Anda di halaman 1dari 6

KADMIUM (Cd) DALAM JARINGAN BIOLOGIS

Disusun oleh KELOMPOK IV WIDIASTINI ARIFUDDIN ABDUR RAHMAN ARIF P1100211005 P1100211006

ROGRAM PASCA SARJANA JURUSAN KIMIA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011

BAB I PENDAHULUAN

Pencemaran lingkungan terjadi karena masuknya atau dimasukkannya bahan-bahan yang diakibatkan oleh berbagai kegiatan manusia dan atau yang dapat menimbulkan perubahan yang merusak karakteristik fisik, kimia, biologi, atau estetika lingkungan. Salah satu jenis bahan pencemar yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah logam berat. Zat yang bersifat racun dan yang sering mencemari lingkungan misalnya merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), dan tembaga (Cu). Logam-logam berat Hg, Pb, dan Cd tidak dibutuhkan oleh makhluk hidup. Manusia senantiasa teracuni logam berat dalam lingkungan hidupnya. Pada lingkungan yang kadar logam beratnya cukup tinggi, kontaminasi dalam makanan dan air dapat menyebabkan keracunan. Salah satu jenis logam berat pencemar yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah kadmium (Cd). Logam-logam berat seperti kadmium (Cd) tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, sehingga bila makanan tercemar oleh logam-logam tersebut, tubuh akan mengeluarkannya sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian tubuh tertentu. Keberadaan kadmium (Cd) patut mendapat perhatian khusus karena secara luas terdapat di lingkungan baik sebagai pencemar atau sebagai komponen dalam rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Kadmium (Cd) dalam bentuk oksidanya adalah logam yang toksisitasnya tinggi. Kadmium (Cd) memiliki kemampuan berakumulasi dalam tubuh manusia dan sangat susah untuk dikeluarkan sehingga dapat mengganggu kinerja dari tubuh manusia itu sendiri Waktu paruh kadmium kira-kira 10-30 tahun. Akumulasi pada ginjal dan hati 10100 kali konsentrasi pada jaringan yang lain, sehingga hal tersebut sangat berbahaya bagi aktivitas metabolisme dalam tubuh manusia.

BAB II PEMBAHASAN

Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti oxigen (cadmium oxide, CdO ), clorine (cadmium chloride, CdCl2) atau belerang (cadmium sulfide, CdS). Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 g per orang atau 7 g per kg berat badan. Penggunaan kadmium yang paling besar (75 %) adalah dalam industri batu baterai (terutama baterai Ni-Cd). Selain itu, logam ini juga dapat digunakan campuran pigmen, electroplating, pembuatan alloys dengan titik lebur yang rendah, pengontrol pembelahan reaksi nuklir, dalam pigmen cat dengan membentuk beberapa garamnya seperti kadmium oksida (yang lebih dikenal sebagai kadmium merah), semikonduktor, stabilisator PVC, obat obatan seperti sipilis dan malaria, dan penambangan timah hitam dan bijih seng, dan sebagainya. Kadmium (Cd) merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena unsur ini berisiko tinggi terhadap pembuluh darah. Logam ini memiliki tendensi untuk bioakumulasi. Keracunan yang disebabkan oleh kadmium dapat bersifat akut dan keracunan kronis. Logam Cd merupakan logam asing dalam tubuh dan tidak dibutuhkan dalam proses metabolisme. Logam ini teradsorbsi oleh tubuh manusia yang akan menggumpal di dalam ginjal, hati dan sebagian dibuang keluar melalui saluran pencernaan. Keracunan Cd dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal. Kadmium memiliki banyak efek toksik diantaranya kerusakan ginjal dan karsinogenik yang menyebabkan tumor pada testis. Akumulasi logam kadmium dalam ginjal membentuk kompleks dengan protein. Kadmium di dalam tubuh terutama terikat pada metalotionein, suatu protein pengikat logam dengan berat

molekul rendah. Kadmium bisa juga menyebabkan kekacauan pada metabolisme kalsium yang pada akhirnya mengalami kekurangan kalsium pada tubuh dan menyebabkan penyakit osteomalacia (rasa sakit pada persendian tulang belakang, tulang kaki) dan bittlebones (kerusakan tulang). Keracunan akut yang disebabkan oleh kadmium sering terjadi pada pekerja di industri-industri yang berkaitan dengan logam ini. Peristiwa keracunan akut ini dapat terjadi karena para pekerja terkena paparan uap logam kadmium atau CdO. Kadmium masuk ke tubuh lewat pernafasan dan oral. Rata-rata partikel yang masuk ke dalam paru-paru (jaringan alveoli) berdiameter 0,1 g dan dalam jumlah kecil berdiameter 2 g. Gejala-gejala keracunan akut yang disebabkan oleh logam kadmium adalah timbulnya rasa sakit dan panas pada dada, nafas sesak (pendek), batuk-batuk dan lemah. Paparan akut oleh kadmium (Cd) akan menyebabkan gejala nausea (mual), muntah, diare, kram, otot, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, gangguan kardiovaskuler, empisema dan degenerasi testicular. Penelitian terkini menyebutkan bahwa logam beracun kadmium dapat dibawa ke dalam tubuh oleh seng yang terikat dalam protein (dalam hal ini adalah struktur protein yang mengandung rantai seng). Seng dan kadmium berada dalam satu grup dalam susunan unsur berkala, mempunyai bilangan oksidasi yang sama (+2), jika terionisasi akan membentuk partikel ion yang berukuran hampir sama. Dari banyak kesamaan tersebut, maka kadmium dapat menggantikan rantai seng dalam banyak sistem biologi (organik). Ikatan kadmium dalam zat organik mempunyai kekuatan 10 kali lebih besar dibandingkan dengan seng jika terikat dalam zat organik. Sebagai tambahan, kadmium juga dapat menggantikan magnesium dan kalsium dalam ikatannya dengan struktur zat organik. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu yang panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khusunya hati dan ginjal. Secara prinsip, pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysemia dan renal turbular disease yang kronis.

BAB III KESIMPULAN

1.

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang memiliki toksisitas yang tinggi sebab kemampuannya berakumulasi dalam tubuh dan sangat susah untuk dikeluarkan sehingga dapat mengganggu kinerja tubuh manusia.

2.

Kadmium dapat menyebabkan keracunan yang bersifat akut dan keracunan kronis. Selain itu, terjadinya gagal jantung, kerusakan hati dan ginjal. Kadmium bisa juga menyebabkan kekacauan pada metabolisme kalsium yang pada akhirnya mengalami kekurangan kalsium pada tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Kadmium. http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium. Diakses: 18 Desember 2011. Mukono. 2009. Efek gas terhadapkesehatan lingkungan. http://mukono.blog.unair.ac.id. Diakses: 18 Desember 2011 Marpaung , Marshal. 2001. Pengaruh penambahan kadmium-klorida pada pakan ayam terhadap pertumbuhan, kandungan kadmium dan akumulasi zink dalam hti dan ginjal ayam pedaging. Jurusan Kimia FMIPA IPB: Bogor Pararaja Arifin. 2008. Kadmium (Cd). http://smk3ae.wordpress.com/kadmium-cdtinjauan-literatur/. Diakses tanggal 18 Desember 2011.