Anda di halaman 1dari 3

KURKUMIN

Kurkumin (1,7-bis(4-hidroksi-3-metoksifenil)-1,6-heptadiena-3,5-dion) adalah senyawa


aktif rhizoma Curcuma longa L yang memiliki aktivitas farmakologi yang luas dan secara
tradisional telah dimanfaatkan dalam penyembuhan berbagai penyakit. Kurkumin menunjukkan
aktivitas antioksidan, antikanker, antiinflamasi dan hepatoprotektif. Kurkumin telah banyak
diteliti aktivitasnya sebagai antikanker payudara karena mampu menghambat interaksi estrogen
dengan reseptornya (Pebriana et al. 2008; Arwansyah et al. 2014). Dalam penelitian yang lain,
dibuktikan bahwa secara in vitro, kurkumin pada sel kanker payudara mampu menghambat
Reactive Oxygen Species (ROS) dan jalur c-Jun NH(2)-terminal kinase (JNK) yang akan
menginduksi terjadinya apoptosis sampai 70 % (Pebriana et al. 2008).
VITAMIN E
Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak terdiri atas dua isomer, yaitu tokoferol
dan tokotrienol. Tokoferol alfa adalah bentuk yang paling aktif dan merupakan antioksidan
dalam plasma dan jaringan sebagian besar manusia (Suarsana et al. 2014). Dilihat dari struktur
kimia yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu, asam lemak tidak jenuh jamak akan
mudah teroksidasi (misalnya oleh radiasi ultra violet) serta mudah menghasilkan radikal bebas
yang dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker (Tuminah. 2009). Vitamin E merupakan
antioksidan yang berperan mencegah oksidasi dan peroksidasi asam lemak tidak jenuh dan
fosfolifid membran. Vitamin E berperan sebagai pereduksi radikal bebas dan dapat langsung
bereaksi dengan peroksidasi lipid. Selain itu, Vitamin E juga dapat meningkatkan kadar
glutathione sehingga dapat mencegah kerusakan sel (Hidayat et al. 2013).
KANKER MAMMAE PADA PET ANIMAL
Menurut Kelsey (dikutip dalam Astikasanti et al. 2012), presentase kanker pada anjing
sebesar 51%, dimana 97% terjadi pada anjing betina. Sedangkan pada kucing menurut Todorova
(dikutip dalam Astikasanti et al. 2012), kanker mammae merupakan kasus yang banyak terjadi
setelah haemopoietic dan kanker kulit dengan frekuensi kejadian yaitu 158-470/100.000 hewan,
dan 86% dari kejadian kanker mammae adalah ganas.
HISTOPATOLOGI KANKER MAMMAE

Glandula mammae kelompok tikus yang diinduksi


Dimetilbenz(a)antrasene (DMBA) (timbul nodul) terjadi
proliferasi berat dari epitel acini ke arah lumen acini,
dengan ukuran epitel acini bervareasi disertai ditemukan
adanya gambaran mitosis. Massa tumor yang solid
terlihat sebagai lobulus dari tumor sel yang dipisahkan
oleh jaringan ikat tipis. Ditemukan juga adanya proses
peradangan yang sangat berat (Meiyanto et al. 2007).
NANO TEKNOLOGI
Nanoteknologi merupakan ilmu yang mempelajari partikel dalam rentang ukuran 1 -1000
nm. Nanopartikel merupakan bagian dari nanoteknologi yang sangat popular dan semakin pesat
perkembangannya sejak awal tahun 2000. Penelitian nanopartikel sedang berkembang pesat
karena dapat diaplikasikan secara luas seperti dalam bidang pertanian, lingkungan, elektronik,
optis, dan biomedis. Nanopartikel dapat diklasifikasikan menjadi lima macam berdasarkan jenis
materi partikel yaitu kuantum dot, nanokristal, lipopartikel, nanopartikel magnetik, dan
nanopartikel polimer (Suwarda et al. 2013).
BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA)
Serum albumin adalah salah satu protein yang paling berlimpah dalam sistem peredaran
darah dari berbagai organisme dan salah satu protein yang paling banyak dipelajari. Bovine
serum albumin (BSA) terdiri dari 583 asam amino dalam rantai polipeptida tunggal berikatan
silang dengan 17 ikatan disulfida. Serum albumin memiliki berbagai fungsi fisiologis dalam hal
pengikatan, transportasi dan pengendapan berbagai macam ligan endogen dan eksogen yang ada
di dalam sirkulasi darah. Mungkin, fungsi yang paling menonjol adalah kemampuan serum
albumin dalam mengikat berbagai macam ligan. Sudah diketahui, banyak obat-obatan yang
berikatan dengan serum albumin dan efektivitas obat itu sendiri bergantung dari kemampuan
berikatannya (Trnkov et al. 2010).
DAFTAR PUSTAKA

Arwansyah., Laksmi A., Tony I S. 2014. Simulasi Docking Senyawa Kurkumin dan Analognya
sebagai Inhibitor Reseptor Androgen pada Kanker Prostat. Current Biochemistry, Volume
1 (1): 11-19, e-ISSN: 2355-7877.
Astikasanti, Putri., Dyah, A.P. dan Anna, R. 2012. Pengaruh Induksi DMBA (Dimetylbenz ()
Antrasen) Multiple Low Dose (MLD) pada Mamae Tikus (Rattus norvegicus) terhadap
Kadar VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor). Program Studi Pendidikan Dokter
Hewan Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya.
Hidayat, Arif., Wulan, C. dan Aditya, M. 2013. Pengaruh Vitamin E terhadap Kadar Sgpt dan
Sgot Tikus Putih Galur Wistar yang Dipapar Timbal. Unnes J Life Sci 2 (1) (2013), ISSN:
2252-6277.
Pebriana, Ratna Budhi., dkk. 2008. Docking Kurkumin dan Senyawa Analognya pada Reseptor
Progesteron: Studi Interaksinya sebagai Selective Progesterone Receptor Modulators
(Sprms). PHARMACON, Vol. 9, No. 1, 1420.
Suarsana, I Nyoman., Iwan, H.U., I, G.A. dan Ayu, S. 2011. Pengaruh Hiperglikemia dan
Vitamin E pada Kadar Malonaldehida dan Enzim Antioksidan Intrasel Jaringan Pankreas
Tikus. MKB, Vol. 43, No. 2.
Suwarda, Rosniyati. dan M. Syamsul Maarif. 2013. Pengembangan Inovasi Teknologi
Nanopartikel Berbasis Pat untuk Menciptakan Produk yang Berdaya Saing. Jurnal Teknik
Industri ISSN: 1411-6340.
Meiyanto, Edy., Sri, S., Sri, T., Retno, M. dan Sugiyanto. 2007. Efek kemopreventif ekstrak
etanolik Gynura procumbens (Lour), Merr pada karsinogenesis kanker payudara tikus.
Majalah Farmasi Indonesia, 18(3), 154-161.
Trnkov, Lucie., Iva, B., Vladimr, K. and Jaroslav, D. 2010. Binding of naturally occurring
hydroxycinnamic acids to bovine serum albumin. Natural Science, Vol. 2, No. 6, 563-570.
Tuminah, Sulistyowati. 2009. Efek Asam Lemak Jenuh dan Asam Lemak Tak Jenuh "Trans"
terhadap Kesehatan. Media Penelit. dan Pengembang. Kesehat. Volume XIX Tahun 2009,
Suplemen II.