P. 1
Koran Padang Ekspres | Minggu, 13 November 2011

Koran Padang Ekspres | Minggu, 13 November 2011

|Views: 872|Likes:
Dipublikasikan oleh All Faceminang
baca selengkapnya di faceminang.com
baca selengkapnya di faceminang.com

More info:

Published by: All Faceminang on Nov 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

REDAKSI 0751-778886 IKLAN 0751-778882 KORAN 0751-778884

JAKARTA-PALEMBANG

BACA JUGA HAL 10

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

17 DZUHIJJAH 1432 H

www.padangekspres.co.id

redaksi@padangekspres.co.id Rp

3.000

Luar Kota + Ongkos Kirim

Ayo Garuda, Cakar Gajah Putih
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS Al Hijr : 22) PASUKAN Garuda Muda Indonesia kembali merumput malam ini. Egi Melgiansyah dkk akan melakoni duel krusial dengan menghadapi Thailand pada laga ketiga grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Dalam laga yang akan ditayangkan RCTI mulai pukul 19.00 tersebut, tim asuhan

Klasemen sementara
INDONESIA THAILAND
JAKARTA-PALEMBANG

VS

SUBUH ........ 04.53 ZUHUR ........ 12.14 ASHAR ........ 15.16 MAGHRIB .... 18.18 ISYA ............. 19.26

Koreksi Waktu: Alahanpanjang -1 menit, Air Bangis + 4 menit, Balai Selasa -1 menit, Batusangkar -1 menit, Dharmasraya –3 menit, Muara Labuh -2 menit, Painan -1 menit, Sijunjung -2 menit, Sawahlunto -1 menit, Simp Empat +2 menit, Solok -1 menit, Sei Limau + 1 menit

TITUS BONAI kemungkinan tidak bisa diturunkan saat melawan Thailand karena demam.

GRAFIS: ORTA

Rahmad Darmawan itu bertekad menang untuk mengunci tiket semifinal. Dengan bekal enam poin, Rahmad tetap meminta

pasukannya fokus pada laga malam nanti. "Saya minta pemain melupakan kemenangan kemarin dan

fokus saat melawan Thailand. Sebab, pertandingan besok malam (malam nanti, Red) sangat penting. Laga besok dijalani untuk langkah kita ke depan," kata Rahmad setelah memimpin latihan di lapangan C, Senayan, Jakarta, kemarin pagi (12/11). " Pelatih asal Lampung tersebut mengungkapkan bahwa timnya tidak boleh meremehkan atau gentar. "Dari awal, saya katakan bahwa tidak ada lawan yang enteng dan tidak ada lawan yang harus ditakuti.

Baca Ayo...Hal 7

YUSRIZAL KW

WARTAWAN PADANG EKSPRES

Telat 4 Jam, Kloter I Tiba di BIM
Gubernur Ikut Pulang ke Tanah Air
Padang, Padek—Meski sempat tertunda sekitar empat jam dari jadwal yang direncanakan, rombongan pertama (kloter I) jemaah haji Debarkasi Padang tiba dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (12/11) pukul 08.11 WIB. Sebelumnya dijadwalkan, kloter pertama ini meninggalkan Arab Saudi, Jumat (11/11) pukul 14.15 waktu setempat, dan direncanakan tiba di tanah air pukul 03.45 kemarin dinihari. ”Memang ada pergeseran jadwal, mengingat kesibukan di bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Makanya kepulangan jamaah kita diundur beberapa jam,” kata Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Padang, Japeri Jarab kepada Padang Ekspres kemarin. Meski bergeser dari jadwal semula, Japeri mengaku puas dengan kepulangan

Ilmu dan Harta
Carilah dalam hidup ini ilmu dan harta, niscaya kau akan memimpin manusia. Karena manusia ada yang pakar dan ada yang awam. Para pakar akan menghormatimu dengan ilmu, dan manusia awam akan menghormatimu dengan harta. KALIMAT di atas, saya kutip dari buku Mahfuzhat, bunga rampai peribahasa Arab, yang di dalamnya di sebut juga sebagai bait hikmah dan nasehat ulama. Kalimat itu menawarkan makna yang dalam kepada kita, umat yang dilebihkan akal dibandingkan hewan oleh Allah SWT. Dalam kalimat tersebut, kita seakan dibisikkan dua hal untuk kebaikan: ilmu dan harta, sebagai modal kuat, setidaknya begitu, untuk memimpin manusia. Demi memanusiakan manusia. Saat ini, banyak kita temui, manusia hidup untuk berharta. Kita tentu bisa terinspirasi, apalagi setelah memahami dan memaknai kalimat di atas, jika kemudian dalam mencari harta itu diiringi mencari ilmu. Namun kenyataannya, ketika sebagian besar orang berpikir menjadi kaya adalah bahagia, maka yang dicari adalah harta. Akibatnya, saat ini, kita banyak menemukan orang kaya tak mulia, yang hidup konsumtif, kurang berbagi, dan menghalalkan segala cara, termasuk korupsi, untuk menjadi berharta. Mestinya (memang harus begitu ya), berilmu dan berharta, semacam saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan, dapat saling menguatkan dan memuliakan satu sama lain. Sebab, ketika seseorang berilmu, ia akan mendapatkan harta (kekayaan) dengan niat dan cara yang baik, karena begitu ajaran agama menganjurkan, agar hidup bisa damai dunia akhirat.

Jadwal Kedatangan Haji

Embarkasi Padang

bersambung ke halaman 7

GRAFIS: ORTA

Baca Telat...Hal 7

SY RIDWAN/PADEK

Baca Ilmu...Hal 7

SUJUD SYUKUR: Seorang jamaah haji kloter I, sujud syukur usai tiba dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, kemarin (12/11) pagi. (Kanan) Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beserta istri ikut pulang bersama kloter I.

SEMENTARA ITU...

Suka Fajar Apresiasi Partshop
Padang, Padek—PT Suka Fajar kembali menggelar Mitsubishi Partshop Gathering 2011, tadi malam di Hotel Pangeran Beach. Dalam iven itu, PT Suka Fajar memberikan award untuk 10 partshop terbaik di Sumbar serta memberikan apresiasi untuk 10 partshop dengan pembelian Part Genuine Mitsubishi terbesar. Presiden Direktur PT Suka Fajar Group, Zairin Kasim, mengatakan pihaknya berterima kasih atas kepercayaan konsumen untuk selalu memakai sparepart asli Mitsubishi. Disebutkan pula, pertumbuhan Mitsubishi sejak 41 tahun lalu terus meningkat dan berkembang, baik nasional atau wilayah. “Berdasar data penjualan PT Suka Fajar dari Januari hingga Agustus 2011 terjadi kenaikan permintaan yang tajam 90,5 persen dibanding tahun lalu pada bulan yang sama,” kata Zairin Kasim kepada wartawan usai gathering. Hadir pada kesempatan itu, Komisaris PT Suka Fajar Group, Gushendri Kasim, Direktur PT Suka Fajar Group Rani Ismael, GM PT Suka Fajar Yuta Zairin. Dari PT Krama Yudha Tiga Berlian ada After Sales Service Unit Head, Marketing Division, Daisuka Yasui, Part Logistic Dept Head, Ricky Lolang, Parts Sales

Di mana-mana, Drainase Mampet
Padang, Padek—Kota Padang kini sudah mulai dikepung banjir. Hujan lebat sedikit saja, air sudah menggenangi badan jalan setinggi lutut. Kawasan Aiapacah, Kelurahan Sungaisapih, Kecamatan Kuranji, menjadi lokasi terparah banjir saat ini di Kota Padang. Banjir menggenangi kawasan tersebut, khususnya

SY RIDWAN/PADEK

Baca juga Hal 5

Baca Suka...Hal 7

MOBIL DINAS KEREN
Tiga polisi di Italia pada foto di atas tampak benar-benar PD berpose bersama mobil dinas baru mereka. Bagaimana tidak, mobil dinas mereka tersebut adalah sedan Lamborghini Gallardo LP560-4 yang biasanya menjadi koleksi kaum jetset Hollywood. Wah, kalau polisi di Indonesia juga menggunakan mobil tersebut, para pembalap liar yang kabur bisa ditanggkap dengan mudah. Pasalnya kecepatan maksimal mobil ini 203 mill/jam atau setara 324.8 km/jam. Waw, kencangnya! (iwan)

Baca Dimana...Hal 7 PENGHARGAAN: Presdir PT Suka Fajar Grup, Zairin Kasim bersama pemenang usai acara Mitsubishi Partshop Gathering 2011, tadi malam.

Banjir Kepung Padang
ADVERTORIAL

Sesak Napasnya Itu Tidak Separah Dulu
SEJAK masih duduk di SMA dulu, Nyonya Ni Putu Agustini terserang sesak napas. “Sejak saat itu kambuhnya sering sekali,” ujar penduduk Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, ini saat ditemui 28 Mei

Baca Kini...Hal 7

Ni Putu Agustini

“Selamat Datang di Koto Tingga”
…. Ada kunjungan. Datang sumbangan. Tidak berbunga. Kalungkanlah! Kalungkan bunga-bunga…. …. Ada kunjungan. Turun bantuan. Lunak bunganya. Sajikan! Sajikanlah adat budaya lama…. Selamat datang di Koto Tingga. Welcome….

Parade Teater Naskah Wisran Hadi

GUSRIYONO, Padang
MALIN meneriakkan kata-kata tersebut beberapa kali melalui toa atau pengeras suara yang dipegangnya. Pemberitahuan tersebut sebagai isyarat
SY RIDWAN/PADEK

PENTAS TEATER: Pementasan naskah OrangOrang Bawah Tanah Jumat (11/11) malam di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Sumbar.

agar penduduk Koto Tingga, yang tinggal beberapa orang itu, bersiap-bersiap menyambut

tamu yang berkunjung dengan tarian sesuai budaya yang mereka pertahankan—dalam hal

ini Minangkabau. Muncullah penduduk Koto Tingga yang berprofesi sebagai pedagang,

yang menjual berbagai macam produk Koto Tingga termasuk adat dan budaya. Kemudian, pemusik dengan gandang tamburnya menyajikan musik riang menyambut pengunjung, diiringi penari, 3 lakilaki dan 3 perempuan. Mereka menarikan budaya lama itu di depan kuburan yang dianggap kuburan Bundo Kanduang. Kuburan itu didirikan di atas tanah yang disewa secara kredit kepada Panglimo. Adalah 7 orang pelarian revolusi, Malin (Afrizal Harun), Ustad (Dedi Darmadi), Pakih (Anggi Hadi Kesuma), Katik (Syafriandi Afridil), Siti Can-

Baca Selamat...Hal 7

2
Truk Gilas Pengendara Motor
Padang, Padek—Kecelakaan maut kembali terjadi di Kota Padang, kemarin. Deprianto, 28, tewas digilas truk molen di Kotolalang, Indaruang, Sabtu (12/11), sekitar pukul 17.45 WIB. Saksi mata, Bayo Lubis, 24, mengatakan, awalnya korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nopol BA 4266 JY dari Indarung menuju Pasar Raya, ingin menghindari pintu truk BA 8180 HD yang parkir di sebelah kanan. Tapi, ia tak mampu mengendalikan sepeda motornya. Pada saat yang sama, datang mobil truk molen BA 9873 SP dari arah yang sama. Tabrakan tak terelakkan. Tubuh Deprianto nyungsep ke kolong truk. Pihak keluarga korban, Rajab, 38 mengaku tak menyangka dengan kejadian itu. “Saya tak menyangka dan terkejut waktu mendapat telepon dari keluarga di Kotolalang, katanya Deprianto tewas dilindas truk. Makanya saya langsung ke sini,” ujar Rajab di Unit Laka Lantas Polresta Padang. Kasatlantas Polresta Padang Kompol Andiyatna membenarkan kejadian ini. “Korban hanya divisum luar, dan selanjutnya akan dibawa oleh pihak keluarga,” tambah Kanit Lakalantas AKP Eliswantri. (ril)

UTAMA
“Sudah 4 tahun terakhir ini saya mengidap diabetes. Rasanya benar-benar mengganggu Kaki saya seringkali terasa kram, sakit seperti terkena cabai. Jika ditanya penyebabnya, mungkin karena faktor keturunan.” Terang Kasmiar membuka percakapan Walau belum dapat dipastikan penyebab utama resistensi insulin pada penderita diabetes, namun obesitas, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, kurang gerak badan (olahraga), dan faktor keturunan adalah beberapa faktor yang memiliki peran penting terjadinya hal tersebut. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Untuk mengatasi keluhannya tersebut, ibu rumah tangga ini menceritakan sudah melakukan upaya agar gula darahnya terkontrol, namun belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sampai akhirnya, dari informasi sebuah harian lokal, ia mengetahui tentang Gentong Mas yang salah satu manfaatnya untuk menormalisir gula darah. Tak diragukan, Indonesia kaya akan sumber daya hayati dan meru-

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

ADAN BADAN TERASA SEGAR, BEBAS KENDALA BEBAS KENDALA DIABETES
pakan salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia. Indonesia juga dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat (herbal) sehingga mendapat julukan live laboratory. Kini, Gentong Mas hadir sebagai minuman herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terstandar, yakni sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan manfaatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. “Setelah saya minum Gentong Mas selama 2 bulan secara teratur, saya benar-benar merasakan manfaatnya. Badan sekarang terasa sehat dan segar.” Ungkap warga jln. St. Sahrir, Payakumbuh, Sumatera Barat ini dengan bahagia. Di akhir percakapannya, wanita berusia 50 tahun ini berujar, “Mudah-mudahan pengalaman saya dengan Gentong Mas ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Habbatussauda dalam Gentong Mas dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Guran Aren yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang meng-konsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Padang: 081283307337/0751-9879924, 082173008999 Bukittinggi/Agam :081266649000 , Pasaman Timur : 085263468003, Payakumbuh: 085274663871. Sawahlunto: 081374119996. Solok: 085274751679. Painan: 081266944088. Pariaman: 087820250088. Pasaman Barat: 082170517000. Padangpanjang/Bt.Sangkar : 085363446614 Limapuluh Kota : 085216048020, Solok Selatan : 082174562792 Depkes:P-IRT: 812320501114.

TX TRAVEL
= Ticket

= Hotel

= Tour

= Cruise

Penerbangan

Tujuan

Jadwal

Penerbangan Tujuan Jadwal

Penerbangan Tujuan

Jadwal

Penerbangan Tujuan

Jadwal Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan
PDG - CGK

Jadwal
17.55 - 19.40

Penerbangan

Tujuan

Jadwal

PDG - KUL
Air Asia

08.30 - 10.40 15.35 - 17.45 07.50 - 08.00 15.00 -15.10
Batavia Air

PDG - JKT

09.15 - 10.55 13.05 - 14.45 18.10 - 19.50

08.45 - 10.30 PDG - JKT 12.40 - 14.25 17.45 - 19.30 Garuda Lion Air 06.30 - 08.10 JKT - PDG 10.20 - 12.05 15.30 - 17.10

06.00 - 07.40 13.25-14.30 10.05 - 11.45 PDG - MES 17.35 - 19.20 PDG - JKT 13.05-14.45 15.35-17.15 MES - PDG 08.35-0940 18.55-20.35

PDG - BTH 17.45-18.20 BTH - PDG 12.30 - 13.35
Mandala

KUL - PDG

JKT-PDG

07.00 - 08.40 10.50 - 12.30 15.55 - 17.35

07.45 - 09.25 12.30 - 14.00 JKT - PDG 16.35 - 18.15 19.00 - 20.40

PDG - BTH

10.15-11.15

PDG - MES 14.05 - 15.10 MES - PDG 15.40 - 16.45

PDG - CGK 17.55 - 19.40 16.10 - 17.50 19.05 - 20.50 CGK - PDG 06.50 - 08.30 13.45 - 15.20 14.00 - 15.40 Sriwijaya CGK - PDG 15.50 - 17.25 Kartika PDG - BTH 16.25 - 17.20 14.30 - 15.25 PDG - MES 13.45 - 14.50 PDG - MES 09.00 - 10.00

Semua Airlines - Online Semua
Sementara Kami Beroperasi di Jl. Kampung Nias No.1 (Hau's Tea D' Junction) TX Andalas HP : ( 0751 ) 9732 199 Telp : ( 0751 ) 890066 , ( 0751 ) 891199 Fax : ( 0751 ) 34708 Dan Telah Hadir Di Bukittinggi Jl. A Yani No. 70 , Kampung China Bukittinggi (Hau's Tea Bukittinggi) Telp : (0752) 33199 , (0752) 35799

TERBANG HEMAT

BTH-PDG

11.50-12.50

MES - PDG

16.00 - 17.05

MES - PDG 10.30 - 11.30 * Jadwal dapat berubah sewaktu - waktu

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,per 4 baris

PADEK JITU
Onde........Capek Lakunyo!!!
OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,-/4 baris
POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

email iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN

KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

TOYOTA
DIJUAL : Vios G Th '04, warna campaign, kondisi bagus. Hub : 0852 788 70 807 DIJUAL : Sedan Toyota Crown 2000 super saloon Th '95, velg racing 17, ban baru, BA 2 angka, sgt mulus, tdk melayani SMS. Hub : Edo 0751 7898562 DIJUAL mobil Kijang LGX Th. 1999 warna biru malam, BA Padang, kondisi bagus dan terawat. Maaf tanpa perantara. Hub: 081363444400
OVER KREDIT : BU Avanza 2011 Agustus w. hitam Pulang DP 60Jt nego , Angsuran 2,6Jt per bln, 55x Angsuran lagi Full Accesories, , BA 3 Angka, Khusus Pemakai . HUb : 082170826080 TP

HONDA
DIJUAL : H. Accord '85, pemakaian '86, tape, AC, PW, PS, VR, BK plat 2 angka, ban 90%, biru, msh orisinil, trwt, sgt istimewa, hrg nego. Hub : 081363830700, 08172361413 DIJUAL : Honda All New City Th '06, wrn silver, pajak & asuransi all risk baru, satu tangan, harga nego. Hub : 0813 6305 2048 DIJUAL : Honda jazz th 2007 vitec warna merah ferarry mulus sekali hub 085263123398 DIJUAL : Honda Grand Civic.th 88. Ahkir. Warna hijau .orisinil. TP. Hp 081266664102

LOWONGAN
DICARI : Tukang Las dan Bubut yg tlh berpengalaman dibidangnya. Lamaran dikirim/diantar langsung ke CV. Cherry Sarana Agro, Jl. Tan Malaka No. 79 83 Payakumbuh Utara, telp 0752 93148 DR KLIN LAUNDRY : Membutuhkan krywn/ti, menarik, pkrja keras, jujur, penempatan di lokasi dr. klin kuranji & Bandar Buat No. 6 (dpn Bank Nagari), CP 081363830700, 08172361413 DIBUTUHKAN : Karyawan Laki2 yang punya SIM A/B. Lamaran Langsung ke PT. apm Cargo, Jl. Veteran No. 71 Padang DIBUTUHKAN : 1 orang Wanita & 1 org Laki2, tamatan SMK utk ADM Toko, maks 20 th, jujur & sportif. Hub : 07519003496 BIE2 LAUNDRY : Mencari tenaga utk Bagian ADM, laki2/pr, umr max 35th (mhr komputer min D1), utk mencuci/ menyetrika lmrn diantar lngsng ke : Bie2 Laundry, Jl. Dr. Sutomo (sblh kntr pos)
DIBUTUHKAN SEGERA : Scurity sebanyak 20 Org, Umur Max 35 Th Tamatan SMA, ada Tunjangan Utk 3 Org Anak, Tinggi 168cm, Langsung di sekolahkan bersedia di tempatkan di Pekanbaru. Hub : 085278958236, 085272623973

RUMAH
DIJUAL RUMAH : Di Komplek Pola Mas 1 Andalas, LT 11x11.50m, LB lt 1 = 79.88m, lt II=83.06m, lt III (Shelter)= + 50m, 3KT + AC, 4KM (1 kmr+air panas) menghadap ke timur, air PDAM + bak air + 6000 ltr, listrik 2200 W + genset + 4000W, garase mobil, hrg nego. Hub : 081947459501 DIJUAL SEGERA RUMAH : Perum Syadza Lestari Blok B3 Samping Perum, Taruko Korong Gadang 3 KT, 3 KM, LT 177m2, Sdh Pakai Pagar, Rangka, Baja Ringan, Minimalis, Posisi di Hook, Hub : 08126639215 Tdk melayani SMS DIJUAL : Rumah Tinggal dan kos2 an.jln parkit 2 no2 air tawar pdng.dekat labor kampus u n p.luas tnh 400 m2.lb288 m 2.kmr 13. Km mnd .10 .listrik 2200.kva. Air jet pump.shm.imb. Tanpa perentara. Hub 081384071455 atau 081317514391

RUMAH
DIJUAL RUMAH MINIMALIS : Samping Villa Permata Putri Tanah Sirah, listrik 1300W, sumur bor, SHM. Hub : 081374924344
DIJUAL RUMAH : LT + 240 M2, KT 4, KM 2, GARASE 2 MOBIL, GUDANG, LISTRIK 900 WATT, PAM, SANYO, TERAS, ALAMAT BIRUGO TANGAH JUA RT 2 RW 1 NO 45 B, DEKAT SMPT 6 BUKITTINGGI. HUB EVI 085213006061, EDI 081363935502, TIDAK MENERIMA SMS

DIJUAL RUMAH : LT. 300M2, LB. 150M2, K. Tidur 4, K. Mandi 4, PDAM, Listrik, Telp, Alamat Blkg. Astratek Jl. Palangkaraya No. 11 Ulak Karang, Harga 450 Jt Nego. Hub : 081374531686/08126645934

HYUNDAI
DIJUAL CEPAT : Getz Th '05 wrn hitam, asli cat. Hub : 081267428872 DIJUAL : Hyundai Atoz GLS wrn Biru Th 2002, Siap Pakai, Hub : 085263511944 DIJUAL : Hyundai Getz '04, silver, knds bagus, istimewa, hrg nego. Hub : 082169874686, 08122375428

DIJUAL : Tyt Innova Type G Euro 2 Th 2007 Pjk Baru, Ban Baru, Wrn Hitam Lihat di kantor Jln S. Parman No. 221, Hp. 08126636533 DIJUAL : Kijang Super Th '91 NCH Long, VR, Tape, BA Padang, Pajak Baru Harga Rp. 43Jt Nego. Hub : 081363836080 TP DIJUAL : Mobil Corolla Twincam Th 91 Wrn Hitam, TP, Plat BA, hub : 081374893713. DIJUAL CEPAT : Innova Th '08 wrn abu2 met, harga nego. Hub : 081374944044 DIJUAL : Kijang Super wrn hitam, Th '98, plat BA, AC, tape, CD, kondisi bagus, hrg 85 Jt nego. Hub : 71872 (0751), 081367599020 DIJUAL : Kijang Capsul SGX th 99.ba.wrn hijau.pjk bln 9.TV.ban baru.AC Doble.Pw.PS.CL. Remote. kondisi istimewa.hrg 95jt nego.hub 081267797338

SUZUKI
DIJUAL : Escudo '98, plat BM, hrg 85, merah maron, kondisi bagus. Hub : 08126724361 OVER KREDIT : APV Th '07, hitam metalik, mulus, pajak baru, DP 35 Jt, angs 2,9 Jtx32. Hub : 081266168510 DIJUAL : JIMMY '84 4X4 HITAM AC DINGIN, VR, CR, HARGA 33JT NEGO HUB : 085215066309 TP, lokasi Batu Galeh Garagahan Muaro Lb. Basung Kab. Agam. Hub : 085289584053
DIJUAL : *Suzuki Carry 1,0 Th '96 Bock Almanium, *Toyota Avanza Th 2005 w. hitam *Toyota Innova Solar Th 2009 Tipe E Plus w. hitam, *Xenia 1,0 Tipe L I Komplit Th 2004 w. silver, *Xenia 1,3 Tipe X I Komplit Th 2009 w. hitam, *Kijang LGX 1,8 Epy Th 2000 w.silver Hub : 7844785, 081363335855.

TANAH
DIJUAL CEPAT : 2 Kapling Tanah seluas 708 M alamat jalan utama dibelakang RS.ibnu sina GUNUNG PANGILUN PADANG + 500m, SHM, TP, HUB 08126777452 IKHSAN

DIKONTRAKAN RUMAH : 3KT, 1Kamar Makan, Ruang Tamu Ruang Keluarga, Cocok Buat dijadikan kantor, Jl. Padang Pasir IX No 63 Hub : 07519781724 TP DIJUAL RUMAH BARU : Komplek The Green Mutiara Residence Blok B No. 1, Jl. Raya Bandar Buat Padang, LT 260m2, LB 220m2, SHM, 5KT, 4KM. Hub : 0751-9870000 DIJUAL RUMAH : Komplek Palimo Residence Blok A2, Jl. Sungai Balang Pauh Padang (seberang Komp. Palimo Indah), 4KT, 2KM, LT 194m2. Hub : 0751-9505611 DIJUAL RUMAH : Type 50, 2KM, 2KT, RT, RK, garase, lantai keramik, lokasi Komplek Trisandi Blok G6 dpn TVRI Aie Pacah. Hub : 08126704913 DIJUAL RUMAH : Komp. Taruko Indah Permai Blok B No. 29 Balai Baru, 3KT, 2KM, full keramik, garase bisa 2 mobil, telp, PDAM. Hub : 0811665363 DIJUAL RUMAH : Bagus, SHM, LT 568m2, LB 400m2 dalam Kota, Jln Bandar gereja No. 10, Hub : 081933520606
DIJUAL RUMAH BERTINGKAT : Lengkap dg perabotnya, LT 320m2, LB 275m2, listrik 2200W, telp, 5KT, 5KM, RT, RK, RM, dpr, garase car port, taman depan & belakang, air PDAM, bbs banjir, lokasi strategis, Jl. Perjuangan I No. 9, blkg RS. Selasih akses 250m dari Jl. Khatib Sulaiman. Hub : 08153597264, 085364643737

SERBA-SERBI
"INGIN TURUN / NAIK BERAT BADAN 0-30 kg dalam waktu 90 hari ke depan" HUB : 081267342485 DIJUAL : Kebun Sawit siap panen, lok Lunang Pesisir Selatan, luas 6,6 Ha & Tanah Perumahan, luas 2104m2. Hub : 085263426149 Tidak Melayani SMS
DIJUAL KOMPUTER : P4 Intel 2,8 Ghz, Ram 512, HDD 40 Gb, 15", 850Rb P4 Intel 3,0 Ghz, Ram 512, HDD 40 Gb, 15", 1,1 Jt P4 Intel Dual Core 2,7 Ghz, Ram 1 Gb, HDD, 160Gb, 15", 1,5 Jt dan menerima Penjualan Baru / Second + Tukar Tambah. Hub : 0751-7807887, 08126606582

MITSUBISHI
DIJUAL : Mobil Box Colt TSs 120 Th 2003 Kndsi Original Cat, Kir & Pjk Baru, Wrn Putih, BA Pdg, Siap pakai, Berminat Hub : 085263798811 DIJUAL : L300 PICK UP TH 2008 BA PADANG HARGA NEGO HP,081266459400-07517809400. DIJUAL : Mits. Dan-Gan Th 90 Akhir, SOHC, Wrn Abu2 Met, VR, BA Pdg, Body kaleng, Orisinil, Tampilan Bagus, Siap pakai, Bisa TT Dgn Civic, Nego, Hub : 0751-9518284.

DIJUAL TANAH : Luas 396m2, SHM, Jl. Beringin IV B Lolong Padang (dekat SMA 1) dan Tanah, luas 1015m2, SHM, Jl. Belanti Indah V (samping Kampus STMIK). Hub : 0751 9870000 DIJUAL TANAH : Luas 320m2, SHM, blkg Kntr Perindustrian Kota Madya/ Gapensi Kh. Sulaiman. Hub : 081266217028 (Nong) DIJUAL TANAH LT 760M2, SHM, lok strategis, ada bangunan di atasnya. Almt Jl. Berok Raya STBA Padang. Kel. Kurao Pagang. Hub : 082170166329, 085364748778 DIJUAL TANAH : Untuk Komplek Perumahan 8810m2, SHM, bersertifikat, TP, lokasi Batu Galeh Garagahan Muaro Lb. Basung Kab. Agam. Hub : 085289584053 DIJUALTANAH:UntukKomplekPerumahan 8810m2, SHM, bersertifikat,DICARI : KARYAWAN UNTUK KELOLA CAFE ( di padang ) sistim bagi hasil syarat : Jujur, Rajin, PintarMasak Hub:0751-4408397

DIBUTUHKAN : 1 org Tenaga Wanita utk bkrja Bag. Dapur yg Bisa memasak utk bofet Soto Jl Ujung Gurun 64 A Peminat Hub : 081266746105

DISEWAKAN : Tempat Usaha atau Kios Cafe berikut alat-alatnya di Jl. Sumatera No. 19 w. warta Ulak Karang ( Kampus Bung Hatta Padang ). Hub : 081275615959

RUKO & TOKO
BUTUH UANG CEPAT dijual ruko dengan rumah 2 lantai, lokasi strategis, di kota madia payakumbuh utara, 400m dari pusat kota, LT 300M2, LB 80m2, 2KT, 1RT, 2KM/WC, 1DPR, PDAM/SUMUR, 370 jt nego. Hub 085272735527. TP.

KEHILANGAN
KEHILANGAN : BPKB BA 5124 EU a/n Romi Uthama. BPKB BA 2990 AO a/n Nanang Candriko. Hilang Bandar Buat - Indarung. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat
KEHILANGAN : BPKB BA 5657 GU a/n Akmal, No mesin JF12E-1721104. Hilang Muaro Gadang Air Haji Kab. Pessel. No Rangka MH1JF121X9 K717175. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat

TOYOTA / BMW / MERCY
DIJUAL CEPAT / SALAH SATU Toyota Vios th. 2004, BMW th97. BA ctk, TV, DVD, pwr dll, Opel Blazer Th 2000, Mercy C200 Th 95, Hub 08576 6023785/ 08126619000

TANAH
DIJUAL CEPAT TANAH,SHM.Belakang terminal aie Pacah by pass Padang. Luas 480 m2.Harga 375 rb/M2. Dan luas 250 m2 harga 450 ribu\m2. CP. 081286548433 BBM: 277FD93E

DIKONTRAKAN RUKO : 3 pintu, Lunang 1, Jl. Lintas Padang Bengkulu Pesisir Selatan, listrik, halaman luas. Hub : 085263426149 Tidak Melayani SMS

KEHILANGAN
KEHILANGAN : STNK BA 9090 SO an. Nurah Febris. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat

DAIHATSU
DIJUAL MOBIL Daihatsu,xenia type XI,Deluxe plus.th 2010 -1300cc warna hitam harga123jt Hub.082174856267081298189472

DIJUAL RUMAH : LT 90m2, 4KT, 1KM, air PDAM, listrik 1300W, rmh siap huni, Jl. Payakumbuh I No. 607 Siteba, hrg Rp. 250 Jt nego. Hub : 085669087133, 082169948384

KEHILANGAN : STNK BA 4140 JQ an. Fitri Yeni, Hlg Antara Lubuk Lintah - Ps. Raya. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 2622 AF An. Erlina wati. Hilang perjalanan dari lubuk buaya menuju tabing. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat

Padang Ekspres
www.padangekspres.co.id Terbit Sejak 25 Januari 1999 Badan Penerbit: PT Padang Intermedia Pers Jawa Pos Media Group Chairman: H. Rida K Liamsi Presiden Komisaris: H. Makmur Kasim Wakil Presiden Komisaris: H. Wiztian Yoetri Komisaris: H. Darmawi Kahar Direktur Utama: H. Sutan Zaili Asril Wakil Direktur Utama: H. Marah Suryanto Direktur: H. Jayusdi Effendi Wakil Direktur: Rita Arianti, Montosori Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: H. Marah Suryanto Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi: Montosori Wakil Pemimpin Umum Bidang Usaha: Two Effly Pemimpin Redaksi: Montosori Pemimpin Perusahaan: Two Efly Wapemred Bidang Produksi: Nashrian Bahzein Wapemred Bidang Liputan: Heri Sugiarto Dewan Redaksi: H. Sutan Zaili Asril (Ketua), H. Marah Suryanto, H. Jayusdi Effendi, H. Wiztian Yoetri, Rahmat Wartira, Montosori, Nashrian Bahzein, Heri Sugiarto, Suryani, Hendri Parjiga. Ombudsman: Rahmat Wartira

Redaktur Pelaksana: Suryani; Penjab Minggu: Hendri Parjiga; Koordinator Liputan: Rommy Delfiano (Pj). Ass Koord Liputan: Hendri Parjiga Redaktur: Zetrizal, Fajril Mubarak, Sanny Ardhy, Arzil, S Metron Masdison. Asisten Redaktur: Gebril Daulai, Zikriniati ZN; Liputan Padang: Gusti Ayu Gayatri, Heldi Satria, Syamsu Ridwan (Fotografer). Perwakilan Daerah: Bukittinggi-Agam: Nasrul Tanjung, Edison Janis; Payakumbuh-Limapuluh Kota: Jonres Marianto (Kepala), Fajar Rillah Vesky; Pesisir Selatan: Yoni Syafrizal, Pasaman & Pasaman Barat: Ahmad Zubeir (Kepala), Eri Mardinal, Sawahlunto: Herry, Sijunjung: Ganda Cipta, Dharmasraya: Zulfia Anita, Kota Solok: Rijal Islamy, Kabupaten Solok: Ilham Safutra; Solok Selatan: Nenengsih, Pariaman & Padangpariaman: Yurisman Malalak, Adiansyah Lubis; Padangpanjang: Jayusman; Tanahdatar: Mustafa Akmal, Jakarta: Zulfasli ZB; Manajer IT/ Pracetak: Yonaldi. Manager Keuangan: Ivo Fitriyana; Manager HRD dan General Affair: Nurhelwarni; Manajer Iklan: Mukhtisar: Manager Pemasaran: Sarbidin; Ass. Manager Adm & Piutang Iklan: Fitra. Manajer Iklan Area Jakarta: M.Iqbal, Alamat: Gedung Graha Pena Lt 6 Ruang 601 Jl. Kebayoran Lama No 12 Jakarta Selatan Telepon (021) 53699560, Fax (021) 5333048, E-mail, Padangekspresjakarta@Yahoo.co.id Website: padangekspres.co.id, Edisi Digital: epaper.padangekspres.co.id

DIVISI PRODUKSI

(BW), Rp32.400/mmk (SC), Rp40.500/mmk (FC); Display Halaman Belakang: Rp14.850/mmk (BW), Rp18.900/mmk (SC), Rp27.000/mmk (FC); Iklan Sosial: Rp6.000/ mmk; Iklan Jitu: Rp20.000/muat. Harga iklan ditambah pajak 10 persen. Harga Langganan: Rp75.000/bulan (Padang dan sekitarnya), luar kota tambah ongkos kirim. Kantor Perwakilan Iklan Jakarta: Liliek Ediyono, Gedung Graha Pena Lt. 6 Ruang 601 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan Telepon: (021) 53699560 Fax: (021) 5333048 Jakarta Selatan.

PERCETAKAN:
PT Padang Graindo Mediatama; Direktur Utama: Suryanto, General Manager: Syukron Putra; Isi di luar tanggung jawab percetakan. Alamat: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya, Padang. Sumatera Barat. Telepon/fax, (0751) 481222

DIVISI USAHA

KANTOR IKLAN JAKARTA:

ALAMAT
Redaksi/Usaha: Jl. By Pass KM. 7 No. 2 Padang, Sumatra Barat, Telepon: (0751) 778882 - Fax: (0751) 778883; E-mail: redaksi@padangekspres.co.id Tarif Iklan: Iklan Display Halaman Pertama: Rp20.250/mmk (BW), Rp27.500/mmk (SC), Rp 40.500/mmk (FC). Display Halaman Depan: Rp24.300/mmk

Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (dengan sumber asli bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan 3 hingga 5 halaman, diketik spasi rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat akan diberi imbalan. Redaksi berhak menyunting selagi tidak mengubah maksud tulisan.
Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres dibekali identitas (kartu pers), dan tidak menerima pemberian berbentuk uang atau apa pun yang berhubungan dengan profesinya

LAYANAN IKLAN DAN PELANGGAN

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

OTOMOTIF

3

IST

Amankan Kepala Busi dari Hujan
TAK hanya percikan air saja yang membasahi bodi ketika musim hujan tiba. Tapi, kecenderungan sobat buat melewati genangan air, itu bisa terjadi. Terutama, buat sobat yang nyemplak motor tipe bebek. Pastinya ketika melewati genangan air, busi juga kerap diterjang air. Sedang di pacuan skubek, terlindungi cover bodi. Begitu juga pacuan sport yang letak businya cenderung berada di posisi mesin atas. Tapi, usah khawatir buat penyemplak bebek. Sobat, bisa gunakan cable tie atau kabel tie untuk mencegah air masuk ke bagian dalam kepala busi. Sebab, jika air masuk, pastinya arus listrik tidak mampu menghantar sempurna. “Motor bisa brebet bahkan bisa mati juga,” ujar Kardi dari Kardi Mulia Motor. Kabel ini posisikan di kepala busi dengan erat. Setidaknya, meski air sempat masuk, tapi tidak banyak tuh. Oh ya, cara ini juga banyak dipakai oleh mekanik balap demi menjaga kekencangan kepala busi agar tidak mudah lepas lho! Toh, modalnya juga enggak mahal lho. Kabel tie dijual sekitar Rp500 untuk satu piece. (motorplus-online.com)

SINERGI TIGA PERUSAHAAN: Kiri-kanan, Managing Officer Toyota Motor Corporation Jepang Hiroji Onishi, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Presdir Astra International Prijono Sugiarto, Dirjen Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, dan Presiden Daihatsu Motor Company Jepang Konichi Ina saat peluncuran produk All New Avanza dan All New Xenia di Jakarta, Selasa (7/11) lalu.

Tampilan Baru Sang Fenomenal
TOYOTA dan Daihatsu di Indonesia memang sering kompak, apalagi soal AvanzaXenia. Serupa dengan All New Avanza yang baru dirilis 9 November lalu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga blak-blakan tentang All New Xenia pada esok hari. Sejatinya, Avanza-Xenia memang proyek kolaborasi antara Toyota, Astra International, dan Daihatsu. Ketiga elemen otomotif itu sudah menjalin kerjasama sejak 7 tahun silam guna melahirkan sang fenomenal Avanza-Xenia. Keduanya hadir bak pinang dibelah dua. Karena itulah, ketika All New Avanza dipersiapkan kehadirannya, maka All New Xenia juga mengekor. Bedanya, ADM hanya akan menghadirkan All New Xenia dengan pilihan mesin 1.0-liter dan 1.3-liter, tanpa varian bermesin 1.5-liter. Meski begitu, baik yang 1.000 cc maupun 1.300 cc, seluruh varian All New Xenia sudah diperkuat dengan teknologi DOHC VVT-i 4 silinder 16 katup per silinder. Belum ada bocoran daya maksimum dari All New Xenia 1.000 cc. Kemungkinan besar masih serupa pendahulunya yang punya keluaran daya 63 PS pada 5.600 rpm dengan torsi maksimum 9.2 kgm di 3.600 rpm. Pun demikian untuk yang bermesin 1.3-liter, diperkirakan kemampuannya akan setara All New Xenia Xi lawas, yakni memiliki tenaga 109 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 12,2 kgm pada 4.400 rpm. Marketing Director ADM, Amelia Tjandra sedikit membeberkan, seluruh varian All New Xenia akan diperkuat dengan EPS, power windows, dan juga ada yang sudah dilengkapi AC Double Blower. “Tipe terendah D dan tipe tertinggi R,” katanya. Ia pun menjelaskan, kalau perbedaan harga antara All New Xenia dengan Xenia generasi sebelumnya. Tampilan baru nampaknya membuat All New Xenia makin percaya diri juga memantapkan target ke

All New Xenia

IST

Rally Fighter Gubahan Local Motors
ADA-ada saja inovasi yang diciptakan Local Motors berikut ini. Yup, sekitar dua tahun silam builder asal negara Paman Sam ini pernah memamerkan sebuah hasil karya modifikasinya yang mereka juluki Rally Fighter di SEMA Show silam. Yuk, kita telisik satu per satu kelebihan apa saja yang tersimpan di dirinya…! Dibalik kap mesinnya terkubur sebongkah mesin yang diduga diambil dari mesin Corvette, dengan spesifikasi V8 kapasitas 6.2 L yang bebas hempaskan tenaga sebesar 430 hp. Lalu, tenaga sebesar itu akan mubazir jika tidak difasilitasi transmisi dan piranti penghenti laju yang mumpuni. Makanya, sang tuner memfasilitasinya dengan transmisi four-speed otomatis buatan GM Performance Parts, dan rem cakram berventilasi ukuran 13 inci yang dibekap kaliper dua piston (depan) dan 13,7 inci yang dicekik kaliper berpiston tunggal. Sedangkan penyalur tenaga mesin sang tuner percaya dengan sistem penggerak roda rear-wheel drive, diselaraskan dengan peredam kejut keluaran Fox yang jarak mainnya sejauh 18 inci untuk roda depan dan 20 inci untuk roda belakang. Lalu, supaya pijakannya semakin kokoh, offroad supercar ini dimodali pelek Ford F-Series pick-up yang dibungkus karet bundar Goodyear MTR berlapis Kevlar di bagian dalamnya. Wow….canggih sekali! Nah…sekarang berlajut ke sektor kabinnya. Rally Fighter bertubuh campuran fiberglass dan karbon ini dijejali berbagai fitur-fitur canggih layaknya sportscar mewah. Coba saja tengok ke dalamnya, dimana disitu tertancap jok Sparco, power window, AC, dan pemanas kabin. Cukup mewah kan? Oh iya, rumornya sang pemilik akan melegonya di eBay dengan harga $84,900 lho! Atau sekitar Rp 770-an juta jika dirupiahkan. Wah…benar-benar sebuah kesempatan yang sangat menggiurkan nih. Terutama bagi para penggila balap offroad. Namun, jika kocek tak mengijinkan untuk memilikinya, mungkin Anda bisa membangunnya sendiri dengan mobil yang ada. Selamat mencoba. (bosmobil)

IST

IST

depannya. Bayangkan saja dari sebelumya memiliki target 6.000 unit untuk penjualan dalam 1 bulannya kini mencapai 7.000 unit perbulannya. Eksterior Sisi penampilan jelas mendapat sorotan utama, layaknya perubahan pada bagian front lamp, grill, bumper, outer mirror, door handle, back lamp, reflector hingga back door opener. Tampang Xenia baru ini kini jelas jauh lebih fresh dan modern. Bahkan dari segi desain,

kini Xenia baru ini jauh lebih memiliki daya aerodinamis dengan model depan yang jauh lebih lebar 30 mm dan panjang 20mm, sedangkan dimensinya pun jauh lebih lebar dari versi sebelumnya. Interior Bagian kabin pun lebih menawarkan sisi kenyamanan dengan hadirnya AC double blower untuk varian 1.3-nya, 1strow rear seat: 1-touch tumble & sliding seat, 2ndrow rear seat: 50:50 separate cushion, head rest, ELR seat belt.

Sedangkan untuk jok penumpang pun juga hadir dengan model two tone yang jelas makin membutnya kian modern. Desainya yang jauh lebih panjang dan lebar, jelas membuat kabin kian terasa luas sehingga makin memberikan kenyamanan penumpangnya. Diminati di Sumbar Produk generasi kedua Xenia ternyata diminati pasar di Sumbar. Terbukti, meski belum secara resmi diluncurkan pada 9 November lalu, tapi permintaan All New Xenia

sudah mencapai 30 unit. Hal itu tidak hanya terjadi di Sumbar, tapi juga di seluruh Indonesia. Untuk memenuhi tingginya permintaan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meningkatkan produksi pabrikan mereka. Kapasitas pabrik yang hanya 330.000 unit diproyeksikan hingga akhir tahun mencapai menembus angka 360.000 unit. “Permintaan sangat tinggi. Sejak tiga pekan lalu, sebelum All New Xenia kami launching, permintaan pelanggan sudah mencapai sekitar 30 kendaraan,” ujar Sales Supervisor PT Astra International Tbk Daihatsu Branch Padang, Syatrul Maulidi kepada Padang Ekspres di kantornya, (10/11). Ia memaparkan pabrik Daihatsu di Sunter Jakarta juga memproduksi All New Avanza dan akan di diluncurkan di Padang pada 18 November ini di Basko Grand Mall. (bosmobil/mg6)

Mewahnya BMW X1
Rasa Lokal Yang Kaya Fitur SETELAH resmi diluncurkan BMW Group Indonesia baru-baru ini, dilihat sekilas tampilan X1 memang cukup unik dan agresif. Mobil yang masuk dalam kategori kendaraan Sport Activity Vehicle (SAV) ini telah datang di Indonesia sejak Juli 2010 silam dengan dua pilihan mesin, yaitu BMW X1 sDrive20d dengan mesin Advanced Diesel dan BMW X1 sDrive 18i bermesin bensin. Eksterior Ciri khas BMW sangat kental terasa dari tampilan luarnya, terutama pada bagian moncongnya yang terlihat begitu futuristic dan eksotik. Tatapan tajam dari lampu utama yang berpadu dengan fog lamp dan grill depannya sangat menegaskan ciri khas jati dirinya. Desain garis yang agresif di sepanjang kap mesin menegaskan kesan dari sebuah kendaraan sport yang cukup berkelas, belum lagi varian baru X1 yang sukses dirakit di tanah air ini telah mendapatkan fitur baru berupa head lamp yang menggunakan Bi-Xenon, dan pastinya tak hanya membuatnya kian sporty namun juga menegaskan kesan executive-nya.

IST

IST

Mini Enggan Sejajar dengan Fortwo
SAMA-sama masuk dalam segmen citycar premium, rupanya Mini enggan disejajarkan dengan smart fortwo. Corporate Communication Director BMW Group Indonesia Helena Abidin mengatakan jika MINI memiliki karakter yang berbeda dengan mobil premium lain termasuk juga smart fortwo. "Mereka (smart fortwo) sangat berbeda karakternya, mesinnya, dan modelnya dengan Mini," ucap Helena. Mini, sambung dia, juga berbeda dengan mobil-mobil keluaran BMW meskipun keduanya berada di bawah payung grup yang sama. "Mini is a different, Mini bukan cuma dicintai mereka yang muda tapi juga yang berjiwa muda. Mereka yang memilih Mini karena suka dengan kebebasan mengekspresikan diri dalan lifestyle mereka. Karena itulah Mini memiliki banyak sekali part-part optional," tegas Helena. Sebagai bukti jika Mini kini masuk dalam gaya hidup masyarakat di dalam negeri, BMW Group Indonesia mencatat sudah ada 120 unit konsumen yang memesan Mini sejak public launching di Indonesia International Motor Show (IIMS) Juli 2011 lalu. "30 persen merupakan Mini model cabriolet, sisanya Mini Cooper S hatchback," tutup Helena. (bosmobil)

Tak kalah dengan tampak depannya, bagian sisi sampingnya juga cukup memiliki karakter yang kuat seakan menggambarkan sebuah kendaraan penunjang aktivitas yang sarat dengan penampilan executive, begitu pula dengan bagian bokongnya yang terlihat cukup padat dan berisi ala kendaraan hatchback dihiasi dengan stop lamp modern ala BMW lengkap dengan atribut emblem jati dirinya. Interior Seperti pada umumnya mobilmobil Eropa, suatu tingkat kenyamanan yang direalisaIST sikan dengan kemewahan dan kelengkapan fitur dalam kabin sudah pasti menjadi syarat mutlak. Tak salah bila BMW X1 juga turut dipersenjatai dengan perangkat mewah ter-

sebut, mulai dari perangkat audio dengan lantunan suara merdu, lapisan kulit jok yang berkolaborasi dengan wood panel di bagian dashboard, hingga jok electriknya. Tak hanya itu, fitur mewah layaknya sisi ergonomis juga turut diterapkan. Mulai control audio dengan HiFi loudspeaker hingga free hand melalui konektivitas bluetooth yang disambungkan pada ponsel. Sisi executive juga terlihat pada bagian belakang dengan adanya consule pemisah di bagian tengah. Namun sayang saat tim merasakan duduk di bangku belakang, posisi duduk sedikti tidak nyaman, bukan karena ruang gerak yang terlalu sempit, namun dikarenakan dimensi jok yang terbilang sedikit minim. Under the Hood Menyandang status sebagai kendaraan Sport Activity Vehicle (SAV) sudah sepantasnya bila keluarga baru X1 yang datang dengan emblem sDrive 18 Executive ini juga telah

dibekali dengan mesin handal empat silinder dengan Valvetronic dan Double VANOS yang diklaim mampu menghasilkan tenaga sebesar 150 dk dan torsi 200 Nm pada putaran 3.600 rpm. Saat melakukan perjalanan sesi test drive bersama X1 sDrive18 Executive ini tim pun tak menyianyiakan merasakan sentuhan performanya. Saat awal menjejaki pedal gas, putaran mesin terasa cukup halus, namun ketikan melaju diputaran atas, mesin terasa menggerung bahkan untuk menyentuh angka 160 pun terasa cukup lamban dan berkesan berat. Price Berstatuskan perakitan yang dilakukan di tanah air, BMW Group Indonesia membandrol keluarga baru X1 ini dengan harga Rp539 juta off the road. Bahkan pihak BMW juga memberikan beberapa pilihan warna menarik yang di antaranya titanium silver. (bosmobil)

4

WAJAH
Rinaldi, Ketua Wilayah PPNSI Sumatera Barat

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Dorong Petani Kreatif jadi Pengusaha
Pertanian kini menjadi isu sentral yang hangat dibahas. Ketika banyak tempat di dunia terancam kelaparan dan rawan pangan, barulah petani dibutuhkan. Sebelumnya tidak ada perhatian serius pemerintah maupun pihakpihak terkait untuk mensejahterakan pelaku sektor ini. Ancaman rawan pangan kini bukan lagi mendera satu wilayah saja, melainkan sudah merupakan tantangan global. Pembangunan pertanian yang baik sudah semestinya digalakkan. Ketua Wilayah Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Sumatera Barat, Rinaldi ikut bicara. Kesejahteraan petani katanya adalah awal mencapai kesejahteraan bangsa. Berikut petikan wawancara wartawan Padang Ekspres, Heri Faisal dengan Rinaldi. Bagaimana anda melihat potensi pertanian di Sumatera Barat? Saya ingin jelaskan bahwa Sumbar berada di garis khatulistiwa dengan permukaan alam yang tak rata, namun kaya. Potensi tanah yang luar biasa subur. Potensi laut yang besar dan pegunungan yang juga sangat kaya. Kita perlu bersyukur kepada Allah, karena Sumatera Barat ibaratnya sudah ditakdirkan untuk menerima semua anugerah tersebut. Bisa Anda lihat bahwa Sumbar memiliki kekayaan tanah mulai dari lembah, tanah berawa hingga pegunungan. Juga sungai-sungai, danau, hingga potensi laut yang sangat besar. Jarang ada daerah yang memiliki keragaman seperti di Sumbar. Sekali lagi ini harus disyukuri. Jadi, dengan potensi yang begitu besar, sudah seharusnya makhluk hidup yang mendiami daerah itu memanfaatkan dengan baik segala kekayaan yang diberikan. Masyarakat Minangkabau tidak boleh keluar dari fitrah itu, saya kira ini berkah dari Allah yang harus kita manfaatkan dengan baik. Lalu, apakah potensi itu menurut anda sudah mampu kita garap dengan baik? Nah, itu yang belum dilakukan dengan maksimal. Petani kita belum sejahtera, kalau saya menilai indikator kesuksesan pertanian itu adalah kesejahteraan petaninya. Padahal sebenarnya potensi sektor pertanian dan perikanan bisa dikembangkan untuk menjadi aktor utama pembangunan di Sumatera Barat. Nenek moyang kita kan berasal dari sana semuanya, petani dan nelayan, mereka akrab dengan sawah, kebun, atau juga laut. Saya kira untuk memanfaatkan potensi itu memang butuh perhatian semua kalangan. Arah pembangunan pemerintah mesti menuju ke arah itu. Kan ada semboyannya, “orang yang menguasai lahanlah yang akan mengusai dunia.” Sekarang ini penduduk dunia sudah tujuh miliar lebih, kebutuhan pangannya tentu akan bergantung kepada sektor pertanian. Saya artikan pertanian itu dalam skala yang lebih luas, termasuk di dalamnya perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan. Mereka ini lah yang akan menopang kebudidukung. Di Nusa Tenggara, pemerintah melakukan hal demikian memberi bantuan sapi kepada petaninya, padahal tanah di daerah itu terhitung gersang, tapi program itu berAda dua landasan kerja utama yang kami laksanakan. Yakni advokasi dan pemberdayaan petani. Advokasi itu memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan untuk menjadi pemain utama dalam pembangunan. Mengupayakan akses ke pemerintah, dalam bentuk memperjuangkan anggaran untuk petani. Dan tentu menuju petani yang sejahtera. Program kedua terkait pemberdayaan petani. Kami ingin petani berpikir jauh lebih maju, yakni bagaimana pertanian mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Kesejahteraan berasal dari situ. Makanya PPNSI membuat terobosan-terobosan bersama petani untuk meningkatkan produksi. Beberapa petani binaan kami sudah banyak yang sukses. Karena kami mengajak petani untuk menerapkan pertanian terpadu (integrated farming), di mana dalam satu lahan petani tidak terfokus pada satu komoditi. Misalnya seorang petani memiliki kebun sawit, di bawahnya mereka bisa beternak sapi. Artinya rumput yang ada di perkebunan sawit itu jangan diracun, tetapi diberikan kepada sapi, sekaligus kotoran sapi bisa menjadi pupuknya. Cara-cara pandang seperti itu yang terus kami buka. Minimal petani mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka sendiri. Di luar itu selain dengan sistem pertanian terpadu tadi, kami juga arahkan petani menerapkan tumpang gilir. Seperti petani padi misalnya, kalau biasanya panen tiga kali setahun, satu kali musim tanam digilir dengan tanaman lain, seperti jagung, atau tanaman yang berorientasi pasar. Kami mendorong petani memproduksi komoditi yang bisa diserap pasar. Sudah berhasilkah upaya itu? Sebagian besar petani binaan kami sukses. Ada peternak sapi yang mampu memelihara sapi hingga berat 1,3 ton, daging yang dihasilkan bagus, itu terus kami dukung. Tak cukup sampai di situ pertanian kami arahkan menuju bisnis. Hasil produksi pertanian diolah kembali dalam bentuk usaha rumah tangga menjadi penganan untuk dipasarkan. Sudah ada contoh suksesnya. Seperti salah satu petani lele binaan kami, hasil lelenya banyak. Untuk pengembangan usaha kami arahkan ke industry kreatif, maka terbentuklah usaha Lele Crispy. Ke depan, kami upayakan akan semakin banyak melahirkan entrepreneur muda di bidang pertanian. Pakoknya jangan malu jadi petani, karena peluang kesejahteraan sangat besar di bidang ini. Apa harapan anda terhadap dunia pertanian Sumbar? Seperti yang sudah saya singgung tadi. Tujuan pertanian tetap pada kesejahteraan. Saya berharap sektor pertanian dan perikanan memang menjadi aktor utama perekonomian di Sumatera Barat. Kesejahteraan masyarakat mampu dicapai dari situ. Makanya diminta peran lebih pemerintah dan stakeholder terkait atau pun pihak swasta agar mau berinvestasi di bidang pertanian. Tidak muluk-muluk, pemerintah atau swasta bisa membantu dengan memberikan sapi betina untuk dipelihara oleh petani. Sistemnya boleh dengan bagi hasil. Itu akan sangat membantu petani, sebab bisa disebut tabungan hidup bagi mereka jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Bantuan itu sebaiknya bukan material jadi, tetapi sesuatu yang membuat petani kreatif. Agar berubah pula cara pandang mereka terhadap bidang pertanian. Jadi kesimpulannya, petani jangan lagi diberi ikan tapi berilah kailnya. ***

tuhan penduduk dunia. Sebenarnya apa yang menjadi persoalan pertanian di Sumatera Barat? Yang paling mendasar bagi saya adalah cara pandang masyarakat terhadap pertanian. Tidak hanya di Sumbar, mungkin ini juga terjadi di banyak daerah di Nusantara. Orang tampak malas bertani. Karena mungkin asumsi mereka petani itu kolot, dan tidak menjamin masa depan yang baik. Pertanian dinilai hanya sebatas bergumul di tengah sawah. Paradigma semacam itu yang berkembang di masyarakat, sehingga pertanian dianggap sesuatu yang tidak menjanjikan. Kita harus mengubah pandangan itu. Pertanian justru adalah satu sektor yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik. Kami di Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) mendorong itu. Petani bukan berarti bergelut di tengah sawah, tetapi kreatif dengan berbagai terobosan yang berbasis pertanian. Menjadi pengusaha tani pastinya. Kemudian juga dorongan dari pemerintah, berupa akses mudah bagi petani untuk mendapatkan pupuk, bibit unggul. Dan yang lebih penting perhatian besar ke dunia pertanian melalui anggaran. Seperti apa konkretnya dorongan pemerintah untuk membangun pertanian Sumbar itu? Sebenarnya sudah ada upaya pemerintah, tapi belum maksimal. Seperti yang digagas gubernur untuk membantu petani dengan memberi bantuan sapi, saya kira itu perlu

hasil. Di Sumbar, kalau itu didukung semua pihak dan petani bertanggung jawab, saya rasa bisa jauh lebih berhasil, karena lahan kita subur. Program kreatif seperti itu yang mesti diperbanyak. Satu hal lagi pemerintah harus serius menggarap pertanian. Tanggung jawab pembangunan pertanian itu ada di tangan pemerintah. Saya memperkirakan di Sumbar ini sekitar 70 persen warganya adalah petani. Pemerintah harus berperan mendukung mereka, dengan memberikan berbagai kemudahan. Pinjaman dengan bunga rendah misalnya, pemberian lahan untuk petani, ketersediaan pupuk, dan lain-lain. Satu lagi pemerintah perlu menaikkan anggaran bidang pertanian di atas 10 persen. Bersama PPNSI, apa yang anda lakukan untuk kemajuan pertanian Sumbar? D i PPNSI, k a m i bekerja mengikuti visi organisasi.

RINALDI

Sejak Kecil Dekat dengan Pertanian
PERTANIAN bukanlah dunia asing bagi seorang Rinaldi. Meski ayahnya seorang pegawai negeri di SMPN 1 Maninjau, namun hasil mengajar di sekolah tak mencukupi kebutuhan harian dan sekolahnya beserta lima orang kakak-kakaknya. “Jadi di luar jam sekolah ayah tetap bertani,” katanya. Dia mengaku selama mengenyam pendidikan di sekolah, baik itu ketika di SMP hingga SMA, waktunya banyak dihabiskan di ladang pertanian. Apalagi beratnya biaya hidup di masa itu, mau tak mau sehabis sekolah pria kelahiran Maninjau, 12 November 1975 ini harus membantu orangtuanya mengurus ladang dan ternak. “Saya juga merasa sangat bersyukur karena memiliki hewan ternak,” katanya. Rinaldi mengaku semasa sekolah menggembalakan sapi di kampungnya Bayur Maninjau. Sapi pulalah yang membuatnya bisa kuliah. Karena setelah menamatkan SMA, orangtuanya tidak memiliki dana untuk membiayai kuliahnya. Maka sapi yang dia pelihara pun dijual, hingga tertutupi semua keperluannya untuk mengikuti pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Di kampus ini, bungsu dari enam bersaudara itu tak lupa, bahwa dia berasal dari keluarga petani. “Kehidupan petani itu susah,” sebutnya. Maka dia bertekad menyelesaikan kuliahnya dengan cepat. Mempelajari pertanian dengan baik, agar kelak ilmu yang dia peroleh bisa dimanfaatkan untuk petanipetani lainnya. Tujuannya mengangkat kesejahteraan petani. “Tidak banyak orang yang perduli dengan pertanian. Kalaupun ada, kebanyakan hanya berupa bantuan pupuk atau bibit kepada petani. Bantuan semacam itu tidak membuat petani kreatif,” sebut alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian itu. Menurutnya bantuan terbaik untuk petani adalah pembinaan dan kemudahan menjalankan usaha tani. Termasuk soal kemudahan pinjaman dan jaminan pasar, selanjutnya serahkan kepada petani untuk melakukan usahanya. Setelah menamatkan pendidikan di IPB, Rinaldi ikut mendeklarasikan berdirinya Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI). Organisasi itu mengusung kesejahteraan petani dan nelayan sebagai tujuan utama. Rinaldi melihat kesejahteraan petani sampai hari ini belum tampak. Padahal Indonesia memiliki lahan pertanian dan perikanan yang sangat berpotensi. Tetapi hasil bumi nusantara ini hanya dinikmati oleh sebagian kelompok, bukan masyarakat kecil. “Di PPNSI, kami mendorong petani untuk kreatif. Karena tidak semua petani punya lahan luas. Lahan yang sedikit dimaksimalkan produksinya. Bisa dilakukan dengan sistem tumpang sari, atau dengan tumpang gilir,” jelas ayah empat anak itu. Namun kebanyakan petani binaan PPNSI diarahkan untuk bertani secara terpadu. Artinya petani tidak hanya menanam padi, tetapi juga beternak. Itu diharapkan mampu menutupi kebutuhan hidup petani. Rinaldi juga mengenalkan bisnis pertanian dengan makhluk hidup. Artinya investor menginvestasikan makhluk hidup untuk dikembangbiakkan. “Contohnya sapi, itu sangat bagus diberikan kepada petani. Sistemnya boleh dipaduokan (bagi hasil), saya rasa itu akan sangat membantu petani,” katanya. Dia bercita-cita suatu saat pertanian dan perikanan menjadi aktor utama pembangunan Sumatera Barat. Apalagi lahan untuk itu sudah tersedia. Memimpin PPNSI Sumbar sejak tahun 2005 lalu, Rinaldi bertekad akan terus berjuang mensejahterakan petani. (heri faisal)

HIDUP DARI SAWAH: Rinaldi selalu dekat dengan pertanian. Sejak kecil, Rinaldi banyak menghabiskan waktunya di ladang pertanian.

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

NAN PADEK

5

Prof Nasfryzal Carlo
Pengamat Lingkungan UBH Padang

Warga belum Sadar Lingkungan
FAKTOR utama banjir, lebih disebabkan drainase yang tidak tertata dengan baik. Di samping itu, sebagian besar rumah penduduk dan perkantoran dibuat dengan kondisi tinggi dari badan jalan. Akibatnya, air hujan yang turun langsung, masuk ke jalan-jalan. Seperti di sepanjang Jalan Gajah Mada dan beberapa daerah lain di Padang. Kemudian, masyarakat juga kurang berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Sampah berserakan di mana-mana. Parahnya, masyarakat cenderung membuang sampah ke selokan. Bila hujan, sampah jadi menyumbat riol. Untuk itulah, pemerintah mesti segera membenahi persoalan drainase ini. Faktor lainnya adalah pemanasan global, sehingga permukaan air laut naik dan curah hujan menjadi tinggi. Didukung dengan maraknya pengundulan hutan untuk alih fungsi lahan menjadi perumahan atau permukiman. Kendati demikian, pembukaan lahan untuk pembangunan belum terjadi secara besar-besaran di Padang. Namun hal itu semakin melengkapi akumulasi dari faktorfaktor yang menyebabkan banjir terjadi. (lubis)

LANGGANAN BANJIR: Jalan Adinegoro, Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, salah satu kawasan langganan banjir di Kota Padang. Jika hujan lebat satu jam saja, jalan dua jalur tersebut sudah banjir hampir setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, badan jalan terlihat lebih rendah dari drainase.

SY RIDWAN/PADEK

Eko Alvares
Pengamat Tata Ruang UBH

Dinas TRTB harus Tegas
PADANG memang rawan banjir, buktinya sejak zaman dulu (Belanda) telah dibuatkan saluran air utama seperti banda bakali untuk mengatasi persoalan banjir. Penyebabnya, Padang dekat dari laut dan aliran sungainya bermuara di laut, sehingga air yang mengalir ke laut lambat apalagi kalau air laut lagi pasang. Faktor alam lainnya, curah hujan terbilang tinggi menghasilkan volume air yang banyak. Tidak itu saja sebenarnya. Manusia juga berkontribusi terhadap penyebab banjir tersebut. Kurangnya kesadaran masyarakat menanggulangi banjir semakin pudar saja. Masyarakat lebih mementingkan keperluan individu dibandingkan kepentingan bersama. Bisa diamati dengan jarangnya rumah yang menyisakan halaman hijau (pekarangan), masyarakat lebih memilih menyemen seluruh halaman rumah sehingga air hujan tidak terserap melainkan sepenuhnya masuk ke selokan, sedangkan selokan tadi sudah tersumbat. Pemko juga tidak melakukan tugasnya dengan baik, seharusnya dari dinas terkait seperti TRTB harus bisa mengawasi pembagunan pemukiman, jika tidak sesuai atau ada indikasi menyalahi aturan harus ditindak. Aturannya sudah jelas, tapi pengawasan yang kurang. Kalau tidak mau banjir lagi, ya patuhi aturan. Jangan pemerintah sendiri yang melanggar aturan demi kepentingan golongan. (eka rianto)

Banjir Kepung Padang
Banjir hingga menutupi badan jalan kerap kali menimbulkan kemacetan. Seperti terjadi Selasa (1/11) lalu, hujan yang mengguyur Padang sejak siang hari membuat hampir seluruh jalanan Kota Padang terendam banjir. Perempatan Jalan AR Hakim dan Jalan Kampung Nias terendam banjir hingga setinggi 60 cm. Beberapa pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok. Arus air yang deras juga membuat pengendara kewalahan. Begitu juga dengan daerah-daerah lainnya. Sepanjang Jalan Nipah, HOS Cokroaminoto, agar Padang tidak menjadi lautan. Tata Ruang yang tak Jalan Pengamat Lingkungan dari Universitas Andalas, Syahbuddin, mengatakan banjir di Padang karena penampungan atau saluran pembuangan tidak berfungsi baik dalam menampung curah hujan yang tinggi. Selain itu, tingginya pasang laut juga mempengaruhi besarnya resapan

Khalid Syaifullah

Tata Ruang Kota tak Jelas
BANJIR bandang yang terjadi di beberapa daerah di Sumbar tidak terlepas dari perubahan (degradasi) kawasan hutan karena penebangan secara liar untuk alih fungsi lahan. Khusus di Padang, penyebab banjir tidak terlepas dari kekeliruan pemanfaatan pola tata ruang. Mana yang kawasan permukiman dan mana yang bukan kawasan permukiman tidak dimanfaatkan dengan konsisten. Padang pinggir kota dalam konteks tata ruang semestinya menjadi ruang nonpermukiman, tapi berubah menjadi permukiman penduduk. Padang pinggir kota sebelumnya adalah lahan pertanian produktif yang semestinya menjadi daerah resapan air di samping sebagai sumber pangan bagi masyarakat Kota Padang. Ketika lahan itu berubah menjadi permukiman, otomatis lahan itu akan kehilangan semua fungsinya. Kemudian, daerah bagian hulu yang dulunya banyak hutan, kini sudah kritis karena aktivitas pembalakan liar. Karena terjadinya alih fungsi kawasan tersebut, air yang datang dari hulu dan tengah menjadi besar, dan tidak dapat ditampung oleh bagian hilir yang akhirnya mengakibatkan banjir. Daerah bagian hilir, seperti Kototangah itu dulunya daerah serapan air. Ketika sudah berubah menjadi daerah permukiman, fungsinya menjadi hilang. Inilah yang kemudian kekeliruan pemanfaatan pengelolaan tata ruang ini menjadi penyebab terjadinya banjir di Kota Padang. (lubis)

Direktur Eksekutif Walhi Sumbar

BEBERAPA pekan terakhir, hujan terus mengguyur Kota Padang. Semestinya guyuran itu adalah berkah dari yang Maha Kuasa. Tetapi menjadi musibah ketika manusia yang mendiami tempat guyuran hujan tak siap menerima berkahnya. Hujan yang seharusnya menyejukkan Kota Bengkuang ini berubah menjadi bencana Ini semua disebabakan pengelolaan tata ruang kota yang tidak jelas. Banjir mulai terjadi di mana-mana. Pantauan Padang Ekspres ketika intensitas hujan di Padang meningkat sepekan lalu, beberapa kawasan terendam banjir. Kawasan Aiapacah, Kelurahan Sungaisapih mungkin menjadi yang terparah. Banjir menggenangi kawasan tersebut terutama di sekitar SMPN 27 Padang. Tinggi air bahkan mencapai satu meter. Jika musim hujan datang, proses belajar mengajar pun dihentikan. “Dalam setahun, bisa enam sampai tujuh kali banjir,” kata Kepala SMPN 27 Padang, Syahsiar beberapa waktu lalu. Dia menyebut sekolah tidak mampu mengatasi permasalahan banjir. Karena setiap kali hujan deras, terjadi arus air mengarah ke sekolah tersebut yang topografinya rendah. Sekolah sudah pernah mengupayakan pemasangan tembok untuk menahan laju air, namun tetap saja jebol. Selain kawasan Aiapacah, banjir juga tampak di sepanjang jalan di kawasan Pondok, Simpangharu, Muarapalam, Gunungpangilun, Lapai, Aiatawa, hingga Lubukbuaya. Banjir itu kata Zulfiardi, 42, warga Aiatawa disebabkan tersumbatnya saluran air di kiri kanan jalan sehingga air tumpah menutupi badan jalan. “Kalau hujan biasanya begini, air kadang sampai selutut,” kata Zul tengah membersihkan saluran air di depan rumahnya di Kompleks Perumnas Aiatawa. Lumpur dan bermacam material sampah menumpuk di saluran selebar 30 cm itu. Zul mengaku setiap kali hujan deras, air dengan cepat menggenang, namun segera surut beberapa jam berikutnya. Dia memperkirakan ada saluran air yang tersumbat sehingga arus air menuju sungai tidak lancar. “Dulu, sebelum gempa air tidak terlalu menggenang. Kalaupun hujan deras, air tetap lancar, kemudian langsung surut pas hujan berhenti,” katanya. Hal senada diutarakan Yosef, 27, warga Simpangharu. Dia mengaku setiap kali hujan lebat selalu saja terjadi banjir di daerahnya. Banjir disebabkan tersumbatnya saluran air, sehingga air dengan cepat tergenang.

dulunya sebagai kawasan serapan air kini berubah menjadi kompleks perumahan. “Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan permukiman. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi kesalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Harus dimulai dari sekarang, dan masyarakat harus mendukung,” tandasnya. Perbaikan Drainase Pemko Padang memprioritaskan anggaran untuk perbaikan drainase dan jalan dalam APBD 2012 mendatang. “Banjir saat ini sudah bukan dalam kondisi yang biasa lagi. Banjir kerap menyebabkan banyak jalan berlubang. Jika tak segera diperbaiki bisa menimbulkan korban jiwa. Tentunya saya minta dukungan DPRD,” ujar Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, kepada Padang Ekspres, Kamis (10/11). Terpisah, Kabid PSDA Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, Herman menuturkan, pemko telah mengajukan usulan rencana perbaikan saluran drainase ke provinsi. Di antaranya pembuatan Desain Engineering Design (DED) saluran drainase di Jalan Gajah Mada yang anggarannya Rp4,5 miliar, perbaikan EK N/PAD IDWA SY R 27 saluran drainase di jalan Aru MPN Rp2,5 miliar dan perbaikan saa di S atuny luran drainase di Pasar Lubuklah s h. Sa buaya Rp1,5 miliar. sekola lah air di “APBD Kota Padang kan sangat kecil. sejum endam olah. dalam tanah. Kami juga mengajukan usulan pengmer ek juga Sementara, pembua- anggaran perbaikan saluran drainase ke libur s dang di Pa lajar untuk ngannya ke laut terhambat karena provinsi tahun 2012. Mudah-mudahan saja, anjir e sa p H: B selokan ataupun aliran air di sungai provinsi bersedia membantu,” ucapnya. emak KOLA K SE ondisi ini m Dr Suto- terhambat karena banyaknya sampah dan TA Saat ini, saluran drainase primer dan g. K mo, Sisingamanga- adanya bangunan yang didirikan di sekunder Kota Padang tidak mampu lagi Padan raja, Agus Salim, Gajahmada, sepanjang sungai dan tempat-tempat menampung debit air, karena pemJoni Anwar, hingga Adinegoro terendam pembuangan air. bangunan yang cukup pesat Dampaknya air. Kawasan Simpangharu bahkan macet Yang terlihat saat ini, banyak ba- daerah yang seharusnya menjadi resapan total akibat kendaraan mogok di tengah ngunan dibangun, tapi tidak memper- air tak mampu lagi menjalankan fungjalan. hatikan tata ruang, terutama saluran air sinya. Banjir juga disebabkan perilaku Beberapa warga kompleks peruma- di sekitarnya. “Padahal ketentuan ini masyarakat yang tidak bersih dengan han mengatasi banjir dengan gotong sudah ada, tapi selama ini tidak dilak- membuang sampah di sungai dan saluran royong membersihkan saluran air di sanakan. Masih ada saluran air dan sungai air. “Kami minta masyarakat juga punya sekitar perumahan mereka. Zulfiardi atau Bandar Bekali yang aliran airnya kesadaran untuk ini,” tuturnya. misalnya, mengaku warga di tempat tertutup karena mendirikan bangunan di Ketua DPRD Kota Padang, Zulherman tinggalnya gotong royong setiap sekali sana. Di samping itu, pengawasan dari menegaskan, untuk tahun depan pengensebulan. “Gotong royong membersihkan pemko juga kurang,” terang Syahbuddin. tasan persoalan bannjir dan jalan rusak saluran air di depan rumah masing“Yang terpenting itu, harus ada ke- menjadi prioritas penganggaran. Pemmasing,” kata ayah empat anak itu. mauan kita bersama untuk tidak memba- prov telah menyatakan kesanggupan Untuk urusan sampah katanya sudah ngun seenaknya dan begitu juga penga- untuk membantu Padang. Peluang terseada petugas kebersihan kota yang mengu- wasan dari pemko. Tapi yang kita lihat saat but harus dimanfaatkan pemko. rusnya. Namun tetap saja di beberapa ini sepertinya pemko juga sudah bosan, sudah “Pemko harus secepatnya mengabagian masih tampak berserakan. “Biasa- ada peraturan tapi masyarakat masih jukan proposal ke provinsi untuk meninnya itu orang-orang yang lewat sini, sering melanggarnya,” tambah Syahbuddin. daklanjuti tawaran pemerintah provinsi buang sampah sembarang,” katanya. Hal senada juga jadi penilaian Har- itu. Jika dibandingkan penambahan Meski warga sudah mulai gotong yeni, pengamat tata ruang dari Universi- anggaran di PU tidak signifikan dengan royong membersihkan saluran air di tas Bung Hatta (UBH). Kondisi ini, alokasi anggaran yang diberikan ke PU sekitar kompleks masing-masing, anca- diperparah juga oleh daerah serapan untuk memperbaiki sarana dan prasarana man banjir tetap mendatangi kota Pa- seperti Ruang Taman Hijau (RTH) sema- masyarakat yang rusak akibat gempa,” dang. Perlu antisipasi serius dari pemko kin berkurang. Di kawasan Bypass yang ujarnya. (heri/lubis/eka/ayu)

Jika tak Ikut, Warga Siapkan Bekal untuk Peserta Goro
Bagi warga RT 01 RW 07 Durian Tarung, Kelurahan Pasarambacang bergotongroyong (goro) membersihkan lingkungan sudah menjadi agenda rutin yang kerap mereka lakukan di hari libur. Selain dapat membersihkan lingkungan, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban.
SETIAP Minggu datang, panggilan dari mushalla kerap mengumandang mengajak masyarakat untuk bergotongroyong membersihkan lingkungan sekitar. Mulai membersihkan tanaman yang tumbuhan di pinggir sungai, saluran air, sampai membersihkan rerumputan yang tumbuh subur di pinggir jalan. Warga saling bahu-membahu membersihkan lingkungan. Jika kaum Adam sibuk membersihkan lingkungan tempat tinggal, maka kaum hawa pun bekerja menyiapkan bekal bagi kaum Adam yang bekerja, membersihkan lingkungan mereka. Seluruh masyakat ikut berpartisipasi melaksanakan kegiatan tersebut. Bagi warga di tempat itu, membersihkan lingkungan banyak manfaatnya. Selain lingkungan mereka bersih, kesehatan warga yang tinggal di tempat itu juga terjaga dengan baik. Selain itu, kegiatan goro massal dapat menjalin keakraban dan menumbuhkan semangat tolong menolong sesama masyarakat. Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Pasar Ambacang, Arman menuturkan budaya goro masih hidup di RT 01 RW 07. Warga dengan kesadaran sendiri membersihkan lingkungan, saat imbauan melalui pengeras suara terdengar. “Kalau sudah diumumkan warga datang sendiri untuk bergoro. Ada yang ikut bergabung dengan rombongan goro, ada juga goro dekat rumah masing-masing. Kalau kegiatan goro berlangsung, justru bantuan berupa makanan banyak mengalir dari masyarakat untuk peserta goro,” ucapnya. Biasanya, kegiatan goro dimulai membersihkan rumput-rumput yang sudah tinggi di pinggir-pinggir jalan, dilanjutkan mengumpulkan sampahsampah dan pembersihan saluran bekerja, warga lainnya juga ikut membantu. “Itulah bentuk kerjasama, warga saya. Goro tidak hanya membersihkan lingkungan,” katanya. Menurutnya, kegiatan goro memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat menjadikan lingkungan bersih dan asri, menjalin keakraban sesama masyarakat, serta terhindar dari berbagai jenis penyakit, yang disebabkan lingkungan yang tak bersih. Lewat goro inilah, warga saling kenal mengenal. Biasanya kan karena kesibukan masing-masing, kita banyak tak tahu tetangga di lingkungan tempat tinggal. Dengan ikut kegiatan seperti inilah, antar warga bisa tahu dengan orang-orang yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Senada dengan itu, warga lainnya Syamsimar juga mengakui bahwa tradisi goro masih kuat di tempat tinggalnya. Ini dikarenakan sistem kekerabatan di tengah masyarakat masih kental. Ini dapat dibuktikan, jika warga melihat ada warga lain yang bekerja, maka yang lain, dengan kesadaran sendiri turut membantu. “Kalau di tempat kami, kegiatan goro massal tak perlu ada undanganundangan segala. Kalau sudah diumumkan lewat pengeras suara, biasanya warga datang saja ke lokasi. Bagi yang sempat ikut goro, mereka akan ikut goro, namun bagi yang tak sempat ikut, warga menyiapkan bekal untuk peserta goro. Itulah cara warga kami, ikut berpartisipasi dalam kegiatan goro tersebut,” ujarnya. Sebutnya, ia pernah meratakan timbunan jalan baru di tempatnya seorang diri, namun selang tak lama, kaum wanita yang berusia lanjut, ikut membantunya. Alhasil tumpukan timbunan jalanan yang banyak tersebut, bisa diratakan dan jalan dapat dimanfaatkan banyak orang. “Kami juga dibantu bapak-bapak saat meratakan timbunan jalan. Kalau bapak-bapak sudah pulang bekerja dari kantor atau dari sawah, mereka juga ikut bergabung dengan kami. Kalau pekerjaan itu, bisa dilakukan, ya tak perlu harus menunggu yang lain mengerjakannya karena setiap orang punya kesibukan sendiri. Kalau seseorang sudah memulainya, tak mungkin yang lain tak akan membantunya,” ujar ibu delapan anak ini. (ayu)

Warga Durian Taruang Goro Setiap Hari Libur

MULAI MEMUDAR: Semangat goro di kelurahan seperti ini, kini sudah mulai memudar.
drainase masyarakat. Walau hujan lebat datang, warga RT 01 RW 07 tidak pernah kebanjiran. Karena warga sudah punya kesadaran sendiri tentang kebersihan lingkungan. “Mungkin di tempat lain budaya goro itu sudah berkurang, namun di lingkungan kami, hal itu tetap ada. Bahkan saat pembangunan jalan lingkungan sepanjang 900 meter, warga juga bergotong royong mewujudkan jalan baru tersebut,”sebutnya. Jika pada hari kerja, laki-laki bekerja, maka one-one di RT 01 RW 07 yang melanjutkan pekerjaan meratakan timbunan jalan. Bagi warga yang tidak bekerja, ikut serta membantu. Dan apabila sudah pulang

SY RIDWAN/PADEK

6

KISAH
Syara Adha, Peserta Pildacil ANTV Asal Tanahdatar
tropi dari berbagai kejuaraan MTQ, sehingga diapun bertekad untuk dapat mendapatkan tropi seperti kakak-kakaknya. Ia berharap, kelak tropi itu juga bisa, ia bawa pulang dan dipersembahkan untuk kedua orangtua yang telah membesarkannya. Syara kerap bertanya kepada kakaknya, Nurul Etika dan Ulfah Husni, tentang bagaimana dapat mengumpulkan tropi, seperti yang dimiliki kakaknya. Sejak itu, Syara berjanji dalam hati, ia akan berjuang dan bekerja keras agar bisa mendapatkan tropi yang didambakannya. Saat perlombaan pildacil tingkat kecamatan digelar, Syara memberanikan diri mengikuti perlombaan tersebut. Sempat ia ragu untuk mengikuti lomba tersebut, namun orangtua dan kedua kakaknya, memberikannya semangat agar ia bersedia untuk mengikuti perlombaan. Nasib baikpun berpihak pada Syara, sehingga ia dapat melaju ke lomba pidato cilik tingkat kabupaten, tempat ia dilahirkan. “Lomba pildacil tingkat kabupaten, tentu persaingan lebih ketat lagi. Untuk itu, Syara terus latihan, agar bisa jadi pemenang. Orangtua sering memberikan masukan pada Syara, saat berpidato di depan masyarakat. Syara ingin membanggakan orangtua dan keluarga. Syara tak mau lekas puas dan selalu ingin belajar. Syara kerap memperhatikan santri-santri di Pondok Al Quran tempat orangtua mengajar,” terangnya. Saat Padang TV buka audiensi lomba pidato cilik, kakaknya Nurul Etika dan Ulfah Husni mendaftarkannya untuk ikut perlombaan. Keluarga selalu memberikan dukungan agar Syara bisa mengasah bakat bisa lebih baik lagi. Salah satu caranya, dengan mengi-

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Gagal di Enam Besar, Harumkan Sumbar
Syara Adha, murid SDN 02 Aliran Sungai Taluak, Kecamatan Lintaubuo tak pernah menyangka, jika ia bisa tampil di layar kaca. Tak pernah terlintas dalam hatinya, jika ia bisa tampil di televisi bak artis ibukota. Terpilih sebagai salah seorang finalis dalam lomba Pemilihan Dai Kecil (Pildacil) di salah satu stasiun nasional, telah mengubah peruntungannya. Kini, kepiawaian gadis kecil itu dalam berdakwah, tak hanya diketahui warga di tempat tinggalnya. Namun seluruh pemirsa di Indonesia juga dapat melihat keahlian putri pasangan Afandi Yatim dan Jasmaniar ini dalam menyiarkan ajaran agama Islam. Laporan : PAHLAWAN TANAHDATAR: MESKI TAK JUARA, Syara merasa terharu karena mendapat sambutan yang luar biasa dari pemkab dan unsur Muspida. Syara diapit Ketua DPRD Tanahdatar, Zuldafri Darma, Kepala Dishubkominfo, Daryanto Sabir, Camat Lintaubou dan tokoh masyarakat.

Mustfa A m l - B t s n ka a ka auag r
SENYUM khas anak-anak milik Syara Adha terus mengembang dari sudut bibirnya ketika Padang Ekspres menemuinya, akhir pekan lalu. Meski sudah terkenal, tak membuat Syara tinggi hati. Ia tetap terlihat bersahaja. Jalan panjang telah dilewati gadis kecil itu, sebelum ia berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional. Kendati langkahnya hanya terhenti di enam besar, tak membuatnya patah semangat untuk bisa mengukir prestasi yang lebih gemilang. “Saya sangat gembira sekali bisa tampil di televisi. Walau langkah saya harus terhenti di enam besar,” ujarnya. Ia ingin menjadi mubaligh cilik karena termotivasi kakaknya, yang telah banyak meraih

MUSTAFA AKMAL/PADEK

kuti berbagai perlombaan. Saat mengikuti lomba pildacil, bapak mendengar ada lomba pildacil yang digelar ANTV di rumah dinas walikota Padang. Setelah mendengar informasi itu, bapak langsung mencari informasi dan mendaftarkan Syara untuk ikut perlombaan tersebut. “Makanya Syara bisa sampai ke Jakarta, karena bapak yang mendaftarkan Syara. Berdasarkan penilaian tim juri, Syara penampilannya bagus, dan bisa dikirim ke Jakarta

untuk mengikuti lomba pildacil. Syara gembira sekali, karena ini kesempatan emas bagi Syara dan belum tentu semua orang yang mendapatkan kesempatan yang sama seperti Syara,” ujarnya. Keberangkatannya mengikuti lomba pildacil ke Jakarta juga diikuti peserta pildacil asal Pasaman. Ia terpilih setelah lolos seleksi keempat kalinya dari tim juri Pildacil ANTV. “Syara untuk bisa sampai ke Jakarta dites sebanyak empat kali. Setelah dinya-

takan lulus, tim juri minta agar Syara dan orangtua bersiapsiap untuk berangkat ke Jakarta mengikuti Pildacil,” ucapnya. Sebelum tampil di layar kaca, Syara mengaku banyak diberikan pelatihan. Ia tak pernah melewatkan setiap materi dan masukan yang diberi guru- guru pildacil. Awalnya ia merasa kikuk, tampil di televisi dan disaksikan banyak orang, namun setelah mendapat arahan dari guru pildacil dan diberikan semangat oleh orangtuanya, ia tak grogi lagi tampil di layar kaca. “Awalnya sih kikuk, tapi Syara sudah diberikan nasehat, apa yang harus Syara lakukan saat tampil di layar kaca. Alhamdulillah, meski grogi, Syara masih bisa memberikan penampilan terbaik,” tuturnya. Pengalaman dan perjuangan yang dialami selama mengikuti pildacil, telah menempanya untuk banyak belajar dalam mempersiapkan diri menghadapi penampilan di ATNV, apalagi disaksikan selu-

ruh pemirsa TV di seluruh Indonesia. Selama dalam pemusatan latihan, ia dibimbing ayah Irwan. Sebelum tampil, harus pakai sinopsis dan di Jakarta dia tampil sebanyak 32 kali atau selama 4 bulan dan selama tampil itu seluruh transportasi diri bersama orangtuanya dibiayai ANTV Jakarta. “Syara diberi uang Rp500 ribu setiap minggu dan dibawa rekreasi ke Taman Impian Jaya Ancol dan tempat-tempat rekreasi lainnya di Jakarta. Sangat menyenangkan sekali di sana, Syara juga punya banyak kawan dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya. Dukungan terhadap Syara melalui polling Short Message System (SMS) sangat banyak dari pemirsa termasuk perantau dan masyarakat Sumbar waktu dia tampil di ANTV termasuk dari Bupati Tanahdatar, Wakil Bupati, camat dan wali nagari se-Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara bersama tokoh rantau yang langsung melihat dari dekat penampilan di ANTV.

“Syara bahagia sekali, karena banyak sekali orang yang memberikan dukungan terhadap Syara. Karena ketatnya persaingan, langkah Syara harus berhenti di enam besar, tapi Syara sangat bahagia karena bisa masuk10 besar. Gagal masuk 5 besar, tak menyurutkan semangat Syara untuk terus mengukir prestasi,” ulasnya. Meski gagal menembus lima besar, Syara merasa terharu karena saat kepulangannya, mendapat sambutan yang luar biasa dari Ketua DPRD Tanahdatar, Zuldafri Darma, Kepala Dishubkominfo, Daryanto Sabir, Camat Lintaubou serta masyarakat Tanahdatar lainnya. “Syara terharu sekali, walau Syara tak bisa jadi juara, namun Syara masih disambut meriah. Syara bertekad, ke depan ingin mengukir prestasi lagi, agar bisa mengharumkan nama Tanahdatar dan Sumatera Barat serta membahagiakan orangtua,” sebutnya. (*)

CMYK

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

SAMBUNGAN
Dimana-mana, Drainase Mampet
Sambungan dari hal. 1
di kawasan SMPN 27 Padang. Tinggi air bahkan mencapai satu meter. Jika musim hujan datang, proses belajar mengajar pun dihentikan. “Dalam setahun bisa enam sampai tujuh kali banjir,” kata Kepala SMPN 27 Padang, Syahsiar beberapa waktu lalu. Dia menyebut, sekolah tidak mampu mengatasi permasalahan banjir. Karena setiap kali hujan deras terjadi arus air mengarah ke sekolah tersebut yang topografinya rendah. Sekolah sudah pernah mengupayakan pemasangan tembok untuk menahan laju air, namun tetap saja jebol. Selain kawasan Airpacah, banjir juga tampak di sepanjang jalan di kawasan Pondok, Simpangharu, Muarapalam, Gunungpangilun, Lapai, Airtawar, hingga Lubukbuaya. Zulfiardi, 42, warga Airtawar mengatakan, banjir disebabkan tersumbatnya saluran air di kiri kanan badan jalan. “Kalau hujan biasanya begini, air kadang sampai selutut,” kata Zul tengah membersihkan saluran air di depan rumahnya di Kompleks Perumnas Aiatawa. Banjir hingga menutupi badan jalan kerap kali menimbulkan kemacetan. Seperti terjadi Selasa (1/11) lalu, hujan yang mengguyur Padang sejak siang hari membuat hampir seluruh jalanan di kota Padang terendam banjir. Perempatan Jalan AR Hakim dan Jalan Kampung Nias terendam banjir hingga setinggi 60 cm. Beberapa pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok. Arus air yang deras juga membuat pengendara kewalahan. Begitu juga dengan daerahdaerah lainnya. Sepanjang Jalan Nipah, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Dr Sutomo, Sisingamangaraja, Agus Salim, Gajahmada, Joni Anwar, hingga Jalan Adinegoro terendam air. Kawasan Simpangharu bahkan macet total akibat kendaraan mogok di tengah jalan. Beberapa warga komplek perumahan mengatasi banjir dengan gotong royong membersihkan saluran air di sekitar perumahan mereka. Zulfiardi misalnya, mengaku warga di tempat tinggalnya gotong royong setiap sekali sebulan. “Gotong royongnya ya membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing,” kata ayah empat anak itu. Pengamat Lingkungan dari Universitas Andalas, Syahbuddin, mengatakan banjir di Padang karena penampungan atau saluran pembuangan tidak berfungsi baik dalam menampung curah hujan yang tinggi. Selain itu, tingginya pasang laut juga mempengaruhi besarnya resapan air di dalam tanah. Sementara, pembuangannya ke laut terhambat karena selokan ataupun aliran air di sungai terhambat karena banyaknya sampah dan adanya bangunan yang didirikan di sepanjang alumni. Ketua Panitia Pelaksana Taragak Basuo, Yandri, M.Pd, kepada Padang Ekspres, Sabtu (12/11), mengatakan, kegiatan pertemuan alumni SMPN 10 Padang, ini sebagai wujud menjalin kembali silaturahmi sesama alumni yang sudah terputus selama lebih kurang 24 tahun lalu. Sebagian besar alumni saat ini tidak saja berada di Sumbar tapi juga beberapa daerah.(bis)

7
sungai dan tempat-tempat pembuangan air. Yang terlihat saat ini, banyak bangunan dibangun tapi tidak memperhatikan tata ruang, terutama saluran air disekitarnya. “Padahal ketentuan ini sudah ada, tapi selama ini tidak dilaksanakan. Masih ada saluran air dan sungai atau Bandar bekali yang aliran airnya tertutup karena mendirikan bangunan disana. Disamping itu, pengawasan dari pemerintah juga kurang,” terang Syahbuddin. “Yang terpenting itu harus ada kemauan kita bersama untuk tidak membangun seenaknya dan begitu juga pengawasan dari pemerintah. Tapi yang kita lihat saat ini sepertinya pemerintah juga sudah bosan, sudah ada peraturan tapi masyarkat masih melanggarnya,” tambah Syahbuddin. Hal senada juga jadi penilaian Haryeni, pengamat tata ruang dari Universitas Bung Hatta Padang. Kondisi ini, sebutnya diperparah juga oleh daerah serapan seperti Ruang Taman Hijau (RTH) semakin berkurang. Di kawasan By pass yang dulunya sebagai kawasan serapan air kini berubah menjadi komplek perumahan. “Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan pemukiman. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi kesalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Harus dimulai dari sekarang, dan masyarakat harus mendukung” tandasnya. (san)

Alumni SMPN 10 Taragak Basuo
Padang, Padek—Direncanakan sekitar 300 orang alumni SMPN 10 Padang, angkatan 86, 87, dan 88, akan menghadiri acara taragak basuo hari ini di Gedung SMPN 10 Padang, Jalan Muhammad Hatta, Kelurahan Pasar Ambacang. Acara akan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore. Pada malam harinya juga akan digelar acara silaturahmi antara keluarga

Suka Fajar Apresiasi Partshop
Sambungan dari hal. 1
Advisor, Hiroyuki Nakasuna, dan Area Coordinator Sumatera Field Marketing Section, Parts Sales Department, Ade Kurniawan. Khusus untuk Sumbar, sebut Zairin, umumnya yang naik penjualan Colt Diesel L300, Pajero, dan Coltdiesel. “Juga produk Mitsubishi umum lainnya,” katanya. Kenaikan ini terjadi sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah perkebunan dan pertambangan yang kini telah menjangkau ke pelosokpelosok daerah, dan kenaikan permintaan unit kendaraan juga akan membuat permintaan sparepart naik. “Atas dukungan dan kerja sama, kami ucapkan terima kasih, karena dengan kepercayaan itu membuktikan imej kami masih baik. Apalagi kami punya janji only in Mitsubishi dan hanya ada satu janji dari Mitsubishi untuk kembangkan layanan terbaik bagi pelanggan. Hal ini pula yang menjadi salah satu tema acara malam ini,” paparnya. Di bagian lain, Zairin menyebutkan PT Suka Fajar tahun depan akan membuka tujuh cabang lagi di wilayah Sumbar, Riau dan Jambi “Kami harapkan dukungan semua pihak agar hal ini terwujud pada tahun depan,” harapnya. Ditambahkan, apresiasi dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors kepada para toko suku cadang asli Mitsubishi yang telah berpartisipasi mengikuti partshop reward program tahun 2010, maka diberikanlah reward kepada 10 partshop terbaik di Sumbar. Di antaranya, Rama Motor, Solok dengan hadiah Hometheater LG dan plakat serta Jaya Motor Bukittinggi, dengan hadiah LCD TV Sharp 32 inchi. Selain itu, juga diberikan apresiasi kepada 10 partshop dengan pembelian part genuine Mitsubishi terbesar. Yakni Rama Motor, Solok, Kurnia Motor, Padang, CV Pangeran Diesel, Padang. Lima Samudera, Batusangkar, Jaya Motor, Bukittinggi, Sumatera Diesel, Padang Sidempuan, Jaya Utama, Padang, Jaya Utama, Payakumbuh. Jaya Motor, Padang Sidempuan dan Surya Motor, Payakumbuh. “Hadiah akan kami kirimkan pada yang bersangkutan,” sebutnya. Acara gathering ini juga diramaikan lucky draw berhadiah tv LED 32 LG inchi, kulkas, mesin cuci dan lainnya, serta dihibur artis Mayang dan Echa plus MC Taufik Lala dan Mucle. Dan, dihibur dengan permainan Kim Binggo. (ril)

Ayo Garuda, Cakar Gajah Putih
Sambungan dari hal. 1
Itu saja yang saya selalu tanamkan kepada tim. Jadi, tidak ada alasan bagi pemain untuk menganggap enteng dan tidak alasan untuk menganggap lawan tidak bisa dikalahkan," paparnya. Mantan pelatih Persikota Tangerang, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta tersebut menjelaskan bahwa Thailand memiliki permainan kolektif yang bagus. Dia meminta timnya berhatihati saat menghadapi Thailand yang selalu bagus dalam kolektivitas. Menurut Rahmad, timnas Gajah Putih "julukan Thailand" juga matang dalam penguasaan bola dan pintar mengatur ritme permainan. "Itu harus dicermati anak-anak. Thailand selalu bermain dengan organisasi yang tertata dengan bagus," jelasnya. Indonesia memiliki sejarah panjang dalam persaingan dengan Thailand. Termasuk di ajang SEA Games. Indonesia selalu menyerah kepada Thailand di dua pertemuan terakhir di SEA Games. Pasukan Indonesia kalah 1-3 pada SEA Games 2005 dan menyerah 12 di SEA Games 2007. Skuad Garuda Muda akan menghadapi perlawanan sengit Thailand dalam laga ma-

SUSUNAN PEMAIN:
Indonesia (4-4-2). 1-Kurnia Meiga (gk); 24-Diego Michelis, 28-Abdul Rahman, 13-Gunawan Dwi Cahyo,15-Hasim Kipuw; 17-Ferdinand Sinaga, 8-Egi Melgiansyah (c), 6Mahadirga Lazut, 10-Oktovianus Maniani; 27-Patrick Wanggai, 7-Yongky Aribowo Pelatih: Rahmad Darmawan Thailand (4-4-2). 18-Ukrit Wongmeema (Gk); 2-Weerawut Kayem, 16-Sutjarit Jantakol,7Chalemsak Kaewsooktae, 20-Komkrit Cumsokcheak;‘6-Adisak Krisorn, 12Krokrit Thawika,17-Pokklaw A Nan, 8Sarach Yooyen; 9-Ronnachai Rangsiyo, 14-Natarid Thammroddodpon Pelatih : Prapol Pongpanich

lam ini. Sebab, tim besutan Prapol Pongpanich itu butuh

kemenangan untuk membuka peluang lolos ke babak semifinal. Di dua laga sebelumnya Thailand menelan sekali kekalahan (kalah 1-2 oleh Malaysia) dan sekali menang (unggul 4-0 atas Kamboja). Manajer Thailand Kasem Jariyawatwong menyatakan bahwa tidak mudah menghadapi Indonesia. Apalagi, Indonesia mendapat dukungan dari ribuan pendukung fanatiknya. "Indonesia tim yang kuat. Meski begitu, kami harus tetap maju dan berusaha untuk menang. Masyarakat kami menunggu kabar baik kami dari sini. Kami harus memenangi semua pertandingan sisa," paparnya. (ali/c12/aww)

Telat 4 Jam, Kloter I Tiba di BIM
Sambungan dari hal. 1
jamaah ke tanah air. “Alhamdulillah mereka selamat, semoga kepulangan selanjutnya tidak terkendala satu apapun,” harapnya. Bersama kloter I Debarkasi Padang, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan istri Nevy Irwan ikut serta pulang ke tanah air. Setelah menunaikan ibadah haji di tanah suci, Irwan dan istri yang berangkat bersama kloter 51 Embarkasi Jakarta segera bergabung dengan rombongan dari Sumbar. Japeri mengatakan, Gubernur memang sengaja memilih pulang lebih awal karena harus kembali bertugas seperti biasa. ”Karena di kloter pertama ada kursi yang kosong, makanya gubernur pulang dengan kloter I Padang,” katanya. Kloter pertama ini disambut Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Sumbar Syafrial, Kepala Biro Humas Surya Budhi, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Ismail Usman langsung di BIM. Jamaah haji kemudian dibawa ke Asrama Haji Tabing untuk dilakukan penyerahan oleh panitia Embarkasi/ Debarkasi ke panitia daerah. ”Ada sedikit silaturahmi dulu dengan jamaah sebelum diserahkan ke panitia daerah, untuk kemudian dipulangkan ke daerah masing-masing,” kata Japeri. Dari data PPIH Padang, kloter I asal Kota Padang, Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan itu berangkat dengan 358 jamaah. Satu jamaah Abdullah Bin Yauna, 70, asal Kabupaten Solok wafat di tanah suci (lengkap, lihat grafis, red). Namun dua jamaah, Irwan Prayitno dan istri tanazul dari Embaraksi Jakarta. Sehingga pulang dengan 359 jamaah. Mereka diberangkatkan dengan pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 seri 300 dari Jeddah tepat pukul 23.30, dan mendarat di BIM tepat pukul 08.11. Sementara itu kloter II sudah berada di Jeddah dan dijadwalkan tiba di tanah air pagi ini. (mg8)

Ilmu dan Harta
Sambungan dari hal. 1
Namun, ketika hari ini kenyataannya orang punya “alat ukur” kalau kemuliaan itu dilihat dari seberapa kaya dia, maka, ukurannya bukan berilmu atau memiliki pengetahuan yang akan menerangi jalan hidupnya. Ketika bangsa kita kesulitan melawan dan melumpuhkan koruptor, ketika itu sesungguhnya kita menyadari, harta (uang) mampu menguasai manusia tertentu. Manusia tertentu dalam hal ini, bisa saja para penegak hukum atau pemegang kekuasaan serta segerombolan besar orang-orang yang menjadikan uang rakyat untuk harta pribadi dan kelompoknya. Kategori ini, bukanlah untuk memimpin manusia, tapi menguasai. Saya terpikat pada kalimat “niscaya kamu akan memimpin manusia”. Kata memimpin, tentulah sangat dahsyat, karena ia lebih kepada mengarahkan atau membawa kepada yang lebih baik. Bermartabat, untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab terhadap hidup dirinya, keluarga, agama serta bangsa dan negaranya. Untuk itu, kata memimpin, lebih terasa memiliki kekuatan ketika ia digerakkan dengan ilmu, pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya harta atau uang, agar sesuatu sesuai porsi bisa diarahkan dan dibangun. Ilmu dan harta, pada dimensi masing-masing, bisa menggerakkan, menguatkan dan membentuk sebuah kenyataan baru yang baik. Pada dasarnya, ketika kita disekolahkan, atau menyekolahkan anak, agar berilmu. Orang berilmulah yang bisa bermanfaat baik bagi sesamanya. Pemahaman demikian menjadi pondasi orangtua menyekolahkan anak. Para orangtua, pun bersusah payah mencarikan biaya, agar anaknya berilmu. Makanya, jika menasehati anak, ada nasehat yang sering dipakai, yaitu untuk mulia ketika dewasa, belajarlah di waktu kecil. Orang-orang mulia, memang langka, tapi dia ada, dan perlu lebih banyak lagi, agar orang berharta berkuasa, takut menjadi tiada. Nasehat carilah harta, yang juga sebagai penguatan ilmu yang dimiliki jika hendak memimpin manusia, sama artinya, sebaiknya orang berilmu tidak boleh miskin. Artinya, ilmu yang dimiliki, bisa menyelamatkan dirinya dari kemiskinan. Atau dengan ilmu dan kecukupan finansial, orang berilmu bisa mengajak orang pada kebaikan. Cuma, mirisnya banyak anak bangsa yang berilmu pengetahuan, justru tidak mendapatkan perlakuan layak dalam memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan bangsa. Rendahnya gaji peneliti, sebagai salah satu contoh, sudah bisa dipahami, seakan-akan penyelenggara Negara atau pemimpin bangsa ini, tidak ingin menyelamatkan Indonesia masa depan dengan orang berilmu. Hal ini, tentu menjadi biasa untuk Indonesia hari, karena yang dipikirkan oleh orang yang diamanahkan memimpin dan mengelola negeri ini, bagaimana bertahan dalam kekuasaan dan berlimpah harta bersamaan angka korupsi yang terus meningkat. Memiliki ilmu, memiliki harta, kemuliaan yang patut dimiliki. Karena itu, seorang yang berilmu, diharapkan seorang yang hidupnya relatif berkecukupan secara ekonomi. Begitu juga seorang kaya atau berharta, diharapkan memiliki ilmu, senantiasa belajar dan memperkaya dirinya dengan pengetahuan berarti. Jika kita semua berpikir demikian, Insya Allah, Indonesia terselamatkan dari keterpurukkan, dari kehancuran sikap buruk yang meruntuhkan kekuatan nilai-nilai. Kita hanya berdoa, semoga akan lahir banyak orang berilmu yang tak miskin, tapi memiliki harta yang didapat dengan cara baik. Karena dari situ, kita justru bisa berharap, orang baik dan jujur lagi berilmu, akan lahir dan memimpin bangsa ini ke arah lebih baik. Karena itu, berilmulah, lalu kaya. Atau kayalah, tapi harus menjadi manusia berilmu. (*)

GRAFIS: ORTA

Luputnya Tonggak Sejarah
Sambungan dari hal. 1
2011 lalu. Lebih lanjut ibu satu anak ini menyatakan, biasanya sesak napasnya itu kumat kalau ia sudah mengalami kelelahan, kena debu, atau kena cuaca dingin. Sebelumnya, untuk mengatasinya wanita 25 tahun ini menggunakan obat yang direkomendasikan oleh dokter. Namun, sejak lima bulan sebelum wawancara ini diadakan, ia lebih fokus pada penanganan menggunakan bahan herbal. dan bahan yang ia gunakan adalah kedelai bubuk, yang ia konsumsi secara rutin dua kali sehari. Kebetulan, yang jadi pilihan wanita yang bekerja sebagai penjaga toko ini adalah New Mandala 525 karena banyak orang menganjurkannya untuk memilih merek itu. Dan hasilnya? “Meski masih kambuh, gejalanya tidak seberat dulu lagi. Dan kambuhnya juga mulai jarang,” jawabnya. “Selain itu, pencernaan saya yang dulu kurang lancar dan perut saya sering mules sebelum saya buang air besar, sekarang sudah normal,” imbuhnya. Menurut literatur, sesak napas atau asma itu disebut penyakit intermiten. Artinya, penyakit itu munculnya hanya sebentar-sebentar. Dan, sekitar 30-50% risiko perkembangan asma disebabkan oleh faktor keturunan. Pemicunya adalah kontak tubuh dengan sesuatu yang dapat membuat penderitanya mengalami alergi. Tungau, debu, udara dingin, serbuk sari, bulu binatang, asap rokok, makanan tertentu, obat-obatan tertentu, bahkan jenis olahraga tertentu dapat menjadi pemicunya. Tetapi, jumlah penderitanya di zaman sekarang relatif lebih banyak dibanding di masa-masa sebelumnya. Walaupun belum bisa dibuktikan secara ilmiah, faktor lingkungan yang makin parah diduga menjadi pemicunya. Polusi udara dari kendaraan bermotor, pabrik, stasiun pembangkit daya, dan sebagainya merupakan produsenprodusen polusi yang amat potensial saat ini, terutama di kota-kota besar. Lalu, pola makan yang telah berubah juga diduga telah menjadi pemicu makin banyaknya kasus asma saat ini. Sebab, seperti kita ketahui bersama, makanan sekarang banyak menggunakan zat aditif buatan. Lalu, faktor zat kimia pembersih rumah tangga pun tak kalah andilnya. Sekarang, orang tentu tak ada yang merasa asing lagi dengan zat pemutih, pembersih lantai, pembersih karpet, dan sebagainya. Untuk menghindari kumatnya asma, yang sangat perlu dilakukan adalah adalah mengidentifikasi faktor penyebabnya. Setelah itu barulah dengan menambah daya tahan tubuh, seperti berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, dan tentunya mengonsumsi makanan atau minuman kesehatan. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwatis@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan............perwakilan wilayah Sumbar (0751) 7854443 DINKES: PIRT No. 815320503590

“Selamat Datang di Koto Tingga”
Sambungan dari hal. 1
non (Ayuning Saputri), Puti Xerox (Elsa Novri Asminda), dan Gadih (Winda Sesmita). Mereka menetap dan mempertahankan budaya lama di Koto Tingga, sebagai tameng persembunyian. Kemudian, masing-masing menganggap diri pahlawan kebudayaan, yang mempertahankan adat dan pusaka lama itu, sembari menjualnya kepada para pengunjung. Termasuk memperkelam sejarah, melalui kuburan Bundo Kanduang dan ahli warisnya, seperti perebutan pemimpin upacara adat antara Puti Xerox dengan Siti Cannon. Berbagai kejadian lengkap beserta konfliknya tersaji dengan renyah dan penuh olokolok di lapangan terbuka yang dijadikan Koto Tingga itu. Sebagaimana naskah itu ditulis oleh Wisran Hadi—pun naskah-naskahnya yang lain— berisi kritikan terhadap adat dan budaya lama dengan gaya bercemooh atau olok-olok yang satir. Menariknya, pementasan naskah Orang-Orang Bawah Tanah yang disutradarai Yusril dan diproduksi Komunitas Hitam Putih ini memilih pakaian adat Minangkabau sebagai kostum pemain. Sesuatu yang sudah sangat jarang ditemukan dalam pementasan teater atau sandiwara sekali pun di zaman sekarang. Pilihan pakaian adat ini akan mengingatkan penonton pada pementasan sandiwara pada tahun-tahun 1980an atau sebelumnya. Untung saja, Yusril tidak menggunakan layar yang buka-tutup setiap pergantian adegan. Kalau iya, klop deh, jadulnya…. Serasa berada di tahun-tahun Yusril muda, barangkali. Hehe… Diakui Yusril, pilihan kostum tersebut sebagai upaya memberikan tontonan alternatif bagi penonton terutama kalangan generasi muda. Bahkan, katanya, ketika dipentaskan di teater arena ISI Padangpanjang, beberapa penonton terharu, melihat masih ada yang memakai pakaian adat dalam pertunjukan teater. Kemudian, pilihan lain yang diambil Yusril, mendekatkan pemain dan permainan ke penonton dengan pentas di lapangan terbuka. Seperti yang dilakukan pada Jumat (11/11) malam. Di tanah lapang bekas reruntuhan Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Sumbar, Orang-Orang Bawah Tanah dipentaskan Yusril dengan penonton yang duduk lesehan di karpet. Sesekali, terjadi interaksi antara pemain dan penonton. Melalui cara ini, Yusril ingin menunjukkan teater bisa pentas dan hadir di mana saja. Tidak mesti di gedung pertunjukan. Ia bisa hadir di pasar, di mall, di lapangan bola, dan ruangruang publik lainnya. Hanya saja, diakui Yusril, pementasan di lapangan terbuka malam itu sedikit luput dari perhitungan distorsi bunyi atau suara. Tidak seperti pementasan sebelumnya di ISI Padangpanjang yang berada dalam gedung teater arena, pementasan di lapangan terbuka Taman Budaya diwarnai dengan bunyi mesin kendaraan, seperti mobil dan sepeda motor hingga pesawat, suarasuara orang latihan menyanyi dan musik, dan sebagainya. Jadilah Koto Tingga, seperti kota yang riuh. Termasuk juga, perhitungan bloking pemain, yang membuat letih karena jarak yang terlalu jauh. Lapangan terbuka yang lebih luas panggung teater arena telah menguras stamina pemain. Mungkin, resiko ini perlu juga dipertimbangkan di masa datang. Naskah Orang-Orang Bawah Tanah ini dipilih Yusril, karena mengetahui proses penulisan naskah tersebut, mulai dari ide sampai observasi yang dilakukan oleh Wisran Hadi. Kemudian, sekitar 20 tahun lalu, Yusril juga membawa berkeliling pementasan naskah ini. Dengan konsep yang berbeda dari pementasan sekarang. Ketika itu, naskah ini dimainkan dengan konsep realis di atas panggung gedung pertunjukan. Kuburan Bundo Kanduang dihadirkan berbentuk kuburan sebenarnya, tidak seperti pementasan kali ini, yang hanya disimbolkan dengan bentangan kain merah persegi panjang. Serta berbagai perbedaan lainnya. Penulisan naskah ini, menurut Yusril, ketika pemerintah menggalakkan program Visit Indonesian Year 1990. Ketika itu, seperti juga sekarang, pemerintah kasak-kasuk ingin melestarikan kebudayaan daerah untuk dijual kepada para pengunjung atau wisatawan, sebagai penambah devisa bagi Negara. Maka, muncullah orang-orang yang menganggap diri pahlawan pelestari kebudayaan dengan berbagai atributnya. Fenomena inilah yang bertahuntahun silam dikritik oleh Wisran Hadi melalui naskah dramanya tersebut. Termasuk juga persoalan-persoalan sejarah dan mitos yang dipercayai masyarakat, yang sengaja digadang-gadang untuk mengembangkan pariwisata. Begitulah, orang-orang mulai meninggalkan Koto Tingga satu persatu. Hingga menjadi negeri yang ditinggalkan dan tertinggal. Tidak ada lagi ucapan selamat datang atau welcome. (*)

CMYK

8

CUCU MAGEK DIRIH

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Syafruddin Prawiranegara dan Hamka Pahlawan Nasional
H. Sutan Zaili Asril
Setelah Dewan Banteng dibentuk, adalah yang disebut dengan Dewan Perjuangan yang juga diketuai Letnan Kolonel Ahmad Husein, memproklamirkan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), tanggal 15 Februari 1958 — jadi bukan Dewan Banteng mendeklarasikan. Syafruddin Prawiranegara dan Hamka — sebelumnya M Natsir (2008), tiga pentolan PRRI dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional. Pemerintah mengumumkan ada tujuh tokoh memperoleh gelar Pahlawan Nasional: Alm. Syafruddin Prawiranegara (Banten/Sumatera Tengah), Alm KH Idham Chalid (Kalsel), Alm. H Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka (Sumatera Barat), Alm. Ki Sarmidi Mangunsakoro (Yogya), Alm I Gusti Ketut Pudja (Bali), Alm. Sri Susuhunan Paku Buwono X (Jateng), dan Alm. Ignatius Joseph (IJ) Kasimo Hendrowahyoni (Yogya).
SETELAH mengadakan pertemuan di Jakarta — beberapa kali, sejumlah perwira aktif dan pensiunan eks Devisi IX Banteng di Sumatera Tengah di Jakarta (21 September 1956), menyepakati menggelar reuni tanggal 20-24 November 1956 di Padang. Materi pokok bahasan adalah keprihatinan terhadap kondisi umum kehidupan prajurit/keluarga yang sangat memprihatinkan. Ada anggapan dan penilaian umum atas ketakadilan pembagian kue hasil-hasil negara dalam distribusi ke daerah-daerah — juga bagi seluruh rakyat di daerah. Sedangkan daerah di luar pulau Jawa memberikan pendapatan dan devisa kepada negara jauh lebih besar (istilahnya kemudian/terutama isu yang diusung Reformasi 1998: perimbangan keuangan pusat dan daerah). Sebagaimana diketahui, reuni perwira aktif/pensiunan eks Devisi IX Banteng di Padang itu bersepakat membentuk Dewan Banteng. Reuni membahas masalah sosial-politik dan sosial-ekonomi kehidupan rakyat di Sumatera Tengah (kini Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi) — terbilang menyumbang sangat besar pada pendapatan negara. Reuni yang dihadiri sekitar 612 perwira aktif dan pensiunan eks Divisi IX Banteng itu membuat sejumlah keputusan, dirumuskan pada apa yang disebut “Tuntutan Dewan Banteng”. Untuk melaksanakan amanat dan keputusan-keputusan reuni dibentuk satu dewan tanggal 20 Desember yang dinamakan Dewan Banteng dengan Ketua Kolonel Ahmad Husein. Nama, mengambil nama Banteng dari nama Divisi Banteng yang sudah dibubarkan (Pada Perang Kemerdekaan 1945 1950 melawan penjajah Belanda di wilayah Sumatera Tengah dibentuk komando militer bernama Komando Divisi IX Banteng). Pengurus Dewan Banteng 17 orang. Delapan perwira aktif/pensiunan, dua dari Kepolisian, dan 7 lainnya dari golongan sipil, ulama, pimpinan politik, dan pejabat. Selengkapnya susunan pengurus Dewan Banteng itu, Ketua Letkol Ahmad Husein/Komandan Resimen Infanteri 4, Sekretaris Jenderal Mayor Purn Suleman/Kepala Biro Rekonstruksi Nasional Sumatera Tengah. Para anggota: Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa/Ka. Polisi Sumatera Tengah, Sutan Suis/Kepala Polisi Padang, Mayor Anwar Umar/komandan Batalion 142 Resimen 4, Kapten Nurmatias/Komandan Batalyon 140 Resimen Infanteri 4. H. Darwis Taram Dt. Tumanggung/Bupati 50 Kota, Ali Luis/ Bupati pada Kantor Gubernur Sumatera Tengah, Syekh Ibrahim Musa Parabek/Ulama, Dt. Simarajo/Ketua Adat (Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau/ MTKAAM), Kol. Purn Ismael Lengah, Letkol Purn Hasan Basri (Riau), Saidina Ali/Ka. Jawatan Sosial Kabupaten Kampar Riau, Letnan Sebastian/Perwira Distrik Militer 20 Indragiri, Abdul Manaf/ Bupati Kabupaten Merangin Jambi, Kapten Yusuf Nur/ Akademi Militer Jakarta, dan Mayor Syuib/Wakil Asisten II Staf Umum pada AD Jakarta. Dewan Banteng, mendapat dukungan segenap partai politik, kecuali Partai Komunis Indonesia (PKI), dan didukung segenap lapisan masyarakat seperti pemuda, alimulama, cadiak pandai, kaum adat, hingga waktu itu lahirlah semboyan: “timbul tenggelam bersama Dewan Banteng” Pasca Perang Kemerdekaan (Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, 27 Desember 1950), Komando Divisi Banteng diciutkan, sebagian pasukannya dikirim ke luar daerah Sumatera Tengah, seperti ke Pontianak, Ambon, Aceh, dan Jawa Barat. Pengalaman yang sangat menyedihkan dialami Batalyon Pagar Ruyung yang sesudah bertugas di Ambon, pasukan mereka dipecah — lima dari delapan kompinya dipindahkan ke Jawa Barat dan dilebur masuk dalam Divisi Siliwangi — hubungan dengan induk pasukan/Divisi Banteng diputus. Divisi Banteng semakin diciutkan sampai hanya tinggal satu Brigade yang memakai nama Brigade Banteng, di bawah pimpinan Letkol Ahmad Husein. April 1952, Brigade Banteng diciutkan lagi menjadi satu resimen (Resimen Infanteri 4) pada Komando Tentara Teritorium (TT) I/Bukit Barisan (BB) di bawah Komando Panglimanya Kolonel Simbolon. Letkol. Ahmad Husein diangkat kembali jadi Komandan Resimen Infanteri 4 TT I BB itu. Pemecahan batalion-batalion dan pembubaran Komando Divisi Banteng menimbulkan bibitbibit dendam dari para pejuang Perang Kemerdekaan melawan Belanda yang bernaung di bawah Divisi Banteng itu. MENURUT catatan wartawan Syafri Segeh, tuntutan Dewan Banteng terpenting diantaranya adalah: kesatu, menuntut pemberian dan pengisian otonomi luas pada daerah-daerah di dalam pelaksanaan sistem pemerintahan desentralisasi dan pemberian perimbangan keuangan pusat dan daerah yang wajar, layak, dan adil; kedua, menuntut dihapuskan segera sistem sentralisasi yang di dalam kenyataannya mengkakibatkan birokrasi yang tidak sehat dan menjadi pokok pangkal korupsi, stagnasi pembangunan daerah, inisiasi daerah dan kegiatan daerah serta kontrol menjadi hilang; ketiga, menuntut komando pertahanan daerah secara teritorial, operatif, dan administratif, yang sesuai dengan pembagian administratif dari Negara Republik Indonesia pada saat itu, dan merupakan komando utama dalam Angkatan Darat. Menuntut ditetapkan agar eks Divisi Banteng Sumatera Tengah satu kesatuan militer yang menjadi bagian korps dalam Angkatan Darat. Walaupun Ketua Dewan Banteng Ahmad Husein mengambilalih jabatan Gubernur Sumatera Tengah dari Ruslan Mulyoharjo, namun Ahmad Husein tidak ditindak sebagai Komandan Resimen 4 TT I/BB, dan sebaliknya tuntutan Dewan Banteng agar dibentuk suatu Komando Militer di Sumatera Tengah, Komando Militer Daerah Sumatera Tengah (KDMST), justru dipenuhi selepas dari TT I/ BB, dan Letkol Ahmad Husein diangkat menjadi Panglima KDMST. Dewan Banteng tetap mengakui Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia, mengakui pemerintah Perdana Menteri (PM) Juanda, dan tetap mengakui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal AH Nasution. Memang berbeda dengan Dewan Banteng, Panglima TT I/BB Kolonel Maluddin Simbolon, setelah mengumumkan pembentukan Dewan Garuda yang semua pengurusnya militer tanggal 22 Desember 1956 — hanya dua hari sesudah Dewan Banteng, pada hari itu juga Simbolon menyatakan lepas diri dari Pemerintahan Juanda dan menyatakan daerah TT I/BB dalam keadaan Darurat Perang (SOB). Juanda cepat bereaksi. Hari itu juga memerintahkan KSAD memecat Simbolon dari jabatan Panglima TT I/BB, dan mengangkat Kepala Staf Letkol Jamin Ginting menggantikan Simbolon menjadi Panglima TT I/ BB. Simbolon bersama sejumlah anak buah, akhirnya, melarikan diri ke Sumatera Barat, dan tidak kembali lagi ke Medan. Pemerintah pusat tidak memperhatikan usul alokasi dana untuk pembangunan daerah Sumatera Tengah, dan sebaliknya Dewan Banteng pula tak mengirimkan lagi semua penghasilan daerah Sumatera Tengah ke Pusat. Ditahan di daerah dan digunakan untuk pembangunan Daerah. Masalah ini kemudian meningkatkan konflik dengan Pemerintah Pusat. Dewan Banteng melakukan barter, berpedang langsung dengan luar negeri tanpa melalui prosedur lazim, yaitu melalui Departemen Perdagangan dan Bea Cukai. Yang dibarter adalah teh, karet, dan hasil bumi Sumatera Tengah lainnya. Dana yang diperoleh dari hasil barter itu digunakan untuk mendatangkan alatalat berat untuk pembangunan jalan seperti traktor, buldozer, aspal, dan berbagai alat berat lainnya. Hanya beberapa bulan pembangunan di Sumatera Tengah meningkat ada jalan dinamakan Jalan Dewan Banteng. Pembangunan Sumatera Tengah di bawah Dewan Banteng dianggap terbaik saat itu di Indonesia. Mempercepat pembangunan di daerahdaerah kabupaten/kota, Dewan Banteng pernah membagi-bagikan uang Rp1 juta/ kabupaten dan kota — suatu jumlah amat besar waktu itu. Keadaan tidak berlangsung lama — hanya dua tahun. Situasi politik Jakarta semakin panas disebabkan sikap/ tingkah laku Presiden Sukarno yang membela Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berakiblat ke Moskow. Pasca pemilihan umum tahun 1955, PKI menjadi partai politik keempat besar sesudah PNI, Masyumi, dan NU — di Sumatera Tengah PKI dapat suara sekitar 5.7 persen. Akibatnya muncul konsep Presiden ingin membentuk Kabinet Kaki Empat, disebut Kabinet Nasakom: Nasional (PNI), agama (Masyumi - NU), dan Komunis (PKI). Konsep Sukarno ini ditentang banyak pihak — terutama partai-partai Islam yang kemudian melahirkan gerakan antikomunis. Lalu, pada bulan Agustus 1957, rumah Kolonel Dahlan Jambek di Bukittinggi digranat, walaupun tidak menimbulkan korban. Akibatnya Dahlan Jambak dan keluarganya hijrah ke Padang. Sejak itu Dahlan Jambek bersama dengan Yazid Abidin menggiatkan kampanye antikomunis di Sumatera Tengah. Di Kota Padang dibentuk Gerakan Bersama Antikomunis (Gebak), yang dipimpin langsung Dahlan Jambek bersama Yazid Abidin. Gerakan antikomunis di Sumatera Tengah itu, secara tidak disadari atau mungkin memang disengaja, dimaksud menarik bantuan dari Amerika Serikat, karena sejak 1953, tiga tahun sebelum Dewan Banteng dibentuk, Amerika telah memperhatikan dan mencermati perkembangan Komunisme di Indonesia. Pergolakan di daerah meningkat, juga di Sumatera bagian Selatan, Sumatera Utara dan beberapa daerah lain di Indonesia. Tanggal 16 Januari 1958, Bung Hatta/Syahrir mengirim utusan ke daerah yang bergolak, melakukan pendekatan kepada Dewan Garuda di Palembang dan Dewan Banteng di Padang. Utusan itu, Djoeir Moehamad, anggota Dewan Pimpinan PSI (Partai Sosialis Indonesia). Pesan Bung Hatta/Syarir adalah: “Pergolakan-pergolakan daerah di Indonesia dewasa ini (di saat itu — CMD) bersamaan terjadi Perang Dingin Blok Komunis dan Blok Barat (dan Eropa Barat). Tidak tertutup kemungkinan, pergolakan daerah peluang Blok Amerika menunggangi, yang khawatir sikap Presiden Soekarno yang akrab dengan Blok Uni Soviet”. Ternyata yang disinyalir Bung Hatta/Syahrir jadi benar. PRRI terperangkap ke dalam strategi Amerika Serikat. Djoeir membawa pesan kepada Ketua Dewan Garuda di Palembang Letkol Barlian dan Ketua Dewan Banteng di Padang Ahmad Husein, suatu pemberontakan membentuk pemerintahan baru akan menimbulkan korban besar. Setidaknya, mengakibatkan perkembangan daerah bersangkutan tertinggal satu generasi. Pesan ini, menjadi kenyataan. Letkol Barlian di Palembang mematuhi nasihat Bung Hatta/Syahrir. Ahmad Husein pun bersedia. Ia dikepung teman militer hingga mengingkari nasihat Bung Hatta/Syahrir. Kol Dahlan Jambek berkata/lewat pidato-pidatonya, keadaan waktu itu sudah berada pada titik the point of no return. Tanggal 9 Februari 1958 Badan Aksi Rakyat Sumatera Tengah (BARST) mengadakan rapat akbar di Kota Padang, mendorong Ahmad Husein agar mengambil “langkah yang bijaksana dan kuat” terhadap Pemerintah Pusat Jakarta. Pada rapat akbar Kol Dahlan Jambek dan Kol Simbolon berpidato. Rapat akbar mengeluarkan resolusi ditujukan kepada Ahmad Husein. Sebagian besar isi resolusi itu diadopsi ke dalam ultimatum Dewan Perjuangan, diumumkan lewat radio tanggal 10 Februari 1958: kesatu, agar Ahmad Husein mengirim tuntutan kepada PM Juanda/kabinet di Jakarta supaya mengembalikan mandat dan menunjuk Hatta dan Hamengkubowono IX jadi formatur pembentukan Kabinet baru. Kedua agar pemerintah pusat mencabut larangan dagang barter. Dalam membentuk kabinet Presiden Soekarno mengacu ke Undang-Undang Dasar (UUD) Sementara (UUDS) Tahun 1950. Jika tuntutan tidak dipenuhi, Ahmad Husein harus mengambil “langkah-langkah bijaksana dan kuat”. Keesokan hari, tanggal 10 Februari 1958, Ahmad Husein selaku Ketua Dewan Perjuangan mengeluarkan ultimatum yang ditujukan kepada pemerintah pusat melalui RRI Padang yang isinya antara lain: Ketiga, menuntut supaya dalam waktu 5 X 24 jam: a. Kabinet Juanda mengembalikan mandat kepada Presiden dan atau pejabat Presiden (saat itu Presiden Sukarno sedang berada di luar negeri, pejabat Presiden saat itu Ketua DPR Sartono); b. Presiden/Pejabat Presiden mengambil kembali mandat Kabinet Juanda. Keempat, menuntut segera setelah tuntutan angka satu dilaksanakan, supaya Hatta dan Hamengkubowono IX ditunjuk membentuk satu zaken kabinet nasional berdasar ketentuan pada konstitusi, terdiri dari tokoh-tokoh yang sudah terkenal sebagai pemimpin yang jujur, cakap, disegani, dan bersih dari anasiranasir anti-Tuhan: a. menyelamatkan negara dari desintegrasi dan kekacauan saat itu dan kembali bekerja menurut UUDS menunggu Konstituante membentuk UUD; b. meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan negara dan bangsa lahir dan batin dengan arti yang sesungguhnya. Tuntutan kelima: a. Bersedia kembali pada kedudukan yang konstitusionil, menghapuskan segala akibat dari tindakan-tindakan yang melanggar UUD, dan membuktikan kesediaannya dengan kata dan perbuatan; b. memberi kesempatan sepenuhnya serta bantuannya menurut konstitusi pada Zaken Kabinet Nasional Hatta- Hamengkubowono IX, agar sungguh-sungguh dapat melakukan kewajiban sampai pemilihan umum yang akan datang. Keenam, apabila tuntutan tersebut pada angka 1 satu dan dua tidak dipenuhi, kami mengambil langkah-langkah kebijaksanaan sendiri. Tuntutan ke tujuh: a. apabila tuntutan satu dan dua dilaksanakan pejabat Presiden, tapi, ternyata bahwa tuntutan pada angka 5 tidak dipenuhi oleh Presiden, ataupun; b. Apabila tuntutan pada angka satu dan dua dilaksanakan pejabat Presiden, tapi, ternyata tuntutan pada angka lima tidak dipenuhi Presiden Soekarno. “Maka, dengan ini kami menyatakan, bahwa sejak itu kami menganggap diri kami terbebas dari pada wajib taat kepada Dr. Ir. Soekarno sebagai Kepala Negara. Maka sebagai akibatnya dari tidak dipenuhi semua tuntutan di atas, menjadi tanggungjawab dari mereka yang tidak memenuhinya, terutama Presiden Soekarno,” pungkas kelima tuntutan itu. Esok harinya, tanggal 11 Februari 1958, Kabinet Juanda menolak Ultimatum Dewan Perjuangan dan memerintahkan KSAD untuk memecat dari dinas militer Letkol Ahmad Husein, Kol. Simbolon, dan Komando Daerah Militer Sumatera Tengah (KDMST) dibekukan. Hubungan baik darat maupun udara dengan Sumatera Tengah dihentikan sama seperti yang sudah dilakukan di Sulawesi Utara. Dan seterusnya kita tahu, perang terbuka tidak terelakkan antara pemerintah pusat dan PRRI. Hasilnya, setelah amnesti 1962, para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam PRRI dan rakyat Sumatera Barat, khususnya, menanggung dosa politik PRRI — sebagai pemberontak. Beberapa potongan sejarah bangsa pun menjadi kelam. Sebutlah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang diketuai Mr Syafruddin Prawiranegara, dan Ketua Partai Masyumi Dr. Mohammad Natsir yang terkenal dengan keberhasilan mempersatukan kembali Nekara Keatuan Republik Indonesia (NKRI). BEGITULAH Cucu Magek Dirih mem-flash-back semua mata-rantai berkaitan pada penobatan Mr Syafruddin Prawiranegara dan Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amarullah (HAMKA) — akhirnya ikut kena getah memberontak karena membela perjuangan Mohd. Natsir dalam sidang Konstituante — di antara dari tujuh tokoh menjadi Pahlawan Nasional tahun 2011 — bahkan setelah Dr. Mohammad Natsir akhirnya lolos jadi Pahlawan Nasional 2008! Ketika Cucu Magek Dirih bersama Rektor Univeritas Andalas (Unand) Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim MSc, bersempena 50 tahun Unand 2008 atas saran dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggelar seminar nasional tentang PDRI sebagai landasan bagi pemerintah meluruskan keberadaan PDRI sebagai mata rantai penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hasil seminar yang kemudian juga dijadikan landasan Gubernur Gamawan Fauzi Dahlan untuk mengusulkan tanggal terbentuk PDRI 19 Desember 1949 sebagai Hari Bela Negara. Bagi Cucu Magek Dirih — mungkin juga sebagian kecil kita, penobatan dari Mohd. Natsir (2008) dan Mr. Syafruddin Prawiranegara serta Prof. Dr. Hamka (2011) menjadi Pahlawan Nasional ibarat de facto rekonsiliasi, khusus bagi rakyat Sumatera Barat, bahwa sudah tidak ada dosa politik dari PRRI. Walau terkesan di sini (Sumatera Barat) dingin saja — bahkan seminar nasional bagi memperjuangkan Syafruddin dilakukan Universitas Sriwijaya Palembang, Cucu Magek Dirih menandai sendiri dalam catatannya dengan tinta biru yang tebal. Selamat Mr. Syafruddin, Prof. Hamka — dan sebelumnya kepada Dr. Mohd. Natsir. Beliau ini memang tidak membutuhkan gelar pahlawan nasional, dan beliau bertiga pun tetap seorang pahlwan sejati walau tak diakui atau diberikan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah/presiden pun!***

H. Sutan Zaili Asril

CMYK

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

PADEK IKLAN

9

BAITULLAH
Anda akan menemukan jawaban secara Ilmiah :
* Kenapa karir dan rezeki anda kurang berkembang * Cara Mudah & Cepat mencari Penghambat Kesuksesan * Cara menunaikan Ibadah Haji atau Umrah tanpa kendala biaya * Pengaruh tulisan tangan anda terhadap kesuksesan * Cara mencari uang tambahan tanpa mengganggu aktivitas kita saat ini
Serta masih banyak Ilmu Dahsyat lainnya yang akan dibahas dalam seminar sehari bersama

Cara Malas Cari Uang Untuk Menuju

SALES COUNTER (SC)

DIBUTUHKAN

- Pendidikan Min.D3 semua bidang ilmu - usia min.22 Tahun - Perempuan,Single dan Berpenampilan Menarik - Pengalaman Kerja dibidang Marketing 1-3 Tahun - Lancar Berbahasa Inggris min.Pasif - Menguasai MS.Office dan internet

SALES EXECUTIVE (SE)
- Pendidikan Min.D3 semua bidang ilmu - usia min.22 Tahun - laki-Laki dan Berpenampilan Menarik - Pengalaman Kerja dibidang Marketing 1-3 Tahun - Lancar Berbahasa Inggris min.Pasif - Menguasai MS.Office dan internet

ORDERING ADMIN (OA)

H. Nufirwan, SE, MM, CHt, MNLP, CI
Penulis buku laris “Siapa Bilang Saya Tidak Bisa Kaya dan Sukses” serta “Jurus Maut Cari Uang dari Internet”

Investasi Hanya Rp.250.000
termasuk Coffee Break & makan siang

Pada Hari Minggu, 20 November 2011 Jam 08.00 s/d 16.00 Bertempat di Basko Hotel Padang

- Pendidikan Min.D3 Akuntansi - usia min.21 Tahun - Perempuan dan Berpenampilan Menarik - Pengalaman Kerja dibidang Admin : 1 Tahun - Bisa Berbahasa Inggris min.Pasif - Jujur ,Teliti,Tekun dan Bersikap Tegas dalam bekerja

PART ADMIN (PA)
- Pendidikan Min.D3 Teknik Mesin/Otomotif - usia min.21 Tahun - Laki-Laki dan single - Pengalaman Kerja dibidang Admin : 1 Tahun. Jujur ,Teliti, Pekerja Keras Dalam Bekerja - Bisa Berbahasa Inggris min.Pasif dan Menguasai Internet Lamaran Lengkap dan CV diantar langsung atau kirim Via Pos Ke:

Pembayaran sebelum tgl 14 November 2011 hanya Rp. 150.000
Info lebih lanjut hubungi : Dessy
Pembayaran melalui Rek. BCA 4591194768 Rek. Mandiri 122-00-0435052-9

0852 72 784 444

Setelah melakukan pembayaran, silahkan konfirmasi ke contact person di atas

PT.WAHANA META RIAU,NISSAN KHATIB SULAIMAN Jl.Khatib sulaiman No.97,Padang
Paling Lambat Tanggal 25 November 2011. Harap tulis kode Jabatan disudut kiri amplop

CMYK

CMYK

10

Dayung Kembali Sumbang Emas

SEA

JAKARTA - PALEMBANG

Downhill Sapu Bersih
Popo Sedih, Purnomo Bahagia
Bogor, Padek—Suasana hati para pengurus PB ISSI dan pebalap downhill putra, Popo Ario Sejati, kemarin (12/11), sangat bertolak belakang. PB ISSI terlihat begitu bahagia setelah mampu mewujudkan target sapu bersih di balapan yang digeber di Gunung Pancar, Sentul, Bogor tersebut. Dua emas berhasil diborong Risa Suseanty yang bertanding di nomor downhill putri serta Purnomo yang berlaga di sektor putra. Risa mencatat waktu 2 menit 45,70 detik. Sementara Purnomo membukukan catatan waktu 2 menit 31,45 detik. Total, Indonesia membukukan dua emas serta sekeping perak. Satusatunya perak disumbangkan Fitriyanti Riyanti yang mencatat waktu 2 menit 49,43 detik. Namun tak demikian dengan yang dirasakan Popo. Pebalap asal Malang, Jatim tersebut harus mengubur mimpinya untuk melakukan back to back setelah rantai sepedanya putus. Kejadian itu berlangsung ketika dia baru menempuh jarak sekitar 500 meter. Begitu rantainya putus, otomatis Popo tak lagi bisa mengayuh sepedanya. Dia pun tercecer di urutan kesepuluh. Padahal Popo sebenarnya merupakan andalan PB ISSI untuk menyabet emas seperti yang dilakukannya pada SEA Games 2009 lalu. Begitu masuk finish, tangis Popo langsung meledak. “Rantai saya baru dua minggu ganti. Pas latihan juga tidak ada apa-apa. Ini memang murni kecelakaan. Ini kejadian pertama saya di iven internasional,” ucap Popo setelah balapan, kemarin. Meski begitu, dia tetap berbesar hati. Baginya, yang penting adalah Indonesia mampu merebut gelar juara umum. Hal yang sama diungkapkan pelatih kepala timnas balap sepeda Wahyudi Hidayat. Menurutnya, keberhasilan Purnomo membuktikan bahwa persiapan Timnas memang cukup bagus. “Ini bukti bahwa timnas tak bergantung dengan satu atlet saja. Saya selalu bilang bahwa siapa yang paling siap tentu yang akan memenangkan pertandingan,” ucap Wahyudi. Purnomo sendiri mengaku senang dengan kemenangan tersebut. Ini adalah medali pertama baginya selama berkiprah di SEA Games. Pada kiprah pertamanya di SEA Games 2007 lalu, dia tercecer di urutan kelima. “Seminggu lagi saya juga akan bertanding di Kejuaraan Asia Pasific di tempat ini,” ucap Purnomo. (ru/aww/jpnn)

GAMES

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Karawang, Padek—Dayung kembali sumbang emas dalam gelaran SEA Games ke-26 yang digelar di Situ Cipule, Desa Mulya Sari, Kecamatan Ciampel, Karawang. Emas kali ini didapat dari nomor Kayak 4 putri 500 Meter dan perak di nomor Kayak 1 Putri 500 meter. Bertanding dengan penuh dukungan dari masyarakat Karawang, Tim Dayung Indonesia pada Sabtu (12/11) berhasil menambah 1 emas dan 1 perak, dengan raihan tersebut untuk sementara Indonesia unggul dalam raihan medali dengan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Disusul di tempat kedua oleh Thailand dengan torehan 3 emas dan 2 perunggu, posisi ketiga Singapura dengan 1 emas, 3 perak, 2 perunggu, keempat Vietnam dengan 1 emas, 2 perunggu, Kelima Myanmar dengan 2 perak, 1 perunggu ke enam masing masing diduduki oleh Malaysia dan Filipina yang hingga saaat ini belum mendapatkan medali. Tambahan emas kali ini diraih quartet pedayung putri Indonesia yang turun di nomor 500 K4 putri atas nama Masrifah, Rasima, Sarce Aronggear dan Kanti Satyawati dan perak diraih oleh Masrifah di kelas Kayak 1 Putri. Menanggapi peraihan medali tersebut, Ketua PB PODSI, Ahmad Sucipto mengatakan, peraihan kali ini merupakan hasil yang positif yang diraih oleh atlit dayung nasional, pasalnya apa yang ditargetkan mampu dijalankan dengan maksimal. “Walaupun di atas kertas, kita dinyatakan unggul tapi di air kan menghasilkan hal yang berbeda dan itulah kompetisi,” katanya. Dikatakannya, dalam pertandingan tersebut khususnya di nomor Kayak 1 dan Kayak 4 margin waktu dalam pertandingan memang sangat tipis, yakni di kayak 4 perbedaannya hanya 0,59 detik. Menurutnya hal ini menandakan semakin adanya kemajuan olah raga dayung Indonesia, sehingga dengan adanya pembinaan dengan waktu yang panjang akan mampu menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi. Ahmad Sucipto juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen khususnya Kemenpora, Pemkab Karawang yang sudah mensupport sehingga Indonesia memiliki arena dayung sesuai standar internasional. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kita memiliki venue yang berstandar Internasional,” pungkasnya. (kus/jpnn)

EMAS: Karateka Indonesia, Flenty Enoch saat beraksi di nomor Kata Individual Putri, dalam lanjutan pertandingan SEA Games 2011 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta. Flenty berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Senang Fitri Raih Perak
pensiun nanti. “Saya memang bahagia karena mendapat emas. Tapi, hasil yang diraih Fitri juga membuat saya sangat senang. Ini akan menjadi modal awal bagi Indonesia untuk mempertahankan tradisi emas di nomor downhill,” terang Risa saat ditemui setelah balapan di Gunung Pancar, Sentul, Bogor kemarin (12/11). Kebahagiaan lainnya ialah dia juga mampu mempersembahkan emas di depan sang tambatan hati Steven Wong. Kemarin Wong memang menyaksikan aksi Risa. Dia juga membawa foto-foto Risa dalam ukuran besar. “Rasanya sangat deg-degan menyaksikan Risa bertanding. Jauh lebih mendebarkan dibanding saat saya bertanding. Ternyata seperti ini rasanya melihatnya bertanding,” ucap Wong. Sayangnya, meski cukup lama menjalin ikatan, namun kedua sejoli tersebut belum memutuskan untuk segera naik pelaminan. Risa hanya mengatakan bahwa mengikat janji suci di depan penghulu sudah ada di dalam kepalanya. “Sekarang saya fokus untuk bertanding di SEA Games ini dulu saja. Masih ada beberapa nomor yang akan saya ikuti,” terang Risa. (ru/jpnn)

Risa Suseanty

HENDRA EKA/JPNN

Langsung Pusing Pikirkan Pengganti Umar
Timnas Karate Dapat Lima Emas
Jakarta, Padek—Salut buat timnas karate Indonesia. Hanya menargetkan merebut tiga emas di hari pertama kemarin (12/11), Umar Syarif dkk malah langsung menggebrak dengan raihan lima emas, satu perak serta satu perunggu. Timnas karate Indonesia pun untuk sementara menempati posisi juara umum. Sementara Vietnam menempati urutan kedua dengan koleksi dua emas, dua perak serta dua perunggu. Pesta Indonesia dimulai saat Faizal Zainudin mengalahkan wakil Vietnam, Thai Huy, di final kata perorangan putra dengan skor telak 5-0. Selanjutnya giliran Flenty Enoch yang merebut emas usai menekuk atlet Vietnam Dho Thi Thu Ha di final kata perorangan putri dengan skor telak 50. Tiga emas lainnya disumbangkan kata beregu putra dan putri serta Umar yang membekuk wakil Thailand Shanpasit Canlophan di kelas +84 kg putra dengan skor sangat telak 9-1. Ketum PB Forki Hendardji Soepandji mengatakan, hasil tersebut merupakan sebuah kejutan tersendiri. Anak asuhnya tak terlihat tegang meski bertanding di depan ribuan penonton yang memadati Tennis Indoor Senayan. “Tapi kalau melihat persiapan anak-anak, saya rasa itu bukan kejutan. Anak-anak sudah berlatih serius selama 20 bulan,” terang Hendardji saat ditemui setelah pertandingan kemarin. Dia menambahkan, anak asuhnya memiliki modal kuat menghadapi SEA Games kali ini. Salah satunya ialah kala mampu menjadi penghuni tiga besar di Kejuaraan Dunia di Turki. Karena itu, dia optimistis anak asuhnya mampu berbuat banyak di SEA Games tahun ini. Namun, kebingungan langsung terpancar di wajah Hendardji saat ditanya mengenai keputusan pensiun yang diambil Umar. Menurutnya, belum ada satupun karateka Indonesia yang bisa menyamai Umar. “Umar ini memang istimewa. Di kelasnya, memang belum ada yang menandingi. Kami belum tentu bisa mencetak atlet seperti Umar hanya dalam waktu dua tahun sebelum tampil di SEA Games 2013. Meskipun kami sudah memiliki regenerasi,” tegas Hendardji. (ru/jpnn)
JPNN

KEBAHAGIAAN berlipatlipat dirasakan atlet balap sepeda nomor downhill, Risa Suseanty. Bukan saja karena sukses menyumbangkan emas bagi Indonesia, kiprah pebalap muda Fitriyanti Riyanti yang meraih perak turut melambungkan kebahagiaannya. Risa menganggap, PB ISSI telah menemukan penerusnya seandainya dirinya

Emas Pertama di Jakarta, Terakhir Juga di Jakarta
Romantisme Umar Syarif selama menggeluti karate akhirnya happy ending. Mendapatkan emas pertama di SEA Games 1997 di Jakarta, Umar juga menutup kiprahnya dengan emas di SEA Games 2011 di ibukota. Kini dia sudah bulat untuk pensiun. RANGIL UGENG—Jakarta
KERINGAT masih mengucur deras dari badan Umar Syarif. Nafasnya tersengal-sengal tanda kecapekan. Namun, suaranya masih tetap lantang. Gemuruh penonton di gedung Tennis Indoor Senayan Jakarta seolah tak menghilangkan kelantangan suaranya. Sesekali di membalas lambaian penonton yang mengelu-elukan namanya. Kemarin (12/11) menjadi hari bersejarah bagi Umar. Dia menutup kiprahnya di SEA Games dengan merebut emas. Hasil bagus itu membuat keinginannya menancapkan kisah manis di Jakarta terwujud. “Saya pertama mendapat emas SEA Games ya di Jakarta pada 1997 silam. Sekarang saya melakukan tutup buku dengan sempurna. Saya bisa ada pengganti saya. Apalagi kaki saya kan juga sudah lima kali operasi,” tambah atlet kelahiran Sidoarjo, Jatim itu. Setelah memutuskan pensiun, Umar akan fokus membesarkan padepokan karate miliknya yang bernama Three Elements di Swiss. Di negeri penghasil keju tersebut, Umar melatih kurang lebih 70 karateka berbagai usia. Namun, yang paling banyak adalah karateka junior. Padepokan tersebut didirikannya sejak 1996 silam. Ada banyak alasan tentang keputusannya fokus di Swiss. Salah satunya ialah memperdalam bahasa Jerman untuk menunjang karirnya sebagai pelatih. “Saya memang sedang belajar mengenai sport medicine dan keolahragaan. Karena itu, saya harus memperdalam ilmu bahasa Jerman saya. Di Eropa juga banyak kejuaraan open yang bisa saya ikuti. Ini penting untuk masa depan saya,” tambah Umar. Masa depan? Ya, Umar memang tak akan selamanya berada di Swiss. Dia juga ingin membawa karateka Indonesia berjaya panggung internasional. Caranya dengan menjadi pelatih bagi para juniorjuniornya. Pengalamannya bertanding di banyak kejuaraan di Eropa tentu akan menambah wawasannya. “Saya cinta negara ini. Tak mungkin saya melupakan Indonesia. Itulah kenapa saya selalu membawa sebuah bendera Merah Putih dalam koper saya kemanapun saya bertanding. Bendera itu memang sudah lama. Dari dulu sampai sekarang, saya hanya punya itu dan selalu saya bawa kemanamana,” ucap Umar. Nah, jika rencana tentang masa depannya di timnas dan padepokan miliknya sudah tersusun dengan baik, tak demikian dengan pengabdiannya pada Pengprov Forki Jatim. Dia sangat berharap bisa tampil di PON 2012 di Riau. Pasalnya, dia ingin memberikan kenang-kenangan manis bagi Jatim sebelum benarbenar pensiun. “Kalau tidak ada pembatasan umur, tentu saya mau bertanding demi Jatim.Tapi kalau ada pembatasan umur, saya tak bisa apa-apa. Namun kalau memang disuruh membantu, saya pasti sangat mau,” tegas Umar. (ru/jpnn)

Umar Syarif Putuskan Pensiun Dari Dunia Karate

IST

PENSIUN: Akhiri kiprah di ajang SEA Games, Umar Syarif akan fokus membesarkan padepokannya di Swiss.
pensiun dengan kisah manis ini,” terang Umar saat ditemui usai mengalahkan karateka Thailand Sanphasit Chonlaphan di babak final kumite + 84 kg putra dengan skor telak 9-1 di Tennis Indoor Jakarta, kemarin. Sebenarnya, keputusan untuk pensiun sudah ada di benak Umar setelah merebut emas di SEA Games 2009 lalu. Namun, setelah SEA Games 2011 diputuskan di Indonesia, karateka kelahiran 15 April 1977 itu langsung menunda keputusannya. Dia ingin menutup karirnya di karate dengan mempersembahkan emas di depan masyarakat Indonesia. Nah, keputusan Umar kali ini sudah bulat. Dia tak membela Indonesia di arena SEA Games. “Saya ingin ada regenerasi. Saya ini sudah tua. Tapi kalau untuk bertanding di kejuaraan open, saya mungkin masih bisa. Tapi kalau untuk SEA Games sudah tidak mau. Harus

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

OLAHRAGA
Manny Pacquiao

11

Juan Manuel Marquez

KESEMPATAN KETIGA: Pacquiao akan menghadapi Marquez untuk ketiga kalinya pada kelas welter WBO di Grand Garden Arena di Las Vegas Nevada, hari ini.

REUTERS

Ajang Kemenangan Meyakinkan
Las Vegas, Padek—Pembuktian demi pembuktian selalu menjadi misi Manny Pacquiao dalam beberapa pertarungan terakhir. Sebagai petinju yang dinobatkan sebagai petarung terbaik di semua kelas, dia selalu menjadi incaran lawan yang membawa motivasi berlipat. Mencuri kemenangan dari Pacquiao di masa jayanya merupakan hal luar biasa bagi lawannya. Kali ini ujian besar datang dari Juan Manuel Marquez, salah satu petinju yang berpotensi besar sebagai pengganjal Pacquiao. Pacman, julukan Pacquiao, akan mempertahankan gelarnya di kelas welter (66,6 kg) versi WBO dalam pertarungan yang digelar di MGM Grand Garden, Las Vegas, hari ini WIB. Pacquiao lebih diunggulkan, karena reputasinya saat ini memang lebih mentereng ketimbang Marquez. Mereka sudah dua kali bertarung di tahun 2004 dan 2008, dengan hasil seri dan kemenangan angka oleh Pacquiao. Marquez selalu berkata dia pantas menang di dua duel terdahulu. “Ini adalah pertarungan terpenting yang pernah saya lakoni. Itu karena dia mengatakan menang di dua pertemuan pertama. Saya butuh bukti bahwa saya layak menang dengan meyakinkan,” sambut Pacquiao. Berbeda dengan dua pertarungan sebelumnya yang digelar di kelas bulu (57,1 kg) dan ringan junior (58,9 kg), laga ketiga digelar di kelas welter. Pacquiao mempunyai pengalaman lebih lama di kelas welter dan dia terbukti mampu bersaing di kelas ini dengan keberhasilan mengalahkan lawan-lawan tangguh. Bagi Marquez, ini adalah kesempatan pertama berlaga di kelas welter. Wajar jika lantas keraguan merebak terhadap kemampuannya bersaing. Namun, anggapan itu dibantah pelatih fisik Marquez, Angel Hernandez Heredia. “Juan benar-benar siap untuk pertarungan nanti. Dia lebih kuat dan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Kondisinya benar-benar bagus, Juan tidak kalah cepat dibandingkan Pacquiao,” ujar Heredia. Kedua kubu sudah mencanangkan kemenangan meyakinkan sebagai antisipasi pernyataan serupa dengan yang dikatakan Marquez. Itu artinya, tak akan mengejutkan jika pertarungan tak akan sampai 12 ronde seperti yang direncanakan. Apalagi, persiapan maksimal juga sudah didengungkan oleh kedua kubu. “Dengan agresivitas yang ditunjukkan Manny saat latihan, saya yakin dengan yang dibidiknya. Manny punya motivasi besar di pertarungan ini. Sekali Manny menjatuhkan dia (Marquez), saya kira tak akan bisa bangun lagi,” ujar Freddie Roach, pelatih Pacman. Di pertemuan terdahulu, Pacman sempat menjatuhkan Marquez. Tiga kali di pertemuan pertama dan sekali di pertemuan kedua. Tapi, Marquez masih bisa menyelesaikan pertarungan hingga akhir dan menjadikannya sebagai salah satu lawan tertangguh bagi Pacman. “Pacquiao punya pukulan hebat. Dulu dia sangat mengandalkan tangan kirinya, kini tangan kanannya juga mendapat peningkatan besar. Tapi saya punya penangkal untuk meredamnya,” ujar Marquez. Namun, Marquez tak boleh melupakan satu hal. Di kelas mana pun Pacman bertanding, dia tetap memiliki kecepatan di atas rata-rata. Dengan pengalamannya di kelas welter, Pacman juga memiliki keseimbangan yang baik dengan footwork-nya. (ady/jpnn)

harga mulai
COUNTER IKLAN
KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Simpang By Pass Pisang Padang KM 7
BUKITTINGGI

email : padek_iklan@yahoo.com
PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

ata Bukti Ny
- 0,4 STANDAR - 0,5 STANDAR - 0,6 STANDAR UKIR - 0.8 STANDAR SUPER - 0,3 CAT OVEN

CV.JATI TEKNIK
INDUSTRI FOLDING GATE HARGA PABRIK
- 0,4 CAT OVEN - 0,5 CAT OVEN - 0,6 CAT OVEN (SUPER) - 0,8 CAT OVEN (SUPER) RP380.000,-/M2 RP400.000,-/M2 RP420.000,-/M2 RP490.000,-/M2

PINDAHAN (MOVERS) / PENGANGKUTAN ???

PINTU PANEL BESITEBAL PLAT 2,1 M2 RP.975.000,-/M2
JL.BY PASS BATO KOTA PARIAMAN TLP.(0751)91538. HP. 081363846132 ESIA. 08286680425. HP. 081363818001 FAX: (0751) 91538

Rp.370.000,- /M2 Rp.380.000,-/M2 Rp.400.000,-/M2 Rp.470.000,-/M2 RP370.000,-/M2

Movers
Pindah Kost, Rumah, Toko, Kantor, Pabrik (Skala Besar/Kecil) & Pengangkutan (Lokal dan Domestik)

ATAKA

ORIGINAL INKJET CARTRIDGE REFILL KIT

DATA SCAN ink
ANIL SYAMSIR
Jl. Linggar Jati No. 11 Tabiang
Telp : (0751) 445097 Hp : 0813 6344 6144

Ingat Pindah Ingat Zataka ZATAKA EXPRESS
DIVISI JASA PINDAHAN (MOVERS) Jl. Teknologi Raya No. 104 Siteba Padang Telp. 0751 - 7871716 HP. 08126786259 Email : zataka_ku@yahoo.com Klik kami di http://www.zatakagroup.com

Amankan Aset Anda
Dengan Memakai

TEGUH CONSTRUKSI RANGKA ATAP
CV. TEGUH BAJA LESTARI

BAJA RINGAN

COUNTER

IKLAN

CCTV CAMERA

Bisa ONLINE ke BLACKBERRY & PC

Bahan Menggunakan TASO (KASO METAL)
Garansi
Dikerjakan oleh TENAGA PROFESIONAL Sbg Satu2nya APLIKATOR di SUMBAR & mengantongi sertifikat dari PT. TATA LOGAM LESTARI sebagai

4 Kamera + DVR
Hanya

CCTV

Promo

5
LOWONGAN KERJA
KAMI ADALAH DISTRIBUTOR FARMASI & CONSUMER GOODS BERSKALA NASIONAL, MEMBUTUHKAN TENAGA KERJA MUDA HANDAL DAN TANGGUH UNTUK MENGISI POSISI SEBAGAI :

Th

harga bersaing

PRODUSEN TUNGGAL TESO
Kami juga melayani PEMASANGAN

PALFON GYPSUM & PARTISI
Menggunakan Rangka Oke Frame

4,5
Gratis Instal Network (Bisa Kontrol Jarak Jauh) Garansi 1 Tahun Alarm Setting DVR Spare Part Teknisi Berpengalaman

Jt

JL. RAYA LUBUK BEGALUNG NO. 23A TELP. 0751-7734413, HP 0852 7423 9393
LOWONGAN KERJA
Dibutuhkan Karyawan/ti, untuk mengelolah Cabang Perusahaan Australia di disumatera, penempatan posisi : - Sekretaris - Inventory - Gudang - Staf Divisi - Office Boy/Girl

PLUS PEMASANGAN
(Masih Bisa Nego)

Kepada Pelanggan, Pembaca, dan Relasi Harian Pagi Padang Ekspres yang ingin memasang iklan Kami siap Melayani anda di :

Kantor Padang Today / M LINK
Jln. Proklamasi No. 52 D (Samping padang TV)
buka pukul 08.00 - 16.30 WIB Customer Service Kami Siap Membantu anda
Untuk Informasi Temui / Hubungi Mita :

PONDOK ELEKTRONIK

1. APOTEKER (AP) a. Laki-laki / Wanita b. Lulusan Profesi Apoteker c. Usia maximal 26 taun (Freshgraduated bisa melamar) d. Berjiwa tanggung jawab e. Mau bekerja keras f. Bekeja Full time
MAU DITEMPATKAN DILUAR PADANG (LAMPUNG, PEMATANG SIANTAR, SUKA BUMI, TASIKMALAYA) BAGI YANG MEMENUHI KUALIFIKASI KAMI DAPAT MENGIRIMKAN SURAT LAMARAN LENGKAP MELALUI KANTOR POS KE :

Syarat : - Pendidikan min SMA/SMK - Usia Max 24 th - Belum menikah - Berbadan sehat - Siap di Training
Antar Lamaran anda secepatnya Ke :

Jl. Lolong Karan No. 50 Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Padang

0751 - 9927799
Pastikan hanya sebagai Media Promosi yang TEPAT bagi Anda

CCTV Kamera sangat cocok digunakan pada Mini Market - SPBU - ATM - KANTOR GUDANG - HOTEL - PABRIK - TOKO PERUMAHAN dan lain-lain

Bagi yang diterima akn mendapatkan Remunasi yang menarik (Jamsostek, Asuransim Kesehatan, dana Pensiun dan Tunjangan lainnya)

PT. DEWATA GROUP INDONESIA / CV. CITRA WULAN MANDIRI
Jl. Hos Cokroaminoto No. 16c, Kampung Pondok - Kota Padang. Tlp : 0751-21898/ Jl. By Pass, Terminal Bareh solok Dpn UD Putra Gobah - Kota Solok.

**Cantumkan Kota penempatan di sudut kiri amplop

TERBIT NON STOP

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

12
V
PORTUGAL

0

BOSNIA-HERZEGOVINA

Positif meski Bahaya
Zenica, Padek—Laga playoff leg pertama kualifikasi Euro 2012 digelar serentak, kemarin dini hari WIB. Dari empat partai yang berlangsung, hanya laga di Zenica yang berakhir tanpa pemenang. Ini setelah Bosnia-Herzegovina dan Portugal menyudahi laga dengan skor kacamata alias imbang tanpa gol. Hasil ini membuat kedua tim harus lebih ngotot pada leg kedua di Lisbon, Selasa (15/11) mendatang. Keuntungan jelas berpihak kepada Portugal karena saat itu mereka bertindak sebagai tuan rumah. Namun, pelatih Portugal, Paulo Bento menepis prediksi tersebut. Menurutnya, kans Portugal dan Bosnia masih sama kuat di leg berikutnya. “Hasil seri ini cukup positif, tapi masih berbahaya. Kami dituntut harus menang,” papar Bento kepada AFP setelah pertandingan. Bento menyesalkan banyaknya peluang yang terbuang pada laga kemarin. Statistik menunjukkan, setidaknya lima kali pemain Portugal memberikan ancaman ke gawang Bosnia yang dikawal kiper Asmir Begovic. Kesempatan pertama hadir melalui Raul Meireles yang melepaskan tendangan voli keras setelah menerima umpan sundulan Luis Nani. Dua peluang lainnya dimiliki Cristiano Ronaldo dan Herlder Postiga. “Kami punya banyak momentum, di mana kami memiliki beberapa kesempatan mencetak gol. Sementara, Bosnia hanya mampu menciptakan satu kesempatan sepanjang pertandingan. Ini adalah hasil yang sangat tidak adil, mengingat apa yang kami lakukan,” bebernya. “Tugas kami akan semakin berat, tapi kami tetap optimistis karena kami bermain di stadion yang berbeda. Kami harus bermain dengan keberanian yang sama,” ujarnya. Optimisme juga disuarakan kubu Bosnia. Ini bisa dimaklumi lantaran Bosnia bisa saja lolos jika mampu memaksakan seri dengan (1-1, 2-2 dst) di leg kedua nanti. ”Portugal memaksa kami bekerja keras. Tapi, hasil ini juga membuka peluang bagi Bosnia,” papar Safet Susic, pelatih Bosnia. Perjuangan Bosnia di leg kedua sebetulnya bisa lebih mudah andai kemarin mereka mendapat hadiah penalti. Itu setelah pemain pengganti Vedad Ibisevic dijatuhkan Bruno Alves di kotak terlarang. Sayang, wasit Howard Webb asal Inggris tak menganggap insiden pada menit ke-78 itu sebagai pelanggaran. “Saya punya kesempatan (di kotak penalti). Sayang, wasit tak menolong kami,” keluh Ibisevic kepada situs resmi UEFA. “Seandainya penalti diberikan dan gol, itu akan memudahkan langkah kami. Di Lisbon nanti, atmosfernya jelas berbeda. Tapi saya yakin fans kami di sana juga banyak. Ini momentum terbaik bagi Bosnia untuk berlaga di iven besar untuk pertama kalinya,” papar bomber TSG 1899 Hoffenheim tersebut. (bas)

0

IST

KETAT: Bermain imbang tanpa gol di leg I, kedua tim sama-sama memiliki peluang lolos ke final Euro 2012.

0

TURKI

V

KROASIA

3

Bikin Hiddink Pusing
Istanbul, Padek—Turki gagal memanfaatkan status tuan rumah pada leg pertama babak playoff kualifikasi Euro 2012. Turki yang menjamu Kroasia di Stadion Tuk Telekom Arena, dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 (0-2). Hasil ini membuat peluang Turki melenggang ke putaran final semakin berat. Sebab, pada leg kedua di markas Kroasia Selasa mendatang (15/ 11), mereka harus menang dengan skor minimal 4-0. Tanda-tanda kemenangan Kroasia sendiri sudah terlihat sejak menit awal. Di mana, Ivica Olic sudah berhasil mengoyak gawang Volkan Demirel ketika laga baru berjalan dua menit. Mario Mandzukic memastikan keunggulan tim tamu menjadi 2-0 pada babak pertama lewat golnya di menit ke32. Vedran Corluka kembali memaksa Demirel memungut bola dari gawangnya pada menit ke-51. ”Ini pembalasan yang sempurna,” cetus Olic kepada Reuters mengenang kekalahan menyakitkan yang diderita Kroasia ketika berhadapan dengan Turki di perempat final Euro 2008. Saat itu, Kroasia kalah adu penalti. Guus Hiddink pun dengan sportif mengakui kalau Kroasia tampil lebih baik. “Tentu saja, ketika Kroasia unggul saat laga baru berjalan dua menit, mereka merasa di atas angin,” kata Hiddink kepada Soccernet. “Saya bertanggung jawab atas hasil malam ini (kemarin dini hari). Para pemain seharusnya menjalankan semua dengan benar, tapi saya bertanggung jawab penuh. Kroasia sangat kuat, sementara kami bermain serasa tanpa power,” keluhnya. Kekalahan ini memperberat peluang Turki melaju ke putaran final sekaligus mengancam masa depan Hiddink. Tapi, mantan pelatih Rusia dan Korsel itu enggan membahas masa depannya. Dia hanya meminta pemainnya memulihkan kondisi untuk menyongsong leg kedua. (bas/jpnn)

Padang Ekspres
MINGGU 13 NOVEMBER 2011

Sentuhan Bunga Nan Unik
TAK hanya orang dewasa saja yang ingin tampil cantik di hari istimewa. Namun anakanakpun ingin tampil menarik di hari istimewa mereka. Untuk busana pesta bagi anak-anak, tak ada salahnya menggunakan dress atau gaun. Tentunya penggunaan busana pesta bagi si kecil, harus disesuaikan dengan usia mereka. Jangan sampai busana yang dikenakan anak, tidak sesuai dengan umur mereka. Pesta selalu berhubungan dengan keceriaan dan kegembiraan. Jadi sudah sewajarnya bila menghadiri atau mendapatkan undangan pesta, maka baju pesta harus mampu menimbulkan kesan yang riang dan ceria. Misalnya kombinasi busana dress dengan hiasan bunga-bunga pada setiap sudutnya. Dengan penambahan aksesoris bunga pada setiap ujung busana, membuat busana ini terlihat menarik. Aksesoris ini akan membuat gaya busana anak sangat unik. Sebab penambahan aksesoris bunga pada detail busana membuat busana ini semakin istimewa. Warna dan potongan busana sangat menentukan seseorang dapat terlihat cantik dan menarik. Warna yang paling tepat untuk anak-anak adalah warna-warna cerah dan lembut, tapi anak pun boleh saja menggunakan warna yang lebih tua dan berani, asalkan potongan dan modelnya tetap anak-anak. Dengan kombinasi model dan potongan busana yang pas, akan membuat anak tampil anggun. So, jangan takut berkreasi dengan busana anak. (ayu)

Thanks To :
Model : Putri Tanjung, Syahla, Hanna, Zia dan Aqila (Djuragan Modelling) Busana : Koleksi Pribadi Lokasi : Bukittinggi Fhotografer : Rul Fhoto

REDAKSI Bagi Pembaca Padang Ekspres yang berminat ingin menampilkan koleksi busananya di halaman Anggun, dapat dikirim melalui email: gustiayu61@yahoo.co.id atau ke HP: 081267670082

Rahasia Mengecilkan Pori-pori
APAKAH Anda memiliki pori-pori membesar? Jika iya, maka simak artikel ini utnuk mengetahui rahasia untuk mengecilkan pori-pori, menghaluskan kulit serta perawatan wajah yang tepat. Bisa jadi memiliki pori-pori membesar merupakan faktor genetik dari keluarga. Individu dengan kulit kering cenderung memiliki pori-pori yang lebih kecil, sementara orang dengan kulit berminyak saering kali memiliki pori-pori yang lebih besar. Untuk itu pemilik kulit wajah berminyak harus ekstra perawatannya, serta memilih produk pelembab yang tepat untuk meminimalisir pembesaran pores. Sebuah pembersih wajah dengan kandungan asam gikolat dan asam salisilat akan mambantu mengecilkan pores. Pilih cleanser dengan kandungan bahan soft, bersihkan wajah setiap pagi dan malam hari. Tambahkan juga toner. Toner dan astringent dapat mengusir kotoran membandel yang menempel pada wajah. Serta mampu menyempitkan pori-pori. Dont Do Sebaiknya jangan pernah memencet atau meremas pori-pori, selain akan menimbulkan luka juga akan memperlebar lubang pori-pori Anda. Atasi dengan penggunaan krim khusus untuk mengatasi pores, perawatan ini akan merangsang pergantian sel topikal untuk membawa lapisan kulit baru serta membantu membersihkan pores. Make-Up Ketika Anda akan berias, pilihlah formula dengan kandungan bebas minyak atau oil control ringan. Perhatikan juga bahwa base make up yang digunakan akan meresap ke dalam pori-pori, yang berakibat pores kian membesar. Solusi yang mudah yakni gunakan base primer sebelum Anda menggunakan foundation. Primer berfungsi sebagai penghalang menyerapnya foundation namun tetap menghasilkan permukaan wajah tetap halus dan mencegah pori-pori membesar serta menghindari aging. (perempuan.com/ayu)

14
Padang Ekspres bekerja sama
Asosiasi Pers Mahasiswa (Aspem) Sumbar mengisi halaman Kampus. Edisi kali ini, diisi oleh Genta Andalas UNAND

KAMPUS
GALANG
STIE DHARMA ANDALAS

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

ESPN STAIN
Bukittinggi

Mimbar Bebas

Semangat di Awal, Survive Sampai Akhir
DI tengah tingginya angka pengangguran usia muda ditambah ketatnya persaingan dalam mencari kerja, pencanangan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) oleh pihak kampus nampaknya bisa dianggap sebagai suatu solusi. Universitas Andalas (Unand) sebagai salah satu kampus yang turut mempelopori program PMW guna mendukung sekaligus memfasilitasi mahasiswanya dalam berwirausaha. Universitas yang terletak di Bukik Karamunting Limau Manih ini dalam dua tahun terakhir concern mendorong mahasiswa terlibat dalam kegiatan entrepreneurship ini. Dalam perkembangannya untuk memajukan kemampuan mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, namun juga dari segi kreatifitas dan kemampuan untuk mandiri sejak tahun 2009, Unand telah membentuk sebuah badan yang bernama Entrepreneurship Centre. Berbasis pengabdian kepada masyarakat, di bawah pengawasan rektor, ECUA (Entrepreneurship Centre Universitas Andalas) menyalurkan dana-dana yang berasal dari Dikti kepada mahasiswa yang ingin berwirausaha. “ECUA bertujuan melahirkan wirausaha-wirausaha muda, khususnya mahasiswa Unand,” ungkap Asmi Abas, Sekretaris ECUA. ECUA yang bertindak sebagai penyelenggara memiliki program untuk mensosialisasisangat mendukung sekali program wirausaha mahasiswa, namun diperlukan komitmen dari mahasiswa yang menjalankan usaha tersebut. Untuk terus menjalankan usahanya karena yang saya lihat kebanyakan mereka semangat diawal tetapi tidak survive di akhir,” katanya. Pria yang tinggal di kompleks PGRI Kuranji Padang ini, menceritakan tantangan selama menjalankan usaha. “Pertama, sulitnya membangun tim yang solid sehingga usaha yang awalnya dikelola lima mahasiswa, hanya saya sendiri yang bertahan dan terus berkomitmen untuk menjalankan usaha,” ungkap pria kelahiran 6 September 1985. Dion menambahkan, tantangan selanjutnya yaitu susahnya membagi fokus antara pendidikan dan usaha. Dion mengatakan kewirausahaan sangat banyak manfaatnya bagi mahasiswa. “Manfaatnya akan terasa saat kita menamatkan study. Kita tidak disibukkan dengan usaha-usaha mencari pekerjaan dan kita hanya perlu mengembangkan usaha kita sendiri, bahkan kita mampu memberikan pekerjaan pada orang lain,” jelasnya. Terakhir Dion mengungkapkan beberapa kiat yang dia gunakan selama menjalankan usaha. “Kiatnya itu, menciptakan ide usaha dan berani memulai usaha dan tetap bertahan dengan apapun yang terjadi,” tuturnya. (Meta Orlanda, Ilham Pratama, Rozie Yuszally)

Refleksi Historis Hari Pahlawan
Febby Mellisa
(Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas)

MOMENTUM 10 November yang hadir secara periodik dalam bingkai waktu pertahunnya mengingatkan kita akan perjuangan heroik arek-arek Suroboyo 66 tahun silam. Pertempuran yang terjadi merupakan perang pertama Indonesia melawan pihak asing setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada 17 Agustus 1945. Merupakan hal yang urgen bagi kita sebagai bangsa yang beradab dan menghargai perjuangan untuk merefleksikan jejak Hari Pahlawan. Meminjam kalimat Bung Karno “Jas Merah: Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Sejarah itu ibarat cermin. Imajinasikan ketika seseorang memakai dasi sambil bercermin. Apabila bayangan dasi yang dipantulkan sudah rapi dan bagus, kita boleh beranjak pergi. Sebaliknya apabila dasi tampak miring atau justru tak sepadan dengan pakaian yang kita kenakan, kita harus menggantinya dengan dasi yang lebih pas. Sedikit mengulang memori mengenai tragedi Pertempuran Surabaya. Bermula dari keluarnya Maklumat Pemerintah 31 Agustus 1945 yang menetapkan mulai 1 September 1945, Bendera Nasional Sang Saka Merah Putih wajib dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera tersebut mengekspansi hingga ke segenap pelosok Kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera tersebut terjadi pada insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato. Bermodalkan rasa persatuan dan cinta tanah air, Soedirman dan Koesno Wibowo menurunkan bendera dan merobek warna birunya kemudian mengibarkan kembali bendera yang hanya tinggal warna merah dan putih. Peristiwa tersebut menjadi umpan atas meletusnya pertempuran antara Indonesia dengan Inggris yang membonceng India. Salah satu pahlawan bangsa yang termasyhur dalam pertempuran ini adalah Bung Tomo. Siapa yang tak pernah mencium harumnya nama Bung Tomo. Ia sang pemimpin revolusioner yang menggerakkan semangat perlawanan angkatan muda Surabaya. Ia pionir pada pertempuran berdarah yang merenggut ribuan korban jiwa baik dari pihak Indonesia maupun pihak asing. Namanya tercetak pada buku sejarah dari bangku SD sampai bangku SMA bahkan bangku perguruan tinggi untuk jurusan tertentu. Semangatnya bagai baja bisa menjadi motivasi bagi generasi kita. Zaman sekarang susah untuk menjadi pahlawan nasional. Persyaratannya sangat banyak. Bukan berarti zaman dahulu lebih mudah, tetapi kualitas dan jati diri pahlawan itu yang susah dipenuhi. Pahlawan nasional harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, berimplikasi pada pengabdian dan perjuangannya yang hampir sepanjang hidup dan menimbulkan dampak luas. Bahkan presiden yang notabene memegang mayoritas legitimasi kekuasaan pun harus berlapang dada. Contohnya saja mantan presiden Soeharto dan Abdurrahman Wahid. Beranjak ke SBY, bisa dikatakan malang. Melihat kotak histori keberhasilan orang nomor satu di Indonesia itu, tak sedikit prestasi yang mampu digenggam. Beberapa di antaranya adalah menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran, proses perbaikan iklim investasi dan pelayanan publik di banyak daerah, kehidupan demokrasi berkembang, dan membaiknya pemberantasan korupsi serta penegakan hukum. “Di ujung timur mentari bersinar. Seberkas harapan tanah Tuhan. Jangan biarkan, dan jangan siakan manisnya kehidupan di hadapan. Ayo kawan langkahkan kaki. Tegar dan yakin diri. Janji Tuhan kita wujudkan. Impian jadi kenyataan.” Demikian penggalan lirik lagu ciptaan SBY. Lagu ini pernah digemakan kepada hadirin peserta upacara dan tamu undangan pada upacara peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Selasa (17/8). Musik dan lagu juga mampu membangkitkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Siapapun boleh mengukir karya seni, siapapun boleh menciptakan lagu dan mengaransemen musik, siapapun boleh bersenandung di depan khalayak ramai. Tak ada satupun aturan hukum positif negeri ini yang secara eksplisit menyatakan larangan seseorang melakukan hal tersebut termasuk juga seorang presiden. Namun tampaknya hal ini justru menjadi ‘boomerang’. Kritikan dari berbagai kalangan mengalir kian deras. Dulu ia begitu dipuja, kini ia cenderung dihujat. Mentari tak selamanya bersinar. Kita tidak sedang menghadapi peperangan. Kita juga sudah merdeka dari penjajahan dan perbudakan. Tak ada senapan ataupun bambu runcing dalam hal ini. Tapi kita butuh sosok pahlawan yang bijak dan berani. Bijak mengambil tindakan yang tepat sasaran dan berani menumpas pelanggaran hukum demi kemaslahatan umat. Bangsa kita sedang berduka. Berduka karena tak tahu harus percaya pada siapa untuk benar-benar membenahi negeri ini. Amanah atas janji suci tak lagi dapat dipegang. Kita rindu akan pahlawan yang mampu menyembuhkan luka-luka bangsa. Mulai kasus korupsi, TKI, terorisme hingga konflik di Bumi Cendrawasih. Semuanya menghantui ketentraman rakyat. Baiklah, berhenti untuk terus-menerus menyalahkan penguasa karena kurang mendidik pribadi sendiri. Seperti yang telah penulis sampaikan, tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadi pahlawan nasional. Para pejuang tersebut harus mendapatkan Surat Keputusan (SK) Presiden terlebih dahulu sebagai ‘kunci gerbang’. Kita pernah mendengar istilah ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’. Mereka adalah guru yang telah berjasa besar dalam memainkan peran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun tak ada tanda jasa apapun yang diterimanya. Meskipun begitu para guru tetap bersemangat menjaga komitmen untuk mendidik putra dan putri bangsa calon pembesar negeri. Kita teladani semangat guru. Saatnya menumbuhkan jiwa kepahlawanan dalam diri kita. Bagaimana kita bisa mengubah nasib bangsa jika tak bisa mengubah nasib diri sendiri. Semua orang berpeluang menjadi pahlawan. Yang perlu kita rawat dengan subur adalah sikap rela berkorban, pantang menyerah, dan peduli sesama. ‘Pahlawan Tanpa SK’, akan senantiasa melakukan kebajikan dengan keikhlasan dan kerendahan hati. Untuk menjadi ‘Pahlawan Tanpa SK’ tidaklah sulit. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Salah satu hal yang dapat kita lakukan misalnya dengan melakukan kejujuran pada kertas kehidupan. Kejujuran harus diterapkan dalam hal kecil sekalipun karena dari hal yang kecil kita bisa membangun hal yang besar. Kejujuran merupakan modal utama dalam menciptakan kredibilitas seseorang maupun lembaga. (*)

IST

BUKA USAHA PRIBADI: Dion Ortega berpose di depan Toko Gallery & Soft Café ORTEGA. Usaha Dion ini, salah satu bentuk program kewirausahan mahasiswa.
kan materi mengenai dunia entrepreneur, memberikan pelatihan kepada peserta, melakukan seleksi proposal bisnis plan, serta memberikan sheet capital (modal) dari Dikti. “ECUA hanya menyeleksi proposal usaha yang berpeluang, sedangkan rektor yang mengeluarkan keputusan mengenai proposal mana yang berhak diberi dana,” ujar Asmi. Pertahunnya, Dikti memberikan dana Rp1 miliar kepada ECUA, dengan alokasi 70 persennya diberikan kepada mahasiswa yang ingin berwirausaha, sedangkan 30 persennya untuk biaya operasional. Asmi mengaku, hingga tahun ini telah ada 150 mahasiswa yang mengikuti program ECUA. Bagi mahasiswa yang kurang berhasil mengembangkan usahanya, ECUA berupaya memberikan solusi berupa pelatihan bina usaha, serta pelatihan mengenai dasardasar kewirausahaan. “Semoga mahasiswa benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk menjadi wirausaha yang sukses serta bisa mengembangkan usaha secara mandiri,” ungkapnya. Salah satu alumni Unand yang mengikuti program PMW adalah Dion Ortega. Pemilik Toko Gallery & soft café ORTEGA ini, mengaku tertarik mengikuti program PMW. “Saya tertarik mengikuti program tersebut dan terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang didanai untuk menjalankan usaha,” tutur alumni Jurusan Kimia Unand ini. Saat ini, Dion menjalankan beragam jenis usaha. Di antaranya berupa kerajinan khas dari berbagai daerah Indonesia, seperti pakaian daerah, batik, perhiasan atau aksesoris khas daerah. “Dalam perkembangannya hingga sekarang telah memulai usaha supplier alat tulis kantor (ATK), accessories computer, peralatan labor kimia dan kesehatan,” ujarnya. Selain itu, di tokonya juga menyediakan jasa spa dan salon kecantikan. Ketika ditanya pendapatnya tentang program kewirausahaan, pria berkacamata ini mengatakan sangat mendukung program tersebut dan menyarankan kepada mahasiswa yang mengikutinya agar tetap menjaga komitmen. “Saya

Mahasiswa Peduli Pessel
BENCANA banjir bandang yang melanda Pessel, Kamis (3/11) lalu mengundang simpatik berbagai kalangan. Salah satunya, Tim PBUA (Penanggulangan Bencana Universitas Andalas) yang meliputi BEM dan seluruh UKM Unand menyalurkan bantuan dari LPM (Lembaga Peduli Masyarakat) Unand. Penyaluran bantuan gelombang pertama dimulai Jumat (4/11), tim PB menurunkan 8 relawan, terdiri 2 tenaga medis dan 6 tenaga penyalur bantuan ke daerah Linggosari Baganti Desa Rantau Simalinang. “Saat tim PB Unand datang di lokasi, belum ada yang tiba di daerah itu,” ungkap Irwan, salah seorang sukarelawan dari KSR PMI Unand. Untuk mengalokasikan tempat operasi kerja relawan, Mapala Unand yang juga tergabung dalam PB langsung melakukan asesment (pendataan) yang bersumber dari lembagalembaga pemerintah atau nonpemerintah yang terlebih dahulu datang ke lokasi bencana seperti TNI, Polri, PMI, BNPB, Rumah Zakat, Baznas, P2K. Data tersebut menerangkan tentang kebutuhan yang diperlukan korban bencana. Gelombang kedua dimulai Selasa (8/11), yang juga diikuti dosen dan pegawai rektorat. Bantuan terdiri sembako dan pakaian. Mulyadi, salah se-

Posko Bencana: Salah satu posko bencana yang didirikan tim relawan Unand di Kecamatan Lengayang, Pessel.

IST

orang relawan dari Mapala Unand mengatakan sebagian korban bencana menginap di rumah keluarganya yang tidak terkena banjir. “Dengan rusaknya lahan-lahan pertanian,

maka bantuan logistik sangat diperlukan,” ungkap Mulyadi. Kamis (3/11) malam, KSR PMI Unand langsung menurunkan enam orang relawan ke lapangan. Menurut Jan Paris,

anggota KSR PMI Unand, saat tiba di lokasi bencana, Nagari Pasir Putih, sarana transportasi putus. (Meta Orlanda, Andri Hardinata, Yusran Ilyas)

Arti Angka Nol dalam Kehidupan Sehari-hari
DALAM kehidupan sehari-hari, angka nol memiliki arti dan peran penting dalam hubungan sosial kita, hubungan vertikal dan spiritual kita dengan Allah SWT, serta berperan banyak dalam perhitungan dan penghitungan nilai materi dan keadaan yang kita hadapi. Kita mungkin sering mendengar istilah “kembali ke titik nol” yang dapat menggambarkan sebuah kondisi keterpurukan, musibah hingga bentuk kepasrahan dan penyerahan atas kehendak terbaik Yang Maha Berkehendak. Hal ini memberikan makna bahwa titik nol tersebut merupakan awal atau bahkan hakikat hidup manusia yang sebenarnya. Dengan demikian, angka 0 memiliki arti dan berperan dalam meningkatkan kehidupan rohani kita. Pada momen tertentu, kita juga mungkin pernah mendengar kalimat “dimulai dari titik nol ya” Kalimat seperti ini begitu akrab selama bulan Suci Ramadlan dan masa Idul Fitri khususnya sebagai sebuah standar operasional prosedur Pertamina Pasti Pas. Berkaitan dengan hal ini, angka nol dapat kita artikan sebagai kembalinya hati kepada kesucian, memulai kembali hubungan yang terbuka, saling memaafkan dan berupaya untuk tidak saling menyakiti. Angka 0 memilih esensi fitrah dan urgensi membuka maaf di hati, memperbaiki setiap kesalahan dengan sesuatu yang lebih berguna dalam mengelola hubungan interpersonal (sosial) dan intrapersonal kita. Dalam penghitungan sehari-hari, angka nol yang hadir berurutan merupakan sebuah kelipatan, bisa berlipat makin kecil atau makin besar. Misalnya, 0.1, 0.01, 0.001 dan seterusnya, semakin banyak angka 0 di depan angka yang diikutinya, maka semakin kecil nilainya. Sebaliknya, semakin banyak angka 0 mengikuti angka (1,2,3,4,5,6,7,8,9) di depannya baik tunggal maupun tidak, maka semakin tinggi nilainya. Misalnya, dalam sistem keuangan dan penilaian materi, angka 0 yang menempati 6 digit setelah angka 1 di depannya (1.000.000) tentu lebih besar nilainya daripada 1.000 atau 300.000. Hal ini menunjukkan arti bahwa angka 0 meskipun berarti kosong akan bernilai jika menyertai angkaangka lainnya dan membentuk sebuah kelipatan, baik kecil maupun besar. Dalam berbagai literatur yang ada tak disebutkan siapa yang pertama kali yang menemukan angka. Yang pasti menurut Abah Salma Alif Sampayya dalam bukunya keseimbangan Matematika dalam AlQuran, catatan angka pertama kali ditemukan pada selembar tanah liat yang dibuat suku Sumeria yang tinggal di Mesopotamia, tahun 3000 SM. (Novalia Moris, Mahasiswa FMIPA Unand)

Mahasiswa di Dunia Wirausaha

Suzila Devilina

Mahasiswi Agrobisnis 08

Rozie Yuszally Akhmad
Mahasiswi Matematika 08 Pondok Kreasi Handamade (Aksesoris)
AWALNYA saya sempat ragu untuk mulai berwirausaha saat kuliah ini. Tidak bisa membagi waktu adalah alasan terkuat saya waktu itu. Tapi setelah mendapatkan pengarahan dari mentor-mentor pembimbing kewirausahaan, saya berani untuk mencobanya. Ternyata banyak sekali manfaat yang saya rasakan setelah mengikuti program kewirausahaan tersebut. Saya banyak mendapatkan ilmu dalam hal cara promosi yang baik, cara melihat kebutuhan pasar, trik dalam berusaha serta membangun teamwork yang bagus dalam suatu usaha. Dan semuanya akan sangat berguna bagi saya setelah lulus kuliah nantinya. (*)

Usaha Gelamai Serat Pisang ,PKM – Kewirausahaan
BERWIRAUSAHA semasa perkuliahan itu sangat bagus, karena menurut saya, pekan kreatifitas mahasiswa khusus kewirausahaan dapat mensinergikan antara teori yang dipelajari dalam kewirausahaan dengan teknis di lapangan. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dalam PKM kewirausahaan ini. Antara lain mendapatkan banyak pengalaman dalam menulis ilmiah, cara dan taktik dalam berwirausaha, strategi promosi usaha dan kemandirian berfikir kritis lainnya. Setelah saya mengikuti kewirausahaan, banyak perubahan yang saya rasakan. Misalnya dalam hal keberanian, saya memiliki keberanian yang lebih dalam membuka peluang usaha tidak hanya dalam bentuk produk, tapi juga dalam bentuk jasa. Bagi mahasiswa yang masih berjibaku dengan dunia perkuliahan, saya sarankan untuk bergabung dengan kegiatan kewirausahaan, karena banyak softskill yang didapatkan yang kelak membantu kita di dunia kerja nantinya. (*)

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

REMAJA
Widya Mardika
(Siswa MAN Padangjapang)

15
SEBAB LUKA DIAM DALAM DARAHKU
KARYA : FIRMAN NOFEKI
dan tersebutlah tahun-tahun dengan duka cita yang tak akan pernah usai musim-musim simpang siur bergelimpangan di otakku inilah puisi, kota-kota berjajar rahasia dilebur mata batin kita memasuki petang di setiap sudut ruangan diam-diam.nun waktu terbakar dinding waktu melapuk dikutuk langit November maka buku-buku yang bertumpuk segelas kopi yang mengamuk di ujung lidah adalah karma sebab luka diam dalam darahku adalah jarak-jarak yang hilang tiada

Orangtua Motivator Nomor Satu
JIKA dilihat sekilas, gadis berkacamata ini terlihat biasa-biasa saja. Tapi jika bertanya soal kemampuan dan prestasi, tak perlu diragukan lagi, gadis kelahiran Solok 20 September 1990 ini punya seabrek prestasi. Lantas, apa saja prestasi yang pernah diraihnya dan bagaimana gaya hidupnya selama ini? Simak wawancara Padang Ekspres dengan Widya Mardika berikut ini. Gaya bicaranya luwes dan terkesan santai. Hal inilah yang dirasakan Padang Ekpres saat mewawancarainya. Meski berpengetahuan luas, tapi tak terkesan menggurui. Bahkan, Widya tak pelit berbagi pengalaman saat diwawancarai. Hal seperti ini pulalah yang kini dibawa Widya saat melaksanakan PL sebagai guru Bahasa Indonesia di SMAN 2 Solok. “Saya hanya berusaha menjadi guru PL yang ramah dan bersahabat. Meski begitu,

” Selain orangtua, sahabat juga penting. Mereka sering memberi dukungan. Terimakasih sahabatku Vivi, Ayu dan Tika”
tentu saya tak ingin dianggap remeh atau dibaok lalu saja oleh siswa,” tuturnya. Sudah hampir tiga bulan Widya bertugas sebagai guru PL. Di luar itu, Widya juga bekerja paruh waktu sebagai tutor pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk program paket B dan paket C pada Program Luar Sekolah (PLS) di Solok. Widya menuturkan, ada perbedaan antara mengajar siswa di sekolah dengan mengajar di PLS. Di sekolah, tentu Widya mengajar siswa-siswi yang lebih muda darinya, sedangkan di PLS, ada yang sebaya dengannya bahkan yang lebih tua. Di sekolah, Widya mengajarkan materi yang memang sudah disusun sedemikian rupa dalam kurikulum, sedangkan di PLS mengajarkan soal-soal dan trik menjawabnya. “Keduanya punya kelebihan dan keasyikan tersendiri,” tuturnya. Alhamdulillah guru pamong di sekolah memberi support yang baik. Target saya, insya Allah wisuda Maret tahun depan.” Selama di bangku kuliah, Widya pernah meraih beberapa prestasi. Salah satunya sutradara terbaik pada pekan drama FBS tahun lalu. Widya pun kerap berlangganan meraih prestasi sejak masih SD. Baik dari SD hingga SMA, Widya sering menjadi juara kelas. “Intinya atur waktu belajar yang cocok.” Selama ini waktu belajar yang paling klop dengannya adalah di saat dini hari. “Awalnya sering terbangun saat dini hari, karena susah tidur kembali, aku manfaatkan waktu untuk belajar. Akhirnya terbiasa belajar saat dini hari, sekitar pukul empat hingga akan pergi sekolah. Saat kuliah, kebiasaan belajar itu masih aku terapkan,” jelasnya. Pernah pula Widya mencoba belajar pada waktu lain, seperti siang atau malam hari. Sayangnya pada saat itu Widya tidak dapat berkonsentrasi untuk belajar. Memang, dini harilah waktu yang paling tepat baginya untuk belajar. Saat teman-teman sekostnya masih lelap tidur, Widya asyik BIODATA : Widya Mardika belajar. Nama Bukan hanya di akademik. : Widya ber 1990 uara Panas m n Panggila : Solok, 20 Septe Panjang, M Gadis cantik yang hobi bernyanyi h, Koto du Lahir ini juga punya prestasi di bidang : Jalan Te Alamat : seni. Mulai dari menjadi model, ngtua (Ayah) Ora Kamal SH sutradara dan pelatih drama, d (Ibu) S.P Hj Aryenti pun pernah menulis sebuah g : naskah drama dan telah dididikan to Panjan o Pen SDN 10 K it Sundi pentaskan. Prestasinya di 1 Buk SMPN ndi bidang seni tak terlepas dari Bukik Su SMAN 1 adang Negeri P sosok mamanya yang meiversitas Un yi mang guru kesenian. : Menyan Hobi Sementara itu, papa07) 0) : 01 (20 a FBS (2 nti Solok Prestasi nya yang sering mengaGadih Ra rbaik Pekan Dram uslim (SMA) Te aM jarkan Widya untuk berSutradara ion Show Busan h ara 1 Fas Agama (SMA) sikap tegar dan pantang Ju idato Juara 3 P ion Show (SMP) MP) menyerah. Serta, dari s (S Fash us Juara 1 sa Inggri papanya Widya belajar dan kamp ato Baha id lah Juara 2 P ai organisasi seko untuk dapat berorganierbag Aktif b sasi dan berdisiplin. “Kedua orangtuaku yang mengajarkan aku hingga bisa seperti ini. Mereka berdua motivasi dan motivator utamaku serta adik-adikku. Selain orangtua, sahabat pun tak lepas dari kesuksesan saya selama ini. Saya mau mengucapkan terimakasih untuk sahabat terbaik saya, Vivi, Ayu dan Tika. Mereka yang telah menemani saya selama ini”. (iwan) Lantas, bagaimana kesan Widya selama mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah selama ini? “Selama ini, ada yang menganggap remeh pelajaran Bahasa Indonesia. Jika berkaca pada hasil UN pada beberapa tahun terakhir, kita pasti tersentak. Bahasa Indonesia yang dianggap gampang, malah sebaliknya. Karena itulah di sekolah tempat PL, siswa cukup serius mempelajari Bahasa Indonesia. Bahkan, cukup banyak siswa yang menyukai kesusastraan. Khususnya pelajaran menulis cerpen dan bermain drama.” Mahasiswi yang sedang menempuh tahun akhir kuliahnya ini juga disibukkan dengan penyusunan tugas akhir kuliahnya. “Cukup sibuk, apalagi harus bolak-balik Solok Padang untuk mengajar dan konsultasi tugas akhir di kampus, tapi semua bisa dijalani.

KELAM
KARYA : FIRMAN NOFEKI
(Siswa MAN Padangjapang)
tanpa cahaya kukatup mungil bibirmu cinta yang mati berkeheningan sebagai tubuh maka kumiliki malam berpelangi tirus mengendap di dahimu

AKU RINDU
KARYA : SUCI MARNILA SARI
(Siswa MAN Padangjapang)
aku rindu akan tangisan di sajadah usang yang selalu memanggil aku rindu seruan asma-Mu dan kebesaran sang pencipta aku rindu lantunan ayat suci-Mu menggema membelah cakrawala aku rindu butiran-butiran merjan yang bertasbih kepada-Mu pada dinginnya malam yang menghamba aku rindu....

MERAMPAS HARI
KARYA : LATIFAH HANUM
(Siswa MAN Padangjapang)
mungkin ini hari yang menungguku bukan kesenangan meninggalkan semua kenangan kutanggalkan keindahan jangan aku takut kau rampas hariku kau renggut nyawaku nyanyian pernah kudengarkan kuulang sebelum pergi kehidupan indah menjadi kematian tak terulang

Tetap di Hati
Oleh: Hilda Arya Putri

RAMBUTNYA terurai panjang, menari disentuh angin. Matanya menatap jauh ke depan mencari harapan. Sebentar kemudian buliran airmata basahi pipinya. Tangis yang tak dapat dibendung. Terduduklah ia di hamparan pasir di Pantai Pariaman. Langit yang kala itu suram, menambah kelam perasaan-

nya yang kalut dan galau. Dara gadis muda belia yang tiada sempurna. Ia tuna rungu. Sedari kecil dia tidak pernah bisa berbicara dengan jelas, meski ejekan demi ejekan selalu ia terima tapi Dara tak ingin jadikan semua itu sebagai halangan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

Dengan keterbatasannya menjadikan ia gemar menulis dan dari kegemaran itu menghantarkannya pada bidang jurnalistik. Kecintaannya pada kegiatan itu membuat Dara menjadi seorang aktivis di kampus. Kecerdasan yang ia miliki mampu menutupi segala kekurangannya, hingga membuat Regha menaruh

perasaan simpati dan kagum akan kepribadian Dara. Awalnya mereka hanya teman seperjuangan, sampailah kedekatan itu membuat cinta menyentuh ke hati mereka. Tiada dapat untuk ditahan, Regha mengungkapkan rahasia hatinya pada Dara, ungkapan jiwa yang tulus mengalirkan kata-kata yang terangkai indah. Dara tersenyum simpul membalas semua perasaan Regha. Dua tahun berlalu, masamasa indah haruslah menjadi sebuah kehalalan, pernikahan nan suci yang menjadi idaman semua pasangan. Dara dan Regha memutuskan untuk menikah. Keluarga kedua belah pihak sepakat. Semua berjalan dengan sangat terprogram dan lancar, hampir tak ada hambatan yang berarti. Tanggal yang telah ditetapkan tinggal dua minggu lagi, perasaan cemas dan bahagia tersirat di wajah Dara yang cantik. Dalam benaknya ia menyadari, kini ia bukanlah gadis kecil yang bisa bermanja-manja dengan ayah dan bunda karena sebuah tugas mulia akan ia hadapi di kemudian hari, namun ia telah siap. Sangat siap. Sampailah pada hari yang

ditunggu-tunggu, hari dimana Dara menjadi ratu sehari. Akad nikah akan dilangsungkan pukul 08.30 WIB, dengan tiada hentinya Dara terus melafadzkan Al Fatihah. Dara berjalan di iringi dua sahabatnya Chia dan Rima, ke Masjid At-taqwa tak jauh dari rumahnya. Sesuai perencanaan, calon pengantin ini akan dipertemukan di masjid. Tepat pukul 08.10 WIB, Dara sudah stand-by di tempat yang sudah di persiapkan untuknya. 30 menit berlalu tak ada tanda-tanda kedatangan Regha, musik pengiring berhenti mengiringi, raut keceriaan kemudian berganti menjadi sebentuk kecemasan. Ayah Dara mencoba menghubungi ponsel Regha dan keluarganya namun tak ada satupun yang dapat terhubung. Keringat terus menetes di telapak tangan Dara. Semua cemas. Dara menatap jam dinding sekarang pukul 08.55 WIB. Ya Allah…” pekiknya dalam hati. Perasaan takut menghampirinya. Badannya menggigil. Mitha adik Dara terus mencoba menghubungi ponsel Regha. Ponselnya tidak aktif. Ayah menenangkan para undangan, dan meminta musik pengiring untuk terus

dilantunkan. Jam dinding terus berputar. Dara pucat. Dia tahu ada sesuatu yang terjadi. Dengan segala kesabarannya, terdengarlah suara iringan mobil memasuki halaman masjid. Semua tersenyum dan mengucapkan Hamdallah, tak terkecuali Dara, namun hatinya tetap gundah. Ada sesuatu yang ia rasakan seperti sebuah pertanda, “Ya Allah, ada apa lagi ini…” ucap batinnya. Seluruh keluarga Regha turun dari mobil, mereka tersenyum dan saling menyalami namun di antara mereka tak terlihat sosok Regha. Hal aneh terjadi, Regha disebutkan telah lebih dulu pergi dari rombongan ini. Regha menggunakan sepeda motor kesayangannya. Darah serasa berdesir, kembali badan Dara menggigil. Semua benar-benar cemas, musik dihentikan para undangan dan keluarga yang hadir tak dapat menutupi kegelisahan mereka. Mata Dara berkaca-kaca, entah perasaan apa ini namun hatiku…”Ya Allah tolonglah aku…” seru Dara dalam hati. Dering telepon memecahkan kesunyian yang terjadi, Mitha melihat ponselnya dan di layar tertulis panggilan ma-

suk dari Regha. Sebentar kemudian Mitha terpekik, “Apa!! Bang Regha kecelakaan?”. Ponsel yang ia genggam terjatuh begitu saja. Dara yang mendengarnya langsung terkulai lemas, ia pingsan. Sebulan telah berlalu semenjak kejadian itu, Dara yang dulu ceria dengan mata yang berbinar indah kini berubah 360 derajat. Tak ada lagi keceriaan, hari-harinya dilalui di rumah sakit tempat Regha di rawat. Ia masih belum sadarkan diri. Meski begitu Dara tak pernah meninggalkan Regha sendiri. Kekasih yang ia cintai akan tetap di hati walau kini keadaan membuatnya harus meratapi kesedihan. Dara tetap setia menanti kekasihnya sampai pulih kembali, sampai ia sadarkan diri. “Diiringi jutaan doa dan harapan, ku yakin kau akan sembuh kekasihku.” ucap Dara lirih di dalam hati.
Catatan: Untuk rubrik ini, redaksi menerima cerpen dengan panjang maksimal 1-2 halaman, satu spasi. Redaksi berhak mengedit karya tanpa bermaksud mengubah isi.

remajasanggar@yahoo.com

Kirim artikel/esei/cerpen/ puisi ke email:

16
Pastikan Iklan Anda Terbit di

PADEK IKLAN
Harian Pagi Padang Ekspres
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

N

Simpang By Pass Pisang (Samping Rili Swalayan)
0751 - 778882, Fax : 778883
e-mail Iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN KANTORPADANGTV
Telp. 0751 - 9927799

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

PAYAKUMBUH PADANG Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id email : abangadek_adv@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

POSKO IKLAN PHOTOCOPYHAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI GARIS ARTA Komp. GOR Sibinuang Jl. Apel Raya No. 84E

0816352488

Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

Belimbing Telp. 0751-495752

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

Jl. Alai Timur HP 08126609848

WALLPAPER
Menjual & Menerima Pemasangan WALLPAPER dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau
JL. RANAH BINUANG NO. 14 (Samping H. Symon)
Hubungi :

PEMASANGAN

ZT
PADANG

SPESIALIS AIR CONDITIONER (AC)
Menerima : Alamat : Ø Penjualan Baru Ø Pemasangan Baru Maransi Indah 7 No. 33 Siteba Padang Ø Bongkar Pasang Ø Service Semua Merk Ø Reparasi (Perbaikan), dll

ZAHRATEKNIK
081363568833

RANGKA BAJA RINGAN JAYA BERSAMA TRUSS
Jl. Veteran No. 36 C Padang

Menyediakan Pemasangan :
- Rangka Baja Ringan - Plafond - Atap zinc alume - Dinding Partisi

GENERATOR

KULKAS AC

(0751) 812547

MUARA KARYA (0751) 7872535 (0751) 35667

HARGA BERSAING

0751 - 7977999 0811613078

(0751) 8234755, 0852 7461 0627

JITU PADEK o t o m o t i f
COUNTER IKLAN KANTORPADANGTV
Telp. 0751 - 9927799

INGIN JUAL KENDARAAN ANDA..?? DISINI TEMPATNYA
KLIN KAR
WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

Untuk Informasi Segera Hubungi :

0751 - 778882, FAX. 778883

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

PAYAKUMBUH PADANG Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id email : abangadek_adv@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

POSKO IKLAN PHOTOCOPYHAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI GARIS ARTA Komp. GOR Sibinuang Jl. Apel Raya No. 84E

0816352488
Way Of Life !

Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

Belimbing Telp. 0751-495752

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

Jl. Alai Timur HP 08126609848

SUZUKI
DP
* Pick Up * Realvan * Karimun * Splash * APV Arena * Swift * SX 4 * Grand Vitara
DP MULAI DARI

6 13 7 12 9 15 18 25

Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt

an an SYARAT MUDAH an PROSES CEPAT an DATA BISA an DIJEMPUT an an an 1 s/d 5 T h

MENERIMA TUKAR TAMBAH

PROTON
*EXORA-MPV *GEN 2 *SAVVY *NEO *PERSONA *SAGA

angsuran
pertama

GRATIS

10 % 081267799651 ICHA 085274099799
Avanza 20 Jt an Yaris 30 Jt an

TERSEDIA TANPA INDENT
Hub

proses mudah/ ANGSURAN PERTAMA mobil langsung BISA Tukar Tambah keluar
081266022119 085274100757 087895074840

GRATIS

Hub :

ROHANDA

* AVANZA E * AVANZA G * INNOVA G * RUSH G * FORTUNER DIESEL

TDP 32.726.300 TDP 36.397.500 TDP 55.414.700 TDP 46.407.800 TDP 87.041.700

ANGS 3.289.600/47x ANGS 3.667.600/47x ANGS 5.625.800/47x ANGS 4.698.400/47x ANGS 8.882.500/47x

DAIHATSU
Xenia 1.0 DLX Xenia 1.3 DLX Terios Luxio D GM Minibus GM Pick Up DP 16.261.000 DP 17.419.000 DP 19.600.000 DP 22.370.000 DP 19.510.000 DP 11.880.500 Angs 3.368.000 Angs 3.606.000 Angs 4.199.000 Angs 3.812.000 Angs 3.231.000 Angs 2.201.000

MAU PUNYA KENDARAAN NYAMAN

NAYA Punya solusinya
dengan DP Rendah dan cicilan RINGAN

semua bisa punya TOYOTA

VITA 0751 - 7806068 082170803322
HONDA GAJAH MOTOR

NAYA 085376177227
DAIHATSU
Xenia 1.0 Xenia 1.3 Terios Luxio Grandmax PU Grandmax MB Sirion
Hub :

Hubungi :

Hub :

081266115060

MUKHLIS 0751 - 8200228

Honda Freed
TDP 24 JT Angs/bln 8,1 Jt an

Honda Civic
TDP 35 JT Angs/bln 10,1 Jt an
Hub :

DP 15 Jt an / Angs 2.760.000,ADY DP 18 Jt an / Angs 3.250.000,- RESTOCK* DP 21 Jt an / Angs 3.530.000,DP 20 Jt an / Angs 3.545.000,CASH BACK DP 9 Jt an / Angs 2.415.000,d Jt* DP 14 Jt an / Angs 3.035.000,- s/ DP 17 Jt an / Angs 4.008.000,-

20

Flexi: IKRAR 081374359920,7861997 081947429930

08126721277 ROBY MARTHA 085274522299

SUZUKI
* Pick Up * Realvan * Karimun * Splash * APV Arena * Swift * SX 4 * Grand Vitara * Mega Carry DP DP DP DP DP DP DP DP DP 7,5 13 14 19 9 14 21 23 10 Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt an an an an an an an an an

Way Of Life !

GRATIS
pertama
angsuran

DP Mulai dari

Hubungi :

FANDI

10

% Proses Cepat, Data Bisa Dijemput
Menerima Tukar Tambah

081266480398 0751-7716636

CV. ST. JAYA
PENGURUSAN : - KENDARAAN BBN BARU - KIR - SIM - PERPANJANGAN STNK - MUTASI KENDARAAN
Cepat & Terpercaya Siap Antar Jemput

BIRO JASA

Telp. (0751) 7845455 Fax. (0751) 20493 HP. 0811 66 4040

SUZUKI
* Pick Up * Realvan * Karimun * Splash * APV Arena * Swift * SX 4 * Grand Vitara
DP MULAI DARI

Way Of Life !

6 13 7 12 9 15 18 25

DP
Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt

an an an an an an an an

MENERIMA TUKAR TAMBAH

SYARAT MUDAH PROSES CEPAT GRATIS angsuran DATA BISA pertama DIJEMPUT

Hub :

VITA

10 % 081267373615
(0751) 7804616

1 s/d 5 Th

ASTRA INTERNATIONAL

N-Series Facelift 2011 The "GOLD" Series

DP RINGAN BUNGA RINGAN
Senin - Jumat Buka s/d 19.00
Romie Nop Rudi Ismed Ryan 0812 0812 0812 0813 0812
Showroom :
(0751)

Showroom :
(0751)

890123

Senin - Jumat Buka s/d 19.00

890123
5131 7999 9504 0160 2770

Reza

082169921980 0751-7869872 Nana 0812 6725 5662 Rani 0852 7182 7162

6780 6759 6657 6325 7677

PUSKOPPABRI
SUMATERA BARAT
UNIT SIMPAN PINJAM - SOETOMO
Badan Hukum : No. 1199 / BH - XVII Tgl. 29-11-1979

Jl. Dr. Sutomo No. 12 Lt. 3 Padang Telp (0751) 890928 Fax. (0751) 890927

PINJAM UANG
PROSES MUDAH & CEPAT
PROGRAM PINJAMAN
1. Pinjaman Bunga Menurun ( 6 bulan) Cukup bayar bunganya saja tiap bulan dan mengembalikan Pokok nya pada saat jatuh tempo 2. Pinjaman Sistem Angsuran (10, 12, 18, 24 bulan) Fasilitas Pinjaman dengan pengembalian secara mengangsur tiap bulannya pokok dan bunga sehingga akan terasa ringan dan mudah

Jaminan BPKB ASLI Mobil / Sepeda Motor * PERSYARATAN PINJAMAN - Fotocopy BPKB - Fotocopy KTP Suami Istri - Fotocopy STNK - Fotocopy Kartu Keluarga

HADIR NON STOP
Koran anda tidak sampai hubungi agen, loper atau Pemasaran Padang Ekspres Kantor Winda Hasral Sarbidin Jhon Edi : 0751 - 778884 : 0751 - 9939020 : 081363245107 : 081363403524 : 081266586780

pinjam uang langsung cair

SAJAK
Faisal Syahreza

CERPEN
Sajadah Kesayanganajak-sa

18 18 19

SENI BUDAYA
MINGGU 13 NOVEMBER 2011

Naskah Kuno Islam Minang Kabau di Pasaman

A Nan Takana
TKW ke Arab
NYARIS orang awak tidak ada yang jadi Tenaga KerjaWanita (TKW) ke Saudi Arabia sebagai pembantu rumah tanggas (PRT). Professi tersebut tampaknya agak enggan dicari orang awak. Mereka menganggap, PRT sebagai budak. Perhatikan saja, kalau ada PRT orang awak yang bekerja di rumah orang awak pula, makan sehari-sehari mereka tidak Marthias Pandoe dibedakan dengan apa yang WA R TAW A N S E N I O R dimakan tuan rumah induk semangnya. Walau dia on call dapat disuruh setiap saat dalam waktu 24 jam, namun dia diberi tempat tidur yang layak bagi seorang manusia. Tidak sempit, diberi kasur, malah dibiarkan memakai alat-alat make-up. Bagi wanita mana saja, bila berminat bekerja di rumah tangga orang Arab sana, pelajari lebih dulu dan harus mengetahui hukum, budaya sosialnya. Mereka sudah lama mengenal perbudakan dan bagaimana pula perlakuan terhadap seorang budak. Kebiasaan orang Arab makan malam, sedang PRT orang kita sudah ngantuk dan penat bekerja seharian. Rumah-rumah Arab terkurung pagar, sehingga bila hendak mengobrol waktu istirahat dengan rekan-rekan tetangga senasib, sesuatu hal yang tidak mungkin sama sekali. Induk semang melarang bersantai-santai. Jika ada terjadi hukum pancung terhadap seseorang yang terlibat membunuh atau hukum potong tangan bagi yang mencuri, telah berlaku disini. Kita tidak mengetahui proses pengadilannya..

17

HParangai
Urang awak, jaman kini, iyo susah dijauh-jauhan dari handphone alias hape. Iduik tanpa hape, bagai makan tanpa garam. Amba-amba sajo taraso. Pokoknyo, hape ko harus dibaok kama pai. Makonyo, kutiko tibo-tibo urang pai ka kantua, pai jauh, tahu-tahu kutiko takana nio mangontak kawan, hape indak ado dalam saku. E yayai ya. Tingga di rumah. Langsuang raso hati indak lamak. Ka pulang rumah jauh. Kok indak pulang manjapuik hape tu,

Ide/Naskah : Yusrizal KW Gambar : Cornelis

INDAK BISA BAPISAH DARI HAPE, BATRAI HABIH AWAK RASAH PULO
raso-raso ado sajo urang nan ka manalepon. Akibaiknyo, sabalun hape tibo di tangan dek ulah lupo tadi, parasaan indak lamak. Lai bacubo juo malupo-lupoan. Tapi, dek banyak urang, ado ndak ado urang mangontak awak dalam sahari, nan pantiang hape ko lai ado di tangan. Lai tasimpan di saku. Kok ado urang nan maimbau, inyo tingga balagu sajo lai, atau taraso getarnyo di saku awak. Baitu pulo kalau hape ko habih batrai. Awak sadang di lua, jalan-jalan atau di kantua. Hape ko lah pudua, mati nan indak bisa dipakai samantaro malakik dicas lo baliak. Nah, kalau iko kajadiannyo, urang nan candu bahape, ba-BB-an, taraso kurang lamak juo raso hati. Kadang awak bajanji ka manalepon urang. Manunggu sms kawan nan ka matransfer pitih. Atau sadang manunggu ujian masuak pagawai nagari, nan infonyo malalui no hape wak surangsurang. Nan dicamehan ciek lai, sadang manunggu kontak laki atau bini awak nan sadang dinas lua kota, tapi hape ko lah mati. Pokoknya, kok dapek jan bapisah jo hape. Makonyo, kutiko ado kawan wak nan kailangan hape, atau hapenyo kanai cilok urang, paniknyo minta ampun. Indak tau kama pai untuk marabo. Kalau tahu sia nan ma ambiak, sia nan maliang kutiko tu, mungkin marasai ditanganinyo. Pakaro hape tingga, batrai abih lalu kailangan, itu pakaro nan sangaik manggaduah urang nan bahape. Makonyo, kalau hal itu tajadi, capek-capek nan basangkutan maatasi masalahnyo. Kok tingga di rumah bajapuik kok indak suruah anak manta. Kok batrai habis, pancas lupo baok, salang punyo kawan kok indak, japuik pulang atau suruh anta jo urang rumah awak. Kok hape tu bana nan ilang dicilok urang, capek-capek bali nan baru, kalau bisa laporkan pulo ka polisi. Kalau diinok-inok I bana, memang teknologi ko lah banyak mampamudah awak, umat manusia ko. Jo hape sajo, awak bisa melakukan banyak hal. Dulu taragak ka kawan nan tingganyo jauh, langsuang sajo pai ka rumahnyo. Tibo di rumahnyo, kecek anak e, kecek bininyo, “Apak sadang kalua....” Dalam dunia perhapean (istilah lamak dek awak se ko nyo), ado urang nan hape ko indak ado mati-mati. Dua puluah ampek jam iduik taruih. Awak talepon tangah malam aniang bagai, inyo sadang lalok, kok tadanga hape maimbau, inyo jago dan manjawek. Urang mode ko, bapikia, ma tau ado hal pantiang. Jan sampai, dek hape mati, rasaki tahambek masuak, Makonyo, bagi tipe urang mode ko, kama pai salalu mambaok pancas hape. Cuma, kadang pancas ko lah disalang urang pulo, kutiko batrai awak abih, pancas indak basuo, otomatis hape mati. Awak langsuang takana kawan nan maminjam, lalu mampacaruik annoy dalam hati. Urang bahape ko, kadang acok paneh kalau hapenyo tingga atau habis batrai. Awak ka manalepon urang, dek bajanji arek. Hape tingga pulo di rumah. Atau batrai lah dak talok mambuek hape iduik. Indak disangko, lai ado kawan nan namuah manyalangan hape, indak minta ganti pulsa bagai doh. Namun, ba a ka mamanfaatkan kebaikan kawan ko. Nomor hape nan kadihubungi tu, tasimpan di dalam hape nan mati tu. Pakaro hape tingga atau habih batrai mambuek perasaan kurang lamak , sabananyo pakaro pikiran awak nan lah tatanam ka nan ciek tu: hape harus iduik dan ndak buliah tingga. (*)

Oleh:

Kronik

Terlalu Besar untuk Daya Hidup yang Rapuh
MENGINGAT Pak Wis (panggilan untuk Wisran Hadi), setidaknya ada dua hal yang menjadi suri tauladan atau contoh bagi generasi setelah beliau. Yaitu, ketegasan bersikap dan kerja keras. Kedua ini turut mengejawantah di Bumi Teater. Sebuah “perguruan” yang didirikannya 10 November 1976. Demikian bisa disimpulkan dari orasi budaya—yang lebih layak disebut kata sambutan ketimbang orasi—oleh sastrawan Darman Moenir, pada malam peringatan 35 tahun Bumi, 10 November 2011 lalu. Ketegasan bersikap Pak Wis di bumi atau dalam kehidupannya ditunjukkan pada dua hal pula, agama dan adat/budaya Minangkabau. Dalam beragama, Pak Wis orang yang taat, tidak lepas dari nama besar ayahnya, Haji Darwas Idris, yang disingkat Hadi. Imam besar Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang ini terkenal keras dalam mendidik dan menjalankan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Ketegasan Buya, begitu beliau disapa, dalam beragama ini pulalah yang diwarisi Pak Wis. Sehingga—barangkali tidak banyak grup kesenian yang menerapkannya—di Bumi Teater ada aturan tidak madat dan tidak meninggalkan shalat saat latihan atau pementasan. Baginya, teater tidak akan mengantarkan orang masuk surga. Menyangkut adat dan budaya Minangkabau, menurut Darman, Pak Wis menunjukkan ketegasan bersikap dengan melakukan autokritik. Baik terhadap aturan-aturan adat dan kepercayaan masyarakat, maupun perilaku para pemangku adat. Autokritik ini sebuah kemutlakan, karena perkembangan zaman membawa penerjemahan serta penafsiran terhadap adat dan budaya Minangkabau di luar makna semula atau sebenarnya. Kritik-kritik yang dilontarkan Pak Wis tersebut, kadang dengan bahasa olok-olok atau cemooh, bisa ditemukan dalam naskahnaskah dramanya, tulisan di kolom-kolom surat kabar, terutama yang terbit di Padang, novel, cerpen, makalah, dan pertemuanpertemuan langsung dengan pemangku adat, pejabat pemerintah, serta masyarakat. Prinsip yang dipegangnya dalam mengkritik, semua hal bisa diubah dan diperolok-olok di dunia ini, kecuali alquran, hadits nabi, dan orangtua. Sebagai contoh, masih dalam ingatan, bagaimana Pak Wis dengan tegas, secara langsung dan melalui tulisan di surat kabar menolak Kongres Kebudayaan Minangkabau yang akan diadakan oleh Gebu Minang. Kemudian, melakukan penolakan terhadap pemberian gelar adat kepada non muslim oleh niniak mamak nan salapan suku di Padang. Yang dianggapnya telah membangunkan ular tidur (manjagoan ula lalok) hingga di akhir hayatnya melarang pengajaran ABS-SBK (Stop ABS-SBK), karena telah dirusak oleh para pemangku adat dengan berbagai kepentingan dan telah memberi pengajaran yang salah kepada generasi masa kini dan masa depan. Begitulah, ketegasan bersikap yang tidak lain sebuah perjuangan dan kerja keras yang dilakukannya agar sesuatu itu berjalan lurus. Sampai beliau menghadap Yang Kuasa dalam jihad tersebut, pada 28 Juni lalu di Padang. Selama lebih dari 3 dekade beliau bersama Bumi Teater bekerja keras dalam berkesenian turut memberi andil bagi terbangunnya Padang sebagai pusat kesenian. Bahwa orang berkesenian tidak mesti di Jakarta atau Yogyakarta. Beliau memilih menetap dan berkarya di Padang. Lalu, 35 tahun Bumi. Anak-anak Bumi yang tersebar di seluruh pelosok dengan berbagai profesi tersebut berkumpul. Merayakan hari jadi Bumi dengan pameran seni rupa, orasi, diskusi dan seminar, serta mengenang sang pendiri Bumi, melalui tribute pementasan naskahnaskah lakon karya Wisran Hadi. Acara yang menarik sebenarnya, kalau ini benar-benar dilakukan dengan cara yang benar dan profesional. Cara yang benar dalam artian, sesuai dengan maksud dan keinginan serta pandangan tonggak Bumi ini ketika masih hidup. Anak-anak Bumi yang puluhan tahun bergaul dengan Pak Wis tentu tahu, bagaimana beliau memandang dan memaknai sebuah acara kesenian dan budaya. Mungkin, ini yang luput dari penyelenggara alek yang notabene anakanak Bumi yang cukup dekat dengan Pak Wis. Tentang profesionalisme, acara yang dirancang beberapa bulan sebelum jadwal pelaksanaan itu, tetap terkesan tergesa-gesa dan apa adanya. Sehingga banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana semula, dan berjalan seadanya juga. Mengutip manifes Bumi Teater, “dan bila kami tidak sanggup menghadirkan diri, ini berarti bahwa yang salah adalah niat kami yang mungkin terlalu besar buat dilaksanakan oleh daya hidup kami yang rapuh,” acara ini mungkin terlalu besar untuk dilaksanakan oleh anak-anak Bumi dengan daya hidup yang rapuh itu. (Gusriyono)

Catatan 35 Tahun Bumi

KOMIK NYO DEK SI EKO

Khazanah Pantun Minangkabau

Tolong Dayungkan Dalam Hati
418. Si Akuik anak kawan rajo, Mambao tombak dangan rumin, Tidak dimukasuik disangajo, Dibao ombak dangan angin. 419. Anak murai di ateh batu, Rabuang dipapek jo sambilu, Dek Tolan matilah aku, Taduang di balik kalang ulu. nang yang tahu di siratan kata akan paham bahwa maknanya adalah sebaliknya: kedatangannya justru memang dimaksud disengaja. Kita tahu bahwa orang Minang adalah pesilat lidah yang handal (Sayang kini main banyak yang bebal). Jika pantun seperti ini kita dengar dalam pasambahan menjemput marapulai misalnya, maka kita tahu bahwa maksudnya adalah mengelakkan simpai kata yang dipasang oleh lawan bicaranya. Dalam pasambahan Minang setiap kata lawan adalah jarek patiang, dan setiap jarek tak mesti dilekkan dengan lari, tapi cukup dengan gelek. Menaruh api dalam rabuak, ada musuh dalam selimut: itulah makna yang terkandung dalam bait 419, yang tampaknya masih berkaitan dengan makna yang terkandung dalam bait 417. Kalau dianalogikan kepada hal yang kontemporer: ibarat agen rahasia ganda yang ditanam dalam dinas intelijen sebuah negara. Di depan kita dia bermulut manis, tapi di belakang kita dia berubah menjadi musuh. Orang bagak yang sudah kehilangan taji, preman besar yang sudah kehilangan pengikut dan kini dilecehkan: kurang lebih itulah refleksi bait 420. Tak ada yang ditakutkan orang lagi padanya. Tuah dan kuasa sudah hilang. Kalau meminjam fenomena sekarang: pejabat yang dulu mamacik tapi akhirnya tergerajai jatuh akibat perubahan politik, lalu dilirik orang pun tiada lagi. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Maka tak ada yang lebih baik dalam hidup ini selain menjauhi sifat sombong. Betapa eloknya terasa gaya bahasa bait 421 hanya untuk mengatakan ‘kenanglah diriku sebisamu’ – meminjam kata-kata Chairil Anwar. ‘Lupakan aku ketika kamu sedang bahagia, tapi ingatlah diriku ketika hatimu sedang bersedih’ – meminjam kata-kata anak muda sekarang yang lagi mabuk kasmaran. Bait terakhir mengandung erotisme literer Minangkabau: tipis seperti kabut pagi di Alahan Panjang tapi mencucuk tulang. Memang kalau cinta istri dan keluarga, jangan tidur sampai tinggi hari. Bangunlah pagipagi dan pergilah bekerja. Tinggalkan istri tercinta (Nan Kuniang) di rumah. Bawa pulang uang untuk dia di sore hari. Suami menafkahi istri, demikian menurut ajaran Islam. Namun sekarang konon sudah banyak pula suami yang sukanya hanya ongkang-ongkang kaki di rumah atau badimino sepanjang hari di lapau Ajo Badek, sementara istrinya lebih giat bekerja. Beli rokok dan beli kopi dijatah oleh istri. Mungkinkah trend ini efek dari deman menjadi TKW di luar negeri? Entahlah. Yang jelas, kalau biasanya ‘kapal yang meninggalkan pelabuhan’, maka kini ‘pelabuhan yang meninggalkan kapal’. Memang di zaman edan ini, makin banyak saja yang ganjil-ganjil yang tersua.

Diasuh oleh: Suryadi
KRITIKUS DAN PENELITI SASTRA

[Leiden University, Belanda]

420. Rabuang dipapek jo sambilu, Tidak pandan katayo lai, Taduang di baliak kalang ulu, Tidak manaruah biso lai. 421. Balayia kapa ka Siantan, Balabuah tantang Indogiri, Layiakan ambo dalam badan, Tolong dayuangkan dalam hati. 422. Tabang sikok di tapi sumua, Tabang ditimpo angin ribuik, Tabik paja singkoklah timua, Tingga Nan Kuniang di salimuik. Bisa taduang adalah sejenis racun yang sangat mematikan. Jarang orang yang tak rapun jika terkena olehnya. Bait 416 menghadirkan dikotomi sifat seorang yang dulu sangat mencintai Anda tetapi belakangan berbalik 180 derajat memusuhi Anda melalui kata panawa (penawar) dan biso (bisa/racun) yang saling bertentangan. Cukup jelas di sini bahwa konteksnya adalah cinta yang berbalik menjadi benci. Bait 417 dan 418 bercerita tentang kehadiran seseorang di satu tempat tanpa disengaja. Ia mengatakan bahwa dirinya kesasar (dibao ombak dengan angin). Namun, orang Mi-

BAGI pengkaji estetika literer Minangkabau, misalnya pada dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa & Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sesungguhnya pantun Minangkabau adalah gudang data yang berlimpah. Lebih dari itu, pantun Minang juga dapat dijadikan salah satu sumber untuk menyusun Kamus ‘Webster’ Minangkabau yang mencatat segala bentuk kosakata Minangkabau, baik yang arkhais maupun yang modern. Sajian kami kali ini menghadirkan lagi beberapa bait pantun klasik Minangkabau. 416. Pakan Salasa daulunyo, Kini manjadi Ujuang Tanjuang, Ubek panawa daulunyo, Kini manjadi biso taduang. 417. Si Akuik anak kawan rajo, Mambao padang dengan podi, Tidak dimukasuik disangajo, Mangko tolan datang kamari.

(bersambung minggu depan)

18
Kita Berpisah Dalam Puisi
bukankah kita, tak pernah memulai apapun, mengapa sulit memisahakan dirimu dari puisi ini? di sini, hari begitu mudah mengucapkan selamat tinggal pada sisa-sisa hidupku. waktu ikut menghilang, seakan sekarat lelap di seberang malam. hingga dinding retak kamar masih menyimpan dirimu yang lain. bayang yang menjaga senyumannya dengan lanskap gigi gingsul. seperti deretan biji mentimun. dingin, sekaligus meminta cium. barangkali kangen sekadar perhelatan di tengah jarak yang memisahkan. atau hanyalah milik gerimis sore bagi jendela yang lupa kita tutup gordennya. ketahuilah, esok atau lusa di hari-hari yang biasa seorang lelaki akan mencintai kesendiriannya agar tak ada yang bisa mendengar bahasa miliknya menjerit. dan saat ini, tanganku seperti kehilangan jari hingga tak pernah kutemu genggammu, sebentar saja meski begitu hati-hati kutuliskan puisi ini.

SASTRA
Sajak-sajak: Faisal Syahreza
Akhirnya
aku bisa berkata padamu dengan berbagai caraku kepada kehilangan, aku titipkan diriku agar tak menangis sendirian di mulut-mulut malam. kepada kengerian, aku titipkan doa agar tak menjerit kehabisan suara di antara lagu muram yang diputar masa silam. kepada kebodohan, aku titipkan pikiran agar tak membisu ketika pertanyaan kehilangan jawaban. kepada kesia-siaan, hukumlah hari depan. dengan memusnahkan bahasaku agar tak terucapkan maaf dan selamat tinggal. 2011

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Sepenggal Nyanyian
lantas kita bertanya pada diri apalagi yang akan kita bekal dalam perjalanan singkat ini. bukan kilometer yang lurus di depan melainkan likuan kenangan atau segerus ingatan dalam pikiran yang begitu curam. suara dari perpisahan memantul di tepi puisi ini. sementara aku bubuhi bayanganmu kau makin saja liar –memutar atau bahkan membalikkan badan. tanganku tak cukup panjang menggapai kau yang duduk-duduk di pelataran lagu ini. hingga aku butuh sekali lagi mendengarkan, merenunginya untuk memastikan kau belum hilang meninggalkan malam melintang antara interlude atau chorus yang tak berulang. 2011

Jam Tangan
siang ini, jam di tanganmu menyuarakan tik-tok yang baru menjelma jadi jerit gigi gerjaji meminta leher dari bahasaku. dekapan sunyi di antara meja yang berserak abu dari asbak penuh. juga laptop yang kehilangan daya menyimpan lebih banyak duka waktu. tapi cintaku, kau di seberang duduk menatapku ngilu. menggulung lengan kemejamu hingga putihmu, seperti rekayasa pikiranku saja. siang ini, jam di tanganmu berdetak sampai gaungnya memantul ke dinding jantung sepi itu. aku hendak membangunkan siapa, kali ini. mungkinkah diriku sendiri yang lelap tertidur di arah angka samar itu, lantas kau tak pernah selesai menunjukkanya ujung kebahagian tujuan kita dari dulu. 2011

setelah mengetahui sajadah yang biasa ia pakai selama ini telah berganti dengan sebuah sajadah baru yang jauh lebih bagus. Seharusnya ia senang, tapi tidak! Ia justru marah karena sajadahnya yang lama malah disingkirkan oleh Muti, istrinya. Ia merasa perempuan yang dinikahinya setahun lalu itu sungguh keterlaluan, mengganti sajadah kesayangannya tanpa ijin. Muti, perempuan muda itu tentu saja tidak terima perlakuan Faiz. Seharusnya lelaki itu berterima kasih mendapatkan sebuah sajadah baru. Sebagai istri, ia pun tak pantas menerima perlakuan yang tak menyenangkan dari suami hanya gara-gara telah mengganti sebuah sajadah untuk alas sembahyang suami tercinta. Sepanjang pengetahuannya, bila shalat, Faiz selalu saja menggunakan sajadah yang itu-itu saja, padahal di rumah ada beberapa sajadah lain, lebih bagus pula, namun ia tampak begitu setia dengan sajadahnya. Yang ia ingat, sajadah itu sudah bersama Faiz sejak mereka menikah. Muti pernah bertanya kenapa suaminya itu selalu menggunakan sajadah yang sama, namun hanya dijawab dengan bercanda. Muti menduga Faiz pasti punya kenangan tertentu dengan sajadah itu. Tapi suaminya itu tak pernah bercerita apa-apa. Kemarin siang bersama dengan pakaian-pakaian usang lainnya, ia menyumbangkannya untuk korban bencana alam. Sama sekali tak mengira suaminya bakal marah besar. Selama mereka menikah, tak pernah Faiz marah-marah, apalagi untuk hal sepele seperti ini. Pertengkaran pun terjadi hanya garagara sebuah sajadah! “Pokoknya aku tak mau tahu! Kamu harus ambil sajadah itu lagi! “ “Abang jangan gila! Tak mungkin aku minta lagi apa yang sudah dikasih ke orang. Lagi pula sajadah tidak hanya satu di rumah ini. Kenapa ributnya minta ampun?” “Pokoknya aku nggak mau tahu! Siapa suruh kamu memberikan sajadah itu?” “Masih untung aku memberikan pada orang yang membutuhkan. Kalau aku buang, bagaimana?” “Kamu itu ya? Sungguh keterlaluan!” “Abang yang keterlaluan! Perkara sepele saja dibesar-besarkan. Aku kan sudah menggantinya dengan yang lebih baik. Apa lagi?” “Sepele katamu? Bagiku itu penting!” “Penting apanya? Ayo, bilang! Penting apanya?” Faiz terdiam. Ia hanya menatap Muti dengan sorot penuh amarah. Muti pun kecut dibuatnya. Baru kali ini ia ditatap seperti itu oleh suaminya. Tapi ia tak mau surut, apalagi mengucapkan maaf. Itu sama saja mengaku berbuat salah. *** Rasanya baru kemarin itu terjadi, tapi nyatanya sudah lima tahun saja waktu berlalu. Ia masih ingat ekspresi Ibu ketika mendengar keinginannya untuk pergi merantau. Sepertinya beliau sudah mempersiapkan diri untuk kehilangan anak lelaki jauh-jauh hari seperti lazimnya kaum perempuan di tanah ini. “Kau boleh pergi merantau, Nak. Kemana saja Ibu tak akan melarang. Tapi satu hal yang harus kau ingat, kau boleh jauh dari Ibu, jauh dari kampung halaman, tapi kau tak boleh jauh dari Tuhan,” ujar Ibu dengan tatapan yang susah diartikan. Ada sorot bangga melihat anak lelakinya sudah dewasa, dan telah pula menamatkan kuliah. Tapi ada juga sorot duka untuk siapsiap kehilangan. “Kau anak laki-laki. Tak selamanya kau berada di bawah ketiak Ibu. Apalagi adat di negeri kita

F aiz tak bisa menahan emosi

SAJADAH KESAYANGAN
Cerpen: Boyke Abdillah Bakar
memang begitu. Karatau madang di hulu, berbunga berbuah belum. Merantau bujang dahulu, di kampung berguna belum. Kau ingat kan petuah itu?” Ucapan Ibu masih terngiangngiang di telinganya. Tatkala ia menginjakkan kaki pertama kali di Ibu kota, menumpang sementara di rumah sepupu, Faiz menemukan sesuatu dalam kopernya. Ada sebuah sajadah yang terselip di antara tumpukan pakaian yang ia bawa dari kampung. Ia heran, sama sekali tak memasukkan benda itu sebagai barang yang dibawa. Tapi kenapa bisa ada di dalam koper? Apakah Ibu telah menyelipkannya? Faiz langsung teringat ucapan Ibu. Kau boleh jauh dari Ibu, jauh dari kampung, tapi kau tak boleh jauh dari Tuhan. Apakah ini penegasan dari nasehat beliau? Di ibu kota, susah dan senang ia hadapi sendiri. Berbulan-bulan mencari kerja ke sana-kemari hingga simpanannya habis dan nyaris membuatnya putus asa. Tapi ia selalu ingat petuah itu. Setiap usai shalat ia selalu berdoa pada Tuhan agar ia tak menjadi orang yang kalah. Dan doanya terkabul. Ia diterima di sebuah perusahaan dengan posisi awal sebagai Management Trainee. Tapi tak lama berselang hanya berselisih beberapa bulan, tak disangka-sangka, ibunya pun berpulang ke haribaanNya. Terlalu cepat beliau pergi hingga tak sempat melihat anaknya berhasil menapaki karir. Faiz pun tak punya kesempatan membalas jasa-jasanya padahal pengorbanan Ibu begitu besar dalam hidupnya. Ia tahu hanya lewat doalah bisa terhubung dengan beliau. Dengan sajadah itu ia merasakan dekat dengan Ibu sekaligus dekat dengan Tuhan. Semenjak diangkat sebagai Branch Manager oleh perusahaan tempatnya bekerja, ia pun sering dipindah tugaskan ke berbagai kota. Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan ke Makassar, dan akhirnya kembali ke Jakarta. Sajadah tersebut selalu ia bawa, ikut melintas pulau. Tak ada keinginan untuk mengganti dengan yang baru. Jujur ia akui, shalatnya jauh lebih khusyuk di atas sajadah itu. Segala keluh kesah, persoalan hidup, kesepian dan kesendirian di tanah rantau seakan melebur di atas sajadah pemberian Ibu. Faiz pun masih ingat jelas, ketika ia memutuskan untuk menikahi Muti, ia juga shalat Istikharah di atas sajadah itu. Ah, betapa besar nilai historisnya. Jadi kalau ia sekarang betul-betul marah pada Muti, adalah hal yang pantas ia kira. *** Lelaki tua itu tersenyum. Senyuman yang mencoba memahami gejolak amarah yang masih bersarang di dadanya. “Bapak paham, Nak, betapa pentingnya sajadah itu bagimu. Itu adalah pemberian terakhir dari mendiang ibumu. Jadi kau punya keterikatan emosi dengannya,” komentarnya setelah Faiz menceritakan semuanya. “Apa itu salah, Pak?” “Tidak,” Lelaki tua itu menggeleng. Sejenak ia terdiam, mencoba mencari kalimat yang tepat untuk disampaikan. “Tapi ada satu hal yang mesti kau ketahui.” “Apa itu?” “Seharusnya kau tak boleh memarahi istrimu sedemikian rupa. Apalagi mendiamkannya. Apa yang dilakukannya itu harus kau apresiasi, karena ada pelajaran berharga yang bisa kau petik.” “Maksud Bapak?” “Bapak percaya kau adalah lelaki yang baik. Buktinya kau masih memegang petuah mendiang ibumu. Sajadah yang beliau berikan membuatmu selalu dekat dengan Tuhan. Tapi seharusnya tidak sampai berhenti di situ. Bila kau merelakan apa yang sangat bernilai dalam hidupmu untuk diberikan pada orang lain, hidupmu akan jauh lebih bermakna. Banyak orang memberi sesuatu karena tak berguna lagi, yang tidak terpakai lagi. Tapi hanya sedikit orang yang mampu memberi sesuatu yang disayanginya. Dengan disumbangkannya sajadah itu kau bisa belajar tentang kerelaan. Semoga saja sajadah itu juga bermanfaat bagi orang yang menerimanya.” Sejenak Faiz tercenung dengan ucapan lelaki itu. Mencoba memahami kata-kata yang diucapkannya. Rela? Bagi orang lain mungkin terasa mudah, tapi bagi dirinya terasa berat karena itu adalah sajadah kesayangan. Sajadah yang telah menemaninya selama ini. “Kau tak rela, kan?” Faiz tak menjawab. Sukar mengungkapkan perasaannya walau hanya dalam bentuk jawaban ya atau tidak. “Itu sebabnya kalian jadi bertengkar. Andai saja kau mau memaafkan istrimu dan kau merelakannya, tentu keadaan akan jadi lebih baik. Tapi kalau tidak, sajadah pemberian ibumu itu bisa jadi petaka bagi hubungan kalian.” Faiz terhenyak. Lama ia terdiam. Apa yang diucapkan pria tua itu ada benarnya juga. Mengapa tak terpikirkan olehnya? “Seorang muslim tidak hanya dituntut melakukan ibadah ritual semata. Ia juga harus peduli dengan sesama. Sajadah kesayanganmu itu adalah salah satu bentuk ujian apakah kau rela memberikan barang yang kau sayangi pada orang yang membutuhkan. Bapak yakin, bila istrimu

tahu betapa berartinya sajadah itu bagimu, mungkin ia akan berpikir dua kali untuk menyumbangkannya untuk kegiatan sosial,” ujar lelaki tua itu menatapnya penuh kebapakan. Tak ada kemarahan dalam wajahnya walau pun sebenarnya ia pantas tersinggung atas perlakuan Faiz. Muti pasti telah bercerita pada ayahnya atas sikap Faiz yang menyebutnya perempuan lancang telah menyingkirkan sajadah kesayangannya tanpa ijin. Bahkan ia mendiamkannya hingga Muti pulang ke rumah orangtuanya. Ia tahu, Muti sangat perasa orangnya. Tiba-tiba ia merasa risih sendiri lelaki tua itu sampai tahu sikapnya yang tak bijak memarahi istri untuk masalah seperti ini. “Maafkan Bapak. Seharusnya Bapak tak perlu turut campur atas permasalahan kalian. Tapi sebagai orang tua, Bapak merasa perlu tahu akar masalahnya kenapa kamu begitu emosional.” Ditatapnya lelaki yang tak lain dari mertuanya itu. Hanya garagara sebuah sajadah mereka bertengkar, lelaki itu terpaksa turun tangan. Faiz merasa malu hati. “Maaf kan saya, Pak. Saya memang terlalu emosional hingga tak bisa berpikir jernih. Nanti sepulang kerja, saya akan jemput dia dan minta maaf.” Faiz seakan menyadari kekeliruannya. “Tidak usah. Bapak tadi sudah menyuruh dia kembali ke rumahmu.” Lelaki tua itu pun bangkit dari duduknya dan mohon pamit, seakan tahu diri telah mengganggu waktu kerja menantunya. *** Faiz seakan tak sabaran untuk sampai di rumah dan menemui Muti seperti yang telah diberitahu oleh bapak mertuanya. Tapi ia tak menemukan Muti. Yang ada hanyalah Bi Anum, pembantu rumahnya. “Bu Muti lagi ke luar, Pak. Katanya mau ke posko Remaja Masjid,” jawab perempuan setengah baya itu menjawab pertanyaan Faiz. “Lho, ngapain ia ke sana?” “Mau mengambil sesuatu katanya. Tapi saya nggak tahu...” belum lagi Bi Anum menyelesaikan kalimatnya, Faiz langsung berbalik menyusul istrinya. Benar saja, di sana ia mendapati Muti tengah mencari sesuatu di tumpukan pakaian bekas yang akan dimasukkan dalam karduskardus besar dibantu oleh seorang petugas. “Muti, apa yang kamu lakukan?” Faiz menggamit tangan istrinya. Muti menoleh seperti tak percaya melihat kehadiran Faiz. “Maafkan aku. Seharusnya aku tak begitu saja memberikan sajadah kesayanganmu. Aku memang salah,” ujarnya dengan raut penyesalan. “Aku yang harus minta maaf. Aku sudah merelakannya. Sudahlah, kita pulang saja.” Tak ada lagi bias kemarahan di wajah suaminya itu. Raut wajahnya kembali seperti sedia kala. “O ya, Dik, apakah panitia juga menerima sumbangan uang?” tanya Faiz pada si petugas. “Benar, Pak. Kami juga menerima sumbangan berupa uang,” jawab petugas itu. Ia pun mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan dari dompetnya. “Ini tolong diterima,” ujarnya mantap. “Silakan bayar di bagian penerimaan sumbangan, di meja sebelah sana.” Muti menatap Faiz dengan tatapan tak percaya apa yang ia lihat. “Untuk sajadah itu, aku rela. Untuk uang ini aku ikhlas,” jawab Faiz dengan senyum tersungging di bibirnya. Mereka pun pulang bergandengan tangan.(*).

bakambang kato

Imbau Aniang, Takok Taki, Antak Tagak
MAA tau ado urang nan mangecek sarupo kato-kato di bawah ko. Jan heran pulu dunsanak tantang arati katokato nantun. Sangek jauah tu mukasuiknyo. Ndak alang ka palang, kok tibo di tipak dek awak, tantulah ka sirah pangka talingo. Untuang-untuang jan ado nan basinggungan jo kito kato-kato nan tun andaknyo. Cubo kito simak!

Oleh A.S. Patimarajo

Ungkapan Minangnya: Imbau Aniang Ungkapan Indonesianya: Himbau Hening Arti Ungkapan: Himbau hening artinya menghimbau tetapi tidak ada jawaban. Seperti pemerintah menghimbau masyarakat suatu kampung untuk taat membayar pajak. Akan tetapi, karena masyarakat kampung itu ratarata miskin, maka tidak ada tanggapan untuk membayar pajak. Oleh karenanya himbauan pemerintah tadi terasa hening-hening saja. Lain kalau di suatu daerah yang masyarakatnya tergolong berada atau kaya. Mungkin soal membayar pajak tidak menjadi masalah baginya. Malah dengan semangat juang membangun negara yang tinggi, dia mendatangi kantor pajak menyetorkan kewajibannya. Arti Lainnya: Himbau hening juga mempunyai arti manakala menghimbau di halaman, tidak ada jawaban dari atas rumah. Ini dialami seorang anak yang telah lama merantau. Begitu dia pulang kampung ternyata ibu dan sanak keluarganya sudah meninggal dunia semua. Mungkin karena musibah mereka meninggal sekaligus, atau meninggal berurut-urut tiap tahun, hingga dalam satu bilangan tahaun mereka sudah tidak ada. Dalam kondisi seperti ini, maka terasalah hiba hati. Kita berharap berjumpa dengan ibu adik, kakak dan saudara lainnya, rupanya ketika sampai di halaman rumah tanpak kosong tak berpenghuni. Dipangil sekuat hati dengan tangisan. Tapi tak ada yang menyahut. Hanya tetangga, yang akhirnya menghampiri dan menunjukkan pusara... *** Ungkapan Minangnya: Takok Taki Ungkapan Indonesianya: Teka Teki Arti Ungkapan: Suatu tata cara mengasah kecerdasan dengan mengutak atik katakata. Sehingga akhirnya ditemukan pasangan kata yang pas dalam kolom-kolom yang disediakan. Biasanya teka-teki silang ada di surat kabar. Ada juga di majalah khusus yang isinya teka-teki seluruhnya. Berhadiah lagi. Bagi sebagian orang digunakan untuk mengisi waktu luang agar pikiran tidak melamun. Katanya pula, bisa mengatasi stres. Tetapi bagi sebagian lain, mengisi waktu luang dengan zikir sebanyakbanyaknya. Ini pula yang sangat diyakini dapat mencegah pikun di hari tua. Banyak bukti bahwa para ulama yang sholeh di hari tuanya tetap segar. Banyak pedagang yang masih muda tetapi sudah stres. Memang hidup penuh teka-teki. Arti lainya: Teka-teki atau takok taki, bagi orang Minang merupakan suatu metode pelatihan cendikia kepada anak. Dahulu di surau-surau sebelum tidur ada pelajaran teka teki bagi anak-anak. Mereka saling melontarkan teka-teki dan saling beradu lihai menjawabnya. Guna teka teki ini, untuk memperlihai dan memperlancar lidah dalam bicara. Banyak anak-anak Minang yang semasa kecil berlatih di surau, bisa tampil di forum depan dalam laga baradu bicara. Selain itu juga ada dipelajari ilmu silat. Bela diri ini sengaja diberikan supaya anak muda jadi percaya diri menghadapi tantangan hidup. Banyak orang Minang yang pandai dalam bela diri silat, mereka mendiamkan kepandaiannya. Kadang lupa mengajarkan kepada generasi muda sehingga ilmu terbawa mati.... *** Ungkapan Minangnya: Antak Tagak Ungkapan Indonesianya: Tabrak Tegak Arti Ungkapan: Seseorang bicaranya berkelok ke mana-mana dalam menyindir perasaan orang lain. Sehinga akhirnya, orang yang tidak ikut dalam pembicaraan pun merasa tersentuh. Kalau tidak pandai-pandai membawakan diri dalam hal seperti ini bisa mengundang pertengkaran. Tetapi kalau pandai membelok-belokkan dengan nada lucu, maka akan memancing tawa dalam kerumunan. Dalam sekerumunan anak muda sering ada satu atau dua orang yang pandai memancing tawa. Hal ini pula yang membuat mereka betah berkumpul berlama-lama. Jika tidak ada yang seperti itu, maka terasa kering pergaulan. Arti lainnya: Tabrak tagak, adalah menabrak yang sedang tegak. Seperti sebuah motor sedang menabrak pagar beton. Hingga terpelanting. Begitu juga seorang yang mengendarai mobil dengan kondisi mengantuk, akhirnya menabrak mobil truk sedang parkir. Itulah yang dimaksud dengan menabrak tegak. Hanya saja semua orang tentu ingin menghindar dari kecelakaan, tetapi kadang sebagai makhluk kita tidak kuasa menahan apa yang sudah ditakdirkan untuk terjadi. Karenanya dalam hidup ini kita mesti mencari jalan selamat dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. Allah lah yang menciptakan makhluk, memelihara makhluk, memberi rezeki makhluk, membuat suasana dan Allah mempunyai khasanah yang luas.....(*)

Kirim cerpen dan puisi Anda ke email: cerpen_puisi@yahoo.com

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

SENI-BUDAYA
Oleh: Apria Putra
Keadaan naskah-naskah tua yang memprihatinkan itu paling tidak disebabkan oleh kebutaan para pewarisnya terhadap aksara Arab, lebih-lebih lagi bahasa Arab. Logis, bila tak mengerti membacanya, kertas-kertas tua itu tentu akan dianggap barang tua tak berguna. Hal ini diaminkan Hamka, yang menyebutkan bahwa kebutaan terhadap bahasa Arab telah mempercepat hancur dan punahnya kitab-kitab tulisan tangan kepunyaan lebai-lebai (guru-guru agama) dahulu, sehingga disangkanya kitab-kitab cetakan sekarang inilah yang lebih berharga. Begitulah keadaannya saat ini, hal ini diperparah dengan adanya perdagangan naskah dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Lengkap sudah ancaman terhadap khazanah keilmuan itu. Maka inventaris dan penyelamatan, menjadi pilihan nomor wahid untuk dilakukan oleh instansi-instansi terkait saat ini. Baru-baru ini, beberapa mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fak. Adab IAIN Imam Bonjol Padang, yang diketuai oleh Chairullah Ahmad, telah melakukan inventarisasi terhadap gudang-gudang penyimpanan naskah yang belum tersentuh para filolog dan peneliti. Penelusuran ini dilakukan dengan arahan Yulizal Yunus (Puslit IAIN), Dr. Ahmad Taufik Hidayat (Komunitas Suluah) dan Firdaus (Dosen Fak. Adab). Diantara tempat penyimpanan naskah yang menjadi objek penyelamatan kali ini ialah kabupaten Pasaman. Dalam katalog-katalog naskah yang ada, daerah Pasaman memang belum nampak begitu dilirik oleh filolog. Tidak seperti halnya Padang Pariaman dan beberapa daerah lain yang selalu ramai diteliti. Padahal Pasaman berpotensi besar menyimpan khazanah naskah-naskah yang khas dibandingkan dari daerahdaerah lainnya. Berdasarkan beberapa cacatan sejarah, Pasaman, diabad-abad silam pernah menjadi pusat pendidikan Islam

19

KARYA tulisan tangan merupakan khazanah bangsa yang tak ternilai harganya. Naskah-naskah tua bisa menjadi jendela, penghubung bagi kebudayaan masa kini dengan zaman-zaman lampau. Naskah-naskah itu pula merupakan satu sumber sejarah yang amat penting, di dalamnya tergambar jelas jejak pemikiran dan intelektualitas cendikiawan berabad-adab silam. Dalam sejarah keilmuan Islam di Minangkabau, tepatnya di surau, naskah-naskah merupakan media transmisi keilmuan Islam dahulunya. Dimana satu naskah asal disalin oleh orang-orang Siak, kemudian dipelajari didepan seorang Syekh pemangku surau secara berhalaqah. Aksara, berikut bahasa Arab yang menjadi tulisan teksnya, memang menjanjikan bagi seorang penuntut ilmu agama. Sebab mereka akan terbiasa menulis, memahami dan mengarang dalam bahasa Arab, bahasanya AlQur’an. Sehingga kala itu aksara Arab menjadi aksara ilmu pengetahuan, sedang untuk bahasa yang digunakan adakalanya Arab, adakalanya Melayu-Minangkabau. Itu kejadian yang berlaku berabadabad sebelum adanya mesin cetak modern di awal abad XX. Sejak beberapa dasawarsa terakhir, telah nampak minat dan kesadaran yang besar para peneliti Nusantara untuk kembali mengumpulkan, merawat dan meneliti karya-karya cemerlang tersebut. Dimana sebelumnya, perhatian terhadap khazanah naskah itu didomonasi oleh sarjana Barat, peneliti Belanda, sehingga tak terhitung banyaknya karya-karya itu menyeberang hingga Eropa. Sebahagiannya memang sengaja disimpan oleh para sarjana Belanda di Jakarta, di “Bataviaasch Genootschap”, yang sekarang telah bermetamorfosis menjadi Perpustakaan Nasional Indonesia. Selain yang tersimpan rapi pada lembaga-lembaga keilmuan itu, masih banyak naskah-naskah tua yang tersebar di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai kondisi, adanya terabaikan, disembunyikan ataupun yang disakralkan.

CHAIRULLAH AHMAD, beserta naskah-naskah Kuno di Bonjol
ala surau yang kaya dengan ulamaulama besar. Diantaranya yang kita dapat catat ialah Tuanku Syekh Mudik Tampang Rao, Syekh Muhammad Sa’id Padang Bubus, Syekh Ibrahim bin Fahati Kumpulan, Tuanku Syekh Mudo Kumpulan, Syekh Daud Durian Gunjo, Syekh Muhammad Bashir Lubuk Landur, Syekh Yunus Tuanku Sasak, Syekh Muhammad Sa’id Bonjol, Syekh Abdullah Alin Tagak, Buya Muhammad Jana dan lainnya. Umumnya mereka mempunyai sentra pendidikan surau tersendiri untuk mengajarkan agama lewat kitab-kitab. Disamping itu beberapa tokoh dari mereka dikenal produktif menulis. Penelusuran naskah-naskah di Pasaman yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN Imam Bonjol barubaru ini mengambil dua sentra yang cukup terkenal, yaitu Lubuk Landur dan Bonjol. Lubuk Landur, sebuah daerah yang dikenal sebagai pusat penyebaran Tarikat Sufi Naqsyabandiyah sejak dahulu. Disini berdiri sebuah surau yang telah berusia tua, Surau Lubuk Landur, dengan ulamanya yang terkenal al-Marhum Maulana Syekh Muhammad Bashir bin Malin Bandaharo alKhalidi Lubuk Landur. Selain menjadi sentra “Suluk”, Surau Lubuk Landur dahulunya juga merupakan tempat pengajaran kitab yang populer. Tercatat banyak orang-orang siak yang datang dari berbagai daerah untuk berkhitmat belajar kitab disamping mengaji Tarikat di Surau ini. Dari hasil inventaris yang dilakukan tercatat lebih dari 40 naskah kuno yang masih tersimpan di surau ini. Naskah-naskah ini memiliki karakteristik yang cukup khas, yaitu naskah-naskah lokal contents yang ditulis oleh beberapa ulama Pasaman yang pernah menimba ilmu di tanah suci Mekah. Selain dari Syekh Lubuk Landur sendiri, juga terdapat nama-nama seperti Muhammad Shaleh bin Malin Pandito Ujung Gading, Haji Abdul Manan bin Abdul Jabbar Kajai Talu, Syekh Muhammad Amin (Anak Syekh Lubuk Landur), Ibnu Abdullah Rao, Muhammad Shaleh bin Murid Rao dan lainnya. Disamping itu juga ada karya-karya ulama terkemuka Melayu lainnya, seperti Syekh Daud bin Abdullah Fathani, Syekh Jalaluddin Aceh dan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Dari kolofon naskah diketahui bahwa sebahagian besar naskah-naskah itu ditulis di Mekah, tepatnya di kampung Syamiyah. Sedangkan dari segi isi, naskahnaskah Lubuk Landur termasuk kaya, sebab naskah-naskah ini mencakup berbagai bidang keilmuan Islam, seperti ilmu alat (Nahwu dan Sharaf), Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Naskahnaskah itu didominasi oleh teks-teks Tasawuf, termasuk didalamnya mengenai Tarikat Naqsyabandiyah, Tarikat Qadiriyah, Tarikat Rifa’iyah dan Tarikat Samaniyah. Salah satu naskah yang cukup istimewa di surau ini ialah, naskah al-Urwatul Wusqa

wa Silsilah al-Wali al-Atqa, mengenai silsilah Syekh Muhammad Saman. Lokasi kedua yang menjadi target penyelamatan selanjutnya ialah Bonjol. Daerah ini selain dikenal sebagai pusat Paderi di abad XIX, juga dikenal sebagai tempat bermukimnya ulama-ulama tersohor. Tepatnya di Kampung Caniago, tim mahasiswa Fak. Adab IAIN Padang melakukan penelusuran naskah, dengan menelusuri terlebih dahulu salah satu tokoh ulama di daerah ini, yaitu Abdul Jalil Angku Mudo Bonjol (w. 1961). Beliau ini dikenal sebagai ulama yang produktif mengarang karyakarya keagamaan. Jaringan keilmuan beliau cukup mumpuni untuk membuatnya masyhur selaku malin di daerah ini. diantara tempat beliau menuntut ilmu ialah di Pattani (Tailand), India, Mekkah dan Istanbul Turki. Dengan demikian beliaupun menguasai berbagai bahasa, seperti yang diungkapkan anak-anaknya bahwa beliau menguasai lebih kurang 15 bahasa, terutama bahasa Arab dan bahasa India. Mengenai naskah-naskah yang beliau tulis, terdapat 11 karya yang cukup variatif dalam berbagai bidang, diantaranya berjudul Sirajul Mubtadi, Libasul Iman, Kisah Duapuluh lima Nabi, Syamsul bayan dan lainnya. Yang cukup istimewa ialah mengenai riwayat Nabi Yusuf yang terdiri dalam 2 jilid tebal, masih bertuliskan tangan. “Dalam waktu dekat”, ungkap Chairullah Ahmad, “akan dibuat katalog naskah-naskah tersebut. Hal ini tentu merupakan sumbangan yang penting, sebagai sumbangsih pengetahuan terhadap khazanah Naskah Islam Minangkabau. Katalog ini nanti akan berguna sebagai acuan data para peneliti terhadap karya-karya cemerlang ulama di ranah Minang ini”, mengakhiri percakapannya. (*)

Penulis adalahg Peneliti karyakarya klasik ulama Minangkabau, aktif di Komunitas Suluah)

Oleh: Sudarmoko
Kehidupan budaya dan pemikiran di Sumatra Barat kini tentulah dapat kita ukur menurut pengalaman dan perbandingan yang kita miliki. Bagi saya, dengan kesan melankolik, tentu saja ada kekhawatiran bahwa kondisinya bergerak ke arah yang tidak saya harapkan. Ada banyak harapan terhadap perjalanan kebudayaan yang tidak bertemu dengan kenyataan. Misalnya saja kelahiran karyakarya intelektual yang lebih progresif, lebih banyak, lebih mendalam. Atau juga peristiwa kebudayaan yang menyentuh sisi kebudayaan yang sebenarnya. Sebaliknya, Anda tentu juga memiliki kesan yang mungkin sama atau berbeda. Apalagi kita memiliki ikatan dan pengalaman yang berbeda, horizon harapan yang berbeda, dan juga keterlibatan yang tidak sama. Kondisi pendukung. Ada beberapa faktor yang sebenarnya membuat kebudayaan di Sumatra Barat relatif dinamis. Misalnya saja soal adat dan budaya, sistem sosial, tradisi dalam menyelesaikan konflik dan sengketa, serta semangat keingintahuan terhadap dunia luar dan perkembangan yang terwujud dalam tradisi merantau atau jiwa wirausaha. Dalam bidang keagamaan, sudah menjadi sejarah social yang cukup dikenal bahwa Sumatra Barat menghasilkan banyak cendekiawan agama, ulama, pusat kajian, sistem surau, beragam tarikat dan aliran, yang pada dasarnya memiliki semangat untuk membangun kehidupan agama yang lebih baik. Pada sisi ini, Sumatra Barat memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan kebudayaan, intelektualitas, industri kreatif yang sangat berpengaruh di Indonesia. Kondisi terkini Bagi sebagian orang, termasuk saya, kondisi terkini ruang budaya kita terasa masih kurang mengembirakan. Ada sejumlah harapan yang menggantung. Keinginan untuk lahir dan hadirnya kondisi yang ideal bagi kebudayaan kita. Mungkin saja harapan itu terlalu jauh untuk digapai. Atau mungkin juga terlalu dekat sehingga tidak terlihat atau sulit untuk merasakannya. Bagi saya, situasi akhir-akhir ini cukup menegangkan. Ada contoh kasus, yang berkaitan atau tidak, yang dapat dijadikan cermin dari kebudayaan kita. Lihatlah pasar raya, yang menjadi jantung perekonomian kita. Pasar raya, sebuah pasar tradisional, adalah kebanggaan, ikon, simbol, dari detak jantung perekonomian, sosial budaya, di mana sebagian besar dari kita berhubungan dengannya. Bahkan dari pasar raya ini sebagian distribusi ekonomi di sejumlah pasar atau pusat dan kegiatan ekonomi bergulir. Situasinya agak ruwet. Tarik ulur. Banyak kepentingan. Diiringi saling curiga, waspada, begitu posesif, dan bahkan anarkis. Jika digelar lebih lapang, pasar raya akan memberikan makna yang lebih besar, terutama bagi masyarakat kita yang terkenal dengan jiwa usaha dan dagangnya. Beberapa Isu Penting Berikut ini ada beberapa isu penting yang patut untuk dibicarakan lebih lanjut. Namun demikian, beberapa hal yang dicatat di bawah ini hanya sekadar catatan yang harus dikembangkan. Setidaknya dari catatan seperti ini akan dapat lebih banyak lagi catatan dan ulasan yang lebih dalam dan luas dari berbagai kalangan. Saya pikir, isu-isu ini berkaitan dengan kebudayaan kita, dan karenanya patut untuk dibicarakan lebih jauh.. Budaya Polemik. Polemik ini masih berlangsung dalam beberapa isu dan tema. Misalnya saja tentang kongres kebudayaan, dinas pariwisata, pasar ulang cerita lama, atau hanya berkutat pada hal-hal yang itu-itu saja. Dalam ranah kebudayaan, kritik dan bersikap terbuka adalah sebuah keniscayaan, setidaknya menurut saya. Tentu saja tidak mudah untuk menerima kritikan. Apa lagi yang menyakitkan. Tetapi harus ada upaya dan latihan untuk meterima dengan lapang dada segala kritikan yang membangun untuk kebaikan kita. Biasanya, pada level pengambil kebijakan, kritikan ini menjadi ancaman, yang kadang diterima dan dipertimbangkan, namun lebih acap dikesampingkan dan dinafikan. Pengkritik, kritikus, biasanya menghadapi dua kemungkinan; dijadikan kawan dan didekati atau menjadi lawan dan dijauhi. Keikutsertaan Kelompok Kreatif. Bila sudah berhadapan dengan keinginan untuk peran lebih dari pemerintah, dan juga legislatif, kebudayaan sepertinya kurang maksimal untuk diurus. Sebagai alternatif, adalah sebuah harapan untuk munculnya kelompok industri kreatif, yang mengandalkan seni, intelektual, perkembangan teknologi, ide-ide, keterampilan, untuk mengembangkan kebudayaan yang diharapkan. Beberapa daerah atau kota terlihat lebih hidup dan dinamis, dengan munculnya kelompok-kelompok seperti ini. Tentu saja kemudian akan terlihat kedinamisan budaya dari kondisi yang kreatif dan imajinatif, yang memunculkan banyak karya dan pada hilirnya akan menyemarakkan suasana dan kehidupan budaya setempat. Kesabaran dan Konsistensi. Sebagai proses, kebudayaan berlangsung dan terus-menerus membentuk nilai-nilai dan dirinya. Dalam proses panjang dan tak berkesudahan, terdapat banyak harapan yang tidak tercapai. Proses itu, tentu saja berasal dari idealisasi kebudayaan yang kita angankan dan kenyataan yang terjadi. Sebagai akibatnya, adalah perbenturan dan kompromi yang terjadi. Karena itu, adalah sebuah langkah yang bijak untuk terus memikirkan apa yang terbaik bagi kebudayaan, proses yang berlangsung, agar arah geraknya menjadi terjaga yang lebih baik. Idealisasi versus Ilmu Basi Adalah pikiran-pikiran dan ideide yang muncul dapat membawa kebudayaan berlangsung dengan baik. Jika tidak, entah bagaimana kita mereka masa depan kita, mengangankan kehidupan budaya masyarakat yang lebih baik. Rekayasa budaya patut mendapat perhatian kita. Menggantungkan harapan rekasaya budaya pada pemerintah, sejauh ini, masih sulit untuk dilakukan. Meski memiliki sumber dana yang cukup, namun pada sisi kebijakan dan operasionalnya, pemerintah masih keteteran dan tertinggal di belakang. Seperti sudah disebut, kadang pemerintah sering basipakak dan basibanak saja. Karena itu, peran masyarakat jauh lebih penting dan mendasar dalam ranah kebudayaan ini. Sejauh menyangkut pengembangan kebudayaan, kitalah yang mesti bergerak, memikirkan, dan memulainya sedikit demi sedikit. Demikian beberapa hal yang dapat saya catat mengenai kebudayaan kita hari ini, yang mungkin belum dapat merumuskan dengan baik secara keseluruhan. Atau mungkin saja banyak hal penting yang terluput untuk saya catat. Semoga bisa dilanjutkan dengan tawaran dan catatan dari sudut pandang yang berbeda. (Tulisan ini awalnya adalah prasaran untuk diskusi Pusindok, 24 agustus 2011, di Sanggar Pelangi Yayasan Citra Budaya Indonesia.)

raya, karya sastra, dan sebagainya. Polemik menjadi ruang yang memungkinkan pemikiran lebih mendalam dan beragam muncul dari berbagai kalangan. Media massa memiliki peran ini, dengan menghadirkan ruang yang lebih luas, terbaca, terdokumentasi, dan diikuti oleh masyarakat luas. Dampak lain adalah peluang untuk munculnya para pemikir melalui ruang polemic ini. Tentu saja, bila hal ini berhasil dan memungkinkan, kita akan memiliki lebih banyak sudut pandang, pemikiran, argumentasi, yang akan membawa pada kebudayaan yang lebih rasional. Bersilang kayu maka api akan hidup, nasi akan masak, air akan mendidih, dan kita bisa menepis rasa lapar, menyeduh kopi agak segelas. Budaya Apresiasi. Adalah sesuatu yang alami dan bersifat positif bila budaya apresiasi terhadap prestasi, capaian, karya, atau ide yang diberikan atau disampaikan kepada mereka yang menghasilkannya. Apalagi di ranah kebudayaan. Mereka yang menerima

apresiasi ini akan merasa bahwa apa yang dihasilkan atau dikerjakannya itu dapat diterima oleh orang lain. Ini juga akan membuat si pengkarya akan termotivasi untuk menjaga atau melakukan yang lebih. Yang sering terjadi adalah sebaliknya. Apa yang dilakukan orang selalu salah, kurang, tidak memuaskan. Sementara kita mungkin tidak sebaik mereka untuk melakukan hal yang sama. Karena itu, budaya apresiasi perlu untuk didengungkan. Tentu dalam porsi dan cara yang sesuai dengan kondisi kita. Budaya Kritik dan Keterbukaan. Berkaitan dengan budaya apresiasi, kritik dan keterbukaan adalah sebuah hal yang berhubungan. Kritik baik untuk mengingatkan akan kekurangan atau kelebihan yang sudah dihasilkan. Disertai dengan keterbukaan dalam menerima kritik, apa yang telah kita hasilkan harus dievaluasi, diteliti, dipertimbangkan ulang, agar tidak berjalan di tempat, mengulang-

Penulis adalah = dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

20
BUNDO KANDUANG

LANGKAN
DALAM adat dan budaya Minangkabau, dikenal ada tiga warna pokok yaitu : (1) Kuning, lambang kebesaran, keagungan dan kehormatan. (2). Merah, lambang keberanian dan tahan uji. (3). Hitam, lambang kearifan dan kepemimpinan dan tahan tapo. Di samping itu dikenal juga warnawarna lain seperti : Putih, lambang alim ulama, kesucian, kejujuran dan budi luhur. Dalam kosakata Minangkabau tidak mengenal warna biru yang ada hijau : hijau langik, hijau lawik, hijau pucuak. Pengaplikasian warna dalam atribut dan aksesoris adat dan budaya Minangkabau dapat dilihat pada: (1). Warna ukiran rumah gadang yang terdiri dari ; merah kasumbo, hijau kumbang jati, kuning gading, hijau pucuk. (2). Warna marawa yang terdiri dari tiga warna yaitu : hitam sebelah dalam, kuning ditengah dan merah di pinggir sebelah luar. (3). Warna payung panji kebesaran seorang raja adalah kuning. (4). Warna pakaian penghulu hitam. (5). Warna pakaian malin putih dan warna pakaian dubalang merah. Warna pada elemen-elemen pelaminan merupakan salah satu faktor pembeda antara palaminan darek dan pasisie. Akibatnya warna menjadi sangat penting dalam pe-

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Peranan Warna Dalam Palaminan Minangkabau
hitam dan putih adalah warna dasar alami. Dari warna putih dapat diuraikan berbagai macam warna dan dari berbagai macam warna jika digabungkan akan menghasilkan warna hitam. Orang Minangkabau sangat menyadari hal ini. Oleh karena itu mereka mengatakan; Hitam Tahan Tapo, PutiahTahan Sasah. Dalam pengaplikasian pepatah ini, semua yang dianggap urgen atau penting dipilih warna hitam terutama tampak pada pakaian penghulu. Semuanya harus hitam. Dalam komposisi warna, hitam atau putih adalah pengikat seluruh warna. Hitam akan terlihat menjauh atau mendekat tergantung pada latarnya. Pada latar yang berwarna warni seperti pada palaminan, warna hitam akan menonjol ke depan, kelihatan membesar dan monumental. Ketika anak daro dan marapulai yang berbaju hitam dipersandingkan di depan palaminan yang penuh warna warni, kedua penganten itu akan terlihat anggun, kontras dengan latarnya. Atas dasar inilah, kenapa orang Minangkabau dulu memberikan pakaian bewarna hitam kepada penghulu, dan dominasi hitam pada warna pakaian anak daro marapulai. Warna-warna krem tidak ditemukan dalam warna palaminan, karena warna itu adalah warna campuran. Kecuali bagi pakaian harian orang yang akan pergi ke sawah atau ke ladang. ***

Pengasuh: Puti Reno Raudha Thaib Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

Puti Reno Raudha Thaib
nataan palaminan. Di dalam ilmu warna (komposisi, design) warna hitam dan putih tidak termasuk kategori warna. Warna

APOTIK HIDUP

Sejak Dini Masuk Asuransi

Sambung Nyawa Dapat Obati Bisul
SAMBANG nyawa merupakan salah satu tanaman obat yang cukup potensial untuk dikembangkan berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, gangguan pada kantong kemih, menurunkan panas, menghilangkan rasa nyeri pada pembengkakan, dan juga penyakit ginjal. Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol daun sambang nyawa mampu menghambat pertumbuhan tumor pada mencit karena diinfus dengan benzpirena. Sambung nyawa dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit ginjal, disentri, infeksi kerongkongan. Di samping itu, digunakan pada upaya menghentikan pendarahan, mengatasi tidak datang haid dan gigitan binatang berbisa. Sedangkan umbinya untuk menghilangkan bekuan darah (haematom), pembengkakan, patah tulang dan perdarahan setelah melahirkan. Sardi, warga Lubeg mengatakan, daun dan umbi tumbuhan sambung nyawa dapat dimanfaatkan untuk mengatasi gigitan ular atau serangga. Caranya daun dan umbi tumbuhan sambung nyawa 1 batang, kunyit sebesar telur ayam 1 biji. Kunyit dikupas, dicuci kemudian ditumbuk bersama bahan lain hingga lembut. Tempelkan pada luka dan dibalut dengan air bersih. Katanya, selain dapat mengatasi gigitan hewan untuk mengatasi muntah darah/perdarahan rahim digunakan pohon sambung nyawa dan umbinya 1 batang, kunyit 1 jari, kayu secang (tua) yang telah diserut 1/4 genggam. Kunyit dikupas, diiris tipis, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan air 2 gelas hingga tinggal 1 1/2 gelas. Angkat dan saring, diminum 2 kali sehari ½ gelas. “Awalnya saya tak tahu, kalau tanaman sambung nyawa itu banyak manfaatnya. Namun setelah dikasih tahu tetangga, baru saya tahu, kalau tanaman sambung nyawa itu banyak sekali manfaatnya. Saya juga coba cari di artikelartikel kesehatan, rupanya memang benar, banyak sekali manfaatnya,” ucapnya. Sebutnya, selain untuk mengatasi gigitan hewan berbisa dan mengatasi pendarahan rahim, sambung nyawa dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan bisul. Caranya daun sambung nyawa segar 8 gram dicuci, ditumbuk sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bisul. Setelah ditempelkan ke bagian tubuh yang kena bisul, maka bisul itu akan mengempis dan mengering. “Kalau untuk khasiat yang satu ini, saya sudah pernah merasakan khasiatnya. Kala itu kaki saya ditumbuhi bisul, saya lalu melumatkan daun sambung nyawa dan menempelkannya ke kaki saya yang kena bisul. Alhamdulillah, khasiatnya ada dan bisul saya mengering dan saya tak perlu lagi harus menahan kesakitan akibat bisul,” ucapnya. (ayu)

PILIH YANG TEPAT: Proteksi diri sejak dini dengan produk asuransi. Baik itu asuransi jiwa maupun asuransi pendidikan. Persiapan dari awal sangat penting untuk menghindarkan keluarga dari risiko kejadian yang tidak terduga di kemudian hari.
BANYAK orangtua kini melirik program yang ditawarkan asuransi. Sebab dengan mengasuransikan diri dan anggota keluarga, bisa membuat orangtua lebih aman dari kemungkinan yang tak diinginkan. Dengan mengasuransikan diri, orangtua dapat bernafas lega, karena resiko buruk dari peristiwa yang tak diinginkan, bisa dialihkan pertanggungjawabannya ke asuransi. Dengan mengasuransikan diri, berarti orangtua telah menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk ia dan buah hatinya. Syawaldi, bapak dua anak ini mengaku mengikuti program asuransi, karena ia ingin berjagajaga atas resiko yang bisa terjadi pada dirinya. Untuk dirinya sendiri, ia mengikuti program asuransi jiwa, sedangkan untuk kedua buah hatinya, ia mengikutkan anaknya dalam program asuransi beasiswa pendidikan. Katanya, dengan mengikuti program asuransi, beban yang ditanggungnya akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, dapat berkurang. “Sebagai karyawan swasta, tentunya saya harus melakukan antisipasi sejak awal. Namanya musibah kita tak pernah tahu kapan datangnya, makanya saya ikut program asuransi jiwa. Setidaknya, jika suatu hal buruk yang terjadi pada saya, maka keluarga saya tak perlu pusing lagi untuk mencari uang. Ini hanya untuk safety saja,” ucapnya. Ia mengikutkan anaknya pada program asuransi beasiswa. Diikutkannya dua buah hatinya itu, karena ia tak mau pusing sendiri dengan biaya pendidikan yang hampir setiap tahunnya selalu meningkat. Dengan mengikutkan anaknya asuransi beasiswa sejak awal, maka pengeluarannya saat anaknya masuk sekolah bisa ditanggung asuransi. “Saya ikutkan anak-anak saya, biar nanti saat mereka sekolah, tidak terasa berat lagi. Biaya pendidikan setiap tahunnya kan tidak pernah turun, setiap tahunnya selalu naik. Awalnya saya sempat ragu juga, ikut asuransi karena banyak informasi dari orang-orang bahwa banyak nasabah yang tertipu dengan asuransi. Namun informasi tersebut, tak semudah itu saya terima bulatbulat,” ucapnya. Katanya, sebelum ia menjatuhkan pilihan pada perusahaan asuransi, ia terlebih mencari track record dari perusahaan asuransi. Dengan ia mengetahui track record perusahaan asuransi, ia mengaku tak khawatir dengan informasi-informasi yang ia terima dari pihak lain terhadap kegiatan asuransi. “Saya yakin dengan perusahaan asuransi yang telah saya pilih. Tentunya, saya tak mau juga rugi. Saya bayar asuransinya per tiga bulan. Saya ikut tiga asuransi yakni asuransi jiwa untuk diri saya sendiri, asuransi beasiswa dan asuransi investasi. Total asuransi yang klaimnya harus saya bayarkan sebesar Rp900 ribu,” ucapnya. Tak jauh berbeda, Annida warga Lubukkilangan juga mengaku ikut program asuransi untuk safety bagi dirinya dan keluarganya. Katanya dengan ikut asuransi, dapat mengurangkan beban pikiran orangtua saat peristiwa buruk tersebut, benar-benar terjadi. “Saya ikutkan anak saya, asuransi pendidikan. Jika anak saya masuk sekolah, saya tak pusing lagi memikirkan biaya pendidikannya, karena asuransi yang akan menalangi biaya pendidikannya,” ujarnya. Ia mengikutkan anaknya asuransi pendidikan untuk berjagajaga, jika peristiwa buruk terjadi pada dirinya dan suaminya. Dengan mengikutkan asuransi pendidikan, anaknya tetap dapat melanjutkan sekolah, dengan klaim asuransi yang telah diikutsertakannya itu. “Kita memang tak menginginkan peristiwa buruk itu terjadi. Tapi kalau kita tak antisipasi sejak dini, kemana uang akan dicari kalau peristiwa buruk itu terjadi. Kalau pinjam sama orang susah juga, lebih baik kita antisipasi saja sejak awal,” ucapnya. Terpisah, Takaful Agency Manager Kantor Pemasaran Padang, Emtiwarni menuturkan ikut asuransi banyak manfaatnya, apalagi asuransi pendidikan dan jiwa. Manfaat dari asuransi adalah orangtua, tidak perlu lagi harus memikirkan biaya pendidikan anak mereka. Di Takaful, jika orangtua ikut program takaful dana pendidikan, maka dana pendidikan anak dari usia 0-18 tahun, akan dijamin. Setiap tingkat pendidikan, anak akan dibantu untuk biaya masuk pendidikan, seperti mau masuk SD melalui uang asuransi, orangtua tidak perlu memikirkan biaya masuk karena dari asuransi yang dbayarkan sudah tertutupi biaya masuk anak. Untuk biaya pendikan ini, ada ketentuan seperti masuk SD mendapatkan10 persen dari total asuransi yang akan dibayarkan. Misalnya jika premi yang dibayarkan Rp100 ribu perbulan, akan diambil 10 persen dari totalkan jumlah asuransi yang akan dibayarkan orangtua hingga batas usia maksimal yaitu 18 tahun. Kalau masuk SMP diberikan biaya pendidikan 15 persen, SMA 20 persen dan perguruan tinggi 40 persen. Ketika di PT, anak akan selalu diberikan beasiswa hingga tamat (maksimal empat tahun). Emitiwarni menjelaskan, kalau orangtua yang membayarkan

IST

asuransi mendapatkan musibah seperti meninggal, perjanjian asuransi akan terus berlanjut. Tapi peserta dibebaskan membayar premi. Dengan kata lain biaya pendidikan anak (peserta) tetap dibayarkan sesuai ketentuan. “Itulah manfaat utama memasukkan anak asuransi pendidikan, jika orangtua si pembayar asuransi meninggal, biaya pendidikan akan tetap diberikan tanpa harus membayar premi itu lagi,” imbuhnya. Untuk kasus lain, seperti jika di tengah perjalanan ada musibah pada orangtua yang membayarkan asuransi anaknya, seperti peserta mengundurkan diri sebelum masa perjanjian berakhir peserta mendapatkan nilai tunai, seluruh tabungan dana di rekening tabungan peserta yang berasal dari saldo tabungan dan bagian keuntungan atas hasil investasinya. Seandainya anak penerima hibah meningal, ahli waris mendapatkan nilai tunai berupa santuan sebesar 10 persen manfaat Takaful awal. Kasus lainnya, jika peserta mengalami musibah dalam masa perjanjian polis bebas premi, ahli waris mendapatkan santunan sebesar 50 persen meninggal karena sakit atau cacat. Kalau kecelakaan mendapat total 100 persen manfaat Takaful awal. (ayu/eka rianto)

99 DWT

Antar Jemput Alamat

DIPO

Wisata Transport

Armada PANTHER & TOYOTA KIJANG Melayani : PADANG - PEKANBARU (PP) Jam : 10.00 - 14.00 - 20.00
PADANG
Jl. Khatib Sulaiman No.9 Telp. (0751) 7876186, 40149 (Depan STMIK Indonesia) Padang PEKANBARU Jl. Durian No.5 Telp. (0761) 862243, 7032600

Carteran Sesuai Dengan Selera Anda Mengutamakan Keselamatan & Kenyamanan Anda

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

KONSULTASI
Mukti Ali Kusmayadi P

21

KONSULTAN HUKUM

Yudo Hernando

Konsultasi Hukum
Diasuh Mukti Ali Kusmayadi Putra, SH dan Yudo Hernando, SH (Kantor Hukum Liberty Padang, Jalan Sebrang Padang Utara I/14). Bagi pembaca yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan kirim email ke: hijrahadisukrial776@gmail.com

Baru Mencoba Mencuri
Yang terhormat pengasuh rubrik konsultasi hukum, saya ingin bertanya masalah hukum yang menimpa adik saya. Adik saya sampai sekarang masih menganggur. Sebenarnya tidak menganggur total, karena dia (sebut saja namanya A) diminta menjual barang orang lain ke pasar. A berurusan dengan pihak berwajib (polisi), karena dia disangka melakukan pencurian kerbau. Saat itu pukul 04.00 WIB dini hari, A pulang dari rumah temannya lewat di sebuah jalan yang kebetulan salah satu rumah memiliki kerbau. Entah setan apa yang membujuk A untuk mengambil barang yang bukan menjadi haknya tersebut. Setelah pintu kandang dibuka oleh A, ada orang yang melihat dan langsung berteriak maling. Akhirnya A tertangkap oleh warga dan dibawa ke Polsek setempat. Apakah A nanti akan dikenai pasal pencurian, mengingat belum sampainya membawa kerbau baru membuka kandang. Demikian pertanyaan saya, terimakasih atas jawabannya. Zal, Solok Jawaban: Si A akan dikenai pasal pencurian ternak pasal 363 ayat (1) KUHP yang mana ancaman maksimun atas perbuatan tersebut adalah 7 (tujuh) tahun. Berhubung perbuatan tersebut tidak selesai bukan atas kemauan A, maka perbuatan tersebut kategori percobaan sebagaimana diatur dalam pasal 53 KUHP yang mana terhadap delik percobaan ini akan dikenaikan pengurangan 1/3 (satu pertiga) dari pidana pokok. Terima kasih. (*)

Hukuman untuk Otak Penculikan
Pertanyaan: Bapak pengasuh rubrik konsultasi hukum, saya mempunyai kasus. Korbannya diculik dari rumah kemudian dikeroyok sampai babak belur. Si pelaku pengeroyokan ternyata diupah oleh seseorang. Yang mau saya tanyakan, apakah seseorang yang memberikan upah tersebut dapat dinyatakan sebagai pengeroyokan dan kalau iya, pasal berapa yang dapat menyeret otak pengeroyokan tersebut? Demikian pernyataan saya. Terimakasih (Doni, Jati) Jawaban: Otak penculikan dan pengeroyokan tersebut dapat kita kenakan pasal 55 ayat (1) KUHP. Yaitu mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan dapat dipidana sebagai pelaku pidana. Terima kasih. (*)

Lazara Ponsel, Perintis, 0751-32400, 0751-443847 Asia Ponsel, LazaraPonsel, 0751-841785 0751-7715230 Sinar Telekomunikasi, 0751-841338 Atlantik Ponsel, 0751-9833558, 0751-9821234, Grand Ponsel, 0751-9821234

22
Langit Biru

HIBURAN
RILIS: Brandon (Indonesia Mencari Bakat) menambah seru Film Langit Biru yang akan tayang 17 November mendatang.

MINGGU

13 NOVEMBER 2011

Kawan Bukan Lawan
SEJAK Riri Riza sukses dengan Petualangan Sherinanya, film musikal anak-anak memang belum banyak dirilis. Kini film dengan tema yang sama pun siap hadir meramaikan perfilman di tanah air. Langit Biru yang diproduseri Nia Dinata dan Hanna Carol akan menjadi sebuah tontonan alternatif yang menarik bagi keluarga. Langit Biru berkisah tentang tiga orang sahabat, Biru (Ratnakanya Anissa Pinandita), Tomtim (Jeje Soekarno) dan Amanda (Baby Natalie) yang di sekolahnya selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Bruno (Cody McClendon). Kekesalan ketiga sahabat ini kepada Bruno semakin memuncak karena setiap kenakalan Bruno tidak pernah diketahui guru mereka. Sampai akhirnya ide membalas dendam muncul saat salah satu guru mereka Miss Dewi (Becky Tumewu) menugaskan untuk membuat sebuah tugas. Biru, Tomtim dan Amanda secara diam-diam mendokumentasikan setiap kenakalan Bruno dengan sebuah kamera video. Tapi ternyata niat membalas dendam pun hilang saat fakta yang mereka kumpulkan mengarahkan mereka kepada sebuah kenyataan lain tentang Bruno. Kenyataan kehidupan sekolah yang tidak terlepas dari adanya kelompok kuat dan kelompok lemah menjadi ide dasar film Langit Biru. Lasja F Susatyo yang bertugas di belakang lensa berhasil mengemas Langit Biru dengan apik. Cerita yang ditulis Mellisa Karim dan kerja keras Pongky Prasetyo sebagai music director berbuah manis saat alunan musik menyatu indah mengisi setiap adegan film. Langit Biru yang merupakan produksi bersama antara Blue Caterpillar Films dan Kalyana Shira Films adalah sebuah film dengan pesan moral yang tinggi. Selain para bintang cilik, film ini juga turut dimeriahkan kehadiran Donna Harun, Joko Anwar, Ayu Sita dan Saykoji. Tidak ketinggalan aksi Brandon (Indonesia Mencari Bakat) juga menambah seru film yang akan tayang mulai 17 November 2011. Korban Bullying Tema anti bullying ternyata menjadi alasan utama bagi Ari Wibowo untuk terlibat di dalamnya. Bintang film Si

JPNN

M a n i s Jembatan Ancol (1993) itu mengaku pernah menjadi korban kekerasan saat kecil. “Dua hal kenapa saya bergabung di film ini, pertama karena cerita yang diusung sangat menyentuh hati saya. Kedua saya punya pengalaman pribadi dengan bully-

ing, karena saya pernah mengalami tindakan kekerasan saat tinggal di Jerman dan Indonesia,” ungkap Ari Wibowo setelah press screening Langit Biru di XXI Plasa Senayan, Jakarta Selatan (10/11). Agar kejadian yang sama tidak menimpa buah hatinya, Ari mengaku membekali anaknya dengan pelajaran ilmu beladiri. “Anak pertama saya sudah belajar taekwondo

biar dia lebih disiplin dan percaya diri. Tapi semua itu bukan untuk mengajarkan kekerasan,” tuturnya. Dalam film arahan Lasja F Susatyo itu, Ari Wibowo memerankan seorang pilot yang jarang menghabiskan waktu bersama anaknya. “Di film ini saya berperan sebagai Daniel, seorang pilot yang nggak bisa spent quantity times bareng anaknya. Ini mungkin menceritakan sebagian besar yang terjadi di kota metropolitan,” ujar adik Ira Wibowo itu. Kekerasan yang sering dialami anak-anak di sekolah menjadi sebuah pesan agar semua peserta didik bisa menghargai kawannya dan bukan malah menjadikannya lawan. Tantangan Tersendiri Lasja yang juga dikenal sering menjadi sutradara video

clip, terbilang sudah sudah akrab dengan film-film yang menampilkan musik dalam kisahnya. Sebut saja Dunia Mereka (2006) yang mengisahkan tentang problematika kelompok band, Bukan Bintang Biasa (2007) yang menampilkan group vokal para bintang sinetron terkenal. Saat ini di film terbarunya, ia juga masih menampilkan tema musik ke dalam film arahan terbarunya itu. Menurut Lasja, berhubung film ini merupakan film pertamanya yang melibatkan hampir 80 persen pemain anak-anak, hal ini merupakan chalange tersendiri untuknya. “Tantangan banget. Ini pertama kalinya syuting bareng dengan sebegitu banyak pemeran anak-anak. Mereka semua kan aktif dan sangat atraktif. Nggak capek-capek, kayaknya energinya tuh ada terus. Untungnya saya juga dibantu sama tim yang solid

untuk mengendalikan anakanak yang lincah ini. Jadi lancar aja,” Para pemeran anak-anak di film ini memang baru pertama kali berakting di film layar lebar. Namun hampir semuanya sudah terbiasa menyanyi dan menari di berbagai pertunjukan. Oleh karena itu menurut Lasja tidak terlalu sulit untuk mengarahkan mereka. “Mereka itu kan semuanya memang punya basic performer, ya. Beberapa juga sudah pernah terlibat di panggung musikal seperti musikal Laskar Pelangi gitu. Jadi kalau soal nyanyi dan nari nggak masalah. Kalau soal akting, sebelum syuting kan memang ada pelatihannya dulu. Untuk membangun chemistry dan kedekatan mereka , jadi mereka juga bisa kenal karakter mereka masing-masing dan akrab di lokasi syuting,” katanya.(21cineple/filmoo)

6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321

Padang Ekspres MINGGU 13 NOVEMBER 2011

KALAU kucing atau anjing diajak berparade keliling kota dengan naik mobil, jamak diketahui. Tetapi, kalau yang diajak jalan-jalan seekor bison seperti yang dilakukan oleh Jim Sautner, warga Alberta, Kanada, jelas di luar kelaziman. Bayangkan kalau bison itu tiba-tiba ingin buang air kecil atau besar. Atau kalau ia telanjur betah di mobil tersebut dan ogah turun. Siapa yang mau membantu si Sautner menggendong si Bailey? (c11/ttg)

Nikah Masal Malaysia

Bersama Hewan Piaraan

BAHWA 11 November 2011 laris dipilih sebagai hari pernikahan, itu pemandangan jamak di berbagai negara. Tapi, yang dilakukan 200 pasangan di Malaysia ini patut dicontoh. Demi mengirit biaya, mereka melaksanakan pernikahan massal di Kuil Thean Hou, Kuala Lumpur, kemarin. Satu tempat dipakai bersama, tak perlu berebut. Tapi, tentu mereka tak berbulan madu barengbareng di satu tempat, apalagi satu kamar. (AP/ ttg)

ALAN Dowden, pekerja medis, mengambil, lalu mengantarkan sperma dengan menggunakan sepeda pancal ke Bank Sperma Seattle, AS. Ini adalah upaya agar klinik layanan kesuburan di First Hill, Seattle, bisa menyimpan benih jabang bayi dengan cepat. Dengan cara ini, pemilik sperma tak perlu repot karena pihak kliniklah yang jemput bola. Sepeda berbentuk sperma itu, selain praktis, efektif sebagai media penarik perhatian. ”Hasilnya mulai banyak terlihat,” kata Gary Olsem, manajer Bank Sperma Seattle, kepada Seattle PostIntelligencer. Kring... kring.... Minggir, awas sperma. Eh, sepeda! (lk)

Sepeda Sperma

katur Superkurus, Rebecca Pinjam Baju Anak
BANJIR yang melumpuhkan Thailand dan tak kunjung surut membuat warga Bangkok melakukan ritual permintaan maaf pada sungai. Dalam ajang yang dikenal sebagai Festival Loy Krathong itu, warga melarung krathong, persembahan yang dibentuk seperti perahu dihiasi lilin. Misalnya, di area banjir di Distrik Lat Phrao, Bangkok (foto kanan) dan di Sungai Chao Phraya. (AFP)
REBECCA Jones, 26, dan putrinya, Maisy, 7, sepintas mirip kakak beradik saja. Padahal, mereka adalah ibu dan anak. Rebecca memang berpostur superkurus. Berat badannya lebih ringan daripada putri mungilnya itu. Postur tersebut bukan kebetulan, tapi gara-gara Rebecca menderita penyakit gangguan makan atau anoreksia. Gara-gara terobsesi untuk ramping itu, berat badan ibu satu anak tersebut hanya 31 kilogram. Bodi superkurusnya menjadi sangat kontras dengan postur putrinya, Maisy, saat keduanya mengenakan pakaian dengan model dan motif identik. Berat badan Maisy mencapai 35 kilogram. Sementara itu, tinggi keduanya terpaut sekitar 20 cm. Selama ini, Rebecca yang berprofesi sebagai staf medis itu hanya mengonsumsi sup, roti kering dan minuman berenergi. Pada saat yang

Minta Maaf pada Sungai

sama, putrinya gemar menikmati cokelat serta cupcakes. Meski khawatir atas kondisinya, Rebbeca mengaku bangga akan bentuk tubuhnya. ”Mengenakan baju seukuran Maisy membuat saya merasa bangga. Saya tahu itu salah. Tapi, itu membuat saya merasa nyaman. Saya tidak merasa kurus. Saya selalu merasa tubuh saya lebih besar,” katanya. Sebagaimana dilansir DailyMail, gangguan makan yang dialami Rebecca bermula saat orangtuanya bercerai kala usianya masih 11 tahun. Untuk mengalihkan tekanan pada pikirannya, dia makan. Akibatnya, berat badannya naik hingga 95 kilogram. Dengan berat tubuh itu, dia menjadi bahan olok-olok di sekolah dan kehilangan kepercayaan diri. Pada usia 13 tahun, Rebbeca berhenti makan. Setelah berat badannya menurun drastis, teman-temannya mulai memuji. ”Ibu saya hanya me-

nyangka tubuh saya menjadi kurus. Saya tambah senang,” kenangnya. Namun, dalam waktu dua tahun, berat badannya turun menjadi 50 Kg. Rebbeca juga tak lagi mengalami menstruasi. ”Tubuh saya sangat lemah sampai saya tak mampu bangun dari tempat tidur.” Rebecca bertemu ayah Maisy saat berusia 19 tahun. Mereka berdua sedang belajar di Manchester University. Saat itu, Rebbeca beranggapan bahwa anoreksia bakal membuat dirinya tak subur. Hingga suatu hari, hasil rekam medis menunjukkan bahwa dirinya sudah hamil 26 minggu. ”Saya benar-benar tidak tahu. Saat itu, berat badan saya tidak bertambah. Bahkan, perut saya tidak buncit,” katanya. Dokter meminta Rebecca makan ayam untuk mendapat protein dan meminum vitamin demi membantu bayinya bertahan. (jpnn)

MUSEUM BERJALAN

T-34, tank Soviet era PD II unjuk kebolehan dalam parade militer di Red Square, Moskow, kemarin. Parade itu memperingati 70 tahun peristiwa bersejarah pada 1941 ketika serdadu Negeri Beruang Merah berbaris melewati Red Square menuju garda terdepan semasa Perang Dunia II. Dalam pamer kekuatan ajang nostalgia itu juga ditampilkan pasukan Soviet yang mengenakan seragam musim dingin. (reuters)

23

24

Padang Ekspres
MINGGU 13 NOVEMBER 2011

Abdurrahman Al Faruq
HALLO teman- teman. Kenalkan namaku Abdurrahman Al-Faruq. Teman-teman biasa panggil dengan nama Faruq saja. Faruq anak kedua dalam keluarga. Faruq lahir 21 Agustus 2010. Papa Faruq bernama Zuwendrizal dan mama Santi Amelia Sari. Faruq tinggal di Jalan Durian Tarung RT 01 RW 07 No 42 Padang. Meski umur Faruq baru 15 bulan, tapi Faruq sudah bisa jalan. Faruq bisa berjalan mengejar kakak Zahwa yang sukanya main kejarkejaran. Faruq sangat suka makan sayur buatan mama, sebab mama selalu bikin sayuran pakai bakso. Kalau mama sudah buat, sayuran yang diberi bakso, Faruq makannya langsung lahap. Faruq juga suka makan roti dicampur susu. Setiap pagi, mama selalu buatkan Faruq makanan itu. Kalau sudah pukul 10.00 WIB, mama baru kasih makan Faruq nasi tim. Jika mendengar suara musik, Faruq akan langsung menggoyangkan badan dan kepala. Wah sangat menyenangkan sekali, menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan. Setiap papa pulang kerja, papa sering bawakan Faruq makanan. Faruq suka dibelikan roti dan jeruk. Kalau jeruk, Faruq suka menyebutnya dadaw. Faruq bisa menghabiskan 4 sampai 5 dadaw setiap hari. Faruq suka bermain mobil-mobilan, terkadang Faruq main kereta juga. Farug bisa dorong kereta tersebut, kemana saja Faruq suka. Tapi kalau sudah sampai di tangga, Faruq akan turun dari kereta, dan berjalan menuruni tangga. Walau bisa main sendiri, mama dan kakak sering menemani Faruq bermain. Udah dulu ya teman- teman, Faruq mau main dulu nich. Sampai jumpa temanteman. **

DI suatu daerah terpencil di pinggir hutan, hiduplah satu keluarga yang tinggal di sebuah pondok bambu yang sangat sederhana. Keluarga tersebut sangat rukun satu sama lain. Dengan kerukunannya, mereka disebut keluarga teladan. Walaupun mereka dianggap hidup sempurna dalam segi prilaku maupun materi, mereka tidak sombong. Adi dan Ali merupakan anak dari keluarga yang teladan tersebut. Adi dan Ali sudah menjadi yatim sejak lama. Yaitu sejak mereka dalam kandungan. Adi dan Ali merupakan anak kembar. Walaupun mereka kembar, mereka tidak manja dan sombong. Sejak mereka lahir, sudah terbiasa hidup sederhana dan bekerja keras. Tidak seperti anak-anak lain yang seumuran mereka. Mereka berdua tinggal dengan ibunya. Ibunya sudah sering sakit-sakitan dan tidak banyak bekerja ke ladang. Entah kenapa, hari ini sakit ibu begitu parah. Sejak pagi, ibu hanya terbaring lemah di tempat tidur. Adi

Oleh Nasrul SN
dan Ali sangat cemas dan begitu khawatir. Sang ibu dari pagi belum sempat menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Adi dan Ali sabar dan mengerti keadaan ibunya. Ibunya tahu mereka sudah lapar, karena seharian tidak bertemu makanan. Ibunya menyuruh mereka untuk pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Selain untuk masak, kayu tersebut akan diserahkan kepada tetangga rumah yang sudah menjadi langganan ibunya. Dari sanalah ibunya mendapat tambahan uang belanja selain dari hasil ladangnya. Sebelum mereka pergi, ibunya berpesan agar jangan terlalu memasuki hutan dan jangan melewati batas hutan yang disebut dengan Hutan Larangan. Penduduk desa tersebut percaya dengan mitos yang ada di hutan larangan tersebut. Sebelum mereka pergi, mereka berpamitan terlebih dahulu kepada ibunya. Setelah matahari condong ke barat, mereka berdua kakak beradik mulai berjalan ke hutan. Awalnya mereka hanya mencari kayu bakar di lokasi biasa mereka mengambil kayu bakar. Tetapi setelah beberapa lama, kayu bakar yang mereka dapatkan hanya sedikit. Sang adik berkata kepada kakaknya, bagaimana kalau mencari kayu bakar di daerah perbatasan dengan hutan larangan saja. Sang kakak awalnya tidak mau. Karena desakan dari adiknya dan memikirkan keadaan ibunya, maka kedua kakak beradik tersebut tidak mendengarkan pesan dari ibunya tadi siang. Mereka sangat asyik dengan kayu bakar yang ditemukan sangat banyak. Sudah hampir tiga ikat mendapat kayu bakar dan kayu yang didapat juga sangat bagus-bagus. Karena begitu keasyikan mengambil kayu bahar mereka lupa

waktu. Hari sudah terlalu sore dan sudah mulai gelap. Hutan serasa seperti di tengah rimba yang penuh dengan sesak semak belukar. Adi dan Ali sudah mulai gelisah. Mereka bingung jalan keluar dari hutan tersebut. Mereka sangat panik dan mulai berlarian. Karena malam mulai menjelang, sang ibu sudah mulai khawatir dengan keadaan kedua anaknya. Sang ibu memberitahukan kepada tetangga dan para warga untuk membantu mencari kedua anaknya. Para warga berkumpul dan mulai mencari kedua anak tersebut yaitu Adi dan Ali. Setelah beberapa waktu mereka mencari, mereka menemukan Adi dan Ali sedang menangis di tepi pohon besar. Sang ibu segera memeluk dan mencium mereka. Adi dan Ali sangat senang karena bisa bertemu ibunya kembali. Kedua kakak beradik itu menyadari kesalahan mereka, bahwa mereka tidak mendengarkan pesan-pesan ibunya. Adi dan Ali sangat menyesal dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. (*)

Rafeiva Asilla Zamrosa
Assalammualaikum. Aku Rafeiva Asilla Zamrosa. Aku lahir 10 Agustus 2008. Papaku bernama Zamhur dan mama Rosa Rismayani. Aku tinggal di simpang Polda RT V RW V Kuranji Balaibaru. Jika teman-teman ingin bermain dengan Rafeiva, bisa langsung datang ke rumah. Tenang saja, teman-teman, papa dan mama, orang baik kok, dan jarang marah. Mama dan papa sangat sayang sama Rafeiva. Refeiva sangat suka menyanyi dan menari. Jika suara musik terdengar, Refeiva langsung menari dan bergoyang, mengikuti irama musik. Mama bilang, suara Refeiva bagus saat menyanyi. Papa dan mama sering minta Refeiva untuk menyanyi menghibur papa dan mama. Kata papa, jika Refeiva menyanyi dan menari, lelah papa sepulang kerja langsung hilang. Jika papa tak kerja, Refeiva sering diajak jalanjalan ke arena permanan dan mall. Di sana, Refeiva bisa bermain sepuas hati, terkadang papa dan mama juga ajak Refeiva untuk membeli makanan kesukaan Refeiva. Sebelum papa kerja, biasanya papa ngajak Refeiva dan abang, jalan-jalan di seputar komplek dulu. Habis ngajak kami mutar-mutar, papa baru pergi bekerja. **

PERM.CAHAYA PALAPA 13 NOVEMBER 2011 2 X 100 MM

RAPI FUNITURE 13 NOVEMBER 2011 3 X 100 MM

KLIK OTOMOTIF 13 NOVEMBER 2011

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->