Anda di halaman 1dari 15

ALERGI MAKANAN

Amri mzml 123

DEFINISI

Merupakan suatu respon abnormal terhadap


makanan tertentu yang diperantarai oleh
reaksi imunologis
Merupakan gejala-gejala yang timbul akibat
memakan suatu makanan tertentu

EPIDEMIOLOGI

Kejadian alerg makanan lebih sering


ditemukn pada anak2
Hanya 1,4-6% populasi dewasa juga pernah
mengalami alergi maknan
Perempuan>laki2
Sbagian besar alergi muncul pd saat anak2,
dan kmudian akan hilang pd usia 3thn
Jarang sekali baru munculnya saat dewasa

Diperkirakan sebagian besar alergi makanan


didasari oleh reaksi hipersensitivitas tipe I yang
diperankan oleh IgE dan reaksi hipersensitivitas
tipe IV atau kombinasi dari keduanya.
Namun Reaksi alergi makanan dapat juga
didasari oleh non IgE, seperti pada
trombositopenia akibat alergi susu sapi yang
diperankan oleh reaksi antigenantibodydependent cytotoxic (reaksi hipersensitivitas
tipe II ), dan reaksi kompleks antigen antibodi
(reaksihipersensitivitas tipe III) tetapi msh sulit
dibuktikan patogenesis nya

ETIOLOGI

Biasanya makan-makanan yg mengandung


protein.dimana protein itu mampu
menginduksi produksi IgE
Penyebab tersering pd org dewasa adlh
kacang2an,ikkan, dan kerang
Sedangkan pd anak adlh susu,telur,
kacang2an, ikan dan gandum

Bahan makanan
yang sering bersifat
alergen adalah
glikoprotein yang
larut dalam air
dengan berat
molekul antara
10.000 - 60.000
Dalton.

MANIFESTASI KLINIS

Yg diperantarai IgE biasanya bermanifestasi


pd gastrointestinal, kulit, dan saluran napas
Sedangkan yg tdk diperantarai IgE umumnya
bermanifestasi sbg gg saluran cerna, seperti
mual,muntah,diare, nyeri abdomen.
Beratnya reaksi trgantung pd jml alergen yg
dikonsumsi

DIAGNOSA
1. Anamnesis
ditanyakan mengenai:
Mengenal makanan yang dicurigai
Jarak antara gejala yang timbul dan memakan
makanan yang dicurigai
Mengenal gejala yang ditimbulkan
Jumlah makanan yang menimbulkan gejala
Apakah gejala selalu timbul bila memakan
makanan yang dicurigai?
Berapa jarak waktu antara gejala terakhir dengan
gejala yang baru timbul?
Apakah ada faktor lain yang mempermudah
timbulnya gejala misalnya setelah latihan olahraga

Pemeriksaan fisik
Apakah terdapat tanda dari penyakit atopi
seperti kulit kering, bersisik, likenifikasi yang
sering tampak pada pasien dermatitis atopik;
allergic shiners, Siemen grease, mukosa
hidung bengkak dan pucat yang sering
tampak pada rinitis alergik; dan gejala mengi
serta batuk berulang pada pasien asma.
Juga penting menilai status gizi anak apakah
sudah terjadi kurang gizi akibat diet yang
diberikan

Pemeriksaan penunjang
1. Prick test
2. Uji IgE spesifik
3. Test provokasi makanan

PRICK TEST

Tes cukit kulit (prick test) merupakan tes penapisan


dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, cepat, dan
relatif tidak mahal.
Prinsip tes ini adalah memasukkan sejumlah kecil
alergen ke epidermis yang kemudian akan berikatan
dengan IgE yang melekat di permukaan sel mast yang
selanjutnya akan mengeluarkan berbagai mediator yang
menyebabkan indurasi yang dapat diukur
Jarum ditusukkan ke epidermis. Hasil reaksi dibaca
dalam 15 menit.
Kriteria pembacaan yaitu hasil positif satu (+1) apabila
indurasi berdiameter 1 mm lebih besar dari diameter
kontrol negatif, (+2) indurasi berdiameter 1-3 mm lebih
besar dari diameter kontrol negatif, (+3) indurasi
berdiameter>3 mm lebih besar dari diameter kontrol
negatif disertai flare, dan (+4) indurasi berdiameter >5
mm dari diameter kontrol negatif disertai flar

UJI IGE SPESIFIK

Uji ini digunakan untuk mengevaluasi kasus


alergi makanan yang diperantarai IgE.
Kelebihan cara ini dibanding tes cukit kulit
adalah dapat dilakukan pada pasien alergi
yang tidak dapat berhenti dari pengobatan
antihistamin serta jika tes cukit kulit tidak
mungkin dilakukan pada kelainan kulit yang
luas

PENATALAKSANAAN
Non farmako

1.

Hindari makanan penyebab alergi

Farmako

2.

Pd saat alergi histamin, jika perlu tambhkan


kortikosteroid
Jika pd serangan anafilaksis lgsug berikan
epinefrin/adrenlin