Anda di halaman 1dari 16

BAB III

TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny M
GII P1001 UK 37 38 Mg INPARTU KALA I
FASE AKTIF AKSELERASI DI PONED PUSKESMAS PULE
Tanggal Pengkajian

: 27 Desember 2007

Jam

: 00.30

Tempat Pengkajian

: PONED Puskesmas Pule - Trenggalek

A.

PENGKAJIAN
1. Data Subjektif
a. Biodata
Nama

: Ny. Maryatin

Nama suami : Sunarto

Umur

: 23 tahun

Umur

: 39 tahun

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMP

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Wiraswasta

Alamat

: Pule RT 42 RW 21

b. Alasan datng
Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng sejak jam 21.00 wib dan
sekarang kenceng-kenceng semakin kuat, semakin sering dan
mengeluarkan lendir.
c. Keluhan utama
Ibu mengatakan merasa kenceng - kenceng dan mengeluarkan
lendir + darah.
d. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu

mengatakan

tidak

pernah

menderita

penyakit

menular,

membahayakan seperti kencing manis, TBC, jantung, darah tinggi,


sesak, dll.
e. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu

tidak

sedang

menderita

penyakit

apapun

yang

dapat

membahayakan proses persalinanya.


f.

Riwayat keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit
menular ( TBC, kuning), penyakit kronis (jantung, darah tinggi,

kencing manis, asma) serta penyakit sistem reproduksi tumor / kanker


payudara / kandungan. Dalam keluarga tidak ada keturunan kembar.
g. Riwayt haid
Amenorhoe

:+9

Menarche

: 12 tahun

Siklus

: 28 hari

Lama

: 6 7 hari

Flour albus

: sebelum haid

Keluhan

: nyeri haid hampir tidak pernah

HPHT

: 06-04-2007

HPL

: 13-01-2008

h. Riwayat perkawinan
Kawin : 1 x
Lama kawin

: + 4 tahun

Umur pertama kawin : 18 Tahun


i.

Riwayat kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu

No

Tgl. Pers

Tempat

Penolong

Jns Pers.

Penyulit

Pers.
1.

Lupa

BPS

Seks

BB/PB

anak
Bidan

Spontan

Keadaan

ASI

anak
3700 g/

Sehat,

Minum ASI

51 cm

sekarang

sampai usia

usianya 4

8 bulan

tahun

j.

Riwayat Kehamilan Sekarang


Ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dengan usia kehamilan + 9
bulan. Hamil muda keluhan mual, muntah, pusing tetapi tidak sampai
mengganggu aktifitas ibu sampai usia + 5 bulan. Periksa terakhir di
bidan 8x diberi tablet tambah darah dan untik TT 1 x.

k. Riwayat KB
Ibu mengatakan setelah melahirkan anak pertama menggunakan KB
pil selama + 2 tahun. Setelah melahirkan anak kedua ibu berencana
ikut KB Pil lagi dan atas persetujuan suami.
l.

Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari


1. Nutrisi

: Ibu makan sehari 3x dengan nasi, sayur, lauk (tahu,


tempe, telur/ikan) dan buah. Minum air putih + 7 gelas
/ hari, menjelang mau melahirkan makan 1x, minum 2
gelas teh manis.

2.

Eliminasi : Ibu sehari BAB 2x / pagi hari, konsistensi lembek,

warna dan

bau khas. BAK + 6x / hari, tidak ada

keluhan menjelang melahirkan ibu belum BAB, BAK


3x.
3. Aktifitas : Pekerjaan rumah dibantu oleh saudara / mertuanya.
Ibu hanya menyapu, membantu masak dan kadang
mencuci. Menjelang melahirkan ibu jalan-jalan pagi
hari dan kadang tidur.
4. Istirahat

: Tidur siang + 1 jam, tidur malam + 7 8 jam,


menjelang melahirkan ibu tidak bisa tidur.

5. Personal hygiene : Ibu mandi, gosok gigi, ganti baju 2x/hari,


keramas 1 mg 2x, menjelang melahirkan ibu
hanya mencuci muka saja.
m. Keadaan Psikososial Spiritual
Ibu dan suami berharap anak lahir selamat dan normal. Ibu
mengatakan sakit pada perut berdoa, sambil sesekali menggenggam
tangan penolong saat timbul His.
Hubungan ibu dengan suami dan keluarga baik begitu juga dengan
tetangga sekitar.
n. Latar belakang sosial budaya
Ibu mengatakan tidak ada pantangan makanan selama hamil, ibu
minum jamu temu lawak.
Keluarga mengadakan upacara 7 bulanan pada usia kehamilan 7 bulan
saat kehamilan anak pertama
2. Data Objektif
a.

Pemeriksaan Umum
KU

b.

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TD

: 110/70 mmhg

Nadi

: 80 x / menit

Suhu

: 36,50C

Respirasi

: 20 x / menit

TB

: 157 cm

BB Hamil

: 85 kg

Lila

: 33 cm

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi
Rambut

: bersih, hitam lurus, pendek, tidak berktombe, tidak


rontok.

Muka

: Tidak pucat, tidak ada chloasma, tampak tegang saat


ada his dan kesakitan.

Mata

: Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus.

Hidung

: Bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping


hidung, sesekli tampak menarik nafas panjang.

Mulut

: Bibir lembab, tidak pucat, gigi bersih, tidak ada caries,


lidah bersih, saat his sesekali ibu menggigit bibirnya.

Dada

: Gerak nafas teratur, payudara tampak pembesaran dan


memgang simetris, putting menonjol, bersih, ada
hiperpigmentasi areola mammae.

Perut

: Perut tampak membujur, terdapat striae albicon, linea


nigra tidak ada bekas operasi.

Genetalia : Tampak lendir, tidak ada oedema,, tidak ada varices.


Ekstremitas : Atas kanan dan kiri simetri, tidak oedema.
Bawah kanan dan kiri simetris, tidak oedema,
tidak varices.
-

Palpasi
Leher

: Tidak teraba pmbesaran kelenjar thyroid dan vena


jugularis.

Payudara : Colostrum +/+, tidak teraba benjolan abnormal.


Abdomen : Pembesaran sesuai usia kehamilan
Leopold I

: TFU ( 31 cm ) 2 jari bawah perut,


dan teraba bokang.

Leopold II

: Punggung kanan

Leopold III : Letak kepala sudah masuk PAP U


Leopold IV : Kepala 3/5 bagian (divergen)

TBJ

: (31 11 ) x 155 = 3100 gram

HIS

: 2 x dalam 10, lama 30

Auskultasi
DJJ + 11 12 12 = 140x / menit teratur
Pada punctum maximum kanan bawah pusat.

Pemeriksaan dalam

VT Tanggal : 27 Desember 2007

Pukul : 00.30

V/V = Lendir yang keluar sedikit sedikit campur darah


Pembukaan : 4 cm
Efficement : 55%
Ketuban

:+

Bagian terdahulu : kepala


Bagian terendah : UUK kanan depan
Hodge

:I

Disekitar kepala tidak teraba bagian kecil jenin


B.

IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH


DS

: - Ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua.


- Ibu mengatakan usia kehamilan + 9 bulan
- Ibu merasa kenceng-kenceng semakin sering, mengeluarkan
lendir + darah.
-

HPHT

- HPL
DO

: - Inspeksi

: 06-04-2007
: 13-01-2008
: Abdomen tampak pembesaran membujur, ada striae
albican dan linea nigra, tidak ada bekas luka operasi.

- TTV

: TD

: 110/70 mmhg

Nadi : 80 x / menit
Suhu : 36,50C
RR
- Palpasi

: 20x / menit

: Pembesaran sesuai usia kehamilm


Leopold I

: TFU ( 31 cm) 2 jari bawah PX,


dan teraba bokong.

Leopold II

: Punggung kanan

Leopold III : Letak kepala sudah masuk PAP U


Leopold IV : Kepala 3/5 bagian (divergen)
- TBJ

: (31 -11) X 155 = 3100 gram

- HIS

: 2 X dalam 100 m 30

- DJJ

: 11-12-2011 136 x lendir + darah

- VT

: VV

: Keluar kendir + darh sedikit

: 4 cm

eff

: 25 %

Ketuban

:+

Bagian terdahulu : Kepala

Bagian terendah

: UUK kanan depan

Hodge

:I

Tidajk terata bagian kecil disekitar kepala janin.


DX

: Ny. S GII P1001 UK 37 38 minggu dengan inpartu kala I fase


aktif

DS

: Ibu

mengatakan

merasa keceng - kenceng semakin sering dan

mengeluarakan lendir.
DO

:-

Muka ibu tampak tegang saat ada His.

Ibu tampak kesakitan

His 2x dalam 10, lama 30

Masalah : Nyeri akibat His persalinan.


C.

PERENCANAAN
DX

: Ny. S GIIP1001 UK 37-38 minggu dengan inpartu kala I fase


aktif.

Tujuan : -

Persalinan berjalan fisiologis

Tidak terjadi komplikasi dan penyulit persalinan

Keadaan ibu dan janin baik.

Kriteria hasil : -

Rencana
1.

Ada kemajuan persalinan (min 1 cm tiap jam)

His adekuat (tiap 2-3 > 4x lama > 40)

DJJ 120 160x / menit.

Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan ibu dan janin.
R / Ibu lebih kooperatif.

2.

Anjurkan ibu untuk makan dan minum saat tidak ada his.
R / Simpanan energi untuk meneran.

3.

Anjurkan ibu untuk tidur miring kekiri.


R / Memperlancar peredaran darah, mencegah sindrom vera kava.

4.

Observasi TTV, DJJ, Pembukaan serviks dan penurunan kepala


R / Memantau keadaan ibu dan janin.

5.

Bantu ibu untuk selalu menggosongkan kandung kemih dan rectum.


R / Kandung kemih dan calon penuh menghambat penurunan kepala
janin.

6.

Siapkan peralatan untuk menolong.


R / Mempermudah tindakan.

7.

Ajarkan cara meneran yang baik dan benar.

R / Memperlancar persalinan.
8.

Bina hubungan baik dengan klien.


R / Ibu lebih kooperatif.

Masalah

: Nyeri akibat his persalinan

Tujuan

: Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri.

Kriteria hasil : - Ibu lebih kooperatif


- Ibu tidak mengeluh lagi.
Rencana
1.

Jelaskan penyebab nyeri


R / Ibu lebih kooperatif.

2.

Ajarkan untuk teknik relaksasi dan distruksi .


R / Meningkatkan suplai O2 di uterus.

3.

Anjurkan keluarga untuk masase daerah punggung saat nyeri


R / Menekan pusat rasa nyeri.

4.

Libatkan keluarga dalam memberi dukungan.


R / Memberi dorongan mental Ibu.

5.

Anjurkan untuk tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap.


R / Menyebabkan cedema jalan lahir.

D.

PELAKSANAAN
Tanggal

: 27 Desember 2007

Jam

: 00.30 WIB

DX

: Ny. M GII P1001 UK 37-38 minggu dengan inpartu kala I


fase Aktif.

Pelaksanaan :
1.

Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan ibu dan janin bahwa
keadaan baik-baik saja.

2.

Menganjurkan ibu untuk makan dan minum saat tidak ada His.

3.

Menganjurkan untuk tidur miring ke kiri agar kepala cepat turun dan
keadaan janin baik atau jalan-jalan disekitar kamar bila ibu ingin bangun.

4.

Mengobservasikan TD, kemajuan persalinan dan penurunan kepala tiap 4


jam atau jika ada tanda-tanda prsalinan (DJJ, nadi, suhu tiap jam).
Pemerikasaan dalam pukul 009.30
Adanya dorongan untuk meneran, v/v lendir + darah, pembukaan 4 cm,
effecemen 25%, ketuban +, bagian terdahulu kepala, bagian terendah

UUK jam 12, tidak teraba bagian kecil janin disekitar kepala, DJJ +
teratur, His 2x dalam 10 lama 30.
5.

Membantu ibu untuk selalu mengosongkan kandung kemih dan rectum


dengan mengantar ibu ke kamar mandi.

6.

Menyiapkan peralatan untuk menolong persalinan yaitu partus set,


heating set, baju bayi lengkap, baju ibu lengkap, handscon, tempat untuk
plasenta, larutan clorin 0,5%, larutan DTT, tempat sampah, oxitosin,
ergometrin, spuit, kapas alkohol.

7.

Menganjurkan cara meneran yang baik dan benar yakni seperti orang
yang susah BAB, dagu menempel pada dada, meneran tidak disertai
suara, dilakukan saat pembukaan lengkap dan timbul his.

8.

Membina hubungan baik dengan klien yaitu dengan memberi memberi


semangat, pujian, bersikap sabar, ramah dan sopan.

Masalah

: Nyeri Akibat his persalinan.

Pelaksanaan

1.

Menjelaskan pada ibu bahwa penyebab nyeri yang dirasakan dikarenakan


adanya konsentrasi rahim untuk membuka jalan lahir yang akan dilewati
saat lahir.

2.

Mengajarkan ibu untuk tehnik relaksasi yaitu dengan menarik nafas


panjang lewat hidung kemudian dikeluarkan lewat mulut secara perlahanlahan melakukan tehnik distribusi dengan mengajak ibu berbicara.

3.

Menganjurkan keluarga untuk masase daerah punggung ibu saat kontraksi


supaya nyeri berkurang.

4.

Melibatkan keluarga dalam memberi dukungan yaitu denganmengajak


suami / keluarga terdekat (wanita) untuk menemani saat prose persalinan.

5.
E.

Menganjurkan ibu untuk tidak mengejar sebelum pembukaan lengkap.

EVALUASI
Tanggal

: 27 Desember 2007

Jam

: 07.10 WIB

: Ibu merasa kenceng-kencengnya semakin lama dan kuat.

: Ku

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

His

: 5x dalam 10 lama 45

VT

: V/V : darah dan lendir

: 10 cm

eff

: 100%

Ketuban

:-

Bagian terdahulu : Kepala


Bagan terendah

: UUK Jam 12

Hodge

: IV

DJJ + teratur 148x / menit


A

: Inpartu

: Siapkan partus set

: Menyiapkan partus set

Masalah

: Nyeri saat his

: Ibu mengatakan perutnya semakin nyeri.

: Ibu tampak kesakitan, mendesis saat his dan menggenggam


tangan keluarganya.

: Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri.

: Anjurkan untuk melakukan relaksasi.

CATATAN PERKEMBANGAN
Kala II Jam

: 07.10 WIB

: - Ibu mengatakan kenceng-kenceng semakin kuat dan sering.


- Ibu mengatakan ingin mengejan.
- Ibu mengatakan seperti ingin BAB.

: - Dorongan meneran.
- Tekanan pada Anus
- Perineum menonjol
- V/V darah dan lendir, 10 cm, eff 100%, ket -, bagian
terdahulu kepala, bagian terendah UUK jam 12, Hodge IV.
- His makin adequat
- DJJ + 148 x / menit frekuensi teratur

: GII P1001 dengan kala II

: Lakukan pertolongan sesuai APN

: 1. Memberitahu ibu bahwa, pembukaan sudah lengkap dan


keadaan janin baik, membantu ibu berada dalam posisi
yang nyaman sesuai keinginannya.
2. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu
untuk meneran (pada saat his ada, bantu ibu dalam posisi
setengah duduk dan pastikan ibu merasa nyaman).

3. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai


dorongan kuat meneran.
4. Jika kepala bayi telah terlihat 5-6 cm didepan vulva,
meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk
meringankan bayi.
5. Meletakkan kain yang bersih dilipat 1/3 bagian dibawah
bokong ibu.
6. Membuka portus set.
7. Memakai sarung tangan DTT.
8. Saat kepala bayi terlihat di vulva 5-6 cm melindung
perineum dengan 1 tangan yang dilapisi kain tadi,
meletakkan tangan kiri dikepala bayi dan lakukan tekanan
lembut dan tidak menghambat pada kepala bayi,
membiarkan kepala keluar perlahan-lahan. Menganjurkan
ibu meneran perlahan-lahan atau bernafas cepat saat
kepala lahir.
9. Dengan lembut mengusap muka, mulut dan hidung bayi
dengan kain atau kasa yang bersih.
10. Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan
yang sesuai jika hal itu terjadi dan menruskan segera
proses kelahiran bayi.
11. Menunggu hingga kepala bayi melakukan putar paksi
luar spontan.
12. Setelah kepala melakukan putar paksi luar, tempatkan
kedua

tangan

dimasing-masing

sisi

muka

bayi.

Menganjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi


berikutnya. Dengan lembut menariknya ke bawah dan
keluar hingga bahu anterior posterior dibawah arkus
pubis dan kemudian dengan lembut menariknya keluar
dan kekananluar melahirkan bahu posterior.
13. Setelah kedua bahu dilahirkan, menelusurkan tangan
mulai kepala bayi yang berada dibagian bawah ke arah
perineum tangan, membiarkan bahu dan lengan porterior
lahir ke tangan tersebut. Mengendalikan kelahiran siku
dan tangan bayi saat melewati perineum, gunakan
lengan bagian bawah untuk menyangga tubuh bayi saat
dilahirkan.

Menggunakan

tangan

anterior

untuk

mengendalikan siku dan tangan anterior bayi saat


keduanya lahir.
14. Setelah tubuh, lengan lahir, menelusurkan tangan yang
ada diatas dari punggung kearah kaki bayi untuk
mengangganya saat punggung dan kaki lahir memegang
kedua mata kaki bayi dan dengan hati-hati membantu
kelahiran kaki.
15. Menilai bayi dengan cepat, kemudian meletakkan bayi
diatas perut itu dengan posisi kepala bayi lebih rendah
dari tubuhnya (bila tali pusat pendek, ditempat yang
memungkinkan.
16. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala bayi
dan badan bayi kecuali klem tali pusat berada diluar.
17. Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm
dari pusat bayimelakukan urutan tali pusat mulai dari
klem kearah ibu dan memasang klem kedua, 2 cm dan
klem I.
18. Memegang tali pusat dengan 1 tangan, menyelimuti bayi
dari gunting menotong tali pusat diantara kedua klem.
19. Mengganti handuk yang basah dan menyelimuti bayi
dengan kain / selimut yang bersih dan kering, menutupi
bagian kepala, membiarkan tali pusat terbuka.
20. Memberikan bayi kepada ibunya dan menganjurkan ibu
untuk memeluk bayinya dan memulai pembersihan ASI.
E

: Bayi lahir spontan tanggal 27 Desember 2007 jam 07.15 WIB


dengan spontan belakang kepala, jenis kelamin laki-laki,
BB = 3700 gram, PB = 50 cm, 4 5 menit pertama 7-8 tidak
ada cacat.

Kala III Jam 07.15 WIB


S

:-

Ibu mengatakan merasa bersyukur dan lega anaknya sudah


lahir selamat.

:-

Ibu mengatkan perutnya mules.


Fundus setinggi pusat
Janin tunggal

: P2002 dengan kala III

: Lakukan menajemen aktif kala III

:-

Menyuntikkan exitosin

Melakukan PTT saat ada kontrasi uterus.

Mengobservasi tanda pelepasan plasenta untuk tali pusat


bertambah panjang uterus membulat, semburan darah
yang tiba-tiba setelah plasenta tepat divulva, teruskan
masase pada fondus pada uteri.

: Pukul 07.25 WIB


Plasenta lahir spontan dengan diameter 16 cm, tebal 2 cm,
panjang 45 cm, tidak ada infack, kotiledon lengkap (18)
intersi sentralis, TFU 3 Jari panjang pusat, kontraksi baik

Kala IV Catatan Perkembangan


S

: Ibu mengatakan perutnya mules.

: TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, teraba keras,


perdarahan + 650 cc, perineum heating 3.
TD

: 120/80 mmhg

: 84x/ menit

: 36,20C

: P2002 dengan kala IV

: 1. Observasi tekanan darah, nadi, TFU, Kontraki uterus,


kandung kemih, dan pendarahan tiap 15 menit pada jam I
dan 30 menit tiap 1 jam kedua dan suhu tiap jam.
2. Ajari ibu / keluarga untuk memeriksa kontraksi uterus.
3. Bereskan alat-alat dan bersihkan ibu.
4. Beri ibu makan dan minum untuk memulihkan kondisi
fisik.
5. Anjurkan ibu lapor bila terjadi perdarahan banyak, pusing,
atau keluhan lain.

: Melakukan Observasi
1.
Jam ke
I

Waktu
07.45

TD
120/80

Nadi
84

Suhu
36,2oC

TFU
2 Jr Pusat

CV
Baik

KK
Kosong

Prdrhn
-

08.00
08.15
08.30
09.00
09.30

II

120/80
120/80
120/80
120/80
120/80

84
84
84
84
84

2
2
2
2
2

36,3oC

Jr
Jr
Jr
Jr
Jr

Pusat
Pusat
Pusat
Pusat
Pusat

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

Kosong
Kosong
Kosong
Kosong
Kosong

+ 20 cc
+ 20 cc

2. Mengajari ibu / keluarga untuk memeriksa kontraksi


uterus yang baik dan mengajari untuk melakukan masase
bila kontraksi uterus tidak baik.
3. Membereskan

alat

yang

udah

terkontaminasi,

membersihkan ibu, mengganti pakaian ibu dengan yang


bersih serta dekontaminasi tempat persalinan.
4. Memberi ibu makan danminum untuk pemulihan kondisi
fisik setelah melahirkan.
5. Menganjurkan ibu untuk segera lapor bila terjadi
perdarahan banyak, pusing atau keluhan keluhan yang
lain.
No
1.

Jam
00.30

His
3 x 10 lama 20

DJJ
136 x / menit

Tensi
100/70

Nadi
84

SH
36,5

Pemeriksaan dalam
VT : 4 cm, eff 35% ket +
Bag. terdahulu kepala, bag.
terendah UUK kanan depan
Hodge I.

2.

01.00

2 x 10 lama 20

140x / menit

80

3.

01.30

2 x 10 lama 30

140 x / menit

80

4.

02.00

3 x 10 lama 30

142 x/ menit

80

5.

02.30

3 x 10 lama 30

140 x/ menit

84

6.

03.00

3 x 10 lama 30

142 x/ menit

84

7.

03.30

3 x 10 lama 30

142 x/ menit

84

8.

04.00

3 x 10 lama 45

142 x/ menit

84

9.

04.30

3 x 10 lama 45

142 x/ menit

110/70

84

36,5

VT : 5 cm, eff 50% ket


Bag. terdahulu kepala, bag.
terendah UUK Kanan Depan
Hodge II

10

05.00

4 x 10 lama 45

11

05.30

5 x 10 lama 45

12

06.00

5 x 10 lama 45

13

06.30

5 x 10 lama 45

14

07.00

5 x 10 lama 45

VT : 10 cm, eff 100% ket


Bag. terdahulu kepala, bag.
terendah UUK 12 Hodge III

15

07.15

LAHIR

BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny M GII P1001 UK :


37 - 38 mg Inpartu Kala I fase aktif Akselerasi di PONED Puskesmas Pule
Trenggalek 27 Desember 2007 ini, penulis melakukan asuhan meluputi :
1. Pengkajian
2. Pemeriksaan
3. Menegakkan diagnosa
4. Menetapkan intervensi
5. Melaksanakan intervensi
6. Evaluasi
7. Membuat catatan perkembangan
Setelah dilakukan asuhan diatas, penulis menemukan bahwa tidak semua
teori dilakukan dalam praktek yaitu pemeriksaan penunjang misal pemeriksaan
Haemoglobin karea tidak ada indikasi. Dan pemeriksaan panggul luar juga tidak
dilakukan karena ibu sudah kehamilan yang ke 1 dengan riwayat persalinan normal
pervagina.
Sedangkan untuk masa persalinan sudah sesuai dengan Asuhan Persalinan
normal usaha pencegahan infeksi sudah dilakukan misalnya memakai barrier protektif
dan penyeterilan alat.

BAB V
PENUTUP

I.

KESIMPULAN
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny. M GIIP1001 UK :
37-38 minggu dengan Inpartu Kala I fase aktif dilatasi maksimal di PONED
Puskesmas Pule, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut.
Tanda tanda vital dalam batas normal dengan diagnosa GII P1001 UK :
37-38 mg dengan Inpartu Kala I fase aktif Akselerasi tidak ditemukan masalah
potensial yang mungkin timbul, tidak diperlukan tidakan segera untuk
mengatasi masalah. Intervensi sesuai dengan Manajemen Asuhan Kebidanan
implementasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil dan waktu yang sudah
dilakukan. Evaluasi tergantung kerja sama kriteria hasil dan waktu yang sudah
dilakukan. Evaluasi tergantung kerja sama antara pasien, keluarga dan petugas
juga sarana dan prasarana yang tersedia. Kala II, III & IV masuk dalam catatan
perkembangan.

II.

SARAN
a. Untuk Petugas
Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Kala I fase aktif dilatasi
Meningkatkan usaha pencegahan infeksi baik untuk pasien dan diri
sendiri.
Mampu memberikan KIE yang dibutuhkan pada Kala I fase aktif .
b. Untuk Pasien dan Keluarga
Lebih kooperatif dalam melakukan asuhan kebidanan.
Melaksanakan anjuran anjuran yang telah diberikan.
c. Untuk Mahasiswa
Lebih menguasai teori sehingga mampu menerapkan dalam praktek.
Lebih banyak membaca buku-buku / referensi untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan.

DAFTAR PUSTAKA

INPK KR. 2002. Asuhan Persalinan Normal. Dep. Kes. RI. Jakarta.

Chapman, Vicky. 2006. Asuhan Kebidanan Persalinan & Kelahiran. EGC.


Jakarta.

UNPAD. 1983. Abstetri fisiologi. Elemen. Bandung.

Madilar, Pustam. 1998. Sinopsis Abstetri jil d. I. EGC. Jakarta.

Fairer, Helen. 1999. Perawatan Maternitas. EGC. Jakarta.

Charman. F. Gery, 2002. William abstetri jilid I. EGC. Jakarta.