-------------------------------------------------------------------------------

60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara
Home Stay Berisiko Tinggi - Sanur Bagian sangat Signifikan WORLD Travel and Tourism Council (2004) menyebutkan, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Mengingat pariwisata menggabungkan banyak sektor seperti industri yang terkait keramahtamahan, jasa boga, dan persewaan kendaraan, maka pariwisata mempekerjakan lebih dari 8% tenaga kerja dunia dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan industri lain dalam ekonomi global. Tahun 2005, jumlah wisatawan mancanegara lebih dari 800 juta orang dan menghasilkan lebih dari dua miliar dolar AS per hari.
Pertumbuhan industri pariwisata di Asia Tenggara tiap tahun pun meningkat. “Tahun 2006, kunjungan turis mancanegara meningkat 9%. Pariwisata menjadi salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi,” ujar Chin Chanveasna, Executive Director ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Kamboja dalam Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism, di Sanur, 18-20 Maret. “Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam, merupakan negara yang memiliki reputasi sebagai destinasi wisata untuk tujuan eksploitasi seksual komersial terhadap anak,” ungkapnya. Salah satu bentuk eksploitasi seksual komersial yang kini mendapat perhatian besar masyarakat dalam 15 tahun terakhir ini adalah pariwisata seks anak. Pariwisata seks anak mengacu pada eksploitasi seksual anak dalam pariwisata yang terjadi di berbagai daerah tujuan wisata dan bahkan di tempat-tempat yang sebenarnya tidak memiliki prasarana pariwisata samasekali. “Pelaku pariwisata seks anak adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah asalnya ke daerah tujuan, dalam satu negara atau dari satu negara ke negara lain, untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak,” papar Chin. Para wisatawan seks anak ini bisa merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara.

” ujar President of ECPAT Italia ini. Beberapa negara asal wisatawan seks anak adalah Jepang. 80 tahun. mereka aktif mencari anak-anak untuk melakukan hubungan seksual. “Walaupun banyak kasus dilakukan orang asing. wisatawan seks anak tertinggi berusia 31 s. yaitu 34%. yang paling banyak mengakses wisata seks adalah orang pribumi. 45%. dan pedofil. 30%. Pedofil menunjukkan kecenderungan seksual khusus terhadap anakanak yang belum puber. dan wisatawan berusia 51 s. 17%. Malaysia. wisatawan seks anak situasional. wisatawan seks anak preferensial. yaitu 50%.” ujar Chin. “Wisatawan seks anak preferensial dan pedofil hanyalah sebagian kecil wisatawan seks anak. 40 tahun. Italia. bahwa wisatawan seks anak itu juga merupakan wisatawan domestik. Ph. Korea Selatan.d. Hasil risetnya menunjukkan. Persentase itu sama dengan wisatawan seks anak melalui . jumlah pedofil 5%.” ungkap Marco. 50 tahun. Walau dianggap menderita gangguan klinis. Prof. disusul wisatawan seks anak berusia 18 s. kita tidak boleh menutup mata.” Korban 60 Ribu Prof.” kata Frans van Dijk.Menurut Chin. Mereka umumnya berada di kalangan berpendapatan menengah ke atas. ada tiga kategori wisatawan seks anak. kalangan menengah. dan Australia. Ini kultur yang ada di kalangan laki-laki kita. 19%. Marco Scarpati dari Milano University. Meski mengalami ketertarikan seksual terhadap orang dewasa. 30 tahun. wisatawan seks anak preferensial mencari anak-anak yang masih puber atau remaja.d. Tetapi.d. 90%-95% wisatawan seks anak adalah laki-laki. Taiwan. dan kalangan atas 5%.D. Regional Director of Terre des Hommes. yaitu wisatawan seks anak situasional. “Tetapi. Wisatawan seks anak situasional sebenarnya tidak memiliki kecenderungan seksual khusus terhadap anak-anak. “Wisatawan seks anak preferensial 30% dan sisanya. Tak sedikit industri pariwisata yang menawarkan anak-anak untuk berhubungan seksual. wisatawan berusia 41 s.d. Wisatawan seks anak preferensial menunjukkan keinginan melakukan seks secara aktif terhadap anak-anak. 65%. dari total wisatawan seks anak. “Dari seluruh kasus. Umumnya. mengatakan. pedofil bisa saja tidak menunjukkan pilihan terhadap jenis kelamin anak dan beranggapan bahwa hubungan seks dengan anak-anak tidak berbahaya. Irwanto. Ketiga kategori wisatawan seks anak itu rela mengeluarkan banyak uang dan waktu asalkan dapat memuaskan keinginan mereka. Belanda. mereka memiliki kesempatan melakukan hubungan seksual dengan seseorang di bawah 18 tahun dan memanfaatkan kesempatan itu. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Jakarta menambahkan.

12 tahun. 30%. pariwisata seks anak tak bisa dilepaskan dari bentukbentuk eksploitasi seksual komersial anak yang lain yaitu perdagangan anak. dan kelompok sosial yang termarginalkan. yatim-piatu akibat AIDS. Tetapi. 10% s. Penelitiannya di Kamboja mengungkapkan. dapat dieksploitasi dalam pariwisata seks anak. Tahun 2008. Anak-anak yang dieksploitasi di berbagai daerah tujuan pariwisata seks anak biasanya berbasis lokal. Selain itu. Sebagian anak-anak itu berasal dari Thailand dan Bali. ditemukan dokumentasi 3.” ungkap Frans. 17 tahun. Tetapi.d. warga pengungsi. 25% dari mereka adalah homoseksual. dan berusia s. “Sulit menentukan jumlah korban secara pasti. pornografi anak. Polda Bali menangkap seorang warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual terhadap anak di Prancis. gigolo dianggap tidak terlalu negatif dibandingkan prostitusi. Perkawinan anak dapat menjadi salah satu bentuk pariwisata seks anak jika anak yang dinikahkan tersebut digunakan sebagai objek pemuas . 6 tahun. Umumnya. diperkirakan jumlah anak yang dieksploitasi lebih kurang 60 ribu di Asia Tenggara. kondisi itu tidak dirasakan sebagai sesuatu yang negatif jika orientasinya adalah heteroseksual.d. dan prostitusi. korbannya adalah remaja. Menurut Chin. 2 s. “Jika wisatawan seks anak adalah perempuan.internet. berusia 7 s. Anak-anak yang bekerja. Korban pariwisata seks anak sering memiliki latar belakang sosioekonomi buruk. Tetapi. daerah tujuan wisata sering menjadi daya tarik ekonomi yang membuat anak-anak lebih rentan terhadap janji-janji palsu tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang diiming-imingkan pelaku perdagangan anak. karena mereka dilahirkan di daerah tujuan wisata yang dicirikan dengan ketidakmerataan kekayaan antara para wisatawan yang berkunjung dan para penduduk setempat.d.d. Mereka bisa anak laki-laki atau perempuan dan sebagian mereka telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran.d.000 foto anak-anak telanjang. 5 dolar AS. Dalam kasus pariwisata seks anak dan pornografi anak. biaya yang dikeluarkan pelaku untuk satu kali hubungan seksual jangka pendek. hal tersebut bukan satu-satunya. serta anak-anak jalanan dapat menjadi korban. Di laptopnya. wisatawan seks anak kerap memfilmkan atau mendokumentasikan foto anak-anak untuk konsumsi pribadi atau mengirimkannya kepada konsumen pornografi anak yang lain untuk mendapatkan keuntungan. Anak-anak yang menjadi korban berusia 13 s. 60%. Tetapi. Korban bisa juga berasal dari kelompok minoritas. 10%.” ungkap Marco. anakanak juga diperdagangkan secara internal atau ke luar negeri untuk melayani para wisatawan seks. khususnya yang terlibat dalam industri pariwisata dan tergantung pada penghasilan musiman. Kadangkadang.

kehadiran dan jenis perantara. rumah atau flat yang disewa secara pribadi juga menjadi isu penting yang harus dicermati. dapat menjadi tempat untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak. guru les. orang yang melakukan hubungan seksual dengan anakanak diancam hukuman 7-9 tahun. “Payahnya lagi. anak bisa dikawinkan pada usia yang sangat muda. Tetapi. tidak ada kajian lebih lanjut.” katanya. staf hotel. “Akomodasi seperti itu merupakan tempat dengan kontrol minimal dari orang luar. Risiko Tinggi Berbagai variabel yang terkait pariwisata seks anak adalah tempat terjadinya eksploitasi. di rumah-rumah seperti itu dengan menyamar sebagai pembantu. tanpa petugas resepsionis. Walaupun dalam KUHP disebutkan.” keluh Irwanto yang juga Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial ini. Di Jawa Timur. hotel berbintang lima sampai wisma.” ujar Chin. Internet juga menjadi salah satu sarana yang wajib diwaspadai. lama tinggal. Para wisatawan dapat menyewa atau memiliki rumah sendiri yang memberi mereka akses tempat untuk mengeksploitasi anak-anak. “Kalau hanya pekerja tidak apa-apa. Chin menegaskan. Menurut Irwanto. Kami pernah melakukan investigasi mendalam. mereka tetap menjalaninya karena pasal itu merupakan pasal laporan. ukuran/luas daerah tujuan. anak itu kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa pernah menghubunginya kembali.nafsu seks dengan imbalan uang atau pembayaran yang lain. tidak efektif. “Para wisatawan seks anak menggunakan internet dan teknologi komunikasi lainnya. Menurut Irwanto. Home stay memiliki risiko tinggi bagi anak-anak karena terjadi interaksi yang lebih besar antara keluarga pemilik rumah dan turis. Setelah dinikahkan dan hidup bersama dalam beberapa waktu. beberapa anak dieksploitasi secara seksual. “Berbagai bentuk akomodasi. 12-13 tahun. sering terjadi hukum positif ditabrakkan dengan hukum adat atau agama. adat masyarakat yang membolehkan anak-anak menikah juga kerap menjadi salah satu faktor terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di dunia pariwisata. tukang bakso di depan rumah. situasi kehidupan anak dan situasi penginapan wisatawan tersebut. wisatawan lain atau penduduk setempat yang peduli.” ungkap Irwanto. 5-6 tahun yang lalu. adanya penawaran akomodasi dengan konsep baru seperti home stays. Sanur merupakan bagian sangat signifikan karena turis yang menyewa rumah umumnya memunyai pekerja rumah tangga anak kecil laki-laki atau perempuan. Mereka melakukan perjalanan tanpa menyebutkan nama . Hasilnya.

daerah lain yaitu Bali. ada juga yang ingin berhubungan seks dengan anak-anak. ditambah dengan dibukanya destinasi wisata baru. “Apalagi. Apalagi. Anak-anak memerlukan uang agar bisa sekolah. Tanjung Pinang. Jakarta dan Sumatera Utara dicurigai menjadi tempat eksploitasi seksual komersial anak di dunia pariwisata. Mereka datang ke Batam atau Tanjung Pinang Jumat malam atau Sabtu pagi. para wisatawan seks anak adalah orang yang berusia kurang dari 30 tahun. Sulawesi Selatan. internet juga digunakan untuk menyebarkan foto-foto yang melecehkan anak-anak tanpa diketahui korban. “Mereka ngobrol melalui internet. bahwa para wisatawan seks itu mencari teman sebaya melalui internet. Penyebabnya. Selain Batam. dan Lombok. materi pembicaraan seputar pertemanan atau pengalaman.” papar Bakri. “Itu memang ada. pengguna internet dan layanan chat. Perjalanan dari satu negara ke negara lain bagi wisatawan seks anak juga kian mudah dengan adanya penawaran penerbangan berbiaya rendah dengan destinasi yang lebih banyak. “Ini memang ekses berkembangnya industri pariwisata seperti yang dialami di Thailand. demikian juga keluarga mereka yang memerlukan uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.” ujar Bakri. Penelitiannya di New Zealand menunjukkan. Ada yang berbelanja.sebenarnya. Biasanya. di Sanur. kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah.” kata Chin Chanveasna. tumbuh industri seperti itu. anak muda kerap mencari teman melalui internet secara teratur.” kata Chin.” ungkap Chin. Para wisatawan seks anak itu menggunakan uang agar bisa mendekati mereka. Executive Director ECPAT Kamboja. Selain itu. Di Batam. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di sela-sela Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism. 18-20 Maret. Sulawesi Utara. Kemiskinan dan Gaya Hidup Menjadi Pemicunya PEMERINTAH tak memungkiri adanya eksploitasi seks terhadap anak-anak di dunia pariwisata. “Mereka membangun . atau Kamboja. Vietnam.” papar Marco. berolahraga. Direktur Pemberdayaan Masyarakat. demikian juga di Lombok meski di permukaan kelihatan aman-aman saja. sehingga mereka mudah terkena janji-janji muluk dengan iming-iming gaji besar. Pernyataan itu diteguhkan hasil riset Marco. “Kemiskinan hanyalah salah satu penyebab.

Tamu hotel tersebut “membeli” keperawanan dengan harga Rp 5 . Director of Human Resources Accor Indonesia – Malaysia. Ph. sangat tidak mungkin mereka dapat berhura-hura seperti anak-anak yang berkecukupan. relasi gender. ekonomi dieksploitasi untuk kepentingan orang yang ingin menciptakan akses. adalah bagian motivasi yang bisa disalahgunakan. Akibatnya. Konsumerisme tumbuh di kalangan masyarakat karena tiap saat mereka ditawari berbagai barang konsumtif dengan harga yang relatif kurang terjangkau bagi golongan ekonomi lemah. Peran Pariwisata Industri pariwisata juga dapat membantu memerangi eksploitasi seksual komersial anak seperti kampanye yang dilakukan grup Accor. dan kita menjadi bagian di dalamnya. dan kebebasan. dsb. anak-anak dihadapkan pada informasi yang penuh kesenangan. “Era modernisasi yang berubah menjadi era globalisasi berpengaruh terhadap perempuan dalam memaknai seksualitas dan normanorma sosial berbasis gender.” kata Ade Noerwenda. memberi uang kepada keluarganya dan pada beberapa kasus. “Ingin punya handphone. Para orangtua yang anaknya menjadi korban eksploitasi seksual bahkan tak percaya bahkan orang tersebut menjadi pelaku kejahatan karena sikap baik yang ditunjukkan pada mereka. tetapi juga mengubah cara yang membuat perekonomian bertumbuh. gadget. Tiap saat.” katanya. membiayai anak-anak itu sekolah. “Against Child Sex Abuse”. Prof. Transformasi struktural dalam pertumbuhan ekonomi juga ikut berperan. “Kami memberi pelatihan lebih dari 5. hubungan keluarga. keinginan untuk tampil trendi.300 staf dan membangun kesadaran pelanggan tentang eksploitasi seksual komersial anak sejak tahun 2004.” kata Irwanto. kebutuhan akan uang. Jika latar belakang ekonomi keluarga pas-pasan. kultur.” kata Kaoru Aoyama dari Kyoto University.” jelas Chin. mereka mencari jalan pintas untuk dapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Berkat pemahaman yang diberikan kepada staf. “Saya tidak percaya kemiskinan selalu menjadi alasan utama karena saat ini ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pemicunya yaitu gaya hidup. mereka membelikan tanah dan rumah bagi keluarga tersebut. Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak mengatakan.hubungan yang dekat dengan keluarga. dua tahun lalu mereka berhasil mengungkap kasus perdagangan anak yang dilakukan orangtuanya di Jakarta. Irwanto. kemewahan. untuk mengubah keinginan perempuan terlibat dalam perdagangan seksual adalah tidak hanya mengubah peraturan. Jepang.D. Menurut Kaoru.

industri pariwisata belum sepenuhnya menyebarkan informasi mengenai penghapusan eksploitasi seksual komersial anak kepada masyarakat. di mana ibunya. Mereka dibekali melalui pelatihan mengenai child safe tourism. Misalnya. “Meski edukasi sudah dilakukan tetapi tidak intensif. Hal itu juga belum diterapkan kepada tamu hotel. dan di Lombok 38% responden mengatakan pemerintah lokal rutin mengadakan pelatihan tersebut. “Dari bahasa tubuhnya.” jelas Chin. di Bali 60%. ada nilai-nilai yang diterapkan dalam dunia pariwisata. dan Jakarta 14% responden mengatakan sudah diimplementasikan. dan Jakarta 29% responden mengatakan sudah diterapkan. mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. dan di Jakarta 43%. hal itu sangat penting. bisa dicurigai.d. “Ada trik khusus untuk mengetahui apakah tamu yang check in (lapor masuk) adalah pelaku kejahatan seksual terhadap anak atau bukan. yaitu di Batam 100%. di Bali dan Batam pemerintah lokal tidak pernah mengadakan pelatihan rutin kepada industri pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Tentang penerapan kode etik pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Terkait edukasi kepada staf dan pelanggan tentang penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. ada program “Tuk Tuk Campaign Against Child Sex Tourism” yang dimulai tahun 2005. Menurut I Gede Ardika. Padahal. di Jakarta baru 14%. biro perjalanan wisata. Dalam selebaran yang dikeluarkan UNWTO (United Nations World Tourism Organizations). Dalam survei itu juga terungkap. Lombok 75%.” ujarnya.” ungkap I Gusti Putu Laksaguna.” paparnya. Nah. di Bali 58%. Batam 100%. ada juga “Child . Lombok. Selain itu. Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Jakarta dengan responden hotel. Batam. Batam 20%. “100 pengemudi tuk tuk menjadi anggota ECPAT perlindungan anak-anak. kalau ada lelaki dewasa yang lapor masuk dengan anak-anak. kami pantau. panti pijat dan pemandu wisata menunjukkan. Begitu juga jika wajah anak tersebut murung terus. Kalau bahasa tubuhnya aneh. Eksploitasi dalam bentuk apa pun bertentangan dengan tujuan utama pariwisata. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah tindakan kriminal dan karena itu pelaku dapat dihukum di negara tempat terjadinya perkara atau di negara asal pelaku. Di Kamboja. bukan langsung menuduh. 2 Maret di Bali. disebutkan tanggung jawab turis adalah respek terhadap hak asasi manusia. Hasil quick survey yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 27 Februari s. spa. ada pelatihan penyegaran untuk memberi informasi terbaru mengenai perkembangan child sex tourism.juta dari orangtua si gadis. staf kami bisa bertanya. Tiap enam bulan. Lombok 50%. di Lombok 75%. di Bali 75%.

Karena itu. diperkirakan 2. Kampanye Media “Human rights are important to our business. 13 miliar dolar AS per tahun. 70 ribu anak-anak menjadi korban. pendapatan melalui perdagangan manusia mencapai 7 s.d.000 anggota komunitas dilatih. aborsi. dan penyiksaan atau pembunuhan anggota keluarga mereka.Safe Network Program” yang diluncurkan tahun 2005 dengan wilayah konsentrasi di Provinsi Phnom Penh.” kata Suzy. mencapai . “Angka ini terus bertambah karena masalah kemiskinan. baik laki-laki atau perempuan. Sihanoukville. perubahan sikap masyarakat dapat membuat perubahan yang besar.5 juta orang diperdagangkan di seluruh dunia dalam satu waktu. Lebih dari separuhnya berada di Asia dan Pasifik dan lebih dari 40% korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan secara paksa ke dalam prostitusi. “Remaja.” kata Alex. mudah menjadi korban perdagangan manusia karena kurangnya pengetahuan dan penipuan. kampanye yang mereka lakukan adalah untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan secara terus-menerus. perdagangan manusia menjadi salah satu bisnis ilegal yang sangat menguntungkan. 30% pekerja seks komersial berusia di bawah 18 tahun dan sebagian mereka berusia 10 tahun. Di Indonesia. kampanye “Stop Sex Trafficking of Children and Young People” yang akan diluncurkan Agustus tahun ini. 40 ribu s. MTV yang memiliki pasar remaja yang luas.” kata Alex.” lanjut Chin. penyiksaan.d. because our business is all about people. “Kami yakin. Dalam dekade terakhir. Bagi The Body Shop. Distribution Manager MTV mengatakan. Salah satunya. Kami juga meluncurkan child safe hotline dan menyebarkan informasi melalui anggota. dan mendukung pekerjaan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). kelaparan. “Korban perdagangan manusia itu mengalami kekerasan seperti pemerkosaan. Siem Reap and Kg. Meski demikian. Diperkirakan. isu ini hanya mendapat perhatian yang sangat kecil dari masyarakat. “Lebih 1. Cham. menginspirasi dan menginformasikan konsumen mereka. “The Body Shop sangat peduli terhadap masalah child sex trafficking karena child sex trafficking terjadi di seluruh negara dan memengaruhi jutaan anak-anak. memengaruhi pembuat kebijakan.” katanya mengutip data UNICEF.” ujar Suzy.” kata Suzy D. Hutomo dari The Body Shop Indonesia. Alex Heath. Hal serupa juga dilakukan MTV dengan melakukan kampanye MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking). Salah satu pelaksanaan hak asasi manusia yang diterapkan The Body Shop Indonesia adalah melakukan kampanye untuk penegakan hak asasi manusia dan perubahan sosial yang positif dan lingkungan.

Waktu itu. Kepala Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Bali. Pertama kali. Tony Brown masuk ke Indonesia dan menetap di Lombok. Dia juga pernah bertempat tinggal di Medan.H. Kamboja. dan selebritis untuk mengedukasi masyarakat dari berbagai belahan dunia dengan latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda. film. “Kasus eksploitasi seksual komersial anak telah kami tangani sejak tahun 2001. Tahun 2005. Saat dieksploitasi secara seksual. kasus pedofil sudah ada sejak 1996. M.” kisah Sang Ayu Alit. diketahui Tony Brown merupakan jaringan pedofil internasional. Korban Pedofil di Bali sudah Dua Generasi Berbagai Hambatan Mengungkap Kasus INVESTIGASI yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada di Bali tahun 2002 menemukan. ada . Sayangnya.300 juta rumah tangga di Asia. berusaha meningkatkan kesadaran dan pencegahan eksplotasi dan perdagangan manusia melalui kampanye MTV EXIT. Kejadiannya tahun 2003. Dia melakukan perjalanan di daerah rawan eksploitasi seksual komersial anak seperti Vietnam.” ujar peneliti PSKK UGM yang tak mau disebutkan namanya. “Ada orangtua yang pernah menjadi korban pedofil dan ketika menikah dan memiliki anak. Polda Bali menyibak kasus pedofil warga negara Prancis di Karangasem.. Dari kasus tersebut. Meksiko. Ada juga kasus yang menghebohkan masyarakat.” ungkap Alex. Bogor. kasus itu baru terungkap di Bali tahun 2004 karena sulit dibuktikan. anaknya pun menjadi korban pedofil. dan Tegal. S. mereka dalam keadaan tidak sadar dan sesudah itu ditelantarkan di jalanan. Tetapi. Kasus ini mengalami hambatan dalam penyidikan karena anak-anak itu tidak mengetahui pelakunya. dengan korban sembilan anak dan dihukum 10 tahun penjara. saat di pengadilan. korban pedofil di Bali sudah mencapai dua generasi.M.” ungkap Sang Ayu Alit S. program ini diluncurkan di Eropa tahun 2004 dan meluas ke Asia Pasifik tahun 2007 dengan memanfaatkan kekuatan dan pengaruh musik.. “Sebenarnya. kampanye ini telah menjangkau dan mengedukasi lebih dari 20 miliar orang. “Sejak diluncurkan. eksploitasi seksual terhadap pedagang acung anak-anak di Kuta. Waktu itu pelakunya warga negara Italia.

membantu perlengkapan olahraga.” lanjutnya.” ajak Sang Ayu Alit. “Kami juga bekerja sama dengan interpol. Ada warga Australia dengan lima paspor yang berbeda masuk ke Bali. Dia dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 60 juta. “Kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan korban supaya tidak ada korban berikutnya. membantu masyarakat perdesaan yang miskin dan menjadi donatur panti. merekam adegan pornografi anak. “Pelaku . akhirnya kami cari. Yang digunakan hakim juga hanya pasal dalam KUHP bukan UU Perlindungan Anak. cara pelaku mendekati korban bermacam-macam. Ada juga warga Belanda dengan korban dua orang dan warga Italia di Denpasar Selatan.” tutur Sang Ayu Alit. kasus pedofil Australia. Mereka juga mengoleksi pornografi anak/korban. Pelaku utama tidak didapatkan tetapi pelaku perantara sudah diproses hukum. Tetapi. pedofil berwarga negara Jerman ditangkap di Serangan. Akhirnya. Tahun 2008. Tahun lalu juga ada warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual komersial anak di Prancis.” katanya. cara pelaku melakukan eksploitasi seksual terhadap korbannya adalah dengan menyuruh korban mengonani kemaluan pelaku dan sebaliknya. “Orang Swiss ini menyimpan 3. Akhirnya. membantu ekonomi keluarga korban.000 foto porno anak-anak. melakukan sodomi dan oralseks. menyiapkan mainan anak-anak. terjadi di Buleleng. karena Prancis menerapkan hukum ekstrateritorial. Tahun 2007. langsung kabur tidak ke Bali lagi padahal polisi nyanggong di Bali. Korbannya 11 anak.hambatan. Menurut Sang Ayu. dia divonis 2 tahun 6 bulan. Pelaku masih di Surabaya. Dia melarikan diri ke Kamboja. keengganan masyarakat untuk melapor. maka setelah tiba di Prancis. Biasanya. Pelakunya warga negara Belanda yang berpura-pura menjadi pelatih sepak bola. hambatan yang terjadi adalah korban tidak mau memberikan keterangan secara terus terang karena takut diejek teman-temannya. dan memutarkan film porno kepada korban. Hambatan lain. Pada tahun yang sama. Dalam komputer dan kameranya ditemukan adegan dia mengonani anak-anak. Sampai saat ini. Korban tertekan. dia dihukum lagi. dan Bali. Denpasar Selatan. memberikan hadiah berupa uang dan barang kepada korban. Ada juga foto anak-anak untuk dijual kembali ke rekan-rekannya. “Orang Italia ini melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buronan seperti diberitakan di media massa. Thailand. dia masih buronan dan belum kembali ke Italia. kami masih sembunyikan tetapi sudah diberitakan. Anak-anak yang difoto sebagian anak Thailand dan Bali. Wartawan kurang sabar. pengakuannya berubah. terjadi kasus di Buleleng. Dalam pengungkapan kasus. dia diekstradisi. yaitu menjadi orangtua asuh korban.

Kami juga melakukan penolakan kalau diketahui tiba di Bali dengan alasan mereka bukan orang yang dikehendaki datang ke Indonesia karena memiliki catatan hukum yang buruk di negaranya. Ini membahayakan. Masyarakat kurang waspada karena masih menganggap orang asing adalah tamu yang harus dihormati dan dianggap semuanya orang baik.” sambungnya. Hambatan lain. Polda Bali bekerja sama perwakilan kepolisian Australia di Bali dan interpol. Ada juga hotel yang tidak melaporkan tamunya.” katanya. Karena bersikap ramah. perlu informasi penyelidikan. Dalam pengungkapan kasus. Saat dilacak. “Turis itu baru saja tiba dari Bali. Jawaban atas surat yang dilayangkan juga perlu waktu berbulan-bulan. Sekarang.” kisahnya. kami lakukan pembuntutan. “Yang sudah biasa bergaul dengan bule saja tidak paham mengenai masalah ini. cukup pengawasan. diketahui sebagian foto tersebut foto anak dan cucu seorang pemandu wisata di Bali. tamu itu berangkat tanggal sekian ke Bali tetapi sampai di sini malah susah dilacak. Dia kedapatan membawa foto-foto anak-anak telanjang. Masyarakat kita bangga kalau anaknya bisa berbicara dengan orang asing dan dibiarkan tanpa pengawasan.sering memberi bantuan. informasi kepolisian Australia menyebut. Si pemandu wisata tersebut tidak tahu jika tamunya adalah seorang pedofil. “Kami berjuang agar bisa menegakkan UU Perlindungan Anak. Ternyata. komputer di kantor imigrasi rusak dan itu dibiarkan dengan alasan anggaran belum turun.” imbuhnya. apalagi data yang sudah berbulan-bulan. . Saat memotret. masih ada jaksa yang menyatakan harus ada saksi yang melihat. tak ada yang curiga. Kalau berisiko tinggi.” katanya menjelaskan. Australia. Dalam hal penanganan kasus. “Mereka menginformasikan orangorang yang terdeteksi sebagai pedofil di negaranya. kasus terlambat dilaporkan dan belum adanya persamaan persepsi aparat penegak hukum. birokrasi juga bikin ruwet.” katanya. cari data di kantor imigrasi sulit. si bule diajak ke kampungnya. tetapi jadi tak berdaya karena merasa berutang budi. Walaupun mereka curiga. Padahal. Sekarang kami dapat informasi ada pedofil yang masuk ke Bali lima bulan lalu. yang difoto di bagian alat kelamin saja. Kalau berisiko sedang sampai rendah. “Untuk mendapatkan kartu penumpang dari kantor imigrasi susah sekali. Misalnya. Kurangnya pemahaman masyarakat termasuk di lingkungan pariwisata juga menjadi salah satu hambatan. Seorang turis pernah ditangkap di bandara Sydney.

Tetapi. Michael Chick bangun dari tidurnya. Anaknya langsung diambil segera setelah dilahirkan. Michael Chick meninggalkan semua pekerjaannya di bidang periklanan yang ditekuninya selama 18 tahun dan bertekad menyuarakan orang-orang yang selama ini tak pernah didengar melalui film yang dibuatnya.” tuturnya.” katanya bernada kelu. “Peristiwa ini terjadi dalam jarak 1 km dari kantorku.5 tahun. Ada juga kasus di Jalam Hayam Wuruk Jakarta. Selama dipenjara. dia langsung membaca koran hari itu. Suaminya meninggalkannya. ada ketimun dan terung yang dimasukkan dalam vaginanya. “Saya pernah mewawancarai seorang perempuan di Sumatera yang diperdagangkan ke Malaysia.Film Itu bukan hanya Bercerita tentang Kekerasan SEPTEMBER 2007. Seperti biasa. Sekarang. Badannya dimasukkan dalam tas. film ini ingin menunjukkan bahwa kasus tersebut terjadi di seluruh negara di Asia Tenggara dan sebetulnya. dia hidup dari belas kasihan tetangganya. Tetapi. yang disebut kota aman oleh pemerintah Malaysia. dia dipenjara tiga tahun. Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Itu salah satu kisah dalam film saya. Ini terjadi di Kuala Lumpur. juga berkisah tentang isu yang sensitif seperti sunat pada perempuan dan hubungan seksual sedarah. Tetapi. pagi itu menjadi tidak seperti biasanya ketika dia membaca berita tentang Nurin Jaslin. tiga di antaranya hamil dan mereka berusia 12 tahun. Di Malaysia.” kata Direktur Eksekutif dan Produser Silicon Films ini. “Ada 10 anak di sana. “Saya tidak dibayar untuk membuat film ini dan tidak mendapat komisi dari pemerintah mana pun. dia dikeluarkan. Rambutnya dicukur. Ia berkeliling ke negara-negara di Asia Tenggara untuk memproduksi film ini. lalu ia dibuang ke laut. Nurin adalah seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang tewas dibunuh. Film ini dibuat bukan untuk menunjukkan Jakarta atau Bali punya kasus seperti itu. dia diperkosa dan melahirkan tiga anak. Pada saat terakhir di penjara. kasus di Asia Tenggara mewakili kasus serupa di . Ada 60 kasus yang sudah direkamnya dalam waktu 1.” imbuhnya. Dia selamatkan nelayan dan dibawa pulang ke Sumatera. prostitusi anak-anak. Film berdurasi dua jam yang itu bukan hanya bercerita tentang kekerasan. Saya hanya ingin dunia yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

Eh. Kalau tidak bisa membayar. ia dipekerjakan di tempat prostitusi. Apa pengaruhnya. Ika Lusi Trifisusanti yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA 17 Agustus Surabaya. Kisah lain. Begitu balik ke Surabaya. Banyak anak-anak dari daerah terpencil. dia memukul pelanggannya. Brasil tahun lalu ini. terlibat dalam pendampingan korban eksploitasi seksual komersial anak melalui Plan International. Keterlibatan Fifi dalam kegiatan Plan dimulai saat Koaliasi Perempuan Indonesia melakukan pendampingan di Wonokromo. Saat stres. seorang anak berusia 13 tahun pekerja kafe di Surabaya yang bergaji Rp 14 ribu per hari. Kadang. Pengalaman Fifi Sejak kelas 2 SMP. ia tak boleh pulang. ada seseorang yang menawarkan bekerja di kafe di Batam dengan gaji Rp 200 ribu per hari. Ada seorang teman yang kerap “dipakai” oleh temanteman sesama SMA. Ada kasus. Oleh orangtuanya yang miskin. Pelanggannya tidak terima dan dilaporkan ke polisi. Menurut duta anak Indonesia dalam Kongres Dunia III Menentang Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Rio de Janeiro.” kata Fifi. Suatu saat. dia tak percaya. ia dinikahkan dengan orang yang dianggap kaya dan memberikan pekerjaan tersebut. Aku bisa beli ini. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah salah satu isu anak-anak yang penting disuarakan.” ungkapnya. Saya bilang lagi. menabung hasil kerjanya agar bisa melarikan diri dari tempat itu. apa susahnya. organisasi nirlaba peduli anak. wong tinggal tidur bisa dapat uang. masyarakat malah melecehkannya. “Kasus eksploitasi seksual bisa terjadi di mana saja. para pekerja seks komersial itu lari ke permukiman penduduk. dikirim ke tempat prostitusi. dia . dia memakai narkoba. “Tempat tinggal saya dekat lokasi prostitusi. Dia dicap menjijikkan. Ternyata. Kalau sudah begitu. anakanak di lingkungan saya diajak menjadi pekerja seks komersial. beli apa pun yang aku inginkan. Suatu hari. daerah tempat tinggalnya. Tak jarang pula. beli itu. Waktu dia sakit dan tetap harus bekerja. saat tiba di Batam. dia masuk ke tempat prostitusi lagi. dia minta pulang. teman-teman sebayanya yang melakukan hubungan seksual dengan bebas. lokasi itu malam-malam digerebek polisi. “Setelah keluar dari penjara. dia malah disuruh membayar ongkos perjalanan ke Batam dan baju-baju yang sudah dibelikan untuknya. dia punya ide. “Waktu saya beri tahu bahwa itu bentuk eksplotasi seksual. nanti kamu kena penyakit. “Karena tak mau. Perempuan itu akhirnya dipenjara.” lanjutnya. Dia pun tertarik. Dia dijual suaminya.” ujarnya.belahan dunia lain. Dia malah menjawab.

Saya jelaskan. Mutia pernah menemukan kasus. penyakit apa itu. Orangtuaku nggak pernah mikir aku perlu kasih sayang juga. saat dewasa ia menghilangkan identitas keperempuanannya meski tak ganti kelamin. rasa itu bisa muncul ketika ia dewasa. Pernah temanku bilang.” kata Fifi. dampak eksploitasi seksual banyak sekali. Ada juga cerita tentang seorang anak yang dilarang berpacaran oleh orangtuanya. ada dua kecenderungan anak-anak yang terlibat dalam eksploitasi seksual. “Eksploitasi seksual itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. “Dia mau menggugurkan kandungannya. Penyakit apa. Dengan kedok cinta.” cerita gadis kelahiran Surabaya. Payudaranya ditekan agar tak menonjol. Ketika Fifi mendapat buku tentang penyakit seksual. dia berhenti melakukan hubungan seksual.” katanya mengingatkan. Namun. Kalau menengah ke bawah. anaknya dijual kepada teman-teman penjudi ayam itu. “Saya tunjukkan pada teman saya itu. ternyata dia tetap menggugurkan kandungannya dengan obat. Koordinator Pusat Krisis Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ia tunjukkan kepada teman-temannya. Ada teman perempuannya yang setelah kematian ibunya dijual bapaknya. 27 Oktober 1991 itu. Ketika itu. begitu katanya. dan uang aja. anak-anak dieksploitasi karena uang. kita kan masih muda. mereka bilang kurang kasih sayang orangtua. “Kalau yang menjadi korban pasti trauma. Tetapi. Fifi yang bercita-cita jadi guru SD ini mengatakan. OG. mereka sebenarnya punya uang.tertawa. Akhirnya. Mutia Prayanti. ia tak mau menggunakan kebaya dan sanggul. Waktu mengikuti wisuda. dia tak pernah bercerita kepada siapa-siapa.” ungkapnya. Kita juga bisa mengidap penyakit seksual seperti sifilis dan bisa dikeluarkan dari sekolah. Dia heran. Dia takut ketahuan orangtuanya dan takut tak bisa ikut ujian. Akhirnya dia . Hilangkan Identitas Menurut Dr. Dia dikeluarkan dari sekolah dan bapaknya malah memarahinya. seorang anak yang dieksploitasi seksual saat bocah. si anak hamil. Sp. “Kalau anak-anak dari kalangan menengah ke atas. Bapaknya penjudi ayam. Saat tahu dirinya hamil. masak aku dikasih uang. Dia malah hamil dengan pacarnya. pacar kita pun bisa melakukan eksploitasi seksual. Akhirnya.” papar Fifi. faktor yang paling parah akibat eksploitasi seksual komersial anak adalah faktor mental. Dia tak percaya bisa mengalami penyakit seksual kalau berhubungan seks. Meski saya larang. setelah dia mendapat informasi yang cukup. Menurut Fifi. “Walau tak tampak depresi. anak itu bercerita pada Fifi.” ungkapnya. ia membawanya ke sekolah. uang. mengapa dia bisa hamil.” ujarnya.

memakai jas seperti laki-laki. Karena itu. menurut Jipy Priscilia dari Plan International. keluarga itu kehilangan pendapatan hari itu. “Dengan menekan nomor ini di seluruh Indonesia. perlu waktu yang berbeda-beda tergantung respons korban terhadap kejadian itu. Di pusat krisis yang digawanginya. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah domain perlindungan anak dan partisipasi anak. “Mereka perlu uang untuk transportasi. support group. Orangtua dan lingkungan sekitar anak juga perlu diberi pemahaman agar tak muncul stigma atas diri korban. Tetapi. memfasilitasi mereka sehingga anak-anak bisa mengatakan ‘tidak’ pada eksploitasi seksual komersial anak. Kalau datang. Orangtuanya pasti mengantar. korban dari keluarga miskin kerap kesulitan datang.” kata Mutia. Ada yang bisa normal setelah terapi dua tahun. meski layanan di pusat krisis digratiskan.” kata Jipy. . Di sisi lain. Plan memunyai sudut pandang lain. si anak tak mungkin sendiri. “Anak selalu menjadi korban dan seakan-akan anak hanya objek. “Kami juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah agar bisa menatalaksana dengan baik. tetap saja masyarakat kecil jadi korban. Plan bekerja sama dengan instansi pemerintah menyediakan layanan Tesa alias Telepon Sahabat Anak dengan nomor 129. Yang penting dalam penanganan kasus eksploitasi seksual terhadap anak adalah penanganan psikoterapi.” kata Jipy. Masalahnya. jadi subjek yang berperan aktif untuk masalah anak. Plan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan. anak-anak mampu jadi agen perubahan. Itu artinya.” papar Mutia. “Kalau korban ditangani segera setelah kasus terungkap. mentalnya bisa normal kembali. Akhirnya.” katanya. anak-anak bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan. ada kelompok dukungan agar bisa saling berbagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful