0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
777 tayangan22 halaman

PSIKOTEST

Psikotest digunakan untuk menilai calon karyawan dan mahasiswa. Terdapat berbagai jenis tes kepribadian seperti tes grafis, kuesioner, dan lainnya. Soal-soalnya meliputi verbal, matematika, logika. Persiapan dengan belajar contoh soal penting untuk menghadapi tes dengan baik.

Diunggah oleh

Fitri Mahayana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
777 tayangan22 halaman

PSIKOTEST

Psikotest digunakan untuk menilai calon karyawan dan mahasiswa. Terdapat berbagai jenis tes kepribadian seperti tes grafis, kuesioner, dan lainnya. Soal-soalnya meliputi verbal, matematika, logika. Persiapan dengan belajar contoh soal penting untuk menghadapi tes dengan baik.

Diunggah oleh

Fitri Mahayana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mendengar kata Psikotest biasanya kita akan mengerutkan dahi, terbayang sebuah

test yang sangat menegangkan, melelahkan, memusingkan dan lain-lain yang


membuat banyak orang menyerah dan akhirnya mengerjakan dengan asal-asalan
alias yang penting terisi, perkara salah atau benar urusan belakangan.
Hal diatas mungkin tidak terjadi seandainya kita sudah mempunyai persiapan yang
cukup dalam menghadai Soal Psikotest, apalagi kita tahu sebelumnya bahwa
psikotest yang akan dilakukan tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaan/ujian
yang akan dilaksanakan pasca psikotest tersebut.

Secara garis besar Psikotest dibedakan menurut jenis test kepribadian yaitu :

Test kepribadian grafis adalah sebuah test yang menilai kepribadian


seseorang berdasarkan gambar yang dibuatnya. Test kepribadian grafis
meliputi : Test Wartegg, Test DAP (Draw A Person), Test Baum Tree dan Test
HTP (House Tree Person).

Tes kepribadian kuesioner adalah sebuah tes yang menilai kepribadian


seseorang berdasarkan jawaban-jawaban yang dipilihnya terhadap sejumlah
pertanyaan yang diajukan (kuesioner). Tes kepribadian kuesioner meliputi :
Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes
MAPP, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes
Potensi Sukses.

Beberapa jenis Test dan tujuannya :

Test Kepribadian Baum (Tree Test) bertujuan menilai karakter dan


kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar pohon yang dibuat
oleh peserta tes

Test Kepribadian DAP (Menggambar Orang) bertujuan menilai karakter dan


kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar orang yang
dibuatoleh peserta test.

Test Kepribadian Efektifitas Diri bertujuan mengetahui seberapa efektif


(cepat&tepat) seseorang itu dalam melaksanakan tugas dan dalam
menyelesaikan berbagai situasi sulit.

Test Kepribadian Enneagram Personality bertujuan mengetahui tipe


kepribadian seseorang yang dibagi menjadi 9 jenis tipe, dengan cara
menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu.

Test Kepribadian EPPS bertujuan mengetahui tipe-tipe motivasi, kebutuhan


dan kesukaan pribadi seseorang dengan cara menyuguhkan sejumlah
pertanyaan tertentu

Tes Kepribadian HTP (House Tree Person) bertujuan menilai karakter dan
kepribadian seseorang dengan cara menganalisa gambar rumah, gambar
pohon dan gambar orang yang dibuat oleh peserta test.

Test Kepribadian MBTI bertujuan mengetahui tipe kepribadian seseorang


dalam lingkungannya dengan menyuguhkan sejumlah pertanyaan tertentu.

Test Kepribadian Ketelitian bertujuan mengukur tingkat kecermatan atau


ketelitian seseorang dalam mengolah data yang berupa angka, kata, atau
kombinasi keduanya.

Test Kepribadian MAPP bertujuan mengukur pilihan kesukaan seseorang


dalam berbagai hal terutama yang berkaitan erat dengan pekerjaan atau
dunia kerja profesional.

Tes Kepribadian Pauli Kraepplin bertujuan untuk mengukur karakter


seseorang pada beberapa aspek tertentu, yaitu aspek keuletan (daya tahan),
aspek kemauan atau kehendak individu, aspek emosi, aspek penyesuaian
diri, dan aspek stabilitas diri dengan cara memintanya melakukan
penghitungan angka-angka dalam deret yang panjang.

Test Kepribadian Skala Kematangan bertujuan mengukur tingkat kedewasaan


(kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu.

Test Kepribadian Teamwork Test atau test adalah tes yang bertujuan
mengukur kemampuan seseorang untuk bekerja dalam sebuah tim yang solid
untuk mencapai tujuan bersama.

Tes
Kepribadian
Kecenderungan
Sukses
bertujuan
mendeteksi
kecenderungan seseorang untuk menjadi orang sukses berdasarkan faktorfaktor tertentu yang ada pada dirinya.

Tes Kepribadian WARTEGG bertujuan untuk mengeksplorasi (meneliti


karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi,
dinamisme, kontrol dan reality function, yang dimiliki oleh seseorang
berdasarkan 8 macam gambar yang dibuatnya.

Di pasaran banyak sekali buku yang membahas masalah psikotest ini, dan sudah
menjadi keharusan pada tiap-tiap proses seleksi selalu dilakukan test potensi
akademik.
Psikotest tidak hanya dilakukan untuk calon karyawan, tapi juga untuk calon
mahasiswa bahkan di beberapa sekolah lanjutan atas juga sudah diberlakukan
psikotest untuk hal-hal tertentu.
Dengan latihan-latihan contoh soal psikotes, diharapkan bisa membantu banyak
orang untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.
Contoh soal psikotes dapat menjadi acuan utama untuk memprediksi soal yang
akan muncul dan bagaimana harus menjawabnya.
Dalam mengerjakan soal psikotest kita harus percaya diri, karena rasa percaya diri
dapat mendorong orang lebih rileks sehingga kesempatan untuk berbuat kesalahan
yang tidak perlu dapat dihindari.
Apabila dalam mengerjakan soal psikotest dilakukan dengan terburu-buru dan
dipenuhi kecemasan, pasti akan ada masalah nantinya.
Itulah mengapa sangat penting untuk tenang dan rileks saat menghadapi test
seperti ini.
Selain rasa percaya diri dalam menyelesaikan soal psikotes juga sangat dibutuhkan
kecermatan, ketelitian, ketepatan, serta efisiensi waktu. Usahakan untuk
menyelesaikan tiap soal dalam waktu sekitar satu menit karena waktu testnya
memang terbatas.
Peserta jangan sekedar mengerjakan soal, tetapi harus memastikan soal-soal
psikotest dapat dijawab dengan benar semaksimal mungkin karena biasanya ada
standar nilai yang harus dilampaui jika ingin lulus dari test ini.
Berikut Contoh Soal Psikotest Dan Cara Menjawab
Contoh Soal Psikotes Kemampuan Verbal
Contoh soal psikotes bagian ini meliputi beberapa jenis. Ada test yang
berhubungan dengan persamaan kata atau sinonim, lawan kata atau antonim, serta
padanan hubungan kata atau analogi. Berikut penjelasannya secara singkat.

Sinonim

Sinonim adalah dua kata yang pada dasarnya memiliki makna yang sama. Hanya
saja, terdapat perbedaan bentuk luarnya.
Saat menghadapi soal sinonim, harus diperhatikan kata yang diuji dengan sebaik
mungkin. Jangan sampai salah mengerti karena akan berdampak pada jawabannya.
Contoh : Apa sinonim dari "ARISTOKRAT"?
Pilihan jawaban yang disediakan adalah:
Menteri, Hulubalang, Bangsawan, Rakyat Jelata, Raja
Kita harus mengetahui dulu arti dari kata "Aristokrat" sebelum
memilih jawaban. Setelah yakin, silakan pilih. Jawaban yang
tepat tentu saja "Bangsawan".

Contoh soal psikotes di buku-buku menunjukkan tidak hanya sinonim dalam bahasa
Indonesia
saja
yang
diujikan,
kadangada
juga
bahasa
asing.
Contoh : Tentukan sinonim dari "ENMITY"!
Pilihan jawabannya adalah:
Permusuhan, Persahabatan, Tolok Ukur, Label, Abadi
Untuk menentukan jawaban dari contoh soal psikotes di atas,
kembali pahami arti kata yang ditanyakan sehingga didapat
jawaban: "Permusuhan".

Antonim

Antonim adalah dua kata atau lebih yang bermakna bertolak belakang atau saling
berlawanan. Teknisnya sama saja dengan soal-soal sinonim.
Hanya saja, memang dibutuhkan ketelitian peserta tes agar tidak salah menjawab.
Banyak
mempelajari
contoh
soal
psikotes
akan
sangat
berguna.
Contoh: SPORADIS
a. Parsial
b. Berubah
c. Sering
d. Konveksi
e. Hambatan

Temukan lebih dulu arti kata Sporadis. Ternyata, kata itu


bermakna sesekali, sewaktu-waktu, kadang. Jawaban yang
tepat tentu saja "Sering".|

Analogi

Dalam tes ini, peserta biasanya diminta untuk mencari padanan atau persamaan
yang menghubungkan kata. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur
kemampuan peserta dalam memahami makna yang tersirat dalam satu kata.
Banyak yang beranggapan kalau tes analogi ini cukup sulit meski sudah
mempelajari contoh soal psikotes. Kunci untuk mengerjakan soal analogi ini adalah
mempunyai daya nalar yang baik untuk mengetahui hubungan kata yang tepat.
Contoh soal psikotes berikut mungkin bisa dijadikan sebagai acuan.
CINCIN : JARI
a. Burung : Terbang
b. Gelang : Tangan
c. Ons : Bobot
d. Emas : Logam
e. Sepatu : Aksesoris
Dari contoh soal psikotes di atas didapat simpulan bahwa
jawaban yang tepat adalah Gelang : Tangan. Mengapa?
Perhatikan lagi soalnya, cincin dipakai di jari, sama artinya
dengan gelang dipakai di tangan.

Soal Psikotes Kemampuan Matematika


Sesuai judulnya, sudah pasti bagian ini berisi soal-soal matematika mulai dari yang
sederhana hingga yang cukup membuat kening berkerut.
Soal yang disajikan meliputi soal matematika dasar, tes aritmatika, tes
perbandingan, serta tes barisan angka dan huruf.
Misalnya saja tes aritmatika. Tes ini disebut juga tes berhitung yang bertujuan
untuk mengukur kemampuan peserta untuk berhitung bilangan.
Peserta tes psikologi tentu saja harus menguasai penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian, akar, serta perpangkatan. Dengan banyak berlatih
mengerjakan contoh soal psikotes, tentu kita akan mengetahui polanya.

Matematika adalah ilmu pasti. Matematika sebenarnya sudah tertebak sejak awal.
Contoh

soal

psikotes

aritmatika:

24556 + 56781 34879 =


a. 46458
b. 47451
c. 50765
d. 45907
e. 34528
Setelah menghitung dengan saksama, jawabannya tentu saja
46458.
Bagaimana dengan tes perbandingan? Contoh tes psikologi di buku sudah
menjelaskan kalau tes perbandingan digunakan untuk menilai kemampuan peserta
dalam membandingkan dua atau lebih kuantitas.
Perbandingan yang dimaksud dapat berupa perbandingan dua bilangan atau dua
ukuran. Kemampuan peserta dalam mengatasi operasi hitung dan aljabar sangat
diperlukan di sini.
Dengan demikian, peserta harus banyak berlatih. Latihan ini dilakukan agar benarbenar menguasai soal-soal yang akan dihadapi nanti.
Masih di bagian matematika, ada tes barisan angka dan huruf yang bisa dikerjakan
dengan memperhatikan polanya. Dengan memperhatikan pola yang ada, menjadi
lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan soal.
Sekali lagi, berlatih contoh soal psikotes sesering mungkin akan sangat membantu.
Kita akan mengetahui dan hafal pola rumusan soal.
Contoh Soal Psikotes Logika Matematis
Logika matematis akan membahas tentang logika proposisi. Apa maksudnya?
Maksudnya adalah sebuah kalimat deklaratif yang mempunyai tepat satu nilai
kebenaran, entah itu benar atau salah. Peserta harus jeli memahami kalimat agar
tidak salah menangkap makna yang ingin disampaikan.
Perhatikan contoh berikut ini.
Produksi teh kita tahun ini meningkat, tapi kualitasnya
menurun.
a. Teh kita tidak laku

b. Teh terlalu mahal


c. Kualitas teh tahun lalu lebih baik
d. Kita akan menderita kerugian
e. Kita akan memenangkan persaingan di pasar global
Jawaban yang paling tepat dari contoh di atas adalah c.

Tes psikologi biasanya dilengkapi dengan tes visualisasi spasial. Tujuan tes ini
adalah sebagai alat pengukur kecerdasan spasial atau kecerdasan menganalisis
ruang.
Pada umumnya, test ini terbagi menjadi :
test Pengelompokan gambar,
Kosntruksi bangun ruang,
Pencerminan, serta
Gambaran umum.
Di sini peserta harus benar-benar teliti dalam mengamati gambar. Jangan mudah
terkecoh pada gambar yang sekilas tampak mirip padahal ternyata tidak sama.
Demikian juga saat berhadapan dengan tes pencerminan dan rotasi serta konstruksi
bangun ruang. Sementara, saat mengerjakan tes gambaran umum, peserta harus
mampu melihat keterkaitan antara gambar yang ada.
Dari penjelasan di atas semakin terlihat kalau calon peserta harus banyak berlatih
mengerjakan contoh soal psikotes. Dengan demikian, peserta tidak akan gugup lagi
ketika harus berhadapan dengan soal sesungguhnya.
Menghadapi psikotes tentu bukan perkara mudah. Butuh persiapan mental yang
cukup matang selain latihan yang cukup.
Dengan berlatih mengerjakan soal yang ada di buku, calon peserta menjadi lebih
terbiasa dengan soal yang beragam.
Jika latihan sudah cukup, biasanya akan berpengaruh kepada rasa percaya diri
calon
peserta.
Untuk menambah variasi latihan berikut contoh soal-soal Psikotest lainnya :
1. Test Wartegg

2. Test Seri
3. Test Persamaan Kata (Sinonim)
4. Test Padanan Hubungan
5. Test Menggambar
6. Test Mengerti Makalah (Reading Comprehension Test)
7. Test Logika Formil
8. Test Logika Arismetik
9. Test Logika Angka (Logika Number Test)
10. Test Lawan Kata (Antonim)
11. Test Koran

PENGERTIAN TES SKALA KEMATANGAN


Tes Skala Kematangan (TSK) adalah sebuah tes psikologi atau soal psikotes yang
mengukurtingkat kedewasaan (Kematangan sikap) seseorang dalam bertindak
terhadap situasi tertentu. Adapun materi Tes Skala Kematangan yang sering
diujikan dalam psikotes maupun Tes Karakteristik Pribadi/TKP (Dalam Tes CPNS)
pada umumnya menekankan pada aspek-aspek kedewasaan tertentu yang
paling dibutuhkan oleh seorang karyawan/pegawai profesional. Aspek
kedewasaan yang sering diujikan dalam Tes Skala Kematangan ialah sebagai
berikut :

CONTOH ASPEK KEDEWASAAN TSK


1. Integritas (Kebaikan/ketulusan hati)
2. Kejujuran
3. Tanggung Jawab
4. Kemampuan Beradaptasi
5. Pengendalian Diri
6. Semangat Berprestasi
7. Inisiatif (Kemauan)
8. Kreatifitas Kerja
9. Ketekunan
10 Penghargaan Terhadap Orang Lain
11. Ketegasan
12. Kepercayaan Diri
13. Toleransi (Sikap menghargai orang lain)
14. Kepedulian Lingkungan
15. Efisiensi Cara Kerja

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI TES SKALA KEMATANGAN


Tes Skala Kematangan (TSK) adalah sebuah tes yang mengukur tingkat
kedewasaan Anda dalam menghadapi situasi tertentu (umumnya situasi sulit).
Dengan mengerjakan soal TSK ini "Secara Jujur", Anda dapat menilai diri sendiri
sampai di mana tingkat kedewasaan Anda.

Setelah Anda mengetahui tingkat kedewasaan Anda, maka tugas Anda sekarang
adalah melatihnya dengan cara meningkatkan setiap aspek kedewasaan. Bila
dijabarkan, berarti Anda harus bertanggung jawab, harus punya integritas, harus
jujur, harus punya pengendalian diri (tidak mudah marah), harus mampu
beradaptasi terhadap suasana baru, harus tegas, harus percaya diri, harus punya
inisiatif, harus tekun, harus kreatif, harus menghargai orang lain, bertoleransi
terhadap orang lain, harus efisien dalam melaksanakan pekerjan, dan harus
memiliki kepedulian lingkungan.

Memiliki karakter-karakter tersebut di atas memang tidak mudah. Namun bila


Anda berlatih untuk membiasakan diri, maka Anda pun akan menjadi seorang
yang lebih dewasa, lebih dihormati orang lain, lebih berwibawa sehingga karier
Anda pun lebih meningkat secara signifikan.

Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)


Jika Anda menginginkan untuk lulus atau bisa diterima jika mengerjakan soal
psikotes pada bagian EPPS, maka pengerjaan soal ini bukan bisa atau tidak bisa,
bukan pintar atau bodoh, namun lebih cenderung terhadap kepribadian Anda
sendiri, apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak. Dengan soal
EPPS inilah Anda akan mengetahui gambaran diri sendiri agar nantinya bisa lebih
optimal dalam melakukan aktivitas bekerja. Pada prinsipnya yaitu, jika seseorang
berada pada zona nyaman atau menyenangkan bagi dirinya, maka orang
tersebut akan menampilkan kinerja terbaiknya, hingga pada akhirnya, kesulitan
demi kesulitan yang dijumpai di pekerjaannya akan menjadi tantangan untuk
terus belajar dan bertanggungjawab.
Pada umumnya saat tes epps kita akan diminta untuk memilih kecenderungan
(yang kita sukai) atau sifat yang melekat pada diri kita sendiri diantara 2
pernyataan. Terkadang ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai atau
merupakan sifat kepribadian kita, kita tetap harus memilih salah satu yang
mendekati diri kita. Tujuan tes epps (edwadrs personal preference schedule) ini
untuk mengukur dan meninjau kepribadian orang dilihat dari kebutuhankebutuhan yang mendorongnya dalam pekerjaan serta sejauh mana sifat yang
kita miliki terhadap kococokan dengan posisi kerja yang kita lamar.
Contoh Lembar Jawaban Soal EPPS

Adapun contoh option jawaban soal epps sebagai berikut:


A. Saya suka menolong teman bila mereka sedang mengalami masalah
B. Saya senang melakukan pekerjaan bersama hingga selesai

Tips dan cara mengerjakan soal epps


Sebelum mengerjakan soal epps, nanti Anda akan diminta oleh panitia

penyelenggara psikotes Anda untuk memilih salah satu kecenderungan yang


menurut Anda ada pada diri Anda. Jika jawaban Anda adalah pernyataan yang
pertama Anda diminta melingkari huruf A dan jika Anda memilih jawaban
terhadap pernyataan yang kedua, Anda diminta melingkari huruf B. Saran saya
dalam menjawab pertanyaan soal epps ini kepada Anda adalah jawablah
pertanyaan yang sesuai atau mendekati sifat apa yang dibutuhkan atas
pekerjaan atau posisi yang Anda duduki setelah Anda lulus psikotes dan diterima
kerja nantinya. Jangan menjawab diluar dari itu, walau Anda memiliki loyalitas
tehadap teman namun disini Anda tidak diminta untuk itu, melainkan
keprofesionalan Anda saat berkerja.

EPPS
Ragam bentuk soal yang bisa di sajikan dalam soal psikotes, diantaranya bentuk soal tipe
EPPS atau Edward Personal Preference. Apakah anda sudah mengenal soal psikotes jenis
ini?, untuk mempermudah anda sebaiknya anda mengatahui dahulu tengang cara
Mengerjakan Soal Psikotes EPPS . Bentuk soal ini jenis EPPS ini tidak ada jawaban salah
atau benar dalam tes ini.

Kredit gambar: soalpsikotest.com


EPPS atau Edward Personal Preference Schedule merupakan psikotes yang pemyataanpernyataannya dipakai untuk mengetahui 15 variabel kepribadian seseorang, yakni:
Kemampuan untuk berprestasi.
Kemampuan menyesuaikan diri.
Kemampuan menunaikan tugas.
Kebutuhan untuk menunjukkan diri.
Kebutuhan untuk mandiri.
Kebutuhan untuk berempati.
Kebutuhan perhatian terhadap sesama.
Kebutuhan akan hubungan sosial.
Keinginan untuk memimpin.
Keinginan untuk kompromi.
Kebutuhan memberikan perhatian.
Kebutuhan akan stimulasi dari luar.
Kemampuan menghadapi berbagai rintangan.
Kebutuhan memberikan perhatian dari lawan jenis.
Kebutuhan untuk bertentangan dengan orang lain.
Alat tes ini tergolong Tes Inventori kepribadian, dimana kita disuguhi deretan soal dalam satu
buku tes EPPS dan diminta untuk memilih suatu pernyataan yang disukai. Beberapa pasangan
adalah mengenai hal-hal yang Anda suka sedangkan pasangan-pasangan pernyataan yang lain
adalah mengenai perasaan Anda. Sebenarnya dalam EPPS terdapat 225 pasang pernyataan.
Kami hanya menyebutkan 100 saja untuk memberikan gambaran jenis tes ini secara umum.
Tips Cepat Mengerjakan Soal Psikotes EPPS :

Sebaiknya Anda dalam kondisi benar-benar fit saat mengerjakan tes ini.

Cermati setiap pernyataan dan lakukan yang diminta penguji Anda.

Jangan pernah asal-asalan dalam menjawab soal, karena jawaban Anda sangat berpengaruh terhadap hasil tes. Pilihlah pernyataan yang benar-benar sesuai dengan
gambaran pribadi Anda dan jujur terhadap diri sendiri. Jangan pernah melakukan
kebohongan pada saat menjawab soal. Percuma saja berbohong karena tes ini (seperti
tes-tes yang lain) telah disusun sedemikian rupa sehingga terdapat hubungan khusus
antara keadaan keluar dengan keadaan dalamnya. Tes ini juga menyajikan dua
pernyataan yang mengungkapkan korelasi yang berbeda dalam setiap nomor.

Kerjakan soal dengan rileks, dengan begitu Anda akan mampu menyelesaikan tes
dengan baik.

Jadilah diri Anda sendiri pada saat menjawab Soal Psikotes EPPS dan tunjukkan
bahwa Anda me-mang mampu menjadi karyawan yang berkontribusi besar terhadap
perusahaan dengan kelebihan yang Anda miliki.

EPPS
EPPS atau Edward Personal Preference Schedule merupakan psikotes yang pemyataanpernyataannya dipakai untuk mengetahui 15 variabel kepribadian seseorang, yakni:

Kemampuan
untuk
berprestasi.

Kemampuan
menyesuaikan
diri.

Kemampuan
menunaikan
tugas.

Kebutuhan
untuk
menunjukkan
diri.

Kebutuhan
untuk
mandiri.

Kebutuhan
untuk
berempati.

Kebutuhan
perhatian
terhadap
sesama.

Kebutuhan
akan
hubungan
sosial.

Keinginan
untuk
memimpin.

Keinginan
untuk
kompromi.

Kebutuhan
memberikan
perhatian.

Kebutuhan
akan
stimulasi
dari
luar.

Kemampuan
menghadapi
berbagai
rintangan.

Kebutuhan
memberikan
perhatian
dari
lawan
jenis.
Kebutuhan untuk bertentangan dengan orang lain.
Alat tes ini tergolong Tes Inventori kepribadian, dimana kita disuguhi deretan soal dalam satu
buku tes EPPS dan diminta untuk memilih suatu pernyataan yang disukai. Beberapa pasangan
adalah mengenai hal-hal yang Anda suka sedangkan pasangan-pasangan pernyataan yang lain
adalah mengenai perasaan Anda. Sebenarnya dalam EPPS terdapat 225 pasang pernyataan.
Kami hanya menyebutkan 10 saja untuk memberikan gambaran jenis tes ini secara umum.
Tips Cepat Mengerjakan Soal Psikotes EPPS :
1. Sebaiknya Anda dalam kondisi benar-benar fit saat mengerjakan tes ini.
2. Cermati setiap pernyataan dan lakukan yang diminta penguji Anda.
3. Jangan pernah asal-asalan dalam menjawab soal, karena jawaban Anda sangat berpengaruh terhadap hasil tes.
4. Pilihlah pernyataan yang benar-benar sesuai dengan gambaran pribadi Anda dan jujur
terhadap diri sendiri.
5. Jangan pernah melakukan kebohongan pada saat menjawab soal. Percuma saja
berbohong karena tes ini (seperti tes-tes yang lain) telah disusun sedemikian rupa
sehingga terdapat hubungan khusus antara keadaan keluar dengan keadaan
dalamnya. Tes ini juga menyajikan dua pernyataan yang mengungkapkan korelasi
yang berbeda dalam setiap nomor.
6. Kerjakan soal dengan rileks, dengan begitu Anda akan mampu menyelesaikan tes
dengan baik.

7. Jadilah diri Anda sendiri pada saat menjawab Soal Psikotes EPPS dan tunjukkan
bahwa Anda me-mang mampu menjadi karyawan yang berkontribusi besar terhadap
perusahaan dengan kelebihan yang Anda miliki
10
Pertanyaan
Jebakan
Contoh
Soal
Psikotes
EPPS
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jenis soal psikotes EPPS ini tidak ada jawaban
salah atau benar dalam tes ini. Contoh Soal Psikotes EPPS membantu anda akan membaca
sejumlah pernyataan-pernyataan dalam pasangan, tentang berbagai hal yang mungkin Anda
suka lakukan atau tidak suka lakukan (inginkan atau tidak inginkan). Perhatikan Contoh Soal
Psikotes EPPS di bawah ini:
Soal 1 :
A.
Saya
suka
berbicara
tentang
diri
saya
dengan
orang
B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.

lain.

Soal 2 :
A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan.
B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
Soal 3 :
A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai
masalah
yang
menarik
perhatian
saya.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang
khusus.
Soal 4 :
A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau
bidang khusus.
Soal 5 :
A. Saya suka menceritakan cerita-cerita lucu dan lelucon-lelucon waktu pesta.
B. Saya ingin menulis roman atau sandiwara hebat.
Soal 6 :
A.
Saya
ingin
dapat
berbuat
sekehendak
hati
saya.
B. Saya ingin bisa mengatakan bahwa saya telah melakukan dengan baik suatu pekerjaan
yang sulit.
Soal 7 :
A. Saya ingin dapat memecahkan teka-teki dan persoalan-persoalan yang sukar bagi orang
lain.

B. Saya suka mengikuti petunjuk-petunjuk dan melakukan apa yang diharapkan orang dari
diri saya.
Soal 8 :
A. Saya ingin mengalami hal-hal yang baru dan perubahan-perubahan dalam kehidupan saya
sehari-hari.
B. Saya suka menyatakan pada atasan-atasan saya, bahwa mereka telah melakukan sesuatu
pekerjaan dengan baik, bila memang demikian hanya menurut pikiran saya.
Soal 9 :
A. Bila saya berada dalam suatu kelompok, saya suka menerima pimpinan orang lain dalam
memutuskan
apa
yang
akan
dilakukan
oleh
kelompok
itu.
B. Saya ingin mengawasi dan mengarahkan tindakan-tindakan orang lain bilamana saja
mungkin.
Soal 10 :
A. Saya suka menyimpan surat-surat, bon-bon, dan kertas-kertas lain secara tersusun rapi dan
menurut
sistem
tertentu.
B. Saya ingin menjadi salah seorang pemimpin dalam organisasi-organisasi atau kelompokkelompok di mana saya menjadi anggotanya.
Nah, dari sepuluh contoh soal di atas, sebagai panduan anda mengerjakan Contoh Soal
Psikotes EPPS. Yang manakah dari dua pernyataan tersebut lebih menggambarkan diri Anda?
1. Bila Anda lebih suka pernyataan A daripada B, maka hendaknya Anda memilih A. Tetapi
bila Anda lebih suka pernyataan B daripada A, maka hendaknya Anda memilih B.
2. Mungkin Anda suka atau bahkan tidak suka A dan B kedua-duanya. Dalam hal ini, Anda
tetap diharapkan tetap memilih satu saja di antara dua. Pilihlah yang paling menggambarkan
diri
Anda.
Jika Anda sudah selesai menjawab semua soal, cek kembali

Contoh Soal Psikotes EPPS


Perhatikan contoh di bawah ini:
A. Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain.
B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.
Yang manakah dari dua pernyataan tersebut lebih menggambarkan diri Anda?
1. Bila Anda lebih suka pernyataan A daripada B, maka hendaknya Anda memilih A.
Tetapi bila Anda lebih suka pernyataan B daripada A, maka hendaknya Anda memilih
B.
2. Mungkin Anda suka atau bahkan tidak suka A dan B kedua-duanya. Dalam hal ini,
Anda tetap diharapkan tetap memilih satu saja di antara dua. Pilihlah yang paling
menggambarkan diri Anda.
contoh lainnya:
A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan.
B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai
masalah yang menarik perhatian saya.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang
khusus.
A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.
B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau
bidang khusus.
Bentuk pertanyaan inilah yang harus anda selesaikan. Biasanya soal EPPS ini berjumlah 100,
anda harus menyelesaikannya dalam waktu 24 menit, jawablah setiap pertanyaan yang
mencerminkan posisi pekerjaan yang sedang anda lamar.
Mau tahu tips cepat mengerjakan soal EPPS ini? silahkan lihat pada halaman utama web ini
atau klik di sini..

Karakteristik Tes EPPS


A. Ipsatif
Yaitu membandingkan orang yang satu dengan yang lain (skor yang diperoleh subjek A tidak
dapat dibandingkan dengan subyek B). Contoh : skor subyek A 70, dan skor subyek B 70.
Pada A bisa berarti tinggi, tapi pada B bisa berarti tinggi sekali. Tergantung dari bagaimana
range dari seluruh need pada subyek tersebut. Jika subyek A memiliki range skor 20-70, maka
skor 70 untuk subyek A berarti tinggi. Jika subyek B memiliki range skor 3-90 maka pada
subyek B skor 70 tidak berarti tinggi. Maka kita hanya dapat membandingkan skor antar need
pada subyek yang sama. Tidak dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif. Kuantitatif
masih mungkin, tetapi harus diinterprestasikan terlebih dahulu.
B. Norma Persentil
Meskipun Edward mengatakan ipsatif, namun ia tidak dapat konsisten karena yang ia
gunakan adalah persentil. Dalam norma persentil, skor orang yang satu akan dibandingkan
dengan orang yang lain. Skor persentil yang umum adalah 1-99.
C. Social Desirability
Yaitu kecenderungan seseorang untuk bertindak seperti yang diharapkan orang lain. Untuk
menanggulangi social desirability, dapat dilakukan perhitungan konsistensi subyek dalam
mengisi pernyataan. Adapun fungsi konsistensi adalah jika skor konsistensi memenuhi batas
minimal, maka tes dapat diinterprestasi. Batas skor konsistensi untuk orang Indonesia adalah
9, sedangkan orang Barat adalah 11.

image source: acronymsandslang.com


baca juga: Pengertian dan Metode Tes EPPS

Administrasi Tes EPPS


Tidak ada batas waktu untuk mengerjakan soal EPPS, namun subyek di motivasi untuk
mengerjakan secepat-cepatnya kurang lebih 45 menit. Hal ini dilakukan untuk menekan
social desirability. Jika memberikan waktu seluas-luasnya, maka subyek diberikan waktu
berpikir lebih lama, sehingga akan memengaruhi jawaban yang diberikan subyek. Sebelum
tes berakhir, ada baiknya penguji meminta subyek untuk mengecek kembali identitas dan
jawaban supaya tidak ada soal yang terlewat.
1. Instruksi

- Pada halaman-halaman berikut, Anda akan membaca sejumlah pernyataan mengenai


berbagai hal yang mungkin menggambarkan diri Anda atau mungkin juga tidak
menggambarkan diri Anda, dan pernyataan-pernyataan tersebut selalu disajikan berpasangan.
Perhatikan contoh dibawah ini :
A: Saya suka bebicara tentang diri saya dengan orang lain
B: Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.
Manakah dari dua pernyataan tersebut yang lebih menggambarkan diri Anda?
Bila Anda lebih mirip pernyataan A, maka hendaknya Anda memilih jawaban A. Tetapi bila
Anda lebih mirip pernyataan B, maka hendaknya Anda memilih jawaban B. Mungkin Anda
mirip dengan pernyataan A dan B sekaligus kedua-duanya. Dalam hal ini, Anda diminta
untuk tetap memilih satu diantara keduanya. Dan hendaknya Anda tetap memilih yang lebih
mirip diri Anda. Sekiranya Anda tidak mirip kedua-duanya, hendaklah Anda memilih yang
tidak terlalu jauh berbeda dengan gambaran diri Anda.
- Beberapa pasangan pernyataan adalah mengenai hal-hal yang Anda suka seperti pernyataan
A dan pernyataan B pada contoh diatas. Pasangan-pasangan lain adalah mengenai bagaimana
perasaan Anda.
Lihatlah contoh berikut ini :
A : Saya bersusah hati, bila gagal dalam sesuatu.
B : Saya merasa gugup bila harus bicara di depan orang banyak.
Yang manakah dari kedua pernyataan diatas lebih menggambarkan perasaan Anda?
Kalau pernyataan A lebih menggambarkan diri Anda daripada pernyataan B, maka hendaknya
Anda memilih jawaban A. Sekiranya pernyataan kedua lebih menggambarkan diri Anda,
maka hendaknya Anda memilih jawaban B. Bila kedua pernyataan itu dengan tepat
menggambarkan diri Anda, maka hendaknya Anda memilih yang lebih dekat
menggambarkan diri Anda. Bila tidak satupun diantara dua pernyataan itu dengan tepat
menggambarkan diri Anda, maka hendaknya Anda memilih yang ketidaktepatannya dengan
gambaran diri Anda tergolong kurang (sedikit) dibandingkan dengan pernyataan lainnya.
Setiap pilihan Anda hendaknya didasarkan atas kemiripan dengan gambaran atau perasaan
Anda sekarang. Dan tidak didasarkan atas hal-hal yang Anda anggap wajar.
- Ini bukanlah suatu tes, disini tidak ada jawaban yang tergolong betul atau salah. Apapun
yang Anda pilih, hendaknya merupakan suatu penggambaran dari hal-hal yang Anda lakukan
atau perasaan Anda. Tetapkan pilihan Anda setelah membaca pernyataan yang berpasangan
ini, dan jangan ada yang Anda lewati tanpa memilih. Pasangan-pasangan pernyataan ada pada
halaman-halaman berikut ini serupa dengan contoh yang telah diberikan di atas. Bacalah
setiap pasangan dan pilihlah pernyataan yang lebih menggambarkan diri Anda dengan cara
melingkari huruf A atau B.
2. Skoring
Skoring tes EPPS secara manual adalah sebagai berikut :
A. Buatlah garis lurus dengan warna merah dari nomor-nomor :

No. 1 sampai dengan no. 25, melalui 7, 13, 19.

No. 101 sampai dengan no. 125, melalui 107, 113, 119.

No. 210 sampai denmgan no. 225, melalui 207, 213, 219.

Nomor-nomor yang terkena garis merah, tidak diperhitungkan dalam menjumlah untuk
mendapat skor kepribadian.
B. Buatlah pula garis lurus dengan warna biru dari nomor-nomor :

No. 26 sampai dengan no. 50 melalui 32, 38, 44.

No. 51 sampai dengan no. 75 melalui 57, 63, 69.

No. 151 sampai dengan no. 175 melalui 157, 163, 169.

Nomor-nomor ini meskipun diberi garis, akan diperhitungkan dalam menjumlah untuk
mendapat skor kepribadian.
C. Dihitung jumlah huruf A yang dilingkari pada baris pertama dan seterusnya dari kiri-ke
kanan. Jumlah yang diperoleh tersebut ditulis dibawah kolom r.
D. Dihitung jumlah huruf B yang dilingkari pada kolom pertama dan seterusnya dari atas ke
bawah. Jumlah yang diperoleh tersebut dituliskan dibawah kolom c.
E. Setelah dihitung semuanya, akan diperoleh jumlah skor pada kolom r dan kolom c yang
berdampingan dijumlahkan dan hasilnya dituliskan pada kolom s.
F. Angka tertinggi pada kolom s adalah 28, dan jumlah ini adalah skor keseluruhan dari
personality variable. Untuk mengetahui apakah jumlah itu benar, dapat dilihat dari jumlah
keseluruhan kolom s yang harus dicapai tepat 210. Kalau ternyata jumlahnya lebih atau
kurang, maka hal ini mungkin ada kesalahan menghitung skor A atau skor B. Oleh karena itu,
penghitungan harus diulangi kembali hingga jumlahnya menjadi 210.
G. Untuk melihat konsistensi (con) jawaban subyek, bandingkan jawaban-jawaban yang
dilingkari pada nomor-nomor:
-

1 vs 151,
7 vs 157,
13 vs 163,
19 vs 169,
25 vs 175,

26 vs 101,
32 vs 107,
38 vs 113,
44 vs 119,
50 vs 125,

51 vs 201
57 vs 207
63 vs 213
69 vs 219
75 vs 225

Nomor-nomor tersebut dilalui oleh garis-garis lurus yang berwarna merah atau berwarna biru.
Bila ada kesalahan antara kedua jawaban (berbeda). Berilah tanda pada kotak yang tersedia
dibagian paling bawah dari kertas jawaban. Seluruh tanda dijumlahkan dan hasilnya
dituliskan pada tempat con.

H. Jumlah tertinggi adalah 15, sedangkan konsistensi dibawah 9 adalah meragukan dan tidak
perlu di interpretasi.
I. Untuk menentukan percentile dari raw score sesuai tabel percentile yang telah disusun
sebelumnya (norma standar). Dan raw score yang tertera dituliskan dibawah kolom ss, profil
variabel yang tergambarkan adalah kesimpulan tentang diri subjek, terutama kecenderungankecenderungan yang dimilikinya itu diatas mean (+) dan berada dibawah mean (-). Bila
berada diantara atau tepat pada mean, kecenderungan-kecenderungan tersebut menunjukan
hal yang wajar.
Daftar Pustaka: http://www.ilmupsikologi.com/2015/10/skoring-interpretasi-danmengkomunikasikan-hasil-tes-epps.html#ixzz47n0cJe7i

Anda mungkin juga menyukai