Anda di halaman 1dari 5

VI. HISTOGRAM CITRA

A.

Pengertian

Histogram didefenisikan sebagai probabilitas statistik distribusi setiap tingkat abu-abu (grayscale) dalam citra digital. Histogram citra menghasilkan grafik yang menunjukkan penyebaran (distribusi) dari nilai-nilai intensitas pixel dari suatu citra atau bagian tertentu di dalam citra. Histogram citra menyatakan frekuensi kemunculan relative dari intensitas pada citra tersebut. Histogram juga dapat menunjukkan banyak hal tentang kecerahan (brightness) dan kontras (contrast) dari sebuah gambar. Sehingga, histogram adalah alat bantu yang berharga dalam pekerjaan pengolahan citra baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara grafis, histogram ditampilkan dengan diagram batang seperti gambar berikut :

ditampilkan dengan diagram batang seperti gambar berikut : Gambar 6.1 Histogram Citra Plot h i (

Gambar 6.1 Histogram Citra

Plot

h i

(menyatakan

peluang

pixel)

versus

f i

(menyatakan

frekuensi

derajat

keabuan)

dinamakan

histogram,

dengan

beberapa

informasi

yang

ada

di

dalam

histogram, yaitu :

- Puncak histogram yaitu intensitas pixel yang paling menonjol.

- Lebar puncak yaitu rentang kontras

- Citra yang baik mengisi daerah derajat keabuan secara penuh atau merata pada setiap nilai intensitas pixel

- Over-exposed (terlalu terang) dan Under-exposed (terlalu gelap) memiliki rentang kontras sempit.

Terdapat empat proses histogram, yaitu :

- Apabila citra gelap maka histogram cenderung ke sebelah kiri

- Apabila citra terang maka histogram cenderung ke sebelah kanan

- Apabila gambar low contrast maka histogram mengumpul di suatu tempat

- Apabila gambar high contrast maka histogram merata di semua tempat.

B. Membuat Histogram

Misalkan sebuah citra digital memiliki L derajat keabuan (misalnya citra dengan kuantisasi derajat keabuan 8-bit, nilai derajat keabuan dari 0-255) secara matematis dapat disusun sebagai berikut :

h

i

n

i

n

i 0,1,

,

L 1

Dimana :

L = derajat keabuan

n i = jumlah pixel yang memiliki derajat keabuan i

n = jumlah seluruh pixel dalam citra Dapat juga dinyatakan dengan :

L 1

i 0

h i dimana jumlah seluruh nilai h i sama dengan 1.

1

,

Peluang suatu pixel memiliki derajat keabuan lebih kecil atau sama dengan derajat keabuan tertentu adalah jumlah h i untuk 0 ≤ i j , atau

(

P i j

)

j

i 0

h

i

0 j L 1

C. Implementasi Histogram

Misalkan diketahui matriks yang menyatakan citra digital yang berukuran 8 x 8 pixel dengan derajat keabuan 0 sampai 7 (ada 8 buah derajat keabuan) sebagai berikut :

 1 1 5 5 0 0 1 0    1 1 2
1
1
5
5
0
0
1
0
1
1
2
2
0
1
0
1
1
7
6
6
5
5
0
0
0
7
6
7
5
5
5
5
4
7
6
7
3
5
7
0
1
1
4
1
6
5
6
1
2
2
4
1
1
5
1
1
1
2
2
0
0
0
0
5

Untuk menggambar kurva histogram dari citra tersebut, maka disusun frekuensi dari kemunculan setiap warna dalam bentuk tabel seperti berikut ini :

Warna (j)

0

1

2

 

3 4

5

6

7

Jumlah (n i )

13

17

6

1 3

 

12

6

6

Tabel 6.1 Frekuensi kemunculan warna

Setelah mendapatkan jumlah kemunculan warna maka selajutnya adalah menyusun tabulasi perhitungan histogram seperti tabel berikut ini :

j

n

i

h i = n i /n ( n = 64 )

0

13

0.203125

1

17

0.265625

 

2 6

0.09375

 

3 1

0.015625

 

4 3

0.046875

 

5 12

0.1875

 

6 6

0.09375

 

7 6

0.09375

Tabel 6.2 Tabulasi perhitungan histogram

Dari tabel 6.2 dapat dilihat bahwa, semakin besar nilai n i maka semakin besar pula nilai

h i . Kemudian menggambarkan histogram dalam koordinat kartesian sumbu x dan sumbu y.

Num of pixel
Num of pixel

Gray level

Gambar 6.2 Grafik Histogram Citra

Dari gambar grafik diatas dapat kita lihat bahwa, berdasarkan tabel frekuensi kemunculan warna dari matrik citra digital berukuran 8 x 8 pixel, citra dengan intensitas

warna 1 dengan nilai h i = 0.265625 yang merupakan intensitas warna yang paling menonjol.

D. Implementasi Histogram Dengan MATLAB

Dalam implementasi konsep histogram citra menggunakan aplikasi MATLAB, kita akan menggunakan citra dengan ukuran 8 x 8 pixel. Citra aslinya terdiri dari citra warna (RGB) yang kemudian diubah menjadi citra abu-abu (grayscale). Dari citra grayscale tersebut akan dihasilkan matrix citra ukuran 8 x 8 pixel. Perintah MATLAB :

clc; clear; RGB=imread('bird5.bmp') %memanggil citra gambar=rgb2gray(RGB) %proses grayscaling figure,imshow (RGB) title('Citra RGB') figure,imshow(gambar) title('Citra Grayscale')

) figure,imshow(gambar) title( 'Citra Grayscale' ) (a) (b) Gambar 6.3 (a) Citra warna (RGB) (b) Citra

(a)

(b)

Gambar 6.3 (a) Citra warna (RGB) (b) Citra Grayscale

Dari proses perubahan citra tersebut akan menghasilkan nilai matrix untuk citra grayscale sebagai berikut :

nilai matrix untuk citra grayscale sebagai berikut : Hasil matrix citra grayscale inilah yang akan kita

Hasil matrix citra grayscale inilah yang akan kita susun dalam tabel frekuensi dimana nilai warna min = 61 dan nilai warna max = 255. Selanjutnya menyusun tabulasi perhitungan histogram seperti cara diatas. Dengan menggunakan MATLAB maka akan didapatkan hasil grafik histogramnya sebagai berikut :

Perintah MATLAB :

clear all;

clc;

gambar=imread('bird5b.bmp');

figure,imshow(gambar); figure,imhist(gambar); %perintah histogram citra

Num of pixel Gray level
Num of pixel
Gray level

Gambar 6.4 Grafik Histogram Citra dengan MATLAB