Anda di halaman 1dari 2

Pembahasa n labirin

Pada pengujian labirin terhadap operator yang diputar menggunakan kursi


putar, menyebabkan sensasi berputar bahkan berguling sehingga Op memberi
respon dengan berteriak dan terjatuh. Namun, ketka OP membuka mata, perlahan
sensasi tersebut menghilang dan OP kembali dalam keadaan normal. Sensasi
berputar yang dirasakan oleh OP secara fisiologis diatur oleh kanal semisirkularis
yang terdapat pada telinga. Kanal semi sirkularis terdiri dari 3 bagian yaitu bagian
anterior, posterior, dan lateral.
Di dalam kanal semisirkularis ini
mengandung endolymph. Keetika
OP
diberikan
putaran
menggunakan kursi putar, maka
kanal semisirkularis ini akan ikut
berputar, namun tidak demikian
dengan endolymph. Endolymph
cenderung
diam
walaupun
sebenarnya
berputar
sedikit,
fenomena
ini
yang
disebut
dengan kelembaman cairan (Sherwood, 2007), sama seperti kita memutar gelas
yang berisi air. Namun, setelah kecepatan sudut yang diberikan dihentikan, maka
endolymph tersebut akan bergerak sesuai dengan arah putaran sebelumnya.
Ketika OP menundukan kepala dan diputaran ke kanan menyebabkan
endolymph membengkok ke arah kiri, dan setelah dihilangkan percepatan
sudutnya, maka giliran endolymph yang berputar, menyebabkan sel rambut
membengkok ke arah yang berlawanan sehingga OP merasakan sensasi berputar ke
kiri setelah kepala di tegakan. Sensasi berputar dalm tahap ini diatur oleh kanal
semisirkulris posterior, sehingga ketika kepala di tegakan maka sensai yang timbul
adalah OP merasa berputar ke arah kiri secara vertikal.

Ketika kepala OP dimiringkan kemudian diputar, maka endolymph yang


berputar adalah endolymph pada kanal semisirkularis anterior. Sensasi yang
dirasakan ketika diputar ke kanan lalu kepala ditegakan ialah berputar ke arah

depan secara vertikal, dengan mekanisme fisiologis yang sama. Keadaan ini akan
tetap dirasakan oleh OP selama ia menutup matanya. Hal ini terjadi karena persepsi
yang timbul pda area 5,7 di otak murni dari saraf cockleovestibular. Jika OP
membuka mata, maka akan ada jalur informasi dari mata menuju ke otak yang
menimbuklkan persepsi bahwa tubuh diam melalui saraf optikal yang berujung
pada bagian otak nomor 17,18 (Ganong, 2005). Hal ini yang menyebabkan OP
perlahn menuju keadaan normal ketika membuk mata.