Anda di halaman 1dari 27

PAPER

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. ADAM MALIK
MEDAN

NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN
NIM
: 110100384

PAPER
ULKUS KORNEA

Disusun oleh:
LOSHINI RANGGANAZAN
NIM: 110100384

Supervisor:
dr. Marina Y. Albar, Sp.M
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
RSUP H. ADAM MALIK
MEDAN
2016

1

KATA PENGANTAR
PujisyukurkehadiratTuhanYangMahaEsakarenarahmat dan karunia-Nya
yang

memberikankesehatan

dan

kelapanganwaktubagipenulissehinggadapatmenyelesaikanmakalahinitepatpadawa
ktunya.
Padakesempataninipenulismengucapkanterimakasihkepadadr. Marina Y.
Albar,

Sp.Mselaku

supervisor

dalampenyelesaianmakalahini.

Judulmakalahiniialahmengenai“UlkusKornea”.
Adapuntujuanpenulisanmakalahiniialahuntukmemberikaninformasimengenai“Ulk
usKornea”.
Penulismenyadaribahwamakalahinimasihjauhdarisempurna.
Olehkarenaitu, penulismenerimasaran dan masukan yangbersifatmembangun dan
bermanfaatbagimakalahini.

Medan,Maret 2016

Penulis

1

...........................2... 8 2............. 16 2...............................................1 Definisi...........9 Pencegahan.................. 22 2................................11 Prognosis.......... i DAFTAR ISI ........................................................................................................2............................................. 24 BAB 3 KESIMPULAN................................... 18 2...........................................................10Komplikasi................. 7 2................................................4 Etiologi.........................................2Epidemiologi.................................................................................... 1 BAB 2 TINJAUANPUSTAKA................2...2.................. 8 2......................................................... 9 2.. 25 DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 8 2..2................2..........2......................................................2...............6ManifestasiKlinis..…………………………………… 16 2...................................................... 11 2........................ ii BAB 1 PENDAHULUAN........................................1Anatomi dan FisiologiKornea…………………………………… 5 2..........DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ......2...............8Penatalaksanaan............................................................................................................ 3 2................................3 Patofisiologi............................ 26 LAMPIRAN 2 ................................................2UlkusKornea.................7 Diagnosis…………………...............................2.......................5 Klasifikasi............................2................................. 23 2........................................................................................

dipertahankan oleh pompa bikarbonat aktif pada endotel dan oleh fungsi sawar epitel dan endotel. 3 . Sebaliknya.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. perforasi. proses itu dan penguapan langsung adalah faktor-faktor yang menarik air dari stroma kornea superfisial untuk mempertahankan keadaan dehidrasi. namunhanyabila diagnosis penyebabnyaditetapkansecaradini dan diobatisecara memadai. avaskuler dan deturgenses.2 Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung. bahkan kebutaan. dan dengan air mata atau penyakit yang menyebabkan masuknya bakteri atau jamur ke dalam kornea sehingga menimbulkan infeksi atau peradangan. endoftalmitis. Sifat tembus cahayanya disebabkan strukturnya yang uniform. Deturgenses. diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma. Keadaan ini menimbulkan nyeri. Kerusakan sel-sel endotel menyebabkan edema kornea dan hilangnya sifat transparan. Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang tepat dan cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya komplikasi berupa descematokel. Endotel lebih penting daripada epitel dalam mekanisme dehidrasi dan cedera kimiawi atau fisik pada endotel jauh lebih berat daripada cedera pada epitel. menurunkan kejernihan penglihatan dan kemungkinan erosi kornea. atau keadaan dehidrasi relatif jaringan kornea. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 BAB 1 PENDAHULUAN Pembentukanparutakibatulserasikorneaadalahpenyebabutamakebutaan dan ganguanpenglihatan di Kebanyakangangguanpenglihataninidapatdicegah. Ulkus kornea merupakan luka terbuka pada kornea.1 Ulkus kornea dapat terjadi akibat adanya trauma pada oleh benda asing. seluruhdunia. cedera pada epitel hanya menyebabkan edema lokal sesaat stroma kornea yang akan menghilang bila selsel epitel telah beregenerasi.1 Kornea berfungsi sebagai membran pelindung dan “jendela” yang dilalui berkas cahaya menuju retina. Penguapan air dari film air mata prakornea berakibat film air mata menjadi hipertonik.

ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Ulkus kornea yang sembuh akan menimbulkan kekeruhan kornea dan merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. jamur. sedangkan predisposisi terjadinya ulkus kornea antara lain terjadi karena trauma.000 penduduk di Indonesia. dan kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya.3 Insiden ulkus kornea tahun 1993 adalah 5. pemakaian lensa kontak.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H.3 juta per 100. dan virus dan bila terlambat didiagnosis atau diterapi secara tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan stroma dan meninggalkan jaringan parut yang luas.2 Di Indonesia kekeruhan kornea masih merupakan masalah kesehatan mata sebab kelainan ini menempati urutan kedua dalam penyebab utama kebutaan.3 4 . Kekeruhan kornea ini terutama disebabkan oleh infeksi mikroorganisme berupa bakteri.

2.5 mm dari anterior ke posterior. Batas antara sclera dan kornea disebut limbus kornea.1 Anatomi dan Fisiologi Kornea Kornea adalah jaringan transparan. stroma. Kornea ini disisipkan ke sklera di limbus.1 Gambar 1. kornea mempunyai lima lapisan yang berbeda-beda: lapisan epitel (yang bersambung dengan epitel konjungtiva bulbaris). yang ukurannya sebanding dengan kristal sebuah jam tangan kecil. Anatomi Kornea 5 . dan lapisan endotel. Kalau kornea udem karena suatu sebab.65 mm di tepi. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.2. dan diameternya sekitar 11. lapisan Bowman. maka kornea juga bertindak sebagai prisma yang dapat menguraikan sinar sehingga penderita akan melihat halo. sekitar 0. lengkung melingkar pada persambungan ini disebut sulkus skelaris. membran Descement.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Kornea merupakan lensa cembung dengan kekuatan refraksi sebesar + 43 dioptri.54 mm di tengah. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0. UlkusKornea 2.

Membran Bowman  Terletak dibawah membrana basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma. 6 . sel basal berikatan erat dengan sel basal disampingnya dan sel polygonal didepannya melalui desmosom dan macula okluden. dan sel muda ini terdorong kedepan menjadi lapis sel sayap dan semakin maju kedepan menjadi sel gepeng. 3. terdiri atas 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih. ikatan ini menghambat pengaliran air.Keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblast terletak diantara serat kolagen stroma. terbentuknya kembali serat kolagen memakan waktu lama yang kadang-kadang sampai 15 bulan.  Epitel berasal dari ectoderm permukaan. Lapisan epitel  Tebalnya 50 µm .  Pada sel basal sering terlihat mitosis sel.  Sel basal menghasilkan membrane basal yang melekat erat kepadanya. Pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang dibagian perifer serat kolagen ini bercabang.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. 2. Jaringan Stroma  Terdiri atas lamel yang merupakan sususnan kolagen yang sejajar satu dengan yang lainnya. Bila terjadi gangguan akan menghasilkan erosi rekuren. elektrolit dan glukosa yang merupakan barrier. satu lapis sel basal.  Lapis ini tidak mempunyai daya regenerasi. Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Kornea terdiri dari 5 lapisan dari luar kedalam: 1. sel polygonal dan sel gepeng.

PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. saraf ke V. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan diantara. Endotel melekat pada membran descement melalui hemidosom dan zonula okluden. avaskularitasnya dan deturgensinya. saraf nasosiliar. bentuk heksagonal. dan air mata. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan. Membran Descement  Merupakan membrana aselular dan merupakan batas belakang stroma kornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membrane basalnya. saraf siliar longus berjalan supra koroid. Transparansi kornea dipertahankan oleh strukturnya seragam. masuk ke dalam stroma kornea. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 4. 5. Endotel  Berasal dari mesotelium. Corneal Cross Section Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensorik terutama berasal dari saraf siliar longus. berlapis satu. humour aquous.  Bersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup.4 Sumber nutrisi kornea adalah pembuluh-pembuluh darah limbus. besar 2040 m.1 7 .4 Gambar 2. Kornea superfisial juga mendapat oksigen sebagian besar dari atmosfir. mempunyai tebal 40 µm. menembus membran Bowman melepaskan selubung Schwannya.

segera mengganggu pembentukan bayangan yang baik di retina. Patofisiologi1. Hal ini mungkin disebabkan karena banyaknya kegiatan kaum laki-laki sehari-hari sehingga meningkatkan resiko terjadinya trauma termasuk trauma kornea.2.18 Kornea merupakan bagian anterior dari mata.2 2.4 2. dan diskontinuitasjaringankornea yang dapatterjadidariepitelsampai stroma.Definisi Ulkuskorneaadalahhilangnyasebagianpermukaankorneaakibatkematianjaringankor nea. penggunaan obat imunosupresif dan lensa kontak. Oleh 8 . Biasan cahaya terutama terjadi di permukaan anterior dari kornea.2.5 tahun dari 112 kasus ulkus kornea 22 beretiologi jamur. laki-laki lebih banyak menderita ulkus kornea. kelainan refraksi. Epidemiologi Di Amerika insiden ulkus kornea bergantung pada penyebabnya. yang harus dilalui cahaya. yaitu sebanyak 71%. pemakaian lensa kontak.4.000 penduduk di Indonesia. Insidensi ulkus kornea tahun 1993 adalah 5. dalam perjalanan pembentukan bayangan di retina. karena jernih. yang ditandaidenganadanyainfiltratesupuratifdisertaidefekkorneabergaung.2. sebab susunan sel dan seratnya tertentu dan tidak ada pembuluh darah. dan kadang-kadang tidak di ketahui penyebabnya. Berdasarkan kepustakaan di USA.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Perubahan dalam bentuk dan kejernihan kornea.2. Singapura melaporkan selama 2. Mortalitas atau morbiditas tergantung dari komplikasi dari ulkus kornea seperti parut kornea. neovaskularisasi dan kebutaan.2.3. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 2. begitu juga dengan penelitian yang dilakukan di India Utara ditemukan 61% laki-laki.3 per 100. Banyak laporan menyebutkan peningkatan angka kejadian ini sejalan dengan peningkatan penggunaan kortikosteroid topikal. Walaupun infeksi jamur pada kornea sudah dilaporkan pada tahun 1879 tetapi baru mulai periode 1950 keratomikosis diperhatikan. sedangkan predisposisi terjadinya ulkus kornea antara lain terjadi karena trauma.

11. tetapi jika lesi sampai ke membran Bowman dan sebagian stroma maka akan terbentuk jaringan ikat baru yang akan menyebabkan terjadinya sikatrik. Ulkus ini menyebar kedua arah yaitu melebar dan mendalam. maka pertahanan pada waktu peradangan tidak segera datang.13 a. Streptococcus pneumonia dan spesies Moraxella merupakan penyebab paling sering.2.6 Kornea mempunyai banyak serabut saraf maka kebanyakan lesi pada kornea baik superfisial maupun profunda dapat menimbulkan rasa sakit dan fotofobia.4. sedangkan iritasi yang terjadi pada ujung saraf kornea merupakan fenomena reflek yang berhubungan dengan timbulnya dilatasi pada pembuluh iris. kemudian dapat terjadi kerusakan epitel dan timbullah ulkus kornea. Infeksi Infeksi Bakteri : P. Rasa sakit juga diperberat dengan adanaya gesekan palpebra (terutama palbebra superior) pada kornea dan menetap sampai sembuh. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 karenanya kelainan sekecil apapun di kornea. 1.5.18 Karena kornea avaskuler. keruh dengan batas-batas tak jelas dan permukaan tidak licin. dapat menimbulkan gangguan penglihatan yang hebat terutama bila letaknya di daerah pupil.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. segera bekerja sebagai makrofag. regresi iris. leukosit polimorfonuklear (PMN). wandering cell dan sel-sel lain yang terdapat dalam stroma kornea.5. Jika ulkus yang timbul kecil dan superficial maka akan lebih cepat sembuh dan daerah infiltrasi ini menjadi bersih kembali. Etiologi1. yang meradang dapat menimbulkan fotofobia. sel plasma. yang tampak sebagai bercak berwarna kelabu. yang mengakibatkan timbulnya infiltrat. seperti pada jaringan lain yang mengandung banyak vaskularisasi. baru kemudian disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang terdapat dilimbus dan tampak sebagai injeksi perikornea.12. Maka badan kornea. aeraginosa. Kontraksi bersifat progresif. regresif atau membentuk jaringan parut. Sesudahnya baru terjadi infiltrasi dari sel-sel mononuclear. 1 Penyakit ini bersifat progresif.5 2. Infiltrat sel leukosit dan limfosit dapat dilihat pada proses progresif. Hampir semua ulkus 9 .6.2.

hanya sekret yang keluar bersifat mukopurulen yang bersifat khas menunjukkan infeksi P aeruginosa.  Radiasi atau suhu 10 . Fusarium. Bentuk khas dendrit dapat diikuti oleh vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 berbentuk sentral. Aspergilus. Noninfeksi  Bahan kimia. khususnya bila memakai larutan garam buatan sendiri. Bahan asam yang dapat merusak mata terutama bahan anorganik. b. organik dan organik anhidrat. Ulkus dapat juga terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral. Infeksi kornea oleh acanthamoeba adalah komplikasi yang semakin dikenal pada pengguna lensa kontak lunak.  Infeksi virus Ulkus kornea oleh virus herpes simplex cukup sering dijumpai. Gejala klinis yang khas tidak dijumpai. vacinia (jarang).  Acanthamoeba Acanthamoeba adalah protozoa hidup bebas yang terdapat didalam air yang tercemar yang mengandung bakteri dan materi organik. variola. cairan pembersih yang mengandung kalium/natrium hidroksida dan kalium karbonat akan terjadi penghancuran kolagen kornea. Bila bahan asam mengenai mata maka akan terjadi pengendapan protein permukaan sehingga bila konsentrasinya tidak tinggi maka tidak bersifat destruktif. Cephalosporium. Infeksi virus lainnya varicella-zoster. Pada bahan alkali antara lain amonia.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Infeksi juga biasanya ditemukan pada bukan pemakai lensa kontak yang terpapar air atau tanah yang tercemar. Biasanya kerusakan hanya bersifat superfisial saja. dan spesies mikosis fungoides. bersifat asam atau basa tergantung pH.  Infeksi Jamur : disebabkan oleh Candida.

2. misalnya.  Defisiensi vitamin A Ulkus kornea akibat defisiensi vitamin A terjadi karena kekurangan vitamin A dari makanan atau gangguan absorbsi di saluran cerna dan ganggun pemanfaatan oleh tubuh. Ulkus kornea sentral a. IDU (Iodo 2 dioxyuridine). kortikosteroid. Sistem Imun (Reaksi Hipersensitivitas)  Granulomatosa wagener  Rheumathoid arthritis 2.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. misalnya karena trauma.  Sindrom Sjorgen Pada sindrom Sjorgen salah satunya ditandai keratokonjungtivitis sicca yang merupakan suatu keadan mata kering yang dapat disebabkan defisiensi unsur film air mata (akeus.  Pajanan (exposure)  Neurotropik c. Pada keadaan lebih lanjut dapat timbul ulkus pada kornea dan defek pada epitel kornea terpulas dengan flurosein. Klasifikasi1.13 Berdasarkan lokasi . dikenal ada 2 bentuk ulkus kornea .  Obat-obatan Obat-obatan yang menurunkan mekanisme imun.  Kelainan dari membran basal. anestesi lokal dan golongan imunosupresif.6.6. Ulkus kornea fungi 11 . Ulkus kornea bakterialis b. dan menatap sinar matahari yang akan merusak epitel kornea. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Dapat terjadi pada saat bekerja las. yaitu: 1. musin atau lipid). kelainan permukan palpebra atau kelainan epitel yang menyebabkan timbulnya bintik-bintik kering pada kornea.

gambaran berupa ulkus yang berwarna abu-abu dengan kotoran yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Apabila tidak diobati secara adekuat. Ulkus kornea acanthamoeba 2. Ulkus kornea virus d. Ulkus bewarna kuning keabu-abuan berbentuk cakram dengan tepi ulkus yang menggaung. Walaupun terdapat hipopion ulkus seringkali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Ulkus mooren (ulkus serpinginosa kronik/ulkus roden) c. 12 . Ulkus kornea perifer a.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Ulkus marginal b. Ulkus Stafilokokus : Pada awalnya berupa ulkus yang bewarna putik kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epitel. Ulkus cincin (ring ulcer) Ulkus Kornea Sentral a. karena eksotoksin yang dihasilkan oleh streptokok pneumonia. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 c. ulkus sentral ini dapat menyebar ke samping dan ke dalam kornea. Dalam bilik mata depan dapat terlihat hipopion yang banyak. Ulkus Kornea Bakterialis Ulkus Streptokokus : Khas sebagai ulcus yang menjalar dari tepi ke arah tengah kornea (serpinginous). Ulkus Pseudomonas : Lesi pada ulkus ini dimulai dari daerah sentral kornea. Ulkus cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea. Penyerbukan ke dalam dapat mengakibatkan perforasi kornea dalam waktu 48 jam. akan terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel leukosit. Kadang-kadang bentuk ulkus ini seperti cincin.

Pada infeksi kandida bentuk tukak lonjong dengan permukaan naik. Tepi ulkus akan terlihat menyebar ke arah satu jurusan sehingga memberikan gambaran karakteristik yang disebut Ulkus Serpen. Ulkus Kornea Fungi Mata dapat tidak memberikan gejala selama beberapa hari sampai beberapa minggu sesudah trauma yang dapat menimbulkan infeksi jamur ini. Gambar 4. Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan berwarna kekuning-kuningan..diagnosa lebih pasti bila ditemukan dakriosistitis. seperti tukak yang disebabkan bakteri. Terlihat suatu daerah tempat asal penyebaran di bagian sentral sehingga terdapat satelit-satelit disekitarnya.a UlkusKornea Bakterialis NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Gambar 3.Penyebaran ulkus sangat cepat dan sering terlihat ulkus yang menggaung dan di daerah ini terdapat banyak kuman. Terdapat injeksi siliar disertai hipopion. Dapat terjadi neovaskularisasi akibat rangsangan radang. ADAM MALIK MEDAN Gambar 3.Tukak kadang-kadang dalam. Pada permukaan lesi terlihat bercak putih dengan warna keabu-abuan yang agak kering.. b. Ulkus Kornea Virus 13 . Ulkus ini selalu di temukan hipopion yang tidak selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang terlihat.b Ulkus Kornea Pseudomonas Ulkus Pneumokokus : Terlihat sebagai bentuk ulkus kornea sentral yang dalam. Ulkus Kornea Fungi c.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Tepi lesi berbatas tegas irregular dan terlihat penyebaran seperti bulu pada bagian epitel yang baik.

Dendrit herpes zoster berwarna abu-abu kotor dengan fluoresin yang lemah. konjungtiva hiperemis. Gambar 6. kemerahan dan fotofobia. Pada mata ditemukan vesikel kulit dan edem palpebra. cincin stroma. Biasanya gejala dini dimulai dengan tanda injeksi siliar yang kuat disertai terdapatnya suatu dataran sel di permukaan epitel kornea disusul dengan bentuk dendrit atau bintang infiltrasi. dan infiltrat perineural. kornea keruh akibat terdapatnya infiltrat subepitel dan stroma. Gejala ini timbul satu 1-3 hari sebelum timbulnya gejala kulit. Ulkus Kornea Herpes simplex : Infeksi primer yang diberikan oleh virus herpes simplex dapat terjadi tanpa gejala klinik. Terdapat pembesaran kelenjar preaurikel. ulceratif. Ulkus Kornea Acanthamoeba 14 . Bentuk dendrit herpes simplex kecil. Tanda klinik khas adalah ulkus kornea indolen.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. terdapat hipertesi pada kornea secara lokal kemudian menyeluruh.b Ulkus Kornea Herpetik d. jelas diwarnai dengan fluoresin dengan benjolan diujungnya Gambar 5. Kornea hipestesi tetapi dengan rasa sakit keadaan yang berat pada kornea biasanya disertai dengan infeksi sekunder. Infiltrat dapat berbentuk dendrit yang bentuknya berbeda dengan dendrit herpes simplex. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Ulkus KorneaHerpes Zoster : Biasanya diawali rasa sakit pada kulit dengan perasaan lesu.a UlkusKornea Dendritik Gambar 5. Ulkus Kornea Acanthamoeba Awal dirasakan sakit yang tidak sebanding dengan temuan kliniknya.

ulkus mooren terutama terdapat pada usia lanjut. bisa dangkal atau 15 . ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Ulkus Kornea Perifer a. virus. Bentuk simpel berbentuk ulkus superfisial yang berwarna abu-abu dan terdapat pada infeksi stafilococcus.didalam limbus. alergi dan autoimun. Yang berbentuk cincin atau multiple dan biasanya lateral. Gambar 8. Ulkus Marginal Bentuk ulkus marginal dapat simpel atau cincin. Ring Ulcer Terlihat injeksi perikorneal sekitar limbus. Ditemukan pada penderita leukemia akut. Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui. Gambar 7. Mooren's Ulcer c.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Dikornea terdapat ulkus yang berbentuk melingkar dipinggir kornea. Banyak teori yang diajukan dan salah satu adalah teori hipersensitivitas tuberculosis. Biasanya menyerang satu mata. Perasaan sakit sekali. Ulkus Mooren Merupakan ulkus yang berjalan progresif dari perifer kornea kearah sentral. Ulkus Marginal b. Sering menyerang seluruh permukaan kornea dan kadang meninggalkan satu pulau yang sehat pada bagian yang sentral. sistemik lupus eritromatosis dan lain-lain. dan lain-lain. toksit atau alergi dan gangguan sistemik pada influenza disentri basilar gonokok arteritis nodosa.

abrasi. Manifestasi Klinis 1. adanya riwayat penyakit kornea yang bermanfaat. benda asing.4.3. jika ulkus terdapat pada perifer kornea dan tidak disertai dengan robekan lapisan epitel kornea.Ulkus marginal yang banyak kadangkadang dapat menjadi satu menyerupai ring ulcer. sesuai lokasi ulkus  Silau  Nyeri Infiltat yang steril dapat menimbulkan sedikit nyeri.5 Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 dalam. Perjalanan penyakitnya menahun.2.2.12.13. misalnya keratitis akibat infeksi virus herpes simplek yang sering 16 .11.7. Anamnesis pasien penting pada penyakit kornea. dan adanya infiltrat  Hipopion 2. Tetapi pada ring ulcer yang sebetulnya tak ada hubungan dengan konjungtivitis kataral.kadang-kadang timbul perforasi. 2.8. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis dengan menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium. Gejala Objektif  Injeksi siliar  Hilangnya sebagian jaringan kornea.18 Gejala klinis pada ulkus kornea secara umum dapat berupa : Gejala Subjektif  Eritema pada kelopak mata dan konjungtiva  Sekret mukopurulen  Merasa ada benda asing di mata  Pandangan kabur  Mata berair  Bintik putih pada kornea.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Diagnosis1. sering dapat diungkapkan adanya riwayat trauma.2.

Gambar 12. Lebih baik lagi dengan biopsi jaringan kornea dan diwarnai dengan periodic acid Schiff. Selanjutnya dilakukan kultur dengan agar sabouraud atau agar ekstrak maltosa. kornea edema. gram atau Giemsa. selain oleh terapi imunosupresi khusus. 17 . Kornea ulcer dengan fluoresensi Goresan ulkus untuk analisa atau kultur (pulasan gram. hilangnya jaringan kornea. Pada pemeriksaan fisik didapatkan gejala obyektif berupa adanya injeksi siliar.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. AIDS. Pada kasus berat dapat terjadi iritis yang disertai dengan hipopion. Juga mungkin terjadi imunosupresi akibat penyakit sistemik seperti diabetes. Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti : Ketajaman penglihatan Tes refraksi Tes air mata Pemeriksaan slit-lamp Keratometri (pengukuran kornea) Respon reflek pupil Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 kambuh. virus terutama keratitis herpes simplek. fungi. giemsa atau KOH) Pada jamur dilakukan pemeriksaan kerokan kornea dengan spatula kimura dari dasar dan tepi ulkus dengan biomikroskop dilakukan pewarnaan KOH. Hendaknya pula ditanyakan riwayat pemakaian obat topikal oleh pasien seperti kortikosteroid yang merupakan predisposisi bagi penyakit bakteri. terdapat infiltrat. keganasan.

PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. sikloplegik dan mengurangi reaksi peradangan dengann steroid.2. Pengobatan pada ulkus kornea tergantung penyebabnya.5.Pewarnaan gram ulkus kornea herpes simplex herpes zoster Gambar 11. pasien tidak dapat memberi obat sendiri.9. 18 . anti virus.6. tidak terdapat reaksi obat dan perlunya obat sistemik.Pewarnaan gram ulkus kornea Gambar 10 b.bPewarnaangram ulkus kornea bakteri ulkus korneaakantamoeba 2.7.17 Ulkus kornea adalah keadan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Gambar 9. anti jamur. Pasien dirawat bila mengancam perforasi. aPewarnaan gram Gambar 11. Pewarnaan gram ulkus kornea fungi Gambar 10 a. Penatalaksanaan4. diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik.

menghilangkan rasa sakit. Penatalaksanaan ulkus kornea di rumah 1. Pengobatan lokal Benda asing dan bahan yang merangsang harus segera dihilangkan. Penatalaksanaan medis 1. tenggorok.1 cc atau 10 cc susu steril yang disuntikkan intravena dan hasilnya cukup baik. pemberian roboransia yang mengandung vitamin A. 2. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 a. Lesi kornea sekecil apapun harus diperhatikan dan diobati sebaik-baiknya. dakriosistitis harus diobati dengan baik. Mencegah penyebaran infeksi dengan mencuci tangan sesering mungkin dan mengeringkannya dengan handuk atau kain yang bersih 4. Pengobatan konstitusi Oleh karena ulkus biasannya timbul pada orang dengan keadaan umum yang kurang dari normal.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Infeksi pada mata harus diberikan :  Sulfas atropine sebagai salap atau larutan. menurunkan tanda-tanda radang. konstriktor pupil. lingkungan yang sehat. Akibat kenaikan suhu tubuh ini diharapkan bertambahnya antibodi dalam badan dan menjadi lekas sembuh. tetapi jangan sampai melebihi 39. Jangan memegang atau menggosok-gosok mata yang meradang 3. vitamin B kompleks dan vitamin C. secepatnya untuk melepaskannya 2. udara yang baik. Kebanyakan dipakai sulfas atropine karena bekerja lama 1-2 minggu. Infeksi lokal pada hidung. yang tidak sembuh dengan pengobatan biasa. Berikan analgetik jika nyeri b. maka keadaan umumnya harus diperbaiki dengan makanan yang bergizi. Konjungtuvitis.5°C. gigi atau tempat lain harus segera dihilangkan. 19 . Jika memakai lensa kontak. - Menyebabkan paralysis M. telinga. dapat diberikan vaksin tifoid 0. Dengan penyuntikan ini suhu badan akan naik. siliaris dan M. Efek kerja sulfas atropine : - Sedatif. - Dekongestif. Pada ulkus-ulkus yang disebabkan kuman yang virulen.

PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H.atau tetrakain tetapi jangan sering-sering.dapat diberikan tetes pantokain. Imidazol 4.  Analgetik.siliaris mata tidak mempunyai daya akomodsi sehingga mata dalan keadaan istirahat. Natamicin.  Antibiotik Anti biotik yang sesuai dengan kuman penyebabnya atau yang berspektrum luas diberikan sebagai salap. Ragi (yeast) : amphotericin B. golongan Imidazole 2. terjadi midriasis sehinggga sinekia posterior yang telah ada dapat dilepas dan mencegah pembentukan sinekia posterior yang baru  Skopolamin sebagai midriatika.  Anti jamur Terapi medika mentosa di Indonesia terhambat oleh terbatasnya preparat komersial yang tersedia berdasarkan jenis keratomitosis yang dihadapi bisa dibagi : 1. berbagai jenis anti biotik  Anti Viral 20 . Imidazol 3. Thiomerosal 10 mg/ml. Actinomyces yang bukan jamur sejati : golongan sulfa. Natamicin. Dengan lumpuhnya M. 2. Natamycin > 10 mg/ml. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Dengan lumpuhnya M. Jenis jamur yang belum diidentifikasi penyebabnya : topikal amphotericin B 1. Jamur berfilamen : topikal amphotericin B. Pada pengobatan ulkus sebaiknya tidak diberikan salap mata karena dapat memperlambat penyembuhan dan juga dapat menimbulkan erosi kornea kembali. Untuk menghilangkan rasa sakit. 5 mg/ml. konstriktor pupil. thiomerosal. tetes atau injeksi subkonjungtiva.

2. maka dapat dilakukan :  Iridektomi dari iris yang prolaps  Iris reposisi 21 . Kalau sudah sembuh flap konjungtiva ini dapat dilepaskan kembali. Bila perforasinya disertai prolaps iris dan terjadinya baru saja. larutan murni asam karbolik. Pengerokan epitel yang sakit Parasentesa dilakukan kalau pengobatan dengan obat-obat tidak menunjukkan perbaikan dengan maksud mengganti cairan coa yang lama dengan yang baru yang banyak mengandung antibodi dengan harapan luka cepat sembuh. dengan melepaskan konjungtiva dari sekitar limbus yang kemudian ditarik menutupi ulkus dengan tujuan memberi perlindungan dan nutrisi pada ulkus untuk mempercepat penyembuhan. Untuk herpes simplex diberikan pengobatan IDU.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Penutupan ulkus dengan flap konjungtiva. larutan murni trikloralasetat b) Dengan panas (heat cauterisasion) : memakai elektrokauter atau termophore. Kauterisasi a) Dengan zat kimia : Iodine. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 Untuk herpes zoster pengobatan bersifat simtomatik diberikan streroid lokal untuk mengurangi gejala. Dengan instrumen ini dengan ujung alatnya yang mengandung panas disentuhkan pada pinggir ulkus sampai berwarna keputih-putihan. Bila seseorang dengan ulkus kornea mengalami perforasi spontan berikan sulfas atropine. antibiotik dan balut yang kuat. interferon inducer. sikloplegik. PAA. Untuk menghindari penjalaran ulkus dapat dilakukan : 1. Segera berbaring dan jangan melakukan gerakan-gerakan. ARA-A. Perban memang diperlukan pada ulkus yang bersih tanpa sekret guna mengurangi rangsangan. anti biotik spektrum luas untuk infeksi sekunder analgetik bila terdapat indikasi. Perban tidak seharusnya dilakukan pada lesi infeksi supuratif karena dapat menghalangi pengaliran sekret infeksi tersebut dan memberikan media yang baik terhadap perkembangbiakan kuman penyebabnya.

Antibiotik diberikan juga secara sistemik. 3. Kemunduran visus yang cukup menggangu aktivitas penderita 2. Indikasi keratoplasti terjadi jaringan parut yang mengganggu penglihatan.10. sampai akhirnya sembuh menjadi leukoma adherens.17 Pencegahan terhadap ulkus dapat dilakukan dengan segera berkonsultasi kepada ahli mata setiap ada keluhan pada mata. Kelainan kornea yang mengganggu mental penderita. Keratoplasti 2. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384  Kornea dijahit dan ditutup dengan flap konjungtiva  Beri sulfas atripin. Sering kali luka yang tampak 22 .2. serta memenuhi beberapa kriteria yaitu : 1. Kelainan kornea yang tidak disertai ambliopia.Ulkus kornea perforasi. Pencegahan 7. jaringan iris keluar dan menonjol. kita obati seperti ulkus biasa tetapi prolas irisnya dibiarkan saja. infiltrat pada kornea ditepi perforasi. Gambar 7. Gambar 14. kekeruhan kornea yang menyebabkan kemunduran tajam penglihatan. antibiotic dan balut yang kuat Bila terjadi perforasi dengan prolaps iris yang telah berlangsung lama.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. 3. Keratoplasti Keratoplasti adalah jalan terakhir jika urutan penatalaksanaan diatas tidak berhasil.

maka prognosisnya menjadi lebih buruk. Ulkus kornea dapat sembuh dengan dua metode.Prognosis3. Ulkus kornea harus membaik setiap harinya dan harus disembuhkan dengan pemberian terapi yang tepat.2. - Lindungi mata dari segala benda yang mungkin bisa masuk kedalam mata - Jika mata sering kering.8 Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat pertolongan. karena jaringan kornea bersifat avaskular. Penyembuhan yang lama mungkin juga dipengaruhi ketaatan penggunaan obat. Ulkus kornea yang luas memerlukan waktu penyembuhan yang lama. migrasi sekeliling sel epitel yang dilanjutkan dengan mitosis sel dan 23 . atau pada keadaan kelopak mata tidak bisa menutup sempurna. apabila tidak ada ketaatan penggunaan obat terjadi pada penggunaan antibiotika maka dapat menimbulkan resistensi. Semakin tinggi tingkat keparahan dan lambatnya mendapat pertolongan serta timbulnya komplikasi. Dalam hal ini. dan ada tidaknya komplikasi yang timbul.2.12. gunakan tetes mata agar mata selalu dalam keadaan basah - Jika memakai lensa kontak harus sangat diperhatikan cara memakai dan merawat lensa tersebut.7 Komplikasi yang paling sering timbul berupa:  Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat singkat  Kornea perforasi dapat berlanjut menjadi endoptalmitis dan panopthalmitis  Prolaps iris  Sikatrik kornea  Katarak  Glaukoma sekunder 2. 2. Komplikasi6. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 kecil pada kornea dapat mengawali timbulnya ulkus dan mempunyai efek yang sangat buruk bagi mata.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. jenis mikroorganisme penyebabnya.11.

jenis mikroorganisme penyebabnya. Keadaan ini menimbulkan nyeri. tetapi pada ulkus yang besar. dan dengan air mata atau penyakit yang menyebabkan masuknya bakteri atau jamur ke dalam kornea sehingga menimbulkan infeksi atau peradangan. adanya riwayat penyakit kornea. Ulkus superfisial yang kecil dapat sembuh dengan cepat melalui metode yang pertama. karena jaringan kornea bersifat avaskular. Anamnesis pasien penting pada penyakit kornea. dan ada tidaknya komplikasi yang timbul. Keluhan yang dirasakan biasanyaeritemapadakelopakmata dan mata. BAB 3 KESIMPULAN Ulkus kornea dapat terjadi akibat adanya trauma pada oleh benda asing. Ulkus kornea yang luas memerlukan waktu penyembuhan yang lama. abrasi. Semakin tinggi tingkat keparahan dan lambatnya mendapat pertolongan serta timbulnya komplikasi. benda asing.. sering dapat diungkapkan adanya riwayat trauma.Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa. 24 . Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat pertolongan. menurunkan kejernihan penglihatan dan kemungkinan erosi kornea. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis dengan menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium. maka prognosisnya menjadi lebih buruk. perlu adanya suplai darah agar leukosit dan fibroblas dapat membentuk jaringan granulasi dan kemudian sikatrik. Ulkus kornea merupakan luka terbuka pada kornea. secret mukopurulenterasaadanyabendaasing di mata dan mata kabur.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 pembentukan pembuluh darah dari konjungtiva.

Sankara N. Incidence of Infectious Corneal Ulcers.85 : 121-158 7. Jakarta: WidyaMedika. Alih bahasa: Tambajong J.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. Corneal Ulcer: Diagnosis and Management. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 DAFTAR PUSTAKA l. 6. J MedulaUnila . J Clinic Experiment Ophthalmol S6:001 doi:1.5 :18 :DOI 10. Epidemiological characteristics of corneal ulcers in South Sharqiya region.2000 . Cree IA.85 : 1-2 8. Ibrahim YW. J Ophthalmic Inflammation and Infection2015 . Community Eye Health 1999 : 12(30). Treatment of Acanthamoeba neurotrophic corneal ulcer with topical matrix therapy. Riordan. Voyles ML. Boase DL. Pendit BU. Mishra A et al. Laratta LJ. Rao G. Int J Ophthamol 2009 . Garg P. Schoster JV. Oman Medical Journal 2008. Keshav et al. 5. Porthsmouth Study.23(1) :1-6' 10.. Narsani AK et al. T. Trans Am Ophthalmol Soc 1987 . Asbury. P. Complicated Corneal Ulcers :Microbial Keratitis. OftalmologiUmum. Edisi 17. Vaughan. Patient Infromation: Corneal Ulcer. UK. Veterinary Ophthalmology Services :2407 . 2012: 220 2. Corneal Ulcers. Children with Corneal Ulcer as Risk Factor of Trauma.4172/2155-9570 1l.G. Huskey AM. Medical Journal Armed Forces India 71 2015 85-87 25 .2(4):362-366 3. Corneal Ulcer? Think beyond only a bacterial etiology. Hospital-base epidemiology. 144 (l) : l3l-132. Charisma AN.2(4) :34­39 4. 9.2015.1186/s12348-015-0048-x.. risk factors and microbiological diagnosis of bacterial corneal ulcers. D. Mateo et al.

J Majority 2015 .2003. Wiener G. National Journal of Community Medicine 2(2) 2011: 237-240 13. Corneal Ulcers in a Tertiary Hospital in Africa. 15(2) :59-63. 2015. 2010. Koviak K. Edisi 9.Confronting Corneal Ulcers. Kellogg Eye Center University of Michigan.J Natl Med Assoc. 2012 17. ADAM MALIK MEDAN NAMA : LOSHINI RANGGANAZAN NIM : 110100384 12. Gujarat. Edisi 9. Ninama JL et al. Manikandan P et al. Perforated Corneal Ulcer. Bron A. Medicine and Biology2008. To study the causative organism responsible for corneal ulcer in SSG Hospital Vadodara.4 (1): 119-127 18. South Indian. Farida Y. Lectures notes on Opthalmology. The July 2012 Feature. 26 . Coimbatore. James B. Chew C.102:644-646 16. 15. Blackwell Publishing Ltd. Corneal Ulcers Treatment. 14. cornea. sclera.PAPER DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN USU/ RSUP H. In: Chapther 7: Conjunctica. Ezegwui IR.Corneal ulcer of bacterial and fungal etiology from diabetic patients at a tertiary care eye hospital.