Anda di halaman 1dari 4

Lembar Tugas Mandiri Judul Oleh Topik Lingkup Subpokokbahasan Data Publikasi 1. Buku Ajar I MPKT Pengarang : Dr.

Irmayanti Meliono, M.Si, dkk. Jakarta, Badan Penerbit FK UI 2010 Bab IV, 147 halaman 2. Plagiarisme Merugikan Semua Pihak www.rosyidi.com (17 September 2010, 20:08 WIB) 3. Plagiarism in Digital Age : Voices From the Front Lines www.plagiarism.org (17 September 2010, 20:18 WIB) 4. Definisi Etika http://wartawarga.gunadarma.ac.id (17 September 2010, 20:25 WIB) : Kaidah Norma Etika dalam Kehidupan Manusia : Nur Azizah, NPM 1006683772 : Plagiarisme : Kaidah atau Norma Etika :

Kaidah Norma Etika dalam Kehidupan Manusia Oleh Nur Azizah, 1006683772 Dalam kehidupannya, manusia tidak pernah lepas dari apa yang disebut etika. Seringkali kita mendengar, bahwa dalam bertindak, bergaul dengan orang lain atau bermasyarakat, kita harus punya etika. Seseorang yang tidak punya etika akan dinilai buruk oleh lingkungannya. Lalu, apakah sebenarnya etika itu? Mengapa etika penting dalam kehidupan manusia? Secara etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos, yang berarti cara bertindak,adat,tempat tinggal atau kebiasaan. Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu mos dan dalam bentuk jamaknya mores, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal serta tindakan yang buruk. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1993), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban. Juga ada istilah lain yang sebenarnya merupakan kata dasar dari etika, yaitu ethos. Di dalam KBBI (1993) ethos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial. Dalam bahasa Indonesia, etos dikaitkan dengan suatu profesi atau cara bekerja seseorang atau sekelompok masyarakat. Ditinjau dari aspek filosofis, etika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari berbagai nilai (value) baik itu nilai baik maupun nilai buruk yang diarahkan pada perbuatan manusia. Perbuatan seseorang yang baik ataupun yang buruk, akan menunjukkan bagaimana penilaian orang lain terhadap dirinya. Jadi dalam melakukan tindakan/perbuatan, diperlukan suatu pertimbangan rasional, yakni mempertimbangkan berbagai kemungkinan berbuat baik secara jernih, tanpa dilandasi sikap emosional yang berlebihan. Etika sering disebut sebagai filsafat moral. Namun harus dibedakan antara etika dan moral. Etika mempelajari keilmiahan yakni ajaran moral (kebaikan) secara kritis dan logis. Sedangkan moral (dari kata dasar mos-Latin, yang artinya cara bertindak) merupakan wejangan/nasihat yang bersumber pada masyarakat, bisa berupa ajaran adat istiadat atau agama yang bersifat aplikatif pada tindakan

manusia tentang yang baik dan yang buruk. Objek dari etika adalah sikap kritis manusia dalam menerapkan ajaran moral terhadap perilaku manusia yang bertanggung jawab. Etika memiliki beberapa kaidah atau norma dalam pelaksanaannya, yaitu : 1. Hati Nurani Hati nurani merupakan penghayatan tentang yang baik dan yang buruk berkaitan dengan perilaku manusia. Hati nurani adalah semacam cahaya yang menerangi hati yang memerintahkan atau melarang kita melakukan sesuatu. 2. Kebebasan dan Tanggung Jawab Kebebasan merupakan unsur yang hakiki yang dimiliki setiap manusia tanpa mengenal ras,suku ataupun agama. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh dilaksanakan secara sewenang-wenang sehingga merugikan orang lain. Kebebasan itu harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. 3. Nilai dan Norma Nilai adalah suatu perangkat untuk melakukan penilaian tentang sesuatu. Sedangkan norma adalah aturan atau kaidah yang digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai sesuatu. 4. Hak dan Kewajiban Hak merupakan elemen yang sangat manusiawi yang dimiliki manusia. Dengan memiliki hak, seseorang dapat menuntut bahwa orang lain akan memenuhi dan menghormati hak itu. Sedangkan kewajiban yang dimiliki setiap orang berbedabeda, tergantung bagaimana hak-hak tersebut diperoleh. Dengan demikian antara hak dan kewajiban terjadi korelasi atau hubungan timbal balik. Etika mengajak kita untuk menyadari bahwa perilaku baik dan buruk seseorang timbul karena berbagai pertimbangan yang melibatkan peran suara hati, kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma, serta hak dan kewajiban seseorang, sehingga diharapkan orang tersebut dapat berperilaku etis dan memiliki kaidah moral yang baik. Plagiarisme, yang merupakan tindakan mencuri/ menjiplak hasil karya orang lain tanpa mencantumkan identitas pemilik karya tersebut dan menjadikannya seolah milik sendiri adalah perilaku yang sangat tidak etis dan mencerminkan belum dimilikinya kaidah moral yang baik. Salah satu muara persoalan ialah nilai kejujuran. Nilai kejujuran merupakan salah satu nilai

moral yang terkandung dalam Pancasila. Oleh karena itu, aspek inilah yang mestinya menjadi perhatian utama dalam proses character building (pembangunan jati diri dan watak) manusia. Integritas dan kejujuran harus terus ditumbuhkan dalam diri masing-masing insan demi menjunjung etika yang berlaku dalam kehidupan ini.