-------------------------------------------------------------------------------

60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara
Home Stay Berisiko Tinggi - Sanur Bagian sangat Signifikan WORLD Travel and Tourism Council (2004) menyebutkan, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Mengingat pariwisata menggabungkan banyak sektor seperti industri yang terkait keramahtamahan, jasa boga, dan persewaan kendaraan, maka pariwisata mempekerjakan lebih dari 8% tenaga kerja dunia dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan industri lain dalam ekonomi global. Tahun 2005, jumlah wisatawan mancanegara lebih dari 800 juta orang dan menghasilkan lebih dari dua miliar dolar AS per hari.
Pertumbuhan industri pariwisata di Asia Tenggara tiap tahun pun meningkat. “Tahun 2006, kunjungan turis mancanegara meningkat 9%. Pariwisata menjadi salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi,” ujar Chin Chanveasna, Executive Director ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Kamboja dalam Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism, di Sanur, 18-20 Maret. “Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam, merupakan negara yang memiliki reputasi sebagai destinasi wisata untuk tujuan eksploitasi seksual komersial terhadap anak,” ungkapnya. Salah satu bentuk eksploitasi seksual komersial yang kini mendapat perhatian besar masyarakat dalam 15 tahun terakhir ini adalah pariwisata seks anak. Pariwisata seks anak mengacu pada eksploitasi seksual anak dalam pariwisata yang terjadi di berbagai daerah tujuan wisata dan bahkan di tempat-tempat yang sebenarnya tidak memiliki prasarana pariwisata samasekali. “Pelaku pariwisata seks anak adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah asalnya ke daerah tujuan, dalam satu negara atau dari satu negara ke negara lain, untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak,” papar Chin. Para wisatawan seks anak ini bisa merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara.

kalangan menengah. yaitu wisatawan seks anak situasional. ada tiga kategori wisatawan seks anak. wisatawan seks anak tertinggi berusia 31 s.d. Wisatawan seks anak preferensial menunjukkan keinginan melakukan seks secara aktif terhadap anak-anak.” Korban 60 Ribu Prof. Malaysia. dan pedofil. Ini kultur yang ada di kalangan laki-laki kita.” ujar President of ECPAT Italia ini. Meski mengalami ketertarikan seksual terhadap orang dewasa. Pedofil menunjukkan kecenderungan seksual khusus terhadap anakanak yang belum puber. “Walaupun banyak kasus dilakukan orang asing. mereka aktif mencari anak-anak untuk melakukan hubungan seksual. Ketiga kategori wisatawan seks anak itu rela mengeluarkan banyak uang dan waktu asalkan dapat memuaskan keinginan mereka. disusul wisatawan seks anak berusia 18 s. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Jakarta menambahkan. “Wisatawan seks anak preferensial 30% dan sisanya.D. Walau dianggap menderita gangguan klinis. 65%. Italia.” ungkap Marco. 90%-95% wisatawan seks anak adalah laki-laki.d. wisatawan seks anak preferensial. jumlah pedofil 5%. dari total wisatawan seks anak. 80 tahun. “Tetapi. Mereka umumnya berada di kalangan berpendapatan menengah ke atas. Tak sedikit industri pariwisata yang menawarkan anak-anak untuk berhubungan seksual. wisatawan seks anak preferensial mencari anak-anak yang masih puber atau remaja. dan Australia. 30 tahun.” ujar Chin. 19%. Wisatawan seks anak situasional sebenarnya tidak memiliki kecenderungan seksual khusus terhadap anak-anak. kita tidak boleh menutup mata. Hasil risetnya menunjukkan. 30%. Prof. yaitu 50%. Umumnya. Belanda. dan kalangan atas 5%. wisatawan berusia 41 s.d. wisatawan seks anak situasional.d.” kata Frans van Dijk. Korea Selatan. 50 tahun. 40 tahun. “Wisatawan seks anak preferensial dan pedofil hanyalah sebagian kecil wisatawan seks anak. 17%. Beberapa negara asal wisatawan seks anak adalah Jepang. bahwa wisatawan seks anak itu juga merupakan wisatawan domestik. mereka memiliki kesempatan melakukan hubungan seksual dengan seseorang di bawah 18 tahun dan memanfaatkan kesempatan itu. Ph. yaitu 34%. 45%. Irwanto. Taiwan. Persentase itu sama dengan wisatawan seks anak melalui . yang paling banyak mengakses wisata seks adalah orang pribumi. Marco Scarpati dari Milano University.Menurut Chin. “Dari seluruh kasus. dan wisatawan berusia 51 s. Tetapi. Regional Director of Terre des Hommes. mengatakan. pedofil bisa saja tidak menunjukkan pilihan terhadap jenis kelamin anak dan beranggapan bahwa hubungan seks dengan anak-anak tidak berbahaya.

Umumnya. Menurut Chin. 10% s. Tetapi. Sebagian anak-anak itu berasal dari Thailand dan Bali. 2 s. karena mereka dilahirkan di daerah tujuan wisata yang dicirikan dengan ketidakmerataan kekayaan antara para wisatawan yang berkunjung dan para penduduk setempat. diperkirakan jumlah anak yang dieksploitasi lebih kurang 60 ribu di Asia Tenggara. hal tersebut bukan satu-satunya. gigolo dianggap tidak terlalu negatif dibandingkan prostitusi. 30%. “Sulit menentukan jumlah korban secara pasti. wisatawan seks anak kerap memfilmkan atau mendokumentasikan foto anak-anak untuk konsumsi pribadi atau mengirimkannya kepada konsumen pornografi anak yang lain untuk mendapatkan keuntungan. “Jika wisatawan seks anak adalah perempuan. 25% dari mereka adalah homoseksual. khususnya yang terlibat dalam industri pariwisata dan tergantung pada penghasilan musiman.d.d.d. biaya yang dikeluarkan pelaku untuk satu kali hubungan seksual jangka pendek.” ungkap Marco. pariwisata seks anak tak bisa dilepaskan dari bentukbentuk eksploitasi seksual komersial anak yang lain yaitu perdagangan anak. Korban bisa juga berasal dari kelompok minoritas. Tetapi.000 foto anak-anak telanjang. 5 dolar AS. Tetapi. Anak-anak yang menjadi korban berusia 13 s. 6 tahun. 17 tahun.d. Mereka bisa anak laki-laki atau perempuan dan sebagian mereka telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran.” ungkap Frans. kondisi itu tidak dirasakan sebagai sesuatu yang negatif jika orientasinya adalah heteroseksual. dan kelompok sosial yang termarginalkan. 60%. yatim-piatu akibat AIDS. Di laptopnya. Korban pariwisata seks anak sering memiliki latar belakang sosioekonomi buruk. Anak-anak yang bekerja. Perkawinan anak dapat menjadi salah satu bentuk pariwisata seks anak jika anak yang dinikahkan tersebut digunakan sebagai objek pemuas . warga pengungsi. daerah tujuan wisata sering menjadi daya tarik ekonomi yang membuat anak-anak lebih rentan terhadap janji-janji palsu tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang diiming-imingkan pelaku perdagangan anak. ditemukan dokumentasi 3. Selain itu. anakanak juga diperdagangkan secara internal atau ke luar negeri untuk melayani para wisatawan seks. korbannya adalah remaja. Kadangkadang. berusia 7 s. dan berusia s. 12 tahun.d. Tetapi. serta anak-anak jalanan dapat menjadi korban. pornografi anak. Dalam kasus pariwisata seks anak dan pornografi anak. Polda Bali menangkap seorang warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual terhadap anak di Prancis. dapat dieksploitasi dalam pariwisata seks anak. Anak-anak yang dieksploitasi di berbagai daerah tujuan pariwisata seks anak biasanya berbasis lokal. Penelitiannya di Kamboja mengungkapkan. dan prostitusi.internet. Tahun 2008. 10%.

Hasilnya. dapat menjadi tempat untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak. Walaupun dalam KUHP disebutkan. Risiko Tinggi Berbagai variabel yang terkait pariwisata seks anak adalah tempat terjadinya eksploitasi. anak bisa dikawinkan pada usia yang sangat muda. wisatawan lain atau penduduk setempat yang peduli. Para wisatawan dapat menyewa atau memiliki rumah sendiri yang memberi mereka akses tempat untuk mengeksploitasi anak-anak. Setelah dinikahkan dan hidup bersama dalam beberapa waktu. Internet juga menjadi salah satu sarana yang wajib diwaspadai. Di Jawa Timur. kehadiran dan jenis perantara. situasi kehidupan anak dan situasi penginapan wisatawan tersebut. di rumah-rumah seperti itu dengan menyamar sebagai pembantu. anak itu kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa pernah menghubunginya kembali. “Akomodasi seperti itu merupakan tempat dengan kontrol minimal dari orang luar. 5-6 tahun yang lalu. beberapa anak dieksploitasi secara seksual. “Kalau hanya pekerja tidak apa-apa.nafsu seks dengan imbalan uang atau pembayaran yang lain.” ujar Chin. tidak ada kajian lebih lanjut. Tetapi. 12-13 tahun. Chin menegaskan. hotel berbintang lima sampai wisma. tanpa petugas resepsionis.” keluh Irwanto yang juga Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial ini. ukuran/luas daerah tujuan. “Berbagai bentuk akomodasi.” ungkap Irwanto. “Para wisatawan seks anak menggunakan internet dan teknologi komunikasi lainnya. rumah atau flat yang disewa secara pribadi juga menjadi isu penting yang harus dicermati. tukang bakso di depan rumah. sering terjadi hukum positif ditabrakkan dengan hukum adat atau agama. orang yang melakukan hubungan seksual dengan anakanak diancam hukuman 7-9 tahun. adanya penawaran akomodasi dengan konsep baru seperti home stays. guru les. adat masyarakat yang membolehkan anak-anak menikah juga kerap menjadi salah satu faktor terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di dunia pariwisata. mereka tetap menjalaninya karena pasal itu merupakan pasal laporan. Sanur merupakan bagian sangat signifikan karena turis yang menyewa rumah umumnya memunyai pekerja rumah tangga anak kecil laki-laki atau perempuan. Menurut Irwanto. lama tinggal.” katanya. Menurut Irwanto. Mereka melakukan perjalanan tanpa menyebutkan nama . staf hotel. tidak efektif. Home stay memiliki risiko tinggi bagi anak-anak karena terjadi interaksi yang lebih besar antara keluarga pemilik rumah dan turis. “Payahnya lagi. Kami pernah melakukan investigasi mendalam.

“Ini memang ekses berkembangnya industri pariwisata seperti yang dialami di Thailand. “Apalagi. berolahraga. 18-20 Maret. Ada yang berbelanja. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di sela-sela Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism. Perjalanan dari satu negara ke negara lain bagi wisatawan seks anak juga kian mudah dengan adanya penawaran penerbangan berbiaya rendah dengan destinasi yang lebih banyak. Di Batam.” papar Marco. Selain itu. demikian juga keluarga mereka yang memerlukan uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.” ujar Bakri. dan Lombok. Executive Director ECPAT Kamboja. sehingga mereka mudah terkena janji-janji muluk dengan iming-iming gaji besar. daerah lain yaitu Bali. Direktur Pemberdayaan Masyarakat. materi pembicaraan seputar pertemanan atau pengalaman. pengguna internet dan layanan chat.” kata Chin Chanveasna. Sulawesi Selatan. Pernyataan itu diteguhkan hasil riset Marco.sebenarnya. Penelitiannya di New Zealand menunjukkan. “Kemiskinan hanyalah salah satu penyebab. di Sanur. bahwa para wisatawan seks itu mencari teman sebaya melalui internet. Vietnam. “Mereka membangun .” kata Chin.” papar Bakri. Biasanya. Jakarta dan Sumatera Utara dicurigai menjadi tempat eksploitasi seksual komersial anak di dunia pariwisata. para wisatawan seks anak adalah orang yang berusia kurang dari 30 tahun. Apalagi. tumbuh industri seperti itu. Anak-anak memerlukan uang agar bisa sekolah. internet juga digunakan untuk menyebarkan foto-foto yang melecehkan anak-anak tanpa diketahui korban. atau Kamboja. “Itu memang ada.” ungkap Chin. Penyebabnya. ditambah dengan dibukanya destinasi wisata baru. “Mereka ngobrol melalui internet. demikian juga di Lombok meski di permukaan kelihatan aman-aman saja. Mereka datang ke Batam atau Tanjung Pinang Jumat malam atau Sabtu pagi. Para wisatawan seks anak itu menggunakan uang agar bisa mendekati mereka. ada juga yang ingin berhubungan seks dengan anak-anak. kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Kemiskinan dan Gaya Hidup Menjadi Pemicunya PEMERINTAH tak memungkiri adanya eksploitasi seks terhadap anak-anak di dunia pariwisata. Tanjung Pinang. Selain Batam. anak muda kerap mencari teman melalui internet secara teratur. Sulawesi Utara.

Ph. Peran Pariwisata Industri pariwisata juga dapat membantu memerangi eksploitasi seksual komersial anak seperti kampanye yang dilakukan grup Accor. memberi uang kepada keluarganya dan pada beberapa kasus. dua tahun lalu mereka berhasil mengungkap kasus perdagangan anak yang dilakukan orangtuanya di Jakarta. Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak mengatakan. Akibatnya. dsb.hubungan yang dekat dengan keluarga.” kata Ade Noerwenda. Konsumerisme tumbuh di kalangan masyarakat karena tiap saat mereka ditawari berbagai barang konsumtif dengan harga yang relatif kurang terjangkau bagi golongan ekonomi lemah. ekonomi dieksploitasi untuk kepentingan orang yang ingin menciptakan akses. dan kebebasan.” kata Irwanto. Jepang.D.” katanya. “Ingin punya handphone. tetapi juga mengubah cara yang membuat perekonomian bertumbuh. hubungan keluarga. dan kita menjadi bagian di dalamnya. gadget. Berkat pemahaman yang diberikan kepada staf. kultur. Transformasi struktural dalam pertumbuhan ekonomi juga ikut berperan. Prof. relasi gender.300 staf dan membangun kesadaran pelanggan tentang eksploitasi seksual komersial anak sejak tahun 2004. adalah bagian motivasi yang bisa disalahgunakan. Director of Human Resources Accor Indonesia – Malaysia. Tamu hotel tersebut “membeli” keperawanan dengan harga Rp 5 . “Saya tidak percaya kemiskinan selalu menjadi alasan utama karena saat ini ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pemicunya yaitu gaya hidup. Para orangtua yang anaknya menjadi korban eksploitasi seksual bahkan tak percaya bahkan orang tersebut menjadi pelaku kejahatan karena sikap baik yang ditunjukkan pada mereka. Jika latar belakang ekonomi keluarga pas-pasan. membiayai anak-anak itu sekolah. keinginan untuk tampil trendi.” kata Kaoru Aoyama dari Kyoto University. “Era modernisasi yang berubah menjadi era globalisasi berpengaruh terhadap perempuan dalam memaknai seksualitas dan normanorma sosial berbasis gender. Irwanto. untuk mengubah keinginan perempuan terlibat dalam perdagangan seksual adalah tidak hanya mengubah peraturan. “Kami memberi pelatihan lebih dari 5. kemewahan. mereka mencari jalan pintas untuk dapatkan uang banyak dalam waktu singkat. kebutuhan akan uang. “Against Child Sex Abuse”. Menurut Kaoru.” jelas Chin. sangat tidak mungkin mereka dapat berhura-hura seperti anak-anak yang berkecukupan. Tiap saat. anak-anak dihadapkan pada informasi yang penuh kesenangan. mereka membelikan tanah dan rumah bagi keluarga tersebut.

Lombok.juta dari orangtua si gadis. staf kami bisa bertanya. Batam 100%. di Bali dan Batam pemerintah lokal tidak pernah mengadakan pelatihan rutin kepada industri pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. “100 pengemudi tuk tuk menjadi anggota ECPAT perlindungan anak-anak. kami pantau. Di Kamboja. Begitu juga jika wajah anak tersebut murung terus. Nah. 2 Maret di Bali. Dalam selebaran yang dikeluarkan UNWTO (United Nations World Tourism Organizations). industri pariwisata belum sepenuhnya menyebarkan informasi mengenai penghapusan eksploitasi seksual komersial anak kepada masyarakat. Hal itu juga belum diterapkan kepada tamu hotel. spa.” ungkap I Gusti Putu Laksaguna. Tiap enam bulan. Dalam survei itu juga terungkap. dan di Jakarta 43%. dan Jakarta 14% responden mengatakan sudah diimplementasikan. Batam. ada juga “Child . Misalnya. mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. ada program “Tuk Tuk Campaign Against Child Sex Tourism” yang dimulai tahun 2005.d. hal itu sangat penting. Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Lombok 75%. kalau ada lelaki dewasa yang lapor masuk dengan anak-anak. di Lombok 75%. Kalau bahasa tubuhnya aneh. di Bali 60%. panti pijat dan pemandu wisata menunjukkan. ada nilai-nilai yang diterapkan dalam dunia pariwisata. “Meski edukasi sudah dilakukan tetapi tidak intensif. Hasil quick survey yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 27 Februari s. biro perjalanan wisata. dan di Lombok 38% responden mengatakan pemerintah lokal rutin mengadakan pelatihan tersebut. di Bali 75%. Eksploitasi dalam bentuk apa pun bertentangan dengan tujuan utama pariwisata. dan Jakarta 29% responden mengatakan sudah diterapkan. Lombok 50%. “Dari bahasa tubuhnya.” ujarnya. bukan langsung menuduh. Batam 20%. Selain itu. Padahal. Menurut I Gede Ardika. di mana ibunya.” jelas Chin. ada pelatihan penyegaran untuk memberi informasi terbaru mengenai perkembangan child sex tourism. di Bali 58%. Terkait edukasi kepada staf dan pelanggan tentang penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Tentang penerapan kode etik pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak.” paparnya. Mereka dibekali melalui pelatihan mengenai child safe tourism. Jakarta dengan responden hotel. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah tindakan kriminal dan karena itu pelaku dapat dihukum di negara tempat terjadinya perkara atau di negara asal pelaku. yaitu di Batam 100%. bisa dicurigai. di Jakarta baru 14%. “Ada trik khusus untuk mengetahui apakah tamu yang check in (lapor masuk) adalah pelaku kejahatan seksual terhadap anak atau bukan. disebutkan tanggung jawab turis adalah respek terhadap hak asasi manusia.

” katanya mengutip data UNICEF. “Remaja. Dalam dekade terakhir.” kata Suzy. penyiksaan. Hutomo dari The Body Shop Indonesia.” lanjut Chin.d. Salah satu pelaksanaan hak asasi manusia yang diterapkan The Body Shop Indonesia adalah melakukan kampanye untuk penegakan hak asasi manusia dan perubahan sosial yang positif dan lingkungan. mencapai . Cham. Di Indonesia. Lebih dari separuhnya berada di Asia dan Pasifik dan lebih dari 40% korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan secara paksa ke dalam prostitusi. Distribution Manager MTV mengatakan. memengaruhi pembuat kebijakan.” kata Suzy D. “Lebih 1. 30% pekerja seks komersial berusia di bawah 18 tahun dan sebagian mereka berusia 10 tahun. Diperkirakan. perubahan sikap masyarakat dapat membuat perubahan yang besar. 70 ribu anak-anak menjadi korban. diperkirakan 2. mudah menjadi korban perdagangan manusia karena kurangnya pengetahuan dan penipuan. dan mendukung pekerjaan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). 40 ribu s.” ujar Suzy. Hal serupa juga dilakukan MTV dengan melakukan kampanye MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking). “The Body Shop sangat peduli terhadap masalah child sex trafficking karena child sex trafficking terjadi di seluruh negara dan memengaruhi jutaan anak-anak.” kata Alex. kelaparan. “Kami yakin. Alex Heath. “Korban perdagangan manusia itu mengalami kekerasan seperti pemerkosaan. aborsi.5 juta orang diperdagangkan di seluruh dunia dalam satu waktu.d.Safe Network Program” yang diluncurkan tahun 2005 dengan wilayah konsentrasi di Provinsi Phnom Penh. Kampanye Media “Human rights are important to our business. 13 miliar dolar AS per tahun. kampanye “Stop Sex Trafficking of Children and Young People” yang akan diluncurkan Agustus tahun ini. Sihanoukville. Kami juga meluncurkan child safe hotline dan menyebarkan informasi melalui anggota. menginspirasi dan menginformasikan konsumen mereka. Bagi The Body Shop. perdagangan manusia menjadi salah satu bisnis ilegal yang sangat menguntungkan. baik laki-laki atau perempuan.000 anggota komunitas dilatih. “Angka ini terus bertambah karena masalah kemiskinan. Karena itu. kampanye yang mereka lakukan adalah untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan secara terus-menerus. Meski demikian. dan penyiksaan atau pembunuhan anggota keluarga mereka. isu ini hanya mendapat perhatian yang sangat kecil dari masyarakat. because our business is all about people. Salah satunya. Siem Reap and Kg.” kata Alex. pendapatan melalui perdagangan manusia mencapai 7 s. MTV yang memiliki pasar remaja yang luas.

S. anaknya pun menjadi korban pedofil. Kamboja. Kasus ini mengalami hambatan dalam penyidikan karena anak-anak itu tidak mengetahui pelakunya. Ada juga kasus yang menghebohkan masyarakat. Tahun 2005. ada .” ungkap Alex. Sayangnya. Meksiko. Waktu itu. M. Kepala Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Bali.” ungkap Sang Ayu Alit S.” ujar peneliti PSKK UGM yang tak mau disebutkan namanya.M. Saat dieksploitasi secara seksual. dan Tegal.” kisah Sang Ayu Alit. Dia melakukan perjalanan di daerah rawan eksploitasi seksual komersial anak seperti Vietnam. program ini diluncurkan di Eropa tahun 2004 dan meluas ke Asia Pasifik tahun 2007 dengan memanfaatkan kekuatan dan pengaruh musik. kasus pedofil sudah ada sejak 1996. Pertama kali. “Kasus eksploitasi seksual komersial anak telah kami tangani sejak tahun 2001. Dari kasus tersebut. Polda Bali menyibak kasus pedofil warga negara Prancis di Karangasem.. eksploitasi seksual terhadap pedagang acung anak-anak di Kuta. “Sejak diluncurkan. korban pedofil di Bali sudah mencapai dua generasi. berusaha meningkatkan kesadaran dan pencegahan eksplotasi dan perdagangan manusia melalui kampanye MTV EXIT. Waktu itu pelakunya warga negara Italia.H. film. “Ada orangtua yang pernah menjadi korban pedofil dan ketika menikah dan memiliki anak. Bogor. “Sebenarnya. kasus itu baru terungkap di Bali tahun 2004 karena sulit dibuktikan. dengan korban sembilan anak dan dihukum 10 tahun penjara. diketahui Tony Brown merupakan jaringan pedofil internasional.300 juta rumah tangga di Asia. mereka dalam keadaan tidak sadar dan sesudah itu ditelantarkan di jalanan. Korban Pedofil di Bali sudah Dua Generasi Berbagai Hambatan Mengungkap Kasus INVESTIGASI yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada di Bali tahun 2002 menemukan.. Kejadiannya tahun 2003. Tetapi. dan selebritis untuk mengedukasi masyarakat dari berbagai belahan dunia dengan latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda. saat di pengadilan. Tony Brown masuk ke Indonesia dan menetap di Lombok. kampanye ini telah menjangkau dan mengedukasi lebih dari 20 miliar orang. Dia juga pernah bertempat tinggal di Medan.

“Orang Italia ini melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buronan seperti diberitakan di media massa. memberikan hadiah berupa uang dan barang kepada korban. Pelakunya warga negara Belanda yang berpura-pura menjadi pelatih sepak bola. akhirnya kami cari. “Orang Swiss ini menyimpan 3. dia masih buronan dan belum kembali ke Italia. Tetapi. hambatan yang terjadi adalah korban tidak mau memberikan keterangan secara terus terang karena takut diejek teman-temannya. dan memutarkan film porno kepada korban. cara pelaku mendekati korban bermacam-macam. langsung kabur tidak ke Bali lagi padahal polisi nyanggong di Bali. Korbannya 11 anak.hambatan. membantu perlengkapan olahraga. Tahun lalu juga ada warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual komersial anak di Prancis. menyiapkan mainan anak-anak. terjadi di Buleleng. dia divonis 2 tahun 6 bulan. karena Prancis menerapkan hukum ekstrateritorial. dia diekstradisi. Dalam komputer dan kameranya ditemukan adegan dia mengonani anak-anak. Anak-anak yang difoto sebagian anak Thailand dan Bali. Menurut Sang Ayu. melakukan sodomi dan oralseks. “Kami juga bekerja sama dengan interpol. Tahun 2007. Mereka juga mengoleksi pornografi anak/korban. Denpasar Selatan. Dalam pengungkapan kasus.” lanjutnya. Hambatan lain.” katanya. membantu masyarakat perdesaan yang miskin dan menjadi donatur panti. Sampai saat ini. Dia melarikan diri ke Kamboja.” ajak Sang Ayu Alit. cara pelaku melakukan eksploitasi seksual terhadap korbannya adalah dengan menyuruh korban mengonani kemaluan pelaku dan sebaliknya. dia dihukum lagi. merekam adegan pornografi anak. Pelaku masih di Surabaya. yaitu menjadi orangtua asuh korban.” tutur Sang Ayu Alit. Ada juga warga Belanda dengan korban dua orang dan warga Italia di Denpasar Selatan. Tahun 2008. membantu ekonomi keluarga korban.000 foto porno anak-anak. keengganan masyarakat untuk melapor. Ada juga foto anak-anak untuk dijual kembali ke rekan-rekannya. Yang digunakan hakim juga hanya pasal dalam KUHP bukan UU Perlindungan Anak. Pelaku utama tidak didapatkan tetapi pelaku perantara sudah diproses hukum. kasus pedofil Australia. kami masih sembunyikan tetapi sudah diberitakan. Dia dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 60 juta. Pada tahun yang sama. terjadi kasus di Buleleng. dan Bali. maka setelah tiba di Prancis. “Pelaku . Korban tertekan. Ada warga Australia dengan lima paspor yang berbeda masuk ke Bali. Akhirnya. “Kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan korban supaya tidak ada korban berikutnya. Biasanya. Wartawan kurang sabar. Thailand. Akhirnya. pedofil berwarga negara Jerman ditangkap di Serangan. pengakuannya berubah.

. “Untuk mendapatkan kartu penumpang dari kantor imigrasi susah sekali.sering memberi bantuan. tak ada yang curiga. Kalau berisiko sedang sampai rendah. birokrasi juga bikin ruwet. informasi kepolisian Australia menyebut. Kalau berisiko tinggi. Kami juga melakukan penolakan kalau diketahui tiba di Bali dengan alasan mereka bukan orang yang dikehendaki datang ke Indonesia karena memiliki catatan hukum yang buruk di negaranya. “Mereka menginformasikan orangorang yang terdeteksi sebagai pedofil di negaranya.” katanya.” kisahnya. Dia kedapatan membawa foto-foto anak-anak telanjang.” katanya. tamu itu berangkat tanggal sekian ke Bali tetapi sampai di sini malah susah dilacak. cari data di kantor imigrasi sulit. Sekarang. Ada juga hotel yang tidak melaporkan tamunya. Saat memotret. kasus terlambat dilaporkan dan belum adanya persamaan persepsi aparat penegak hukum. Padahal. Dalam pengungkapan kasus.” sambungnya. Polda Bali bekerja sama perwakilan kepolisian Australia di Bali dan interpol. tetapi jadi tak berdaya karena merasa berutang budi. yang difoto di bagian alat kelamin saja. “Turis itu baru saja tiba dari Bali. perlu informasi penyelidikan. Masyarakat kurang waspada karena masih menganggap orang asing adalah tamu yang harus dihormati dan dianggap semuanya orang baik. apalagi data yang sudah berbulan-bulan. masih ada jaksa yang menyatakan harus ada saksi yang melihat. diketahui sebagian foto tersebut foto anak dan cucu seorang pemandu wisata di Bali. Masyarakat kita bangga kalau anaknya bisa berbicara dengan orang asing dan dibiarkan tanpa pengawasan. Karena bersikap ramah. Kurangnya pemahaman masyarakat termasuk di lingkungan pariwisata juga menjadi salah satu hambatan. “Yang sudah biasa bergaul dengan bule saja tidak paham mengenai masalah ini. Saat dilacak. Ini membahayakan. kami lakukan pembuntutan. Seorang turis pernah ditangkap di bandara Sydney. Misalnya. Ternyata. Sekarang kami dapat informasi ada pedofil yang masuk ke Bali lima bulan lalu. Si pemandu wisata tersebut tidak tahu jika tamunya adalah seorang pedofil. cukup pengawasan. Hambatan lain.” imbuhnya. Australia. si bule diajak ke kampungnya. komputer di kantor imigrasi rusak dan itu dibiarkan dengan alasan anggaran belum turun. Jawaban atas surat yang dilayangkan juga perlu waktu berbulan-bulan. Dalam hal penanganan kasus. Walaupun mereka curiga.” katanya menjelaskan. “Kami berjuang agar bisa menegakkan UU Perlindungan Anak.

Badannya dimasukkan dalam tas.5 tahun. Di Malaysia. Itu salah satu kisah dalam film saya.” katanya bernada kelu. Rambutnya dicukur. prostitusi anak-anak. lalu ia dibuang ke laut. Selama dipenjara. Ada juga kasus di Jalam Hayam Wuruk Jakarta. pagi itu menjadi tidak seperti biasanya ketika dia membaca berita tentang Nurin Jaslin. film ini ingin menunjukkan bahwa kasus tersebut terjadi di seluruh negara di Asia Tenggara dan sebetulnya.” tuturnya. “Saya pernah mewawancarai seorang perempuan di Sumatera yang diperdagangkan ke Malaysia. Tetapi. Nurin adalah seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang tewas dibunuh. Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Dia selamatkan nelayan dan dibawa pulang ke Sumatera.” imbuhnya. “Ada 10 anak di sana.Film Itu bukan hanya Bercerita tentang Kekerasan SEPTEMBER 2007. Tetapi.” kata Direktur Eksekutif dan Produser Silicon Films ini. “Peristiwa ini terjadi dalam jarak 1 km dari kantorku. “Saya tidak dibayar untuk membuat film ini dan tidak mendapat komisi dari pemerintah mana pun. yang disebut kota aman oleh pemerintah Malaysia. Michael Chick meninggalkan semua pekerjaannya di bidang periklanan yang ditekuninya selama 18 tahun dan bertekad menyuarakan orang-orang yang selama ini tak pernah didengar melalui film yang dibuatnya. Anaknya langsung diambil segera setelah dilahirkan. dia hidup dari belas kasihan tetangganya. tiga di antaranya hamil dan mereka berusia 12 tahun. kasus di Asia Tenggara mewakili kasus serupa di . Saya hanya ingin dunia yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Film berdurasi dua jam yang itu bukan hanya bercerita tentang kekerasan. Sekarang. dia dikeluarkan. Seperti biasa. Ada 60 kasus yang sudah direkamnya dalam waktu 1. dia langsung membaca koran hari itu. dia diperkosa dan melahirkan tiga anak. Pada saat terakhir di penjara. Ini terjadi di Kuala Lumpur. Film ini dibuat bukan untuk menunjukkan Jakarta atau Bali punya kasus seperti itu. Ia berkeliling ke negara-negara di Asia Tenggara untuk memproduksi film ini. Suaminya meninggalkannya. dia dipenjara tiga tahun. Tetapi. juga berkisah tentang isu yang sensitif seperti sunat pada perempuan dan hubungan seksual sedarah. Michael Chick bangun dari tidurnya. ada ketimun dan terung yang dimasukkan dalam vaginanya.

” lanjutnya. Perempuan itu akhirnya dipenjara. Ada seorang teman yang kerap “dipakai” oleh temanteman sesama SMA. menabung hasil kerjanya agar bisa melarikan diri dari tempat itu. Eh. dia memakai narkoba. dikirim ke tempat prostitusi. Dia pun tertarik. Menurut duta anak Indonesia dalam Kongres Dunia III Menentang Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Rio de Janeiro.” kata Fifi. “Kasus eksploitasi seksual bisa terjadi di mana saja. terlibat dalam pendampingan korban eksploitasi seksual komersial anak melalui Plan International. Ternyata. “Tempat tinggal saya dekat lokasi prostitusi. dia . “Setelah keluar dari penjara. Aku bisa beli ini. beli apa pun yang aku inginkan. Dia malah menjawab. Brasil tahun lalu ini. Begitu balik ke Surabaya. para pekerja seks komersial itu lari ke permukiman penduduk. ia tak boleh pulang.” ungkapnya. Tak jarang pula. daerah tempat tinggalnya. anakanak di lingkungan saya diajak menjadi pekerja seks komersial. teman-teman sebayanya yang melakukan hubungan seksual dengan bebas. Saat stres. dia minta pulang. Ada kasus. Kisah lain.” ujarnya.belahan dunia lain. Saya bilang lagi. Oleh orangtuanya yang miskin. Pelanggannya tidak terima dan dilaporkan ke polisi. “Waktu saya beri tahu bahwa itu bentuk eksplotasi seksual. organisasi nirlaba peduli anak. dia punya ide. wong tinggal tidur bisa dapat uang. Waktu dia sakit dan tetap harus bekerja. dia malah disuruh membayar ongkos perjalanan ke Batam dan baju-baju yang sudah dibelikan untuknya. dia memukul pelanggannya. seorang anak berusia 13 tahun pekerja kafe di Surabaya yang bergaji Rp 14 ribu per hari. Kalau tidak bisa membayar. dia masuk ke tempat prostitusi lagi. Kadang. saat tiba di Batam. Apa pengaruhnya. dia tak percaya. lokasi itu malam-malam digerebek polisi. apa susahnya. Dia dicap menjijikkan. Suatu hari. Pengalaman Fifi Sejak kelas 2 SMP. Ika Lusi Trifisusanti yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA 17 Agustus Surabaya. Keterlibatan Fifi dalam kegiatan Plan dimulai saat Koaliasi Perempuan Indonesia melakukan pendampingan di Wonokromo. Kalau sudah begitu. ada seseorang yang menawarkan bekerja di kafe di Batam dengan gaji Rp 200 ribu per hari. Dia dijual suaminya. ia dipekerjakan di tempat prostitusi. “Karena tak mau. masyarakat malah melecehkannya. Banyak anak-anak dari daerah terpencil. ia dinikahkan dengan orang yang dianggap kaya dan memberikan pekerjaan tersebut. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah salah satu isu anak-anak yang penting disuarakan. nanti kamu kena penyakit. beli itu. Suatu saat.

Kita juga bisa mengidap penyakit seksual seperti sifilis dan bisa dikeluarkan dari sekolah. setelah dia mendapat informasi yang cukup. saat dewasa ia menghilangkan identitas keperempuanannya meski tak ganti kelamin. Dengan kedok cinta. Akhirnya. penyakit apa itu. mereka bilang kurang kasih sayang orangtua. ia membawanya ke sekolah. Ia tunjukkan kepada teman-temannya. “Walau tak tampak depresi.” ungkapnya. Sp. begitu katanya.” papar Fifi. Orangtuaku nggak pernah mikir aku perlu kasih sayang juga. masak aku dikasih uang. kita kan masih muda.” cerita gadis kelahiran Surabaya. Menurut Fifi. Ada teman perempuannya yang setelah kematian ibunya dijual bapaknya. “Eksploitasi seksual itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. OG. dia berhenti melakukan hubungan seksual.” katanya mengingatkan.” kata Fifi. Ketika itu. Namun. Waktu mengikuti wisuda. dia tak pernah bercerita kepada siapa-siapa. Dia dikeluarkan dari sekolah dan bapaknya malah memarahinya. Akhirnya. ia tak mau menggunakan kebaya dan sanggul. ada dua kecenderungan anak-anak yang terlibat dalam eksploitasi seksual. Saat tahu dirinya hamil. ternyata dia tetap menggugurkan kandungannya dengan obat. anak-anak dieksploitasi karena uang. faktor yang paling parah akibat eksploitasi seksual komersial anak adalah faktor mental.” ujarnya.” ungkapnya. Dia takut ketahuan orangtuanya dan takut tak bisa ikut ujian. Penyakit apa. Mutia pernah menemukan kasus. “Kalau anak-anak dari kalangan menengah ke atas. mereka sebenarnya punya uang. Koordinator Pusat Krisis Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saya jelaskan. Kalau menengah ke bawah. Dia tak percaya bisa mengalami penyakit seksual kalau berhubungan seks. Mutia Prayanti. “Kalau yang menjadi korban pasti trauma. seorang anak yang dieksploitasi seksual saat bocah. dampak eksploitasi seksual banyak sekali. Bapaknya penjudi ayam. Dia heran. Hilangkan Identitas Menurut Dr. Ketika Fifi mendapat buku tentang penyakit seksual. “Saya tunjukkan pada teman saya itu. Dia malah hamil dengan pacarnya. anaknya dijual kepada teman-teman penjudi ayam itu. Fifi yang bercita-cita jadi guru SD ini mengatakan. pacar kita pun bisa melakukan eksploitasi seksual. si anak hamil. Tetapi. “Dia mau menggugurkan kandungannya. rasa itu bisa muncul ketika ia dewasa. dan uang aja. Meski saya larang. Pernah temanku bilang. Akhirnya dia . uang. anak itu bercerita pada Fifi. Ada juga cerita tentang seorang anak yang dilarang berpacaran oleh orangtuanya. 27 Oktober 1991 itu.tertawa. Payudaranya ditekan agar tak menonjol. mengapa dia bisa hamil.

meski layanan di pusat krisis digratiskan.” katanya. menurut Jipy Priscilia dari Plan International. anak-anak mampu jadi agen perubahan. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah domain perlindungan anak dan partisipasi anak. memfasilitasi mereka sehingga anak-anak bisa mengatakan ‘tidak’ pada eksploitasi seksual komersial anak. Akhirnya. Plan bekerja sama dengan instansi pemerintah menyediakan layanan Tesa alias Telepon Sahabat Anak dengan nomor 129. Yang penting dalam penanganan kasus eksploitasi seksual terhadap anak adalah penanganan psikoterapi. Itu artinya. Ada yang bisa normal setelah terapi dua tahun. “Mereka perlu uang untuk transportasi. Karena itu. “Kami juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah agar bisa menatalaksana dengan baik. Orangtuanya pasti mengantar. ada kelompok dukungan agar bisa saling berbagi. korban dari keluarga miskin kerap kesulitan datang.” kata Jipy. anak-anak bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan. Masalahnya. perlu waktu yang berbeda-beda tergantung respons korban terhadap kejadian itu.memakai jas seperti laki-laki. Plan memunyai sudut pandang lain. “Dengan menekan nomor ini di seluruh Indonesia. “Anak selalu menjadi korban dan seakan-akan anak hanya objek. Di pusat krisis yang digawanginya. tetap saja masyarakat kecil jadi korban. Plan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan. Tetapi. Orangtua dan lingkungan sekitar anak juga perlu diberi pemahaman agar tak muncul stigma atas diri korban. . jadi subjek yang berperan aktif untuk masalah anak.” papar Mutia.” kata Jipy. mentalnya bisa normal kembali.” kata Mutia. si anak tak mungkin sendiri. “Kalau korban ditangani segera setelah kasus terungkap. keluarga itu kehilangan pendapatan hari itu. support group. Kalau datang. Di sisi lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful