Anda di halaman 1dari 21

PATOLOGI NIFAS

Selama masa nifas dapat terjadi 4 masalah utama :


Perdarahan pasca persalinan
Infeksi masa nifas
Tromboemboli
Depresi pasca persalinan

Perdarahan pasca persalinan

Perdarahan pasca persalinan PRIMER

Perdarahan > 500 ml yang terjadi dalam waktu 24


jam pasca persalinan

Perdarahan pasca persalinan SEKUNDER

Perdarahan abnormal yang terjadi setelah 24 jam


pasca persalinan sampai berakhirnya masa
nifas.

Perdarahan postpartum primer ( early postpartum


hemorrahage )

Etiologi :
Atonia uteri dan
Sisa plasenta ( 80%)
Laserasi jalan lahir (20% )
Gangguan faal pembekuan darah pasca solusio
plasenta

Faktor resiko
Partus lama
Overdistensi uterus ( hidramnion , kehamilan kembar,
makrosomia )
Perdarahan antepartum
Pasca induksi oksitosin atau MgSO4
Korioamnionitis
Mioma uteri
Anaesthesia

Diagnosis
Jumlah perdarahan pasca persalinan yang sesunguhnya sulit
ditentukan oleh karena sering bercampur dengan cairan amnion,
tercecer, diserap bersama dengan kain dan lain sebagainya.
Perdarahan pervaginam yang profuse dapat terjadi sebelum
plasenta lahir atau segera setelah ekspulsi plasenta.
Perdarahan dapat terjadi secara profus dalam waktu singkat atau
sedikit sedikit diselingi dengan kontraksi uterus.

Perdarahan kala III ( plasenta belum lahir )

Masase fundus uterus untuk memicu


kontraksi uterus disertai dengan tarikan
talipusat terkendali. Bila perdarahan
terus terjadi meskipun uterus telah
berkontraksi dengan baik, periksa
kemungkinan laserasi jalan lahir atau
ruptura uteri. Bila plasenta belum dapat
dilahirkan , lakukan plasenta manual
Bila setelah dilahirkan terlihat tidak
lengkap

maka

harus

dilakukan

eksplorasi cavum uteri atau kuretase.

Perdarahan postpartum sekunder ( late


postpartum hemorrahage )
Etiologi
Atonia uteri
Jaringan plasenta tertinggal
Proses reepitelialisasi plasental site yang buruk
( 80% )
Sisa konsepsi atau gumpalan darah
Infeksi

Faktor predisposisi

Faktor risiko

Higienis kurang

Multipara

Malnutrisi
Proses

persalinan

bermasalah
lama,

partus

korioamnitis,

persalinan traumatik

Perpanjangan
persalinan ( kala
II )
Chorioamnitis
Retensio plasenta

INFEKSI MASA NIFAS


Definisi
Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada traktus
genitalia, terjadi sesudah melahirkan, ditandai
kenaikan suhu sampai 38 derajat selsius atau lebih
selama 2 hari dalam 10 hari pertama pasca
persalinan, dengan mengecualikan 24 jam pertama.

Etiologi
Bermacam-macam jalan kuman masuk ke dalam alat
kandungan seperti eksogen (kuman datang dari luar),
autogen (kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh) dan
endogen (dari jalan lahir sendiri).
Penyebab yang terbanyak dan lebih dari 50% adalah
streptococcus anaerob yang sebenarnya tidak patogen
sebagai penghuni normal jalan lahir.

Sumber patogen
INFEKSI GENITAL

INFEKSI NON GENITAL :

Patogen potensial yang berada dalam vagina


secara normal :

Infeksi traktus urinarius : E Coli

Streptococcus anerobik
Basil gram negatif anerobik
Streptococcus hemolyticus (selain group A)
Bakteri yang berasal dari organ visera sekitar :
E Coli
Clostridium Welchii
Bakteri yang berasal dari organ yang jauh :
Stafilokok
Streptokus Hemolitikus Grup A
Mycoplasma hominis

Infeksi mamme : stafilikok

Faktor predisposisi
Partus lama
Malnutrisi
Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, seperti perdarahan yang banyak,
pre eklampsia; juga infeksi lain seperti pneumonia, penyakit jantung, dsb.
Perdarahan antepartum
Kelelahan
Kurang baiknya proses pencegahan infeksi
Anemia
Hygiene (dari penolong maupun maternal)
Tindakan bedah vaginal yang menyebabkan perlukaan jalan lahir
Proses persalinan bermasalah : Partus lama/macet, Korioamnionitis, Persalinan traumatic,
Periksa dalam yang berlebihan , Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan
darah.

MEKANISME TERJADINYA
INFEKSI
Terjadinya infeksi nifas :
1. Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang
dipakai kurang suci hama Kemungkinan besar penolong ( alat) persalinan
membawa kuman ke dalam rahim penderita, yakni dengan membawa
mikroorganisme yang telah ada dalam vagina ke atas, misalnya dengan
pemeriksaan dalam.
2. Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial) Kadang-kadang sumber
infeksi berasal dari penolong sendiri misalnya, jika ada luka pada tangannya
yang kotor atau dari pasien lain seperti pasien dengan infeksi puerpuralis, luka
operasi yang meradang, karsinoma uteri, atau dari bayi dengan infeksi tali pusat
3. Hubungan seks menjelang persalinan
4. Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar, ketuban
pecah lebih dari 6 jam, terdapat pusat infeksi dalam tubuh (fokal infeksi)

PENYEBARAN
a. Penjalaran pada permukaan

c. Penjalaran melalui pembuluh


getah bening

1) Endometritis

2) Salpingitis

1) Limfangitis

3) Pelveoperitonitis

2) Perlimfangitis

4) Peritonitis umum

3) Parametritis

4) Perimetritis

b. Penjalaran ke lapisan yang lebih


dalam

d. Penjalaran melalui pembuluh


darah balik

1) Endometritis

2) Miometritis

1) Flebitis sepsis

3) Perimetritis

2) Perifleblitis

4) Peritonitis

3) Parametritis

MANIFESTASI KLINIK
a. Infeksi lokal

1) Pembengkakan luka
episiotomy
2) Terjadi penanahan

b. Infeksi umum

3) Perubahan warna lokal


4) Pengeluaran lokea
bercampur nanah

5) Mobilitas terbatas karena


rasa nyeri
6) Temperatur badan dapat
meningkat

1) Tampak sakit dan lemah


2) Temperature meningkat di atas
39C
3) Tekanan darah dapat menurun dan
nadi meningkat
4) Pernafasan dapat meningkta dan
terasa sesak
5) Kesadaran gelisah sampai
menurun dan koma
6) Terjadi gangguan involusi uterus
7) Lokea berbau dan bernanah serta
kotor

TROMBOEMBOLI

Trombosis vena dapat terjadi selama kehamilan atau


sering terjadi pada masa nifas antara hari ke 5 15.
Perawatan obstetri yang baik dan ambulasi dini dapat
menurunkan kejadian penyakit tromboemboli.
Proses trombosis selalu berawal dari vena profunda
tungkai bawah namun dapat pula menjalar keatas
menuju vena femoralis atau vena vena dalam
panggul. Situasi ini sering menyebabkan terjadinya
emboli paru

DIAGNOSIS DVT DEEP VEIN


THROMBOSIS

Tanda klinik adalah terjadinya demam ringan, kenaikan frekuensi nadi dan
rasa lesu.
Tanda klinik tak dapat memberi informasi mengenai progresivisitas penyakit.
Konfirmasi diagnosis adanag dengan menggunakancolour enhanced
Doppler imaging pada vena tibialis dan femoralis.

Diagnosis emboli paru :

Dispneoe

Nyeri dada

Sianosis

Krepitasi pada auskultasi paru

MASALAH PSIKIATRI PASCA


PERSALINAN

1. Third Days Blues


2. Depresi pasca persalinan
3. Psikosis pasca persalinan

third days blues

50 70% terjadi instabilitas emosional pada ibu pasca persalinan


dengan penyebab yang tidak jelas.
Gejala berawal antara hari ke 3 5 pasca persalinan.
Instabiltas emosional dapat berlangsung kurang dari 1 minggu
namun ada kasus yang dapat terjadi sampai berbulan-bulan

DEPRESI PASCA PERSALINAN

8 12% wanita pasca persalinan akan menampakkan tanda tanda depressi


dalam 5 bulan pertama pasca persalinan.
Resiko tinggi mengalami kejadian ini :
1. Ibu berusia < 16 tahun
2. Riwayat keluarga dengan depresi atau pernah menderita depresi
3. Depresi pada masa hamil
4. Masalah hubungan keluarga pada masa remaja
5. Tidak ada dukungan dari pasangan selama kehamilan , persalinan
6. Merawat bayi sendirian tanpa keluarga atau teman
7. Pengalaman negatif saat berhubungan dengan tenaga kesehatan selama
kehamilan
8. Riwayat komplikasi kehamilan

PSIKOSIS PASCA PERSALINAN

1 3% wanita mengalami kejadian psikosis pasca


persalinan dalam bentuk manik atau depresi naun ada
juga yang diselingi dengan episode skisofrenik
Gangguan ini dapat terjadi secara mendadak pada hari
5 15 pasca persalinan. Pada awalnya pasien merasa
bingung , cemas, tidak dapat tidur dan sedih. Delusi
( merasa bahwa anaknya mengalami sesuatu yang
berbahaya ) atau halusinasi terjadi dengan cepat.
Pasien harus segera memperoleh perawatan secara
profesional.