Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: LUH SUKARINI

NIM

: 13810331190113

PRODI

: AKUNTANSI REG. D

Rangga Umara, Pengusaha Kuliner Sukses Rumah Makan Lele Lela


Rumah makan Lele Lala adalah bisnis yang kemudian digeluti oleh Rangga Umara setelah berhenti dari
perusahaan. Kesuksesan Lele Lela sekarang tidak dibangun hanya dalam waktu semalaman oleh Rangga
Umara. Jatuh bangun telah mewarnai perjalanan Rangga membangun Rumah Makan Lele Lela. Saat
merintis Lele Lela, Rangga memulainya dengan modal 3 juta rupiah. Modal itu pun ia kumpulkan dengan
susah payah dari hasil menjual jam tangan, handphone, parfum, dan alat penggetar perut yang ada di rumah.
Dengan menggandeng temannya yang pintar meracik bumbu, Rangga memulai Lele Lela tahun 2007 dari
pinggir jalan di daerah Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Nama Lele Lela sendiri sudah dipakainya sejak gerai pertama didirikan. Kata Lela dipakai Rangga dengan
maksud agar nama ini selalu memberikannya sebuah harapan dan doa, sebab kata ini memiliki akronim
lebih laku atau lebih laris. Ide nya membuka kuliner lele bermula dari pengamatannya dari warung pecel
lele kaki lima yang memiliki kualitas yang kurang baik. Dari sinilah Rangga ingin mengangkat kuliner lele
agar lebih berkelas.
Dari gerai pertamanya di Pondok Bambu, jualannya tidak terlalu menguntungkan. Bahkan di bulan-bulan
ketiga dan kelima keuntungannya malah terus merosot bahkan minus hingga membuat dirinya harus
berhutang. Alih-alih mendapatkan untung, Rangga bersama istri dan satu anaknya justru diharuskan pergi
dari kontrakan karena Rangga sudah tidak bisa lagi membayar konrakan.
Namun keadaan yang sulit ini tak membuat dirinya putus asa, sarjana Informatika dari salah satu Perguruan
Tinggi Swasta di Bandung ini lalu memutuskan untuk membuat Lele Lela lebih professional. Maka, dengan
uang seadanya, Rangga kemudian menyewa tempat pada sebuah warung sepi di kawasan yang lebih
strategis.
Dengan sistem kerjasama dengan sistem setoran satu juta per bulan, Rangga memulai Lele LeIa dengan
konsep yang lebih modern dan menarik. Hasilnya sangat memuaskan, dalam satu bulan pertamanya di
tempat baru ini, Lele Lela mampu langsung meraup untung 3 juta rupiah per bulan dan angkanya terus
bergerak naik seiring pertambahan gerai Lele Lela.

Kini, pria kelahiran tahun 1979 itu telah memiliki lebih dari 42 cabang Lele Lela se-Indonesia dan satu
cabang di malaysia dengan omset yang diperkirakan telah mencapai Rp 4,8 milyar per bulan. Lele Lela juga
membuka kemitraan dengan beberapa aturan yang sudah ditentukan.