Anda di halaman 1dari 6

KOMITE PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA ( RT ) 10

RUKUN WARGA ( RW ) O1 KELURAHAN JATIJAJAR KECAMATAN TAPOS

Sekretariat : Jl. Mushola Al-Muttaqin Rt.07 Rw 01 Jatijajar Tapos

Nomor : 01/SPRT/IV.2010 Jatijajar 25 April 2010


Lampiran : 1 ( Satu ) berkas
Perhihal : Pemekaran dan Pembentukan Rukun Tetangga di wilayah Kel.Jatijajar

Kepada Yth :

1. Bapak Ketua RW 01
2. Bapak Kepala Desa Kelurahan Jatijajar
3. Bapak Camat , Kecamatan Tapos Kota Depok.

Di Tempat

Dengan hormat

Berdasarkan hasil musyawarah unsur masyarakat, dengan ini kami Komite pembentukan
Rukun Tetangga sebagai prakarsa dan wadah aspirasi masyarakat. Menyampaikan proposal
pembentukan Rukun Tetangga, pemekaran dari Rukun Tetangga 07 Rukun Warga 01
Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos Kota Depok.

Demikian kami sampaikan atas pengertian dan persetujuannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

KOMITE PEMBENTUKAN RT 10 RW 01 JATIJAJAR

Ketua Sekretaris

( Eddy Marimo.Amd ) ( Ilhamudin .A )

Tembusan :

1. Yth. Ketua RT 07 dan arsip


2. Yth. Ketua RW 01
3. Yth. Kepala Desa Kelurahan jatijajar
4. Yth. Camat Kecamatan Tapos.
I. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pelayanan publik merupakan tuntutan yang sangat mendasar bagi manajemen


pemerintahan modern, masyarakat yang semakin maju membutuhkan pelayanan yang cepat
dihitung dengan nilai ekonomis dan menjamin adanya kepastian. Birokrasi pemerintah
merupakan institusi terdepan yang berhubungan dengan pemberian pelayanan masyarakat.

Pelayanan masyarakat menjadi sedemikian penting karena hubungan dan kaitannya


dengan manusia dalam komunitas masyarakat banyak (society communit). Dalam konteks ini
birokrasi pemerintah memainkan perannya sebagai institusi terdepan yang brhubungan
dengan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu dalam gugus institusi birokrasi
pemerintah, pelayanan masyarakat merupakan pelaksanaan tugas-tugas permerintah yang
secara langsung memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Salah satu konsepsi untuk menjamin adanya bentuk pelayanan public (publics
service ) adalah dengan semakin mendekatkan ruang-ruang pelayanan public dengan
masyarkat. Saat ini luas wilayah RT 07 mencapai 2,21 ha dengan jumlah penduduk sekitar
552 orang, menjadikan pelayanan public menjadi suatu hambatan dari populasi jiwa yang
ada.

1.2. PERMASALAHAN

Luasnya wilayah Rukun Tetangga dengan tingginya jumlah penduduk dapat mengakibatkan
pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal oleh RukunTetangga yang ada, sehingga
tidak efisien serta lambatnya birokrasi dalam mengantisifasi permasalahn yang timbul dalam
pemenuhan tuntutan masyarakat. Dengan kondisi yang demikian bisa mengakibatkan
munculnya kerawanan dan kecemburuan sosial dikalangan masyarkat.
Dari latar belakang dapat di identifikasi permasalah sebagai berikut :

1. Jumlah Penduduk per 25 April 2010, mencapai 552 orang, laki-laki 258 Orang dan
Perempuan 294 Orang. Jumlah Kepala Keluarga (KK ) 138, dengan jumlah penduduk
yang cukup tinggi tidak memungkinkan publics service dapat berjalan dengan baik.
2. Sarana dan prasarana sudah memenuhi syarat baik infrastruktur wilayah Rukun
Tetangga dan sarana perhubungan, sehingga sudah memungkinkan untuk dimekarkan
terbentuknya Rukun Tetangga yang baru.
3. Untuk mempercepat proses pembangunan disegala bidang dan meningkatkan
pelayanan public serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
4. Bahwa wilayah Rukun Tetangga 07 Rukun Warga 01 Kelurahan Jatijajar Kecamatan
Tapos Kota Depok, sesuai situasi dan kondisi dinamika masyarakatnya saat ini, baik
ditinjau dari aspek geografi, demografi dan kondisi sosial ekonomi, memungkinkan
untuk dimekarkan.

II. DASAR HUKUM :

1. Undang – Undang No. 32 Tahun 2004. Tentang pemerintahan daerah


2. Peraturan Daerah Kota Depok No.10 Tahun 2002 :

Bab I. Tentang Ketentuan Umum

• Pasal 1 ayat ( 8 ) tentang Rukun Tetangga yang selanjutnya disingkat (RT) adalah
Lembaga yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka
pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Kelurahan;

Bab II. Tentang Rukun Tetangga

• Pasal 2 ayat ( 1 ) tentang Ditingkat Kelurahan dapat dibentuk beberapa RT sesuai


dengan kebutuhan masyarakat yang ditetapkan oleh Kelurahan.
• Pasal 2 ayat ( 2 ) Setiap RT terdiri dari sekurang-kurangnya 30 ( Tiga Puluh ) kepala
keluarga dan sebanyak-banyaknya 60 ( Enam Puluh ) kepala keluarga.
• Pasal 2 ayat ( 3 ) Pembentukan RT dilakukan melalui musyawarah warga setempat.
• Pasal 2 ayat ( 4 ) Hasil pembentukan RT dikukuhkan oleh Lurah.

III. TUJUAN

TUJUAN PEMBENTUKAN

• Pembentukan Rukun Tetangga bertujuan untuk meningkatakan pelayanan publik


guna mempercepat terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat.
• Didasarkan pada Aspirasi Masyarakat dengan maksud untuk menigkatkan
kemampuan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pelayanan terhadap Masyarakat
serta untuk menumbuhkan peran serta masyarakat dalam Pembangunan Desa,
sehingga dapat mempercepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

IV. DATA WILAYAH RUKUN TETANGGA

1. Luas Rukun Tetangga 07 / 01 : 2,21 HA


2. Jumlah Kepala Keluarga : 138 KK
3. Jumlah Penduduk Laki-laki : 258 Jiwa
4. Jumlah Penduduk Perempuan : 294 Jiwa
5. Jumlah Penduduk Keseluruhan : 552 Jiwa
V. RENCANA WILAYAH RUKUN TETANGGA 10

1. Luas Wilayah RukunTetangga 10 / 01 : 1,14 HA


2. Jumlah Penduduk : 258 Jiwa
3. Jumlah Kepala Keluarga : 68 KK
4. Batas Wilayah , Sebagai berikut :
1. Utara : Wilayah RT 07
2. Timur : Kali Cipinang
3. Selatan : Perum.Alam Jatijajar Asri RT 09
4. Barat : Perum.Alam Jatijajar Asri RT 04

Bahan ini Merupakan sebuah Rancangan,hal ini masih memungkinkan untuk berubah
tergantung dari hasil Musyawarah.
VI. LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Peta Wilayah RT 07
2. Draf Rencana Peta Wilayah RT 10
3. Rekapitulasi jumlah Penduduk per Tahun 2010
4. Peraturan Daerah Kota Depok No.10 Tahun 2002 :

Demikian Proposal ini kami ajukan sebagai Representasi dari aspirasi Masyarakat,
untuk dapat segera di Realisasikan.

Jatijajar 01 mei 2010

KOMITE PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA 10/01 JATIJAJAR

Ketua Sekretaris

( Eddy Marimo.Amd ) ( Ilhamudin .A )