Anda di halaman 1dari 2

Membalikkan waktu pada tiga puluh enam purnama

lalu.
Saat jejak-jejak premature milik kami terekam pada
lantai kayu dingin yang menghangat karena cinta dan
rindu.

Tempat ini,
Adalah saksi bahwa manusia seperti Yusril dan Beni
mampu berpuisi.

Tempat ini,
Adalah tempat bagi beberapa pasang mata saling
jatuh cinta,
Sementara beberapa pasang lainnya saling bertukar
luka.

Tempat ini,
Adalah saksi, bagi mimpi-mimpi yang dimulai dan
ditayangkan di kompas dan metro tv.

Semoga akan banyak lagi mimpi yang tercipta dari


tiang-tiang sepi ini,
Semoga akan banyak lagi mata yang saling jatuh hati
disini,
Semoga, kami sempat mengajak anak cucu kami
menikmati coklat panas tanpa sepi, disini.

Selamat mengulang hari yang terjadi setahun sekali,


lantai kayu dingin Djendelo Koffie.
Selamat jatuh cinta dan patah hati sekali lagi.

Salam sayang dari kami,


Anak-anak puisi.

Yogyakarta, 14 Februari 2016


Angga Arief H | Puisi Indo Jogja