Anda di halaman 1dari 26

Kelompok E5

KELOMPOK E5
Ketua
Sekretaris I Sekretaris II Anggota

: Novina Joenputri (102010272) : Meidalena Anggresia B (102010056) : Sagase Apthayasa (102010036) : Natalia Hadinata (102010) Maria Inez Devina (102010339) Claudia Narender (102010209) Joanna Griselda S (102010) Dicky Taruna (102010189) Ronald Tirta (102010)

SKENARIO
Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada lutut kanan dan kiri sejak 2 tahun yang lalu. Nyeri pada lutut terutama bertambah saat berjalan, menekuk kaki, bangun dari duduk yang lama dan saat sholat. Pasien mengatakan saat bangun tidur dan mulai berjalan sering terasa kaku dan sakit pada kedua lututnya. Bila siang hari pasien tidak banyak bergerak , sakit pada lutut berkurang. Riwayat trauma pada lutut tidak ada. Pasien tidak tahu apakah dirinya menderita kencing manis , dan penyakit asam uratkarena belum pernah dicek ataupun diterangkan oleh dokter sebelumnya. Pemeriksaan fisik : BB : 90 kg, TB : 168 cm, keadaan umum tampak sakit ringan, kesadaran compos mentis, tanda-tanda vital dalam batas normal, cor, pulmo, abdomen tidak ada, kelainan.

St. Lokalis : region genu sinistra : oedema-, kalor-, nyeri tekan (+) di lateral patell, nyeri saat bergerak (+), deformitas-, Region genu dextra : oedema-, kalor-, nyeri tekan (+), pada inferior lateral genu, nyeri saat bergerak (+), deformitas(-).

IDENTIFIKASI ISTILAH
St. Lokalis : status lokalis (keadaan di lokal)

RUMUSAN MASALAH
Laki-laki berusia 63 tahun dengan keluhan nyeri di

lutut kanan dan kiri. Nyeri lutut bertambah saat berjalan, menekuk kaki, bangun dari duduk yang lama dan saat holat.

Mind Map
pencegahan prognosis patofisiologi komplikasi penatalaksanaan

Laki2 63 th nyeri pd lutut kanan & kiri bertambaah saa beraktivitas

etiologi

Gejala klinis pemeriksaan fisik penunjang anamnesa WD

diagnosis DD Atritis Gout Bursitis

OA genu bilateral

Hipotesis
Laki-laki berusia 63 tahun dan berat badan 90 kg

dengan keluhan nyeri lutut kanan dan kiri bertambah saat beraktivitas diduga menderita osteoarthritis genu bilateral.

Anamnesis
Data pasien
Rasa nyeri ( menyebar, terlokalisasi, kesemutan, mati

rasa, pola distribusi, onset, nyeri tekan) Gejala sistemik ( menggigil, demam, ruam, anoreksia) Rasa kaku , pembengkakan Kemampuan pasien utk beraktivitas fisik

Pemeriksaan fisik
Hambatan gerak

Biasanya bertambah berat dengan semakin beratnya penyakit, sendi hanya bisa digoyangkan dan menjadi kontraktur.
Krepitasi

bertambah beratnya penyakit, krepitasi dapat terdengar dengan jarak tertentu timbul krn gesekan

Pembengkakan Sendi yang Seringkali Asimetris

timbul karena efusi pada sendi dan osteofit.


Tanda-tanda Peradangan

nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan

Perubahan Bentuk (deformitas) Sendi yang Permanen

timbul karena kontraktur sendi yang lama


Perubahan Gaya Berjalan

selalu berhubungan dengan nyeri karena menjadi tumpuan berat badan

Pemeriksaan penunjang
Darah tepi
Imunologi Gambaran radiografi sendi

Penyempitan celah sendi asimetris Peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral Kista tulang Osteofit pada pinggir sendi Perubahan struktur anatomi sendi

Gejala klinis
Nyeri sendi waktu bergerak
Hambatan gerakan sendi Kaku pagi < 30 menit

Krepitasi
Pembesaran sendi Perubahan gaya berjalan Nyeri tekan dan warna kemerahan

Diagnostik
Diagnostik Kerja : Osteoartritis : merupakan penyakit sendi degeneratif yang berhubungan dengan kartilago sendi. Diagnostik Banding : Gout Atritis : penyakit yang disebabkan akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat kedalam cairan ekstraselular.
Bursitis : penyakit yang menyebabkan peradangan pada bursa sendi yang disertai dengan rasa nyeri.

Etiologi
Etiologi
OA primer OA sekunder

Faktor resiko

- Umur - Lokasi sendi - Obesitas - Genetik - Trauma - Gender

Patofisiologi
Tulang rawan sendi Stage I : Gangguan atau perubahan matriks kartilago. Stage II : Respon kondrosit terhadap gangguan atau perubahan matriks. Stage III : Penurunan respon kondrosit, diperkirakan akibat kerusakan mekanis pada jaringan, dengan kerusakan kondrosit dan down regulasi respon kondrosit terhadap sitokin anabolik.

Perubahan tulang rawan: Kehilangan proteoglikan dari matriks karena sudah kehilangan pendukungnya akan lembek,chondromalacia.

Penatalaksanaan
Terapi non-farmakologis

Edukasi Terapi fisik dan rehabilitasi

Penurunan berat badan

Terapi farmakologis

Analgesik non opiat dan topikal

Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Komplikasi
Deep vein thrombosis

Obstruksi vena oleh bekuan darah krn gangguan actor koagulan Problem patella a. Subluksasi b. Fraktur Peroneal palsy disebabkan oleh kompresi pada n.peroneal (fibula)

Prognosis
Umumnya baik. Sebagian besar nyeri dapat ditangani

dengan obat-obat konservatif. Tingkat keberhasilan operasi sangat tinggi Penanganan yang cepat dan tepat terhadap penyakit ini

Pencegahan
Mengatur diet dan pola makan
Menghindarkan diri dari kemungkinan trauma Konsumsi suplemen yang bersifat chondroprotective

agents seperti kondroitin sulfat dan glikosaminoglikan. Aktivitas fisik teratur

Kesimpulan
Hipotesis diterima karena laki-laki 63 tahun dengan keluhan nyeri di lutut kanan dan kiri bertambah saat beraktivitas, dengan berat badan 90 kg, menderita osteoartritis bilateral.