Anda di halaman 1dari 7

kriminologi berasal dari kata "crimen" berarti kejahatan dan "logos" berarti

ilmu pengetahuan.pengertian kriminologi adalah proses pembentukan


hukum,pelanggaran hukum,dan reaksi terhadap para pelanggar hukum.
dalam rangka mempelajari masalah kejahatan Hermann Mannheim
mengemukakan tiga pendekatan yang dapat dilakukan:
A. PENDEKATAN DESKRIPTIF
adalah suatu pendekatan dengan cara melakukan observasi dan
pengumpulan data yang berkaitan dengan fakta-fakta tentang kejahatan dan
pelaku kejahatan, seperti:
- bentuk tingkah laku kriminal
-bagaimana kejahatan dilakukan
-frekuensi kejahatan pada waktu dan tempat yang berbeda
-ciri2 khas pelaku kejahatan,seperti usia,jenis kelamin dan sebagainya
-perkembangan karir seorang pelaku kejahatan
syarat pendekatan deskriptif:
1.fakta-fakta yg diperoleh harus dilakukan secara selektif
2.harus dilakukan penafsiran,evaluasi dan memberikan pengertian secara
umum terhadap fakta2 yg diperoleh.
B.PENDEKATAN SEBAB-AKIBAT
berarti fakta2 yg terdapat dalam masyarakat dapat ditafsirkan untuk
mengetahui sebab-musabab kejahatan,baik dalam kasus2 yang bersifat
individual maupun yg bersifat umum. hubungan sebab-akibat dalam
kriminologi berbeda dgn sebab-akibat dalam hukum pidana. dalam hukum
pidana,agar suatu perkara dapat dilakukan penuntutan harus dapat
dibuktikan adanya hubungan sebab-akibat antara suatu perbuatan dengan
akibat yg dilarang. dalam kriminologi, hubungan sebab-akibat dicari setelah
hubungan sebab-akibat dalam hukum pidana terbukti.
usaha untuk mengetahui kejahatan dengan menggunakan pendekatan
sebab-akibat ini dikatakan sebagai etiologi kriminil(etiology of crime)
C.PENDEKATAN SECARA NORMATIF
kriminilogi dikatakan sebagai idiographic-discipline dan nomotheticdiscipline,karena kriminologi mempelajari fakta-fakta,sebab-akibat dan
kemungkinan-kemungkinan dalam kasus yang bersifat individual.sedangkan

yang dimaksud dengan "nomotethic-discipline" adalah bertujuan untuk


menemukan dan mengungkapkan hukum-hukum yang bersifat ilmiah,yang
diakui keseragaman dan kecenderungan2nya.
kumpulan soal-soal uts:
1 jelaskan definisi kriminologi dan apa saja objek kajian kriminologi
jawab: Kriminologi adalah keseluruhan ilmu pengetahuan yang bertalian
dengan perbuatan kejahatan sebagai gejala sosial dan mencakup prosesproses perbuatan hukum, pelanggaran hukum dan reaksi atas pelanggaran
hukum.Objek kajian kriminologi yaitu kejahatan, pelaku dan reaksi
masyarakat terhadap kejahatan tersebut.
2.kriminologi dalam kajiannya memerlukan ilmu2 lainnya dalam membantu
mengungkapkan kejahatan, sebutkan ilmu2 bantu tersebut dan apa saja
cabang2 ilmu dari kriminologi
jawab:cabang ilmu krimino yaitu :
1.sosiologi hukum adalah suatu ilmu yang menyelidiki sebab2 kejahatan dan
faktor2 yg menyebabkan perkembangan hukum khususnya hukum pidana
2. etiologi kejahatan merupakan cabang ilmu kriminologi yang mencari
sebab-musabab dari kejahatan(politik kejahatan)
3.penologi: suatu ilmu yang mempelajari tentang hukuman serta sejarah
perkembangan hukuman atau ilmu yg memperhatikan bagaimana
pengendalian kejahatan.
ilmu bantu krimino:
1.antropologi kejahatan:ilmu yang mempelajari ciri2 fisik dari seorang
penjahat
2.sosiologi kriminal:mempelajari bagaimana
pengaruh masyarakat terhadap kejahatan dan penjahat,serta hubungan
reaksi hukum pidana dgn masyarakat.
3.psikologi kriminal: ilmu pengetahuan yg mempelajari ttg kejiwaan penjahat
dan lingkungan. meliputi tentang karir individu penjahat.
4.psikiatri kriminal:ilmu tentang penjahat yg sakit jiwa atau jiwanya
terganggu
5.fiktimologi: ilmu ttg korban kejahatan
dan korban penghukuman
3.apa pula tujuan dan manfaat mempelajari kriminologi
jawab:Tujuan mempelajari krimino adalah untuk mempelajari kejahatan dari
berbagai aspek, sehingga diharapkan dapat memperoleh pemahaman
mengenai fenomena kejahatan dengan lebih baik. manfaat mempelajari
krimino menjadi Ilmu bantu didalam membahas masalah manusia yang hidup
di dalam masyarakat dalam hubungannya dengan manusia yang lain yang
mengadakan interaksi yang mungkin bertentangan dengan aturan Hukum
yang berlaku.
4.sebutkanlah siapa pertama kali yg mempergunakan istilah kriminologi dan

dari disiplin ilmu apa dia berasal?


jawab:Istilah Kriminologi pertama kali digunakan oleh P.Topinard, seorang ahli
antropologi perancis.
5.tuliskanlah pengertian kriminologi menurut E.sutherland, dan sebutkan
ruang lingkup kriminologi menurutnya
jawab:pengertian kriminologi menurut E.sutherland adalah proses
pembentukan hukum,pelanggaran hukum,dan reaksi terhadap para
pelanggar hukum(criminology is the body of knowledge regarding crime as a
social phenomenon).ruang lingkup kriminologi menurutnya: 1.sosiologi
hukum :menyelidiki sebab2 kejahatan dan faktor2 yg menyebabkan
perkembangan hukum khususnya hukum pidana
2. etiologi kejahatan merupakan cabang ilmu kriminologi yang mencari
sebab-musabab dari kejahatan(politik kejahatan)
3.penologi: suatu ilmu yang mempelajari tentang hukuman serta sejarah
perkembangan hukuman atau ilmu yg memperhatikan bagaimana
pengendalian kejahatan.
6.jelaskan mengapa kriminologi dan hukum pidana erat sekali hubungannya
jawab:karena hasil-hasil penyelidikan dari kriminologi telah membantu
pemerintah dalam menangani masalah kejahatan, terutama melalui hasilhasil studi di bidang Etiologi Kriminal dan Penologi (ilmu yang berhubungan
dengan kepenjaraan). Disamping itu, penelitian dalam kriminologi dapat
dipakai untuk membantu dalam pembuatan Undang-undang pidana
(kriminalisasi) atau pencabutan Undang-undang (dekriminalisasi), sehingga
kriminologi sering disebut sebagai "signal-wetenchap". Bahkan aliran modern
yang di organisasikan oleh von liszt menghendaki kriminolog bergabung
dengan hukum pidana, untuk sebagai ilmu bantunnya agar bersama-sama
menangani hasil penyelidikan kriminal sehingga memungkinkan dapat
memberikan petunjuk jitu terhadap penanganan hukum pidana dan
pelaksanaannya, yang mana semuannya ditujukan untuk melindungi warga
negara yang baik dari si pembuat pidana (penjahat).
7. jelaskan pengertian kejahatan secara sosiologis,yuridis,dan secara
religius,dan sebutkan pula pengertian kejahatan menurut W.A.bonger
jawab: secara sosiologis kejahatan adalah pelanggaran atas norma-norma
agama, kebiasaan, kesusilaan yang hidup dalam masyarakat disebut
kejahatan.
secara yuridis: dilihat dari
hukum pidana maka kejahatan adalah setiap perbuatan atau pelalaian yang
dilarang oleh hukum publik untuk melindungi masyarakat dn diberi pidana
oleh Negara. secara religius kejahatan adalah Pelanggaran atas perintahperintah Tuhan.
kejahatan menurut W.A.bonger: Kejahatan
adalah perbuatan yang anti social yang oleh Negara ditentang dengan sadar
dengan penjatuhan hukuman.
8.jelaskan klasifikasi kejahatan menurut sutherland

9.sebutkan dan jelaskan 3 cara pendekatan dalam mempelajari kriminologi


jawab:- pendekatan deskriptif adalah suatu pendekatan dengan cara
melakukan observasi dan pengumpulan data yang berkaitan dengan faktafakta tentang kejahatan dan pelaku kejahatan.
-Pendekatan sebab akibat berarti fakta2 yg terdapat dalam masyarakat dapat
ditafsirkan untuk mengetahui sebab-musabab kejahatan,baik dalam kasus2
yang bersifat individual maupun yg bersifat umum.
-pendekatan secara normatif adalah mempelajari fakta-fakta,sebab-akibat
dan kemungkinan-kemungkinan dalam kasus yang bersifat individual dan
bertujuan untuk menemukan dan mengungkapkan hukum-hukum yang
bersifat ilmiah,yang diakui keseragaman dan kecenderungan2nya.
10.jelaskanlah siapa yg disebut sebagai penjahat menurut kriminologi dan
menurut hukum acara pidana
jawab:
11.jelaskan klasifikasi penjahat menurut walter c.recless
jawab:
12.Sebab-sebab kejahatan menurut Teori Lambroso, yaitu :
1.Para penjahat sejak lahir, karena peradabannya yang belum
berkembang/masih sederhana. 2.Atavisme, yaitu memperoleh kembali sifatsifat buruk atau jahat nenek moyang.
3.Karena sifat-sifat
kepribadian (kelainan-kelainan fisik).
4.Karena pengaruh lingkungan.
13.Menurut Enrico Ferri, bahwa lebih baik bagi masyarakat untuk mencoba
mencegah terjadinya kejahatan daripada sekadar hanya menghukum si
penjahat, untuk itu dibaginya penjahat atas 5 golongan, yaitu :
1.Penjahat karena kelahiran.
2.Penjahat karena gangguan jiwa.
3.Mereka yang melakukan kejahatan karena kebiasaan.
4.Mereka yang melakukan kejahatan karena keadaan khusus.
5.Mereka yang melakukan kejahatan secara tiba tiba.
14.Jenis-jenis kejahatan (types of of crimes) yang terkait erat dengan
klasifikasi penjahat, antara lain :1.White collar crime and blue collar crime.
Yaitu kejahatan jabatan yang dilakukan oleh orang terhormat, sedangkan
untuk blue collar crime sering lebih menggunakan kekerasan fisik, seperti
pengrusakan.
2.Corporate crime. Ialah kejahatan yang dilakukan oleh korporasi.
3.Organized crime. Yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang orang maupun
kelompok-kelompok yang terorganisir.
4.Victimless crime. Ialah kejahatan tanpa korban yaitu perbuatan yang tidak
sah tetapi tidak melanggar hak orang lain.

15.Kejahatan terhadap nyawa orang lain terbagi atas beberapa jenis, yaitu:
1.pembunuhan biasa(Pasal 338 KUHP)
Adapun rumusan dalam Pasal 338 KUHP sebagai berikut :Barangsiapa
sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan, dengan
pidana penjara paling lama limabelas tahun.
2.Pembunuhan Dengan Pemberatan. Hal ini diatur Pasal 339 KUHP yang
bunyinya sebagai berikut :Pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului
oleh kejahatan dan yang dilakukan dengan maksud untuk memudahkan
perbuatan itu, jika tertangkap tangan, untuk melepaskan diri sendiri atau
pesertanya daripada hukuman, atau supaya barang yang didapatkannya
dengan melawan hukum tetap ada dalam tangannya, dihukum dengan
hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua
puluh tahun.
3.Pembunuhan
Berencana Hal ini diatur oleh Pasal 340 KUHP yang bunyinya sebagai
berikut :Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncakanakan lebih
dahulu menghilangkan nyawa orang, karena bersalah melakukan
pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana
penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh
tahun.
16.Lombrosian: Aliran ini dipelopori oleh seorang dokter Italia C. LOMBROSO.
oleh karena itu mashab ini dinamakan mashab italia penyebaran pendapat ini
dilakukan dengn menggunakan pamlet pada tahun 1876 kemudian
berkembang menjadi 3 buku Pada mulanya mashab ini dengan tegas
mengeluarkan pendapatnya sebagai berikut:Penjahat sudah sejak lahirnya
memiliki tipe tersendiri tipe ini dapat dikenali melalui beberapa ciri tertentu
seperti:
1. Tengkorak yang asimetris,
2. rahang bawah yang panjang,
3. hidung yang pesek,
4. rambut janggut yang jarang,
5. dan tahan sakit.
17.Sutherland memperkenalkan teori Defferential Assosiation dalam buku
teksnya Principles of Criminology pada tahun 1939, Defferential Assosiation
didasarkan pada sembilan proposisi (dalil) yaitu:
1. Criminal behavior is learned ( tingkah lakun dipelajari)
2. criminal behvior is learned in enteraction with othern person in procss of
comunication ( tingkah laku kriminal dipelejari dalam interaksi dengan orang
lain dalam proses komunikasi) seseorang tidak begitu saja menjadi kriminal
hanya karena hidup dalam suatu lingkungan yang kriminal. kejahatan
dipelajari dengan partisipasi bersama orang lain baik dalam lingkungan
komunikasi verbal maupun non verbal;
3. The principal part of the learning of kriminal behaviorn occurs within
intimate personal groups ( bagian terpenting dari mempelajari tingkah laku

kriminal itu terjadi didalam kelompok orang yang intim/ dekat).keluarga dan
kawan-kawan dekat mempunyai pengaruh paling besar dalam mempelajari
tingkah laku menyimpang. komunikasi-komunikasi mereka jauh lebih banyak
daripada media masa, seperti film, televisi, dan surat kabar;
4. When criminal behavior isn learned, the learning includes (a) techniques of
comunicating the crime, which are sometimes very, complicated, sometimes
very simple and (b) the specific direction of motives, drive, rationalization,
and attitudes ( ketika tingkah laku kriminal dipelajari, pembelajaran itu
termasuk (a) teknik-teknik melakukan kejahatan, yang kadang sangat sulit
dan kadang sangat mudah, dan (b) arah khusus dari motif-motif dorongandorongan, rasionalisasi-rasionalisasi, dan sikp-sikap). Deliquen muda bukan
saja belajar bagaimana mencuri ditoko, membongkar kotak tetapi juga
belajar bagaimna merasionalisasi dan membela tindakan-tindakan mereka.
5. The Specific direction of motives andn drives is learned from definitions of
the legal codes as favorable or un favorable ( arah khusus dari motif-motif
dan dorongan-doronganitu dipelajari melalui devinisi-devinisi dari aturan-turn
hukum apakah dia menguntungkan atau tidak) dibeberapa masyarakat
seorang individu dikelilingi orang-orang yang tanpa kecuali mendevinisikan
aturan-aturn hukum sebagai aturan yang harus dijalankan, sementara
ditempat lain dia dielilingi oleh orang-orang yang definisinya
menguntumgkan untuk melanggar aturan-aturan hukum. tidak setiap orang
dalam masyrakat kita setuju bahwa hukum harus ditaati. bahwa hukum itu
diangap tidak penting. (pelanggaran lalu lintas)
6. A personbecomes deliquenct because of and exces ofn definition faforable
to violation of law over definition unfavorable to violation of law (seseorang
menjadi delinquent karena definisi-definisi yang menguntungkan untuk
melanggar hukum lebih dari definisi-definisi yang tidak menguntungkan
untuk melanggar hukum). ini merupakn prinsip kunci dri defferential
Assosiation, arah utama dri teori ini, dengan kata lain mempelajari tingkah
laku kriminal bukanlah semata-mata persoalan hubungan dengan
teman/kawan yang buruk tetapi mempelajari tingkah laku kriminal
tergantung pada berapa banyak definisi yang kita pelajri yang
menguntungkan untuk pelanggaran hukum sebagai lawan definisi yang tidak
menguntungkan.
7. Differential Assosiation mayn vary in frequency,
duration,priority and intencity ( Assosiasi deferential itu mungkin bermacammacam dalam frekuensi/kekerapanya, lamanya, prioritasnya dan
intensitasnya) tingkat dari asosiasi-asosiasi seseorang yang akan
mengakibatkan kriminalitas berkaitan dengan kekerapan kontak, beberapa
lamanya, dan arti dari asosiasi/definisi kepada individu.
8. The process of learning criminal behavior byn assosiation with criminal and
anticriminal pattern involves all of the mechanism that are involved in any
other learning (proses mempelajari tingkah laku kriminal melalui assosiasi
dengan pola-pola kriminal dan anti kriminal melibatkan semua mekanisme
yang ada disetiap pembelajaran lain).
9. While

criminal behavior is nd expression of general needsn and values,it si not


explained by those general needs and values, since non criminal behavior is
and expression of the same needs and values (walaupun tingkah laku
kriminal merupakan ungkapan dari kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai
umum, tingkah laku kriminal itu tidak dijelaskan oleh kebutuhan-kebutuhan
dan nilai nilai umum tersebut, karena tingkah laku non kriminal juga
ungkapan dari kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai yang sama)