Anda di halaman 1dari 39

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Indonesia saat ini sangatlah tidak terbatas. Secara umum sumber daya dapat dibagi menjadi : (1) sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resource) seperti: ikan, udang, rumput laut, kegiatan budidaya pantai dan budidaya laut; (2) sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resource) meliputi: mineral, bahan tambang/galian, minyak bumi dan gas; (3) energi kelautan, seperti: OTEC, pasang surut, gelombang; (4) jasa-jasa lingkungan kelautan (environmental service) seperti :

pariwisata dan perhubungan laut. Udara yang kita hirup sampai detik ini, air yang mengalir dan masih kita

manfaatkan, tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan oksigen (0 2 ) untuk kita hirup sekaligus dapat kita konsumsi, sinar matahari yang terbit untuk kita nikmati keindahannya dan tanah yang juga dapat dimanfaatkan semuanya merupakan sumber daya alam. Namun, bagaimana dengan pemanfaatan Sumber Daya Alam itu sendiri? Semua itu tergantung pandai atau tidaknya manusia memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan SDA juga dapat dilakukan oleh para pedagang untuk mencari nafkah. Misalnya: penjual sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup, penjual ikan yang memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan menjual ikan-ikan yang didapat dari laut dan lainnya.

Dengan mempelajari dan melakukan

penelitian

kita dapat mengetahui

bagaimana dengan kehidupan masyarakat yang hidup di pesisir? Apakah mereka bisa memanfaatkannya? Dan apakah berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Semua dapat dicapai apabila semua manusia yang menggunakannya pandai memanfaatkannya dengan bijak. Bila dibandingkan dengan kelompok pelaku ekonomi lainnya, kelompok ekonomi yang mengalami kondisi keterasingan dari dinamika perekonomian nasional lebih parah terjadi pada kelompok nelayan. Hal ini banyak bersumber dari sifat dasar arena aktivitas yang dimiliki tidak memiliki dukungan perangkat hukum yang memadai, seperti tidak dimungkinkannya pemilikan laut atau kawasan pantai sebagai asset produksi, kebutuhan investasi yang relatif besar dan

1

beresiko tinggi, serta luas pemasaran yang cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan local. Kondisi seperti ini mengakibatkan kelompok masyarakat nelayan cenderung tertinggal jauh dibandingkan dengan kelompok lain yang bekerja didaratan. Hal ini yang muncul di permukaan dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas hidup nelayan adalah keterdesakkan kelompok masyarakat ini akibat semakin intensifnya penetrasi nelayan asing terhadap sumber daya dan pasar domestic. Pengusaha dalam bidang marine-bisnis nasional dengan modal besar dengan jaringan pasar yang luas dan pemanfaatan teknologi yang hampir mustahil tersaingi oleh kelompok masyarakat nelayan nasional. Upaya perlindungan melalui peraturan daerah dan peningkatan kemandirian kelompok masyarakat ini merupakan agenda yang mendesak untuk segera diselesaikan sebagai bagian integral pengembangan masyarakat nelayan. Sebagai contoh saya akan memaparkan bagaimana gambaran kehidupan para nelayan di daerah Kecamatan Bagan Percut sebagaimana hasil dari kunjungan belajar kami untuk mendapatkan beberapa informasi terkait kehidupan nelayan disana.

  • 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang sebelumnya, kita juga dapat menarik rumusan

atas masalah-masalah yang timbul, diantaranya yaitu :

  • 1. Bagaimana keadaan Alam di desa percut ?

  • 2. Bagaimana kehidupan masyarakat yang bekerja menjual ikan di desa percut ?

  • 3. Apakah mereka memanfaatkan sumber daya yang ada dengan baik?

  • 4. Siapa-siapa saja yang memanfaatkan sumber daya disekitar mereka?

  • 5. Bagaimana dengan pendapatan para penjual ikan yang dalam sehari menyisihkan waktu mereka untuk berdagang?

  • 6. Apakah ada masalah yang mereka hadapi dan bagaimana masalah yang ada?

  • 7. Bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah yang sering muncul?

  • 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang penulis kembangkan antara lain :

    • 1. Menambah wawasan kepada pembaca mengenai keadaan alam di Desa Percut.

2

2.

Menceritakan keseruan perjalanan fieldtrip.

  • 3. Mendeskripsikan kehidupan masyarakat Desa Percut.

  • 4. Mendeskripsikan aktivitas penjual ikan dalam memanfaatkan sumber daya alam disekitar mereka.

  • 5. Menganalisis pendapatan masyarakat yang menjual ikan .

  • 6. Mendeskripsikan lokasi tempat terjadinya transaksi yang terjadi setiap hari.

  • 7. Menjelaskan beberapa jenis ikan yang diperjual-belikan.

  • 8. Memaparkan rencana-rencana pemanfaatan sumber daya alam .

1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa bagaimana keadaan kehidupan masyarakat disekitar pesisir di desa percut. serta menambah wawasan mahasiswa agar mahasiswa mampu mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi hal-hal yang sering terjadi di daerah tersebut.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2.1 Kajian Sumber Daya Alam ( SDA ) Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara

3

signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

2.2 Unsur-unsur Terbentuknya Pasar

Menurut A.T Mosher, unsur-unsur yang terkait dengan adanya kemajuan pasar antara lain :

  • 1. Adanya pasar input dan pasar output

  • 2. Teknologi yang senantiasa berubah

  • 3. Sarana transportasi

  • 4. Infrastruktur

  • 5. Lembaga pemerintah

  • 6. Bank

Lalu bagaimana dengan Pasar di Desa Percut? Apakah sudah memenuhi semua unsur-unsur tersebut? Berikut penjabarannya :

  • 1. Mempunyai kebijakan Program Agromerinpolitan (dijuluki sebagai kota perikanan)

  • 2. Masih harus dibangun Program Agropolitan (sebagai kota pertanian)

  • 3. Adanya unsur pasar input (kegiatan nelayan dan potensi)

  • 4. Harga yang dilakukan kepada pelanggan bersifat refresentatif

  • 5. Nelayan kaku dengan teknologi yang ada

  • 6. Transportasi sudah ada dan sangat mendukung

  • 7. Infrastruktur perbaikan mesin atau mekanik (tidak ada), sarana jalan raya (sudah ada)

4

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Masalah dan Isu Strategi

  • A. Masalah Yang Dihadapi Masyarakat Dan Nelayan Daerah Bagan Percut

Ada beberapa masalah yang dilihat dari beberapa aspek yang dihadapi dalam

pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pesisir di daerah Bagan Percut, yaitu ;

  • 1. Aspek Sosial Masih kurangnya keterlibatan dan kemampuan masyarakat lokal untuk berpartisipasi secara aktif dan diberdayakan dalam upaya berbagai pelestarian lingkungan serta dalam proses pengambilan keputusan untuk pengelolaan sumber daya pesisir.

  • 2. Aspek Ekonomi - Belum dilaksanakannya secara optimal dan berkelanjutan kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pesisir karena keterbatasan modal, sarana produksi, pengetahuan dan keterampilan, serta faktor eksternal seperti keterbatasan pelayanan dan penyediaan fasilitas oleh pemerintah. -

Masih

perlu

ditingkatkannya

koordinasi dalam penyusunan

perencanaan dan pengambilan keputusan oleh instansi-instansi pemerintah daerah yang berkaitan dengan pembangunan pesisir.

  • 3. Aspek Ekologis Masih rendahnya pengertian dan kesadaran masyarakat untuk melindungi, menjaga keseimbangan dan memantapkan ekosistem pesisir, sehingga terjadi banyak pengrusakan hutan bakau (magrove), tumbuh karang dalam jangka waktu pendek.

  • 4. Aspek Administratif Masih perlunya ditingkatkan koordinasi dan mekanisme administrasi dan penyusunan perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya pesisir dan perairan karena selama ini masih terdapat banyak tumpang tindih wewenang dan tanggung jawab diantara lembaga-lembaga pemerintah dan nono pemerintah yang terkait.

    • B. Isu Strategi

5

Disamping permasalahan-permasalahan diatas, terdapat isu-isu strategi dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut untuk kedepan, yaitu ;

  • - Rendahnya sumber daya manusia terutama pada masyarakat bahari.

  • - kemampuan

Lemahnya

kelembagaan

pada

sektor

pemerintah

dan

masyarakat.

  • - Belum dikelolahnya potensi sumber daya pesisir khususnya perikanan secara optimal sebagai suatu usaha yang dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat.

  • - Belum dikembangkan secara optimal potensi pariwisata sebagai salah satu sektor andalan dalam pembangunan daerah.

  • - Kurang memadainya pembangunan diwilayah kepulauan baik pembangunan prasarana sosial maupun prasarana fisik.

  • 3.2 Studi Kasus

Dalam kunjungan studi kami ke daerah Kecamatan Bagan Percut beberapa waktu lalu kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada masyarakat yang langsung kami sambangi sebelum melaut. Kami tidak sempat bertanya kepada

nelayan karena saat itu nelayan sudah tidak ada di lokasi. Sambutan dari beberapa masyarakat disana cukup antusias akan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, kami juga memberikan kuesioner yang bersifat terbuka kepada masyarakat tetapi kami yang menuliskan semua jawaban dari para nelayan dikarenakan mereka sedang sibuk menyusun ikan hasil tangkapan di TPI (tempat pelelangan ikan). Tetapi tetap saja ada kami jumpai masyarakat yang sedikit acuh akan pertanyaan kami. Adapun beberapa pertanyaan yang kami ajukan kepada mereka adalah :

  • 1. Bagaimana system tangkap hasil laut disini ?

  • 2. Bagaimana mekanisme pembagian hasil laut antara nelayan-anak buah-toke ?

  • 3. Berapa penghasilan Bapak/Ibu dari berjualan ikan disini ?

  • 4. Berapa sewa lahan berjual ikan disini ?

  • 5. Bagaimana system pelelangan ikan disini, sistematis atau tidak ?

Itu adalah beberapa pertanyaan penting yang saya ajukan kepada masyarakat disana, tetapi ternyata tidak semua pertanyaan dapat dijawab dengan lugas, seperti pertanyaan “bagaimana system pelelangan ikan di TPI ini”, kebanyakan dari mereka tidak mengerti system sebenarnya. Tempat pelelangan

6

ikan yang seharusnya berjalan dengan sistematis, ikan dari nelayan tidak boleh langsung dihampiri oleh pedagang lalu terjadi proses penawaran antara kedua belah pihak begitu saja, hasil tangkapan dikepul dahulu, begitu tesusun dan terkumpul dengan rapi maka proses pelelangan pun terjadi, dan disana sudah terletak meja kasir sebagai fasilitator untuk mendorong kelangsungan system pelelangan, tetapi tempat kasir itupun tidak terpakai, tidak berguna dan terkesan tidak efisien. Padahal jika system berjalan dengan baik, maka itu akan lebih menguntungkan para nelayan dan dapat mendorong tingkat kehidupan mereka sendiri. Ya kami hanya merasa kecewa dengan penampakan situasi yang ada disana, tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa diantara mereka hanya tamatan SD (Sekolah Dasar) atau bahkan banyak yang tidak bersekolah, dengan latar belakang pendidikan yang sangat minimum maka pikiran saya mengamini bahwa wajar system yang ada disini tidak berjalan dengan baik.

3.3 Frekuensi Data Penjual Ikan di Percut

 

Statistics

 

PEKERJAAN

 

NAMA

JENIS

KELAMIN

UMUR

PENDIDIKA

PEKERJAA

N

N

SAMPINGA

N

 

Valid

12

12

12

12

12

12

N

 

Missing

0

0

0

0

0

0

 

Statistics

 

JLH.TANGGUNGAN

 

IKAN

KELUARGA

PENDAPATAN

TERLARIS

IKAN LANGKA

N

Valid

12

12

12

12

Missing

0

0

0

0

 

7

Statistics

 

ASAL MODAL

JUMLAH MODAL AWAL

N

Valid

12

12

Missing

0

0

8

Frequency Table

 

NAMA

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

ANDI

1

8.3

8.3

8.3

ANTO

1

8.3

8.3

16.7

FAJUR

1

8.3

8.3

25.0

HAMDAN

1

8.3

8.3

33.3

IKSAN

1

8.3

8.3

41.7

JUMIATI

1s

8.3

8.3

50.0

RAMLAN

1

8.3

8.3

58.3

SABARIA

1

8.3

8.3

66.7

SAHZAN

1

8.3

8.3

75.0

SYAFIRUDDIN

1

8.3

8.3

83.3

SYAMSUDDIN

1

8.3

8.3

91.7

ZULKIFLI

1

8.3

8.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

JENIS KELAMIN

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

"PRIA"

10

83.3

83.3

83.3

"WANITA"

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

9

 

UMUR

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

19

1

8.3

8.3

8.3

  • 28 8.3

1

8.3

16.7

  • 30 16.7

2

16.7

33.3

  • 32 8.3

1

8.3

41.7

  • 36 8.3

1

8.3

50.0

  • 38 8.3

1

8.3

58.3

  • 40 25.0

3

25.0

83.3

  • 45 8.3

1

8.3

91.7

  • 48 8.3

1

8.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

PENDIDIKAN

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

TIDAK SEKOLAH

3

25.0

25.0

25.0

SD

6

50.0

50.0

75.0

SMP

1

8.3

8.3

83.3

SMA

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

PEKERJAAN

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

PEDAGANG IKAN

12

100.0

100.0

100.0

10

PEKERJAAN SAMPINGAN

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

9

75.0

75.0

75.0

 

NELAYAN

2

16.7

16.7

91.7

PENJUAL RUJAK

1

8.3

8.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

JLH.TANGGUNGAN KELUARGA

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

2

3

25.0

25.0

25.0

3

4

33.3

33.3

58.3

4

3

25.0

25.0

83.3

5

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

PENDAPATAN

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

2800000.00

1

8.3

8.3

8.3

3000000.00

2

16.7

16.7

25.0

3700000.00

1

8.3

8.3

33.3

4000000.00

3

25.0

25.0

58.3

4500000.00

1

8.3

8.3

66.7

5000000.00

1

8.3

8.3

75.0

5100000.00

1

8.3

8.3

83.3

6000000.00

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

11

IKAN TERLARIS

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

KEPITING

1

8.3

8.3

8.3

TEMBILANG

2

16.7

16.7

25.0

UDANG

2

16.7

16.7

41.7

LOBSTER

1

8.3

8.3

50.0

LIDAH

2

16.7

16.7

66.7

SENANGIN

2

16.7

16.7

83.3

SOTONG

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

IKAN LANGKA

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

SENANGI

10

83.3

83.3

83.3

TUNA

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

12

 

ASAL MODAL

 
 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

ORANG TUA

2

16.7

16.7

16.7

TABUNGAN SENDIRI

6

50.0

50.0

66.7

PINJAM

4

33.3

33.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

JUMLAH MODAL AWAL

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

Valid

1000000.00

2

16.7

16.7

16.7

  • 1250000.00 25.0

3

25.0

41.7

  • 1500000.00 41.7

5

41.7

83.3

  • 1900000.00 8.3

1

8.3

91.7

  • 3000000.00 8.3

1

8.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

13

Bar Chart

Bar Chart 14
Bar Chart 14

14

15

15

16

16

17
17

17

18
18

18

19
19

19

GET

FILE='C:\Users\TOSHIBA\Documents\SPSS KAMI.sav'.

CROSSTABS

/TABLES=UM BY JTG

/FORMAT=NOTABLES

/COUNT

 

ROUND CELL

/BARCHART.

 

Crosstabs

 

Case Processing Summary

 
 

Cases

 

Valid

Valid

Missing

Total

 
 

N

Percent

N

Percent

N

Percent

UMUR * JLH.TANGGUNGAN KELUARGA

12

100.0%

0

.0%

12

100.0%

GET FILE='C:\Users\TOSHIBA\Documents\SPSS KAMI.sav'. CROSSTABS /TABLES=UM BY JTG /FORMAT=NOTABLES /COUNT ROUND CELL /BARCHART. Crosstabs Case Processing Summary

20

CROSSTABS

/FORMAT=NOTABLES

/COUNT

/TABLES=PDD BY PK ROUND CELL

/BARCHART.

 

Crosstabs

 

Case Processing Summary

 
 

Cases

 

Valid

Valid

Missing

Total

 
 

N

Percent

N

Percent

N

Percent

PENDIDIKAN * PEKERJAAN

12

100.0%

0

.0%

12

100.0%

CROSSTABS /FORMAT=NOTABLES /COUNT /TABLES=PDD BY PK ROUND CELL /BARCHART. Crosstabs Case Processing Summary Cases Valid Missing

21

CROSSTABS /TABLES=PDD BY PKS /FORMAT=NOTABLES /COUNT ROUND CELL /BARCHART.

Crosstabs

Case Processing Summary

 

Cases

 

Valid

Valid

Missing

Total

 
 

N

Percent

N

Percent

N

Percent

PENDIDIKAN * PEKERJAAN SAMPINGAN

12

100.0%

0

.0%

12

100.0%

CROSSTABS /TABLES=PDD BY PKS /FORMAT=NOTABLES /COUNT ROUND CELL /BARCHART. Crosstabs Case Processing Summary Cases Valid Missing

22

CROSSTABS /TABLES=PDD BY PDP /FORMAT=NOTABLES /COUNT ROUND CELL /BARCHART.

Crosstabs

Case Processing Summary

 

Cases

 

Valid

Valid

Missing

Total

 
 

N

Percent

N

Percent

N

Percent

PENDIDIKAN * PENDAPATAN

12

100.0%

0

.0%

12

100.0%

CROSSTABS /TABLES=PDD BY PDP /FORMAT=NOTABLES /COUNT ROUND CELL /BARCHART. Crosstabs Case Processing Summary Cases Valid Missing

23

3.4

Keadaan Umum Desa Percut

Indonesia merupakan Negara yang sangat subur, terlihat dari sumber daya alam yang sangat melimpah di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah Daerah Sumatra Utara Khususnya Wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan yang mempunyai luas 190,79 Km2 meliputi hampir 4,3% dari seluruh luas Kabupaten Deli Serdang dengan Letak Geografis diantara 2°57’-3°16’ LU 98°33’- 99°27’ BT. Iklim atau suhu di berbagai daerah di Indonesia berbeda beda, begitu juga dengan wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan. Dilihat berdasarkan letak geografisnya kecamatan percut sei tuan memiliki iklim Tropis. Desa Percut terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, provinsi Sumatera Utara. Desa yang berada di ujung Timur Laut Kabupaten Deli Serdang ini memiliki radius 15,3 km dari kota Medan dengan jumlah penduduk lebih kurang 2.500 KK. Sebagian besar penduduk di desa ini terdiri dari suku Melayu, Toba, dan Karo yang menganut agama Islam dan sebagian kecil Kristen. Letak desa yang berada di pesisir laut dan dekat dengan sungai menjadikan desa ini sebagai desa nelayan, dimana hampir seluruh penduduk menggantungkan hidup pada hasil-hasil laut. Walau ada sebagian yang bekerja sebagai petani maupun pedagang, menangkap ikan tetap menjadi pekerjaan utama di desa ini.

24

3.5 Keadaan Sekitar TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ) Sekitar ± pukul 10.00 WIB saya dan gerombongan anggota kelas A Ekonomi Pembangunan ditemani dengan Bapak Prof.Dr.Ramli M.S (Sebagai Dosen mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Alam) sampai di lokasi tujuan fieldtrip. Fieldtrip kali ini dilakukan dalam hal melakukan tugas akhir semester pada mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Alam (ESDA). Sebelumnya, perjalanan ini merupakan penelitian yang pada akhirnya akan menjadi tugas individu untuk membuat sebuah paper. Dan diharapkan dapat menjalani tugas sesuai dengan ketetapan dan arahan yang disampaikan oleh dosen mata kuliah tersebut.

3.5 Keadaan Sekitar TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ) Sekitar ± pukul 10.00 WIB saya dan

Gambar 3.5.1

Lokasi TPI

Gubernur Sumatera Utara, H.Gatot Pudjo Nugroho ST bersama ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Utara Hj.Sutias Gatot Pudjo Nugroho meresmikan desa binaan provsu di desa percut kecamatan percut sei tuan kabupaten deli serdang

pada 14 Juli 2012 sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan masyarakat sumatera utara. Hal ini juga dilakukan untuk menyambut HUT pemprovsu yang ke 64 tahun.

25

Program Desa Binaan ini berkerjasama dengan Universitas Sumatera Utara yang juga sedang dies natalis ke 60 tahun 2012. Dilakukan dalam 5 bidang yang berkaitan langsung dengan masyarakat. pertama dalam bidang perikanan, bidang pertanian, bidang pendidikan, bidang lingkungan dan bidang kesehatan.

3.6 Perjalanan Menuju Laut untuk Menangkap Ikan Kegiatan selanjutnya dalam fieldtrip adalah ikut serta melihat keadaan dilaut, menambah wawasan bersama anggota group A dengan arahan dari Dosen Mata Kuliah ESDA. Disini kami diperlihatkan bagaimana Sumber Daya Alam yang sangat indah yang ada di Desa ini, dari perjalanan ini sangat teramati indahnya keadaan alam yang dimanfaatkan unuk mengaih rezeki bagi para nelayan dan penjual ikan.

Program Desa Binaan ini berkerjasama dengan Universitas Sumatera Utara yang juga sedang dies natalis ke 60

Gambar 3.6.1 Menggunakan kapal sederhana

Setelah berada ditengah laut sampai hampir 2jam lebih, jaring yang diturunkan ditengah-tengah laut yang dalam sudah mampu menaikkan banyak jenis ikan, misalnya saja : kepiting, udang loopster, cumi-cumi dan lainnya. Disinilah terlihat bahwasanya sumber daya alam di Desa ini sudah dapat dikatakan mampu memenuhi kehidupan masyarakatnya.

26

Gambar 3.6.2 Ikan hasil tangkapan 3.7 Aktivitas dan Lokasi Penjual Ikan Ketika nelayan telah berhasil menangkap

Gambar 3.6.2 Ikan hasil tangkapan

3.7 Aktivitas dan Lokasi Penjual Ikan Ketika nelayan telah berhasil menangkap ikan, mereka langsung

melelangkan ikan untuk segera dijual. Para penjual ikan di Pasar ikan rela menghabiskan waktu, bergelut dengan bau amis ikan-ikan yang mereka jual setiap harinya. Setiap hari para penjual ikan tersebut memulai usahanya mulai dari pukul 9 pagi hingga sore, dengan modal rata-rata setiap harinya sebesar Rp. 472.000 rupiah mereka berhasil mengumpulkan keuntungan bersih sebesar Rp. 200.000 per hari bahkan sampai rata-rata hampir 4jt/bulan.yang menjadi sumber pendapatan untuk mendukung ekonomi keluarga dengan jumlah tanggungan rata- rata sebanyak 4 orang hingga 5 orang. Lokasi berjualan para penjual ikan tidak jauh dari laut yang menghasilkan ikan tersebut, dan tidak hanya penjual ikan laki-laki yang ada disana, tetapi juga perempuan.

27

Inilah gambaran aktivitas sehari-hari para penjual ikan yang sangat dipadati oleh para pembeli yang datang dari bermacam-macam wilayah dan dikunjungi oleh

mahasiswa/i grup A pada penelitian Minggu,14

Juni 2015.

Inilah gambaran aktivitas sehari-hari para penjual ikan yang sangat dipadati oleh para pembeli yang datang dari

Gambar 3.7.1

Inilah gambaran aktivitas sehari-hari para penjual ikan yang sangat dipadati oleh para pembeli yang datang dari

Gambar 3.7.2

Berbagai kegiatan dilakukan dilokasi TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ).

Lokasi

ini

terletak

di

Cinta

Rakyat

(Jl.

Besar

Medan

Inilah gambaran aktivitas sehari-hari para penjual ikan yang sangat dipadati oleh para pembeli yang datang dari

Percut),

Deli

Inilah gambaran aktivitas sehari-hari para penjual ikan yang sangat dipadati oleh para pembeli yang datang dari

Serdang,

Indonesia. Bahkan dilokasi ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat

pelelangan ikan, tetapi di sekelilingnya juga banyak dijadikan sebagai tempat

berjualan aneka makanan misalnya: gorengan,rujak dan ada pula rumah makan.

Gambar 3.7.3 Suasana rumah makan disekitar TPI

28

Gambar 3.7.4 Sisa ikan hasil
Gambar 3.7.4
Sisa
ikan
hasil

tangkapan dan sampah-sampah karang ikan berserakan di ujung sudut TPI ( Tempat Pelelangan Ikan )

29

3.8 Pendapatan Penjual Ikan dalam Sebulan Dengan modal awal minimal Rp.1.000.000.00; sampai Rp.3.000.000.00; penjual ikan sudah dapat mencukupi kehidupan keluarganya minimal dengan pendapatan Rp.2.800.000.00; sampai semaksimalnya Rp.6.000.000.00; setiap bulan. Semua dapat dilihat melalui table 3.8.1 dan 3.8.2 berikut :

JUMLAH MODAL AWAL

 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

1000000.00

2

16.7

16.7

16.7

1250000.00

3

25.0

25.0

41.7

1500000.00

5

41.7

41.7

83.3

1900000.00

1

8.3

8.3

91.7

3000000.00

1

8.3

8.3

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

Table 3.8.1

 

PENDAPATAN

 
 

Cumulative

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Percent

2800000.00

1

8.3

8.3

8.3

3000000.00

2

16.7

16.7

25.0

3700000.00

1

8.3

8.3

33.3

4000000.00

3

25.0

25.0

58.3

4500000.00

1

8.3

8.3

66.7

5000000.00

1

8.3

8.3

75.0

5100000.00

1

8.3

8.3

83.3

6000000.00

2

16.7

16.7

100.0

Total

12

100.0

100.0

 

Table 3.8.2

30

3.9 Jenis-Jenis Ikan yang Diperjual Belikan

Terdapat banyak ikan yang dihasilkan dari sumber daya kelautan dan diperjual belikan di Desa Percut. Melalui tabel di bawah ini disajikan hasil identifikasi beberapa jenis ikan beserta eksistensinya di sekitar pesisir pantai Percut :

Table 3.9.1

No

Jenis ikan

Keberadaan

 

Keterangan

 

Banyak

Sedang

Sedikit

  • 1 Kerang

*

   

hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak

 
  • 2 Belangkas

 

*

 

beberapa jenis hewan beruas

ladam
ladam

berbentuk

seperti

kuda

berekor

 
  • 3 Ikan lidah

 

*

 

ikan laut, berbadan gepeng, sebelah bawah berwarna putih dan sebelah atas berwarna sesuai dengan warna

dasar laut

 
  • 4 Kepiting

*

   

Tubuh kepiting

 

dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras,

tersusun dari

kitin, dan

dipersenjatai dengan

sepasang

  • 5 Ikan tuna

 

*

 

Tuna

adalah

<a href=laut yang terdiri dari spesies dari bebera p a famili Scombridae daging tuna berwarna " id="pdf-obj-30-147" src="pdf-obj-30-147.jpg">

yang terdiri dari

dari

beberapa

famili

daging tuna berwarna

merah muda sampai

merah tua

 

31

6 Ikan senangin * 7 Udang lipan * 8 Udang lobster * adalah sejenis ikan laut
6
Ikan senangin
*
7
Udang lipan
*
8
Udang lobster
*
adalah sejenis ikan
laut yang tergolong ke
dalam suku Polynemidae
merupakan sejenis
spesies udang yang
diperdagangkan. Ia
merupakan sejenis
spesies udang laut.
bercapit membentuk
sebuah keluarga
9
Ikan merah
*
10
Ikan pari
*
11
Cumi-cumi
*
12
Ikan
*
sembilang
(Nephropidae,
kadangkala juga
Homaridae)
dari crustacean besar laut
Ikan ini suka hidup
menyendiri,
keberadaannya didaerah
pantai sampai kedalaman
60 m
adalah salah
satu spesies ikan
pari terbesar di dunia.
Lebar tubuhnya dari
ujung sirip dada ke ujung
sirip
adalah kelompok
hewan cephalopoda besa
r atau jenis moluska yang
hidup di laut
menyatunya sirip
punggung kedua (sirip
lemak), sirip ekor, dan
sirip anus sehingga
bagian belakangnya
tampak seperti sidat

32

  • 3.10 Rencana Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Dalam melaksanakan pembangunan, penggunaan sumberdaya alam dilakukan secara terencana, rasional, optimal, bertanggung jawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya, dengan mengutamakan sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup serta keanekaragaman hayati guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Sebenarnya semua sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Namun yang penting adalah pemanfaatannya tidak menimbulkan kerusakan alam. Secara alamiah, makhluk hidup dan lingkungan selalu membentuk hubungan timbal balik yang dinamis dalam sebuah ekosistem. Materi

dan energi dalam ekosistem mengalami perpindahan yang membentuk suatu siklus. Tanpa adanya campur tangan manusia semua komponen yang ada di alam membentuk suatu keteraturan sehingga mempunyai tingkat kelestarian dan keberlanjutan yang tinggi. Jika dalam sebuah ekosistem terjadi perubahan pada salah satu komponen tersebut akan menyebabkan perubahan pada komponen yang lain, bahkan siklus atau rantai yang ada mengalami kerusakan. Maka, untuk memajukan suatu kondisi dari lokasi yang diharapkan, maka dilakukanlah perencanaan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat berdasarkan nilai sumberdaya alam, diantaranya :

  • 1. Melakukan identifikasi potensi dan sumber daya alam yang terdapat di Desa Percut

  • 2. Membentuk

badan riset untuk melakukan penelitian mengenai

pemanfaatan potensi-potensi yang terdapat di Desa Percut, termasuk

peluang pengembangan potensi, langkah-langkah strategis pengembangan, tantangan, dan langkah antisipatif dalam menghadapi masalah-masalah

yang mungkin akan dihadapi,

  • 3. Kemampuan dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam melalui penyuluhan, pelatihan dan pengarahan,

  • 4. Melakukan transfer teknologi modern yang ramah lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam

  • 5. Mengawasi implementasi setiap kebijakan.

33

BAB IV

PENUTUP

  • 4.1 Kesimpulan

Dari uraian diatas yang telah dibahas sebelumnya,maka dapat disimpulkan bahwa sumber daya alam memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara dan dapat menstabilkan perekonomian suatu Negara. Dari hasil yang di peroleh dan dilihat dari peranannya terhadap pembangunan ekonomi, sejarah mencatat bahwa masyarakat dapat mencapai kemakmuran karena berhasil memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Begitupula sumberdaya alam yang tersedia di Desa Percut, yang sangat dimanfaatkan oleh masyarakatnya. Dan sangat mempengaruhi kehidupan dan keadaan di wilayah sekitar. Sumber daya alam yang indah mengahasilkan pendapatan yang cukup tinggi dan mampu mencukupi kehidupan keluarga. Bagi penjual ikan keadaan ini sangat di syukuri dan mereka berharap ada kemajuan dan pemerintah lebih peduli lagi terhadap situasi yang tidak selamanya baik. Mereka mengharapkan perubahan dibidang perekonomian.

  • 4.2 Saran

Pentingya peranan sumber daya alam dalam pembangunan berkelanjutan, tanpa

menghindari kepunahan dari sumber daya alam itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dan pengendalian melalui berbagai usaha antara lain:

  • a. Pengambilan sumber daya alam tidak boleh melebihi tingkat pertumbuhan.

  • b. Kapasitas lingkungan dalam menyerap pencemaran tidak boleh berkurang.

  • c. Melestarikan fungsi lingkungan baik sebagai sumber bahan mentah maupun

sebagai penampung limbah.

  • d. Menyatukan pemikiran ekonomi dengan ekologi.

  • e. Peran serta masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya lingkungan ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan.

34

PESAN DAN KESAN PENULIS

Perjalanan fieldtrip bersama mahasiswa/i ekonomi pembangunan grup A yang ditemani oleh dosen yang bersangkutan sangat membawa kesan yang indah. Karena bisa menambah kekompakan antar mahasiswa. Selain itu menambah wawasan dan pengalaman. Dari awal ditengah perjalanan dosen memberi pelajaran dan masukan mengenai wilayah-wilayah percut. Sampai ditengah laut , didalam kapal ikan sudah tertarik dijaring dan jaring diangkat teman-teman. Dan ketika makan bersama dengan kondisi tubuh yang lelah, melewati jalan yang kering karena cuaca yang sangat cerah dan panas. Bahkan sampai pulang fieldtrip tidak lepas dari kekompakan. Ketika penulis mempunyai kesan tersendiri, maka kesan tidaklah indah tanpa pesan, disini penulis mempunyai pesan yang mungkin perlu dianalisa, saya sebagai penulis mengakui bahwa memang perlu pelajaran sumber daya alam ini dijalani diluar lingkungan kampus agar mahasiswa tidak merasa jenuh bila setiap mata kuliah yang diajarkan hanya dikampus tidak ada realisasi atau prakteknya. Jadi saya sangat berharap utuk kedepannya dosen dapat memberikan wawasan yang lebih luas dari perjalanan fieldtrip di Desa Percut ini. Mungkin dengan mengunjungi wilayah yang keadaan alamnya lebih indah. Sehingga tidak jenuh tetapi mahasiswa lebih dapat merasakan kenyamanan dengan belajar Ekonomi Sumber Daya Alam ( ESDA ) ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua tidak terkecuali bagi pembaca. Bahwa masih banyak keindahan alam yang dapat dinikmati di wilayah Indonesia, tanpa harus mengunjungi Negara lain.

35

LAMPIRAN

DOKUMENTASI

LAMPIRAN DOKUMENTASI 36
LAMPIRAN DOKUMENTASI 36

36

37

37

38
38

38

DAFTAR PUSTAKA

Dahuri, R. 2000. Pendayagunaan Sumberdaya Kelautan Untuk Kesejahteraan

Rakyat (Kumpulan Pemikiran). Kerjasama LISPI dengan Ditjen P3K,

DKP. Jakarta

Mardiyanto, Antun (Juni 1997). Perubahan Kebijakan Pemanfaatan Lahan, Makalah.

Purba, MR. 1986. Tata Guna Lahan, Medan. Diktat

39