Anda di halaman 1dari 4

Ujian Mini C-ex

Generalized Anxiety Disorder

Disusun Oleh :
Dian Qisthi

(1301-1212-0533)

Preseptor : Tuti Kurnianingsih, dr., SpKJ

SMF ILMU KESEHATAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD/RSHS
BANDUNG
2013

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. Y
Usia
: 30 tahun
Alamat
: Bandung
Status
: Menikah
Pendidikan
: SLTA
Pekerjaan
: Pegawai Swasta
Agama
: Islam

II.

KELUHAN UTAMA
Nafas Sesak

III.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Sejak enam tahun sebelum masuk rumah sakit pasien menjadi tulang punggung
keluarganya dan harus menghidupi ayah, ibu, dan adiknya.
Tiga tahun sebelum masuk rumah sakit pasien menikah. Semenjak saat itu ia
menjadi sering khawatir masalah keuangan dan khawatir esok keluarganya tidak bisa
makan. Beberapa bulan setelah pasien menikah, ibu pasien didiagnosis menderita kanker
saluran pencernaan yang mengharuskan dilakukan tindakan operasi. Namun tindakan
operasi tidak dapat dilakukan karena tidak adanya biaya. Akhirnya ibu pasien meninggal
dunia.
Dua tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien keguguran. Selain itu juga terdapat
banyak masalah di keluarga pasien, yaitu masalah antara suami dan ayah pasien. Sejak
saat itu, pasien sering merasa perutnya kembung dan nyeri. Keluhan ini terasa terutama
ketika pasien sedang menghadapi masalah dan saat sedang berada dalam tekanan,
terutama hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan masalah keluarga. Saat sedang
merasa tertekan, pasien akan merasa perutnya kembung dan nyeri, mual-mual,
berkeringat dingin, dan nafas terasa sesak. Keluhan ini biasanya berlangsung kurang dari
satu jam dan menghilang setelah pasien menenangkan diri. Pasien sering merasa cemas
yang sulit dikendalikan yang dirasakan hampir sepanjang hari, ia juga merasa gelisah dan
mudah marah.
Pasien tidak mengalami kesulitan tidur, ia tidur dari jam 22:00 WIB hingga jam
07:00 WIB. Nafsu makan pasien normal. Karena keluhannya ini pasien beberapa kali
berobat ke dokter yang berbeda, diberikan obat untuk lambung lalu keluhan berkurang,
namun setelah obat habis keluhan kembali terasa. Pasien pernah dikatakan terkena GERD

dan disarankan untuk endoskopi namun belum ada biaya. Selain itu pasien juga khawatir
bahwa pasien mengalami penyakit jantung, namun setelah dilakukan pemeriksaan EKG
dikatakan tidak ada kelainan. Keluhan ini menyebabkan pekerjaan pasien di kantor dan di
rumah terganggu.
IV.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien sudah mengalami keluhan ini sejak dua tahun yang lalu, dan dia belum pernah
mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit berat.

V.

RIWAYAT KELUARGA
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien.

VI.

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda Vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi, respirasi, suhu tubuh : DBN

VII.

STATUS PSIKIATRIKUS
a. Penampilan
Dekorum baik, roman muka terlihat biasa namun kadang pasien tampak cemas,
kontak mata cukup, sikap pasien terbuka dan kooperatif, perilaku dan aktivitas
psikomotor terlihat pasien kadang menggerakkan kakinya, tidak ada kelainan cara
berjalan, dan kecepatan berjalan dalam batas normal.
b. Bicara
Spontan, kecepatan bicara sedang, intonasi sedang, produktivitas sedang, kosa
kata cukup beragam.
c. Mood dan afek
Mood cemas, cenderung mudah marah apabila berhubungan masalah pekerjaan.
Afek sesuai.
d. Pikiran dan persepsi
Relevan dan koheren, tidak ada ide bunuh diri, tidak ada pikiran obsesif, tidak ada
waham, halusinasi, dan ilusi. Realistic. Preokupasi dengan keluhan fisiknya.

e. Sensorium dan kognisi


Kompos mentis, orientasi tidak terganggu, memori intact, perhatian kadang
mudah teralih.
f. Wawasan terhadap penyakit
Baik, derajat 5
VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

IX.

X.

Aksis I

: Gangguan cemas menyeluruh

Aksis II

: belum dapat dinilai

Aksis III

: sindrom dispepsia

Aksis IV

: masalah pekerjaan, ekonomi, dan keluarga

Aksis V

: GAF 60-51

PENATALAKSANAAN
Terapi farmakologi
- Amitriptilin
R/ Amitriptilin 25mg tab No.VII
S 0-0-1 pc
- Alprazolam
R/ Alprazolam 0,5mg tab No.XIV
S 1-0-1 pc
Terapi non-farmakologi : psikoterapi
- Relaksasi
- CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
Catatan : pasien kontrol minggu depan, untuk melihat adakah efek samping yang
timbul dari terapi yang diberikan.
PROGNOSIS
Ad vitam
: ad bonam
Ad functionam : ad bonam
Ad sanationam : ad bonam