-------------------------------------------------------------------------------

60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara
Home Stay Berisiko Tinggi - Sanur Bagian sangat Signifikan WORLD Travel and Tourism Council (2004) menyebutkan, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Mengingat pariwisata menggabungkan banyak sektor seperti industri yang terkait keramahtamahan, jasa boga, dan persewaan kendaraan, maka pariwisata mempekerjakan lebih dari 8% tenaga kerja dunia dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan industri lain dalam ekonomi global. Tahun 2005, jumlah wisatawan mancanegara lebih dari 800 juta orang dan menghasilkan lebih dari dua miliar dolar AS per hari.
Pertumbuhan industri pariwisata di Asia Tenggara tiap tahun pun meningkat. “Tahun 2006, kunjungan turis mancanegara meningkat 9%. Pariwisata menjadi salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi,” ujar Chin Chanveasna, Executive Director ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Kamboja dalam Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism, di Sanur, 18-20 Maret. “Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam, merupakan negara yang memiliki reputasi sebagai destinasi wisata untuk tujuan eksploitasi seksual komersial terhadap anak,” ungkapnya. Salah satu bentuk eksploitasi seksual komersial yang kini mendapat perhatian besar masyarakat dalam 15 tahun terakhir ini adalah pariwisata seks anak. Pariwisata seks anak mengacu pada eksploitasi seksual anak dalam pariwisata yang terjadi di berbagai daerah tujuan wisata dan bahkan di tempat-tempat yang sebenarnya tidak memiliki prasarana pariwisata samasekali. “Pelaku pariwisata seks anak adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah asalnya ke daerah tujuan, dalam satu negara atau dari satu negara ke negara lain, untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak,” papar Chin. Para wisatawan seks anak ini bisa merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ph. mereka memiliki kesempatan melakukan hubungan seksual dengan seseorang di bawah 18 tahun dan memanfaatkan kesempatan itu. dan pedofil. Prof. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Jakarta menambahkan. 30 tahun. Malaysia. 40 tahun. Meski mengalami ketertarikan seksual terhadap orang dewasa. Persentase itu sama dengan wisatawan seks anak melalui . Regional Director of Terre des Hommes. Belanda.” ujar Chin. Walau dianggap menderita gangguan klinis. dan wisatawan berusia 51 s. 65%. disusul wisatawan seks anak berusia 18 s. 19%. Wisatawan seks anak preferensial menunjukkan keinginan melakukan seks secara aktif terhadap anak-anak. Korea Selatan. jumlah pedofil 5%. dan kalangan atas 5%. Italia. 50 tahun. Wisatawan seks anak situasional sebenarnya tidak memiliki kecenderungan seksual khusus terhadap anak-anak. kalangan menengah. 90%-95% wisatawan seks anak adalah laki-laki.d. wisatawan seks anak preferensial. dan Australia. 17%. pedofil bisa saja tidak menunjukkan pilihan terhadap jenis kelamin anak dan beranggapan bahwa hubungan seks dengan anak-anak tidak berbahaya.” ujar President of ECPAT Italia ini.Menurut Chin. 30%. Umumnya. “Walaupun banyak kasus dilakukan orang asing.” ungkap Marco. 45%. dari total wisatawan seks anak. Beberapa negara asal wisatawan seks anak adalah Jepang. Ini kultur yang ada di kalangan laki-laki kita. Tak sedikit industri pariwisata yang menawarkan anak-anak untuk berhubungan seksual. Marco Scarpati dari Milano University. ada tiga kategori wisatawan seks anak. yaitu 34%.d. kita tidak boleh menutup mata. yaitu wisatawan seks anak situasional.d.” kata Frans van Dijk. Ketiga kategori wisatawan seks anak itu rela mengeluarkan banyak uang dan waktu asalkan dapat memuaskan keinginan mereka. “Tetapi.d. wisatawan seks anak preferensial mencari anak-anak yang masih puber atau remaja. yaitu 50%. “Wisatawan seks anak preferensial dan pedofil hanyalah sebagian kecil wisatawan seks anak. “Dari seluruh kasus.” Korban 60 Ribu Prof. yang paling banyak mengakses wisata seks adalah orang pribumi. Tetapi. “Wisatawan seks anak preferensial 30% dan sisanya. wisatawan seks anak tertinggi berusia 31 s.D. mengatakan. 80 tahun. Hasil risetnya menunjukkan. mereka aktif mencari anak-anak untuk melakukan hubungan seksual. wisatawan berusia 41 s. Pedofil menunjukkan kecenderungan seksual khusus terhadap anakanak yang belum puber. Irwanto. Mereka umumnya berada di kalangan berpendapatan menengah ke atas. wisatawan seks anak situasional. Taiwan. bahwa wisatawan seks anak itu juga merupakan wisatawan domestik.

korbannya adalah remaja. 10% s.d.000 foto anak-anak telanjang. Kadangkadang. Anak-anak yang dieksploitasi di berbagai daerah tujuan pariwisata seks anak biasanya berbasis lokal. Tetapi. 5 dolar AS. dan prostitusi. “Sulit menentukan jumlah korban secara pasti. Dalam kasus pariwisata seks anak dan pornografi anak. Menurut Chin. “Jika wisatawan seks anak adalah perempuan. dan kelompok sosial yang termarginalkan. 25% dari mereka adalah homoseksual.” ungkap Marco. Sebagian anak-anak itu berasal dari Thailand dan Bali.d. 6 tahun. gigolo dianggap tidak terlalu negatif dibandingkan prostitusi.” ungkap Frans. Anak-anak yang menjadi korban berusia 13 s. Polda Bali menangkap seorang warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual terhadap anak di Prancis. pornografi anak. Perkawinan anak dapat menjadi salah satu bentuk pariwisata seks anak jika anak yang dinikahkan tersebut digunakan sebagai objek pemuas . 17 tahun.internet. khususnya yang terlibat dalam industri pariwisata dan tergantung pada penghasilan musiman. Anak-anak yang bekerja. 2 s. Selain itu.d. berusia 7 s. pariwisata seks anak tak bisa dilepaskan dari bentukbentuk eksploitasi seksual komersial anak yang lain yaitu perdagangan anak. 12 tahun. daerah tujuan wisata sering menjadi daya tarik ekonomi yang membuat anak-anak lebih rentan terhadap janji-janji palsu tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang diiming-imingkan pelaku perdagangan anak. warga pengungsi. hal tersebut bukan satu-satunya. serta anak-anak jalanan dapat menjadi korban. Umumnya. ditemukan dokumentasi 3. Penelitiannya di Kamboja mengungkapkan. Di laptopnya. dan berusia s.d. yatim-piatu akibat AIDS. anakanak juga diperdagangkan secara internal atau ke luar negeri untuk melayani para wisatawan seks. Korban bisa juga berasal dari kelompok minoritas. 60%. wisatawan seks anak kerap memfilmkan atau mendokumentasikan foto anak-anak untuk konsumsi pribadi atau mengirimkannya kepada konsumen pornografi anak yang lain untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi. 30%. Tahun 2008. biaya yang dikeluarkan pelaku untuk satu kali hubungan seksual jangka pendek. Korban pariwisata seks anak sering memiliki latar belakang sosioekonomi buruk. diperkirakan jumlah anak yang dieksploitasi lebih kurang 60 ribu di Asia Tenggara. Tetapi. karena mereka dilahirkan di daerah tujuan wisata yang dicirikan dengan ketidakmerataan kekayaan antara para wisatawan yang berkunjung dan para penduduk setempat.d. dapat dieksploitasi dalam pariwisata seks anak. Tetapi. Mereka bisa anak laki-laki atau perempuan dan sebagian mereka telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran. 10%. kondisi itu tidak dirasakan sebagai sesuatu yang negatif jika orientasinya adalah heteroseksual.

5-6 tahun yang lalu. Internet juga menjadi salah satu sarana yang wajib diwaspadai. anak bisa dikawinkan pada usia yang sangat muda. beberapa anak dieksploitasi secara seksual. sering terjadi hukum positif ditabrakkan dengan hukum adat atau agama. “Payahnya lagi. Menurut Irwanto. 12-13 tahun. adanya penawaran akomodasi dengan konsep baru seperti home stays. tanpa petugas resepsionis.” keluh Irwanto yang juga Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial ini. Sanur merupakan bagian sangat signifikan karena turis yang menyewa rumah umumnya memunyai pekerja rumah tangga anak kecil laki-laki atau perempuan.” ungkap Irwanto. situasi kehidupan anak dan situasi penginapan wisatawan tersebut. Menurut Irwanto. tidak efektif. anak itu kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa pernah menghubunginya kembali.” ujar Chin. adat masyarakat yang membolehkan anak-anak menikah juga kerap menjadi salah satu faktor terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di dunia pariwisata. “Kalau hanya pekerja tidak apa-apa. Di Jawa Timur. Hasilnya. Setelah dinikahkan dan hidup bersama dalam beberapa waktu. Para wisatawan dapat menyewa atau memiliki rumah sendiri yang memberi mereka akses tempat untuk mengeksploitasi anak-anak. “Para wisatawan seks anak menggunakan internet dan teknologi komunikasi lainnya. ukuran/luas daerah tujuan. tukang bakso di depan rumah. lama tinggal. orang yang melakukan hubungan seksual dengan anakanak diancam hukuman 7-9 tahun. Home stay memiliki risiko tinggi bagi anak-anak karena terjadi interaksi yang lebih besar antara keluarga pemilik rumah dan turis. kehadiran dan jenis perantara. wisatawan lain atau penduduk setempat yang peduli. di rumah-rumah seperti itu dengan menyamar sebagai pembantu. Kami pernah melakukan investigasi mendalam. Chin menegaskan. Tetapi.” katanya. Walaupun dalam KUHP disebutkan. dapat menjadi tempat untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak. mereka tetap menjalaninya karena pasal itu merupakan pasal laporan. Risiko Tinggi Berbagai variabel yang terkait pariwisata seks anak adalah tempat terjadinya eksploitasi. rumah atau flat yang disewa secara pribadi juga menjadi isu penting yang harus dicermati. guru les.nafsu seks dengan imbalan uang atau pembayaran yang lain. “Berbagai bentuk akomodasi. Mereka melakukan perjalanan tanpa menyebutkan nama . tidak ada kajian lebih lanjut. hotel berbintang lima sampai wisma. staf hotel. “Akomodasi seperti itu merupakan tempat dengan kontrol minimal dari orang luar.

sebenarnya.” kata Chin Chanveasna. Perjalanan dari satu negara ke negara lain bagi wisatawan seks anak juga kian mudah dengan adanya penawaran penerbangan berbiaya rendah dengan destinasi yang lebih banyak. Kemiskinan dan Gaya Hidup Menjadi Pemicunya PEMERINTAH tak memungkiri adanya eksploitasi seks terhadap anak-anak di dunia pariwisata. daerah lain yaitu Bali. atau Kamboja. Direktur Pemberdayaan Masyarakat. “Apalagi. anak muda kerap mencari teman melalui internet secara teratur. Anak-anak memerlukan uang agar bisa sekolah. Jakarta dan Sumatera Utara dicurigai menjadi tempat eksploitasi seksual komersial anak di dunia pariwisata. 18-20 Maret. Apalagi. Sulawesi Utara. Mereka datang ke Batam atau Tanjung Pinang Jumat malam atau Sabtu pagi. Sulawesi Selatan. demikian juga di Lombok meski di permukaan kelihatan aman-aman saja. Penelitiannya di New Zealand menunjukkan. “Mereka membangun . sehingga mereka mudah terkena janji-janji muluk dengan iming-iming gaji besar. demikian juga keluarga mereka yang memerlukan uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Penyebabnya. Biasanya. Di Batam. dan Lombok.” papar Marco. materi pembicaraan seputar pertemanan atau pengalaman. “Ini memang ekses berkembangnya industri pariwisata seperti yang dialami di Thailand. para wisatawan seks anak adalah orang yang berusia kurang dari 30 tahun.” kata Chin. Ada yang berbelanja. pengguna internet dan layanan chat. internet juga digunakan untuk menyebarkan foto-foto yang melecehkan anak-anak tanpa diketahui korban. “Mereka ngobrol melalui internet. “Itu memang ada. kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Vietnam.” ujar Bakri.” papar Bakri. Tanjung Pinang. Selain Batam. ada juga yang ingin berhubungan seks dengan anak-anak. Selain itu. Pernyataan itu diteguhkan hasil riset Marco. di Sanur. “Kemiskinan hanyalah salah satu penyebab. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di sela-sela Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism. Executive Director ECPAT Kamboja. tumbuh industri seperti itu. bahwa para wisatawan seks itu mencari teman sebaya melalui internet. ditambah dengan dibukanya destinasi wisata baru. berolahraga. Para wisatawan seks anak itu menggunakan uang agar bisa mendekati mereka.” ungkap Chin.

relasi gender. adalah bagian motivasi yang bisa disalahgunakan.D. untuk mengubah keinginan perempuan terlibat dalam perdagangan seksual adalah tidak hanya mengubah peraturan.” kata Irwanto. “Era modernisasi yang berubah menjadi era globalisasi berpengaruh terhadap perempuan dalam memaknai seksualitas dan normanorma sosial berbasis gender. kultur. sangat tidak mungkin mereka dapat berhura-hura seperti anak-anak yang berkecukupan. keinginan untuk tampil trendi. membiayai anak-anak itu sekolah. Transformasi struktural dalam pertumbuhan ekonomi juga ikut berperan. hubungan keluarga. Tamu hotel tersebut “membeli” keperawanan dengan harga Rp 5 . kebutuhan akan uang. Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak mengatakan. Menurut Kaoru. Director of Human Resources Accor Indonesia – Malaysia. anak-anak dihadapkan pada informasi yang penuh kesenangan.” katanya.hubungan yang dekat dengan keluarga. ekonomi dieksploitasi untuk kepentingan orang yang ingin menciptakan akses. memberi uang kepada keluarganya dan pada beberapa kasus. Jepang. “Saya tidak percaya kemiskinan selalu menjadi alasan utama karena saat ini ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pemicunya yaitu gaya hidup.” kata Ade Noerwenda. dua tahun lalu mereka berhasil mengungkap kasus perdagangan anak yang dilakukan orangtuanya di Jakarta. Peran Pariwisata Industri pariwisata juga dapat membantu memerangi eksploitasi seksual komersial anak seperti kampanye yang dilakukan grup Accor. mereka membelikan tanah dan rumah bagi keluarga tersebut. tetapi juga mengubah cara yang membuat perekonomian bertumbuh. Tiap saat. Konsumerisme tumbuh di kalangan masyarakat karena tiap saat mereka ditawari berbagai barang konsumtif dengan harga yang relatif kurang terjangkau bagi golongan ekonomi lemah. Jika latar belakang ekonomi keluarga pas-pasan. “Ingin punya handphone. dan kebebasan. dan kita menjadi bagian di dalamnya. Akibatnya. Irwanto. Ph. kemewahan. gadget. Berkat pemahaman yang diberikan kepada staf. dsb. Para orangtua yang anaknya menjadi korban eksploitasi seksual bahkan tak percaya bahkan orang tersebut menjadi pelaku kejahatan karena sikap baik yang ditunjukkan pada mereka. “Against Child Sex Abuse”.” jelas Chin.300 staf dan membangun kesadaran pelanggan tentang eksploitasi seksual komersial anak sejak tahun 2004.” kata Kaoru Aoyama dari Kyoto University. mereka mencari jalan pintas untuk dapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Prof. “Kami memberi pelatihan lebih dari 5.

di Bali 58%. Terkait edukasi kepada staf dan pelanggan tentang penghapusan eksploitasi seksual komersial anak.” ungkap I Gusti Putu Laksaguna. yaitu di Batam 100%. Lombok 75%. Jakarta dengan responden hotel. dan Jakarta 29% responden mengatakan sudah diterapkan. ada pelatihan penyegaran untuk memberi informasi terbaru mengenai perkembangan child sex tourism. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah tindakan kriminal dan karena itu pelaku dapat dihukum di negara tempat terjadinya perkara atau di negara asal pelaku. “100 pengemudi tuk tuk menjadi anggota ECPAT perlindungan anak-anak. “Dari bahasa tubuhnya. ada program “Tuk Tuk Campaign Against Child Sex Tourism” yang dimulai tahun 2005. Selain itu. industri pariwisata belum sepenuhnya menyebarkan informasi mengenai penghapusan eksploitasi seksual komersial anak kepada masyarakat. Hasil quick survey yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 27 Februari s. disebutkan tanggung jawab turis adalah respek terhadap hak asasi manusia. Lombok. dan di Lombok 38% responden mengatakan pemerintah lokal rutin mengadakan pelatihan tersebut. Begitu juga jika wajah anak tersebut murung terus. Tiap enam bulan. panti pijat dan pemandu wisata menunjukkan. di Bali 60%. di Bali 75%. di Jakarta baru 14%. “Ada trik khusus untuk mengetahui apakah tamu yang check in (lapor masuk) adalah pelaku kejahatan seksual terhadap anak atau bukan. ada juga “Child . 2 Maret di Bali. Batam 20%. Tentang penerapan kode etik pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Kalau bahasa tubuhnya aneh. spa. biro perjalanan wisata. Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. kami pantau. Dalam selebaran yang dikeluarkan UNWTO (United Nations World Tourism Organizations). Menurut I Gede Ardika. bisa dicurigai. “Meski edukasi sudah dilakukan tetapi tidak intensif. Batam 100%. Hal itu juga belum diterapkan kepada tamu hotel. dan Jakarta 14% responden mengatakan sudah diimplementasikan. di Lombok 75%.juta dari orangtua si gadis. dan di Jakarta 43%. mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.” paparnya. Misalnya. kalau ada lelaki dewasa yang lapor masuk dengan anak-anak. Nah. Eksploitasi dalam bentuk apa pun bertentangan dengan tujuan utama pariwisata. staf kami bisa bertanya. Di Kamboja. ada nilai-nilai yang diterapkan dalam dunia pariwisata. Batam.d. Dalam survei itu juga terungkap.” ujarnya. Mereka dibekali melalui pelatihan mengenai child safe tourism. di mana ibunya. Lombok 50%. di Bali dan Batam pemerintah lokal tidak pernah mengadakan pelatihan rutin kepada industri pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. bukan langsung menuduh. Padahal.” jelas Chin. hal itu sangat penting.

Salah satu pelaksanaan hak asasi manusia yang diterapkan The Body Shop Indonesia adalah melakukan kampanye untuk penegakan hak asasi manusia dan perubahan sosial yang positif dan lingkungan. 40 ribu s. mencapai . Alex Heath. 70 ribu anak-anak menjadi korban. Meski demikian.” lanjut Chin. pendapatan melalui perdagangan manusia mencapai 7 s. Bagi The Body Shop. Kampanye Media “Human rights are important to our business. Sihanoukville. mudah menjadi korban perdagangan manusia karena kurangnya pengetahuan dan penipuan. penyiksaan. Distribution Manager MTV mengatakan.” kata Suzy D. “Korban perdagangan manusia itu mengalami kekerasan seperti pemerkosaan. Dalam dekade terakhir.000 anggota komunitas dilatih. menginspirasi dan menginformasikan konsumen mereka. Di Indonesia.Safe Network Program” yang diluncurkan tahun 2005 dengan wilayah konsentrasi di Provinsi Phnom Penh. MTV yang memiliki pasar remaja yang luas. perdagangan manusia menjadi salah satu bisnis ilegal yang sangat menguntungkan. aborsi.” kata Alex.” katanya mengutip data UNICEF. Lebih dari separuhnya berada di Asia dan Pasifik dan lebih dari 40% korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan secara paksa ke dalam prostitusi. 30% pekerja seks komersial berusia di bawah 18 tahun dan sebagian mereka berusia 10 tahun. kampanye yang mereka lakukan adalah untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan secara terus-menerus. “Angka ini terus bertambah karena masalah kemiskinan. baik laki-laki atau perempuan.” ujar Suzy. “Remaja.” kata Alex. perubahan sikap masyarakat dapat membuat perubahan yang besar. Siem Reap and Kg.d. “The Body Shop sangat peduli terhadap masalah child sex trafficking karena child sex trafficking terjadi di seluruh negara dan memengaruhi jutaan anak-anak. Hal serupa juga dilakukan MTV dengan melakukan kampanye MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking). isu ini hanya mendapat perhatian yang sangat kecil dari masyarakat. Salah satunya.” kata Suzy. “Lebih 1.d. Cham. Kami juga meluncurkan child safe hotline dan menyebarkan informasi melalui anggota. diperkirakan 2. memengaruhi pembuat kebijakan. kampanye “Stop Sex Trafficking of Children and Young People” yang akan diluncurkan Agustus tahun ini. “Kami yakin. 13 miliar dolar AS per tahun. kelaparan. Hutomo dari The Body Shop Indonesia. Karena itu. dan penyiksaan atau pembunuhan anggota keluarga mereka. dan mendukung pekerjaan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Diperkirakan.5 juta orang diperdagangkan di seluruh dunia dalam satu waktu. because our business is all about people.

M. Dia melakukan perjalanan di daerah rawan eksploitasi seksual komersial anak seperti Vietnam. Sayangnya.M. dan selebritis untuk mengedukasi masyarakat dari berbagai belahan dunia dengan latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda.H. kasus itu baru terungkap di Bali tahun 2004 karena sulit dibuktikan. Kepala Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Bali. Pertama kali. kampanye ini telah menjangkau dan mengedukasi lebih dari 20 miliar orang. Polda Bali menyibak kasus pedofil warga negara Prancis di Karangasem. S. Kejadiannya tahun 2003. Tetapi. Dia juga pernah bertempat tinggal di Medan.. kasus pedofil sudah ada sejak 1996. Meksiko. dan Tegal. Ada juga kasus yang menghebohkan masyarakat. diketahui Tony Brown merupakan jaringan pedofil internasional.300 juta rumah tangga di Asia. Dari kasus tersebut. “Sejak diluncurkan. Kasus ini mengalami hambatan dalam penyidikan karena anak-anak itu tidak mengetahui pelakunya. eksploitasi seksual terhadap pedagang acung anak-anak di Kuta. “Kasus eksploitasi seksual komersial anak telah kami tangani sejak tahun 2001.” ungkap Alex. mereka dalam keadaan tidak sadar dan sesudah itu ditelantarkan di jalanan.” kisah Sang Ayu Alit.” ungkap Sang Ayu Alit S. ada . Saat dieksploitasi secara seksual. program ini diluncurkan di Eropa tahun 2004 dan meluas ke Asia Pasifik tahun 2007 dengan memanfaatkan kekuatan dan pengaruh musik. Kamboja.” ujar peneliti PSKK UGM yang tak mau disebutkan namanya. korban pedofil di Bali sudah mencapai dua generasi. “Sebenarnya.. Korban Pedofil di Bali sudah Dua Generasi Berbagai Hambatan Mengungkap Kasus INVESTIGASI yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada di Bali tahun 2002 menemukan. “Ada orangtua yang pernah menjadi korban pedofil dan ketika menikah dan memiliki anak. Waktu itu pelakunya warga negara Italia. anaknya pun menjadi korban pedofil. Tahun 2005. film. saat di pengadilan. Bogor. Tony Brown masuk ke Indonesia dan menetap di Lombok. Waktu itu. dengan korban sembilan anak dan dihukum 10 tahun penjara. berusaha meningkatkan kesadaran dan pencegahan eksplotasi dan perdagangan manusia melalui kampanye MTV EXIT.

maka setelah tiba di Prancis. membantu ekonomi keluarga korban. membantu masyarakat perdesaan yang miskin dan menjadi donatur panti. melakukan sodomi dan oralseks. Wartawan kurang sabar. dan memutarkan film porno kepada korban. Hambatan lain. Ada juga warga Belanda dengan korban dua orang dan warga Italia di Denpasar Selatan. cara pelaku mendekati korban bermacam-macam. dia divonis 2 tahun 6 bulan. Pelaku utama tidak didapatkan tetapi pelaku perantara sudah diproses hukum. “Pelaku . Dalam komputer dan kameranya ditemukan adegan dia mengonani anak-anak. “Kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan korban supaya tidak ada korban berikutnya. Thailand. membantu perlengkapan olahraga. Mereka juga mengoleksi pornografi anak/korban. Sampai saat ini. akhirnya kami cari. Dalam pengungkapan kasus. yaitu menjadi orangtua asuh korban.” tutur Sang Ayu Alit. terjadi di Buleleng. “Orang Swiss ini menyimpan 3. menyiapkan mainan anak-anak. pengakuannya berubah. dia dihukum lagi. Korbannya 11 anak.hambatan. Ada warga Australia dengan lima paspor yang berbeda masuk ke Bali. Anak-anak yang difoto sebagian anak Thailand dan Bali. Ada juga foto anak-anak untuk dijual kembali ke rekan-rekannya. Akhirnya. dan Bali. Dia dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 60 juta. “Orang Italia ini melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buronan seperti diberitakan di media massa. Tahun 2008. Tetapi. Tahun 2007. karena Prancis menerapkan hukum ekstrateritorial. Tahun lalu juga ada warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual komersial anak di Prancis. kasus pedofil Australia.” katanya.” ajak Sang Ayu Alit. langsung kabur tidak ke Bali lagi padahal polisi nyanggong di Bali. merekam adegan pornografi anak. keengganan masyarakat untuk melapor. Biasanya.” lanjutnya. Yang digunakan hakim juga hanya pasal dalam KUHP bukan UU Perlindungan Anak. Dia melarikan diri ke Kamboja. cara pelaku melakukan eksploitasi seksual terhadap korbannya adalah dengan menyuruh korban mengonani kemaluan pelaku dan sebaliknya. Pelaku masih di Surabaya. Akhirnya. Korban tertekan. terjadi kasus di Buleleng. hambatan yang terjadi adalah korban tidak mau memberikan keterangan secara terus terang karena takut diejek teman-temannya. dia diekstradisi. Menurut Sang Ayu. dia masih buronan dan belum kembali ke Italia. Denpasar Selatan. Pada tahun yang sama. Pelakunya warga negara Belanda yang berpura-pura menjadi pelatih sepak bola.000 foto porno anak-anak. kami masih sembunyikan tetapi sudah diberitakan. memberikan hadiah berupa uang dan barang kepada korban. “Kami juga bekerja sama dengan interpol. pedofil berwarga negara Jerman ditangkap di Serangan.

Walaupun mereka curiga. informasi kepolisian Australia menyebut. tak ada yang curiga. Dalam hal penanganan kasus. Dia kedapatan membawa foto-foto anak-anak telanjang. Jawaban atas surat yang dilayangkan juga perlu waktu berbulan-bulan. Masyarakat kita bangga kalau anaknya bisa berbicara dengan orang asing dan dibiarkan tanpa pengawasan. “Mereka menginformasikan orangorang yang terdeteksi sebagai pedofil di negaranya. “Untuk mendapatkan kartu penumpang dari kantor imigrasi susah sekali. Sekarang. Saat dilacak. Ternyata. Padahal. Seorang turis pernah ditangkap di bandara Sydney. Australia. birokrasi juga bikin ruwet. yang difoto di bagian alat kelamin saja. Kalau berisiko sedang sampai rendah. “Turis itu baru saja tiba dari Bali. Kurangnya pemahaman masyarakat termasuk di lingkungan pariwisata juga menjadi salah satu hambatan. Ini membahayakan. cari data di kantor imigrasi sulit. kasus terlambat dilaporkan dan belum adanya persamaan persepsi aparat penegak hukum. Karena bersikap ramah. cukup pengawasan.sering memberi bantuan.” kisahnya. apalagi data yang sudah berbulan-bulan. Masyarakat kurang waspada karena masih menganggap orang asing adalah tamu yang harus dihormati dan dianggap semuanya orang baik. Hambatan lain. Ada juga hotel yang tidak melaporkan tamunya.” sambungnya. komputer di kantor imigrasi rusak dan itu dibiarkan dengan alasan anggaran belum turun. Kalau berisiko tinggi. si bule diajak ke kampungnya. masih ada jaksa yang menyatakan harus ada saksi yang melihat. Dalam pengungkapan kasus.” katanya. Kami juga melakukan penolakan kalau diketahui tiba di Bali dengan alasan mereka bukan orang yang dikehendaki datang ke Indonesia karena memiliki catatan hukum yang buruk di negaranya.” katanya menjelaskan. tetapi jadi tak berdaya karena merasa berutang budi. kami lakukan pembuntutan. perlu informasi penyelidikan. “Kami berjuang agar bisa menegakkan UU Perlindungan Anak. Saat memotret. diketahui sebagian foto tersebut foto anak dan cucu seorang pemandu wisata di Bali. “Yang sudah biasa bergaul dengan bule saja tidak paham mengenai masalah ini. Si pemandu wisata tersebut tidak tahu jika tamunya adalah seorang pedofil. Sekarang kami dapat informasi ada pedofil yang masuk ke Bali lima bulan lalu.” katanya. . Polda Bali bekerja sama perwakilan kepolisian Australia di Bali dan interpol.” imbuhnya. tamu itu berangkat tanggal sekian ke Bali tetapi sampai di sini malah susah dilacak. Misalnya.

Film ini dibuat bukan untuk menunjukkan Jakarta atau Bali punya kasus seperti itu. Nurin adalah seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang tewas dibunuh. Sekarang. prostitusi anak-anak. Saya hanya ingin dunia yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. “Peristiwa ini terjadi dalam jarak 1 km dari kantorku. Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya. film ini ingin menunjukkan bahwa kasus tersebut terjadi di seluruh negara di Asia Tenggara dan sebetulnya. “Saya pernah mewawancarai seorang perempuan di Sumatera yang diperdagangkan ke Malaysia. pagi itu menjadi tidak seperti biasanya ketika dia membaca berita tentang Nurin Jaslin. Suaminya meninggalkannya. “Saya tidak dibayar untuk membuat film ini dan tidak mendapat komisi dari pemerintah mana pun. Itu salah satu kisah dalam film saya. lalu ia dibuang ke laut. Pada saat terakhir di penjara. Tetapi. dia langsung membaca koran hari itu. “Ada 10 anak di sana. Ia berkeliling ke negara-negara di Asia Tenggara untuk memproduksi film ini. yang disebut kota aman oleh pemerintah Malaysia. kasus di Asia Tenggara mewakili kasus serupa di .” imbuhnya. Tetapi.” kata Direktur Eksekutif dan Produser Silicon Films ini. Ada juga kasus di Jalam Hayam Wuruk Jakarta. Ada 60 kasus yang sudah direkamnya dalam waktu 1. ada ketimun dan terung yang dimasukkan dalam vaginanya. Rambutnya dicukur.” katanya bernada kelu. Selama dipenjara. tiga di antaranya hamil dan mereka berusia 12 tahun. dia dikeluarkan.” tuturnya. Michael Chick bangun dari tidurnya. Anaknya langsung diambil segera setelah dilahirkan. Badannya dimasukkan dalam tas. Di Malaysia. Ini terjadi di Kuala Lumpur.Film Itu bukan hanya Bercerita tentang Kekerasan SEPTEMBER 2007. dia diperkosa dan melahirkan tiga anak. Dia selamatkan nelayan dan dibawa pulang ke Sumatera. juga berkisah tentang isu yang sensitif seperti sunat pada perempuan dan hubungan seksual sedarah. Film berdurasi dua jam yang itu bukan hanya bercerita tentang kekerasan. Seperti biasa.5 tahun. dia dipenjara tiga tahun. Michael Chick meninggalkan semua pekerjaannya di bidang periklanan yang ditekuninya selama 18 tahun dan bertekad menyuarakan orang-orang yang selama ini tak pernah didengar melalui film yang dibuatnya. dia hidup dari belas kasihan tetangganya. Tetapi.

Dia dicap menjijikkan. saat tiba di Batam. Kisah lain. Eh. Pengalaman Fifi Sejak kelas 2 SMP. Aku bisa beli ini. apa susahnya. Dia dijual suaminya. Dia pun tertarik.belahan dunia lain. anakanak di lingkungan saya diajak menjadi pekerja seks komersial.” ujarnya. para pekerja seks komersial itu lari ke permukiman penduduk. seorang anak berusia 13 tahun pekerja kafe di Surabaya yang bergaji Rp 14 ribu per hari. Banyak anak-anak dari daerah terpencil. dia masuk ke tempat prostitusi lagi. dia tak percaya. Begitu balik ke Surabaya. dia . Saat stres.” kata Fifi. Ada seorang teman yang kerap “dipakai” oleh temanteman sesama SMA. Dia malah menjawab. “Karena tak mau. Apa pengaruhnya. Kalau tidak bisa membayar. lokasi itu malam-malam digerebek polisi. nanti kamu kena penyakit. “Waktu saya beri tahu bahwa itu bentuk eksplotasi seksual. terlibat dalam pendampingan korban eksploitasi seksual komersial anak melalui Plan International. Perempuan itu akhirnya dipenjara. Suatu hari. teman-teman sebayanya yang melakukan hubungan seksual dengan bebas. “Kasus eksploitasi seksual bisa terjadi di mana saja. Brasil tahun lalu ini. Kadang. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah salah satu isu anak-anak yang penting disuarakan. organisasi nirlaba peduli anak. Menurut duta anak Indonesia dalam Kongres Dunia III Menentang Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Rio de Janeiro. Waktu dia sakit dan tetap harus bekerja. dia punya ide. Suatu saat. Ada kasus.” ungkapnya. daerah tempat tinggalnya. Kalau sudah begitu.” lanjutnya. beli apa pun yang aku inginkan. dia malah disuruh membayar ongkos perjalanan ke Batam dan baju-baju yang sudah dibelikan untuknya. Ternyata. Ika Lusi Trifisusanti yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA 17 Agustus Surabaya. dia memakai narkoba. dia minta pulang. “Setelah keluar dari penjara. Saya bilang lagi. masyarakat malah melecehkannya. Tak jarang pula. Keterlibatan Fifi dalam kegiatan Plan dimulai saat Koaliasi Perempuan Indonesia melakukan pendampingan di Wonokromo. menabung hasil kerjanya agar bisa melarikan diri dari tempat itu. beli itu. Pelanggannya tidak terima dan dilaporkan ke polisi. ia dinikahkan dengan orang yang dianggap kaya dan memberikan pekerjaan tersebut. “Tempat tinggal saya dekat lokasi prostitusi. Oleh orangtuanya yang miskin. wong tinggal tidur bisa dapat uang. ia tak boleh pulang. ia dipekerjakan di tempat prostitusi. dikirim ke tempat prostitusi. dia memukul pelanggannya. ada seseorang yang menawarkan bekerja di kafe di Batam dengan gaji Rp 200 ribu per hari.

Menurut Fifi. Saya jelaskan.” kata Fifi. Waktu mengikuti wisuda. Kita juga bisa mengidap penyakit seksual seperti sifilis dan bisa dikeluarkan dari sekolah. Ketika itu. ia membawanya ke sekolah. mereka sebenarnya punya uang. uang. Fifi yang bercita-cita jadi guru SD ini mengatakan. ternyata dia tetap menggugurkan kandungannya dengan obat. Pernah temanku bilang. Dia heran. dampak eksploitasi seksual banyak sekali. saat dewasa ia menghilangkan identitas keperempuanannya meski tak ganti kelamin. Ia tunjukkan kepada teman-temannya. Dengan kedok cinta. Orangtuaku nggak pernah mikir aku perlu kasih sayang juga. Kalau menengah ke bawah. anak-anak dieksploitasi karena uang. Bapaknya penjudi ayam. OG. “Dia mau menggugurkan kandungannya.” papar Fifi. rasa itu bisa muncul ketika ia dewasa. Saat tahu dirinya hamil. Ada juga cerita tentang seorang anak yang dilarang berpacaran oleh orangtuanya. mengapa dia bisa hamil. “Kalau anak-anak dari kalangan menengah ke atas. faktor yang paling parah akibat eksploitasi seksual komersial anak adalah faktor mental. Dia malah hamil dengan pacarnya. anaknya dijual kepada teman-teman penjudi ayam itu. Mutia pernah menemukan kasus. Ada teman perempuannya yang setelah kematian ibunya dijual bapaknya.” ujarnya. masak aku dikasih uang.” ungkapnya. Koordinator Pusat Krisis Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. dia tak pernah bercerita kepada siapa-siapa. 27 Oktober 1991 itu. mereka bilang kurang kasih sayang orangtua. Dia dikeluarkan dari sekolah dan bapaknya malah memarahinya. “Eksploitasi seksual itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. seorang anak yang dieksploitasi seksual saat bocah. kita kan masih muda. Tetapi. Ketika Fifi mendapat buku tentang penyakit seksual. Hilangkan Identitas Menurut Dr. “Walau tak tampak depresi. anak itu bercerita pada Fifi. si anak hamil. “Saya tunjukkan pada teman saya itu. Mutia Prayanti. Akhirnya. Payudaranya ditekan agar tak menonjol. Akhirnya. dia berhenti melakukan hubungan seksual.” cerita gadis kelahiran Surabaya. Sp.tertawa. Akhirnya dia . Penyakit apa. “Kalau yang menjadi korban pasti trauma. Meski saya larang.” ungkapnya. Dia takut ketahuan orangtuanya dan takut tak bisa ikut ujian. pacar kita pun bisa melakukan eksploitasi seksual. Dia tak percaya bisa mengalami penyakit seksual kalau berhubungan seks. dan uang aja. penyakit apa itu. begitu katanya. Namun.” katanya mengingatkan. setelah dia mendapat informasi yang cukup. ada dua kecenderungan anak-anak yang terlibat dalam eksploitasi seksual. ia tak mau menggunakan kebaya dan sanggul.

Ada yang bisa normal setelah terapi dua tahun.” kata Jipy. Plan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan.” katanya. Plan bekerja sama dengan instansi pemerintah menyediakan layanan Tesa alias Telepon Sahabat Anak dengan nomor 129. support group.” papar Mutia. Orangtua dan lingkungan sekitar anak juga perlu diberi pemahaman agar tak muncul stigma atas diri korban. Plan memunyai sudut pandang lain. “Kalau korban ditangani segera setelah kasus terungkap. jadi subjek yang berperan aktif untuk masalah anak. keluarga itu kehilangan pendapatan hari itu.” kata Jipy. anak-anak mampu jadi agen perubahan. meski layanan di pusat krisis digratiskan. korban dari keluarga miskin kerap kesulitan datang. menurut Jipy Priscilia dari Plan International. Akhirnya. Masalahnya. Di pusat krisis yang digawanginya.memakai jas seperti laki-laki. Karena itu. Di sisi lain. Tetapi. perlu waktu yang berbeda-beda tergantung respons korban terhadap kejadian itu. memfasilitasi mereka sehingga anak-anak bisa mengatakan ‘tidak’ pada eksploitasi seksual komersial anak. tetap saja masyarakat kecil jadi korban. Itu artinya. “Mereka perlu uang untuk transportasi. Orangtuanya pasti mengantar. “Dengan menekan nomor ini di seluruh Indonesia. . Kalau datang. “Kami juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah agar bisa menatalaksana dengan baik. si anak tak mungkin sendiri. anak-anak bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan. mentalnya bisa normal kembali. “Anak selalu menjadi korban dan seakan-akan anak hanya objek. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah domain perlindungan anak dan partisipasi anak.” kata Mutia. Yang penting dalam penanganan kasus eksploitasi seksual terhadap anak adalah penanganan psikoterapi. ada kelompok dukungan agar bisa saling berbagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful