Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

SISTEM TRANSPORTASI

SUBWAY
(KERETA BAWAH TANAH)

Oleh:
AKHMAD DWIKO ALIANDRI
0810610027

Pendahuluan

Pengertian kereta api


Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga
gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang
akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi
massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang
berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan
kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas
sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena
sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha
memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan
darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antar negara.

Sejarah kereta api


Sejarah perkeretaapian sama seperti sejarah alat transportasi umumnya
yang diawali dengan penemuan roda. Mulanya dikenal kereta kuda yang hanya
terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta kuda yang menarik
lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel)
dan dinamakan sepur. Ini digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat
terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.
Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat
kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap. Orang-orang menyebut kendaraan itu
sebagai kuda besi. Kemudian Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang
dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkannya pada pertunjukan di depan
masyarakat umum. George Stephenson menyempurnakan lokomotif yang
memenangi perlombaan balap lokomotif dan digunakan di jalur LiverpoolManchester. Waktu itu lokomotif uap yang digunakan berkonstruksi belalang.
Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif
uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik kereta lebih banyak.
Penemuan listrik oleh Michael Faraday membuat beberapa penemuan
peralatan listrik yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik kemudian
digunakan untuk membuat trem listrik yang merupakan cikal bakal kereta api
listrik. Kemudian Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel yang lebih
bertenaga dan lebih efisien dibandingkan dengan lokomotif uap. Seiring dengan
berkembangnya teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta
api magnet yang memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa. Jepang
dalam waktu dekade 1960-an mengoperasikan KA Super Ekspress Shinkanzen
dengan rute Tokyo-Osaka yang akhirnya dikembangkan lagi sehingga menjangkau
hampir seluruh Jepang. Kemudian Perancis mengoperasikan kereta api serupa
dengan nama TGV.

Pembahasan
Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah
permukaan tanah (subway). Kereta jenis ini dibangun dengan membangun
terowongan-terowongan di bawah tanah sebagai jalur kereta api. Dan tipe kereta
api yang digunakan adalah tipe kereta listrik . Umumnya digunakan pada kota kota
besar (metropolitan) seperti New York, Tokyo, Paris, Seoul dan Moskwa. Selain itu
ia juga digunakan dalam skala lebih kecil pada daerah pertambangan. Biaya yang
dikeluarkan sangat mahal sekali, karena sering menembus 20m di bawah
permukaan, dibawah bangunan maupun jalan,biayanya yaitu kurang lebih 7
(tujuh) kali lipat dari pada kereta permukaan. Misalnya kalau untuk membangun
dengan jarak yang sama untuk permukaan membutuhkan $ 10 juta, maka yang di
bawah tanah memerlukan $ 70 juta. Di Jepang pembangunan lintas subway telah
dimulai sejak tahun 1905.
Teknologi transportasi tersebut dapat diterapkan di Indonesia.Bahkan di
Jakarta rencananya akan dibangun subway segmen Dukuh Atas ke Kota dari
Proyek MassTransit Jakarta.Transportasi tersebut diharapkan dapat mengatasi
kemacetan dan mengurangi polusi dalam kota.Sebagai megapolitan yang dihuni
lebih 15 juta penduduk, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
(Jabodetabek) belum memiliki sistem angkutan umum massal cepat (mass rapid
transit-MRT) yang mumpuni. Untuk menampung 20 jutaan perjalanan dengan
kendaraan bermotor per hari, Jakarta baru memiliki MRT berjenis bus TransJakarta yang mengangkut 200 ribu penumpang per hari dan kereta api yang
mengangkut 100 ribu penumpang per hari. Kalau semua berjalan sesuai dengan
rencana, tahun depan dimulai konstruksi kereta bawah tanah (subway) yang
melayani koridor Utara-Selatan Jakarta.
Pembangunan subway yang pertama di Indonesia ini akan menemui
beberapa permasalahan strategis. Pertama, jalur yang terbatas antara Lebak Bulus
dan Dukuh Atas hanya mampu mengangkut maksimum 400 ribu orang per hari.
Layanan subway baru akan beroperasi 2014. Saat itu, diperkirakan, jumlah
kendaraan roda empat di Jakarta mencapai 4 juta dan roda dua lebih dari 10 juta.
Untuk itu, subwayjelas tidak akan dapat memecahkan persoalan transportasi
Jakarta tanpa diintegrasikan dengan berbagai moda transportasi lainnya, terutama
bus Trans-Jakarta dan KA komuter Jabodetabek. Di samping itu, fasilitas tempat
parkir, terutama di Lebak Bulus menjadi penting untuk menarik para pengguna
kendaraan pribadi pindah ke subway.
Kedua, fasilitas transfer penumpang di Dukuh Atas menjadi salah satu kunci
khususnya bagi para penumpang yang memiliki tujuan di sekitar koridor utama
Sudirman-Thamrin-Kota. Stasiun Dukuh Atas akan menjadi stasiun interkoneksi
antarmoda yang sangat strategis dan akan menjadi ikon transportasi di Jakarta. Di
titik itu akan berpotongan jalur-jalur busway, subway, waterway, railway(komuter
dan bandara), dan monorel. Untuk mencari desain yang optimal, sebaiknya desain

stasiun multimoda Dukuh Atas disayembarakan dan dibuka kemungkinan untuk


kerja sama dengan swasta.
Ketiga, regulasi yang mengatur hak pembangunan dan penguasaan koridor
beserta akses ke berbagai bangunan yang ada di sepanjang jalur subwayakan
memegang peranan penting dalam menentukan kesinambungan operasi subway.
Integrasi antara operasi subwaydan aktivitas di sepanjang koridor sangat penting.
Akses stasiun subwayakan menjadi komoditas yang berharga dan harus dikelola
secara benar. Pengelolaan akses yang optimal dapat memberikan tambahan
pemasukan bagi pengelola jalur subwayberupa pendapatan di luar tiket.
Keempat, pemilihan jenis rangkaian kereta dan sistem persinyalan akan
menentukan biaya investasi dan biaya operasi pemeliharaan sistem. Di dunia ini,
terdapat berbagai pilihan teknologi kereta bawah tanah. Beberapa vendor tentunya
akan menawarkan produk masing-masing. Mengingat sumber pembiayaan subway
berasal dari Jepang, sangat mungkin terdapat persyaratan agar yang dipergunakan
adalah produk Jepang. Sebagai pemilik subway tentunya pemerintah harus
mengkaji berbagai pilihan teknologi tersebut dari segi keselamatan, keamanan,
keandalan, dan ketepatan.

Bor besar untuk menggali terowongan

Kelima, besarnya tarif tiket akan berpengaruh cukup signifikan terhadap


pengembalian
investasi.
Tarif
harus
dihitung
berdasarkan
tingkat
keekonomisannya. Itu seluruh biaya, termasuk biaya operasi dan pemeliharaan,
depresiasi, dan pembelian fasilitas baru. Besaran tarif teknis yang dihitung akan
dipadankan dengan hasil darikemampuan pengguna untuk membayar dan
kemauan pengguna untuk membayar. Selisih antara tarif teknis dikurangi hasil
ATP dan WTP akan merupakan subsidi bagi operasi subway.Penetapan segmen
masyarakat yang akan dilayani akan sangat berpengaruh tidak hanya kepada tarif
dan subsidi, tetapi juga kemampuan subwayuntuk mengurangi penggunaan
kendaraan pribadi. Bila yang disasar terlalu rendah, mereka yang memiliki
penghasilan lebih tinggi akan enggan untuk menggunakan subway. Akibatnya, yang
terjadi tidak mengurangi jumlah kendaraan di jalan, tetapi memindahkan para
pengguna kendaraan umum jenis ekonomi (bis ekonomi, bis patas, patas AC) ke
subway.
Terakhir, komunikasi publik kepada warga dan terutama mereka yang
terkena dampak. Pewartaan kondisi transportasi Jakarta yang akan diwujudkan
2014 akan sangat penting agar publik dapat memahami pembangunan subway.

Prakiraan dampak dan identifikasi mereka yang akan terkena dampak perlu
dengan dilakukan saksama. Simulasi kondisi lalu lintas di sekitar koridor
subwaysaat konstruksi harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Pengalaman pengerjaan koridor VIII-X buswayyang menyebabkan kekacauan lalu
lintas Jakarta diharapkan tidak terulang lagi. Informasi tentang lokasi-lokasi
konstruksi, lama waktu pengerjaan, dan jalur alternatif untuk menghindari
kemacetan akan menjadi kunci sukses dukungan masyarakat pada subway.
Kendala lain yang harus dihadapi dalam pembangunan transportasi ini
adalah dari segi keamanan,pasalnya jalur kereta bawah tanah (Mass Rapid
Transportation-MRT) yang akan dibangun di Jakarta beberapa tahun ke depan
dinilai rawan bencana dan menimbulkan kerusakan. Selain bencana alam,
gangguan yang mungkin timbul yakni kerusakan akibat sabotase maupun kelalaian
manusia. Hal tersebut terungkap dalam diskusi mengenai terowongan dan
konstruksi bawah tanah (Tunnel & Underground Construction) di Jakarta, Rabu
(30/9).
Menurut Claude Berenguier, Sekretaris Jenderal International Tunneling
Association (ITA), lembaga konsultan teknik nirlaba internasional, risiko bencana
yang kerap muncul dalam proyek terowongan bawah tanah seperti MRT yakni
gempa dan banjir. Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi di Kobe, Jepang, di
mana efek gempa amat terasa di jalur kereta bawah tanah kota itu.
"Dari situ terlihat, faktor risiko apa yang harus diambil para operator
terowongan," ujar dia.
Direktur Eksekutif ITA Olivier Vion menambahkan, pembangunan
terowongan bawah tanah bahkan kerap menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan antara lain kerusakan akibat konstruksi yang tak bisa terbaharui
(ireversible), pengaruh buruk pada sumber air tanah serta memberi efek geologis.
"Bahkan ada efek kerusakan arkeologi atau cagar budaya yang mungkin
tersimpan di kedalaman tanah," kata dia.
Untuk itu, keduanya menekankan pentingnya faktor pengamanan dalam
pembangunan jalur MRT. Selain penggunaan teknik konstruksi yang sinergis
dengan alam dan tahan bencana, keberadaan peralatan pengamanan dianggap
penting dalam proyek pembangunan MRT.Rentannya jalur terowongan MRT akan
bencana diakui oleh Tribudi Rahardjo, Direktur Utama PT Mass Rapid Transit
Jakarta. Menurut dia, kondisi geologis Jakarta menimbulkan kerawanan tersendiri
seperti bahaya gempa dan banjir.
Namun terdapat pula keuntungan dari dibangunnya system subway, salah
satu langkah yang jelas bisa dilakukan adalah efisiensi dalam pemakaian BBM.
Salah satu hal sebagai contohnya adalah Amerika yang telah mengadakan riset dan
penelitian tentang efisiensi, baik di kalangan rumah tangga atau industri. Di

Amerika, saving energi dengan efisiensi ini bisa mencapai lebih dari 25%. Jadi,
hasilnya adalah signifikan sekali bila efisiensi energi dilakukan.
Selain itu juga sebetulnya sudah saatnya layak ada subway untuk
mengurangi kondisi traffic jam di, terutama di Jakarta. Karena hal ini berdampak
pada efisiensi terkurasnya BBM pada kondisi kemacetan lalu-lintas.Dan juga dapat
mengurangi masalah polusi dan dapat mengurangi pemanasan global

Penutup

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari teknologi subway ini adalah bahwa
jenis transportasi ini dapat diterapkan di Indonesia,namun terdapat kendala dalam
penerapannya.Yang pertama dari segi alam,karena pembangunan subway di masa
mendatang dinilai rawan oleh bencana gempa dan banjir,dan pembangunan
tersebut akan memberikan efek geologis.Yang kedua,kendala dating dari segi
pembiayaan,karena biaya yang dikeluarkan akan sangat besar,baik untuk
pembangunan terowongan dan stasiun kereta bawah tanah,dan juga untuk biaya
perawatan kereta dan perawatan jalur subway.Tetapi dari itu semua dapat diambil
keuntungan ,yaitu berkurangnya kemacetan dan polusi dengan mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Saran
Sebaiknya system transportasi subway ini segera diterapkan di
Indonesia.Karena transportasi ini menggunakan tenaga listrik,maka tidak akan
menambah polusi gas kendaraan bermotor diudara.Dan dapat meningkatakan
efisiensi perjalanan dari satu tempat ketempat lain karena transportasi ini terkenal
karena ketepatan waktunya.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Proyek_MassTransit_Jakarta- Wikipedia
online ensiklopedia
http://www.koranindonesia.com/2008/04/14/subway-jakarta-2014/
Koran Indonesia

http://www.tempointeraktif.com/share/?
act=TmV3cw==&type=UHJpbnQ=&media=bmV3cw==&y=JEdMT0
JBTFNbeV0=&m=JEdMT0JBTFNbbV0=&d=JEdMT0JBTFNbZF0=
&id=MjAwMDE0
Tempo Interaktif Online

http://www.kamusilmiah.com/teknologi/jakarta-perlu-subway/
Kamus Ilmiah