Anda di halaman 1dari 2

Etiologi Penyakit Gastroenteritis adalah peradangan di perut besar dan kecil dan intestines.

Gastroenteritis Virus ini disebabkan oleh infeksi berbagai jenis virus yang menyebabkan muntah atau diare atau keduanya. Hal ini sering disebut "flu perut," meskipun tidak disebabkan oleh influenza virus (Levine, 2008). Pada anak-anak, 40% kasus adalah idiopatik, sedang agen viral menyebabkan 30-40% gastroenteritis, diantaranya rotavirus, enteric adenovirus, Norwalklike viruses, astrovirus. Bakteri dan parasit juga penyebab yang signifikan dari penyakit diare pada anak-anak. Dua tipe dasar diare infeksi akut adalah tipe noninflammasi and inflammasi. Enteropatogen dapat menimbulkan diare noninflamasi melalui produksi enterotoxin oleh beberapa mekanisme invasif, penghancuran permukaan (fili) sel oleh virus, perlekatan (adherence) oleh parasit, perlekatan (adherence) oleh bakteri. Berlawanan dengan diatas, diare inflamasi biasanya disebabkan oleh invasi intestinal secara langsung atau produksi sitotoksin. Namun ada beberapa enteropatogen memiliki lebih dari satu sifat virulensi yang artinya dapat menginfeksi melalui berbagai macam cara. Etiologi diare akut dapat dihubungkan dengan bakteri, viral atau parasit yang telah dikenal sebagai penyebab enteritis sebagai berikut: Bakteri Aeromonas, Bacillus cereus, Campylobacter jejuni, Clostridium perfringens, Clostridium difficile, Escherichia coli, Plesiomonas shigelloides, Salmonella, Shigella, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae 01 and 0139, Vibrio parahaemolyticus, Yersinia enterocolitica. Virus Astroviruses, Caliciviruses, Norovirus, Enteric adenoviruses, Rotavirus, Cytomegalovirus, Herpes simplex viruses. Parasit Balantidium coli, Blastocystis hominis, Cryptosporidium parvum, Cyclospora cayetanensis, Encephalitozoon intestinalis, Entamoeba histolytica, Enterocytozoon bieneusi, Giardia lamblia, Isospora belli, Strongyloides stercoralis, Trichuris trichiura Norwalk-like viruses Secara umum dikaitkan dengan penyakit yang hanya terdapat diantara orang-orang yang immunocompromised. Juga ada penyebab diare noninfeksi sebagai berikut: Defek Anatomik Malrotasi, duplikasi intestinal, penyakit Hirschsprung, impaksi fecal, sindrom usus pendek, atrofi microvillus, striktur. Malabsorpsi Defisiensi disakaridase, malabsorsi glucose-galactose, insuffisiensi pancreas, fibrosis kistik, Sindrom Shwachman, penurunan garam empedu intraluminal, cholestasis, Penyakit Hartnup, abetalipoproteinemia, Penyakit Celiac. Endokrinopati Thyrotoxicosis,Penyakit Addison,Sindrom Adrenogenital. Keracunan Logam berat, Scombroid, Ciguatera, jamur. Neoplasma Neuroblastomas, Ganglioneuromas, Pheokromocytomas, Karsinoid, Sindrom Zollinger-Ellison, Sindrom vasoaktif invasif intestinal.

Lain-Lain Infeksi Nongastrointestinal, Alergi susu, Penyakit Crohn (regional enteritis), Familial Dysautonomia, Penyakit defisiensi Immune, Protein-Losing Enteropati, Kolitis Ulseratif, Enteropatika Acrodermatitis, Penyalahgunaan Laxative, Gangguan Motilitas, Pellagra (kekurangan vitamin B kompleks).2 Diarrhea kronik atau persisten lebih dari 14 hari dapat karena (1) Agen infeksiosa seperti Giardia lamblia, Cryptosporidium parvum, enteropatogenik Escherichia coli; (2) Setiap enteropatogen yang menginfeksi pejamu yang immunocompromised ; atau (3) Gejala residual setelah kerusakan intestinal setelah infeksi akut Keluhan dan Gejala Penyakit Gejala utama Gastroenteritis Virus adalah diare dan muntah-muntah. Orang yang terkena mungkin juga terkadang sakit kepala, demam, dan abdominal cramps ("sakit perut"), serta nyeri otot. Secara umum, gejala akan mulai setelah 1 sampai 2 minggu setelah terkena virus penyebab Gastroenteritis dan dapat berlangsung selama 1 sampai 10 hari, tergantung pada virus yang menyebabkan penyakit. Kemudian bisa disusul dengan kehabisan cairan dalam tubuh. (medicineNet.com).

WIKIPEDIA
Gastroenteritis, Radang lambung dan usus (bahasa Inggris: gastric flu, stomach flu) adalah suatu jenis peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan, terutama pada lambung dan usus kecil, dan mengakibatkan diare akut. Peradangan dapat disebabkan oleh paparan makanan dan air yang terkontaminasi, atau oleh infeksi beberapa jenis virus atau bakteri, parasit dan efek samping dari diet berlebih dan pengobatan.

Banyak virus-virus yang berbeda dapat menyebabkan gastroenteritis, termasuk rotaviruses, noroviruses, adenoviruses, tipe 40 atau 41, sapoviruses, dan astroviruses. Viral gastroenteritis tidak disebabkan oleh bakteri-bakteri (seperti Salmonella atau Escherichia coli) atau parasit-parasit (seperti Giardia), atau oleh obat-obat atau kondisi-kondisi medis lain, meskipun gejala-gejalanya mungkin serupa. Dokter anda dapat menentukan apakah diare disebabkan oleh virus atau oleh sesuatu yang lain. Gejala-gejala utama dari viral gastroenteritis adalah diare yang berair dan muntah meskipun satu atau gejala lain mungkin mendominasi. Orang yang terpengaruh mungkin juga mempunyai sakit kepala, demam, dan kejang-kejang perut ("sakit perut"). Pada umumnya, gejala-gejala mulai 1 sampai 2 hari setelah infeksi dengan virus yang menyebabkan gastroenteritis dan mungkin berlangsung untuk 1 sampai 10 hari, tergantung pada virus mana yang menyebabkan penyakit; bagaimanapun, kebanyakan episode-episode berlangsung dari 1-3 hari.