Anda di halaman 1dari 6

TOPIK PRAKTIKUM REPRODUKSI SEL

I. TUJUAN 1. 2. 3. Mengamati fase-fase pembelahan mitosis pada sel ujung akar bawang Mengamati fase-fase perkembangan sel penyusun tubulus seminiferus Mengamati fase-fase perkembangan sel pada proses oogenesis dalam merah ( Allium cepa, L ). dalam testis (proses spermatogenesis). ovarium. II. KOMPETENSI Dapat memberi gambaran tentang pembelahan mitosis dan meiosis pada sel. Dapat menjelaskan tahap-tahap pembelahan sel. Dapat memberikan contoh tempat terjadinya pembelahan mitosis dan miosis dalam suatu individu. III.DASAR TEORI Sel merupakan unit dasar struktural dan fungsional dari suatu organisme. Sel suatu organisme tersusun atas organel-organel sel. Organel tersebut adalah plasmalema (membran sel), retikulum endoplasmik, ribosom, golgi apparatus, lisosom, mitokondria, plastid, sentriol, dan inti sel (tersusun dari membran inti, nukleoplasma, kromatin, dan nukleolus). Kecuali plamalema, semua organel berada dalam sitoplasma. Inti sel dipisahkan dari sitoplasma oleh membran inti, dan memiliki plasma sendiri yang disebut nukleoplasma. Masing-masing organel tersebut mempunyai fungsi yang spesifik untuk mendukung kehidupan suatu sel. Pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme bergantung pada perbanyakan (pembelahan atau reproduksi) sel yang menyusunnya. Pembelahan sel setiap organisme akan diikuti dengan pembagian komponen (organel) sel tersebut ke anak sel. Ada 3 macam pembelahan sel, yaitu amitosis, mitosis, dan meiosis. Masing-masing pembelahan

25

sel tersebut dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. 1. Amitosis, yaitu pembelahan sel secara langsung dari satu sel menjadi dua sel. Pada proses ini tidak tampak adanya kromosom. Pembelahan amitosis hanya terjadi pada organisme bersel satu seperti amoeba, bakteri, dan ganggang bersel satu. 2. Mitosis, yaitu pembelahan sel induk menjadi sel-sel anak yang mempunyai karyotip kromosom yang identik dengan karyotip kromosomal sel induknya. Pada dasarnya pembelahan ini terjadi duplikasi kromosom longitudinal dan dibagikan ke sel anak. Proses pembelahan ini terjadi melalui beberapa fase berikut ini. (a) Profase ditandai dengan penggulungan dan pemendekan kromatin inti sehingga terbentuk beberapa benda seperti batang yang disebut dengan kromosom. Membran inti tetap tidak berubah. Sentriol berduplikasi dan memisahkan diri, tiap pasang pindah ke tiap kutub sel tersebut secara bersamaan mikrotubulus dari kumparan terlihat diantara dua pasang sentiol tersebut. (b) Metafase, ditandai dengan hilangnya membran inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus). Kromosom-kromosom berpindah kebidang equator sel tersebut, dimana masing-masing kromosom membelah diri secara longitudinal untuk membentuk dua kromatid. (c) Anafase ditandai dengan saling memisahnya kromatid anak dan berpindah ke kutub-kutub sel yang berhadapan, mengikuti arah kumparan mikro tubulus. Sentromir bergerak dari pusat sehingga menarik kromosom-kromosom ke kutub-kutub sel. (d) Telofase ditandai dengan munculnya kembali nucleus di dalam anak sel. Kromosom, nucleolus, kromatin, serta membran inti muncul kembali sementara perubahan inti ini sedang terjadi timbul kontraksi pada bidang ekuator sel induk dan berkembang terus sampai ia membagi sitoplasma menjadi dua bagian .(e) Interfase, yaitu fase sintesis zat-zat, pengumpulan energi, dan replikasi kromatin. 3. Meiosis, merupakan proses pembelahan reduksi karena pada proses ini dihasilkan sel-sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel-sel induknya proses ini terjadi pada sel-sel induk benih (sel gamet). Meosis terjadi melalui dua tahap yaitu meiosis I dan meiosis II . Masing-masing tahap terdiri dari empat fase seperti pada pembelahan mitosis. Tetapi pada profase meiosis I terbagi lagi atas empat tingkat yaitu leptoten, zigoten, pakhiken, dan diploten. Pada pembelahan meiosis terdapat fase istirahat yang disebut interkinase.

26

Meiosis terjadi pada sel gamet, seperti pada saat sepermatogenesis dan oogenesis. Pembelahan pada sel gamet dibedakan tiga tahap, yaitu (1) proliferasi atau mitosis, (2) pembelahan meiosis (reduksi), dan (3) transformasi. Spermatogenesis adalah proses pembentukan spermatozoa dari spermatogonium dalam tubulus seminiferus pada testis, berturut-turut dari tepi ke arah lumen ialah : spermatogonium (2n) spermatosit primer (2n) spermatosit sekunder (n) spermatid (n) spermatozoa (n). Oogenesis adalah proses pembentukan ovum dari oogonium yang terjadi dalam ovarium. Berturut-turut terjadinya ovum yaitu oogonium (2n) oosit primer (2n) oosit sekunder (n) dan polosit primer ootid (n) dan polosit sekunder ovum (n). Ovarium terdiri dari daerah medula (bagian dalam) yang mengandung beberapa pembuluh darah dan daerah korteks (bagian luar) yang mengandung folikel-folikel ovarium yang mengandung oosit. Folikel-folikel ovarium yang tertanam dalam stoma korteks dibedakan tiga jenis, yaitu (1) folikel primordial, (2) folikel yang sedang tumbuh (terdiri dari folikel primer, folikel sekunder, dan folikel tersier), dan (3) folikel Graaf. IV. BAHAN 1. 2. 3. V. ALAT 1. Mikroskop binokuler VI.CARA KERJA 1. Siapkan mikroskop cahaya dan preparat yang diperlukan dalam praktikum. 2. Amati masing-masing preparat dengan pembesaran lemah kemudian dengan pembesaran kuat. Jelajahi seluruh spesimen 3. Gambar bagian yang representatif pada hasil kerja. Preparat ujung akar bawang merah (Allium cepa). Preparat testis tikus. Preparat ovarium kelinci.

27

VII.

HASIL KERJA 1. Gambar stadium pembelahan mitosis pada sel ujung akar bawang merah (Allium cepa,L).

Interfase

Anafase

Profase Telofase

Metafase

28

2. Gambar satu juring dari irisan melintang tubulus seminiferus testis tikus. Keterangan:

3. Gambar irisan membujur ovarium kelinci Keterangan:

29

VIII.

DISKUSI 1. Apakah reproduksi sel itu ? .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .............................................................................................................................. 2. Bagaimana cara sel bereproduksi ? .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ............................................................................................................................. 3. Apa perbedaan dan persamaan antara spermatogenesis dan oogenesis? .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .............................................................................................................................. IX.KESIMPULAN X. DAFTAR PUSTAKA

30