Anda di halaman 1dari 36

METODE ANALISIS GEOKIMIA

A.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Eksplorasi adalah penyelidikan yang dilakukan untuk mengidentifikasi,

menentukan lokasi, ukuran, bentuk, letak dan sebaran, kuantitas dan kualitas suatu
sumberdaya geologi untuk kemudian dapat dilakukan analisis

atau kajian

kemungkinan dilakukannya penambangan. Pentahapan dalam eksplorasi mutlak


dilakukan untuk meminimalkan kerugian atau resiko kegagalan karena eksplorasi
merupakan aktivitas yang berisiko tinggi. Pentahapan dalam eksplorasi harus
dilakukan sesuai dengan karakteristik tiap endapan mineral untuk mengurangi
resiko kegagalan (kerugian) yang lebih besar dalam menemukan endapan mineral
tersebut. Setelah suatu tahapan eksplorasi selesai dilakukan, perlu adanya evaluasi
untuk pengambilan keputusan yang akan dilakukan selanjutnya.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu kegiatan
eksplorasi adalah :
1. Efektifitas, yaitu mengenai sasaran dengan metoda dan strategi yang tepat.
2. Efisiensi, dengan usaha (biaya dan waktu) yang seminimal mungkin untuk
mendapatkan hasil yang optimal.
3. Unsur ekonomi, biaya eksplorasi harus sesuai dengan hasil yang
diharapkan dengan memperhitungkan resiko. Hal ini disebabkan karena
lebih tinggi resiko maka keuntungan yang dicapai makin berlipat ganda.
Pemilihan metode eksplorasi yang tepat dipakai untuk mendapatkan
kepastian yang tinggi sehingga dapat dilakukan pada daerah yang terbatas dengan
tingkat kegagalan yang rendah.
Pengertian eksplorasi geokimia dapat diartikan sebagai penerapan praktis
prinsip-prinsip geokimia teoritis pada eksplorasi mineral dengan tujuan agar
mendapatkan endapan mineral baru dari logam-logam yang dicari dengan metoda
kimia. Metoda tersebut meliputi pengukuran sistematik satu atau lebih unsur kimia
pada batuan, stream sediment, tanah, air, vegetasi dan udara. Metoda ini dilakukan
agar mendapatkan beberapa dispersi unsur di atas (di bawah) normal yang disebut
anomali, dengan harapan menunjukkan mineralisasi yang ekonomis.
1|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Eksplorasi geokimia mempunyai pengertian sebagai metode yang


digunakan untuk mencari endapan mineral dengan didasarkan pada pengukuran
secara sistematik pada satu atau lebih pada aspek kimiawi material-material di alam
(Rose Et Al , 1979). Prospeksi geokimia didefinisikan sebagai pengukuran
sistematis terhadap satu atau lebih trace elements (unsur-unsur jejak) dalam
batuan, soil, sedimen sungai, vegetasi, air atau gas dengan tujuan untuk
menentukan anomali-anomali geokimia (Levinson, 1974; Rose Et Al, 1979; Joyce,
1984; Chaussier, 1987). Pengukuran dari aspek kimiawi tersebut biasanya diwakili
oleh unsur atau kelompok unsur yang terdapat dalam material-material yang ada di
bumi. Jenis-jenis material tersebut antara lain berupa batuan, tanah, gossan, glacial
debris, tumbuh-tumbuhan, endapan sungai atau danau dan air.
Sedangkan anomali geokimia adalah konsentrasi abnormal dari
unsur-unsur tertentu yang sangat kontras dengan lingkungannya, yang dipercaya
mengindikasikan hadirnya endapan mineral atau bijih. Pembentukan anomali ini
dihasilkan oleh mobilitas dan dispersi unsur-unsur yang terkonsentrasi dalam zonazona mineralisasi (Levinson, 1974; Rose et al, 1979; Joyce, 1984; Chaussier, 1987).
Dari definisi di atas diketahui bahwa salah satu bagian dari eksplorasi atau
prospeksi geokimia adalah metoda sedimen sungai (stream sediment survey), di
mana pengukuran, analisis, dan interpretasi dilakukan berdasarkan sampel-sampel
sedimen sungai yang diambil secara sistematis (Levinson, 1974; Joyce, 1984;
Evans, 1995).
Konsentrasi-konsentrasi anomali dari unsur-unsur yang dideteksi dalam
survei sedimen biasanya telah terpindahkan ke arah bawah (hilir), sehingga
diperlukan metoda-metoda survei lain sebagai alternatif atau pelengkap, seperti
metoda geokimia lainnya, geofisika, atau geologi tindak-lanjut. Sehubungan dengan
hal tersebut, geokimia eksplorasi tidaklah secara langsung bertujuan untuk mencari
mineralisasi, tetapi hanya mencari indikasi-indikasi (anomali) yang bisa dipakai
sebagai acuan untuk menentukan daerah prospek mineralisasi. Olehnya itu bantuan
dari data-data metoda survei lainnya sangat dibutuhkan, terutama data geologi
(Levinson, 1974; Joyce, 1984; Peter, 1987).

2|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

1.2

Maksud dan Tujuan

1.2.1

Maksud
Adapun maksud dari pembuatan makalah ini mahasiswa mengenal

tahapan dalam kegiatan eksplorasi geokimia.


1.2.2

Tujuan

1.

Mengetahui prinsip dasar prospeksi eksplorasi geokimia

2.

Mengetahui parameter survey geokimia

3.

Mengetahui tipe survey geokimia

4.

Mengetahui interpretasi dari data geokimia

1.3

Ruang Lingkup Batasan Masalah


Adapun batasan masalah pada makalah ini adalah tahapan penyelidikan

geokimia dalam pengambilan data yang dilakukan di lapangan, mencari suatu pola
ketidaknormalan atau anomali geokimia yang berkaitan dengan adanya indikasi
mineralisasi. Ghazali dkk. (1986) menjelaskan secara umum pekerjaan yang
dilakukan dalam penyelidikan geokimia meliputi 3 pekerjaan utama yaitu pekerjaan
lapangan, pekerjaan laboratorium, serta pengolahan data dan interpretasi.
Sedangkan komponen utama yang dibutuhkan dalam penyelidikan geokimia
meliputi peta, formulir lapangan, dan contoh geokimia.

B.

LANDASAN TEORI

2.1

Definisi dan Konsep Dasar


Ada banyak definisi tentang geokimia, tetapi definisi yang dilakukan oleh

Goldschmidt menekankan pada dua aspek yaitu :

Distribusi unsur dalam bumi (deskripsi)

Prinsip-prinsip yang mengatur distribusi tersebut diatas (interpretasi)


Pada dasarnya definisi ini menyatakan bahwa geokimia mempelajari

jumlah dan distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan tanah, air, dan
atsmosfer. Tidak terbatas pada penyelidikan unsur kimia sebagai unit terkecil dari
material, juga kelimpahan dan distribusi isotop-isotop dan kelimpahan serta
distribusi inti atom
Eksplorasi

geokimia

khusus

mengkosentrasikan

pada

pengukuran

kelimpahan, distribusi, dan migrasi unsur-unsur bijih atau unsure-unsur yang


berhubungan erat dengan bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam
3|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran

secara

sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai aktif,
vegetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali geokimia, yaitu kosentrasi
abnormal dari unsure tertentu yang kontras terhadap lingkungannya (backround
geokimia).
Pengertian geokimia awalnya dijelaskan oleh Mason (1958) dalam Rose Et
Al (1979), yaitu pengelompokan kelimpahan relatif dan absolute dari unsur-unsur
yang ada dibumi, studi mengenai penyebaran dan migrasi dari unsur-unsur tunggal
diberbagai tempat dibumi dengan obyek berupa pola dasar penyebaran dan migrasi
dari unsur.
Survey geokimia bertujuan mencari indikasi mineralisasi pada suatu
daerah, metode ini digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pola
geokimia yang tidak normal atau dikenal dengan istilah anomali. Dari sini muncul
penggunaan konsep mengenai nilai latar belakang (backround), yaitu kisaran
tertentu suatu unsure dalam suatu mineral yang sesuai dengan harga rata-rata
unsure dikerak bumi. Sedangkan istilah treshold atau batas atas dari nilai latar
belakang merupakan nilai kadar unsur yang menjadi batas nilai anomali (Ghazali,
dkk., 1986).
Dalam mencari anomali unsur, sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu
mengenai karakter atau sifat-sifat geokimia dari unsur tersebut, sehingga akan
mempermudah dalam mengenali keberadaanya. Potensi keberadaan dari suatu
unsur berkaitan dengan bagaimana reaksi

unsur tersebut terhadap aksi yang

diberiakan oleh alam sehingga akan terbentuk pola-pola yang khas dari kumpulan
unsur tertentu.
Penentuan

daerah

target

untuk

penyelidikan

geokimia

dengan

mempertimbangkan kondisi geologi suatu daerah. Mempertimbangkan genesis


pembentukan bijih, serta geologi tertentu yang memberi peluang untuk terbentuknya
mineralisasi. Pada survei harus sudah menentukan rencana jenis unsur yang akan
dianalisis, berdasarkan tipe mineralisasi yang kemungkinan terbentuk.
Sebelum menentukan prospeksi geokimia pada suatu daerah, perlu
mengidentifikasi tipe deposit atau mineralisasi potensi yang terbentuk. Sebagai
contoh penyelidikan untuk deposit bijih emas tipe forfiri, kadar rendah, berukuran
besar, berbeda dengan deposit emas tipe urat ukuran kecil dengan kadar tinggi.
Kondisi yang berlawanan, metode yang digunakan untuk survey deposit emas kadar
4|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

tinggi, berdimensi atau ukuran kecil akan tidak tepat untuk diterapkan pada deposit
ukuran besar, yaitu bias terjadi pemborosan.
2.1.1

Prinsip Dasar Prospeksi/Eksplorasi Geokimia


Prospeksi/eksplorasi geokimia pada dasarnya terdiri dari dua metode yaitu

metode yang menggunakan pola dispersi mekanis dan metode yang didasarkan
pada pengenalan pola dispersi kimiawi. Pola dispersi mekanis biasanya diterapkan
pada mineral yang relative stabil pada kondisi permukaan bumi (seperti : emas,
platina, kasiterit, kromit, mineral tanah jarang). Cocok digunakan di daerah yang
kondisi iklimnya membatasi pelapukan kimiawi. Sedangkan pola dispersi kimiawi
pola ini dapat diperoleh baik pada endapan bijih yang tererosi ataupun yang tidak
tererosi, baik yang lapukan ataupun tidak lapuk. Pola ini kurang terlihat seperti pada
pola dispersi mekanis.
2.1.2

Daur Geologi
Semua endapan bijih ialah produk dari daur yang sama didalam proses-

proses geologi yang mengakibatkan terjadinya tanah, sedimen dan batuan. Gambar
2.1 merupakan ringkasan dari daur geologi dan contoh-contoh tipe bijih

yang

dihasilkan pada berbagai stadia daur.

Gambar 2.1
Daur Geologi, Geokimia dan Terbentuknya Bijih

5|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

2.1.3

Dispersi Geokimia
Joyce (1984) mendefinisikan dispersi geokimia sebagai proses total yang

mencakup transportasi dan/atau fraksinasi dari unsur-unsur, sedangkan Rose Et Al


(1979) mendefinisikannya sebagai proses di mana atom-atom dan partikel-partikel
bergerak menuju ke lokasi atau lingkungan geokimia yang baru. Berdasarkan
prosesnya Joyce (1984) dan Chaussier (1987) membagi dispersi menjadi dua jenis,
yaitu dispersi mekanik (contohnya pergerakan butiran-butiran pasir dalam sungai)
dan dispersi kimia (contohnya disolusi, difusi, dan presipitasi dalam larutan).
Sedangkan berdasarkan hubungannya dengan lingkungan geokimia, beberapa ahli
seperti Levinson, 1974; Rose Et Al, 1979; Chaussier, 1987; dan A. Djunuddin, 1998
membagi dispersi ke dalam dua kelompok, yaitu dispersi primer yang berhubungan
dengan lingkungan geokimia primer (bawah permukaan) dan dispersi sekunder
yang berhubungan dengan lingkungan geokimia sekunder (di permukaan).
Proses dispersi tersebut selain dipengaruhi oleh tingkat mobilitas unsur
yang terangkut, juga akan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berhubungan
dengan media dispersinya, antara lain tingkat keasaman, yang selalu berubah
tergantung lingkungan geokimianya. Sebagai contoh air hujan bersifat agak asam,
tanah penutup sebagian bumi tingkat keasamannya sedang, air yang mengalir
(termasuk sungai) umumnya netral, dan air laut bersifat alkali (Joyce, 1984). Tingkat
keasaman ini sangat penting untuk dipertimbangkan, karena di samping
berhubungan dengan dispersi, juga berpengaruh terhadap tingkat mobilitas unsur.
Untuk daerah-daerah di Indonesia yang beriklim tropis, berdasarkan hasil survei
geokimia regional yang telah dilakukan oleh Departemen Pertambangan dan Energi
berkerjasama dengan UNDP, umumnya sedimen sungai mempunyai tingkat
keasaman yang netral, kecuali sungai-sungai yang melalui daerah batugamping
(Johnson Et Al, 1986 dalam A. Djunuddin, 1998).
2.1.4

Lingkungan Geokimia
Menurut Rose Et Al (1979), berdasarkan perbedaan tekanan, temperatur,

dan sifat-sifat kimianya, lingkungan geokimia dapat diklasifikasikan ke dalam dua


kelompok, yaitu :
1.

Lingkungan kedalaman (deep seated environment), yaitu lingkungan yang


meluas ke arah bawah, mulai dari level terendah yang dapat dicapai oleh
sirkulasi air permukaan sampai ke level terdalam di mana batuan biasanya
terbentuk. Lingkungan ini dicirikan oleh : proses-proses magmatik dan
6|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

metamorfik yang dominan, temperatur dan tekanan yang tinggi, sirkulasi


fluida terbatas, dan kandungan oksigen bebas yang relatif kecil. Istilahistilah sejenis yang sering digunakan adalah : hipogen, primer, dan
endogen.
2.

Lingkungan permukaan (surficial environment), adalah lingkungan di mana


terjadi proses-proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi, yaitu di
permukaan bumi, yang mencakup proses-proses yang terjadi setelah tubuh
batuan terbentuk. Lingkungan ini dicirikan oleh temperatur dan tekanan
yang relatif rendah dan konstan, pergerakan solusi yang bebas, serta
oksigen bebas, air, dan CO2 yang melimpah. Istilah-istilah sejenis yang
sering digunakan adalah : supergen, sekunder, dan eksogen.

2.1.5

Mobilitas Unsur
Levinson (1974) mendefinisikan mobilitas unsur sebagai suatu kondisi di

mana suatu unsur tertentu dapat bergerak pada lingkungan tertentu pula. Dengan
demikian mobilitas suatu unsur sangat bergantung pada kondisi lingkungan maupun
jenis atau sifat kimia dari unsur tersebut.
Deskripsi dan mobilitas unsur saling berkaitan dan sangat berperan dalam
mencari anomali geokimia dimana kedua faktor tersebut akan menjelaskan
keberadaan unsur, pola anomalinya serta kondisi lingkungan pengendapannya.
Tingkat mobilitas unsur yang tinggi akan menyebabkan tingkat ketersebaran atau
dispersi yang tinggi juga untuk unsur tersebut sehingga dapat menyebar luas dan
jauh. Sebaliknya jika tingkat mobilitas suatu unsur rendah maka tingkat dispersinya
pun rendah sehingga memiliki daerah penyebaran tidak luas. Selain itu dengan
mengetahui lingkungan pengendapannya, apakah bersifat asam, netral, atau basa
maka akan lebih mempermudah mengetahui tingkat mobilitas suatu unsur.
Mobilitas unsur sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.3, Emas (Au)
mempunyai mobilitas rendah, sehingga cenderung tetap tertinggal pada gosan.
Mineral galena cenderung untuk lambat pelapukannya, sehingga juga masih
tertinggal pada gosan. Sulfida Cu, Ag dan Zn cepat lapuk atau terurai serta
mobilitas tinggi, sehingga mengalami migrasi ke arah bagian bawah dari gosan
membentuk zona yang semakin kaya akan Cu, Ag dan Zn atau dikenal dengan
zona pengkayaan bijih oksida atau bijih supergen.

7|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

2.1.6

Gambar 2.2
Diagram Profil Deposit Bijih Emas

Unsur Penciri

Unsur penciri atau yang sering disebut sebagai pathfinder dijelaskan oleh
Warren dan Delavault (1953;1956) dalam Levinson (1980) sebagai unsur-unsur
yang relatif bergerak dan berasosiasi atau selalu bersama sama dengan unsurunsur yang menjadi target pencarian, akan tetapi lebih mudah untuk ditemukan
karena unsur-unsur tersebut biasanya memiliki tingkatan mobilitas yang tinggi,
sehingga akan membentuk daerah sebaran yang lebih luas dibandingkan dengan
unsur-unsur yang dicari.
Unsur-unsur penciri (pathfinder) ini dapat mempermudah dalam pencarian
unsur-unsur yang dicari karena kemampuannya untuk mengindikasi keberadaan
unsur lain di sekitar endapan. Sebagai contoh unsur As dapat digunakan sebagai
unsur penciri adanya emas dan unsur Ag dalam urat, serta dapat juga sebagai
penciri adanya emas, perak, tembaga, kobalt dan seng dalam asosiasi bijih sulfida
(Tabel 2.1).
Tabel 2.1
Contoh dari unsur-unsur penciri yang digunakan dalam mendeteksi mineralisasi.
(Learned dan Boissen, 1973 dalam Levinson, 1980)
ASOSIASI BIJIH

UNSUR TARGET

PATHFINDER ELEMENTS

Tembang Porfiri

Cu, Mo

Zn, Au, Re, Ag, As, F

Komplek Bijih Sulfida

Zn, Cu, Ag, Au

Hg, As, (sebagai SO4), SB, Se, CD, Ba,


F, Bi

Urat Logam Mulia

Au, Ag

As, Sb, Te, Mn, Hg, I, F, Bi, Co, Se, Ti

Endapan Skarn

Mo, Zn, Cu

B, Au, Ag, Fe, Be

Uranium (Batupasir)

Se, Mo, V, Rn, He, Cu, Pb

Uranium (Urat)

Cu, Bi, As, Co, Mo, Ni, Pb, F

8|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

ASOSIASI BIJIH

UNSUR TARGET

PATHFINDER ELEMENTS

Tubuh Bijih Ultrabasa

Pt, Cr, Ni

Cu, Co, Pd

Urat Flourspar

Y, Zr, Rb, Hg, Ba

2.1.7

Asosiasi Unsur
Asosiasi unsur digambarkan oleh Levison (1980) sebagai suatu asosiasi

unsur yang di dalamnya tidak terdapat satupun unsur penciri yang dapat digunakan
untuk mengindikasikan adanya suatu endapan mineral yang dicari, tapi walaupun
demikian asosiasi tersebut masih dapat digunakan sebagai indikasi kemungkinan
hadirnya unsur-unsur yang dicari. Asosiasi unsur ini terbentuk sesuai dengan
kondisi lingkungan dan tingkatan mobilitasnya. Karenanya setiap asosiasi unsur
akan mencirikan suatu lingkungan dan model cebakan/deposit mineralisasi tertentu
pula. Peranan asosiasi unsur ini bukanlah yang utama dalam eksplorasi geokimia,
namun keberadaan kadang-kadang juga dibutuhkan sebagai data pendukung
apabila tidak dijumpai data utamanya.
2.1.8

Anomali Geokimia
Bijih mewakili akumulasi unsur dari satu unsur atau lebih atas

kelimpahannya yang kita anggap normal. Kelimpahan dari unsur khusus didalam
batuan barren disebut backround. Penting untuk disadari bahwa tidak ada unsur
yang memiliki backround yang seragam.
Tujuan mencari nilai backround
geokimia, yaitu nilai diatas backround

adalah untuk mendapatkan anomali


yang sangat diharapkan berhubungan

dengan endapan bijih. Karena sejumlah besar conto bisa saja memiliki nilai diatas
backround, maka ada nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan
anomali , yang dikenal dengan sebutan threshold, yaitu nilai rata-rata plus dua
standar deviasi dalam suatu populasi normal. Semua nilai diatas nilai threshold
didefinikan sebagai anomali
Teknik-teknik interpretasi baru melibatkan grafik frekunsi komulatif, analisis
rata-rata yang bergerak, analisis regresi jamak banyak menggantikan konsep klasik
backround dan threshold.

9|Syahroni
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

2.2

Perencanaan Kegiatan Eksplorasi


Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu kegiatan

eksplorasi adalah :

Efektifitas, yaitu mengenai sasaran dengan metoda dan strategi yang tepat.

Efisiensi, dengan usaha (biaya dan waktu) yang seminimal mungkin untuk
mendapatkan hasil yang optimal.

Unsur ekonomi, biaya eksplorasi harus sesuai dengan hasil yang


diharapkan dengan memperhitungkan resiko. Hal ini disebabkan karena
lebih tinggi resiko maka keuntungan yang dicapai makin berlipat ganda.

2.2.1

Tahapan Penyelidikan
Dalam penyelidikan geokimia diperlukan adanya beberapa penahapan

yang ditujukan untuk kepentingan efisiensi dalam hal waktu, tenaga dan biaya.
Tidak semua proses pencarian dapat menunjukkan hasil sesuai target yang hendak
dicapai, maka harus ditentukan strategi penyelidikan yang tepat sebelum proses
pencarian dilakukan atau dimulai.
1.

Penyelidikan Pendahuluan. Penyelidikan ini juga sering disebut sebagai


survei

orientasi

(orientation

survey).

Penyelidikan

ini

merupakan

penyelidikan yang pertama kali dilakukan dalam penyelidikan secara


keseluruhan. Pada metode endapan sungai aktif (stream sediment method)
tahap survei orientasi ini bertujuan untuk menentukan media conto yang
paling baik untuk diambil, ukuran besar butir conto, tata cara kerja
(prosedur) pengumpulan conto di lapangan dan analisis di laboratorium
sampai dengan metode pengolahan data. Pada tahapan ini masih meliputi
daerah yang sangat luas, sehingga metode yang digunakanpun masih
bersifat umum dan akan memberikan hasil dengan tingkat ketelitian yang
masih sangat rendah.
2.

Penyelidikan Geokimia Tinjau. Pada tahap penyelidikan ini daerah yang


diselidiki masih meliputi daerah yang luas dan conto utama yang
dikumpulkan berupa endapan sungai aktif. Jenis conto ini dapat mewakili
daerah bagian hulu (cacthment area) yang luas. Maksud dari tahap
penyelidikan geokimia tinjau ini adalah untuk menentukan daerah yang
beranomali dan menentukan daerah mineralisasi.

3.

Penyelidikan Geokimia Tindak Lanjut. Dalam tahapan penyelidikan ini


conto utama yang dikumpulkan masih tetap endapan sungai aktif dan
10 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

masih ditambah lagi dengan conto-conto lain seperti endapan danau,


endapan daerah mata air dan endapan sumur (Rose et al, 1979). Tingkat
kerapatan conto sudah lebih besar dibandingkan dengan tahapan
sebelumnya, pengambilan conto biasanya pada sungai orde 1, 2 dan
paling besar pada sungai orde 3. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk
melengkapi informasi dari daerah beranomali yang telah diselidiki
sebelumnya, selain itu juga untuk menentukan batas daerah anomali yang
telah ditemukan pada penyelidikan tingkat tinjau lebih ke arah hulu lagi
(cacthment area).
4.

Penyelidikan Geokimia Rinci. Pada tahapan ini penyelidikan geokimia


conto yang dikumpulkan tidak hanya endapan sungai tapi juga ditambah
dengan conto tanah, batuan, dan tumbuhan. Kerapatan pengambilan conto
endapan sungai semakin besar atau jarak antar lokasi conto semakin
rapat, sedangkan pengambilan conto tanah dikerjakan secara jenjang (grid
sampling) atau punggung dan lereng perbukitan (ridge and spur).
Penyelidikan ini dapat dipadukan dengan penyelidikan geofisika yang
kemudian diteruskan dengan eksplorasi secara fisik dengan membuat parit
uji, pemboran atau pekerjaan bawah tanah.

Gambar 2.3
Bagan Alir Penyelidikan Geokimia

11 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

2.2.2

Pemilihan Metode
Pemilihan teknik tergantung pada mineralogi dan geokimia daerah target.

Komposisi badan bijih akan menentukan unsure yang dapat digunakan. Misalnya
Cu sangat ideal untuk endapan tembaga, tapi As sangat berguna dalam pencarian
mineralisasi emas, dll. Lebih jauh lagi mineralogi daerah target dikombinasikan
dengan lingkungan sekunder (pola dispersinya). Misalnya dispersi Cu bisa
hidromorfik dan mekanis, sedangkan timah putih sangat khas, hamper selalu
mekanis sebagai butiran kasiterit, atau terdapat dalam biotit atau mineral asesoris
lainnya.

Gambar 2.4
Pola Dispersi Sekunder

Gambar 2.2 diatas menggambarkan beberapa alternative pola dispersi atau migrasi
dari deposit bijih logam.
1.

Pada gambar 1, tubuh bijih tersingkap dipermukaan tanah, sebagian telah


tererosi. Secara teoritis tubuh deposit akan mudah dikenali dan ditemukan.
Akan tetapi ada kemungkinan terkaburkan oleh adanya tumbuhan atau
tanah,

selain

itu

perubahan

komposisi

mineraloginya

juga

akan

mengaburkan keberadaan singkapan bijih tersebut.


2.

Pada gambar 2, tubuh bijih tidak terpotong oleh zona erosi, atau tidak
tersingkap, akan tetapi berada pada zona pelapukan. Pola disperse
12 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

mekanis terbentuk. Pola dispersi kimia terjadi pada tubuh bijih dan
sekitarnya selama proses pelapukan. Hanya saja migrasi unsur dari tubuh
bijih terutama hanya unsur yang sifat mobilitasnya tinggi.
3.

Pada gambar 3, tubuh bijih berada sedikit dibawah zona pelapukan. Untuk
mendeteksi keberadaan tubuh bijih dapat dilakukan dengan survey batuan
dasar. Zona anomali dapat terdeteksi dengan adanya dispersi unsur yang
terjadi selama pelapukan. Apabila zona anomali tidak terbentuk maka akan
sulit sekali menentukan atau menemukan keberadaan tubuh bijih.

4.

Pada gambar 4, keberadaan tubuh bijih berada cukup jauh dibawah zona
pelapukan. Identifikasi keberadaan tubuh bijih hanya dapat dilakukan
dengan metode geofisika. Atau menggunakan unsur pathfinder. Yang
mobilitasnya sangat tinggi sehingga bias terdispersi bermigrasi melewati
zona batuan diatasnya. Baik yang lapuk maupun batuan yang segarnya.
Unsur dengan mobilitas yang sangat tinggi ini, seperti Hg dan Rn.

2.2.3

Optimasi Teknik Survey


Untuk optimasi survey geokimia perlu dilakukan identifikasi target

yangmaksimum.

Suatu

target

perlu

jelas

terlihat

dalam

data

geokimia,

mungkindicirikan oleh adanya penambahan atau pengurangan kelimpahan unsur


tertentu atau asosiasinya. Target harus mudah dibedakan dari data surveylainnya.
Dengan kata lain perlu adanya kontras geokimia yang maksimum (anomali).
Pengambilan contoh, penyiapan contoh, dan pemilihan metodeanalitis dapat
mempengaruhi kontras.
Pengamatan kontras anomali yang optimum dimulai di lapangan
melaluipengenalan

sekitar

lingkungan

lokal

yang

akan

mempengaruhi

prosesdispersi, tempat-tempat yang mungkin mengalami pelindian ataupeningkatan


akibat perembesan, kehadiran pengendapan sekunder,perkembangan tanah yang
tidak normal, dan distribusi tanah penutup yangtertranspor. Catatan lapangan
merupakan bagian survey yang penting yangdapat digunakan bersama-sama
dengan analisis data untuk interpretasi.
Pengambilan contoh merupakan hal paling penting dalam eksplorasi
geokimia. Preparasi contoh yang baik dapat juga menunjang kontras yangbaik.
Thomson (1978) mendemonstrasikan bahwa analisis Zn pada fraksi -0+35 mesh
dari material tanah yang diambil pada kedalaman 20 cm daritanah semi residu di

13 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

gurun Saudi Arabia menghasilkan kontras maksimum diatas badan mineralisasi Zn.
Sebaliknya pada fraksi -150 mesh tanah yangsama mengalami dilusi oleh material
barren Aeolian sehingga kontras dandispersinya jauh berkurang.
Jarak pengangkutan logam oleh air tanah dari pelapukan sulfida sangat
bervariasi dan dapat menghasilkan pola geokimia yang sulit untuk diinterpretasikan.
Konsentrasi logam yang tinggi karena pengendapansekunder mengikuti pola
hidromorfik, scavenging dll. Sering dicirikan oleh bentuk mineral yang lemah dan
tidak stabil yang unsur-unsurnya dapat direcovery dengan teknik analisis yang
lemah.
2.2.4

Parameter Survey
Tantangan dalam survey geokimia adalah mendesign program yangefektif,

pada prakteknya adalah membuat keputusan tentang pemilihanpoint-point berikut


ini :

Material Sample

Pola penyontoan

Preparasi conto

Prosedur Analitis

Kriteria Interpretasi hasil


Untuk membuat keputusan diperlukan pengetahuan atau asumsi tentang

keadaan daerah survey. Artinya diperlukan rujukan infomasi yang relevan tentang :

Dispersi dan karakter mobilitas dari unsur dalam mineral dan batuan induk.

Pengaruh lingkungan lokal pada proses dispersi.

Ukuran target, baik ukuran mineralisasi maupun ukuran yangdiharapkan


dari lingkaran dispersi sekelilingnya.

Ketersediaan material contoh

Kemampuan analitis

Kondisi logistic
Lingkungan lokal dapat mempengaruhi proses dispersi. Faktor yang paling

penting yang berhubungan dengan iklim dan topografi adalah material/tanah di


daerah survey, apakah tertranspor atau residu. Jika tertranspor, asalnya dari apa,
kolovium, aluvium? Material eksotis seperti sedimen berlapis, aluvial, pasir fluvial,
abu vulkanik, menutupi batuan dasar, tetapi tidak mengekspresikan geokimia dari
batuan yang berada dibawahnya.

14 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Ukuran target akan mempengaruhi pemilihan interval pengambilan contoh.


Arah orientasi tertentu dari target juga harus dipertimbangkan dalam lintasan dan
grid pengambilan contoh. Idealnya, grid pengambilan contoh dibuat dengan garis
dasar sejajar terhadap sumbu panjang target. Garis lintangnya tegak lurus terhadap
garis dasar tadi untuk mendapatkan kemungkinan irisan maksimum.
Survey geokimia yang ideal didasarkan pada penyontoan yang sistematis
dan beraturan untuk memperoleh database yang homogen, agar dapat dilakukan
evaluasi komparatif dari gejala geokimia. Oleh karena itu penting sekali untuk
memilih medium penyontoan yang seragam di seluruh daerah survey.Teknik
preparasi dan teknik analitis harus dipilih yang dapat menghasilkan data yang dapat
dipercaya dan menunjang kontras yang optimum.
2.2.5

Studi Orientasi

Studi orientasi digambarkan sebagai suatu seri percobaan pendahuluan untuk


menentukan karakter dispersi geokimi yang berhubungan dengan mineralisasi pada
daerah tertentu. Informasi tadi digunakan untuk:

Mendefinisikan bakcground dan respon geokimia yang abnormal

Mendefinisikan prosedur survey yang optimum.

Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dispersi dan kriteria


interpretasi hasil survey.

Mengenali gejala-gejala yang harus dicatat dan dilaporkan oleh pengambil


contoh.
Orientasi sample tanah harus diambil minimal dari dua lintasan melalui

mineralisasi dan dilanjutkan ke dalam background. Spasi pengambilan contoh


tergantung pada luas mineralisasi. Minimal empat atau lima contoh di atas
mineralisasi dan juga dari background. Penting agar karakter tanah yang berbeda
dievaluasi. Hasilnya, lintasan ini harus mencakup kondisi fisiografi normal dan tipe
major tanah, seperti daerah yang penirisan baik lereng curam, daerah rembesan,
dan rawa.
2.2.6

Studi Literatur
Tidak praktis untuk mengunjungi lapangan dan melakukan survey orientasi

sebelum program eksplorasi dibuat.Informsi yang berguna dapat diperoleh dari


penyelidikan terdahulu yang telah dilakukan orang. Bisa berupa paper atau
dokumen intern perusahaan. Seringkali dapat dilakukan orientasi terbalik dengan
mengevaluasi survey terdahulu secara kristis. Survey literatur sebaiknya disertakan
15 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

dalam diskusi dengan orang yang mengetahui kondisi daerah survey dan ahli
geokimia yang profesional.
2.2.7

Orientasi Teoritis
Pendekatan yang sangat spekulatif ini berdasarkan pada aplikasi model

teoritis, prinsip-prinsip dasar geokimia, asumsi-asumsi geologi, geomorfologi dan


iklim dari daerah yang diselidiki.

2.3

Pengambilan Conto Geokimia


Levinson (1980) menjelaskan bahwa ada tiga hal yang mendasar dalam

melaksanakan penyelidikan geokimia, yaitu: pengambilan conto, penganalisaan


conto, dan interpretasi dari hasil analisisnya. Pengambilan conto yang benar akan
sangat menentukan hasil akhir penyelidikan, sehingga ada beberapa hal penting
yang perlu diperhatikan pada saat pengambilan conto dilakukan, antara lain:
1.

Conto yang terbaik untuk unsur-unsur yang dicari.

2.

Pola pengambilan conto yang optimal.

3.

Kerapatan pengambilan conto yang berhubungan dengan adanya tubuh


bijih (ore body) dalam ukuran yang sesuai.
Pada penyelidikan geokimia yang menggunakan metode sedimen sungai

aktif (stream sediment method) conto yang sebaiknya diambil mempunyai ukuran
butir lanau-lempung.
Media conto yang ideal untuk eksplorasi geokimia harus memiliki sifat-sifat
seperti yang dikemukakan oleh Lovering dan Mc. Carthy (1978) dalam Ghazali dkk.
(1986) berikut ini :
1.

Conto harus mengakumulasikan dan mengonsentrasikan unsur-unsur bijih


atau unsur-unsur dari senyawa lainnya yang berasosiasi dengan tubuh
bijih.

2.

Conto dapat diambil dengan mudah dan cepat di daerah penyelidikan.

3.

Conto dapat menghasilkan lingkar penyebaran (dispersi halo) hipogen


maupun supergen atau dispersi yang panjang dari anomali unsur-unsur
atau

senyawa

bijih

dalam

bentuk

dan

pola

yang

dapat

untuk

memperkirakan ke arah mana lokasi terdapatnya deposit bijih.


4.

Dapat mendeteksi endapan bijih yang di bawah permukaan (blind deposit).

5.

Conto mudah dianalisis di laboratorium.

16 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Conto endapan sungai aktif sedapat mungkin diambil pada bagian tengah
sungai, sehingga conto tersebut akan mewakili semua area tubuh sungai.
Pengambilan conto harus menghindari material hasil jatuhan yang berasal dari tepi
sungai karena hal ini tidak mewakili endapan sungai yang sebenarnya.

2.4

Tipe Survey Geokimia

2.4.1

Survey Sedimen Sungai Aktif (Stream Sediment)


Saigusa (1975); Rose Et Al (1979) dan Fateh Chand (1981) dalam Ghazali

dkk. (1986) dan Sabtanto dkk (2000) mengemukakan bahwa pengambilan conto
endapan sedimen sungai aktif harus mengikuti ketentuan-ketentuan seperti berikut :
1.

Letak conto harus ditentukan sehingga benar-benar mewakili daerah


seluas yang ditargetkan.

2.

Pengambilan conto juga harus dilakukan pada anak sungai, terutarna


sungai orde 1, orde 2 dan orde 3, karena lebih dari itu sudah tidak mewakili
daerah tangkapan atau cacthment area dan tidak memberikan nilai
anomali.

3.

Pengambilan conto tidak boleh terlalu dekat dengan muara sungai besar,
hal ini untuk menghindari pengaruh dari sungai utama pada saat banjir
(kontaminasi oleh unsur yang bukan berasal dari hulu anak sungai
tersebut).

4.

Tempat Pengambilan conto sebaiknya jauh dari tepi sungai, diambil pada
arus lemah dan pada air yang dangkal. Conto tidak diambil di bagian hilir
dari tempat di mana ada jalan melintas dan longsoran. Conto tidak diambil
pada tempat yang sulit ditentukan lokasinya.

17 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Gambar 2.5
Daerah Lingkungan Berenergi Rendah dan Tinggi

5.

Posisi petugas pengambil conto di bagian hilir dari conto yang akan diambil
dan diusahakan sesedikit mungkin conto teracak-acak dari endapan
sungai. Sekop yang digunakan dari aluminium atau plastik. Bagian
permukaan

endapan

sungai

yang

teroksidasi

dibuang.

Sebelum

meletakkan di atas ayakan, air dibuang perlahan untuk menghindari


hilangnya fraksi halus. Conto yang disaring dikumpulkan dari daerah
dengan radius 20 meter.
6.

Setelah setiap satu atau dua sekop conto endapan sungai telah diambil,
pengayakan

dilakukan

dengan

cara

pengayakan

basah.

Dengan

menuangkan air secara hati-hati, saring conto dengan saringan 80 mesh.


Air yang digunakan untuk menyaring sedikit mungkin dan dengan hati-hati
agar fraksi halus tidak banyak terbuang. Penyaringan fraksi 80 mesh
berlangsung hingga terkumpul 150-200 gr berat kering conto endapan
sungai. Di basecamp conto dikumpulkan dan dikeringkan dengan cara
dijemur.
7.

Conto endapan sungai dimasukkan ke dalam kantong kertas kraf atau


plastik rangkap dua dan diberi nomor. Nomor conto terdiri dari empat
bagian, yaitu kode daerah, kode petugas, jenis conto, nomor conto.
Penomoran dijelaskan oleh Page dkk (1975).
Survey sedimen sungai aktif banyak digunakan untuk program penyelidikan

pendahuluan, khususnya pada daerah yang medannya sulit. Di daerah tropis,


18 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

pengambilan contoh sedimen sungai dapat dilakukan bersamaan dengan


pengamatan geologi dari float dan batuan dasar yang tersingkap. Ada empat variasi
dalam survey sedimen sungai aktif , yaitu:

Prospeksi mineral berat tanpa analisis kimia

Analisis konsentrasi mineral berat dari sedimen sungai

Analisis fraksi halus dari sedimen sungai

Analisis beberapa fraksi selain fraksi terhalus dari sedimen sungai

2.5.1.1 Prospeksi Mineral Berat


Teknik ini merupakan metode prospeksi paling tua. Sampai sekarang
masih banyak digunakan untuk prospeksi endapan yang mengandung mineral
resisten seperti: kromit, kasiterit, emas, platina, mineral tanah jarang, rutil, sirkon,
turmalin, garnet, silimanit, kianit dsb. Material contoh yang optimum adalah kerakal
dengan diameter rata-rata 5 cm. Untuk dapat melakukan pembandingan antar
contoh, perlu jumlah contoh yang seragam dengan teknik konsentrasi yang
standar.Metode yang paling sederhana adalah pendulangan atau dengan meja
Wilfey. Spasi contoh bervariasi antara satu per 50 100 km2 sampai l satu per 0,5
km2. Waktu yang diperlukan tergantung ukuran butir contoh, keadaan medan dan
metode konsentrasi. Identifikasi akhir dari mineral dilakukan secara petrografis di
laboratorium.
2.5.1.2 Analisis Konsentrat Mineral Berat Dari Sedimen
Konsentrat mineral berat yang diperoleh dianalisis unsur jejaknya untuk
mengetahui mineral asalnya. Contohnya pirit dipisahkan dari sedimen sungai dan
dianalisis Cu-nya. Pirit yang berasal dari endapan Cu dapat mengandung 1100
1700 ppm Cu, pirit dari endapan Au mengandung 40480 ppm Cu, dan pirit dari
batubara menandung 100 -120 ppm Cu.
Jumlah conto sari dulang dikumpulkan sebanyak 20-40% dari jumlah conto
endapan sungai. dan sebelum pengambilan conto, dilakukan pengaturan agar
kerapatannya terjaga keseragamannya.
1.

Tempat. Idealnya conto saridulang dikumpulkan dari tempat dengan energi


tinggi, pada bagian sungai berarus deras (Gambar 3.4).

2.

Siapkan dulang dan saringan. Perlu diperhatikan dulang dan saringan


harus dalam keadaan bersih. Saringan yang digunakan mempunyai
diameter lubang 2 mm, bebas dari kotoran. Saringan digunakan untuk

19 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

memisahkan batuan dan sampah. Letakkan saringan di atas dulang pada


tempat yang stabil dan tidak terganggu arus.
3.

Penyekopan

endapan.

Pengumpulan

endapan

mirip

dengan

cara

pengumpulan endapan sungai, hanya saja hilangnya fraksi halus tidak


menjadi masalah.
4.

Penyaringan. Penyaringan dengan menggunakan air sampai dulang penuh


(sekitar 5 kg). Fraksi lebih besar 2 mm dibuang ke arah hilir.

5.

Pencucian dan pendulangan. Pendulangan lebih mudah apabila fraksi


halus dihilangkan terlebih dahulu. Penghilangan fraksi halus dilakukan
dengan cara memutar endapan di dulang pada arus yang lemah. Setelah
air berlumpur sudah tidak ada, pendulangan sudah bisa dilaku-kan.
Pendulangan dilakukan sampai terkumpul sekitar 50 gr mineral berat.
Apabila hasil pen-dulangan belum mencapai 50 gr, dua tiga kali
pendulangan bisa dilakukan sampai terkumpul mineral berat yang
mencukupi.

6.

Pembungkusan. Mineral berat diamati menggunakan kaca pembesar


kemudian dimasukkan ke dalam plastik kantong conto dan diberi nomor.

N 97oE
Foto 2.1
Pengambilan Conto Mineral Berat Endapan Sungai Menggunakan Dulang

Pengambilan contoh sedimen sungai aktif fraksi halus banyak digunakan di


daerah yang drainagenya cukup besar dan mengalami erosi aktif. Kerapatan contoh
ditentukan oleh kerapatan drainage, namun secara kasar kerapatan contoh dapat
20 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

diambil satu per 2 10 km2untuk survey regional, kerapatan contoh satu per 0,5 2
km2 digunakan untuk penyontoan pendahuluan yang lebih rinci.
Survey sedimen sungai aktif harus dilakukan pada sungai kecil, sedangkan
sungai yang besar dengan catchment area yang luas tidak sesuai untuk
penyontoan.Interval penyontoan tergantung pada keperluan. Teknik yang dilakukan
umumnya sebagai berikut :

Contoh diambil dari muatan dasar sungai yang bergerak.

Menganalisis fraksi ukuran tertentu (umumnya fraksi pasir halus dan silt
atau fraksi mineral berat).
Deskripsi lapangan perlu dilakukan pada tiap lokasi contoh Informasi harus

mencakup: material organik, sifat sungai dan endapannya, kehadiran singkapan,


apakah dijumpai endapan besi oksida atau mangan oksida sekunder. Pengukuran
pH air sungai akan sangat berguna. Berikut ini adalah contoh lembar pengamatan
lapangan.
Langkah pertama penyajian hasil survey drainage adalah mengeplot
semua sungai yang ada di daerah penyelidikan dan mengeplot nomor contoh dan
nilainya.Setelah dilakukan pengolahan data secara statistik dapat dilakukan
pemilihan backgrounddan threshold.Lokasi contoh dapat ditandai dengan titik hitam,
yang ukurannya menunjukkan kandungan logamnya atau dengan menebalkan
sungai yang kandungannya logamnya lebih tinggi.
Dalam eksplorasi mineral, data sedimen sungai aktif biasanya tidak harus
disajikan dalam bentuk peta kontur, tetapi dalam survey regional bentuk peta kontur
lebih praktis untuk melihat kecenderungan geologi regional, kemungkinan daerah
mineralisasi dan mendala geokimia
Pekerjaan lanjut (Follow-up work ) biasa dilakukan dengan interval contoh
yang lebih rapat. Jika pada survey pendahuluan kerapatan contoh cukup tinggi,
maka survey dapat dilanjutkan dengan pengambilan contoh tanah. Sebagai tahap
awal dari survey tanah detil dapat dilakukan penyontoan tebing sungai dari kedua
tepi sungai yang menunjukkan anomali, sehingga dapat terlihat arah asal dari
anomali. Jika singkapannya bagus, pemetaan geologi dan prospeksi mungkin sudah
cukup untuk melokalisasi sumber unsur anomali, namun umumnya memerlukan
survey tanah.

21 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

2.5.2

Survey Tanah
Warna tanah dan perbedaan komposisi dapat merupakan indikator yang

penting untuk berbagai kandungan logam. Contohnya, tanah organik dan inorganik
reaksinya akan berbeda terhadap logam (kandungan logamnya berbeda). Dari
kedua tipe ini dapat diharapkan perbedaan levelbackground yang jelas.
Mengabaikan perbedaan ini akan mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan
keputusan eksplorasi, yaitu anomali yang signifikan tidak terlihat dan anomali yang
salah
Anomali yang salah umumnya berkaitan erat dengan komponen yang
menunjukkan konsentrasi unsur yang ekstrim, seperti pada material organik dan
mineral lempung, juga unsur jejak dalam airtanah.
Kegagalan mendefinisikan kondisi anomali (yang menunjukkan adanya
mineralisasi) dapat terjadi jika contoh tidak berhasil menembus zona pelindian.Ini
sering terjadi pada pengambilan contoh yang tergesa-gesa, sehingga bukti
mineralisasi tidak terlihat.
Unsur jejak yang dikandung contoh tanah umumnya mewakili daerah
terbatas.Oleh karena itu diperlukan sejumlah contoh yang diambil secara sistematis
untuk mengevaluasi sifat-sifat mineralisasi.Perencanaan penyontoan biasanya
mengikuti grid bujur sangkar atau empat persegi panjang.Contoh tambahan diambil
dari lingkungan yang berasosiasi dengan akumulasi unsur jejak, seperti zona
depresi atau rembesan untuk menguji dispersi hidromorfik dari badan mineral yang
tertimbun.
Survey tanah terdiri dari analisis contoh tanah yang biasanya diambil dari
horizon tanah khusus, kemudian diayak untuk mendapatkan ukuran fraksi tertentu.
Contoh umumnya diambil pada pola kisi (grid) yang beraturan. Di daerah yang
terisolir dengan medan yang sulit, akan sulit pula untuk membuat grid pengambilan
contoh yang baik.
Metode alternatif yang dapat digunakan adalah penyontoan ridge dan spur.
Metode ini sangat baik dikombinasikan dengan survey sedimen sungai untuk medan
yang sulit. Metode pengambilan contoh yang paling ideal adalah dengan grid yang
teratur.Prosedur yang normal adalah menentukan garis dasar kemudian buat
lintasan yang tegak lurus terhadap garis dasar.Penentuan garis dapat dilakukan
dengan theodolit atau kompas.

22 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Pemilihan grid yang digunakan tergantung pada tipe target yang dicari. Jika
diketahui bahwa mineralisasi di daerah itu memiliki dimensi panjang searah dengan
jurus, seperti mineralisasi vein atau unit stratigrafi, maka garis dasar harus diletakan
paralel terhadap jurus.Contoh diambil sepanjang garis lintang yang tegak lurus pada
garis dasar.Dalam kasus ini interval antar garis bisa lebih besar dari interval contoh
sepanjang

garis

dasar.Jika

jurusnya

tidak

dikenal

dan

targetnya

diduga

equidimensional, maka pengambilan contoh dilakukan dengan grid yang berbentuk


bujur sangkar.
Untuk praktisnya sering digunakan grid segi empat panjang, karena
penambahan frekuensi smpling sepanjang garis dasar tidak membutuhkan banyak
waktu. Ukuran grid yang digunakan umumnya 500 m x 100 m atau 200 m x 200 m
untuk survey pendahuluan dan 100 m x 50 m atau 50 m x 50 m untuk survey detil.
Kadang-kadang digunakan juga grid jajaran genjang .
Pengambilan contoh :

Contoh tanah umumnya diambil pada horizon B, pada kedalaman 30 50


cm. Untuk unsur tertentu seperti Ag dan Hg horizon A dapat memberikan
hasil yang lebih baik. Pada daerah yang keras dan kering contoh diambil
dengan menggali lubang kecil dengan menggunakan sekop dan cangkul.
Jika tanah lunak dan lembab dapat digunakan sekop kecil atau hand auger.
Contoh ditempatkan pada kantong contoh standar, diberi nomor dan
keterangan singkat yang mencakup tipe tanah, warna, kandungan organik.
Gejala khusus sepanjang lintasan perlu dicatat, contohnya singkapan, jalan
setapak, sungai.

Sistem penomoran tergantung pada pola pengambilan contoh. Untuk pola


grid lebih baik menggunakan sistem koordinat dengan mengambil titik 0
pada garis lintasan dasar, dan memberi nomor rujukan pada tiap garis
lintang. Namun penomoran alfanumerik kurang praktis untuk analisis
laboratorium. Cara penomoran lainmenggunakan kode enam sampai
delapan digit yang merupakan kode proyek, daerah dan nomor contoh,
misalnya nomor 2040325 bisa berarti proyekk 2, kode daerah 04, contoh
0325. Tipe ini lebih baik untuk pengolahan data dengan komputer.

Di daerah kering dan banyak matahari, contoh dapat dikeringkan di tempat


terbuka di camp, tapi di daerah basah dibutuhkan alat pengering. Jika
contoh sudah kering, dapat digerus dan diayak. Di daerah tropis yang
23 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

didominasi tanah latosol penggerusan dapat dilakukan dengan mortar agar


agregat oksida besinya hancur. Ayakan dari stainless steel atau dari nilon
dapat digunakan Sebelum mengayak tiap-tiap sampel, ayakan harus
bersih. Ayakan dapat dibersihkan dengan kuas ukuran 3,5 cm atau 5 cm.
Hasil pengayakan dimasukkan ke dalam amplop kertas, kemudian ke
dalam kantong plastik agar tidak bocor atau terkontaminasi pada waktu
pengangkutan. Fraksi ukuran yang umum untuk contoh geokimia adalah 80 mesh (0,2 mm), tapi ukuran yang lebih halus atau lebih kasar dapat
digunakan untuk kasus-kasus tertentu.

Pada daerah baru yang belum diselidiki dianjurkan untuk melakukan survey
orientasi untuk menentukan fraksi ukuran yang optimum untuk analisis,
kedalaman penyontoan yang terbaik , jika mungkin respons geokimia dari
mineralisasi .

Hasi survey tanah biasanya disajikan dalam bentuk peta kontur yang
mengacu pada isopleth (garis yang konsentrasinya sama). Selang antar
kontur dapat digambarkan dengan warna atau arsir.Tiap titik contoh dan
harganya harus diperlihatkan, tapi nomornya tidak perlu diterakan agar
tidak membingungkan.Pola pengambilan contoh yang tidak beraturan
dapat disajikan dalam peta dot, atau dengan memberikan warna yang
berbeda pada setiap titik contoh.

Survey lanjut (follow-up) dilakukan dengan spasi grid yang lebih rapat.
Contohnya

suatu

anomali

yang

terdapat

pada

grid

penyelidikan

pendahuluan 500200 m dapat dipenyontoan lagi dengan grid 250100 m


atau lebih rapat lagi, tapi grid yang lebih rapat dari 2525 m umumnya
kurang menguntungkan, kecuali jika target yang diharapkan berupa vein
yang sangat kecil atau pegmatit. Jika hasil survey lanjut menjanjikan, maka
pada daerah anomali dapat dilnjutkan dengn survey geofisika sebelum
diputuskan dilakukan pemboran.
2.5.3

Survey Batuan
Dalam rangka mendapatkan informasi kelimpahan background dari unsur

yang dianalisis dalam survey tanah atau sedimen sungai aktif perlu dilakukan
sedikitnya pengambilan contoh batuan secara terbatas.
Dalam penyelidikan geokimia endapan sungai, conto batuan mempunyai
peranan sebagai pelengkap yang akan berguna untuk menentukan kadar unsur
24 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

dalam batuan di daerah anomali geokimia. Nilai unsur yang diperoleh dari conto
batuan akan berguna sebagai nilai latar belakang unsur-unsur guna membantu
dalam mengindikasikan ada atau tidaknya mineralisasi di daerah penelitian. Cara
pengambilan conto batuan ada empat macam, yaitu :
1.

Cara suban (chip sampling).

2.

Cara alur (channel sampling).

3.

Cara comot (grab sampling)

4.

Cara meruah (bulk sampling).


Survey batuan dapat dilakukan sendiri untuk mendeteksi kemungkinan

dispersi primer yang berasosiasi dengan bijih. Survey batuan dapat digunakan
untuk prospeksi mineralisasi pada kondisi berikut:

Prospeksi bijih yang meghasilkan pola dispersi batuan dasar yang luas
(contohnya seperti Si, K, F, Cl dapat dijumpai pada lingkaran alterasi yang
ekstensif mengitari bijih hidrotermal).

Prospeksi untuk endapan yang luas berkadar rendah (contohnya endapan


Cu yang tersebar atau endapan Sn yang tersebar) yang pengenalannya
tidak mungkin dilakukan dari contoh setangan karena kadarnya rendah
atau mineral yang dicari tidak terlihat.
Pengambilan contoh batuan bisa dilakukan dengan chip sampling secara

acak pada singkapan atau dengan pemboran dengan pola grid (bor auger untuk
kedalaman yang kecil, atau denganrotary percussion untuk daerah yang
overburdennya tebal). Contoh batuan, yang diperoleh digerus dan diayak. Fraksi
80 mesh dianalisis.
2.5.4

Survey Air
Analisis air dari sungai, mata air, danau, rawa sumur, dan sumur bor, dapat

dilakukan dalam prospeksi, tetapi kesulitan analisis sehubungan dengan rendahnya


konsentrasi, ditambah lagi fluktuasi yang cepat akibat variasi musim menghambat
meluasnya penggunaan metode ini.
Airtanah bisa kontak dengan batuan dan melarutkan unsur-unsur dan
terjadi kesetimbangan kimia yang erat kaitannya dengan kimia yang dikandung oleh
akifer.Airtanah mengandung padatan terlarut yang bervariasi dari satu tempat ke
tempat lainnya. Contohnya air dari ladang minyak dengan endapan halit dapat
mengandung padatan terlarut yang lebih banyak dari air laut atau airtanah

25 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

biasa.Namun airtanah digunakan juga dalam eksplorasi mineral, umumnya dari


sumber yang dangkal.
Air sungai dan danau umumnya berasal dari air permukaan, tapi air tanah
dapat memberi kontribusi melalui mata air dan sungai bawah tanah. Air danau dan
sungai memperlihatkan kandungan padatan terlarut yang lebih bervariasi, karena
adanya variasi penambahan air permukaan yang besar dan tiba-tiba, yang akan
merubah pH, Eh, dan lingkungan kimia dalam jarak yang sangat pendek.
Contoh diambil di lapangan dengan botol plastik yang bersih (250 500 ml) yang
telah dicuci dua sampai tiga kali.Agar bebas kontaminasi botol harus dibersihkan
dengan asam yang bebas logam sebelum dibawa ke lapangan.Untuk praktisnya,
contoh diasamkan dengan dua atau tiga tetes asam nitrit bebas logam untuk
mencegah pengendapan logam yang ada.Jika diperlukan pengukuran pH dan Eh
atau penentuan substansi yang mungkin dipengaruhi oleh asam, maka perlu diambil
contoh duplikat atau melakukan pengukuran ditempat.Jika contoh mengandung
padatan suspensi, maka perlu dilakukna filtrasi, tapi biasanya dilakukan di
laboratorium sebelum analisis.
2.5.5

Survey Biogeokimia
Filosofinya adalah, bahwa akar tanaman menunjam jauh ke dalam tanah

dan mengambil makanan dari batuan dasar yang lapuk.Contohnya tanaman teh
telah memperlihatkan batas-batas anomali Ni di Australia Barat. Keuntungan
metode ini dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu dapat dilakukan untuk:

Prospeksi di daerah yang tanah penutupnya tertranspor.

Prospeksi di daerah berawa.

Prospeksi di daerah yang vegetasinya sangat rapat.


Tanaman mengambil makanan dari tanah melalui akarnya.Dengan

membandingkan konsentrasi unsur dalam jaringan tanaman dengan konsentrasi


unsur

dalam

tanah,

unsur-unsur

dapat

dikelompokkan

menjadi

tiga

kelompok.Kelompok pertama terdiri dari unsur biogenicmencakup H, C, N, P, dan S,


merupakan unsur pembangun jaringan tanaman, konsentrasinya di atas konsentrasi
unsur-unsur tersebut dalam tanah.
Kelompok kedua berupa unsur yang jejak yang diperlukan utuk pertumbuhan yang
sehat, terdiri dari B, Mg, K, Ca, Mn, Fe, Cu dan Zn yang konsentrasinya dalam
tanaman hampir sama dengan dalam tanah.

26 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Kelompok ke tiga adalah unsur yang tidak diperlukan atau unsur toksik, antara lain
Pb, Sr, HG, Be, U, NI, Cr, Ag, Sn,dan Se. Unsur toksik mungkin diperlukan dalam
jumlah yang sangat sedikit, sedangkan unsur yang diperlukan bisa menjadi toksik
jika hadir dalam konsentrasi yang tinggi.
Pada tanah dengan konsentrasi Pb, Cu, Hg dan Ni tinggi, pertumbuhan vegetasi
terhambat atau terbatas pada jenis tertentu.Ada tanaman yang toleran terhadap
konsentrasi toksik yang tinggi, adapula yang seolah-olah membutuhkan unsur toksik
untuk dapat mulai tumbuh.Tanaman yang demikian disebut tanaman indikator.Yang
paling dikenal adalah bunga tembaga di Zambia dan tanaman Selenium di
Amerika.Kehadiran bunga tembaga menjadi indikasi konsentrasi Cu ratusan sampai
ribuan ppm.Tanaman selenium menjadi indikator yang baik untuk mineralisasi
uranium karena Se sering menyertai U. Daun yang menguning (chlorosis) dapat
disebabkan oleh konsentrasi unsur Cu, Zn, Mn dan Ni.Penelitian biogeokimia dalam
prospeksi dilakukan sejah tahun 1930. Material tanaman yang dikumpulkan
dijadikan abu, untuk menghilangkan unsur biogenik penyusun jaringan, unsur yang
dicari akan dijumpai dalam residu (abu). Abu umumnya mencapai 1-3% berat,
sehingga unsur yang dicari akan terkonsentrasi sampai 100 kalinya dari unsur asal
dalam jaringan.
Untuk melakukan survey biogeokimia, sedikitnya diperlukan 300 gram material dari
tiap tanaman.Tanaman muda dan kurus umumnya memberikan hasil yang paling
baik.Contoh dapat divariasikan dengan spesies yang berbeda, tapi menggunakan
satu spesies lebih praktis.Pengambilan contoh harus sedekat mungkin pada
gridnya.Setelah contoh dimasukkan ke dalam kantung, material dikeringkan dan
dapat dikirim ke laboratorium untuk dijadikan abu dan dianalisis, atau dapat
dibiarkan hangus di udara atau dalam oven, kemudian masukan ke dalam kantung
contoh dan dikirim ke laboratorium. Sebelum contoh dianalisis, dilakukan
pengabuan terlebih dulu pada temperatur 450 500 C. Temperatur ini terlalu
tinggi untuk Sb, Hg , Se, dan Te, sehingga perlu menggunakan metode pengabuan
basah.
2.5.5

Survey Gas
Suatu teknik yang masih sedang dikembangkan adalah pengambilan

contoh gas untuk mencari anomali unsur volatil di sekitar bijih. Saat ini perhatian
difokuskan pada pendeteksian gas Hg di sekitar berbagai endapan bijih. Sejumlah
volume udara dilewatkan melalui suatui filter yang dapat menangkap uap Hg untuk
27 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

dianalisis kemudian. Pengambilan contoh dapat dilakukan dekat permukaan


(misalnya melalui satu unit perangkat yang dipasang pada kendaraan beroda
empat), dalam tanah, atau dengan pesawat yang terbang rendah. Keterbatasan
metode ini adalah:

Konsentrasi gas yang diukur umumnya rendah.

Sulit menentukan lokasi anomali yang akurat.

Peka terhadap kondisi cuaca.

Memelukan endapan bijih yang mengandung Hg yang cukup.


Tipe penyelidikan lain adalah inderaja digunakan untuk mendeteksi

hidrokarbon dalam prospeksi minyak dan untuk mendeteksi gas-gas radiogenik


seperti Rn, He, dan Xe dalam prospeksi U dan Th. Gas radiogenik ini luruh dalam
paruh waktu yang pendek (Rn220 54 jam, Rn222 4 hari) yang membatasi ukuran
pola dispersi yang dapat dikenal. Walau begitu Rn222banyak digunakan dalam
prospeksi uranium, dan kadang-kadang berhasil.Gas seperti H2S, SO2, I2, CO2, N2
dan O2 memiliki potensi dalam prospeksi, tetapi pada saat ini banyak yang belum
dieksploitasi.

2.5

Metode Analitis
Dalam eksplorasi geokimia tidak perlu mengutamakan akurasi yang tinggi,

yang penting cepat, tidak mahal dan sederhana.Metode yang banyak digunakan
dalam prospeksi geokimia adalah kromatografi, kolorimetri, spektroskopi emisi,
XRF, dan AAS. Metode lain yang juga digunakan dalam kasusu khusus adalah
aktivasi neutron, radiometri dan potensiometri.
2.5.1

AAS (Atomic absorption spectroscopy)


Atomic absorption spectroscopy (AAS) adalah prosedur spectroanalytical

untuk penentuan kuantitatif unsur kimia menggunakan penyerapan radiasi optik


(cahaya) oleh atom-atom bebas dalam keadaan gas.
Dalam kimia analitik teknik ini digunakan untuk menentukan konsentrasi
elemen tertentu (analit) dalam sampel yang akan dianalisis. AAS dapat digunakan
untuk menentukan lebih dari 70 elemen yang berbeda dalam larutan atau langsung
dalam sampel padat digunakan dalam farmakologi, biofisika dan penelitian
toksikologi.

28 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Foto 2.2
Alat yang di gunakan dalam metode AAS (Atomic absorption spectroscopy)

Spektrometri serapan atom pertama kali digunakan sebagai teknik analitis,


dan prinsip-prinsip dasar yang didirikan pada paruh kedua abad ke-19 oleh Robert
Wilhelm Bunsen dan Gustav Robert Kirchhoff, baik profesor di Universitas
Heidelberg, Jerman. Bentuk modern AAS sebagian besar dikembangkan selama
tahun 1950 oleh sebuah tim ahli kimia Australia. Mereka dipimpin oleh Sir Alan
Walsh

pada

CSIRO

(Commonwealth

Scientific

and

Industrial

Research

Organization), Divisi Kimia Fisika, di Melbourne, Australia.


Teknik ini memanfaatkan spektrometri serapan untuk menentukan
konsentrasi suatu analit dalam sampel.Hal ini membutuhkan standar dengan
kandungan analit dikenal untuk membangun hubungan antara absorbansi diukur
dan konsentrasi analit dan karenanya bergantung pada hukum Beer-Lambert.
Singkatnya elektron dari atom dalam alat penyemprot dapat dipromosikan ke orbital
yang lebih tinggi (keadaan tereksitasi) untuk waktu singkat (nanodetik) dengan
menyerap

kuantitas

didefinisikan

energi

(radiasi

dari

panjang

gelombang

tertentu).Ini jumlah energi, yaitu panjang gelombang, adalah khusus untuk transisi
elektron tertentu dalam elemen tertentu.
Secara umum, setiap panjang gelombang sesuai dengan hanya satu
elemen, dan lebar jalur penyerapan hanya dari urutan dari beberapa picometers
(pm), yang memberikan teknik selektivitas unsurnya. Radiasi fluks tanpa sampel
dan dengan sampel dalam atomizer yang diukur dengan menggunakan detektor,
dan rasio antara dua nilai (absorbansi) dikonversi menjadi analit konsentrasi atau
massa menggunakan hukum Beer-Lambert.
2.5.2

XRF (X-ray fluorescence)


X-ray fluorescence (XRF) adalah emisi karakteristik "sekunder" (atau neon)

sinar-X dari materi yang telah gembira dengan membombardir dengan sinar-X
29 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

berenergi tinggi atau sinar gamma. Fenomena ini banyak digunakan untuk analisis
unsur dan analisis kimia, terutama dalam penyelidikan logam, kaca, keramik dan
bahan bangunan, dan untuk penelitian dalam geokimia, ilmu forensik dan arkeologi.

Foto 2.3
Alat yang di gunakan dalam metode XRF (X-ray fluorescence)

Dalam analisis energi dispersif, dispersi dan deteksi adalah operasi


tunggal, seperti yang sudah disebutkan di atas. Counter proporsional atau berbagai
jenis solid-state detektor (dioda PIN, Si (Li), Ge (Li), Silicon Drift Detector SDD)
digunakan. Mereka semua berbagi sama deteksi prinsip: An X-ray foton masuk
ionises sejumlah besar atom detektor dengan jumlah muatan yang dihasilkan yang
sebanding dengan energi foton yang masuk. Tuduhan ini kemudian dikumpulkan
dan proses berulang untuk foton berikutnya. Kecepatan Detector jelas penting,
karena semua pembawa muatan diukur harus datang dari foton yang sama untuk
mengukur energi foton dengan benar (diskriminasi panjang puncak digunakan untuk
menghilangkan peristiwa yang tampaknya telah diproduksi oleh dua foton sinar-X
tiba hampir bersamaan).
Spektrum ini kemudian dibangun dengan membagi spektrum energi ke
sampah diskrit dan menghitung jumlah pulsa yang terdaftar dalam setiap bin energi.
Jenis detektor EDXRF bervariasi dalam resolusi, kecepatan dan sarana pendingin
(rendahnya jumlah pembawa muatan bebas sangat penting dalam detektor solid
state): counter proporsional dengan resolusi beberapa ratus eV menutupi low end

30 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

dari spektrum kinerja, diikuti dengan PIN detektor dioda, sedangkan Si (Li), Ge (Li)
dan Detektor Drift Silicon (SDD) menduduki high end dari skala kinerja.
Dalam analisis dispersif gelombang, radiasi panjang gelombang tunggal
yang dihasilkan oleh monokromator dilewatkan ke photomultiplier, detektor mirip
dengan Geiger counter, yang menghitung foton individu ketika mereka melalui.
Counter adalah ruang yang berisi gas yang terionisasi oleh X-ray foton. Sebuah
pusat elektroda dikenakan biaya (biasanya) 1700 V sehubungan dengan dinding
ruang melakukan, dan masing-masing foton memicu kaskade pulsa-seperti saat ini
di bidang ini.Sinyal diperkuat dan diubah menjadi mengumpulkan hitung
digital.Hitungan ini kemudian diproses untuk mendapatkan data analitis.
EDX spektrometer lebih unggul spektrometer WDX dalam bahwa mereka
lebih kecil, sederhana dalam desain dan memiliki bagian rekayasa sedikit.Mereka
juga dapat menggunakan tabung sinar-X miniatur atau sumber gamma.Hal ini
membuat

mereka

lebih

murah

dan

memungkinkan

miniaturisasi

dan

portabilitas.Jenis instrumen ini umumnya digunakan untuk aplikasi penyaringan


kontrol kualitas portabel, seperti pengujian mainan untuk timbal (Pb), menyortir
potongan logam, dan mengukur kandungan timbal cat perumahan. Di sisi lain,
resolusi rendah dan masalah dengan menghitung tingkat rendah dan lama matiwaktu membuat mereka rendah untuk analisis presisi tinggi. Mereka adalah,
bagaimanapun, sangat efektif untuk kecepatan tinggi, analisis multi-unsur.
Lapangan portabel XRF analisis saat ini di pasar berat kurang dari 2 kg, dan
memiliki batas deteksi pada urutan 2 bagian per juta timbal (Pb) dalam pasir murni.
2.5.3

XRD (X-ray Diffraction)


X-ray Diffraction adalah metode yang digunakan untuk menentukan

struktur atom dan molekul kristal, di mana atom kristal menyebabkan berkas sinar-X
untuk lentur ke banyak arah tertentu. Dengan mengukur sudut dan intensitas dari
berkas difraksi, crystallographer dapat menghasilkan gambar tiga dimensi
kepadatan elektron dalam kristal. Dari kerapatan elektron ini, posisi rata-rata dari
atom dalam kristal dapat ditentukan, serta ikatan kimia mereka, gangguan mereka
dan berbagai informasi lainnya.

31 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Foto 2.4
Alat yang di gunakan dalam metodeXRD (X-ray Diffraction)

Karena banyak bahan dapat membentuk kristal-seperti garam, logam,


mineral, semikonduktor, serta berbagai anorganik, organik dan biologi molekulkristalografi sinar-X telah mendasar dalam pengembangan berbagai bidang
ilmiah.Pada dekade pertama penggunaan, metode ini menentukan ukuran atom,
panjang dan jenis ikatan kimia, dan perbedaan skala atom antara berbagai bahan,
terutama mineral dan paduan.Metode ini juga mengungkapkan struktur dan fungsi
dari banyak molekul biologis, termasuk vitamin, obat-obatan, protein dan asam
nukleat seperti DNA. X-ray kristalografi masih merupakan metode utama untuk
mencirikan struktur atom bahan baru dan bahan cerdas yang muncul mirip dengan
eksperimen lain. X-ray struktur kristal juga dapat menjelaskan sifat elektronik atau
biasa elastis material, menjelaskan interaksi dan proses kimia, atau melayani
sebagai dasar untuk merancang obat-obatan terhadap penyakit.
Dalam pengukuran difraksi sinar-X, kristal dipasang pada goniometer dan
secara bertahap diputar ketika dibombardir dengan sinar-X, menghasilkan pola
difraksi bintik-bintik jarak teratur dikenal sebagai refleksi. Gambar dua dimensi yang
diambil pada rotasi yang berbeda diubah menjadi model tiga dimensi dari kepadatan
elektron dalam kristal menggunakan metode matematika transformasi Fourier,
dikombinasikan dengan data kimia yang dikenal sebagai sampel. Resolusi miskin
(ketidakjelasan) atau bahkan kesalahan dapat terjadi jika kristal terlalu kecil, atau
tidak cukup seragam dalam riasan internal mereka.
X-ray kristalografi berhubungan dengan beberapa metode lain untuk
menentukan struktur atom. Pola difraksi yang serupa dapat diproduksi oleh
hamburan elektron atau neutron, yang juga diartikan sebagai Transformasi Fourier.
32 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

Jika kristal tunggal ukuran yang cukup tidak dapat diperoleh, berbagai metode X-ray
lainnya dapat digunakan untuk memperoleh informasi lebih rinci, metode tersebut
meliputi difraksi serat, difraksi bubuk dan kecil-sudut hamburan sinar-X (SAXS). Jika
bahan dalam penyelidikan hanya tersedia dalam bentuk bubuk nanokristalin atau
menderita kristalinitas miskin, metode kristalografi elektron dapat diterapkan untuk
menentukan struktur atom.
Untuk semua metode difraksi sinar-X yang disebutkan di atas, hamburan
elastis, yang tersebar sinar-X memiliki panjang gelombang yang sama dengan
masuk X-ray. Sebaliknya, metode hamburan sinar-X inelastis berguna dalam
mempelajari Eksitasi sampel, daripada distribusi atom nya.
2.5.4

ICP-MS (Inductively couple plasma mass spectrometry)


Inductively couple plasma mass spectrometry (ICP-MS) adalah jenis

spektrometri massa yang mampu mendeteksi logam dan beberapa non-logam pada
konsentrasi rendah sebagai salah satu bagian dalam 1012 (bagian per triliun). Hal
ini dicapai dengan ionisasi sampel dengan coupled plasma induktif dan kemudian
menggunakan spektrometer massa untuk memisahkan dan mengukur ion tersebut.

Foto 2.5
Alat yang di gunakan dalam metodeICP-MS (Inductively couple plasma mass
spectrometry)

Dibandingkan dengan teknik serapan atom, ICP-MS memiliki kecepatan


yang lebih besar, presisi, dan sensitivitas. Namun, analisis dengan ICP-MS juga
lebih rentan untuk melacak kontaminan dari gelas dan reagen.Selain itu,
keberadaan beberapa ion dapat mengganggu deteksi ion lainnya.Berbagai aplikasi
melebihi ICP-OES dan termasuk spesiasi isotop.Karena kemungkinan aplikasi

33 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

dalam teknologi nuklir, hardware ICP-MS adalah subjek untuk peraturan ekspor
khusus.
Sebuah induktif ditambah plasma plasma yang mendapatkan energi
(terionisasi) oleh induktif memanaskan gas dengan kumparan listrik, dan
mengandung konsentrasi yang cukup ion dan elektron untuk membuat gas konduktif
secara elektrik. Bahkan gas terionisasi sebagian yang sesedikit 1% dari partikel
terionisasi dapat memiliki karakteristik plasma (yaitu, respon terhadap medan
magnet dan konduktivitas listrik tinggi). Plasma yang digunakan dalam analisis
Spektrokimia dasarnya elektrik netral, dengan masing-masing muatan positif pada
ion seimbang dengan elektron bebas. Dalam plasma ini ion positif hampir semua
bermuatan tunggal dan ada beberapa ion negatif, sehingga ada jumlah yang hampir
sama ion dan elektron di setiap satuan volume plasma.
Sebuah coupled plasma induktif (ICP) untuk spektrometri ditopang dalam
obor yang terdiri dari tiga tabung konsentris, biasanya terbuat dari kuarsa. Akhir dari
obor ini ditempatkan di dalam sebuah kumparan induksi diberikan dengan arus
listrik frekuensi radio.Aliran gas argon (biasanya 14 sampai 18 liter per menit)
diperkenalkan antara dua tabung terluar obor dan percikan listrik diterapkan untuk
waktu yang singkat untuk memperkenalkan elektron bebas ke dalam aliran gas.
Elektron ini berinteraksi dengan medan magnet frekuensi radio dari kumparan
induksi dan dipercepat pertama dalam satu arah, kemudian yang lain, karena
perubahan bidang pada frekuensi tinggi (biasanya 27.120.000 siklus per detik).
Dipercepat elektron bertabrakan dengan atom argon, dan kadang-kadang
menyebabkan tabrakan atom argon untuk berpisah dengan salah satu elektron.
Dirilis elektron pada gilirannya dipercepat oleh medan magnet yang berubah
dengan cepat. Proses berlanjut sampai tingkat pelepasan elektron baru dalam
tabrakan diimbangi oleh laju rekombinasi elektron dengan ion argon (atom yang
telah kehilangan elektron). Ini menghasilkan 'bola api' yang sebagian besar terdiri
dari atom argon dengan fraksi agak kecil dari elektron bebas dan ion argon. Suhu
plasma sangat tinggi, dari urutan 10.000 K.
ICP dapat dipertahankan dalam obor kuarsa karena aliran gas antara dua
tabung terluar membuat plasma jauh dari dinding obor.Aliran kedua argon (sekitar 1
liter per menit) biasanya diperkenalkan antara tabung pusat dan tabung menengah
untuk menjaga plasma jauh dari ujung tabung pusat.Aliran ketiga (lagi biasanya
sekitar 1 liter per menit) gas dimasukkan ke dalam tabung pusat obor. Ini aliran gas
34 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

melewati pusat plasma, di mana ia membentuk saluran yang lebih dingin dari
plasma sekitarnya tapi masih jauh lebih panas dari api kimia. Sampel yang akan
dianalisis yang diperkenalkan ke saluran pusat ini, biasanya sebagai kabut cairan
dibentuk oleh melewati sampel cairan ke dalam nebulizer.
Sebagai tetesan sampel nebulasi memasuki saluran sentral dari ICP,
menguap dan setiap padatan yang terlarut dalam cairan menguap dan kemudian
terurai menjadi atom. Pada suhu yang berlaku dalam plasma proporsi yang
signifikan dari atom banyak unsur kimia yang terionisasi, setiap atom kehilangan
elektron yang paling longgar terikat untuk membentuk ion bermuatan tunggal.

C.

KESIMPULAN
1.

Prinsip dasar prospeksi eksplorasi geokimia ada 2 metode yaitu mtode


menggunakan pola dispersi mekanis dan dispersi kimiawi.

2.

Parameter survey geokimia yaitu mendisign program yang efektif, pada


prakteknya adalah membuat keputusan tentang pemilihan material sampel,
pola penyontoan, preparasi conto, prosedur analitis dan criteria interpretasi
hasil.

3.

Tipe survey geokimia dibagi menjadi 6 yaitu survey sedimen sungai aktif
(prospeksi mineral berat, analisis konsentrat mineral berat, analisy fraksi
halus sedimen sungai aktif) survey tanah, survey batuan, survey biokimia,
dan survey gas.

4.

Interpretasi dari data geokimia melibatkan kesimpulan statistic dan geologi


dimana didalamnya mencangkup pengelolahan data geokimia strategis dan
geokimia taktis.

35 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678

DAFTAR PUSTAKA

Chausier, J.B, and Jean Morer., 1987

Mineral Prospecting Manual., North

Oxford AcedemicnPublisher Ltd.,


Fletcher, W.K, S.J Hoffman., M.B Mehtens., 1986 Exploration Geochemistery
: Design and Interpretation of Soil Surveys., Society of Economic
Geology.
Joyce, A.S., 1974 Exploration Geochemistery., Techpress, Australia,
Reedman, J.H., 1979 Techniques in Mineral Exploration., Applied Science
Publisher Ltd.,

36 | S y a h r o n i
Syahroni_mining@yahoo.com
UNISBA 2010 I 085316177678