Anda di halaman 1dari 22

Tugas Take Home Test

Metode Monte Carlo

Chairil Linggabinangkit
11/319636/TK/38760
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
2016

Pendahuluan
Ide pertama dicetuskan Enrico Fermi di tahun 1930an. Pada saat itu para fisikawan di
Laboratorium Sains Los Alamos sedang memeriksa perlindungan radiasi dan jarak yang akan
neutron tempuh melalui beberapa macam material. Namun data yang didapatkan tidak dapat
membantu untuk memecahkan masalah yang ingin mereka selesaikan karena ternyata masalah
tersebut tidak bisa diselesaikan dengan penghitungan analitis.
Lalu John von Neumann dan Stanislaw Ulam memberikan ide untuk memecahkan
masalah dengan memodelkan eksperimen di komputer. Metode tersebut dilakukan secara
untung-untungan. Takut hasil karyanya dicontek orang, metode tersebut diberi kode nama
Monte Carlo. Nama Monte Carlo kemudian akhirnya menjadi populer oleh Enrico Fermi,
Stanislaw Ulam, dan rekan-rekan mereka sesama peneliti fisika. Nama Monte Carlo merujuk
kepada sebuah kasino terkenal di Monako. Di sanalah paman dari Stanislaw Ulam sering
meminjam uang untuk berjudi. Kegunaan dari ketidakteraturan dan proses yang berulang
memiliki kesamaan dengan aktivitas di kasino.
Hal yang berbeda dari simulasi Monte Carlo adalah ia membalikkan bentuk simulasi
yang umum. Metode ini akan mencari kemungkinan terlebih dahulu sebelum memahami
permasalahan yang ada. Sementara umumnya menggunakan simulasi untuk menguji masalah
yang sebelumnya telah dipahami. Walaupun pendekatan terbalik ini sudah ada sejak lama,
namun baru setelah metode Monte Carlo populer pendekatan ini diakui.
Penggunaan metode paling awal diketahui digunakan oleh Enrico Fermi di tahun 1930.
Pada waktu itu beliau menggunakan metode acak untuk menghitung sifat dari neutron yang
baru ditemukan. Baru setelah komputer pertama diperkenalkan sekitar tahun 1945 metode
Monte Carlo mulai dipelajari lebih lanjut. Metode ini telah digunakan di bidang fisika, kimia
fisika, dan lain-lain. Rand Corporation dan U.S. Air Force merupakan sponsor utama dalam
pengembangan metode Monte Carlo pada waktu itu dan metode ini semakin berkembang di
berbagai bidang.
Penggunaan metode Monte Carlo membutuhkan sejumlah besar angka acak sehingga seiring
dengan berkembangnya metode ini, berkembang pula pseudorandom number generator yang
ternyata lebih efektif digunakan daripada tabel angka acak yang terlah sebelumnya sering
digunakan untuk pengambilan sampel statistik.
Metode Monte Carlo memiliki banyak penerapan di berbagai bidang. Penerapan metode Monte
Carlo antara lain dalam bidang:
1. Grafis. Digunakan untuk penjejakan sinar.
2. Biologi. Mempelajari jaringan biologi.

3. Keuangan. Dalam bidang ini, Monte Carlo digunakan untuk menilai dan menganalisis
model-model finansial.
4. Fisika. Cabang-cabang fisika yang menggunakan antara lain fisika statistik dan
partikel. Dalam fisika partikel, digunakan untuk eksperimen. Dalam ilmu nuklir
metode ini juga banyak diterapkan.
5. Ilmu probabilitas dan statistik. Digunakan untuk mensimulasikan dan memahami efek
keberagaman.
6. Ilmu komputer. Misalnya Algoritma Las Vegas dan berbagai permainan komputer.
7. Kimia. Digunakan untuk simulasi yang melibatkan kluster-kluster atomik.
8. Ilmu lingkungan. Metode ini digunakan untuk memahami perilaku kontaminan.

1.

Simulasi cob1.i
1.1

Deskripsi
Pada simulasi kali ini akan dibuat sebuah simulasi bola (sphere) yang terbuat

dari material Uranium dengan radius 10 cm. Densitas material yang digunakan adalah 19
gr/cc. Komposisi materialnya adalah U-235 10% dan U-238 90%.
Pada simulasi kali ini perhitungan neutron menjadi sangat penting pada sel 1,
sedangkan pada sel 2 (berada diluar sel 1) tidak terlalu penting untuk digunakan pada
perhitungan. Sumber neutron default 14 kev pada origin (0,0,0).
1.2

Source Code
c cell card
1 1 -19.0 -1 imp:n 1
20
1 imp:n 0
c surface card
1 SO 10
c data card
m1 92335 0.1 92238 0.9
SDEF

1.3

Hasil Simulasi

1.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron, Pada cell 1 nilai imp:n sama
dengan 1 yang artinya perhitungan berada pada area ini. Sedangkan pada cell 2 nilai im:n
sama dengan 0 yang artinya cell ini tidak masuk pada area perhitungan. Command SO
digunakan untuk mendefinisikan jari-jari bola (sphere) yang berpusat pada titik origin
(0,0,0). Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dari bola dan sebelah kanan adalah tampak atas dari bola. Simulasi berhasil
dilakukan untuk mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. SDEF menyatakan sumber
partikel yang digunakan adalah default.

2.

Simulasi cob2.i
2.1

Deskripsi
Pada simulasi cob2.i ini disimulasikan sebuah silinder dengan ukuran radius 10,

tinggi 20. Koordinat surface dimulai dari z-10 hingga z +10, silinder tersebut dipasang

sebuah sumber dengan posisi seperti pada simulasi cob1.i. Material yang digunakan
adalah material air, hidrogen, dan oksigen.
Sumber neutron default 14 kev pada origin (0,0,0). Didefinisikan perhitungan
kekritisan dengan mode neutron (n). Kekritisan diawali pembangkitan neutron 1000,
dengan nilai kekritisan awal adalah 1. Total siklus perhitungan 100 kali siklus dengan 10
kali perhitungan pada awal siklus diabaikan dari perhitungan k
2.2

Source Code

c cell card
1 1 -1.0 -1 -2 3 imp:n 1
20
1:2:-3 imp:n 0
c surface card
1 CZ 10
2 PZ 10
3 PZ -10
c data card
m1 1001 2 8016 1
SDEF
mode n
kcode 1000 1.0 10 100

2.3

Hasil Simulasi

2.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron, Pada cell 1 nilai imp:n sama
dengan 1 yang artinya perhitungan berada pada area ini. Sedangkan pada cell 2 nilai
imp:n sama dengan 0 yang artinya cell ini tidak masuk pada area perhitungan. Pada
surface card nilai pz dan cz menyatakan koordinat dari silinder terhadap origin (0,0,0).
Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan

dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk

mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. SDEF menyatakan sumber partikel yang
digunakan adalah default. Kcode digunakan untuk menampilkan actinide nuclear data
dari library yang ada pada MCNP. Kcode ini berguna untuk membantu perhitungan pada
siklus.

3.

Simulasi cob3.i
3.1

Deskripsi
Pada simulasi cob3.i ini akan dibuat 2 buah geometri yakni sebuah bola (sphere)

didalam sebuah silinder. Radius bola yang diinginkan adalah 7. Radius silinder yang
diinginkan adalah 10 dengan tinggi 20.
Densitas material bola adalah material 1 dengan densitas 19 gr/cc dengan
komposisi materialU-235 10% dan U-238 90%. Densitas material diluar bola didalam
silinder adalah material 2 dengan densitas 1 gr/cc dengan komposisi material air. Mode
yang digunakan adalah SDEF dengan koordinat pada origin (0,0,0).

3.2

Source Code

c cell card
1 1 -19.0 -1
imp:n 1
2 2 -1.0 1 -2 -3 4 imp:n 2
30
2:3:-4 imp:n 0
c surface card
1 SO 7
2 CZ 10
3 PZ 10
4 PZ -10
c data card
m1 92235 0.1 92238 0.9
m2 1001 2 8016 1
SDEF
mode n
kcode 10000 1.0 10 100
F2:n 1
FM4 2E+13
E4 1E-7 5E-7 1E-6 5E-6 1E-5 5E-5 &
1E-4 5E-4 1E-3 5E-3 1E-2 5E-2 &
1E-1 5E-1 1 5 10 50

3.3

Hasil Simulasi

3.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron, Pada cell 1 dan 2 nilai imp:n
sama dengan 1 dan 2yang artinya perhitungan berada pada area ini. Sedangkan pada cell
3 nilai imp:n sama dengan 0 yang artinya cell ini tidak masuk pada area perhitungan.
Pada surface card nilai pz dan cz menyatakan koordinat dari silinder terhadap origin
(0,0,0) dan nilai so menyatakan radius bola dari pusat koordinat. Pada data card terdapat
data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk
mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan bola berada
dalam silinder. SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan adalah default. Kcode
digunakan untuk menampilkan actinide nuclear data dari library yang ada pada MCNP.
Kcode ini berguna untuk

membantu perhitungan pada siklus.

Nilai F2:n 1

menunjukkan Surface and Cell Tally Card, ini biasa digunakan untuk dua buah geometri
yang menjadi satu bagian.

4.

Simulasi cob4.i
4.1

Deskripsi
Pada simulasi cob4.i dibuat sebuah bola (spehere) dalam sebuah silinder dengan

ukuran geometri seperti pada cob3.i , yakni radius 7 dengan posisi pusat bola pada 10,0,0
dan radius silinder 7 dengan tinggi 20.

Densitas material yang digunakan seperti pada cob3.i, yakni


Cell

Densitas Material

Komposisi Material

19 gr/cc

U-235 10% dan U-238


90%

1 gr/cc

Air

Pada luar silinder tidak terdapat apa-apa dan tidak dimasukan dalam perhitungan.

4.2

Source Code

c cell card
1 1 -19.0 -1 -2 imp:n 1
2 2 -1.0 1 -2 -3 4 imp:n 2
30
2:3:-4 imp:n 0
c surface card
1 S 10 0 0 7
2 CZ 10
3 PZ 10
4 PZ -10
c data card
m1 92235 0.1 92238 0.9
m2 1001 2 8016 1
SDEF
mode n
kcode 1000 1.0 10 100

4.3

Hasil Simulasi

4.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron, Pada cell 1 dan 2 nilai imp:n
sama dengan 1 dan 2yang artinya perhitungan berada pada area ini. Sedangkan pada cell
3 nilai imp:n sama dengan 0 yang artinya cell ini tidak masuk pada area perhitungan.
Pada surface card nilai pz dan cz menyatakan koordinat dari silinder terhadap origin
(0,0,0) dan nilai s 10 0 0 7 menyatakan koordinat pusat dan radius bola dari pusat
koordinat. Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk
mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan setengah
bola berada dalam silinder dan sisa bola diluar tabung dianggap tidak ada dan tidak
dimasukkan dalam perhitungan. SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan
adalah default. Kcode digunakan untuk menampilkan actinide nuclear data dari library
yang ada pada MCNP. Kcode ini berguna untuk membantu perhitungan pada siklus.

5.

Simulasi cob5.i
5.1

Deskripsi
Pada simulasi cob5.1 dibuat sebuah bola (sphere) yang berada dalam silinder.

Bola tidak dibatasi oleh selimut silinder. Posis bola separuh didalam silinder dan separuh
diluar silinder. Ukuran geometri bola seperti pada cob4.i yakni dengan radius 7 dengan
posisi pusat pada 10,0,0. Ukuran geometri silinder yakni dengan radius 7 dan tinggi 20.

Densitas material yang digunakan seperti pada cob3.i, yakni


Cell

Densitas Material

Komposisi Material

19 gr/cc

U-235 10% dan U-238


90%

1 gr/cc

Air

Simulasi dilakukan dengan mode SDEF dengan default source.

5.2

Source Code

c cell card
1 1 -19.0 -1
imp:n 1
2 2 -1.0 1 -2 -3 4 imp:n 2
30
(2:3:-4) 1 imp:n 0
c surface card
1 S 10 0 0 7
2 CZ 10
3 PZ 10
4 PZ -10
c data card
5.3
Hasil Simulasi
m1 92238 1
m2 1001 2 8016 1
SDEF
nps 1000000

5.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron, Pada cell 1 dan 2 nilai imp:n
sama dengan 1 dan 2yang artinya perhitungan berada pada area ini. Sedangkan pada cell
3 nilai imp:n sama dengan 0 yang artinya cell ini tidak masuk pada area perhitungan.
Pada surface card nilai pz dan cz menyatakan koordinat dari silinder terhadap origin
(0,0,0) dan nilai s 10 0 0 7 menyatakan koordinat pusat dan radius bola dari pusat
koordinat. Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk
mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan setengah
bola berada dalam silinder dan sisa bola diluar tabung dimasukkan dalam perhitungan.
Dari geometri dan dimensi antara cob4 dan cob5 adalah sama. Perbedaannya adalah pada
cob5 bola tidak terpotong setengahnya, Yang membedakan adalah pada cell card di cell
nmer 3 menggunakan tanda (....) untuk menjadikan bola tetap utuh.
SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan adalah default. Kcode digunakan
untuk menampilkan actinide nuclear data dari library yang ada pada MCNP. Kcode ini
berguna untuk membantu perhitungan pada siklus.

6.

Simulasi cob6.i
6.1

Deskripsi
Pada simulasi cob6.i ini dibuat sebuah bola (sphere) berada di dalam silinder

kemudian ada tambahan bola yang mirip pada cell 1. Sehingga cell 2 merupakan replika
dari cell 1 hanya berbeda posisinya yang berada pada koordinat baru trcl. Koordinat

bola baru (pada cell 2) dipindah ke koordinat 0,0,10. Kemudian diluar 2 bola tadi terdapat
cell 3 yang berisikan carbon dengan densitas material 2 gr/cc. Batas cell 3 adalah silinder
dan tidak termasuk kedua bola tadi.

6.2

Source Code

c cell card
1 1 -19.0 -1
imp:n=1
2 like 1 but trcl=(0 0 10)
imp:n=1
3 2 -2.0 (-2 -3 4)#1 #2 imp:n=1
4 0
2:3:-4
imp:n=0
c surface card
1 SO 1
2 CZ 20
3 PZ 20
4 PZ -20
c data card
m1 92235 0.15 92238 0.85
m2 6012 1
SDEF
mode n
kcode 10000 1.0 10 100

6.3

Hasil Simulasi

6.4

Pembahasan
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah

partikel utama dari simulasi ini adalah partikel neutron. Pada surface card nilai pz dan cz
menyatakan koordinat dari silinder terhadap origin (0,0,0) dan nilai so menyatakan radius
bola dari origin (0,0,0). Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk
simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk
mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan dua buah
bola kecil yang saling sejajar. Perintah # digunakan untuk menyatakan cell tidak berada
pada cell yang bernomor setelah #.
SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan adalah default. Kcode digunakan
untuk menampilkan actinide nuclear data dari library yang ada pada MCNP. Kcode ini
berguna untuk membantu perhitungan pada siklus.

7.

Simulasi cob7.i
7.1

Deskripsi
Pada cob7.i ini dibuat program seperti cob6.i. Namun, pada program cob7

material dilapisi dengan material Fe (besi) pada cell 1 sampai cell 3. Lalu cell 4 material
Fe memiliki densitas 7.8 gr/cc yang posisinya berada dibawah cell 3. Cell 4 berbentuk
silinder pipih dengan radius 20.9 dengan ketebalan 0.9. Kemudian cell 5 memiliki
geometri seperti cell 4, tetapi posisinya berada diatas cell 4 yakni ke 0,0,40.9. Cell 6

merupakan selimut Fe yang digunakan pada silinder. Batasnya berada pada surf6
(lingkaran luar) dan surf2 (lingkaran dalam), batas bawah -20 (surf5) sampai atas 20
(surf3). Pengayaan uraniumnya berbeda, mat 1 U-235 15% dan U-238 85%.Bahan di
dalam silinder adalah karbon.

7.2

Source Code

c cell card
1 1 -19.0 -1
imp:n=1
2 like 1 but trcl=(0 0 10)
imp:n=1
3 2 -2.0 (-2 -3 5)#1 #2
imp:n=1
4 3 -7.8 (-5 -6 7)#1 #2 #3
imp:n=1
5 like 4 but trcl=(0 0 40.9)
imp:n=1
6 3 -7.8 (2 -3 5 -6)#1 #2 #3 #4 #5
imp:n=1
7 0
#1 #2 #3 #4 #5 #6
imp:n=0
c surface card
1 SO 1
2 CZ 20
3 PZ 20
4 PZ 20.9
5 PZ -20
6 CZ 20.9
7 PZ -20.9
c data card
m1 92235 0.15 92238 0.85
m2 6012 1
m3 26056
1 Simulasi
7.3
Hasil
SDEF
kcode 1000 1.0 10 100

7.4

Pembahasan
Pada cob7 ini hasil dari program memiliki geometri yang serupa dengan cob6,

perbedaannya adalah pada cob7 terdapat selimut yang terbuat dari material Fe.
Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah partikel utama
dari simulasi ini adalah partikel neutron. Pada surface card nilai pz dan cz menyatakan
koordinat dari silinder terhadap origin (0,0,0) dan nilai so menyatakan radius bola dari
origin (0,0,0). Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk
mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan dua buah
bola kecil yang saling sejajar. Perintah # digunakan untuk menyatakan cell tidak berada
pada cell yang bernomor setelah #.
SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan adalah default. Kcode digunakan
untuk menampilkan actinide nuclear data dari library yang ada pada MCNP. Kcode ini
berguna untuk membantu perhitungan pada siklus.

8.

Simulasi cob8.i
8.1
-

Deskripsi
Membuat program seperti cob6.i namun lebih banyak bola uranium. Dengan,
sel1 ada di origin 0,0,0

sel2 dipindah
sel3 dipindah
sel4 dipindah
sel5 dipindah
sel6 dipindah
sel7 dipindah
sel8 dipindah
sel9 dipindah
sdef default

8.2

ke 0,0,10 naik 10 dari lokasi awal


ke 0,0,-10 turun 10 dari lokasi awal
ke 10,0,0 kekanan 10 dari lokasi awal
ke -10,0,0 kekiri 10 dari lokasi awal
ke 10,0,10 kekanan 10 dan atas 10 dari lokasi awal
ke -10,0,10 kekiri 10 dan atas 10 dari lokasi awal
ke 10,0,-10 kekanan 10 dan bawah 10 dari lokasi awal
ke -10,0,-10 kekiri 10 dan bawah 10 dari lokasi awal, dan

Source Code

c cell card
1
1 -19.0 -1
imp:n=1
2 like 1 but trcl=(0 0 10)
imp:n=1
3 like 1 but trcl=(0 0 -10)
imp:n=1
4 like 1 but trcl=(10 0 0)
imp:n=1
5 like 1 but trcl=(-10 0 0)
imp:n=1
6 like 1 but trcl=(10 0 10)
imp:n=1
7 like 1 but trcl=(-10 0 10)
imp:n=1
8 like 1 but trcl=(10 0 -10)
imp:n=1
9 like 1 but trcl=(-10 0 -10)
imp:n=1
10
2 -2.0 (-2 -3 5)#1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9
imp:n=1
11
3 -7.8 (-5 -6 7)#1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9 #10
imp:n=1
12 like 11 but trcl=(0 0 40.9)
imp:n=1
13
3 -7.8 (2 -3 5 -6)#1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9 #10 #11 #12 imp:n=1
14
0
#1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9 #10 #11 #12 #13
imp:n=0
c surface
1 SO
2 CZ
3 PZ
4 PZ
5 PZ
6 CZ
7 PZ

card
1
20
20
20.9
-20
20.9
-20.9

c data card
m1 92235 0.95 92238 0.05
m2 6012 1
m3 26056 1
SDEF
kcode 1000 1.0 10 100

8.3

Hasil Simulasi

8.4

Pembahasan
Pada cob8 ini hasil dari program memiliki geometri yang serupa dengan cob7,

perbedaannya adalah pada cob8 bola uranium jumlahnya lebih banyak.


Pada source code diatas digunakan command imp:n yang artinya adalah partikel utama
dari simulasi ini adalah partikel neutron. Pada surface card nilai pz dan cz menyatakan
koordinat dari silinder terhadap origin (0,0,0) dan nilai so menyatakan radius bola dari
origin (0,0,0). Pada data card terdapat data dari material yang digunakan untuk simulasi.
Hasil simulasi ditunjukkan oleh gambar diatas. Sebelah kiri merupakan tampak
depan dan sebelah kanan adalah tampak atas. Simulasi berhasil dilakukan untuk

mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Hasil dari simulasi menunjukkan dua buah
bola kecil yang saling sejajar. Perintah # digunakan untuk menyatakan cell tidak berada
pada cell yang bernomor setelah #.
SDEF menyatakan sumber partikel yang digunakan adalah default. Kcode digunakan
untuk menampilkan actinide nuclear data dari library yang ada pada MCNP. Kcode ini
berguna untuk membantu perhitungan pada siklus.

9.

Simulasi cob9.i
9.1

Deskripsi

Membuat program tracking partikel proton yang ditembakkan ke berrilium, dengan


- Cell 1 berilium dengan nomor atom 4, densitas material 3 gr/cc bentuknya kepingan,
radius 5 (surf 5), tebal ke x 0.5 (surf 1 dan 2).
- Cell 2 Fe (26) yang melingkari berilium, radius antara 5 sampai 15 (surf 5 dan 6)
- Cell 3 adalah air (1gr/cc), radius 15 (surf 6), tebalnya 60 cm (surf 2 dan 3)
- Cell 4 Fe, radius 15 (surf 6), tebalnya 0.5 (surf 3 dan 4)
- Cell 5 Fe yang melingkupi semuanya, radiusnya antara 15 sampai 15.5 (surf 6 dan 7)
dan tebalnya dalam arah x 61 (surf 1 dan 4)
SDEF yang didefenisikan sebagai berikut:
- partikel proton (par=h)
- energi 30 keV
- posisi 0.25, 0, 0 (x=0.25)
- arahnya ke kanan (+x), def 1,0,0
- sudut bentukan pancarannya 0 deg, lurus dengan cos 0= 1
partikel yang ditrace 10000 nps

9.2

Source Code

c cell card
1 1 -3.0 1 -2
2 2 -7.8 1 -2
3 3 -1.0 2 -3
4 2 -7.8 3 -4
5 2 -7.8 1 -4
6 0
-1:4:7

-5
imp:n=1 imp:h=1
5 -6 imp:n=1 imp:h=1
-6
imp:n=1 imp:h=1
-6
imp:n=1 imp:h=1
6 -7 imp:n=1 imp:h=1
imp:n=0 imp:h=0

c surface card
1 PX 0
2 PX 0.5
3 PX 60.5
4 PX 61
5 CX 5
6 CX 15
7 CX 15.5
c data card
mode n h
m1 4009 1
m2 26056 1
m3 1001 2 8016 1
SDEF par=h erg=30 pos=0.25 0 0
vec=1 0 0 dir=1
nps 10000

9.3

10.

Hasil Simulasi

Simulasi cob10.i
10.1

Deskripsi

Membuat program seperti program cob9.i dengan ukuran yang berbeda dan
bentuk sumber proton juga beda.
SDEF didefenisikan sebagai berikut:
- patikel proton par=h
- energi 100 (erg)
- arah pancaran X ke kanan (vec 1,0,0)
- sudut pancaran teta=0 (dir = cos sudut teta)
- sumber berbentuk silinder, dengan radius 5 dan panjang 0.1
- rad=5 (radius)
- ext=0.1 (panjang)
- orientasi sumber, silinder yang berbaring di x
- axs=1,0,0
- partikel yang ditrace (nps 100000)

10.2

Source Code

c cell card
1 1 -3.3 1 -2
2 2 -7.8 1 -2
3 3 -1.0 2 -3
4 2 -7.8 3 -4
5 2 -7.8 1 -4
6 0
-1:4:7

-5 imp:n=1 imp:h=1
5 -6 imp:n=1 imp:h=1
-6 imp:n=1 imp:h=1
-6 imp:n=1 imp:h=1
6 -7 imp:n=1 imp:h=1
imp:n=0 imp:h=0

c surface card
1 PX -0.25
2 PX 0.25
3 PX 60.25
4 PX 60.75
5 CX 15
6 CX 30
7 CX 30.5
c data card
m1 4009 1
m2 26056 1
m3 1001 2 8016 1
mode n h
SDEF par=h erg=100 vec=1 0 0 dir=1
rad=5 axs=1 0 0 ext=0.1
nps 100000

10.3

Hasil Simulasi

Lampiran
Pada perhitungan keff, 11 (10+1) perhitungan pertama tidak kompleks hanya sekedar
perhitungan prompt removal lifetime dan jumlah source point yang dibangkitkan cycle 1
k(collision) 0.227230 prompt removal lifetime(abs) 3.4100E+03 source points generated
2094 perhitungan ke 12 dan seterusnya lebih kompleks, dengan
Estimator

Cycle
12

ave of

2
cycles

k(collisio
n)
k(absorpt
ion)
k(trk
length)

0.1670
14
0.1671
50
0.1626
97

0.1678
13
0.1696
35
0.1750
05

0.0048

rem
life(col)
rem
life(abs)

2.9729E+03
2.9729
E+03

2.4339
E+03

0.0146
0.0703

Comb
ination
k(col/
abs)
k(abs/
tk ln)
k(tk
ln/col
)

simpl
e

Average

Comb
i-ned

Average

corr

0.000
000
0.000
000
0.000
000

0.000
0
0.000
0
0.000
0

0.000
000
0.000
000
0.000
000

0.000
0
0.000
0
0.000
0

0.000
0
0.000
0
0.000
0

2.4352E+03
0.2215

life(c
ol/abs
)

0.000
0E+0
0

0.000
0

0.2208
0.000
0E+0
0

0.000
0

0.000
0