Anda di halaman 1dari 42

HIPERTIROID

Umi Aniroh

HORMON-HORMON TIROID
Hormon-hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam's apple. Kelenjar membungkus sekeliling saluran udara (trachea) dan mempunyai suatu bentuk yang menyerupai kupu-kupu yang dibentuk oleh dua sayap (lobes) dan dilekatkan oleh suatu bagian tengah (isthmus).

LANJUT
Ukuran kelenjar Tiroid diameter sekitar 5 cm . Keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak teraba, tetapi bila membesar, pemeriksa dapat merabanya dengan mudah dan suatu benjolan bisa tampak dibawah atau di samping jakun.

FUNGSI

Mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh. Melalui 2 cara: 1. Merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein 2. Meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel.

LANJUT

Jika sel-sel bekerja lebih keras, maka organ tubuh akan bekerja lebih cepat. Untuk menghasilkan hormon tiroid, kelenjar tiroid memerlukan yodium, yaitu suatu eleman yang terdapat di dalam makanan dan air. Kelenjar tiroid menangkap yodium dan mengolahnya menjadi hormon tiroid. Setelah hormon tiroid digunakan, beberapa yodium di dalam hormon kembali ke kelenjar tiroid dan didaur-ulang untuk kembali menghasilkan hormon tiroid.

Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari makananmakanan seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk memproduksi hormonhormon tiroid.

LANJUT

Dua hormon-hormon tiroid yang paling penting adalah thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3) mewakili 99.9% dan 0.1% (pendapat lain 80% dan 20%) dari masing-masing hormonhormon tiroid. Hormon yang paling aktif secara biologi (proses metabolisme dlm sel) adalah T3. T4 dirubah ke T3 oleh hati dan organ lainnya.

LANJUT

Perubahan dari T4 menjadi T3 dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kebutuhan tubuh dari waktu ke waktu. Sebagian besar T4 dan T3 terikat erat pada protein tertentu di dalam darah dan hanya aktif jika tidak terikat pada protein ini. Dengan cara ini, tubuh mempertahankan jumlah hormon tiroid yang sesuai dengan kebutuhan agar kecepatan metabolisme tetap stabil.

PENGATURAN HORMON TIROID - RANTAI KOMANDO


Tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang berlokasi di otak, disebut pituitari. Pada gilirannya, pituitari diatur sebagian oleh hormon tiroid yang beredar dalam darah (suatu efek umpan balik dari hormon tiroid pada kelenjar pituitari) dan sebagian oleh kelenjar lain yang disebut hipothalamus, juga suatu bagian dari otak.

Hipothalamus melepaskan suatu hormon yang disebut thyrotropin releasing hormone (TRH), yang mengirim sebuah signal ke pituitari untuk melepaskan thyroid stimulating hormone (TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal ke tiroid untuk melepas hormon-hormon tiroid. Jika aktivitas yang berlebihan dari yang mana saja dari tiga kelenjar-kelenjar ini terjadi, suatu jumlah hormon-hormon tiroid yang berlebihan dapat dihasilkan, dengan demikian berakibat pada hipertiroid.

Kecepatan produksi hormon tiroid dikontrol oleh kelenjar pituitari. Jika jumlah hormon tiroid dalam darah mencapai kadar tertentu, maka kelenjar hipofisa menghasilkan TSH dalam jumlah yang lebih sedikit; jika kadar hormon tiroid dalam darah berkurang, maka kelenjar hipofisa mengeluarkan lebih banyak TSH. Hal ini disebut mekanisme umpan balik.

AKIBAT HIPERTIROID

Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) : kecepatan metabolisme meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam, bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

DIAGNOSA

Pengukuran kadar TSH dan T4 di dalam darah. Hormon TSH merangsang kelenjar tiroid, karena itu jika kelenjar tiroid kurang aktif maka kadar hormon ini tinggi; sedangkan jika kelenjar tiroid terlalu aktif , maka kadar hormon ini rendah

LANJUT

Pengukuran kadar protein globulin pengikat tiroksin, perlu diperhatikan pada penderita penyakit ginjal, beberapa penyakit keturunan atau pemakaian steroid anabolik memiliki kadar globulin pengikat tiroksin yang rendah. Sebaliknya, wanita hamil, pemakai pil KB atau estrogen lainnya, penderita hepatitis stadium awal dan beberapa penyakit lainnya, memiliki kadar globulin pengikat tiroksin yang tinggi.

LANJUT
Pemeriksaan USG, untuk menentukan apakah pertumbuhan ini berupa cairan atau padat. Skening kelenjar tiroid dengan yodium radioaktif atau teknetium, bisa menunjukkan kelainan fisik pada kelenjar tiroid. Skening tiroid juga bisa membantu menentukan apakah fungsi dari suatu daerah tiroid bersifat normal, terlalu aktif atau kurang aktif. Pemeriksaan perangsangan fungsional. Pada salah satu dari pemeriksaan ini dilakukan penyuntikan thyrotropin-releasing hormone intravena dan pemeriksaan darah untuk mengukur respon dari kelenjar hipofisa.

TERAPI

Dewasa Terapi konservatif hipertiroid : Regimen dosis pertama : Untuk menghambat produksi hormon tiroid secara komplit 25 - 40 mg/hari. Maksimal : 40 mg dosis tunggal, tergantung pada keparahan penyakit. Pemeliharaan : 5 - 20 mg/20 mg/hari (dosis ini biasanya memerlukan pemberian tambahan hormon tiroid).

LANJUT

Regimen dosis kedua: Pada terapi tunggal dengan Thyrozol, dosis tergantung pada aktivitas metabolik. Dosis biasanya 2,5 - 10 mg/hari.

LANJUT

# Persiapan operasi untuk segala jenis hipertiroid : Untuk memperoleh aktivitas metabolik normal dari kelenjar tiroid : terapi sama dengan diatas. Lakukan operasi segera setelah aktivitas metabolik normal diperoleh. Cara lainnya, diberikan tambahan hormon tiroid. Selama 10 hari terakhir sebelum operasi, yodium harus diberikan untuk memperkuat jaringan tiroid.

LANJUT

Pengobatan sebelum terapi radioiodin : Untuk memperoleh aktivitas metabolik normal dari kelenjar tiroid, lakukan terapi seperti diatas. Dosis radioiodin yang lebih tinggi mungkin diperlukan. # Anak Awal: 0,3 - 0,5 mg berat badan/hari. Pemeliharaan : 0,2 - 0,3 mg/kg berat badan/hari. Terapi tambahan dengan hormon tiroid mungkin diperlukan. Ibu hamil : 2,5 -1 0 mg/hari tanpa pemberian hormon tiroid.

HIPOTIROID
Kejadian 3% sampai 5% dari populasi. Kejadian lebih banyak pada wanita daripada pria, dan kejadiannya meningkat dengan sesuai umur.

JENIS HIPOTIROID

Hipotiroidisme primer
Causa: y defek kongenital (aplasia/hipoplasia kelenjar), atau yang didapat ( acquired ) karena hilangnya jaringan kelenjar setelah terapi hipertiroidisme y defek sintesa hormon karena pengaruh autoimun, infeksi, defisiensi yodium endemik, atau obat-obatan anti tiroid

LANJUT

Hipotiroidisme sekunder
Causa: y defisiensi TSH yang menyebabkan insufisiensi dari stimulasi terhadap kelenjar tiroid yang normal. Defisiensi TSH terjadi karena faktor hipofisa atau hipotalamus. y Catatan: Beberapa penulis membagi hipotiroidisme menjadi primer, sekunder dan tersier. Sekunder (faktor hipofisa) bila TSH yang kurang, dan tersier (faktor hipotalamus) bila TRH yang kurang. y Resistensi perifer terhadap hormon tiroid

PATOFISIOLOGI
y

hipotiroidisme primer:
jaringan kelenjar tiroid yang hilang menyebabkan berkurangnya produksi hormon tiroid, akibatnya TSH meningkat dan menyebabkan goiter Pada aplasia kelenjar tiroid tidak akan ditemukan goiter

Pada hipotiroidisme sekunder:


TSH berkurang hipofisa gagal memproduksi TSH, sering karena nekrosis atau tumor hipofisa.

MANIFESTASI KLINIS
Hipotiroidisme mempengaruhi seluruh metabolisme y Onset perlahan, sehingga sering diketahui terlambat. y Pengaruhnya terhadap tubuh:
y

menurunnya metabolisme energi dan produksi panas. Metabolisme basal rendah, tidak tahan hawa dingin, letargi, cepat lelah, dan suhu badan menjadi rendah.

Tanda khas hipotiroidisme yang lama adalah : miksedema

LANJUT
terjadi akibat perubahan komposisi kulit dan jaringan lain jaringan ikat terinfiltrasi oleh penambahan protein dan mukopolisakarida Kompleks protein mukopolisakarida ini mengikat air, menyebabkan nonpitting edema , terutama sekitar mata, tangan, kaki dan fosa supraklavikular. Pengikatan air juga menyebabkan makroglosia, pembengkakan pita suara (menyebabkan suara parau).

TERAPI
y

harus segera sejak diagnosis ditegakkan dengan Lthyroxine:


Umur 0-3 bulan 10-15 g/kgBB/hariQ 3-6 bulan 8 -10 g/kgBB/hariQ 6-12 bulan 6 - 8 g/kgBB/hariQ 1-3 tahun 4 - 6 g/kgBB/hariQ 3-10 tahun 3 4 g/kgBB/hariQ 10-15 tahun 2- 4 g/kgBB/hariQ > 15 tahun 2 3 g/kgBB/hariQ

Tujuan utama: mengembalikan penderita ke metabolisme yang normal (eutiroid) y Highlight


y

Keterlambatan diagnosis mengakibatkan mereka mengalami hambatan pertumbuhan (cebol), gangguan intelegensia (IQ rendah), gangguan pendengaran, dan psikomotor.

PENYEBAB
Hashimoto's thyroiditis Lymphocytic thyroiditis (yang mungkin terjadi setelah hipertiroid) Penghancuran tiroid (dari yodium ber-radioaktif atau operasi) Penyakit pituitari atau hipothalamus Obat-obatan Kekurangan yodium yang berat

HASHIMOTO'S THYROIDITIS
Dr. Hakaru Hashimoto yang pertama kali menjelaskannya pada tahun 1912. Kelenjar tiroid biasanya membesar (gondokan) dan mempunyai suatu kemampuan yang berkurang untuk membuat hormon-hormon tiroid. Hashimoto's adalah suatu penyakit autoimun dimana sistem imun tubuh secara tidak memadai menyerang jaringan tiroid. Sebagian, kondisi ini diperkirakan mempunyai suatu basis genetik.

Penyakit ini 5 - 10 kali lebih umum pada wanita daripada pria. Sampel darah yang diambil dari pasien dengan penyakit ini mengungkapkan suatu jumlah yang meningkat dari antibodi pada enzim ini, thyroid peroxidase ( anti-TPO). Karena basis untuk penyakit autoimun ,kemungkinan seseorang penderita Hashimoto's thyroiditis mempunyai satu atau lebih penyakit autoimun lainnya seperti diabetes atau pernicious anemia ( kekurangan B12). Hashimoto's d juga dapat ditegakkan dengan dilakukan thyroid scan.

LYMPHOCYTIC THYROIDITIS
Peradangan tiroid disebabkan oleh suatu tipe tertentu dari sel darah putih. Kondisi ini banyak terjadi pada wanita terutama setelah kelahiran ( 8% ). Pada kasus-kasus ini, biasanya ada suatu fase hipertiroid (dimana jumlah-jumlah hormon tiroid yang berlebihan bocor keluar dari kelenjar yang meradang), yang diikuti oleh suatu fase hipotiroid yang dapat berlangsung sampai enam bulan.

LANJUT

Mayoritas dari wanita-wanita yang terpengaruhi akhirnya kembali pada suatu fungsi tiroid yang normal, meskipun ada suatu kemungkinan dari hipotiroid yang menetap.

KERUSAKKAN TIROID SEBAGAI AKIBAT DARI YODIUM BER-RADIOAKTIF ATAU OPERASI


Pasien hipertiroid dan menerima yodium berradioaktif kemungkinan meninggalkan sedikit atau tidak ada jaringan tiroid yang berfungsi setelah perawatan (tergantung pada dosis yodium yang diberikan, ukuran dan aktivitas dari kelenjar tiroid. Jika tidak ada aktivitas yang signifikan dari kelenjar tiroid enam bulan setelah perawatan yodium ber-radioaktif, biasanya diperkirakan bahwa tiroid tidak akan berfungsi lagi secara memadai) akibatnya terjadi hipotiroid.

PENYAKIT PITUITARI ATAU HIPOTHALAMUS


Kelenjar pituitari atau hipothalamus tidak mampu mensinyalkan pada tiroid dan memerintahkannya untuk memproduksi hormon-hormon tiroid terjadi penurunan T4 dan T3 yang beredar Kerusakkan disebabkan oleh penyakit pituitari :"hipotiroid sekunder (secondary hypothyroidism)". Kerusakkan disebabkan oleh penyakit hipothalamus : "hipotiroid tersier (tertiary hypothyroidism)".

LUKA PITUITARI
Luka pituitari mungkin disebabkan oleh karena operasi otak atau ada suatu penurunan penyediaan darah pada area itu. TSH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari tidak mencukupi dan tingkat darah TSH rendah. Hipotiroid diakibatkan karena kelenjar tiroid tidak lagi distimulasikan oleh TSH pituitari. Biasanya, hipotiroid ini terjadi karena hubungannya dengan kekurangan hormon lain, karena pituitari mengatur proses-proses lain seperti pertumbuhan, reproduksi, dan fungsi adrenal

OBAT-OBATAN
Obat-obatan yang digunakan untuk merawat hipertiroid. Obat-obat ini termasuk methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil (PTU). Obat psikiatris, lithium (Eskalith, Lithobid), adalah juga diketahui merubah fungsi tiroid dan menyebabkan hipotiroid.

KEKURANGAN YODIUM YANG PARAH


Kekurangan yodium dalam makanan Kejadian hipotiroid yang berat dapat terlihat pada 5% sampai 15% dari populasi ( Zaire, Ecuador, India, and Chile serta area-area pegunungan yang jauh letaknya seperti Andes dan Himalaya).

MANIFESTASI KLINIS
Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme ( pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun). Pada anak-anak mengakibatkan kretinisme (kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot) Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.

GEJALA
Hipertiroidisme
Denyut jantung yg cepat

Hipotiroidisme
Denyut nadi yg lambat

Tekanan darah tinggi Kulit lembat & berkeringat banyak Gemetaran Gelisah Nafsu makan bertambah disertai penambahan berat badan Sulit tidur

Suara serak Berbicara menjadi lambat Alis mata rontok Kelopak mata turun Tidak tahan cuaca dingin Sembelit

Hipertiroidisme Sering buang air besar & diare Lemah Kulit diatas tulang kering menonjol & menebal Mata membengkak, memerah & menonjol Mata peka terhadap cahaya Mata seakan menatap Kebingungan

Hipotiroidisme Penambahan berat badan Rambut kering, tipis, kasar Kulit kering, bersisik, tebal, kasar Kulit diatas tulang kering menebal & menonjol Sindroma terowongan karpal Kebingungan Depresi Demensia

TERAPI
y

harus segera sejak diagnosis ditegakkan dengan Lthyroxine:


Umur 0-3 bulan 10-15 g/kgBB/hariQ 3-6 bulan 8 -10 g/kgBB/hariQ 6-12 bulan 6 - 8 g/kgBB/hariQ 1-3 tahun 4 - 6 g/kgBB/hariQ 3-10 tahun 3 4 g/kgBB/hariQ 10-15 tahun 2- 4 g/kgBB/hariQ > 15 tahun 2 3 g/kgBB/hariQ

LANJUT
Tujuan utama: mengembalikan penderita ke metabolisme yang normal (eutiroid) y Highlight
y

Keterlambatan diagnosis mengakibatkan mereka mengalami hambatan pertumbuhan (cebol), gangguan intelegensia (IQ rendah), gangguan pendengaran, dan psikomotor.

Terima kasih