-------------------------------------------------------------------------------

60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara
Home Stay Berisiko Tinggi - Sanur Bagian sangat Signifikan WORLD Travel and Tourism Council (2004) menyebutkan, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Mengingat pariwisata menggabungkan banyak sektor seperti industri yang terkait keramahtamahan, jasa boga, dan persewaan kendaraan, maka pariwisata mempekerjakan lebih dari 8% tenaga kerja dunia dan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan industri lain dalam ekonomi global. Tahun 2005, jumlah wisatawan mancanegara lebih dari 800 juta orang dan menghasilkan lebih dari dua miliar dolar AS per hari.
Pertumbuhan industri pariwisata di Asia Tenggara tiap tahun pun meningkat. “Tahun 2006, kunjungan turis mancanegara meningkat 9%. Pariwisata menjadi salah satu kunci dalam pembangunan ekonomi,” ujar Chin Chanveasna, Executive Director ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Kamboja dalam Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism, di Sanur, 18-20 Maret. “Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam, merupakan negara yang memiliki reputasi sebagai destinasi wisata untuk tujuan eksploitasi seksual komersial terhadap anak,” ungkapnya. Salah satu bentuk eksploitasi seksual komersial yang kini mendapat perhatian besar masyarakat dalam 15 tahun terakhir ini adalah pariwisata seks anak. Pariwisata seks anak mengacu pada eksploitasi seksual anak dalam pariwisata yang terjadi di berbagai daerah tujuan wisata dan bahkan di tempat-tempat yang sebenarnya tidak memiliki prasarana pariwisata samasekali. “Pelaku pariwisata seks anak adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah asalnya ke daerah tujuan, dalam satu negara atau dari satu negara ke negara lain, untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak,” papar Chin. Para wisatawan seks anak ini bisa merupakan wisatawan domestik maupun mancanegara.

mereka memiliki kesempatan melakukan hubungan seksual dengan seseorang di bawah 18 tahun dan memanfaatkan kesempatan itu. 90%-95% wisatawan seks anak adalah laki-laki. Umumnya. Belanda. Wisatawan seks anak preferensial menunjukkan keinginan melakukan seks secara aktif terhadap anak-anak. Marco Scarpati dari Milano University. Mereka umumnya berada di kalangan berpendapatan menengah ke atas. dan Australia. wisatawan berusia 41 s. Wisatawan seks anak situasional sebenarnya tidak memiliki kecenderungan seksual khusus terhadap anak-anak. kita tidak boleh menutup mata. Korea Selatan. yang paling banyak mengakses wisata seks adalah orang pribumi. “Wisatawan seks anak preferensial 30% dan sisanya. wisatawan seks anak situasional.d. 50 tahun. Tak sedikit industri pariwisata yang menawarkan anak-anak untuk berhubungan seksual. 65%. Malaysia.” Korban 60 Ribu Prof. Meski mengalami ketertarikan seksual terhadap orang dewasa. Hasil risetnya menunjukkan. Ketiga kategori wisatawan seks anak itu rela mengeluarkan banyak uang dan waktu asalkan dapat memuaskan keinginan mereka.Menurut Chin. 19%. Walau dianggap menderita gangguan klinis. “Walaupun banyak kasus dilakukan orang asing. Prof.d.” ungkap Marco. 30 tahun. dari total wisatawan seks anak.” ujar President of ECPAT Italia ini. 30%. Tetapi. Regional Director of Terre des Hommes. Irwanto. Persentase itu sama dengan wisatawan seks anak melalui . ada tiga kategori wisatawan seks anak. 17%. dan kalangan atas 5%. wisatawan seks anak preferensial. bahwa wisatawan seks anak itu juga merupakan wisatawan domestik. yaitu wisatawan seks anak situasional. mereka aktif mencari anak-anak untuk melakukan hubungan seksual. 40 tahun. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Atma Jaya Jakarta menambahkan. wisatawan seks anak preferensial mencari anak-anak yang masih puber atau remaja. Beberapa negara asal wisatawan seks anak adalah Jepang. pedofil bisa saja tidak menunjukkan pilihan terhadap jenis kelamin anak dan beranggapan bahwa hubungan seks dengan anak-anak tidak berbahaya. yaitu 34%. dan wisatawan berusia 51 s. “Dari seluruh kasus.d. disusul wisatawan seks anak berusia 18 s. dan pedofil.D. Pedofil menunjukkan kecenderungan seksual khusus terhadap anakanak yang belum puber. Taiwan. mengatakan.d. yaitu 50%. Italia. 80 tahun.” kata Frans van Dijk. wisatawan seks anak tertinggi berusia 31 s. kalangan menengah. Ini kultur yang ada di kalangan laki-laki kita. jumlah pedofil 5%. Ph. 45%.” ujar Chin. “Wisatawan seks anak preferensial dan pedofil hanyalah sebagian kecil wisatawan seks anak. “Tetapi.

daerah tujuan wisata sering menjadi daya tarik ekonomi yang membuat anak-anak lebih rentan terhadap janji-janji palsu tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang diiming-imingkan pelaku perdagangan anak. Dalam kasus pariwisata seks anak dan pornografi anak. Anak-anak yang dieksploitasi di berbagai daerah tujuan pariwisata seks anak biasanya berbasis lokal. berusia 7 s. diperkirakan jumlah anak yang dieksploitasi lebih kurang 60 ribu di Asia Tenggara. Tetapi. warga pengungsi.” ungkap Frans. wisatawan seks anak kerap memfilmkan atau mendokumentasikan foto anak-anak untuk konsumsi pribadi atau mengirimkannya kepada konsumen pornografi anak yang lain untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu. dapat dieksploitasi dalam pariwisata seks anak.d. 60%. anakanak juga diperdagangkan secara internal atau ke luar negeri untuk melayani para wisatawan seks. 30%. Umumnya.d. serta anak-anak jalanan dapat menjadi korban. 25% dari mereka adalah homoseksual. Penelitiannya di Kamboja mengungkapkan. karena mereka dilahirkan di daerah tujuan wisata yang dicirikan dengan ketidakmerataan kekayaan antara para wisatawan yang berkunjung dan para penduduk setempat. Sebagian anak-anak itu berasal dari Thailand dan Bali. ditemukan dokumentasi 3. Mereka bisa anak laki-laki atau perempuan dan sebagian mereka telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran. Anak-anak yang menjadi korban berusia 13 s.d. Tahun 2008. Tetapi. 12 tahun. Di laptopnya. “Jika wisatawan seks anak adalah perempuan.internet. Menurut Chin. 10% s. biaya yang dikeluarkan pelaku untuk satu kali hubungan seksual jangka pendek. Tetapi. “Sulit menentukan jumlah korban secara pasti. Tetapi. pornografi anak. Perkawinan anak dapat menjadi salah satu bentuk pariwisata seks anak jika anak yang dinikahkan tersebut digunakan sebagai objek pemuas . khususnya yang terlibat dalam industri pariwisata dan tergantung pada penghasilan musiman. pariwisata seks anak tak bisa dilepaskan dari bentukbentuk eksploitasi seksual komersial anak yang lain yaitu perdagangan anak.d. Korban bisa juga berasal dari kelompok minoritas. dan berusia s. dan kelompok sosial yang termarginalkan. kondisi itu tidak dirasakan sebagai sesuatu yang negatif jika orientasinya adalah heteroseksual. yatim-piatu akibat AIDS. 10%. Korban pariwisata seks anak sering memiliki latar belakang sosioekonomi buruk. Anak-anak yang bekerja. Polda Bali menangkap seorang warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual terhadap anak di Prancis. 2 s. korbannya adalah remaja. hal tersebut bukan satu-satunya.000 foto anak-anak telanjang. Kadangkadang. 17 tahun. dan prostitusi. 5 dolar AS.” ungkap Marco. 6 tahun. gigolo dianggap tidak terlalu negatif dibandingkan prostitusi.d.

Internet juga menjadi salah satu sarana yang wajib diwaspadai. Menurut Irwanto. kehadiran dan jenis perantara. di rumah-rumah seperti itu dengan menyamar sebagai pembantu. beberapa anak dieksploitasi secara seksual. “Berbagai bentuk akomodasi. tanpa petugas resepsionis. mereka tetap menjalaninya karena pasal itu merupakan pasal laporan. Walaupun dalam KUHP disebutkan. hotel berbintang lima sampai wisma.” ujar Chin. adat masyarakat yang membolehkan anak-anak menikah juga kerap menjadi salah satu faktor terjadinya eksploitasi seksual komersial terhadap anak di dunia pariwisata. tidak efektif. Para wisatawan dapat menyewa atau memiliki rumah sendiri yang memberi mereka akses tempat untuk mengeksploitasi anak-anak. Hasilnya. “Payahnya lagi. Home stay memiliki risiko tinggi bagi anak-anak karena terjadi interaksi yang lebih besar antara keluarga pemilik rumah dan turis. sering terjadi hukum positif ditabrakkan dengan hukum adat atau agama. dapat menjadi tempat untuk melakukan eksploitasi seksual terhadap anak. ukuran/luas daerah tujuan.” keluh Irwanto yang juga Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial ini. “Para wisatawan seks anak menggunakan internet dan teknologi komunikasi lainnya. tidak ada kajian lebih lanjut. Setelah dinikahkan dan hidup bersama dalam beberapa waktu. “Kalau hanya pekerja tidak apa-apa. 12-13 tahun. staf hotel. Sanur merupakan bagian sangat signifikan karena turis yang menyewa rumah umumnya memunyai pekerja rumah tangga anak kecil laki-laki atau perempuan.” katanya. Di Jawa Timur. situasi kehidupan anak dan situasi penginapan wisatawan tersebut. Mereka melakukan perjalanan tanpa menyebutkan nama . tukang bakso di depan rumah. Menurut Irwanto. Chin menegaskan. Kami pernah melakukan investigasi mendalam. 5-6 tahun yang lalu.nafsu seks dengan imbalan uang atau pembayaran yang lain. rumah atau flat yang disewa secara pribadi juga menjadi isu penting yang harus dicermati. wisatawan lain atau penduduk setempat yang peduli. “Akomodasi seperti itu merupakan tempat dengan kontrol minimal dari orang luar. anak bisa dikawinkan pada usia yang sangat muda. orang yang melakukan hubungan seksual dengan anakanak diancam hukuman 7-9 tahun. guru les. Tetapi. lama tinggal. adanya penawaran akomodasi dengan konsep baru seperti home stays. anak itu kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa pernah menghubunginya kembali. Risiko Tinggi Berbagai variabel yang terkait pariwisata seks anak adalah tempat terjadinya eksploitasi.” ungkap Irwanto.

sehingga mereka mudah terkena janji-janji muluk dengan iming-iming gaji besar. Anak-anak memerlukan uang agar bisa sekolah. Vietnam. Tanjung Pinang.sebenarnya. Biasanya. anak muda kerap mencari teman melalui internet secara teratur. Mereka datang ke Batam atau Tanjung Pinang Jumat malam atau Sabtu pagi. kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah.” ungkap Chin. Selain itu. demikian juga di Lombok meski di permukaan kelihatan aman-aman saja. Direktur Pemberdayaan Masyarakat. Perjalanan dari satu negara ke negara lain bagi wisatawan seks anak juga kian mudah dengan adanya penawaran penerbangan berbiaya rendah dengan destinasi yang lebih banyak. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di sela-sela Southeast Asia Conference on Child Sex Tourism. Penelitiannya di New Zealand menunjukkan. “Mereka ngobrol melalui internet. Kemiskinan dan Gaya Hidup Menjadi Pemicunya PEMERINTAH tak memungkiri adanya eksploitasi seks terhadap anak-anak di dunia pariwisata. 18-20 Maret. “Itu memang ada. Executive Director ECPAT Kamboja. Sulawesi Utara. Jakarta dan Sumatera Utara dicurigai menjadi tempat eksploitasi seksual komersial anak di dunia pariwisata. di Sanur. tumbuh industri seperti itu. “Apalagi.” ujar Bakri.” papar Bakri. demikian juga keluarga mereka yang memerlukan uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Di Batam. ditambah dengan dibukanya destinasi wisata baru. Penyebabnya. berolahraga. atau Kamboja.” kata Chin. Ada yang berbelanja. “Kemiskinan hanyalah salah satu penyebab. bahwa para wisatawan seks itu mencari teman sebaya melalui internet. Apalagi. dan Lombok. Selain Batam. Pernyataan itu diteguhkan hasil riset Marco. para wisatawan seks anak adalah orang yang berusia kurang dari 30 tahun.” papar Marco. materi pembicaraan seputar pertemanan atau pengalaman. Para wisatawan seks anak itu menggunakan uang agar bisa mendekati mereka. daerah lain yaitu Bali. ada juga yang ingin berhubungan seks dengan anak-anak. internet juga digunakan untuk menyebarkan foto-foto yang melecehkan anak-anak tanpa diketahui korban. “Ini memang ekses berkembangnya industri pariwisata seperti yang dialami di Thailand. Sulawesi Selatan. pengguna internet dan layanan chat.” kata Chin Chanveasna. “Mereka membangun .

” jelas Chin. hubungan keluarga. Prof. Irwanto. dan kita menjadi bagian di dalamnya. Jika latar belakang ekonomi keluarga pas-pasan.” katanya. kemewahan. “Era modernisasi yang berubah menjadi era globalisasi berpengaruh terhadap perempuan dalam memaknai seksualitas dan normanorma sosial berbasis gender. gadget. Ketua Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak mengatakan. anak-anak dihadapkan pada informasi yang penuh kesenangan. Para orangtua yang anaknya menjadi korban eksploitasi seksual bahkan tak percaya bahkan orang tersebut menjadi pelaku kejahatan karena sikap baik yang ditunjukkan pada mereka. ekonomi dieksploitasi untuk kepentingan orang yang ingin menciptakan akses. kebutuhan akan uang.” kata Irwanto. tetapi juga mengubah cara yang membuat perekonomian bertumbuh. “Kami memberi pelatihan lebih dari 5.D. dan kebebasan. “Against Child Sex Abuse”. Peran Pariwisata Industri pariwisata juga dapat membantu memerangi eksploitasi seksual komersial anak seperti kampanye yang dilakukan grup Accor. dua tahun lalu mereka berhasil mengungkap kasus perdagangan anak yang dilakukan orangtuanya di Jakarta. “Saya tidak percaya kemiskinan selalu menjadi alasan utama karena saat ini ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pemicunya yaitu gaya hidup. Director of Human Resources Accor Indonesia – Malaysia. Menurut Kaoru. Konsumerisme tumbuh di kalangan masyarakat karena tiap saat mereka ditawari berbagai barang konsumtif dengan harga yang relatif kurang terjangkau bagi golongan ekonomi lemah. sangat tidak mungkin mereka dapat berhura-hura seperti anak-anak yang berkecukupan.” kata Ade Noerwenda. relasi gender.” kata Kaoru Aoyama dari Kyoto University. mereka membelikan tanah dan rumah bagi keluarga tersebut. Tamu hotel tersebut “membeli” keperawanan dengan harga Rp 5 . Tiap saat. adalah bagian motivasi yang bisa disalahgunakan. Berkat pemahaman yang diberikan kepada staf. dsb. untuk mengubah keinginan perempuan terlibat dalam perdagangan seksual adalah tidak hanya mengubah peraturan. kultur. mereka mencari jalan pintas untuk dapatkan uang banyak dalam waktu singkat. memberi uang kepada keluarganya dan pada beberapa kasus. Akibatnya. “Ingin punya handphone.hubungan yang dekat dengan keluarga. Transformasi struktural dalam pertumbuhan ekonomi juga ikut berperan. keinginan untuk tampil trendi. Jepang.300 staf dan membangun kesadaran pelanggan tentang eksploitasi seksual komersial anak sejak tahun 2004. membiayai anak-anak itu sekolah. Ph.

di Lombok 75%.” jelas Chin. mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Mereka dibekali melalui pelatihan mengenai child safe tourism.” paparnya. Kalau bahasa tubuhnya aneh. industri pariwisata belum sepenuhnya menyebarkan informasi mengenai penghapusan eksploitasi seksual komersial anak kepada masyarakat. di Bali 60%. Lombok 50%. Menurut I Gede Ardika. dan Jakarta 29% responden mengatakan sudah diterapkan. di Bali dan Batam pemerintah lokal tidak pernah mengadakan pelatihan rutin kepada industri pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Lombok. di Bali 75%. ada nilai-nilai yang diterapkan dalam dunia pariwisata. Tentang penerapan kode etik pariwisata terkait penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. staf kami bisa bertanya. bisa dicurigai. Jakarta dengan responden hotel.” ungkap I Gusti Putu Laksaguna. di mana ibunya. kami pantau. Padahal.” ujarnya. “Meski edukasi sudah dilakukan tetapi tidak intensif. kalau ada lelaki dewasa yang lapor masuk dengan anak-anak. Batam. hal itu sangat penting. Di Kamboja. Nah. Begitu juga jika wajah anak tersebut murung terus. dan Jakarta 14% responden mengatakan sudah diimplementasikan. disebutkan tanggung jawab turis adalah respek terhadap hak asasi manusia. ada program “Tuk Tuk Campaign Against Child Sex Tourism” yang dimulai tahun 2005. panti pijat dan pemandu wisata menunjukkan. Batam 100%. Terkait edukasi kepada staf dan pelanggan tentang penghapusan eksploitasi seksual komersial anak. Lombok 75%. “100 pengemudi tuk tuk menjadi anggota ECPAT perlindungan anak-anak. Eksploitasi dalam bentuk apa pun bertentangan dengan tujuan utama pariwisata. di Jakarta baru 14%. Misalnya. dan di Lombok 38% responden mengatakan pemerintah lokal rutin mengadakan pelatihan tersebut. Selain itu. Dalam survei itu juga terungkap. Tiap enam bulan. dan di Jakarta 43%. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah tindakan kriminal dan karena itu pelaku dapat dihukum di negara tempat terjadinya perkara atau di negara asal pelaku. yaitu di Batam 100%. di Bali 58%. Hal itu juga belum diterapkan kepada tamu hotel. “Ada trik khusus untuk mengetahui apakah tamu yang check in (lapor masuk) adalah pelaku kejahatan seksual terhadap anak atau bukan. Hasil quick survey yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 27 Februari s. Dalam selebaran yang dikeluarkan UNWTO (United Nations World Tourism Organizations).juta dari orangtua si gadis. biro perjalanan wisata. bukan langsung menuduh. ada juga “Child . spa. “Dari bahasa tubuhnya. ada pelatihan penyegaran untuk memberi informasi terbaru mengenai perkembangan child sex tourism. Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Batam 20%. 2 Maret di Bali.d.

d. MTV yang memiliki pasar remaja yang luas.5 juta orang diperdagangkan di seluruh dunia dalam satu waktu. Karena itu.Safe Network Program” yang diluncurkan tahun 2005 dengan wilayah konsentrasi di Provinsi Phnom Penh. Meski demikian. Hutomo dari The Body Shop Indonesia. kampanye yang mereka lakukan adalah untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan secara terus-menerus. 13 miliar dolar AS per tahun. “Angka ini terus bertambah karena masalah kemiskinan. perubahan sikap masyarakat dapat membuat perubahan yang besar. pendapatan melalui perdagangan manusia mencapai 7 s. Dalam dekade terakhir. Salah satunya. “The Body Shop sangat peduli terhadap masalah child sex trafficking karena child sex trafficking terjadi di seluruh negara dan memengaruhi jutaan anak-anak. Lebih dari separuhnya berada di Asia dan Pasifik dan lebih dari 40% korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan secara paksa ke dalam prostitusi. Bagi The Body Shop. because our business is all about people. menginspirasi dan menginformasikan konsumen mereka. Distribution Manager MTV mengatakan.” ujar Suzy. dan penyiksaan atau pembunuhan anggota keluarga mereka. Cham. isu ini hanya mendapat perhatian yang sangat kecil dari masyarakat. 40 ribu s. memengaruhi pembuat kebijakan. “Lebih 1.000 anggota komunitas dilatih. Hal serupa juga dilakukan MTV dengan melakukan kampanye MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking). diperkirakan 2. “Kami yakin. penyiksaan. “Remaja.” kata Suzy. Di Indonesia. Alex Heath. mencapai . “Korban perdagangan manusia itu mengalami kekerasan seperti pemerkosaan. 70 ribu anak-anak menjadi korban. Salah satu pelaksanaan hak asasi manusia yang diterapkan The Body Shop Indonesia adalah melakukan kampanye untuk penegakan hak asasi manusia dan perubahan sosial yang positif dan lingkungan. Siem Reap and Kg. dan mendukung pekerjaan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).” katanya mengutip data UNICEF. Kami juga meluncurkan child safe hotline dan menyebarkan informasi melalui anggota. perdagangan manusia menjadi salah satu bisnis ilegal yang sangat menguntungkan. aborsi. baik laki-laki atau perempuan. kampanye “Stop Sex Trafficking of Children and Young People” yang akan diluncurkan Agustus tahun ini. kelaparan.d. 30% pekerja seks komersial berusia di bawah 18 tahun dan sebagian mereka berusia 10 tahun.” kata Alex. Kampanye Media “Human rights are important to our business.” kata Alex. Diperkirakan.” kata Suzy D. Sihanoukville.” lanjut Chin. mudah menjadi korban perdagangan manusia karena kurangnya pengetahuan dan penipuan.

Kejadiannya tahun 2003. Dia melakukan perjalanan di daerah rawan eksploitasi seksual komersial anak seperti Vietnam. Dari kasus tersebut. Kasus ini mengalami hambatan dalam penyidikan karena anak-anak itu tidak mengetahui pelakunya. program ini diluncurkan di Eropa tahun 2004 dan meluas ke Asia Pasifik tahun 2007 dengan memanfaatkan kekuatan dan pengaruh musik. Ada juga kasus yang menghebohkan masyarakat. M.” kisah Sang Ayu Alit. Saat dieksploitasi secara seksual.300 juta rumah tangga di Asia. Meksiko.. Pertama kali. Waktu itu. ada . Kamboja. dan Tegal. anaknya pun menjadi korban pedofil. korban pedofil di Bali sudah mencapai dua generasi.M. Kepala Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Bali.” ujar peneliti PSKK UGM yang tak mau disebutkan namanya. film. kampanye ini telah menjangkau dan mengedukasi lebih dari 20 miliar orang. saat di pengadilan. kasus itu baru terungkap di Bali tahun 2004 karena sulit dibuktikan. dan selebritis untuk mengedukasi masyarakat dari berbagai belahan dunia dengan latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda. “Ada orangtua yang pernah menjadi korban pedofil dan ketika menikah dan memiliki anak.H. Tahun 2005. Dia juga pernah bertempat tinggal di Medan. Bogor. Waktu itu pelakunya warga negara Italia.” ungkap Sang Ayu Alit S. Tony Brown masuk ke Indonesia dan menetap di Lombok. “Kasus eksploitasi seksual komersial anak telah kami tangani sejak tahun 2001.. Sayangnya. dengan korban sembilan anak dan dihukum 10 tahun penjara. “Sebenarnya. “Sejak diluncurkan. S. eksploitasi seksual terhadap pedagang acung anak-anak di Kuta. diketahui Tony Brown merupakan jaringan pedofil internasional. Korban Pedofil di Bali sudah Dua Generasi Berbagai Hambatan Mengungkap Kasus INVESTIGASI yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada di Bali tahun 2002 menemukan.” ungkap Alex. kasus pedofil sudah ada sejak 1996. Tetapi. berusaha meningkatkan kesadaran dan pencegahan eksplotasi dan perdagangan manusia melalui kampanye MTV EXIT. mereka dalam keadaan tidak sadar dan sesudah itu ditelantarkan di jalanan. Polda Bali menyibak kasus pedofil warga negara Prancis di Karangasem.

“Kami juga bekerja sama dengan interpol. keengganan masyarakat untuk melapor. Wartawan kurang sabar. menyiapkan mainan anak-anak. Dalam pengungkapan kasus. hambatan yang terjadi adalah korban tidak mau memberikan keterangan secara terus terang karena takut diejek teman-temannya. Sampai saat ini. Pelakunya warga negara Belanda yang berpura-pura menjadi pelatih sepak bola.” tutur Sang Ayu Alit. langsung kabur tidak ke Bali lagi padahal polisi nyanggong di Bali. Pada tahun yang sama. Dia dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 60 juta. Dia melarikan diri ke Kamboja. dan Bali. Biasanya. membantu masyarakat perdesaan yang miskin dan menjadi donatur panti. kami masih sembunyikan tetapi sudah diberitakan. Tahun 2008. pedofil berwarga negara Jerman ditangkap di Serangan. dan memutarkan film porno kepada korban. dia masih buronan dan belum kembali ke Italia. “Orang Swiss ini menyimpan 3.” katanya. Akhirnya. pengakuannya berubah. memberikan hadiah berupa uang dan barang kepada korban. Korbannya 11 anak.” lanjutnya. dia dihukum lagi.hambatan. membantu perlengkapan olahraga. Tahun 2007.” ajak Sang Ayu Alit. “Kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan korban supaya tidak ada korban berikutnya. Akhirnya. membantu ekonomi keluarga korban. “Pelaku . “Orang Italia ini melarikan diri ketika mengetahui dirinya menjadi buronan seperti diberitakan di media massa. Tetapi. Korban tertekan. yaitu menjadi orangtua asuh korban.000 foto porno anak-anak. cara pelaku melakukan eksploitasi seksual terhadap korbannya adalah dengan menyuruh korban mengonani kemaluan pelaku dan sebaliknya. Pelaku masih di Surabaya. dia diekstradisi. dia divonis 2 tahun 6 bulan. Ada juga foto anak-anak untuk dijual kembali ke rekan-rekannya. kasus pedofil Australia. Hambatan lain. terjadi kasus di Buleleng. terjadi di Buleleng. karena Prancis menerapkan hukum ekstrateritorial. Ada warga Australia dengan lima paspor yang berbeda masuk ke Bali. akhirnya kami cari. Ada juga warga Belanda dengan korban dua orang dan warga Italia di Denpasar Selatan. Yang digunakan hakim juga hanya pasal dalam KUHP bukan UU Perlindungan Anak. Menurut Sang Ayu. Dalam komputer dan kameranya ditemukan adegan dia mengonani anak-anak. maka setelah tiba di Prancis. Mereka juga mengoleksi pornografi anak/korban. Thailand. Anak-anak yang difoto sebagian anak Thailand dan Bali. melakukan sodomi dan oralseks. merekam adegan pornografi anak. Tahun lalu juga ada warga negara Swiss yang melakukan eksploitasi seksual komersial anak di Prancis. Denpasar Selatan. Pelaku utama tidak didapatkan tetapi pelaku perantara sudah diproses hukum. cara pelaku mendekati korban bermacam-macam.

sering memberi bantuan. Ini membahayakan. birokrasi juga bikin ruwet.” katanya. Si pemandu wisata tersebut tidak tahu jika tamunya adalah seorang pedofil. Ada juga hotel yang tidak melaporkan tamunya.” katanya menjelaskan. Jawaban atas surat yang dilayangkan juga perlu waktu berbulan-bulan. Sekarang kami dapat informasi ada pedofil yang masuk ke Bali lima bulan lalu. apalagi data yang sudah berbulan-bulan. “Mereka menginformasikan orangorang yang terdeteksi sebagai pedofil di negaranya. Saat dilacak. Masyarakat kurang waspada karena masih menganggap orang asing adalah tamu yang harus dihormati dan dianggap semuanya orang baik. Kurangnya pemahaman masyarakat termasuk di lingkungan pariwisata juga menjadi salah satu hambatan. Sekarang. “Yang sudah biasa bergaul dengan bule saja tidak paham mengenai masalah ini.” imbuhnya.” kisahnya. diketahui sebagian foto tersebut foto anak dan cucu seorang pemandu wisata di Bali. “Turis itu baru saja tiba dari Bali. Kalau berisiko tinggi. Seorang turis pernah ditangkap di bandara Sydney. “Untuk mendapatkan kartu penumpang dari kantor imigrasi susah sekali. informasi kepolisian Australia menyebut. Walaupun mereka curiga. Ternyata. masih ada jaksa yang menyatakan harus ada saksi yang melihat. tak ada yang curiga. cukup pengawasan. Misalnya. Polda Bali bekerja sama perwakilan kepolisian Australia di Bali dan interpol. Dalam pengungkapan kasus. tetapi jadi tak berdaya karena merasa berutang budi. yang difoto di bagian alat kelamin saja. komputer di kantor imigrasi rusak dan itu dibiarkan dengan alasan anggaran belum turun. si bule diajak ke kampungnya. . Saat memotret. kami lakukan pembuntutan. perlu informasi penyelidikan.” sambungnya. Hambatan lain. Padahal. “Kami berjuang agar bisa menegakkan UU Perlindungan Anak. Karena bersikap ramah. Masyarakat kita bangga kalau anaknya bisa berbicara dengan orang asing dan dibiarkan tanpa pengawasan. cari data di kantor imigrasi sulit. Dalam hal penanganan kasus. Australia. Kalau berisiko sedang sampai rendah. kasus terlambat dilaporkan dan belum adanya persamaan persepsi aparat penegak hukum. Dia kedapatan membawa foto-foto anak-anak telanjang. Kami juga melakukan penolakan kalau diketahui tiba di Bali dengan alasan mereka bukan orang yang dikehendaki datang ke Indonesia karena memiliki catatan hukum yang buruk di negaranya. tamu itu berangkat tanggal sekian ke Bali tetapi sampai di sini malah susah dilacak.” katanya.

dia dipenjara tiga tahun. “Peristiwa ini terjadi dalam jarak 1 km dari kantorku. Ada juga kasus di Jalam Hayam Wuruk Jakarta. Itu salah satu kisah dalam film saya. pagi itu menjadi tidak seperti biasanya ketika dia membaca berita tentang Nurin Jaslin. juga berkisah tentang isu yang sensitif seperti sunat pada perempuan dan hubungan seksual sedarah. Ia berkeliling ke negara-negara di Asia Tenggara untuk memproduksi film ini. Tetapi. Suaminya meninggalkannya. Ini terjadi di Kuala Lumpur.” katanya bernada kelu. tiga di antaranya hamil dan mereka berusia 12 tahun. prostitusi anak-anak. Saya hanya ingin dunia yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Michael Chick bangun dari tidurnya. lalu ia dibuang ke laut. “Saya tidak dibayar untuk membuat film ini dan tidak mendapat komisi dari pemerintah mana pun. Pada saat terakhir di penjara. film ini ingin menunjukkan bahwa kasus tersebut terjadi di seluruh negara di Asia Tenggara dan sebetulnya. Film berdurasi dua jam yang itu bukan hanya bercerita tentang kekerasan. Sekarang. Tetapi. Ada 60 kasus yang sudah direkamnya dalam waktu 1. “Saya pernah mewawancarai seorang perempuan di Sumatera yang diperdagangkan ke Malaysia. Film ini dibuat bukan untuk menunjukkan Jakarta atau Bali punya kasus seperti itu. Di Malaysia. Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya. kasus di Asia Tenggara mewakili kasus serupa di . Selama dipenjara. yang disebut kota aman oleh pemerintah Malaysia. dia langsung membaca koran hari itu. dia dikeluarkan. dia hidup dari belas kasihan tetangganya.” kata Direktur Eksekutif dan Produser Silicon Films ini. Badannya dimasukkan dalam tas. Rambutnya dicukur. Dia selamatkan nelayan dan dibawa pulang ke Sumatera. “Ada 10 anak di sana.” imbuhnya. Tetapi. Anaknya langsung diambil segera setelah dilahirkan.5 tahun. Seperti biasa. Nurin adalah seorang bocah perempuan berusia enam tahun yang tewas dibunuh.Film Itu bukan hanya Bercerita tentang Kekerasan SEPTEMBER 2007.” tuturnya. dia diperkosa dan melahirkan tiga anak. ada ketimun dan terung yang dimasukkan dalam vaginanya. Michael Chick meninggalkan semua pekerjaannya di bidang periklanan yang ditekuninya selama 18 tahun dan bertekad menyuarakan orang-orang yang selama ini tak pernah didengar melalui film yang dibuatnya.

Apa pengaruhnya. Dia dijual suaminya. Ada kasus. Saat stres. Suatu hari. ia dipekerjakan di tempat prostitusi. Oleh orangtuanya yang miskin. beli apa pun yang aku inginkan. ada seseorang yang menawarkan bekerja di kafe di Batam dengan gaji Rp 200 ribu per hari. menabung hasil kerjanya agar bisa melarikan diri dari tempat itu. dia masuk ke tempat prostitusi lagi. Saya bilang lagi.belahan dunia lain.” lanjutnya.” ungkapnya. dia minta pulang. Begitu balik ke Surabaya. “Waktu saya beri tahu bahwa itu bentuk eksplotasi seksual. daerah tempat tinggalnya. Brasil tahun lalu ini. Pengalaman Fifi Sejak kelas 2 SMP. Aku bisa beli ini. Pelanggannya tidak terima dan dilaporkan ke polisi.” ujarnya.” kata Fifi. dia memakai narkoba. Kisah lain. masyarakat malah melecehkannya. teman-teman sebayanya yang melakukan hubungan seksual dengan bebas. dia punya ide. ia tak boleh pulang. beli itu. Perempuan itu akhirnya dipenjara. Suatu saat. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah salah satu isu anak-anak yang penting disuarakan. Kalau sudah begitu. anakanak di lingkungan saya diajak menjadi pekerja seks komersial. terlibat dalam pendampingan korban eksploitasi seksual komersial anak melalui Plan International. seorang anak berusia 13 tahun pekerja kafe di Surabaya yang bergaji Rp 14 ribu per hari. “Karena tak mau. Ternyata. dia . Kalau tidak bisa membayar. “Kasus eksploitasi seksual bisa terjadi di mana saja. Keterlibatan Fifi dalam kegiatan Plan dimulai saat Koaliasi Perempuan Indonesia melakukan pendampingan di Wonokromo. Banyak anak-anak dari daerah terpencil. Ika Lusi Trifisusanti yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA 17 Agustus Surabaya. Dia pun tertarik. apa susahnya. Eh. saat tiba di Batam. Waktu dia sakit dan tetap harus bekerja. dia memukul pelanggannya. wong tinggal tidur bisa dapat uang. Dia dicap menjijikkan. Tak jarang pula. para pekerja seks komersial itu lari ke permukiman penduduk. Menurut duta anak Indonesia dalam Kongres Dunia III Menentang Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Rio de Janeiro. dia malah disuruh membayar ongkos perjalanan ke Batam dan baju-baju yang sudah dibelikan untuknya. ia dinikahkan dengan orang yang dianggap kaya dan memberikan pekerjaan tersebut. “Setelah keluar dari penjara. “Tempat tinggal saya dekat lokasi prostitusi. Kadang. lokasi itu malam-malam digerebek polisi. organisasi nirlaba peduli anak. Ada seorang teman yang kerap “dipakai” oleh temanteman sesama SMA. Dia malah menjawab. nanti kamu kena penyakit. dia tak percaya. dikirim ke tempat prostitusi.

ia membawanya ke sekolah.” kata Fifi. si anak hamil. OG.tertawa. Mutia Prayanti. dampak eksploitasi seksual banyak sekali. penyakit apa itu.” katanya mengingatkan. Dengan kedok cinta. Waktu mengikuti wisuda. ada dua kecenderungan anak-anak yang terlibat dalam eksploitasi seksual. Koordinator Pusat Krisis Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. uang. Ketika itu. Dia malah hamil dengan pacarnya. Tetapi. anaknya dijual kepada teman-teman penjudi ayam itu. Ada juga cerita tentang seorang anak yang dilarang berpacaran oleh orangtuanya. Saat tahu dirinya hamil. “Dia mau menggugurkan kandungannya. Kalau menengah ke bawah. Hilangkan Identitas Menurut Dr. Sp. Dia heran. Menurut Fifi.” ungkapnya. faktor yang paling parah akibat eksploitasi seksual komersial anak adalah faktor mental. kita kan masih muda. ia tak mau menggunakan kebaya dan sanggul. Ada teman perempuannya yang setelah kematian ibunya dijual bapaknya. Meski saya larang. anak-anak dieksploitasi karena uang.” papar Fifi. Ketika Fifi mendapat buku tentang penyakit seksual. Mutia pernah menemukan kasus. dia berhenti melakukan hubungan seksual. setelah dia mendapat informasi yang cukup. Akhirnya. Pernah temanku bilang.” ungkapnya. 27 Oktober 1991 itu. “Saya tunjukkan pada teman saya itu. seorang anak yang dieksploitasi seksual saat bocah. mereka bilang kurang kasih sayang orangtua. rasa itu bisa muncul ketika ia dewasa. Penyakit apa.” cerita gadis kelahiran Surabaya. “Kalau yang menjadi korban pasti trauma. Fifi yang bercita-cita jadi guru SD ini mengatakan. “Kalau anak-anak dari kalangan menengah ke atas.” ujarnya. Saya jelaskan. begitu katanya. mereka sebenarnya punya uang. Orangtuaku nggak pernah mikir aku perlu kasih sayang juga. pacar kita pun bisa melakukan eksploitasi seksual. Bapaknya penjudi ayam. dia tak pernah bercerita kepada siapa-siapa. saat dewasa ia menghilangkan identitas keperempuanannya meski tak ganti kelamin. Dia takut ketahuan orangtuanya dan takut tak bisa ikut ujian. dan uang aja. Dia dikeluarkan dari sekolah dan bapaknya malah memarahinya. ternyata dia tetap menggugurkan kandungannya dengan obat. Akhirnya dia . Namun. “Eksploitasi seksual itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. anak itu bercerita pada Fifi. Dia tak percaya bisa mengalami penyakit seksual kalau berhubungan seks. Akhirnya. masak aku dikasih uang. Payudaranya ditekan agar tak menonjol. mengapa dia bisa hamil. “Walau tak tampak depresi. Kita juga bisa mengidap penyakit seksual seperti sifilis dan bisa dikeluarkan dari sekolah. Ia tunjukkan kepada teman-temannya.

Di sisi lain. jadi subjek yang berperan aktif untuk masalah anak. “Dengan menekan nomor ini di seluruh Indonesia. tetap saja masyarakat kecil jadi korban. Kalau datang. “Kalau korban ditangani segera setelah kasus terungkap. Di pusat krisis yang digawanginya. Plan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan.” kata Jipy. “Kami juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah agar bisa menatalaksana dengan baik. korban dari keluarga miskin kerap kesulitan datang. anak-anak mampu jadi agen perubahan. anak-anak bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan. Plan memunyai sudut pandang lain. support group. “Anak selalu menjadi korban dan seakan-akan anak hanya objek.memakai jas seperti laki-laki. Orangtuanya pasti mengantar. keluarga itu kehilangan pendapatan hari itu.” katanya. Plan bekerja sama dengan instansi pemerintah menyediakan layanan Tesa alias Telepon Sahabat Anak dengan nomor 129. perlu waktu yang berbeda-beda tergantung respons korban terhadap kejadian itu.” kata Jipy. mentalnya bisa normal kembali. Orangtua dan lingkungan sekitar anak juga perlu diberi pemahaman agar tak muncul stigma atas diri korban. si anak tak mungkin sendiri. . meski layanan di pusat krisis digratiskan. Tetapi. menurut Jipy Priscilia dari Plan International. ada kelompok dukungan agar bisa saling berbagi. memfasilitasi mereka sehingga anak-anak bisa mengatakan ‘tidak’ pada eksploitasi seksual komersial anak.” papar Mutia. Karena itu. “Mereka perlu uang untuk transportasi. Akhirnya. Itu artinya. Ada yang bisa normal setelah terapi dua tahun. Yang penting dalam penanganan kasus eksploitasi seksual terhadap anak adalah penanganan psikoterapi.” kata Mutia. Masalahnya. isu eksploitasi seksual komersial anak adalah domain perlindungan anak dan partisipasi anak.