ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

com/abclit. Ia bopong Sarti keluar. Tak ada yang bergerak. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. Namun. gong. kecrek. Mamat Jago tersenyum bangga. membelah padang ilalang. melipatkannya ke pinggangnya. "Kau tidak boleh mati. Tubuh perempuan itu terasa dingin. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. Hiduplah bersama abang. panjak. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www. rumah-rumah bisumerunduk. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya.html . tak ada reaksi sedikit pun. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu.com/abclit. Sepanjang jalan tak ada orang. laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan. pikirnya. Ia susuri jalan aspal. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti." Teh yan digesek." Dikecupnya bibir Sarti. Darahnya berdesir. Ditepuk-tepuknya pipinya. Wajahnya membiru. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Sarti. memotong sungai. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya.html pojok. dan kempul. Mamat Jago meraihnya. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Seperti keramik Cina. Si mata burung hantu itu tersedak. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. merapatkan pelukannya. Susul-menyusul. Semua dingin dan biru.ABC Amber LIT Converter http://www. Jalin-menjalin. tetap dingin dan biru. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Ayo. disusul gambang. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Buatnya. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. gesekin gua lagu Ayam Jago. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Di rumahku kau akan hangat. suling.processtext. bibirnya terkatup. matanya terpejam. Gua mau ngibing lagi. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. "Ayo. Tubuhnya menggeliat.processtext. Pohon-pohon meliuk-mabuk. Tangannya dibiarkan terkulai. Dipandanginya para panjak. Sepi. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. sayang.

Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Napasnya mulai satu-dua. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Hangat. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Semuanya membisu. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Sarti sudah mati. Eng Djin. Kaku." bisiknya ke telinga Sarti. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. ia membatin. "Pacarku. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Tiba-tiba. manis…bangun.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Mamat Jago menoleh. panas. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. gemuruh. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua.mencakar-mengular…terbakar. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Bang. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti." Mamat Jago masih tak percaya.html . Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. "Relakan kepergiannya… Nyebut." Dikecupnya bibir Sarti. Bang. Balas melumat. Tangannya perlahan mendekap. "Sadarlah. "Ayo. Bibir itu terasa bergerak. biru seperti keramik Cina.com/abclit.com/abclit. biniku…. Tangisan pilu meledak dari mulutnya." kata Eng Djin.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. dingin. si gondrong.

html . rentetan tembakan itu masih terdengar. dan kehormatanku. Kamal.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada darah. Hatinya mantap. Ada debur ombak. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. si cepak. "Ya. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu. "Sejujurnya. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. Eng Djin. tiga kali. Rawa Saban. Ia menduga-duga pantai apa ini. Kakinya menjejak pasir. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. Ah. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya.com/abclit. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. ia membatin lagi. Kersik daun. Hujan sudah mulai berhenti.com/abclit. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Ditajamkan pendengarannya. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. kesenangan. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Mungkin Tanjung Kait.processtext.processtext. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. heran." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Kembangan Selatan. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Mat. ia tersenyum. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya.

html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.processtext. pengiring Cokek.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html .com/abclit.

Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit.com/abclit. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Ia sadar dirinya cantik. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Marsiyam menyekam kesabarannya. kecuali kepala penjara. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang." kata mereka. menurut penilaian teman-teman di situ. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan." entah sebab apa. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. "Aku memang tak bisa punya anak. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. mau apa kau.ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar. Tapi. sangat tampan. "Tampangnya nyebelin. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.processtext. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.html . seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet.processtext. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan.com/abclit.

processtext. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www.html memang gabuk. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Tak pernah ngidam. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka.com/abclit. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. "Kau tak ada keluarga. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. "Kau sudah dibuang keluargamu. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Seperti kampung saja. Perutnya rata saja. mau apa kau. Sampai malam itu. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. Tanpa dirasa. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan.html .processtext." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. ya?" Atau. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. Menurut mereka. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar.ABC Amber LIT Converter http://www. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya.com/abclit. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. tak pernah muntah-muntah.

processtext. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu.com/abclit. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Mariyam? Kalau aku keluar nanti." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya.processtext. Marsiyam hanya tersenyum.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tentu bayimu sudah besar. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu.html arisan. "Entahlah. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. sudah sekolah. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. ABC Amber LIT Converter http://www. Sore itu akhirnya tiba juga. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. "KAU mau pulang ke mana." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu.html . yang ia sendiri tidak tahu apa. Selama dalam masa hukuman.

mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Ini anaknya. Ini anaknya. pukul 3 sore. aku tiba di Tobu Hateru. Aku yakin ia akan menerima kami." "Ke mana?" "Ke rumah.html . di ambang musim dingin. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA.com/abclit.html "Pulang.processtext.com/abclit.processtext." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. atau Tobo Hotel untuk beristirahat.ABC Amber LIT Converter http://www. bisa memulihkan tenagaku.

. aku agak tercengang dan merasa aneh. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau."Baiklah.Aku hanya tertidur beberapa jam. asing. Aku segera menuju kamar mandi.Aku pun segera mengikutinya.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. aku memesan Cha. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. Selesai mandi.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.Setelah melewati beberapa blok bangunan." kataku."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. beginilah manusia Jepang.com/abclit. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. Suasana di dalam sangat muram.. tapi sebelum sampai di sana. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri.processtext. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima." katanya dengan ramah setelah dekat denganku.com/abclit. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. fokus. serba cepat. 27 September 1956.Aku agak heran dengan ucapannya. ciri utama korban. dan kebutaan. orang-orang jompo. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat." tegasnya.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. Aku bertambah heran.. Mungkin juga. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. kanker. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan." katanya ramah dan kembali tersenyum. di kafe yang ada di lobi. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.orang yang terkena radiasi bom atom.Di dalam rumah sakit." katanya.. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. dia menoleh ke arahku. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. panjangnya sudah sampai ke punggung.html .000 jiwa penduduk Hiroshima. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. atau hamburger.benderang.Kami berjalan masuk.ABC Amber LIT Converter http://www. jadi dia sudah familiar."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. sebagai pusat penyembuhan orang. begitupun yang laki laki.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong."Sewaktu bom atom meledak.. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. tempatnya lebih dekat dari sini. aku keluar dari hotel. dan.."Mari ikuti saya. tempat di mana bom atom meledak.processtext. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang... teh hijau khas Jepang dan hamaagu."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. rambutnya gugur. menjadi raksasa dunia. wajahnya terlihat samar. dan kembali tersenyum. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. berada di Taman Perdamaian. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam.

processtext. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.com/abclit. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan."Dia terus berjalan lincah.Aku ABC Amber LIT Converter http://www. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. pendeta Buddha.""Aku seorang pendeta Buddha. serta bayi dari ibu-ibu hamil. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun. hujan turun. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. aku lahir di Hokkaido."Seperti yang kukatakan di hotel tadi."Hei. Entah berapa lama. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu."Mereka terdiri dari beberapa golongan. trenyuh. tapi waktuku tidak banyak. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun.""Oh."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam.. yang dipisahkan dengan dinding kaca. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. Anda!?""Oh. tunggu.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi." kilahnya malah berpromosi. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. Ya. sekarang tanggal 6 Januari 2003. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan.processtext. dua hari kemudian. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. dia membiarkanku menyusulnya...Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. kotor. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. lorong dan beberapa pintu. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi... Ada yang aneh. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. mereka masih muda. aku terhenyak. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Dan di sebelah bangsal ini..."Aku Hartoko. dan berdebu.Dia. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. begitu tiba di dalam. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku.html bangsal yang lain. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran... bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945.com/abclit."Tuan Siode.ABC Amber LIT Converter http://www. Siode San. tapi lidahku terasa kelu. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya.""Aku tahu. Harutoku. nama yang baguuusss. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. seperti teh susu. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. tapi kau baik sekali.Aku nelangsa. dan anak-anak kecil."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya..." Lengking suaranya. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. dia terus bergegas meninggalkanku.Tapi. Nafasku sedikit tersengal. Harutoku. membuat langkahku jadi berani. aku tercenung memperhatikan mereka. setelah melewati beberapa bangunan. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. Tanpa berkata-kata.Setiba di luar aku merasa lega. Aku Siode Sadamitsu.html .

. Diam-diam kutinggalkan Siode San. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. dan menyalakannya."Harutoko. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya.PAGI hari. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom.ABC Amber LIT Converter http://www. aku seperti berada di terowongan kematian. berbunga. aku melangkah mundur ke belakang.Sampai di hotel. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan." katanya sambil tersenyum. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. Nama bangunan itu dulu. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu.processtext. ada pintu cahaya. Di bagian depan bangunan itu.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Setelah aku keluar dari pintu itu. aku tercengang.processtext. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran..Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. senang berkenalan dengan Anda. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. sekarang 6 Januari 2003. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode."Siode San.. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. remaja. anak-anak. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. aku suka mengantarkan orang. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. temui kapan saja aku di sini. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan.com/abclit. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. dengan hio yang menyala dan wangi. Taman ini sungguh indah... Aku tinggal di hotel ini. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya.. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. pohon-pohon tumbuh subur.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. mentari bersinar cerah. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. mereka memotret sambil bercakap-cakap. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. Dari arah pintu lain di sampingku. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Gedung Promosi Industri Hiroshima. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. kemari!"Tapi tak ada jawaban. dan aku mengambilnya sebatang. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku.. atau bis umum. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. bergerak ke arah bar. aku mendatangi arah suara perempuan itu.html . Di tengah perjalanan. turis turis asing berjalan di sekitar. 6 Februari 18956 Agustus 1945.com/abclit. pikirku. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat.6 Agustus 1945. Di depanku duduk. Dari Taman Perdamaian ini.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. ketika asap rokok berkurang. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.Aku harus segera keluar dari tempat ini. Aku berada di taman perdamaian. Aku ngeri. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. dan orang dewasa.

melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. aku harus kembali ke Jakarta. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. Tapi. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. lalu renta dan pikun.ABC Amber LIT Converter http://www. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman.> Barangkali. kebun. ia jarang tertawa. Sepasang mata yang sipit. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. keluarga pemilik kebun. bisa jadi obat sepinya. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. dari bayi merah.com/abclit. tak Halifa < berharga. Itu galibnya perkembangan manusia. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.html .processtext. Akbar. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu.com/abclit. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang.Sesungguhnya. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. ompong. hidung pesek. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Mungkin. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. atau lebih tepat lagi. Halifa tersenyum-senyum bangga. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. ia seperti membaui aromanya lagi. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Ia kini tumbuh jangkung dan manis.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. belajar beranak-pinak. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong.processtext. Ya. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku.

ia dan adiknya. lalu memacu mereka berlomba lari. berpulang saat kembali. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. atau menjadi buih di samudra nanti.com/abclit.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. ternyata risikonya sama saja. tempat kelahirannya. "Kenapa dia lari?" batinnya. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. "Jangan kau siksa binatang. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. jari-jari petir putih bersinar."Ke mana dia?" pikir Halifa. Bagi Halifa. semacam pengumuman. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. Naik pesawat memang lebih mahal. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Ia tak mau mati." kata mereka. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. mengelupas di sana-sini. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. terutama debur ombaknya di malam hari. tanah perlu makan. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Tapi.com/abclit. Tapi. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. ia akan dimakan hiu. Di seberang jendela. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut.processtext. Ia duduk di bangku batu yang lembab.Di balik awan gelap yang bergumpal. Matanya tak pernah menyorot garang. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Sebelum mendarat. Seringkali sepulang sekolah. mata orang yang mau menolong. Bila kalian ingin bertemu tuannya. debur ombak seperti nyanyian. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. ia terpaksa mengubah rencana. dua jam lalu. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. mengantarnya pulang.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www. ia akan tunjukkan jalan. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. juga lebih cepat. Bila ada yang tersesat. pikirnya. Warna coklat cat berubah kehitaman. gelisah. kembali ke gazebo tadi.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Malida.html ." katanya kepada Halifa kecil. "Biar gembur. Huh. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Di laut terancam tenggelam. pesawat kembali stabil.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk.html tumbang. Bila ada yang ingin menemuinya. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. yang punya kebun. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. Mungkin.processtext. Tapi." Apa iya? Mereka kan begitu imut.ABC Amber LIT Converter http://www. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Barangkali. Jadi. ikuti saja aroma itu. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak.

Kata ayah. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Ayah ikut mogok? Oh. Tak ada sahutan.processtext. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. tapi perlahan-lahan ia paham.com/abclit. Kalau ada orang jahat. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak." kata ayah. Entah kenapa. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. Makanya. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. Ayah sudah menganggapnya keluarga. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. dia memilih tinggal di rumah kebun. Ha-ha-ha …. siapa yang tahu. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Korupsi pun tak bisa besar. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. ia ingin menuruti kata hati saja. Semua sungai terpolusi.html nenek pasti bercerita. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. berbagi nasib. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu." kisah ayah.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. jauh dari orangtua.Pintu pondok tertutup rapat. jangan menginjak ke bawah." Yu Sur. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. lagi. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi ia tidak. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www. di telepon. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. begitu pula tingkap-tingkapnya. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Pikiran Halifa mulai bercabang. merusak sungai-sungai. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu. Malida sempat pulang beberapa kali. tidak. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Malida kemudian menyusul Halifa. Sebelum meninggal." Halifa sempat terbahak. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak." kisah ayah. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Ayah suruh tinggal di rumah ini. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. terutama hidupnya yang sendiri. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. ayah curang sekali.processtext. Makanya ayah harus punya prinsip. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. Mereka. perempuan kakak-beradik. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama.Hujan makin menderas. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Tapi. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Ah. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Nak.html . Ibu juga tak menangis." lanjut ayah.

Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Ranjang dan meja kayu.Palang pintu ditarik. di bus. Papamu sudah pensiun.processtext.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Kebenaran kau pulang. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. di kantor. Nyai la dak ade." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. orang upahan dan anak majikan. Halifa cuma mau mampir sebentar. kompor minyak tanah. Atuk ni la sakit-sakit terus. dari pening. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit.com/abclit. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Halifa terdiam. Namun. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan." kata Halifa."Ini Halifa."Benar.Kau disitu pun." kata lelaki itu. Ade yang nak atuk cerite. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya."Atur ini Halifa."Oh. di kamar kontrakan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. Yai kau ape agik. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. Ternyata.kabur lanjut lelaki tua itu. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. membawa gelas air. Banyak yang berubah. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. sebentar agik nak pulang ke tanah. Lama tidak pulang. Barangkali.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Kakekmu apalagi.atuk dak bise nampak jelas. Anak-anak itu terkurung di sana. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk.Nenek sudah tak ada. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang.Lame dak pulang.com/abclit.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Kini mereka berhadapan. dan panci-panci tergantung di dinding. tuk. tanpa mampu berteriak minta tolong.processtext. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. Semua sudah berubah. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Macam-macam sakit pun ade. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. seraya duduk di tepi ranjang. kek. Halifa cume nak mampir sebentar. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar."Sekarang belum musim keremunting. tidak apa-apa. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Ia cuma mengirim doa. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. tuk. Semue lah berubah kata Halifa. dak ape-ape. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Lelaki itu kelihatan amat tua.Mata lelaki itu mulai berair. begitu pula si penjaga kebun. Papa kau pun la pensiun.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. tertatih-tatih mendekati Halifa. Kebetulan kamu pulang. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil.html . lemari pakaian dari plastik. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi.html disertaisuara. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www.

"Ingin kukatakan yang baik.Di depan hampir samar sisik danau.processtext. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. dari pusing. Macam-macam sakit ada. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas.""Kau belum katakan berita apa. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.html . Wey.processtext.Unggun terus menyala.ABC Amber LIT Converter http://www.Entah suara pungguk. terdengar suara Sopa. So. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. tentu saja. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Kakek ini sudah sakit-sakitan.html ceritakan.""Tentang kita?""Tentang kita. Malam ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi.Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. sesak napas. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Kamu di situ pun. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini.""Kau jadi berteka-teki. kabur. kakek tak bisa tampak jelas. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti.com/abclit.com/abclit.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Wey. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. So. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma."Berita tentang hidup dan masa depan. sebentar lagi pulang ke tanah. Terutama berita yang menyakitkan.

Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri. Wey. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir... Ada gamang yang aneh. So.html .""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu. Wey."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini.. Wey.com/abclit.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. Bahkan. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa.""Kau membuat aku makin tak mengerti. Aku kenal kau. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun.processtext.. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. sebenarnya. So.."Katakan apa adanya. jika kau belum siap. Tapi lebih dari itu. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan.""Aku telah terima kau penuh seluruh..""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya.. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana."Sebentar nanti kau akan mengerti. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. So. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. mungkin juga tidak.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.""Bisakah aku meminta sesuatu.ABC Amber LIT Converter http://www. Wey. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan.. Ayah sudah akan menutup semuanya.""Aku akan jadi suamimu. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua.""Biaya pernikahan..""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini. So.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. maksudmu?""Bukan. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan.""Mungkin bisa. Wey.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh."Aku tak sembunyikan apa pun.processtext. Mungkin dapat kita atasi bersama. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. Kutahu kau sudah siap-sedia. Wey. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. Wey?""Tentang apa?""Suami."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna.com/abclit.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang.

"Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Terkena leukemia." kukecup ia sekali lagi. Wey."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala."Terima kasih.."Tapi untuk permintaanmu.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Demi ikrar itu aku minta. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin.. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Semuanya sehat. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. bahwa wanita kami dari daerah ini. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah.com/abclit. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. barulah ia mati. Wey. ABC Amber LIT Converter http://www. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. kurasa tubuhnya lebih ringan. Wey. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang."Jika kau cinta. Namun.com/abclit. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama."Kau sakit.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Tubuh dan akal pikiran.. wajahnya tampak lebih tirus.. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan."Saat ini aku sehat. Wey. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. tetapi aku telah menjadi suami. Kau menolak?""Tak aku menolak. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi.html ..""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. saat kubopong. Wey. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. dan mereka bercinta." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Sebelum ia mati. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. So. Kurasa suhu badannya lebih dingin. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Tapi rasanya saatnya belum tiba. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami..ABC Amber LIT Converter http://www.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati.Di Jakarta. selama kuliah. So?"Tak kudengar suaranya.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.html dengan permintaanku padamu. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.""Terima kasih. Rautan yang ayu.processtext. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau.processtext. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam.

sementara bibirnya terus mengulum senyum. Hanya aku dan Sopa.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati.com/abclit. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. "Aku tinggal di sini. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol." "Tidak mungkin. Ia tanya aku cari siapa. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan.html .Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain.com/abclit. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. terganjal oleh kunci rantai. aku pencet bel. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. meskipun itu kekasihku sendiri. Di situ kami tinggal. calon istriku. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Itu agak mengherankanku. Tetapi matanya terkatup rapat. dan kujawab." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. Napasnya masih ada. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu.processtext. menatapku. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Wey. tampak bangunan yang sangat kukenal. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. Begitu melewati gerbang depan. setengah baya. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. kuning. karena ABC Amber LIT Converter http://www. nadinya masih ada. "kamilah yang tinggal di sini. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit." jawabnya. aroma lama itu tak berubah.html Terima kasih untuk pemberianmu. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai.

Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. begitu katanya. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. tidak dapat diragukan".processtext. aku tanyakan lagi. Tapi Futo." Tuan Steiner menambahkan. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. kapan. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya.com/abclit. Lalu.AKU kembali ke tangga. dia berhasil menutup pintu.Aku masih di situ beberapa saat lagi. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. Tapi. tentu. sayangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. dia sehat. dan tubuhku berkeringat. barangkali. Dan. kutanyakan tentang ibuku. ia berusaha menutup pintu. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. Sebab. Tuan Steiner tua setuju.com/abclit." Dan. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Ia katakan. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. Ya. memang mereka punya suatu kabar baik. Tuan Steiner tua itu memelukku." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka.html kutahan dengan kakiku. "Dia sudah kawin lagi. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. "Kovacs. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. mereka mengangguk-angguk senang. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. "sebenarnya dalam segala hal". bagaimana. bukan Kovacs. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. itu kata mereka padaku. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". Maksudku Suto. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. semua diam.Lalu. jenggotnya merah lebat. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. empuk." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Perempuan gemuk. muncul. "Bukan. begitu. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. "Lalu kami sendiri. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. Mereka menarikku masuk ruang tamu. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. melembutkan otot muka. lalu mengujarkan namaku. Mauthaussen. Aku masih berusaha mencegahnya. sementara aku masih mengenakan topi. Mereka berdiri memelototiku. berdaging. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". kukira. Lalu. warna merah anggur itu. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi." dan Tuan Steiner tua setuju lagi.html . potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. "Pasti ada salah pengertian. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. paprika. baju narapidana bergaris-garis. "semuanya dapat dipahami. Ya." Lalu. Kupencet bel. "ia agak terlalu cepat. meski terletak di wilayah Austria. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. "Ayahku?" Tanggapannya. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Kucoba menjelaskan padanya." Paman Fleischmann merenung. Dia hidup.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. Sementara itu. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. "Tapi. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. dengan sandal kain. "Tapi. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. tapi kemudian berubah serius lagi. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru.processtext." Yang lain." Dengan siapa? Salah satu menjawab.

tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. Tapi." Dan. "Yang paling penting. Pada hakikatnya. Di samping itu. yang di Auschwitz. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru.ABC Amber LIT Converter http://www. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. kedua orang tua itu terdiam. minggu. Lalu ujarnya. yang di tengah-tengah. kataku. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. bahkan agak lebih terheran lagi. "Ya begitulah." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan.Misalnya. dan setelah beberapa saat. kataku. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. hari. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www." Aku bertanya. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. sulit dibayangkan. ada benarnya kata-katanya itu. setidaknya itulah yang menimpaku. menit.processtext.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. misalnya. Ganti kutanya mereka. Tapi. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. Paman Fleischmann mengangguk setuju. kalau diingat lagi semuanya. Aku hanya dapat memulai hidup baru. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api." Yang lain menyambung. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. jam. Baiklah. Jumlahnya sekitar seribu. Lalu. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. pembebasan "akhirnya terjadi". mereka balik bertanya. Justrusebaliknya.com/abclit. Barangkali. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. Pada saat tertentu. kutambahkan. Tentu saja aku tak berharap. dan bulan.processtext. "kamu harus melupakan semua teror itu. Itu berarti. begitulah mereka berujar dan berujar. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian"." Memang harus kubilang. kuperhatikan. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". Ketika aku makan. Apa itu artinya. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi." katanya. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan. Dan. mengusik hati. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. Padahal. mereka jadi agak terheran-heran. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. kami tetap hidup. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. karena aku tak tahu secara pasti. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. tapi. Tapi.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. sebab biasanya mereka memang tak dihitung.kalau kuperhatikanbaik-baik. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah.html . di mana aku berdiri dalam antrean.com/abclit.html kutanggapi bahwa aku tetap suka. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. semuanya seakan-akan terjadi seketika. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Tapi." salah seorang tua itu merenung. meskipun semua telah berlalu.

Kedua orang tua itu bertanya. "Tak ada yang istimewa. begitu cepat dan sulit dipercaya. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. Sekarang. aku bisa bilang kepadanya. tak ada perubahan lagi. kecuali . apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. apa artinya jadi "orang Yahudi". apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. setengah kesal hatinya. tidaklah selalu begitu. misalnya.com/abclit. bukan itu yang penting. penyimpangan. atau . langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.." aku mencoba menjelaskan. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. "Tak ada. Hanya sekarang. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal.. dan begitu kabur. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah.Suasana hening. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. kami melihatnya kembali ke belakang. Sekarang. dengan laku surut.processtext." Memang. berlalu. Tentu saja. seperti halnya juga di rumah ini. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. Kupikir.. Maka. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir.Lalu."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. Tak kulihat dia balik. tak ada darah lain. setengah mengeluh. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. selama waktu itu antrean terus bergerak. menurutmu. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti.Pada kata-kataku yang terakhir. "Apakah semua ini memang baik. kami sama-sama tak bergerak." di sini aku macet bicara. dengan Anne-Marie. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. dengan ibuku. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. berdiri dan bergerak memutar. selama kami memandang ke depan atau ke belakang.processtext. Setiap orang melangkah maju. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. kataku. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu..com/abclit. Kukatakan padanya. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. Sebetulnya itu bukan nasibku. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. final. Sudah tentu. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. Tapi. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir.html . tentu saja. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www." kutambahkan. Dapat kulihat. Tuan Steiner tua mulai gerah. Tapi. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja.. kalau dilihat secara keseluruhan. Setiap menit berdetak. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. katakanlah begitu.. "Lalu apa?" mereka tanya balik. entah bagaimanapun caranya. "Lalu. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. terus maju. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu.

sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. dan kudengar apa yang diucapkannya. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar.com/abclit.com/abclit. memang aku berbicara. Satu-satunya keburukan atau keindahan. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. menghadap ke depan. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. Dan.ABC Amber LIT Converter http://www. jika . katakanlah." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. Dan."Dan. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Bahkan. lawan bicara yang lebih layak.. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. kemudian aku ingat." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. Lalu. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. "Ini bukan berarti dosa.html . yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara.html kata-kataku. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Begitulah. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. "Apa?" ia berteriak padaku. Ia ingin melompat bangkit. Tentu saja. "Biar saja. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. tapi sudah tak mungkin lagi. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya.. jelas bukan itu yang kukerjakan. begitu mungkin bisa dikatakan. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. mereka ganti bahan pembicaraan. Tapi. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. barangkali dapat kukatakan. Sekarang. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www. jalanan menyambutku. maka tak akan ada nasib. apa pun itu wujudnya. memanjang dan hilang di kejauhan. Biarkan. Namun. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. jalan tampak melebar. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. Tapi.. saat ini. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. Mereka juga menyadarinya. ke arah aku hendak pergi. hanya merekalah yang ada di sini. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. Di sana." terus kulanjutkan.processtext. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. satu-satunya ketidaktepatan.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. aku tak punya uang. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. dan semakin merasa kesal. untuk mendapatkan kekuatan. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu.Turun dari tangga. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada. Tapi.processtext. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama.

ahwal dan orang.Dan jika aku belum lupa. rasanya sesuatu sedang berubah. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. mulai bertumpuk dalam diri. suara mereka lebih rendah. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. 800-an di antaranya orang Yahudi.Catatan sejarah menyebutkan. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam.ABC Amber LIT Converter http://www. benar. mulai yang berumur 10 tahun.Jika memang mereka sampai hati bertanya. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. Lalu lintas lebih sepi.500 orang. berada di situ. dalam arti tertentu. Setelah Perang Dunia II mulai. Aku jadi ingat semuanya. dan semua yang lain.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). dokter itu. ekspresi wajah mereka lebih lembut. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. tapi sekaligus penuh seribu janji. sekarang aku tahu. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini.processtext. Di sekelilingku. satu demi satu. bintang Nabi Dawud.html jingga.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. dan semakin turun ke jalan. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. semuanya kembali lagi. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. Ibu menantikanku. Kasihan dia. tentu saja. tapi bagiku. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh.com/abclit. Ya. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. "teror dari kam-kam konsentrasi". bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Bohus. Ya. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ya. Juga di belakang sana.processtext. Dan. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. lebih sederhana. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. di atas jalan yang sudah diempas badai.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Mendadak semuanya jadi hidup. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. Barangkali. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini.html . Tentu saja itu yang diinginkannya. hidup jadi lebih murni. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. polisi Hungaria membantai sekitar 3.Baiklah. semuanya menggenangi kesadaranku. rasa siapku sedang tumbuh. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Januari 1942. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Tentu ia akan bahagia melihatku. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang.

com/abclit. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Beberapa kali kami pernah makan di sana. lantas makan siang di Nam Khe. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula.com/abclit.Titipan jendral kek.processtext. adik kandungnya. kedai murah di ujung Zeedijk. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. presiden kek.processtext. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. menurut sahabat saya. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. Agaknya pun berpikir.ABC Amber LIT Converter http://www. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang. tanpa saya maupun kangmasnya. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Sudah waktunya injeksi insulin. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. Pas buat dua orang. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya.html . Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. Wajahnya nampak selalu gelisah. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. batin saya. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Pri! Bayangkan. Dia lebih percaya. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. dia berkali. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya."Titipan Ibu Gubernur." kata Nunik.SEMBILAN ribu USDolar.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. itu urusan ipar sampean. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. Di Nam Khe. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. Sebab. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. arloji itu akan dibeli buat upeti. Kami mengerti maksud Nunik.

"Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. ini baru kehormatan namanya. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami.com/abclit. Layak ditegur-sapa. Jangan di hotel. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Tinggal menyantapnya. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Dan sekarang mereka ini. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. Itu dia." jawab sahabat saya."Maafkan. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama.html . tidak. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. pikir saya. mahal. Kehormatan besar buat Hargo."Sekarang dia menengok ke sini. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini.Nah. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. Namun sialan. Beberapa kali sudah.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Semua hotel di Damrak mahal. tidak jauh dari sini. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Bapak dari Kedutaan. Pri.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. berkerah tutup. Dugaan saya benar. Saya mengurus visa di sana. nginap di Hotel Dorin. bertemu dengan Pak Duta. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Kami adalah orang-orang setanah airnya. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. Lain kali silakan singgah di rumah saya.com/abclit.""Pakaian saya tidak begini. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Saya pun selalu bersikap begitu.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. langsung duduk di depannya.""Oh. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. tapi tak melihat Anda. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan.processtext. Pak. Pak.""Wuah. ya?" kalimatnya sangat sopan."O.processtext. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. Dan itu sering keliru.ABC Amber LIT Converter http://www.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja."Saya tidak peduli. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. tidak keliru. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Saya ingin mendengarnya. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. kecuali sangat perlu. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. mungkin sedang ngrasani kita. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe.

Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Kalau ternyata bukan barang larangan. saya menghindari rekening Nam Khe. mereka justru baru mulai.""Sampean ini. karena dia yang bayar rekeningnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Hargo lain lagi. saya pun singgah di Wan Nam Hong. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti. Haaar."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah.html saya di notes dia. Saya tentu saja mengucap terima kasih. merasa gula di darah saya kelewat rendah. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. Hargo bilang. Tak sampai setengah kilo. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik."Ayolah Zus.com/abclit." usul saya. sukar menemukan pasangan."Untuk keluarganya di Gondangdia." kata saya. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. Terus terang harus saya akui. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. "Beli prangko.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama.processtext.html . Nunik bisa bawa. Sahabat saya memang jejaka. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami." katanya. Nampaknya Hargo berlagak kaya. menunggu pesanan mereka."Mau bangkrut lu. Dia tak pernah punya kartu nama.com/abclit. Nampak bengong."Alhamdulillah." kata dia tiba-tiba. Jika saya nekat menunda makan. kan bisa dibungkus lagi. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. Saya ingat. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu."Buka saja bungkusnya."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Ketika saya selesai. Maafkan. "Hukuman berat jika ketahuan. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana."Isinya apa?" dia tak sabar. Saya jadi kurang sopan. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya.processtext. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Dia beri kita kartu nama dan addressnya.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. "Terlalu riskan buat adik sampean. Sahabat saya nampak makin kebingungan. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Hargo ketamuan. Saya sendiri tak bisa menunggu. saya keluar sebentar. batin saya. pindah semeja bersama kami. Di Malaysia malah hukuman mati.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya... Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. tak banyak punya duit. Sekadar menghabiskan waktu. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. saya akan pingsan. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air."Selamat makan. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. Saya pun tiba-tiba khawatir.. Itu Hargo tahu. "Mari duduk bersama kami di sini. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Tentu tak tahu apa isinya. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. Karton itu saya buka. Sahabat saya terpaksa menunda makan. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Jika sial. Priiii.

khotbah.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. Memang terasa melonjak tinggi sekali. kupandangi lama cuaca. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. dibuntal oleh hujan yang sebentar."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Malah ngenas.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Atau mungkin sebaliknya."Tak perlu khawatir. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Dari kaca jendela kamar itu. hujanlah yang menyertai peristiwa. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya.processtext. Saya sungkan pada suami Nunik. Namanya pun baru dengar sekarang. membasuh sedih di luar sana. Mas!" kata istrinya. Paran. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Saya tidak bisa ketawa. aku dan kamu. percakapan. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. juga dalam hal ingatan. Tidak semua gugur daun. desir angin. dan hujan yang sebentar.com/abclit. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www. bumbu mirip semur. nyanyian.processtext. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. baunya saja pun sangat nyaman. Saya melahapnya.000 rupiah.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. tapi tak bisa menahan selera.com/abclit." kata suami Nunik. Setelah sebelumnya.html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. yang kekal dalam ingatan. matahari yang tenggelam.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan di pojok entah mana.html .""Service Paspor. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. mungkin meratap diam-diam.S>small 2small 0<. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. Husaren Sla. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. di senja hari. Seperti percakapan-percakapan yang terusir. Dan ini tentang hujan yang sebentar.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal.

Di stasiun kereta api. Apalagi.html tertanggungkan.LALU aku bertemu dengannya lagi. senja dibekap cuaca yang murung. Baru setahun yang lalu. sebagaimana aku juga tidak. bukan?! Tapi bisa jadi.. mataku. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. kamu ingin hidup yang tenteram saja. segalanya butuh perhitungan. tapi aku yakin.INI juga pada senja..Tengadahlah. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. Ia agak kikuk. Kali kedua aku bertemu dengannya. akhirnya... Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. sesedih aku. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. Tapi tidak mungkin.. Sayang. tidak ada kepastian. baru kutulis nama sayangku untukmu.Seseorang mengetuk pintu. Dan kamu berubah sekejap. Hujan dengan cepat reda. Tidak mungkin. Ia rindu. tapi kuseduhkan secangkir teh. dan hujan. misalnya.ABC Amber LIT Converter http://www. pertemuan itu telah menutup segalanya. aku kira. Hujan akan segera turun. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. sahabatku. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Senja ini tak ada kepastian. Di luar sana. Kamu di mana.Aku kurus ya..html . kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia.Kamu menunduk. beberapa bulan yang lalu.Kami minum kopi. seperti yang duludulu. hanya agak kurus. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak..Ini Dede dan Kahfi. Selamat. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. walau aku tak yakin benar.. Sebentar ditatapnya wajahku.Beberapa selamat?Beberapa selamat..Aku mengangguk. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.. Sangat deras. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. senja. .. dan ini kakakku. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. Tapi lebih banyak yang tidak. Begitu singkat. Lebih berpuing dari ini. Tapi beberapa..Hujan reda. dari dulu. bahkan untuk sedikit kepastian.. sembari menunggu hujan reda. Aku tahu. meyakinkan lebih tepatnya. begitu sendu. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Aku memandang ke jendela. .com/abclit. kebiasaan buruk. dan mulai menulis.TAPI kepastian itu datang juga. juga yang berpasangan. Ia masih seperti setahun yang lalu. Tetanggaku. Belum ada tanda-tanda. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih..com/abclit. kamu.Dan sekarang. Tak semua selamat. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. Aku tahu itu. tatap aku baik-baik. di kotanya.. beberapa mengalaminya. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. aku pikir akan selamat. Aku mengambil kertas. Seorang laki-laki juga menghampirimu. ya. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. dalam tubuh yang agak basah.. Dan kita. dan rintik hujan.Aku tidak begitu peduli waktu itu. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. Mataku menatap perutmu. Semua selesai. keponakanku.Di hadapanku kini. tak kuasa menanggungnya. Kami berpisah. Aku beranjak dengan malas. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan.. Ah. selain hujan dan waktu yang bergulung. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan.Uhf. Suamimu duda. memang. mungkin karena baru beberapa bulan.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www.Aku panik. lebih nyeri dari ini. Sangat rindu. aku tak kuasa menatap matamu. Ia tidak secerah dulu. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu..processtext. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu.Ah. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.. Benar. hujan mengguyur deras. jauh-jauh hari kamu sudah enggan.Kamu!Di luar. semenjak gelengan itu. Lucu-lucu. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Aku merobek kertas yang di atasnya.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. bahkan di diriku. Dan ia menggeleng pelan. juga pada senja dan hujan yang sebentar. bahkan bila kita mau.processtext..

minum kopi hasil seduhanmu..Kamu duduk lagi.Bisa minta tolong. Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www.Aku sedang ada urusan di sini.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas.Jangan tanya tentang pernikahanku. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. aku selalu ingin kamu menatap mataku. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu.processtext... Memandang caramu menulis. bahkan aku membatin: dihajar kenangan.Aduh. Makan yang begitu tertib. Tak menahanmu. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. dan ingin juga bertemu.html . ada janji makan malam. Bukan.Dari jendela. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. kedua tanganmu pasti kotor. Pintu terbuka. di dalamnya. . ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Kuambil nasi dan makan. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. menatap buku-buku. Pagi ini aku tidur..Kamu mengedarkan pandangan. tak lelap. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Sebelum banyak bicara. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. hendak membuat kopi. bersamamu dalam bayanganku. lampu-lampu mulai menyala. Balik-balik.Kenapaaaa. Aku hanya memandangmu.processtext.. Kangen. Kamu bergetar.Harusnya aku mendekatimu. Lalu aku ingat.Kamu tersenyum. seperti sekarang ini.. kan?Aku menggeleng. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. Tapi kamu juga bangkit. sepintas kulihat. sungguh. Juga luka dan getir itu.Aku bawakan makanan kesukaanmu. kamu mulai basa-basi. Tapi kali ini tidak. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. dan kamu sesekali main di sana. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Kubaca. Sialan. mampus. Mengingatkan dulu. Mengapa jika kamu menangis. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. dan memelukmu. Aku kembali ke tempatku semula.Kenapa?Aku menggeleng.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Aku bangkit.ABC Amber LIT Converter http://www.Aku sedih. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun.com/abclit.Kamu menyeka hidung dengan tisu. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. pigura-pigura.. Sangat indah. Apa pun. Kamu juga. ya. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. dan lagilagi sesunggukan menangis. Tapi aku mencintaimu. bukan kamu. Kamu sodorkan kertas itu. yang selalu kamu seka hidungmu. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Kamu belum makan. mengambil gelas yang kusentuh. Aku tidak jadi menangis. Dan mungkin menangis.. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Apalagi hujan yang sebentar. Ah.Kamu masih gampang terharu. sudah terasa hilang sejak lama. almari pakaian.Tidak. sampai sekarang.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. televisi yang mati. Membuatku tertawa sendiri.. menghampiriku. Sebab kalau kamu. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa.html tahu.Kamu menangis sesunggukan. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. Mengambil kertas dan menulis.. Senja mulai mengetuk malam. sebelum banyak dusta. Seperti dulu-dulu. menunggumu menyeduhkan kopiku. Kututup pintu.com/abclit. tidak sepertiku. Selebihnya. dan pernah bersumpah akan mencurinya. ya?Aku mengalaminya.Aku mengangguk.Aku harus pergi.Aku masuk..Aku mengangguk. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. air mata itu.Aduh.

tepat yang kelima. Perpisahan itu tidak enak. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. Aku hendak menahanmu.html merajuk itu. kalau sudah ada keinginan orangtuanya.Kamu bangkit. aku yakin. aku balik. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Musik mengalun. padahal sangat peduli. Lagu-lagu sedih. Menatapmu. kamu tahu kalau aku menatapmu. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu.ABC Amber LIT Converter http://www.Pintu kututup pelan. Mau nggak. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. telepon berdering.processtext. istriku. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. menuju komputer. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Di seberang. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih.Sore nanti. Dan seperti tidak peduli. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.com/abclit.000 dollar AS lebih.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga.*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Tapi urung.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Aku tahu. Kuangkat. Seperti kemarin.processtext. cuaca cerah. ABC Amber LIT Converter http://www. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu.com/abclit. Namun.Di luar. Kamu duduk lagi. Brengsek. Sebetulnya. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Pasti ada yang hilang lagi.html .

processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya.html . Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. Dalam satu-dua bulan. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. pertanda musim gugur telah tiba. Di Frankfurt. kalau tiket sudah dilunasi. Pada bulan Maret tahun depannya. Jadi. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini." Seperti biasa. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Jadi. Apalagi ditambah dengan angin kencang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. ke rumah orangtuanya. Meskipun salju belum turun." tulis ayah Berbi. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman.com/abclit. Jakarta. Kalau disebutkan dalam surat. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Lagi pula.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu.com/abclit. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya.processtext.

processtext. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.. di Rothenbaumchaussee. Berbi tahu." Begitu bunyi surat itu.html Rothenbaumchaussee. Kalau toh terpaksa menulis surat." Surat ini mirip telegram saja. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan.ABC Amber LIT Converter http://www. meski teknologi sudah maju pesat. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Hamburg 1 "Pulanglah segera.processtext. si hemat kata.html . Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Tidak dengan mesin tik. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.com/abclit. Apalagi pengarang cerpen atau novel. sang ayah hanya mengatakan. Paling-paling hanya akan menjadi penyair. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Entah kenapa. Di apartemennya. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan.. apalagi dengan komputer. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Berbi masih tidak habis pikir.. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal.

Namun. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Kalau pulang. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya). pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. uang tetaplah uang bagi Berbi.com/abclit. uang 2. Kalau tidak.html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. ia mengerti perasaan ayahnya. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. yakni memintanya pulang dengan segera.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg.processtext. Oleh karena itu. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga.com/abclit.html . untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Sebagai putri tunggal. Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Hamburg 2 Memang. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang.processtext. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu. ABC Amber LIT Converter http://www. seberapa pun kecil atau besarnya. risikonya apa? Di pihak lain. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan.

bagaimana pendapatmu.html . ada yang akan kubicarakan denganmu. Ia tidak menyangka. Sebaliknya." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta. Ia tidak siap menjawab. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. "Ayah ingin tahu. kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. "Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.html "Pulanglah segera. ya." Hanya itu komentar Berbi.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. apa salahnya menikah lagi.com/abclit. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah. ya.." Hanya itu isi suratnya.. ya." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku. ia menjawab sekenanya.processtext. Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.processtext.. "Terserah Ayah sajalah. Oleh karena itu. "Oh.

. Berbi menyambung. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Ayah sudah punya calon..." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam.com/abclit. siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi. ia pun tak sungkan bertanya langsung." Ayah Berbi terdiam sejenak. Ayah Berbi menggeleng. apa Ayah sudah punya calon. Oleh karena itu. "Omong-omong. Apa boleh buat. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor.com/abclit.?" Sebetulnya. Cuma karena ayahnya sudah to the point. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www. katanya. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu.ABC Amber LIT Converter http://www." "Saya pikir." "Belum.html tentu tak perlu menikah lagi.. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.html ..processtext. "Lho. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru.processtext.

" "Normal dong." "Lho. ternyata aku dinyatakan sehat." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter. tak nyenyak.html . "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir. aku mengidap penyakit." "Tensi Ayah. Baca tak enak. Setiba di Jakarta. Pada saat lain.html Berbi. Makan tak enak. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.ABC Amber LIT Converter http://www." ABC Amber LIT Converter http://www. badanku serasa gatal seluruhnya. bagaimana?" "130/90.com/abclit.processtext. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya.processtext. Tidur tak enak. Badan serasa meriang sepanjang hari. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus. "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi.com/abclit.

"Maksud Ayah?" "Maksudku.processtext. Kalau tidak. pikir Berbi. Jakarta." "Lho. aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.html .html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng. memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi.

Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. ’Sedia payung sebelum hujan’. Kata peribahasa. "Begini. Berbi mengubah cara bertanyanya.ABC Amber LIT Converter http://www..com/abclit. kamu pasang iklan kematian untuk aku. agar tidak mengecewakan sang ayah.com/abclit." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi mengajukan pertanyaan. "Aku dapat firasat. Kemudian Berbi melanjutkan. "Lho.. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab. Kita kan perlu bersiap-siap. "Aku ingin." kata sang ayah." Graha Taman 2 Keesokan harinya. Namun. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya.html .processtext.. kalau aku mati nanti.processtext." Mereka terdiam sejenak.html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. "R. "Turut Berduka Cita". "Rest in peace".I. "Telah Mendahului Kita".processtext.processtext. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. Ayah Berbi meneruskan.P". "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit.html . "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak"." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map.ABC Amber LIT Converter http://www." ABC Amber LIT Converter http://www. "Kabar Duka Cita".com/abclit. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus.

ABC Amber LIT Converter http://www. Akan tetapi. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Telah Beristirahat dengan Tenang". Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". Berbi hanya berjanji." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. tetangga.processtext.I. "Telah Mendahului Kita". atau "R. "Kok Ayah ingin diiklankan.html . dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. "Berita Duka Cita".processtext. Firasat. "Rest in Peace". kalau aku sudah mati. "Kabar Duka Cita".com/abclit. kata ayahnya. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran." Berbi terdiam. Soekarno-Hatta. kerabat.com/abclit. aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www.P". Teman-teman.html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. sih. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati.

"Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan.processtext. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. kalau sudah sampai waktunya. atau surat.com/abclit. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya.html . Di pihak lain. atau faksimile..." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. atau e-mail. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. Dengan langkah berat. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita." katanya kepada sang ayah. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". iklan mana yang kupilih. Menurut berita CNN. atau telegram..ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi menuju Gate 1. "Pokoknya.processtext. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.html Dengan kata-kata itu. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.com/abclit.

Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan.html karyawisata ke Roma.com/abclit. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Semua penumpang bus meninggal dunia. termasuk sopir bus. Dengan nafas terengah-engah. Italia. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya.processtext. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP.ABC Amber LIT Converter http://www. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. anggun dan mempesona. Jakarta. Berbi namanya."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Tapi tidak demikian bagi Yustin. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. bunda. Meta ABC Amber LIT Converter http://www. "Bukan di situ. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Tapi luka dalam. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. mata sembab dan isak tertahan.html . tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas.processtext. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya.com/abclit. Namun. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. jauh mendahului kawan-kawan seusianya.

Buka saja dulu pakaianmu. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. memelukmu.""Apa. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.yang panjangnya selalu di bawah lutut.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. Meta?""Aku beli sendiri. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. membelaimu.."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya. atau senantiasa merasakan. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.??""Jangan bertanya dulu buat apa. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.""Meta tak tahu apa maksud bunda.. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.""Kau pasti pernah merasakan.. Meta. Sampai ia lulus SMP. Aku harus berangkat naik bis kota.Bagi Yustin. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.. sepatu.. menyentuhmu. bunda.com/abclit.."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun.processtext. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu.. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .""Bibir saya kenapa. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. rok . Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Semuanya.yang tak pernah berlengan pendek.. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit...""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www. bunda. "Perhatikan bibirmu secara saksama. memujimu. shampo. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. pakaian dalam.atau.... Ia tak bisa datang menjemput. atau sering merasakan.""Tapi."Meta terdiam. "Kenapa. Sebab nyatanya.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. bedak. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. Untuk sementara. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. justru karena ia tahu persis.. "Bunda mau bicara sebentar.""Tak usah. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah.html . betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. Sampai ia masuk SMU. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya.com/abclit. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki.processtext.html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya."Mungkin kau benar. Lalu dirangkulnya.. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. Meta..""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah. bunda.

serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya.html sejauh itu..com/abclit.. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki.processtext. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa. eyeshadow. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi.. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www. Meta. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. pujian.. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka.. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. nak. Dan Yustina tak kuat bertahan."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar.com/abclit. Matanya terpejam." "Lalu. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. Dan ini membuatnya jumawa. Dengan berbagai kecemasan. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula.ABC Amber LIT Converter http://www.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. Meta. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya."Dan Yustin tak kuat untuk menolak.. Mengamati anaknya sekaligus dirinya.. Ia pun buru-buru membuka almari. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. Tak mungkin ia bercerita. panggilan mesra. gelang. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Kapan pun. maskara. Pipinya membasah."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku.""Bunda khawatir. "Ya. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. yang setiap hari mendengar decak kagum..Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. Ketukan pintu membuatnya kaget." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir.html .. giwang. Badannya besar dan kekar. kalung. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir.. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. blush-on. siutan panjang.. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. eyeliner. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. anting. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. Bunda cuma khawatir.processtext.

"Halo. Oke. dan berucap. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. Tapi.PADA saat itu. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. langit menulis kata-kata itu. oom. seorang lelaki Indonesia. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara).processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Dina tahu Bram ada di sisinya. Kamar 501.. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas..html .?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Kamar Masmu memang jorok. minta aja kunci ke resepsionis. "Kau bicara sama siapa. Bram."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah).html lirihnya.JALAN-jalan. dan kesedihan adalah milik mereka. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. Sekarang aku sudah di kamar.. Itu rasanya tidak mungkin.. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. lebihlebih. kalau kau punya suami. Meta?" Jakarta. ya?" "Sebentar. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. aku cinta Bram. bersihkan sarang laba-laba itu. di halte sambil menunggu bus. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. Dina membawa sebuah buku. aku cinta Bram. Kala mendongakkan kepalanya. aku cinta Bram. harapan. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. Dina menikah dengan Bram. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih.com/abclit.processtext. "Kubisikkan pada mereka. "Non. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang.com/abclit. ketakutan. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.

kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. aku tidak pernah mengurungmu. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku.com/abclit.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Hal ini dibicarakan dengan Bram.processtext. tiba-tiba Dina tidak tahu." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. untungnya aku datang. Dia merasa. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. sebisa-bisanya. "Nduk. apakah dia masih mencintai Bram. Karena semua orang bilang. kami bersabar!"Dina tidak sepakat.Anaknya lahir dengan sehat. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. Ia menampar habis-habisan sulungmu. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani.Kemudian dengan bayinya. "Kuberikan diriku.Malam itu. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. Dina mungkin capek. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. tapi untuk keluarga. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. ketika selesai menyetrika. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. kamu depresi. Langkah satu.html kandanganku. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. cintaku kepada sulungku dan Bram. Dina menyanyi. Dia naik ke lantai dua. "Din. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. setamat sekolah pulang ke Indonesia. tapi mengantarkan kamu ke psikolog."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. perceraian. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. hal itu diomongkan kepada Bram. sebaiknya minum susu dan aspirin. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. sebenarnya Dina merasa."Ibu memeluknya. waktuku. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. bukan untuk diriku sendiri. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. yang kemudian menjadi suaminya. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. Namun.Dina menjerit-jerit. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Semua perabot rumah. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. Sekarang.html ."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. menari. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya.SUNGGUH. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari.processtext.com/abclit. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya.DINA menyusun rencananya.Langit di sana diam-diam saja. Mereka sama-sama bekerja keras.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. Tiba-tiba di ruang ini terdengar.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.ABC Amber LIT Converter http://www. Dina duduk di ruang tamu.

saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka.""Kau tidak mencintaiku lagi. Memang ada ekspresi cinta dari Bram. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu.Sampai di rumah ini. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini.processtext.processtext."Dina diam saja. selamat tinggal. perasaan dan pikirannya. Dilihatnya Bram dan anaknya.Dina menangis. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain).Kesedihan. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. Bram berkata pelan-pelan. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. Kamu masih dalam proses penyembuhan. mengirim cintanya lewat telepon. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Bram berdiri di antara tetangganya. "Saya harap. "Sudahlah.com/abclit. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). harga obatmu sangat mahal. "Ibu. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. Dina berkata pelanpelan."Ibu memeluknya. Dina tidak ingin peduli. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. tapi harus dihormati). "Pa. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. mereka berdua melenggang ke kota lain."Bram. Padahal. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. Sebetulnya. ketika Dina merasa pusing yang hebat. turuti sajalah apa kata dokter. ketika kita baru saja bertemu di halte bus.html .html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. ayo tidur.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. "Din. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Beberapa tetangga berdatangan. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. Din. karena tanpa tugas-tugas itu.com/abclit."Bram melihatnya lekat-lekat. "Ma. mereka adalah laba-laba ganas. Dina jijik dan sekarang.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya.Akhirnya. Dina mengatakan kepada Ibunya. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. anaknya. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. yang sampai pada saat ini. Bram yang seharusnya merawat. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. masih menjerat seluruh tubuh.""Jadi. "Nduk.ABC Amber LIT Converter http://www. kasihan anakmu.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba.

Namun. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. mereka akan datang menjemputmu. Ketika si Upik masih kecil. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Dina menganggap. berdiri tegak umpama dari landak. cukup dengan berkata.Malang. lalu tumbuh berpasang-pasang. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. dan turun dari kandang berkembang-biak. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. Dan jaring labalaba itu. semuanya selamat dierami." maka. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. "Ayam ini untuk si Upik. dua-tiga butir yang dierami. orang-orang percaya pada pertanda. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. cukup angin saja yang menyibak. Merimuk saja di sudut kandang.com/abclit.Akan tetapi. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. menampakkan wataknya yang keras. ajaib. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. kamu sudah sembuh. ABC Amber LIT Converter http://www. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan.com/abclit. Atau ada yang sempat bertelur. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik.html Bram dan anakmu. Rambutnya kasar seperti ijuk. Konon. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya.processtext.Demikianlah. pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.html . mengejar-ngejarnya. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. kanan dan kiri. Ia bercita-cita menjadi tentara. Tanpa harus menguak dan meraba. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. Dan kenyataannya memang demikian.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. bakal cepat berkembang. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat).

Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Setiap tanda jadi tanya. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. Tidak. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". tamat SMP ke SMA. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. tak perlu menunggu tamat sekolah.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. Dan semua ternak diterima Ayah. ayam-ayam berkotek di kandang. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk.. Tak hanya kambing. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala.html . bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. turun-temurun.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Berhujan-berpanas sudah biasa. Maka. setiap isyarat jadi sebab. Tak perlu menunggu lama. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan.processtext. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. ternak si Upik memang berkembang-biak. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala.com/abclit. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. sambil menyibak pusaran rambut itu. ya.processtext. seorang sahaja di tengah padang. Alangkah indah dan menyenangkan. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga. Ayah tentu merestui.com/abclit." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Berbeda sekali dengan si Upik. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. berkat tetua yang pandai membaca. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. pusar-pusar ternak itulah. di usia sehijau itu. begitulah keadaan diri si Upik. nanti mendaftar jadi tentara. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. Karenanya. dari ayam. baru akan naik ke kelas enam saja. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Menjadi adat orang seranah. tiada dua. berkah dari adat yang bertuah. Upik merasa tersanjung.html dan Ayah merestuinya. "Anak gembala. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati.ABC Amber LIT Converter http://www. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya.. tanpa pernah berunding dengan dirinya. sapi dan kini kerbau. tapi bermacam-macam. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Dan. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. Sendiri memintal hari. mencari kutu. Sungguh menambah beban. dan ia tak peduli. tidak berbaju buka kepala. sekolah si Kandik harus terus disambung.Pagi-pagi sekali.

"Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. Selalu. orang mahfum. "Panen gagal. tak sekadar membentak tapi menggampar. diserbu belalang dalam semalam. ia dengan nyentrik bilang. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih.. kurus dan menderita. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat.html . entah kenapa. dan berseru di tengah padang." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Isi ladangnya tak pernah jelas. Dipijatnya kepala Upik di sana. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. ia lihat wajahnya.com/abclit. Perutnya mual. O. kecuali dari Pak Kudun!Ah. ayah butuh seekor kambing!" Maka. ABC Amber LIT Converter http://www. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas." Lama-lama. mampir sebentar dan bercakap. bangau-bangau itu lantas menjauh. Wajahnya bersih.processtext. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh. dengan sekali sentak. Ayah menyeretnya ke belakang.. kawanan bangau yang putih yang suci. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan. Dengan satu sentakan. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. yang menjadi latar perkampungan. ketika seseorang datang berseru. "Upik." kata Mak kelu. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. ingin muntah. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Ia merajuk. berarti menantang adat dan kebiasaan. dijambak dan diacak-acak. Upik. Dan petang itu. Membuat si Upik tak nafsu makan. juga rambutnya yang kusut. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. Maka. begitulah.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. menyejukkan. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. "Hampir panen. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. kakak-adik. "Kamu sakit. Pik. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang.. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. apalagi mereka tak punya anak.com/abclit. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. tapi sudah cukup akrab-bercakap. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun.. patuklah pusar-pusar di rambutnya. Sebenarnya.processtext. mungkin juga seorang bandar!). Tak tergurat tanda amarah. dengan kumis melintang. melainkan dampratan dan umpatan. apalagi si Upik. Di kubangan. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. Mengobati sakit dan lelahnya. itulah yang utama. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang.ABC Amber LIT Converter http://www. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. dan Mak tak kuasa membujuk. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. "Kamu mesti berangkat. rasa diperhatikan dan penghiburan. Dan penuh perhatian. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang.Tapi Upik menyukainya.html keterlaluan. tapi bukan penghiburan yang didapat. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit.Terhuyung Upik meniti pematang.

Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. Upik ingin tak mengenang. Dan Upik. Maka. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Terima kasih.ABC Amber LIT Converter http://www. mengancam. lantas si Upik berlari menuju ke sana. dan Kandik segera mengejar.. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik." Pak Kudun tak melanjutkan. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. seperti tersadar.. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian.Tabiat buruk Ayah kian menjadi.Upik menggerakkan kedua lengannya.processtext. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah.com/abclit. Ayah lalu berbalik langkah."Dan kau."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. irama itu terputus tiba-tiba. Upik merasa lengang tiba-tiba.. iramanya melengking tinggi!Tapi. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. dengan tatapan orang yang minta diri. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. orang tua penuh perhatian. meniup puputserunai batang padi. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya. Gadis itu terpana diam. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam.processtext. tidakkah juga.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang." katanya dengan suara bergetar. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Yang jelas. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Pak. Keduanya bersitatap. Mak. dialasi tikar. "Sudah lumayan enak. Ah. "Mbheeeeekk. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Cepat Upik berlalu..com/abclit. dan merasa agak enak sekarang. untuk kali itu. Sebelum pergi. "Awas. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. dengan ucapan yang tak selesai itu. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Pak Kudun memandangnya. Lantas. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. dan berteriak seperti biasa. Tapi.html Apakah sekadar mendapat teman bercakap.html . merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. "Upik. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. Dan karenanya.. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan. Batal ia mengambil mangsa.

Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam."Tenanglah. Ia ingin menjerit.. semakin bebal.html yang sedikit terbuka. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya.2. sesuara lebih dulu menyentaknya. hantu. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor.com/abclit. Awas.processtext. berpulun kain sarung. Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan..PETANG itu. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Kita ke ladang saja sekarang. Pusarpusar. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu.. Iya 'kan?"Begitulah. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. kalau Ayah sampai tahu. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.. melainkan datang dengan ancaman yang sama. berarti kau yang memberi tahu. 2002Catatan:1. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Yogyakarta. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik.. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa.. baru beberapa langkah..Upik beranjak ke arah semak-semak. tenanglah. Sistem paroan.com/abclit. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. Senja mulai turun. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.html . ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. Ia ingin menyelinap ke semak-semak... Namun. Ayahkah. Tinggallah Upik dengan hati senyap. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. dan kalau nanti Ayah datang mencari. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. "Upik. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi setidaknya. si Upik melepaskan jerit. atau.Rumahlebah. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. meski sulit dipercaya. bukan mengembalikan mangsa. Semakin tebal. Upik. Tetapi." bisik Pak Kudun.

.processtext. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi." kata Kupu-kupu. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. nanti dulu. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. Sampai nantiiii. Mau dengar nggak?" "Maaf. Ayah dan anak. Dua lelaki." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana." "Dua orang kataku. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. ada apa ramai-ramai. Ceritakanlah." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya.. Bahkan dalam tidur pun. aku pergiii!. sekarang. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. "Jadi ketinggalan berita.processtext. Aku telat datang!" pintanya kemudian. Kelihatannya ada jalan keluar. peristiwa apa sih sebenarnya. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu. Oya. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. Kupu-kupu tampak berpikir. Seru sekalii. Kai. aku malah hampir lupa. maaf..com/abclit." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. "Cerewet. "Cuma. aku masih agak terganggu sampai sekarang." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. ceritakan apa adanya saja.. nanti saja ceritanya." kata Kupu-kupu. maaf." "Begitu?" "Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Ceritakan dong.. "Lho. hingga kemudian. Di antara tiupan angin yang membawanya. Tangkai akhirnya mengangguk. Edisi 01/05/2003 "KAI. Ah. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu." kata Kupu-kupu. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. ada angin lagi. "Sudah risiko. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. Agak sedih malah.com/abclit." beritahu Tangkai. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. Pu. karena tadi terbawa angin. Aku baru terbang dari luar kampung sana. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. tenang dulu. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. "Demi persahabatan.Aku juga tidak bisa cerita banyak. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. Masalahnya. Bukan ingin tahu pendapatmu. Hm.." kata Tangkai.html Sumber: Kompas. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak." kata Kupu-kupu. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. Aku belum mendengar apaapa.html . terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. "Nanti dulu. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. "Wah. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. tadi lebih pikuk.. Melihat Kupu-kupu datang lagi. "Ya." "Mau dengar nggak?" "Maaf. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. "Wah wah. "Nanti. tidak begitu. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang.. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu.." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf." "Kok berkomentar lagi.." katanya. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. teruskan ceritamu. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas.

. teruskan. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai.. peneriak. kemudian ikut berkelahi. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. Tapi perkelahian masih berlanjut. dan menghilang ke ujung jalan sana. Bisa kau bayangkan.. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai." kata Kupukupu. kok biasa saja.. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar." kata Kupu-kupu. Polisi semakin banyak berdatangan.. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Darah berceceran di mana-mana. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. "Wah. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai.." kata Kupu-kupu. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. "Pergi juga tak apa-apa.. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. tak tak puas." kata Tangkai. Biar informasiku lengkap. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan." "Karena mereka saling memanggil begitu." kata Tangkai bergoyang.. Di sini nggak ada enaknya. "Ya. sama-sama meninggalkan kerumuman. Jangan pikirkan si Capung." kata Tangkai. lalu menaiki sebuah angkot." kata Kupu-kupu. Lalu kau dating.. "Terserah.. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. "Nanti dulu. Pukul-memukul. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. maki-memaki." "Apa itu?" "Kedua lelaki. Para penumpang yang ditodong melawan." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. Ayah dan anak dikeroyok. "Iya." "Itu dia. "Maksudku. Hing. "Jangan di sini." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. "Kukira ada hal yang luar biasa. penginjak." kata Capung. Begitulah. "Ah. "Itulah. Bus-bus berhenti.processtext. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Setiap mata. setiap hati. teruskan ceritamu. "Oohhh.com/abclit. yang diteriaki.com/abclit." lanjut Kupu-kupu. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Cuma kejadian sederhana.. Hinggaaa. "Itulah. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian.. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Tak ada yang mengejutkan. "Sudah. hingga tembak-menembak. "Ya dong. Lalu tentara datang. "Ya. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Akhirnya tak jelas lagi.. "Begitulah.. Para penumpang menontoni. yang ditembaki. teriak-meneriak. Hinggaaaaa. Polisi datang dan melerai. akhir dari kejadiannya.processtext.html . Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Kok kamu tahu mereka ayah anak.." kata Kupu-kupu. Bisa kau bayangkan. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. penembak.. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan." kata Tangkai. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu.ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu saja. Nafasmu nanti habis. setiap penilaian." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. ABC Amber LIT Converter http://www. lempar-melempar. Atau malah kurang seru. tahan dulu." "Hussh! Hussh! Kau.... Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. yang diinjak.html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal.. setiap kepala. Jalanan benar-benar macet. Dia tidak begitu hebat. Kejadiannya berjam-jam. "Sudah. "Kuringkas saja. tikam-menikam.. tahan dulu. masing-masing akan terdengar khas. Itulah ringkasannya. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte.

atau memang sudah mati percuma. dan Brunei Darussalam." "Aku kan Kupu-kupu pintar. Rembang." Tangkai bergoyang. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. dan Pati akan panen order dari Thailand. Tak percaya oleh kenyataan. Atau menutup berbagai lokakarya. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Daaag." "Terserah kalau begitu.ABC Amber LIT Converter http://www." "Daag. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. Tukang-tukang kayu dari Jepara. sudah pingsan berdarah-darah.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. Tahun yang sangat ditakuti.processtext. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga.processtext." Pada tahun 2003. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. Masih cukup dekat dari halte.html . si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara.com/abclit. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Sampai ketika kedua orang itu.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. ayah dan anak. namun sebagian lainnya tak perduli.. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. menceritakan hal sederhana. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya." kata Ayah. Ya. Kalau tidak. katanya lagi." "Wah." "Yuk. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. dan sekaligus dibanggakan. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. kau seserius. membawanya. Singapura. Pada tahun 2003. bagaimana kedua orang itu. menonton sejenak.Pada tahun 2003.. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. yang masih dapat dimanfaatkannya. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu.com/abclit. Lunglai. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. Tentu saja. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana.

Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Tetapi. Kesehatannya tampak terganggu. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. Itulah nama Latinnya. berbuah maupun tidak berbuah. cinta pada kebenaran. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Tiga anaknya berkumpul. Pendeknya. pada disket. pohon lontar itu. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu.html . tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. katanya. Turuti saja panggilan sinarnya. hidup ini perlu penerangan. Kami tak mau mengecewakan hatinya. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Ya. Setiap benda itu. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar. Bukan hanya Bulan. tapi hitam legam di panggung sejarah.com/abclit. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. juga punya karakter universal. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Dulu. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. maupun indeks gabungan harga saham. akan mati. "Lontar telah pergi.Bukan hanya gelap gulita. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris.html lagi.processtext. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. ***SEPULANG pidato.Sepeninggal pohon lontar. dan cinta pada pengetahuan. kebanggaan keluarga kami. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Tapi.processtext. cintamu juga harus lebih canggih. sekarang pohon itu tak ada lagi. Belum mengerti pasar modal. tapi juga tahun 2003 itu. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. banyak orang belum siap. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. cinta pada anak-anak. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Kini komputer menggantikan perannya.Makanya. Sekarang pada layar monitor." nasihat Ayah seperti berpuisi. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer.Aneh banget Ayah itu. Kini menunggui Ayah. Ayah tidak berdiri di sana. yang buahnya segar. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. punya karakter lokal dan manfaat lokal." ujarnya kembali berpuisi. Ya. semangat hidupnya seperti menggelegak. fluktuasi harga. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal.Aku sengaja mendampinginya. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Universalitas ini yang penting. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. pada hard disk. Bukan. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. kata Ayah.ABC Amber LIT Converter http://www.Namun. Sepeninggal lontar. cinta pada keindahan.Anak-anaknya berkumpul. hari-hari kami seperti lebih teduh. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. seperti yang semua sudah tahu. Tahun 2003 sudah datang. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. itulah pohon tal.Borassus flabellifer.com/abclit. Seolah-olah bersyukur. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. Ayah bergumam. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. cinta pada Ibu. Cinta pada pohon. siwalan alias lontar. tiga anak-anak lontar yang setia. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Padahal.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www. melalui jendela yang terbuka. Yang daunnya berbentuk kipas. Matahari tidak langsung memancar dari langit."Makanya jangan melawan Rembulan. adalah tulisan. cinta pada Tanah Air.

Ia menggiling beras untuk petani setempat. Air mukanya tidak pucat lagi. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Ayah tampak sedikit tenang. Sekali dilirik. taman. guru sekolah dasar luar-biasa. aku terbangun. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. Tak ada cetak biru.processtext.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Meskipun jalanan berbatu.***MALAM sudah larut. Batangnya kuat. ibumu tahu. Ia bisa tumbuh di mana saja. Semua anak Ibu tahu hal itu. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun." Ayah mengigau lagi. Apakah mereka harus dikabari. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. anggun. baik sipil maupun militer. semua laki-laki. yang telah duluan meninggalkan kami. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. juga di jendela kamar Tante Yetti. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Tapi malam ini. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Ada Garcinia mangostana. Ia cuma melayani dan melayani. tentunya. katanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. kebun. Ya. Ia akan menyusul pohon lontar. yang sudah punya tiga orang anak. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Aku teringat perempuan tinggi. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. belum pernah bicara. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. juga tapak liman dan tempuyung. atau mungkin juga kecapaian. Garcinia porecta! Manggis hitam. Tapi.. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. bahkan di semen sekalipun. Dini hari betul. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. Memang ada banyak macam manggis."Ibumu tahu. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas.html kabupaten Klaten pun. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. bisa teringat selamanya. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa.."Jangan melawan sinar rembulan. elegan. Bukan hanya tapak dara. dan nyeri perut. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. pribumi maupun Tionghoa. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini..Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Tapi. kukuh. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. dan terlalu merdeka. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Daunnya tebal. Setiap orang punya perlambang sendiri. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. aku curiga.processtext. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Anak-anak sudah tidur.Hidup ini seperti sebuah lapangan." Ayah mengigau lagi.html .com/abclit. Tak ada action plan.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). mendengar Ayah memasukkan sepeda. Napasnya semakin jarang. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. blue print. Tapi. atau mungkin hutan bagi Ayah. obat batuk. Napasnya normal. ada Garcinia dulcis. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi.com/abclit. lalu sunyi lagi. berkilat-kilat. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi.

" Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu.com/abclit.Namun. teguh dalam badai. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. barangkali. aku terbangun. tetap saja tidak bisa.Aku senang Ayah banyak membaca. Ia terus tumbuh ke langit. kira-kira pukul empat pagi.html tekun. dan American Family Therapy Academy. Ia tidak takut cahaya Rembulan. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. kegemarannya makin berkobar-kobar. kakak dan adikku. Ia pohon asli Indonesia. Atau ada "rembulan" beneran. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. sadeng. aku. Makin tua makin rajin belajar. ABC Amber LIT Converter http://www. Bahasa itu. Tetapi. bila rajin buka kamus. mungkin juga kurma. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. dan si kecil.html . Mungkin Ayah lupa. dan berbuah. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. menurut ayahku. terkait dengan pemahaman ekologi. Borassus flabellifer yang kuat. tingginya bisa 25 meter. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. meskipun tinggal di dusun terpencil. siapa yang mau melawan?Yang terang. Wajahnya pucat. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Napasnya kembali tersengal-sengal. tapi menyeramkan. ketika matahari terbit. kami tidur di sekeliling Ayah. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. Kalau sedang pelit. Bukan nyeri. tapi siwalan. mirip seperti Ayah. yang bungsu adalah pohon salam. Lewat tengah malam. Sebaliknya. Buahnya banyak. Ia bisa jadi palem raja. membaca berbagai koran dan majalah.ABC Amber LIT Converter http://www. kini menjadi yatim piatu. Semua dilakukan dengan senang hati. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. persis seperti tertulis di sini. "Jangan melawan Rembulan. dan seindah-indahnya.processtext. sejak 1977. kakak memilih jadi asam jawa. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Aku membangunkan adik-adikku. Sejak ada komputer. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Terserah pada kami. kelapa sawit. Satu per satu. Kami tidak boleh berargumen apa pun.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. tumbuh rajin. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. Ayah seperti batuk keras sekali. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris.com/abclit. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Tamarindus indica. makin ingin tahu. Mungkin juga lontar. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Aku pohon manggis hitam. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. atau palem puteri. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. bila Rembulan bicara. Atau kelapa. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. Bahasa itu harus dipelajari.Aneh. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. berpusat di Miami Florida. lindungilah Ayah kami. Melalui Internet. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. Rumah sakit mana saja.Si pohon asam jawa. cantik dan setia. kami panggil suka-suka kami. berkembang. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. seperti ibunya. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. Ia mengingatkan orang pada AFTA. siapa pun Rrembulan. sepertinya semua baik. Pencipta alam. Kalau sedang pemurah. tidak bisa diajarkan.***PUKUL setengah enam.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. ada atau tidak ada AFTA.processtext. anak-anak siwalan ini. ia mirip palem raja. Sekarang juga. sekali! Ibu bukan Rembulan.Sayangnya. Nama latinnya Syzygium pollyanthum.

meremang.html . Tetapi. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Juga sayup jerit. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Tetapi. itu siasia. Tetapi. Lama. kursi. Lalu. Menunggu seseorang membuka pintu. Lalu lengang. "Jangan takut pada hutan. pintu itu belum juga terbuka. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Ruang tamu itu kosong. Tetapi. Mandilah dengan air hangat. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. cermin asbak. Tampak kotor. Ia terus melangkah.ABC Amber LIT Converter http://www. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. dan akuarium. Ia tampak takut. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras.processtext. Di dahi. Langit bergetar. bagai habis terbakar. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Ia terus berdiri.. ia masih berdiri di depan pintu.com/abclit. vas bunga. begitu miris. ada atau tidak ada Rembulan. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Dingin menembus tulang. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Lama. Dan ia masih mencoba menunggu.Gemetar ia melangkah.Namun. menjijikkan.processtext. entah dari mana. Sulur laba-laba menghiasi tembok. tapi niatnya tak surut. Katanya juga jelas dan tegas. sepi. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. almari. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka.com/abclit. Mengedarkan pandang.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara.." Atau kecupan mesra di pipi. Mai? Kau tampak capai sekali.Malam merayap. terdengar berulang-ulang. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Meja. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Berdiri gamang di depan pintu."(Sebagai ziarah abadi. Masih menunggu seseorang. untuk Muhammad Saleh Kismadi. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya.

dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Ia ingin menangis. Ah. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi.-ah. Mama. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan.***BAYANGAN itu begitu kental. Tidak lama kemudian.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Malamnya ia nyalakan lilin. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Foto itu buram tertutup debu. mengumpat penuh kebencian. Melotot. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Membuat tenaganya sesaat lesap. merunduk. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Berteriak serupa kesurupan. tiba-tiba ia tersenyum tipis.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah.html gerutan kasar di tembok.com/abclit. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. "Tidak! Itu masa lalu. Ia jongkok. namun air matanya enggan tumpah.processtext. Tetapi. Mengatur napas yang mendadak sengal. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. menggigil ketakutan. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Wajah-wajah beringas. Juga suara orang-orang itu. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Hingga bulu kuduknya meremang. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. ya. urung. Lututnya bergetar hebat. Ya. Membuat ia kian gemetar. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Ia sangat tersiksa. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Tetapi. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Dan darah. ingin mencium bercak darah di tembok. mengusap-usap dengan jemarinya. Keringat di dahinya kembali berleleran. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Di lorong jauh. saat ini. Tetapi. Tenggorokannya seperti tercekik. Ia ingin berontak. dan dirinya tampak semakin nyata. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya.html . hingga wajah Papa. menepiskan tangan.Ia melangkah menghampiri foto itu. Semua itu begitu jelas terbayang. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal. Malam kian mencekam. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah.processtext.com/abclit. menggeleng pelan. Mengkilat. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Ia lupa. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. Mata-mata merah. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling.ABC Amber LIT Converter http://www. memaki. berteriak. Di situ ia kembali terpaku lama. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Ia masih ingat. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Lalu tawa mereka. Malam kembali senyap. berteriak. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Ia mengenakan toga. ia ingat. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. tubuhnya huyung seperti mau roboh.

Ia ingin mati saja. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik.Ah. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. namun selalu gagal. Gamang. berkilat-kilat. Begitu kuat.processtext. kusut. Sebentar lagi pagi tiba. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Ah. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Berjam-jam. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Menyusul Papa dan Mama. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu.processtext. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. juga segelas susu. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Tetapi. selain tampak kotor berdebu. menenangkannya.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. harganya pun pasti mahal. Sebelum orang-orang ke luar rumah. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. sopir taksi itu justru tertawa lebar. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. piring. bocah laki-laki tampan. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. ia takut. miliknya.Akan tetapi. Waktu beringsut cepat. Letih. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Hingga ia pingsan. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. perlahan-lahan tenaganya pulih. sendok. Memberinya makanan enak.ABC Amber LIT Converter http://www. Jantungnya berkeretap kuat.Mula-mula taksi meluncur cepat. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. mengusap-usapnya. Entah apa. Juga sprei di atasnya yang acak. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Mata mereka menyala. Itu adalah kamar miliknya. mangkok.com/abclit. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. tumbuh.com/abclit.. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. almari. mengeluselusnya. di sebuah kamar hotel.Namun. Ia sangat ketakutan. Ia terus hidup. Selain itu.Lima jam setelah kejadian itu. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap.. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Dan seperti tanpa sadar. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa. Menenteng kapak.html . ia terlalu letih untuk terus melangkah. Tetapi. Tetapi. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. Juga gelas. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Pelan ia merapat tembok. Tetapi. Bergiliran. Meja. Tetapi. Terus tumbuh. kursi. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. rak buku. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu.

belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. Inggrisnya beraksen Amerika kental.processtext. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. Ia bertubuh tinggi semampai. Jadi. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. it's mine. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. sumber wangi aroma melati. suaranya lembut. panjangnya sebahu diurai lepas. "Hello. Dengan kalem ia menutup bagasi. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas...com/abclit.processtext.html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. rupanya dialah si peri. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Pikirku spontan. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.html . cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. ketat.. karena action Si Peri. Perilakunya santun. Kata temantemanku. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat.com/abclit.Yogya. warna merah darah. Rambutnya hitam legam.ABC Amber LIT Converter http://www.Tetapi. Itu. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. Bisa kupastikan. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah.. bergaun panjang. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. melainkan. Sorry!" kata Si Peri. *Depok . bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. Ia lalu kunamai Si Peri. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. Tetapi.! Yes. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Ternyata seat-nya nomor 10-B. Paha itu menjadi perhatian banyak orang."Number tenbi. Edisi 12/15/2002 OHHHH.Ternyata. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. 1998-2002 Kepada Tiankong. berkulit warna almond.

nenek Anda."E. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar.. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. Langit Yang Jauh. "Jadi.com/abclit."Ke Batu-Malang. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan.. kembali berbinar.. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. maksud saya. karena aku sedang memikirkan profesinya. Maksud saya Peony Wu. Itu. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok.. pertanyaannya mengejutkanku. ".." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. kulanjutkan dialogku dengannya. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta... ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok."Maaf.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Biasanya. Apa sih profesinya?... di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. karena kecintaannya terhadap Indonesia. seindah Surga. Tian-Tiankong itu artinya Langit. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok.. Tapi.processtext. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku."Maaf. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia.. "Hem.Miss. Nah.. Maka..." ia memenggal kalimatku."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. "..Aku bingung. saya tidak tahu!" aku berterus terang. "Jadi. bisa juga dimaknakan Surga. karena penasaran. Tetapi."Yes! Anda cerdas."Yes.. Sungguh. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. "Itu. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. karena alur pembicaraan saya rancu. saya mau ke Langit. Sedangkan kekikukanku kali ini. ia terkena PP-10."Ya. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. sorry."Tentu saja Anda tidak memahaminya. menahan tangis. Di kota itu nenek saya lahir.""Nama saya Peony. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku."Sama. Aku tidak memahami alur pembicaraannya.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. saya berbahasa Mandarin.. Ini menyangkut sejarah. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. Materinya terlalu panjang dan rumit. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. saya mau ke Jakarta. tahun '62. dari mana saya harus memulainya. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak..ABC Amber LIT Converter http://www.html kekikukan yang biasanya kurasakan. negeri yang kata waipo-ya.. maafkan saya."Nah. nenek saya termasuk di dalamnya. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. Saya suka.. ia dagang palawija." ralatnya. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh.. Ya." mata Peony yang semula redup. di Surabaya.. Itu. Nenek saya bilang.tapi. Maka. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. Ironisnya. Setelah menikah. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www.html . aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan.""E. Yang saya tahu. ya kata nenek saya.processtext."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI.com/abclit. Miss Peony. karena saya tidak tahu.ee. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum.. sambil mengguncang-guncang tanganku.nah. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya."O. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu. memberi makan para pejuang.

bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. "Oiya."Ohhh. Ia memilih tinggal di Indonesia. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku.. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. usianya 38 tahun. lahir di Macao.."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. Kabarnya.Malang. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh." sambung Peony tersenyum getir. Kemudian. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.. untuk melaksanakan li bagi neneknya. ia lalu berpesan. Sayangnya. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. "tapi. buka butik!""O. Tetapi kedua anaknya hilang. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong.com/abclit. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. akhir Oktober 2002 Lebaran. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya.ABC Amber LIT Converter http://www.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. Untung.. ketika meletus G 30 S PKI. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Jadi. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Suatu tempat yang ia rindu-kan. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao." tanggapku serius. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. Maka..html membuatnya gamang dalam menjalani hidup.Jakarta. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. Itu. ". Jangan. "Nenek saya ada di sini. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi.. makanya Anda modis." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas.html . besar di Amerika.processtext."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu. Ia lalu mengajakku ke Batu.com/abclit. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat."Ya. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok.di Tiongkok. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah." Komentarku tentang dirinya. Anda jangan bercanda. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.." lagi-lagi ia memandangiku.. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya.!""O. Katanya. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. tempat itu sangat indah bak surga. Jangan."Saya tidak bercanda. Ia takut. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu..""Ah... saya sekarang punya usaha di Singapura. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. usianya 78 tahun. Kemudian.

sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Selalu.telah menipu. bawa uang. Dulu.000." "Dah. Lelap saja. Mak. menatap ke arah Openg. Jangan khawatir. ***MENGGILING. Edisi 12/01/2002 AIR.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Mak. Begitu aku pulang. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Kue dan baju. Setiap gerakan. Mak! Dan ketika aku pulang. Bagi Openg. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. mandor itu.com/abclit. ***SEGALANYA? Entah. Tolong. tak ada gelombang. di jermal. setiap tenaga yang ia keluarkan. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali." "Tapi . telah menipuku. mengepak-ngepak. Di hadapan mereka. Tatapan itu. itu tepat jelang Lebaran. Openg terbayang Atin. Gelombang membalik. Mak ini bagaimana. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. betapa meletihkan. Untuk toke atau cukong saja. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Amri. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Dengan napas masih sesak. Mata itu.processtext. Bohong. Dua bulan... Bang Tohar. tetapi semua sia-sia. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www." "Tapi..ternyata Mak benar.processtext. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. tak usah mimpi. Jadi. Dibukanya mata." "Ya. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya.. dilihatnya Ucok.." "Aduh. Wajah Atin. Mak bisa ke Malaysia. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. kalau Rp 200. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran.000. bilang hanya Rp 200. "Sudah. kata Mak. Segalanya. mengangkat. butuh Rp 500. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Tetapi. Mak ragu. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. Wajah Mak. Pulu.." Mak masih ragu. Beli baju." "Ah.. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai.. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya.. "lebaran! Kita bisa buat kue.com/abclit. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau.000. Tetapi... Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar.. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. masih terbatuk-batuk. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Tenang saja.. kalau kebetulan tak menggiling. itu bukan mimpi pertama.000 per bulan. tak pulang-pulang. apa itu? Di tengah laut. Tak sampai dua jam.. dengan pandangan masih nanar.. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam.. Tangan kecilnya menggapai-gapai. yang jelas.. Empat ratus ribu rupiah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita bisa. Openg terus terbatuk. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur." Tapi.. Gelombang. terbatuk-batuk. melambungkannya ke permukaan." Atin menyela. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Betapa cepat. Dan. Kenapa bisa datang berkalikali. Sudah berkali-kali." "Tapi. Ah-ah. hanya dua bulan. nanti. artinya menarik jaring. Bagai tak ada antara.html . dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. Sebaiknya kau tak pergi. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. telah tiba saat menggiling. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Orang-orang dewasa itu.. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang... Orang-orang itu. Betapa melelahkan. Janjinya. Dua jam itu. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Jermal. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak.

gempal. Napasnya mengoar. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil.. kata orang-orang. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.ABC Amber LIT Converter http://www. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. membungkam mulutnya. Openg ingin berteriak. Matanya menatap ke sana.. ingin memekik. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. Openg mendapat cerita lain. Tak tahan-dan tak percaya. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah.. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut...... melambungkannya ke permukaan. kalaupun cuma menggiling. Tentang Mak..html ... menggigil. waktu itu. kenapa mereka. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Busuk. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. benci.. berjalan menghampiri bocah itu. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. kau hanya boleh bawa seratus ribu. Dan. Gelombang membalik.. Kata Amri. bergegas mencari Bang Tohar. tak ada yang namanya puasa. Betulkah? ***HARI ini. ternyata tidak. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. Kenapa. suka. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya..com/abclit. mengangkat.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. si juru masak.. lima hari menjelang lebaran. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama. Tatapan itu. Tentang uang yang. Kepalanya jadi sering pusing. pulang?" Bang Tohar berdiri.. Openg takut).. Jadi. kasar. Tentang Atin yang ingin sekolah. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Tetapi. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. yang tak berhenti sakit. Delapan mil. Ah Mak. Tentang begitu pentingnya uang." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. Openg tiba-tiba takut. bertemu Atin..processtext.." "O. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak.. Nenek. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. Dan.. Setiap gerakan. kata kabir.. lihatlah. ingin menangis. Lagi pula. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. Mak. mengalahkan deru angin dan desau ombak.. Mak benar. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan.. Tertunduk. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Ada tangan besar. tak ada gelombangnya. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling.processtext.. Openg tak menjawab. aduh! Dua-dua jam itu. kemudian dipenuhi pikiran.. bila malam.. Tertunduk. mata itu. masih terbatuk-batuk. sungguh membuat Openg sangat capek. Bang Tohar (tatapan itu. "menindih" malam-malam.. dan takut. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan.com/abclit. di negeri Malaysia begitu gampang. Lelaki besar. Kembali.. setiap tenaga yang ia keluarkan. Openg terus terbatuk. terbatuk-batuk. Hal lain. kata Pulu. ABC Amber LIT Converter http://www. entah sebab apa. Hahhh. tetapi semua sia-sia.." "Memang tiga bulan.. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Soal upah mungkin satu hal. "Kata Amri. orang-orang kampungnya. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. kerja harus tiga bulan. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. Delapan mil.html akan sangat kecewa. Untuk sisanya...akan ucapan Amri... Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana.. "Jika pun bisa. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. satu lagi. Puasa? Ah! Di sini. "Hua haha... Tentang Nenek. tak pulang-pulang. Ia hanya bisa tidurtidur ayam. dengan berenang!" Openg tertegun. Mata itu.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. Kenapa!" "Aku tidak bisa. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. kata Mak. Betapa jauh. harus pulang. Yang membuat kepalanya. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Mereka telah menipuku. mereka benar-benar telah menipuku. Lututnya. Amri. Dengan marah. mengepak-ngepak.

html Dibukanya mata. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis.processtext.. tentang komposisi. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.. dan entah apa lagi. Seperti kebanyakan bangsanya. Menurut Hardi. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. Kalau tidak begitu. Melawan. Dia melukis mulai perempuan cantik. Dengan tangan lain.. * Payakumbuh. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. Mungkin karena kecerdasannya.. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Tetapi.. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. maka dia pun melukis pemandangan. kedatangannya di samping silaturrahmi. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Diewany dan Faarisy. Katanya dia asal “menggambar” tulisan.. atau Riq'ah dan Kufi.processtext. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Tentang teknik melukis. ternyata.html . Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www. hingga kaligrafi. surealis. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget.ABC Amber LIT Converter http://www. segera menyambutnya antusias. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu.. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. pembesar negeri. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi.. ekpresionis. tentang perspektif.tengah menindihnya. okh! Jangan. dadais. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Namun. tidak! Jangan! Kenapa. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. Menendang-nendang. Apalagi falsafahnya.com/abclit.com/abclit.. jangan. meskipun sudah sering pameran kaligrafi.

com/abclit.” “Itu kok warnanya aneh. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega.processtext. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas.com/abclit. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. dia baru keluar. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. Hal itu terjadi berulang kali. Maka. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Kenapa tidak. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. Goresan-goresan sampeyan berkarakter.” “Wah.telah memberinya wawasan mengenai kesenian.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. mengapa dia tidak? Namun. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. “Itu rajah. dia hanya-atau. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. karena sering ditindas. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Tahu kanvas kan?! Betul ya. Ya. dia oret-oret kertas. Tapi. Sampai akhirnya. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. dia pun bertekad. pikirnya. Saya yang menulisnya sendiri. dan sebagainya. Kadang-kadang sampai subuh. itu rajah penangkal jin. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. namun melihat keseriusannya.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. kata Kiai yang memberi ijazah. Setelah tamunya itu pergi.html . tak paham). cat. alhamdulillah. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. “Tidak. lalu katanya. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. Kalau bisa di atas kanvas. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa.ABC Amber LIT Converter http://www. “Ternyata sulit juga melukis itu. tokoh wayang. dan kuas.” “Rajah?” “Ya. terutama seni rupa.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat.processtext. macan. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. Nah. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. ketika didesak tamunya. ramai-ramai juga mereka menyemangati. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”.” katanya suatu ketika dalam hati. burung. ***RINGKAS cerita. Nanti sampeyan ikut. “sampeyan mesti melukis kaligrafi.” tukas tamunya. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. Saya serius ini. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Tiga bulan lagi. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya.

Dia benar-benar salah tingkah. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Di samping namanya. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan.processtext. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya.” Aneh. karena tidak memenuhi standar. Ini. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. baik ibu kota maupun daerah. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam.com/abclit. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. ingin membeli lukisan sampeyan. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. Wah. Hardi membisikinya. sini. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. terserah dia!” katanya. Bahkan.html . Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. Mungkin mencari-cari dirinya. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. “Selamat. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi.processtext. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. dia tiba-tiba justru menjadi tenang.000 dollar AS. pikirnya. Dia sama sekali tidak menyangka. Hampir semua koran. ABC Amber LIT Converter http://www. “Kemana saja sampeyan. lalu ditujukan kepada dirinya. tidak diikutkan pameran.com/abclit. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian.” Astaga. Wah. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. apalagi menikmatinya. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. Anda baru kali ini ikut pameran. mendapat pikiran begitu. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. belum juga menemukan lukisannya. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. saya langsung tertarik.html merasa seperti diejek. huruf alif. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya.

Maka. memperbaiki letak duduknya.” katanya sambil menyantaikan duduknya. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Bahkan. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. “Terus terang saja.” “Tetapi.com/abclit. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. Lihatlah. Tetapi.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. Saya merasa tertantang. tamu kita yang pelukis itu.” “Jadi. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis.processtext.processtext. “terus terang saja. Mulailah saya menulis alif. Cukup alif itu saja. Mas. Ketika makan siang. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. ya sudah. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. saya melukis karena dipaksa Hardi. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. Tapi. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. “Tidak pak. Mungkin. “mengapa tidak sekalian Bismillah. “Ketika saya sudah siap akan melukis. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. tak usah saya lanjutkan. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. Apalagi. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. atau setidaknya Allah. “Begini.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. sampeyan menggunakan ilmu apa. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah.html . sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. “Ya.” tukas istrinya. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. dlsb. Allahu Akbar. tidak pas. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. kalian tahu sendiri. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. Namun. tekad saya sudah bulat. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. akan jadi wagu. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.” “Lalu. menurut selera saya waktu itu. Kalian tahu sendiri. “Kalian ini kenapa. lukisan kaligrafi saya harus jadi. niat semula begitu. tentang prinsip keseniannya. baru kemudian lanjutnya. dia bisa tidak terus terang.ABC Amber LIT Converter http://www. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. Kepada para wartawan dan orang lain. “sampeyan menggunakan ilmu apa. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. biar hanya dengan dua warna ini. Yang saya sendiri kemudian bingung. di gudang kita. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. sebelumnya saya tidak pernah melukis. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. Tentang proses kreatifnya. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu.

processtext. di ujung Desa Koto itu.. duduk-duduk di pinggir jalan. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. . Berangsur-angsur. Karena itu. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ." Cemburu nada suaranya. dan lain-lain.processtext." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul." kata Nurmi."Menurut kabar yang aku dengar. apalagi di Simpang. restoran. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna.. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www. toko kelontong. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. "Toko keperluan sehari-hari.ABC Amber LIT Converter http://www.. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi.html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak.com/abclit. Tapi moderen. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. belanja. salon. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang..".com/abclit.. perempuan setengah baya pemilik warung itu. minum kopi.Kabarnya toko.. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang.html . orang Koto lebih senang di rumah menonton. Toko merangkap warung kopi.. "kedua-duanya. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas." jawab Dirun. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. terutama anak-anak dan yang tua-tua. Seperti tersirat dalam namanya. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi."Aku dengar warung kopi. Tidak seperti ini.. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain..Akan tetapi.

"Jangan Nurmi saja yang disalahkan."Mereka tertangkap basah." kata yang ketiga."Kalau kau sekaya dia.ABC Amber LIT Converter http://www. dan semuanya sudah merantau. Atau minum minuman keras dan berjudi. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. yang lain akan jinak juga. Kalau tidak ketat. "Coba lihat genitnya anak itu. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. ya." katanya sambil tertawa keras. Dibangun bertingkat dua.""Jadi. mungkin Datuak itu yang gatal. Selalu bicara dan suaranya keras. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. Yang jelas. bahannya jarang. Tetapi.html . kalau tidak boleh dikatakan cantik. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum." kata Nurmi.com/abclit. Tingkah lakunya tidak sopan." pembicaraan makin ramai. tempat itu bagus dan menyenangkan.Nurmi tidak seratus persen salah. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya." sahut yang memulai tadi." kata yang pertama tadi. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. mereka iri saja.html memburukkan nama Koto. di belakang. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. jadi perlu lahan subur yang baru.processtext. Yang lain ikut tertawa. Dia memerlukan mereka. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Lihat badannya.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. paling tinggi tamat SMU. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. pikir mereka." kata yang duduk di sudut. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua."Ah. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu."Ya. Penuh gairah hidup. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. "berapa."Dan lahan pertama itu sudah gersang."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. tentu aku yang dapat." jawab seseorang."Datuak dan Nurmi punya lima anak." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. Semua tertawa lagi. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Bicaranya lancar dan masuk akal. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain.com/abclit. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Ini menambah jengkel orang Koto. "Dan Nurmi pasti subur. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku."Apalagi."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. Nurmi orangnya menarik. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Dia pintar. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. tetapi warung Nurmi tetap aman. "kau juga bisa begitu. pemuda desa menyukainya. Si Nurmi itu lihat kayanya aja."Siapa tahu. Kini sudah besar-besar.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. ketua preman Simpang saat itu." kata yang lain.processtext."Benar apanya?" kata yang pertama. Sekalipun terbuat dari kayu.

Di rumahnya. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai.ABC Amber LIT Converter http://www. Nurmi lebih berkuasa. Separoh lagi menerima. Ya. tapi mulai berani. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. mengabdi kepadanya.. Yang penting apa yang dipercayai orang. Di tempat tidurnya. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. ada yang kami perlukan dari dia. ya pekerjaan rumah. di sawah dan ladang. Kalau mereka tahu."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya. Begitulah. pakaian. dan lainlain.""Ya. Sejak itu. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Ingat.""Apa benar. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Penuh siang malam.""Seperti sekarang?" kata Amran.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. hidup kita tidak akan tenteram. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Di luar warung hanya ada bisikbisik." kata Nurmi lembut. Yang kuat menentukan berita. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. pintar merayu. Dia tahu di antara mereka.""Jangan lupa. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan. Nurmi pintar mengatur siasat. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu.. Suatu hari. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www.html . Diremasnya lengan Nurmi. Mencuri suami orang. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi."Pintar sekali. Amran kelabakan. Hamil tanpa suami. bukan karena kedinginan. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. Aku bekerja dengan dia juga. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. kan?" kata Amran gagap. Kebenaran tidak penting.com/abclit.com/abclit. Tidak lupa. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. kalau mereka tahu. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah.processtext. aku ditidurinya. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto.processtext." kata Nurmi."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Peresmiannya meriah. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. Yang lemah tak kuasa melawannya. menulis kisah kehidupan Desa. Pemiliknya mengadakan pesta besar." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. di bagian bangunan di sebelah jalan."Kak Nurmi pin. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga. Dia kaya. Separoh hatiku enggan. Merusakkan keluarga orang lain."Tidak?""Dia yang menggodaku."Diciumnya Amran yang menggigil. Pasti suaranya. kami miskin. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Ingat itu. alat-alat sekolah. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Amran. Aku ingin hidup bahagia. Amran. Tapi bisa pula dibuat gampang. tak tahu harus mengatakan apa." kata Amran. Dia membiarkannya. tentu aku dan keluargaku akan malu. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Amran kaget. Terus terang. Dia terkejut dan gemetar. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain.""O. Dia menikmatinya.

"Tapi siapa tahu. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat.""Iya.com/abclit. ah. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Dia bersenang-senang entah di mana. Termasuk ketuanya. Dengar saja ocehan orang. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. pemuda yang duduk dekatnya itu. Mentang-mentang kaya di rantau. Maman."Bisa saja. orang yang punya itu."Ya. aku pikir begitu. "Sok.html banyak langganan. Alex. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing." kata yang lain. Ruangannya pakai AC. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku.""Mungkin Setan Api marah.html ."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan.com/abclit. Tetapi dia masih untung. Pelayannya muda-muda dan cantik. Plaza Koto dilalap api. ya. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar." kata seorang pengunjung warung Nurmi."Banyak. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. Jam dua dini hari itu. Membuat usaha di sini.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. ya. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. ketua preman Simpang. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api.processtext."Api! Api!" Simpang gempar." Ada rupanya yang memakan umpan itu. Direbusnya air seperiuk lagi. "Dibakar siapa?""Yang iri hati." kata yang menyela tadi." pemuda tadi bela diri." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi." sela yang lain.""Ini kan memajukan Koto. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang."Masa!" protes yang lain. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. kan. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. "Kalau pun ada yang iri.

Follow me please.processtext.. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. Dia tentu cuma pura-pura. Tapi... Bisa studi di sana jurusan apa saja. Ketika itu dia memancing-mancing. tak ingin tinggal di Jerman. WWW WAku spontan berdiri. "Tuan tentu keliru...html . Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. minyak banyak.com/abclit. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. Barangkali pakaianku. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing... tinggal satu rintangan saja.processtext. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya. "Keluarkan semua isinya. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman." kata petugas itu kepadaku. ingin mengorek informasi tangan pertama. tampangku. Jerman Timur maksudnya." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www.. Di luar dugaanku dia bersikap begitu.html menjelang Natal tahun itu." terkanya. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar." bantahku. dia mencegah. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas." tegur pejabat yang menggiringku. pasasir lain pun tidak. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. Tersenyum saja pun tidak.." jawab sahabatku agak menggebu. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. be hurry. mengapa kami pergi ke barat. bahkan bisa minta Stipendium3.. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. "Tak mungkin keliru. apa sebabnya? "Follow me sir. lebih dari tiga kali. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. ahli tak kurang." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. "Tidak. "Take it with you. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Alex dan aku.. penduduk melimpah.com/abclit. Tentu ada sebabnya. Alex nampak sudah lemas dan capek. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. Sejak turun dari pesawat RRC itu. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka." Pejabat itu diam. tapi karena cuma aku yang disasar.. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. Karena malu. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). tapi mengangguk-angguk.. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. industri galak. padahal kami saling pandang.. "Sorry. nampak tak senang bahwa mataku meleng.. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Mendegup juga jantungku ketika itu. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa." perintahnya tegas.. Ketika melewati kelompok itu. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. Tapi. namun bukan tanpa alasan. Sebuah layanan berlebihan.. Alex tidak. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue.. Jadi.

Paris. Dia tidak menaruh selera." elakku. singgah di Moskwa...ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka suka!" "Saya percaya." Dia tergelak. Isi dompetku dua ratus US-dollar.. Dikendorinya tali kantung itu. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya.html merenggut mantel itu. "Sorry. Aman. Gunakan kesempatan. "Bakat itu tak perlu. juga ketika mengurus visa bersama Alex. Sir. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa. tapi lantas melanjutkan penggeledahan." jawabku ringkas. Tuan mesti nonton Bolshoi. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan.. Indah bukan main..I've just forgot it. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. teliti. Bernstein Siberia itu top quality. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www." jawabku. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan. suaranya sedikit berbisik. saya tak punya cukup uang. saku-dada kiri-kanan." jawabku. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. Aku mendadak khawatir. dia mendesak lagi: "Anyway." kataku.com/abclit." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. keluarkan semua isinya. aman saja. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi." katanya tiba-tiba. Stockholm. "Don't worry. berdisiplin..com/abclit. Amsterdam. Sehelai sapu tangan. Aku mulai yakin akan kejujurannya. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku.." sesalku. this ugly me. please. Meski kami bukan diplomat. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana.. tiba-tiba aku khawatir. "Kalau saja ada waktu. Tapi. ". ".. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam.. Sir.. padahal valas barang langka di sana. "Dua ratus dollar. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. Tapi. please. Cuma stopover.. Sir. Tapi." aku pun makin berhatihati. "Nothing more?" "That's all. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong... Sir. Aerovlot siap berangkat. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. Jangan ragu Sir. segenggam permen kecut. "Keluarkan isinya. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Bisa beli dari saya. What a wonderful journey you have." "Maafkan ya." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku.. "Tidak.html . "Sayang. Sekali lagi alisnya mengkerut. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya." bantahnya." "Just a sentimental journey. tidak. Lain tidak. Sir. Semua kuletakkan di meja. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. menaruhnya di atas meja. "Permata Bernstein murah di Moskwa. the best in the world. Ternyata. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku.. bisa celaka seperti ikan kena pancing. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Itu saja isi saku mantelku. Nothing to do with customs. sekadar ingin mengakhiri percakapan.processtext. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun. Bila aku tak hati-hati.processtext. "Saku-dalam. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya... Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. Pas-pasan saja seperti kursnya.

... "Pasti tidak. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya.." Disalaminya aku. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. "I must go quickly right there." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku...processtext. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. tapi tetap saja purapura tak melihatku. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. tapi itu benda kenangan." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". mendadak lupa Inggris-nya. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. Sir!" perintah si petugas. sial. no. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya.html .. lalu lari."6 Aku pun bungkam. sir. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. My stomack.html mengangguk. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa." kataku. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. Aku sengaja mendekatinya. follow me!" "Sorry. Tapi... Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan.. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan.. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku... Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang... Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut.. thank you..processtext. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah.?" aku ganti membelalak.. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan." "Ha.com/abclit. menyadari kenaifanku sendiri. parkir di sana hampir setengah jam lamanya.. Kami tak mengalami penggeledahan. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. Wajahnya nampak riang.com/abclit." kata Alex. oooh. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. Hampir-hampir kami tak percaya. "No. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika.. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. Menggeleng juga tidak. Sangat mendesak.. Komentar Alex: "Gila kau. Dibiarkannya aku keluar sendirian.. "Tapi. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. Perutnya mulas.." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel.ABC Amber LIT Converter http://www. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. kebelet nih. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www." tolak Alex. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. "Fine." sahut Alex. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. tentu tidak terang-terangan. Have a beautiful journey. "Follow me. "What?" bentak si petugas. "Impossible!" "I say.. Malah mirip pasar loak.. Tanpa keterangan apa sebabnya. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Si pejabat ternyata toleran.. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. Urusan Alex lain lagi. Kalaupun ada penggeledahan. kulihat Alex masih berada di tempat semula. berdiri di sisinya. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka.. Dia pasti tahu. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku... takkan kulepaskan..." matanya membelalak.

tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Kali ini pasti urusan gawat. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. buat sementara segalanya telah tersedia. "Jangan kaget. "Follow me. tapi kami bungkam. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www." perintah yang itu-itu lagi. Bung. Harap jangan repotlah.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Terima kasih atas perhatian kalian." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan." hampir bersamaan kami menjawabnya." jawab Alex. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam.com/abclit. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian.processtext.. Aku kini yakin sekali. juga pada diri sendiri. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. Menawar pun tidak. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran.processtext.com/abclit. Segera pula aku sadar.** Paran. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. "Yes. Bung. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami.. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. "Kami mau ke Jerman Barat. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Beberapa toko permata menolak membelinya. pikirku. Lebih tak masuk akal lagi. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. menyambut salam mereka tanpa ingat nama.. tak berani berbicara. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. di sana ada kenalan. please. Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. Semuanya permata palsu dari plastik. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir.html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.

... Pantas. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya..processtext.. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya... kegentaran.. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. jawaban atas doaku. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK.. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita.html . yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya.. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. dijadikan gudang. meski agak pucat. kecemburuan. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh. Nosferatu.processtext."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali."Rahmat. gelap. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. Jantungnya berdegup-degup. ingin tahu. terus menunggunya. ia benarbenar datang. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. Atau memang tak pernah terselesaikan. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Ini suasana Gothic. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya.ABC Amber LIT Converter http://www.... Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Rambutnya panjang. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut.com/abclit.. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya.. ketidakberdayaan. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara... tidak. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. ia bolak-balik menuju dapur. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. dan gentar. Tak ada yang bisa melihatnya. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Asap rokok mengepul dari bibirnya.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan.html Sumber: Kompas. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. terlihat kusut-masai. Belum selesai. menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.com/abclit. Begitu pikirnya. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri.

. "Tutup matamu. sebagian menutupi kening. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan.Hua-ha-ha-ha."Aku takut ditinggalkannya. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. Akan tetapi.."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.com/abclit. senyum atau tangis. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar."Kalau begitu kau perlu dukun. muncul kebahagiaan luar biasa. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. benak saya.. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa.html . Hatinya berbuncah-buncah. Menunduk.. mengapung di atas sungai yang tenang."Kau perlu pastor. Jangankan menangkap dan mengadilinya. masuk dalam dunia kegelapanku." katanya.. tidak kering tidak lembab. seribu kali.. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. atau.processtext. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Suara tawa meledak. Dengan mata terpejam. seperti ledakan tawanya tadi. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. Dadanya turun naik. Dalam kegelapan."Belum selesai wanita itu berkata-kata. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal.processtext. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut. Datang setiap kali.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. tersadar dari mimpinya. kebahagiaan atau kecemasan. .. tutup matamu.. kamu mengaku takut atas kedatangannya.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar... "Tutup." jawabnya.Aaaaaahhhh."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal.."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya. Wanita kita menjerit. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi." yang lain lagi memberi nasihat.. kepastian atau ketidak-pastian. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. Setelah agak tenang. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi...""Dia suka menertawakan mereka. pejamkan matamu kekasihku.. paranormal. bahkan bisa tak terkontrol..***DEMIKIANLAH. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. Hanya saja. Rambut itu begitu lembut. sejuta kali. Pada kali lain. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. "Pejamkan. Tak jelas.. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. Mari.Aneh.. dan seterusnya. baru dia menyalakan rokok.ABC Amber LIT Converter http://www.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www. Sore itu.html apa.com/abclit.. Minggu berikutnya. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. tidak memikirkan keluarga demi karier. Ia berjalan gontai menuju kantornya. dan kemudian. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. di tangan seorang pelukis yang gamang. menaruhnya di atas meja sekretaris. Ia merasa sia-sia.html . "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Usia Anda masih relatif muda. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. Ia memasukkannya ke dalam amplop." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos.processtext. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. penuh cita-cita. Masa depan Anda masih terbuka. Bernard agak was was. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Ia dipersilakan masuk dan duduk. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Mulai bulan depan. dengan kanvas yang masih separo kosong. "Masa depan Anda masih terbuka lebar.com/abclit. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. menghabiskan hidupnya di kota.. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. * Bandung. Ia menatap sekelilingnya. dan kemudian duduk menghadap meja. mengetuk pintu..processtext. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Ia diam. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. lima puluh tahun silam. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. tidak memikirkan orang lain. demikianlah bos berkata. menulis surat untuk sekretarisnya. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya.

Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian.Ketika adzan subuh terdengar. Jika mau bersedih. Ajeng (10). Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. saya pikir. "Nanti kalau sudah siuman. Masih dalam keadaan pingsan. Astri saya peluk erat-erat. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. Astri bisa dibawa pulang. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. dan Ayu (4) . dan kelima anak saya itu ."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. satu untuk anak-anak."Bagaimana dengan jantungnya. Agra (6)." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. satu untuk istri. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Dok?" tanya saya. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. adik-adik Astri.processtext. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. Dunia memang penuh penderitaan. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.ABC Amber LIT Converter http://www. menyanyi. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. dan berdoa. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih.html Sumber: Kompas." jawab dokter. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. Media Indonesia. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya. Itulah yang pokok.processtext. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. Selalu bertemu setiap hari. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. paling tidak. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler."Sehat. Astri telah tiga hari pingsan.Saya kaget lalu berteriak. Menderu dan melakukan zig-zag. energetik. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. Koran Tempo.com/abclit.Anak-anak yang sehat. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. Antok (8). dan periang.Astri (12). dan satu untuk saya. siapa pun bisa pingsan. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. maupun Republika."Karena kaget. Sambil memegangi tangan Astri.com/abclit. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. menari. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Saya ajak mereka menyanyi. anak saya yang berumur 12 tahun. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.html .pun menari. Di sisinya. dan berdoa. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Ajeng dan Antok. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring.

com/abclit.""Ayolah." teriak pembantu dari rumah. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia. Tidak pernah mengeluh. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. mamanya anak-anak. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari.processtext.""Totok enggak berani. neneknya anak-anak. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Pak. begitu cermat dan cekatan. Pak.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana." sahut Totok. terima beres. Tetapi. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. Saya tidak berani." Dia hanya menjawab dengan senyum. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Pak.""Ya."Sebelum ke rumah sakit."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. tak boleh menjenguk kamarnya. Pak. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami semua sangat mencintainya."Dobrak pintunya.com/abclit. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. tetapi kami."MULA-mula Laksmi.""Mana Totok.. Air mata saya terus berlelehan. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. yang agaknya berada di samping pembantu.Dengan kamar barunya itu. kamu bertengkar.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek.html kolokan. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. anak-anak dan saya. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya.. sopir anak-anak. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. Saya jawab. kok pakai dikunci segala. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Tentang sikapnya ini.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta.html . tetapi enggak ada sahutan. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www. dari hobi sampai jenis permainan. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Bu."Istrimu ke mana?" tanya Nenek."Itulah."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Bagi kami-saya dan anak-anak. "Ada rahasia apa. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga.""Enggak berani. Bawa keduanya ke mamanya." desak saya. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. sekarang berkumpul separuh keluarga. keluarga dekat dan teman-temannya. Pak. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. Pak.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu.""Sungguh tidak. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun.tak menjadi soal amat. bungsu kami. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri.Di kamar Astri.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. ibu Laksmi.""Dobrak!""Enggak berani. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. saya mau bicara.processtext. Mereka menanyakan mamanya anak-anak.""Suruh Totok mendobrak.""Mohon maaf.

menderu menyibak tanaman.""Apa?""Aneh.Sesampai di rumah. geliat rel pada tikungan. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Angin malam yang berembus pelan. Astri mengingat sejenak lalu bercerita.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya.ABC Amber LIT Converter http://www.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. Sampan yang menjauh ke tengah danau. Astri terempas. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. Solo. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.""Benar. Untung Ayu.processtext. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. suaminya. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. angin menderu.Telepon genggam berciluit. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami.com/abclit.processtext. tidak meronta-ronta. Agra.com/abclit. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh."Ada kereta api lewat. berderak-derak.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Bu. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat. Ayu. dan Eyang Niniek saya bawa serta.html ."Ibu merahasiakan omongan dia. Malam yang berbeda.Ajeng. Yogya. Saudara-saudara kami di Bandung.html tak bisa dihubungi. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Juga teman-teman Astri di sekolah. terguling ke samping. Tiba-tiba Astri berteriak. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya.""Kamu suaminya kok enggak tahu. kencang sekali. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. di tepi kolam ikan koi. berhasil membangunkannya. para pembantu kaget menyambut kami. Mirip reuni keluarga. tetapi dia tidak mau. kereta itu lenyap ditelan cakrawala. dengan peluitnya yang panjang. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www."Bisakah saya mengejar suara itu. Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. Laksmi tidak kelihatan. pingsan lagi. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Antok. Sopir saya perintahkan ngebut. Malam yang khusyuk."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali. si bungsu. dan Surabaya.""Sudah saya suruh. diam. Kami beramai-ramai memasukinya. Kami pulang ke rumah Nenek. di taman belakang rumah Eyang. Kami tidak pulang ke rumah.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan.""Aneh.Tak terduga. Tentu ada yang hilang. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan. meminumnya lalu melemparkan gelasnya. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api. telah kembali merapat ke tepi.

Barangkali yang gila itu saya. Saya minta sopir untuk membongkar plafon." jawab pembantu. pak. di depan kompleks TVRI. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus. Air mata saya berlelehan.""Papa. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri. dan tindakan yang tidak masuk akal. Saya terduduk di lantai dapur. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Kamu pikir. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Setiap hasrat menyimpan nafsu. penuh kegembiraan. api tiba-tiba terhunus.processtext.. dendam. Saya merasa diperlakukan tidak adil.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun."Kamu gila!" bentak saya.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis..Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Lalu tercipta jalan setapak. he!""Ibu tidak ada tapi ada.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.com/abclit. Seketika saya terkesiap. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit.""Nah.""Papa. Setiap perahu menyimpan gelombang. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya. Di dapur. Papa yang curiga. pak."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu.""Kamu. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami.ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu. Saya terduduk di pojok. apa kata hatimu."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya harus mencari sebabsebabnya. berterus terang. ABC Amber LIT Converter http://www."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu.""Papa malu. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Kami persis anak yatim piatu.html kamar itu kosong-melompong. Saya tak peduli. ya. Pada pukul delapan sehabis makan malam.""Nah. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Tak ada sepotong pun perabotan. Lalu kami berkumpul di pojok kamar.html . Bagaimana menurut Astri. untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Laksmi tidak ada.""Kamu. bagaimana. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar.""Orang lain lebih tahu.processtext.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan. Menyaksikan keadaan itu. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita. Di atas karpet. kamu curiga.com/abclit. pak. tetapi ada."Jus itu selalu habis diminum ibu.?""Cobalah berterus terang Astri."Pembantu itu menangis sambil menunduk.

Kasih kesempatan. Laksmi sedang saya profan. Setelah shalat istikharah. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. apakah saya punya salah padamu. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu."Tangerang. Beban pekerjaan terlalu berat. Kamu tahu. dengan kedisiplinan. dengan kesetiaan. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Perjanjian baru perlu ditandatangani. Saya tak mampu melakukan pilihan. Itu kesalahan besar. Maafkan saya. Ini gila. saya sadar. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. saya mengakui. Laksmi. anak-anak tertawa.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www."Tentu saja Mama selalu menang. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Memang. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Lebih-lebih saya. "Maafkan saya. Di depanmu ini. Engkau suci."Saya intip dari pintu.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Berkali-kali. saya bersalah kepadamu. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www. barangkali.com/abclit. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.com/abclit. Kami terkepung tembok. Kamar itu temaram. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. inilah sumber dari segala yang mengerikan itu.processtext.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Saya telah merusak rumah tanga kita. terdengar dari dalam kamar Laksmi. Saya paham sekali sekarang. saya minta maaf.html . habis Mama enggak kelihatan. juga bersumpah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Mencoba memusatkan pikiran. Laksmi. Mama curang. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari." bisik saya. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Ini keterlaluan. sih. pelan saya masuk. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu."Mama curang. maafkanlah saya.Ketika malam telah hening."Laksmi. Saya harus merebut kembali Laksmi." teriak anak-anak tertawa penuh canda. Suatu dosa besar. Laksmi. Kasih kesempatan kepada saya. Kembalilah. berteriak. Benar.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor. Saya telah mengacaukan segalanya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. saya berselingkuh. Laksmi. Secara sadar saya melakukannya. Dengan ini saya berjanji. saya berdoa di pojok. anak-anak sangat membutuhkanmu. Saya tak bisa menerima ini semua. Ketika Astri bertanya. dengan keyakinan penuh. saya tak akan mengulangi perbuatan itu.

" "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. sharemate-ku (teman serumahku). di pinggiran Tokyo. Katamu. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. maksudku.com/abclit. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. aku takut sama pisau itu.." Naomi mulai bercerita.Ini pisau dari Tokyo. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. maafkan aku!" mata Naomi memejam. Maka. Malam itu. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. kok tertawa. bentuknya cukup aneh. "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. tetapi tawanya sumbang. Tetapi." selaku. sambil mengikuti arah muka Naomi. Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya. "Naaah. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam..html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas.html . dan pernah berkunjung ke Jakarta. ketika aku berkenalan dengan Taro. "Lucu.... ya. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O." "O. Maka. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur. ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Taro juga dilatih membuat pisau.... lalu membalikkan diri ke arah lain... lalu menikah.. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur.. Naomi juga suka masakan Indonesia. kau takut." sambungnya.. eee. ya. paduan antara golok dan celurit. khususnya sate ayam Madura. ia lalu diasuh Paman Tsuda. Sejak pertama kali melihatnya... Penampilannya berkilat-kilat. Tapi. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif.. ketika aku belajar di Benua Kangguru. malam itu kulihat sebilah pisau besar.. Eee. "Lho. "Nah. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging.. suamiku. pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro. untuk kami tempati bersama selama dua tahun.com/abclit. pancaran ketajamannya. Ya. tapi. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi. aku memang takut. lincah. dan Bali. Nah.. maaf. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap... kisahnya! Ya. you saja yang memotong-motong daging ini." tiba-tiba ia tertawa. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja. Kami pacaran tiga bulan.processtext. Oke?" kata Naomi. ee.. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya." Naomi masih tertawa. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. Oya. memangnya kenapa?" tanyaku heran. aku yang mengupas rempah-rempahnya. kalau kau takut. "Eee.ABC Amber LIT Converter http://www. memunggungi pisau yang berkilauan itu. tetapi ujungnya seperti celurit Madura.processtext. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo. Maksudku. lucu-lucu seram. "Ya. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate.. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan. kisahnya. pisau itu menakutkan.. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Yogya. Lucu-lucu seram.. "Pisau itu. Pisau kesayangan Taro. sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. "Lucu. Lebih baik Taro tidak memasak. Maka. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Heehhhh. tetapi berusaha sok kalem. bagaimana itu?" aku penasaran.

html . "Ya... "Kok sampai pamannya bilang begitu.. Ceritaku belum sampai ke pisau. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi. dia sangat mencintaiku." komentarku. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali. "Okay.. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini.. Aku menolak. Selain sakit. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah.." Naomi menggelenggeleng. maka tubuhku hancur. Lalu. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "E." jelas Naomi.. pisau itu bisa kujadikan senjata. apalagi lubang vaginaku.. leherku." "No. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. "Makanya.. indah sekali. "Makanya. Dia ingin tinggal di Australia.. karena kau cantik dan pintar. mungkin.. kapan dia kemari?" aku ingin tahu... kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga. Pangkal pahaku.. kalau suamiku nyusul aku kemari." "Oh.. "Nah.. aku tinggal bersama Paman Tsuda... dan payudaraku akan birubiru lebam. seperti berbisik... "Ini dia yang lucu. Itu. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku. lucu yang sekaligus seram.." Naomi memandangiku." "Ya. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. no. suka membanggabanggakanku.. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. untuk keperluan segalanya. Maklum. Maksudku. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen.html dulu. Maksudku. sering terlintas dalam benakku." suara Naomi tiba-tiba merendah. ee... Katanya. menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. babak belur. di Australia ini... Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter.processtext. itu yang kutakuti.permanent resident di sini. karena ingin menginjak tanah.. Tapi.. tapi." "Heehhh. sebagai penegasan.. Maka. setelah aku jadi istri Taro.. "Sayangnya. ia ingin tinggal di rumah besar. Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www." Naomi memintaku bersabar. Tapi. "Ohhh. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak.. Taro bukan laki-laki tipe itu. payudaraku juga nyeri. karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. dia punya kelainan.. Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro. perutku. "Sampai begitu? Ohhh.. sebelum ia jadi share-mate-ku. aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Atau... Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya. Aku biasanya jadi malas keluar rumah. aku sebetulnya tidak happy. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis.jauh darinya. "Ya.. Naomi!" desisku dengan bingung. "Lho. maaf. karena aku merasa tidak memerlukannya. bagaimana?" desakku. Paman Tsuda mendesakku.. Yang memerlukan pisau itu Taro. suami Naomi. bagi Taro. "Apa Taro. "Maka. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi.. sungguh menyeramkan.. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang.. bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ya.com/abclit. kalau Taro menyeleweng. dia mau melamar jadi PiAr... hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar... hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks.! Ya. pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro. Jadi. ya.processtext... yang kubenci. agar aku bebas dari. jelas.. ketika Taro mengirimku belajar kemari ya.com/abclit. "Ya... paling tidak . aku senang.. mau dia memang begitu. Kata Paman Tsuda." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu.. tiga bulan lagi.. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu.. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini.

barangkali ada meeting-kerja grup. lebih tajam dari pisauku. bikin program yang aneh-aneh dan rumit." Taro memandangiku dengan mata kosong. tidak semua orang Jepang begitu. seledri. Jadi. Naomi belum pulang. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. "Taro. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan.. jangan takut. student IT memang banyak tugas. Sejak ada Taro. Maka. "Taro. agar tanganku tidak teriris olehnya. Maka. suka memukul dan menggigit pasangannya.." "Mudah-mudahan. Naomi tidak pernah ke dapur. Benar kata Naomi. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari.processtext. pisaunya tajam sekali. tetapi ditahannya. Kulihat. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. pisau ini akan kuberikan padamu. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku." sahut Taro dengan sikap tenang. untuk makan malamnya bersama Naomi." "Ah. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia. tetapi gajinya tidak besar. Jadi.. Aku tahu. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. ya.." sahut Taro. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia. ia ingin mengeluh kepadaku. "Yuk." mata Naomi sedikit berbinar." "Ya. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. karena kuliah Naomi. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh... untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya.. "Walau Taro sudah manager.." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya.. Maklum. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. Karena. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. Terus terang. "Bila aku berpisah denganmu. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya. Di balik tawaku. "Tapi. Bersikap tenang..30. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu.ABC Amber LIT Converter http://www.html . "Taro. daun bawang. suaranya berat dan patah-patah. Bukan main. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. Aku juga tidak memegangnya.com/abclit. kalau ia memasak.." "O..com/abclit. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore." Naomi merendah. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa. Orang Jepang uangnya banyak.html Australia.. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami." seruku. "Ya... Sebelum Taro datang. Jam telah menunjukkan pukul 21.processtext.. hingga ikan dan daging yang diolahnya. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi. untuk kenang-kenangan. aku memang sering tukar-menukar makanan.. sekarang kita bikin sate ayam..... karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. Atau. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini. dengan alasan. saat memotong apa saja: dari bawang putih. Naomi belum pulang?" tanyaku. barangkali. banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan.

. Lalu. terlambat lagi.. kupikir. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. Naomi. Atau. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Iya. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan.. ke apartemen kampus Blok A. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus.. Kuperhatikan..00 dan wajahnya ceria. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. nama sebenarnya Ferdinand. Bisa ditebak. yang menggandeng Naomi. betapa tampannya Ferdinand. di kampus. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. "Ya. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. menuju ke kamarku. Ia berkata. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan.. yang ambil ilmu sosial ya. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. kan. dengan suara tenang. Naomi pulang terlambat lagi. Terus. Setahuku. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng..! Tapi.html . Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. "Malam ini Naomi tidak pulang. ke kamar Ferdinand. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas.00. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia... ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. sebelum polisi menangkapku. "Jangan masuk ke kamar dulu. "Itu. Sampai di rumah. kami dituntut banyak membaca. ada meeting.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka dapat dibayangkan. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. Hari berikutnya. tidak sampai malam kalau belajar bersama. jadi selama ini. kalau memasak pukul 18. Tapi. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi.. Memang sih.html "Tergantung fakultasnya.. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia..com/abclit. tapi membuatku terkejut." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya." sambungnya. Aku buat sushi dan sup sirip ikan...processtext.. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. kupikir. Aku mengundangmu makan malam. aku menjawab: fine. nadanya tenang. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. Ferdinand memang tinggal di Blok A. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. tentu bukan bandingan Ferdinand. makan malam bersamaku.com/abclit. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya.. ia menanyakan keadaanku.. Aku mengenali rambut itu... sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. teman sekelasnya. Taro tidak menjawab. selalu pulang terlambat. Padahal biasanya. Kalau aku. Seperti biasanya. Taro. Seperti biasanya juga.. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Naomi dan Ferdinand naik lift. thank you! "Ohhh." kata Taro." tuturku. Begitu. ya. otodidak. Tapi. very good! Very good!" Taro menanggapiku. merancang program juga bisa di rumah. dan pulang ke rumah pukul 21. Dan. Lalu. Ohhh..!" sahut Taro. Aku jadi ingat. rambut Naomi. Pikirku. begitu?" Aku diam saja..! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Naomi ke Blok A. "Apa maksudmu.processtext. Taro?" tanyaku spontan. "Mari. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. Meskipun demikian..

Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota. Harga kurs dan saham. dong. lalu lupa segalanya. Jakarta.html . juga tentang kematian gubernur. kenaikan terigu. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu."Buset. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Rakyat melakukan doa di atas perahu. Pisau jagal. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya.processtext. mataku berkunang-kunang.ABC Amber LIT Converter http://www. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota.. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Aih. Uang beredar trilyunan dalam sehari.processtext.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu. dipenuhi dengan sardencis.html tidak bisa memenuhi ajakannya. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. banyak jalan yang berlubang. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Ada bandar heroin yang tertangkap.Aku membeli koran pagi itu.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. Kedubes Amerika ditutup. Kota ini selalu ramai dengan berita.. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. perutku mual. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca.com/abclit.com/abclit. karena kepalaku tiba-tiba pusing. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. sosis.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa.! Kenanganku di Gold Coast.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. dan mentega.

adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Tangisan yang sedih dan pedih. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Gejala lain kemudian muncul. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. kualitas itu tidak penting. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. akan ditembak di tempat.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini.html . dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. yang airnya jernih. karena orang yang berusaha menutupnya. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan.Jilan. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Sejak kejadian itu.Tidak usah khawatir.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Sesuatu sedang terjadi di kota ini.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah.processtext. airnya jernih."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. ABC Amber LIT Converter http://www. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. Tidak banyak kendaraan yang lewat. jutaan warga dalam waktu cepat. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka mendapat pengawalan super ketat. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Masalahnya tidak sederhana.com/abclit. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. dong. tak henti-henti. Dan setiap ia pulang.com/abclit. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. sering melihat ke sumur-sumur itu. Tetapi apa bedanya. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. Airnya jernih. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. anakku. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. Warga kota hanya soal hitungan pajak. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. mesinnya seketika mati.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Pohon mangga gatal-gatal.processtext. bukan? Dan mimpi buruk.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. setelah melihat sumur-sumur itu.

bukan?" teriak mereka. Dan cinta."Kota ini.. dan terasa halus.. aih.processtext. "Lihat. Pakaian mereka. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta.SUATU hari. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. pada setiap udara yang kuhirup.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. "Aduh. entah siapa yang memulai. Orang berjalan seperti tarian.. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Tapi berwarna merah seperti tomat. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. Pohon yang berbuah. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri.Kalimalang." kata Jilan. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku.. natural. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana.com/abclit. Darah yang lama. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. sayang. ada. lihat. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani.html ."Morgen.. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. Semuanya. ada tomat.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu." kata Princess. segar.."Ayah. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. Uang pajak untuk pemerintahan kota. Princess. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. ada cabai.. Dan kau tertawa mendengarnya. Kulit mereka. bahwa aku hidup!""Lihat. ada wortel.com/abclit. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. Cinta adalah .Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru.. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. aku baru bisa merasakan sekarang. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. Waktu juga berjalan normal. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Gerak menjadi normal. tanaman ada di sini. pada setiap air yang kuminum. kini. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. aku baru percaya sekarang. aku hidup. rumah untuk bercinta. deh.

Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya.processtext. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Kereta api itu lewat begitu cepat. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya.com/abclit. tampak ia baru saja keluar rumah. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu.html . termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. Pemandangan itu bagiku memilukan. seperti angan-angan melintas. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.com/abclit. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Semuanya sudah kulupakan. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu.

html . bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru.com/abclit. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Bukan di luar daerah itu. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. Kenanganku adalah bunyi genta itu. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi.processtext. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. meski tetap saja teringat sampai mati .com/abclit. tidak pernah kukatakan.processtext. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan. daun berguguran. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. seperti tidak pernah terjadi. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. senyuman yang manis. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. tidak pernah kuapa-apakan. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. ombak menghempas. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. sekali. Hmm. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.

Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Dari kejauhan. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya.processtext. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju. Sayang sekali. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. serentak. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. ABC Amber LIT Converter http://www. menutupnya kembali. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. dan perempuan itu melihat lewat jendela.html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang." Ia mengikutinya. sepanjang padang. dan melang-kah ke padang salju.com/abclit. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat.ABC Amber LIT Converter http://www. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat.html . aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. berjalan lambat menuju rumah itu. dan hanya ada bekas da-rahnya. bukan hanya sedetik sebelumnya.processtext. Durban .com/abclit. dan kenanganku akan menjadi lain. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi.Cape Town. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. mengikuti bekas jejaknya kembali. Maret 2002. Kemudian ia juga ke luar. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Dunia memutih dan kelabu. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan." "Aku memang tidak ke mana-mana. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Ia mengikuti jejaknya. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. dan aku tidak melihatnya membuka pintu." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali.

Ditolak satpam. Biar kami yang memasukkan."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi.. mencuat bertingkat-tingkat..""Tetap tidak bisa. Kepul motornya pun tidak.processtext. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. dan gempal. seperti biasa. Di permukaan aspal. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Dan jika hal itu terjadi. bayang atmosfer bagai menggigil. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. Lebih ia benamkan topi. Hmm. menjulang. Dan. sangat sering ini terjadi.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Padahal.html . Berkesan gagah . Samar-samar tampak pagar tembok. Jika brosur ini ia serahkan. Disaputnya peluh. pejal."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang.ABC Amber LIT Converter http://www. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. siapa tahu. memperlakukan dirinya begitu rupa. pastilah satpam ini seoran kidal.karena tertulis dalam bahasa asing . Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. mulai melengket. Dan ABC Amber LIT Converter http://www. memastikan satpam mengizinkan. begitulah yang tercantum di kartu namanya. tapi pasti. Tapi. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak.ada kompleks perumahan lain yang. mengucapkan terima kasih. ia ngangakan tas yang dikepitnya.processtext. Bandit.. Atau. tinggalkan di sini. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. Bulat.com/abclit. jauhnya . diayunkannya langkah ke kompleks itu. Courier. Dan atap. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Debu. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. "Hanya brosur. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. Lembar-lembar promosi. "Lihat. ia membalikkan tubuh. jauh ke dalam gerbang. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Sekilas. berjenjang-jenjang. kadang."Sini!"Tidak.com/abclit. ke sana. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas. Pak. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan.Menghela napas.SEBENARNYA.ah. Panas. Dan di bagian punggung. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. Edisi 09/22/2002 SIAL benar.Perlahan. bajunya. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. yang kiri. kotak pos. di sebelah sana .. tak putus asa.

kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya.. macet yang panjang. Tetapi. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Seperti ini. Di jalan. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. pemerasan. Minahasa. Memang alangkah jauh. atau mungkin suatu malam. Sungguh menyenangkan. ia gembira-gembirakan diri.html . untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. disaputnya peluh.html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi.. terpikir juga olehnya.. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. kerontang. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya.Kembali..Kadang.harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www. yang menyamar jadi kurir..processtext. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. sebenarnya. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. Jadi. satpam . Minahasa. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. sebenarnya. macet. sering ia bayangkan. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. tapi kurus. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Kapak Merah.Kadang.. alangkah kasihan mereka. memang mengerikan. dirinyalah yang ada di depan. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. yang ia bisa. Kaki Gunung Lokon. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. Bahkan jarak masingmasing perumahan. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Bahkan di sana. memang mengerikan.com/abclit. di perempatan . Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". memetakan lokasi.Hamparan hijau.Kampung yang jauh nun di luar pulau. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. luput dari kebisingan.pikirannya kembali ke tadi. sama sekali ranggas. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. lihatlah rumah mereka. Mungkin lebih. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan.. Hati-hati. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. Kurir. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. membonceng kurir tandem-annya di belakang.com/abclit.. Mereka terdiri dari orang-orang kejam.processtext.yang rupanya semacam serbuk . ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. Isi kotak .Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu.. jadi courier. Mungkin ada sekilometer. mungkin tidak. Hanya itu yang ia dapat. ah. kelas kaki. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. betapa jauh di pinggir kota. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. di sini.. ah.. rampok. Atau lebih gila.. kawat berduri. Ah. Seraya mengenang kampung. tembok tinggi. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. tak berhati nurani seperti binatang. ia ingat kampung. Harus waspada.aduh. buas.ABC Amber LIT Converter http://www. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. nenek moyangnya. "Pak Ogah". Jeruji besi. Dan. Ah. dalam mobil.Dan. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga.

Bahagia. ini hari bahagia. terjadilah hal yang mencengangkan. (Si bos.ia datangi. Terdengar teriakan. noon express)!Putus asa. memang berhalangan. begitu katanya. Hmm. Alamatnya betul. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. Pagi tadi. menikmati terpaan angin ke tubuhnya.TETAPI. Menyalip.. Juga tak ada si bos.Ya. terhenyak. dadanya berdebar. senja. Maka. pos penjaga. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang.Sesuatu yang lebih berharga. Bukan lembaran lepas promosi. Noon express. ia senang bagian itu. Mulai ada rasa cemas. seperti pernah dibayangkannya. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www.HARI ini. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. ia muncul di kantor agak terlambat. Bengis.com/abclit. Ganjil. terjepit di sebuah gang. ia cek. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. ada ketertusukan dalam dada. Ternyata juga tidak.processtext. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. itu seperti kurir. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. Tetap juga tidak. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. megah. berubah jadi binatang. Dan akhirnya.. Seraya tancap gas. Tapi. Ia memarkir motor. Beratusan 9. Sudah lewat pukul 12. Menggantikan Parto . dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Dan dua orang satpam. Salah alamat yang aneh. Mungkin bukan satu angka.. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap .. ia kembali ke alamat semula. satpam itu mengernyitkan dahi. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Mungkin 8. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Lagi pula. Dan binatang? Ah! Harimau.html . semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. Menyelip.ya sekretaris ya personalia ya entah apa.ABC Amber LIT Converter http://www. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. aih. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. sebuah kawasan di pusat kota.. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. betapa mengasyikkan. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. adalah juga seorang kurir. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. Salah alamat. seorang lelaki 40-an dengan van tua. bukan 9.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. di atas motorlah ia kini. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 .html udara. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.com/abclit. Bukan brosur. ia menyelip. Sebuah rumah besar. tetapi seseorang lain di rumah itu. Melainkan seperti kata Nina. "Badak!" Satpam lain menimpal. Dotu. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Kotak tembikar. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. ke supir yang meneriakinya. kerbau. Tetapi.Maka. Itu sepele. Tak ada lagi siapa-siapa. Penduduk daerah bersangkutan. sendiri. tapi 4. Berpagar tembok. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. itu seperti paket. Sedetik. badak.Sebenarnya. buaya. tak ada Parto yang menunggunya. Seluruh detik mestinya berharga.. berarsitektur gaya Belanda. Lagi. ular. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi.Dibacanya alamat paket. masih banyak waktu. Betapa ia sangat gembira. Sudah biasa. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto.. tapi lalu ia lupakan.. tetap tidak. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. serigala. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. tapi tak bertemu.)Parto bukannya tak menunggunya.processtext. Dan tak lupa. Jalan raya dan kecepatan.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. wajah kedua satpam itu berubah.

manusia yang tak bisa diselamatkan. Dimatikannya mesin. Ah. jeruji. lalu melayangkan pandang ke sekitar.Ternyata. berkumis dan berjenggot tebal.mungkin juga arsitekturnya. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Pengendara motor yang melintas di depannya. meski lampu bernyalaan di mana-mana. Ia bingung. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. kerbau. para pejalan kaki. badak. Dan. muncul bagai menyambut.""Noon express. Di sini juga. tak berhenti nurani. tapi ia tak begitu ingat. sudah tak ada... kera.Dibelokkannya motor. saya menunggu. Apa?Ada yang berubah. dihidupkannya motor. saat itulah ia tibatiba terkejut. tapi. yang nanti tentu marah atau kecewa. tinggi. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. Takjub. seekor babi! Diamatinya angkot. Ataukah. membayang wajah si bos. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu.. astaga! Benar. Pos satpam itu lenyap! Dan. Diparkirnya motor. yang kini rendah saja.. sekelebat. Binatang? Ah! harimau. saya tahu. pagar tinggi.Dihelanya napas. Begitu tubuhnya ada di teras.. Tembok pejal.Sedetik. Ah. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya.Disodorkannya tanda terima. Melainkan hari sial. lalu berjalan menuju teras. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. sesial-sialnya. Oh!Dihentikannya motor.Sungguh alangkah lelah. Dotu.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama.. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. badak.Mendadak. metromini. Sembilan ratus tahun.processtext.com/abclit. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. lelaki itu tak berkelakar..."Walau telah tak peduli. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. Pos satpam! Pos satpam. mengulang.. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. banyak sekali. Andalah orangnya. Babi. paket itu.html itu. Tapi. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www... serbuk itu.. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. sosoknya begitu besar. Dipacunya motor. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. Sejak pagi saya mencari. buaya. Dibanding yang lain. bergumam.. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. Memang tak ada. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah.html .. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. ia tertegun. Siapa tahu. Telah lama saya menunggu.""Ya. mestinya kini lebih menonjol. ternyata juga adalah para binatang. Ini jugakah yang menyebabkan senja. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. Dan penumpangnya: Orangutan. tak bercanda.. serigala. Fisik. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. "Sembilan ratus tahun. saya tahu.. sesosok lelaki besar. Dan satu lagi. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. bukan pula hanya pagar yang berubah. Hari yang tiba-tiba panjang ini. jelas sekali ia lihat si pengemudi.""Ya. Tak yakin. buas. harimau... Barulah ia sadar. Ah. "Paket. "Sembilan ratus tahun. Ada yang lain . Ia tahu hari telah senja.. ke dalam pagar. ia mendengarnya. dalam satu hari ini saja. Adakah rumah yang bisa disetel. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Bengkak! Dipacunya motor. rumah itu tampak lebih suram. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. orang-orang kejam. Psikis. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Terengah. *Payakumbuh. sedemikian rupa. Toar Lumimuut.Di matanya.. Jadi ia bebas.Ternyata bukan hari bahagia.. Sungguh memang sial. Pengemudinya.. mendahului. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran.processtext.. ular. singa. seekor badak!Ia terlongong. Maaf. Diperhatikannya lebih cermat. Dilihat penampilannya ketika siang..com/abclit. bukan hanya itu. Tetapi.. kerbau. Kotak tembikar. serigala. telah membuatnya sangat lega..ABC Amber LIT Converter http://www. dalam. mungkinkah?Paket. Kencang. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli.

Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi sebenarnya aku penari. Keheningan sehabis hujan. Selalu ada yang tak kembali. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa.Baiklah. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. berhentilah menggoda kami.”Mungkin hujan akan segera turun. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. berlubang.Lihatlah. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. Selalu ada yang tak kembali.Dan. Kadang-kadang ketika gerimis mendera.com/abclit. koral. serupa mambang. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. dan puluhan perempuan. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit.””Malam nanti kami hanya slametan.com/abclit. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Batu. saya akan berhenti.Selalu ada yang hilang. Tetapi. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular.”Aku punya firasat buruk. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.processtext. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. pasir.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. atau sama sekali hilang. Dan. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk.processtext.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga.ABC Amber LIT Converter http://www. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. Izinkan saya berlatih barang sejenak.html .

dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk. Dan. kau tahu. Ya. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu. Kami tak akan menari. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. kau tahu. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. koral.Dan kalau sudah mendalang.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. desah manja wanita sehabis senja. awan panas. dia hanyalah pastor desa.Tentang Romo Sentanu: ah. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. Kalau perlu merontokkan namanya. Suatu hari ketika dia bilang. Melihat Ayat menari. memaku kedua telapak tangan. Ayat bisa berubah menjadi dewa. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www.Kiai Petruk. Dan.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. adalah penggoda.ABC Amber LIT Converter http://www. teman-temanku yang tak banyak cakap itu. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis.Sejenak sunyi. selalu pada saat dia mengerang kesakitan. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir. Tak perlu berbelitbelit. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. menyebut nama Kiai Petruk. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. Kalau marah. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit. ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu. Namun.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu.Jadi. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.com/abclit.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya.processtext.” penambang sepuh mendesah lagi. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan. lumut.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari.Ah. salah satu tugasku ke desa ini. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian. dan hujan batu yang tak kunjung henti. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana. Maka. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan.com/abclit. dan kebencian. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu.Ya. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. adalah kedahsyatan yang indah2. dan menancapkan linggis ke lambungnya. pertikaian. Dia.Ayat juga mahir menari. Romo Sentanu.processtext.html dan mensyukuri panen.html . dan keheningan desa ini. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.

Ibarat Samson. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa.”Ya.processtext.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit. Ayat akan bilang. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil. dia boleh bilang begitu.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan. tetapi sebenarnya aku penari. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Romo. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.Tak ada jawaban. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan. dan meluluhlantakkanmu.Lihatlah. aku datang untuk menggodamu. mari menari bersamaku. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Maka. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah. Romo Sentanu meninggalkan gereja. Dan.com/abclit. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan. Biarkan dia menari bersama saya. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Putri Keratonku. ”Mangga Den Ayu.”Ya.processtext.Belum ada jawaban. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung. Romo.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.html .”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun.html dari para penari lain. ”Tetapi. Dan. biarkan dia menari dan jadi pesinden saya.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk.”Mungkin hujan akan segera turun. meruntuhkan. Romo.com/abclit. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat. di luar dugaan Ayat.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu. aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Dan. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa.

koral. kebodohan-kebodohan. Gusti.”Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. cahaya. Batu. kau tahu namaku Nagreg bukan?). Kadang-kadang saat gerimis mendera. (o. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat.html . Selalu ada yang tak kembali. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Sebagaimana aku. Tetapi. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. Hanya jerit kesakitan. Selalu ada yang tak kembali. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang. Sebab. Namun.processtext. mitologi Kiai Petruk. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat.”Gusti. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. pasir. Aku tahu siapa yang akan jadi korban. berlubang. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. bukan hanya kau. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. dan puluhan perempuan. lambungmu akan dihujami puluhan peluru. Tetapi.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk. * Semarang. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu.Ya.Kini. mereka telah menghirup udara.Dan. kepala. tarian-tarian aneh. haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. tradisi. Hanya jerit gamelan. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos.com/abclit. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. wedhus gembel yang prek kethek. Di tengah kegelapan malam. atau menembak lambung tanpa suara. mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk.”Mengapa harus saya. Sebab.Maka. Sentanu.Selalu ada yang hilang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Ah. lelehan lahar di Puncak Merapi. membabat kaki. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Romo Sentanu mendesah.Dan. cahaya mata Romo Sentanu. kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi.Baiklah. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.processtext. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air. firmanMu akan jadi kasunyatan”. malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. dan jerit tangis dalam tari.com/abclit. obor. atau sama sekali hilang. tetapi sebenarnya aku penari. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau. Tak boleh ada saksi. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung. di keriuhan segala bunyi. Dan. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. mereka juga akan menghabisiku. Setelah itu. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.

Aku memesan teh hangat. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.com/abclit. walau pada saat-saat tertentu. Aku memesan daging berlemak. hangat.html dalam Cikar Bobrok. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. mereka. Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar. mangenjali. Aku membutuhkannya. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www. 4) Trisik. tidak bawel. dalang dari Desa Tutup Ngisor. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. hanya untuk rentang waktu tertentu. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Sebab begitulah pada dasarnya manusia. ia membutuhkanku. tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. salah seorang bisa menggantikan yang lain. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu. tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu.com/abclit. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari. juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku.Tapi. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan.html . punya daya ingat tinggi. memesan sayur-mayur. ia memesan apa-apa yang aku pesan.processtext. saat memainkan lakon Kunjarakarna. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca. renyah.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja. Kutemui ia dalam diam yang cukup.ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku.processtext. Bahkan.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk.

empat lima tahun yang lalu. aku tidak menyesal menangis. Meninggalkan? Ah. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. tak penting amat. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi di hadapannya. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya. cantik. Berbicara tentang sepak bola. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. tidak seperti orang lain. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. Aku seorang selebriti terkenal. Dan ia hadir. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya. dalam acara apa saja. aku tidak pernah menggerutu dan kesal. dapur berantak-an. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Beri maklumlah pada diriku. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.html memenuhi kebutuhan biologis. itu pun dengan samar. apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. aku bisa merasakannya. Ia hanya memberiku tempat.com/abclit. Bahwa. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. Tapi. Dia juga. Tangis yang tidak lagi biasa. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. ia mengagumi kecantikanku. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. muda. Dan.Tapi ingatan-ingatanku atasnya. tapi begini. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah. berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. mungkin itu bukan kata yang tepat. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu.com/abclit. tapi tiga hal ini penting bagiku. merokok bersama sambil menonton acara televisi. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar.html .Tapi.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri.processtext. menunggu kemunculanku.Tapi. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya. Kamar mandi kotor. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. cucian menggunung. Pertama.processtext.

Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. Aku harus memaksanya untuk duduk. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Ia merasakannya dengan biasa. dan terima kasih.html . laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. semua ditinggalkan berlubang. Tentu kami juga bercinta. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. maka aku harus bersiap. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. aku membutuhkannya. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan.html itu tidak seharusnya begitu. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. Lalu kami saling berbicara. Aku sangat tahu.Ia seorang aktris.com/abclit.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja.processtext. maka aku memang harus pergi.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi benar kata orang. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. rapuh. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Diciptakannya dalam dada.Hingga suatu saat. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan.Serangan balik yang maha dahsyat. bersitatap dengannya. Biasa. air. Tak ada kekagetan. dan makanan. rasa bahagia. Saat yang sangat tepat. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas.com/abclit.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang.Aku sangat mencintainya. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. mendengar suaranya. sangat tahu.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku.Lalu kuputuskan untuk pergi. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh. aku pada banyak hal bukan orang hebat. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu.Maaf. Semua kusimpan dengan rapi. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Bukan. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi sejujurnya. Semua dicabutnya. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa.Kami semakin akrab. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu. Tapi aku tahu. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. keyakinan yang sempurna. bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.processtext. Begitu kulakukan saban waktu. Benar-benar menangis. Menggenggam gelas minum erat-erat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. cinta saja tidak cukup.

Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi.processtext.com/abclit. merokok. Aku harus berpikir dengan tenang.html . Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. sebab jika melihat kenyataannya. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. Aku meraung. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. telah benar-benar kehilangan dia.com/abclit. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. tak mau peduli. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. Tubuhku dibakar cemburu. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. Aku menangis. menjerit. sebab aku tidak mau sakit hati. dan menangis.Tapi sekarang aku nyaris gila. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Dadaku sesak dan panas. menyalakan rokok. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. Tak peduli. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. dan ia pergi meninggalkanku. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. ruang-ruang yang berantakan. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. *** ABC Amber LIT Converter http://www. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. Halhal yang menurutku tidak kusukai. napasku seperti terbakar. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Sebab sore tadi. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku.Tubuhku demam.processtext. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. dan nonton sepak bola.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain.ABC Amber LIT Converter http://www. aku pasti akan larut. lalu aku me-nangis lagi. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. otakku ikut terbakar. Bahkan.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Ruang berganti warna merah dan hitam. Lalu aku teringat dia malam ini. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja.html hampir seluruh bayangannya. setengah melenyap. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Tangisan yang sewajarnya. Lalu aku duduk.

yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana.processtext. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. saya segera mengatakan bahwa malam ini. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Akan tetapi malam ini. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. Meskipun demikian. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. Usaha saya berhasil. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. gundah. meskipun telah ngantuk sekali. segera saya membukakan pintu. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya.processtext.html . perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya.com/abclit. Entah gelisah. Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Ia berdiri saja seperti orang linglung. Begitulah. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. pastilah itu Mayumi. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. karena saya sendiri masih belum tidur. Akan tetapi. tetangga saya. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran.com/abclit. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. Yang jelas. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. sementara saya segera menutupkan pintu. saya tak tahu pasti. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. tapi menurut saya ini hal biasa.

Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Sering kami ngobrol berdua.processtext. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai."Ya. Ah.. Telah beberapa lama.""Saya betah tinggal di negeri ini."Ya. saya dan Nakamura."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.processtext. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. yang jadi hambar.. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. sayang. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu.. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura.html .saya. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya.html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu.. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. Atas pertanyaan saya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. suatu kali. penuh KKN. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm..com/abclit. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin.com/abclit. meskipun dengan sikap ragu-ragu. anaknya. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. Nakamura-san..ABC Amber LIT Converter http://www. Ia lalu melanjutkan. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit..!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan.

ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini.com/abclit. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. Dua kidung malam mengalun bersamaan.processtext. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. sehingga meskipun saya meninggalkannya. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. ia lantas mengatakan.html saat saya kembali ke negeri saya.ABC Amber LIT Converter http://www. paman saya.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan.Menyadari kenyataan itu. Haji Mahmud Soeharto. Sedangkan Mayumi. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Setelah itu. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Kami tetap bergaul seperti biasa.com/abclit.processtext. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. Aneh benar. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis.html . Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. Akan tetapi. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Melalui telepon. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. Mungkin juga saya linglung. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Menyadari saya diam saja. masih ada yang menemani ibu. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Pendeknya. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. jika ia meninggalkan ayahnya. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Bedanya. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Meskipun demikian. Tanpa menunggu jawaban saya.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti.

Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta.Itulah sebabnya.” kata seorang rekan Pak Jek.Namun. Jalan Kaliurang Km 6.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Bu.processtext.””Ada apa. Sesaat. ***Tokyo.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. Seumur-umur. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. lalu menutup pembicaraan. satu tahun menjelang pensiun. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency.”Dari Bapak. itu telepon dari Bapak. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16.” ”Bapak sudah tiba.com/abclit. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun.” ”Tolong diangkat teleponnya. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar.html .html mengiris-iris.”Betul. Takhyul.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. ”Nah. terutama makanan.60 Yogyakarta. itu hanya omong kosong. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.processtext. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.30. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Mitos. tidak semahal di Jakarta. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. Harga barang kebutuhan. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon.

atau 1. termasuk biayanya. Magelang. padahal mereka belum tentu suka. Pasti mereka beli. Belum terpolusi udaranya. atau setelah keliling ke Borobudur. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. Cuma sekali kok dalam hidup saya.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. Parangtritis.processtext. apa pun mereka bisa beli.”Namun.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Itu pun hanya sekali seminggu.”Makin luas tanahnya. Enak.”Lalu. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Pokoknya. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. Pokoknya. yang mengharuskan itu siapa toh. Padahal. yang lebih besaran Pak rumahnya.. Gunungkidul.””Lho.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Masih banyak pepohonan hijau.” kata Pak Jek memberi alasan. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Prambanan. Setelah main-main seharian di rumah Bapak..” kata anaknya yang di Semarang. hari Sabtu atau hari Minggu. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Prambanan. atau bahkan 1. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. Rumahmu ‘kan di Semarang.”Menurut Pak Jek. betul-betul rumah baru bagi saya.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang.000 meter. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi.”Mbok. tentu makin repot pemeliharaannya. cukuplah 60 meter persegi. Nak?””Lagi pula. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.200 meter. Berapa pun harga tanah. itu soal gampang. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Makin banyak tanamannya.”Biar ada kejutan. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu.. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. kan? Lagi pula. Makin capek menyapunya. bukannya anak Bapak.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. Makin luas pagarnya. makin lama memotongnya. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua.”Lho. Pak.”Kayak rumah BTN saja. mereka bisa beli. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. ibumu tidak suka.processtext. Jadi. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. tentu makin banyak ruangannya.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Pak Jek juga punya pendirian. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya.”Tapi tak apa. Keraton Yogya. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. Di Yogya kan banyak hotel. kamu dan keluargamu kembali ke hotel.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. ”Semacam surprise-lah. Mengapa tidak memilih Bantul. Pak?””Ah. Makin banyak rumputnya. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. dengan bangunan 60 meter persegi. makin banyak segala-galanya.”Aku hanya berdua dengan istri. menantu Bapak. makin banyak sampahnya. Jadi.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.com/abclit. Termasuk sampah dari luar negeri. Selama dibangun. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah.html . memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang.. Lagi pula.” lanjut Pak Jek. kita tentu bertanya. Sentolo.com/abclit. Di hotel ‘kan ada AC-nya. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. aku dan istriku makin renta. Makin banyak kebutuhan listriknya.

tak usah pakai panitia-panitia segalalah.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.Oleh karena itu. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Pak?””Mungkin saja. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya.. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Pukul 07. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Oleh karena itu. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.com/abclit. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.processtext.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun.”Para karyawan pun manggut-manggut.”Nanti kapan. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.html . Lagi pula. dan juga atas biaya sendiri. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata.. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.”Ya. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. sudah jauh-jauh hari... bagaimana mungkin. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. Sekarang.00 pagi. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www.””Lho.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. lebih dekat ke Malioboro.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. memasukinya.com/abclit. Mereka tahu.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. ah. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. dan mulai tinggal di situ.” ujar Pak Jek dengan kalem. lalu. Sekali berkata A.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal.html satu hotel di Yogya? Lagi pula. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. di Gambir. Santai saja.”Kalau begitu.processtext.”Pada acara di Gambir. Entah pertanda mengerti.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.””Bagaimana mungkin santai. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini. Namun. ia memberi penjelasan berikut.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. Pak. Jadi. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. seorang direktur perusahaan MNC. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. Pak Jek menepati janjinya. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu.

Ada yang memeluk Pak Jek. Tiba di Tugu pukul 16. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Ada yang menyalami dengan dua tangan. ia gampang terlelap. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Secuil nasi putih.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya.html penyerahan kado kepada saya.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Pak Jek juga tidak tahu. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Bandung. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Stasiun Cirebon. dari mikrofon terdengar pengumuman. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu. Menurut Pak Jek. di mana saja. Semarang.”Secara bergiliran. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. Sepotong paha ayam goreng yang keras. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. jika ditinggal sendirian.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun.”Beberapa detik kemudian.” ujar seseorang. Kapan saja. Terima kasih. Pak Jek langsung pulas. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. menunggu di rumah baru. Pak. dan sepotong tisu. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Bagusnya. Pak Jek juga bisa terlena.processtext. Ada pula sendok garpu. tidak bisa muat banyak barang.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Jadi. Di rumah pun selalu begitu. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. Begitu bertemu dengan bantal. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. Bertemu sofa empuk. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang.processtext.com/abclit.html . Pak Jek ingin.com/abclit.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.” kata pramugari. Namun. Namun.00. masih kosong. pengantar.”Hati-hati copet. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek.Pak Jek memang gampang tertidur. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Siapa tahu. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Lagi pula. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Pak Jek tidak mengorok. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Kursi di sebelahnya. Tak usah dijemput.Beberapa saat kemudian.Pak Jek membuka mata. Namun.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. dan Stasiun Purwokerto. tusuk gigi.00. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. termasuk kado dari kalian. makan siang Pak. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. dan kuli angkut.”Pak. nomor 6B. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. kok.

Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.””Angkat barang.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A..”Lha. Lalu tiba pada kesimpulan.””Barangnya saya bawa. Tinggal beberapa kilometer lagi.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.”Napasnya kok tidak terasa lagi.”Sudah sampai.html . Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.”Keasyikan mungkin tidurnya.”Jakarta.””Bisa saya bantu. Stasiun Kebumen. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.”Karena tak bereaksi sedikit pun. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.””Kopernya saya bawa.. Bangun. Pak.com/abclit.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming. Pak.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. Stasiun Kutoarjo.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. dan Stasiun Sentolo.Karena tak bereaksi juga.Laki-laki itu tak juga bangun.. Pak.””Jangan-jangan sudah seda. khususnya Jogja Ekspres.html penumpang memang terbatas. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.Tak ada respons.. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.. Siapa nyana. Bu. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. Boleh jadi.”Para penumpang yang terhormat.”Coba kamu yang bangunkan.Sambil meluncur ke arah timur.processtext.processtext. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari. Pak.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.””Mari Bu saya bantu. Bantal menutupi mukanya. Atau selera petinggi kereta api..Lantas.Setelah dicoba berulang kali. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. Berarti Yogya sudah hampir tiba..”Pak sudah sampai Yogya. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.com/abclit. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. Bereaksi sedikit pun tidak.Namun. Anak-anak pun mulai ribut.”Barangnya.”Pak. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. Bu. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu. bangun.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.””Jangan-jangan sakit jantung. tangannya sudah dingin ’gitu kok. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).

yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. motor. Atau mengapa Adjani bisa terluka. rumah ke rumah. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. ABC Amber LIT Converter http://www. laut ke laut dan benua ke benua.com/abclit.processtext.html . Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. pada setiap headline koran-koran. Bahkan. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. majalah-majalah. siaran radio. Pelupuk matanya merapat. Luka yang begitu perih.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. langsung terbelah dua. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. talk show. Adjani bersimbah peluh. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. mobilmobil langsung berhenti. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. siaran berita televisi.processtext. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Tembok tinggi merendah. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. sungai ke sungai. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. Semua menahan napas. waktu kita hampir habis. Waktu ia menyeberang jalan. bahkan bajaj. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. kuli tinta. Pipinya merah terbakar matahari. tidak akan ada yang dapat menghentikannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Para fotografer. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Adjani menahan luka. Mereka hanya tahu Adjani luka. Luka yang begitu dalam. Tetapi. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Luka dari segala maha luka.Adjani bersimbah peluh. Maka. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah.com/abclit. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi.Ketika Adjani berlari. Sungai terbelah. Semua tidak berani bergerak. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Adjani bersimbah peluh. Tetapi. Ruangan itu begitu sunyi. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka.

Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. kecuali Adjani bersimbah peluh. "Adjani bersimbah peluh. walaupun terkesan tidak memaksa. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu.com/abclit. Barulah Asmoro sadar. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Kadang lili.ADJANI bersimbah peluh. Dan bau wangi yang samar-samar. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. tidak ada apa-apa di sana. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Irama musik sendu mendayu-dayu. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. Asmoro mabuk kepayang. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Asmoro hanya mau menulis. Kadang sedap malam. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. ia berada di lantai ketujuh. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Tetapi. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Kadang mawar.html . sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. kumbang. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show.processtext. Awalnya ia tidak mempedulikan. Tetapi. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. dan burung-burung gereja. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara.com/abclit. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul.processtext. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Derap kaki Adjani yang teratur. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Di tengah-tengah rasa putus asa. ketukan itu tidak juga berhenti. Adjani yang bersimbah peluh. Lalu empat Adjani bersimbah peluh." bisik angin.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Tetapi.html semua memuat. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Pesawat televisi yang panas. Kadang melati. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Tetapi. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Dan semakin ia menulis. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. menceritakan dan membahas Adjani. sementara ketukan itu terus membahana. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. Ia tidak dapat berhenti menulis. Mendadak perut Asmoro keroncongan.

Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Jalanan macet total.processtext. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang."ASMORO. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Adjani tahu. Semua orang keluar dari rumah. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam.processtext. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Suara orkestra semakin keras.ABC Amber LIT Converter http://www. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Asmoro tahu.. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. terus berlari di bawah samudera.Adjani bersimbah peluh. waktu kita hampir habis. Asmoro menunggu Adjani. Seorang reporter meliput. tubuh Adjani masih bersimbah peluh.com/abclit. paus." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. gedung perkantoran.Adjani bersimbah peluh. restoran. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani.com/abclit. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro.Adjani bersimbah peluh. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Ada gurita. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. jadi ABC Amber LIT Converter http://www. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. Adjani hanya bergumam. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki. ia tidak akan berhenti. Namun. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan.html . Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama.. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja. hanya untuk menyaksikan Adjani. Bulan bersinar temaram.. Asmara. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang.html makin tajam. Dengus napasnya semakin dekat. Segala asumsi pun merebak. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Peluh itu tidak hanya asin. Suara lembut denting piano tunggal. ikan pari. Dari sinar kemerahan itu. "Bintang jatuh. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. sebentar lagi tulisannya selesai. Dan ia pun sangat tahu. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Aktivitas di kota itu lumpuh. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh.. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Asmara. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut.

Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.Adjani bersimbah peluh. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Atau orang kaya.Jakarta. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. Adjani bersimbah peluh.com/abclit. Asmoro tidak dapat berhenti... Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri.Asmoro bersimbah peluh. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama.processtext. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik.Di kota itu. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. Adjani bersimbah peluh. satu tema di seluruh dunia.html . Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. waktu kita hampir habis.com/abclit. Tidak ada yang berani meliput. Tidak ada yang berani bertanya. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Adjani menahan luka. satu suara. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. ASMORO. yaitu Adjani. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Pelupuk matanya merapat. 21 April 2002. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani.. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara.html mereka bisa berciuman sambil berlari. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro.processtext.

Lalu ia angkat bicara.com/abclit.."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. kota yang sudah dua kali berganti nama. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. bermantel lusuh.. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. Banyak pembunuhan." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela."Di kota tak ada lagi ruang untukku. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang.processtext. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. Pernah suatu kali.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget.html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas.. Panikov hanya menjawab.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa.. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. meniup serulingnya. Di izba yang reyot. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah.""Tapi. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya.com/abclit. ayahnya tercinta. yang sebagian besar bekerja sebagai petani.Sementara itu.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong."Panikov menaruh serulingnya.processtext. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". Ia tak pernah mengungkapkan alasan. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. dikelilingi hutan. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1."Brak."Hey. Dulu. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.html . dan Panikov.. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. dengan maksud menghindar. lima tahun yang lalu. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya.

Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. berteriak dan meniup seruling-nya lagi."Api.Ia menggigil.Yach Panikov ingat. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. indah menakjubkan. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau.. Anna". namun tetap tak ada jawaban. diam dan hening.. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya.!!!"Saat itu musim dingin. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. "Oh. Ia terus meniup dan meniup. Kata orang desa.! Hey. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar.. kali ini tepat di samping telinganya. tentara bajingan! Oh..Tak ada sahutan. tanpa mantel dan menggigil kedinginan.Saat ini. Ia enggan ikut bergabung. Di depan mereka. kota laknat! Aku rindu kalian. Panikov terus meniup serulingnya.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. angin bergerak lebih lambat.html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. serta tak lupa meniup serulingnya. malam ini terasa dingin lebih menggigit. sadarlah..... ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. Anna langsung menghampiri Panikov. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. Panikov keluarlah. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. Bila hari menjelang malam.. lalu berteriak. dingin mencengkram kuat tubuhnya.. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu.! Di sebelah timur desa ada api. giginya gemeretak. Panikov tidak peduli. "Oh.html . Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan.. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. tapi toh. Ia menangis.. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah.com/abclit.. mengapa ayahnya ditembak. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.ABC Amber LIT Converter http://www.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya.. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.com/abclit. air matanya membeku akibat udara dingin malam. Panikov tak peduli. Panikov diseret...processtext.. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. Seperti biasa. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. Yang terdengar hanya bunyi seruling. Muka mereka pucat seperti hendak mati. "Panikov. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau.. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. dan terus ia meniup..processtext. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu.! Itu api. lalu diam lagi. Anna berteriak lebih keras. tentara bajingan! Oh. "Persetan!" gumamnya. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. jauh sebelum menggapai pintu makam. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata.com/abclit.html makam. Jadi. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. bercanda dengan merpati-merpati.processtext."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. *Hotel Sanabel Al Madina. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer."Ya. tidak-tidak. Jangan pernah masuk ke makam. Lalu segalanya menggelap. Puluhan. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah."Dasar Takroni. Anakku. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah.Tetapi. salat di masjid Nabawi. Pegangan Zubaedah terlepas.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. perempuan buta itu. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya.processtext. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. camkan nasihatku. Dia terjengkang. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam.7 Tetapi. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam.7) Riyal:mata uang resmi Arab. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. sebelum pingsan. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi. Madinah Munawarrah.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan.Karena itu. ABC Amber LIT Converter http://www.html .Dan Zubaedah.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam.com/abclit. masya Allah.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. melambai-lambaikan sayap. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking.

. siang hari menjemputnya kembali. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Mangku. "Luh. Bahkan.html .. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kasar dan kejam. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. menelepon lagi. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. ayah Kroda. I Raneh." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan.. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. jangan salah paham.processtext. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila.""Sepanjang hidup. Gianyar. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. Jangan dibiarkan liar begitu. Waktu itu tahun 1971. Jadi.html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain.processtext.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Namun. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. Wayan Kroda terdiam. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat.. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar.com/abclit." pikirnya. Meski masih berusia belasan tahun. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. "Ikat babinya. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. "Kamu tentu masih ingat juga."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. Luh. saat sepupunya. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. Meski telah kena sanksi adat..

seluruh keturunannya. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Selain menghasut warga menentang Golkar." ungkap I Kleteg. termasuk Susila. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Sampai kini. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat.processtext. Itu kebanggaan.processtext.html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. dendam turunan.html . keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. karena ia bukan anggotanya. Sejak tinggal di Jakarta. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Tetapi. berarti jalan buntu. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi.com/abclit. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. Tetapi. Kalau toh diizinkan. Karena tinggal jauh. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. kita tidak akan mau pentas. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Padahal.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. SANKSI ini terlalu berat. Namun. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Ia tahu. Dendam Kroda. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Tetapi. Ini hanya dendam pribadi. Tetapi. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas.

"Jadi. Ada sesak dalam dadanya. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan. Ia tahu pasti. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga." kata petugas itu. seseorang yang dituakan dalam adat. "Bli. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. Jangan datang lagi kepada saya.. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat."Sudah berapa kali pula saya katakan. kalau menyangkut penemuan jenazah. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan." Wayan Kroda tak segera menyahut.processtext. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Jadi. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. niat itu ditepisnya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. Jadi. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain.html di kota seperti Jakarta. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Sebagai orang yang lama merantau. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif.processtext. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Wakil atau siapa sajalah. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. Ini soal penting dan sangat mendesak. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. bikin saja surat dulu.""Lebih baik berurusan dengan polisi. Tapi. ini keputusan paruman adat. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. mintakan kepada seluruh warga. Bukan. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya.. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Bahkan.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring.com/abclit. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. "Dan. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Ia berbaring di dekat ayahnya. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. "Tamu itu sangat penting. Sebagai kelihan adat. Paling tidak harus menunggu seminggu. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak.html ." ujar petugas lelaki itu.com/abclit.""Ini soal jenazah! Jadi. bukan lagi urusan adat. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Itu mutlak urusan keluargamu. Tetapi. saya harap bisa bertemu Gubernur. Bahkan. Padahal.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak.. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda.

Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor.ah.Ketika melewati pintu depan. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.com/abclit.. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya.! Ayo duduk dan berdoa. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang.. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap..Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah.processtext. "Ia keberatan.. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman.. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda.. Mereka ingin menuntut keadilan. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. "Tapi. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Sewaktu kalian lelap. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.html . Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.processtext. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah.. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu..ABC Amber LIT Converter http://www. mengapa masih bengong. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. aku diam-diam membuatnya. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo..com/abclit. Ayo semua berdoa. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah.." kata seorang kerabat liannya. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. makin lama jenazah berada di rumah. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat.

Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. yang datang dari luar dirinya. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Pagi tiba juga seperti biasa. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. Membuangnya ke kamar mandi. Terlalu banyak yang membebaninya.processtext. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Dia memang tegang. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium.""Tidak. Mengambil pispot. Harusnya Tuan tak datang. Menyuapiku.""Tak ada waktu untuk menunda. dari waktu ke waktu. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Tuan. Dia lelah. Pintu dibuka. datang pula mereka dalam urutan yang sama. terbaring dalam rahim waktu. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya."Aku datang!" kata suara itu. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Tidak sekarang. di sisi tempat tidur. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu. Jangan sekarang. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. masuk ke dalam urat nadi mereka. Menyuruh mengeluarkan mobil. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Banyak faktor yang dipikirkannya. Dia terus menerus menungguiku. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta.html Sumber: Kompas."Dia tidak hiraukan aku. Dia kurang tidur. Meneteskan madu ke dalam mulutku. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. setiap hari. Datangnya waktu."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu.Waktu terus bergeser. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Menampungkannya. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Perangkat medis itu.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat.html . Dia memang benar-benar lelah. sekarang. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Mencelupkan handuk kecil.""Tolonglah. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. Dia memang lelah.ABC Amber LIT Converter http://www. diiring doa sanak keluarga. Pantat panci bergeser di lantai. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Aku sekarang adalah bayi itu. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Sekarang adalah saatnya bagimu.processtext. Ini takdirmu. Menampung muntah.com/abclit. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Di bawah tabung.com/abclit. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. didorong ke bawah tempat tidur.

Anakku masih kecilkecil. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. si Choliq.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayolah mendekat. ibu. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Masuklah ke keabadian. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Kau lihat itu. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Lihat. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Muhammad Saleh. Sudah tua. saya masih belum menuliskan semua itu. tidak mereka cegah. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium.com/abclit. menyibaknya.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia.html . Lebih muda dari aku. Masih banyak yang harus kukerjakan. kau telah bekerja. mengurus segala yang remeh temeh dunia. Dia belum boleh menyerah. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana.Ayah menghentikan langkah ibu. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Tinggalkan semua itu. Tinggalkan kekacauan dunia. di kebun tembakau itu. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Ibu mendekat."Aku mundur menjauh. anakku. Beristirahatlah sekarang. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Kau bekerja telah terlalu lama. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Angin malam yang lembab.processtext. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Dia muda. Mendekatlah. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Ketika aku meninggalkan kalian. Abangmu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. adikmu. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan.processtext.""Tetapi. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Angin malam yang dingin. Kau sudah cukup lelah. Kita seperti burung pemakan ulat.html tangan sebagai awal pelepas rindu." kata ayah. Empat puluh tujuh tahun."Biarkan dia. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Rentang waktu yang panjang. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. si penjaga malam itu. Kau sudah lelah. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Itulah penyebab penyakit ibu. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. si Abdullah. Kau sudah lelah. anakku. Akhirnya tiba juga saat itu. Mari. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya.com/abclit. kalian masih kecil-kecil. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. Mari. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. 88 tahun. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Masih banyak yang belum kukerjakan. Tidak sekarang. Kemiskinan kita yang pahit. anakku. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Sebelum mencapai usia sekolah. Selamat datang. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Hentikan omong kosong itu."Tidak."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Lupakan semuanya. Terbang dari daun ke daun. siapa di sana? Ayahmu.""Ketahuilah.

mengorbankan damar untuk nyalanya. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Tak kuberi jalan untuk pulang. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Sejak kecil kau dekat denganku. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Ayah adalah si penjaga malam itu. seekor kancil yang terluka. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Ayah membiarkanmu seperti itu. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. Penjaga malam di pajak. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Bermohonlah kepadaNya.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Aku membawa sekop dan menggali lubang. insya Allah.processtext. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Jangan hidup seperti lilin. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Sepiring untuk anjing itu. Kulempar kakinya. Kalau Tuhan berkenan. Ingat. delapan puluh delapan tahun. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Jangan dipaksakan. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. dalam usia delapan puluh delapan tahun.com/abclit. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Kau harus seperti aku. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Ayah tahu semua itu. saat nanti kau menemui kami. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Hidup bagaikan hadiah. Aku senang kalau dia tak pulang. Kuambil batu. dengki dan tamak. Kau sama seperti aku.com/abclit. Kuhadang dia di tengah jalan. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. ibu membaginya sepuluh piring. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Temui sahabat-sahabatmu. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Jauhi sumber fitnah. ke seberang jalan. sementara kau mendongeng di atas kertas. berburu kancil dengan sebatang tombak. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. setidaknya mendekati usia aku. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Jendela. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Ibu menyambut hasil buruan ayah. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Duduk di dalam gelap. Kita suka malam hari. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Menemaniku di malam-malam dingin. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga.processtext.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Jauhkan diri dari rasa iri. Dia pulang pada jam-jam makan. temui istri dan anak-anakmu. Bila ada nasi. Kau adalah si penghayal itu. Golongan para pendongeng. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka.html . datang berlari mendekat kepada ayah. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Pergi sana. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Pulanglah. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Pergi sana cari kehidupan. aku menimbunnya. Datang kepada kami. pengalih perhatian. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek.ABC Amber LIT Converter http://www.

Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. berada di samping tempat aku terbaring." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Tanganku meraba di bawah karung. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. Aku melirik kepadanya. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela.ABC Amber LIT Converter http://www. Selangkah demi selangkah aku naik dan.processtext.html . dukuh. kadang dia membuang sampah dapur. pengalih perhatian. daun jendela itu terkuak. Tuan itu melepas pegangannya. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. cerpenis. dia melirik kepadaku dan melempar senyum.com/abclit. los tempat berjual ikan. sayur. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. tepat di dada. Diraihnya tanganku. Kulihat wanita itu. Penuh kristal cahaya. Dia lihat aku. Jangan lebih dari satu. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Aku terus meraba. Aku tak tahu aku berada di mana. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. menutupnya. semangka. sapu lidi. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. "Bangunlah."Malam dengan pancaran bulan penuh. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Semua terasa masih melayang. Aku terbatuk. ABC Amber LIT Converter http://www. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. Apel yang dibungkus jaringan lembut. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. salak dan mangga. buah. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Sesuatu bergeser di atas. Kau belum mau mati.com/abclit. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. markisah. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. aku naik dan merobah posisi tangga. dia senyum kepadaku."Bangun Bang. Jendela dia tutup.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. dan menguncinya dari dalam. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Tak ada atap penghalang langit. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. seperti gelembung dalam pipa air. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. menerobos langit-langit kelambu. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Ambillah sebutir. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela."Siapa engkau?""Aku istrimu. ayah mengambil sebutir jeruk. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. coba lihat."Bangunlah. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Kupaksa membuka mata. Jendela."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. lalu lari ke pintu. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. mendorong ujung tangga. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Bulan tak ikut masuk." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. menolongku masuk dan. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. mengusir cahaya bulan. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang."Bangunlah. sapu ijuk. Tak begitu jelas. mengejar kami. Tapi tak kuasa.processtext."Aku akan menjemputmu nanti. muncul di luar jendela. sampai semuanya lenyap. tapi tak begitu jelas. melejit di dalamnya. Aku ingin sebutir jeruk. Sebelum menutup gerbang fana. Bulan tergantung di sudutnya. pajak sayur. "Pergilah.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Kami semakin jauh meninggalkannya.

Lazuardi Adi Sage.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Galeb Husyen. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Masa kritismu sudah lewat. Lukman Setiawan. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Kita semua tahu itu.""Itu bukan mimpi. biar diberi umur oleh Allah. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Lihatlah. Belum siap untuk mati. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Segala puji bagi Allah. Remi Novaris. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu.processtext. Jantungmu kembali berdetak. Sarjono.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu.""Aku takut. Itulah sebabnya kita berdoa. Selalu begitu. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Hilangkan rasa takutmu. Kau yakinkan itu. Syahnagra Ismail. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Titik Ws. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata.""Suatu hari semua kita akan pulang. Sori Siregar. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. ayahku.""Bersyukurlah.processtext. Agus R. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Jangan terlampau dipikirkan.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Aku belum siap untuk mati.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Kenedi Nurhan. Kami telah kau bikin cemas.ABC Amber LIT Converter http://www. Adri Darmadji Woko. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Jamal D. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. kata dokter. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu. adikku dan orang yang pernah dekat denganku.com/abclit. Masih ada kesempatan untuk hidup.html . Di sana ada Haji Danarto. Jantungmu telah berhenti berdetak. Alhamdulillah. Abrar Siregar. Disambut sahabatsahabatku. Para sahabatmu. abangku.""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www." Disingkirkannya benda yang terjulai. Di kamar itu. Martin Alaida. Lupakan semua itu.""Aku takut. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Kak Atie. Aku datang kepada mereka. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Sapardi Djoko Damono. Ibuku."Di mana aku?""Di rumah sakit. Dosa-dosaku. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal. Wisnu Murti Ardjo. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Tapi semua kita belum siap. Lihatlah. Lihat di balik dinding kaca itu.html Nurwindasari. yang menghalangi pandangannya padaku. Rahman. Ibrahim Basalmah. Elanda Rosi DS. Di jendela itu.. Dada kiri dan kanan bersamaan.com/abclit.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Masing-masing ada pada takdirnya. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama.

melayani sopir-sopir bajaj. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. yang tidak beralas kaki.com/abclit.processtext. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima.ABC Amber LIT Converter http://www. bisa boneka wayang golek. Begitulah Sukab. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. dan namanya adalah Indonesia. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. bisa boneka yang digerakkan tali. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. ABC Amber LIT Converter http://www.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu".html . Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. dibinasakan. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama.Masih terbayang di depan matanya. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. Untuk semua itu. yang syukurlah semuanya makmur. boleh diburu. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. Dulu ia begitu miskin. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. dan dimakan. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. yakni Bahasa Indonesia. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. sebagai warisan masa lalu. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar.com/abclit.processtext. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. sehingga tidak mampu membeli potas. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. Sukab tidak pernah peduli. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. bercelana pendek.

Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. diberi bantal untuk tidur. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. Tapi Sukab tidak pandang bulu. surat nikah apalagi. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. Ketika musim PHK tiba. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya." kata istrinya. Ia tidak menggunakan potas. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. "Sukab.ABC Amber LIT Converter http://www."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. dan ia mengincar.com/abclit. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. Ia berjalan. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu.Namun. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.com/abclit.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www. kehidupan Sukab masih terhormat. Apabila kesempatan terbuka. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. sampai ia menjadi pemburu anjing." kata istrinya dahulu. hanya dengan beralaskan kertas koran. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. Tangkapan Sukab disukai. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Itulah riwayat singkat Sukab. mengincar anjing-anjing yang lengah. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. Apa pun jenisnya. menghilang ke bawah tenda. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. lantas tinggal dilumpuhkan. ia memperhatikan. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. Tidak ada cerita sehidup semati."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. tapi juga dimandikan. kedua. "pertama. dari chihuahua sampai bulldog. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. anjing tetaplah anjing. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan.html menjadi pemburu anjing di Jakarta.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak.processtext. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik.html . ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan.processtext.

ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah."Mereka begitu miskin. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah." kata Sukab. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. Mereka dibawa pergi. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. Begitu juga Sukab. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. seseorang berteriak kepadanya. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. Perasaan Sukab remuk redam.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka."Ke mana?""Entahlah."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi.processtext. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. sehingga tidak punya cermin."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. biasa habis di lingkaran judi. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian.html Sukab."Ia perhatikan.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. "Aduhai anak-anakku."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak.Betul juga.html . melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya. anak-anak berteriak mengejeknya. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. seperti upacara pengorbanan diri. Perempuan itu menangis. begitu pikiran Sukab yang sederhana.com/abclit. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik.com/abclit. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali.processtext. Meski sudah tidak melacur.***SEPANJANG rel. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. namun dari sinilah cerita baru dimulai.

. Mereka membawa segala macam senjata tajam.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.html .." kata polisi itu."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai.com/abclit. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing.processtext. berbalik lagi. Bukan polisi yang mengangkut. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya."Lho..ABC Amber LIT Converter http://www. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. mereka bangkit dan menyalak-nyalak.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. itu. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu."Hati-hati lewat sana. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.processtext. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing.."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing."Apa yang penting?""Esoknya. dan para pendengar menahan nafas. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu.""Husssss. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak."Yang bener aje."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir.***"MEREKA membantai Sukab. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. tapi hati dan otaknya masih manusia. tapi petugas tibum."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. ketika matahari terbit. "mereka juga bisa menangkap saudara. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka." katanya lagi."Oh. itu tidak penting.com/abclit.." ujar tukang cerita itu..""Tapi kita semua makan anjing.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing.. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.Setelah malam tiba.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. menangis.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.

SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis." lenguh Susan pelan. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. Januari 2002. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Susan. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. ketam. dan gelepar angin di Bondi Beach. Sambil menenggak Red Wine.processtext. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge.html anjing itu pulang ke rumah." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. Waktu itu. Nigel Jamieson. Selalu.com/abclit. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja.Teramat pelan. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Hanya berdua.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Susan. kerang."Susan.Dan. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. seperti malam-malam penuh pasir. Aku akan membakar wajahmu.processtext. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan.html ."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api.com/abclit. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih.Saat itu.

"Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang.html rambut indah Fiona. Aha. Subali. selalu hanya untuk kedunguan mereka. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. Lalu. siapa pun dirimu. Ya. Apalagi terperangkap cinta para Anoman.Asal tahu. sebagaimana Ki Manteb."Aku kira. Dan aku? Aku. ngiau yang tak ngiau.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. bersama Susan. Hentikan denting kecapimu. Are You Girl Friend. saya akan melesat ke King Cross. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. menyamar sebagai penari bugil. lenguh yang tak lenguh. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki.ABC Amber LIT Converter http://www. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. gereja. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. Fiona! Kalau kita tinggal serumah.com/abclit. penyanyi jazz dari Betawi. Dan. New South Wales 2029." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap.html .""Ya. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu.processtext.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. selalu tampil menawan itu. Dan. sebagaimana dia.processtext.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. aku juga akan jadi pejuang. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. Well. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road.com/abclit. Seperti kepada nenek moyangku. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu."Ingat. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www. Fiona. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. Sambil terus menenggak Red Wine. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. "Sudahlah darling. Dan cinta kami. Akan aku tunjukkan kepada Howard. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. selalu hanya untuk uang mereka. adalah cucu Thancoupie."Dengar.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. kita toh masih punya banyak acara. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. Sebagaimana malammalam sebelumnya."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. saat melantunkan New York New York. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. Tetapi. Bukan untuk yang lain-lain. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. itu mencium kening. Fiona mengerti maksud Susan. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. atau Anoman sebagai pahlawan. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. Saya tak peduli. Rose Bay. begitulah.

Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Dengan sigap. O.com/abclit. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda.processtext. O."Untuk sementara. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. pria England yang tampan itu. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam.Ya. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga.com/abclit. atau Long Island. ke rumah indahnya. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Sayang."Sudahlah. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. rasa hampa penuh iblis. Sayang. Fiona. kamu terlalu banyak minum. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya.processtext. saya tahu. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. di ujung jalan. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. saat ditampar. Fiona. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Kahlua Cream. Sejak itu. dan bar. Cuma sesaat.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih.Meski begitu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Tanpa sungkan-sungkan. Tetapi cuma sesaat. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. Bahkan. Yang jelas pria itu berambut cepak. pub.Sejak itu. malam itu. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www.Tetapi. Sebelumnya. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. Karena itu. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar.

Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu.. Akhirnya. dan pikiran-pikiran saya. lukisan. Maka. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan kobaran api itu."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. Yang jelas.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan."Jangan terlalu menimbang-nimbang. Fiona."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah."O. Rahwana. aku memang harus membunuhmu.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. Kita akan bisa segera pentas bersama."Sudahlah. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Sydney.Tak ada jawaban. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Dan. Di otaknya yang disusupi alkohol. Susan. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. selama menjadi mata-mata.com/abclit. dentingkan kecapi Sundamu. Seperti tahun-tahun lalu. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Aborigin. tarian. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis." Susan melenguh lagi. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini."Ketahuilah. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Fiona. Kini. Sebab. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. Tak ada denting kecapi.html mengubah kesucian cinta.processtext."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. dan ribuan kera sialan itu. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi.html . kau akan jadi ikan bakar. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium.processtext. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona.com/abclit.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama..Fiona enggan menjawab pertanyaan itu." desis Susan sambil memperkeras ketukan. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah.

Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Bondas berdiri menganga.processtext. Meringis.com/abclit. ramah. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu.html . Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. bangkit lagi. Menggeliat. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. berdandan menor.ABC Amber LIT Converter http://www. memburunya dengan cambuk. cantik.***TENGAH malam. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang.Ketika pintu terbentang." bisik Bondas. Menggigil. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. yang sebelumnya garang. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. Ditendanginya pintu itu. Buah mangga berceceran dari kaosnya. Tatapan lelaki itu. berdebar-debar. Tetap saja pintu itu tertutup. Punggungnya. kembali duduk. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. mendobrak pintu kamar ibunya."Kita harus menyelamatkan Ibu. Tersungkur. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Pagi masih gelap.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Senyumnya menggoda. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Terpuruk di sudut kamar. Mendengarkan rintihan ibunya.Menggigil di sudut kamar. kakak perempuannya. Digedornya dengan kepalan tangannya."Terheran-heran. Dan sekilas. itu cambuk Pak Gendut. berpapasan dengan ibu Bondas. dari celah pintu.processtext. Bondas terbangun dari lelap tidur. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Tangannya terasa sakit. membawa cambuk yang bergetar. mengendap-endap. turun dari becak. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Ibunya tak beranjak dari kamar. Nyeri. Ingin sekali Bondas berlari. merasakan dadanya bergolak."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. masih menyisakan kepedihannya. Terdiam."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. Kokoh di depan hidungnya. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. menyembulkan pusarnya. dengan perasaan takut. Ia mendekam di sudut kamarnya. Bondas merasa terlindung kegelapan. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. disusupkan ke balik kaosnya. Sesekali ia bangkit. telungkup.Buruburu Bondas turun. Lengan perempuan itu tampak menawan. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. dipungutinya. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. berubah mesum.com/abclit.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. Dipanjatnya pohon mangga itu. Bondas berlari. agak sayu. Kakinya seperti patah. Ia mendengar suara cambuk.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Dia melihat Ira terjaga. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www. Ira lebih tenang.Dari lorong gang muncul ibu Bondas.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. muda. masih dingin. diberikan pada ibu Bondas. Ia menandai.

Ira menjerit-jerit kesakitan. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. merasa Pak Gendut memburunya. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. Menjilatinya dengan liur berlelehan. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. kuda lumping dan cambuk. mencampakkannya ke tanah. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi Bondas terus berlari. Cambuk di tangannya diayunkan. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Mereka meletakkan gamelan. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Meninggalkan rumah. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda."Mau lari ke mana kau. dan bergoyang. Pak Sukra. ia terus berlari. tanpa arah. buruburu Bondas memungutnya.com/abclit. Bondas terus berlari. melecut wajah lelaki kecil itu. Tatapan matanya mengatur.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. kusam. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. letih. anak laknat!" seru Pak Gendut. di rumah.Tanpa menoleh. Memaki. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Terus berlari. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu.Berlari meninggalkan rumah. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Suaranya riang. Terdiam sejenak.***LAPAR. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.nyeri sampai ke dalam dada.processtext. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Bercanda. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. terus saja berlari. Tak tersisa tenaga padanya. Pakaian mereka sudah aus. Yang lain tiduran. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. dan merasakan betapa pedihnya. Takut. Tak berani pulang.Meski punggung terasa nyeri. mendengus. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. Agak lama mereka berbincang-bincang. samar. Dan Bondas yang lapar. Ia tak berani beringsut. membawa cambuk. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Ia tak tahu ke mana. perempuan muda. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. segera menghampiri Bondas. tak terurus.com/abclit. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Terasa pedih. Tertawa-tawa. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Menahan nafasnya kuat-kuat. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah.html cambuk. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. Bondas berlari. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. berada di balik kegelapan. bergurat-gurat menghitam. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya.html . Bondas belum sempat menghindar. wajah garang Pak Gendut menyeruak. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Bondas mempertajam pendengarannya. Dia memilih diam.Dari dalam kamar. Kulit pipinya mengelupas. Pak Gendut kehilangan lacak. haus. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira. menghardik Bondas. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana.***PADA malam yang menggetarkan. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. menggeram. terasa tercabik-cabik.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sesekali tersentak. teramat pedih. Bondas ketakutan melihat cambuk itu.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. mendera punggung. Tak berani bergerak.

Lecutan cambuk berulang-ulang. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel.processtext. Menggeliat-geliat kesakitan. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Menggelepar-gelepar. terus. dada dan punggung yang terbuka. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. bertubi-tubi. bergetar. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu. Gamelan bertalu-talu. Meloncat. dan segera ditabuh. Menghirup air kembang.Di tanah lapang.ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak bersorak. Tapi masih saja ia menari.Orang-orang terus berdatangan.com/abclit. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. lentur. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam.processtext. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. memekik senang. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. tar. Dengan takut. Menyusup-nyusup di antara para penari. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. Menari. malu-malu. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah.com/abclit.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Pada saat menatap Pak Gendut. tar.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Anak-anak bersorak. merobek kulit muka. menggetarkan udara.berjingkrak-jingkrak. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga.html . Anak-anak kecil berdatangan. Pak Gendut mengerang beringas.html bungkusan nasinya. seketika Bondas kesurupan. dan seirama dengan hentakan gendang. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. melelehkan air mata. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Menari dengan gerakan cepat. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Tanpa henti. seperangkat gamelan diletakkan. "Terus. Meraih kuda lumping. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. kian lama kian rapat. Gerakan tarian kian cepat. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya.

html . Seorang kawannya. Ia memberi resep obat generik. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. tetapi sebuah nasihat. ayahnya hanyalah petani kecil. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. jarang antibiotik. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. Setahunya. membuat perawat yang membantunya agak bingung. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. ubi jalar. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Sulit sekali mencari obat di sana. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. mau diapakan hasil tanaman itu. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman.processtext. Sampai jauh malam. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal.html Sumber: Kompas. dengan kereta roda.com/abclit. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.com/abclit. ibunya mengelus-elus kepalanya. Sejak kepergian ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www.Subuh sekali. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. pasien selalu berdatangan. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. Ia tidak mengerti mengapa. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". dan subuh pulang kemudian kuliah. Ketika tamat dari SMP. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. Bahkan.processtext. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Ketika ia terbangun. Pasienpasiennya banyak.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". dan tidak pernah kembali. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Ayahnya dijemput dari rumah. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. "Tidurlah.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Waktu tamat dari fakultas kedokteran.Dokter Isman tidak memasang tarif. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. ibunya sudah menanak nasi.

aku mengasihimu seperti diriku sendiri. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu.Setelah beberapa hari pengu-buran. lalu pamit. Bu.com/abclit. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Ia geleng-geleng kepala. Nak. Di rumah pamannya ini.processtext. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota.""Oh. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. tertunduk. udara pegunungan agak segar. Kalau bisa. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. Namun." kata ibunya dengan suara pelahan.processtext. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Menghitung de-nyut jantungnya. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www. memandikan saudara sepupunya.. yang satu dari akademi perawat." kata Isman terkejut. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. ia merasa amat terpukul. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan.Setelah sampai di rumah sakit. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Ia merasa amat berdosa."Ia memegang pergelangan tangan ibunya."Aku datang. yang bungsu dari akademi sekretaris.Dua tahun kemudian.com/abclit. Sebagai dokter ahli jantung. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. lagipula Jakarta terlalu panas baginya.html . Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. Ia mengambil spesialisasi jantung. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan.. ibu rekannya. rasanya hampir mau ma-ti. ia harus bekerja keras. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. "Penyakit jantungku kumat. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. kampung halamannya. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. Tapi anehnya. isinya. Dokter-dokter. dan menangis terisak-isak. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. ia mendapat berita dari kampung halaman. Bila dada sesak. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Nak.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Kalau bisa. kalau ia tahu. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. pulang. agar ia segera menikah.Ibunya datang dengan kedua adiknya."Dekatlah ke mari." kata dokter Isman. Nak. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis.ABC Amber LIT Converter http://www. tinggal dengan aku. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. ibunya dimasukkan ke ICU. Nak. Ia pulang dengan murung. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. Di seberang.

Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Tetapi yang kami rasa. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Daripada hidup bengong di rumah. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. entah kapan. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum."Pesanku kepada kalian. Gilirannya. Jantungnya berdebar-debar. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Ia kenal betul gambar itu. tidak boleh pulang sampai petang."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. dan sesudah itu. dengan syarat. sekitar bulan Maret. yang sewaktu-waktu berjualan berlian.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan.processtext. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. menurut pengakuan suami korban. salon itu banyak dikunjungi orang. di ruang tunggu. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan.processtext. "Ya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit.com/abclit. mendorongnya. Kami ingat itu. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Gambar yang terpampang di samping berita. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Semuanya diam tidak mampu berbicara. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu.Setahun kemudian. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan.com/abclit.Bulan berikutnya. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. ia membiarkannya bertandang sendirian. ia membuka pintu gerbang.html . Bang. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. juga dengan ipar-iparnya. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Menurut pihak kepolisian. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. tetapi ia selalu menghindar. Adiknya yang perawat. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Ia tidak menjawab. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat.

ia bergegas ke ruang kerja suaminya. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. Pelahan ia berkata. Ia ada di kamar. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat..com/abclit. meski ia tersenyum."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. toloooong. Ia terkena serangan jantung. ia menjeritjerit.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung.processtext. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama.html . Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Meski ia tertawa.ABC Amber LIT Converter http://www."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Perawat memapahnya.com/abclit. (Ia jatuh pingsan lagi). sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. menyuruhnya duduk.Para tetangga mengurut dada. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga.""Oh. "Dokter Isman sudah tiada. Namanya Tanesia. Bu. Tentu aku tidak perlu menjawab. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Tuhan.. Ketika ia siuman."Tenanglah. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing.processtext. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. atau orang kita sendiri semua sama saja. dokter! Ooohhh.html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. Dagunya lunglai.

Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya.processtext. tapi aku tetap diam saja. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja.processtext. Berdasarkan ceritanya. malam dengan rembulan.html tempat kami bertemu."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. luruh ke seluruh hatinya.ABC Amber LIT Converter http://www. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Jika malam tiba. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Tanesia takluk. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. tapi aku sengaja diam saja. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Tidak ada masalah di kota asalnya. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Hanya untuk berdua. Ia menunggu respons. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya.html . Tanpa gairah maupun penolakan. Maka jarum sudah telanjur ditusuk..com/abclit. Mulanya ia menolak. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga.. Kuta sudah jam satu pagi. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Beberapa saat ia menunggu respons. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Ia menganggap itu sebagai respons. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya.com/abclit."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Tanesia tidak sedikit pun tertarik.

semua sama saja.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. dua orang. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya.processtext. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku.com/abclit. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Pipinya memerah kembali seperti sediakala. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. dari sekian lama mati. Satu orang laki-laki. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Semua berakhir pada tempat yang sama. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. memabukkan. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Meski tidak seindah dulu. apa bedanya? Orang asing.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya.com/abclit. lalu pergi. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. orang kita sendiri.html .processtext. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. atau tiga. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Kasihan. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun.ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas.

Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik.processtext.Sudah jam tiga pagi. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin.com/abclit. Suaranya sungguh menggoda. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. Tanpa berani bertanya. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Tapi bahwa. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan.processtext. terlalu biasa. tidak ada perlunya bertanya.ABC Amber LIT Converter http://www. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Metafornya kurang dalam. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya.html ekspresiku.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas.com/abclit. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu.html . tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Blues bubar setengah jam yang lalu. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Namanya Tanesia. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Mungkin dia benar. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Atau apa saja yang akan kutanyakan.

Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Di sore lain. Sore itu cuaca tenang. dan ia mulai melupakan si burung. ABC Amber LIT Converter http://www. sebelum berangkat ke bulevar. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. dalam kegelapan.processtext. Burung itu tampaknya sudah tua... Dengan menaiki tangga-tangga itu. Si burung masuk sibuk dengan makanannya.com/abclit. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.Fajar tidak segera menyingsing. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. Pak Tua. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. lalu sedikit berputar sekitar kotak.Sore berikutnya. Akhirnya si burung gereja keluar. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. Pasti. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. sambil memainkan musik dengan biolanya. sebagian besar bulunya telah beruban.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. salju sudah mulai berguguran. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil.ABC Amber LIT Converter http://www. karena ia memiliki otak yang sangat besar. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung.html terletak di Moskwa.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. Saat itu di antara angin dan salju. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Sementara kaca jendela masih malam. ia berhenti meremukkan roti. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. telah hinggap seekor burung gereja. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. Violis tua. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. terjaga di kamarnya. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. dan bersiap pulang untuk beristirahat. sibuk dengan makanannya. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. Lama ia makan. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. pada saat-saat ini.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar.processtext.html . Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. orang-orang yang lewat. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya.com/abclit. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. Sudah lewat lima hari. sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Setelah makan. yang ditiup angin kencang. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. mungkin setengah jam penuh.

Di sini bahkan salju pun tak ada. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. Walau begitu. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. seperti musik.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem.com/abclit. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. cuma angin bersih telanjang. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. keras oleh kekuatannya yang menyatu. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. Dengan susah payah.com/abclit. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik.html ..Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Ia pergi ke sana berjalan kaki.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. sebab badai akan datang.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah.processtext. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. KuraABC Amber LIT Converter http://www.Hidup bersama seekor kura-kura. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. membalut kepala dan lehernya dengan syal.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Sepi. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. Salju yang jatuh.. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. dan badai satu saat berhenti. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. seperti manusia.processtext.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya.

Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. di sebuah jalan kecil di Moskwa. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. dan di balik jendela. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www. melesat dengan satu sayap. dari arah musim semi. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya.processtext. berhembus dari selatan. kadang biji kacang. Tak hanya kenyang. malam yang hening masih berlalu. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. ia masih hidup. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. mungkin. seperti kita melewati masa pensiun. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. yang keras seperti batu. dinding kamar bergetar: angin.com/abclit. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin.ABC Amber LIT Converter http://www. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu.com/abclit. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. dan itu cukup baginya. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dengan cara mengkeratkan badannya. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. Kotak biola seperti dulu. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. setelah terbangun dari kebekuan jiwa.processtext. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola.Sang burung juga tidur malam itu.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. Kemudian tampak seperti biasa saja. Pada bulan Maret. seandainya burung itu masih hidup. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. Pak Tua kembali terlelap. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. karena paruhnya seperti menyangga badai.html .

Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Jatuh sendiri ia dari langit. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya.ABC Amber LIT Converter http://www." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas..com/abclit. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. tapi segera terbangun. supaya tidak menggencet burung itu.processtext. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam.html kepada pemusik itu:"Paman.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. apakah ia mati suri atau mati benar..Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya.Burung itu mungkin sudah mati.Setelah menghabiskan tehnya. pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. entah esok pagi ia menghangat dan siuman.. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan." pikir Pak Tua.Sesaat Pak Tua tertidur.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua.com/abclit. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. "Hidup. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian."Baiklah. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. dan keabadian.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar." katanya. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. Pak Tua menaruhnya di sakunya. bahwa pernah ada di dunia. kematian. dan kura-kura mengulurkan lehernya.. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. matanya tertutup. Tak tahu. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya.html . entah ia takkan terbangun untuk selamanya. belilah burung kami ini. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti.

+ Hai. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Antara realita dan alam maya. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Antara keisengan dan kesungguhan. Lama ia terperangah. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. Ya. Bila dijawab. 25 tahun. Di lapangan. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga.processtext. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Luar biasa. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar.Bagai kapal kini.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Bagai burung. Di tengah rumah.com/abclit. Ia hanya iseng. Dari kawasan off-shore.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Edisi 02/10/2002 + Namaku. orangtua. Hanya ingin berkomunikasi. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. Sungguh. Sekretaris. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Ia juga bosan kriminal. Karenanya. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Bukan juga anak.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Padahal. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Ia merasa tertantang. Antara sadar dan bermimpi. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Antara ya dan tiada. istri. Di pasar. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. baru saja diumumkan. Meski kabinet pemerintahan. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. bajingan! Dengar nggak. saudara. ia tertantang. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Matanya jadi berkedip-kedip. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. ia butuh seseorang. Entah siapa pun dia. siapa pun mereka. kantor atau lapangan golf. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat.html .html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Antara ingin menjawab dan takjub.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Di mana-mana. Je! Perempuan. Bukan teman kencan di diskotik. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini.com/abclit. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. dibiarkan bebas berkeliaran. Bukan teman kantor. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Jadi berkaca-kaca.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.

Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya.OK. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Ia menatap kosong ke layar maya.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Lebih lagi. Bisa jadi. Tanpa direkayasa.Hari-harinya jadi kosong seketika.. Darahnya terkesiap. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Dalam hatinya. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki.. Ia membuka mail itu segera. ia tak tahu siapa Je sebenarnya.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Sungguh. Tak ada lagi kata-kata baru.. Apa maumu sekarang?Ya. ya. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Sebulan berlalu... aku mau ngobrol aja. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Sekarang. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Sepekan menunggu. Tanpa direncanakan. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang.html lampu pijar di kegelapan. Aku keliru.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. ia jadi kelelahan juga. Hai. Namanya juga iseng. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain..apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Je tak membalas emailnya. siapa pun.ABC Amber LIT Converter http://www.Siang benderang. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. sebuah mail muncul di deretan inbox.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je.com/abclit. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Artinya. aku sudah bilang. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. + Aku sudah perkenalkan diri. aku tahu. Apalagi. barangkali itulah jodohnya.processtext. janganjangan Je itu seorang laki-laki. Ya. ia jadi ragu. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta.html . Tak ada lagi Je di situ.. Aku mengembara ke dalam benakmu.. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. tapi buntu.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Sungguh. Ia berharap.com/abclit.. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. ia hanya bisa memakimaki Je.processtext. Tapi di belahan hatinya yang lain.. Dan seketika ia jadi benci Je.. kamu kemana aja?+ Capek aku. Je bisa muncul barang sejenak. ia jadi ragu juga. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja.. berlesung pipit. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu.. Aku sudah mulai.. layar komputer itu telah kosong. manja dan sedikit centil. ya?Ya. Tapi kamu?Ya. nama Je tidak membersitkan sentimen gender.

Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan.html Aku bermain-main di pelupuk matamu. Aku tiba-tiba ingin.. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. aku rindu kamu. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Yang pertama.processtext.Di layar maya itu. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Aku merasakan getaranmu. edan kamu. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja.. Keduanya saling mendekat. Semakin lama ia tatap wajah Je.Aku jadi penasaran. kamu begitu marah. Kadang Je tertidur pulas. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. mandi dengan shower. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. gitu. Di layar maya itu.html . Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa.ABC Amber LIT Converter http://www.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Ia berdebar-debar. ciuman dan menyalurkan birahinya. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.Di atas sosok Je itu. gagal karena terserang virus yang hebat. keduanya saling bersentuhan.. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya.Ia terhenyak seketika. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Aku hanya ragu. bisa macam-macam. Begitu membenciku. Je tak berbohong. Ah.Sehari kemudian. Tapi bagai angin. Je memang cantik. Aku jadi rindu kamu. Sinting. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu.+ Selamat pagi. Kadang ia tertawa manis. gombal kamu.. nggak. Sebagai lelaki. Aku tahu. Ia ingin berpelukan. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Dan.. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. tentu sosok Je akan semakin jelas.processtext. Je selalu berubah ekspresi. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. berangkat kerja. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. tapi tak kunjung berhasil.+ Lha. Bisa gombal. Begitu penasaran. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.Je. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. berpelukan dan berciuman. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. dia digombalkan seorang perempuan-ah. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Ya.+ Ah. Lelaki bila ada maunya.com/abclit.com/abclit. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah.Kalau betul kamu perempuan. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai.+ OK deh. Kapan-kapan kukirim potretku. ya. Kadang marah menyebalkan. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. manis. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Hebatnya lagi. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya.Setiap pagi. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk.

bukan tak terpikirkan. Ia terkesima. Ia terbius oleh Je. Antara mimpi dan nyata. Ia jadi penasaran. Ia meringis kesakitan. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Busyet. Je.Je. Ia betul-betul miskin data. ia cepatcepat mengetik di keyboard. sayang. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www. adegan itu terulang lagi. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. nggak juga. jawab aku kapan pun kamu mau.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu.com/abclit.Begitu tersadar. ia mematikan komputernya. Aku berharap.html punggung keduanya. Ia merasa heran dan takjub.. Setiap ia mengirim mail buat Je. kali?Ah. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Ah.ABC Amber LIT Converter http://www.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu.. sedikit pun tak menarik baginya.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. kapan-kapan. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. bisiknya lirih. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya. Lama layar komputer itu kosong. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul." Sesudahnya. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.processtext. Tunggu dulu. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi..Je tak menjawab. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi.com/abclit. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Keduanya saling menikmati. Keduanya semakin birahi. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.html .! Aku juga. jawaban yang diterimanya: undelivery. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Ia segera kirim mail buat Je. Tapi. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya.processtext.Ia jadi nekad. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je.

Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Harta dapat dicari. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6.otomatis ikut tegang. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas.. ***"BAGAIMANA. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan." Bujang Sami menarik nafas pendek. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. bukan begitu. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Dia tahu betul tabiat Mamaknya.. "Dia manakiak5. Urat-urat lehernya menegang. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Kami hanya segan beradu pendapat. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang.ABC Amber LIT Converter http://www. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. "Uda tidak usah ikut ribut. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Kemudian meneguk kopi manis. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. "Alaa.html . Kapan perlu. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. pendek betul pikiran wa'ang4. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Dalam pembagian ulayat. Bola matanya mencorong tajam.. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya." "Buuuk.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. saat aden1 masih di situ. Mak.processtext. Upik menarik napas panjang. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. sungai kecil itu adalah batasnya.. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Mak. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Pik.com/abclit.html Sumber: Kompas. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang.com/abclit.

. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Apaah rombongan Uda. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. pada hari yang telah ditentukan. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. Menjelang jam sembilan malam. Datuk?" sela Mak Kimin.. Di sanalah kusut akan diselesaikan. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. Tapi." jawab Pidin. tak ada salahnya bersiap-siap. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. musuh jangan dicari." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. "Katanya.processtext. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. mereka membantah." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. Dan bersikeras menyodorkan peraturan." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada." Pidin langsung pada pokok persoalan.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. Di situlah keruh akan dijernihkan." dialihkan topik pembicaraan. Datuk?" sergah Mak Kimin. Kemudian dimintanya Pidin. ***SEBELUM benar-benar senja.com/abclit. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. setelah sedikit basa-basi. Suasana mendadak hening. "Begini Tungganai. Da. Dan. Bujang Sami berdehem. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. "Sebaliknya. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. "Baiknya bagaimana." suara paraunya mengandung wibawa. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Dan. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. Datuk. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka.com/abclit. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Upik Sida menekur. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. Tapi. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. "Hati-hati. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. "Bertemu pantang dielakkan. "Tenang dulu. Sebelum berangkat. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka.. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga.. "Belum tentu. "Untuk apa lagi.html . "Itu sudah kami jelaskan. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan.

kami minta maaf. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Kedua rombongan tentu saling menunggu.. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan.processtext.. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. Mak Kimin lebih gelisah." Patih Sati berdehem keras. lebih keras.. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. Lobai.. Patih Sati gelisah. Bergegas pulang. dia adalah kemenakan Pidin. Juga Lencun. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Namun." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. waktu itu dia sengaja mengikuti. Tapi.. "Kami belum bisa memastikan. Cuma. Bujang Sami lebih gelisah.html . Makanya.com/abclit. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. pekan lalu. Bahkan. kami berharap. berarti keterangan Pidin berat sebelah." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. karena teringat silsilah Kaum Patopang. mengingat Pidin belum juga datang. terdengar bernada miring. "Lanjutkanlah..processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jika itu persoalannya. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. Kiri dan. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. Mengingat perangai kawannya itu. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap.html telah disepakati.." pinta Patih Sati. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. walau berumur lebih muda.com/abclit.. Padahal. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. Lalu Patih Sati menggantikan ujar.

Rasanya. Cukup. Permukaannya yang mengkilap. Kalau kuingat-ingat. Tetapi. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Ya. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. senangnya mengamat-amati KTP ini. menjaga nyawa. Kemarin. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan.processtext. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini.com/abclit. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Umurku tujuh-puluh dua.Aku mengenakan pakaian terbaik. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. katamu melerai perasaanku. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Sedangkan kami. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Membersitkan kebanggaan.Sudahlah. anakku yang terkecil. mengambil kartu tanda pendudukku. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. terutama di penjara wanita Pelatungan. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. maka dia telah kujalani dengan sempurna. lebih dua puluh tahun yang lampau.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. yang selalu ingin menyusu di dadaku. Terlahir sebagai Yahudi. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati.processtext. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini.com/abclit. Dan itu adalah juga aku. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. masih terus berbagi degup jantung. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Hanya karena aku seorang istri. keterangan diri yang mungil. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita.html .Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. aku dan anakku. Membanding-banding.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Bisa kubayangkan. dan dibalut plastik mengkilap itu. yang buat kompos pun tak berguna. Ah. Lupakahlah. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. seorang istri. Tapi. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya.

walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Aku hanya tidak tertarik. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. namaku ditulis dengan ejaan yang benar. Dan istrinya. mereka tidak percaya. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer.processtext. Hanya karena aku seorang istri. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Cuma meminjamkan peniti. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Masih kuingat. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa.. Masih kuingat. sehingga dia harus dilenyapkan.com/abclit. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Tetapi. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP.. Bukan mesin tik tua. Padahal aku hanyalah seorang istri. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. anak-anaknya yang masih merah. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Terkadang. harus menderita. Duduk sambil merenda. Dan buatku. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Hak bergerak bebas. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. menulis editorial di koran yang dia pimpin. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. Sesungguhnya.processtext. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Lihatlah. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Tapi.html .Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. eks tahanan politik. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Memang. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. mematikan. Juga anak-anakku. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Mesin kejayaan manusia yang baru. Tetapi.com/abclit.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku.

Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. bisa.Aku cuma diam. Gong sudah ditalu.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. memegangi dengkulku. membelenggu. Mbak Rin bisa membuka toko obras. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. Tapi. Aku tahu." tanya Tatiana. Siksa itu harus diakhiri. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. tersingkir.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Aku tidak hanya kaget. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini.. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang.processtext. begitu membebaskan. sangat terluka. Wajahnya yang licin bersih. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini.com/abclit..Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Kini. Meskipun tidak dia ucapkan."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Membisu seribu laut. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. ABC Amber LIT Converter http://www. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini.com/abclit."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia. Aku tahu hatinya luka. Dengan berbuat begitu. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. tetapi juga malu. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan.Aku terpaku... begitu murni. walaupun ada. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. hidup kami... jauh di dalam hatinya. Tak berkata barang sepenggal. Begitulah caranya membujuk hatiku. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Dia tetap berlutut. Sesuatu yang percuma. dan terang sebiru laut. Mas Awang bisa membuka bengkel...html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman.processtext. diri kami. yang ditebarkan KTP itu."Sedang apa. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. Mulutnya agak ternganga. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. Bisa. Tanganku tak lepas dari KTP. Aku sambut tangannya.." Tatiana seperti meratap."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Jari-jari tangannya memagari bibirnya.. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung.html . Bu?. dia cuma diam. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. Dia anakku yang paling bungsu. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.

lebaran nanti tidak ada Eyang. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil.processtext. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. Takkan.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya.com/abclit. Sementara aku sendiri. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. pukul satu malam... cuma akulah yang sarjana.html Aku tahu. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Kalau tidak.html . Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. Sesungguhnya. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Pasti tidak enak ya Pa. Aku tak bisa menunggu. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Tetapi. berusia 78 tahun. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. aku tak menyesal. Kepercayaanku timpas sudah. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. Di sisi lain. Malang. Tapi. Sejak saat itu. "Kita bangga ya Pa. Di antara isak tangisnya. Eyang itu baik ya Pa." Bungsu menimpali.processtext. sup buntut.com/abclit. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku.ABC Amber LIT Converter http://www. saat pemakaman eyang. Dari keenam saudaraku. aku tahu. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. "Papa. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. anak-anakku. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku).

terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Aku takut anakanakku jatuh sakit. aku ingin membeli teko di Malang. Pa. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. "Le. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Aku tahu betul perasaan Ibu. Ini sedikit melegakan. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Dan Mama kan sudah bilang tadi. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Namun." Lantas Bungsuku bilang. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. pohon kelapa. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion.com/abclit. jadi pasti cantik ya Pa. Perjalanan kami masih separuh lagi. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. (Mbaknya Ninil. atas meninggalnya Eyang. Namun. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. menikah dengan Tomo. "San.processtext. piyama. Sedang aku sendiri. Kalau panen tebu kita baik.ABC Amber LIT Converter http://www.html . pada awal pernikahan sampai sekarang. wajah seorang yang kacau. Di rumah kami sendiri. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Kabar terakhir dari Ninil. Oleh karena itu. pada awal pernikahan. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. Orangnya cantik. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Namun.processtext. Oleh karena itu. pinter. Sulungku berkata. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Dan sekalipun bukan dijodohkan. Semua sudah datang. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. Tetapi. LANTAS. sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya). aku tahu. ada gunung. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. Peristiwa ini begitu mendadak. tetap seperti bayangan anak-anak. aku takut Ninil akan tertawa. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. "Saya lapar. Eyang sudah mulai membaik. Aku tahu.com/abclit. mereka sama-sama dokter. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). capai. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www. Kita kan wong ndeso. aku mengajak mereka makan. Ya. Ada orang yang menjual minuman di sana. Tante Yus yang di Australia. Lama-lama. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. hubungan kekerabatan mereka dekat). aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum.html turunan putri raja. dan turunannya priayi. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku." Kami masih mencari-cari restoran. Jadi. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. Di sisi lain." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu." Ya. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini).

lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Kita suka mencium Eyang. baru besok kita bisa berangkat. waktu lebaran yang lewat.ABC Amber LIT Converter http://www. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. kedua orangtuaku meninggal. kita beli sajalah Pa. Setelah makan roti. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. bilang kepadaku berulang-ulang. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. jangan peduli dengan sikap tante-tante. ibuku tidak pernah berulang tahun." "Kita coba saja. Sulungku berkata. Ninil berbisik padaku. dia juga mencintaimu. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. Jadinya. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. Sekarang sudah meninggal." Jawaban itu memuaskan putriku. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. Ya.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. air mineral. "Maksudnya begini lho Pa. kan mantan pacar." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah. Kamu tahu sendiri kan." "Ya tentu." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa." Ninil tertawa mendengarkan itu. Saya masih ingat. ada restoran yang buka di sana. "Pa. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor." Putri sulungku memotong.processtext. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. karena wajah saya seperti putri-putri. aku cuma bisa bilang." Sesungguhnya. Papa lagi emosional. mereka kelihatan tidur kembali. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). rupa kita mirip tante-tante. kan? Eyang selalu wangi. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. Tentu saja Mama memilih Papa. "Kalau ada roti." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. Aku tidak tahu. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Mama kan sama Papa pacaran. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. "Ya Mas. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. Papa sayang sama Eyang. Papa kan juga sayang sama Eyang. Eyang bilang. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja.processtext. Eyang senang sekali. aku sayang kamu. Saya takut kalau service restoran itu lambat. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. "Pa. kita bisa makan di mobil kan. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. Tetapi waktu itu." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. Kalau dengan pesawat. Tentu saja. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. Lantas. Dia tidak butuh itu." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. "Santoso. "Papa memang sayang. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. Itu kan untung ya Pa. Dan Bungsu mengusulkan.html . "Ya Pa. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. jatuh cinta ya Pa. "Dik Santoso. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang. "Maaf ya. Tetapi. Aku juga tahu.com/abclit. Nduk. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku.com/abclit. rasanya kok tidak sampai-sampai." Aku ketakutan. ya Mas. ketika kedua putriku tersenyum. dengan semangat cinta. om-omku. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www." Aku merasa lega. aku kini merasa betul-betul yatim piatu.

Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau.ABC Amber LIT Converter http://www. "Le." Setelah upacara penguburan selesai. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah." Malang. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. Baru jam lima petang. nol menit. Matahari sudah lama tenggelam. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. kupeluk istri dan anak-anakku." Lalu manakah yang lebih benar. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Yang ada cuma satu. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le.com/abclit. Selama ini kalau aku bisa jujur. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. Juga jam lima petang. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. aku berpikir. aku merasa dia berbicara seperti ini. kita seharusnya saling memaafkan.html . Ia memijit nomor satu nol tiga.processtext.html seperti orangtuanya sendiri. Namun. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. langit begitu hitam.com/abclit. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. cinta-Nya kepada kita. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. Terdengar suara operator dari seberang.processtext. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. dan dua puluh tiga detik. kita tidak perlu lagi saling membenci. Namun. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Hatinya dirundung kecemasan.

Membaca stensilan. Menelepon teman-teman. jantung. Menghapus air mata yang menitik. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Membeli hadiah Natal. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Kala itu.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. ABC Amber LIT Converter http://www. dan jam lima lewat tujuh. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek.processtext. Mengantar anak ke sekolah. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. vagina. mobil sedannya berubah jadi labu. dada. payudara. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Berdoa di dalam kegelapan. Bercinta malam hari. Memandikan bayi. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. leher. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. mata. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan.processtext. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. hampir abadi. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya.com/abclit. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Menatap matahari terbenam. kaki. Memarahi pembantu. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. nenek dan leluhur. tangan.com/abclit. jawaban dari mereka adalah sama. punggung. Pergi ke dokter. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Mengiris wortel. kakek. Menyusui. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. ketiak. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. jam lima petang. raga. ulang tahun dan hari kasih sayang. waktu adalah pelengkap. hati. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Rekreasi. sebuah sarana. Karena waktu yang berjalan. hidung. jam lima lewat tiga. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. berarti ia akan kehilangan waktu. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. pipi. Melamun. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna.html . Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Bercinta dengan rasa. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. mulut. yaitu jam lima petang. dan dirinya berubah menjadi abu. Ngeceng di Plaza Senayan. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Membuka album foto yang berdebu.

berdetak keras memekakkan telinganya. Suara alarm itu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. merasa terancam atau bersyukur.html . Suara alarm itu. Diculik UFO. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Nonton Cirque du Soleil. ia hanya tidak sadar. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Tapi mimpi juga terbatas waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. Minum sirup markisa. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Mengalahkan Michael Jordan.processtext. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. seratus ribu. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. semar atau gajah. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Imajinasinya buntu. Membuat raganya beku. Baca komik Petualangan Tintin. semua orang tidak mau ketinggalan.com/abclit. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. seribu. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus.processtext. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen.html berdebar. samudera getar. Hatinya membatu. masa kini dan masa depan. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Arung jeram. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. Kelopak bunga mulai merekah. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Satu. sepuluh ribu. cakrawala harapan. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Merebut suami Victoria Beckham. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Menelan biji durian. Kaki anjing pincang sebelah. Bertinju dengan Moehammad Ali. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Suara alarm itu.com/abclit. Suara kokok ayam jantan. Suara alarm itu. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. lonceng tanda masuk sekolah. Lidahnya kelu. Makan rambutan. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. sepuluh. Kicau burung. Awan berbentuk mutiara. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Bungy jumping. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. seratus.

. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam.ABC Amber LIT Converter http://www. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar.. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Tidak nongkrong bersama teman-teman... Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam.com/abclit. Kurang perhatian. ***NAYLA ingin menunda waktu. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Kurang waktu.. Nayla ingin menunda kematian. babi. Kurang peka. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Sejak saat itu. Seragam sekolah yang luntur.. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman.. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Kurang becus mengatur keuangan. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Masih ada saja yang tidak sempurna. Waktu. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar.*** ABC Amber LIT Converter http://www..processtext. Memberi makan ikan. Mengikuti senam seks dan kebugaran.. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. dan dirinya berubah jadi abu....com/abclit. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Terlalu banyak pemborosan. Sarang laba-laba di atas plafon..processtext. ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan.. Padi menguning di sawah. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan.. Dan masih saja ada yang kurang.. Vagina yang tidak lagi lentur.. Semangatnya bergetar.... Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. Burung bercinta di atas rumah.. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. sarapan dan seragam. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Tidak pergi ke klab malam. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. penguin. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan.. Tapi Nayla selalu terlambat. kucing.html lebur dengan tanah. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman... panda dan beruang masing-masing satu pasang.. Ketika... Waktu. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Ia ingin memelihara anjing. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi.. Tidak belanja perhiasan. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan..html . Waktu. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. mobil sedannya berubah jadi labu. Buah dada yang mulai mengendur. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Waktu. Terlalu letih hingga tidur mendengkur.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. untuk memperpanjang perjalanan. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.

lalu berhenti di depan sebuah dangau."Kau coba dulu jeruk sini. Sebelah kiri jalan. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar. Mobil bergerak pula.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Bang. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang." Din melekatkan kaca mata hitam.com/abclit. Ayo kita terus. karena lurus saja sepanjang lima km. dan rasakan manisnya."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang.processtext. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Ia ABC Amber LIT Converter http://www.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda.processtext. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah.com/abclit. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon." x"Wah. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar.

"Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. dan potlot pendek. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir.processtext. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Jika ia merasa diperhatikan."Besok kembali. "Di sana ada jalan ke dalam. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Aku sering datang ke rumahnya. Kaca mata hitamnya dilekatkan."Salmah lebih tua dari aku lima tahun."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Bapaknya seniman. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah."Ini Bang Tamrin. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. menunjuk."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Sekali aku pulang kehujanan. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. ia akan bilang. dengan yang sekarang juga dua. persis seperti buntil laskar Gyugun. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok."Berapa hari di sini?" tanya si istri. Itulah jalan menuju desaku. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik."Inilah yang disebut jeruk Pasaman.html menawar. buntilnya juga berisi sepatu lars. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Jika ia menumbuk padi dan menampi. Aku respek padanya. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Dia pintar pidato. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan.com/abclit. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. dan Medan.com/abclit. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. dan mulutnya yang melengkung indah. Mereka membalik. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Si suami bertopi pandan.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Suaminya penjahit. Bukit Tinggi. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu.processtext. buku notes. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman.html . lalu terus ke perbatasan Tapanuli. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Persis seperti buntil Gyugun.Din mengajak ikut pulang ke desa. Ia berteriak. senter. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok.ABC Amber LIT Converter http://www.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Sidempuan. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba.

Kain sarung disampirkan di bahu. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Ketika baru diajak makan. Labai." kata mereka. kami turun. dan menyalami orang-orang. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan.com/abclit. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Ketika jadi juga merdeka.Aku kembali ke depan. Ia sudah pensiun sebagai guru SD.com/abclit. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Kami makan berempat di meja dapur.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman. tampaknya seperti dapat firasat. sebagian besar sudah aku baca. Kata Ibu. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Sesewaktu mobil ditepikan.html . Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Tampak kasar jemari ayah. Aku memeluknya rapat-rapat. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. masih yang dulu. Sebelum para. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Din bilang kami akan balik besok pagi. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. dan salak. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. "Sedang di sini rupanya beliau.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. sayang ia tidak kemana-mana. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Mak Panto adalah adik Ibu. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. dan ketika melihat Din mereka melambai. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. yaitu perca. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Ayah punya banyak buku dan majalah. Ayah pulang dari sawah. dan uban memutih di sana-sini. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor.processtext. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Ayah sedang bekerja di sawah. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah.processtext. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Pohon sirsak. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. nangka. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Kejai adalah sejenis beringin.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah.

Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Di hilir tadi. Tapi mereka tidak punya biaya. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. Buru-buru tikar dibentangkan. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Apalagi di musim kupon karet dibuka.com/abclit. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. kubilang tak usah. ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. karena sedang sekolah. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Uci. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. dan atapnya seng. ia tertegun menatapku. Tapi kelapa sawit. dan mencari buah manggis. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun." kata Din. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma.ABC Amber LIT Converter http://www. Badannya besar dan tinggi.com/abclit. Rumahnya bertiang tinggi. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. lalu dibawa duduk di ujung tikar.html . Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. dan buahnya bergelantungan. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit.processtext. dan Mamak diberi baju bersih. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Kasihan kebun para itu."Ini Tam datang." katanya. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. istri mamak.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. duku. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. apalagi jadi kaya. matanya berkaca-kaca. Kebun para itu tampak sudah pada tua. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. Lalu kami pamit. Setelah menyalam Din dan Ayah. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Kami pun menyalami dia.processtext. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. main domino di lepau. lantai dan dinding dari papan. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. Kurangkul dia. berkulit kuning seperti Ibu. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. istri. atau ringkanang ke hutan. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Beda sekali dengan kebun para. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. Meski umurnya enam tahun lebih tua. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. kebanyakan petani karet dapat uang banyak.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Mak! Ayah kami juga ikut. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. Jaga durian waktu malam. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Ia tidak berbaju.

Ayah diam saja.*** Jl Kembang Setaman. dan mendesah lebar di lembah. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. dan lezat. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. sisiran klemis.processtext. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. Aku menyalami. lalu melekatkan kaca mata hitam.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat." kata Din. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Kami pun makan durian. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. kuning.com/abclit.000. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. badannya kutarik lalu kupeluk. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www.html . Ia menepuki punggungku. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga. Istrinya datang dan menyalami pula. Semua anaknya tinggal di hilir. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. "Rumah besar di hilir dijual. janganlah ikutikutan terburu dengan Din. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi.processtext.html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki.ABC Amber LIT Converter http://www. dan bicara riang. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Aku terkejut.com/abclit. ia juga terkejut dan agak tersipu. Inilah jenis durian yang berdaging tebal.

sangat kaya. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. 'protes. dan atap asbes gelombang. usuk kayu Kalimantan." Begitulah. Rumah dan tanah berukuran 36/80. Walhasil." kata istri dalam arisan ibu-ibu. kata anaknya menurut pembantu. dan pagar merah dari batu laut. atau "kami tinggal di kandang ayam". tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. "Alhamdulillah.com/abclit. tidak suka membuang-buang. "kami tinggal di peternakan manusia". demonstrasi. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. "Alhamdulillah. melik-melik di kamar utama. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Kata anaknya. Tertutuplah. lho. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. "Bulunya itu. Meskipun. Bikin kulit gatalgatal. tinggal satu lampu 10 Watt.html . lama-lama keluhan datang juga. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. Rumahnya ditingkat. tidak ada teguran. Seperti diketahui. Tetangga sekitar. "kami tinggal di kaleng sarden".processtext. Tetapi tidak ada protes. termasuk kami. Artinya. saya tidak tinggal di situ. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Bagi orang gedongan katakan." Bagi penghuni Perumnas yang lain. Suami tidak rapat RT. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. begitulah gaya hidup orang Belanda. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing. "Alhamdulillah. Kata mereka. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal." Bagi para tetangga rumah bertingkat. itu adalah kemauan anaknya. genteng tanah nomor satu dari Gombong. Orang hidup itu harus tenggang rasa.processtext. Pada mulanya berdinding kayu lapis. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas. rasaABC Amber LIT Converter http://www. memang banyak yang bisa membangun-bangun. SETELAH dua tahunan. istri tidak arisan.html Sumber: Kompas. mereka juga hemat waktu. lantai keramik. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". "Kita harus hidup rukun. rumah bertingkat itu membuat masalah. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. di malam hari kamar-kamar dimatikan. dinding bata dan semen sungguhan. bukan bahasa pergaulan. "Alhamdulillah. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. dan rasanan. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah." Bagi orang yang masih menyewa. Kami sangat senang mendapat rumah. rumah kami sederhana saja. dan menuntut' itu bahasa politik. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. omong kesana-kemari. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali.com/abclit. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. saya tidak tinggal di Perumnas. Lebih dari itu. Tetapi. Namun. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman.ABC Amber LIT Converter http://www. Daripada menyewa berpindah-pindah. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. menurut pembantu. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing.

Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. ada perkembangan baru. Maka. sepulang haji.ABC Amber LIT Converter http://www." jelas suami. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Tuhan! Baca sendiri'. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas." "Jangan begitu. Maka kami senang. Dokter menanyakan." "Ada anjing?" "Tidak. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www." balas Ketua RT. "Maafkan kesalahan kami. tanggap sasmita. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak.com/abclit. Tidak juga laku." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. "Amin. Belum sempat Ketua RT bertindak. mereka tidak kembali ke Perumnas. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. tentu. Mesti orang berpikir. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21.html rumangsa. Mereka mau naik haji. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. ya'." kata suami mewakili keluarga. Kami saling berpelukan. Sindiran yang agak tegas. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'.processtext. "Ya.. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Atau yang lebih thok-leh. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain." Lalu dilakukan tes suntik. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Kami tahu banyak salah." "Amin. di luar prinsipnya.00 sebab mereka ketakutan. rumah itu gelap. seperti waktu di rumah. nol-nol. 'Ini. Diturunkan. Semuanya lewat pembantu. Harganya diturunkan. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. saya bilang pada istri. Diulang. Mula-mula mereka heran." "Semoga dapat hidayah. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Rapat RT memutuskan. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. tapi mbok yaa ingat tetangga'. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. Setelah sampai rumah.00. Namun. itulah. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Amin. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya. Ujungnya.processtext. "Semoga jadi haji mabrur." CERITA ini yang lebih penting. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. ya Bapak-Ibu. Ditinggal haji. Untuk apa tinggal di Perumnas. "Itulah. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf.html ." katanya. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Singkatnya.com/abclit. Namun. bulu kuduk mereka berdiri. Logikanya begini. keluar juga jujurnya. karena praktis melibatkan seluruh RT. semoga." kami berdoa. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu.00. dan bulunya suka beterbangan. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. seperti 'pelihara anjing boleh.. Disuruh dia mengingat-ingat. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Diulang. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. "Ya. dan lari tunggang-langgang. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai.." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Ha? Benar! Menurut mereka. Siapa tahu mereka lebih diridhai.

Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. Itu dianggap yang terbaik. "Mereka sudah satu suku. Al-Falaq. Mereka memborong ronde. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Lain dengan kami. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang.html waktu yang belum ditentukan. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Jin itu bertambah nekat. Orang pintar itu datang. Setelah dihitung. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. sejenis lulur. Penjual curiga. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Bunga Setaman itu makanan jin. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. yang tidak menyakitkan hati orang. misalnya.com/abclit. menggaya). Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. Rapat RT lagi. kumpulan cerita). tukang ronde lapor Ketua RT. Tetapi. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Nama jalan itu terserah. Meskipun demikian. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. Jadi. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak.processtext." Pasar Kembang adalah nama tempat. meninggalkan gerobak dagangan. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Tetapi tidak ada perubahan. dasar orang Jawa. RT langsung mengadakan rapat darurat. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. tapi menggantung di udara. Maka datanglah orang pintar itu. mengganti nama jalan. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Wedang ronde yang panas itu dilahap. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. karangan. digantung di temboknya. sama-sama segannya untuk berkata tidak.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka.processtext. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. asal jangan menyarankan makanan jin. Tentu saja. Dan. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong.html . dan An-Naas. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. warna-warni bunga sejenis (artikel. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. kok keluarga besar. "Lho. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong." Maka RT mengadakan rapat. Nama diserahkan pada RT. Anak kami menitipkan anaknya. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. tanpa debat berkepanjangan." Setelah ck-ck dia membuat saran. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. setan ora doyan. Alasannya.

Kami turunkan papan nama. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian." "Lalu enaknya apa. Mereka akan ketakutan dan lari. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. pandai ilmu dalam. Jangan Kembang Desa. suara klenengan. Tertutup sudah. mereka tidak boleh mengganggu orang. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu." kata advokat itu. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Satu.processtext. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www." "Jangan.com/abclit. bayi menangis. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. gadis. suara anak-anak bermain. nyanyi dangdut. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Itu jin voiyeur. pintar ilmu hukum.processtext. yang iseng.html orang pintar.com/abclit. ya. bagaimana kalau dikromokan. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Tapi kami keliru. dan yang duda akan datang." "Nah. tidak ada bakmi duk-duk sreng. tidak ada sate te-satte. ada jalan. Tetapi. Benar jin tua. "Lha. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. Jalan buntu.html . Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta. dan anak-anak menghilang. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. "Inilah hasil maksimalnya. Jin terbuat dari api. Tidak ada jalan lain. "Kita buang saja kata kembang. Api akan membakar mereka. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. mereka merasa kembali ke asal. mereka kehausan! Tetapi tidak. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Dua. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. Tidak ada ronde teng-teng. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Kami berpikir keras. Ia duduk berdzikir di teras rumah. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong. Kami menemukannya juga. kembang yang tidak berarti bunga. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai.ABC Amber LIT Converter http://www. Menurut mereka yang sensitif. Setelah melihat papan nama katanya. kita ganti dengan yang baru. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Ia pulang bersama orang pintar itu. dan bijaksana. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Maka. suara air terjun. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Mmm. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. Jadi. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Tiga. Jin yang thukmis (suka wanita). sama sekali tidak ada bunga. ini biangnya. Lho! Iya saja. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Mereka akan kecelik. Terpilih nama Kembang Desa." "Pakai kembang. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Malu-lah RT kami. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Harapan kami sama seperti dulu. "Kembang desa?" Primadona desa. Mbah? Kami sudah kehabisan akal.

com/abclit. sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. Tak apa. tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya. penuh dengung. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. perempuan yang jatuh dari pohon. Tiga orang kakak Hindun. Yang ada hanya kepahitan. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. anak lelaki. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Merantau. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu. Dan setiap telinga yang kena berita. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. laki semua.processtext. Konon. dan entah sejak kapan tepatnya. sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun. Seperti Hindun dan ibunya. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja.processtext. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini. berubah menjadi sarang lebah. sakitnya tak akan diobati. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. bila sakit. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. mungkin pula tidak menunggu. Setidaknya. masyaallah!). mereka biarkan lapuk telantar. Pohon apa yang ia panjat. tak sedikit pun madu menetes dari situ.html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba.com/abclit. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. lebam-membiru bagai tersengat. sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu.Duh. bila mati. di atas rumah pondok yang sederhana. Ya. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. tanpa bahasa puji-sanjung. menetes-netes dari bahasa kutukan. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. aku tercengang dan merinding. dengan tinggal di ladang. dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat. matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang.html . satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. pekerja tambang. menunggu. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. itupun jarang bermalam.ABC Amber LIT Converter http://www. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. ah.

entah mengapa. ia lumayan cerdik. tapi juga entah mengapa. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik.. tapi usiamu. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka. rambutnya berombak-panjang. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang.. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. Anehnya. urusan makan beres. Kutahu.processtext. dari sekian banyak larangan. Tapi bila musimnya. Apalagi. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin. hidungnya yang bangir. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur.html . Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. ketika hidup. Asal ada beras. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. Konon. merawat tanaman yang masih tersisa. seperti tak bakal dapat laki. membuka mulutnya agak lebar. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran." bisikku usil..com/abclit. bentukan alam pebukitan yang bergelombang.. kera. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. ia memang sangat mencintai ayahnya. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping." kata-nya jujur. yang datang malah bisa macam-macam. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Bukan di pondok ladang. Tak jarang ia cekikik. Ibunya tak bisa mencegah. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku. celeng. senyum dikulum pasti lebih manis. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Hindun. itu pesan yang tak boleh diremehkan. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah. beruang.. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. begitulah. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman.. "Niatmu sih baik. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Begitu banyak ramburambu tanda larangan. Misal. meski tak dituliskan.processtext. bila kami bertemu di pasar. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. tak boleh duduk di depan pintu. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. Memang akan ada saja alasannya. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. sekalian menjaga makam ayahku. Tak terpikirkan. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar. meski sedikit. bahkan bisa gila. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya.. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan.html membeli. "Biarlah kami tinggal di ladang. di dalam kampung. dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. nangka. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan.com/abclit. Perempuan jangan ketawa cekikik. Di samping tentu. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan.ABC Amber LIT Converter http://www. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. jauh dari rezeki." maka ia pun tertawa sesukanya. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang. Anehnya. Dikeping dan diikat. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa. Maklum mata bujangan. Maklum.

Atau. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. menerka-nerka yang tampak. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi.. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. begitu adat kami mengajari.. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www. soal etiket. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. Begitulah. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. Juga saat musim buah tiba. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan.ABC Amber LIT Converter http://www. kami yang laki-laki masih lebih beruntung. Benarkah? Entah. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. bila perempuan larut berdandan. apalagi kalau rambutnya basah.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. tak seda dipandang. yakni petang Kamis malam Jumat. meski tak harus melanggar. Kami akan berteriak dari ketinggian. petak umpet atau lompat tali.com/abclit. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak. melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah. dengarlah. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga. Yang jelas. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Tentu. mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini.processtext. bukan itu alasannya. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa.. jawab yang lain menghibur. Artinya. Bukan.html .. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. semisal dalam urusan berpergian. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Namun. Sedari kecil. kupu-kupu pertanda tamu. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman.. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Tampaknya. Jangan berjalan di hari Selasa. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Inilah hari baik penuh berkat. ada kapalnya enggak. sampai-sampai harus ke halaman. pantangan itu masih lumayan adil.. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. sebab Selasa hari api. bahkan danau pun tidak. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu. rimbun dan rindang. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut.com/abclit. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon. Tapi.processtext. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. Yang jelas. membuat kami begitu berhati-hati. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut. Namun. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. bagaimanapun juga. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. tidak hanya buat perempuan. Begitu. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. mereka memilih hari selain Selasa.

mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Saat-saat memuntir sisa buah. Matanya awas mengamati setiap cabang. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. di semak-semak tepi jalan. begitulah. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. Hindun. Tapi. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Dikatakan begitu. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). di antara batu-batu di tepian. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. atau pengembala ternak yang kemalaman.com/abclit. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Pokok pohon itu teramat kukuh. hanya batangnya yang serupa. para perantau yang lama tak pulang. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu.html . para pencari damar yang tersesat di hutan. Hati-hati kakinya berpijak. bahkan untuk sebuah larangan. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas.processtext. dilobangi tupai atau kera. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun). sigap tangannya mencari dahan berpegang. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih. hanya daunnya yang mirip. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca.. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. tampak seakan terlindung pohon itu. ya. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Dan pasti tak tercegah siapa pun. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. Dikatakan pohon Barangan. tapi tak bergetah saat ditakik. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. tentu tak bakal ada yang berani menebang. dedaunan. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. tapi tak berbuah. tergores akar atau jelatang. O. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Maka. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. menggelinding di lereng bukit. dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan. Andai saja ia ditebang. Bahkan dengan pandangan.html pengumpul buah yang kami petik. Dikatakan pohon damar. Setiap kali masuk hutan mencari kayu.com/abclit. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www. Tentu.ABC Amber LIT Converter http://www. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. mata Hindun masih saja penuh keinginan. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Begitulah. tersangkut di akar. mencari buah yang masih menggantung. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. lereng bukit itu bakal kosong.. dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang. Bila memandang dari jauh. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua.processtext.

Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan. Bahkan mungkin lebih. Dan ia. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar. Kecuali mungkin. ia ceritakan segala padaku. Hanya madu lebah yang masih mahal.processtext. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar).processtext. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau. seorang perempuan. Bukan si puak.html . kampung memang teramat gempar. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. Seakan tak berujung. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Perempuan-perempuan. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. Di surau kecil itu. Tentang dendam. Kubayangkan. Dan seperti kubayangkan. Aku bergegas turun dari bukit. Dan terjatuh. Rumahlebah Yogyakarta.com/abclit. ia datangi pohon itu. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. sekaligus melunaskan dendam! Ya. lembah. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. dan aku pun tak berkata soal itu. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. bernanah. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Hindun tak peduli. meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. cengkeh mati bujang. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. dan tak seorang pun berani menjenguk. nekad.. Tanpa sepengetahuan ibunya.. Hindun. Sebentar saja. Milik tetua. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. perempuan yang jatuh dari pohon itu. Bokongnya remuk. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau.ABC Amber LIT Converter http://www. Tentang kesehariannya hidup di ladang.. tentang lautan. kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Hak tetua suku.html menebang. Hari Selasa. membawa kabar itu ke tengah kampung. Hanya aku. Juga aku. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan.com/abclit. mati. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. ayah dan saudara laki-lakinya.. mendekat saja tak ada yang berani. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Semuanya. sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk. Tapi selalu terbentur soal hak. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Lengkap sudah. Pohon keramat. Aku yang dulu hanya penerima kabar. tapi menyaksikan.

yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. Jangan lupa kau datang lebiha awal. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. adalah pelarian dari Armada Bugis. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah.com/abclit. tertawa-tawa.processtext. Kita kan pengurus. tidak yakin. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). Nurhayati berpikir. ABC Amber LIT Converter http://www. Khotijah. Kau sering terlambat. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. yang datang pada tahun 1653-1655. untuk mendinginkan tubuh. Sesungguhnya. Hasil diskusi. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. Padahal. ketika lautan tanpa badai. di mana udara panas menggulung. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati.Nurhayati. Beratap genting Palembang berwarna gading. kamu sekolahnya paling tinggi. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara itu. Konon." Yah. waktunya selepas sembahyang isya. Sepertinya.com/abclit. sebagai sebuah proses "menjadi". ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. atau hanya untuk membunuh waktunya. tampak dari jauh. waktu remaja dulu. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. melantunkan syair-syair. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. akan datang seorang laki-laki. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. melihat nenek-moyangnya. dia selalu mengimpikan. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. bertempat di masjid. dari tengah lautan. Pikirannya terpotong. "Rapat untuk organisasi sosial kita. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. bagaimana. lebih sering bermimpi. akhir-akhir ini." Nurhayati mengangguk cepat. Hamdani. Sebetulnya. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. kali ini. Dia tahu. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. itu tidak menambah apa pun. ikut menggulung layar pada saat badai. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. teman sekuliah dulu.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.html . karena mereka membelot dari Belanda. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. yang bisa keliling dunia. yang kepala dusun di sini: apakah betul. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. nasehat ini sering diucapkan. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Itu memang mimpi remaja.processtext. terletak di Lolohan Timur.

kami menemukan sesuatu. "Nur. Beserta beberapa anak muda. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Tapi suatu ketika.html Nurhayati. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. Khotijah bercerita. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. Kemarin." Nurhayati cuma diam saja. Di sisi lain. Khotijah. akan menikah dalam bulan ini. Namun. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. Tidak seperti engkau. Buat mereka. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus.processtext. teman terakhirnya yang masih bujangan. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. mengajaknya ngobrol. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman.ABC Amber LIT Converter http://www." Khotijah melihatnya. Benar juga kata teman-teman. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. melainkan ibadah setiap manusia. camat dan bupati. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Di situ. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. seharusnya engkau jadi penyair. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. aku mau sederhana saja.html . "Kau bukan dari jurusan keguruan. semakin kena abrasi dari lautan. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. Padahal. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi." "Aku bisa menggantikannya. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. bisa jadi bapaknya tidak setuju. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. honor guru TK di sana sangat kecil. Karena. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. yaitu menjadi ibu. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela." "Nur. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Nur. Dan setelah beberapa kali bertemu. Aneh. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. Namun. tempat bermainnya di masa kecil. dia tidak tahu lagi.processtext. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. Dia melihat ke panggung rumahnya. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. Sambil menyusuri tepi laut ini. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. Ada apa sih? Sebagai perempuan. beberapa turis domestik. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. bapaknya tidak pernah ingin menjual). Apalagi. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. cobalah. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. Kadang. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. ***PAGI ini. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu.com/abclit.com/abclit." Nurhayati diam saja. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). mungkin Mbak Mila setuju. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. kau tahu kan. aku mendengar kabar. tanpa sekolah. Dia mengatupkan bibirnya. Namun. Sementara itu. kemarin malam." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Mereka berpikir. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan.

kalau bercermin. tidak banyak waktu untuk organisasi.ABC Amber LIT Converter http://www. dia ikut mencarikan datanya). "Aku tidak tahu.processtext. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. sepulang dari mengajar. kau akan menjadi ibu dan istri." Nurhayati membatin. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). yang keluar dari bibirnya. dan diriset oleh Budiman. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Tapi sayang sekali. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening.com/abclit. setelah ini. apakah pernikahan itu perlu. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. sebagai istri. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Seperti nenek-moyangnya. sekalipun tak banyak juga waktuku. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. setelah itu. air matanya mengalir. Nurhayati tak akan risau lagi. aku tidak bisa menjadi ketua. Koran-koran lokal memuat fotonya. Di luar dugaannya. dalam beberapa hari ini. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Kau masih ingatkan. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. mengatakan kegembiraannya. Keluarganya dan keluarga Hamdani. Khotijah memegang tangannya. Karena begitulah norma. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. Di pantai ini. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. Hamdani lewat surat. Banyak orang memberi selamat. Nurhayati menyusuri pantai. Dan rumah tinggal mereka. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Sementara itu.html . (Sesungguhnya. Dan penelitian itu. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. aku mau menggantikan jabatanmu." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. di sebuah perumahan BTN! Malang. Sambil belajar. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. (dengan bahagia. Sekali lagi. Dan tak seorangpun yang tahu.com/abclit. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Namun. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Namun. Rasanya semua sudah hampir selesai. ***KALI ini. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. "Tentu saja. Ini berarti. Dia mulai berpikir. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Karena rumah panggung itu. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. yang peneliti. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain).processtext. Inikah sebuah penindasan! Namun. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana.html disebut cinta. Budiman berkata. adalah bagian dari dirimu sendiri. "Nur. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Akhirnya. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. akan selesai. kalau organisasi kita telantar. yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. Di saat-saat seperti itu. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah.

processtext. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. Dia selalu membawa senapan ke sungai. bermain lumpur dan lumut sampai siang.processtext. menyelam. di ruang tamu. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai.com/abclit. namun masih menampakkan kekokohannya. Terus menggelepar.html . dia duduk menghadapi fajar.Nenek. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.Saat ia melepaskan tembakan. Nenek duduk di lantai papan. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek.ABC Amber LIT Converter http://www. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www. menanti seekor buaya mengapung. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. Buaya itu tak segera mati. si tukang cerita itu. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Di lantai dua. yang menuju sebuah sungai besar. Di ambang pintu yang terbentang. tertawa-tawa. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. menyemburkan darah searus dengan air sungai. tampan. dan melepaskan tembakan. Berderak-derak. gadis-gadis terpekik.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi.com/abclit. Seseorang berseru. Memandangi jalan di depan rumahnya. berteriak-teriak. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. mereka meninggalkan tanggul sungai. Melihat buaya yang terus berkecipak. menuturkan kisah masa gadisnya. Lama dia menyusuri tanggul sungai. Anakanak itu mengelilingi Nenek.***LELAKI itu masih muda. "Kaulah buayanya!"Berlarian. Berburu buaya. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. anak-anak itu termangu-mangu di tebing. tinggal nenek. memandang ke arah permukaan air.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. di lantai dua. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam.

Dua tungku panas itu padam. Kehilangan kekaguman.ABC Amber LIT Converter http://www."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. membaur di antara orang yang berkerumun. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Orang-orang terus berkerumun.html mati.Si gadis berambut panjang tak menyahut. Lelaki pengkor itu ingin disapa. Terpana.Lelaki pengkor."Di kamar melulu.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Ditinggalkannya tepi sungai itu.Dia cuma membidik. Kelak. berjalan tertatihtatih. malu-malu. yang berjalan dengan terseok-seok."Nah. Menyeret buaya ke darat."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. dengan bibir yang jontor. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. dan ingin bertemu. hingga terasa kegelapan menyekap.***DI rumah panggung. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Wajahnya mengeras. berang. Mengembangkan senyumnya. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu.html . dan luput dari perhatian. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. Ditutupnya kembali jendela kamar.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. Dia murka. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Tengadah. dia berhenti. Ia tak begitu jelas mendengar. dari jarak dekat. Matanya meradang. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. seorang gadis dengan rambut tergerai. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. membosankan!"Tak ada sahutan.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Mencari-cari wajah gadis itu. sambil bergumam.com/abclit. gadis berambut panjang. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. mendekati lelaki pembawa senapan. akan lahir dengan mata juling. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. anakmu yang kedua. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan. Tercengang.processtext. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian.com/abclit. mencibir.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan.processtext. Mengulitinya."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar."O. Kehilangan kengerian. Orang-orang akan kehilangan tontonan. dalam penantian yang memualkan. Ia ingin turun dari rumah panggung. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. Tapi."Gadis berambut panjang merasa terhina. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. melongok ke bawah. mengajak berbincangbincang. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. dengan kaki pengkor. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. diam-diam. setengah hati. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. Begitu asyiknya mereka. Gadis berambut panjang itu mengerling. Mati. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus."Hai."He.

Bergerak menuruni anak tangga. agak lamban. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja.com/abclit."Tentu. Tak disangkanya.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Tak yakin hatinya. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. lelaki dan perempuan."O. tertatih-tatih. Bermain-main air. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. saat ia dengar. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Mencebur ke dalamnya. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. Matanya kelabu. dan merasakan kekecewaan. Sopan. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. tidak. Dia menyangka.processtext. Neneklah orangnya.""Lalu. Hati-hati. berhenti bergurau. mencabik-cabik tubuhnya. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. meninggalkan sungai. Berdebar-debar. tak terurus. Nek?""Masih."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. Mereka hidup bahagia. Bertabrakan.ABC Amber LIT Converter http://www. terpikat pada cerita Nenek. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. Kakinya pengkor.html mengguncang dada perempuan berambut panjang.html .com/abclit. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. Berjingkat bangkit. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. Ibu muncul belakangan.""Di mana ia tinggal?""Di sini. semua buaya sudah ditembak mati. yang gagah dan lucu. Tertawa-tawa. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Mereka menghambur ke jalan. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Anak-anak bersorak ketakutan. Terdengar ketukan pintu.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Berkali-kali. Nek?""Merantau.Negara-Pandana Merdeka." sahut Nenek. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. punggung ABC Amber LIT Converter http://www. Berjejalan. melewati rumah-rumah panggung. berkedip-kedip. berlarian ke sungai. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. memandangi Nenek."Anak-anak terpana. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Berenang.""Mereka di mana. menyambar pakaian mereka. Saling dorong.processtext. Rambutnya panjang.""Ooo. Berkecipak.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. memutih."Anak-anak itu bersorak. Wajah Nenek tampak sedih. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Kadang membujuk. hingga dia berani mandi di kali.

ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram. Mereka tentunya tahu hal itu. harga yang tidak seimbang. ABC Amber LIT Converter http://www. "Kami bertiga. "Kusir. dari lukisan-lukisan alam nan biru. dan selanjutnya tidak. Tetapi harga tidak menjadi masalah..com/abclit... "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. "Ah. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi..... "Kamu linglung... dua di antaranya tinggi dan kurus.." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan... gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. Satu jam berlalu. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir.. telah lama memutih karenanya.html kuda. ke Viborskaya. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam.. Tumpukan salju telah menimbuninya. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. "Kusir!" Iona terkejut. dua jam.com/abclit.. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. mau kemana kau.. Dua puluh kopek. "Ada apa?" tanya sang Opsir..Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. kecuali hanya desisan.html . menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah. pundak dan topi-topi. sang kusir. Iona mendecak..processtext. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai.. Sesaat. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. Tiga orang laki-laki. Sang opsir duduk di kursi penumpang.ABC Amber LIT Converter http://www. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda.. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya.." terdengar oleh Iona. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan..processtext. "Kusir. dia mirip permen jahe. "Hai.. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.. kegelapan malam datang menghampiri kota.. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. Anak saya meninggal. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang.. Si kuda betina menggerakkan leher.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang.. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda... anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. ia mencambuk kudanya. minggu ini. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. menggelengkan kepala. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat." "Hmmm. Iona Potapov.

sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya..." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. "Kau akan berangkat atau tidak. "Ha. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk. "Kawan. demi setan!" Si Bungkuk menyela. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. he. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab.... Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. maka ia lah yang harus berdiri.. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. "Kemarin di rumah Duhmasov...com/abclit. baginya sama saja. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. Yang penting ada penumpang. Iona menoleh pada mereka. eh malah dia datang pada anak saya. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau." Iona tersenyum lebar... Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil.. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu." Iona tertawa. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta.. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu.. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. Seharusnya dia menjemputku.. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. jam berapa ini?" tanya Iona.html satu rubel**. saya dan Vaska minum empat botol brendi. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya.com/abclit. Hal yang aneh.. "Cambuk! A ha.." "Ha...html . Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar." "Ya.. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.. ha. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. naik ke kereta..... lima kopek. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit... he. akhirnya mereka sampai.. He.. "Ayo Cepat! Tuan-tuan.. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi.." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. Setelah menunggu sedikit jeda. ha. "Saya? Ha. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. betul kok. meninggal". beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu.processtext. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. dan memutuskan untuk bicara dengannya. "Tuan-tuan yang berbahagia. Anak saya minggu ini. tetapi belum terlihat..processtext. "Baik. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya.. ha....... kuburan! Anak saya pun meninggal... Ha. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah.ABC Amber LIT Converter http://www..." kata salah seorang yang jangkung. ABC Amber LIT Converter http://www.... "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih. tingkah polah dan omelan yang panjang. Dia mendengar pula cacian orang-orang. Setelah menerima 20 kopek...." "Aku tak mengerti.." "Ya betul... "Ada kok. buat apa kau berdusta.. "Kita semua akan mati.. ha. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung.. "Dia bohong seperti binatang.. Kematian memasuki pintu yang salah. ada. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda.." Si Bungkuk menarik napas." "Demi Tuhan.. sebetul kutu batuk!" "He.. he.. ha.. he." Iona tertawa.

. Iona melihat pada orang-orang ini... Aku terlalu tua untuk jadi kusir.ABC Amber LIT Converter http://www." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. "Buat dedak saja sudah tak cukup... "Ayo terus kunyah. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun.. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. "Mau minum?" "Begitulah... Tetapi ia tak melihat apa pun.. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya...P. meratap. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat.. Udara pengap dan bau. dan mengendus tangan sang majikan.com/abclit.html . ia mulai berlari kecil.." pikirnya. Kau akan tidur nyenyak. Sebesar rasa haus pemuda itu. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. kemudian melanjutkan: "Begitulah. hal: 56-60. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura.com/abclit. seandainya kamu punya anak. ketika sendirian begini.. bagaimana anaknya menderita. di desa.processtext. kau dengar. Makanya harus bicara pada seorang wanita.. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. dan tersusun.. Ya.." pikir Iona... Ia masih mempunyai seorang putri.html "Hampir jam sepuluh. Belum juga lima menit berlalu. Sang pendengar akan mengaduh...." Di salah satu sudut... Moskwa. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. mendengarkan... di rumah sakit.. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. kemudian anakmu mati." "Minumlah. Ia ingin membicarakannya dengan serius. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.. selalu hidup lebih tenang.. yang sanggup mencukupi makanannya. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. juga padanya... Ia mengibaskan pecutnya." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. cuaca. "Kembali ke terminal!" pikirnya. sambil menatap matanya yang bercahaya. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.. Kuzma Ionitc telah pergi... Dia berpikir tentang dedak.. kusirmu sekarang. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. Mestinya dia masih hidup... dan kamu adalah ibu kandungnya.. dan makanan kudanya. jerami. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. Anisya.. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. bertekuk dan menyerah pada duka lara.. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. kita hanya makan jerami.. 1964. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. . anakku meninggal minggu ini. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. Ya. menarik napas." Iona terdiam sejenak. seorang kusir muda terbangun... ke terminal. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. Chekov-Raskazy I Povesty.. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal.. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya.. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. tak ada yang perlu ditakuti.. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A... Dia pergi tanpa alasan. "Itu sebabnya aku sedih. "Ya.. Anakku. "Ah lebih baik melihat kuda... Di lantai.. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi.. 'Toska'.. ABC Amber LIT Converter http://www.. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan... bagaimana anaknya meninggal. demi kesehatanmu. "Selalu ada waktu untuk tidur.processtext. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Bayangkan. bukan aku.

sudah ada yang ngelamar ya?!'. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar." "Saya malah mengalami sendiri. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. Gus Jakfar bilang kepada saya. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. Kalian ingat. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." timpal Mas Guru Slamet." "Ya. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. 'Kang." sahut Ustadz Kamil. esok harinya. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar." kata Mas Bambang. sayang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh." jawab Ustadz Kamil. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. masyarakat pun geger. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya.ABC Amber LIT Converter http://www." "Kang Kandar kan juga begitu.com/abclit.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. 'Sum. "waktu itu.html ." "Tapi. Sekilas saja beliau melihat kening orang. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho.com/abclit. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. kan ketemu Gus Jakfar. "Mungkin saja. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. terutama para santri kalong. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. tak ada hujan tak ada angin.processtext. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Gus Jakfar memang luar biasa. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. "Matanya itu lho. Dan percaya atau tidak." kata Lik Salamun. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda. Sebelum dilamar orang sabrang. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. kulihat keningmu kok bersinar. lalu pikiran saya terganggu. "wah.

" Dia berhenti lagi. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar." ujar Ustadz Kamil. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja.com/abclit. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. "Gus. dimana Gus Jakfar prei.html .com/abclit. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. maka serempak kami mengangguk. Saya diterima dengan penuh keramahan. kiai Tawakal. baru setelah menyeruput kopi di depannya. "Kalian ingat. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini.' 'Ya." "O. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. di samping silaturahmi seperti biasa." Begitulah." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Ternyata ketika sampai disana. was-was. ada seorang tua yang memberi petunjuk. kita tidak tahu. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. Nama Kiai Tawakkal. Mbah Jogo. sejak bermimpi itu. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan betul. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu.processtext. Saya kok merasa tidak berubah. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. Kata ayah dalam mimpi itu. terus saja nakmas menyeberang. sesuai usul Ustadz Kamil. "paling tidak kini.html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Singkatnya. dan rasa takut. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. "kalau saja kita tahu kemana beliau. tidak mengajar. jauh melebihi yang sudah-sudah. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita.processtext. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana." kata Lik Salamun. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. ini ada hikmahnya." tukas Mas Guru Slamet. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. Begitu sampai seberang. tapi kami diam saja. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. itu. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was." "Tapi bagaimana pun. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Saya yakin itulah orangnya. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Diam agak lama.' katanya." "Terus terang. membuat kami tidak sabar.

tapi menurut santri-santri yang lama.com/abclit. dzikir malam. ke warung biasa saja tidak pantas. Ah. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Melihat waktunya yang sudah larut. Semacam lelana brata kata mereka. disurat sebagai ahli neraka. tapi juga tidak terlalu jauh. dan sebagainya. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. memanggil-manggil nama saya.mengisi pengajian umum. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. dan semisalnya. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Gila. Memang betul." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. pikir saya. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Dengan hati-hati. menarik nafas panjang." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. Terdengar gelak tawa ramai sekali. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung.com/abclit." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. beliau berbelok." "Begitulah. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Pasti saya keliru. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu.processtext. Dengan bengong. berilmu tinggi. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar).html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. tahajjud. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. saya kaget. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. witir. Ketika kemudian saya ikut belok. ada tanda yang jelas sekali.processtext. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. Masya Allah.ABC Amber LIT Converter http://www. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Warung penuh dengan asap rokok. Masak seorang yang dikenal wali. pada suatu malam purnama. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. baru kemudian melanjutkan.html . Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. saya pun membuntutinya dari belakang. Tak mungkin. dan disegani banyak kiai yang lain. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. tapi tak bisa. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. tidak terlalu dekat. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. mujahadah. menemui tamu. Bicaranya jelas dan teratur." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya.

'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. kau kan tahu. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Anak muda. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. Ah.' Mereka yang duduknya dekat. Ternyata setelah melewati kebun sengon. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. 'kita pulang. bisa berada di sini. lalu menerobos hutan. sudah larut malam. Beliau yang kemudian terus berbicara. melambaikan tangan. kepada orangorang yang ada di warung. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. saya pun mengikutinya. 'Kita istirahat sebentar.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. kiai berkata mengejutkan.html . sementara yang jauh. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Lalu." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. 'Biar cepat. berdiri. 'Ayo!' teriaknya. melambai kepada semua. serta merta mengulurkan tangan.com/abclit. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. seolah-olah di atas jalan biasa saja. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. kiai memperkenalkan saya. menjabat tangan saya dengan ramah. bercanda dengan wanita warung. Saya tidak bisa berkata apa-apa. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. Karena pertama. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. masih seperti dalam mimpi.com/abclit. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. O. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. 'kita masih punya waktu. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Maka terserah kehendak-Nya. kemudian keluar.processtext. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Sampai di seberang. 'Mas. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Sebagai kiai. Beliau melambai. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Akrab dengan orang-orang beginian. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Dan. aku adalah milik Allah. tiba-tiba dengan suara berwibawa. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Saya masih tak habis pikir. pantas di keningnya kulihat tanda itu. 'Kopi satu lagi. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. Kedua.processtext. Untung saya bisa berenang. menunggu. kiai membayari minuman dan makanan kami. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. Cari pengalaman katanya.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas." "Kami melewati pematang. Seperti kerbau dicocok hidung. Katanya: 'Ini kawan saya. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. Sampai di seberang. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. sebagaimana neraka dan sorga.

processtext. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. 'Ayo. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan.processtext.html . orang yang mirip beliau pun tak ada. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Ketika saya mengiyakan. Baru setelah sembahyang. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. 'Mana saya tahu?' jawabnya. seseorang menghampiri saya. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah.com/abclit.com/abclit. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. kita ingin berdekat-dekat denganNya. 'Ini titipan Mbah Jogo. katanya milik sampeyan. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. 'Sebentar lagi subuh.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. tapi kami yang dari tadi mendengarkan." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui.' Begitulah ceritanya. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. tapi bukan surau bambu. Seperti mereka yang di warung tadi. Dengan bingung saya terus berjalan. ***Rembang. Setelah sembahyang subuh nanti. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. kau boleh pulang. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. masih diam tercenung. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. kebanyakan mereka orang susah.' Saya tidak merasa diusir. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Seperti orang linglung. jangankan Kiai Tawakkal.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. ujub.ABC Amber LIT Converter http://www. saya celingukan." "Ketika saya ikut bangkit. Tapi. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya.

processtext. Dan dia ngeloyor ke luar. teater.com/abclit. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. "Bagus. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. filsafat. lantas Stockholm. tapi akan terbang ke Praha. tak jadi ke sana. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www. politik. dan kataku... Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. Kami. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Ternyata aku salah sangka. Pernah sekali.. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. Selamat. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. lantas di Guggenheim Museum. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. "Sekali lagi. "Bung. Jangan ceritakan kepada yang lain. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. menyusul Pretoria. Namun. atau agama atau desasdesus yang jalang. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. tak jadi di lobi United Nations. di New York juga." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku.html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. tanpa sepengetahuannya. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. Tinggal meja kami yang masih bertahan. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. aku membayar pesanannya. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Menjelang pukul sepuluh. Seingat saya.processtext. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. tujuan yang benar adalah London. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. Setelah United Nations Plaza tempo hari. di depan counter. Kemudian. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. di mana katanya. katanya pada malam berikutnya. dan pamit." pintanya. dia akan berpameran. seni lukis. "Selamat. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. ini hanya untuk Bung. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. siap menyambut kedatangannya. aku bangkit dari tempat duduk. Aku tertanya-tanya. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. National Meseum of Modern Art di Washington DC. bergabung kembali dengan teman-teman. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.html . Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam.com/abclit. Tak jadi di sana. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. Beberapa hari kemudian. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo.

tak jauh dari rumahnya. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Tetapi.html . menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. bisikku membujuk hati sendiri. telah terbang ke Jerman. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. jidat selalu berkerut. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. Ibarat lukisan. mengikuti pameran lukisan di sana. Semua bon sudah dia lunasi. Semua murung. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. sebulan yang lalu.. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Katanya. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. Kami tak percaya. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. katanya. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. katanya.processtext. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Semua mutung. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Tetapi. selalu serius. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Demi Tuhan. Keesokan harinya. Tetapi." Setelah itu dia benar-benar menghilang." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. Katanya meyakinkan.. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. apa mau dikata. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Dicapai kata sepakat. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. mudah-mudahan yang ini berhasil. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. di kota itu masih banyak propagandis merah. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Ya. "Kuatkan hatimu.html Anda ini. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. Katanya. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. Hati-hati. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Aku diam saja. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. dia enggan untuk menghampiri. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. Ketika meja sudah penuh terisi. ***DARI udara. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. memang dia. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam.ABC Amber LIT Converter http://www. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih.com/abclit. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa.processtext. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe.

Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. menatap mataku. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. saya telah beratus kali berbohong. ribuan. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Semuanya kena. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ.com/abclit. walaupun dia hanya tetap membisu. Perhatikan matanya. Bingkainya belum dirapikan benar. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. tumpang-tindih di situ." komentar seorang teman. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Waktu itu. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. kapan diselesaikan. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. "Maaf Bung. mau menegakkan harga diri. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak.processtext. Kami melangkah mendekati pelukis kita.html . Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya.processtext. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Sebelum tiba giliranku berpamitan. Kalau ditanya dia tak menyahut. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Matanya kosong. walaupun penderitaan mengelilingi. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. cuma memakukan matanya ke lantai. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku.com/abclit. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah.html seburuk ini. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Beberapa lembar uang ratusan. ini lukisannya yang terbaik. Anehnya. sehingga dapat ganjaran seperti ini. Kami tanya. yang mabuk karena angan-angannya yang liar." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www. dia hanya diam membeku. Di belakangnya. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. dan katanya. "Takkan salah. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding.ABC Amber LIT Converter http://www. begitu hendak memeluknya. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. dia tidak menjawab. tetapi juga merangkulinya. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas.

tergesa-gesa. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Sungguh. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. berhenti di pinggir. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Aku tersenyum..Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Ia tampak cemas. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. menggigit bibir. apa yang dia katakan?" tanya mereka. menghadang kendaraan umum lewat. "Kalau dia punya uang suatu ketika. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. benar kata teman tadi. Sesekali."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas.. "Heran. Namun.com/abclit." Dalam perjalanan pulang. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara.processtext. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya.processtext. dan aku meletup. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. sepeda onthel dengan keranjang sayur. kupikir. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda.html angan terbang ke mana-mana. Anda akan menjadi besar di sini.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html . dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. boleh juga mengecoh berseloroh.

html .Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. menutup mulut dengan telapak tangan. Tubuhnya kekar. Namun. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika.ABC Amber LIT Converter http://www. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. ABC Amber LIT Converter http://www. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. ah. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Atau. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Tubuhnya basah keringat. Matanya mendelik.html perasaan gugup dan tangan gemetar. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. terus tegak di situ. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Tidak terlalu tinggi memang.com/abclit.processtext.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Kedua lututnya gemetar. lidahnya terjulur. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. Mudrika. menampakkan keterkejutan luar biasa. Betapa mengerikan. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti.com/abclit.processtext. atau memejamkan mata. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Ya. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. merangsek masuk ke dalam. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Lalu.Matahari kian merangkak ke atas.

kaku seperti gelondong kayu.com/abclit. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. Shin Ling. cintanya ditolak. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. secepat itu pula mereka segera melupakannya. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. pasti tidak begini kejadiannya. melainkan gambar tato keris. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. dibuka. tidak bagi perempuan itu. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Atau."Tergeragap. gadis cantik bermata sipit itu menoleh.Dan perempuan itu. luntur terkena keringat. tajam. Ah. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. Shin Ling."Shin Ling. Namun. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. dibolak-balik.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. dibaca. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku.processtext. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Namun. seperti tidak bergairah.html . sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. Membuat gadis itu gugup. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.ABC Amber LIT Converter http://www.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. memang begitukah tabiat seorang laki-laki.processtext. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Mereka bertanya-tanya dalam hati. andai saja dia mau bersabar. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. lalu. Namun. toko kita kini aman. Kenapa Mudrika..com/abclit. membuka. Mereka tahu. Percakapan kembali membuncah.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. mengedarkan pandangan pada kerumunan. mengerutkan kening. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping.. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri.

Dan. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. "Papi sih." kata ibu mertua saya itu kepada saya. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Tapi saya curiga. Kasihan Rudi. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. Padahal.processtext." Saya belum sempat bereaksi. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. istrinya tidak telaten merawat suaminya. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www.Ibu mana?" tanyanya cemas. Padahal. ia tampak bersemangat."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. ia berkata: "Kasihan Rudi. Di waktu yang lain. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya.html perlahan bergerak ke atas. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. kecuali masakan ibu.ABC Amber LIT Converter http://www. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. ingin tahu apa gerangan yang terjadi..html . Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi.. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar.com/abclit. tidak terlalu pagi. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. tapi tidak dalam waktu yang lama. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar.processtext. ibu pasti kabur. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami.com/abclit. pintu pagar digembok. mestinya keluar masuk pekarangan. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. lalu nyerocos menembus pintu pagar. Pula hatinya kian disesah rindu."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Istri saya menarik napas. * Depok. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Kalau tidak. Tidak lebih dari seminggu.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu.

sejak dari dalam kandungan.Seperti kejadian seminggu lalu. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. suka lupa. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi." keluhnya mengenang. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. Dan. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. ibu mau boros."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. kalau hari tidak hujan. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta.ABC Amber LIT Converter http://www. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Bu." saya bilang. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. Atau untuk membeli keperluan dapur. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Pandangan matanya terlihat kosong. Kami. petugas kebersihan pemakaman. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam."Ah. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Bu. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Soalnya. Padahal.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut.Sejak kepergian Rudi.html . Gerombolan pengemis. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. Ibu sekarang mau ke sana.Kalau sudah begitu. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Tapi. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. Kami sudah menduga apa yang terjadi.processtext."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www. atau seratus ribuan. Untung pembantu itu jujur." jelas istri saya.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. Bahkan. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya." kata istri saya. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. Di bulan pertama itu. Kami semua terpukul." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. sekaligus pendiam. ibu sangat berubah. Sudah barang tentu ada apa-apanya. Kamu mau. seminggu sebelumnya.com/abclit. apakah artinya kertas-kertas itu."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu."TUHAN punya kehendak lain. sehabis jam kerja saya. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. ibu tahu apa yang disukai Rudi.com/abclit. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya.html capek.processtext. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi. apalagi ibu."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma.""Kalau untuk akhirat. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. setelah beberapa lama menunggu. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk.html sana kabut mulai turun. Kubayangkan. Ya. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. perlahan-lahan menjadi suram.com/abclit. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Mula-mula pelan. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. dan akhirnya lenyap. ***Tokyo. bergerak-gerak. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Aku tak tahu pasti.com/abclit. Sayang sekali. pikirku. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.ABC Amber LIT Converter http://www. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat.processtext. Gempa bumi.html .

ia belum melihat ayahnya. tak mengerti. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. Lebih dari empat tahun yang lampau. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Belum bisa pergi ke sana. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Puspa erat-erat memeluk anaknya. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot.Noriko.html Sumber: Kompas. anak Mariko sempat kaget. Mereka berpelukan sekali lagi.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. sudah sangat merindukannya. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. suaminya. katanya. Bulir-bulir bening itu." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. membungkuk sebagai tanda hormat. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya.Sejak beberapa tahun lalu. Sambil menghapus air matanya. sembari tersedu menangis. Ia ingat.Mereka bertiga berpelukan. Seerat yang dapat ia lakukan. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah.processtext. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. "Saya hanya titip salam buat Bali. Gadis kecilnya itu. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Puspa gelagapan. Ia ingin menelan tangisnya. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Beberapa penari lainnya turut terhanyut.com/abclit. keluhnya dalam hati." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. Lama sekali. asin sekali. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran." keluhnya lagi. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap." Selama bercerita. seperti meledak-ledak. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom.ABC Amber LIT Converter http://www. air mata Mariko tak henti berderai. Ah.processtext. sementara Ngurah Anom."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali.html . Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang." cerita Mariko lagi. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. begini. tentu saja Cempaka."Sampai umurnya empat tahun. Terasa asin. "Kami tak punya pilihan.

Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Usai menari.." tambah Puspa. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. Diam-diam air matanya menitik. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. ia tak kuasa menolak.com/abclit.processtext... Ah.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Anda siap?" tanya Yamasitasan.html . Selain menjadi penghubung para seniman. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san.. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo.com/abclit." kata Ratnasari singkat.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. seolah lebih kepada diri sendiri. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. ah. Terpenting dari misi ini. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo.. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Ratnasari.. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini." kata Yamasita-san. Puspa merasa sangat teledor. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. menurut cerita Mariko. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa.processtext." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya."Udah. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI.. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta." jawab Puspa. dan Gung Dewi. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. dekat sekali rasanya. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya. Tiga penari lainnya cekikikan. pedihnya. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari. empat mahasiswanya. siapa yang bakal menjemput rombongan. Mungkin ia terlalu yakin. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Selain sudah sering ke Jepang. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk."Huuss. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san.ABC Amber LIT Converter http://www. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya.Selama ini. Komang Widiati.

tak lebih dari satu jam. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. "Ia ingin menjerumuskan.. Saya akan mengantar Puspa-san.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san.."Oh. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya.com/abclit.processtext. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Puspa-san. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju.Miki-san. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Widiati.Setelah menghilang beberapa saat. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Mereka terdiam. Ini gila!""Ah. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Ia tertidur. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi."Ah tidak-tidak. Puspa tidak mengerti. Meski lanskap pagi seelok itu. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta.890 yen.. Puspa tampak sangat gelisah. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. "Nama saya Miki. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini.html Yamasita-san. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu. Ia memang tidak sedang berselera. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Puspa menolak. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. ke tempat kami. daratan Jepang sedang memasuki musim semi.. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Pada bulan April. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya.Pikiran Puspa mulai tak keruan.com/abclit. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar.Bandara Narita tampak sibuk. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Ia makin tampak gelisah. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. ***SAAT turun dari bus. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. Gung Dewi. bahkan menjual kami. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. saya datang menjemput Anda. Saya datang atas permintaan Kimura-san.. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.html .

Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi.html disiapkan kamar sementara. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar.com/abclit.Sampai siang hari. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. para penari tak berbuat apa-apa.processtext. Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam.html . Sejak saat itu. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Kalau benar para penari dikontrak. Setelah mandi. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Ada lima kamar. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya.. tangisku pun terhenti.com/abclit. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. hingga akhirnya.processtext. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima.ABC Amber LIT Converter http://www. Puspa belum sempat menjawab. Bapak terus menghajarku. *** Jakarta. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. silakan saya antar. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www." tambah Miki-san. Puspa memanggil seluruh penari.

Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Hingga aku hamil. Tidak mahal Pak.processtext. Wajah Bapak tergores. Dengan sisa-sisa kekuatanku." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. mengiringi rebah tubuhku. langsung menubruk tubuhku. selain sumpah serapah.html menatap Bapak lekat-lekat. pengusaha. hanya angin yang bisa kurobek. Mungkin dua puluh tahun. macan. Ia tertawa.. bisabisa. manusia sejenis ular.. Terima kasih. Tapi tidak mulutmu. Sinis. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah.. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. garong atau rampok sekalipun.. dengan saya sendiri. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Bapak langsung bergegas. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Entah ke mana. politikus.. Bisa saja dia anak cendekiawan.com/abclit. setan atau bahkan iblis. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit.. Kalau jadi maling atau pembunuh. Aku yang mengandungnya. "Aku ingin jadi politisi saja. Tawa Bapak berderai. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Melindungiku dari serangan Bapak. Jadi. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Ini siapa ya? Oooo Bapak. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. Bapak tahu sendiri. Bapak meninggalkan ibu. Bapak tertawa. birokrat. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. atau koruptor. buaya. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Atau mungkin lebih.. "Justru kamu yang harus pergi. kalau hanya tanggung. yang sejak tadi menangis terisak. ini risikonya kan besar. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. "Tak ada yang perlu disesali. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. mengais-ais rezeki di lumpur comberan." Ketika aku lulus SMU.Sekarang pukul aku. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Ia pergi bagai angin.html . Masam." Tanpa memandang kami sedetik pun. Bahkan harus disyukuri.com/abclit. Darah menetes. Oke." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. kuayunkan pisau lipat. entah berapa lelaki telah menggauliku.processtext. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. "Sebelum aku kau tiduri. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar." "Bagaimanapun dia anakku. Soal itu gampang. Aku terhuyung. Aroma alkohol terus membadai. Ibu. Namun. hingga aku terpojok di sudut ruangan. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Ayo teruskan. kadal. "Jadi apa saja... Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak.ABC Amber LIT Converter http://www. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. hanya tanganmu yang kotor... Yang kuingat.. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Maling besar. Tak ada yang ditinggalkan. seniman.. "Ya. Kamu tak lebih dari pejantan.

Juga siang itu. Pertanyaan itu begitu telak." Aku tersengat.processtext. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang... Malaikat kecil? Ah aku yakin." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. Bola matanya serupa bola api. Aku sudah berusaha keras." Suaraku tertahan. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez.html . setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. dingin dan terkenal "angker". Maafkan aku. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. Bapak masih menatapku dengan nanar. Aku telah mengecewakan Bapak.. Ia dengan cepat mengenaliku.. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Keharuan menggenang di kantung batinku. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku." Akhirnya. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak.com/abclit.html payah.processtext. hingga sampai di ruang besuk.com/abclit. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan.. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku." Bapak mendesis. Tidak akan menyebut nama dia. anakku. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu... Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Tapi. Eeeee.. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.ABC Amber LIT Converter http://www. darah. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. Ibu harus menyerah pada maut. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah.. tapi cepat kecegah. Pembunuh besar!" Dengan pedih.. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Tubuhnya tampak kurus.. "Ya. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.. dan darah! Aku sangat sedih. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. Air mataku hendak tumpah.. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. maling atau pembunuh macam Bapak.. Dan aku sepakat pada aturan permainan. dia harus menghadapi regu tembak. Ibu pernah mengucap. Tapi tak juga menolong.. Meskipun tampak sedikit lemah. sudah berapa orang yang kau bunuh." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut.. Ia berani membayarku dengan mahal." "Maafkan aku. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. darah. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Ibu terlalu berlebihan.

Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku." Bapak langsung memelukku.processtext... "Kapan pun aku siap. Dan kematian itu sangat indah. anakku. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk.. Pelukan Bapak merenggang... Erat. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan.?" "Ya. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. atau pembunuh besar. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan.. Erat sekali. Kematian itu begitu indah. ah.. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. bersama angin. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut... semakin gelap." "Bukan itu. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. Pelan-pelan." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Tapi aku tak pernah tahu..ABC Amber LIT Converter http://www. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. ***Jogja. Kurasakan pundakku basah. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. kemudian nyawanya loncat.com/abclit..html .com/abclit. Waktu terasa melaju begitu cepat.. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. "Biarkan kami bicara dulu. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu.html mencoba mengalihkan pembicaraan. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Sangat erat. fantastis. aku dengan senang hati menerimanya." ucapku pelan.. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. Kami berpelukan. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka..processtext.. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. pelan." "Mungkin juga arwah Bapakmu.

si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. kutarik tangan. orang-orang Moni. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa.. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan.html . Tubuh kami besar. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. di depan benda-benda keramat lain. tiba-tiba bersuit bagai melengking." Perang? Begitulah. sungguh mengagumkan. Dan.dan aku harus percaya.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. o. semua telah tak lebih dari kenangan. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. meliuk lapat menyentuh telinga. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. burung-burung dan binatang lain. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala... Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. Wetipo. lubang-lubang itu. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital.000 meter dpl ini. ada dalam kesenjangan beribu tahun. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. melainkan pada roh. tampak mencolok. kami percaya. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Dan.processtext. ***KESENJANGAN beribu tahun. Sebuah karya alam yang aih. Kuamati dengan teliti.com/abclit. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. suara itu tak lain suara punai. aku mendengarnya. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang. Kecuali salah satu sisi yang pipih. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. tugé itu. Suara itu seperti desing.. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. karena tiupan angin. Dan si batu. bagai menyelusup di kedalaman kabut.. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. Torang sandar pada tugé. karena perang. Tetapi bagiku.processtext. panah. dan kapak batu. Dan benar. Bersama babi.. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. saat itulah. kali ini tentu bukan karena desingnya. Sungguh ajaib! Dan. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. di punggung gunung di ketinggian 3. aku melangkah mendekati wesa. "Kau kini yakin. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. Torang1 sandar pada kareken. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. yang walau seorang dari orang-orang Moni. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. Suara itu berasal dari tugé. menajamkan telinga. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. sama sekali berbeda. honai atau rumah adat suku kami. orang-orang Moni. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. Walau entah kapan. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. Tetapi tidak. Meski samar. Angin. kami akan menjawab. Terkejut. Angin yang selalu ada di sini. dengan tombak kayu. kami. Sungguh aku tak habis pikir. bisa bersuara seperti suling. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan karena bentuknya yang ganjil. hmm.. aku pun melihatnya: Tugé itu. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. angin mengeras bagai menerpa. "Saya lapar manusia. di atas barisan uwarek3. betulkan kata Wetipo . orang-orang Moni. kami hidup. Betul kata Wetipo.com/abclit. Dan." Bagi kami.

tak berkedip. Betapa..html sungguh ajaib. Di antara mereka ada yang rebah. dan Pastor Theo. kini. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. Naik. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. dan berperang.processtext. "Jadi. porak-poranda. ini keliru.. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. dari depan honai-nya. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo.. Abgoktek. Di sini. inilah semua. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. Harus dihentikan ini semua. cukup sudah semua kusaksikan.com/abclit. terus naik. aku kembali bagai disadarkan." Melintas pula wajah Pastor Theo.. melainkan sebuah danau berair asin. tetapi bagi yang lain . tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. leha-leha. dunia mulai berubah. "Kewajiban itu jatuh padamu. Sarius Hopogan. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. menegarkan dada menguak kabut.processtext. menenggak sopa4. Gudang-gudang garam rubuh. melintas wajah Pak Piet. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. si Gabey terakhir.. Ah! Terbayang pula mereka. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. Hanya kau yang bisa.. berburu. Begitu Jermias Gabey. Seperti kata Wetipo. Pada pikirku? Jelas. pergi. Kataku..com/abclit. dengan karung-karung garam berserakan.html . Melintas ingatan masa kecil. Menghela napas. bertaburan. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. Bayangkan. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo.. selalu . Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. segera. dengan punggung tertancap panah. Katanya. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. pada pikir kau bagaimana. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. Pergilah. tapi juga misionaris. aku pun bertemu Pak Piet. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. "Kau harus ke sana. nyaris tak berubah. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru." ***BETULKAH. di mataku. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. orang-orang Moni. Butir-butir garam berhamburan. Jadi. kami tidak. Kalimatnya.seperti juga keyakinanku. "Akan kaulihat. kami lebih asyik menggulung tembakau. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. ternyata. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Sampai kini aku masih heran.ada hal yang telah tak lagi sama. Tetapi begitulah. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. Betapa tidak. waktu aku kanak-kanak dulu. dan itu artinya pula. walau ia bukan keturunan kepala suku. Ya. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. Cukup. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. di tanah kami. orang-orang asing itu. Ketika pertama datang. bergeming. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. Dan. beginilah semua. Jermias. berlarian turun ke arah Lembah. Maka. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. seperti yang kukatakan. kemarin. Ah! Dan kembali. Bukan danau biasa atau danau air tawar. bergulingan. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut.

satu retakan saja. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. Harus perang!" Kulayangkan tatap .. bergerak turun menujuku. cukup.. dengan gigih dan tekun. untuk kesuburan tanah.. "Iii. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. ***BAGI kami orang-orang Moni. Dan mana-mana. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. 5. Jermias. kami bertatapan. semua suku di gunungg ini. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. "Torang tahu kau punya maksud. ***Payakumbuh.berusaha.com/abclit. orang-orang Moni. Dan kekalapan.. Menghancurkan? O. lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. hanya. Masih 50 atau 60 meter lagi. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain.. di sana.. Memanfaatkan perang suku.. Meninggi. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. ke semua mata. di kawasan gunung dan Lembah Besar. Dan kata itu.. "Perang suku!" Bagi kami. ABC Amber LIT Converter http://www. Abgoktek itu.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang... bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. Akan sia-sia? "Tetapi. mereka.html . 3.! Waaa. aku juga tahu. melahirkan anak. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. bila Anda bertanya perang suku buat apa." Semua suku di gunung ini? Ya. hanya suku-suku di gunung ini. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. itulah saat iko kunolepu datang. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. Lalu mendaki.. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan.processtext. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter..di depan honai-nya. 2.. kasih dorang6. di ketinggian. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. Aku yakin. kami akan menjawab. Tetapi .. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. Tugé ajaib itu. yang kasih torang. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Sarius Hopogan. tidak. saputan gemuk hitam wam (babi). bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Aku. Kuteruskan langkah. sungguh berbahaya. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. datang dari jauh.. Tapi tak lagi." suara Wetipo ragu. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Torang mesti pelihara tanah. ya.. Tetapi. itu sudah pasti. karena kata itulah . hidup. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati.. Aku masih mencari-cari kata (ah. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. bagai diberi aba-aba.. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Itu pun sudah masa lalu. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. memang sungguh di luar dugaanku. hah! Kaudengar suara tugé. Dia. "Torang butuh darah tumpah. abgoktek.html mengangguk.!" Di belakang si tua.processtext. "Tapi .ABC Amber LIT Converter http://www. diikuti yang lain.. kami. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. semua sudah. dan mendewasakan semua yang lahir.. Panggilan hormat untuk perempuan. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . Perang suku hanya buat kita. 4. kalap. mereka orang-orang amber." "Masa lalu? Masa lalu. yeeeee. Iko kunolepu miminta-minta! Waa. rendah bagai mencecah. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu.com/abclit.

Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. Tetapi pada saat yang lain. Hidungnya yang bagus. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. menuntunnya. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Dadanya.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya..processtext.Hari sudah malam. Lehernya yang jenjang. Ia menghapus air matanya. Bibirnya. Ia mencoba untuk tersenyum. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Ya. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. menghantamnya. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. dadanya. setidaknya perintang kejenuhan. yang Asti pikir pasti untuknya. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja.. Setelah membuka pita rambut. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Ingin rasanya ia meninju cermin.. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai.html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami.html . Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. embun! peluklah aku.com/abclit.. dan mengatakan: bagi hidup. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih.processtext. Cuaca tidak mendung. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. Ia tidak tahu pasti. Di kaca bayangnya memantul. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang.. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. hatinya berguncang. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Ah.. ingin pagi cepat datango. tak satu pun yang harus ditakutkan. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

````Sudah. ingin pagi cepat datango.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. lapangan kerja harus dibuka. duduk di sebuah kursi.. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. Berdiri meletakkan minuman. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Harga yang cukup tinggi. sangat berdekatan dengan Asti.. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Masuk ke kamar mandi. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. tersenyum ke arahnya. embun! peluklah aku. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. Kemudian terdengar handel pintu berderit. Menanggalkan dasi. pikir Asti. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. yang selama ini dijaganya. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput.``Taik!`` umpat Asti kesal. Tapi. Jantung Asti berdegup.ABC Amber LIT Converter http://www. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. Kulit Asti yang putih. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Entah takut. Ia mencoba untuk tenang.processtext.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Kalau tidak. barangkali ini baru permulaan.Asti tidak menjawab. rakus. karena untuk sesuatu yang pertama. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www.Di televisi. buruk. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. saya tidak suka.. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Ketika sesuatu telah dimulai. Dan jelas. demikian pikir Asti. Dadanya bergemuruh.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Televisi pun mati. Asti bingung. Mungkin membersihkan muka.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. menjemukan tetapi kaya. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. mengatasi pengangguran serta gelandangan. Asti menyelai sebatang rokok.processtext. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. sesungguhnya telah tua.Setelah menghidupkan televisi. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka.``Jangan tergesa-gesa. lalu menawarkan pada Asti. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. ``Maaf.Ada suara ketukan. entah apa. Seorang laki-laki muda. seolah-olah mulai terjual. Asti barangkali tidak perlu tahu. Jantungya perih.html . Ia berusaha melawannya.com/abclit. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang.Namun dugaan Asti jauh meleset.. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. Pahanya tersingkap. dimusuhi. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga.Laki-laki itu tertawa. Tapi ia mengangguk.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya.com/abclit. Asti terkesiap. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. entah cemas. Asti mengambilnya. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu.. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Dadanya tersembul.. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.

Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku.Kini sudah enam belas tahun usiaku.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. tanpa rintang. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut.Waktu terus bergerak.html .com/abclit. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Karena tiba-tiba ibuku sakit.processtext. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Tidak! Aku tidak akan menyesal..seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. embun! peluklah aku. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya.com/abclit. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. Suara penjaja telah sepi. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. ingin pagi cepat datango. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. pelan dan ragu-ragu.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa aral. sedangkan kami tidak punya uang. Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Kehidupan sungguh aneh dan gaib.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Di luar. Jelas aku tidak paham.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku.ABC Amber LIT Converter http://www.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Bukan! Bukan kesederhanaan. Tapi semakin lama ditatapnya.. aku menerimanya. gelap mungkin telah semakin jelas.`` ucap Asti akhirnya memulai. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Kupu-kupu malam! Ah. jauh dari kekurangan. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Telah cukup lama ia tersiksa. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. kebahagiaan. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Tak ada jalan lain. Sebagai seorang buruh pabrik. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. Asti jadi gugup.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. Dingin semakin menyergap. Kian hari sakit ibuku kian parah.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. otomatis aku berhenti sekolah. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu.processtext.

Bila aku telah tertidur. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah.Asti tidak sempat berkatakata. Ia pikir. Wajah mereka yang kaku. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. tanpa sedikit pun kegelisahan. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya.html . atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. Dan perubahan itu. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. Cahayanya yang lembut. Namun yang ia pikir. bahwa aku akan menikahimu. dini hari. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak.html pertolongan. Asti telah menunggu di ranjang. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya.. atau mungkin takut. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak.Laki-laki itu berdiri. ingin pagi cepat datang o."Dulu. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. menggerakkan tangan. menggoyang-goyangkan kaki. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang.processtext. tandanya pagi telah datang.com/abclit. mengeluh. Seluruhnya! Asti telah pasrah. menjerit dan berteriak. dan berjalan ke arah Asti. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. Mungkin.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. tinggalkan alamatmu.Tetapi setelahnya.. dari posisi mereka yang berdiri tegak. tipis berselaput kabut. Tentu. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.processtext.. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ.***Payakumbuh. Kini.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. Gemetar. ia harus bertarung melawan nasib. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. tergantung di langit kota. embun! peluklah aku. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

processtext. yang bercita-cita sangat sederhana. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya.ABC Amber LIT Converter http://www. maka burung-burung mengambilalihnya.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. zaman tak tertahankan. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah.html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.com/abclit. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. adil ataupun tidak.com/abclit. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. Kota terkurung dalam tembok. paling tidak di kota ini. Tetapi. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Sekarang adalah dunia presisi. Di mulut burung-burung. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN.html . yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya.Namun. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan.Kata-kata. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Ngelencer kesanakemari. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia.processtext. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard.

Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Mereka dijadikan sumber vitamin D. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. Orangorang kaya. Lidah Buaya. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. di mana mereka bertengger. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Seribu tahun dalam pemujaan. Jeruk Purut. Kepekaan menjadi tumpul.processtext. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. orang-orang yang tidak beruntung. dijadikan tumbal.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Delapan menit setelah mengklik home page itu. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. miskin. Garuda. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. Utan Kayu. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Tetapi. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin.com/abclit. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. menguburkan diri di luar negeri. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. Di kota bawah. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal.processtext. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. dan kelompok-kelompok lain. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Sepuluh detik setelah meninggal. seperti Satu Merah Panggung. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Kaum budayawan berdiam diri.Karet.com/abclit. yang jelas komunitas-komunitas tadi. di Australia atau Afrika.kubur. menemukan diri mereka tersisih. Emosi mereka tumpat. karena kekurangan vitamin D.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam.html . Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. Tanah Kusir. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang.com.ABC Amber LIT Converter http://www. Bambu. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. yang hidup di atas angin. Untuk menghindari kematian dini. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat.

Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Suaranya berat dan parau.processtext. Jadi."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Kota dicekik bau bangkai. diperjualbelikan. Seperti ditangkup gerhana. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih.processtext. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu.Sebenarnya. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Menggugah tapi liris. dari mana kita telah dirampas.com/abclit.com/abclit. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. menukik tajam. Ke jantung Asia. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. memekakkan telinga penduduk.""Ya."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.ABC Amber LIT Converter http://www."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Mereka berputar-putar di atas monumen.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. Membuat busuk dan meracuni angkasa. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam.html . di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Memekikmekik. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. Tetapi. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Bahwa. Sambil melayang-layang. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. Jadi.html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian." katanya membujuk. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. Jeritan mereka menyebarkan ngeri." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat.Beberapa detik kemudian. Tetapi. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Makna maupun tafsirnya beragam. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Tanpa sinar Matahari. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. membubung tinggi menerjang langit. Namun. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. dengan sayap setengah terentang. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Pada satu situs."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. rrrruuuuummmm.

pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Semut sudah sirna dari kulit bumi. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak.com/abclit.html . untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong.processtext. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. Ini ejekan permanen.com/abclit. Maka. Karena itu harus dibasmi.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini.html penduduk. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. kecuali di wilayah aliran sungai ini. *Bengkalis.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful