Anda di halaman 1dari 6

Ngentot Di Rumah Baru

cerita sek
cerita sek

cerita sek - Papiku baru membeli tanah baru didaerah barat. Kompleksnya masih baru, jadi
belum banyak penghuninya. Kebetulan dideretan tempat rumah baru aq ini belum dihuni.
Papi lalu membayar kontraktor untuk melakukan pembangunan.

Aq sering disuruh papiku buat ngawasi tukang. Maklum, beliau sibuk dan aq adalah anak
tertua yang masih ada disini. Koko aq di luar negri jadinya ngga bisa. hehehe…

Dari sekian banyak tukang bangunan yang bekerja disana, hanya satu yang cukup menarik
perhatianku. Wajah sih biasa, standar hehehe…

Namanya Irfan, modelnya yang cukup urakan menarik perhatianku. Apalagi dia yang paling
berani dan sering banget menggodaku, sekedar iseng-iseng sih.

Ngga pernah liat ce cakep rupanya ya. hahaha…


btw, sejak pengalaman aq dengan tukang antar galon yang menyenangkan, sejujurnya aq
lebih terbuka pada cowok, apapun profesinya…khususnya yang item-item.

Jadi ketika aq digoda dan diusilin ama Irfan, aq tidak merasa aneh dan biasa- biasa saja.
Malah kadang aq godain balik sampe seluruh tukang pada ribut haha…sehingga dapat
dibilang udah akrab setelah sekian bulan bertemu.

Pada suatu kesempatan Irfan tanya nomer hp aq, ya aq kasih tapi yang nomor discardable,
bukan nomor utama hehehe… kami lalu sering sms-sms-an dan sesekali menyerempet ke
hal-hal begituan

Salah satu contohnya:

I : nik ngapain?
Me: mo tau aja
I : ga boleh ya? somboooong!
Me: BIARIN!
I : Ih..pake baju apa nih?
Me: mau tahu aja…pake kaus donk
I : o…pake daleman ngga?
Me: KURANG AJAR! Jelas pake lah
I : o…warnanya?
Me: HE! Ngapain mo tahu? Ya pink-lah!
I : wooo! yang bawah?
Me: Ga pake
I : OUCH!

(abis itu aq cuekin hahaha)

Sore itu aq ditelp papi, disuruh ke rumah baru untuk mengawasi tukang. ini keliatannya
adalah hari
terakhir, karena proses pembangunannya sudah selesai. Tinggal 1-2 tukang saja yang masih
masuk,
membersihkan daerah rumah, termasuk si Irfan ini.

Karena sudah diperintah papi, aq cepat-cepat pulang dari mall bersama teman-teman dan
langsung meluncur ke rumah baru itu. Waktu itu aq mengenakan kaus kuning ketat dengan
celana pendek hitam.

Sesampainya dirumah baru itu, hari sudah mulai malam. hanya Irfan yang masih ada, itupun
dia abis mandi. Biasa, begitu liat aq, apalagi pake kaus seksi begini, gatelnya kumat
langsung suit-suit bla-bla godain.
Aq cuekin sambil melihat-lihat kerjaannya dia. Melihat aq serius begitu, dia juga berubah,
dari cengar-cengir menjadi serius dan menemani aq melihat-lihat.

Setiap ruangan aq periksa, termasuk kamar utama yang sudah selesai sejak awal. Aq
siapkan ranjang kecil disini, supaya kalo aq harus mengawasi tukang satu hari penuh, aq
ada tempat buat istirahat. Pas mau menyalakan lampu, lho kok mati. Aq suruh dia untuk
perbaiki.

Irfan lalu kebelakang mengambil tangga dan menyiapkannya didalam kamar, karena posisi
lampu yang berada
diatas plafon (spotlight). Ada 2 lampu yang putus sehingga dia harus mengganti kedua-nya.
Karena dia abis
mandi dan tak mau bajunya kotor karena keringat, dia melepas kemejanya. uts…kekar juga
badannya, namanya
juga tukang, item lagi xixixi…aq suka melihatnya!

Takut keringetan nanti non, ujarnya singkat. Aq mengangguk sambil tersenyum. Dia
melihatku lalu cengar-cengir…Apa yang bawah perlu dilepas sekalian non? Aq melotot tetapi
kemudian timbul keisenganku, dan aq
jawab: ya terserah lho… Dia tertawa kecil lalu BENERAN melorot celana panjangnya,
sehingga dia tinggal pake CD item model segitiga, dgn bagian depannya menonjol! Aq
melotot sebentar WOW! ujarku dalam hati.

“Yeeeek!”, teriakku kecil sambil menutup mata.

Dia tertawa kecil. Irfan lalu menaiki tangga dan mulai mengganti lampu yang rusak satu-per
satu. Selama dia bekerja, aq terus mengamati bodynya yang item kekar plus bagian
kemaluan yang menonjol itu. Ouch! tiba-tiba jantungku kok berdegub kencang ya…oh tidak!
birahiku mulai bekerja. No! I must stop this!

Setelah selesai, dia lalu turun dari tangga. Aq tetap tegang. Udah non, ujarnya singkat. Aq
mengangguk. Nonik cakep lho, saya foto boleh? tiba-tiba dia bicara begitu? Aq berpkir
sejenak, lalu aku iyakan.

Anu nik, saya mau kembalikan tangga ini, kebelakang dulu ya? Nanti saya kembali lagi. Aq
mengangguk dan menunggu dia. Tak lama kemudian diapun kembali, sambil cengar-cengir
tentunya.
Hayo…itu nonik pake daleman ndak? godanya. Aq cuman melotot sambil berdiri di depan
jendela, mencoba menyalakan lampu yang baru. Sesekali aq lirik, dia sibuk kesana kemari
tetapi ndak ada hal yang penting yang dilakukan. Jadi kesannya kayak biar ndak canggung
gitu, dan berlama-lama didalam kamar bersama aq.

Yang kapan hari kesini itu pacarnya ya non? Aq mengangguk. O…saya rasa pasti ngga
sunat tuh pacarnya nonik. Trus kenapa? tanyaku heran. Dia tersenyum. Kalo saya sunat lho
nik, jadinya mantap. Aq cuman tersenyum sambil melirik kearah kemaluannya. Iya ya.
keliatan montok gitu dari luar xixixi…Nonik ngapain aja hayo waktu disini sama koh andre?
godanya.

Aq cuek saja, emang napa? mo tau aja. Ah masa ngga boleh tahu. Aq cuman melengos. Eh,
punya saya ama punya pacarmu gede mana nik? tanyanya sambil cengar-cengir.
Maksudnya? Aq pura-pura ngga paham. Ininya lho nik, ujarnya seraya menujuk kebawah. Aq
tertawa, mana aq tahu, lagian aq blm pernah liat punya elo. Dia terbahak-bahak mendengar
jawabanku. Trus, dasar cowok bengal, dia tiba-tiba melorot cd-nya!!! dan membuatku melihat
dengan jelas senjata andalannya!

“Yeeeeeeeeeeeeeeeeek!” teriakku sambil memalingkan wajah sambil menyuruhnya


menutup auratnya. Wow! gede amat ya, ujarku dalam hati, itu dalam posisi tidur, belum kalo
lagi berdiri. Wiiih…..Dia terkekeh-kekeh sebentar.

Nik, nonik ini seksi dan cakep abis. boleh ngga mas liat sebentar saja? masa seumur hidup
ngga pernah liat body ce amoy? ujarnya. Aq mengerutkan dahi lalu memandang dia ga
percaya, berani juga nih buka omongan seperti itu, dasar bengal! mungkin dasarnya adalah
tukang bangunan ya, jadinya kalo ngomong itu ceplas-ceplos ga pake trik.

Dia cengar cengir sambil tetap bugil didepanku. Dia mengocok penisnya supaya menjadi
berdiri dan wow! jujur aq terpesona dengan senjatanya. Uh, kalo penis itu masih mq aq
rasanya bakal nikmat deh!

NO! Feli no! Stop that!

Ayolah, cuman liat doang kok! kita kan dah kenal cukup lama dan nonik udah akrab kan
sama saya. Saya yakin nonik dah nyaman sama saya, kalo ngga mana mau sampeyan disini
sampe sekarang toh? Aq tertegun, kena sKAK MAT! xixixi… Aq pengen banget liat body ce
cina, apalagi pas udah akrab dengan nonik itu semakin menggebu deh keinginan mas ini.
Janji, nonik ngga akan ada apa-apa.

Aq diam, Irfan memang bengal, tetapi entah,sikapnya pada aq selama ini membuatku
merasa nyaman berdekatan dengan dia, biarpun bengal! Ampir 1 tahun lebih setiap hari
ketemu terus dan digodain terus. hehehe…Aneh ya? ini ada apa sih?

Maunya gimana sih? tanyaku pelan. Dia ngga menjawab tetapi tetap cengar cengir.
Kemudian dia berjalan mendekati aq, jantungku semakin berdebug kencang! Penisnya yang
udah mancung semakin mendekatiku.

Awalnya dia berusaha mencium pipiku tapi aq menghindar, lalu berusaha mencium bibirku
dan aq tetap menghindar. Irfan tidak menyerah, dia memegang tanganku dan menarikku
duduk keatas ranjang. Aq ingin menolak tapi entah mengapa ada dorongan yang
memaksaku untuk tetap diam dan menunggu. Jemarinya langsung memegang payudaraku
dan meremasnya perlahan. Aq berusaha menutupinya tetapi kalah kuat.

Akhirnya aq biarkan dia memangku aku dan dari belakang payudaraku diremas-remas
dengan penuh gairah. Sakit, tetapi memancing gairahku.

Oh, nonik ini seksi banget! waangi lagi! aduh…ini 34B ya nik? desahnya penuh nikmat
sambil terus meremasi payudaraku. Aq diam saja, memejamkan mata menikmati pelcehan
ini.

Kaus ketatnya dilepas yuk non, ujarnya. aq diem saja. Dia lalu menarik kausku dan
melemparkannya
kelantai. Sekarang dia jongkok didepan aku. Bra krem yang aq pake pun dilepasnya. Mas,
mau diapain mas? jangan mas, pintaku lemah. Irfan tidak memperdulikan aq lalu membuang
bra itu ke lantai. Wow! putihnya susumu mbak! ujarnya, seksi sekali. Matanya melotot
melihat payudaraku dan langsung dengan ganas menjilatinya dan menyedot putingku
dengan penuh nafsu. Aq merasa geli sekaligus sakit. Mas, pelan-pelan, sakit mas. rintihku.
Irfan mengangguk dan kembali mencumbui payudaraku tetapi tidak sekasar tadi.

Oh…enaknya puting payudara yang disedot cowok! lidahnya bermain-main diatas puting dan
sekitarnya membuatku merintih keenakan, lupa deh siapa aq dan siapa dia. xixixi…

Setelah puas bermain-main dengan payudaraku, dia lalu menidurkan aq keatas ranjang. Aq
menolak dan berusaha bangkit, tetapi tenaganya terlalu kuat, ditambah perlawanan aq itu
tidak sepenuh hati, karena sebagian diriku menginginkan seks dengan dia, sebagian yang
lain MENOLAK karena aku terikat komitmen, berpacaran dengan Andre, kekasihku.
Seharusnya hanya dia toh yang bisa menikmatiku. Ini kok…

Dengan leluasa dia lalu melepas celana pendek hitamku dan menarik celana dalam pink
yang aq kenakan. Mas jangan donk mas! pintaku melas sambil berusaha menahan celana
dalamku. Irfan diam saja tetap melucuti celanaku sampai aku akhirnya telanjang. Oh mbak!
saya beruntung banget bisa menikmati sampeyan malam ini, mimpi apa ya saya!

Mas jangan, saya ndak mau! ujarku memelas. Dia diam saja, lalu memandangku dengan
tajam. Mbak ndak mau ya? tanyanya. Aq tiba-tiba terdiam. Dia tersenyum penuh arti. Jarinya
lalu menggesek gesek mq aq, menusuknya perlahan. Aouh! Aq merasa agak sakit. Duh,
udah becek begini kok ya masih pura-pura toh nik! ujarnya penuh kemenangan. Rupanya
tadi dia memeriksa, apa bener aq ini menolak atau hanya pura-pura. Sial!

Dia lalu menindihku dan memposisikan penisnya yang besar itu dibelahan mq aq. Oh tidak!
aq bakal
disetubuhi dia nih! mas jangan mas…mas….Pintaku melas, tetapi Irfan tidak lagi
mendengarkan rintihanku, dia tahu aq cuman setengah hati menolaknya.

Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya dia berhasil juga memasukkan penisnya
kedalam mq aq. Aouhc! Perihhhh! Aq merintih, sakit mas, besar banget barangnya! teriakku
kecil. Irfan memejamkan mata sambil mendesah oh mqmu enak banget mbak! sempit,
becek, hangat! Dia lalu memelukku sambil membenamkan penisnya yang besar didalam
vagina aq. Aq masih merasa perih, rupanya dia sengaja membiarkan penisnya didalam
supaya vaginaku terbiasa dahulu.

Setelah sekian waktu dia menindihku tanpa menggenjot, akhirnya dia putuskan sudah
waktunya. Pinggangnya lalu perlahan naik turun, mengkocok penisnya didalam mq aq.
Oh…oh..mas…sakit ah…erangku…yang menyebalkan, dia tidak terlalu perduli dan terus
menyetubuhiku dengan kasar. Untungnya, lama-lama vagina aku terbiasa dengan ukuran
penisnya, plus cairan pelumas udah banyak yang keluar sehingga aq perlahan tetapi pasti
mulai merasakan kenikmatan berhubungan seks.

Aduh mbak, enaknya mq cina mbak! sempit hangat…basah…aouhc..ouch…erangnya penuh


nikmat, aku diam saja, berusaha merasakan penisnya yang keluar masuk mq-ku.

Setelah beberapa menit barulah kami benar-benar berhubungan seks yang sama-sama
enak. Dia mengangkat lenganku dan mencumbui payudaraku. Aq hanya bisa merem-melek
menikmati permainan seks ini, permainan seks kasar yang aq suka! Dia berusaha menciumi
bibirku tetapi aq selalu berusaha menghindar. Tetapi karena posisinya yang tidak
memungkinkan akhirnya dia berhasil menciumi bibirku dan kamipun akhirnya asyik
berhubungan badan sambil berpelukan dan berciuman bibir.

Ouh…nikmatnya!

Setelah beberapa menit, aq merasakan gejolak orgasm semakin mendekat, mq aq mulai


berkedut, pinggang bawahku mulai kejang-kejang dan akhirnya sebuah gelombang tsunami
kenikmatan seksual menyerangku.

“mas..mas…maa….aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! “, aq terpekik nikmat, merasakan meki


aku berkedutan meremasi penisnya, pinggangku terasa ngilu kejang-kejang.

Irfan semakin garang mengkocok penisnya didalam mq aq dan membuatku semakin


merasakan tingginya kenikmatan seksual ini. Selama beberapa detik tubuhku kejang-kejang
didalam pelukannya dia, lalu aq merasa lemas sekaligus puaaas! Irfan mencium pipiku, puas
mbak? aq mengangguk pelan sambil terpejam. Punyaku ama punya pacar sampeyan enak
mana? tanyanya. Aq tersenyum sambil memandangnya lalu aku cium bibirnya tanpa
menjawab. Dia mengerti maksudku dan kami lalu berciuman bibir dengan mesra seperti
sepasang kekasih, penisnya masih kokoh menancap didalam mq aq.

Setelah aq lumayan lega, dia menarikku dan mulai melakukan doggy sex. Oh, aq sungguh
lemas setelah orgasme tadi sampai tidak kuat menopang badanku dan akhirnya aq hanya
bisa menaikkan pantatku sedangkan kepalaku tiduran diatas bantal. Deru nafas Irfan yang
penuh gairah terdengar dengan jelas, sambil merasakan ada penis besar, keluar masuk mq
aq. Lengannya yang kekar menggoyang pinggangku untuk mengkocok penisnya didalam
vaginaku.

Tiba-tiba…

“Fan, Irfan, dimana kamu?”. tiba-tiba terdengar suara.


Oh Shit! Itu Zaid, tukang lain yang kebetulan bertugas malam ini bersama Irfan. Aq langsung
berdiri,
mencabut penis Irfan dan menyuruhnya untuk diam. Dia bingung sebentar kemudian
menurutiku untuk tetap diam. Terdengar zaid buka tutup pintu dibelakang. Aq lalu meloncat
dari tempat tidur dan perlahan mengunci pintu kamar ini. Irfan terkekeh, kenapa ngga diajak
sekalian mbak? Aq melotot.

Dia lalu berkata, bukannya rejeki harus dibagi-bagi ya? Aq melotot tambah lebar. Dia tertawa
kecil lalu merebahkan dirinya keatas ranjang tanpa berbicara lagi. Zaid lalu mencoba
membuka pintu kamar ini tapi untungnya baru saja aq kunci. Irfan cuman tersenyum tetapi
tidak berbicara apa-apa. Akhirnya Zaid pun keluar dari rumah dan pergi. Ah…lega….!

Irfan lalu memanggilku dan menyuruhku memasukkan penisnya kedalam mq aq. Karena dia
lagi tiduran, berarti aq yang berada diatas. Perlahan aq posisikan penisnya itu untuk masuk
kedalam. Ouh! terasa panas, perih! Irfan lalu melumuri penisnya dengan ludah dan kami lalu
mencoba memasukkannya kembali. Uhh…tidak bisa… vagina aq sudah mengering dan
ketika dipaksa masuk, terasa perih. Melihat aq meringis kesakitan, Irfan lalu merasa kasihan.

Aduh…trus gimana mbak? nanggung nih…ujarnya kecewa. Aq terdiam, mau aq emut? weks
tak sadar bisa menawarkan itu. Irfan seakan tak percaya mendengar tawaranku dan
langsung mengiyakan, daripada tidak crot…hehehe..

Dia lalu duduk ditepi ranjang, aq jongkok didepannya dan mulai memasukkan penis itu
kedalam mulut. Ouh…besarnya…mulutku terasa penuh banget. Perasaan kalo aq meng-oral
penisnya andre ndak sebesar ini deh. Irfan mengerang keenakan aku oral. tangannya tak
henti-hentinya meremasi payudaraku dan memainkan putingku dengan jemarinya. Kadang
terasa sakit tapi ya sudah, aq biarkan saja. Setelah agak lama aku oral, penisnya mulai agak
berkedutan, wah mau crot nih…Aq terus sedot dengan kuat penis itu sambil jari-jariku
memilin putingnya.

“Oh yaa…mbak…oh nonik…enak oooooooooooooo”, Irfan mengerang keenakan ketika


penisnya dengan tiba-tiba menyemburkan sperma DIDALAM MULUTKU! Ouch! Jemarinya
juga semakin kuat meremas payudaraku. Huh, ndak tahu itu sakit apa ya!

Ingin rasanya menarik mulutku agar aq tidak harus menelan spermanya, tetapi aq merasa
“berhutang” gara-gara diberi orgasm yang luar biasa, jadinya aq paksakan diriku untuk tetap
menyepong penisnya dengan kuat saat dia ejakulasi. Uh…terasa semprotan demi
semprotan sperma memenuhi mulutku dan terpaksa sebagian aq telan agar tidak penuh
didalam.

Kami lalu berpakaian tanpa banyak bicara, suasananya benar-benar canggung. Makasih ya
mbak, sampeyan sungguh seksi abisss dan uenak tenan….koh andre benar-benar hoki. Aq
cuman tersenyum. Ketika dia berusaha menciumku, aq kembali menghindar tetapi tetap
tersenyum. Dia agak kecewa tetapi rasanya dia mulai mengerti. It just SEX ok? nothing
more!

tak lama kemudian kami keluar dari rumah dan pergi sendiri-sendiri.