Anda di halaman 1dari 3

EMPAT CARA MENYUSUN TINJAUAN PUSTAKA

manjilala | 10/12/2013 | Artikel Bebas | 10 Comments

Tinjauan pustaka merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah karya tulis
ilmiah. Tapi sayangnya masih banyak orang yang menganggap sebelah mata peran dari
tinjauan pustaka. Sebagian orang mengangggap bahwa tinjauan pustaka hanya sekedar
pelengkap dari sebuah karya tulis ilmiah.
Padahal sejatinya, setiap BAB dalam sebuah karya tulis ilmiah memiliki benang merah
dan saling berhubungan. Saya berani mengatakan bahwa 80% informasi yang
tercantum di tinjauan pustaka harus dimanfaatkan untuk mendukung hasil penelitian
yang selanjutnya diuraikan pada pembahasan.
Berikut beberapa tips agar tinjauan pustaka anda bermakna

BUAT OUTLINE TENTANG INFORMASI APA YANG


ANDA BUTUHKAN
Outline yang kami maksud ialah kata kunci dari setiap informasi yang anda butuhkan.
Outline ini akan membantu anda agar lebih focus mencarai referensi. Misalnya salah
satu informasi yang anda ingin cari ialah Tinjauan Tentang Praktek Inisiasi Menyusu Dini,
maka paling tidak outline yang dibuat sebagai berikut :

Pengertian IMD

Cara IMD

Manfaat IMD

Cakupan praktek IMD

Dst.

Outline tersebut di atas bisa dikemas dalam bentuk paragraph maupun sub sub judul.
Nah langkah selanjutnya silahkan temukan referensi sesuia dengan outline yang sudah
anda buat.

GALI INFORMASI DARI BANYAK SUMBER, JANGAN


HANYA BERASAL DARI SATU SUMBER SAJA
Mencari sumber kepustakaan memang melelahkan, apalagi jika informasi yang kita cari
tergolong baru dan belum banyak orang yang menulis tentang hal tersebut. Akan tetapi
anda tidak perlu khawatir karena sekarang adalah jaman digital, sudah banyak referensi
yang dibuat dalam versi digital, yang dibutuhkan hanya kesabaran keuletan serta
jaringan yang luas untuk menemukannya. Nah khusus poin terakhir (baca : jaringan)
anda bisa bergabung dengan group di social media yang sesuai dengan disiplin
keilmuan anda, karena bisa jadi salah seorang member group tersebut merupakan
seorang penulis buku atau orang yang memiliki referensi digital yang anda butuhkan.

PERBANYAK HASIL PENELITIAN SEBELUMNYA


YANG RELEVAN
Banyak mahasiswa, yang baru pertama kali menyusun karya tulis ilmiah terjebak dengan
istilah tinjauan pustaka, mereka menganggap bahwa tinjauan pustaka itu harus
bersumber dari buku, padahal buku dengan topiK-topik tertentu sangat sulit dijumpai.
Rata-rata mahasiswa belum terbiasa menggunakan hasil penelitian sebagai referensi
mereka, padahal ruh sebuah tinjauan pustaka ada di hasil penelitian sebelumnya.
Mengapa? Karena pada saat anda membahas hasil penelitian maka anda harus
membandingkan hasil anda dengan hasil penelitian sebelumnya. Jika hasil penelitian
sebelumnya tidak anda cantumkan di tinjauan pustaka maka saat itu juga anda harus
melakukan kembali proses pencarian literatur dan itu cukup menyita waktu.

JANGAN LUPA PARAPHRASE


Paraphrase merupakan salah satu proses yang harus anda lakukan saat pembuatan
tinjauan pustaka. Jika anda melewatkan proses ini, maka bisa dijamin karya yang anda

hasilkan akan dicap sebagai karya PLAGIAT dan bisa jadi akan berimplikasi hokum
dikemudian hari.
Di Wikipedia.org dijelaskan bahwa Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti
pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama,
namun tanpa mengubah maknanya. Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang
penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli