KATA PENGANTAR Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Rumah Tangga merupakan salah satu impt ementasi

datam mewujudkan hak asasi manusia yang patut dihargai dan diperjuangka n oleh semua pihak. Oteh karena itu, menggerakkan dan memberdayakan keluarga unt uk hidup bersih dan sehat menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota beser ta jajaran sektor terkait termasuk lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyar akat, swasta dan dunia usaha, untuk mewujudkan Rumah Tangga Ber¬PHBS. Rumah Tangga Ber-PHBS berarti mampu menjaga, meningkatkan dan metindungi kesehat an setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yan g kurang kondusif untuk hidup bersih dan sehat. Satu hat yang sangat menggembirakan adatah bahwa pembinaan PHBS di Rumah Tangga telah menjadi bagian dari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan dapat memberi kont ribusi nyata terhadap percepatan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS. Untuk itu, di susuntah buku Panduan Pembinaan dan Penitaian PHBS di Rumah Tangga melalui Tim P enggerak PKK (TP-PKK) yang dapat dijadikan acuan datam metakukan pembinaan dan p enitaian PHBS di Rumah Tangga di desa/keturahan, kecamatan, kabupaten/ kota, pro vinsi dan pusat. Melatui Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan diadakan tomba untuk empat kategori, yaitu Petaksana Terbaik Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan, Petaksana Terbaik Posyandu, Petaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat serta Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga. Lomba Pelaksana terbaik PHBS di Rumah Tangga dimaksudkan untuk meningkatkan sema ngat dan aksi nyata serta sekaligus sebagai bentuk pemberian penghargaan terhada p para kader PKK di lapangan yang telah bekerja keras untuk membina PHBS di Ruma h Tangga. Buku Panduan Pembinaan dan Penilaian PHBS di Rumah Tangga ini merupakan revisi d ari buku yang telah diterbitkan pada tahun 2006. Buku ini berisi tentang acuan p embinaan dan penilaian mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, pro vinsi dan pusat bagi TP-PKK untuk menentukan Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tan gga. Buku ini merupakan wujud nyata dari kesepakatan antara Departemen Kesehatan dengan Tim Penggerak PKK tahun 2004 tentang Pemberdayaan Keluarga dan Masyaraka t dalam pembangunan kesehatan. Pada kesempatan ini pula, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tin ggi kepada Tim Penyusun panduan ini, baik dari Pusat Promosi Kesehatan maupun Ti m Penggerak PKK Pusat. Semoga jerih payah yang telah dilakukan memberi manfaat b agi banyak pihak. Semoga sukses dalam membina dan menilai PHBS di Rumah Tangga. Jakarta, Se tennber 2009 Kepala sat mosi Kesehatan Dep em Kesehatan RI dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes NIP 140163557 SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN Pembangunan di bidang kesehatan pada hakekatnya merupakan bagian integral dari u paya untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit. Upaya tersebut memerl ukan penanganan yang serius, terorganisasi, terkoordinasi serta sinergis terhada p masalah yang sangat kompleks. Pembangunan kesehatan adalah bagian dan pembangu nan nasional yang dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita luh ur, yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, baik spiritual maupun materi al. Saat ini status kesehatan masyarakat Indonesia masih rendah, hal ini terlihat da ri Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi. Selain itu penyakit infeksi yang tinggi dan penyakit tidak menular seperti penyakit Jantung, Diabete s semakin meningkat dan tahun ke tahun. Kondisi tersebut dapat diminimalkan bila masyarakat Indonesia ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya di Ru mah Tangga. Rumah Tangga dan keluarga merupakan aset Pembangunan di masa depan y ang perlu dijaga dan ditingkatkan kesehatannya dengan pemberdayaan PHBS. PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota Rumah Tangga agar

tahu, mau dan mampu mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan PHBS di Rumah Tangga s udah cukup lama dilaksanakan tetapi hasilnya belum optimal. Dan evaluasi yang di lakukan pada tahun 2007 pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS baru 36,18 % masih di b awah target yang ditentukan yaitu 44 %.

Kami menyadari bahwa untuk menyehatkan masyarakat Indonesia, Departemen Kesehata n tidak bisa bekerja sendiri, mengingat keterbatasan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, untuk mempercepat pencapaian PHBS di Rumah Tangga, Departemen K esehatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK (TP-PKK) untuk melaksanakan pembi naan PHBS di Rumah Tangga. Ini diperkuat dengan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang dibuat antara Departemen Kesehatan dengan TP-PKK Pusat tahun 2004 tentang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan. Kerjasama ini cukup efektif, karena PKK merupakan salah satu organisasi masyarak at yang potensial yang mempunyai jenjang kepengurusan dari tingkat pusat sampai tingkat desa. Kami menyambut baik dengan adanya buku Panduan Pembinaan dan Penilaian PHBS di R umah Tangga melalui TP-PKK. Semoga buku ini dapat memberikan motivasi bagi TP-PK K dalam melakukan pembinaan dan penilaian PHBS di Rumah Tangga, yang akhirnya da pat mempercepat terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat. Akhir kata kami sangat mengharapkan kepada seluruh TP-PKK untuk dapat melakukan Pembinaan PHBS di Rumah Tangga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dan untuk itu kami mengucapkan terima kasih. Jakarta, September 2009 Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dr.dr. Siti Fadilah Supari,Sp.JP (K)

SAMBUTAN KETUA UMUM TIM PENGGERAK PKK Sehat adalah hak setiap individu, agar dapat melakukan segala aktivitas hidup se hari-hari. Untuk sehat, kita harus berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Un tuk itu perlu adanya pembinaan dan penyuluhan yang berkesinambungan kepada kelua rga beserta anggota keluarga, agar atas kesadaran sendiri anggota keluarga mau m elaksanakan PHBS. Sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai Penyuluh,Penggerak dan Pencatat sederh ana, Kader-kader PKK khususnya yang berada di Kelompok Dasawisma dan Posyandu me rupakan andalan gerakan PKK untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, khususny a program pembangunan kesehatan. Dari Kelompok Dasawisma inilah kita bisa mendap atkan data-data keluarga/rumah tangga yang secara nyata telah melaksanakan PHBS di Rumah Tangga. Hasil pencatatan di Kelompok Dasawisma dan Posyandu akan menjadi data desa/kelur ahan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh instansi/dinas yang memerlukan, te rmasuk mempergunakannya sebagai data lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangg a yang dilombakan setiap tahun dalam kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan. M elalui data ini juga dapat dilihat seberapa besar jumlah rumah tangga yang belum berperilaku hidup bersih dan sehat, sehingga pembinaan PHBS di Rumah Tangga dap at digalakkan bagi rumah tangga tersebut. Kami menyambut gembira atas diterbitkannya buku panduan ini yang dapat dijadikan acuan bagi Tim Penggerak PKK dan para kadernya dalam melaksanakan pembinaan dan lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga di desa/kelurahan, kecamatan, kabu paten/kota, provinsi dan pusat. Akhir kata kami mengharapkan peran TP-PKK dan kadernya dalam metaksanakan pembin aan PHBS di Rumah Tangga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat. Semoga buku panduan ini bermanfaat bagi kita semua untuk menggerakkan ketuarga a gar mau metaksanakan PHBS di Rumah Tangga.

Pemenang Lomba Pelaksana Terbaik PHBS Di Rumah Tangga DAFTAR PENYUSUN Ayo! Lakukan Hidup Bersih dan Sehat Logo menggambarkan sebuah rumah dengan Iingkungan sekitar yang asri (hijau) dida lamnya terdapat keluarga bahagia (tersenyum) yang terdiri dari bapak.4 Di Kecamatan 2.6 Pengertian II.4 Definisi Operasional 3.5 Di Desa/Kelurahan III.2 Di Provinsi 2.4 Sasaran 1. PENUTUP DAFTAR ISI iii vii 1 3 4 5 5 7 9 10 10 10 11 12 25 25 26 27 29 31 31 31 33 33 40 LAMPIRAN 1. Effi Mardiyanto KATA PENGANTAR SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN SAMBUTAN KETUA UMUM TIM PENGGERAK PKK DAFTAR ISI I.3 Tujuan 1.6 Waktu Penitaian 3.1 Latar Belakang 1.7 Pemberian Nilai 3. dan a .2 Landasan Hukum 1.9 Cara Perhitungan IV. PENILAIAN PHBS DI RUMAH TANGGA 3. Kegiatan Inovatif Pembinaan PHBS di Rumah Tangga 3. September 2009 Ketua Umum Tim Penggerak PKK Ny. PENDAHULUAN 1.8 Pembobotan 3.Jakarta.5 Manfaat 1.1 Di Pusat 2.1 Mekanisme Lomba 3. Formulir/Kartu PHBS di Rumah Tangga 4. Gambaran Desa Ber-PHBS 2. ibu.3 Di Kabupaten/Kota 2.2 Kelengkapan Data 3.5 Pelaksana Penilaian 3.3 lndikator PHBS di Rumah Tangga 3. LANGKAH-LANGKAH PEMBINAAN PHBS DI RUMAH TANGGA 2.

memelihara dan mening katkan derajat kesehatannya sendiri. berbagai upaya pemberd ayaan. Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga. Oleh karena itu. I.. Untuk peningkatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat sudah ada ke sepakatan bersama antara Departemen Kesehatan dengan Tim Penggerak Pem-berdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) pada tanggal 26 Desember 2004 di kabupaten Banyuasin. Keluarga adalah cermin kekuatan masyarakat. oleh sebab itu patut dijaga. salah satunya adalah peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. sementara pencap aian Rumah Tangga Ber-PHBS tahun 2007 sebesar 36. masih di bawah target yang ditentukan yaitu 44 %. Pembinaan PHBS di Rumah Tangga juga ditujukan untuk mempercepat terwujudnya Rumah Tangga Ber-P HBS sebagai salah satu indikator Desa Sehat. LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran." Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kecamatan Sehat...18%. advokasi dan penggalangan kemitraan dilakukan untuk memperc epat tercapainya Rumah Tangga Ber-PHBS tahun 2010 minimal 65 %. oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut. Melalui Tim Penggerak PKK sebagai gerakan masyarakat yang memiliki kekuatan untu k memberdayakan serta menggerakkan keluarga dan masyarakat Ber-PHBS. maka pelaksanaan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dilom bakan setiap tahun. ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga. dipe lihara dan ditingkatkan kualitasnya. anggot a rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan S ehat (PHBS).. Panduan ini dim aksudkan untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang Pembinaan dan Penilaian P . PENDAHULUAN 1.1. Pembinaan PHBS di Rumah Tangga juga telah menjadi bagi an dari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan sejak tahun 2005. Agar pembinaan dilakukan terus menerus dengan penuh semangat. Setiap keluarga mengacungkan jarinya ke arah tulisan Kamah tangga Ber-PHBS yang menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga Ber-PHBS Slogan : Ayo! Lakukan Hidup Bersih dan Sehat Merupakan ajakan untuk setiap keluarga dalam mewujudkan perilaku dan Iingkungan yang sehat. Karena di mulai dari keluarga yang merupakan bagian masyarakat terke cil yang nantinya berkembang menjadi masyarakat luas. karena ru mah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang p erlu dijaga. maka pembin aan PHBS di Rumah Tangga dapat dilakukan secara terus menerus untuk mempercepat terwujudnya Rumah Tangga Ber-PHBS. bangsa dan negara. PHBS di Rumah Tangga telah menjadi salah satu Kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai Peraturan Pemeri ntah Nomor 65 Tahun 2005.nak. Dengan perkataan lain bahwa masyarakat diharapkan mampu be rperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga. Sumatera Selatan guna mempercepat peningkatan pembangunan kesehatan. ma ka disusun Panduan Pembinaan dan Penilaian PHBS di Rumah Tangga. Provinsi Sehat dan Indonesia Sehat. serta berperan aktif dalam mewujudkan keseh atan masyarakatnya. Hal tersebut merupakan salah satu aksi nyata dari kesepakatan antara Departemen Kesehatan dengan Tim P enggerak PKK Pusat tentang Peningkatan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat dala m Pembangunan Kesehatan. Kabupaten/ Kota Se hat.kekuatan ba ngsa dan negara terletak pada ketahanan masing-masing keluarga. bina suasana. Agar pembinaan dan penilaian PHBS di Rumah Tangga dapat berjalan dengan baik. Pelaksana Terb aik Ling¬kungan Bersih dan Sehat serta Pelaksana Terbaik Posyandu dari masing-masi ng provinsi. Hal ini diperkuat dengan seruan Presiden pada Hari Keluarga Nasional XII tahun 2005 bahwa ". kemampuan dan kema uan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yan g setinggi-tingginya. yaitu untuk memilih dan menentukan Pelaksana Terbaik Kesatua n Gerak PKK-KB-Kesehatan.

i. h. Sasaran Pembinaan Sasaran pembinaan PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota rumah tangga. b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.HBS di Rumah Tangga melalui Tim Penggerak PKK. Meningkatkan kebijakan yang mendukung pelaksanaan pembinaan PHBS di Ruma h Tangga. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1193/Menkes/SK/ X/2004 tentang Kebijakan Na sional Promosi Kesehatan. c. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1114/Menkes/SK/ VI11/2005 tentang Pedoma n Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Daerah. d. MAN FAAT Dengan melaksanakan PHBS di Rumah Tangga akan diperoleh beberapa manfaat secara . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/Menkes/SK/ 11/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas. Surat Keputusan Ketua Umum Tim Penggerak PKK tentang Pelaksanaan Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan. 1. k. TUJUAN Tujuan Umum Meningkatnya Rumah Tangga Ber-PHBS di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ibu hamil dan ibu menyusui. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. d. Memberdayakan keluarga untuk tahu. e. SASARAN a. Usia lanjut. m. 1.2. 1. LANDASAN HUKUM Pembinaan PHBS di Rumah Tangga melalui kemitraan dengan Tim Penggerak PKK mempun yai landasan hukum antara lain : a. Kesepakatan Bersama antara Departemen Kesehatan RI dengan Tim Penggerak Pembe rdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nomor: 1295/ Menkes/ SKB/ XII/2004 d an Nomor:02/SKB/PKK. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah d an Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Kewenangan Wajib Standa r Pelayanan Minimal di Bidang Kesehatan. f. remaja dan dewasa. Sasaran Penilaian Sasaran penilaian PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh desa/ kelurahan yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan PHBS di Rumah Tangga minimal satu tahun. mau dan mampu melaksanakan PHBS dan b erperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2001 tentang Pedoman Umum Pengaturan Mengenai Desa dan Kelurahan. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 564/Menkes/SK/ VII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. Anak. Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim Penggerak PKK secara berjenjan g dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. e. c. Pengasuh anak. b.4-401 Tahun 2005 tentang Hasil Rapat K erja Nasional VI Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. b.PUSAT/X11/04 tentang Pember dayaan Keluarga dan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesehatan. Tujuan Khusus a. yait u: Pasangan Usia Subur. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembang¬an Kependudukan dan P emberdayaan Keluarga Sejahtera. Meningkatkan mutu penilaian Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Tingk at Desa.4. Memberikan penghargaan kepada Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Tin gkat Desa. g Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 411.3.

biaya pendidika n. dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga. per ilaku kebersihan perorangan seperti: mandi dengan air bersih dan menggunakan sab un. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar bagi perorangan. menggunting kuku dan perilaku lainnya yang mendukung kesehata n. Bagi Rumah Tangga Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. makan beraneka ragam makanan. Pertumbuhan dan perkembangan anak lebih baik. menyikat gigi. Jaminan Kesehatan Masyarakat. c. ambulan desa. mengkonsumsi Garam Beryodium. dan arisan jamban. Rumah Tangga Rumah tangga adalah wahana atau wadah yang terdiri dari bapak. PHBS mencakup berbagai perilaku. ibu dan anak-anak nya serta anggota keluarga lainnya dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dilakukan atas d asar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarg a dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewuj udkan kesehatan masyarakatnya. e. Biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan da pat dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang tertata rapi dan sehat serta pe nyediaan sarana pelayanan kesehatan yang bermutu. antara lain perilaku keluarga sadar gizi. Bagi Tim Penggerak PKK Mempercepat tercapainya cakupan program-program kesehatan. Kelompok Pemakai Air (Pokmair). mau dan mampu m etakukan peritaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kese hatan di masyarakat. seperti . d. perilaku menyehatkan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. kelompok dan masyarakat dengan cara membuka jalur komu nikasi. tidak hanya seba tas 10 indikator PHBS di Rumah Tangga. Pengeluaran biaya rumah tangga yang semula untuk biaya lain yang tidak bermanfaa t bagi kesehatan. merata dan terjangkau. dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga. Meningkatkan kemampuan dan kinerja Tim Penggerak PKK dalam memberdayakan keluarg a untuk mewujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS. Masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah kesehatan yang dihadapinya. minum Tablet Tambah Darah. Provinsi dan kabupaten/kota dapat dijadikan pusat pembela jaran bagi daerah lai n dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. Bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Peningkatan persentase Rumah Tangga Ber-PHBS menunjukkan kinerja dan citra pemer intah provinsi dan kabupaten/kota yang baik. 1. memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A.6. d.langsung maupun tidak langsung sebagai berikut : a. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) untuk pencapaian PHBS di Rumah Tangga. sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi. seperti penyelenggaraan Posyandu. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatan¬nya. Mengurangi atau meniadakan biaya pengobatan dalam keluarga. c. memberikan informasi dan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan . b. Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin). Rumah Tangga Ber-PHBS . PHBS di Rumah Tangga Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. bina suasana dan melakukan ger akan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menerapkan cara hidup bersih dan seh at dalam rangka menjaga. PENGERTIAN a. metindungi dan meningkatkan kesehatannya. memetihara. membersihkan lingkungan. Bagi Masyarakat Masyarakat mampu mengupayakan terciptanya lingkungan yang tertata rapi dan sehat . b. Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin).

Tidak merokok di dalam rumah. a. 5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. b. 7) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu. b. Sosialisasi pembinaan PHBS di Rumah Tangga kepada Tim Penggerak PKK Desa /Keturahan. Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga T ingkat Kabupaten/Kota.Adalah rumah tangga yang tetah memenuhi 10 indikator PHBS di Rumah Tangga. 2. 2. b. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bersama lintas sektor terkait clan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota meng¬advokasi Bupati/Walikota/DPRD u ntuk memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS di Rumah Tangga di seluruh kecamatan dan desa/keturahan. f. Puskesmas bersama lintas sektor terkait dan Tim Penggerak PKK Kecamatan mengadvokasi Camat dan lintas sektor terkait untuk nnemperoleh dukungan kebijaka n dan dana bagi pembinaan PHBS di Rumah Tangga di seturuh desa/ keturahan. Menyusun rencana dan metaksanakan kegiatan pembinaan PHBS di Rumah Tangg . Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Tingka t Nasional. c. 6) Menggunakan jamban sehat. DI KECAMATAN a. h. d. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS di Rumah Tangga yang ditin daktanjuti oteh Tim Penggerak PKK di seluruh kecamatan dan desa/keturahan. 2) Memberi bayi ASI Eksklusif. Dinas Kesehatan Provinsi bersama lintas sektor terkait dan Tim Penggerak PKK Provinsi mengadvokasi Bupati/Watikota/ DPRD/TP-PKK Kabupaten/Kota untuk memperot eh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS di Rumah Tangga. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS di Rumah Tangga yang ditindakta njuti oteh Tim Penggerak PKK di seluruh kabupaten/kota. 2. c. Metaksanakan penitaian Lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Ting kat Kabupaten/Kota. g. Melatih Tim Penggerak PKK Kabupaten tentang pembinaan PHBS di Rumah Tangga da n penyelenggaraan Lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga secara berjenjang . 8) Makan sayur dan buah setiap hari. Sosialisasi pembinaan PHBS di Rumah Tangga kepada Tim Penggerak PKK Keca matan. .4. Melaksanakan penitaian Lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Tingkat P rovinsi. d. Sosialisasi pembinaan PHBS di Rumah Tangga kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten /Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bersama lintas sektor terkait dan Tim Pen ggerak PKK Kabupaten/Kota memantau kemajuan pelaksanaan pembinaan PHBS di Rumah Tangga dan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS di seturuh kecamatan. Memantau kemajuan pelaksanaan pembinaan PHBS di Rumah Tangga dan pencapaian R umah Tangga Ber-PHBS di seturuh kabupaten/kota. e. b. DI KABUPATEN/KOTA a.2. Melatih Tim Penggerak PKK Kecamatan tentang pembinaan PHBS di Rumah Tang ga dan penyelenggaraan Lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga secara berje njang. DI PROVINSI a. Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Tingka t Provinsi. 4) Menggunakan air bersih. c.3. yaitu : 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PHBS di Rumah Tangga yang ditin daktanjuti oteh Tim Penggerak PKK di seturuh desa/keturahan. 3) Menimbang balita setiap butan. 9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari. c.

disarankan mengguna¬kan ketua kelompok Dasawisma atau Kader PKK Desa/ Keturahan yang telah ditatih PHBS di Rumah Tangga. 2. hambatan d an potensi yang ada untuk melaksanakan PHBS di Rumah Tangga melatui diskusi deng an anggota Dasawisma. h. sikap. seperti : Sampaikan salam . b. c. Ketua Kelonnpok Dasawisma atau Kader PKK Desa/Keturahan yang telah dilatih PHBS di Rumah Tangga. § Gunakan bahasa yang mudah dimengerti keluarga o Hindari kesan terburu-buru. mengumpulkan data Rumah Tangga Ber-PHBS berdasarkan 10 indikato r PHBS di masing-masing rumah tangga yang ada di desa/kelurahan dengan menggunak an Formulir/Kartu PHBS di Rumah Tangga.a berdasarkan prioritas masatah PHBS yang ada di desa/keturahan. Cara melaksanakan promosi kesehatan melalui penyuluh¬an perorangan. Puskesmas bersama lintas sektor terkait dan TP-PKK Kecamatan memantau ke majuan pelaksanaan pembinaan PHBS di Rumah Tangga dan pencapaian Rumah Tangga Be r. Dalam melaksanakan pengumpulan data.5. yaitu untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan PHBS di Rumah Tangga sebagai ba han pembinaan selanjutnya. Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga Metakukan sosiatisasi di desa kepada kader PKK Dusun dan ketompok Dasawisma. Pengolahan Data dan Pemetaan PHBS . penyuluhan kel ompok. Ketua Kelompok Dasawisma atau Kader PKK Desa/ Kelurahan yang telah dilatih PHBS di Rumah Tangga juga melakukan pengamatan di s ekitar lingkungan rumah pada saat pengumpulan data untuk mendukung kebenaran jaw aban masing-masing rumah tangga. Ketua Kelompok Dasawisma menginformasikan hasil pengumpulan data PHBS kepada Ket ua Kelompok PKK RT dengan cara memperlihatkan catatannya yang selanjutnya dicata t oleh Ketua Kelompok PKK RT dan diteruskan secara berjenjang kepada kelompok PK K RW. Ketua Kelompok Dasawisma atau Kader PKK Desa/ K elurahan yang telah dilatih PHBS di Rumah Tangga hendaknya dapat menggali inform asi lebih dalam tentang kebiasaan. Memberikan penghargaan terhadap Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga T ingkat Desa/Kelurahan. menggurui dan sikap kurang menghargai. Melatih TP-PKK Desa/Keturahan datam metaksanakan pembinaaan PHBS di Rumah Tangga tentang : Cara pengumpulan. Memberikan penjelasan singkat bagi para ketua kelompok Dasawisma atau Kader PKK Desa/Keturahan yang telah ditatih PHBS di Rumah Tangga tentang cara pengumpulan data di rumah tangga. Jelaskan maksud dan tujuan pengumpulan data PHBS. sebaiknya perhatikan cara berkomunikasi yan g baik dan benar. Mendata jumlah rumah tangga yang ada di desa/kelurahan. penyuluhan massa dan pengorganisasian masyarakat. dusun/lingkungan dan kepada Ketua TP-PKK Desa/ Kelurahan.PHBS di seluruh desa. Pengumpulan data PHBS di Rumah Tangga Pembinaan PHBS di Rumah Tangga diawati dengan kegiatan pengumpulan data oteh kad er PKK Desa/Keturahan pada saat pertemuan butanan di ketompok masing-masing deng an cara : Menyiapkan tenaga pengumpul data. Ciptakan suasana yang menyenangkan. budaya. i. Cara pencatatan kegiatan pembinaan PHBS Di Rumah Tangga f. norma. pengolahan dan pemetaan data PHBS. Melaksanakan penilaian Lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga Ting kat Desa/Kelurahan. Menyiapkan Fornnutir/Kartu PHBS di Rumah Tangga sesuai jumlah rumah tangga yang ada. Puskesmas bersama TP-PKK Puskesmas mengirimkan hasil pengumpulan data PH BS di seluruh desa/kelurahan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk diolah lebi h lanjut melalui Sistim Informasi Manajemen PHBS (SIM-PHBS). sed angkan di keturahan kepada kader PKK RW dan kader PKK RT. Sampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan keluarga diwawancarai. kepercayaan. g. DI DESA/KELURAHAN a.

Untuk menghitung persentase Rumah Tangga Ber-PHBS di desa/kelurahan digunakan ru mus sebagai berikut Jumlah rumah tangga yang dikelompokkan Ber-PHBS dibagi dengan seluruh jumlah rum ah tangga yang ada di desa/kelurahan dikali dengan 100% Atau Jumlah rumah tangga yang dikelompokkan Ber-PHBS x 100% Seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan Hasil persentase yang diperoleh merupakan hasil pemetaan Rumah Tangga Ber-PHBS d i desa/kelurahan. Menentukan prioritas masalah Berdasarkan masalah yang ada. Caranya denga n memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini : Dari masalah yang ada.5 % 200 Dari data yang dikumpulkan juga dapat diketahui persentase dari tiap-tiap indika tor PHBS. disusun rencana kegiatan intervensi. 40 Jamban Sehat 100 x 100% = 40% Cara perhitungan indikator menggunakan air bersih. tujuan.Hasil pengumpulan data dari kelompok-kelompok PKK. Untuk mendapatkan persentase dari masing-masing indikator PHBS dapat digunakan d engan cara menghitung jumlah rumah tangga yang memenuhi salah satu indikator PHB S dibagi dengan jumlah rumah tangga yang ada di desa/kelurahan dari setiap indik ator dikali 100%. mana yang dapat diselesaikan . d an lainnya dapat menggunakan rumus yang sama sesuai contoh. maka persentase Rumah Tangga Ber-PHBS di desa tersebut adalah : % Rumah Tangga Ber-PHBS = 153 x 100% = 76. sehingga dapat digunakan sebagai data dasar untuk melakukan intervensi pembinaan pada indikator PHBS yang persentasenya masih rendah.PKK Desa/ Kelurahan. bila dalam rumah tangga tidak ada ibu yang melahirkan. Contoh Perhitungan : Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan : Jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 30 orang pada tahu n tertentu dibagi dengan jumlah seluruh persalinan yang ada pada tahun yang sama di desa/ kelurahan sebesar 50 persalinan dikali 100% atau Persalinan ditolong . Setiap rumah tangga akan dikelompokkan menjadi Rumah Tangga Ber-PHBS atau Rumah Tangga Tidak Ber-PHBS. Namun. tidak ada bayi dan tidak ada balita. selanjutnya diolah secara man ual oleh TP. Perencanaan Perencanaan meliputi penentuan prioritas masalah. maka pengertian Rumah Tangga Ber-PHBS adalah Rumah Ta ngga yang memenuhi hanya 7 indikator. Jumlah rumah tangga yang masuk dalam kelompok Rumah Tangga Ber-PHBS sebesar 153 rumah tangga. apabila rumah tangga telah memenuhi 10 indikator PHBS. kegiatan intervensi da n jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. d. 30 oleh tenaga kesehatan ' 50 x 100% = 60% Memberi Bayi ASI Eksklusif Jumlah bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI saja sebesar 60 bayi pada tahun ter tentu dibagi dengan jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan pada tahun yang sama di d esa/kelurahan sebesar 100 bayi dikali 100% atau : ASI Eksklusif : 00 x 100% = 60% 0 Menggunakan Jamban Sehat Jumlah rumah tangga yang menggunakan jamban sebesar 40 rumah tangga dibagi denga n jumlah seluruh rumah tangga di desa/kelurahan sebesar 100 rumah tangga dikali 100% atau : Menggunakan . Kelompok Rumah Tangga ber-PHBS. mem¬berantas jentik di rumah. Contoh Perhitungan : Jumlah rumah tangga di satu desa sebesar 200 rumah tangga.

Caranya adalah membuat beberapa alternatif kegiatan. Menggerakkan ketuarga batita hadir pada saat hari buka Posyandu. Penyuluhan pentingnya persatinan ditolong °Leh tenaga kesehatan. Meningkatnya jumlah rumah tangga yang menggunakan jamban sehat dari 40 % menjadi 50 % di Desa Kemuning dalam 1 tahun Menentukan kegiatan Setelah tujuan ditetapkan. j No Masalah PHBS Kegiatan 4. Masih ada rumah tangga yang betum menggunakan air bersih Penyuluhan pentingnya menggunaka n air bersih. Penyuluhan pentin gnya pemeriksaan kehamilan. Betum semua Bayi diberi ASI Eksktusif . selanjutnya ditentukan kegiatan yang akan dilakukan. seperti contoh berikut : Meningkatnya persentase pemberian ASI Eksklusif pada bayi dari 60 % menjadi 70 % di Desa Kemuning dalam 1 tahun.. Melibatkan ketuarga ibu menyusui misalnya . Menggerakkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun secara massat dan meny ediakan sarana cuci tangan di rumah masing masing secara swadaya atau gotong royong. 2. maka dapat ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat. Penyuluhan/kunjungan rumah tentang manfaat ASI Eksktusif. 6. kemudian dipilih kegiatan y ang dapat dilakukan dikaitkan dengan ketersediaan sumber daya.Berapa lama waktu mengerjakannya ? Menentukan tujuan Berdasarkan hasil pengumpulan data PHBS.Bagaimana cara mengatasinya ? . syarat jamban sehat. 4. Masih ada rumah tangga yang betum menggunakan jamban sehat Penyuluhan manfaat jamba n. cara memberikan ASI ya ng baik dan benar. s.. Rendahnya persentase Persatinan ditolong oteh tenaga kesehatan (9 ® .Siapa yang akan mengerjakannya ? . dan cara memetihara jamban .. Pengorganisasian masyarakat untuk menyediakan sumber air bersih. nenek sebagai orang yang dituakan/ didengar sebagai tenaga p enyutuh di rumah dengan cara nnetatih nenek tentang pentingnya memberi ASI Ekskl usif.dengan mudah ? . Membentuk Kelompok Pemakai Air (Pokmair). syarat-syarat air bersih.. Menggatakkan Stikerisasi Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Perdarahan serta Komptikasi (P4K). Betum semua Batita ditimbang setiap bulan e Penyuluh an tentang pentingnya penimbangan balita secara teratur ke Posyandu atau ke pela yanan kesehatan lainnya. Perawatan payudara setama kehamilan. Betum semua rumah tangga menerapkan cuci tangan dengan air bersih dan sabun Penyuluhan manfaat mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. maka ditentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masala h yang ditemukan. misalnya : No Masalah PHBS Kegiatan 1. 5.Apa bentuk kegiatannya ? Berapa dana yang dibutuhkan ? Bagaimana jadwal kegiatan pelaksanaannya ? . . Selanjutnya berdasarkan masalah yang ditemui dan ketersedi aan sumber daya.Mengapa terjadi demikian ? . Menemukan kehamilan secara dini di ketompok Dasawisma. 3.

bagaimana melakukan aktivitas fisik y ang benar sesuai dengan usia dan kondisi fisik. m Mengupayakan dukungan tokoh masyarakat. tiga bulan. ® Peningkatan pengetahuan ketuarga/masyarakat metalui berbagai kegiatan. perokok dan keluarga. selanjutnya diajukan k e Musrenbang Desa (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan) agar diper oleh kesepakatan bersama. kesadaran dan kemampuannya sehingga dapat menjadi motivator bagi masyarakat dala m melaksanakan PHBS. aktif pada kelompok-kelompok yang ped uli kesehatan.sehat. a Arisan jamban. penyuluhan kelompok. kemudian disusun jadwal kegi atan selama jangka waktu tertentu. jenis sayur dan buah yang balk kita makan. Penyuluhan pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayur dan buah Demo memasak sayur dan mengolah buah menjadi makanan sehat dan menarik. Pemantauan Pemantauan kegiatan dapat ditakukan datam pertemuan butanan ketompok dengan topi k bahasan adatah kegiatan yang telah ditaksanakan dengan jadwat yang telah ditet apkan. kepata desa dan kel ompok potensial datam bentuk komitmen dan sumber daya. tokoh masyarakat. 9. manfaat rumah bebas jentik. dan mem buat gerakan PHBS. Betum semua rumah tangga memberantas jentik di rumah Penyuluhan penti ngnya memberantas jentik di rumah. Cara pemantauan dapat ditaksanakan dengan metakukan kunjungan rumah atau metihat pencatatan petaksanaan kegiatan. No Masalah PHBS Kegiatan 7. Menyusun jadwal kegiatan Setetah ditentukan kegiatan yang akan dilaksanakan. enam bulan atau satu tahun sesuai dengan ketersediaan sumber daya. 8. man faat makanan berserat. Pengorganisasian masyarakat untuk membuat jamban umum atau memitiki jamban keluarga. tokoh agama. Menggerakkan masyarakat untuk melakukan olah raga massal secara rutin. No Masalah PHBS Kegiatan Penyuluhan bahaya merokok bagi yang betum/tidak merokok. serta pemecahan nya. cara memilih b uah dan sayur yang terjangkau daya bell. ibu. remaja) agar mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingku ngannya. Pemantauan dan Penilaian Pemantauan dan penitaian ditaksanakan untuk mengetahui perkembangan/kemajuan keg iatan yang telah ditaksanakan dan memberikan hash yang diharapkan terhadap Peril aku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga. f. e. . seperti : menjadi kader Posyandu. Jadwat kegiatan sebaikn ya dibahas pada pertemuan dengan warga. misatnya : satu bulan. Konseling bagi perokok "bagaimana berhenti merokok". Membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap RT. Belum semua rumah tangga makan sayur dan buah setiap hari Penyuluhan manfaat makan sayur dan buah setiap hari. Stikerisasi "Rumah Tanpa Asap Rokok". Penggerakan dan Pelaksanaan Penggerakan dan pelaksanaan adalah upaya yang dilakukan sesuai dengan perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan : Menggerakkan anggota ketuarga (bapak. melalui penyuluhan perorangan. Tujuannya agar yang bersangkutan dapat meningkatkan pengetahuan. Datam pertemuan tersebut dibahas juga berbagai kendata yang ditemukan. Belum semua rumah tangga melakukan aktivitas fisik setiap hari Penyuluh an manfaat aktivitas fisik secara teratur. Waktu pemantauan disesuaikan dengan rencana yang telah disepakati.

11 111 dan Pakarti Madya I. Hasit pencapaian pembinaan PHBS di Rumah Tangga akan ditombakan setiap tahunnya metalui kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan secara berjenjang mutai dari de sa/keturahan. Pemantauan dan penilaian menggunakan Formulir/ Kartu PHBS di Rumah Tangga sebagai dasar untuk melihat perkembangan pencapaian R umah Tangga Ber-PHBS serta untuk mengikuti Lomba Petaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga.Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan Formutir/Kartu PHBS di Rumah Tangga yang telah dirancang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Petaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga tingkat kabupaten/ kota yang mend apat penghargaan Pakarti Utama I setanjutnya mewakili kabupaten/kota untuk mengi kuti tornba di tingkat provinsi. Pen ilaian dapat ditakukan metalui cara pemantauan utang. provinsi sampai dengan pusat. Laporan tertulis Hasil Pelaksanaan terdiri dari : Pendahuluan. Penilaian pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS ditakukan dengan cara sebagai berikut : 10 Indikator PHBS dipantau dan dinitai setiap tahun secara berjenjang ()Leh kelo mpok-kelompok PKK sampai dengan Tim Penggerak PKK Desa/Keturahan dengan dukungan teknis dari Puskesmas setempat. pengamatan di tapangan. III. c. PENILAIAN PHBS DI RUMAH TANGGA Berdasarkan hasil pembinaan PHBS di Rumah Tangga ditakukan penilaian untuk memil ih Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga. h. provinsi sampai dengan tingkat nasional yang akan diuraikan secara rinci pada BAB III. Berdasarkan penetapan pemenang lomba Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga y ang masuk dari berbagai provinsi akan diseleksi untuk mendapatkan 6 nominasi kat egori kabupaten dan kota. Desa/keturahan yang terpitih sebagai Petaksana Terbaik PHBS di Rumah Tan gga mendapat penghargaan Pakarti Utama I di kecamatan tersebut setanjutnya diaju kan sebagai wakil kecamatan untuk mengikuti tomba di tingkat kabupaten/ kota. KELENGKAPAN DATA Dalam mengirimkan data pemenang Pelaksana terbaik PHBS di Rumah Tangga tingkat p rovinsi ke tingkat nasional harus dilengkapi hat-hat sebagai berikut : a. f. Lomba diawati dengan pembinaan-pembinaan mulai dari ketompok-kelonnpok P KK sampai dengan di tingkat desa/ keturahan b. Penilaian ditakukan oteh Tim Penitai Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan setiap tahun secara berjenjang mulai dari kecamatan. d. 3. untuk metihat secara langsu ng kesesuaian data dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Petaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga tingkat provinsi yang mendapat penghargaa n Pakarti Utama I setanjutnya mewakili provinsi mengikuti lomba di tingkat nasional. 10 Indikator PHBS juga dipantau dan dinilai oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan K abupaten/Kota setiap tahun dan ditaporkan secara berjenjang sampai ke tingkat na sional. kecamatan. g Tim Penilai Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tingkat Nasional akan melakukan ver ifikasi (kunjungan lapangan) ke 6 nominasi tersebut. III sesuai dengan tingka t keberhasilan yang telah dicapai. . Dalam pelaksanaan penilaian harus men gacu pada hat-hat sebagai berikut : a. Hasil verifikasi digunakan sebagai dasar untuk menentukan dan menetapkan urut an penerima penghargaan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua Umum Tim Pen ggerak PKK. Pelaksana terbaik ini diberikan pengh argaan Pakarti Utama I.2. II. Tim Penitai Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kecamatan metakukan penilaia n terhadap seturuh desa/keturahan di wilayah kerjanya. Penilaian dilakukan terhadap indikator masukan. wa wancara dan diskusi dengan masyarakat. proses kegiatan dan keluaran atau hash kegiatan. kabupaten/kota. kab upaten/kota.

Sumber Pembiayaan.Kliping koran bila ada.Fotokopi Surat Keputusan/Surat Edaran dukungan kebijakan dari tingkat desa sampai provinsi. Kecamatan. Tujuan dan Sasaran. 3) Persentase rumah tangga yang memitiki batita yang ditimbang setiap bulan .3. Indikator Masukan ber kaitan dengan penunjang pelaksanaan PHBS di Rumah Tangga. c. 2) Adanya dukungan kebijakan untuk 10 indikator PHBS di Rumah Tangga 3) Adanya pembiayaan kegiatan PHBS di Rumah Tangga dari desa/kelurahan. pertu ditentukan den gan beberapa indikator yaitu masukan. Indikator Tunggal 1) Persentase persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. . b. Provinsi. Hambatan. 5) Frekuensi penyutuhan PHBS di Rumah Tangga 6) Adanya kegiatan inovatif dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. a. . Kegiatan yang dilaksanakan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga termasuk kegiata n inovatif yang dikembangkan beserta hash yang diperoleh. Kabupaten/Kota . kec amatan dan kabupaten/kota baik bersumber dari pemerintah. INDIKATOR PHBS DI RUMAH TANGGA Indikator adalah suatu petunjuk yang membatasi fokus perhatian suatu penilaian. Lampiran : . proses dan keluaran. .Dokumentasi kegiatan datam bentuk foto dan CD. Indikator Ketuaran Indikator keluaran dibagi atas Indikator Tunggal PHBS dan Indikator Gabungan PHB S yang disebut sebagai Rumah Tangga Ber-PHBS. Indikator Proses 1) Adanya pelatihan PHBS di Rumah Tangga untuk kader 2) Adanya Rencana Kegiatan Pembinaan PHBS di Rumah Tangga 3) Adanya penyuluhan PHBS di Rumah Tangga 4) Adanya pencatatan awat dan perkembangan PHBS di Rumah Tangga untuk setia p rumah tangga. Jadwal kegiatan. kabupaten/kota. . Untuk mengukur keberhasitan pembinaan PHBS di Rumah Tangga. Hasil kegiatan dibuat dalam matrik sesuai dengan format penilaian PHBS di Rumah Tangga. . .Dasar Pelaksanaan. dunia usaha ma upun dari swadaya masyarakat. b. Jumlah Kader PHBS yang aktif dan yang sudah dilatih. Indikator Masukan 1) Adanya kebijakan penyetenggaraan PHBS di Rumah Tangga mulai dari provins i. . Metode dan media penyuluhan yang digunakan dan dikembangkan.Fotokopi Surat Keputusan Tim Penilai/Pelaksana dari tingkat desa/kelurahan. c. .Fotokopi Surat Keputusan Pemenang dari tingkat kecamatan sampai provinsi. Pelaksanaan Kegiatan : Data pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS baik indikator tunggal maupun gabungan. Penutup. Profit Ketua Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan. Penonjotan/keberhasitan. kecamatan dan keturahan/desa.Fotokopi penghargaan yang per nah diterima. 2) Persentase bayi yang diberi ASI saja sejak lahir sampai berusia 6 bulan (ASI Eksktusif). swasta. Data pendukung tainnya di provinsi. Indikator Proses mengg ambarkan bagaimana kegiatan PHBS di Rumah Tangga dilaksanakan dan Indikator Kelu aran menggambarkan hash kegiatan pembinaan PHBS di Rumah Tangga. 3. 4) Adanya kader yang telah ditatih PHBS di Rumah Tangga 5) Adanya kader aktif yang membina PHBS di Rumah Tangga 6) Adanya media pendukung untuk pembinaan PHBS di Rumah Tangga.

dan sebelum menyiapkan makanan menggunakan air bersi h mengalir dan sabun. Pemerinta h Daerah.4. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)/ Badan Pember dayaan Masyarakat (Bapemas). DEFINISI OPERASIONAL 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adatah ibu bersatin yang mendapat p ertotongan persatinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan ( dokter kandungan dan kebidanan. 10) Persentase rumah tangga yang tidak merokok di dalam rumah. 6) Persentase rumah tangga yang menggunakan jamban sehat. tidak ada bayi dan tidak a da batita. 9) Persentase rumah tangga yang metakukan aktivitas fisik setiap hari. 5) Persentase rumah tangga yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. sumur terlindung. 3) Menimbang balita setiap bulan adalah balita (umur 12-60 bulan) ditimbang setiap bulan dan tercatat di KMS atau Buku KIA. 7) Persentase rumah tangga yang memberantas jentik di rumah sekali seminggu . provinsi dan kabupaten/kota. 7) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu adalah rumah tangga melakuka n pemberantasan jentik nyamuk di dalam dan atau di luar rumah seminggu sekali de ngan cara 3M plus/abatisasi/ikanisasi atau cara lain yang dianjurkan. 3. PELAKSANA PENILAIAN Penilaian Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga akan dilaksanakan oleh Tim Peni lai Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang terdiri dari unsur-unsur PKK. setelah menceboki anak. dinas/instansi terkait lainnya. WAKTU PENILAIAN Penilaian Pelaksana Terbaik PHBS di Rumah Tangga dilakukan setiap tahun setelah pelaksanaan Kegiatan Kesatuan Gerak PKK¬KB-Kesehatan. 6) Menggunakan jamban sehat adalah anggota rumah tangga yang menggunakan ja mban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pe mbuangan akhir dan terpelihara kebersihannya.5. 8) Persentase rumah tangga yang makan sayur dan buah setiap hari. 2) Memberi Bayi ASI Eksklusif adalah bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI solo sejak lahir sampai usia 6 bulan. Kesehatan. jamban plengsengan. 3. dokter umum dan bidan). tidak berbau dan tidak berwarna. PEMBERIAN MLA! Penilaian dilakukan dengan cara memberi nilai riil yang sesuai pada masing-masin . sebelum memegang ba yi. 8) Makan sayur dan buah setiap hari adalah anggota rumah tangga umur 10 tah un ke atas yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebalik nya setiap hari. Apabila dalam Rumah Tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. 5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah penduduk 5 tahun ke at as mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. 3. air pomp a. BKKBN.6. 4) Menggunakan air bersih adalah rumah tangga yang menggunakan air bersih u ntuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari : air kemasan. Sumber ai r pompa.7. sumur dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari sumber pen cemar seperti tempat penampungan kotoran atau limbah. serta disesuaikan d engan kepentingan masing¬masing wilayah yang ada di setiap wilayah mulai dari ting kat pusat.4) Persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih. Untuk daerah yang sulit air dapat menggunakan jamban cemplung. Indikator Gabungan Indikator gabungan adatah persentase Rumah Tangga Ber-PHBS yang diukur dari prop orsi Rumah Tangga yang memenuhi 10 Indikator PHBS di Rumah Tangga. air ledeng. mata air terlindung dan penampungan air hujan dan memenuhi syarat air bersih yaitu tidak berasa. 10) Tidak merokok di dalam rumah adalah penduduk/anggota rumah tangga umur 1 0 tahun ke atas tidak merokok di dalam rumah ketika berada bersama anggota kelua rga lainnya. 9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah penduduk/ anggota keluarga umur 10 tahun ke atas melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. 3. maka pengertian Rumah Tangga Ber-PHBS adatah rumah tangga yang memenu hi 7 indikator.

Artinya penilaian nil desa terse but berada datam kategori baik (80-100). Artinya penilaia n nil desa tersebut berada dalam kategori baik (80-100). Bila pada saat penilaia n pelaporan dan verifikasi desa tersebut dapat menunjukkan bukti-bukti yang cuku p seperti catatan kader tentang pelaksanaan penyuluhan melalui ketiga metode ter sebut maka mendapat nitai 100.g indikator PHBS di Rumah Tangga. CARA PERHITUNGAN Perhitungan pencapaian PHBS di Rumah Tangga dapat dilakukan berdasarkan Indikato r Tunggal dan Indikator Gabungan PHBS di Rumah Tangga dengan cara sebagai beriku t : Indikator Tunggal Indikator Tunggal % Persalinan oleh tenaga kesehatan Jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan 100% Jumlah seluruh persalinan yang ada x % Bayi mendapat ASI Eksklusif . Rencana Kerja/Kegiatan. Media Penyuluhan. Jumlah balita yang ditimbang setiap bulan x 100% Jumlah seluruh balita yang ada 2 . Namun apabita desa tersebut hanya menunjukkan sebagian maka nitainya sekitar angka 90 dan bila tidak ada bukti sama sekali nitai riitny a adalah 80. baik indikator masukan. 3. kabupaten/ kota dan provinsi. Kurang 40 59 d. proses maupun keluaran . kecamatan. Sertifikat Pelatih an. Cukup 60 79 c. Bila pada saat penilaian petaporan dan verifikasi desa tersebut dapat menunjukkan bukti-bukti yang cukup maka desa ters ebut mendapat nitai 100. Dengan demikian. penyulu han ketompok dan penyuluhan massa tentang PHBS di Rumah Tangga. Baik 80 100 b. Namun apabila kader hanya dapat menunjukkan sebag ian catatan yang dipertukan maka nilainya sekitar angka 90 dan bila tidak ada bu kti catatan sama sekati nilai riitnya adalah 80. bobot 4 unt uk Indikator Proses dan bobot 3 untuk Indikator Keluaran. hasil penilaian adalah jumlah nitai nil untuk masing-masing indikator dikali bobot un tuk masing-masing indikator. Besa rnya nilai disesuaikan dengan kenyataan yang ada dan didukung dengan dokumen yan g ada (Surat Keputusan. Buruk 0 39 Pemberian nilai hit untuk kategori Baik sampai dengan Buruk disesuaikan dengan u rutan a. yang mendapat ASI saja x 100% Jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan yang ada Jumlah bayi usia 0-6 bulan % Balita yang ditimbang setiap bulan . Angka penilaian riil terbagi atas 4 kategori yaitu : a. Indikator Proses Kader di suatu desa telah menggunakan metode penyuluhan kunjungan rumah. Jadwal Kegiatan. dtt) Contoh : Indikator Masukan Suatu desa memiliki dukungan kebijakan PHBS di Rumah Tangga dari mulai desa/ketu rahan.9. Buku Catatan Kader PKK. Surat Edaran. PEMBOBOTAN Pembobotan dilakukan dengan memberi bobot 3 untuk Indikator Masukan. c dan d yang terdapat di Format Penilaian PHBS di Rumah Tangga. b.

Ada. 1 . Surat Edaran. Anggaran Desa/APBD dan swasta/dunia usaha d. 7 . Anggaran Desa/APBD. kecamatan dan kab/kota c. Desa. Swadaya masyarakat Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 4 . Desa. balai desa .6 indikator PHBS c. 1-5 kader 6 Kader terlatih PHBS a.3 FORMAT PENILAIAN PHBS DI RUMAH TANGGA No Indikator Nilai Riil Nilai 3obot Nila i Tertimbang Sumber data A INDIKATOR MASUKAN 3 Bukti SK. Desa dan kecamatan Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. kecamatan. kecamatan. Tidak Terlatih 7 Media Penyuluhan PHBS a.3 indikator PHBS d. Swadaya masyarakat dan swasta/ dunia usaha c. 11-15 kader c. dll b.10 indikator PHBS Bukti SK. Desa. kecamatan dan kab/kota c. swasta/dunia usaha dan A PBN No 5 Indikator Kader aktif membina PHBS Di Rumah Tangga a. di jalan dll) Catatan TP-PKK D Melihat Iangsung . Swadaya masyarakat. Lebih dari 15 kader Nilai Rill Nilai Bobot Nilai Tertimbang Sumber data Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. kab/kota dan provinsi b. Tidak ada 3 Pembiayaan kegiatan PHBS a. Tidak ada 2 Ruang lingkup dukungan kebijakan PHBS mencakup: a. Desa. Surat Edaran. kab/kota dan provinsi d. 5 kader atau lebih terlatih esa Catatan kader b. Swadaya masyarakat. Tidak ada 4 Sumber pembiayaan kegiatan PHBS a. 3-4 kader terlatih c 1-2 kader terlatih d. di! 1 Dukungan kebijakan penyelenggaraan PHBS a. Desa dan kecamatan d. 6-10 kader d. untuk 7-10 indikator PHBS media di desa (posyandu.

B 1 a. Tidak ada pelatihan 2 Rencana Kegiatan Pembinaan PHBS di Rumah Tangga a. 8 kali atau lebih Observasi di lapangan Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. Tidak ada . Tidak ada INDIKATOR PROSES 4 Pelatihan PHBS untuk kader Ada. untuk 65 % rumah tangga c. Ada. Ada. untuk 3-4 kader c Ada . untuk 4-6 indikator PHBS c. Ada. untuk 7-10 indikator PHBS Catatan TP-PKK D esa b. Penyuluhan kelompok 5 Pencatatan PHBS di Rumah Tangga a. Ada untuk 1-3 indikator PHBS d. Tidak ada No Indikator Nilai Riil Nilai Bobot Nilai Tertimbang Sumber data 3 Penyuluhan PHBS a. untuk 4-6 indikator PHBS Catatan kader c. Tidak ada 4 Metode Penyuluhan a. Tidak ada pencatatan 6 Kegiatan inovatif PHBS a. untuk 4-6 indikator PHBS c.untuk 1-2 kader d. 1-3 kali d. untuk 1-3 indikator PHBS d. untuk seluruh rumah tangga Catatan TP-PKK D esa Catatan kader b. untuk 7-10 indikator PHBS Catatan TP-PKK D esa Catatan b. untuk 1-3 indikator PHBS d. esa b. Ada. Ada. Ada. Ada. penyuluhan kelompok.1 tahun terakhi r a. dan penyuluhan massa Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. Ada. untuk 4-6 indikator PHBS kader c Ada. untuk 1-3 indikator PHBS d. Ada. untuk 5 kader atau lebih Catatan TP-PKK D b. untuk 7-10 indikator PHBS Catatan TP-PKK D esa Catatan kader b. untuk 64 % rumah tangga d. 4-7 kali c. Kunjungan rumah. Tidak ada 7 Frekuensi Pembinaan PHBS di Rumah Tangga dalam 3 bulan . Kunjungan rumah dan penyuluhan kelompok c Kunjungan rumah d. Ada. Ada. Ada. Ada.

. 65 % atau lebih b. 45-64 % kader c..45-64 % c. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 25-44 % d. Tidak terampil C INDIKATOR KELUARAN 3 Indikator Tunggal 1 % Persalinan yang ditolong tenaga kesehatan a. 6 % Rumah Tangga yang menggunakan jamban sehat a.r.. 0-24 % 2 % Bayi diberi ASI Eksklusif a. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa Catatan b. 0-24 % 8 % Rumah Tangga yang makan sayur dan buah setiap hart a. 45-64 % c. 45-64 % c. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa . 25-44 % d. 25-44 % d.Indikator Nilai Rtil Nitai Bobot Nila i Tertimbang Sumber data 2 . 25-44 % d. 25-44 % d. Kurang terampit d. 0-24 % 7 % Rumah Tanga yang memberantas jentik di rumah a. 25-44 % d. 0-24 % 4 % Rumah Tangga yang menggunakan air bersih a. 25-44 % d. 65 % atau tebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 45-64 % c. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. Terampil 12 Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 45-64 % c. 0-24 % Catatan TP-PKK Desa Catatan kader No . 0-24 % 5 % Rumah Tangga yang cuci tangan dengan air bersih dan sabun a... 0-24 % 3 % Rumah Tangga yang menimbang balita a.No 8 liclkaor Keterampilan kader untuk menghitung Rumah Tangga Ber-PHBS a. 45-64 % c. Cukup terampil c.65 % atau tebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b.

25-44 % d.Catatan kader b. D atam kenyataannya di lapangan akan banyak sekali variasi datam melaksanakan pemb inaan dan penitaian PHBS di Rumah Tangga. Keberhasitan pembinaan PHBS di Rumah Tangga untuk mewujudkan Rumah Tangga Ber-PH BS tentu akan bergantung pada kemauan. memitiki tanaman obat ketuarga (TOGA). 0-24 % 10 % Rumah Tangga yang tidak merokok di dalam rumah a. Setiap rumah tangga memitiki saturan pe mbuangan air timbah (SPAL). 45. 45-64 % c. PENUTUP Panduan ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum sekatigus acuan tentang pe laksanaan pembinaan dan penitaian PHBS di Rumah Tangga metalui Tim Penggerak PKK mulai dari pusat. Rumah Tangga Ber-PHBS di seluruh desa merupakan satah satu u paya mewujudkan Desa Ber-PHBS. . kemampuan dan kerja keras Tim Penggerak P KK beserta seluruh jajarannya di berbagai jenjang administratif untuk secara ter us menerus memberdayakan rumah tangga untuk melaksanakan perilaku hidup bersih d an sehat. 65 % atau lebih b 45. 25-44 % d. c.64 % c. baik untuk I ndikator Gabungan maupun Indikator Tunggat. 25-44% d.44 % d.24% 9 % Rumah Tangga yang melakukan aktivitas fisik setiap hart a. Gambaran Desa Ber-PHBS adatah gambaran desa yang : Persentase pencapaian indikator PHBS di Rumah Tangga sangat tinggi. provinsi. Buku ini diakui masih banyak kekurangan. 65 % atau lebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. tidak tertihat sampah yang berserakan atau genangan air. 0-24 % Indikator Gabungan % RUMAH TANGGA Ber-PHBS a. sangat mungkin dilakukan penyempurnaan setelah memperoleh hasit pembelajaran dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga yang ditaksanakan di seluruh Indonesia. kecamatan sampai keturahan/ desa. 0-24 % Catatan TP-PKK Desa Catatan kader TOTAL V. 65 % atau tebih Catatan TP-PKK Desa Catatan kader b. 25. Lingkungan desa secara keseturuhan tertata rapi dan bersih. dan tidak mungkin dibuat tertalu rinci dan dapat memenuhi semua kebutuhan Tim Penggerak PKK di tapangan. menanam tanaman tainnya seperti tanaman hias yang berguna untuk penghijauan dan memperindah ting kungan. 0. Oteh karena it u.64 % c. Hataman/ pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayur dan buah yang dapat d ikonsumsi oteh keluarga. sehingga diperlukan penyesuaian dengan kondisi dan permasalahan setempat. memiliki ventilasi untuk sirkulasi udara yang memadai di datam rumah. termasuk di jatan-ja tan desa. kabupaten/kota. 45-64 % . ada tempat pembuangan sampah atau tempat pengotahan sampah. Selamat bekerja ! 40 LAMPIRAN 1 Gambaran Desa Ber-PHBS Pembinaan PHBS di Rumah Tangga ditaksanakan untuk mewujudkan Rumah Tangga Ber-PH BS di seluruh desa. Keadaan rumah terlihat bersih dan sehat.

Kegiatan pengurangan jatah perokok tersebut bern ama "Bumbung Rokok". OSAKA OSAKA bukan merek sepeda bukan pula nama kota di Jepang. dan saat ibu akan menim bangkan anaknya di Posyandu. Warga Desa Mlirip tetah menyadari pentingnya PHBS sehingga merasa perlu beraktivitas f isik metatui bersepeda santai secara bersama-sama. 2. ada kesepakatan warga bagi perokok u ntuk mengurangi kebiasaan merokok dengan cara mengurangi 1 batang rokok setiap m embuka 1 bungkus rokok. Setelah ayam-ayam tersebut bertelur. warga diajak menggerakkan kaki untuk menyehatkan tubuh. Sesuai kesepakatan desa. Kabupaten Pemalang. 4. 3. satu batang rokok tersebut dima sukkan ke bumbung yang ada di depan rumah Perokok. ibu harus memberikan 2 butir telur kepada kader PKK pengelola Posyandu. Bila memungkinkan. Provinsi Jawa Timur. ibu hamil dan ibu menyusui juga dapat meme riksakan kesehatannya dan memperoleh berbagai informasi yang sangat bermanfaat u ntuk kesehatan keluarganya. Kenapa demikian? Karena setiap ibu melahirkan akan dikunjungi oleh kader PKK. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka merasa rugi karena setiap hari menyumba ng sebatang rokok untuk dibakar. TP-PKK Desa akan menghadiahkan 2 ekor ayam betin a untuk dipelihara. Sebagai tanda turut bersu ka cita akan kelahiran si bayi. Setain itu. Kecamatan Berag ai. ditaku kan stikerisasi untuk Rumah Tangga Ber-PHBS di seturuh rumah tangga.TELURNYA MANA. melainkan kegiatan ruti n bersepeda bersama ketiting kampung setiap minggu pagi yang ditakukan oteh warg a Desa Mlirip. Kegiatan pemberian 2 ekor ayam betina tersebut namanya Petok-Petok. Kecamatan Jetis. Adanya kader tertatih dan aktif dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga. Rumah tangga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada untuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. JIMPITAN LADA dan SAYURAN Kita perlu meniru petani lada dan sayur mayur di desa Kota Baru.. silaht urahminya dapat. Kecamatan Sariwangi. . Kedua telur yang dibawa. Pada malam hari petugas ronda mengumpulkan rokok tersebut. keb iasaan merokok warga Tasikmataya akan berhenti secara pertahan-lahan. LAMPIRAN 2 KEGIATAN INOVATIF Berikut ini contoh kegiatan inovatif Pembinaan PBHS di Rumah Tangga yang dihimpu n dari berbagai daerah : 1. Melatui O SAKA yang merupakan singkatan dari Obahe Sikil Anggawe Sehate Awak. Adanya media penyutuhan tentang PHBS di Rumah Tangga yang ditempatkan di lingkungan sekitar desa sebagai sumber informasi kesehatan bagi masyarakat. BUMBUNG ROKOK Di Desa Sukaharja.. Kota Tasikmataya. Merasa masih kurang aktivitas f isiknya. Masyarakat memang sudah memah ami bahwa Posyandu penting untuk memantau tumbuh kembang balita dan menjaga anak sehat untuk tetap sehat. Kabupaten Mojokerto. warga dan Perangkat Desa juga membangun lapangan bulu tangkis di tanah yang diwakafkan salah seorang tokoh masyarakat yang terkenal dermawan. BU ? Enaknya jadi ibu di Desa Balarangan. Ke giatan tersebut bernama Jimpitan Lada dan Sayuran. satu telur direbus untuk balitanya sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan satu telur lagi dijual untuk Kas P osyandu. Kabupaten Tasikmataya dan Desa Sukamajuk ater. Dengan adanya kegiatan ini membuat warga yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokoknya.Adanya kegiatan inovatif datam pemberdayaan masyarakat yang ditaksanakan secara gotong royong sebagai upaya pembinaan PHBS di Rumah Tangga untuk mempercepat pen capaian 10 indikator PHBS dan Rumah Tangga Ber-PHBS dan terutama untuk mengatasi masatah PHBS yang terjadi di desa tersebut. Men gapa begitu? Masyarakat petani lada dan sayur mayur di desa Kota Baru mempunyai kesepakatan menyisihkan sebagian hasil lada dan sayur mayur yang dijualnya untuk membangun Posyandu dan kelangsungan kegiatannya serta membeli seragam kader. Dan setelah terkunnput dari setiap rumah yang ada bumbung rokok kemudian dibakar. PETOK-PETOK-PETOK. Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menggerakkan Posyandu di daerahnya. Kecamatan Indhiang. sehatnya jelas dapat dirasakan. Dengan kegiatan OSAKA.

Kecamatan Kroya. perkantoran dan lain-lain. Ketua RW 016 bersama pemilik klinik membuat kesepakatan dalam pengelolaan Posyandu yang ada di wilaya h RW 016. Poliklinik Kesehatan Desa (PKD). POJOK ROKOK Warga Desa Karangmangu. 1. sudah seharusnya mereka memperoleh suatu kemudahan seperti memper oleh pinjaman uang karena mereka bekerja secara sukarela. Dengan bergotong royong segala kesulitan dapat kita pikul bersama. POJOK "NGEK-JEL" Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Jadi ibu menyusui tidak kehilangan kesempatan emas untuk menyusui meskipun harus beke rja di luar rumah atau aktif dalam kegiatan PKK. Kecamatan Kroya. Bila tidak mer okok di dalam rumah tentunya merokok di luar rumah. Dengan adanya partisipasi aktif pihak swasta patuttah bila Posyanduny a bernama Posyandu Mandiri. Ibu-ibu di Desa Karangmangu. Dana yang diperoleh dikelota menjadi dana bergulir dalam wadah "Koperasi Kader Posyandu". Posyand u memberikan kado ulang tahun kepada balita yang rutin setiap bulan ditimbang be rat badannya di Posyandu tersebut. Untuk Para Perokok disediakan tempat untuk merokok yang dinamakan "Pojok Rokok". Kabupaten Cilacap. Provinsi Jawa Tengah tentu saja ingin memberikan yang terbaik bagi putera-puterinya dengan me mberikan ASI kepada bayinya. selain menjadikan balita sehat tetap sehat karena dengan penimbangan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangannya. Cara yang dilakukan oleh Posyandu di RW 016 Kelurahan Margahay u Kecamatan Bekasi Timur. KADO ULANG TAHUN BAGI BALITA SETIA Banyak cara dapat dilakukan untuk membuat balita tetap dibawa ibunya ke Posyandu untuk ditimbang. Dengan demikian. Koperasi Kader Posyandu meningkatkan pe ran serta kader Posyandu karena ibu yang tadinya kurang aktif sebagai kader kini bersemangat menjadi kader Posyandu. plus mendapat kado lagi. Pengelotaan keuangan Posyandu yang baik dan terperca ya membuat dana makin membesar dari tahun ke tahun. POSYANDU MANDIRI Dalam pembangunan kesehatan. Kota Bekasi. Kabupaten Cilacap. Bila kita berkunjung ke Desa Karangmangu kita akan menjumpai "Poj ok Rokok" di tempat-tempat tertentu. Bagi ibu-ibu yang ingin balitanya memperoleh kado ulang tahun rajinlah datang ke Posyandu tersebut.0. Warga mengetahui dari Petugas Puskesmas bahwa orang yang bukan perokok tetapi berdekatan dengan p erokok yang sedang menghisap rokok akan menghisap racun dari rokok lebih banyak dari si perokok. Kota Bekasi cukup unik dan bagus untuk ditiru. Provinsi Jawa Tengah sudah menyadari betapa merokok itu berbahaya untuk kesehatan. Kota Bekasi mendapat bantuan dana dari salah satu bank yang ada di daerah tersebut. peran pihak swasta atau dunia usaha sebagai mitra p emerintah sangattah penting untuk mendukung program-program kesehatan. 7. Kecamatan Bekasi Timur. . Kalau merokok di luar rumah yang menjadi perokok pasif adalah warga desa lainnya. 1. Kader Posyandu adalah ujung tombak pembangu nan kesehatan. "Pojok Rokok" mengurangi warga Desa Karangm angu terpapar asap rokok. TUSLAH Gotong royong adalah sifat bangsa Indonesia yang sudah turun temurun diwariskan. Kecamatan Kroya. Demikian yan g juga diyakini oleh warga Desa Karangmangu. 8. karena asap rokok yang dihembuskan lebih banyak dari yang dihis ap perokok. Banyak manfaat yang akan diperoleh. Dengan prakarsa ibu-ibu kader PKK yang juga pernah atau sedang menyusui maka dibuatlah "Pojok NGEK-JEL" di tempat-tempat umum seper ti Balai Desa. Beruntung Posyandu di RW 016 Kelurahan Margahayu. ASI mengandung semua zat gi zi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi hingga usia dua tahun . Hingga pada saat ini kader P osyandu dapat meminjam 1 juta per orang. 0. Di RW 016 Kelurahan Margahayu. klinik-klinik kesehat an swasta berpartisipasi aktif dalam pengelotaan Posyandu. Oleh karena itu warga Desa Karangmangu sepakat untuk membuat Kawasan Tanpa Asap Rokok pada tempat-tempat umum di desa. yaitu Klinik menempatkan petugas kesehatannya pada hari-hari tertentu sesuai hari buka Posyandu. Kecamatan Bekasi Timur. KOPERASI KADER POSYANDU Suatu kegiatan atau upaya kesehatan tidak akan berhasit bila tidak didukung oleh dana yang memadai. sedangkan untuk obat-obatan diberikan ()Leh Puskesmas setempat. Kabupaten Cilacap. seorang anggota keluarga yang merokok di dalam ruma h akan menjadikan anggota keluarga lainnya sebagai perokok pasif.

Bersama kita bisa ! 11 MEMBRANGUS JAMBAN Salah satu permasalahan yang ada di Desa Aro Kecamatan Muara Bulian. agar mereka tidak merokok di dalam rumah. Rumah Tangga yang diberi bantuan bersifat pinjama n sementara tanpa bunga dan pengembalian/angsuran pinjaman selama 6 (enam) bulan . diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu dengan pinjaman mak simal Rp 1. pemasangan pipa air dari mata air ke rumah penduduk dsbnya. sebagian besar dikerjakan oleh masing-mas ing keluarga dan sebagian melalui gotong royong bersama. Pelaksanaan Pembangunan JAGA tersebut. Bagi keluarga yang masih memiliki anggota yang merokok. Adapun bentuk kegiatannya berupa penyediaan Gentong yang berisi air. kaleng. un tuk mencegah berbagai penyakit sebagai salah satu bentuk Perilaku Hidup Bersih d an Sehat di Rumah Tangga. serta memanfaatkan bahan kerajinan lokal masyarakat.(tiga puluh lima juta rupiah).000. Kabupaten B atang Hari..Provinsi Jawa Tengah. NYAI ASUH . mereka juga memberikan penyada ran kepada keluarga dan warga desa akan bahaya rokok bagi kesehatan. Provinsi Jambi untuk pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS adalah 54% Rum ah Tangga belum memiliki Jamban Keluarga (JAGA). Bentuk kegi atan lain yang mereka lakukan berupa pembuatan himbauan/ ajakan/seruan agar para pecandu rokok. Prov insi Jambi bersama-sama menciptakan "Gerakan Ayo Basuh Tangan". di luar rumah disediakan tem pat merokok. dibuatlah Program Jaganisasi melalui Dana T alangan Masyarakat. Katau kita berkunjung ke Desa Aro. kelompok remaja tersebut menyatakan bahwa desa mereka. 14. Tuslah dikumpulkan oleh petugas RT dan dikelola di masing-masin g RT. Dana tersebut disalurkan kepada keluarga yang ing in membangun JAGA. ember dan lain-lainnya yang bi sa dimanfaatkan.per Rumah Tang ga setiap malam. Dengan Tuslah. GERAKAN AY0 BASUH TANGAN Menyadari bahwa tangan yang kotor banyak mengandung kuman dan mengundang datangn ya penyakit. Kabupaten Batang Hari. jerigen. Dana Talangan terkumpul sejumlah Rp 35. Provinsi Jambi perihatin dengan situasi di desanya yaitu banyaknya jumlah perokok. 13. Warga melaksanak an dan membiasakan diri untuk membudayakan cuci tangan dengan air bersih yang me ngalir dan sabun. disertai sa bun dan lap tangan di halaman rumah masing-masing. 12. terutama anggota keluarga yang merokok untuk tidak merokok. banyak fasilitas untuk penerapan PHBS di Rumah Tangga yang sudah dinikmati oleh warga desa seperti pembuatan jamban leher angsa. sesudah memegang binatang ternak serta bekerja dan beraktivitas. dengan kesepakatan sumber dana talangan berasal dari pinjama n donatur/masyarakat Desa Aro. maka akan terlihat tempat mencuci tangan di setiap ruma h. JAGANISASI ini terbukti mampu meningkatkan persentase cakupan ketersediaan JAGA bagi masyarakat Desa Ar o hingga 100%. Kegiatan ini membuat Desa Aro semakin bersih dan sekaligus mendukung Program Batang Hari Bersih. Kabupaten Batang Hari.000. KAWASAN TANPA ASAP ROKOK Sekelompok remaja di Desa Aro. seperti gentong. buang air besar masih ke Sungai Batang Hari. sebelum memegang bayi.000. warga Desa Aro.(satu juta rupiah) tanpa bunga dan diangsur selama 6 (enam) bulan. Atas hasil musyawarah.. Selain itu pengembangan Kawasan Tanpa Asap Rokok. Untuk mengatasi masalah-masalah dalam menerapkan PHBS di Rumah Tangga. Dengan 50 orang Caton Donatur. sesudah buan g air besar. Selain orangtua kian hari juga diramaikan dengan berta mbahnya jumlah perokok dari kalangan teman mereka sendiri. sebelum dan sesudah makan. Menyadari akan bahaya rokok. Kecamatan Muara Bulian. dilaksanakan Pemusnahan/Pe mberhangusan tempat-tempat buang air besar/kecil di sepanjang Aliran Sungai Bata ng Hari di Desa Aro secara serentak oleh masyarakat yang dipimpin langsung Kepal a Desa Aro. Gentong air tersebut dibuat d ari berbagai bahan sesuai dengan keinginan atau kreatif dan inovasi masing-masin g rumah tangga. Desa Aro akan men gembangkan "Kawasan Tanpa Asap Rokok". warga desa membuat "Tuslah" yaitu jimpitan Rp 100. Sebagai ungkapan keberhasilan pelaksanaan JAGANISASI. pengadaan tempat sampah organik dan anorganik. Kecamatan Muara Bulian.000.

Dipandu oleh para kader kesehatan . Itu dapat dilihat dengan t elah diterapkannya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat oleh warga desa. Untuk mewujudkan kebersihan s ehingga rumah tangga dan lingkungan desa mereka menjadi bersih dan indah. warga memiliki Gubuk yang berada di tengah sawah. Keluarga Ibu Hamil dan Kelompok Lansia s esama teman mereka sendiri warga Desa Ngoran. Dapat dikatakan Gubu k Sarasehan adalah Forum Desa yang dilaksanakan di tengah sawah. Kabupaten Blitar. kader mengharuskan setiap ibu yang datang membawa balitanya ke Posyandu juga membawa buah dari hasil pohon sendiri. Kegiatan ini dinamakan Po hon Posyandu. Provinsi Jawa T imur sungguh kreatif. Menyadari tida k semua warga mampu untuk membayar biaya persalinan. KELOMPOK PERSOWANGAN Ibu hamil perlu memeriksakan kehamilannya minimal empat kali selama kehamilan un tuk mencegah adanya komplikasi selama kehamilan. Kabupaten Blitar. melakukan olahraga bersama 1 k ali seminggu di 'Dalai desa dsb kegiatan ber-PHBS. 15. Kesehatan bukan segalanya. untuk tetap panjang umur dan h idup sehat. Jambi dan Banjarnegara. maka sekelompok warga Desa Ngoran. Untuk memecahkan masalah-masa lah terkait PHBS. Rumah dan lingkungan sekitar menjadi bersih dan sehat. KOTAK SAMPAH "SAKTI" Bersih itu Sehat. Mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan. Boleh keseturuhan buah h asil panen 1 pohon atau hanya 1 tandan seperti pisang. antara lain mengingatkan Ibu Hamil dan ibu yang memiliki balita untuk data ng ke Posyandu dan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu dan warga desa lainnya s eperti pentingnya memberikan ASI Eksklusif. Antara lain di Kepulauan Bangka Belitung. Anggota keluarga menjadi jarang sakit. Untuk meng atasi kendala dana. Posyandu tidak akan berkesinambungan bila tidak ada dana pendukung. Kecamatan Nglegok. Provinsi Jawa Timur suda h menyadari bahwa kesehatan itu penting. Denga n adanya PERSOWANGAN para bapak di Desa Ngoran tidak perlu pusing bila ibu hamil akan melahirkan. NENEK ASUH Nenek-nenek di Desa Ngoran. mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. PERSOWANGAN (Perhimpunan Sodaqah Warga Ngoran) adalah kegia tan pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat melalui dana sosial bersalin. Kecamat an Nglegok. Tempat sampa h terdiri dari tempat sampah organik untuk sampah basah dan tempat sampah anorga nik untuk sampah kering. Kader PKK mendatan gi Gubuk tersebut untuk memberikan penyuluhan tentang PHBS. pentingnya Gaya Hidup Sehat. Hal ter sebut karena Ibu Hamil dan ibu yang memiliki balita rajin datang ke Posyandu. Kecamatan Nglegok. Banyak tempat sudah melakukan kegiatan tersebut. Provinsi Jawa Timur. POHON POSYANDU Bermacam cara dilakukan oleh kader Posyandu supaya Posyandu tetap berjalan aktif . GUBUK SARASEHAN Warga Desa Ngoran. tidak lagi buang air besar di kebun. Malah mau menularkan ilmu t entang kesehatan kepada para Ibu Hamil. Cilacap.Manfaat PHBS di Rumah Tangga telah dirasakan oleh sebagian ibu di Desa Aro. kotak sampah tersebut telah menyulap lingkungan yang tadinya kotor dan tidak s ehat menjadi bersih dan indah. Selain itu bersalin haruslah de ngan tenaga kesehatan untuk menjamin keselamatan ibu dan bayinya. Gubuk tersebut dibuat menjadi Gubuk Sarasehan. Kabupaten Blitar. mereka tidak mau kalah dengan yang muda. Provinsi Jawa Timur berinisiatif me mbuat "PERSOWANGAN". Nyai Asuh adalah k egiatan yang dilakukan oleh kader kesehatan dan PKK dengan menjadikan beberapa i bu yang ada sebagai "Nyai Asuh" yaitu menjadi pengawas dalam kegiatan pembinaan PHBS. 16. Begitu pernyataan warga Desa Ngoran. 17. balita ditimbang dan diimunisasi di Posyandu. Bersih itu indah. tetapi tanpa tubuh yang sehat segalanyanya menjadi bukan apa-apa. Kabupaten Batang Hari. Disebut sakti karena setelah melakukan gerakan tersebut . Meski usia tidak lagi muda. untuk beris tirahat siang hari setelah bekerja di sawah. 18. Di setiap rum ah warga harus memiliki tempat sampah yang bertutup di depan rumah. Dalam hal tersebut tak boleh dilupakan peran para Nyai Asuh. Keca matan Muara Bulian. Kabupaten Blitar. Di Desa Ngoran. warga desa Ngoran membuat Gerakan "Kotak Sampah Sakti" untuk penekanan pada "buanglah sampah di tempatnya" dengan menggalakkan penggunaan tempat sampah. Kecamatan Nglegok. 19. warga membentuk "Gubuk Sarasehan". Tentu saja hal tersebut diharuskan pada ibu-ibu yang mampu. dll. Provinsi Jambi. Ib u hamil memeriksakan kehamilannya.

Dengan adanya JPKM tersebu t para orang tua desa Ngoran tidak perlu cemas bila buah hati mereka sakit. 22. Dalam Pantang Tarak ibu hamil dan ibu menyusui diberi informasi akan makanan bergizi. Berbicara tentang Taman Kanak-Kanak. Kabupaten Tabanan. dan 19. Provinsi Bali didirikan "Klinik PHBS". semua anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Provinsi Jawa Timur menyadari hal tersebut. Kecamata n Nglegok. Sebagai langkah awal menghilang kan kebiasaan merokok mereka membuat kebijakan "Hari Jumat Bebas Rokok". Kecamatan Selemadeg Timur. Para orang tua membayar iuran s etiap bulan dalam jumlah yang tidak begitu besar dan bila anak mereka sakit akan memperoleh pengobatan gratis sesuai yang disepakati. Provinsi Bali. Radio Spot ditayangkan setiap h ari pada pukul 08. Kab upaten Soppeng. di Desa Beraban. 13. yaitu p ada hari Jumat. 21 JPKM POLA UKS Taman yang paling indah adalah taman kami. Dalam ASI terdapat makanan bergizi yang diperlukan bayi selama dua tahun masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kecamatan Selemadeg Timur. Ya masa yang paling indah memang ma sa kanak-kanak. RADIO SPOT PHBS Penyebaran pesan-pesan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui media Radi o sungguh efektif setain murah juga sifatnya sebagai media massa yang akan menja ngkau khalayak luas dalam penerimaan pesan tersebut. Kabupaten Blitar.00. 24.dan PKK. Di Klinik PHBS. Kecamatan Lalabata. Dihar apkan kebiasaan merokok di dalam rumah secara bertahap akan menghitang karena me reka sudah menyadari akan bahaya rokok bagi kesehatan. Di Desa Beraban. Untuk itu diadakanlah kegiatan penyuluhan masyarakat melalui penyiaran Radio Spot tentang pesan-pesan kesehatan (indikator PHBS) di Radio Ady afiri yang terletak di Kelurahan Lalabata Rilau. Warga Desa Ngoran. Melalui Panta ng Tarak ibu hamil dan ibu menyusui tidak perlu takut lagi makan sesuatu sehingg a tidak perlu berpantang. Taman yang paling indah hanya taman k ami Taman Kanak-Kanak. Ibu harus makan dengan porsi dua kali dari biasanya karena ibu makan se lain untuk dirinya juga untuk bayi yang dikandung atau disusuinya. warga Desa Ngoran. PANTANG TARAK Gizi pada masa kehamilan dan saat menyusui sangat berpengaruh terhadap tumbuh ke mbang anak. Itu sih syair lagu. Siapa sih yang tidak ingin anaknya cer das. nenek-nenek ini bergabung dalam "Nenek ASUH (Awal Sehat Untuk Hidup Seh at)". calon penga ntin dapat berkonsultasi tentang PHBS. Kecamatan Nglegok. Untuk memudahkan warga memecahkan masalah kesehatan mereka terkait PHBS. Untuk itu mereka melakukan gerakan meningkatkan konsums i makanan bergizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui melalui "Pantang Tarak". 20. Kabupaten Blitar. Jam penayangan yang diambil berdasarkan pada saat itu diharapkan warga bisa mendengarkan pesan¬pesan tersebut. Kabup aten Tabanan. Provinsi Jawa Timur bersama TP PKK Desa menerapkan Jaringan Pengaman Kesehatan Masyarakat (JPKM) dengan menggunakan Pola Unit Keseh atan Masyarakat untuk anak¬anak Taman Kanak-kanak. indah dan sehat serta warga menjadi jarang sakit. 23. HARI JUMAT BEBAS ROKOK Kebiasaan merokok sulit untuk dihilangkan karena adanya zat adiktif dalam tembak au bahan utama untuk membuat rokok. Oteh karena warga yang resah menyadari meski mereka tidak merokok mereka akan menjadi perokok pasif. Kegiatan yang mereka lakukan adalah Sosialisasi/Penyuluhan tentang ASI Eks klusif kepada Ibu Hamil.00. 15.00. Pak Lurah berserta stafnya ingin warga mereka yaitu warga Kelurahan Lalabata Rilau. bahwa pantangan-pantangan makanan selama kehamilan dan menyusui tidak seluruhny a benar. Selain itu juga cara membangun rumah tangga yang benar sesuai de . mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun berse rta manfaatnya. kebiasaan merokok sekelompok warga sungguh mer esahkan warga desa lainnya. anak sekolah rajin datang ke sekolah. ca ra pemberian ASI. Nenek ASUH meny uluh bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi dan melekatkan hubungan antara i bu dan bayi. Keluarga Ibu Hamil dan Kelompok Lansia.30 WITA. Apal agi anak usia Taman Kanak-Kanak adalah rentan untuk terserang penyakit. terutama untuk kecerdasannya. antara lain tentang kebiasaan merokok. KLINIK PHBS Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan menjadikan rumah dan lingk ungan sekitar menjadi bersih. Provinsi Sulawesi Selatan dapat menerapkan PHBS pada diri sendir i dan keluarganya.

provin si Jambi memanfaatkan bekas kontainer dari perusahaan untuk pemeriksaan dan pela yanan kesehatan ibu hamit di Posyandu. Kontainer bekas itu kemudian direnovasi d engan bantuan dari perusahaan dan dikerjakan secara bergotong-royong oteh masyar akat. POSYANDU KONTAINER Desa Tatang Babad. Diharapkan para keluarga baru akan menular kan kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anggota ketuarganya kelak. 26. 25 PEER COUNSELOR NARKOBA Kelurahan Cideng. Metalui pelatihan tersebut para ibu dibekali informasi ten tang mengetahui secara dini anak/remaja yang tertibat dalam penyalahgunaan narko ba. Banyak di antara para ibu sa ting mengetahui anak-anak di lingkungan mereka menyalahgunakan narkoba namun tid ak berani menegur si pemakai atau keluarganya atau melaporkan ke petugas kesehat an. Kota Jakarta Pusat. DATA RUMAH TANGGA Provinsi ?? Rt Kabupaten/Kota Kecamtan Desa/Kelurahan : Nama Pewawancara : ODD . para ibu ditatih menjadi peer counselor bagi ibu tainnya. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kecamatan Sabak Barat. Untuk menghilangkan stigma tersebut. Provinsi DKI merupakan t empat yang rawan untuk narkoba.ngan kesehatan dan adat Bali sendiri. Kecamatan Gambir. Untuk me mbekali ibu-ibu mencegah anak mereka terjerat narkoba diadakanlah petatihan "Pee r Counselor Narkoba". Kasus narkoba di Cideng sungguh tinggi. Penyalahgunaan narkoba masih dianggap suatu kegiatan yang mematukan (stigma) baik bagi anak remaja maupun bagi ketuarga mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful