Anda di halaman 1dari 11

Rumus Menghitung Tetesan Infus.

Berikut cara mudah untuk menghitung tetesan infus per menit (TPM) secara
sederhana yang di rumuskan oleh Puruhito adalah:
Tetesan per menit = Jumlah cairan yang dimasukkan (ml).
(normal)
lamanya infus (jam) x 3
Tetesan per menit = Jumlah cairan infus (ml)
(mikro)
lamanya infus (jam)

Foto : Ilustrasi tetesan infus makro 20 TPM.


(dok,2015/Perbidkes.com).
Contoh soal :
Berapa Tetesan per menit bila infus yang masuk RL 500 cc habis dalam waktu 5
jam?
1. Cara menghitung tetesan infus per menit (normal).
"Tetes per menit (TPM) = jumlah cairan yang masuk : (lamanya infus x 3)"
Jawaban : TPM = 500 : (5x3) = 500 : 15 = 33 TPM
2. Cara menghitung tetesan infus per menit (mikro).
"Tetes per menit (TPM) = jumlah cairan infus : lamanya infus"

Jawabanya adalah 500 : 5 = 100 TPM.

CARA CEPAT MENGHITUNG TETESAN INFUS TERBARU


Share Keperawatan 01.54 1 Comment Keperawatan
Kita tidak mengetahui kapan dan berapa jumlah pasien yang akan datang ke
rumah sakit, adakalanya pasien tiba-tiba menjadi banyak atau memangada bencana
alam atau kecelakaan, dan semua tindakan harus dilakukan infus, akan sangat
menghambat jika kita lambat dalam menghitung tetesan yang sudah di resepkan
oleh dokter, Terutama yang paling penting adalah menjaga sirkulasi pasien tetap
baik. Dalam situasi sibuk kita tidak bisa lagi menghitung kebutuhan cairan manual
dan sebagainya. maka dari itu tenaga medis khususnya perawat membutuhkan
penghitungan cepat di luar kepala.

maka dari itu, saya mencoba membuat ringkasan singkat ini dalam rangka berbagi
kepada rekan-rekan dalam mengelola pasien. Semoga bermanfaat.
Sebelum Menginjak pada Rumus-rumus kita harus tahu terlebih dahulu mengenai
istilah istilah yang biasa digunakan, walaupun di setiap rumah sakit berbeda nama
akan tetapi ini hanya sebagai gambaran saja.
Istilah yang sering digunakan dalam pemasangan infus

gtt= makro tetes

mgtt= mikro tetes

jumlah tetesan = banyaknya tetesan dalam satu menit

Rumus Tetap tetesan infus

1 gtt= 3 mgtt

1 cc = 20 gtt

1 cc = 60 mgtt

1 kolf = 1 labu = 500 cc

1 cc = 1 mL

mggt/menit = cc/jam

konversi dari gtt ke mgtt kali (x) 3

konversi dari mgtt ke gtt bagi (:) 3

1 kolf atau 500 cc/ 24 jam = 7 gtt

1 kolf atau 500 cc/24 jam = 21 mgtt

volume tetesan infus yang masuk per jam infus set mikro ialah = jumlah
tetesan X 1

volume tetesan infus yang masuk per jam infus set makro ialah = jumlah
tetesan X 3

Rumus :
Untuk lebih memahami, kita harus terlebih dahulu mengetahui rumus untuk
menghitung jumlah tetesan cairan dalam hitungan menit dan jam:

Rumus dasar dalam hitungan menit

Rumus dasar dalam jam

Faktor tetes rumus dewasa


Biasanya Untuk Faktor Tetes Dewasa : 20
Faktor Tetes anak

: 60

Contoh soal

Seorang pasien datang ke rumah sakit dan membutuhkan 500 ml RL cair.


Bagaimana infus diperlukan jika kebutuhan cairan pasien harus dicapai dalam 100
menit?
Mengingat:
Cairan = 500 ml (cc)
Waktu = 100 menit
Faktor tetes = 20 tetes
Jawaban:

Dengan demikian, pasien ini memerlukan infus untuk menghabiskan 100 hingga 500
ml cairan dalam 100 menit menggunakan infus set Terumo.
Anak-anak (drip mikro)
Seperti orang dewasa, anak dengan berat badan kurang dari 7 kg membutuhkan
infus set dengan tetes faktor yang berbeda.
Tetes mikro, faktor tetes:
1 ml (cc) = 60 tetes / cc
Penurunan rumus anak
Berikut adalah cepat kehilangan hasil formula dari rumus dasar (dalam jam) untuk
pasien anak:
berjaga-jaga

Lalu bagaimana mencari jumlah tetesan/ detik ? kita hanya tinggal merubah rumus
dan menggunakan angka angka yang ada.
Rumus nya Seperti ini :

Contoh Soal :

Jika soal diatas menyatakan bahwa tetesan per/ menit= 21 tetes/menit maka tetesan
per detiknya adalah ?
Jawaban : 1 menit= 60 detik, Jadi jika 21 tetes dalam waktu 60 detik maka hitungan
perdetiknya adalah : 60/21= 2,857 ( kalian bulatkan menjadi 3 ) jadi artinya dalam
waktu 3 detik itu ada 1 tetes
Mudah kan ?

Untuk lebih mudah nya saya membuatkan patokan yang sudah di hitung, jadi rekanrekan hanya tinggal mengingatnya saja,

Untuk yang makro

20 tetes/menit=1cc = 60 cc/jam, Lamanya habis= 500 cc/60= 8,3 =8 jam


(bulatkan )

15 tetes/menit= 11 jam

10 tetes permenit=17 jam artinya dalam waktu 1 jam=30 cc

5 tetes permenit= 33 jam

60 tetes/menit= 3 jam

40 tetes/menit= 4 jam

30 tetes/ menit= 6 jam

Untuk yang mikro

Silahkan di hitung sendiri saja yah sesuai rumus :)

Sedikit patokan tambahan mengenai pola pemberian tetesan infus yang harus
habis sebagai berikut :

1 kolf = 500 cc = 7 tts/mnt, habis dalam 24 jam.

2 kolf = 1000 cc = 14 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 12 jam, sehingga 24 jam


habis 2 kolf.

3 kolf = 1500 cc = 20 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 8 jam, sehingga 24 jam


habis 3 kolf.

4 kolf = 2000 cc = 28 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 6 jam, sehingga 24 jam


habis 4 kolf.

5 kolf = 2500 cc = 35 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 4.5 jam, sehingga 24 jam
habis 5 kolf.

Rumus Menghitung IWL


Rumus Menghitung IWL ( Insensible Water Loss)
*Rumus menghitung balance cairan
CM CK IWL
Ket:
CM : Cairan Masuk
CK : Cairan Keluar
*Rumus IWL
IWL = (15 x BB )
24 jam
Cth: Tn.A BB 60kg dengan suhu tubuh 37C
IWL = (15 x 60 ) = 37,5 cc/jam

24 jam
*kalo dlm 24 jam ----> 37,5 x 24 = 900cc
*Rumus IWL Kenaikan Suhu
[(10% x CM)x jumlah kenaikan suhu] + IWL normal
24 jam
Cth: Tn.A BB 60kg, suhu= 39C, CM= 200cc
IWL = [(10%x200)x(39C-37C)] + 37,5cc
24 jam
= (20x2) + 37,5cc
24
= 1,7 + 37,5 = 39cc/jam
Tehnik Menghitung Balance Cairan (Anak)
Menghitung Balance cairan anak tergantung tahap umur, untuk menentukan Air
Metabolisme, menurut Iwasa M, Kogoshi S dalam Fluid Tehrapy Bunko do
(1995) dari PT. Otsuka Indonesia yaitu:
Usia Balita (1 - 3 tahun)
: 8 cc/kgBB/hari
Usia 5 - 7 tahun
: 8 - 8,5 cc/kgBB/hari
Usia 7 - 11 tahun
: 6 - 7 cc/kgBB/hari
Usia 12 - 14 tahun
: 5 - 6 cc/kgBB/hari
Untuk IWL (Insensible Water Loss) pada anak = (30 - usia anak dalam tahun) x
cc/kgBB/hari
Jika anak mengompol menghitung urine 0,5 cc - 1 cc/kgBB/hari
CONTOH :
An X (3 tahun) BB 14 Kg, dirawata hari ke dua dengan DBD, keluhan pasien
menurut ibunya: "rewel, tidak nafsu makan; malas minum, badannya masih hangat;
gusinya tadi malam berdarah" Berdasarkan pemeriksaan fisik didapat data:
Keadaan umum terlihat lemah, kesadaran composmentis, TTV: HR 100 x/menit; T
37,3 C; petechie di kedua tungkai kaki, Makan /24 jam hanya 6 sendok makan,
Minum/24 jam 1000 cc; BAK/24 jam : 1000 cc, mendapat Infus Asering 1000 cc/24
jam. Hasil pemeriksaan lab Tr terakhir: 50.000. Hitunglah balance cairan anak ini!
Input cairan: Minum : 1000 cc
Infus
: 1000 cc
AM
: 112 cc +
------------------------2112 cc
Out put cairan: Muntah

: 100 cc

(8 cc x 14 kg)

Urin
: 1000 cc
IWL
: 378 cc + (30-3 tahun) x 14 kg
----------------------------1478 cc
Balance cairan = Intake cairan - Output Cairam
2112 cc - 1478 cc
+ 634 cc
Sekarang hitung balance cairannya jika suhu An x 39,8 C !
yang perlu diperhatikan adalah penghitungan IWL pada kenaikan suhu gunakan
rumus:
IWL + 200 ( Suhu Tinggi - 36,8 C) 36,8 C adalah konstanta.
IWL An X = 378 + 200 (39,8 C - 36,8 C)
378 + 200 (3)
378 + 600
978 cc
Maka output cairan An X = Muntah
: 100 cc
Urin
: 1000 cc
IWL
: 978 cc +
------------------------2078 cc
Jadi Balance cairannya = 2112 cc - 2078 cc
+ 34 cc.
Ingat menghitung Balnce cairan harus kumpulan data/24 jam!!!!!!
Tehnik menghitung Balance Cairan (Dewasa)
Menghitung balance cairan seseorang harus diperhatikan berbagai faktor,
diantaranya Berat Badan dan Umur..karena penghitungannya antara usia anak
dengan dewasa berbeda.
Menghitung balance cairanpun harus diperhatikan mana yang termasuk kelompok
Intake cairan dan mana yang output cairan. Berdasarkan kutipan dari Iwasa M.
Kogoshi S (1995) Fluid Therapy do (PT. Otsuka Indonesia) penghitungan wajib per
24 jam bukan pershift.
PENGHITUNGAN BALANCE CAIRAN UNTUK DEWASA
Input cairan:
Air (makan+Minum) = ......cc
Cairan Infus
= ......cc
Therapi injeksi
= ......cc
Air Metabolisme
= ......cc (Hitung AM= 5 cc/kgBB/hari)
Output cairan:

Urine
Feses

cc)
Muntah/perdarahan

= ......cc
= .....cc (kondisi normal 1 BAB feses = 100

cairan drainage luka/


cairan NGT terbuka = .....cc
IWL
= .....cc (hitung IWL= 15 cc/kgBB/hari)
(Insensible Water Loss)
Contoh Kasus:
Tn Y (35 tahun) , BB 60 Kg; dirawat dengan post op Laparatomi hari kedua..akibat
appendix perforasi, Keadaan umum masih lemah, kesadaran composmentis..Vital
sign TD: 110/70 mmHg; HR 88 x/menit; RR 20 x/menit, T 37 C: masih dipuasakan,
saat ini terpasang NGT terbuka cairan berwarna kuning kehijauan sebanyak 200 cc;
pada daerah luka incici operasi terpasang drainage berwarna merah sebanyak 100
cc, Infus terpasang Dextrose 5% drip Antrain 1 ampul /kolf : 2000 cc/24 jam.,
terpasang catheter urine dengan jumlah urine 1700 cc, dan mendapat tranfusi WB
300 cc; mendapat antibiotik Cefat 2 x 1 gram yg didripkan dalam NaCl 50 cc setiap
kali pemberian, Hitung balance cairan Tn Y!
Input Cairan:

Infus
= 2000 cc
Tranfusi WB = 300 cc
Obat injeksi = 100 cc
AM
= 300 cc (5 cc x 60 kg)
--------------------------------------------2700 cc

Output cairan:

Drainage
= 100 cc
NGT
= 200 cc
Urine
= 1700 cc
IWL
= 900 cc (15 cc x 60 kg) +
---------------------------------------------2900 cc
Jadi Balance cairan Tn Y dalam 24 jam : Intake cairan - output cairan
2700 cc - 2900 cc
- 200 cc.
Bagaimana jika ada kenaikan suhu? maka untuk menghitung output terutama IWL
gunakan rumus :
IWL + 200 (suhu tinggi - 36,8 .C), nilai 36,8 C adalah konstanta
Andaikan suhu Tn Y adalah 38,5 C, berapakah Balance cairannya?
berarti nilai IWl Tn Y= 900 + 200 (38,5 C - 36,8 .C)
= 900 + 200 (1,7)
= 900 + 340 cc
= 1240 cc
Masukkan nilai IWL kondisi suhu tinggi dalam penjumlahan kelompok Output :
Drainage
= 100 cc

NGT
= 200 cc
Urine
= 1700 cc
IWL
= 1240 cc +
-------------------------3240 cc
Jadi Balance cairannya dalam kondisi suhu febris pada Tn Y adalah : 2700 cc - 3240
cc = -540 cc