ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. melipatkannya ke pinggangnya. kecrek. Mamat Jago tersenyum bangga. Ia susuri jalan aspal. sayang. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Tubuhnya menggeliat. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Dipandanginya para panjak. bibirnya terkatup. "Ayo." Dikecupnya bibir Sarti. Namun. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. disusul gambang. Buatnya. Semua dingin dan biru. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. tak ada reaksi sedikit pun. Susul-menyusul. rumah-rumah bisumerunduk. gong. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. Tak ada yang bergerak. Mamat Jago meraihnya. membelah padang ilalang. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya.html pojok. Si mata burung hantu itu tersedak. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang.com/abclit.com/abclit. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Di rumahku kau akan hangat. Darahnya berdesir. Ayo. Pohon-pohon meliuk-mabuk. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Sepanjang jalan tak ada orang. Tangannya dibiarkan terkulai. Tubuh perempuan itu terasa dingin. matanya terpejam. Ditepuk-tepuknya pipinya.html . laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. Jalin-menjalin. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Seperti keramik Cina. "Kau tidak boleh mati.processtext. Ia bopong Sarti keluar. pikirnya." Teh yan digesek. suling. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. panjak. Wajahnya membiru. Sarti. tetap dingin dan biru. memotong sungai. Sepi.processtext. gesekin gua lagu Ayam Jago. dan kempul. Hiduplah bersama abang. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. merapatkan pelukannya. Gua mau ngibing lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit.

mencakar-mengular…terbakar. panas.html . Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. dingin. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. "Ayo." kata Eng Djin. Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua." bisiknya ke telinga Sarti.ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. si gondrong." Mamat Jago masih tak percaya. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. "Sadarlah. biru seperti keramik Cina. Mamat Jago menoleh. Tangannya perlahan mendekap. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Bang. Dalam sekejap mereka telah bergumul.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. "Pacarku. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Eng Djin. Bibir itu terasa bergerak. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. ia membatin." Dikecupnya bibir Sarti.processtext. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Sarti sudah mati. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. biniku…. Kaku. gemuruh. Napasnya mulai satu-dua. Hangat. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Tiba-tiba. Balas melumat. manis…bangun.com/abclit.processtext. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Bang. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Semuanya membisu.com/abclit.

Tak ada darah. Eng Djin. "Sejujurnya. Kamal. Rawa Saban. Ditajamkan pendengarannya. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Mat. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. Hatinya mantap. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. heran. Hujan sudah mulai berhenti. ia tersenyum. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Ia menduga-duga pantai apa ini. rentetan tembakan itu masih terdengar. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. Ah. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. Kembangan Selatan.html .processtext. ia membatin lagi. Kakinya menjejak pasir. si cepak. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Mungkin Tanjung Kait. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya.com/abclit. dan kehormatanku. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. tiga kali. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Kersik daun.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. "Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu.com/abclit. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ada debur ombak. kesenangan.

html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.com/abclit.processtext. pengiring Cokek.processtext. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.com/abclit.html . WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.

mau apa kau. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu.com/abclit. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Tapi. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit.html .processtext. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.processtext. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. kecuali kepala penjara. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. "Aku memang tak bisa punya anak. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu." entah sebab apa. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. Ia sadar dirinya cantik. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Marsiyam menyekam kesabarannya. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar.ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. "Tampangnya nyebelin. sangat tampan. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar." kata mereka.com/abclit. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. menurut penilaian teman-teman di situ. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.

ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun.com/abclit.processtext. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. "Kau tak ada keluarga.html . TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. tidak pernah membantah sipir yang mana pun.html memang gabuk. Menurut mereka. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. mau apa kau. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Seperti kampung saja. tak pernah muntah-muntah. "Kau sudah dibuang keluargamu. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Perutnya rata saja. ya?" Atau. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. Sampai malam itu. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim.com/abclit. Tanpa dirasa.ABC Amber LIT Converter http://www. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya. nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan. Tak pernah ngidam.processtext. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.

Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya.com/abclit. tentu bayimu sudah besar. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Selama dalam masa hukuman. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu.processtext. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Sore itu akhirnya tiba juga.html arisan. yang ia sendiri tidak tahu apa. Marsiyam hanya tersenyum." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. sudah sekolah. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. "Entahlah.ABC Amber LIT Converter http://www. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu.html . Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. "KAU mau pulang ke mana.

Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. bisa memulihkan tenagaku.processtext. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas.html "Pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. di ambang musim dingin. Ini anaknya. atau Tobo Hotel untuk beristirahat.com/abclit.processtext. Aku yakin ia akan menerima kami. Ini anaknya. pukul 3 sore. aku tiba di Tobu Hateru." "Ke mana?" "Ke rumah.com/abclit. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.html .

begitupun yang laki laki. 27 September 1956." katanya. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. berada di Taman Perdamaian. beginilah manusia Jepang."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari.com/abclit.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.com/abclit. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. Suasana di dalam sangat muram. panjangnya sudah sampai ke punggung. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. di kafe yang ada di lobi. Aku segera menuju kamar mandi. aku keluar dari hotel. asing. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok.orang yang terkena radiasi bom atom.benderang. rambutnya gugur.. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian.. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur.? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. Selesai mandi. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan.000 jiwa penduduk Hiroshima."Baiklah. aku memesan Cha.ABC Amber LIT Converter http://www."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. dia menoleh ke arahku.. dan.. dan kebutaan.processtext. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. sebagai pusat penyembuhan orang. fokus. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. ciri utama korban."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956."Mari ikuti saya. tapi sebelum sampai di sana. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya." tegasnya. kita bisa melihatnya ke sana sekarang."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. teh hijau khas Jepang dan hamaagu."Sewaktu bom atom meledak." kataku.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu.html .Kami berjalan masuk. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian.Di dalam rumah sakit. dan kembali tersenyum. wajahnya terlihat samar. tempatnya lebih dekat dari sini..processtext. Aku bertambah heran." katanya dengan ramah setelah dekat denganku..Aku pun segera mengikutinya. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. Mungkin juga.Setelah menghabiskan teh dan hamburger."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. tempat di mana bom atom meledak. jadi dia sudah familiar. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun." katanya ramah dan kembali tersenyum. orang-orang jompo. menjadi raksasa dunia..Aku agak heran dengan ucapannya. atau hamburger. aku agak tercengang dan merasa aneh. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. kanker. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam.Aku hanya tertidur beberapa jam. serba cepat.Setelah melewati beberapa blok bangunan.

.. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. dia membiarkanku menyusulnya... di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya.""Aku tahu.com/abclit. yang dipisahkan dengan dinding kaca. Tanpa berkata-kata. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta. Harutoku. Ada yang aneh. trenyuh. aku terhenyak. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. seperti teh susu. Aku Siode Sadamitsu. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. setelah melewati beberapa bangunan. pendeta Buddha."Aku Hartoko. hujan turun. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. sekarang tanggal 6 Januari 2003. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima.Setiba di luar aku merasa lega.."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku.Tapi.."Dia terus berjalan lincah. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping.Aku nelangsa."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah."Hei. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu..Dia. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.html .. tunggu. aku lahir di Hokkaido. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu.""Oh. dan berdebu. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya."Mereka terdiri dari beberapa golongan. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari."Tuan Siode. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. begitu tiba di dalam. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan." kilahnya malah berpromosi.. Nafasku sedikit tersengal."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. Entah berapa lama. dia terus bergegas meninggalkanku. mereka masih muda. nama yang baguuusss. kotor.""Aku seorang pendeta Buddha. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. Harutoku.Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Siode San.. dua hari kemudian... Anda!?""Oh.processtext. lorong dan beberapa pintu.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan di sebelah bangsal ini. dan anak-anak kecil. tapi kau baik sekali.processtext. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. membuat langkahku jadi berani. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.html bangsal yang lain. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.com/abclit. serta bayi dari ibu-ibu hamil. tapi waktuku tidak banyak. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. tapi lidahku terasa kelu." Lengking suaranya. Ya. aku tercenung memperhatikan mereka. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. disusul mereka yang kena seminggu kemudian.

"Harutoko. ada pintu cahaya. pohon-pohon tumbuh subur.. 6 Februari 18956 Agustus 1945. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya." katanya sambil tersenyum. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. Dari arah pintu lain di sampingku. Dari Taman Perdamaian ini.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. senang berkenalan dengan Anda. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. aku seperti berada di terowongan kematian.html . berbunga. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. Nama bangunan itu dulu. Aku ngeri. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. dan aku mengambilnya sebatang..Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. ketika asap rokok berkurang. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode.Sampai di hotel. Setelah aku keluar dari pintu itu.Aku harus segera keluar dari tempat ini. atau bis umum. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. sekarang 6 Januari 2003. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. remaja. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. aku tercengang. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. Di depanku duduk.PAGI hari. dengan hio yang menyala dan wangi. dan menyalakannya. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode.ABC Amber LIT Converter http://www. Taman ini sungguh indah.. Aku berada di taman perdamaian. pikirku.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. anak-anak. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara.. aku melangkah mundur ke belakang. Aku tinggal di hotel ini. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang.. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. Di bagian depan bangunan itu."Siode San. mentari bersinar cerah.6 Agustus 1945. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. temui kapan saja aku di sini. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan.processtext. mereka memotret sambil bercakap-cakap. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Di tengah perjalanan. turis turis asing berjalan di sekitar.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri.. Diam-diam kutinggalkan Siode San. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. kemari!"Tapi tak ada jawaban. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.com/abclit. Gedung Promosi Industri Hiroshima. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San.. dan orang dewasa. aku suka mengantarkan orang. bergerak ke arah bar.

Sesungguhnya. ia seperti membaui aromanya lagi.com/abclit. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. lalu renta dan pikun. Itu galibnya perkembangan manusia.com/abclit. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. bisa jadi obat sepinya. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. ia jarang tertawa. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. atau lebih tepat lagi.processtext. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. ompong. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. Halifa tersenyum-senyum bangga. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu.processtext. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. keluarga pemilik kebun. Tapi.html . belajar beranak-pinak. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. dari bayi merah. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Akbar.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Mungkin. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. kebun. aku harus kembali ke Jakarta. Sepasang mata yang sipit. tak Halifa < berharga.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu.> Barangkali. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Ya. melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. hidung pesek. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya.

Naik pesawat memang lebih mahal. ia akan tunjukkan jalan. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. Tapi. Seringkali sepulang sekolah.processtext." katanya kepada Halifa kecil. gelisah. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. Jadi. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. pesawat kembali stabil.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. "Jangan kau siksa binatang.Di balik awan gelap yang bergumpal. jari-jari petir putih bersinar. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Mungkin. setelah bertukar pakaian dan makan siang. "Kenapa dia lari?" batinnya.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. terutama debur ombaknya di malam hari. ia akan dimakan hiu. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Barangkali. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. atau menjadi buih di samudra nanti. ia terpaksa mengubah rencana. Bila ada yang tersesat. tempat kelahirannya. ternyata risikonya sama saja. kembali ke gazebo tadi. debur ombak seperti nyanyian. Ia tak mau mati. pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. mengantarnya pulang. ia dan adiknya. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ikuti saja aroma itu. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Sebelum mendarat. "Biar gembur. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Ia duduk di bangku batu yang lembab. semacam pengumuman. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. mengelupas di sana-sini. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Tapi." Apa iya? Mereka kan begitu imut. tanah perlu makan. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. lalu memacu mereka berlomba lari. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Di laut terancam tenggelam. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. berpulang saat kembali.processtext. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. Huh. yang punya kebun.com/abclit. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Bagi Halifa. Di seberang jendela. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Warna coklat cat berubah kehitaman. Malida.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut." kata mereka. mata orang yang mau menolong. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ia akan berjanji menyampaikan pesan. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. dua jam lalu.com/abclit. Matanya tak pernah menyorot garang. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka.html tumbang.html . Tapi. juga lebih cepat. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Bila ada yang ingin menemuinya."Ke mana dia?" pikir Halifa.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini.

jangan menginjak ke bawah.ABC Amber LIT Converter http://www. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. berbagi nasib. Ha-ha-ha …. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ.Pintu pondok tertutup rapat. Tapi. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Makanya ayah harus punya prinsip.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. terutama hidupnya yang sendiri.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya." kisah ayah. Tak ada sahutan. tapi ia tidak. Kalau ada orang jahat. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak. jauh dari orangtua. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. siapa yang tahu. Ayah ikut mogok? Oh.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www. di telepon.processtext. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini.html . Korupsi pun tak bisa besar. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Pikiran Halifa mulai bercabang." kisah ayah. Makanya.html nenek pasti bercerita. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Entah kenapa. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya." Halifa sempat terbahak. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Semua sungai terpolusi. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita." Yu Sur. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Nak. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia." lanjut ayah.com/abclit. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak." kata ayah. perempuan kakak-beradik. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. Kata ayah. Mereka. Ibu juga tak menangis. Sebelum meninggal. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. Ayah sudah menganggapnya keluarga. tidak.processtext. ayah curang sekali. lagi.com/abclit. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Malida kemudian menyusul Halifa. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. merusak sungai-sungai. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. begitu pula tingkap-tingkapnya.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas.Hujan makin menderas. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. Malida sempat pulang beberapa kali. dia memilih tinggal di rumah kebun. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. Ah. ia ingin menuruti kata hati saja. tapi perlahan-lahan ia paham. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas.

Ternyata. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www." kata lelaki itu.processtext.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. membawa gelas air. di kantor. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. begitu pula si penjaga kebun.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. seraya duduk di tepi ranjang. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Ade yang nak atuk cerite.Lame dak pulang."Atur ini Halifa.Nenek sudah tak ada. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah.com/abclit.kabur lanjut lelaki tua itu."Sekarang belum musim keremunting. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai."Ini Halifa. tertatih-tatih mendekati Halifa. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Barangkali. Semue lah berubah kata Halifa. Lelaki itu kelihatan amat tua.html disertaisuara. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Ranjang dan meja kayu. Namun. di bus. kompor minyak tanah." kata Halifa. tidak apa-apa. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Halifa cuma mau mampir sebentar. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Anak-anak itu terkurung di sana. Halifa cume nak mampir sebentar. tuk. Atuk ni la sakit-sakit terus.ABC Amber LIT Converter http://www. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. dari pening. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. dan panci-panci tergantung di dinding. Macam-macam sakit pun ade. lemari pakaian dari plastik. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang."Benar.html . Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit.com/abclit.atuk dak bise nampak jelas. kek. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Papamu sudah pensiun. sebentar agik nak pulang ke tanah. Lama tidak pulang. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Kini mereka berhadapan. Banyak yang berubah.Kau disitu pun. Yai kau ape agik. orang upahan dan anak majikan. dak ape-ape. Kakekmu apalagi. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. di kamar kontrakan. tanpa mampu berteriak minta tolong. Ia cuma mengirim doa. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la.processtext. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Semua sudah berubah. Kebenaran kau pulang. Nyai la dak ade.Mata lelaki itu mulai berair." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. tuk."Oh. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Papa kau pun la pensiun.Palang pintu ditarik.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Halifa terdiam. Kebetulan kamu pulang.

dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi.Entah suara pungguk. So.processtext.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. kabur.html . Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. dari pusing. Kakek ini sudah sakit-sakitan. Wey. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu."Berita tentang hidup dan masa depan.""Tentang kita?""Tentang kita. Wey.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.Di depan hampir samar sisik danau. Malam ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas.""Kau jadi berteka-teki.processtext. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. terdengar suara Sopa.html ceritakan. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Sementara waktu telah kita sepakati bersama."Ingin kukatakan yang baik. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. kakek tak bisa tampak jelas. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. Terutama berita yang menyakitkan. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Kamu di situ pun. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita.Unggun terus menyala. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma.""Kau belum katakan berita apa. tentu saja. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Macam-macam sakit ada. sesak napas. sebentar lagi pulang ke tanah.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. So. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata.Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.

So.com/abclit. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh."Aku tak sembunyikan apa pun. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk.""Mungkin bisa. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan.."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata.""Aku akan jadi suamimu... Wey. Tapi lebih dari itu."Katakan apa adanya.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua.. Aku kenal kau."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai.processtext. Kutahu kau sudah siap-sedia.. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.""Kau membuat aku makin tak mengerti. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan..""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.com/abclit. Wey. Wey.html .apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Ayah sudah akan menutup semuanya. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Wey.""Bisakah aku meminta sesuatu. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun.""Biaya pernikahan.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. sebenarnya. So. Ada gamang yang aneh. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh. Bahkan. jika kau belum siap. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya. maksudmu?""Bukan. Mungkin dapat kita atasi bersama.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Wey.."Kau belum katakan apa kesulitanmu.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. Wey. Wey?""Tentang apa?""Suami. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. mungkin juga tidak.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. So. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Sebentar nanti kau akan mengerti.. So..

namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Rautan yang ayu.processtext. Wey.html .Kurasa pagutannya penuh penyerahan. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia.."Tapi untuk permintaanmu.. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Wey. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami.processtext. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. Kurasa suhu badannya lebih dingin. ABC Amber LIT Converter http://www. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. tetapi aku telah menjadi suami. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. Kau menolak?""Tak aku menolak.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku."Kau sakit. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan. selama kuliah."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu.. kurasa tubuhnya lebih ringan."Terima kasih. Tubuh dan akal pikiran. dan mereka bercinta.. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. Semuanya sehat.. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. saat kubopong."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala."Saat ini aku sehat. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum ia mati. Tapi rasanya saatnya belum tiba.html dengan permintaanku padamu.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. bahwa wanita kami dari daerah ini. Namun. So?"Tak kudengar suaranya."Jika kau cinta. Terkena leukemia. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima.Di Jakarta.com/abclit.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan." kukecup ia sekali lagi. barulah ia mati. Wey. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. Wey.com/abclit.. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.""Terima kasih. Demi ikrar itu aku minta."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. So. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Wey. wajahnya tampak lebih tirus.

Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa.html Terima kasih untuk pemberianmu. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. meskipun itu kekasihku sendiri. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol.processtext. menatapku. Wey.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Tetapi matanya terkatup rapat. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. aku pencet bel.processtext.html . terganjal oleh kunci rantai. Sampai di lantai tempat tinggal kami. kuning. Wajah tak kukenal muncul di celah itu." "Tidak mungkin. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain.com/abclit. Ia tanya aku cari siapa. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Begitu melewati gerbang depan. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. tampak bangunan yang sangat kukenal. nadinya masih ada. "kamilah yang tinggal di sini. setengah baya. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar." jawabnya. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Itu agak mengherankanku. Di situ kami tinggal."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. dan kujawab. Napasnya masih ada. sementara bibirnya terus mengulum senyum. Hanya aku dan Sopa. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. "Aku tinggal di sini. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. aroma lama itu tak berubah. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. calon istriku. karena ABC Amber LIT Converter http://www.

mereka mengangguk-angguk senang. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Mereka menarikku masuk ruang tamu. bagaimana." Dan. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. bukan Kovacs. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. kutanyakan tentang ibuku.html kutahan dengan kakiku. barangkali.html . kalau kita timbang-timbang seluruhnya. Tapi Futo. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik.Aku masih di situ beberapa saat lagi. tapi kemudian berubah serius lagi. dia berhasil menutup pintu. Sementara itu. Kupencet bel." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. Sebab. ia berusaha menutup pintu. paprika. Tuan Steiner tua setuju. Dia hidup.com/abclit. Dan. lalu mengujarkan namaku. meski terletak di wilayah Austria." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". muncul. sayangnya. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana." Lalu. "Ayahku?" Tanggapannya. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. Lalu. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. semua diam. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan"." Paman Fleischmann merenung. Perempuan gemuk. Lalu. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. tidak dapat diragukan". Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. "Tapi.Lalu. Ya. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. dia sehat. dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka berdiri memelototiku. Aku masih berusaha mencegahnya. "Pasti ada salah pengertian. Tapi. Tuan Steiner tua itu memelukku.ABC Amber LIT Converter http://www. kapan. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. tentu. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi." Tuan Steiner menambahkan. Ia katakan. begitu. sementara aku masih mengenakan topi. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. itu kata mereka padaku. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. "Kovacs. Kucoba menjelaskan padanya.AKU kembali ke tangga. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. aku tanyakan lagi. "ia agak terlalu cepat.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. Mauthaussen.com/abclit. memang mereka punya suatu kabar baik. kukira." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. "Bukan." Yang lain. dengan sandal kain. "Tapi. melembutkan otot muka.processtext. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. "semuanya dapat dipahami. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. dan tubuhku berkeringat. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. warna merah anggur itu. Ya." Dengan siapa? Salah satu menjawab. "Dia sudah kawin lagi. berdaging. begitu katanya. jenggotnya merah lebat. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga.processtext. Maksudku Suto. "Lalu kami sendiri. empuk. "sebenarnya dalam segala hal". baju narapidana bergaris-garis. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini.

sebab biasanya mereka memang tak dihitung.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. tapi. Tentu saja aku tak berharap. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi.com/abclit.processtext. jam. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian".html kutanggapi bahwa aku tetap suka. ada benarnya kata-katanya itu. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. misalnya. Lalu ujarnya.processtext. mereka balik bertanya. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. Apa itu artinya. mengusik hati. kedua orang tua itu terdiam. setidaknya itulah yang menimpaku. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. meskipun semua telah berlalu. Tapi. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. kutambahkan. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. Pada saat tertentu.com/abclit. semuanya seakan-akan terjadi seketika." Aku bertanya. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat"." katanya." Dan. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. "Yang paling penting. menit. hari. Aku hanya dapat memulai hidup baru. Ketika aku makan. Baiklah. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Dan. masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa." Memang harus kubilang. Itu berarti. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. "kamu harus melupakan semua teror itu. pembebasan "akhirnya terjadi". dan bulan." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. Tapi. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. bahkan agak lebih terheran lagi. yang di Auschwitz. mereka jadi agak terheran-heran. Justrusebaliknya. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. Ganti kutanya mereka. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. Tapi. Lalu. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. minggu. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. kalau diingat lagi semuanya.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. di mana aku berdiri dalam antrean. Pada hakikatnya." salah seorang tua itu merenung. kami tetap hidup.Misalnya. Di samping itu.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. Tapi. kataku. yang di tengah-tengah. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. sulit dibayangkan.html .ABC Amber LIT Converter http://www. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. begitulah mereka berujar dan berujar. dan setelah beberapa saat. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. kataku. kuperhatikan." Yang lain menyambung. karena aku tak tahu secara pasti. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku.kalau kuperhatikanbaik-baik. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Jumlahnya sekitar seribu. Barangkali. Paman Fleischmann mengangguk setuju. Padahal. "Ya begitulah. setiap orang biasanya lebih dari dua detik.

Aku bergerak maju bersama dengan ayahku.Lalu. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. begitu cepat dan sulit dipercaya. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab." kutambahkan. tidaklah selalu begitu. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi.processtext. seperti halnya juga di rumah ini. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. bukan itu yang penting. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. entah bagaimanapun caranya. Tuan Steiner tua mulai gerah. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www. "Tak ada yang istimewa. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. Tentu saja." di sini aku macet bicara. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. misalnya. kalau dilihat secara keseluruhan.com/abclit. Kukatakan padanya. katakanlah begitu. tak ada darah lain. setengah kesal hatinya. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. Sudah tentu. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. Sekarang. kami melihatnya kembali ke belakang. menurutmu. Dapat kulihat.processtext.. terus maju. Tapi. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. tak ada perubahan lagi..Suasana hening. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. dan begitu kabur. Maka. dan memang tak ada apa-apa sama sekali." aku mencoba menjelaskan.Pada kata-kataku yang terakhir. Kupikir.. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan.com/abclit. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. kami sama-sama tak bergerak. tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu. final. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. Kedua orang tua itu bertanya. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. atau . Tak kulihat dia balik. apa artinya jadi "orang Yahudi". sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. dengan laku surut.html . berlalu. Sebetulnya itu bukan nasibku. Tapi. berdiri dan bergerak memutar. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu.. Sekarang. selama waktu itu antrean terus bergerak. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. "Apakah semua ini memang baik. penyimpangan. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah." Memang. "Tak ada. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. kecuali . seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. tentu saja. kataku. dengan Anne-Marie. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. Hanya sekarang. "Lalu apa?" mereka tanya balik. aku bisa bilang kepadanya.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. Setiap menit berdetak. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku.. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. Setiap orang melangkah maju.. setengah mengeluh. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan ibuku. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. "Lalu.

dan kudengar apa yang diucapkannya. menghadap ke depan."Dan. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya.processtext. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Ia ingin melompat bangkit. dan semakin merasa kesal." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. saat ini. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. mereka ganti bahan pembicaraan. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. Namun. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. aku tak punya uang. Lalu. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Dan. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. memanjang dan hilang di kejauhan. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ.. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah." terus kulanjutkan. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. Sekarang. Dan. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. untuk mendapatkan kekuatan. jalanan menyambutku. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. jika . barangkali dapat kukatakan. lawan bicara yang lebih layak. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu.com/abclit. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www. "Ini bukan berarti dosa. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. jelas bukan itu yang kukerjakan. ke arah aku hendak pergi. maka tak akan ada nasib. Tapi. tapi sudah tak mungkin lagi. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. katakanlah.Turun dari tangga. apa pun itu wujudnya. Mereka juga menyadarinya. lalu kuputuskan untuk jalan kaki.html kata-kataku. satu-satunya ketidaktepatan. hanya merekalah yang ada di sini. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Biarkan." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya.. Tentu saja.com/abclit. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Di sana. Tapi. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah.html . Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada. jalan tampak melebar. "Apa?" ia berteriak padaku. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. Tapi. Bahkan. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. "Biar saja. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. kemudian aku ingat.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Begitulah. Satu-satunya keburukan atau keindahan. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah.. begitu mungkin bisa dikatakan. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. memang aku berbicara.

ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. semuanya menggenangi kesadaranku. sekarang aku tahu. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. dalam arti tertentu. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. di atas jalan yang sudah diempas badai. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. tapi bagiku. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. Mendadak semuanya jadi hidup. Bohus.Dan jika aku belum lupa. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. tentu saja. Barangkali. ekspresi wajah mereka lebih lembut. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. Ibu menantikanku.processtext. "teror dari kam-kam konsentrasi". di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. tapi sekaligus penuh seribu janji. Aku jadi ingat semuanya. rasanya sesuatu sedang berubah.processtext. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu. mulai yang berumur 10 tahun. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Kasihan dia. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www. satu demi satu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. berada di situ. Ya. mulai bertumpuk dalam diri. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. Juga di belakang sana.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam. Dan. semuanya kembali lagi. Di sekelilingku.com/abclit. dokter itu. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Setelah Perang Dunia II mulai. benar. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. lebih sederhana. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka.Baiklah. polisi Hungaria membantai sekitar 3. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning.html . Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Januari 1942.Jika memang mereka sampai hati bertanya. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). bintang Nabi Dawud. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Ya.500 orang. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. 800-an di antaranya orang Yahudi. Ya. ahwal dan orang. suara mereka lebih rendah. Tentu saja itu yang diinginkannya. dan semakin turun ke jalan. hidup jadi lebih murni. Lalu lintas lebih sepi. rasa siapku sedang tumbuh. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. dan semua yang lain.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust.Catatan sejarah menyebutkan. Tentu ia akan bahagia melihatku. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan.html jingga. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu.

ABC Amber LIT Converter http://www. Dia lebih percaya.processtext. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. lantas makan siang di Nam Khe. Beberapa kali kami pernah makan di sana. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca."Titipan Ibu Gubernur. tanpa saya maupun kangmasnya. Sudah waktunya injeksi insulin.SEMBILAN ribu USDolar.com/abclit. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. batin saya. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. itu urusan ipar sampean.com/abclit."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. presiden kek.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Pas buat dua orang. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www. kedai murah di ujung Zeedijk. dia berkali. Pri! Bayangkan. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan.Titipan jendral kek. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Sebab. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. menurut sahabat saya. Kami mengerti maksud Nunik. Agaknya pun berpikir. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. Wajahnya nampak selalu gelisah. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. arloji itu akan dibeli buat upeti.html . sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. adik kandungnya.processtext." kata Nunik. Di Nam Khe.

Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Bapak dari Kedutaan. tapi tak melihat Anda. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo.processtext.html .""Oh. pikir saya. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. Dan itu sering keliru. langsung duduk di depannya. berkerah tutup.com/abclit.Nah. bertemu dengan Pak Duta. nginap di Hotel Dorin. Semua hotel di Damrak mahal. mungkin sedang ngrasani kita. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga. Kami adalah orang-orang setanah airnya. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. Dan sekarang mereka ini. kecuali sangat perlu. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Pak."O. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Lain kali silakan singgah di rumah saya.""Wuah." jawab sahabat saya. Saya pun selalu bersikap begitu. Beberapa kali sudah. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya."Sekarang dia menengok ke sini. Dugaan saya benar. Layak ditegur-sapa. tidak jauh dari sini.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya.com/abclit. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Tinggal menyantapnya." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. ini baru kehormatan namanya. ya?" kalimatnya sangat sopan. tidak keliru. Pri."Maafkan. Saya mengurus visa di sana. mahal. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai."Saya tidak peduli. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Saya ingin mendengarnya. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Namun sialan. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. Pak. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. tidak."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya.""Pakaian saya tidak begini. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. Itu dia. Jangan di hotel. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Kehormatan besar buat Hargo. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal.

" usul saya. Kalau ternyata bukan barang larangan.. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin."Alhamdulillah. karena dia yang bayar rekeningnya.""Sampean ini. Saya tentu saja mengucap terima kasih. "Mari duduk bersama kami di sini."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. Nampak bengong. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. "Beli prangko. Saya jadi kurang sopan." kata dia tiba-tiba."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Sahabat saya memang jejaka." katanya. Haaar. saya menghindari rekening Nam Khe. Karton itu saya buka. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Di Malaysia malah hukuman mati."Ayolah Zus. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Itu Hargo tahu.processtext. Hargo ketamuan. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana.html ..""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama."Isinya apa?" dia tak sabar. Jika saya nekat menunda makan. Saya ingat.. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka.com/abclit.processtext. tak banyak punya duit. Tentu tak tahu apa isinya. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. Saya sendiri tak bisa menunggu. Terus terang harus saya akui. Priiii. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. Maafkan.ABC Amber LIT Converter http://www." kata saya. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Jika sial. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. kan bisa dibungkus lagi. Sahabat saya nampak makin kebingungan. saya pun singgah di Wan Nam Hong. Sekadar menghabiskan waktu. sukar menemukan pasangan. Nampaknya Hargo berlagak kaya. "Hukuman berat jika ketahuan. batin saya. Sahabat saya terpaksa menunda makan."Buka saja bungkusnya. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. mereka justru baru mulai. Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. Dia tak pernah punya kartu nama. merasa gula di darah saya kelewat rendah. pindah semeja bersama kami.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Ketika saya selesai. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www."Untuk keluarganya di Gondangdia. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. Saya pun tiba-tiba khawatir. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Nunik bisa bawa."Selamat makan.html saya di notes dia. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. "Terlalu riskan buat adik sampean. Hargo bilang. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. menunggu pesanan mereka. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai.com/abclit.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. saya keluar sebentar. Hargo lain lagi."Mau bangkrut lu. saya akan pingsan. Tak sampai setengah kilo.

Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah.000 rupiah. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. desir angin. membasuh sedih di luar sana."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. tapi tak bisa menahan selera. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. bumbu mirip semur.processtext. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. kupandangi lama cuaca. Mas!" kata istrinya. juga dalam hal ingatan. Saya sungkan pada suami Nunik.S>small 2small 0<. Saya tidak bisa ketawa. Namanya pun baru dengar sekarang.com/abclit. dibuntal oleh hujan yang sebentar. yang kekal dalam ingatan. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. nyanyian. aku dan kamu. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas.processtext. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. Dari kaca jendela kamar itu. baunya saja pun sangat nyaman."Tak perlu khawatir. Dan di pojok entah mana.html . Tidak semua gugur daun.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. di senja hari.html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Malah ngenas. Setelah sebelumnya.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. mungkin meratap diam-diam.ABC Amber LIT Converter http://www." kata suami Nunik. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. Paran. dan hujan yang sebentar. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Husaren Sla. hujanlah yang menyertai peristiwa. matahari yang tenggelam. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Dan ini tentang hujan yang sebentar.com/abclit. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Saya melahapnya. percakapan.""Service Paspor.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. khotbah. Atau mungkin sebaliknya. Seperti percakapan-percakapan yang terusir.

Ah. tapi aku yakin. Ia rindu. segalanya butuh perhitungan. tak kuasa menanggungnya. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. Belum ada tanda-tanda. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan... Dan kita. Lucu-lucu. lebih nyeri dari ini. dan ini kakakku. misalnya. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. Di luar sana. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak.. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.. baru kutulis nama sayangku untukmu. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih.LALU aku bertemu dengannya lagi. tidak ada kepastian. .. juga yang berpasangan.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. mataku.Ini Dede dan Kahfi.Ah. dan hujan. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Baru setahun yang lalu. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. aku pikir akan selamat. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. sembari menunggu hujan reda. Ia tidak secerah dulu.. seperti yang duludulu. kamu ingin hidup yang tenteram saja. juga pada senja dan hujan yang sebentar. bahkan bila kita mau. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Apalagi. Sangat deras.processtext. Suamimu duda. Benar. Aku memandang ke jendela. hanya agak kurus. Hujan dengan cepat reda..com/abclit.html . Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. Aku mengambil kertas. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. Kami berpisah. senja. meyakinkan lebih tepatnya. Di stasiun kereta api.. Seorang laki-laki juga menghampirimu. Senja ini tak ada kepastian. walau aku tak yakin benar. Selamat. mungkin karena baru beberapa bulan. Dan kamu berubah sekejap. beberapa mengalaminya. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Aku tahu.. Aku tahu itu. Tak semua selamat. semenjak gelengan itu. sahabatku. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.. aku kira.Uhf. Ia agak kikuk.Tengadahlah. sesedih aku. bahkan di diriku. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran..Beberapa selamat?Beberapa selamat.. ya. Ia masih seperti setahun yang lalu. aku tak kuasa menatap matamu. Aku beranjak dengan malas.processtext. begitu sendu. di kotanya. bukan?! Tapi bisa jadi. Tapi tidak mungkin.Hujan reda.Kamu!Di luar. akhirnya.. memang.Seseorang mengetuk pintu.Kamu menunduk.INI juga pada senja.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www. dan mulai menulis. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Sebentar ditatapnya wajahku.. kamu.. Hujan akan segera turun. . Lebih berpuing dari ini.com/abclit.Dan sekarang. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu.. Tapi beberapa. dari dulu. kebiasaan buruk. selain hujan dan waktu yang bergulung. Dan ia menggeleng pelan. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan.Aku tidak begitu peduli waktu itu. Tapi lebih banyak yang tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. tatap aku baik-baik. bahkan untuk sedikit kepastian. Sangat rindu. Kamu di mana.TAPI kepastian itu datang juga. Mataku menatap perutmu.html tertanggungkan. senja dibekap cuaca yang murung.Aku kurus ya.Aku mengangguk. dalam tubuh yang agak basah. Sayang. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka.. Kali kedua aku bertemu dengannya. sebagaimana aku juga tidak. Tetanggaku. Aku merobek kertas yang di atasnya..Kami minum kopi. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. pertemuan itu telah menutup segalanya.. Begitu singkat.Aku panik. Semua selesai. dan rintik hujan. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa.. hujan mengguyur deras.Di hadapanku kini. beberapa bulan yang lalu. tapi kuseduhkan secangkir teh. Tidak mungkin. keponakanku.

Pagi ini aku tidur. Kubaca. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. kedua tanganmu pasti kotor.Tidak.. Juga luka dan getir itu.Kamu menyeka hidung dengan tisu. Dan mungkin menangis. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu. Seperti dulu-dulu. di dalamnya. Memandang caramu menulis. . sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Kamu masih gampang terharu. Apalagi hujan yang sebentar.. menatap buku-buku.Aku mengangguk. mampus..Aku bawakan makanan kesukaanmu. Kangen. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri.. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang.Kamu menangis sesunggukan. Aku hanya memandangmu.Aku sedih. Membuatku tertawa sendiri.Jangan tanya tentang pernikahanku. Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Mengapa jika kamu menangis. dan pernah bersumpah akan mencurinya. Kututup pintu. Tapi kali ini tidak.Kamu duduk lagi. menunggumu menyeduhkan kopiku. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Sialan. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.Aduh.Aku masuk. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Sebab kalau kamu. Kamu belum makan.Aku mengangguk. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. mengambil gelas yang kusentuh.. Tapi kamu juga bangkit. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. Aku tidak jadi menangis.com/abclit. Kuambil nasi dan makan. televisi yang mati. Kamu bergetar. Mengambil kertas dan menulis. kamu mulai basa-basi. tidak sepertiku.. minum kopi hasil seduhanmu. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku.processtext. Apa pun.. Tapi aku mencintaimu. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. air mata itu. ada janji makan malam. almari pakaian. Mengingatkan dulu. Sebelum banyak bicara. pigura-pigura.Aku harus pergi. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Balik-balik. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. menghampiriku. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. sungguh.Bisa minta tolong. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.. hendak membuat kopi. Makan yang begitu tertib. lampu-lampu mulai menyala.processtext. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.. Ah.html .Aku sedang ada urusan di sini.. bersamamu dalam bayanganku.Dari jendela. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. ya.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. sudah terasa hilang sejak lama. aku selalu ingin kamu menatap mataku.html tahu. tak lelap. Bukan. Kamu juga. Kamu sodorkan kertas itu. seperti sekarang ini. dan memelukmu. Aku kembali ke tempatku semula. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. Senja mulai mengetuk malam. Sangat indah. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. sebelum banyak dusta. sepintas kulihat. bukan kamu. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.Kamu tersenyum. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. ya?Aku mengalaminya.Aduh.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film.Kamu mengedarkan pandangan. Tak menahanmu.Harusnya aku mendekatimu. Selebihnya.Kenapaaaa.com/abclit. kan?Aku menggeleng. Aku bangkit.Kenapa?Aku menggeleng. sampai sekarang.. yang selalu kamu seka hidungmu. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Pintu terbuka. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. dan ingin juga bertemu. dan lagilagi sesunggukan menangis. dan kamu sesekali main di sana. Lalu aku ingat.

Tapi urung. Perpisahan itu tidak enak.com/abclit. Seperti kemarin. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian.com/abclit. cuaca cerah. telepon berdering. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Kuangkat. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. aku yakin.000 dollar AS lebih.ABC Amber LIT Converter http://www. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. aku balik. Namun. Lagu-lagu sedih. ABC Amber LIT Converter http://www. padahal sangat peduli. Kamu duduk lagi. Menatapmu.*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Brengsek. Aku menjilati sisa makanan di jariku.Kamu bangkit. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Pasti ada yang hilang lagi. Mau nggak.processtext.Pintu kututup pelan.Sore nanti.processtext. Aku tahu. Di seberang. kalau sudah ada keinginan orangtuanya.html merajuk itu. kamu tahu kalau aku menatapmu. Sebetulnya. Dan seperti tidak peduli. tepat yang kelima. Musik mengalun.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. Aku hendak menahanmu. istriku.html . mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun.Di luar.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. menuju komputer.

tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Apalagi ditambah dengan angin kencang. kalau tiket sudah dilunasi. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Jakarta. Di Frankfurt. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya." Seperti biasa. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. ke rumah orangtuanya. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Dalam satu-dua bulan.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini.processtext. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. ABC Amber LIT Converter http://www." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt.html . Meskipun salju belum turun. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Jadi. Kalau disebutkan dalam surat. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik.processtext. Jadi. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.com/abclit. Bukan untuk membuat Berbi penasaran." tulis ayah Berbi. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Pada bulan Maret tahun depannya.com/abclit. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Lagi pula. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. pertanda musim gugur telah tiba.

html Rothenbaumchaussee.ABC Amber LIT Converter http://www. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya." Surat ini mirip telegram saja. si hemat kata.processtext.. di Rothenbaumchaussee. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Di apartemennya.processtext. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. apalagi dengan komputer. Apalagi pengarang cerpen atau novel. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. sang ayah hanya mengatakan.com/abclit. Paling-paling hanya akan menjadi penyair. Berbi tahu.. Entah kenapa. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu.com/abclit. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Tidak dengan mesin tik. meski teknologi sudah maju pesat. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang.html ." Begitu bunyi surat itu. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Kalau toh terpaksa menulis surat. Berbi masih tidak habis pikir.

html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Hamburg 2 Memang. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak.com/abclit. yakni memintanya pulang dengan segera.processtext. pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. seberapa pun kecil atau besarnya. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya). uang 2. ia mengerti perasaan ayahnya. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. Sebagai putri tunggal.html . ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga. Kalau tidak.com/abclit. risikonya apa? Di pihak lain. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. Oleh karena itu. uang tetaplah uang bagi Berbi. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Kalau pulang.processtext. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional.

html "Pulanglah segera.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku.ABC Amber LIT Converter http://www.." Hanya itu isi suratnya. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan.com/abclit. "Oh. Sebaliknya. bagaimana pendapatmu. "Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi. ia menjawab sekenanya. ya. Oleh karena itu. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. ya. "Ayah ingin tahu.processtext.com/abclit. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah. apa salahnya menikah lagi. "Terserah Ayah sajalah. ada yang akan kubicarakan denganmu. Ia tidak menyangka." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam. ya.." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.html . Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi." Hanya itu komentar Berbi.. Ia tidak siap menjawab.

Ayah sudah punya calon.. katanya." "Saya pikir.processtext.?" Sebetulnya. "Lho. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor.com/abclit. Apa boleh buat.com/abclit." "Belum. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru.html . "Omong-omong. Ayah Berbi menggeleng.ABC Amber LIT Converter http://www.html tentu tak perlu menikah lagi. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. apa Ayah sudah punya calon. Cuma karena ayahnya sudah to the point. siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www.. Oleh karena itu.processtext. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua. ia pun tak sungkan bertanya langsung.." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam." Ayah Berbi terdiam sejenak. Berbi menyambung. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka...

html Berbi. Makan tak enak.com/abclit. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter. "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter. Setiba di Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidur tak enak. aku mengidap penyakit. "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir." "Normal dong. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus. tak nyenyak. bagaimana?" "130/90. ternyata aku dinyatakan sehat." "Lho." "Tensi Ayah. Baca tak enak.processtext. Badan serasa meriang sepanjang hari." ABC Amber LIT Converter http://www. badanku serasa gatal seluruhnya.html .com/abclit. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Pada saat lain.processtext.

processtext. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi. ABC Amber LIT Converter http://www. "Maksud Ayah?" "Maksudku. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang. memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu. Jakarta." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman.com/abclit. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup. aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya.html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. pikir Berbi." "Lho.html .processtext. Kalau tidak.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.

html . Kita kan perlu bersiap-siap." Graha Taman 2 Keesokan harinya. "Begini.. Berbi mengajukan pertanyaan. kamu pasang iklan kematian untuk aku. Namun. "Lho." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi mengubah cara bertanyanya.com/abclit." kata sang ayah. "Aku dapat firasat. Kemudian Berbi melanjutkan..processtext.html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. "Aku ingin." Mereka terdiam sejenak.com/abclit. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab.processtext. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. ’Sedia payung sebelum hujan’. kalau aku mati nanti. Kata peribahasa.. agar tidak mengecewakan sang ayah.

html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Kabar Duka Cita".I.ABC Amber LIT Converter http://www." ABC Amber LIT Converter http://www. "Rest in peace".P". "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. "Telah Beristirahat dengan Tenang".processtext. "Telah Mendahului Kita".com/abclit. "R. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus.processtext.com/abclit. Ayah Berbi meneruskan.html . "Turut Berduka Cita".

"Telah Beristirahat dengan Tenang".html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun." Berbi terdiam. Akan tetapi. "Berita Duka Cita". kerabat.com/abclit. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. atau "R. Soekarno-Hatta.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. Teman-teman. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita".I.html . kalau aku sudah mati. aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. Firasat.processtext. "Kabar Duka Cita". "Kok Ayah ingin diiklankan. sih. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. "Telah Mendahului Kita".P". kata ayahnya. "Rest in Peace". "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.com/abclit.processtext. tetangga. Berbi hanya berjanji.

sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www. atau surat. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.processtext. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. Dengan langkah berat. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. atau telegram. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya.processtext... Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. atau e-mail. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita.html . iklan mana yang kupilih.com/abclit. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri.. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". Di pihak lain. atau faksimile. kalau sudah sampai waktunya. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon." katanya kepada sang ayah. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. Menurut berita CNN. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya.html Dengan kata-kata itu. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya.com/abclit. "Pokoknya. Berbi menuju Gate 1." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.

dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. Tapi luka dalam.processtext. Tapi tidak demikian bagi Yustin. Meta ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Namun. bunda.processtext. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. "Bukan di situ. Jakarta. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Dengan nafas terengah-engah. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. termasuk sopir bus. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Italia."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya.html karyawisata ke Roma.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. jauh mendahului kawan-kawan seusianya.com/abclit. Berbi namanya. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia.html . Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. mata sembab dan isak tertahan. anggun dan mempesona. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Semua penumpang bus meninggal dunia.com/abclit. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. tapi tak dijumpainya setitik pun luka.

html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. Lalu dirangkulnya. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih.com/abclit.""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah. Buka saja dulu pakaianmu.""Apa.""Bibir saya kenapa. Sampai ia lulus SMP.. Aku harus berangkat naik bis kota. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.ABC Amber LIT Converter http://www.yang tak pernah berlengan pendek. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. sepatu. atau sering merasakan. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya.atau. Sebab nyatanya. Meta?""Aku beli sendiri. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Ia tak bisa datang menjemput. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. "Perhatikan bibirmu secara saksama. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. "Bunda mau bicara sebentar. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. pakaian dalam."Mungkin kau benar. bedak..Bagi Yustin. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .""Tapi.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. bunda. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya.. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah.html . hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas.com/abclit.processtext..??""Jangan bertanya dulu buat apa. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya. memelukmu.. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. bunda.yang panjangnya selalu di bawah lutut. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. membelaimu. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. Sampai ia berusia enam-belas tahun.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu.. Meta.. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. bunda. Semuanya.""Meta tak tahu apa maksud bunda..""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah...""Tak usah. justru karena ia tahu persis.. menyentuhmu. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki."Meta terdiam. atau senantiasa merasakan. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.processtext. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar.. Sampai ia masuk SMU. Meta. memujimu.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun.""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. Untuk sementara. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah..""Kau pasti pernah merasakan... Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.. rok ."Meta mengiyakan dengan cara terdiam. shampo. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. "Kenapa.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam.

. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. panggilan mesra. gelang."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. anting. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. Meta. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. Dengan berbagai kecemasan."Dan Yustin tak kuat untuk menolak.. Badannya besar dan kekar. Pipinya membasah. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat.. Kapan pun. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya.. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah.. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya. eyeliner. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya.. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss.com/abclit."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Matanya terpejam. blush-on.ABC Amber LIT Converter http://www. yang setiap hari mendengar decak kagum.. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya.com/abclit. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya.html . Dan Yustina tak kuat bertahan.processtext. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka.processtext. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya.. giwang. pujian. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. kalung. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku.. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku. Bunda cuma khawatir. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. maskara. eyeshadow. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah. nak.html sejauh itu. Ia pun buru-buru membuka almari. Dan ini membuatnya jumawa."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Ada nama seorang pria tertayang di layar.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik.""Bunda khawatir. "Ya. Tak mungkin ia bercerita.. Meta. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula." "Lalu. Ketukan pintu membuatnya kaget. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. siutan panjang.

Oke. dan kesedihan adalah milik mereka.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. dan berucap. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. oom. "Kubisikkan pada mereka.. "Halo. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. Dina membawa sebuah buku. aku cinta Bram. minta aja kunci ke resepsionis.processtext. Meta?" Jakarta. "Kau bicara sama siapa. di halte sambil menunggu bus. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara).processtext. langit menulis kata-kata itu.com/abclit. ketakutan..html .com/abclit. "Non.. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. Kamar 501. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. bersihkan sarang laba-laba itu. Tapi. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. harapan. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. aku cinta Bram. Sekarang aku sudah di kamar. seorang lelaki Indonesia. kalau kau punya suami. Itu rasanya tidak mungkin."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. Kamar Masmu memang jorok."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). Kala mendongakkan kepalanya.PADA saat itu.. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih.html lirihnya. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. Dina menikah dengan Bram. ya?" "Sebentar. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. aku cinta Bram. Dina tahu Bram ada di sisinya.ABC Amber LIT Converter http://www.JALAN-jalan. Bram. lebihlebih. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak.

sebenarnya Dina merasa. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. "Kuberikan diriku.html kandanganku. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku.Langit di sana diam-diam saja. Namun. tiba-tiba Dina tidak tahu. Dina mungkin capek. ketika selesai menyetrika. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. yang kemudian menjadi suaminya. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. "Din. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Sekarang. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya.DINA menyusun rencananya. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya.com/abclit.Malam itu. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya.SUNGGUH. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram.Kemudian dengan bayinya.Anaknya lahir dengan sehat. bukan untuk diriku sendiri. Mereka sama-sama bekerja keras. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. apakah dia masih mencintai Bram."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. Bram suatu senja mengajaknya ngomong.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. waktuku. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. sebaiknya minum susu dan aspirin. cintaku kepada sulungku dan Bram. Dia naik ke lantai dua.processtext. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Ia menampar habis-habisan sulungmu. tapi untuk keluarga. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. Dina duduk di ruang tamu. Hal ini dibicarakan dengan Bram.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu."Ibu memeluknya. untungnya aku datang. hal itu diomongkan kepada Bram. Karena semua orang bilang.com/abclit. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. aku tidak pernah mengurungmu. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. "Nduk. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. setamat sekolah pulang ke Indonesia. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut.html . menari. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. Langkah satu.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. Dina menyanyi. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan.Dina menjerit-jerit. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Semua perabot rumah. Dia merasa. kamu depresi." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. perceraian. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. sebisa-bisanya. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya. tapi mengantarkan kamu ke psikolog.

"Pa. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. ketika Dina merasa pusing yang hebat. mereka adalah laba-laba ganas."Bram. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. "Saya harap. Beberapa tetangga berdatangan. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www.Kesedihan.""Jadi. Dina tidak ingin peduli. ayo tidur.processtext. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. Dina berkata pelanpelan. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Memang ada ekspresi cinta dari Bram. mengirim cintanya lewat telepon.ABC Amber LIT Converter http://www. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu.Akhirnya. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. Padahal. "Ibu."Ibu memeluknya. Dina jijik dan sekarang. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini.""Kau tidak mencintaiku lagi. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Din. Dilihatnya Bram dan anaknya. kasihan anakmu. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. karena tanpa tugas-tugas itu. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. "Ma. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. selamat tinggal. padahal kuberikan semua cintaku untukmu.com/abclit.Sampai di rumah ini. harga obatmu sangat mahal.Dina menangis. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. "Din. Dina mengatakan kepada Ibunya. anaknya. turuti sajalah apa kata dokter. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. Sebetulnya. yang sampai pada saat ini. "Sudahlah. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Kamu masih dalam proses penyembuhan."Bram melihatnya lekat-lekat."Dina diam saja. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. perasaan dan pikirannya. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. "Nduk.html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. mereka berdua melenggang ke kota lain. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya. Bram berdiri di antara tetangganya.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. tapi harus dihormati). anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. Bram yang seharusnya merawat. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). Bram berkata pelan-pelan. masih menjerat seluruh tubuh.html .processtext.com/abclit.

kanan dan kiri.processtext. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. kamu sudah sembuh. Merimuk saja di sudut kandang. ajaib. Konon.html . bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. Dan kenyataannya memang demikian. "Ayam ini untuk si Upik. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. semuanya selamat dierami.html Bram dan anakmu. Namun. orang-orang percaya pada pertanda. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. Tanpa harus menguak dan meraba. bakal cepat berkembang. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. lalu tumbuh berpasang-pasang.Akan tetapi. cukup angin saja yang menyibak. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. Ketika si Upik masih kecil.processtext. Dina menganggap. Dan jaring labalaba itu. cukup dengan berkata. Ia bercita-cita menjadi tentara. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Atau ada yang sempat bertelur. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun." maka. ABC Amber LIT Converter http://www. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.com/abclit. menampakkan wataknya yang keras. dua-tiga butir yang dierami."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja.Demikianlah. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). dan turun dari kandang berkembang-biak.com/abclit.Malang. mengejar-ngejarnya. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. berdiri tegak umpama dari landak. Rambutnya kasar seperti ijuk. mereka akan datang menjemputmu. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat.ABC Amber LIT Converter http://www. terhindar dari segala penyakit dan kematian.

Karenanya. tamat SMP ke SMA. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. seorang sahaja di tengah padang. sambil menyibak pusaran rambut itu.com/abclit.processtext.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang.. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Tidak. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Tak perlu menunggu lama. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Menjadi adat orang seranah. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Ayah tentu merestui. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. berkat tetua yang pandai membaca. tiada dua. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. Berbeda sekali dengan si Upik. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. berkah dari adat yang bertuah. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. "Anak gembala. Alangkah indah dan menyenangkan. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Sendiri memintal hari. sapi dan kini kerbau. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. mencari kutu. tak perlu menunggu tamat sekolah.processtext. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. sekolah si Kandik harus terus disambung. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. tidak berbaju buka kepala. dan ia tak peduli. pusar-pusar ternak itulah. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Berhujan-berpanas sudah biasa. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. Upik merasa tersanjung. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak.Pagi-pagi sekali. Tak hanya kambing. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). di usia sehijau itu. ayam-ayam berkotek di kandang. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. nanti mendaftar jadi tentara. Maka." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. tapi bermacam-macam. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. Dan semua ternak diterima Ayah. Dan. setiap isyarat jadi sebab. dari ayam. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. ternak si Upik memang berkembang-biak. Sungguh menambah beban. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam".html . berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga.html dan Ayah merestuinya. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala. begitulah keadaan diri si Upik.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. Setiap tanda jadi tanya.. baru akan naik ke kelas enam saja.com/abclit. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. turun-temurun. ya.

entah kenapa. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. Sebenarnya. Dan penuh perhatian." Lama-lama. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah.html . juga rambutnya yang kusut. Dengan satu sentakan. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. patuklah pusar-pusar di rambutnya. kakak-adik.Tapi Upik menyukainya. Di kubangan. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Selalu. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Mengobati sakit dan lelahnya. begitulah. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. "Kamu sakit.. Tak tergurat tanda amarah. "Hampir panen. tak sekadar membentak tapi menggampar. kurus dan menderita. ia lihat wajahnya. dan Mak tak kuasa membujuk.html keterlaluan. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang.. ingin muntah. orang mahfum. Upik. dengan kumis melintang. Isi ladangnya tak pernah jelas. kawanan bangau yang putih yang suci.com/abclit. mampir sebentar dan bercakap. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. Wajahnya bersih. menyejukkan. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. ketika seseorang datang berseru. mungkin juga seorang bandar!). sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. Ia merajuk. Ayah menyeretnya ke belakang. Perutnya mual. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. apalagi mereka tak punya anak. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan. ia dengan nyentrik bilang. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. "Panen gagal. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. dan berseru di tengah padang. dijambak dan diacak-acak.com/abclit. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Pik. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. tapi bukan penghiburan yang didapat. Dipijatnya kepala Upik di sana. yang menjadi latar perkampungan. dengan sekali sentak.Terhuyung Upik meniti pematang. tapi sudah cukup akrab-bercakap. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. Maka. O. Membuat si Upik tak nafsu makan. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam.processtext. ayah butuh seekor kambing!" Maka. rasa diperhatikan dan penghiburan.ABC Amber LIT Converter http://www.. "Kamu mesti berangkat. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. kecuali dari Pak Kudun!Ah. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. apalagi si Upik. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. berarti menantang adat dan kebiasaan. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh." kata Mak kelu. ABC Amber LIT Converter http://www. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. "Upik.. Dan petang itu. diserbu belalang dalam semalam. bangau-bangau itu lantas menjauh. melainkan dampratan dan umpatan. itulah yang utama. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan.processtext.

kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. irama itu terputus tiba-tiba.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Ah. dan Kandik segera mengejar. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Sebelum pergi. tidakkah juga. "Upik. dengan ucapan yang tak selesai itu. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. lantas si Upik berlari menuju ke sana. dan berteriak seperti biasa. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang.. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Dan karenanya.Upik menggerakkan kedua lengannya. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. Upik ingin tak mengenang. Maka. meniup puputserunai batang padi. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan.processtext."Dan kau. Cepat Upik berlalu. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. Ayah lalu berbalik langkah. seperti tersadar. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. "Mbheeeeekk. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua." katanya dengan suara bergetar. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar.processtext. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. Batal ia mengambil mangsa. dengan tatapan orang yang minta diri. orang tua penuh perhatian. Yang jelas. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. untuk kali itu.. Mak.html Apakah sekadar mendapat teman bercakap.com/abclit. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. iramanya melengking tinggi!Tapi. Pak. Lantas. Pak Kudun memandangnya. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. "Sudah lumayan enak. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala.com/abclit. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Terima kasih. Gadis itu terpana diam. Dan Upik. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. Upik merasa lengang tiba-tiba. Tapi.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. mengancam. Keduanya bersitatap. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. "Awas. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. dan merasa agak enak sekarang. dialasi tikar."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya.html .." Pak Kudun tak melanjutkan..

Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. dan kalau nanti Ayah datang mencari. Yogyakarta. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Iya 'kan?"Begitulah. berarti kau yang memberi tahu.. si Upik melepaskan jerit. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www.... Sistem paroan. Tetapi. Senja mulai turun. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. melainkan datang dengan ancaman yang sama.processtext.. baru beberapa langkah.html . Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang.com/abclit.com/abclit. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. berpulun kain sarung. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa. bukan mengembalikan mangsa. Ia ingin menjerit..Rumahlebah. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.Upik beranjak ke arah semak-semak." bisik Pak Kudun. hantu. semakin bebal. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan.processtext. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan.. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. Upik. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. "Upik. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa.html yang sedikit terbuka.PETANG itu. tenanglah. Kita ke ladang saja sekarang. Tinggallah Upik dengan hati senyap. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.2. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik.... Pusarpusar. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Namun. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Semakin tebal. 2002Catatan:1. kalau Ayah sampai tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. Ayahkah. Awas."Tenanglah. meski sulit dipercaya. atau. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. tapi setidaknya. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. sesuara lebih dulu menyentaknya.

Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. Masalahnya.. Sampai nantiiii. "Sudah risiko. maaf." katanya. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. ada apa ramai-ramai." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. ada angin lagi. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. tenang dulu. Kai. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah.. peristiwa apa sih sebenarnya. Agak sedih malah. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. sekarang. "Nanti dulu. Aku baru terbang dari luar kampung sana. aku malah hampir lupa. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin." "Mau dengar nggak?" "Maaf." kata Kupu-kupu." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya.html . yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. aku masih agak terganggu sampai sekarang." "Kok berkomentar lagi. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. tidak begitu." "Dua orang kataku. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga.. "Cerewet. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang..Aku juga tidak bisa cerita banyak. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. Ceritakanlah.." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. Aku telat datang!" pintanya kemudian. Seru sekalii. Pu. Di antara tiupan angin yang membawanya.html Sumber: Kompas. "Jadi ketinggalan berita. Bukan ingin tahu pendapatmu. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. "Ya. "Wah wah. "Nanti. "Ceritakan dong. Hm." kata Kupu-kupu. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. hingga kemudian. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www.. karena tadi terbawa angin." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. nanti saja ceritanya. Kupu-kupu tampak berpikir." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. "Lho. "Wah. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. "Demi persahabatan. Bahkan dalam tidur pun. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan.processtext.. Edisi 01/05/2003 "KAI." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf.ABC Amber LIT Converter http://www. nanti dulu.com/abclit.processtext. "Cuma. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. Mau dengar nggak?" "Maaf.com/abclit. Dua lelaki. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. Tangkai akhirnya mengangguk. tadi lebih pikuk. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. teruskan ceritamu." "Begitu?" "Ya. ceritakan apa adanya saja. aku pergiii!.. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. Ayah dan anak. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. maaf. Oya. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. kamu kok terbang?" teriak Tangkai." kata Tangkai." beritahu Tangkai. Kelihatannya ada jalan keluar." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana.. Ah.. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. Aku belum mendengar apaapa.

setiap penilaian. teruskan. Polisi semakin banyak berdatangan. ABC Amber LIT Converter http://www. Itulah ringkasannya. Lalu kau dating. setiap hati. tahan dulu." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana." kata Kupu-kupu." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. Bus-bus berhenti. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar.. tak tak puas." lanjut Kupu-kupu.html . Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai.. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. Jangan pikirkan si Capung. teruskan ceritamu. sama-sama meninggalkan kerumuman. "Maksudku. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Biar informasiku lengkap. Hinggaaa. "Kuringkas saja." kata Kupu-kupu. "Ya dong. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. penembak.. "Kukira ada hal yang luar biasa. hingga tembak-menembak. Di sini nggak ada enaknya. teriak-meneriak. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul.." kata Tangkai." "Apa itu?" "Kedua lelaki.. Setiap mata. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. "Iya. kemudian ikut berkelahi.processtext.." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat.. Ayah dan anak berteduh di halte sana. "Wah. penginjak.. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. Tapi perkelahian masih berlanjut... "Itulah.com/abclit. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. "Ya.com/abclit. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. tahan dulu.. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. Bisa kau bayangkan. yang diinjak. Tak ada yang mengejutkan. Para penumpang yang ditodong melawan. Darah berceceran di mana-mana.. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. "Itulah. Lalu tentara datang. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. Akhirnya tak jelas lagi. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. yang diteriaki." kata Tangkai. "Ya." kata Kupu-kupu. masing-masing akan terdengar khas. Polisi datang dan melerai. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. lalu menaiki sebuah angkot. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri." kata Kupukupu. Cuma kejadian sederhana. Dia tidak begitu hebat. Atau malah kurang seru..html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal." kata Tangkai bergoyang. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. "Oohhh. Nafasmu nanti habis. Bisa kau bayangkan. peneriak. Kok kamu tahu mereka ayah anak." "Karena mereka saling memanggil begitu. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. "Sudah. tikam-menikam.ABC Amber LIT Converter http://www.. Para penumpang menontoni..." kata Tangkai. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu.. dan menghilang ke ujung jalan sana. Ayah dan anak dikeroyok. yang ditembaki. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. "Begitulah. "Pergi juga tak apa-apa. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Jalanan benar-benar macet.. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan.. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. maki-memaki. "Jangan di sini. "Nanti dulu. akhir dari kejadiannya. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat.processtext... "Ah. Hing. Hinggaaaaa. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. Begitulah. "Terserah." kata Kupu-kupu." kata Capung." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong." "Itu dia. Pukul-memukul. Kejadiannya berjam-jam. setiap kepala." "Hussh! Hussh! Kau. kok biasa saja. Begitu saja. "Sudah. lempar-melempar.

apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh." Tangkai bergoyang. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu.ABC Amber LIT Converter http://www. katanya lagi.com/abclit. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. yang masih dapat dimanfaatkannya. Atau menutup berbagai lokakarya. menceritakan hal sederhana.com/abclit.processtext. Tahun yang sangat ditakuti." Pada tahun 2003. Tukang-tukang kayu dari Jepara.Pada tahun 2003.processtext." "Wah. sudah pingsan berdarah-darah. Singapura. membawanya. Ya. Tentu saja. Pada tahun 2003. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. atau memang sudah mati percuma. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. bagaimana kedua orang itu. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana." "Terserah kalau begitu." kata Ayah.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah." "Yuk. Rembang. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Sementara si Tangkai kembali bergoyang." "Aku kan Kupu-kupu pintar. Kalau tidak. Tak percaya oleh kenyataan. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www. menonton sejenak.. dan Brunei Darussalam. Lunglai.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. ayah dan anak. Masih cukup dekat dari halte. kau seserius. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. Sampai ketika kedua orang itu.html . Daaag.. dan sekaligus dibanggakan." "Daag. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. namun sebagian lainnya tak perduli. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. dan Pati akan panen order dari Thailand. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara.

Pendeknya.Borassus flabellifer. kata Ayah. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya.Aku sengaja mendampinginya."Makanya jangan melawan Rembulan. Ayah tidak berdiri di sana. Ayah memang lebih sering bicara sendiri.html lagi. karier Anda sekalian bisa lebih suram.ABC Amber LIT Converter http://www. cinta pada Ibu.processtext.Anak-anaknya berkumpul.com/abclit. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. Bukan. siwalan alias lontar. Sepeninggal lontar. Tahun 2003 sudah datang.com/abclit. berbuah maupun tidak berbuah. Cinta pada pohon. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama.Namun. fluktuasi harga. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. yang buahnya segar. hari-hari kami seperti lebih teduh. Padahal. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. tapi juga tahun 2003 itu. Ya." ujarnya kembali berpuisi.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www. kebanggaan keluarga kami. pada hard disk. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Tiga anaknya berkumpul. hidup ini perlu penerangan. tapi hitam legam di panggung sejarah. Kesehatannya tampak terganggu. Turuti saja panggilan sinarnya. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. itulah pohon tal. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Seolah-olah bersyukur. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. pohon lontar itu.Aneh banget Ayah itu. juga punya karakter universal. semangat hidupnya seperti menggelegak. Kini menunggui Ayah. Yang daunnya berbentuk kipas. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. katanya. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. sekarang pohon itu tak ada lagi. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah.html . Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Bukan hanya Bulan.processtext. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. cinta pada Tanah Air. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. Sekarang pada layar monitor. adalah tulisan. cintamu juga harus lebih canggih. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. Tetapi. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer." nasihat Ayah seperti berpuisi. dan cinta pada pengetahuan.Bukan hanya gelap gulita. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. tiga anak-anak lontar yang setia. banyak orang belum siap. Itulah nama Latinnya. maupun indeks gabungan harga saham.Sepeninggal pohon lontar. pada disket. Kami tak mau mengecewakan hatinya. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Ayah bergumam. Kini komputer menggantikan perannya. Setiap benda itu. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. punya karakter lokal dan manfaat lokal. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. ***SEPULANG pidato.Makanya. cinta pada keindahan. Belum mengerti pasar modal. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Dulu. melalui jendela yang terbuka. akan mati. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. cinta pada kebenaran. "Lontar telah pergi. Ya. Universalitas ini yang penting. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. cinta pada anak-anak. Tapi. seperti yang semua sudah tahu. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya.

ibumu tahu.***MALAM sudah larut. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. semua laki-laki. dan nyeri perut. Napasnya normal.ABC Amber LIT Converter http://www. pribumi maupun Tionghoa. berkilat-kilat. Tapi. tentunya. yang terakhir itu bukan manggis biasa." Ayah mengigau lagi. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini.com/abclit. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan.html kabupaten Klaten pun. lalu sunyi lagi. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Tak ada cetak biru. Ia akan menyusul pohon lontar. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara.com/abclit. Tak ada action plan. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Napasnya semakin jarang. Tapi malam ini. kebun. Daunnya tebal. Tapi. bahkan di semen sekalipun. bisa teringat selamanya.processtext. dan terlalu merdeka. Aku teringat perempuan tinggi. anggun. ada Garcinia dulcis. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. yang telah duluan meninggalkan kami. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. aku terbangun. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. mendengar Ayah memasukkan sepeda. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu."Ibumu tahu... Dini hari betul."Jangan melawan sinar rembulan. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini.html . Ia bisa tumbuh di mana saja. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. aku curiga. Ayah tampak sedikit tenang. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).. Ada Garcinia mangostana. kukuh. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Anak-anak sudah tidur. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Garcinia porecta! Manggis hitam. Air mukanya tidak pucat lagi. yang sudah punya tiga orang anak. obat batuk. Sekali dilirik. Semua anak Ibu tahu hal itu. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Memang ada banyak macam manggis. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. atau mungkin juga kecapaian. Batangnya kuat. blue print. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Meskipun jalanan berbatu. katanya. juga tapak liman dan tempuyung.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. belum pernah bicara.Hidup ini seperti sebuah lapangan. elegan.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. atau mungkin hutan bagi Ayah.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Apakah mereka harus dikabari. juga di jendela kamar Tante Yetti. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. taman. Ya.processtext. Bukan hanya tapak dara. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah." Ayah mengigau lagi. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Setiap orang punya perlambang sendiri. baik sipil maupun militer. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Ia cuma melayani dan melayani. guru sekolah dasar luar-biasa.

Sayangnya.Si pohon asam jawa. Semua dilakukan dengan senang hati. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. aku. cantik dan setia. anak-anak siwalan ini. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. Atau ada "rembulan" beneran.Aku senang Ayah banyak membaca. kami panggil suka-suka kami. siapa yang mau melawan?Yang terang. berpusat di Miami Florida. Makin tua makin rajin belajar. aku terbangun. Bukan nyeri.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh.***PUKUL setengah enam. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya.Aneh. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Ia sibuk dengan dunianya sendiri.processtext.com/abclit. sepertinya semua baik. kegemarannya makin berkobar-kobar. dan seindah-indahnya. ketika matahari terbit. Kalau sedang pemurah. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. Aku pohon manggis hitam. tetap saja tidak bisa. kakak dan adikku. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Ia tidak takut cahaya Rembulan. sejak 1977. kini menjadi yatim piatu. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. bila rajin buka kamus. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. yang bungsu adalah pohon salam. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. kakak memilih jadi asam jawa.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Mungkin Ayah lupa. Ia pohon asli Indonesia. Lewat tengah malam. Mungkin juga lontar. Melalui Internet. bila Rembulan bicara. Terserah pada kami. Begitu banyak hal disingkat AFTA. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. ia mirip palem raja. Wajahnya pucat. Ayah seperti batuk keras sekali. barangkali. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. Aku membangunkan adik-adikku. dan si kecil. Sekarang juga. Ia terus tumbuh ke langit. dan berbuah. sepeninggal lontar ia banyak pidato. kelapa sawit. makin ingin tahu. membaca berbagai koran dan majalah. kami tidur di sekeliling Ayah. tidak bisa diajarkan. berkembang. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. Sejak ada komputer. seperti ibunya. Ia mengingatkan orang pada AFTA. lindungilah Ayah kami. Borassus flabellifer yang kuat. Atau kelapa. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Bahasa itu harus dipelajari. Buahnya banyak. mirip seperti Ayah. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. ada atau tidak ada AFTA.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. dan American Family Therapy Academy. teguh dalam badai. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. sekali! Ibu bukan Rembulan. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. terkait dengan pemahaman ekologi. sadeng. mungkin juga kurma. Rumah sakit mana saja. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. meskipun tinggal di dusun terpencil. tumbuh rajin." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu.html .processtext. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. Ia bisa jadi palem raja.com/abclit. tingginya bisa 25 meter. siapa pun Rrembulan. ABC Amber LIT Converter http://www. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Tetapi." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. Napasnya kembali tersengal-sengal. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya.html tekun. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Kami tidak boleh berargumen apa pun. persis seperti tertulis di sini. tapi siwalan. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. Kalau sedang pelit. kira-kira pukul empat pagi. Tamarindus indica.Namun. tapi menyeramkan.ABC Amber LIT Converter http://www. menurut ayahku. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. Pencipta alam. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. Sebaliknya. Bahasa itu. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. Satu per satu. atau palem puteri. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. "Jangan melawan Rembulan.

Dingin menembus tulang.ABC Amber LIT Converter http://www. Mengedarkan pandang. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. ada atau tidak ada Rembulan.. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www.Namun. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. bagai habis terbakar. itu siasia. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. Lama. Ia tampak takut. Menunggu seseorang membuka pintu.com/abclit. ia masih berdiri di depan pintu. begitu miris. dan akuarium.. Tetapi. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. Lalu lengang. "Jangan takut pada hutan. Masih menunggu seseorang. entah dari mana. pintu itu belum juga terbuka. almari. menjijikkan. Tetapi. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. Sulur laba-laba menghiasi tembok. meremang. Juga sayup jerit.Gemetar ia melangkah. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Dan ia masih mencoba menunggu. sepi. Ia terus melangkah. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. vas bunga. terdengar berulang-ulang. "Bagaimana kuliahmu hari ini.Malam merayap. Mandilah dengan air hangat. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka.processtext.com/abclit. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah." Atau kecupan mesra di pipi. Katanya juga jelas dan tegas. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. cermin asbak."(Sebagai ziarah abadi. Di dahi. untuk Muhammad Saleh Kismadi. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas.processtext.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Berdiri gamang di depan pintu. Mai? Kau tampak capai sekali. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. tapi niatnya tak surut. Lalu. Ruang tamu itu kosong. Tampak kotor. Ia terus berdiri. Lama. Langit bergetar.html . Tetapi. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Tetapi. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. Meja. kursi.

html gerutan kasar di tembok. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. berteriak. Dan darah. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. Melotot. Malam kembali senyap. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. menggeleng pelan. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Ia sangat tersiksa. tubuhnya huyung seperti mau roboh. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. tiba-tiba ia tersenyum tipis. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Lututnya bergetar hebat. urung. Tenggorokannya seperti tercekik. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Malamnya ia nyalakan lilin. Di situ ia kembali terpaku lama. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal. Tetapi. Semua itu begitu jelas terbayang. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Ia ingin berontak. ingin mencium bercak darah di tembok. Foto itu buram tertutup debu. Tetapi. Ia lupa. berteriak. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Juga suara orang-orang itu. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. Keringat di dahinya kembali berleleran. mengumpat penuh kebencian.ABC Amber LIT Converter http://www. Berteriak serupa kesurupan. merunduk. Lalu tawa mereka.***BAYANGAN itu begitu kental. Malam kian mencekam.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah.processtext. Tetapi. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Membuat tenaganya sesaat lesap. memaki. Tidak lama kemudian. Ia masih ingat. Hingga bulu kuduknya meremang. Mengatur napas yang mendadak sengal. saat ini. Ah. namun air matanya enggan tumpah.com/abclit. Di lorong jauh.Ia melangkah menghampiri foto itu. ia ingat.processtext.-ah. Mata-mata merah. Membuat ia kian gemetar. Ia jongkok. "Tidak! Itu masa lalu. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. menggigil ketakutan. Ia mengenakan toga. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Mengkilat. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. menepiskan tangan. ya. Ia ingin menangis. hingga wajah Papa. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. dan dirinya tampak semakin nyata. Mama. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. mengusap-usap dengan jemarinya.com/abclit. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Wajah-wajah beringas.html . Ya. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir.

Sebentar lagi pagi tiba. sendok. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Jantungnya berkeretap kuat.Mula-mula taksi meluncur cepat.Ah. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap.Lima jam setelah kejadian itu.Akan tetapi. Selain itu. ia terlalu letih untuk terus melangkah. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. Tetapi. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya.processtext. Gamang. Juga gelas. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Ia sangat ketakutan. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. piring.com/abclit. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Menyusul Papa dan Mama. miliknya. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. menenangkannya. Ah. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Sebelum orang-orang ke luar rumah. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Entah apa. Berjam-jam. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. kusut. Begitu kuat. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah.processtext. bocah laki-laki tampan.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. almari. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. mangkok. Menenteng kapak. juga segelas susu. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. kursi. Itu adalah kamar miliknya. di sebuah kamar hotel. Pelan ia merapat tembok. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Memberinya makanan enak.. rak buku. namun selalu gagal. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu. tumbuh. Hingga ia pingsan. Juga sprei di atasnya yang acak. selain tampak kotor berdebu. Bergiliran. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Tetapi. mengeluselusnya. berkilat-kilat. Mata mereka menyala. mengusap-usapnya. harganya pun pasti mahal. Tetapi. Ia ingin mati saja.Namun. Ia terus hidup.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. Tetapi. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Meja. ia takut. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Terus tumbuh. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri.com/abclit.html . Dan seperti tanpa sadar.ABC Amber LIT Converter http://www. perlahan-lahan tenaganya pulih. Tetapi. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu beringsut cepat. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. Letih..

com/abclit. Itu. it's mine. Rambutnya hitam legam. Edisi 12/15/2002 OHHHH.Ternyata. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut.Tetapi. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat.html . Sorry!" kata Si Peri. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. sumber wangi aroma melati.com/abclit. bergaun panjang.. Kata temantemanku. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. 1998-2002 Kepada Tiankong. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. melainkan. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. Inggrisnya beraksen Amerika kental. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats."Number tenbi. Ternyata seat-nya nomor 10-B.Yogya. panjangnya sebahu diurai lepas. Ia bertubuh tinggi semampai. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. warna merah darah. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. rupanya dialah si peri.. berkulit warna almond. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. karena action Si Peri.ABC Amber LIT Converter http://www. "Hello.processtext. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Dengan kalem ia menutup bagasi. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. Bisa kupastikan. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Tetapi...processtext. Perilakunya santun. Ia lalu kunamai Si Peri. Pikirku spontan. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. Jadi.! Yes. ketat. *Depok .html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. suaranya lembut. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A.

ABC Amber LIT Converter http://www.. saya mau ke Langit. "Jadi.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut.. maafkan saya.. maksud saya. nenek saya termasuk di dalamnya.."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. Maksud saya Peony Wu. Setelah menikah."Maaf. Biasanya. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah."O. Itu."Ya. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan.processtext. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. Nah."Yes.. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. dari mana saya harus memulainya. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. karena aku sedang memikirkan profesinya. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku.. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. Materinya terlalu panjang dan rumit..""E.html kekikukan yang biasanya kurasakan. Maka. bisa juga dimaknakan Surga.. memberi makan para pejuang.. "Jadi. Langit Yang Jauh... absolutely correct! Thanks!" ia bersorak.Miss."Yes! Anda cerdas.tapi. Yang saya tahu. Ironisnya. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. seindah Surga. "Hem."E. kembali berbinar."Nah..com/abclit. nenek Anda. kulanjutkan dialogku dengannya. karena kecintaannya terhadap Indonesia. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. ya kata nenek saya. Miss Peony. Tian-Tiankong itu artinya Langit. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana.. Nenek saya bilang.. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. Tetapi.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti." ia memenggal kalimatku. tahun '62.. karena alur pembicaraan saya rancu. karena penasaran." ralatnya. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. Apa sih profesinya?. Ini menyangkut sejarah. ia dagang palawija. ia terkena PP-10. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. Tapi.processtext. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.nah. Saya suka. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia.com/abclit. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya."Maaf. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. Itu. pertanyaannya mengejutkanku. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. Sedangkan kekikukanku kali ini. ".ee. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan."Tentu saja Anda tidak memahaminya. menahan tangis."Ke Batu-Malang.. Maka. karena saya tidak tahu. di Surabaya. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www. sorry. negeri yang kata waipo-ya.."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. "Itu... Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum..""Nama saya Peony.." mata Peony yang semula redup.html .. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. sambil mengguncang-guncang tanganku.Aku bingung. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. saya mau ke Jakarta.. ". saya tidak tahu!" aku berterus terang. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Ya. Sungguh. Di kota itu nenek saya lahir."Sama. saya berbahasa Mandarin.

!""O.""Ah. Anda jangan bercanda. lahir di Macao. "tapi. Untung." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. makanya Anda modis. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. untuk melaksanakan li bagi neneknya. ketika meletus G 30 S PKI. Suatu tempat yang ia rindu-kan. "."Saya tidak bercanda. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.ABC Amber LIT Converter http://www. Kabarnya.processtext.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. Tetapi kedua anaknya hilang. Itu. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis." lagi-lagi ia memandangiku. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku..html membuatnya gamang dalam menjalani hidup. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan.." Komentarku tentang dirinya. saya sekarang punya usaha di Singapura. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. tempat itu sangat indah bak surga. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao.Jakarta.Malang. ia lalu berpesan.." tanggapku serius." sambung Peony tersenyum getir. besar di Amerika..com/abclit. Ia takut. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis... jadi Anda berdarah Portugis?" selaku.html .di Tiongkok... mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. Kemudian."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu.processtext. Ia lalu mengajakku ke Batu. Jangan. "Nenek saya ada di sini."Ya. Sayangnya. Jangan. Katanya. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. usianya 78 tahun. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. usianya 38 tahun. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao."Ohhh. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat.com/abclit. Kemudian. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. "Oiya.."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. Maka. buka butik!""O. akhir Oktober 2002 Lebaran. Jadi. Ia memilih tinggal di Indonesia...

Dua bulan. Gelombang membalik. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. Pulu. "Sudah. mandor itu.. betapa meletihkan. Mata itu. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.. Setiap gerakan. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. Tatapan itu. Jadi. Tolong.ABC Amber LIT Converter http://www.. Edisi 12/01/2002 AIR. Lelap saja. bawa uang.. Kue dan baju.. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang.html . Openg terbayang Atin. kalau kebetulan tak menggiling. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya.processtext. Wajah Atin. Mak ragu. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Tangan kecilnya menggapai-gapai. masih terbatuk-batuk. Kita bisa." "Aduh. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. Betapa melelahkan. Tenang saja. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak." Tapi. mengepak-ngepak. dengan pandangan masih nanar.. Mak! Dan ketika aku pulang. setiap tenaga yang ia keluarkan. Di hadapan mereka. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. bilang hanya Rp 200.. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Selalu.com/abclit. Sudah berkali-kali. ***MENGGILING. Wajah Mak. Bang Tohar.. Ah-ah. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. Dan. telah tiba saat menggiling.. melambungkannya ke permukaan." "Tapi." Atin menyela. tak pulang-pulang. Untuk toke atau cukong saja. Tetapi.. yang jelas. ***SEGALANYA? Entah. tak ada gelombang.. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. "lebaran! Kita bisa buat kue. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. Bohong. Tak sampai dua jam. menatap ke arah Openg. itu tepat jelang Lebaran. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk.. tak usah mimpi. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. Begitu aku pulang. Mak." "Ya. Dulu. Bagai tak ada antara.processtext. Dibukanya mata. mengangkat. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. Mak bisa ke Malaysia. Kenapa bisa datang berkalikali. di hari-hari pertama di malam-malam pertama.ternyata Mak benar. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah." "Dah. Jangan khawatir. Mak. Bagi Openg. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam." "Tapi .. Orang-orang itu. Mak ini bagaimana. Janjinya.000 per bulan. butuh Rp 500. artinya menarik jaring. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. Betapa cepat. apa itu? Di tengah laut.000. sungguh membuat Openg tambah letih lagi.. terbatuk-batuk." "Ah.. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Tetapi. itu bukan mimpi pertama. tetapi semua sia-sia. telah menipuku.com/abclit. Orang-orang dewasa itu. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. Openg terus terbatuk.. Sebaiknya kau tak pergi. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Beli baju. kalau Rp 200. Gelombang... Empat ratus ribu rupiah." "Tapi. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia.telah menipu. Dengan napas masih sesak. Jermal. dilihatnya Ucok. nanti..000. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. Amri. Segalanya. di jermal. hanya dua bulan.000.." Mak masih ragu. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. kata Mak.. Dua jam itu.

. Ada tangan besar. Tertunduk. Ia hanya bisa tidurtidur ayam. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. ingin menangis. Lelaki besar. kata orang-orang. entah sebab apa.akan ucapan Amri. ternyata tidak. ingin memekik. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. kasar. Lututnya. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. tak ada yang namanya puasa. kalaupun cuma menggiling. kerja harus tiga bulan. Tatapan itu.. satu lagi.. dengan berenang!" Openg tertegun.. aduh! Dua-dua jam itu. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya.html .sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. Openg mendapat cerita lain. bila malam. Mata itu.. Tentang uang yang. mengangkat. Matanya menatap ke sana. Tetapi. melambungkannya ke permukaan.. Tentang Mak. tetapi semua sia-sia.. bertemu Atin. Openg takut). Gelombang membalik. Tak tahan-dan tak percaya. masih terbatuk-batuk.. kata kabir.. Betulkah? ***HARI ini. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. Mak. mereka benar-benar telah menipuku.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. Busuk. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. Openg terus terbatuk. sungguh membuat Openg sangat capek. Kepalanya jadi sering pusing... mengalahkan deru angin dan desau ombak.processtext. Kembali. terbatuk-batuk. Kata Amri. Delapan mil. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Setiap gerakan.. Delapan mil. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Bang Tohar (tatapan itu.... saat tiba-tiba menyadari tak ada air. kemudian dipenuhi pikiran.. Tertunduk. Openg ingin berteriak. orang-orang kampungnya. Dan. setiap tenaga yang ia keluarkan. tak pulang-pulang.. waktu itu.. pulang?" Bang Tohar berdiri. berjalan menghampiri bocah itu...html akan sangat kecewa.. kata Mak. kenapa mereka. Betapa jauh. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa..com/abclit.processtext... suka. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. "Hua haha. Soal upah mungkin satu hal. Dengan marah. benci. Jadi. Mak benar. menggigil. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. kata Pulu. membungkam mulutnya. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak... Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. gempal. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal.. Hahhh. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Tentang Nenek. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. "menindih" malam-malam." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. Hal lain. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. di negeri Malaysia begitu gampang. Untuk sisanya. "Kata Amri.. Kenapa. Amri. Puasa? Ah! Di sini. lihatlah. Nenek.. Tentang Atin yang ingin sekolah. Kenapa!" "Aku tidak bisa.. harus pulang. Ah Mak." "O.com/abclit. kau hanya boleh bawa seratus ribu. "Jika pun bisa. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. ABC Amber LIT Converter http://www. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama... mata itu.. bergegas mencari Bang Tohar.. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Openg tiba-tiba takut." "Memang tiga bulan.. dan takut. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. si juru masak..ABC Amber LIT Converter http://www.. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana. Tentang begitu pentingnya uang.. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. Lagi pula. Mereka telah menipuku. Napasnya mengoar. yang tak berhenti sakit. mengepak-ngepak. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. Openg tak menjawab. Yang membuat kepalanya. tak ada gelombangnya. lima hari menjelang lebaran. Dan.

meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. * Payakumbuh.com/abclit. ekpresionis. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. Menurut Hardi. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. Apalagi falsafahnya. hingga kaligrafi. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. tentang komposisi.html Dibukanya mata. Namun. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.. tidak! Jangan! Kenapa.processtext. pembesar negeri. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Dengan tangan lain.. okh! Jangan. Kalau tidak begitu. surealis. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www.. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. segera menyambutnya antusias.. tentang perspektif. Melawan.. maka dia pun melukis pemandangan. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Mungkin karena kecerdasannya. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas.. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. dan entah apa lagi. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya..com/abclit. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. atau Riq'ah dan Kufi.tengah menindihnya. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. Tentang teknik melukis. Menendang-nendang. kedatangannya di samping silaturrahmi.. Dia melukis mulai perempuan cantik. Diewany dan Faarisy. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Tetapi.processtext. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. jangan.. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. dadais.html . ternyata. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis.ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti kebanyakan bangsanya.

***RINGKAS cerita. Kenapa tidak.html . Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. “Tidak. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Ya. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. Kalau bisa di atas kanvas. dia hanya-atau. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. dia oret-oret kertas. dia baru keluar. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. Nanti sampeyan ikut. terutama seni rupa. dia pun bertekad. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. Sampai akhirnya. ramai-ramai juga mereka menyemangati. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Saya yang menulisnya sendiri. “Itu rajah. tak paham). Tahu kanvas kan?! Betul ya. Nah. dan kuas. Saya serius ini.ABC Amber LIT Converter http://www. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata.” “Rajah?” “Ya. “Ternyata sulit juga melukis itu.com/abclit. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. mengapa dia tidak? Namun. Hal itu terjadi berulang kali.” tukas tamunya. ketika didesak tamunya. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Kadang-kadang sampai subuh.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko.processtext. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur.” katanya suatu ketika dalam hati.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. tokoh wayang.telah memberinya wawasan mengenai kesenian.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. lalu katanya.com/abclit. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. dan sebagainya. Maka. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www. macan. itu rajah penangkal jin. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Tiga bulan lagi.” “Itu kok warnanya aneh. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. pikirnya. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran.” “Wah. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. Setelah tamunya itu pergi. alhamdulillah. burung. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. cat. kata Kiai yang memberi ijazah. Tapi. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. dia hanya mengangguk asal mengangguk. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. namun melihat keseriusannya. karena sering ditindas.processtext.

Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang.com/abclit. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. sini. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. apalagi menikmatinya.com/abclit. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Dia benar-benar salah tingkah. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan.processtext.000 dollar AS. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. saya langsung tertarik. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. ABC Amber LIT Converter http://www. Wah. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya.ABC Amber LIT Converter http://www.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar.” Astaga. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. mendapat pikiran begitu. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. “Bilang saja kepada Mas Hardi. huruf alif.processtext. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat.html merasa seperti diejek. Bahkan. belum juga menemukan lukisannya. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan.html . karena tidak memenuhi standar. Wah. Hardi membisikinya. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. Mungkin mencari-cari dirinya. “Selamat. tidak diikutkan pameran. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. Hampir semua koran. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. Dia sama sekali tidak menyangka. lalu ditujukan kepada dirinya. Anda baru kali ini ikut pameran. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya.” Aneh. baik ibu kota maupun daerah. “Kemana saja sampeyan. ingin membeli lukisan sampeyan. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. Di samping namanya. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. terserah dia!” katanya. Ini. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. pikirnya. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.

Mas. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. niat semula begitu. “Tidak pak. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. “sampeyan menggunakan ilmu apa. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. tamu kita yang pelukis itu. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. “Ya.html . Tetapi. tidak pas. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. Ketika makan siang.” tukas istrinya. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. Yang saya sendiri kemudian bingung. di gudang kita. menurut selera saya waktu itu.processtext.” katanya sambil menyantaikan duduknya. tentang prinsip keseniannya. Apalagi. tak usah saya lanjutkan. “mengapa tidak sekalian Bismillah. biar hanya dengan dua warna ini. sampeyan menggunakan ilmu apa. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. kalian tahu sendiri. atau setidaknya Allah. Saya merasa tertantang. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Kepada para wartawan dan orang lain. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. Allahu Akbar. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. dia bisa tidak terus terang.com/abclit. Namun. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver.” “Lalu. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. saya melukis karena dipaksa Hardi. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. tekad saya sudah bulat. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu.” “Tetapi. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. sebelumnya saya tidak pernah melukis. “Kalian ini kenapa. Tentang proses kreatifnya. memperbaiki letak duduknya. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu.com/abclit. “Begini. Mulailah saya menulis alif. ya sudah. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. Mungkin. Bahkan. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. baru kemudian lanjutnya. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. “Terus terang saja. “terus terang saja.” “Jadi. Tapi. Kalian tahu sendiri. Lihatlah. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa.processtext. Maka. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. dlsb. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. Cukup alif itu saja. “Ketika saya sudah siap akan melukis. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala.ABC Amber LIT Converter http://www. akan jadi wagu.

Tapi moderen.ABC Amber LIT Converter http://www." kata Nurmi. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. salon.". orang Koto lebih senang di rumah menonton.html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. .. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang...com/abclit. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.processtext. Tidak seperti ini. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk.processtext. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. duduk-duduk di pinggir jalan. Karena itu. perempuan setengah baya pemilik warung itu." jawab Dirun. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. "kedua-duanya."Aku dengar warung kopi. Berangsur-angsur. Toko merangkap warung kopi..com/abclit.Akan tetapi.."Menurut kabar yang aku dengar. restoran..Kabarnya toko. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. minum kopi. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk.. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www.html . banyak kabar selentingan tersebar di Koto. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. "Toko keperluan sehari-hari. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ.. Seperti tersirat dalam namanya. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka." Cemburu nada suaranya. toko kelontong. dan lain-lain. terutama anak-anak dan yang tua-tua. di ujung Desa Koto itu. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. belanja. apalagi di Simpang. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri.. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna.

Tetapi. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www.html memburukkan nama Koto."Kalau kau sekaya dia.html . Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. "berapa. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya."Apalagi. bahannya jarang. Selalu bicara dan suaranya keras. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Lihat badannya.processtext. Dia pintar."Benar apanya?" kata yang pertama. "Dan Nurmi pasti subur. Kini sudah besar-besar.com/abclit. di belakang. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. Kalau tidak ketat.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. mereka iri saja. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. Dia memerlukan mereka. Nurmi orangnya menarik. yang lain akan jinak juga." jawab seseorang. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. kalau tidak boleh dikatakan cantik.processtext. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan.com/abclit." pembicaraan makin ramai. Yang lain ikut tertawa. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. pikir mereka. paling tinggi tamat SMU. Bicaranya lancar dan masuk akal." kata yang ketiga. ya. jadi perlu lahan subur yang baru. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. Ini menambah jengkel orang Koto."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Sumur gali dengan pompa Sanyo." kata Nurmi. "Coba lihat genitnya anak itu. Dibangun bertingkat dua."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku." sahut yang memulai tadi."Datuak dan Nurmi punya lima anak."Dan lahan pertama itu sudah gersang.""Jadi. tentu aku yang dapat. ketua preman Simpang saat itu. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. mungkin Datuak itu yang gatal. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. tempat itu bagus dan menyenangkan. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang."Ah." kata yang lain. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri."Siapa tahu. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. "kau juga bisa begitu. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan.Nurmi tidak seratus persen salah. Penuh gairah hidup. tetapi warung Nurmi tetap aman."Ya."Mereka tertangkap basah. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang." kata yang duduk di sudut. Semua tertawa lagi. pemuda desa menyukainya. Tingkah lakunya tidak sopan. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka." katanya sambil tertawa keras. dan semuanya sudah merantau. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya." Dia menjawab pertanyaannya sendiri." kata yang pertama tadi. Atau minum minuman keras dan berjudi. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. Yang jelas. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu. Sekalipun terbuat dari kayu.ABC Amber LIT Converter http://www.

Yang penting apa yang dipercayai orang. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. Sejak itu. Nurmi pintar mengatur siasat. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal.ABC Amber LIT Converter http://www. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Separoh lagi menerima. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Dia tahu di antara mereka." kata Nurmi lembut.""Apa benar. pakaian. Kalau mereka tahu."Pintar sekali. Yang lemah tak kuasa melawannya."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya. Diremasnya lengan Nurmi.""Ya. Dia kaya. ada yang kami perlukan dari dia.processtext.com/abclit. Terus terang. Begitulah. Yang penting apa yang dipikirkan orang. hidup kita tidak akan tenteram.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. kami miskin. alat-alat sekolah." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Kebenaran tidak penting.html . kan?" kata Amran gagap.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. Pasti suaranya."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Ingat. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www. Separoh hatiku enggan.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Tapi bisa pula dibuat gampang. Peresmiannya meriah..""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Ya. pintar merayu. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya.com/abclit. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Tidak lupa. Amran. ya pekerjaan rumah."Tidak?""Dia yang menggodaku. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Dia terkejut dan gemetar. Aku bekerja dengan dia juga.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Di luar warung hanya ada bisikbisik. mengabdi kepadanya. Amran kaget. di bagian bangunan di sebelah jalan. Suatu hari. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. tapi mulai berani. bukan karena kedinginan. kalau mereka tahu. Nurmi lebih berkuasa. Di tempat tidurnya. Merusakkan keluarga orang lain. Aku ingin hidup bahagia. tentu aku dan keluargaku akan malu.processtext. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting.""O." kata Nurmi. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga. dan lainlain. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Dia menikmatinya. tak tahu harus mengatakan apa. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. menulis kisah kehidupan Desa. Penuh siang malam. Amran kelabakan. Mencuri suami orang. Di rumahnya. Amran. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu."Kak Nurmi pin. Yang kuat menentukan berita.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan.""Jangan lupa. Dia membiarkannya.""Seperti sekarang?" kata Amran. Ingat itu.. aku ditidurinya. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. di sawah dan ladang."Diciumnya Amran yang menggigil." kata Amran. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Hamil tanpa suami. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai.

"Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. Termasuk ketuanya. Plaza Koto dilalap api.processtext."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. "Kalau pun ada yang iri." kata seorang pengunjung warung Nurmi. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. orang yang punya itu. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www." Ada rupanya yang memakan umpan itu. Pelayannya muda-muda dan cantik. Membuat usaha di sini. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Direbusnya air seperiuk lagi. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi.""Mungkin Setan Api marah."Banyak.html . Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api." kata yang lain. ya.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai." pemuda tadi bela diri. kan."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. Mentang-mentang kaya di rantau. pemuda yang duduk dekatnya itu. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya.""Iya. Alex. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Dia bersenang-senang entah di mana. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. "Sok.""Ini kan memajukan Koto.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. ketua preman Simpang. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Ruangannya pakai AC."Api! Api!" Simpang gempar. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar." kata yang menyela tadi.html banyak langganan. ah. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang." sela yang lain. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tapi siapa tahu."Ya. Dengar saja ocehan orang."Masa!" protes yang lain.com/abclit. Tetapi dia masih untung. Maman. aku pikir begitu. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. Jam dua dini hari itu."Bisa saja.com/abclit. ya.

pasasir lain pun tidak.. Ketika melewati kelompok itu. "Keluarkan semua isinya. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku.. Mendegup juga jantungku ketika itu. Di luar dugaanku dia bersikap begitu." bantahku. "Take it with you. bahkan bisa minta Stipendium3. Jerman Timur maksudnya.. lebih dari tiga kali. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. industri galak..com/abclit. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue." kata petugas itu kepadaku. Alex dan aku. "Sorry.html menjelang Natal tahun itu.. minyak banyak. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. tak ingin tinggal di Jerman. Jadi." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. namun bukan tanpa alasan... WWW WAku spontan berdiri. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja.." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya.com/abclit. mengapa kami pergi ke barat.. nampak tak senang bahwa mataku meleng.html . Sejak turun dari pesawat RRC itu. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Tentu ada sebabnya. ingin mengorek informasi tangan pertama." Pejabat itu diam." perintahnya tegas. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar.. Barangkali pakaianku. Dia tentu cuma pura-pura.processtext. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Sebuah layanan berlebihan." tegur pejabat yang menggiringku. penduduk melimpah.ABC Amber LIT Converter http://www.. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing." jawab sahabatku agak menggebu. Follow me please. Karena malu." terkanya. ahli tak kurang. "Tuan tentu keliru. apa sebabnya? "Follow me sir. "Tidak. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Tersenyum saja pun tidak. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. dia mencegah. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. tampangku. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. Bisa studi di sana jurusan apa saja. "Tak mungkin keliru.. padahal kami saling pandang. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.processtext. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya. Alex tidak. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. Tapi. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku.. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan.. Alex nampak sudah lemas dan capek. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. tapi mengangguk-angguk. tapi karena cuma aku yang disasar.. be hurry.. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. tinggal satu rintangan saja. Ketika itu dia memancing-mancing. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja... Tapi. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin.

" Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. "Sorry." jawabku. juga ketika mengurus visa bersama Alex. keluarkan semua isinya. Cuma stopover. menaruhnya di atas meja. "Sayang. "Dua ratus dollar. "Kalau saja ada waktu. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5." aku pun makin berhatihati. "Permata Bernstein murah di Moskwa. Indah bukan main. Itu saja isi saku mantelku. aman saja.com/abclit.. tiba-tiba aku khawatir.. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur." jawabku ringkas.I've just forgot it. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Stockholm. suaranya sedikit berbisik." katanya tiba-tiba. Lain tidak." bantahnya. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. Ternyata. Aku mulai yakin akan kejujurannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sir. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan ragu Sir." elakku. padahal valas barang langka di sana. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. singgah di Moskwa. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. please. Sir.. Sir. saya tak punya cukup uang.. Sir. Gunakan kesempatan. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. Tapi. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami. dia mendesak lagi: "Anyway.com/abclit. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun.. teliti. saku-dada kiri-kanan.. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. Tapi. Isi dompetku dua ratus US-dollar. please. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. Pas-pasan saja seperti kursnya. "." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. the best in the world. ".. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan.." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku.. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. this ugly me. Bila aku tak hati-hati. bisa celaka seperti ikan kena pancing. Sehelai sapu tangan. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. "Saku-dalam. "Nothing more?" "That's all. Dikendorinya tali kantung itu. "Don't worry. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang." "Just a sentimental journey. Aku mendadak khawatir." jawabku. Paris. Meski kami bukan diplomat." "Maafkan ya. What a wonderful journey you have." sesalku.. Nothing to do with customs... pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. tidak." kataku. segenggam permen kecut. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. Aman..processtext. Bernstein Siberia itu top quality.html . berdisiplin. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Sekali lagi alisnya mengkerut. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. "Bakat itu tak perlu. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya.. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. Dia tidak menaruh selera." Dia tergelak. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. Bisa beli dari saya.. Aerovlot siap berangkat.processtext. Tapi. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa... Semua kuletakkan di meja.. "Tidak. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. Amsterdam. Tuan mesti nonton Bolshoi. "Keluarkan isinya. Mereka suka!" "Saya percaya. Sir. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. sekadar ingin mengakhiri percakapan.html merenggut mantel itu. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan.

Urusan Alex lain lagi. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan." kata Alex."6 Aku pun bungkam. Perutnya mulas. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. sial. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. berdiri di sisinya. lalu lari. "Fine. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel.. Tapi.. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. tapi itu benda kenangan. kebelet nih.." kataku. Dibiarkannya aku keluar sendirian.html mengangguk. follow me!" "Sorry.. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan.. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku...com/abclit.. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. "No. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana... parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. Have a beautiful journey. Komentar Alex: "Gila kau. "Tapi.. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC... oooh." Disalaminya aku.. takkan kulepaskan. Tanpa keterangan apa sebabnya. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. Aku sengaja mendekatinya. Dia pasti tahu. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. "Impossible!" "I say. Malah mirip pasar loak.. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau.. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi..html . Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku." tolak Alex. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. "I must go quickly right there. tentu tidak terang-terangan.processtext. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata.. Sir!" perintah si petugas.processtext. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam..... Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang.. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. "Follow me." sahut Alex. kulihat Alex masih berada di tempat semula. "What?" bentak si petugas. mendadak lupa Inggris-nya. Si pejabat ternyata toleran. Wajahnya nampak riang. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Kami tak mengalami penggeledahan. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan." matanya membelalak. thank you.... Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. Hampir-hampir kami tak percaya.. Sangat mendesak. Menggeleng juga tidak. Kalaupun ada penggeledahan. My stomack. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www." "Ha." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. menyadari kenaifanku sendiri.com/abclit.. sir.. tapi tetap saja purapura tak melihatku.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut.. "Pasti tidak.?" aku ganti membelalak. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. no." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi.

com/abclit. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. "Jangan kaget. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www.** Paran. Lebih tak masuk akal lagi. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Terima kasih atas perhatian kalian. di sana ada kenalan." perintah yang itu-itu lagi.. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. juga pada diri sendiri. Menawar pun tidak. "Yes. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami." hampir bersamaan kami menjawabnya. please. "Follow me. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran.html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Segera pula aku sadar. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan.processtext. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. Kali ini pasti urusan gawat. Harap jangan repotlah. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa.. Semuanya permata palsu dari plastik.processtext. tak berani berbicara.. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. pikirku. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. buat sementara segalanya telah tersedia. tapi kami bungkam. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Beberapa toko permata menolak membelinya.html .ABC Amber LIT Converter http://www. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Bung. Bung. menyambut salam mereka tanpa ingat nama.com/abclit. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Aku kini yakin sekali." jawab Alex. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. "Kami mau ke Jerman Barat.

menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. Begitu pikirnya. meski agak pucat. kegentaran.. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. Asap rokok mengepul dari bibirnya. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK.. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya..Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding.."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. ia benarbenar datang.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti..html .. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya... terlihat kusut-masai. ingin tahu. Rambutnya panjang. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Belum selesai.. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan..processtext. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. dan gentar.Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh.. Pantas. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Nosferatu. ia bolak-balik menuju dapur. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu.. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok. terus menunggunya. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan..com/abclit. Jantungnya berdegup-degup. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. gelap. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Atau memang tak pernah terselesaikan." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku.. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. tidak.processtext..ABC Amber LIT Converter http://www.html Sumber: Kompas. Ini suasana Gothic. ketidakberdayaan. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan.. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya."Rahmat. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap. Tak ada yang bisa melihatnya.com/abclit. jawaban atas doaku.. dijadikan gudang. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.. kecemburuan. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan.

bahkan bisa tak terkontrol.. Mari. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan.html ." jawabnya. paranormal. Setelah agak tenang. Hatinya berbuncah-buncah. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi." yang lain lagi memberi nasihat. kamu mengaku takut atas kedatangannya. Hanya saja. muncul kebahagiaan luar biasa. Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam. Rambut itu begitu lembut."Belum selesai wanita itu berkata-kata..Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan.""Dia suka menertawakan mereka. kepastian atau ketidak-pastian.. Jangankan menangkap dan mengadilinya.Hua-ha-ha-ha. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. Tak jelas. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. tersadar dari mimpinya. pejamkan matamu kekasihku." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir."Kau perlu pastor. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu.." katanya. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. "Tutup matamu. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. benak saya.processtext. atau. masuk dalam dunia kegelapanku.. dan seterusnya. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. mengapung di atas sungai yang tenang.. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat... seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. tidak kering tidak lembab.Aaaaaahhhh. karena matamu hanya akan melihat kenyataan.. Dengan mata terpejam. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Dalam kegelapan. .Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. "Pejamkan.. kebahagiaan atau kecemasan. seperti ledakan tawanya tadi. senyum atau tangis."Aku takut ditinggalkannya. Dadanya turun naik. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Menunduk. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib.com/abclit.. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata. Datang setiap kali. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. Pada kali lain."Kalau begitu kau perlu dukun. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut.. sejuta kali.***DEMIKIANLAH.processtext.." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. "Tutup. Akan tetapi. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih.Aneh. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. tutup matamu.. seribu kali. Wanita kita menjerit. baru dia menyalakan rokok.com/abclit. sebagian menutupi kening... Suara tawa meledak.ABC Amber LIT Converter http://www.. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

di tangan seorang pelukis yang gamang. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda.. menulis surat untuk sekretarisnya.. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Mulai bulan depan. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. dan kemudian duduk menghadap meja. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. mengetuk pintu. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. dengan pilihan alternatif yang mungkin. lima puluh tahun silam. penuh cita-cita. dengan kanvas yang masih separo kosong. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar.com/abclit. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai.com/abclit. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. demikianlah bos berkata. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Ia memasukkannya ke dalam amplop. Minggu berikutnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Ia merasa sia-sia. membereskan beberapa barang milik pribadinya.. Ia menatap sekelilingnya. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus.processtext.html . Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Bernard agak was was. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. menaruhnya di atas meja sekretaris. Sore itu. * Bandung.processtext. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Ia berjalan gontai menuju kantornya. tidak memikirkan orang lain. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya.html apa. Masa depan Anda masih terbuka. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Usia Anda masih relatif muda. Ia diam. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. tidak memikirkan keluarga demi karier. menghabiskan hidupnya di kota. dan kemudian. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya.

"Sehat. dan berdoa. Ajeng dan Antok. siapa pun bisa pingsan. Saya ajak mereka menyanyi. dan berdoa. satu untuk anak-anak. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.pun menari. Astri telah tiga hari pingsan. Dunia memang penuh penderitaan. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. Dok?" tanya saya. dan kelima anak saya itu .Astri (12). Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. dan periang. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. Astri saya peluk erat-erat. menari. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. saya pikir.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan." jawab dokter. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. dan Ayu (4) .processtext.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Astri bisa dibawa pulang. menyanyi.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. Masih dalam keadaan pingsan. anak saya yang berumur 12 tahun. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Jika mau bersedih."Karena kaget. Ajeng (10)."Bagaimana dengan jantungnya.processtext.html . Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. Itulah yang pokok. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. "Nanti kalau sudah siuman. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Sambil memegangi tangan Astri.Anak-anak yang sehat.com/abclit. satu untuk istri. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. Agra (6).Ketika adzan subuh terdengar. energetik. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya.com/abclit." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. maupun Republika. Selalu bertemu setiap hari. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Antok (8). tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. adik-adik Astri. dan satu untuk saya.Saya kaget lalu berteriak. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Menderu dan melakukan zig-zag. Koran Tempo. Di sisinya. Media Indonesia. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. paling tidak. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.html Sumber: Kompas.

Bawa keduanya ke mamanya. Saya tidak berani. anak-anak dan saya.. kok pakai dikunci segala. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga." desak saya. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia. Pak. keluarga dekat dan teman-temannya."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. "Ada rahasia apa. Pak. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya. sekarang berkumpul separuh keluarga. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. Pak.html . Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Tetapi."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri.html kolokan.processtext. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi."Itulah.""Mana Totok. Pernah Ayu yang berumur empat tahun..""Dobrak!""Enggak berani. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya." Dia hanya menjawab dengan senyum. dari hobi sampai jenis permainan. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. Pak." sahut Totok. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.""Totok enggak berani. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. terima beres. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri.processtext.""Mohon maaf.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.""Ayolah. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. ibu Laksmi."Dobrak pintunya. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. yang agaknya berada di samping pembantu. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu.Di kamar Astri. Kami semua sangat mencintainya. bungsu kami. saya mau bicara. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri.""Ya." teriak pembantu dari rumah. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Air mata saya terus berlelehan.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah.""Suruh Totok mendobrak. Bagi kami-saya dan anak-anak.com/abclit. Pak. Saya jawab.""Sungguh tidak. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya.tak menjadi soal amat. tetapi enggak ada sahutan. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. sopir anak-anak. neneknya anak-anak.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana.Dengan kamar barunya itu. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. tak boleh menjenguk kamarnya. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.com/abclit. Bu."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun.ABC Amber LIT Converter http://www.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. Tentang sikapnya ini. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www."Sebelum ke rumah sakit. begitu cermat dan cekatan. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. mamanya anak-anak."MULA-mula Laksmi.""Enggak berani. tetapi kami. Pak. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. kamu bertengkar. Tidak pernah mengeluh.

kencang sekali."Ibu merahasiakan omongan dia.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis."Ada kereta api lewat.Tak terduga.'"Seperti tersadarkan. tidak meronta-ronta. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah. Yogya. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api. tetapi dia tidak mau. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. dengan peluitnya yang panjang.""Aneh. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Malam yang berbeda. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. di tepi kolam ikan koi.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh.""Kamu suaminya kok enggak tahu.html . Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. dan Surabaya.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya.com/abclit. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Agra. Solo. Antok. Untung Ayu."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. Astri terempas. Tiba-tiba Astri berteriak.""Benar. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. angin menderu. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit. suaminya. Kami beramai-ramai memasukinya."Bisakah saya mengejar suara itu. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.processtext. Laksmi tidak kelihatan. Sampan yang menjauh ke tengah danau. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. menderu menyibak tanaman. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. pingsan lagi. Angin malam yang berembus pelan. Malam yang khusyuk.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. geliat rel pada tikungan. diam. Kami pulang ke rumah Nenek. telah kembali merapat ke tepi. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. berhasil membangunkannya. berderak-derak. Juga teman-teman Astri di sekolah. kereta itu lenyap ditelan cakrawala. Sopir saya perintahkan ngebut. Mirip reuni keluarga. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. terguling ke samping. Tentu ada yang hilang. si bungsu.processtext.com/abclit.Sesampai di rumah. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www. Bu. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat. Astri mengingat sejenak lalu bercerita. para pembantu kaget menyambut kami. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. di taman belakang rumah Eyang. dan Eyang Niniek saya bawa serta. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. Ayu. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Kami tidak pulang ke rumah. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa.Ajeng.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat.Telepon genggam berciluit.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Saudara-saudara kami di Bandung.""Sudah saya suruh. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya.html tak bisa dihubungi.""Apa?""Aneh.

""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa. Saya tak peduli.""Kamu. Laksmi tidak ada.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan. Papa yang curiga. kamu curiga. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi.?""Cobalah berterus terang Astri. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu."Kamu pikir.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda. Menyaksikan keadaan itu.""Nah.""Orang lain lebih tahu. Setiap perahu menyimpan gelombang. ABC Amber LIT Converter http://www..""Papa. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya.com/abclit. Setiap hasrat menyimpan nafsu. tetapi ada. Lalu tercipta jalan setapak. Kami persis anak yatim piatu."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya. Di atas karpet. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Di dapur. di depan kompleks TVRI. Air mata saya berlelehan."Jus itu selalu habis diminum ibu. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. berterus terang. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. ya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. dan tindakan yang tidak masuk akal. pak. dendam.""Nah. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Barangkali yang gila itu saya. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Tak ada sepotong pun perabotan. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Saya harus mencari sebabsebabnya. Saya minta sopir untuk membongkar plafon. penuh kegembiraan.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu.processtext. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.html . Seketika saya terkesiap.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya terduduk di lantai dapur. Saya merasa diperlakukan tidak adil.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu.. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu.""Papa malu.""Kamu. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita. apa kata hatimu. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana. bagaimana. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. pak.""Papa. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Bagaimana menurut Astri."Pembantu itu menangis sambil menunduk. pak. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis. he!""Ibu tidak ada tapi ada.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.html kamar itu kosong-melompong."Kamu gila!" bentak saya.com/abclit." jawab pembantu. api tiba-tiba terhunus. Pada pukul delapan sehabis makan malam.processtext.

dengan kedisiplinan. saya mengakui. Benar." bisik saya."Tentu saja Mama selalu menang. Kamar itu temaram. Dengan ini saya berjanji.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Laksmi. saya berselingkuh. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami."Laksmi. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu.html . Ketika Astri bertanya. Saya telah merusak rumah tanga kita.com/abclit. "Maafkan saya. Saya paham sekali sekarang. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. habis Mama enggak kelihatan. saya bersalah kepadamu. Itu kesalahan besar. Berkali-kali.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan kesetiaan. Mama curang. Maafkan saya. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain. Kasih kesempatan kepada saya. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. dengan keyakinan penuh. Saya tak mampu melakukan pilihan. Engkau suci. anak-anak tertawa. Setelah shalat istikharah. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. terdengar dari dalam kamar Laksmi.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. berteriak. apakah saya punya salah padamu. Memang. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. Laksmi.com/abclit. saya sadar. Saya telah mengacaukan segalanya. Mencoba memusatkan pikiran. Lebih-lebih saya. barangkali." teriak anak-anak tertawa penuh canda. maafkanlah saya. saya minta maaf. Laksmi. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga.processtext. Perjanjian baru perlu ditandatangani. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Ini keterlaluan. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya harus merebut kembali Laksmi. saya berdoa di pojok. Di depanmu ini. anak-anak sangat membutuhkanmu. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Laksmi sedang saya profan. Secara sadar saya melakukannya. Kamu tahu. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini gila."Saya intip dari pintu. Beban pekerjaan terlalu berat. Laksmi. Kasih kesempatan."Mama curang. inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. sih. Suatu dosa besar."Tangerang. Kembalilah. pelan saya masuk. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah. saya tak akan mengulangi perbuatan itu. juga bersumpah.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata.Ketika malam telah hening.

" "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit..processtext. "Lucu. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. eee... Lebih baik Taro tidak memasak.. bentuknya cukup aneh. Malam itu.. "Ya. Kami pacaran tiga bulan. Maka. kok tertawa. Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya." sambungnya. Maksudku.Ini pisau dari Tokyo.processtext. tetapi ujungnya seperti celurit Madura. lalu menikah. memangnya kenapa?" tanyaku heran. Taro juga dilatih membuat pisau. Pisau kesayangan Taro. ya. Maka. "Naaah... "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www. sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Penampilannya berkilat-kilat. you saja yang memotong-motong daging ini. khususnya sate ayam Madura. Oya. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa. tapi.html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas... Eee." "O. pancaran ketajamannya. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O. memunggungi pisau yang berkilauan itu. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya. lucu-lucu seram. ya.. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. ee.. "Lucu.. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami.. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Heehhhh. kau takut. aku takut sama pisau itu.com/abclit. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. sambil mengikuti arah muka Naomi. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif. kisahnya! Ya." Naomi mulai bercerita. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. ketika aku belajar di Benua Kangguru. tetapi tawanya sumbang. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni.ABC Amber LIT Converter http://www. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging. Lucu-lucu seram.. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja." Naomi masih tertawa. dan pernah berkunjung ke Jakarta. pisau itu menakutkan. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate.. Oke?" kata Naomi. ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. dan Bali. ketika aku berkenalan dengan Taro. Yogya. paduan antara golok dan celurit. maaf.html . pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. "Pisau itu. maafkan aku!" mata Naomi memejam. Ya. Naomi juga suka masakan Indonesia.. Nah. Tapi.." tiba-tiba ia tertawa.. "Eee. suamiku.com/abclit. kalau kau takut. untuk kami tempati bersama selama dua tahun. lalu membalikkan diri ke arah lain.. malam itu kulihat sebilah pisau besar. kisahnya. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur.. aku memang takut. di pinggiran Tokyo. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo. bagaimana itu?" aku penasaran. sharemate-ku (teman serumahku). Maka.. aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan. Sejak pertama kali melihatnya. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap... "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. "Nah. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil.. lincah." selaku. "Lho. aku yang mengupas rempah-rempahnya. Katamu. maksudku. ia lalu diasuh Paman Tsuda.. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. tetapi berusaha sok kalem. Tetapi.

. Aku menolak." komentarku. "Okay. Tapi. tiga bulan lagi. "Ohhh. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini.. agar aku bebas dari.ABC Amber LIT Converter http://www. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang. Selain sakit. suami Naomi. Itu... karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Apa Taro. "Makanya.. yang kubenci.processtext... ketika Taro mengirimku belajar kemari ya. mau dia memang begitu." suara Naomi tiba-tiba merendah." "Oh. maaf.. sebelum ia jadi share-mate-ku.. ee. "Sayangnya. Atau. Maksudku. paling tidak . "E. Kata Paman Tsuda. "Nah...com/abclit." "Ya. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini.." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. untuk keperluan segalanya.... "Ya. aku senang.... ia ingin tinggal di rumah besar. Ceritaku belum sampai ke pisau..com/abclit. setelah aku jadi istri Taro.. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. payudaraku juga nyeri. aku tinggal bersama Paman Tsuda. "Makanya.jauh darinya.. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. sering terlintas dalam benakku. Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www. di Australia ini. bagi Taro.permanent resident di sini.. Lalu. bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku. "Ya. Naomi!" desisku dengan bingung.. Maklum. karena aku merasa tidak memerlukannya.. Paman Tsuda mendesakku.. ya. sebagai penegasan........" jelas Naomi.." Naomi menggelenggeleng. aku sebetulnya tidak happy. karena ingin menginjak tanah. kapan dia kemari?" aku ingin tahu.... kalau Taro menyeleweng. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi. itu yang kutakuti... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. Maka. hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. "Kok sampai pamannya bilang begitu.." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. dia punya kelainan. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini.html . "Ya. hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar.. lucu yang sekaligus seram. sungguh menyeramkan.! Ya. bagaimana?" desakku. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain.. "Maka. Tapi. no." Naomi memandangiku. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku.. suka membanggabanggakanku... Katanya.. Aku biasanya jadi malas keluar rumah. pisau itu bisa kujadikan senjata. Taro bukan laki-laki tipe itu. leherku. "Sampai begitu? Ohhh. babak belur. "Ya. kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga. indah sekali. kalau suamiku nyusul aku kemari. pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro.. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter. Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali. tapi.processtext.. "Ini dia yang lucu. "Lho. Jadi. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. mungkin. Maksudku. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu.. Pangkal pahaku. Yang memerlukan pisau itu Taro." "No. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. dia sangat mencintaiku. perutku. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen." Naomi memintaku bersabar.. jelas.html dulu. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu.. seperti berbisik. aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. dia mau melamar jadi PiAr.." "Heehhh. maka tubuhku hancur. dan payudaraku akan birubiru lebam. apalagi lubang vaginaku. Dia ingin tinggal di Australia. karena kau cantik dan pintar...

banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini." "O." "Mudah-mudahan.. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. Benar kata Naomi. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut.. Orang Jepang uangnya banyak." seruku. karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Kulihat. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo. tidak semua orang Jepang begitu. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate.processtext.. Maka. student IT memang banyak tugas. daun bawang. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi.. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol... Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. "Taro..com/abclit. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. barangkali ada meeting-kerja grup. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Maklum. Di balik tawaku. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata.. Naomi belum pulang?" tanyaku. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro." Naomi merendah.. Jadi. kalau ia memasak." sahut Taro dengan sikap tenang. Aku tahu. hingga ikan dan daging yang diolahnya. dengan alasan.30. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www.. sekarang kita bikin sate ayam.. Naomi belum pulang.html . ia ingin mengeluh kepadaku. "Taro.com/abclit.. untuk makan malamnya bersama Naomi. jangan takut." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku." "Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. "Tapi. Maka. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia. Maka ia lalu kuhibur sebisaku." mata Naomi sedikit berbinar. Jadi. suka memukul dan menggigit pasangannya. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya..." "Ya. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. saat memotong apa saja: dari bawang putih. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya. seledri. Atau. karena kuliah Naomi. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu. Naomi tidak pernah ke dapur... untuk kenang-kenangan.processtext. Bersikap tenang. Sebelum Taro datang. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa. suaranya berat dan patah-patah. "Walau Taro sudah manager. agar tanganku tidak teriris olehnya. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh...html Australia. Bukan main.. pisau ini akan kuberikan padamu. tetapi ditahannya. "Yuk. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. Sejak ada Taro. pisaunya tajam sekali. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini. Terus terang. Aku juga tidak memegangnya. "Bila aku berpisah denganmu. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat.. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. ya. aku memang sering tukar-menukar makanan. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. tetapi gajinya tidak besar. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan." sahut Taro. "Ya. Karena." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia." Taro memandangiku dengan mata kosong. lebih tajam dari pisauku. Jam telah menunjukkan pukul 21.. "Taro. barangkali.

tapi membuatku terkejut. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya.. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. very good! Very good!" Taro menanggapiku.. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. kan. Memang sih.processtext... student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. ke apartemen kampus Blok A. Bisa ditebak. Seperti biasanya juga. thank you! "Ohhh. kupikir.processtext. kupikir. selalu pulang terlambat. "Itu.. Setahuku. Taro tidak menjawab. Ohhh. Aku mengenali rambut itu. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. kami dituntut banyak membaca. otodidak. Taro. "Malam ini Naomi tidak pulang. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. Taro?" tanyaku spontan." kata Taro. Naomi... menuju ke kamarku. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini.html ." sambungnya.com/abclit.00 dan wajahnya ceria. tentu bukan bandingan Ferdinand. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. Kuperhatikan. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia." tuturku. yang menggandeng Naomi. di kampus.. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand..! Tapi. makan malam bersamaku. kalau memasak pukul 18. "Ya. ia menanyakan keadaanku.. Tapi. "Mari.. Atau. Naomi ke Blok A. "Apa maksudmu. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan. Dan. nama sebenarnya Ferdinand. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. merancang program juga bisa di rumah.. sebelum polisi menangkapku. yang ambil ilmu sosial ya. ya. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT..! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Naomi dan Ferdinand naik lift. Meskipun demikian. Lalu. Padahal biasanya... ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. rambut Naomi. Aku jadi ingat. Begitu. Pikirku. Kalau aku.!" sahut Taro. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. ada meeting. ke kamar Ferdinand.. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Seperti biasanya. "Jangan masuk ke kamar dulu.html "Tergantung fakultasnya. Aku mengundangmu makan malam. Ia berkata. Maka dapat dibayangkan. Iya. Hari berikutnya. Ferdinand memang tinggal di Blok A. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus.... nadanya tenang.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Naomi pulang terlambat lagi.00. dengan suara tenang. begitu?" Aku diam saja. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. betapa tampannya Ferdinand. jadi selama ini... dan pulang ke rumah pukul 21.com/abclit. terlambat lagi. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. Sampai di rumah. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Lalu. Terus. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng.. teman sekelasnya. aku menjawab: fine.. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan.

Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Kota ini selalu ramai dengan berita. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh.processtext. dipenuhi dengan sardencis.com/abclit. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi.html .com/abclit. lalu lupa segalanya. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. dong.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah.. Harga kurs dan saham. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu."Buset.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. Jakarta. juga tentang kematian gubernur.! Kenanganku di Gold Coast. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya.html tidak bisa memenuhi ajakannya.processtext. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Uang beredar trilyunan dalam sehari. perutku mual. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. mataku berkunang-kunang. Aih. Rakyat melakukan doa di atas perahu. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Kedubes Amerika ditutup. Pisau jagal. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo.Aku membeli koran pagi itu. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. Ada bandar heroin yang tertangkap. karena kepalaku tiba-tiba pusing. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota. banyak jalan yang berlubang.. dan mentega. kenaikan terigu. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. sosis.

Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota.com/abclit. karena orang yang berusaha menutupnya. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. Sejak kejadian itu. Gejala lain kemudian muncul.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini.com/abclit. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Tangisan yang sedih dan pedih. jutaan warga dalam waktu cepat. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup.Tidak usah khawatir. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya.html . Mereka mendapat pengawalan super ketat. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. setelah melihat sumur-sumur itu. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. anakku. sering melihat ke sumur-sumur itu. Warga kota hanya soal hitungan pajak. tak henti-henti. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka.processtext. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. airnya jernih."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Pohon mangga gatal-gatal. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya.ABC Amber LIT Converter http://www.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Masalahnya tidak sederhana.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Dan setiap ia pulang. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. kualitas itu tidak penting. ABC Amber LIT Converter http://www. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. yang airnya jernih.Jilan. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah.processtext. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. mesinnya seketika mati. Airnya jernih. akan ditembak di tempat.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Tetapi apa bedanya. dong. bukan? Dan mimpi buruk. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung.

bahwa aku hidup!""Lihat. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. entah siapa yang memulai. Gerak menjadi normal. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. segar. pada setiap air yang kuminum. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Orang berjalan seperti tarian. aku baru percaya sekarang.html .. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. tanaman ada di sini. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. rumah untuk bercinta. ada.. Kulit mereka."Kota ini.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. natural. Cinta adalah . Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Darah yang lama. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu.SUATU hari. Pakaian mereka."Morgen. ada cabai. kini.. aku hidup. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Dan kau tertawa mendengarnya. bukan?" teriak mereka. ada wortel." kata Jilan.. aku baru bisa merasakan sekarang." kata Princess. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan.. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Uang pajak untuk pemerintahan kota. Waktu juga berjalan normal. "Lihat. pada setiap udara yang kuhirup. "Aduh. Semuanya.processtext. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Dan cinta. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. deh. dan terasa halus. aih.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Princess.processtext. Pohon yang berbuah. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. ada tomat. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya.Kalimalang.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu.. sayang. Tapi berwarna merah seperti tomat. lihat. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu.com/abclit. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta.com/abclit... juga seperti berganti dengan kulit yang baru."Ayah.

bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu.html . tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. Semuanya sudah kulupakan. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. tampak ia baru saja keluar rumah. seperti angan-angan melintas. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya.processtext. Pemandangan itu bagiku memilukan. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu.com/abclit. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu.processtext. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu.com/abclit. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kereta api itu lewat begitu cepat.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali.

lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. senyuman yang manis. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.processtext. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana.processtext. ombak menghempas.com/abclit.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. tidak pernah kukatakan. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. membuat masa lalu tak pernah berlalu. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan. Hmm. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya.ABC Amber LIT Converter http://www. daun berguguran. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. sekali. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa.html .rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. Bukan di luar daerah itu. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Kenanganku adalah bunyi genta itu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. seperti tidak pernah terjadi. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. tidak pernah kuapa-apakan. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. meski tetap saja teringat sampai mati .com/abclit.

mengikuti bekas jejaknya kembali. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. berjalan lambat menuju rumah itu. ABC Amber LIT Converter http://www. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. sepanjang padang. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya." "Aku memang tidak ke mana-mana. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana." Ia mengikutinya. lampu-lampu menyala menjelang gelap. dan perempuan itu melihat lewat jendela. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Sayang sekali.ABC Amber LIT Converter http://www. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.processtext. Dari kejauhan. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Ia mengikuti jejaknya. dan melang-kah ke padang salju. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Kemudian ia juga ke luar. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Durban .com/abclit. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. serentak. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela.Cape Town. dan kenanganku akan menjadi lain. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat.html . bukan hanya sedetik sebelumnya. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Dunia memutih dan kelabu. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju.com/abclit. dan hanya ada bekas da-rahnya. Maret 2002.html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. menutupnya kembali. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada.processtext.

sangat sering ini terjadi. Dan di bagian punggung. kadang. Dan. Edisi 09/22/2002 SIAL benar.com/abclit. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. siapa tahu."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi.com/abclit." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Padahal. Kepul motornya pun tidak. Ditolak satpam. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. bajunya. tak putus asa. di sebelah sana ."Sini!"Tidak.SEBENARNYA. ke sana. Hmm. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. Samar-samar tampak pagar tembok.ada kompleks perumahan lain yang. ia ngangakan tas yang dikepitnya. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. yang kiri. dan gempal. begitulah yang tercantum di kartu namanya. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk.. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. Berkesan gagah . mulai melengket. Atau. Debu. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. jauhnya .processtext. Panas. memperlakukan dirinya begitu rupa. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. ia membalikkan tubuh. bayang atmosfer bagai menggigil. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. mencuat bertingkat-tingkat.karena tertulis dalam bahasa asing . tinggalkan di sini.""Tetap tidak bisa."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. jauh ke dalam gerbang.processtext.. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk.ABC Amber LIT Converter http://www. seperti biasa.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Lebih ia benamkan topi. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas. Biar kami yang memasukkan.. "Hanya brosur. Dan atap. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. Dan jika hal itu terjadi. Disaputnya peluh. pastilah satpam ini seoran kidal. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. mengucapkan terima kasih. Sekilas. berjenjang-jenjang. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. tapi pasti. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Pak. Tapi. Di permukaan aspal.Menghela napas. pejal. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan.. "Lihat. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. menjulang. Jika brosur ini ia serahkan.ah. memastikan satpam mengizinkan. kotak pos.Perlahan.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat.html . Courier. Dan ABC Amber LIT Converter http://www. Lembar-lembar promosi. Bulat. Bandit.

Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas.... terpikir juga olehnya.com/abclit.. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. kerontang. di sini. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut..Kadang. Mereka terdiri dari orang-orang kejam.yang rupanya semacam serbuk . di perempatan .Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. yang ia bisa. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. Bahkan jarak masingmasing perumahan. Kurir.Dan.html . macet yang panjang.. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. "Pak Ogah". menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. sebenarnya. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Kaki Gunung Lokon. Jadi.Kampung yang jauh nun di luar pulau. Isi kotak . Mungkin lebih. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. membonceng kurir tandem-annya di belakang. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. ah. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. dalam mobil. tembok tinggi. alangkah kasihan mereka. betapa jauh di pinggir kota. Sungguh menyenangkan. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. yang menyamar jadi kurir. ah. Minahasa. rampok. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. ia ingat kampung.pikirannya kembali ke tadi.. Dan.. satpam .harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. Tetapi.processtext. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun.Kadang. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. kelas kaki. tapi kurus.html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Seperti ini. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Bahkan di sana. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. kawat berduri. sama sekali ranggas. memang mengerikan.processtext. Mungkin ada sekilometer. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. atau mungkin suatu malam. sebenarnya. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu.ABC Amber LIT Converter http://www. dirinyalah yang ada di depan. Jeruji besi. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. buas. jadi courier. lihatlah rumah mereka.. Harus waspada.Hamparan hijau. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. memang mengerikan. ia gembira-gembirakan diri. Hati-hati. pemerasan.. Di jalan. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Seraya mengenang kampung. disaputnya peluh. Minahasa.. memetakan lokasi. Hanya itu yang ia dapat. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan.Kembali. Atau lebih gila. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. macet. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. Ah. Ah. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. nenek moyangnya. Memang alangkah jauh. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. tak berhati nurani seperti binatang. kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. mungkin tidak. Kapak Merah.. sering ia bayangkan.aduh. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba.com/abclit. luput dari kebisingan. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari.

.TETAPI. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . ada ketertusukan dalam dada. ia menyelip. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. Ganjil. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. begitu katanya. Dotu. seorang lelaki 40-an dengan van tua. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. Hmm. Ia memarkir motor.Ya. badak. di atas motorlah ia kini. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. ia cek. Lagi pula.. terhenyak. Maka. bukan 9.html . berarsitektur gaya Belanda.com/abclit. "Badak!" Satpam lain menimpal. Salah alamat. kerbau. Sebuah rumah besar. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. wajah kedua satpam itu berubah. sebuah kawasan di pusat kota. tetapi seseorang lain di rumah itu. tetap tidak. Seluruh detik mestinya berharga. Sedetik.ABC Amber LIT Converter http://www. megah. Beratusan 9. itu seperti paket.)Parto bukannya tak menunggunya. Tak ada lagi siapa-siapa. Terdengar teriakan. Mungkin 8. Mulai ada rasa cemas. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran.Sesuatu yang lebih berharga. betapa mengasyikkan. Mungkin bukan satu angka. Sudah biasa. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. Salah alamat yang aneh. satpam itu mengernyitkan dahi. (Si bos.. Betapa ia sangat gembira. ini hari bahagia. Kotak tembikar. Dan tak lupa. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. ular.. senja.Maka. pos penjaga. menikmati terpaan angin ke tubuhnya.ia datangi. Pagi tadi. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. ia senang bagian itu. memang berhalangan. adalah juga seorang kurir. Menyalip. tapi tak bertemu. ia muncul di kantor agak terlambat. aih. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Penduduk daerah bersangkutan. tak ada Parto yang menunggunya. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah.. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Dan dua orang satpam. Lagi. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam.com/abclit. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Menyelip. Menggantikan Parto . Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Bengis. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. tapi lalu ia lupakan. itu seperti kurir. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. Itu sepele. Bukan brosur. ke supir yang meneriakinya. tapi 4. Tetap juga tidak. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. Juga tak ada si bos.. Dan binatang? Ah! Harimau. Noon express. Bukan lembaran lepas promosi. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Jalan raya dan kecepatan. Ternyata juga tidak.. noon express)!Putus asa. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah.processtext. Bahagia.html udara. masih banyak waktu. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. terjepit di sebuah gang. serigala. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak.Dibacanya alamat paket. Berpagar tembok. sendiri. buaya. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9.Sebenarnya. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu.HARI ini.ya sekretaris ya personalia ya entah apa.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Melainkan seperti kata Nina. Tetapi. ia kembali ke alamat semula. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Seraya tancap gas. dadanya berdebar.. Dan akhirnya. berubah jadi binatang. Sudah lewat pukul 12. Alamatnya betul.processtext. seperti pernah dibayangkannya. terjadilah hal yang mencengangkan.

Ah. ke dalam pagar. banyak sekali. jeruji..Dibelokkannya motor.com/abclit. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. Bengkak! Dipacunya motor... tapi. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. dalam. Dan penumpangnya: Orangutan.Sungguh alangkah lelah.processtext. Ataukah. saya tahu. meski lampu bernyalaan di mana-mana. Maaf. "Paket. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. tapi ia tak begitu ingat. kerbau. Pos satpam! Pos satpam. Telah lama saya menunggu. Takjub. Tapi. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www."Walau telah tak peduli. serbuk itu. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Oh!Dihentikannya motor. Dipacunya motor. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya.. Tak yakin.html . sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. seekor badak!Ia terlongong. tak bercanda. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai.. Pengemudinya. rumah itu tampak lebih suram.. bukan hanya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Babi. tak berhenti nurani. tinggi.Ternyata bukan hari bahagia. harimau. badak. jelas sekali ia lihat si pengemudi. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. dihidupkannya motor.html itu. muncul bagai menyambut.. Begitu tubuhnya ada di teras. mungkinkah?Paket.. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Andalah orangnya. Fisik. berkumis dan berjenggot tebal. Sejak pagi saya mencari. Diparkirnya motor. pagar tinggi. sedemikian rupa. Sembilan ratus tahun! Kiranya. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Pengendara motor yang melintas di depannya.. "Sembilan ratus tahun. ia tak perlu mengebel atau mengetuk.""Ya. Ia tahu hari telah senja.. Tetapi. Barulah ia sadar. Siapa tahu. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. singa... Memang tak ada. saat itulah ia tibatiba terkejut.mungkin juga arsitekturnya.Dihelanya napas.. seekor babi! Diamatinya angkot. kera. ia tertegun.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. lelaki itu tak berkelakar. lalu berjalan menuju teras. ular. buaya. yang kini rendah saja. sekelebat.Mendadak. Dimatikannya mesin. Ia bingung.Disodorkannya tanda terima. Dibanding yang lain. Lelaki tinggi besar itu menandatangani.. ternyata juga adalah para binatang. ia mendengarnya.Ternyata. bukan pula hanya pagar yang berubah. Jadi ia bebas. Kencang.. yang nanti tentu marah atau kecewa.Di matanya. sesosok lelaki besar.com/abclit. Terengah. Sembilan ratus tahun. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. para pejalan kaki. Melainkan hari sial. Psikis. orang-orang kejam.. kerbau. metromini. mestinya kini lebih menonjol. sosoknya begitu besar. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. "Sembilan ratus tahun. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. Sungguh memang sial. Hari yang tiba-tiba panjang ini.. Dilihat penampilannya ketika siang.. Ini jugakah yang menyebabkan senja. Tembok pejal. Ada yang lain . Di sini juga.""Ya. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. Adakah rumah yang bisa disetel. manusia yang tak bisa diselamatkan.processtext. Kotak tembikar. buas. mendahului. sesial-sialnya. mengulang. bergumam. serigala. badak. Binatang? Ah! harimau. Dotu. serigala. Dan. telah membuatnya sangat lega. dalam satu hari ini saja.. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. astaga! Benar. Dan satu lagi. Pos satpam itu lenyap! Dan.. sudah tak ada. Apa?Ada yang berubah. Ah. Ah. paket itu.. *Payakumbuh. Lelaki itu seperti tahu keheranannya... membayang wajah si bos. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran.Sedetik. saya tahu..""Noon express. saya menunggu. Toar Lumimuut.. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. Diperhatikannya lebih cermat.

bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.Baiklah. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. Selalu ada yang tak kembali. Selalu ada yang tak kembali. Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www. berlubang. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.”Mungkin hujan akan segera turun. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat.com/abclit.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.Selalu ada yang hilang.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. serupa mambang. tetapi sebenarnya aku penari.””Malam nanti kami hanya slametan.Dan. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.processtext.html . Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. saya akan berhenti.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. pasir. Batu. Kadang-kadang ketika gerimis mendera.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.”Aku punya firasat buruk. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. Tetapi.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. koral. Dan. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan.Lihatlah. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. berhentilah menggoda kami. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi.com/abclit. Izinkan saya berlatih barang sejenak. atau sama sekali hilang. Keheningan sehabis hujan. dan puluhan perempuan. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air.

” penambang sepuh mendesah lagi. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar. Romo Sentanu.ABC Amber LIT Converter http://www.Jadi. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. dan menancapkan linggis ke lambungnya. Namun. Kami tak akan menari.Sejenak sunyi. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu. adalah penggoda. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan.Kiai Petruk. salah satu tugasku ke desa ini. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Maka. selalu pada saat dia mengerang kesakitan. kau tahu.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi. kau tahu.Dan kalau sudah mendalang.processtext. Tak perlu berbelitbelit. dia hanyalah pastor desa. Dan.html . teman-temanku yang tak banyak cakap itu. Suatu hari ketika dia bilang. Dan. Melihat Ayat menari. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng.processtext. dan hujan batu yang tak kunjung henti. pertikaian. Kalau perlu merontokkan namanya. menyebut nama Kiai Petruk.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa.Ah.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.html dan mensyukuri panen. aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam.Ayat juga mahir menari. Ayat bisa berubah menjadi dewa. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata.Ya. memaku kedua telapak tangan. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin.com/abclit. desah manja wanita sehabis senja. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. awan panas. lumut. koral. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. adalah kedahsyatan yang indah2.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Ya. ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. dan keheningan desa ini. di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil.Tentang Romo Sentanu: ah. dan kebencian. Kalau marah. Dia.com/abclit. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www.

aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja. Ayat akan bilang.”Ya. Romo. dan meluluhlantakkanmu. di luar dugaan Ayat.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun. aku datang untuk menggodamu. dia boleh bilang begitu. ”Tetapi. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. Ibarat Samson.Tak ada jawaban. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih.”Mungkin hujan akan segera turun.com/abclit. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda.processtext. Biarkan dia menari bersama saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.html . Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. ”Mangga Den Ayu. Romo Sentanu meninggalkan gereja. meruntuhkan.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk. Dan.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.com/abclit.html dari para penari lain. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu. Romo. tetapi sebenarnya aku penari.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. mari menari bersamaku. Maka. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu.”Ya. Putri Keratonku. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung.Belum ada jawaban. Dan.Lihatlah.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan. Dan. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www. biarkan dia menari dan jadi pesinden saya. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu. Romo. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari.processtext. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Dan. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa.

mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon. Hanya jerit gamelan. Namun. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini. * Semarang. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung. Sebab. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga.html . Batu. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk.Kini. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat. kau tahu namaku Nagreg bukan?). Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. atau sama sekali hilang. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas.”Gusti.Dan. wedhus gembel yang prek kethek. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.processtext.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. Sebab. berlubang. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. (o.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos. cahaya mata Romo Sentanu. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O. Aku tahu siapa yang akan jadi korban. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda. dan puluhan perempuan. di keriuhan segala bunyi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Hanya jerit kesakitan. kepala. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www. tarian-tarian aneh. malam itu mereka datang lagi. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang. Di tengah kegelapan malam. mereka juga akan menghabisiku. haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat.com/abclit. tradisi. Romo Sentanu mendesah.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Maka. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Dan. Kadang-kadang saat gerimis mendera. Tak boleh ada saksi.Dan. lelehan lahar di Puncak Merapi. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Setelah itu. pasir.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Gusti. kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang. Tetapi. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Sebagaimana aku. obor. Selalu ada yang tak kembali.Baiklah. dan jerit tangis dalam tari. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi. mitologi Kiai Petruk. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.”Mengapa harus saya. membabat kaki. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan.com/abclit. Tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Ah. cahaya.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Sentanu. koral.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.”Ya. firmanMu akan jadi kasunyatan”. tetapi sebenarnya aku penari. lambungmu akan dihujami puluhan peluru.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. mereka telah menghirup udara. bukan hanya kau. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.processtext.Ya. kebodohan-kebodohan. atau menembak lambung tanpa suara.

hanya untuk rentang waktu tertentu. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan. perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku. punya daya ingat tinggi. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. mangenjali. Aku memesan teh hangat. Aku memesan daging berlemak. tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. hangat. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain. Aku membutuhkannya. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk.html dalam Cikar Bobrok.Tapi. Bahkan. mereka. ia memesan apa-apa yang aku pesan. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin. dalang dari Desa Tutup Ngisor. Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai.html . tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu. 4) Trisik. memesan sayur-mayur. renyah.com/abclit. saat memainkan lakon Kunjarakarna.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan.ABC Amber LIT Converter http://www. Kutemui ia dalam diam yang cukup. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. walau pada saat-saat tertentu. juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan.com/abclit. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku. tidak bawel.processtext.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.processtext. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar. Sebab begitulah pada dasarnya manusia. salah seorang bisa menggantikan yang lain. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. ia membutuhkanku. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa.

Ia hanya memberiku tempat. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. aku bisa merasakannya. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya.com/abclit. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi. Berbicara tentang sepak bola. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga. Dan ia hadir.Tapi ingatan-ingatanku atasnya. mungkin itu bukan kata yang tepat. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. tak penting amat. berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. tidak seperti orang lain. empat lima tahun yang lalu. Tapi di hadapannya. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku. tapi begini. muda. Pertama. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi.Tapi. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahwa. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. ia mengagumi kecantikanku. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. merokok bersama sambil menonton acara televisi. aku tidak menyesal menangis. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. dalam acara apa saja.processtext.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar.processtext.com/abclit. Dia juga. Tangis yang tidak lagi biasa. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting. Dia melihatku dengan tatap mata biasa.Aku adalah perempuan yang dicari-cari.Tapi. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. itu pun dengan samar. Aku seorang selebriti terkenal. cucian menggunung. Beri maklumlah pada diriku. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. Kamar mandi kotor. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. cantik. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah. Tapi. dapur berantak-an. Dan. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. aku tidak pernah menggerutu dan kesal.html memenuhi kebutuhan biologis. Meninggalkan? Ah. tapi tiga hal ini penting bagiku. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya. menunggu kemunculanku. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri.html .

Aku sangat tahu. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Semua kusimpan dengan rapi. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Menggenggam gelas minum erat-erat.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. rapuh.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas. mendengar suaranya.Beruntunglah aku. sangat tahu. bersitatap dengannya. air. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. maka aku harus bersiap. Benar-benar menangis.Lalu kuputuskan untuk pergi. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. rasa bahagia. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. aku pada banyak hal bukan orang hebat. Diciptakannya dalam dada. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. Aku harus memaksanya untuk duduk. Saat yang sangat tepat. Ia merasakannya dengan biasa.html itu tidak seharusnya begitu. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum.com/abclit. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa.Ia seorang aktris.Serangan balik yang maha dahsyat. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. maka aku memang harus pergi. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. keyakinan yang sempurna. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Lalu kami saling berbicara. dan terima kasih. dan makanan. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Tapi aku tahu. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Begitu kulakukan saban waktu. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan.html .com/abclit.Hingga suatu saat. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Biasa. Bukan. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Semua dicabutnya. Tak ada kekagetan. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Tentu kami juga bercinta.Kami semakin akrab. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya. Tapi benar kata orang. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Tapi sejujurnya. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya.processtext. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa.processtext. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. aku membutuhkannya. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu.Maaf. cinta saja tidak cukup.Aku sangat mencintainya. semua ditinggalkan berlubang. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku.

Tapi sekarang aku nyaris gila.html . Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. sebab jika melihat kenyataannya. merokok. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Ruang berganti warna merah dan hitam.processtext. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya. setengah melenyap. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. Aku menangis. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. Sebab sore tadi. dan nonton sepak bola. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. lalu aku me-nangis lagi. Dadaku sesak dan panas. Halhal yang menurutku tidak kusukai. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu aku duduk. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku.html hampir seluruh bayangannya. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Tangisan yang sewajarnya. ruang-ruang yang berantakan. Aku meraung.Tubuhku demam. Aku harus berpikir dengan tenang. menjerit. napasku seperti terbakar. sebab aku tidak mau sakit hati.com/abclit. menyalakan rokok. Lalu aku teringat dia malam ini. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. tak mau peduli. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. dan menangis.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. otakku ikut terbakar. Tubuhku dibakar cemburu. aku pasti akan larut. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Tak peduli. telah benar-benar kehilangan dia. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. memesan makanan dan minuman yang sama denganku.com/abclit. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. dan ia pergi meninggalkanku. Bahkan.Aku petakan lagi sejarahku dengannya.processtext. *** ABC Amber LIT Converter http://www. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik.

html . kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. gundah. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. Usaha saya berhasil. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. Akan tetapi. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Begitulah. Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. saya tak tahu pasti. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. meskipun telah ngantuk sekali. tetangga saya. tapi menurut saya ini hal biasa. saya segera mengatakan bahwa malam ini.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. sementara saya segera menutupkan pintu. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. karena saya sendiri masih belum tidur.com/abclit. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh.processtext. Akan tetapi. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Yang jelas. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. pastilah itu Mayumi. Akan tetapi malam ini. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Entah gelisah. Ia berdiri saja seperti orang linglung.processtext. Meskipun demikian. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. segera saya membukakan pintu.

saya dan Nakamura. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Atas pertanyaan saya. yang jadi hambar.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya .. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya.. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. penuh KKN."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun.com/abclit. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo.html . Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan.processtext."Ya. Ah. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja..""Saya betah tinggal di negeri ini. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. sayang. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu.."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini..html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu.com/abclit. Nakamura-san.saya. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin."Ya.. suatu kali. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. meskipun dengan sikap ragu-ragu. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya. Telah beberapa lama. Ia lalu melanjutkan. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya.. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. Sering kami ngobrol berdua..processtext. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. anaknya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.

masih ada yang menemani ibu. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. jika ia meninggalkan ayahnya. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya.Menyadari kenyataan itu. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. sehingga meskipun saya meninggalkannya. paman saya. Menyadari saya diam saja. Pendeknya. ia lantas mengatakan. Mungkin juga saya linglung. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Sedangkan Mayumi. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami.com/abclit. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. Meskipun demikian.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur.com/abclit. Bedanya. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Setelah itu. Haji Mahmud Soeharto. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis.html saat saya kembali ke negeri saya. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Melalui telepon. Aneh benar. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak.processtext. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya.processtext. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Dua kidung malam mengalun bersamaan.html . Akan tetapi. Kami tetap bergaul seperti biasa. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. Tanpa menunggu jawaban saya.

tidak semahal di Jakarta.com/abclit.html mengiris-iris. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon.” kata seorang rekan Pak Jek. satu tahun menjelang pensiun. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. ”Nah.Itulah sebabnya.”Betul.Namun. terutama makanan.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar.60 Yogyakarta.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi.30. ***Tokyo. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.” ”Bapak sudah tiba. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.processtext. Jalan Kaliurang Km 6. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.”Dari Bapak. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. tepatnya di jalan menuju Kaliurang.com/abclit.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.ABC Amber LIT Converter http://www. Harga barang kebutuhan.processtext.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. itu hanya omong kosong. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. itu telepon dari Bapak.””Ada apa. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. Mitos. Seumur-umur. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Takhyul. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan.html . Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. lalu menutup pembicaraan. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Bu. Sesaat.” ”Tolong diangkat teleponnya.

Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. Lagi pula.”Tapi tak apa. Cuma sekali kok dalam hidup saya.”Aku hanya berdua dengan istri. atau 1. Pokoknya. yang lebih besaran Pak rumahnya. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. Belum terpolusi udaranya. kita tentu bertanya. Makin luas pagarnya. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter. Enak.”Makin luas tanahnya. Padahal. Termasuk sampah dari luar negeri. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. Pokoknya.””Lho. ”Semacam surprise-lah. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. betul-betul rumah baru bagi saya. Berapa pun harga tanah.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi.”Lho. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. mereka bisa beli. Sentolo.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. menantu Bapak.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. padahal mereka belum tentu suka. Prambanan. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Parangtritis.”Lalu. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang.com/abclit. Mengapa tidak memilih Bantul. Gunungkidul.”Namun.”Kayak rumah BTN saja. Masih banyak pepohonan hijau. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Makin banyak tanamannya.000 meter. Pasti mereka beli.”Mbok. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. cukuplah 60 meter persegi. makin lama memotongnya.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. kan? Lagi pula. termasuk biayanya. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. ibumu tidak suka. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Jadi. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Nak?””Lagi pula. itu soal gampang. Di hotel ‘kan ada AC-nya.processtext. Magelang. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan bangunan 60 meter persegi.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam.200 meter. makin banyak segala-galanya.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya.. atau setelah keliling ke Borobudur. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. tentu makin banyak ruangannya. Itu pun hanya sekali seminggu. Makin capek menyapunya. Selama dibangun.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Makin banyak rumputnya. Prambanan. tentu makin repot pemeliharaannya...html . Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu.”Menurut Pak Jek. hari Sabtu atau hari Minggu. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Keraton Yogya.com/abclit.” kata anaknya yang di Semarang. bukannya anak Bapak.. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. Di Yogya kan banyak hotel. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar.” lanjut Pak Jek.”Biar ada kejutan. Rumahmu ‘kan di Semarang. Pak?””Ah. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. apa pun mereka bisa beli. Pak Jek juga punya pendirian. aku dan istriku makin renta.processtext. yang mengharuskan itu siapa toh. Jadi. atau bahkan 1. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. makin banyak sampahnya. Pak. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Makin banyak kebutuhan listriknya. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti.” kata Pak Jek memberi alasan.

. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan.”Nanti kapan.Oleh karena itu. Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Entah pertanda mengerti.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. Sekali berkata A. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Santai saja. bagaimana mungkin. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.processtext. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www. Oleh karena itu.”Ya. ia memberi penjelasan berikut. Pak?””Mungkin saja. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.00 pagi.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. Sekarang. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.com/abclit.processtext.””Bagaimana mungkin santai. sudah jauh-jauh hari. Lagi pula. seorang direktur perusahaan MNC.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. ah. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas.. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.”Kalau begitu.” ujar Pak Jek dengan kalem.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. lalu. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. lebih dekat ke Malioboro. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. berarti tak ada tafsiran lain di luar A. di Gambir. Pak Jek mengingatkan para karyawannya.”Pada acara di Gambir.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.”Para karyawan pun manggut-manggut. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu..Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. Namun.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. Pak.com/abclit. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. dan juga atas biaya sendiri.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor.html . Pak Jek menepati janjinya. dan mulai tinggal di situ. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. Mereka tahu. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Pukul 07.html satu hotel di Yogya? Lagi pula. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. memasukinya.””Lho.

Tiba di Tugu pukul 16.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. jika ditinggal sendirian. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. Bagusnya. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. dan sepotong tisu.00. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. nomor 6B. Kursi di sebelahnya. Terima kasih.00. makan siang Pak. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini.”Pak. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. dari mikrofon terdengar pengumuman. Namun.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. menunggu di rumah baru. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula. Stasiun Cirebon. masih kosong.”Beberapa detik kemudian.com/abclit.”Secara bergiliran. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. di mana saja.Pak Jek memang gampang tertidur. Kapan saja. Ada yang menyalami dengan dua tangan. pengantar. Pak Jek juga bisa terlena. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres.”Hati-hati copet.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Namun. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. tidak bisa muat banyak barang. Namun. Semarang. Siapa tahu. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. dan Stasiun Purwokerto.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Pak Jek langsung pulas.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.Pak Jek membuka mata. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek.com/abclit. kok. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. dan kuli angkut. Tak usah dijemput.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. Pak Jek ingin. Di rumah pun selalu begitu.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Secuil nasi putih. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya.” kata pramugari. Ada yang memeluk Pak Jek. tusuk gigi. Lalu. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Ada pula sendok garpu.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Jadi.” ujar seseorang. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Sepotong paha ayam goreng yang keras.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. termasuk kado dari kalian. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang.processtext. Pak Jek tidak mengorok. Bertemu sofa empuk.html penyerahan kado kepada saya.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.processtext. Pak. Menurut Pak Jek. Pak Jek juga tidak tahu. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Bandung. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara.html . Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. Begitu bertemu dengan bantal. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya.ABC Amber LIT Converter http://www.Beberapa saat kemudian. ia gampang terlelap. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket.

Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. Siapa nyana..html .””Jangan-jangan sakit jantung. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.processtext. Stasiun Kutoarjo.”Pak sudah sampai Yogya.. Pak.com/abclit.Lantas..PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.. Bereaksi sedikit pun tidak..Karena tak bereaksi juga. Pak. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.processtext.”Keasyikan mungkin tidurnya. tangannya sudah dingin ’gitu kok.. Bangun.”Jakarta.Setelah dicoba berulang kali.”Lha. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta.”Para penumpang yang terhormat. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.”Barangnya. bangun.html penumpang memang terbatas.”Pak. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.Laki-laki itu tak juga bangun.Tak ada respons. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.”Sudah sampai.””Bisa saya bantu. Bu. Jangan sampai ada yang ketinggalan.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya.. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. dan Stasiun Sentolo. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya.””Angkat barang.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Stasiun Kebumen. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.Sambil meluncur ke arah timur. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. Bu.”Karena tak bereaksi sedikit pun. Pak.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.”Coba kamu yang bangunkan. khususnya Jogja Ekspres. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu.””Barangnya saya bawa. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.”Tukang sapu kedua coba membangunkan. Tinggal beberapa kilometer lagi. Atau selera petinggi kereta api.”Napasnya kok tidak terasa lagi.. Bantal menutupi mukanya. Pak. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. Lalu tiba pada kesimpulan. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.””Kopernya saya bawa. Anak-anak pun mulai ribut.””Jangan-jangan sudah seda. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).Namun. Boleh jadi.com/abclit. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Berarti Yogya sudah hampir tiba. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.””Mari Bu saya bantu.ABC Amber LIT Converter http://www.

Ketika Adjani berlari. Tetapi. Sungai terbelah.Adjani bersimbah peluh.processtext. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani.processtext. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. Luka yang begitu dalam. Bahkan. Semua tidak berani bergerak.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. talk show. rumah ke rumah. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. Adjani bersimbah peluh. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. tidak akan ada yang dapat menghentikannya.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Ruangan itu begitu sunyi. laut ke laut dan benua ke benua. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Para fotografer. kuli tinta. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. mobilmobil langsung berhenti. Tembok tinggi merendah. bahkan bajaj. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. siaran radio.com/abclit. Adjani bersimbah peluh. Semua menahan napas. waktu kita hampir habis. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Tetapi. Luka yang begitu perih. Luka dari segala maha luka. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Waktu ia menyeberang jalan. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Mereka hanya tahu Adjani luka. Maka. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. motor. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka.com/abclit. langsung terbelah dua. pada setiap headline koran-koran.html . mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. siaran berita televisi. Adjani menahan luka. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Pipinya merah terbakar matahari. Pelupuk matanya merapat. sungai ke sungai. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. majalah-majalah.

dan burung-burung gereja. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. walaupun terkesan tidak memaksa.com/abclit. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Tetapi. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. kumbang. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. "Adjani bersimbah peluh. ketukan itu tidak juga berhenti. menceritakan dan membahas Adjani.com/abclit. Kadang sedap malam. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio.processtext. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar.html . ia berada di lantai ketujuh. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. sementara ketukan itu terus membahana. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Tetapi. Di tengah-tengah rasa putus asa.ADJANI bersimbah peluh.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Dan bau wangi yang samar-samar. Tetapi. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Asmoro mabuk kepayang. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Adjani yang bersimbah peluh. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. Tetapi. Derap kaki Adjani yang teratur. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Ia tidak dapat berhenti menulis. Irama musik sendu mendayu-dayu. Kadang mawar. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Kadang melati." bisik angin. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya.html semua memuat. tidak ada apa-apa di sana. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Asmoro hanya mau menulis. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda.ABC Amber LIT Converter http://www. Awalnya ia tidak mempedulikan.processtext. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Dan semakin ia menulis. Barulah Asmoro sadar. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. Kadang lili. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Pesawat televisi yang panas. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. kecuali Adjani bersimbah peluh.

Ada gurita. Jalanan macet total. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro.Adjani bersimbah peluh. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Adjani tahu.Adjani bersimbah peluh. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. ia tidak akan berhenti. restoran. Adjani hanya bergumam. hanya untuk menyaksikan Adjani. gedung perkantoran. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Dari sinar kemerahan itu. Asmara.processtext.com/abclit.. Namun. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. jadi ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. Asmoro tahu. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki.html . Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Peluh itu tidak hanya asin. terus berlari di bawah samudera. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. Segala asumsi pun merebak. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. ikan pari. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang.com/abclit..ABC Amber LIT Converter http://www. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Seorang reporter meliput.. Semua orang keluar dari rumah. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Dengus napasnya semakin dekat. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. paus. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Suara orkestra semakin keras. "Bintang jatuh. tubuh Adjani masih bersimbah peluh."ASMORO. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. Aktivitas di kota itu lumpuh.. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh.. Dan ia pun sangat tahu. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. Suara lembut denting piano tunggal. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama.. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. sebentar lagi tulisannya selesai.html makin tajam. waktu kita hampir habis. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya.processtext. Asmara.Adjani bersimbah peluh. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Asmoro menunggu Adjani. Bulan bersinar temaram.

Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya.Di kota itu. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.html .Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Tidak ada yang berani meliput. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. ASMORO.html mereka bisa berciuman sambil berlari. yaitu Adjani. Adjani menahan luka. Adjani bersimbah peluh. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. satu tema di seluruh dunia. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik.com/abclit. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup.. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet.processtext. waktu kita hampir habis.Jakarta. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. Tidak ada yang berani bertanya.processtext. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani.. 21 April 2002. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. Asmoro tidak dapat berhenti.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani bersimbah peluh. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda.Adjani bersimbah peluh. Pelupuk matanya merapat. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan.com/abclit. Atau orang kaya. satu suara. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Atau jangan-jangan orang kaya itu.Asmoro bersimbah peluh.

Lalu ia angkat bicara. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. ayahnya tercinta. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov.processtext. lima tahun yang lalu. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah.. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu.. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum."Brak. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara.com/abclit.. kota yang sudah dua kali berganti nama. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya.ABC Amber LIT Converter http://www."Hey. Dulu. Di izba yang reyot. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah"."Panikov menaruh serulingnya. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini.. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. Panikov hanya menjawab.com/abclit. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah.. meniup serulingnya. bermantel lusuh. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.html . cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. yang ia kenal selama tiga puluh tahun.. yang sebagian besar bekerja sebagai petani." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota.Sementara itu."Di kota tak ada lagi ruang untukku. dengan maksud menghindar. Pernah suatu kali. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www. Semuanya terkesan halal di balik sejarah."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin.processtext.""Tapi. dan Panikov.html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. Banyak pembunuhan. dikelilingi hutan.

tanpa mantel dan menggigil kedinginan. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. dingin mencengkram kuat tubuhnya. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Panikov diseret.. Panikov keluarlah.html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. Anna langsung menghampiri Panikov. Kata orang desa. Bila hari menjelang malam. kota laknat! Aku rindu kalian. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. tapi toh. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. tentara bajingan! Oh. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. tentara bajingan! Oh. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak.. malam ini terasa dingin lebih menggigit... Yang terdengar hanya bunyi seruling. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. Ia menangis. "Persetan!" gumamnya. diam dan hening.Saat ini. Anna berteriak lebih keras.!!!"Saat itu musim dingin. Panikov tak peduli. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. mengapa ayahnya ditembak. Panikov terus meniup serulingnya. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu.. kali ini tepat di samping telinganya. Panikov tidak peduli. namun tetap tak ada jawaban. dan terus ia meniup.html . ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa.processtext. indah menakjubkan.com/abclit. Ia terus meniup dan meniup. Tetap di depan jendela dan meniup seruling."Api. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. air matanya membeku akibat udara dingin malam.. berteriak dan meniup seruling-nya lagi... mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. "Oh.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. angin bergerak lebih lambat. Anna". terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa.. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. sadarlah.com/abclit. giginya gemeretak..! Itu api.. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan.. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. memandangnya sesaat dan berteriak lagi.. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. Muka mereka pucat seperti hendak mati...Yach Panikov ingat.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar.. serta tak lupa meniup serulingnya. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.. Ia enggan ikut bergabung. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau.! Di sebelah timur desa ada api. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www.Tak ada sahutan..! Hey.Ia menggigil. "Oh. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. lalu berteriak. Seperti biasa.. lalu diam lagi.. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. "Panikov.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Di depan mereka.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi. *Hotel Sanabel Al Madina.html makam. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan.ABC Amber LIT Converter http://www. jauh sebelum menggapai pintu makam. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha.Dan Zubaedah.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Puluhan. sebelum pingsan.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. masya Allah.com/abclit. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Lalu segalanya menggelap. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam."Dasar Takroni. Anakku. perempuan buta itu.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara. Madinah Munawarrah. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. camkan nasihatku. salat di masjid Nabawi. ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. bercanda dengan merpati-merpati. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam.7 Tetapi. Dia terjengkang.Karena itu. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal.7) Riyal:mata uang resmi Arab.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma.com/abclit. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut.html . melambai-lambaikan sayap. Jangan pernah masuk ke makam. Jadi. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan.processtext. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah.processtext.Tetapi.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. Pegangan Zubaedah terlepas."Ya. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. tidak-tidak.

ayah Kroda. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.com/abclit.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras.." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan." pikirnya. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. ia benar-benar jadi kehabisan alasan.. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. Bahkan. I Raneh. "Kamu tentu masih ingat juga. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. jangan salah paham. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. siang hari menjemputnya kembali. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. Wayan Kroda terdiam..html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. "Kasar dan kejam.. menelepon lagi."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. "Ikat babinya. Waktu itu tahun 1971. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.""Sepanjang hidup. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat. Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga..html . Jadi.com/abclit.processtext. Meski telah kena sanksi adat. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. Gianyar. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Mangku. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. Jangan dibiarkan liar begitu. Meski masih berusia belasan tahun. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. saat sepupunya.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Namun. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. "Luh. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Luh.

Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. berarti jalan buntu. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel.html .html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. SANKSI ini terlalu berat. Karena tinggal jauh. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. dendam turunan. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. Selain menghasut warga menentang Golkar. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi.com/abclit." ungkap I Kleteg.processtext. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Tetapi. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Tetapi. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Sejak tinggal di Jakarta. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Kalau toh diizinkan. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Padahal. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. Tetapi. Namun." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. seluruh keturunannya. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Itu kebanggaan. Ini hanya dendam pribadi. termasuk Susila. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. kita tidak akan mau pentas. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. karena ia bukan anggotanya. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa.com/abclit. Dendam Kroda. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Tetapi. Sampai kini. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tahu.processtext.

Sebagai kelihan adat. Jadi." kata petugas itu." Wayan Kroda tak segera menyahut.processtext. Ada sesak dalam dadanya. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif.""Lebih baik berurusan dengan polisi. "Tamu itu sangat penting.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga.html di kota seperti Jakarta. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. Ini soal penting dan sangat mendesak. "Dan. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya.. Bahkan.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. kalau banjar adat mengenakan sanksi. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak.html . bukan lagi urusan adat.. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga.""Ini soal jenazah! Jadi. "Bli. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda.processtext. ini keputusan paruman adat. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah.. seseorang yang dituakan dalam adat.com/abclit. Jadi. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Bahkan. Wakil atau siapa sajalah. Bukan. kalau menyangkut penemuan jenazah. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh."Sudah berapa kali pula saya katakan. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. Ia berbaring di dekat ayahnya. niat itu ditepisnya. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. Tapi. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu." ujar petugas lelaki itu. Itu mutlak urusan keluargamu. Paling tidak harus menunggu seminggu. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. saya harap bisa bertemu Gubernur. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Tetapi. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Padahal. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. "Jadi. Jangan datang lagi kepada saya.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. bikin saja surat dulu. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Ia tahu pasti. Bahkan. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan.com/abclit. Sebagai orang yang lama merantau." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. mintakan kepada seluruh warga.

" Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Sewaktu kalian lelap.. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah.! Ayo duduk dan berdoa. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat.ah. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap. "Tapi.processtext. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah.. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor.. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. mengapa masih bengong. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat.ABC Amber LIT Converter http://www. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es.com/abclit. "Ia keberatan.. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya.. Ayo semua berdoa. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah.html . Mereka ingin menuntut keadilan. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang.. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. aku diam-diam membuatnya.." kata seorang kerabat liannya. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat.com/abclit.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. makin lama jenazah berada di rumah." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.Ketika melewati pintu depan.. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila.processtext.

Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. dari waktu ke waktu. Harusnya Tuan tak datang. Menyuruh mengeluarkan mobil."Dia tidak hiraukan aku. sekarang. Pagi tiba juga seperti biasa. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Pintu dibuka.processtext. Dia lelah. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Menyuapiku. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Banyak faktor yang dipikirkannya. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. Dia memang benar-benar lelah.""Tolonglah. Tuan.html Sumber: Kompas. Dia kurang tidur. Dia memang tegang."Aku datang!" kata suara itu. datang pula mereka dalam urutan yang sama.com/abclit. Dia terus menerus menungguiku. Di bawah tabung. masuk ke dalam urat nadi mereka. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Mencelupkan handuk kecil. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Jangan sekarang. Dia memang lelah. Mengambil pispot. Menampungkannya. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas. Tidak sekarang. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Menampung muntah. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. didorong ke bawah tempat tidur. yang datang dari luar dirinya.""Tak ada waktu untuk menunda.""Tidak. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Membuangnya ke kamar mandi. memerahnya dan mulai melap tubuhku. diiring doa sanak keluarga."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. terbaring dalam rahim waktu. Terlalu banyak yang membebaninya. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Meneteskan madu ke dalam mulutku. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Aku sekarang adalah bayi itu. Datangnya waktu.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. di sisi tempat tidur. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Perangkat medis itu. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Ini takdirmu. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. Sekarang adalah saatnya bagimu. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu.html . setiap hari. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Pantat panci bergeser di lantai.Waktu terus bergeser. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter.com/abclit.processtext. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat.

si penjaga malam itu. Lebih muda dari aku. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. adikmu. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Anakku masih kecilkecil." kata ayah. si Choliq. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu."Aku mundur menjauh. Muhammad Saleh. Beristirahatlah sekarang. Mendekatlah. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Masuklah ke keabadian. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh."Biarkan dia. Itulah penyebab penyakit ibu. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Sudah tua. Dia belum boleh menyerah. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. 88 tahun. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku.html tangan sebagai awal pelepas rindu. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu."Tidak. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. anakku. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Masih banyak yang belum kukerjakan. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Sebelum mencapai usia sekolah. Kau sudah cukup lelah. Mari. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Kau lihat itu. mengurus segala yang remeh temeh dunia. si Abdullah. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Kau sudah lelah. Angin malam yang lembab. siapa di sana? Ayahmu. saya masih belum menuliskan semua itu.com/abclit. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. tidak mereka cegah. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. Kita seperti burung pemakan ulat. kalian masih kecil-kecil.""Ketahuilah. Dia muda. Hentikan omong kosong itu. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Ayolah mendekat. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Masih banyak yang harus kukerjakan. Terbang dari daun ke daun. Tidak sekarang. kau telah bekerja.processtext."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Tinggalkan kekacauan dunia. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Empat puluh tujuh tahun. Lupakan semuanya. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja.processtext. Ketika aku meninggalkan kalian.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia.Ayah menghentikan langkah ibu.ABC Amber LIT Converter http://www. Akhirnya tiba juga saat itu.com/abclit.""Tetapi. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. anakku.html . Kau bekerja telah terlalu lama. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Tinggalkan semua itu. di kebun tembakau itu. Kau sudah lelah. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. menyibaknya. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Kemiskinan kita yang pahit."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Mari. Selamat datang. Abangmu. Ibu mendekat. Angin malam yang dingin. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. anakku. Rentang waktu yang panjang. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Lihat. ibu.

Nasi selalu tak tersedia di rumah. Ingat. Tak kuberi jalan untuk pulang. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Jangan hidup seperti lilin. Sejak kecil kau dekat denganku."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. delapan puluh delapan tahun. Dia pulang pada jam-jam makan.com/abclit. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. setidaknya mendekati usia aku. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. sementara kau mendongeng di atas kertas. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. insya Allah. Bermohonlah kepadaNya. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas.com/abclit. Kita suka malam hari. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Penjaga malam di pajak. datang berlari mendekat kepada ayah. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Ayah adalah si penjaga malam itu. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. Aku senang kalau dia tak pulang. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Kau sama seperti aku. aku menimbunnya. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Duduk di dalam gelap. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Jauhkan diri dari rasa iri. Ayah tahu semua itu. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Kau harus seperti aku. dengki dan tamak. pengalih perhatian.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www.html . seekor kancil yang terluka. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Jauhi sumber fitnah.ABC Amber LIT Converter http://www. Pergi sana cari kehidupan. Kuhadang dia di tengah jalan. ibu membaginya sepuluh piring. Jendela. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Bila ada nasi. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya.processtext. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kuambil batu. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Ayah membiarkanmu seperti itu. temui istri dan anak-anakmu. Kalau Tuhan berkenan. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Golongan para pendongeng. Datang kepada kami. Pergi sana. Kau adalah si penghayal itu. Hidup bagaikan hadiah. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Jangan dipaksakan. Menemaniku di malam-malam dingin. ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. Sepiring untuk anjing itu. mengorbankan damar untuk nyalanya. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. berburu kancil dengan sebatang tombak. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Pulanglah. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu.processtext. Kulempar kakinya. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. saat nanti kau menemui kami. Temui sahabat-sahabatmu. Aku menghalaunya jauh dari rumah. ke seberang jalan. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku.

Raba di mana jeruk itu tersimpan. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. ABC Amber LIT Converter http://www. pajak sayur. mendorong ujung tangga. markisah. Bulan tergantung di sudutnya."Bangun Bang. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Bulan tak ikut masuk. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan."Aku akan menjemputmu nanti. mengusir cahaya bulan. salak dan mangga."Bangunlah. sayur. Tuan itu melepas pegangannya. Jendela. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. Tak begitu jelas. los tempat berjual ikan. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. tepat di dada.html . kadang dia membuang sampah dapur. berada di samping tempat aku terbaring. menolongku masuk dan. dia senyum kepadaku. dan menguncinya dari dalam."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. ayah mengambil sebutir jeruk.processtext. Jangan lebih dari satu. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Tak ada atap penghalang langit. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. "Pergilah. sapu lidi. Penuh kristal cahaya. Tanganku meraba di bawah karung.processtext. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. Tapi tak kuasa. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. muncul di luar jendela. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Diraihnya tanganku. Dia lihat aku. Sesuatu bergeser di atas. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. melejit di dalamnya. Kau belum mau mati." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua terasa masih melayang.com/abclit. Aku ingin sebutir jeruk.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. Aku terbatuk. semangka."Malam dengan pancaran bulan penuh. mengejar kami." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela.com/abclit. buah. "Bangunlah. sapu ijuk. sampai semuanya lenyap. coba lihat. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. menutupnya. Ambillah sebutir. Jendela dia tutup."Bangunlah." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. dukuh. cerpenis. Kulihat wanita itu. Aku terus meraba. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan."Siapa engkau?""Aku istrimu. tapi tak begitu jelas. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. dia melirik kepadaku dan melempar senyum.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Kami semakin jauh meninggalkannya. Apel yang dibungkus jaringan lembut. daun jendela itu terkuak. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Kupaksa membuka mata. Aku melirik kepadanya. menerobos langit-langit kelambu. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. lalu lari ke pintu. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. pengalih perhatian."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Aku tak tahu aku berada di mana. seperti gelembung dalam pipa air. aku naik dan merobah posisi tangga. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. Sebelum menutup gerbang fana.

Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Segala puji bagi Allah. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu. Ibuku. Hilangkan rasa takutmu.html Nurwindasari. Selalu begitu. Jangan terlampau dipikirkan. Belum siap untuk mati. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Kau yakinkan itu. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. ayahku.""Aku takut. Ibrahim Basalmah. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Sapardi Djoko Damono. yang menghalangi pandangannya padaku. Agus R.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur.""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www. Titik Ws. Alhamdulillah.. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Di kamar itu.com/abclit. Jantungmu telah berhenti berdetak. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Dada kiri dan kanan bersamaan. Masing-masing ada pada takdirnya. Kami telah kau bikin cemas. Elanda Rosi DS. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Di sana ada Haji Danarto. Kak Atie. Jamal D. Di jendela itu. Dosa-dosaku. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Sarjono. Abrar Siregar. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Lihatlah.""Aku takut.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Adri Darmadji Woko. Kita semua tahu itu.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala.processtext.processtext. Itulah sebabnya kita berdoa. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Lihatlah. Menunggu orang-orang yang menyayangimu.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Wisnu Murti Ardjo.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Galeb Husyen.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Tapi semua kita belum siap. Syahnagra Ismail. Jantungmu kembali berdetak." Disingkirkannya benda yang terjulai. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia.""Itu bukan mimpi. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Rahman. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. kata dokter. Lazuardi Adi Sage. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Masa kritismu sudah lewat. Lukman Setiawan. Aku datang kepada mereka.""Bersyukurlah. Para sahabatmu.html . Aku belum siap untuk mati. Masih ada kesempatan untuk hidup. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal.""Suatu hari semua kita akan pulang. Disambut sahabatsahabatku. Kenedi Nurhan. Martin Alaida. abangku."Di mana aku?""Di rumah sakit. Lihat di balik dinding kaca itu.com/abclit. Sori Siregar. biar diberi umur oleh Allah. Remi Novaris. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Lupakan semua itu.

Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. yakni Bahasa Indonesia. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan.processtext. yang tidak beralas kaki. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. sebagai warisan masa lalu.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. Dulu ia begitu miskin. ABC Amber LIT Converter http://www. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. Sukab tidak pernah peduli. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. dan namanya adalah Indonesia. bisa boneka wayang golek. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu".com/abclit. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. dengan panggung yang luar biasa kecilnya." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta.Masih terbayang di depan matanya. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. sehingga tidak mampu membeli potas. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. dan dimakan. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng.html . Untuk semua itu. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa.ABC Amber LIT Converter http://www. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. bisa boneka yang digerakkan tali. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. boleh diburu. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. yang syukurlah semuanya makmur.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. bercelana pendek. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. melayani sopir-sopir bajaj. dibinasakan.com/abclit.processtext. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Begitulah Sukab.

mengincar anjing-anjing yang lengah. dari chihuahua sampai bulldog." kata istrinya dahulu. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. Ketika musim PHK tiba.com/abclit. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. Ia berjalan. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. menghilang ke bawah tenda. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak.com/abclit. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik.html . pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. Apabila kesempatan terbuka. kedua.processtext. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. anjing tetaplah anjing. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. jangan engkau pulang dengan tangan hampa.html menjadi pemburu anjing di Jakarta. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. Tangkapan Sukab disukai. Itulah riwayat singkat Sukab. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. sampai ia menjadi pemburu anjing."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. lantas tinggal dilumpuhkan. dan di sanalah mereka menemui ajalnya.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing.processtext.Ia berjalan begitu saja di tengah kota."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. Tidak ada cerita sehidup semati. kehidupan Sukab masih terhormat. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. hanya dengan beralaskan kertas koran. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. Apa pun jenisnya.ABC Amber LIT Converter http://www. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. ia memperhatikan. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta.Namun. Ia tidak menggunakan potas." kata istrinya. Tapi Sukab tidak pandang bulu. "Sukab. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. tapi juga dimandikan. surat nikah apalagi. dan ia mengincar. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. diberi bantal untuk tidur. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. "pertama. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya.

kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang.***SEPANJANG rel. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing."Ke mana?""Entahlah. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. seseorang berteriak kepadanya. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing.com/abclit. begitu pikiran Sukab yang sederhana."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. namun dari sinilah cerita baru dimulai. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. sehingga tidak punya cermin.html Sukab."Mereka begitu miskin."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli.ABC Amber LIT Converter http://www. biasa habis di lingkaran judi. "Aduhai anak-anakku. Begitu juga Sukab. anak-anak berteriak mengejeknya. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung.Betul juga."Ia perhatikan. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. seperti upacara pengorbanan diri. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik.html . Meski sudah tidak melacur."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing.com/abclit. Perasaan Sukab remuk redam. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Mereka dibawa pergi.processtext.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. Perempuan itu menangis. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali." kata Sukab. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu.processtext.

Setelah malam tiba." katanya lagi. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. menangis. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Mereka membawa segala macam senjata tajam. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan. tapi petugas tibum..""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima.html .processtext. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. mereka bangkit dan menyalak-nyalak.""Tapi kita semua makan anjing." ujar tukang cerita itu."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu.com/abclit. dan para pendengar menahan nafas. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu."Yang bener aje.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah.com/abclit.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru.."Oh. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi hati dan otaknya masih manusia."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. "mereka juga bisa menangkap saudara. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka..""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita."Hati-hati lewat sana.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan." kata polisi itu.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. ketika matahari terbit. itu tidak penting.processtext.""Husssss. itu."Lho. berbalik lagi. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. Bukan polisi yang mengangkut. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan."Apa yang penting?""Esoknya. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak..***"MEREKA membantai Sukab..."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.Di langit masih terlihat rembulan yang sama.

ABC Amber LIT Converter http://www."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing." lenguh Susan pelan. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri.html . bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. Selalu. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. Aku akan membakar wajahmu. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. Waktu itu. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. Januari 2002. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. Sambil menenggak Red Wine. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono.processtext. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. seperti malam-malam penuh pasir. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis.Teramat pelan. dan gelepar angin di Bondi Beach. Nigel Jamieson. Susan.Saat itu.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. ketam. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Hanya berdua."Susan. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Susan."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www. kerang.com/abclit.html anjing itu pulang ke rumah.processtext. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api.Dan. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih.com/abclit.

itu mencium kening. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. "Sudahlah darling. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Fiona. adalah cucu Thancoupie. Aha. Fiona mengerti maksud Susan. Sambil terus menenggak Red Wine. Dan cinta kami. Lalu. menyamar sebagai penari bugil."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. Subali. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. Bukan untuk yang lain-lain. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu.html . Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. New South Wales 2029.""Ya. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. Dan. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. Saya tak peduli. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. Rose Bay."Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona.Asal tahu. gereja.processtext. Sebagaimana malammalam sebelumnya." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. Are You Girl Friend. selalu hanya untuk kedunguan mereka."Ingat.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. kita toh masih punya banyak acara.com/abclit. penyanyi jazz dari Betawi. Tetapi. Hentikan denting kecapimu. Dan. selalu tampil menawan itu. pasti tahu sepak terjang Thancoupie.com/abclit. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. sebagaimana dia. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu."Aku kira.html rambut indah Fiona. aku juga akan jadi pejuang. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. Seperti kepada nenek moyangku. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. Ya. selalu hanya untuk uang mereka. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. sebagaimana Ki Manteb. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. saat melantunkan New York New York. Akan aku tunjukkan kepada Howard.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. siapa pun dirimu. bersama Susan. ngiau yang tak ngiau."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. atau Anoman sebagai pahlawan. Well. lenguh yang tak lenguh. saya akan melesat ke King Cross. begitulah." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road."Dengar. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. Dan aku? Aku.

sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. Dengan sigap.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Sejak itu. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. saat ditampar. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Sebelumnya. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. di ujung jalan.ABC Amber LIT Converter http://www. pub."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. Yang jelas pria itu berambut cepak. pria England yang tampan itu. Tetapi cuma sesaat. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum."Untuk sementara. atau Long Island. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Fiona.Ya. saya tahu. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. Cuma sesaat. Sayang. dan bar. malam itu.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu.Sejak itu.html . Kahlua Cream.com/abclit.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk."Sudahlah.Meski begitu. Tanpa sungkan-sungkan. O. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Karena itu. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. ke rumah indahnya. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Bahkan.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. Sayang. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan.processtext.Tetapi. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. rasa hampa penuh iblis. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. O. kamu terlalu banyak minum. Fiona.processtext. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia.com/abclit. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam.

"Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. Sydney. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Di otaknya yang disusupi alkohol. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Dan. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. tarian. aku memang harus membunuhmu. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Rahwana. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Kita akan bisa segera pentas bersama.ABC Amber LIT Converter http://www."O. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi."Sudahlah. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Maka."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah.Tak ada jawaban." Susan melenguh lagi. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. lukisan." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah.html ..com/abclit. Sebab.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan."Jangan terlalu menimbang-nimbang. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Kini. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona.processtext."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. dentingkan kecapi Sundamu. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Tak ada denting kecapi. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing..processtext. Akhirnya.com/abclit.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. Yang jelas. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Fiona. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Dan kobaran api itu. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. Aborigin.html mengubah kesucian cinta. Seperti tahun-tahun lalu. kau akan jadi ikan bakar. Fiona. dan ribuan kera sialan itu. selama menjadi mata-mata."Ketahuilah. Susan. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. dan pikiran-pikiran saya.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.

berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. Ia mendengar suara cambuk. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. muda.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. ramah.html . yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Pak Gendut menjadi sangat lembut." bisik Bondas. menyembulkan pusarnya.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. Punggungnya. Ibunya tak beranjak dari kamar. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Ingin sekali Bondas berlari. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Menggeliat. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Bondas merasa terlindung kegelapan. Dia melihat Ira terjaga. masih dingin. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang.Menggigil di sudut kamar. Bondas berlari. Menggigil. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. berdandan menor. Kokoh di depan hidungnya. Ira lebih tenang. agak sayu. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. berubah mesum. telungkup.com/abclit. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Tetap saja pintu itu tertutup.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. membawa cambuk yang bergetar. Ia mendekam di sudut kamarnya. Lengan perempuan itu tampak menawan.Ketika pintu terbentang. Tatapan lelaki itu. Dengan murka Pak Gendut memburunya. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www. Mendengarkan rintihan ibunya.Buruburu Bondas turun. mendobrak pintu kamar ibunya. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. masih menyisakan kepedihannya. Meringis. Dan sekilas. Senyumnya menggoda. turun dari becak. dengan perasaan takut.processtext. dipungutinya. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan."Kita harus menyelamatkan Ibu. berdebar-debar. diberikan pada ibu Bondas. Tangannya terasa sakit. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya.processtext. merasakan dadanya bergolak. Sesekali ia bangkit. kakak perempuannya. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali.ABC Amber LIT Converter http://www. cantik. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Digedornya dengan kepalan tangannya. mengendap-endap. Kakinya seperti patah.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. bangkit lagi. Ia menandai. disusupkan ke balik kaosnya. Terdiam. dari celah pintu. kembali duduk. Terpuruk di sudut kamar. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. Ditendanginya pintu itu. berpapasan dengan ibu Bondas. yang sebelumnya garang. Bondas terbangun dari lelap tidur. memburunya dengan cambuk. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Ia berlari ke pintu kamar ibunya.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. itu cambuk Pak Gendut. Pagi masih gelap.***TENGAH malam. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. Nyeri. Dipanjatnya pohon mangga itu."Terheran-heran. Bondas berdiri menganga.com/abclit. Tersungkur. Buah mangga berceceran dari kaosnya. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu.

Terdiam sejenak. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah.nyeri sampai ke dalam dada. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. kuda lumping dan cambuk. Terus berlari. Tak berani pulang. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya. perempuan muda.processtext. segera menghampiri Bondas. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda.html . letih. Suaranya riang. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana.Tanpa menoleh.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi.***PADA malam yang menggetarkan. teramat pedih.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya.com/abclit. Menjilatinya dengan liur berlelehan. anak laknat!" seru Pak Gendut. melecut wajah lelaki kecil itu. Ira menjerit-jerit kesakitan. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu.Berlari meninggalkan rumah. mendengus. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Ia tak berani beringsut. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Bondas terus berlari. tak terurus.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. bergurat-gurat menghitam. Pak Sukra. Dia memilih diam. Meninggalkan rumah.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. dan merasakan betapa pedihnya. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Mereka meletakkan gamelan. membawa cambuk. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Kulit pipinya mengelupas. tanpa arah. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. ia terus berlari. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. Agak lama mereka berbincang-bincang. merasa Pak Gendut memburunya. Memaki. Tertawa-tawa. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. Pakaian mereka sudah aus. Ia tak tahu ke mana. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari.processtext. berada di balik kegelapan. wajah garang Pak Gendut menyeruak. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. mendera punggung. Bondas mempertajam pendengarannya. Dan Bondas yang lapar.Meski punggung terasa nyeri.Dari dalam kamar.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira."Mau lari ke mana kau. Bercanda. terasa tercabik-cabik. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. dan bergoyang. Cambuk di tangannya diayunkan. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Menahan nafasnya kuat-kuat. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Tatapan matanya mengatur. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan.html cambuk. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tak berani bergerak. mencampakkannya ke tanah. di rumah. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit.***LAPAR. terus saja berlari. Tak tersisa tenaga padanya. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Terasa pedih. Bondas belum sempat menghindar. kusam. Tapi Bondas terus berlari. buruburu Bondas memungutnya. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. haus. menghardik Bondas. Bondas berlari. Pak Gendut kehilangan lacak. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Takut. menggeram. sesekali tersentak.com/abclit. samar. Yang lain tiduran.

membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. tar. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam. bergetar. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. seperangkat gamelan diletakkan. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. menggetarkan udara.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Gerakan tarian kian cepat. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Pak Gendut mengerang beringas. tar. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www. dan seirama dengan hentakan gendang.berjingkrak-jingkrak. Pada saat menatap Pak Gendut. memekik senang. dan segera ditabuh. Tapi masih saja ia menari. Menggeliat-geliat kesakitan. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Dengan takut. Menggelepar-gelepar.processtext. Tanpa henti. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu.com/abclit. Gamelan bertalu-talu. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Lecutan cambuk berulang-ulang. merobek kulit muka. terus. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. Menyusup-nyusup di antara para penari. kian lama kian rapat. Anak-anak bersorak. Menghirup air kembang.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. dada dan punggung yang terbuka. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu.com/abclit.html .processtext. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Anak-anak kecil berdatangan. Meloncat. melelehkan air mata. "Terus. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji.Di tanah lapang.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. seketika Bondas kesurupan. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga.ABC Amber LIT Converter http://www. Meraih kuda lumping.html bungkusan nasinya. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel.Orang-orang terus berdatangan. malu-malu. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Anak-anak bersorak. bertubi-tubi. Menari. Menari dengan gerakan cepat. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. lentur. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu.

Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu.html Sumber: Kompas. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat".Subuh sekali. ubi jalar. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. jarang antibiotik.Dokter Isman tidak memasang tarif. Sulit sekali mencari obat di sana. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta.ABC Amber LIT Converter http://www.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. Bahkan. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. ayahnya hanyalah petani kecil. pasien selalu berdatangan. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. ibunya sudah menanak nasi. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Sejak kepergian ayahnya. tetapi sebuah nasihat. dengan kereta roda. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Ia tidak mengerti mengapa. dan tidak pernah kembali. Seorang kawannya. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku.processtext. mau diapakan hasil tanaman itu. Ketika tamat dari SMP.html . Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Ayahnya dijemput dari rumah. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Ia memberi resep obat generik. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". membuat perawat yang membantunya agak bingung. Pasienpasiennya banyak. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. dan subuh pulang kemudian kuliah. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. Setahunya.processtext. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. Sampai jauh malam. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.Waktu ia mahasiswa kedokteran. ibunya mengelus-elus kepalanya. Ketika ia terbangun.com/abclit. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja.com/abclit.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. "Tidurlah.

Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. yang satu dari akademi perawat. Bila dada sesak. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. kalau ia tahu. rasanya hampir mau ma-ti."Dekatlah ke mari. Ia mengambil spesialisasi jantung. Dokter-dokter.com/abclit. tinggal dengan aku. Di seberang.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. memandikan saudara sepupunya.Setelah sampai di rumah sakit.. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. agar ia segera menikah. "Penyakit jantungku kumat.ABC Amber LIT Converter http://www. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. ia merasa amat terpukul.processtext." kata ibunya dengan suara pelahan. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. dan menangis terisak-isak. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Sebagai dokter ahli jantung. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. ibu rekannya. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. Bu. Nak. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung.com/abclit.. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta.Dua tahun kemudian."Aku datang.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Nak. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. lalu pamit.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Namun. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. pulang. Nak. Di rumah pamannya ini. Ia geleng-geleng kepala. ia harus bekerja keras. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat. ibunya dimasukkan ke ICU. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. ia mendapat berita dari kampung halaman. yang bungsu dari akademi sekretaris. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. Kalau bisa. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan.Setelah beberapa hari pengu-buran."Ia memegang pergelangan tangan ibunya.html . Getaran itu semakin mendatar dan mendatar.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. udara pegunungan agak segar. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. tertunduk." kata Isman terkejut. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. isinya. Tapi anehnya. Nak. Kalau bisa. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Menghitung de-nyut jantungnya. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. Ia merasa amat berdosa. Ia pulang dengan murung.processtext.""Oh." kata dokter Isman. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. kampung halamannya. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan.

di ruang tunggu. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Ia kenal betul gambar itu. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. "Ya." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Kami ingat itu. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. salon itu banyak dikunjungi orang.processtext. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. tetapi ia selalu menghindar. Menurut pihak kepolisian. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya."Pesanku kepada kalian. ia membuka pintu gerbang. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. sekitar bulan Maret. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Gilirannya. entah kapan.html . juga dengan ipar-iparnya. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota.com/abclit. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan.ABC Amber LIT Converter http://www. Semuanya diam tidak mampu berbicara.Bulan berikutnya. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang.Setahun kemudian.Setengah tahun kemudian mereka menikah. mendorongnya. Bang.processtext.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. tidak boleh pulang sampai petang. Adiknya yang perawat. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. dan sesudah itu. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman.com/abclit. Jantungnya berdebar-debar."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. dengan syarat. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. Gambar yang terpampang di samping berita.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Ia tidak menjawab. menurut pengakuan suami korban. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Daripada hidup bengong di rumah. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. ia membiarkannya bertandang sendirian.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka. Tetapi yang kami rasa.

Tuhan.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung.processtext. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. menyuruhnya duduk.com/abclit. dokter! Ooohhh. Ketika ia siuman. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Ia ada di kamar. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga."Tenanglah.. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama..html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. Meski ia tertawa. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. Namanya Tanesia. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Tentu aku tidak perlu menjawab.processtext. (Ia jatuh pingsan lagi).Para tetangga mengurut dada. Perawat memapahnya. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.""Oh. atau orang kita sendiri semua sama saja.html .com/abclit. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Bu. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Ia terkena serangan jantung. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Pelahan ia berkata. Dagunya lunglai. meski ia tersenyum. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. toloooong. ia menjeritjerit. ia bergegas ke ruang kerja suaminya."Istri dokter Isman jatuh pingsan. "Dokter Isman sudah tiada.ABC Amber LIT Converter http://www.

Tanesia takluk. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Ia menunggu respons. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. tapi aku tetap diam saja."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Dan ia menyebut perempuan seperti saya.html . Tanesia tidak sedikit pun tertarik. Mulanya ia menolak. Ia menganggap itu sebagai respons. tapi aku sengaja diam saja. Beberapa saat ia menunggu respons..com/abclit. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua.processtext."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Jika malam tiba. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Berdasarkan ceritanya. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja.processtext.com/abclit. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Tidak ada masalah di kota asalnya. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi.. malam dengan rembulan. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Tanpa gairah maupun penolakan. luruh ke seluruh hatinya. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Kuta sudah jam satu pagi. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Hanya untuk berdua. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan.html tempat kami bertemu.

Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. lalu pergi. Kasihan. apa bedanya? Orang asing.com/abclit. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. memabukkan. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. dari sekian lama mati. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. atau tiga. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. dua orang.processtext. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya.processtext. Satu orang laki-laki. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. orang kita sendiri. Meski tidak seindah dulu. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. Pipinya memerah kembali seperti sediakala. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. semua sama saja. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya.html . Semua berakhir pada tempat yang sama. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya.com/abclit. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita.

*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Tanpa berani bertanya. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel.processtext. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. terlalu biasa. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Tapi bahwa. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya.Sudah jam tiga pagi. Mungkin karena sudah terlalu Vodka.processtext."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. tidak ada perlunya bertanya. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.com/abclit. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Metafornya kurang dalam.html ekspresiku. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Blues bubar setengah jam yang lalu. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Mungkin dia benar. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Suaranya sungguh menggoda.com/abclit. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Namanya Tanesia. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu.html . Atau apa saja yang akan kutanyakan.ABC Amber LIT Converter http://www.

yang ditiup angin kencang.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. terjaga di kamarnya. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. mereka semua terdiam menanti permainan musik. sambil memainkan musik dengan biolanya. karena ia memiliki otak yang sangat besar. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. Sudah lewat lima hari. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. dalam kegelapan.Sore berikutnya. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Violis tua. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. Setelah makan. Burung itu tampaknya sudah tua. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. sibuk dengan makanannya. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. lalu sedikit berputar sekitar kotak. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela.html . salju sudah mulai berguguran. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku.ABC Amber LIT Converter http://www. agar tidak membuang tenaga sia-sia. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa.Fajar tidak segera menyingsing. orang-orang yang lewat. sebagian besar bulunya telah beruban. Sore itu cuaca tenang. Di sore lain. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia.com/abclit..Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. Dengan menaiki tangga-tangga itu. Saat itu di antara angin dan salju. sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. dan bersiap pulang untuk beristirahat. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. dan ia mulai melupakan si burung. ia berhenti meremukkan roti. Lama ia makan.processtext. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. pada saat-saat ini. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti.html terletak di Moskwa. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. Akhirnya si burung gereja keluar.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. telah hinggap seekor burung gereja. pemusik tua itu membuka kotak biolanya.. mungkin setengah jam penuh. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.processtext. Pak Tua. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. Pasti. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. Sementara kaca jendela masih malam. sebelum berangkat ke bulevar. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www.

. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. Di sini bahkan salju pun tak ada.. cuma angin bersih telanjang.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. sebab badai akan datang. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. dan badai satu saat berhenti. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti.processtext. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. KuraABC Amber LIT Converter http://www. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Ia pergi ke sana berjalan kaki. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. Salju yang jatuh. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.com/abclit. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Sepi. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. membalut kepala dan lehernya dengan syal. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.Hidup bersama seekor kura-kura. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. Dengan susah payah. Walau begitu. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai.com/abclit. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. keras oleh kekuatannya yang menyatu. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. seperti musik.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah.processtext.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. seperti manusia. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku.

Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. dan itu cukup baginya. dengan cara mengkeratkan badannya. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. malam yang hening masih berlalu. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. seperti kita melewati masa pensiun. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Kemudian tampak seperti biasa saja. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. berhembus dari selatan. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. seandainya burung itu masih hidup. Pada bulan Maret. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. di sebuah jalan kecil di Moskwa.com/abclit. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat.com/abclit. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. mungkin. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. karena paruhnya seperti menyangga badai. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. Tak hanya kenyang. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Pak Tua kembali terlelap. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran.processtext.Sang burung juga tidur malam itu. dari arah musim semi.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. dinding kamar bergetar: angin. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. yang keras seperti batu. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. melesat dengan satu sayap. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. dan di balik jendela. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.processtext. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. ia masih hidup. kadang biji kacang. Kotak biola seperti dulu.

pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring.. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua."Baiklah. Pak Tua menaruhnya di sakunya. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www. entah ia takkan terbangun untuk selamanya.html kepada pemusik itu:"Paman. tapi segera terbangun. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu.. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. belilah burung kami ini.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet..processtext. "Hidup.com/abclit. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu.html . dan keabadian.Sesaat Pak Tua tertidur. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Jatuh sendiri ia dari langit. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. bahwa pernah ada di dunia. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. apakah ia mati suri atau mati benar.processtext.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. kematian. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik.com/abclit. dan kura-kura mengulurkan lehernya.Burung itu mungkin sudah mati." katanya. matanya tertutup." pikir Pak Tua. supaya tidak menggencet burung itu.Setelah menghabiskan tehnya. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. Tak tahu." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya.

Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Antara ingin menjawab dan takjub. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Ya. istri. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Je! Perempuan. baru saja diumumkan. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya.processtext. Antara ya dan tiada. Bukan teman kantor. Padahal. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Di pasar. Edisi 02/10/2002 + Namaku. kantor atau lapangan golf. bajingan! Dengar nggak. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian.html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Bila dijawab. Jadi berkaca-kaca. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah. Di lapangan. Di mana-mana.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang.html . sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Di tengah rumah. orangtua. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Meski kabinet pemerintahan. Dari kawasan off-shore. Karenanya. Bukan teman kencan di diskotik.com/abclit. Sekretaris. Luar biasa. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Ia hanya iseng.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis.+ Hai. Hanya ingin berkomunikasi.ABC Amber LIT Converter http://www. 25 tahun. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Matanya jadi berkedip-kedip.processtext. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. Barangkali inilah sesuatu yang lain. ia tertantang.com/abclit. Lama ia terperangah. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Bukan juga anak. siapa pun mereka. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa.Bagai kapal kini. Antara realita dan alam maya. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Sungguh.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia juga bosan kriminal. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. Bagai burung. dibiarkan bebas berkeliaran.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Ia merasa tertantang. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Antara keisengan dan kesungguhan. Antara sadar dan bermimpi.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. ia butuh seseorang. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Entah siapa pun dia. saudara. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah.

processtext. ya?Ya. Ia membuka mail itu segera. Bisa jadi. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Sekarang. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. tapi buntu. Ia menatap kosong ke layar maya. Darahnya terkesiap. nama Je tidak membersitkan sentimen gender.. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Tapi di belahan hatinya yang lain.. janganjangan Je itu seorang laki-laki. sebuah mail muncul di deretan inbox. aku tahu.Siang benderang..com/abclit.html lampu pijar di kegelapan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ya.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Sungguh. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana..html . Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu.Hari-harinya jadi kosong seketika. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je.processtext. Ia berharap. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. ya. Namanya juga iseng.com/abclit.. kamu kemana aja?+ Capek aku. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. barangkali itulah jodohnya. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Hai. Apa maumu sekarang?Ya. ia hanya bisa memakimaki Je. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Sungguh. Je tak membalas emailnya. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Aku sudah mulai. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. Artinya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Sebulan berlalu. Aku keliru. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Tanpa direkayasa. ia jadi ragu. Dalam hatinya.. aku sudah bilang. Je bisa muncul barang sejenak. Apalagi. Tak ada lagi Je di situ. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Aku mengembara ke dalam benakmu. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. manja dan sedikit centil. berlesung pipit.. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu.. Tak ada lagi kata-kata baru.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Lebih lagi.. Saat terjaga beberapa saat kemudian. ia jadi kelelahan juga. ia jadi ragu juga. Sepekan menunggu. siapa pun. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain... ABC Amber LIT Converter http://www.OK. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan.. Dan seketika ia jadi benci Je. Tapi kamu?Ya.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. layar komputer itu telah kosong. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je.. aku mau ngobrol aja.. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Tanpa direncanakan. + Aku sudah perkenalkan diri.

Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. Begitu membenciku. Tapi bagai angin. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. gombal kamu. Kadang ia tertawa manis. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. Aku tiba-tiba ingin. Aku hanya ragu. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. gitu. Je tak berbohong.com/abclit. Aku tahu. Keduanya saling mendekat.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Begitu penasaran. pasti kamu cantik dan menggemaskan.Je.+ Ah. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Ia berdebar-debar. Ya. edan kamu. Bisa gombal. Ah. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya.Di layar maya itu.Di atas sosok Je itu.Sehari kemudian. aku rindu kamu. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. Semakin lama ia tatap wajah Je.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa.processtext. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Aku jadi rindu kamu. Kadang Je tertidur pulas.processtext. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar.. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. nggak. Kapan-kapan kukirim potretku. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Je selalu berubah ekspresi. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya.Kalau betul kamu perempuan. Aku merasakan getaranmu. Hebatnya lagi. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya.Ia terhenyak seketika. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. tentu sosok Je akan semakin jelas. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Sinting. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Je memang cantik. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya.html Aku bermain-main di pelupuk matamu. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. manis. berpelukan dan berciuman.ABC Amber LIT Converter http://www. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. ciuman dan menyalurkan birahinya. ya. keduanya saling bersentuhan..com/abclit. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. dia digombalkan seorang perempuan-ah. kamu begitu marah. berangkat kerja. bisa macam-macam. Kadang marah menyebalkan. Lelaki bila ada maunya.Setiap pagi.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Yang pertama.html . Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Ia ingin berpelukan.+ OK deh.+ Selamat pagi. tapi tak kunjung berhasil.Aku jadi penasaran.. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Sebagai lelaki. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Dan. gagal karena terserang virus yang hebat.. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www. Di layar maya itu.. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu.+ Lha. mandi dengan shower..

Antara mimpi dan nyata. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. ia cepatcepat mengetik di keyboard.html . bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja.. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. kali?Ah. jawab aku kapan pun kamu mau. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. sedikit pun tak menarik baginya.Je. Ia betul-betul miskin data. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www..html punggung keduanya. adegan itu terulang lagi. Ia segera kirim mail buat Je. Busyet.! Aku juga. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Tunggu dulu. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. Je. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. bisiknya lirih. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. kapan-kapan.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. Aku berharap. ia mematikan komputernya. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je.. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.processtext. Ah. jawaban yang diterimanya: undelivery. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu." Sesudahnya.com/abclit. Keduanya saling menikmati.Ia jadi nekad. Ia terkesima. nggak juga. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Tapi. Keduanya semakin birahi.Begitu tersadar.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia jadi penasaran. bukan tak terpikirkan. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Setiap ia mengirim mail buat Je.processtext. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. Ia meringis kesakitan. Ia terbius oleh Je.Je tak menjawab. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Lama layar komputer itu kosong. Ia merasa heran dan takjub. sayang. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu.com/abclit.

saat aden1 masih di situ. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Kemudian meneguk kopi manis. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus." jawab Bujang Sami masih sambil menekur.otomatis ikut tegang. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Bola matanya mencorong tajam. Urat-urat lehernya menegang. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. "Alaa. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. ***"BAGAIMANA. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Wajahnya memerah menahan kemarahan." "Buuuk. "Uda tidak usah ikut ribut. Kami hanya segan beradu pendapat.. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga.ABC Amber LIT Converter http://www. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya.html Sumber: Kompas. Kapan perlu. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. bukan begitu. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Mak." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Pik. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. sungai kecil itu adalah batasnya.html . pendek betul pikiran wa'ang4. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas.processtext. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang." Bujang Sami menarik nafas pendek.com/abclit. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. Harta dapat dicari. Upik menarik napas panjang." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah.. "Dia manakiak5.. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk..processtext. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. Mak. Dalam pembagian ulayat.com/abclit. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya.

Dan.. "Baiknya bagaimana. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. "Sebaliknya. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung.com/abclit." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang.processtext. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. musuh jangan dicari." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Di sanalah kusut akan diselesaikan. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Di situlah keruh akan dijernihkan." suara paraunya mengandung wibawa. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. pada hari yang telah ditentukan.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Bertemu pantang dielakkan." Pidin langsung pada pokok persoalan. Dan. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www. "Untuk apa lagi. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. "Katanya. "Tenang dulu. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. Datuk?" sela Mak Kimin. Kemudian dimintanya Pidin. "Begini Tungganai. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. Menjelang jam sembilan malam. "Hati-hati." dialihkan topik pembicaraan. "Belum tentu." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. Tapi. Bujang Sami berdehem. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. ***SEBELUM benar-benar senja." jawab Pidin. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis.com/abclit.. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. setelah sedikit basa-basi. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. tak ada salahnya bersiap-siap. Sebelum berangkat. "Itu sudah kami jelaskan.html . Da.. mereka membantah. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. "Apaah rombongan Uda. Datuk?" sergah Mak Kimin.processtext. Suasana mendadak hening. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. Upik Sida menekur. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Tapi." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. Datuk..

Mengingat perangai kawannya itu..ABC Amber LIT Converter http://www.." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. "Kami belum bisa memastikan. Tapi.. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. mengingat Pidin belum juga datang." pinta Patih Sati. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. Bahkan. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. walau berumur lebih muda. Cuma.. "Jika itu persoalannya.. kami minta maaf.." Patih Sati berdehem keras. Mak Kimin lebih gelisah. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai.html . Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan.com/abclit. Namun. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Lobai. kami berharap. Bergegas pulang." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. karena teringat silsilah Kaum Patopang.html telah disepakati. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. dia adalah kemenakan Pidin. berarti keterangan Pidin berat sebelah..processtext. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. waktu itu dia sengaja mengikuti. Padahal.com/abclit. "Piiidin?" gagap Bujang Sami." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Kiri dan.processtext. Juga Lencun. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www. lebih keras. Patih Sati gelisah." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. "Lanjutkanlah.. pekan lalu. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. terdengar bernada miring. Kedua rombongan tentu saling menunggu. Bujang Sami lebih gelisah. Makanya. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga.

Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. Tetapi. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini.com/abclit. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Bisa kubayangkan. Rasanya. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. yang buat kompos pun tak berguna. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel.Sudahlah. aku dan anakku. senangnya mengamat-amati KTP ini. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. masih terus berbagi degup jantung. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan.com/abclit. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. Umurku tujuh-puluh dua. dan dibalut plastik mengkilap itu. Terlahir sebagai Yahudi.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. katamu melerai perasaanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Ah. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. keterangan diri yang mungil. Cukup. seorang istri.html . Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. Dan itu adalah juga aku. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan.processtext. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. yang selalu ingin menyusu di dadaku. Membersitkan kebanggaan. menjaga nyawa. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Membanding-banding. Ya. anakku yang terkecil. ketika aku pulang dari kantor kelurahan.processtext. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. Kalau kuingat-ingat. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Tapi. terutama di penjara wanita Pelatungan. mengambil kartu tanda pendudukku.Aku mengenakan pakaian terbaik. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Kemarin. Lupakahlah. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Sedangkan kami. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Hanya karena aku seorang istri. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. maka dia telah kujalani dengan sempurna. lebih dua puluh tahun yang lampau. Permukaannya yang mengkilap.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank.

Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Cuma meminjamkan peniti. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Mesin kejayaan manusia yang baru. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Tapi. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku.processtext. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. mematikan.. dan sudah dilepas ke laut yang dalam.com/abclit. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. mereka tidak percaya. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Bukan mesin tik tua. Hanya karena aku seorang istri. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya.processtext. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Dan istrinya. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www.html . namaku ditulis dengan ejaan yang benar. Masih kuingat.. Hak bergerak bebas. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. sehingga dia harus dilenyapkan. Tetapi. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. harus menderita.ABC Amber LIT Converter http://www.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Terkadang. Juga anak-anakku. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Padahal aku hanyalah seorang istri. Lihatlah.com/abclit. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Memang. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Masih kuingat. Sesungguhnya. eks tahanan politik. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Tetapi. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Aku hanya tidak tertarik.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Duduk sambil merenda. Dan buatku. anak-anaknya yang masih merah.

. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis."Sedang apa. Meskipun tidak dia ucapkan. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan.html . Tanganku tak lepas dari KTP. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. dan terang sebiru laut. Mulutnya agak ternganga.com/abclit. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Siksa itu harus diakhiri." tanya Tatiana. diri kami..Aku cuma diam. Bisa. memegangi dengkulku. begitu membebaskan.processtext. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku... sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Membisu seribu laut.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak hanya kaget. Aku tahu. Tak berkata barang sepenggal. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja." Tatiana seperti meratap.Perilakunya itu membuat jariku tergerai.. tersingkir."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. Gong sudah ditalu. walaupun ada. Tapi. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja.html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman.processtext.Aku terpaku. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. Mas Awang bisa membuka bengkel. ABC Amber LIT Converter http://www. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Dengan berbuat begitu. bisa. hidup kami. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. jauh di dalam hatinya. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Dia anakku yang paling bungsu."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. sangat terluka. Bu?. Wajahnya yang licin bersih. begitu murni. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah.com/abclit. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan. membelenggu. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Begitulah caranya membujuk hatiku. Aku tahu hatinya luka.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. dia cuma diam. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu.. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. yang ditebarkan KTP itu.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih... Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung.. Sesuatu yang percuma. tetapi juga malu. Dia tetap berlutut. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Kini. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. Aku sambut tangannya."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia.. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku.

Di antara isak tangisnya. berusia 78 tahun. tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah).html .ABC Amber LIT Converter http://www. di dalam hati dia meratapi kebodohanku.com/abclit. "Papa. "Kita bangga ya Pa. sup buntut. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.processtext." Bungsu menimpali. pukul satu malam. Sementara aku sendiri. anak-anakku. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Eyang itu baik ya Pa. Sejak saat itu. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon.com/abclit. Malang. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. aku tahu. Aku tak bisa menunggu. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua. Kepercayaanku timpas sudah. cuma akulah yang sarjana. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. saat pemakaman eyang. Tapi. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Dari keenam saudaraku. Di sisi lain. aku tak menyesal. Sesungguhnya.html Aku tahu. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. lebaran nanti tidak ada Eyang.processtext. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil.. Tetapi..Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Pasti tidak enak ya Pa.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Takkan. Kalau tidak. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja.

"San. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. hubungan kekerabatan mereka dekat).processtext.com/abclit. Aku tahu betul perasaan Ibu." Kami masih mencari-cari restoran. Aku tahu. Pa. atas meninggalnya Eyang. Di sisi lain. capai. pinter. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. pohon kelapa. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. Ada orang yang menjual minuman di sana.html . LANTAS. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku.ABC Amber LIT Converter http://www." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. aku mengajak mereka makan. tetap seperti bayangan anak-anak. menikah dengan Tomo. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. wajah seorang yang kacau. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia.html turunan putri raja. aku tahu. (Mbaknya Ninil. "Saya lapar. pada awal pernikahan sampai sekarang. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Kabar terakhir dari Ninil. Sedang aku sendiri. Tetapi. aku takut Ninil akan tertawa. jadi pasti cantik ya Pa. aku ingin membeli teko di Malang. Di rumah kami sendiri. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. mereka sama-sama dokter. Kita kan wong ndeso. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. Tante Yus yang di Australia. "Le. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Ini sedikit melegakan. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. Namun. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Peristiwa ini begitu mendadak. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya). Eyang sudah mulai membaik.processtext. Lama-lama. Kalau panen tebu kita baik. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. Namun. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Perjalanan kami masih separuh lagi. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu." Lantas Bungsuku bilang. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Dan Mama kan sudah bilang tadi. piyama. Ya. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan)." Ya. pada awal pernikahan. Oleh karena itu. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Jadi. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Sulungku berkata. ada gunung. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. Dan sekalipun bukan dijodohkan. Orangnya cantik. Oleh karena itu.com/abclit. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Namun. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Aku takut anakanakku jatuh sakit. Semua sudah datang. dan turunannya priayi.

aku sayang kamu. Eyang bilang. Kalau dengan pesawat. om-omku.com/abclit. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. waktu lebaran yang lewat." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku." Ninil tertawa mendengarkan itu. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. Tentu saja Mama memilih Papa.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. rupa kita mirip tante-tante.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia tidak butuh itu. Kita suka mencium Eyang. ya Mas. ada restoran yang buka di sana. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. Jadinya. karena wajah saya seperti putri-putri." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Sulungku berkata. kan mantan pacar. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Mama kan sama Papa pacaran." Jawaban itu memuaskan putriku. jangan peduli dengan sikap tante-tante. rasanya kok tidak sampai-sampai. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. air mineral. "Santoso. "Pa. ketika kedua putriku tersenyum. Ninil berbisik padaku. kedua orangtuaku meninggal. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. "Ya Pa. Dan Bungsu mengusulkan. "Papa memang sayang. Ya. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Papa sayang sama Eyang. Tentu saja. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. "Kalau ada roti. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Aku juga tahu. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah." Putri sulungku memotong. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www. dengan semangat cinta.processtext. Tetapi. kita memang kehilangan orang yang kita cintai.processtext. "Maksudnya begini lho Pa. Saya takut kalau service restoran itu lambat. kita bisa makan di mobil kan. bilang kepadaku berulang-ulang. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. Kamu tahu sendiri kan. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil." "Ya tentu. Papa lagi emosional." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. jatuh cinta ya Pa. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. dia juga mencintaimu." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. Papa kan juga sayang sama Eyang. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Sekarang sudah meninggal. Lantas. Tetapi waktu itu. "Maaf ya.com/abclit. Saya masih ingat. Eyang senang sekali. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. kita beli sajalah Pa. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. mereka kelihatan tidur kembali. Aku tidak tahu." Aku ketakutan. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai." Sesungguhnya. ibuku tidak pernah berulang tahun. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang. baru besok kita bisa berangkat." Aku merasa lega.html . kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. "Pa. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir." "Kita coba saja. "Ya Mas. kan? Eyang selalu wangi. Nduk. Itu kan untung ya Pa. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. Setelah makan roti. "Dik Santoso. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. aku cuma bisa bilang.

Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Matahari sudah lama tenggelam. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain.com/abclit. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. dan dua puluh tiga detik. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. Juga jam lima petang. kita seharusnya saling memaafkan. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya.html seperti orangtuanya sendiri. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Baru jam lima petang. cinta-Nya kepada kita. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. aku berpikir. nol menit.processtext. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. "Le. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Namun. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau.html . Selama ini kalau aku bisa jujur." Lalu manakah yang lebih benar. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Yang ada cuma satu. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Hatinya dirundung kecemasan. kita tidak perlu lagi saling membenci. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah." Setelah upacara penguburan selesai. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. aku merasa dia berbicara seperti ini. langit begitu hitam. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Terdengar suara operator dari seberang.processtext. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang." Malang. Ia memijit nomor satu nol tiga. kupeluk istri dan anak-anakku.com/abclit.

Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Bercinta dengan rasa. dan dirinya berubah menjadi abu. Menyusui. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Mengiris wortel. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat.processtext. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. kakek. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. yaitu jam lima petang. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Ngeceng di Plaza Senayan. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. mulut. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. waktu adalah pelengkap. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. Membeli hadiah Natal. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. jam lima lewat tiga. tangan. Kala itu. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Rekreasi. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. mata. Memarahi pembantu. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. leher. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. sebuah sarana. nenek dan leluhur. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Membaca stensilan. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. jawaban dari mereka adalah sama. ketiak. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. kaki. dan jam lima lewat tujuh. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang.html . Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Bercinta malam hari. punggung. Bercinta berdasarkan sistem kalender. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam.processtext. berarti ia akan kehilangan waktu. Karena waktu yang berjalan. Berdoa di dalam kegelapan. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. vagina. Mengantar anak ke sekolah. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. dada. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Melamun. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Memandikan bayi. Pergi ke dokter. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran.com/abclit. hampir abadi. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. payudara. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Membuka album foto yang berdebu. Menatap matahari terbenam. mobil sedannya berubah jadi labu. Menghapus air mata yang menitik. jam lima petang. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. hidung. ulang tahun dan hari kasih sayang. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. raga. Menelepon teman-teman. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. hati. pipi. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan. jantung.

52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Suara kokok ayam jantan. cakrawala harapan. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Kelopak bunga mulai merekah. Bungy jumping.com/abclit. Suara alarm itu. Suara alarm itu. Lidahnya kelu. Baca komik Petualangan Tintin. Kemilau sinar matahari menerobos jendela.ABC Amber LIT Converter http://www. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah.html berdebar. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. sepuluh. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Kaki anjing pincang sebelah. Minum sirup markisa. Bertinju dengan Moehammad Ali. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. seratus ribu. Imajinasinya buntu. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. berdetak keras memekakkan telinganya. ia hanya tidak sadar. Suara alarm itu. Mengalahkan Michael Jordan. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. sepuluh ribu. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Membuat raganya beku. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu.processtext. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www. Hatinya membatu. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. seratus.html . Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Satu. masa kini dan masa depan. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Diculik UFO. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. Menelan biji durian. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. lonceng tanda masuk sekolah. Suara alarm itu. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Kicau burung. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. semar atau gajah. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. samudera getar. semua orang tidak mau ketinggalan. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Arung jeram. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Tapi mimpi juga terbatas waktu. merasa terancam atau bersyukur. Merebut suami Victoria Beckham. Nonton Cirque du Soleil. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter.com/abclit. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. seribu.processtext. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Awan berbentuk mutiara. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Makan rambutan.

com/abclit. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Dan masih saja ada yang kurang.. Nayla ingin menunda kematian. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. Terlalu banyak pemborosan.. Waktu. Vagina yang tidak lagi lentur. mobil sedannya berubah jadi labu.. Semangatnya bergetar. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan.. Kurang perhatian. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam... dan dirinya berubah jadi abu.. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Seragam sekolah yang luntur... Memberi makan ikan. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.com/abclit. Waktu.. Buah dada yang mulai mengendur.. ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Waktu.*** ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan.ABC Amber LIT Converter http://www. babi. kucing.processtext. sarapan dan seragam. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. penguin. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Padi menguning di sawah. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban... Kurang peka. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan.html . Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Sejak saat itu.. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar.. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Tidak nongkrong bersama teman-teman.. Tidak pergi ke klab malam. Ketika.. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Tidak belanja perhiasan.html lebur dengan tanah. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang.. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu.. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman... untuk memperpanjang perjalanan. Waktu. ***NAYLA ingin menunda waktu.. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Tapi Nayla selalu terlambat. Kurang waktu.... Ia ingin memelihara anjing. Masih ada saja yang tidak sempurna. Sarang laba-laba di atas plafon. Kurang becus mengatur keuangan. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang.... Membayar iuran telepon dan listrik bulanan.. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Burung bercinta di atas rumah. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar.

buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan.com/abclit."Kau coba dulu jeruk sini. Bang. karena lurus saja sepanjang lima km. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Sebelah kiri jalan. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. Mobil bergerak pula. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. Ayo kita terus. dan rasakan manisnya. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang.processtext. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran." Din melekatkan kaca mata hitam. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.processtext. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda.html . Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu.com/abclit." x"Wah.ABC Amber LIT Converter http://www.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua.

ABC Amber LIT Converter http://www. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. Mereka membalik. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Aku sering datang ke rumahnya. Ia berteriak. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. menunjuk."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Suaminya penjahit.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. buku notes. Dia pintar pidato. Sidempuan. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. ia akan bilang. dan Medan.Din mengajak ikut pulang ke desa. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. senter. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. Jika ia merasa diperhatikan. Sekali aku pulang kehujanan.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya.com/abclit. Itulah jalan menuju desaku.html menawar. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Kaca mata hitamnya dilekatkan.html . dan mulutnya yang melengkung indah. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk.processtext. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk."Ini Bang Tamrin. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. dan potlot pendek. Si suami bertopi pandan."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Aku respek padanya.com/abclit. buntilnya juga berisi sepatu lars. bingkai pintu serta jendela dicat merah.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. "Di sana ada jalan ke dalam."Berapa hari di sini?" tanya si istri. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Persis seperti buntil Gyugun. Bapaknya seniman. Jika ia menumbuk padi dan menampi. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur.processtext. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. dengan yang sekarang juga dua."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Bukit Tinggi. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah."Besok kembali. persis seperti buntil laskar Gyugun.

Ia sudah pensiun sebagai guru SD.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Sebelum para. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Din bilang kami akan balik besok pagi. Kain sarung disampirkan di bahu. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Tampak kasar jemari ayah.Aku kembali ke depan. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit." kata mereka. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Aku memeluknya rapat-rapat. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. dan salak. kami turun. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah.processtext. nangka.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua.html . Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Kejai adalah sejenis beringin. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Labai. yaitu perca. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur. dan menyalami orang-orang.com/abclit. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Kata Ibu. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Ayah pulang dari sawah. "Sedang di sini rupanya beliau. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. sebagian besar sudah aku baca. dan ketika melihat Din mereka melambai. sayang ia tidak kemana-mana. Sesewaktu mobil ditepikan. Ayah sedang bekerja di sawah. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah punya banyak buku dan majalah. masih yang dulu. dan uban memutih di sana-sini. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Pohon sirsak. Kami makan berempat di meja dapur.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Terdengar suara dendang kawanan siamang.ABC Amber LIT Converter http://www. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan.com/abclit. Ketika jadi juga merdeka.processtext. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Ketika baru diajak makan. tampaknya seperti dapat firasat. Mak Panto adalah adik Ibu.

dan buahnya bergelantungan. ABC Amber LIT Converter http://www. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Tapi kelapa sawit.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. Kasihan kebun para itu. kubilang tak usah." kata Din. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Di hilir tadi.html . bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Buru-buru tikar dibentangkan. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Kebun para itu tampak sudah pada tua. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. dan Mamak diberi baju bersih.ABC Amber LIT Converter http://www. ia tertegun menatapku. istri. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. Uci. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Ia tidak berbaju. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Setelah menyalam Din dan Ayah. Meski umurnya enam tahun lebih tua. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. berkulit kuning seperti Ibu. matanya berkaca-kaca. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. duku. Kami pun menyalami dia."Ini Tam datang. Tapi mereka tidak punya biaya. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Apalagi di musim kupon karet dibuka. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. atau ringkanang ke hutan. Lalu kami pamit. Rumahnya bertiang tinggi. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka.processtext. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. apalagi jadi kaya. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Badannya besar dan tinggi.com/abclit. Beda sekali dengan kebun para." katanya. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda.com/abclit. dan mencari buah manggis. Kurangkul dia. dan atapnya seng.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Mak! Ayah kami juga ikut. karena sedang sekolah. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. Jaga durian waktu malam. main domino di lepau.processtext. istri mamak. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. lantai dan dinding dari papan.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi.

000.com/abclit. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus.html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga. Kami pun makan durian. dan bicara riang.processtext.*** Jl Kembang Setaman. badannya kutarik lalu kupeluk."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Aku menyalami." kata Din. janganlah ikutikutan terburu dengan Din. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Ayah diam saja.com/abclit. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. kuning."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. lalu melekatkan kaca mata hitam. "Rumah besar di hilir dijual. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. dan lezat.html . Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat.processtext. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa.ABC Amber LIT Converter http://www. ia juga terkejut dan agak tersipu. Ia menepuki punggungku. dan mendesah lebar di lembah. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Istrinya datang dan menyalami pula. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Semua anaknya tinggal di hilir. Aku terkejut. sisiran klemis. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini.

kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan.com/abclit. di malam hari kamar-kamar dimatikan. memang banyak yang bisa membangun-bangun. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. itu adalah kemauan anaknya. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. SETELAH dua tahunan. Tetapi. dan menuntut' itu bahasa politik. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. mereka juga hemat waktu. Meskipun. Walhasil. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu.html Sumber: Kompas.com/abclit. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. saya tidak tinggal di Perumnas. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal.processtext. atau "kami tinggal di kandang ayam". dan atap asbes gelombang. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Tetapi tidak ada protes. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Seperti diketahui. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing. sangat kaya. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Kami sangat senang mendapat rumah. tidak ada teguran. Bikin kulit gatalgatal. dinding bata dan semen sungguhan. "Alhamdulillah. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan." Begitulah. Kata anaknya. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. dan rasanan. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Rumah dan tanah berukuran 36/80. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. usuk kayu Kalimantan. lama-lama keluhan datang juga. 'protes. tidak suka membuang-buang. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan." Bagi para tetangga rumah bertingkat. tinggal satu lampu 10 Watt. "Bulunya itu. Tertutuplah. Artinya. Bagi orang gedongan katakan. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. omong kesana-kemari. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Lebih dari itu. Namun. Rumahnya ditingkat. demonstrasi. menurut pembantu. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. lho. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. istri tidak arisan. termasuk kami. lantai keramik. begitulah gaya hidup orang Belanda. dan pagar merah dari batu laut. "kami tinggal di peternakan manusia". "kami tinggal di kaleng sarden". relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. "Alhamdulillah.ABC Amber LIT Converter http://www. kata anaknya menurut pembantu. bukan bahasa pergaulan. rumah kami sederhana saja. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Daripada menyewa berpindah-pindah.html . genteng tanah nomor satu dari Gombong. "Kita harus hidup rukun." kata istri dalam arisan ibu-ibu. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen.processtext. Suami tidak rapat RT. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Orang hidup itu harus tenggang rasa. "Alhamdulillah. Tetangga sekitar. rasaABC Amber LIT Converter http://www. Kata mereka." Bagi penghuni Perumnas yang lain. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. rumah bertingkat itu membuat masalah. "Alhamdulillah. saya tidak tinggal di situ. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing." Bagi orang yang masih menyewa. melik-melik di kamar utama. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing.

sepulang haji. seperti 'pelihara anjing boleh. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Untuk apa tinggal di Perumnas. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Kami saling berpelukan.html . Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. mereka tidak kembali ke Perumnas.. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www. Ditinggal haji. rumah itu gelap. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya.com/abclit. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. Namun. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu." "Jangan begitu. "Itulah. Diturunkan. Diulang.html rumangsa." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. tapi mbok yaa ingat tetangga'. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. "Ya. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing." "Semoga dapat hidayah." Lalu dilakukan tes suntik. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga." CERITA ini yang lebih penting. Rapat RT memutuskan." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song.00.00. bulu kuduk mereka berdiri. Ha? Benar! Menurut mereka." "Amin." kata suami mewakili keluarga. Belum sempat Ketua RT bertindak. Mereka mau naik haji. semoga." "Ada anjing?" "Tidak. nol-nol. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Semuanya lewat pembantu. Tidak juga laku. dan bulunya suka beterbangan. tanggap sasmita. Atau yang lebih thok-leh. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. "Maafkan kesalahan kami. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt.processtext. Diulang. ya'." balas Ketua RT. Maka. Namun. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. dan lari tunggang-langgang. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya. itulah. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. keluar juga jujurnya. Siapa tahu mereka lebih diridhai. seperti waktu di rumah. tentu.. Sindiran yang agak tegas.processtext. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia.ABC Amber LIT Converter http://www." katanya. Setelah sampai rumah. Dokter menanyakan. Logikanya begini. ada perkembangan baru. Mula-mula mereka heran. Singkatnya. ya Bapak-Ibu." kami berdoa. Harganya diturunkan. karena praktis melibatkan seluruh RT. 'Ini. "Semoga jadi haji mabrur. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. saya bilang pada istri.com/abclit. Maka kami senang. "Amin. Tuhan! Baca sendiri'." jelas suami. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23.00 sebab mereka ketakutan. Kami tahu banyak salah. Ujungnya. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. Mesti orang berpikir.. Amin. "Ya. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. di luar prinsipnya. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. Disuruh dia mengingat-ingat.

html . Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Setelah dihitung. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. dasar orang Jawa.processtext. Nama diserahkan pada RT. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Rapat RT lagi. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Bunga Setaman itu makanan jin. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Nama jalan itu terserah." Pasar Kembang adalah nama tempat. sama-sama segannya untuk berkata tidak." Maka RT mengadakan rapat. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh.com/abclit.com/abclit. Lain dengan kami. Anak kami menitipkan anaknya. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Orang pintar itu datang. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. asal jangan menyarankan makanan jin.processtext. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. warna-warni bunga sejenis (artikel. Alasannya. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Wedang ronde yang panas itu dilahap. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. tanpa debat berkepanjangan. Al-Falaq. Meskipun demikian. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. Dan. menggaya). Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. tapi menggantung di udara. Tetapi tidak ada perubahan. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. meninggalkan gerobak dagangan. digantung di temboknya. setan ora doyan. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar.html waktu yang belum ditentukan. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. "Lho. Jadi. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam." Setelah ck-ck dia membuat saran. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. Tetapi. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. karangan. kumpulan cerita). Mereka memborong ronde. RT langsung mengadakan rapat darurat. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. dan An-Naas. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Itu dianggap yang terbaik. "Mereka sudah satu suku. tukang ronde lapor Ketua RT. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. Jin itu bertambah nekat. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. yang tidak menyakitkan hati orang. sejenis lulur. Penjual curiga. ada adik-adik dari kedua belah pihak. mengganti nama jalan. Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. Maka datanglah orang pintar itu. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. Tentu saja. kok keluarga besar. misalnya. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Tukang ronde yang malang itu kontan lari.

dan anak-anak menghilang. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta. Tiga. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. sama sekali tidak ada bunga. Terpilih nama Kembang Desa. Setelah melihat papan nama katanya. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. "Inilah hasil maksimalnya. Jalan buntu. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Kami turunkan papan nama. yang iseng. kita ganti dengan yang baru. dan bijaksana. Mmm." kata advokat itu. bayi menangis. Api akan membakar mereka. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. "Kita buang saja kata kembang. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Itu jin voiyeur. ada jalan.html orang pintar. tidak ada sate te-satte. Maka. kembang yang tidak berarti bunga. Kami menemukannya juga.processtext. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. gadis." "Lalu enaknya apa. suara anak-anak bermain.com/abclit. Tapi kami keliru. tidak ada bakmi duk-duk sreng. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Lho! Iya saja. Mereka akan ketakutan dan lari. suara air terjun. Dua. Jin yang thukmis (suka wanita). kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. pandai ilmu dalam. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Tidak ada ronde teng-teng. Satu. Harapan kami sama seperti dulu. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Jangan Kembang Desa. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. mereka kehausan! Tetapi tidak. pintar ilmu hukum. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Ia pulang bersama orang pintar itu. ya. "Kembang desa?" Primadona desa. bagaimana kalau dikromokan. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong. Ia duduk berdzikir di teras rumah." "Jangan. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Tidak ada jalan lain. nyanyi dangdut. Keesokan sorenya kami gotong-royong. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Menurut mereka yang sensitif. mereka merasa kembali ke asal. ini biangnya. Benar jin tua.html . Jin terbuat dari api. Prosedur yang dulu dipakai lagi. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun.processtext. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. mereka tidak boleh mengganggu orang. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. dan yang duda akan datang. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu." "Nah. Mereka akan kecelik. Tetapi. Malu-lah RT kami. Kami berpikir keras. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. "Lha. suara klenengan." "Pakai kembang.com/abclit. Tertutup sudah. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu.

Setidaknya. tanpa bahasa puji-sanjung. Merantau. Tiga orang kakak Hindun. berubah menjadi sarang lebah. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. perempuan yang jatuh dari pohon. laki semua. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu. sakitnya tak akan diobati. Tak apa. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. di atas rumah pondok yang sederhana. bila sakit. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. penuh dengung. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. masyaallah!). dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya.com/abclit. menunggu. Pohon apa yang ia panjat. itupun jarang bermalam. sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu. menetes-netes dari bahasa kutukan.processtext. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. mereka biarkan lapuk telantar.html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. tak sedikit pun madu menetes dari situ.html . Konon. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita. Seperti Hindun dan ibunya. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. aku tercengang dan merinding. lebam-membiru bagai tersengat. Yang ada hanya kepahitan. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Ya. dengan tinggal di ladang.ABC Amber LIT Converter http://www. dan entah sejak kapan tepatnya. sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah. matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. ah. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan.Duh. anak lelaki. Meski sesungguhnya pula. pekerja tambang. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja. tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. bila mati.com/abclit. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. sekaligus merawat ladang kenangan. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa.processtext. mungkin pula tidak menunggu.

bila kami bertemu di pasar. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Maklum. Asal ada beras. itu pesan yang tak boleh diremehkan. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar.processtext. Memang akan ada saja alasannya. Anehnya. ia lumayan cerdik. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian..html . Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang. membuka mulutnya agak lebar. kera. Bukan di pondok ladang. tapi juga entah mengapa.html membeli. di dalam kampung. "Biarlah kami tinggal di ladang." maka ia pun tertawa sesukanya. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. meski sedikit. bahkan bisa gila. harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah." bisikku usil. Maklum mata bujangan. Begitu banyak ramburambu tanda larangan. beruang. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. entah mengapa. meski tak dituliskan. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. nangka. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup. tak boleh duduk di depan pintu. Kutahu. dari sekian banyak larangan. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. jauh dari rezeki. sekalian menjaga makam ayahku. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik... Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan. Konon.com/abclit.. seperti tak bakal dapat laki. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur.ABC Amber LIT Converter http://www. Ibunya tak bisa mencegah. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. begitulah. hidungnya yang bangir. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Tak jarang ia cekikik. ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. yang datang malah bisa macam-macam. dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Tapi bila musimnya. Apalagi.. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Misal. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. tapi usiamu. rambutnya berombak-panjang. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya. Tak terpikirkan.. Anehnya.. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman. Di samping tentu. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. urusan makan beres. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh. "Niatmu sih baik. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin. ia memang sangat mencintai ayahnya." kata-nya jujur.processtext. merawat tanaman yang masih tersisa. Perempuan jangan ketawa cekikik. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang. bentukan alam pebukitan yang bergelombang. celeng. Dikeping dan diikat. Hindun. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. senyum dikulum pasti lebih manis.com/abclit. ketika hidup.

Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. bila perempuan larut berdandan. Yang jelas. Tentu. tidak hanya buat perempuan. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. begitu adat kami mengajari. kami yang laki-laki masih lebih beruntung.com/abclit.. Anak-anak pun tak ketinggalan. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga.. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. Juga saat musim buah tiba. Atau. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu. Sedari kecil. Bukan. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi. menerka-nerka yang tampak. jawab yang lain menghibur. yakni petang Kamis malam Jumat. bukan itu alasannya. tak seda dipandang. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa. Jangan berjalan di hari Selasa. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Yang jelas. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut. Inilah hari baik penuh berkat. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. rimbun dan rindang. bahkan danau pun tidak.. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Tampaknya. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. kupu-kupu pertanda tamu. sampai-sampai harus ke halaman. mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. ada kapalnya enggak. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www..processtext. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. membuat kami begitu berhati-hati. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah.com/abclit. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. Tapi. soal etiket. Benarkah? Entah. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja. mereka memilih hari selain Selasa. bagaimanapun juga. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. sebab Selasa hari api.ABC Amber LIT Converter http://www.. Namun. Kami akan berteriak dari ketinggian. petak umpet atau lompat tali. dengarlah. apalagi kalau rambutnya basah. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon. semisal dalam urusan berpergian. meski tak harus melanggar.. Artinya. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan.html . Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. pantangan itu masih lumayan adil. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. Begitu. Namun. Begitulah.processtext.

html pengumpul buah yang kami petik. tapi tak bergetah saat ditakik. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. di antara batu-batu di tepian. Matanya awas mengamati setiap cabang.. Bila memandang dari jauh. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama.. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Dikatakan begitu.processtext. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih. Setiap kali masuk hutan mencari kayu. Andai saja ia ditebang. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan. para pencari damar yang tersesat di hutan. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Pokok pohon itu teramat kukuh.html . dedaunan. Bahkan dengan pandangan. Maka. dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan. di semak-semak tepi jalan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. O. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. tampak seakan terlindung pohon itu. tentu tak bakal ada yang berani menebang. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua. dilobangi tupai atau kera. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. Saat-saat memuntir sisa buah. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. ya.com/abclit. tergores akar atau jelatang.processtext. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Begitulah. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). mata Hindun masih saja penuh keinginan. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun). mencari buah yang masih menggantung. dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. para perantau yang lama tak pulang. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai.com/abclit. Hindun. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. sigap tangannya mencari dahan berpegang. hanya batangnya yang serupa. Hati-hati kakinya berpijak. Dikatakan pohon Barangan. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. tapi tak berbuah. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. hanya daunnya yang mirip. Dikatakan pohon damar. bahkan untuk sebuah larangan. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca. menggelinding di lereng bukit. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. lereng bukit itu bakal kosong. Tentu. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. atau pengembala ternak yang kemalaman. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Dan pasti tak tercegah siapa pun. begitulah. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. tersangkut di akar.

Hanya aku. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah.processtext. Dan ia. gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Hak tetua suku. bernanah. mati. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sebentar saja. Seakan tak berujung. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub.. Di surau kecil itu. Lengkap sudah. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. ayah dan saudara laki-lakinya. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun. Kubayangkan. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau. Aku yang dulu hanya penerima kabar. Milik tetua. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Bahkan mungkin lebih.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan si puak. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Juga aku. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar). kampung memang teramat gempar. Aku bergegas turun dari bukit. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar. ia ceritakan segala padaku. dan aku pun tak berkata soal itu. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. Tanpa sepengetahuan ibunya. ia datangi pohon itu.html .. Tapi selalu terbentur soal hak.com/abclit. Dan seperti kubayangkan. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan.. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Tentang kesehariannya hidup di ladang. sekaligus melunaskan dendam! Ya. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. dan tak seorang pun berani menjenguk. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. seorang perempuan. tapi menyaksikan. Tentang dendam. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit.html menebang. Perempuan-perempuan. Pohon keramat.com/abclit. lembah. tentang lautan. cengkeh mati bujang. Rumahlebah Yogyakarta. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan. Hindun tak peduli.. Hari Selasa. nekad. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang.processtext. Baunya busuk. Dan terjatuh. mendekat saja tak ada yang berani. sambil menunggu putusnya harapan. membawa kabar itu ke tengah kampung. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. Hindun. Bokongnya remuk. perempuan yang jatuh dari pohon itu. Semuanya. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. Kecuali mungkin.

ikut menggulung layar pada saat badai. adalah pelarian dari Armada Bugis. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya." Nurhayati mengangguk cepat. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. waktu remaja dulu. kali ini. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. Kau sering terlambat. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain.com/abclit." Yah. melihat nenek-moyangnya. dia selalu mengimpikan.processtext. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). Beratap genting Palembang berwarna gading. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. teman sekuliah dulu. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. Hasil diskusi. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. melantunkan syair-syair. bertempat di masjid. akan datang seorang laki-laki. tidak yakin. Hamdani. yang kepala dusun di sini: apakah betul. Kita kan pengurus. Sementara itu. karena mereka membelot dari Belanda. Khotijah. ketika lautan tanpa badai. yang datang pada tahun 1653-1655. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. akhir-akhir ini. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. waktunya selepas sembahyang isya.Nurhayati. ABC Amber LIT Converter http://www. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). kamu sekolahnya paling tinggi. Namun. Nurhayati berpikir.processtext. bagaimana. tampak dari jauh. Jangan lupa kau datang lebiha awal. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. terletak di Lolohan Timur. tertawa-tawa. Dia tahu. itu tidak menambah apa pun. yang bisa keliling dunia. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. Sepertinya. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. lebih sering bermimpi. nasehat ini sering diucapkan. Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. di mana udara panas menggulung. Padahal. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu.com/abclit. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). Itu memang mimpi remaja. untuk mendinginkan tubuh.ABC Amber LIT Converter http://www. dari tengah lautan. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. sebagai sebuah proses "menjadi". karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. atau hanya untuk membunuh waktunya.html . "Rapat untuk organisasi sosial kita. Sesungguhnya. Sebetulnya. Konon. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. Pikirannya terpotong. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu.

Dia melihat ke panggung rumahnya. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. mungkin Mbak Mila setuju." Nurhayati cuma diam saja. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil.com/abclit. beberapa turis domestik. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. Mereka berpikir. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. teman terakhirnya yang masih bujangan. Tapi suatu ketika. Sementara itu. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. yaitu menjadi ibu. Di situ." "Nur. Padahal. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. "Kau bukan dari jurusan keguruan. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. Sambil menyusuri tepi laut ini. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Buat mereka. akan menikah dalam bulan ini. Benar juga kata teman-teman. Ada apa sih? Sebagai perempuan.html Nurhayati. bisa jadi bapaknya tidak setuju. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. kau tahu kan." "Aku bisa menggantikannya. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu.processtext. Beserta beberapa anak muda." Khotijah melihatnya. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. honor guru TK di sana sangat kecil. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. Kadang.com/abclit. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. Aneh. melainkan ibadah setiap manusia. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Khotijah bercerita. ***PAGI ini. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. kemarin malam.processtext. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. Nur. Di sisi lain. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia.html . Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. kami menemukan sesuatu. Kemarin. Namun. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. mengajaknya ngobrol. Apalagi. camat dan bupati. dia tidak tahu lagi. Khotijah. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Karena. Namun. aku mau sederhana saja. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. Tidak seperti engkau. seharusnya engkau jadi penyair. bapaknya tidak pernah ingin menjual). Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www. semakin kena abrasi dari lautan. cobalah. Dan setelah beberapa kali bertemu." Nurhayati diam saja. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. aku mendengar kabar. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini).ABC Amber LIT Converter http://www. Dia mengatupkan bibirnya. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. "Nur. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. tempat bermainnya di masa kecil. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Namun. tanpa sekolah.

html disebut cinta. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. apakah pernikahan itu perlu. Nurhayati menyusuri pantai. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. (Sesungguhnya. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. Hamdani lewat surat.com/abclit. Tapi sayang sekali. yang keluar dari bibirnya. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. Rasanya semua sudah hampir selesai. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Di saat-saat seperti itu. "Aku tidak tahu. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. sekalipun tak banyak juga waktuku. mengatakan kegembiraannya. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. dan diriset oleh Budiman. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. setelah itu. aku tidak bisa menjadi ketua. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Namun. Koran-koran lokal memuat fotonya. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Di pantai ini. yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. Sementara itu. Karena rumah panggung itu. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). kalau bercermin. akan selesai. Seperti nenek-moyangnya. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Keluarganya dan keluarga Hamdani. air matanya mengalir. sebagai istri. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. setelah ini. sepulang dari mengajar. ***KALI ini. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. kau akan menjadi ibu dan istri. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana.html . di sebuah perumahan BTN! Malang. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya.com/abclit. adalah bagian dari dirimu sendiri. Dan rumah tinggal mereka. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. Akhirnya. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. Dan tak seorangpun yang tahu. Inikah sebuah penindasan! Namun. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. (dengan bahagia. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Aku ingin kau yang menjadi ketua. dia ikut mencarikan datanya). Banyak orang memberi selamat. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. Dan penelitian itu. Ini berarti. Nurhayati tak akan risau lagi. Dia mulai berpikir. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Budiman berkata. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. Di luar dugaannya. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. "Nur. "Tentu saja." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Khotijah memegang tangannya. Sambil belajar. Sekali lagi. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab.processtext. Kau masih ingatkan. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. tidak banyak waktu untuk organisasi. kalau organisasi kita telantar. dalam beberapa hari ini. yang peneliti.processtext. aku mau menggantikan jabatanmu. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Karena begitulah norma. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah." Nurhayati membatin.

anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. Nenek duduk di lantai papan. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. mereka meninggalkan tanggul sungai. "Kaulah buayanya!"Berlarian. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. dia duduk menghadapi fajar. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya.processtext. Anakanak itu mengelilingi Nenek. Terus menggelepar.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. di ruang tamu. Di lantai dua. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. menuturkan kisah masa gadisnya. menyemburkan darah searus dengan air sungai. Dia selalu membawa senapan ke sungai. Sungai menjadi amis bau darah buaya.***LELAKI itu masih muda. di lantai dua. tertawa-tawa. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. namun masih menampakkan kekokohannya.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. tinggal nenek.processtext. gadis-gadis terpekik. Memandangi jalan di depan rumahnya. Lama dia menyusuri tanggul sungai. Buaya itu tak segera mati. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas.Nenek. Seseorang berseru. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. yang menuju sebuah sungai besar. menanti seekor buaya mengapung.ABC Amber LIT Converter http://www. memandang ke arah permukaan air. berteriak-teriak.com/abclit.html . Berderak-derak. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis.com/abclit. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. tampan. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Di ambang pintu yang terbentang. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. bermain lumpur dan lumut sampai siang. si tukang cerita itu.Saat ia melepaskan tembakan. dan melepaskan tembakan. Berburu buaya. menyelam. Melihat buaya yang terus berkecipak. anak-anak itu termangu-mangu di tebing.

kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. seorang gadis dengan rambut tergerai."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk.html .Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. akan lahir dengan mata juling."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor.Si gadis berambut panjang tak menyahut.***DI rumah panggung. dari jarak dekat. Begitu asyiknya mereka. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Matanya meradang. dengan kaki pengkor. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Ia ingin turun dari rumah panggung. Menyeret buaya ke darat. Gadis berambut panjang itu mengerling. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. Lelaki pengkor itu ingin disapa.html mati. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang-orang akan kehilangan tontonan. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. kau akan memperoleh anak bisu-tuli.com/abclit. mencibir. dia berhenti. Kehilangan kengerian. Tercengang. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Wajahnya mengeras. hingga terasa kegelapan menyekap. dalam penantian yang memualkan. membaur di antara orang yang berkerumun."O. sambil bergumam.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling.processtext. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. berang. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. Ditutupnya kembali jendela kamar. Mengembangkan senyumnya. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Kelak. Mencari-cari wajah gadis itu."Di kamar melulu. Dia murka. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. Tengadah. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. malu-malu. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. Orang-orang terus berkerumun. dengan bibir yang jontor. Dua tungku panas itu padam.com/abclit. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www."Nah. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Terpana. melongok ke bawah. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. diam-diam. mendekati lelaki pembawa senapan.Dia cuma membidik. dan luput dari perhatian. Ditinggalkannya tepi sungai itu."He. anakmu yang kedua. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. berjalan tertatihtatih. setengah hati. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. yang berjalan dengan terseok-seok. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai."Hai. mengajak berbincangbincang. Mati."Gadis berambut panjang merasa terhina.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Ia tak begitu jelas mendengar. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. dan ingin bertemu. membosankan!"Tak ada sahutan.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.processtext. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang.Lelaki pengkor. gadis berambut panjang. Kehilangan kekaguman. Mengulitinya."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat.

Berjingkat bangkit. mencabik-cabik tubuhnya.com/abclit. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. berlarian ke sungai. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. yang gagah dan lucu. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. berkedip-kedip.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. tidak.""Ooo. berhenti bergurau. Ibu muncul belakangan. Mereka menghambur ke jalan. Rambutnya panjang." sahut Nenek. Saling dorong. Anak-anak bersorak ketakutan. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. memutih.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan.Negara-Pandana Merdeka. lelaki dan perempuan."Tentu. Nek?""Merantau. meninggalkan sungai. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu.html mengguncang dada perempuan berambut panjang. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Mencebur ke dalamnya. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek.""Lalu. agak lamban. hingga dia berani mandi di kali.processtext.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. tertatih-tatih. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Berenang.""Mereka di mana. melewati rumah-rumah panggung. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Neneklah orangnya. Tertawa-tawa. Bertabrakan. Mereka hidup bahagia. Bermain-main air.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Tak disangkanya. tak terurus. Matanya kelabu. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. dan merasakan kekecewaan. Sopan. Berkali-kali. Dia menyangka. Nek?""Masih."Gadis berambut panjang itu jadi menikah."Anak-anak terpana. Wajah Nenek tampak sedih. Berkecipak. menyambar pakaian mereka. Tak yakin hatinya. terpikat pada cerita Nenek. "Gadis berambut panjang itu masih hidup."O. saat ia dengar."Anak-anak itu bersorak. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya.processtext."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. Kakinya pengkor. Berjejalan. Berdebar-debar. Kadang membujuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Hati-hati.com/abclit. semua buaya sudah ditembak mati.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan.""Di mana ia tinggal?""Di sini. Bergerak menuruni anak tangga. Terdengar ketukan pintu.html . memandangi Nenek. punggung ABC Amber LIT Converter http://www.

"Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir.processtext. "Kusir. "Ada apa?" tanya sang Opsir. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya.. harga yang tidak seimbang.. Anak saya meninggal.. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. Iona Potapov. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. Sesaat. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. Satu jam berlalu. Tiga orang laki-laki. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. "Kusir.com/abclit. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. "Hai... anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher.. sang kusir..ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. Tumpukan salju telah menimbuninya. ke Viborskaya. mau kemana kau. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda.. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. "Kamu linglung.. minggu ini. "Ah. menggelengkan kepala..Kuda betinanya juga memutih dan bergeming.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya... Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. kecuali hanya desisan. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah.. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. dia mirip permen jahe.. dua jam. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. kegelapan malam datang menghampiri kota. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat.. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir... Si kuda betina menggerakkan leher. dan selanjutnya tidak.. "Kami bertiga.. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram.. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. Mereka tentunya tahu hal itu." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. Tetapi harga tidak menjadi masalah.processtext.." terdengar oleh Iona. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat. Iona mendecak.... Dua puluh kopek. dua di antaranya tinggi dan kurus. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku.. ia mencambuk kudanya. Sang opsir duduk di kursi penumpang..html . kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku.com/abclit." "Hmmm. pundak dan topi-topi. telah lama memutih karenanya..html kuda. "Kusir!" Iona terkejut.. ABC Amber LIT Converter http://www.

Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah.com/abclit.... yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. betul kok..... ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya.. jam berapa ini?" tanya Iona.. "Dia bohong seperti binatang.com/abclit.. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. ha. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta.... Yang penting ada penumpang. tingkah polah dan omelan yang panjang. demi setan!" Si Bungkuk menyela. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk.. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.html . sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya... buat apa kau berdusta. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.html satu rubel**.. "Kita semua akan mati.. "Ayo Cepat! Tuan-tuan.. saya dan Vaska minum empat botol brendi. he." "Ya betul.. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. he. Hal yang aneh. Iona menoleh pada mereka. Seharusnya dia menjemputku.ABC Amber LIT Converter http://www.. He. kuburan! Anak saya pun meninggal.processtext." Iona tertawa." kata salah seorang yang jangkung. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau." Iona tertawa.. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. ABC Amber LIT Converter http://www." "Aku tak mengerti." Si Bungkuk menarik napas. "Baik. Setelah menunggu sedikit jeda. tetapi belum terlihat.... Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil.. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.." "Demi Tuhan. he. ha. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.." "Ha.. Kematian memasuki pintu yang salah. "Kawan... Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda." kata Si Jangkung yang lain dengan marah... sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona.. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk.processtext. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit.. "Saya? Ha. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi... "Ada kok. ha. ada. dan memutuskan untuk bicara dengannya. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya." "Ya... eh malah dia datang pada anak saya.. akhirnya mereka sampai.... Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. he... meninggal". ha..... Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. Setelah menerima 20 kopek. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. "Kau akan berangkat atau tidak...." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal.. Ha.. ha. Dia mendengar pula cacian orang-orang. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk.. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. baginya sama saja. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu. "Tuan-tuan yang berbahagia. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna.. "Kemarin di rumah Duhmasov. sebetul kutu batuk!" "He. "Cambuk! A ha.. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih... Anak saya minggu ini. lima kopek. naik ke kereta. "Ha. maka ia lah yang harus berdiri.." Iona tersenyum lebar.

Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya.. Sang pendengar akan mengaduh.. Bayangkan. Ia mengibaskan pecutnya. sambil menatap matanya yang bercahaya... hal: 56-60. Tetapi ia tak melihat apa pun. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. ke terminal. dan mengendus tangan sang majikan.. seandainya kamu punya anak..." Iona terdiam sejenak." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur." "Minumlah." Di salah satu sudut. cuaca. ABC Amber LIT Converter http://www. selalu hidup lebih tenang. Aku terlalu tua untuk jadi kusir... Belum juga lima menit berlalu. Anakku. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi. 'Toska'. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. Ya. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. dan tersusun.. jerami. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. seorang kusir muda terbangun. ketika sendirian begini. menarik napas.. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit......" Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A..P.. "Ayo terus kunyah. kemudian anakmu mati.. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur.. Kuzma Ionitc telah pergi... Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. bagaimana anaknya meninggal. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama.. Mestinya dia masih hidup. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya.. meratap. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. 1964. Kau akan tidur nyenyak..processtext. kita hanya makan jerami. kau dengar. Iona melihat pada orang-orang ini. "Ah lebih baik melihat kuda... sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara. kemudian melanjutkan: "Begitulah. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini......" pikirnya. Ia ingin membicarakannya dengan serius...html .ABC Amber LIT Converter http://www.. anakku meninggal minggu ini.. di rumah sakit. . dia mengucapkan selamat tinggal padaku. Sebesar rasa haus pemuda itu. Chekov-Raskazy I Povesty. bertekuk dan menyerah pada duka lara. di desa..com/abclit... "Itu sebabnya aku sedih.... Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah.. Di lantai.. "Kembali ke terminal!" pikirnya.... Makanya harus bicara pada seorang wanita. Anisya. Ya. "Selalu ada waktu untuk tidur.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. dan makanan kudanya.... tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. juga padanya.. "Ya. ia mulai berlari kecil..html "Hampir jam sepuluh..processtext. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang... Moskwa. yang sanggup mencukupi makanannya. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. Udara pengap dan bau. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir. bukan aku. Ia masih mempunyai seorang putri. bagaimana anaknya menderita. dan kamu adalah ibu kandungnya. "Mau minum?" "Begitulah. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. demi kesehatanmu.. mendengarkan. kusirmu sekarang.. tak ada yang perlu ditakuti." pikir Iona. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. Dia berpikir tentang dedak.. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.com/abclit.. Dia pergi tanpa alasan.

Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya." "Ya. kan ketemu Gus Jakfar. Sekilas saja beliau melihat kening orang. "waktu itu. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. sudah ada yang ngelamar ya?!'." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan." "Kang Kandar kan juga begitu. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. esok harinya." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol." jawab Ustadz Kamil. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Gus Jakfar bilang kepada saya. masyarakat pun geger. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi." sahut Ustadz Kamil. Gus Jakfar memang luar biasa. Sebelum dilamar orang sabrang. "Matanya itu lho. tak ada hujan tak ada angin." timpal Mas Guru Slamet. sayang ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu itu Gus Jakfar bilang." kata Lik Salamun.com/abclit. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. lalu pikiran saya terganggu.html . Kalian ingat. Dan percaya atau tidak. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes." "Tapi. yang selama ini merasa dekat dengan beliau." "Saya malah mengalami sendiri. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. terutama para santri kalong. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin.processtext." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah.ABC Amber LIT Converter http://www. kulihat keningmu kok bersinar." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. "wah." kata Mas Bambang.processtext. "Mungkin saja. 'Sum. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar.com/abclit. 'Kang. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok.

hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Singkatnya. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. "kalau saja kita tahu kemana beliau. was-was.html .html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. baru setelah menyeruput kopi di depannya. "paling tidak kini." tukas Mas Guru Slamet. itu. membuat kami tidak sabar. ini ada hikmahnya. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah.com/abclit. Saya kok merasa tidak berubah. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. "Gus. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. Kata ayah dalam mimpi itu.' 'Ya. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya yakin itulah orangnya. kiai Tawakal. sesuai usul Ustadz Kamil. ada seorang tua yang memberi petunjuk. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing." Begitulah.com/abclit. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. dan rasa takut. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. tidak mengajar." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. Mbah Jogo." "O. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Dan betul. sejak bermimpi itu. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. tapi kami diam saja. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. maka serempak kami mengangguk. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." kata Lik Salamun.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. jauh melebihi yang sudah-sudah." Dia berhenti lagi." ujar Ustadz Kamil.processtext. di samping silaturahmi seperti biasa. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu.' katanya.processtext. dimana Gus Jakfar prei. terus saja nakmas menyeberang. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. Saya diterima dengan penuh keramahan. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. Diam agak lama. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. "Kalian ingat. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. Begitu sampai seberang. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. Ternyata ketika sampai disana." "Tapi bagaimana pun. kita tidak tahu." "Terus terang. Nama Kiai Tawakkal.

baru kemudian melanjutkan. tahajjud.com/abclit. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. Pasti saya keliru." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. saya kaget. menarik nafas panjang. Memang betul.html . Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. disurat sebagai ahli neraka. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Bicaranya jelas dan teratur. tapi juga tidak terlalu jauh. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. beliau berbelok. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Masak seorang yang dikenal wali. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa.ABC Amber LIT Converter http://www. ada tanda yang jelas sekali. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan bengong. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. witir. Masya Allah. berilmu tinggi. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. dan disegani banyak kiai yang lain." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. tapi tak bisa. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. tapi menurut santri-santri yang lama. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. Semacam lelana brata kata mereka. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri.processtext." "Begitulah. menemui tamu. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. pikir saya. Ah. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu.html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Gila.mengisi pengajian umum." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. saya pun membuntutinya dari belakang. Tak mungkin. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. dan sebagainya. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Melihat waktunya yang sudah larut. dzikir malam. mujahadah. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Tanda itu terus melekat di kening beliau. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Ketika kemudian saya ikut belok. Dengan hati-hati. dan semisalnya. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. memanggil-manggil nama saya. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). Warung penuh dengan asap rokok.processtext. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. tidak terlalu dekat. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung.com/abclit. pada suatu malam purnama. ke warung biasa saja tidak pantas. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang.

insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.' Mereka yang duduknya dekat. menjabat tangan saya dengan ramah. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Saya masih tak habis pikir." "Kami melewati pematang. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. sudah larut malam. kau kan tahu. Saya tidak bisa berkata apa-apa. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. sementara yang jauh. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. bercanda dengan wanita warung. 'Kopi satu lagi. 'kita pulang. Maka terserah kehendak-Nya. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. Cari pengalaman katanya. serta merta mengulurkan tangan.processtext. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. aku adalah milik Allah.com/abclit. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. O. Ah.html . kiai memperkenalkan saya. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. kiai membayari minuman dan makanan kami.com/abclit. kiai berkata mengejutkan. Sampai di seberang. 'kita masih punya waktu. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Beliau yang kemudian terus berbicara. Sampai di seberang.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. melambaikan tangan. Lalu. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. 'Ayo!' teriaknya.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan.processtext. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. masih seperti dalam mimpi. Dan. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. Sebagai kiai. bisa berada di sini." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Kedua. 'Anak muda. 'Kita istirahat sebentar. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. Beliau melambai. berdiri. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. lalu menerobos hutan. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Seperti kerbau dicocok hidung. 'Biar cepat. kepada orangorang yang ada di warung. seolah-olah di atas jalan biasa saja. Untung saya bisa berenang. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. saya pun mengikutinya. 'Mas. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. sebagaimana neraka dan sorga. menunggu. Akrab dengan orang-orang beginian. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk.ABC Amber LIT Converter http://www. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Ternyata setelah melewati kebun sengon. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. kemudian keluar. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Katanya: 'Ini kawan saya." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. tiba-tiba dengan suara berwibawa. melambai kepada semua. pantas di keningnya kulihat tanda itu. Karena pertama. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu.

'Ayo. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. 'Ini titipan Mbah Jogo. katanya milik sampeyan. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah.ABC Amber LIT Converter http://www. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. orang yang mirip beliau pun tak ada. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi.html . seseorang menghampiri saya. Baru setelah sembahyang. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi.' Begitulah ceritanya. tapi kami yang dari tadi mendengarkan.processtext. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. tapi bukan surau bambu. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya.' Saya tidak merasa diusir." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Ketika saya mengiyakan." "Ketika saya ikut bangkit. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. Seperti orang linglung. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Setelah sembahyang subuh nanti. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. saya celingukan.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. kau boleh pulang. 'Sebentar lagi subuh. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu.processtext. Seperti mereka yang di warung tadi. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya.com/abclit. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. ***Rembang. Tapi. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Dengan bingung saya terus berjalan. masih diam tercenung. ujub.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. kebanyakan mereka orang susah. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. jangankan Kiai Tawakkal. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau.com/abclit. kita ingin berdekat-dekat denganNya.

" kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. Aku tertanya-tanya.processtext. "Selamat. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. tapi akan terbang ke Praha. dia akan berpameran. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Setelah United Nations Plaza tempo hari. tak jadi di lobi United Nations. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. aku bangkit dari tempat duduk.processtext. Jangan ceritakan kepada yang lain. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. dan pamit. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi.. tak jadi ke sana. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru. Ternyata aku salah sangka. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. di mana katanya.com/abclit. Dan dia ngeloyor ke luar. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. di New York juga. Kami." pintanya. seni lukis. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku.com/abclit. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. filsafat. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis.html . teater. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Beberapa hari kemudian. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. "Bung. lantas Stockholm. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. Tinggal meja kami yang masih bertahan. tujuan yang benar adalah London. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe.. Seingat saya. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. "Sekali lagi. Menjelang pukul sepuluh. tanpa sepengetahuannya. "Bagus. atau agama atau desasdesus yang jalang. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. ini hanya untuk Bung. politik. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. menyusul Pretoria. aku membayar pesanannya. di depan counter. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. Kemudian. siap menyambut kedatangannya. katanya pada malam berikutnya. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Selamat. Tak jadi di sana. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. Namun. lantas di Guggenheim Museum. bergabung kembali dengan teman-teman. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku.ABC Amber LIT Converter http://www.. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www. dan kataku. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. Pernah sekali. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. National Meseum of Modern Art di Washington DC. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga.

Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. katanya. Tetapi. sebulan yang lalu. Ibarat lukisan. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. di kota itu masih banyak propagandis merah. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita.com/abclit. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun.processtext. Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. bisikku membujuk hati sendiri.processtext. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh.. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. Hati-hati. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. Tetapi. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Demi Tuhan.html Anda ini. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Semua murung. memang dia.html .ABC Amber LIT Converter http://www. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. jidat selalu berkerut. tak jauh dari rumahnya. Keesokan harinya. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. telah terbang ke Jerman. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. "Kuatkan hatimu. Aku diam saja. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai. Katanya. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. katanya. dia enggan untuk menghampiri. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan.. Katanya. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. mengikuti pameran lukisan di sana. Ya. Dicapai kata sepakat. Ketika meja sudah penuh terisi. apa mau dikata. mudah-mudahan yang ini berhasil." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. Semua mutung. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam.com/abclit. Kami tak percaya. Katanya meyakinkan. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. selalu serius." Setelah itu dia benar-benar menghilang. Tetapi. ***DARI udara. Semua bon sudah dia lunasi.

Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. tetapi juga merangkulinya. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Di belakangnya. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Alat-alat lukis terserak di dekatnya.html . walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. walaupun dia hanya tetap membisu. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. dia hanya diam membeku. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. "Takkan salah. Semuanya kena. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. cuma memakukan matanya ke lantai. tumpang-tindih di situ.html seburuk ini." komentar seorang teman. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum tiba giliranku berpamitan. "Maaf Bung. Matanya kosong. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu.processtext. walaupun penderitaan mengelilingi. Kami yang datang menjenguk saling pandang. sehingga dapat ganjaran seperti ini. mau menegakkan harga diri. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Beberapa lembar uang ratusan. Anehnya. Kami melangkah mendekati pelukis kita. Perhatikan matanya.processtext. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Waktu itu. ini lukisannya yang terbaik.com/abclit. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Kami tanya. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif.com/abclit. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Bingkainya belum dirapikan benar. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Kalau ditanya dia tak menyahut. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. ribuan. dia tidak menjawab. menatap mataku. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. kapan diselesaikan. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. begitu hendak memeluknya. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. saya telah beratus kali berbohong.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. dan katanya. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah.

menghadang kendaraan umum lewat. apa yang dia katakan?" tanya mereka. benar kata teman tadi. Ia tampak cemas. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal.ABC Amber LIT Converter http://www.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Sungguh. berhenti di pinggir.html . menggigit bibir..Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya." Dalam perjalanan pulang. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. tergesa-gesa. boleh juga mengecoh berseloroh. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Aku tersenyum. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan.. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari.com/abclit. "Kalau dia punya uang suatu ketika. dan aku meletup. "Heran.com/abclit. Namun."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara.processtext. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya.processtext. Anda akan menjadi besar di sini. kupikir. Sesekali.html angan terbang ke mana-mana. sepeda onthel dengan keranjang sayur.

Betapa mengerikan. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. ah. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Tubuhnya basah keringat. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Tidak terlalu tinggi memang. ABC Amber LIT Converter http://www.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher.Matahari kian merangkak ke atas. Atau. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Namun. Matanya mendelik. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. merangsek masuk ke dalam. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut.com/abclit. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. menutup mulut dengan telapak tangan. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Mudrika. Ya. Tubuhnya kekar.com/abclit. Lalu. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan.html .Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. terus tegak di situ. Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. lidahnya terjulur. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri.processtext.html perasaan gugup dan tangan gemetar.processtext. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. atau memejamkan mata. Kedua lututnya gemetar. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar.ABC Amber LIT Converter http://www. menampakkan keterkejutan luar biasa. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya.

andai saja dia mau bersabar. secepat itu pula mereka segera melupakannya. Mereka tahu. kaku seperti gelondong kayu. Shin Ling. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.processtext. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. mengerutkan kening.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. dibolak-balik. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. Shin Ling. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. tidak bagi perempuan itu. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah."Shin Ling.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. mengedarkan pandangan pada kerumunan. luntur terkena keringat. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Ah. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". dibuka. lalu. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. Percakapan kembali membuncah. seperti tidak bergairah. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. toko kita kini aman.. Membuat gadis itu gugup.html .Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. Mereka bertanya-tanya dalam hati. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. melainkan gambar tato keris. membuka. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping.Dan perempuan itu. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Namun. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu."Tergeragap. Atau. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. dibaca.com/abclit. Namun. Namun. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. pasti tidak begini kejadiannya. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. Kenapa Mudrika. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. cintanya ditolak. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. gadis cantik bermata sipit itu menoleh.com/abclit. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya..processtext.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. tajam.

ingin tahu apa gerangan yang terjadi. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. Dan.html perlahan bergerak ke atas. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. Tapi saya curiga. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Padahal. Di waktu yang lain. ia berkata: "Kasihan Rudi. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. Padahal. Kasihan Rudi. mestinya keluar masuk pekarangan. Istri saya menarik napas." kata ibu mertua saya itu kepada saya. ibu pasti kabur. "Papi sih. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. Kalau tidak.com/abclit. tidak terlalu pagi. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. Tidak lebih dari seminggu. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi.html . Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. lalu nyerocos menembus pintu pagar. kecuali masakan ibu. tapi tidak dalam waktu yang lama. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. istrinya tidak telaten merawat suaminya.processtext. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami.. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan.com/abclit.Ibu mana?" tanyanya cemas. * Depok.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. pintu pagar digembok. Pula hatinya kian disesah rindu.. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar." Saya belum sempat bereaksi. ia tampak bersemangat. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.

Kami semua terpukul. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu sekarang mau ke sana. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. Bu.Seperti kejadian seminggu lalu. Atau untuk membeli keperluan dapur. Untung pembantu itu jujur. kalau hari tidak hujan. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman.com/abclit. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. seminggu sebelumnya. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. apalagi ibu.Sejak kepergian Rudi. Dan." saya bilang. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya.Kalau sudah begitu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari." kata istri saya.processtext. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank." keluhnya mengenang."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. Kami sudah menduga apa yang terjadi. Pandangan matanya terlihat kosong."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. suka lupa.ABC Amber LIT Converter http://www. sejak dari dalam kandungan.""Kalau untuk akhirat." jelas istri saya. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. Kami. Padahal. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan.com/abclit. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan.html . dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. ibu sangat berubah. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. atau seratus ribuan. sehabis jam kerja saya. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Gerombolan pengemis.processtext.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Sudah barang tentu ada apa-apanya."Ah. ibu mau boros. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. petugas kebersihan pemakaman. Tapi. Kamu mau. Di bulan pertama itu. Bahkan."TUHAN punya kehendak lain. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. sekaligus pendiam. ibu tahu apa yang disukai Rudi. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja.html capek. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. Bu. apakah artinya kertas-kertas itu. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Soalnya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. setelah beberapa lama menunggu. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung.com/abclit. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing.processtext. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www. pikirku. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Mula-mula pelan. bergerak-gerak. ***Tokyo. Kubayangkan. Sayang sekali. Ya. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. dan akhirnya lenyap. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk.processtext. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat.html . seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. perlahan-lahan menjadi suram. Aku tak tahu pasti. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini.com/abclit. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku.html sana kabut mulai turun. Gempa bumi.

anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo.com/abclit. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Belum bisa pergi ke sana. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. Ia ingin menelan tangisnya. ia belum melihat ayahnya.Noriko. membungkuk sebagai tanda hormat. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. sudah sangat merindukannya.html . Beberapa penari lainnya turut terhanyut. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. asin sekali. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari.ABC Amber LIT Converter http://www. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Ia ingat. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Sambil menghapus air matanya. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom." cerita Mariko lagi. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. sembari tersedu menangis. katanya." keluhnya lagi. keluhnya dalam hati.Sejak beberapa tahun lalu." Selama bercerita. tentu saja Cempaka. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Terasa asin. Mereka berpelukan sekali lagi. Lebih dari empat tahun yang lampau. "Kami tak punya pilihan.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www. Puspa erat-erat memeluk anaknya. Bulir-bulir bening itu. sementara Ngurah Anom. suaminya. begini. anak Mariko sempat kaget." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap.processtext. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Ah. Lama sekali. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah."Sampai umurnya empat tahun. Puspa gelagapan. air mata Mariko tak henti berderai. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya.processtext. "Saya hanya titip salam buat Bali. seperti meledak-ledak. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat.Mereka bertiga berpelukan.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. tak mengerti. "Saya hanya ingat suami saya di Bali.html Sumber: Kompas. Seerat yang dapat ia lakukan. Gadis kecilnya itu. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka.com/abclit.

seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI.. siapa yang bakal menjemput rombongan. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita.ABC Amber LIT Converter http://www. ah.. seolah lebih kepada diri sendiri. empat mahasiswanya. dekat sekali rasanya. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san.. Ratnasari. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Usai menari. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama.. Anda siap?" tanya Yamasitasan. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Komang Widiati." kata Yamasita-san.html . ia tak kuasa menolak. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Selain sudah sering ke Jepang. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri." tambah Puspa." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya.com/abclit.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa.. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja."Huuss. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Selain menjadi penghubung para seniman."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. dan Gung Dewi..siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. Ah.processtext. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali."Udah." kata Ratnasari singkat. menurut cerita Mariko. Puspa merasa sangat teledor. Mungkin ia terlalu yakin."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.Selama ini. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Diam-diam air matanya menitik." jawab Puspa. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan.com/abclit. pedihnya. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak. Terpenting dari misi ini. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. Tiga penari lainnya cekikikan.processtext. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo.. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo.

Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta.Bandara Narita tampak sibuk. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Saya akan mengantar Puspa-san.. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Widiati. Puspa-san. Puspa tampak sangat gelisah.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. "Ia ingin menjerumuskan.. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju.com/abclit. Puspa menolak. dan Satyawati tetap terpejam-pejam.Miki-san." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. saya datang menjemput Anda. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Saya datang atas permintaan Kimura-san. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Tempat ini tidak tampak seperti itu.. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya.Setelah menghilang beberapa saat."Ah tidak-tidak.html . Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan.processtext.processtext. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka.."Oh. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. tak lebih dari satu jam. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. ***SAAT turun dari bus.. Pada bulan April. "Nama saya Miki. Mereka terdiam. "Tetapi mengapa ia tak muncul.890 yen. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Gung Dewi. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Ini gila!""Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. ke tempat kami. Ia memang tidak sedang berselera. Ia tertidur. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari.html Yamasita-san. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. Ia makin tampak gelisah. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Meski lanskap pagi seelok itu. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Puspa tidak mengerti. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu. bahkan menjual kami. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi.com/abclit.

Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.html . hingga akhirnya. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. silakan saya antar.html disiapkan kamar sementara. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Kalau benar para penari dikontrak. Bapak terus menghajarku. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol.. Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam. Puspa memanggil seluruh penari. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. tangisku pun terhenti. Ada lima kamar.com/abclit. Sejak saat itu. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti." tambah Miki-san. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi.. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan.com/abclit. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www. *** Jakarta. Setelah mandi. para penari tak berbuat apa-apa.Sampai siang hari. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi.processtext.processtext. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Puspa belum sempat menjawab.

"Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Bahkan harus disyukuri. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Kamu tak lebih dari pejantan. Tawa Bapak berderai. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku.. Tak ada yang ditinggalkan. Bapak langsung bergegas. Tidak mahal Pak. bisabisa. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. atau koruptor.. Mungkin dua puluh tahun." Ketika aku lulus SMU. "Sebelum aku kau tiduri. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana..processtext. macan. Namun. "Ya. Yang kuingat. setan atau bahkan iblis. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. kalau hanya tanggung. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Bisa saja dia anak cendekiawan." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. "Justru kamu yang harus pergi. kuayunkan pisau lipat. Soal itu gampang." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Ia pergi bagai angin. manusia sejenis ular. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. dengan saya sendiri.com/abclit.processtext. Melindungiku dari serangan Bapak. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Aku terhuyung. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Hingga aku hamil. Ia tertawa. Atau mungkin lebih." "Bagaimanapun dia anakku. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. Maling besar.. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. hanya angin yang bisa kurobek.. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. garong atau rampok sekalipun. politikus. Kalau jadi maling atau pembunuh. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. selain sumpah serapah.. Ayo teruskan.. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. kadal.html . ini risikonya kan besar. Darah menetes. yang sejak tadi menangis terisak.. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www. "Tak ada yang perlu disesali. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. buaya. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. pengusaha. Aroma alkohol terus membadai. entah berapa lelaki telah menggauliku. birokrat. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Tapi tidak mulutmu. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. mengiringi rebah tubuhku.. Oke. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Bapak tahu sendiri. Masam. "Aku ingin jadi politisi saja.. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Ini siapa ya? Oooo Bapak. Entah ke mana.html menatap Bapak lekat-lekat. langsung menubruk tubuhku.Sekarang pukul aku. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. Terima kasih. Bapak meninggalkan ibu. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar.. hanya tanganmu yang kotor. Bapak tertawa. Jadi. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak... Sinis. Ibu. seniman.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jadi apa saja. Wajah Bapak tergores. Aku yang mengandungnya. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah." Tanpa memandang kami sedetik pun. Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak.

. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. Bapak masih menatapku dengan nanar. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. Tapi tak juga menolong. Juga siang itu. Tidak akan menyebut nama dia. Pertanyaan itu begitu telak.. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. dan darah! Aku sangat sedih. Tubuhnya tampak kurus.. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Ibu pernah mengucap. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.." Suaraku tertahan. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan.. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi.." "Maafkan aku.processtext. Malaikat kecil? Ah aku yakin. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba." Akhirnya.com/abclit. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini.. Aku telah mengecewakan Bapak.. anakku..html .processtext. Dan aku sepakat pada aturan permainan. Keharuan menggenang di kantung batinku. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. hingga sampai di ruang besuk. darah. Meskipun tampak sedikit lemah.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. Ibu harus menyerah pada maut. Tapi.. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku.com/abclit. darah..." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Ia dengan cepat mengenaliku. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Aku sudah berusaha keras.html payah. Aku tetap saja gagal menguasai diriku. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku.. sudah berapa orang yang kau bunuh. "Ya. Ia berani membayarku dengan mahal. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. tapi cepat kecegah. dingin dan terkenal "angker". Ibu terlalu berlebihan. maling atau pembunuh macam Bapak. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. ABC Amber LIT Converter http://www. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez." Bapak mendesis. Bola matanya serupa bola api. Air mataku hendak tumpah. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan." Aku tersengat. Eeeee. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit.. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. dia harus menghadapi regu tembak. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu.ABC Amber LIT Converter http://www. Maafkan aku.

?" "Ya. Erat sekali.html . fantastis. Tapi aku tak pernah tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami.. Kami berpelukan. "Biarkan kami bicara dulu. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan.. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa.." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib.. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. ah. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Erat. Dan kematian itu sangat indah. "Kapan pun aku siap.." "Bukan itu." ucapku pelan. anakku.com/abclit. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. Pelukan Bapak merenggang. ***Jogja... pelan. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami.. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Kematian itu begitu indah.html mencoba mengalihkan pembicaraan.com/abclit. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. semakin gelap. kemudian nyawanya loncat. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. Sangat erat.processtext." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku." Bapak langsung memelukku.. bersama angin..processtext." "Mungkin juga arwah Bapakmu." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Kurasakan pundakku basah.. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. aku dengan senang hati menerimanya. atau pembunuh besar." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. Pelan-pelan. Waktu terasa melaju begitu cepat... Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu..

kutarik tangan. hmm. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan.000 meter dpl ini. orang-orang Moni.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. meliuk lapat menyentuh telinga. menajamkan telinga. aku pun melihatnya: Tugé itu. Sebuah karya alam yang aih. orang-orang Moni. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. Wetipo. yang walau seorang dari orang-orang Moni.. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. burung-burung dan binatang lain. ada dalam kesenjangan beribu tahun. di punggung gunung di ketinggian 3.com/abclit." Perang? Begitulah. kami akan menjawab. Torang1 sandar pada kareken. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. Angin. Tubuh kami besar. sama sekali berbeda. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. semua telah tak lebih dari kenangan. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. Tetapi tidak. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. Dan si batu... dengan tombak kayu. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Sungguh aku tak habis pikir. Dan.com/abclit. Meski samar. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. panah. Sungguh ajaib! Dan. "Saya lapar manusia. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. melainkan karena bentuknya yang ganjil. kami. o.. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. suara itu tak lain suara punai. Dan. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. Suara itu berasal dari tugé. karena tiupan angin. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. kami percaya. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. kali ini tentu bukan karena desingnya.. Suara itu seperti desing. Kecuali salah satu sisi yang pipih. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian.processtext. saat itulah. Angin yang selalu ada di sini. tugé itu.dan aku harus percaya. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras.html . dan kapak batu.. honai atau rumah adat suku kami.processtext. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. bagai menyelusup di kedalaman kabut. Betul kata Wetipo. Ah. Walau entah kapan. di depan benda-benda keramat lain. lubang-lubang itu. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. karena perang. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. ***KESENJANGAN beribu tahun. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. sungguh mengagumkan. aku mendengarnya. Kuamati dengan teliti. Torang sandar pada tugé. di atas barisan uwarek3. betulkan kata Wetipo . melainkan pada roh. kami hidup. aku melangkah mendekati wesa. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang.. orang-orang Moni. tampak mencolok. Tetapi bagiku.ABC Amber LIT Converter http://www. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. "Kau kini yakin. angin mengeras bagai menerpa. Dan. Bersama babi. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. bisa bersuara seperti suling. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. tiba-tiba bersuit bagai melengking. Dan benar. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala." Bagi kami. Terkejut.

Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. Gudang-gudang garam rubuh. Dan.. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. terus naik. bergeming. Jermias.processtext. Kalimatnya. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. Begitu Jermias Gabey. inilah semua. melainkan sebuah danau berair asin. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. beginilah semua. ini keliru. Ah! Terbayang pula mereka. di mataku. Menghela napas. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo... bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Abgoktek. leha-leha. pada pikir kau bagaimana. walau ia bukan keturunan kepala suku. Pada pikirku? Jelas. "Jadi. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. Kataku. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku.com/abclit. dari depan honai-nya. berlarian turun ke arah Lembah. berburu. Naik. porak-poranda. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar.com/abclit. "Kau harus ke sana.. Betapa. segera. tetapi bagi yang lain ." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. dunia mulai berubah. Sampai kini aku masih heran. Ketika pertama datang. bertaburan. Ya. Maka. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. "Akan kaulihat. tapi juga misionaris. Butir-butir garam berhamburan. Katanya. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. nyaris tak berubah. menenggak sopa4. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau." Melintas pula wajah Pastor Theo. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi.. Betapa tidak. Di antara mereka ada yang rebah. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Melintas ingatan masa kecil.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan punggung tertancap panah. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. seperti yang kukatakan. Harus dihentikan ini semua.ada hal yang telah tak lagi sama. pergi. ternyata.processtext. kami tidak.html sungguh ajaib. dan Pastor Theo. waktu aku kanak-kanak dulu. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. aku kembali bagai disadarkan. Sarius Hopogan. dan itu artinya pula. melintas wajah Pak Piet. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. kami lebih asyik menggulung tembakau. Di sini. si Gabey terakhir.. bergulingan. dan berperang. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. Hanya kau yang bisa. Ah! Dan kembali. selalu . bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. orang-orang Moni.. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. menegarkan dada menguak kabut. kini. Bayangkan. Jadi. cukup sudah semua kusaksikan. Jadi. aku pun bertemu Pak Piet. tak berkedip. kemarin. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh.. Seperti kata Wetipo. Bukan danau biasa atau danau air tawar.seperti juga keyakinanku. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. di tanah kami. orang-orang asing itu.html . Cukup." ***BETULKAH. Tetapi begitulah. Pergilah. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. "Kewajiban itu jatuh padamu. dengan karung-karung garam berserakan. hidup kami hanya diisi oleh berkebun.

betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku.html mengangguk. ***BAGI kami orang-orang Moni. memang sungguh di luar dugaanku. 3. Tapi tak lagi. Masih 50 atau 60 meter lagi. ***Payakumbuh. Itu pun sudah masa lalu.. "Iii.. 2.html . Memanfaatkan perang suku. hanya. melahirkan anak. Perang suku hanya buat kita." suara Wetipo ragu. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. aku juga tahu. karena kata itulah . itu sudah pasti.com/abclit. untuk kesuburan tanah. bagai diberi aba-aba. "Torang butuh darah tumpah. semua sudah. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. Tetapi . mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. sungguh berbahaya. itulah saat iko kunolepu datang.!" Di belakang si tua.com/abclit. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu." Semua suku di gunung ini? Ya.di depan honai-nya. Aku masih mencari-cari kata (ah. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Panggilan hormat untuk perempuan.. Aku. "Perang suku!" Bagi kami. ABC Amber LIT Converter http://www. Iko kunolepu miminta-minta! Waa.. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Torang mesti pelihara tanah.processtext. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. hidup.! Waaa. kasih dorang6. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. kami. di kawasan gunung dan Lembah Besar. orang-orang Moni. Jermias.processtext. hah! Kaudengar suara tugé. Tugé ajaib itu.. Meninggi. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. ya. tidak.. cukup.. "Tapi . diikuti yang lain. abgoktek. Harus perang!" Kulayangkan tatap .. mereka. kalap. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Dia. Sarius Hopogan.. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter.. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu. di sana.. dan mendewasakan semua yang lahir. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. hanya suku-suku di gunung ini.. saputan gemuk hitam wam (babi). 6 Juni 2002 Catatan: 1. mereka orang-orang amber.. datang dari jauh.. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Dan kekalapan. 5. yang kasih torang. Kuteruskan langkah. di ketinggian. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. rendah bagai mencecah.. 4. yeeeee.." "Masa lalu? Masa lalu. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. ke semua mata.. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. "Torang tahu kau punya maksud. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. Menghancurkan? O. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. kami bertatapan. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. semua suku di gunungg ini. Aku yakin. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. Akan sia-sia? "Tetapi. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. dengan gigih dan tekun. Dan mana-mana. Dan kata itu.. bergerak turun menujuku.. satu retakan saja.berusaha.. Tetapi. Lalu mendaki. kami akan menjawab.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. Abgoktek itu.

Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya.. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai.. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit.processtext. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. dadanya. Lehernya yang jenjang. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Ingin rasanya ia meninju cermin. yang Asti pikir pasti untuknya. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. tak satu pun yang harus ditakutkan.. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. hatinya berguncang. Ah. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Ia mencoba untuk tersenyum. embun! peluklah aku. Ia tidak tahu pasti. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. Setelah membuka pita rambut. menghantamnya. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin.com/abclit. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. dan mengatakan: bagi hidup. Dadanya. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Ya.Hari sudah malam. setidaknya perintang kejenuhan. Di kaca bayangnya memantul. agar ia tidak lagi melihat wajahnya.processtext. Ia menghapus air matanya. menuntunnya.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi pada saat yang lain. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan... apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.. Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. ingin pagi cepat datango. Cuaca tidak mendung.html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Bibirnya.com/abclit.html . Hidungnya yang bagus.

``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan.processtext. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. Tapi ia mengangguk. entah cemas.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. menjemukan tetapi kaya.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. duduk di sebuah kursi.. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu.com/abclit. lapangan kerja harus dibuka. demikian pikir Asti. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Sudah pukul sebelas lewat lima menit.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. Ketika sesuatu telah dimulai. ``Maaf.html ..``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Entah takut. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. dimusuhi.Laki-laki itu tertawa. Seorang laki-laki muda.. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. ingin pagi cepat datango. Menanggalkan dasi. Kemudian terdengar handel pintu berderit.Setelah menghidupkan televisi. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. sangat berdekatan dengan Asti. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut.``Jangan tergesa-gesa. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Masuk ke kamar mandi. entah apa. pikir Asti. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Ia mencoba untuk tenang. Televisi pun mati.Namun dugaan Asti jauh meleset. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. Asti bingung. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Dadanya tersembul. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Dadanya bergemuruh. Jantung Asti berdegup.ABC Amber LIT Converter http://www..`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Mungkin membersihkan muka. Kalau tidak. Asti menyelai sebatang rokok. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Pahanya tersingkap.``Taik!`` umpat Asti kesal.Di televisi. Berdiri meletakkan minuman.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Ia berusaha melawannya. barangkali ini baru permulaan. buruk. seolah-olah mulai terjual..Ada suara ketukan. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. rakus. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Harga yang cukup tinggi. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. embun! peluklah aku.Asti tidak menjawab. tersenyum ke arahnya. sesungguhnya telah tua. Asti terkesiap. saya tidak suka.````Sudah. Dan jelas. lalu menawarkan pada Asti. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. mengatasi pengangguran serta gelandangan. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. Jantungya perih. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Kulit Asti yang putih. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. yang selama ini dijaganya. Asti barangkali tidak perlu tahu. karena untuk sesuatu yang pertama. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Asti mengambilnya.. Tapi. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.

Kian hari sakit ibuku kian parah.. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. Tak ada jalan lain. Telah cukup lama ia tersiksa.html . tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut.`` ucap Asti akhirnya memulai.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. gelap mungkin telah semakin jelas. tanpa aral.com/abclit. jauh dari kekurangan.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah.Waktu terus bergerak. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak! Aku tidak akan menyesal. Suara penjaja telah sepi.processtext. kebahagiaan. pelan dan ragu-ragu.Kini sudah enam belas tahun usiaku.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Sebagai seorang buruh pabrik. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. sedangkan kami tidak punya uang..Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP.com/abclit. tanpa rintang.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. otomatis aku berhenti sekolah. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat. aku menerimanya. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Bukan! Bukan kesederhanaan. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Dingin semakin menyergap.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Asti jadi gugup. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Kupu-kupu malam! Ah.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi.. Jelas aku tidak paham. ingin pagi cepat datango. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi semakin lama ditatapnya. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. Di luar.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Karena tiba-tiba ibuku sakit. Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. embun! peluklah aku.

embun! peluklah aku. tandanya pagi telah datang. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. ingin pagi cepat datang o. tergantung di langit kota. dini hari.processtext. Tentu.***Payakumbuh. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. menggoyang-goyangkan kaki. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Namun yang ia pikir. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai."Dulu. bahwa aku akan menikahimu. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.. Dan perubahan itu. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang.html pertolongan. atau mungkin takut. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya.. menggerakkan tangan. Kini. dari posisi mereka yang berdiri tegak. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.com/abclit. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu.Tetapi setelahnya. Mungkin.html . Seluruhnya! Asti telah pasrah. menjerit dan berteriak. Asti telah menunggu di ranjang.Laki-laki itu berdiri. tanpa sedikit pun kegelisahan. dan berjalan ke arah Asti. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. Bila aku telah tertidur. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.Asti tidak sempat berkatakata.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ia pikir.. ia harus bertarung melawan nasib.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Gemetar. mengeluh. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. Wajah mereka yang kaku. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. tinggalkan alamatmu. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. ABC Amber LIT Converter http://www. tipis berselaput kabut. Cahayanya yang lembut. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran.processtext.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. adil ataupun tidak. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.Namun.processtext. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. paling tidak di kota ini. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya.com/abclit. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. yang bercita-cita sangat sederhana.com/abclit.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal.html . Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. zaman tak tertahankan.processtext.Kata-kata. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Di mulut burung-burung. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Kota terkurung dalam tembok. Tetapi. Ngelencer kesanakemari. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Sekarang adalah dunia presisi. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. maka burung-burung mengambilalihnya.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia digelindingkan begitu saja di daratan.

Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. Seribu tahun dalam pemujaan. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Mereka dijadikan sumber vitamin D.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Kaum budayawan berdiam diri.ABC Amber LIT Converter http://www. Jeruk Purut. karena kekurangan vitamin D. Garuda. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. menemukan diri mereka tersisih. orang-orang yang tidak beruntung. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut.com. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan.com/abclit. seperti Satu Merah Panggung. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Tanah Kusir.html . Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Utan Kayu. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam.processtext. yang jelas komunitas-komunitas tadi.kubur. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. dijadikan tumbal. Sepuluh detik setelah meninggal. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan. Orangorang kaya. Tetapi. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. yang hidup di atas angin. Bambu. Emosi mereka tumpat. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Kepekaan menjadi tumpul. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa.Karet. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. miskin. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. Lidah Buaya. dan kelompok-kelompok lain. di mana mereka bertengger. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat.processtext. Di kota bawah.com/abclit. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. di Australia atau Afrika. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Untuk menghindari kematian dini. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. menguburkan diri di luar negeri. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka.

Jadi. Menggugah tapi liris. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Memekikmekik. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. diperjualbelikan. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya.com/abclit."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu.com/abclit.html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. Namun. Ke jantung Asia. Mereka berputar-putar di atas monumen. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini.""Ya. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan." katanya membujuk. dengan sayap setengah terentang. Tetapi. Tanpa sinar Matahari. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi.Sebenarnya.html . apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. memekakkan telinga penduduk. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. Kota dicekik bau bangkai. Pada satu situs. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Suaranya berat dan parau. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Membuat busuk dan meracuni angkasa. Makna maupun tafsirnya beragam. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka.Beberapa detik kemudian. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. membubung tinggi menerjang langit.processtext. menukik tajam." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. Jadi. Sambil melayang-layang. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin.ABC Amber LIT Converter http://www." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Bahwa. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. Seperti ditangkup gerhana.processtext. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. dari mana kita telah dirampas. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. rrrruuuuummmm. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota.

14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.html penduduk. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Maka. *Bengkalis.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Ini ejekan permanen. Karena itu harus dibasmi. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana.html . untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak.processtext. Semut sudah sirna dari kulit bumi.com/abclit.processtext.