Anda di halaman 1dari 16

PRODUCTION OPTIMIZATION

Komitmen Hess terhadap Optimalisasi Produksi


Visi Hess untuk keunggulan produksi adalah bahwa standar Ekplorasi dan
Produksi (E&P) Hess akan menjadi dikenal sebagai produser secara
global, menjadi acuan bagi top-quartile production excellent.
Untuk mewujudkan visinya tersebut, Perusahaan Hess berkomitmen untuk
:

Melindungi tenaga kerja, lingkungan, dan komunitas dimana Hess


beroperasi.

Menjaga integritas atas peralatan dan fasilitas.

Memaksimalkan ketersediaan dan produktivitas dari asset-aset


yang dimiliki.

Mengoptimalisasi pengeluaran-pengeluaran.

Ekspektasi optimalisasi produksi termasuk hal-hal di bawah ini :

Melakukan penilaiannya berkala atas apa yang telah dilakukan


dengan ekspektasi yang telah ditetapkan.

Mengidentifikasi dan memprioritaskan perbedaan antara kedua hal


di atas agar semakin kecil selisihnya.

Mencari dan meniru pengalaman terbaik yang telah dilakukan


secara global.

Menetapkan, mencari sumber daya dan mengimplementasikan


rencana pengembangan yang terus menerus.

Menyusun target-target untuk melanjutkan pengembangan demi


menjaga performa optimalisasi produksi.

Mengevaluasi
perkembangannya secara regular, melakukan
kegiatan untuk meraih prestasi dan menjagai kelanjutan target
performa.

1. Pendahuluan
Tujuan dari Optimalisasi Produksi

Untuk meningkatkan usaha-usaha yang telah ada melalui asset untuk


mengembangkan produksi dan cadangan melalui praktek kerja yang biasa
dilakukan.
Optimalisasi produksi mencari cara untuk memajukan kolaborasi
lingkungan dengan cara memfasilitasi penyatuan aneka bidang keilmuan
yang dapat membuat Hess untuk mendapatkan yang terbanyak dari
yang mereka miliki. Hal tersebut dapat terwujud melalui standarisasi
penggunaan peralatan, berbagi pengalaman terbaik atas technical work
dan proses kerja yang umum.

Strategi
Strategi bisnis ditentukan oleh level manajemen tertinggi di dalam
organisasi Hess dan dialirkan menuju Hess E&P business seperti yang
digambarkan di Gambar 1.
Konsisten dengan Hess E&P Management System, strategi Global
Production Excellence (GPE) menetapkan espektasi untuk memenuhi
tujuan strategis di setiap elemen dari keunggulan produksi (Production
Excellence); EHS dan tanggung jawab social, integritas, maintenance dan
reliability, optimalisasi produksi, dan manajemen biaya dan control.

Gbr 1

2. Ringkasan
Siklus Optimalisasi Produksi
Siklus optimalisasi produksi pada Hess adalah pekerjaan teknis, peralatan
dan komunikasi-komunikasi yang mengidentifikasi dan peluang-peluang
matang untuk meningkatkan produksi dan cadangan produksi. Gambar 2
menunjukkan siklus tersebut.
Di ujung siklus adalah pembangkitan ide. Ide-ide dihasilkan dengan
menganalisa kinerja lapangan, mengevaluasi kerugian-kerugian yang
terjadi dalam proses produksi, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang
terjadi pada sistem, dan pengalaman dari personil tim. Ide-ide tersebut
dibawa ke dalam pertemuan kolaboratif dari berbagai bidang dalam
organisasi; ide-ide jangka pendek akan didiskusikan dan dilakukan untuk
menambah nilai.
Ide-ide jangka panjang membutuhkan investasi waktu dan uang ditangkap
sebagai daftar peluang dan dapat terwujud melalui penyelesaian
pekerjaan teknis. Peluang-peluang matang dilaksanakan, dan peuang-

peluang tersebut menambah nilai dasar asset untuk mendapatkan yang


terbayak dari apa yang dimiliki. Respon di lapangan adalah hasil untuk
asset tim, dan siklus dimulai lagi dari hal ini.

3. Kerangka Kerja Optimalisasi Produksi E&P


Kerangka kerja optimalisasi produksi HESS mengikuti daur pengembangan
secara berkelanjutan dari HESS E&P berkomitmen, merencanakan,
pelaksanaan, pengukuran, peninjauan, dan peningkatan seperti yang
ditunjukkan pada gambar 3 di bawah ini. Hal ini bertujuan untuk menjadikan
kesempurnaan optimalisasi produksi melalui HESS E&P.

Gambar 3
Berkomitmen

1. Organisasi dan Kepemimpinan

Merencanakan

2. Rencana optimalisasi produksi

Pelaksanaan

3. Manajemen kinerja lapangan


4. Rencana pengumpulan data
5. Penelusuran kehilangan
produksi
6. Model kapasitas
7. Pertemuan optimalisasi
produksi
8. Pendataan peluang
9. Pengukuran kinerja

Pengukuran
Peninjauan, dan
peningkatan

10.Audit dan verifikasi

Bagian-bagian di bawah dokumen ini menjelaskan tujuan dan maksud dari


harapan-harapan HESS E&P untuk tiap 10 elemen dari kerangka kerja
optimalisasi produksi.

4. Harapan-Harapan dari Optimalisasi Produksi


Elemen 1

Organisasi dan Kepemimpinan

Elemen 2

Rencana optimalisasi produksi

Elemen 3

Manajemen kinerja lapangan

Elemen 4

Rencana pengumpulan data

Elemen 5

Penelusuran kehilangan produksi

Elemen 6

Model kapasitas

Elemen 7

Pertemuan optimalisasi produksi

Elemen 8

Pendataan peluang

Elemen 9

Pengukuran kinerja

Elemen 10

Audit dan verifikasi

Elemen 1: Organisasi dan Kepemimpinan


Tujuan
Menyediakan struktur organisasi yang berbasis kepemimpinan dimana tanggung
jawab individu dan kelompok ditetapkan berdasarkan pekerjaan teknis,
penggunaan alat-alat, dan partisipasi dalam pertemuan-pertemuan yang
mendukung optimalisasi produksi.
Harapan-Harapan
1.1

1.2

1.3

Kepemimpinan: pemimpin pada semua level dalam organisasi


produksi:

Mampu mempromosikan optimalisasi produksi dengan


mengkomunikasikan pendorong bisnis, visi, dan harapanharapan pada timnya.

Menunjukkan dukungannya dan komitmen personal terhadap


optimalisasi produksi melalui partisipasi aktif dengan timnya.

Memastikan pemenuhan harapan-harapan optimalisasi


produksi oleh timnya.

Organisasi: tim aset bertanggung jawab pada optimalisasi


produksi adalah

Secara layak didukung dengan kantor dan personel berbasis


lapangan yang mencerminkan sifat multi disiplin dari aset.

Mampu mendefinisikan, mendukung, dan melaksanakan


usaha optimalisasi produksi dari aset.

Secara jelas mendefinisikan peranan dan tanggung jawab


yang terdokumentasi.

Membutuhkan peninjauan ulang rencana sumber daya


setidaknya tiap tahun untuk memastikan bahwa hal tersebut
sesuai dengan tujuan dan sejalan dengan prioritas E&P
global.

Akuntabilitas: seorang pimpinan unit bisnis harus teridentifikasi


dan bertanggung jawab terhadap pemenuhan dengan rencana
optimalisasi produksi yang didefinisikan oleh aset.

Elemen 2: Rencana Optimalisasi Produksi


Tujuan
Menciptakan rencana optimalisasi produksi (sistem manajemen) yang
menunjukkan bagaimana aset akan memenuhi harapan-harapan yang ada dalam
dokumen ini. Rencana akan menyediakan dasar untuk audit dan cara untuk
mengkomunikasikan proses optimalisasi produksi dari aset.
Harapan-Harapan
2.1

Rencana yang terdokumentasi: tiap aset memiliki rencana


optimalisasi produksi yang terdokumentasi.

2.2

Isi rencana: rencana ini memuat tentang bagaimana tiap aset

Mengumpulkan dan memvalidasi data.

Menganalisa dan menginterpretasikan data

Mengidentifikasi dan melaporkan kehilangan produksi

Mengembangkan dan mempertahankan model kapasitas

Mendefinisikan pertemuan-pertemuan optimalisasi produksi

Mengelola peluang-peluang

2.3

Pengembangan rencana: rencana ini dikembangkan oleh tim dari


multi disiplin dan disetujui oleh pimpinan unit bisnis. Kepemilikan
harapan-harapan individu telah dijelaskan dalam rencana.

2.4

Template untuk Sistem Manajemen Tanggapan: template


untuk sistem manajemen tanggapan digunakan untuk
mendokumentasikan tanggapan dari aset untuk harapan-harapan
yang layak.

2.5

Pengendalian dokumen: rencana ini dikelola oleh aset sebagai


dokumen pengendali.

2.6

Peninjauan rencana: tiap aset meninjau rencananya menurut


panduan pengendalian dokumen.

Element 3: Field Performance Management


Tujuan
Meningkatkan pengertian dari performa asset dan menyediakan input ke
Production Loss Tracking, Capacity Model dan Production Optimization Meetings
(Elemen 5-7)
Ekspektasi
3.1 Establish Expected Performance:
Setiap asset menetapkan kinerja yang diharapkan untuk waduk, sumur, fasilitas
dan fasilitas permukaan ( gathering, pengolahan dan fasilitas, ekspor dan
penjualan ). Diharapkan kinerja ini didasarkan pada informasi berdasarkan
analog yang tersedia metode analitis dan model. numeric.
3.2 Analysis and Interpretation of Actual Performance:
Setiap asset memiliki sebuah proses untuk menganalisa dan menginterpretasi
performa yang sebenarnya berdasarkan data yang disurvei baik secara rutin dan
tidak rutin. Evaluasi dilakukan pada level berikut ini untuk menilai performa :
Performa Waduk
Metode yang termasuk seperti simulasi numeric, keseimbangan material,
analisa penurunan kurva, analisa tekanan sementara, voljumetric dan
perbandingan analog.
Performa Sumur
Metode yang termasuk sperti pengujian sumur, artificial lift, dan network
modeling,
Performa Fasilitas Permukaan
Metode ini termasuk performa peralatan, proses stream inlet dan
komposisi outlet, management chemical dan process modeling.
Performa Lapangan
Metode yang termasuk seperti faktor alokasi produksi dan injeksi, faktor
meter, biaya produksi dan injeksi, reliability, jaminan aliran, konsumsi
energy, integrated production modeling, dan intregitas perlengkapan.
3.3 Identify Gaps:
Setiap asset mengidentifikasi performa jarak yang terbentuk, akar permasalahan
yang dihadapi dan aksi pembenaran.
3.4 Action Plans:
Mengembangkan rencana untuk mengidentifikasi jarak. Merangkum rencana
pada Production Optimizattion Meetings (Elemen 7).

3.5 Field Performance Practices:

Aset mencoba menemukan langkah yang terbaik dan menggunakannya untuk


menganalisa dan menginterpretasi performa lapangan. Aset-aset secara teratur
didokumentasikan dan dibagi untuk langkah sekarang dengan asset lainnya.
Element 4: Data Gathering Plan
Tujuan
Memastikan bahwa data valid yang dikumpulkam, memverifikasi,
menyimpan untuk Field Performance Management (Elemen 3)

dan

Ekspektasi
4.1 Data Gathering Plan:
Setiap Aset memiliki data perencanaan bersama yang mengatasi semua
persyaratan data Production Optimization untuk waduk, sumur dan fasilitas
permukaan.
4.2 Rencana termasuk persyaratan untuk :
Routine Surveillance Data:
Ini termasuk data frekuensi tinggi (SCADA) dan frekuensi rendah (dikumpulkan
secara manual)
Non-Routine Surveillance Data:
Meliputi data yang dikumpulkan sesuai kebutuhan atau berdasarkan kesempatan
yang ada.
Contohnya survey tekanan atau data yang dikumpulkan selama mengebor
sumur.
4.3 Plan Update:
Pengumpulan perencanaan data diupdate setiap tahun, mengutamakan
anggaran dan proses perencanaan, untuk menganalisis pengeluaran dan hasil
produksi.
4.4 Data Owner:
Kepemilikan data ditunjuk dalam asset. Pengontolan ditempatkan untuk
memastikan data reliable dan valid, dan secara akurat menunjukkan performa
asset.
4.5 Data Storage:
Data disimpan dan diamankan dalam sebuah lokasi yang sudah diidentifikasi
pada Production Optimization Plan untuk asset.

4.6 Data Use:

Data dikumpulkan tetapi tidak digunakan untuk review dan disatukan ke dalam
Field Performance Management (Elemen 3) atau dieleminasi dari Data Gathering
Plan.
Element 5: Production Loss Tracking
Tujuan
Menganalisa dan melaporkan semua kerugian produksi yang menyebabkam
sebuah asset untuk memproduksi dibawah kapasitas yang terintegrasi
Kapasitas yang terintegrasi adalah :
Rate maksimum yang digunakan selama safe operating envelope dari asset.
Determinasi yang terjadi ketika semua bagian dari system berjalan tanpa henti
Determinasi ulang setelah semua perubahan yang signifikan berubah dalam
kapasitas asset seperti intervensi sumur atau modifikasi fasilitas.
Paling tidak sama dengan rate tertinggi yang dicapai selama periode produksi
puncak yang terjadi saat ini atau hari yang terbaik.
Tidak termasuk flush production yang artinya produksi yang sebenarnya dapat
secara jelas mengeluarkan kapasitas terintegrasi
Ekspektasi
5.1 Integrated Capacity Workflow:
Menetapkan diagram kerja untuk mendeterminasi dan mengupdate kapasitas
terintegrasi pada system regular
Integrated Capacity mendeterminasikan cara dengan cara semua kerugian
produksi is determined in such a way that all Production Losses are apparent.
Enter Integrated Capacity in the production loss tool.

5.2 Production Loss Capture: Tentukan alur kerja untuk menganalisa kerugian
produksi.
Mengidentifikasi peristiwa yang berkontribusi terhadap perbedaan antara
Produksi Aktual dan Kapasitas Terpadu.
Kategorisasi dan masukkan peristiwa kerugian produksi mengikuti pedoman
untuk produksi global Alat rugi.
Menjaga persyaratan pelaporan akuntansi produksi.
Untuk semua kejadian kehilangan produksi yang tidak direncanakan, aset
memulai analisis akar penyebab untuk menentukan penyebab.
Kesempatan untuk mengurangi kerugian diidentifikasi dan dimasukkan ke
dalam Daftar Peluang (Elemen 8).

5.3 Verifikasi: ulasan Aset dilakukan setidaknya triwulan, membandingkan


rekaman Kapasitas Terpadu dibandingkan
Produksi Aktual ditambah Kerugian Produksi, untuk memastikan bahwa Kapasitas
Terpadu diatur dengan benar.
Elemen 6: Kapasitas Model
Tujuan
Mengidentifikasi dan memahami batas-batas saat ini setiap bagian dari sistem
produksi.
Ekspektasi
6.1 Kapasitas Model:
Setiap aset memiliki Kapasitas Model yang mewakili potensi produksi di tingkat
berikut:
Kapasitas Terpadu = Produksi aktual + Kerugian yang direncanakan dan tidak
direncanakan
Kapasitas dengan Peluang Beban
Kapasitas dengan Peluang Investasi
6.2 Sistem:
kapasitas Aset dievaluasi dan didokumentasikan untuk sistem berikut:
Waduk
Sumur
Gathering
Proses dan Fasilitas
Ekspor dan Penjualan
6.3 Subsistem:
Aset dapat membagi sistem membatasi yang sesuai untuk masing-masing
situasi tertentu aset. Contoh mungkin adalah untuk mematahkan Proses dan
sistem Fasilitas menjadi minyak, air dan gas subsistem penanganan.
6.4 Update:

Kapasitas Model diperbarui sebelum ke bengkel optimalisasi aset (Elemen 7.7)


untuk memberikan pemahaman tentang kemacetan sistem saat ini.
Elemen 7: Production Optimization Meetingd
Tujuan
Memberikan pendekatan terstruktur untuk mengintegrasikan dan berbagi
pekerjaan teknis, peralatan dan diskusi yang mengidentifikasi dan peluang
matang untuk aman meningkatkan produksi dan cadangan.
Ekspektasi
7.1 Jadwal Pertemuan:
Membangun dan menjaga jadwal pertemuan dengan didefinisikan kehadiran
minimal dengan disiplin.
7.2 harian, aset melakukan:
Sebuah diskusi meninjau operasi berjalan berfokus pada kemarin, hari ini dan
besok kegiatan
yang mempengaruhi EHS, pemeliharaan, manajemen biaya dan kinerja produksi
7.3 Setidaknya mingguan, aset melakukan:
Sebuah diskusi yang dirancang untuk mengatasi masalah jangka pendek
Optimasi Produksi seperti angkat dan buatan Alokasi injeksi

7.4 Setidaknya bulanan, aset melakukan:


Sebuah sesi bekerja untuk mengatasi perencanaan aktivitas masa depan
terpadu berpusat pada meninjau dan mengkoordinasikan kegiatan yang
direncanakan

Sebuah sesi kerja untuk meramalkan produksi


membandingkan dengan anggaran dan perkiraan

jangka

pendek

dan

Sebuah sesi kerja untuk membahas masalah pengawasan produksi untuk


waduk, sumur dan fasilitas permukaan, termasuk peristiwa baik yang
signifikan dari laporan kehilangan produksi
7.5 Setidaknya triwulanan, aset melakukan:
Pertemuan manajemen untuk meninjau status dan prioritas item dalam
Peluang Daftar untuk memastikan bahwa item yang jatuh tempo
7.6 Setidaknya dua kali setiap tahun, aset melakukan:
Sebuah sesi kerja yang melibatkan tinjauan kinerja rinci waduk, sumur dan
fasilitas permukaan
7.7 Setidaknya setiap tahun, aset melakukan:
Lokakarya optimalisasi aset mana tim multi-disiplin yang luas ulasan kinerja
lapangan dari reservoir ke penjualan. Peluang baru Brainstorming akan
menjadi bagian penting dari workshop ini.
7,8 Jika diperlukan, aset melakukan:
Sebuah "Menghasilkan Max" lokakarya, sekitar dua minggu yang panjang, di
mana tim multi-disiplin yang sangat luas dengan keterlibatan yang signifikan
dari pihak eksternal (teman sebaya, EPT, konsultan) meneliti aset secara rinci

Elemen 8: Peluang Register


Tujuan
Menangkap, memprioritaskan, menerapkan dan mengkomunikasikan peluang
Optimasi Produksi untuk meningkatkan atau melindungi produksi dan cadangan.
Ekspektasi
8.1 Opportunity Capture: Tim aset menangkap peluang Optimasi Produksi.
Masukkan peluang mengikuti pedoman yang diberikan dengan alat Register
Peluang.
Batasi entri hanya orang-orang yang membutuhkan kesempatan baik
pengeluaran uang atau sumber daya untuk dilaksanakan.
Peluang termasuk tanggal penyelesaian diperkirakan, yang bisa berkisar dari
jangka pendek hingga panjang.
peluang serupa dapat dikelompokkan mana yang sesuai.
Register digunakan sebagai masukan kunci untuk rencana bisnis tahunan.
8.2 Cadangan Saldo: Entri dalam Daftar Peluang yang memiliki potensi untuk
menambah baru, terbukti (P1)
cadangan meliputi:
Perkiraan volume ditambahkan dan waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tempo
mereka volume
- Perkiraan ini adalah perkiraan cadangan, perkiraan benar disimpan dalam
Perusahaan sistem Cadangan.
Identifikasi hambatan utama mencegah cadangan pematangan dan tindakan
yang diperlukan
untuk menghapus hambatan
8.3 Prioritas: aset memprioritaskan item dalam Daftar Peluang dan
mengkomunikasikan prioritas-prioritas untuk Pertemuan Optimasi Produksi
(Elemen 7.5) untuk mengalokasikan sumber daya.
8.4 Kustodian: kustodian A diberikan untuk setiap aset untuk mengelola dan
memelihara Daftar Peluang. Kustodian juga memfasilitasi pembahasan prioritas
dalam pertemuan kajian Register Peluang (Elemen 7.5).

Elemen 9: Pengukuran Kinerja


Tujuan
Menunjukkan hasil kegiatan Optimasi Produksi atas aset tersebut.
Ekspektasi
9.1 Sasaran: Aset mengembangkan target yang mendorong perbaikan terusmenerus dan adalah:
Konsisten dengan metrik global yang disetujui oleh tim kepemimpinan
Aset-spesifik dimana tepat, aset menghasilkan target spesifik tambahan yang
menunjukkan hasil
Upaya Optimasi Produksi aset
9.2 Pelacakan: Trek aset dan laporan kinerja terhadap target dikembangkan
dalam Elemen 9.1 di atas.
9.3 Lookbacks: Aset mengkaji kinerja aktual versus harapan peluang karena
mereka selesai dan memasuki hasilnya ke dalam Daftar Peluang untuk
digunakan dalam analisis masa depan, seperti modal Studi pemanfaatan.

Elemen 10: Audit dan Verifikasi


Tujuan
Menunjukkan kepatuhan dengan Rencana Produksi Optimasi aset tersebut.
Ekspektasi
10.1 Audit sendiri: Aset melakukan periodik diri audit dari Rencana Optimasi
Produksi untuk memastikan kesesuaian dengan rencana dan dengan Harapan
Optimasi Produksi.
10.2 Kepatuhan: Suatu audit kepatuhan dengan mendirikan Rencana Produksi
Optimasi dilakukan sebagai bagian dari operasi (eksternal) audit.
10.3 Audit Cakupan: Audit ini meliputi (setidaknya) review berikut ini:
Bidang Manajemen Kinerja kerja
Pelaksanaan Rencana Pertemuan data
identifikasi kerugian Produksi
representasi Model Kapasitas
Frekuensi pertemuan dan kehadiran
Penggunaan Register Peluang
10.4 Partisipasi Audit: Kontraktor dan pihak ketiga termasuk dalam audit
tersebut.
10.5 Audit Obral: Tim aset mengembangkan rencana
mengatasi dan menutup temuan audit yang disepakati.

tindakan

untuk