Anda di halaman 1dari 4

Mata Kuliah Prodi / Semester Dosen Pengampu

: Statistika : Pendidikan Fisika / III : Ibu Nonoh

1. Macam-macam Data Data kualitatif : Data yang berbentuk kategori. Yaitu kemungkinan observasi yang tidak dinyatakan dengan angka-angka.Contoh data kualitatif adalah: baik, buruk, berhasil, gagal, senang, rusak, puas, dan sebagainya. Contoh: - Nilai rupiah sangat kuat - Pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam Data kuantitatif : Data yang berbentuk bilangan. Yaitu serangkaian observasi atau pengajaran yang dapat dinyatakan dengan angka-angka. Contoh: - Nilai rupiah Rp 9.250,00 per US$ di akhir tahun 2006 - Jumlah pengungsi akibat banjir di Jakarta sebanyak 1423 jiwa Perbedaan yang paling mendasar dari data kuantitatif dan data kualitatif adalah dilihat dari bentuknya. Data kualitatif contohnya adalah nilai rupiah sangat kuat. Variabel yang dimaksud adalah nilai rupiah, kemudian dijelaskan bahwa niai rupiah sangat kuat. Sangat kuat disini adalah pernyataan yang tidak berbentuk bilangan atau angka. Ia akan bersifat sangat kuat apabila terdapat pembanding yang lebih lemah. Namun ia tidak menjelaskan secara detail maksud dari kata kuat di atas. Sedangkat data kuantitatif akan menjelaskan berapa nilai rupiah tadi dengan bentuk bilangan / angka, bukan dalam bentuk pernyataan kategori. Data Deskrit Yaitu data yang hanya mempunyai sejumlah terbatas nilai-nilai atau berhingga dalam arti nilai-nilainya dapat didaftar. Pada dasarnya suatu variabel yang nilainilainya diperoleh dari suatu pencacahan disebut variabel deskrit.

Contoh variabel deskrit adalah jenis kelamin, agama, cacah anak dalam keluarga. Data deskrit juga didapatkan dengan cara menghitung atau membilang. Data ini menggambarkan variabel deskrit. Contoh data deskrit adalah sebagai berikut. 1. Sebuah keluarga mempunyai anak 3 laki-laki dan 2 perempuan. 2. Di Kecamatan Gamping terdapat 5 SMP Negeri dan 1 SMA Negeri. 3. Di kelas I-A SMK Patriot terdapat 25 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Data Kontinu Dalam data kontinu cacah nilainya tidak berhingga dan nilai-nilainya tidak dapat didaftar. Data kontinu nilai-nilainya didapatkan dari suatu pengukuran variabelnya yang disebut variabel kontinu. Data kontinu adalah data yang menggambarkan variabel kontinu. Contoh data kontinu adalah sebagai berikut. 1. Tinggi badan 5 orang siswa adalah: 160 cm, 163 cm, 159 cm, 170 cm, dan 167 cm. 2. Berat badan 3 orang siswa adalah: 45 kg, 50 kg, dan 53 kg. Dilihat dari contoh masing-masing data, baik kontinu maupun deskrit, data deskrit variabel nilainya diperoleh dari suatu pencacahan, sedangkan untuk data kontinu, nilai-nilainya diperoleh dari suatu pengukuran variabelnya. Menurut skala pengukurannya, data dibedakan menjadi nominal, ordinal, interval dan rasio. Data Nominal Skala pengukuruan nominal merupakan skala yang paling sederhana diantara yang lain. Dasar penggolongannya adalah ketidaktumpangtindihan dan

ketuntasan. Karakteristik skala pengukuran nominal adalah dapat dilakukannya klasifikasi atau kategori pengamatan. Apabila digunakan lambang bilangan pada skala nominal, maka lambang tersebut hanya sebagai label saja. Data yang menggambarkan skala pengukuran nominal inilah yang disebut sebagai data nominal. Contoh dari variabel nominal adalah jenis kelamin dan agama. Varaiabel jenis kelamin mempunyai dua nilai yaitu laki-laki dan perempuan, yang antara dua nilai

tersebut tidak ada makna urutan (dalam arti laki-laki lebih tinggi tingkannya dibandingkan perempuan atau sebaliknya). Begitu pula dengan agama. Agama memiliki lima nilai yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, yang diantara kelima tersebut juga tidak ada makna urutan, dalam arti tidak ada agama yang lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan yang lainnya. Data Ordinal. Skala pengukuran ordinal mempunyai dua karakteristik yaitu (1) dapat dilakukannya klasifikasi pengamatan, dan (2) dapat dilakukannya pengurutan pengamatan. Apabila digunakan lambang bilangan pada skala ini, maka lambang bilangan tersebut hanya menunjukkan urutaannya saja. Data yang menggambarkan skala pengukuran ordinal inilah yang disebut dengan data ordinal. Contoh dari variabel ordinal adalah tingkat pendidikan dan golongan PNS. Variabel tingkat pendidikan dapat mempunyai enam nilai, yaitu tidak sekolah, tamat sekolah dasar, tamat sekolah lanjutan tingkat pertama, tamat sekolah menengah, tamat akademi, dan tamat perguruan tinggi, yang keenam nilai tersebut memiliki makna urutan. Begitu pula dengan variabel golongan PNS dapat mempunyai empat nilai, yaitu golongan I, golongan II, golongan III, dan golongan IV, yang penggolongan itu sendiri mempunyai makna urutan. Data Interval Skala pengukuran interbal mempunyai tiga karakteristik, yaitu (1) dapat dilakukannya klasifikasi pengamatan, (2) dapat dilakukannya pengurutan pengamatan, dan (3) terdapatnya satuan pengukuran. Apabila digunakan lambang bilangan, maka lambang bilangan tersebut menunjukkan nilai relatif dari hasil pengukuran. Data yang menggambarkan skala pengukuran interval inilah yang disebut sebagai data interval. Salah satu contoh variabel yang mempunyai skala pengukuran interval adalah prestasi belajar. Apabila Andi mendapatkan nilai 90 dan Budi mendapatkan nilai 80, maka Andi tidak saja memiliki nilai yang lebih tinggi dari Budi, tetapi juga mempunyai nilai yang 10 titik lebih tinggi daripada Budi. Jika Charli mendapatkan nilai 70, maka Charlie mempunyai nilai yang berada 10 titik

di bawah Budi dan 20 titik di bawah Andi. Pada data interval tidak dapat dilakukan perbandingan. Misalnya apabila Andi mendapat nilai 80 dan Budi mendapat nilai 40, maka tidak lazim jika dikatakan bahwa Andi dua kali lebih pandai dari pada Budi. Data Rasio Skala pengukuran rasio mempunyai empat karakteristik yaitu : (1) dapat dilakukannya klasifikasi pengamatan, (2) dapat dilakukannya pengurutan pengamatan, (3) terdapat satuan pengukuran dan (4) dapat dilakukannya perbandingan pengukuran dan ada nilai nol mutlak. Data yang menggambarkan skala pengukuran rasio inilah yang disebut sebagai data rasio. Salah satu contoh variabel rasio adalah berat badan. Misalnya berat badan Andi adalah 60 kg dan berat badan Budi adalah 30 kg. Dapat dikatakan bahwa berat badan Andi adalah 30 titik di atas Budi dan dapat pula dikatakan bahwa berat badan Andi adalah dua kali berat badan Budi. Dalam penelitian sosial jarang ditemui variabel rasio. Pada prestasi belajar misalnya walaupun Doni mendapatkan nilai 60 dan Ega mendapatkan nilai 30, orang tidak akan mengatakan bahwa Doni dua kali lebih pandai daripada Ega, yang dikatakan hanyalah Doni lebih pandai daripada Ega. Jadi, prestasi belajar bukanlah contoh variabel dalam data rasio. Setelah mengetahui definisi dan contoh keempat macam skala pengukuran, akan terlihat bahwa data rasio mempunyai tingkatan tertinggi disusul dengan data interval, data ordinal, data nominal. Data interval dapat dipandang sebagai data ordinal dan nominal dan data ordinal dapat dipandang sebagai data nominal.
2. Daftar Nilai Rapor Mata Pelajaran : Fisika, Kimia, Biologi Kelas XII IPA 7

Semester 2 SMA Negeri 1 Pekalongan Tahun Ajaran 2010/2011 (Ms. Excel) dan Pengolahan Data (Ms. Word)