7
pembelajaran hendaknya bersifat luwes ( fleksibel ) dan member kemungkinan
bagi guru untuk menyesuaikan dengan respon siswa dalam proses
pembelajaran yang sesungguhnya.

2.5 Faktor yang mempengaruhi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


1. Faktor guru
Guru merupakan komponen yang menentukan, hal ini disebabkan
guru merupakan orang yang secara langsung berhadapan dengan siswa.
Disini guru bisa berperan sebagai perencana atau desainer pembelajaran
untuk mengimplikasikan sebagai implementator dan atau mungkin
keduanya. Sebagai perencana guru dituntut untuk memahami secara benar
kurikulum yang berlaku, karakteristik siswa, fasilitas dan sumber daya yang
ada sehingga semuanya di jadikan komponenen-komponen dalam rencana
dan desain pembelajaran. Menurut dunkin (1974) ada sejumlah aspek yang
dapat mempengaruhi kualitas guru yaitu:
Teacher formatif experience mengikuti jenis kelamin serta semua
pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka, yang
termasuk kedalam aspek ini diantaranya tempat asal kelahiran guru,
termasuk suku, latar belakang budaya dan adat istiadat, keadaan keluarga
dimana guru itu berasal.
Teacher training experience meliputi pengalaman-pengalaman yang
berhubungan dengan aktivitas dan latar pendidikan guru, misalnya
pengalaman latihan professional, tingkatan pendidikan, pengalaman
jabatan,dsb.
Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat
yang dimiliki guru terhadap siswa, sikap guru terhadap profesinya,
kemampuan atau intelegensi guru, motivasi dan kemampuan mereka baik
dalam pengelolaan pembelajaran,termasuk didalamnya kemampuan dalam
merencanakan dan evaluasi pembelajaran maupun kemampuan dalam
penguasaan materi pelajaran.
2. Faktor siswa

8
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan
tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan
seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan
masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Proses
pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama
itu, disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak.
Menurut Dunkin (1974) faktor-faktor yang dapat memengaruhi proses
pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi:
Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa, tempat kelahiran dan
tempat tinggal siswa, tingkat social ekonomi siswa, dari keluarga yang
bagaimana siswa berasal dan lain sebagainya.
Dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar,
pengetahuan dan sikap.
Aspek sikap dan penampilan siswa dalam proses pembelajaran juga
merupakan faktor yang memengaruhi proses pembelajaran. Adakalanya
ditemukan siswa yang sangat aktif (hyperkinetic) dan ada pula siswa yang
pendiam, tidak sedikit juga ditemukan siswa yang memiliki motivasi yang
rendah dalam belajar.
3. Faktor sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung
terhadap kelancarana proses pembelajaran misalnya media pembelajaran,
alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah,dsb. Sedangkan prasarana adalah
segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan
proses pembelajaran misalnya, jalan menuju sekolah, penerangan sekolah,
kamar kecil, dsb.
4. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan meliputi:
Faktor organisasi kelas didalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas,
organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai
tujuan pembelajaran. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas
berkecenderungan:

9
❖ Sumber daya kelompok akan tambah luas sesuai dengan jumlah siswa
sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit.
❖ Kelompok belajar akan kurang mampu memanfaatkan dan
menggunakan sumber daya yang ada.
❖ Kepuasan belajar siswa akan cenderung menurun.
❖ Perbedaan individidu antar anggota akan semakin tampak, sehingga
akan semakin sukar mencapai kesepakatan.
❖ Anggota kelompok yang terlalu banyak berkecenderungan akan
semakin banyak siswa yang terpaksa menunggu untuk sama-sama maju
mempelajari materi pelajaran baru.
❖ Anggota kelompok yang terlalu banyak akan cenderung semakin
banyaknya siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap
kegiatan kelompok.

2.6 Kelemahan dan Kelebihan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berfokus pada
penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan
kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugiyanto, 2010: 37).
❖ Anita Lie (2007: 29) mengungkapkan bahwa model pembelajaran
cooperative learning tidak sama dengan sekedar belajar dalam
kelompok. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan benar
akan menunjukkan pendidik mengelola kelas lebih efektif.
❖ Johnson (Anita Lie,2007: 30) mengemukakan dalam model
pembelajaran kooperatif ada lima unsur yaitu: saling ketergantungan
positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar
anggota, dan evaluasi proses kelompok. Pembelajaran kooperatif
(Cooperative learning) adalah model pembelajaran yang menekankan
pada saling ketergantungan positif antar individu siswa, adanya
tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi intensif antar
siswa, dan evaluasi proses kelompok (Arif Rohman, 2009: 186).
❖ Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model

10
pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok
kecil yang anggotanya bersifat heterogen, terdiri dari siswa dengan
prestasi tinggi, sedang, dan rendah, perempuan dan laki-laki dengan
latar belakang etnik yang berbeda untuk saling membantu dan bekerja
sama mempelajari materi pelajaran agar belajar semua anggota
maksimal.
❖ Isjoni (2009: 27) memaparkan beberapa ciri-ciri pembelajaran
kooperatif yaitu sebagai berikut.
a. setiap anggota memiliki peran.
b. terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa.
c. setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan
juga teman-teman sekelompoknya.
d. guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan
interpersonal kelompok.
e. guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.

• Kelemahan dan Kelebihan


1) Kelemahan pembelajaran kooperatif bersumber pada dua faktor,
yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor
dari dalam yaitu sebagai berikut:
a. guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang,
disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan
waktu.
b. agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka
dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai.
c. selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada
kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas
sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
d. saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini
mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
2) Kelebihan model pembelajaran kooperatif, sebagai berikut:

11
1) Positive interdependence (saling ketergantungan positif), Unsur
ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif ada dua
pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bahan yang
ditugaskan kepada kelompok. Kedua, menjamin semua anggota
kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan
tersebut.
2) Personal responsibility (tanggung jawab perseorangan),
Pertanggungjawaban ini muncul jika dilakukan pengukuran
terhadap keberhasilan kelompok. Tujuan pembelajaran kooperatif
adalah membentuk semua anggota kelompok menjadi pribadi yang
kuat. Tanggungjawab perseorangan adalah kunci untuk menjamin
semua anggota yang diperkuat oleh kegiatan belajar bersama.
Artinya, setelah mengikuti kelompok belajar bersama, anggota
kelompok harus dapat menyelesaikan tugas yang sama.
3) Face to face promotive interaction (interaksi promotif), Unsur ini
penting karena dapat menghasilkan saling ketergantungan positif.
Ciri–ciri interaksi promotif adalah saling membantu secara efektif
dan efisien, saling memberikan informasi dan sarana yang
diperlukan, memproses informasi bersama secara lebih efektif dan
efisien, saling mengingatkan, saling membantu dalam merumuskan
dan mengembangkan argumentasi serta meningkatkan kemampuan
wawasan terhadap masalah yang dihadapi, saling percaya, dan
saling memotivasi untuk memperoleh keberhasilan bersama.
4) Interpersonal skill (komunikasi antaranggota), Untuk
mengkoordinasikan kegiatan siswa dalam pencapaian tujuan siswa
harus adalah saling mengenal dan mempercayai, mampu
berkomunikasi secara akurat dan tidak ambisius, saling menerima
dan saling mendukung, serta mampu menyelesaikan konflik secara
konstruktif.
5) Group processing (pemrosesan kelompok), Pemrosesan
mengandung arti menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat
diidentifikasi dari urutan atau tahapan kegiatan kelompok dan

12
kegiatan dari anggota kelompok. Siapa di antara anggota kelompok
yang sangat membantu dan siapa yang tidak membantu. Tujuan
pemrosesan kelompok adalah meningkatkan efektivitas anggota
dalam memberikan kontribusi terhadap kegiatan kolaboratif untuk
mencapai tujuan kelompok. Ada dua tingkat pemrosesan yaitu
kelompok kecil dan kelas secara keseluruhan.

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan

13
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
2. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyususnan rencana
pelaksanaan pembelajaran adalah :
o Mengacu pada kompetensi dan kemampuan dasar yang harus dikuasai
siswa, serta materi dan submateri pembelajaran, pengalaman belajar
yang telah dikembangkan didalam silabus;
o Menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang
memberikan kecakapan hidup (life skill) sesuai dengan permasalahan
dan lingkungan sehari-hari;
o Menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan siswa
dengan pengalaman langsung;
o Penilaian dengan system pengujian menyeluruh dan berkelanjutan
didasarkan pada system pengujian yang dikembangkan selaras dengan
pengembangan silabus.
3. Prinsip yang harus diperhatikan guru dalam menyusun RPP.
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2. Berpusat pada peserta didik
3. Berbasis konteks
4. Berorientasi kekinian
5. Mengembangkan kemandirian belajar
6. Memberi umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antar kompetensi
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
4. Tujuan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah untuk :
o Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar
mengajar;
o Dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis
dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati,

14
menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai
kerangka kerja yang logis dan terencana.
5. Faktor yang mempengaruhi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1. Faktor guru
2. Faktor siswa
3. Faktor sarana dan prasarana
4. Faktor lingkungan
6. Kelemahan dan Kelebihan
1) Kelemahan pembelajaran kooperatif bersumber pada dua faktor,
yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor
dari dalam yaitu sebagai berikut:
a. guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang,
disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan
waktu.
b. agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka
dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai.
c. selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada
kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas
sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
d. saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini
mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
2) Kelebihan model pembelajaran kooperatif, sebagai berikut:
1) Positive interdependence (saling ketergantungan positif).
2) Personal responsibility (tanggung jawab perseorangan).
3) Face to face promotive interaction (interaksi promotif).
4) Interpersonal skill (komunikasi antaranggota).
5) Group processing (pemrosesan kelompok).

3.2 Saran
Para pembaca dapat memahami dan mencari pengetahuan secara seksama
mengenai mateeri dalam makalah ini, supaya dapat lebih memahami dalam

15
bidang pembelajaran pendidikan kedepannya dan materi dalam makaalh ini
dapat dipergunakan untuk membantu proses pembelajaran.

16
DAFTAR PUSTAKA

17
Lampiran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SD Negeri 8 Metro Selatan


MataPelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester :IV/2
MateriPokok :Gaya
waktu : 2 x 35 menit (2 Xpertemuan)
Metode :Praktek

A. StandarKompetensi :
7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatubenda

B. KompetensiDasar
7.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat
mengubah gerak suatubenda

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat Menarik kesimpulan dari kegiatan bahwa benda dapat
menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan benda bergerakmenjadi:
- diam
- begerak makincepat
- berubaharah

Karakter siswa yang diharapkan


Disiplin (discipline ), rasa hormat dan perhatian (respect), tekun (diligence) ,
tanggung jawab (responsibility) dan ketelitian (carefulness).

D. MateriEssensial
• Gaya Mempengaruhigerak
• Gaya mempengaruhibenda.

E. Model, pendekatan dan metodepembelajaran


• ModelPembelajaran : Kooperatif
• Pendekatan : Ketrampilanproses
• Metode : Individu dan kerja kelompok

F. MediaBelajar
o Buku SAINS SD Relevan KelasIV
o Bola, kelerang, berbagai benda yang bergerak, dindingsekolah

18
G. Rincian Kegiatan PembelajaranSiswa
Pertemuan ke 1
1. Pendahuluan
Apersepsi dan motivasi guna membangkitkan motivasi dan (5 menit)
memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif
dalam prosespembelajaran
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan.
o Menanyakan tentang keadaan suatu benda di sekitar rumah
siswa dansekolah.

2. KegiatanInti
Eksplorasi (25
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
Siswa dapat Memahami konsep gaya berupa dorongan
atau tarikan.
Memahami perubahan yang dialami objek atau benda
jika diberikan sebuahgaya.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Memberikan contoh gaya yang menyebabkan benda
diambergerak
- Mendorong meja dan - Menendangbola
kursi - Menarik tali benderasaat
- Menutuppintu upacara

Melakukan kegiatan
Guru membagikan LKS dalam kelompok, dan menugaskan
peserta didik agar mebaca perintah tugasnya dengan teliti,
dilanjutkan dengan:
Peserta didik melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada
LKS
Mendiskusikan jawban pertanyaan dan memuat laporan,
sementara guru berkeliling memberi bimbingan
Secara bergilir peserta didik mempresentasikan hasil
diskusinya.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

19
3.Penutup
o Menarik kesimpulan bahwa gaya dapat mengakibatkan (5 menit)
benda diam menjadi bergerak

4. Pekerjaan Rumah

H. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
o Membuat daftar Tugas Laporan o Buatkanlah daftar
berbagai gerak benda. Individu berbagai gerak benda.
o Mendemonstrasikan dan Uraian o Jelaskanlah cara
cara menggerakkan kelompok Objektif menggerakkan benda,
benda, misalnya misalnya didorong
didorong dan dilempar. dan dilempar.
o Mengidentifikasi faktor o Jelaskanlah faktor
yang mempengaruhi yang mempengaruhi
gerak benda, misalnya gerak benda, misalnya
jatuh bebas akibat jatuh bebas akibat
gravitasi, gerak di lantai gravitasi, gerak di
yang datar karena lantai yang datar
dorongan. karena dorongan.

LEMBAR PENILAIAN
Performan Jumlah
No Nama Siswa Produk Nilai
Pengetahuan Praktek Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
CATATAN :

 Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 100.


MetroSelatan, Januari2012
Mengetahui
KepalaSekolah Guru MapelIPA

Dra.DWIPATMAWATI J A M I A TI

NIP.196211231982032004 NPM 0913099011


20
RENCANA PERBAIKANPEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah : SD Negeri 8 Metro Selatan


MataPelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester :IV/2
MateriPokok :Gaya
waktu : 2 x 35 menit (2 Xpertemuan)
Metode :Praktek

A. StandarKompetensi :
7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatubenda

B. KompetensiDasar
7.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat
mengubah bentukbenda

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat Menarik kesimpulan dari kegiatan bahwa gaya dapat menyebabkan
benda berubah bentuk

Karakter siswa yang diharapkan


Disiplin (discipline ), rasa hormat dan perhatian (respect), tekun (diligence) ,
tanggung jawab (responsibility) dan ketelitian (carefulness).

D. MateriEssensial
• Gaya Mempengaruhibenda
• Gaya mempengaruhi bentukbenda.

E. Model, pendekatan dan metodepembelajaran


• ModelPembelajaran : Kooperatif
• Pendekatan : Ketrampilanproses
• Metode : Individu dan kerja kelompok

F. MediaBelajar
o Buku SAINS SD Relevan KelasIV
o Plastisin, Kaleng, Koran Bekas, tanahliat

21
G. Rincian Kegiatan PembelajaranSiswa
Pertemuan ke 1
1. Pendahuluan (5 menit)
Apersepsi dan motivasi guna membangkitkan
motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik
untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang
diharapkan.
o Menanyakan tentang keadaan suatu benda di
sekitar rumah siswa dansekolah.
2. KegiatanInti
Eksplorasi (25 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa dapat Memahami konsep gaya berupa
dorongan atau tarikan.
Memahami perubahan yang dialami objek
atau benda jika diberikan sebuah gaya.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Memberikan contoh gaya yang menyebabkan
benda berubahbentuk
- Membentukplastisin
- Menekan kalengbekas
Melakukan kegiatan
Guru membagikan LKS dalam kelompok, dan
menugaskan peserta didik agar mebaca
perintah tugasnya dengan teliti, dilanjutkan
dengan:
Peserta didik melakukan kegiatan sesuai
petunjuk pada LKS
Mendiskusikan jawban pertanyaan dan memuat
laporan, sementara guru berkeliling
memberibimbingan
Secara bergilir peserta didik
mempresentasikan hasildiskusinya.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan

22
3.Penutup (5 menit)
oMenarik kesimpulan bahwa gaya dapat
mengakibatkan benda diam menjadibergerak

4. Pekerjaan Rumah

H. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
o Membuat daftar Tugas Laporan o Buatkanlah daftar
berbagai bentukbenda. Individu berbagai bentuk
o Mendemonstrasikan dan Uraian benda.
cara mengubah bentuk kelompok Objektif o Jelaskanlah cara
benda benda,misalnya membentukbenda
ditekan dan di pukul. yang lunak.
o Mengidentifikasi faktor o Jelaskanlah faktor
yang mempengaruhi yang menyebabkan
bentuk benda, misalnya benda dapat berubah
tekanan, bentuk benda bentuk.
yang dibentuk.

LEMBAR PENILAIAN
Performan Jumlah
No Nama Siswa Produk Nilai
Pengetahuan Praktek Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
CATATAN :

Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 100.

MetroSelatan,
Jan
uari2012
Mengetahui
KepalaSekolah Guru MapelIPA
Dra.DWIPATMAWATI J A M I A TI

NIP.196211231982032004 NPM 0913099011