ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

tak ada reaksi sedikit pun. Semua dingin dan biru. "Ayo. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton. Tubuh perempuan itu terasa dingin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. gesekin gua lagu Ayam Jago. Tangannya meraih leher Mamat Jago.html pojok. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Ditepuk-tepuknya pipinya. Jalin-menjalin. dan kempul. Susul-menyusul. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Mamat Jago tersenyum bangga. Wajahnya membiru. suling. Di rumahku kau akan hangat. "Kau tidak boleh mati. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Pohon-pohon meliuk-mabuk. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. sayang. melipatkannya ke pinggangnya. Sepi. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan.com/abclit. Ia bopong Sarti keluar. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. rumah-rumah bisumerunduk.processtext. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Sepanjang jalan tak ada orang. Mamat Jago meraihnya. pikirnya. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. membelah padang ilalang. Dipandanginya para panjak. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya.com/abclit. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun.processtext." Dikecupnya bibir Sarti. Ia susuri jalan aspal. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Hiduplah bersama abang. kecrek. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. memotong sungai. laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan. Si mata burung hantu itu tersedak. Gua mau ngibing lagi. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Buatnya. gong. Tangannya dibiarkan terkulai. Tubuhnya menggeliat.html . panjak. Sarti.ABC Amber LIT Converter http://www. bibirnya terkatup. Seperti keramik Cina. disusul gambang. Ayo. Namun. Tak ada yang bergerak. merapatkan pelukannya." Teh yan digesek. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. tetap dingin dan biru. matanya terpejam. Darahnya berdesir.

Mamat Jago menoleh. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Eng Djin. gemuruh.processtext. "Sadarlah. Dalam sekejap mereka telah bergumul." kata Eng Djin. "Pacarku. panas.com/abclit. Napasnya mulai satu-dua.ABC Amber LIT Converter http://www. Bang. Sarti sudah mati.mencakar-mengular…terbakar. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Bibir itu terasa bergerak. Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat." bisiknya ke telinga Sarti. "Ayo. Tiba-tiba. Balas melumat. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www.html . dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. biniku…. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. ia membatin. manis…bangun. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. biru seperti keramik Cina. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. dingin.com/abclit.processtext." Mamat Jago masih tak percaya." Dikecupnya bibir Sarti. Tangannya perlahan mendekap. Bang. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Kaku. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Semuanya membisu. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Hangat. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. si gondrong.

Kersik daun. Eng Djin. "Sejujurnya. tiga kali. Kakinya menjejak pasir. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu.processtext. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Hatinya mantap.com/abclit. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. Ada debur ombak. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya." suara si cepak mengalahkan deru ombak.html . Kamal. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. si cepak. Kembangan Selatan. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. kesenangan. Mat. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. ia membatin lagi. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Mungkin Tanjung Kait. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Hujan sudah mulai berhenti. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu. Tak ada darah. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. dan kehormatanku. heran. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Ditajamkan pendengarannya." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Ia menduga-duga pantai apa ini. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Ah. rentetan tembakan itu masih terdengar. ia tersenyum. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. "Ya. Rawa Saban.

com/abclit.processtext. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.ABC Amber LIT Converter http://www. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua. pengiring Cokek.html .processtext.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www.html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.

com/abclit. Tapi. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya.processtext. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. "Aku memang tak bisa punya anak. Ia sadar dirinya cantik. Aku ABC Amber LIT Converter http://www.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. mau apa kau. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. Marsiyam menyekam kesabarannya. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar. menurut penilaian teman-teman di situ. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam." entah sebab apa. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. "Tampangnya nyebelin.processtext. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu.ABC Amber LIT Converter http://www. kecuali kepala penjara. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ." kata mereka. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet.html . sangat tampan.com/abclit. Anak muda itu memang lumayan tampangnya.

dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Menurut mereka. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya.ABC Amber LIT Converter http://www. ya?" Atau. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Tak pernah ngidam. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. "Kau sudah dibuang keluargamu. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat.processtext. "Kau tak ada keluarga. tak pernah muntah-muntah. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Perutnya rata saja. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa.com/abclit. mau apa kau.html . ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun.html memang gabuk. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Seperti kampung saja. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Tanpa dirasa. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba.com/abclit. Sampai malam itu.

sudah sekolah. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Sore itu akhirnya tiba juga.ABC Amber LIT Converter http://www.html .html arisan. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. tentu bayimu sudah besar. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. "KAU mau pulang ke mana." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi.com/abclit. yang ia sendiri tidak tahu apa.processtext.processtext. Selama dalam masa hukuman.com/abclit. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Marsiyam hanya tersenyum. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. "Entahlah.

html ." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA. atau Tobo Hotel untuk beristirahat.processtext.com/abclit. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. bisa memulihkan tenagaku.com/abclit.processtext.html "Pulang. Ini anaknya. di ambang musim dingin. Ini anaknya. aku tiba di Tobu Hateru. pukul 3 sore." "Ke mana?" "Ke rumah. Aku yakin ia akan menerima kami.

ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.processtext.Kami berjalan masuk.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. asing.? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. orang-orang jompo. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. dan kembali tersenyum.com/abclit. rambutnya gugur.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. ciri utama korban."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan.processtext. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya..000 jiwa penduduk Hiroshima. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. wajahnya terlihat samar."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima. atau hamburger. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian.html . Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. di kafe yang ada di lobi. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. begitupun yang laki laki.. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima." katanya. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.orang yang terkena radiasi bom atom. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. panjangnya sudah sampai ke punggung. beginilah manusia Jepang. fokus. teh hijau khas Jepang dan hamaagu.. 27 September 1956. aku agak tercengang dan merasa aneh. Suasana di dalam sangat muram.. menjadi raksasa dunia. dan kebutaan.Setelah melewati beberapa blok bangunan. dia menoleh ke arahku. tempatnya lebih dekat dari sini.com/abclit. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. serba cepat.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku.benderang. Selesai mandi."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www. Aku bertambah heran.. sebagai pusat penyembuhan orang." katanya ramah dan kembali tersenyum."Baiklah. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. kanker.."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu." kataku. Aku segera menuju kamar mandi. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. Mungkin juga.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu.Aku pun segera mengikutinya. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. tempat di mana bom atom meledak."Mari ikuti saya. berada di Taman Perdamaian."Sewaktu bom atom meledak. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. aku memesan Cha. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. dan.Di dalam rumah sakit." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan." tegasnya. aku keluar dari hotel. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur..Aku hanya tertidur beberapa jam."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. tapi sebelum sampai di sana.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia.. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong.Aku agak heran dengan ucapannya. jadi dia sudah familiar.

di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya.. dan anak-anak kecil. tapi waktuku tidak banyak. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. Entah berapa lama."Tuan Siode. lorong dan beberapa pintu. Siode San."Hei.. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku..Aku nelangsa.processtext.""Aku seorang pendeta Buddha. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. mereka masih muda. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. sekarang tanggal 6 Januari 2003.. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya." kilahnya malah berpromosi.. yang dipisahkan dengan dinding kaca.. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain.com/abclit. Nafasku sedikit tersengal.Tapi. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. Ya. dia terus bergegas meninggalkanku. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. dua hari kemudian. Aku Siode Sadamitsu. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. tunggu.Aku ABC Amber LIT Converter http://www. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Anda!?""Oh. begitu tiba di dalam.html bangsal yang lain." Lengking suaranya. Dan di sebelah bangsal ini. Ada yang aneh. Harutoku. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini.ABC Amber LIT Converter http://www..processtext. Harutoku. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. dia membiarkanku menyusulnya. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. tapi kau baik sekali. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta. aku lahir di Hokkaido.""Aku tahu.."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. nama yang baguuusss.com/abclit.html . beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. membuat langkahku jadi berani."Aku Hartoko. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. tapi lidahku terasa kelu."Dia terus berjalan lincah. kotor."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. Tanpa berkata-kata..Dia. hujan turun. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. aku terhenyak."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.""Oh. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. dan berdebu. serta bayi dari ibu-ibu hamil. trenyuh. seperti teh susu..Setiba di luar aku merasa lega. setelah melewati beberapa bangunan."Mereka terdiri dari beberapa golongan. pendeta Buddha. aku tercenung memperhatikan mereka.

Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. aku tercengang.Aku harus segera keluar dari tempat ini. Aku ngeri. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. turis turis asing berjalan di sekitar. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode." katanya sambil tersenyum. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Gedung Promosi Industri Hiroshima. senang berkenalan dengan Anda.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha.."Harutoko. Aku tinggal di hotel ini. Di depanku duduk. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San."Siode San. 6 Februari 18956 Agustus 1945. Nama bangunan itu dulu. Dari arah pintu lain di sampingku.PAGI hari.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.6 Agustus 1945. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. aku melangkah mundur ke belakang. pohon-pohon tumbuh subur. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. temui kapan saja aku di sini.com/abclit. dengan hio yang menyala dan wangi. Setelah aku keluar dari pintu itu. dan menyalakannya.processtext. Taman ini sungguh indah. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. dan orang dewasa. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode.html . tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode.Sampai di hotel.. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. aku mendatangi arah suara perempuan itu. dan aku mengambilnya sebatang.. mereka memotret sambil bercakap-cakap. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. aku seperti berada di terowongan kematian.. ada pintu cahaya. kemari!"Tapi tak ada jawaban. Di bagian depan bangunan itu. aku suka mengantarkan orang. atau bis umum. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. anak-anak. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang 6 Januari 2003. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. ketika asap rokok berkurang. betul seperti apa yang dikatakan Siode San.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. Aku berada di taman perdamaian. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. berbunga. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Di tengah perjalanan. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. Diam-diam kutinggalkan Siode San. mentari bersinar cerah. remaja. Dari Taman Perdamaian ini.. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan.processtext. pikirku. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati.. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya.. bergerak ke arah bar.

Ia kini tumbuh jangkung dan manis.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu.> Barangkali. melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. atau lebih tepat lagi. lalu renta dan pikun. Akbar. Ya. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. kebun. hidung pesek. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. tak Halifa < berharga.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun.com/abclit.html . Halifa tersenyum-senyum bangga. ia seperti membaui aromanya lagi. belajar beranak-pinak. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. keluarga pemilik kebun. Mungkin. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. ompong. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu.Sesungguhnya.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya.com/abclit.processtext. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. bisa jadi obat sepinya. Tapi. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Itu galibnya perkembangan manusia. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. dari bayi merah. ia jarang tertawa. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Sepasang mata yang sipit. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. aku harus kembali ke Jakarta.

Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Sebelum mendarat. Ia belum bertemu ayah dan ibunya.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai.ABC Amber LIT Converter http://www. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Ia tak mau mati. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang.com/abclit. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Malida. jari-jari petir putih bersinar."Ke mana dia?" pikir Halifa. ia akan dimakan hiu. debur ombak seperti nyanyian. Bila ada yang ingin menemuinya. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. atau menjadi buih di samudra nanti. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Huh. Tapi. ternyata risikonya sama saja. Naik pesawat memang lebih mahal. "Biar gembur.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Bagi Halifa. tempat kelahirannya. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. mengelupas di sana-sini. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. yang punya kebun. ia akan tunjukkan jalan. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal." Apa iya? Mereka kan begitu imut. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Ia duduk di bangku batu yang lembab. pesawat kembali stabil.processtext. berpulang saat kembali. Bila ada yang tersesat." kata mereka. gelisah. Mungkin. mata orang yang mau menolong. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. lalu memacu mereka berlomba lari. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Warna coklat cat berubah kehitaman. Matanya tak pernah menyorot garang. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan.Di balik awan gelap yang bergumpal.processtext. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya.com/abclit. ia dan adiknya. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. ikuti saja aroma itu. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. kembali ke gazebo tadi.html . mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Barangkali. "Kenapa dia lari?" batinnya. Bila kalian ingin bertemu tuannya. terutama debur ombaknya di malam hari. Jadi. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun." katanya kepada Halifa kecil. Tapi. semacam pengumuman. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. dua jam lalu. mengantarnya pulang. pikirnya. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Di seberang jendela. tanah perlu makan. "Jangan kau siksa binatang. Di laut terancam tenggelam. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput.html tumbang. Tapi. ia terpaksa mengubah rencana. Seringkali sepulang sekolah. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. juga lebih cepat.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Lima belas tahun ia tak pernah pulang.

Ibu juga tak menangis. jangan menginjak ke bawah. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Entah kenapa.ABC Amber LIT Converter http://www. lagi.com/abclit. Pikiran Halifa mulai bercabang. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Sebelum meninggal. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. ayah curang sekali. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. Korupsi pun tak bisa besar. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. begitu pula tingkap-tingkapnya. berbagi nasib. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi.Hujan makin menderas. Malida kemudian menyusul Halifa. Tak ada sahutan. Kalau ada orang jahat.html nenek pasti bercerita. Ah. Ha-ha-ha …." Yu Sur. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya." kisah ayah. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. Makanya. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. di telepon. siapa yang tahu.processtext. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Ayah sudah menganggapnya keluarga. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. tapi perlahan-lahan ia paham. perempuan kakak-beradik. Kata ayah. Mereka.html . Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. tapi ia tidak. Tapi. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah.com/abclit. Makanya ayah harus punya prinsip. Ayah ikut mogok? Oh.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali." kisah ayah.Pintu pondok tertutup rapat. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Nak." Halifa sempat terbahak. tidak. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. merusak sungai-sungai." lanjut ayah. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. terutama hidupnya yang sendiri. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi." kata ayah.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. Malida sempat pulang beberapa kali. kecuali kenangan dan sejarah keluarga.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Semua sungai terpolusi. dia memilih tinggal di rumah kebun. jauh dari orangtua. ia ingin menuruti kata hati saja.

dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Yai kau ape agik.kabur lanjut lelaki tua itu. Papa kau pun la pensiun. seraya duduk di tepi ranjang. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya.html . Namun.com/abclit. Halifa cume nak mampir sebentar. orang upahan dan anak majikan. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.processtext. dan panci-panci tergantung di dinding. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.Lame dak pulang."Sekarang belum musim keremunting. kompor minyak tanah." kata Halifa. Anak-anak itu terkurung di sana. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Kini mereka berhadapan.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Barangkali. Ranjang dan meja kayu."Oh. Ternyata. Papamu sudah pensiun. Halifa telah kembali ke tanah rantau. dak ape-ape. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya."Ini Halifa.Nenek sudah tak ada.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa.com/abclit. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Kebetulan kamu pulang. kek. Ade yang nak atuk cerite. Kebenaran kau pulang. lemari pakaian dari plastik. Atuk ni la sakit-sakit terus. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. sebentar agik nak pulang ke tanah. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. tertatih-tatih mendekati Halifa. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. begitu pula si penjaga kebun. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. di kantor. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. tanpa mampu berteriak minta tolong." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. di bus. Semua sudah berubah.processtext.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Halifa terdiam. Halifa cuma mau mampir sebentar. Semue lah berubah kata Halifa.atuk dak bise nampak jelas. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Macam-macam sakit pun ade. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan." kata lelaki itu. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. Ia cuma mengirim doa. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www.Kau disitu pun. tidak apa-apa."Benar. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Kakekmu apalagi. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. tuk.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Lama tidak pulang. di kamar kontrakan. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya.Mata lelaki itu mulai berair.html disertaisuara. membawa gelas air.ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. tuk. Nyai la dak ade."Atur ini Halifa. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Lelaki itu kelihatan amat tua.Palang pintu ditarik. Banyak yang berubah. dari pening.

*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. kabur. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Malam ABC Amber LIT Converter http://www. kakek tak bisa tampak jelas. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih.""Kau belum katakan berita apa. Wey.html .Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan.processtext. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.html ceritakan. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini."Berita tentang hidup dan masa depan."Ingin kukatakan yang baik. Kakek ini sudah sakit-sakitan. Terutama berita yang menyakitkan. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. sesak napas.Entah suara pungguk. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. sebentar lagi pulang ke tanah.""Tentang kita?""Tentang kita.com/abclit. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.Unggun terus menyala. So. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Kamu di situ pun.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. dari pusing.""Kau jadi berteka-teki. tentu saja.processtext. Wey. Macam-macam sakit ada. So. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi.com/abclit. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.Di depan hampir samar sisik danau. terdengar suara Sopa.

""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku.""Kau membuat aku makin tak mengerti. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Wey?""Tentang apa?""Suami. So. Ada gamang yang aneh."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya."Aku tak sembunyikan apa pun.""Biaya pernikahan..com/abclit. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Kutahu kau sudah siap-sedia.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Wey.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu."Katakan apa adanya. sebenarnya. Wey.""Mungkin bisa.""Bisakah aku meminta sesuatu. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www.""Aku akan jadi suamimu.. Mungkin dapat kita atasi bersama..""Aku telah terima kau penuh seluruh.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.com/abclit. jika kau belum siap.html . Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Wey. Aku kenal kau. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. maksudmu?""Bukan. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya.. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh.. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. So.. So. Wey. Wey. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. mungkin juga tidak. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Wey.. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku..ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi."Sebentar nanti kau akan mengerti.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.processtext. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. Bahkan. So. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau.processtext. Tapi lebih dari itu. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai.. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Ayah sudah akan menutup semuanya. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.

Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang."Jika kau cinta. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama.. Namun. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. bahwa wanita kami dari daerah ini. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana.Di Jakarta. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. kurasa tubuhnya lebih ringan. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. Wey. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Demi ikrar itu aku minta.. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Terkena leukemia. Semuanya sehat. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. ABC Amber LIT Converter http://www..html ." kukecup ia sekali lagi. Rautan yang ayu. Tapi rasanya saatnya belum tiba.processtext."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. selama kuliah. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. So. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan.Kurasa pagutannya penuh penyerahan.html dengan permintaanku padamu. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. tetapi aku telah menjadi suami. Wey.."Terima kasih. wajahnya tampak lebih tirus. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. dan mereka bercinta. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka."Saat ini aku sehat.processtext. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan.com/abclit.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Sebelum ia mati."Tapi untuk permintaanmu. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. Kurasa suhu badannya lebih dingin. Wey. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.com/abclit."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu.. Tubuh dan akal pikiran. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami. Kau menolak?""Tak aku menolak. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Kampung jauhnya lebih sekilometer. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. Wey. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau.ABC Amber LIT Converter http://www. So?"Tak kudengar suaranya.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.. saat kubopong. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan..""Terima kasih."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras."Kau sakit. Wey. barulah ia mati. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan.

kuning. Napasnya masih ada. "Aku tinggal di sini. sementara bibirnya terus mengulum senyum." jawabnya.html . Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. nadinya masih ada. calon istriku. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. terganjal oleh kunci rantai. karena ABC Amber LIT Converter http://www. dan kujawab. Wajah tak kukenal muncul di celah itu." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. meskipun itu kekasihku sendiri. setengah baya.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. "kamilah yang tinggal di sini. Itu agak mengherankanku. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi matanya terkatup rapat. Begitu melewati gerbang depan. Hanya aku dan Sopa. Wey.html Terima kasih untuk pemberianmu. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit." "Tidak mungkin. tampak bangunan yang sangat kukenal. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian.com/abclit.com/abclit.processtext. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Ia tanya aku cari siapa. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. aroma lama itu tak berubah. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. aku pencet bel. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Di situ kami tinggal.processtext. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. menatapku.

Lalu.processtext. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. "Ayahku?" Tanggapannya. Tapi. dengan sandal kain. "Kovacs. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. meski terletak di wilayah Austria. ia berusaha menutup pintu. dia sehat. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Dan. Tuan Steiner tua itu memelukku. tentu. "semuanya dapat dipahami." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. kapan. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. bukan Kovacs.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tapi. lalu mengujarkan namaku. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga.com/abclit. "Pasti ada salah pengertian. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Mauthaussen.Aku masih di situ beberapa saat lagi. Sementara itu. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. sementara aku masih mengenakan topi. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. mereka mengangguk-angguk senang. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. Perempuan gemuk. sayangnya. Ia katakan. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah." Tuan Steiner menambahkan. aku tanyakan lagi. Tapi Futo." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. bagaimana.html kutahan dengan kakiku. kutanyakan tentang ibuku. kukira. Ya. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. barangkali. tapi kemudian berubah serius lagi. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". Kupencet bel. "ia agak terlalu cepat. dan tubuhku berkeringat. "sebenarnya dalam segala hal".html ." Paman Fleischmann merenung. tidak dapat diragukan". "Bukan. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana.processtext. kalau kita timbang-timbang seluruhnya." Lalu. paprika. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. begitu katanya. Sebab. memang mereka punya suatu kabar baik. warna merah anggur itu. Lalu. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. muncul." Dengan siapa? Salah satu menjawab. Maksudku Suto. Ya. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner." Yang lain.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. "Tapi. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Mereka berdiri memelototiku. Dia hidup. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu." Dan. Lalu. Kucoba menjelaskan padanya. berdaging. baju narapidana bergaris-garis. Aku masih berusaha mencegahnya. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi.AKU kembali ke tangga. melembutkan otot muka. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. jenggotnya merah lebat. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. empuk. Tuan Steiner tua setuju." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". "Dia sudah kawin lagi. begitu. semua diam. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. Mereka menarikku masuk ruang tamu. dia berhasil menutup pintu.com/abclit. "Lalu kami sendiri. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. itu kata mereka padaku.

kuperhatikan. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. Barangkali. Ketika aku makan. misalnya. Justrusebaliknya. jam. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. mereka jadi agak terheran-heran." Memang harus kubilang.Misalnya. Itu berarti. yang di tengah-tengah. setidaknya itulah yang menimpaku. Paman Fleischmann mengangguk setuju.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. kutambahkan. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. Tentu saja aku tak berharap. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. menit. semuanya seakan-akan terjadi seketika. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. dan setelah beberapa saat. "kamu harus melupakan semua teror itu. kalau diingat lagi semuanya. karena aku tak tahu secara pasti. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru." Dan. Tapi. mereka balik bertanya. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. kataku. Lalu. Ganti kutanya mereka.html kutanggapi bahwa aku tetap suka. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. Jumlahnya sekitar seribu." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. Pada hakikatnya. kami tetap hidup. tapi.html . di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. Di samping itu.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. dan bulan. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. mengusik hati. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. Lalu ujarnya.kalau kuperhatikanbaik-baik. Tapi. "Yang paling penting. Tapi. kataku. kedua orang tua itu terdiam. pembebasan "akhirnya terjadi".setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. Tapi. hari.processtext. Baiklah. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. Pada saat tertentu. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Dan. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. meskipun semua telah berlalu. minggu." Aku bertanya. bahkan agak lebih terheran lagi." katanya.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin.processtext. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. Padahal.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan." Yang lain menyambung. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. Apa itu artinya. begitulah mereka berujar dan berujar. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. "Ya begitulah. sulit dibayangkan. ada benarnya kata-katanya itu. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup." salah seorang tua itu merenung. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. yang di Auschwitz. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. di mana aku berdiri dalam antrean. Aku hanya dapat memulai hidup baru.

seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. setengah mengeluh. karena mereka juga tampak hilang kesabaran.com/abclit. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru.com/abclit. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.processtext. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. Sekarang. Tuan Steiner tua mulai gerah. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku." di sini aku macet bicara. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. atau . Kupikir. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. dengan ibuku. apa artinya jadi "orang Yahudi". selama waktu itu antrean terus bergerak. dengan Anne-Marie. Sekarang. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. "Lalu. tak ada perubahan lagi. Maka. Tapi. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. kami sama-sama tak bergerak. kecuali . "Tak ada yang istimewa." aku mencoba menjelaskan. berdiri dan bergerak memutar. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. Hanya sekarang. penyimpangan. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. Kedua orang tua itu bertanya. Setiap orang melangkah maju.Pada kata-kataku yang terakhir. setengah kesal hatinya.Lalu. Setiap menit berdetak. Tak kulihat dia balik..html . entah bagaimanapun caranya.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. "Lalu apa?" mereka tanya balik. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi.. "Tak ada. kalau dilihat secara keseluruhan. Tapi. berlalu. dengan laku surut..processtext. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. kataku. begitu cepat dan sulit dipercaya. final. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu. Kukatakan padanya. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. "Apakah semua ini memang baik.. bukan itu yang penting.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi.. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. misalnya. kami melihatnya kembali ke belakang.Suasana hening.." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz." Memang. katakanlah begitu. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini." kutambahkan. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. menurutmu. Sudah tentu. aku bisa bilang kepadanya. dan begitu kabur. Sebetulnya itu bukan nasibku. tentu saja. seperti halnya juga di rumah ini. Tentu saja. Dapat kulihat. tidaklah selalu begitu. terus maju. tak ada darah lain. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi.

mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. "jika di sisi lain tak ada kebebasan.. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan.ABC Amber LIT Converter http://www. begitu mungkin bisa dikatakan. ke arah aku hendak pergi. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. jika . Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Tapi. Begitulah. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. Tapi. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan.. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Lalu. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya.html . Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. Dan. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. lawan bicara yang lebih layak.Turun dari tangga. dan semakin merasa kesal. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. barangkali dapat kukatakan.. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu."Dan. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. Mereka juga menyadarinya. satu-satunya ketidaktepatan. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. kemudian aku ingat. Namun. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. Ia ingin melompat bangkit. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. hanya merekalah yang ada di sini." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku.processtext.html kata-kataku. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka.processtext. Sekarang. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Tentu saja." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. Di sana.com/abclit. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. "Biar saja. Dan. "Ini bukan berarti dosa. jelas bukan itu yang kukerjakan.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. maka tak akan ada nasib. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. katakanlah. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. apa pun itu wujudnya. Satu-satunya keburukan atau keindahan. mereka ganti bahan pembicaraan. Tapi. tapi sudah tak mungkin lagi. dan kudengar apa yang diucapkannya. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita." terus kulanjutkan. untuk mendapatkan kekuatan.com/abclit. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. memang aku berbicara. menghadap ke depan. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. saat ini. aku tak punya uang. jalanan menyambutku. memanjang dan hilang di kejauhan. Biarkan. "Apa?" ia berteriak padaku. jalan tampak melebar.

com/abclit. Kasihan dia.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi bagiku. ekspresi wajah mereka lebih lembut. bintang Nabi Dawud. 800-an di antaranya orang Yahudi. rasanya sesuatu sedang berubah. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Barangkali. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. hidup jadi lebih murni. Di sekelilingku. Ya. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. satu demi satu. "teror dari kam-kam konsentrasi". tentu saja. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan.processtext. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan.processtext. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. Januari 1942. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?).500 orang. berada di situ. Tentu saja itu yang diinginkannya. polisi Hungaria membantai sekitar 3. Setelah Perang Dunia II mulai. dan semua yang lain. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Ya. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. Ibu menantikanku. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. mulai yang berumur 10 tahun. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. sekarang aku tahu. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. dan semakin turun ke jalan.html .Baiklah. lebih sederhana. Juga di belakang sana. Bohus. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. mulai bertumpuk dalam diri. suara mereka lebih rendah. tapi sekaligus penuh seribu janji. benar.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. ahwal dan orang. Tentu ia akan bahagia melihatku. Mendadak semuanya jadi hidup. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. Lalu lintas lebih sepi. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. dokter itu. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi.Dan jika aku belum lupa. Dan. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. rasa siapku sedang tumbuh. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. semuanya kembali lagi. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www.html jingga. Ya.com/abclit. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. di atas jalan yang sudah diempas badai. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini.Catatan sejarah menyebutkan.Jika memang mereka sampai hati bertanya. semuanya menggenangi kesadaranku. Aku jadi ingat semuanya. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam. dalam arti tertentu.

"Titipan Ibu Gubernur. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti.ABC Amber LIT Converter http://www. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu.processtext.com/abclit." kata Nunik. arloji itu akan dibeli buat upeti. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Sudah waktunya injeksi insulin. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. batin saya. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya.html . Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. Beberapa kali kami pernah makan di sana."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. itu urusan ipar sampean. tanpa saya maupun kangmasnya. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Kami mengerti maksud Nunik. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. lantas makan siang di Nam Khe. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula.SEMBILAN ribu USDolar.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut.Titipan jendral kek. Di Nam Khe. adik kandungnya. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. presiden kek. menurut sahabat saya. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral.processtext. Pas buat dua orang. Pri! Bayangkan. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. dia berkali. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Wajahnya nampak selalu gelisah. Dia lebih percaya. kedai murah di ujung Zeedijk. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Agaknya pun berpikir.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. Sebab.

berkerah tutup. Lain kali silakan singgah di rumah saya." jawab sahabat saya. Beberapa kali sudah. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe.com/abclit.processtext. Saya pun selalu bersikap begitu.processtext. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Bapak dari Kedutaan. Dugaan saya benar. Dan itu sering keliru. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. Namun sialan. mahal. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal."Sekarang dia menengok ke sini. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. tapi tak melihat Anda."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Kami adalah orang-orang setanah airnya. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga.Nah. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Kehormatan besar buat Hargo. Pri. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. Saya ingin mendengarnya.""Wuah.html . kecuali sangat perlu. tidak. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Dan sekarang mereka ini. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. mungkin sedang ngrasani kita. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. Saya mengurus visa di sana."O. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. bertemu dengan Pak Duta. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. Semua hotel di Damrak mahal."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo.com/abclit."Saya tidak peduli.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai.""Oh. Itu dia. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. nginap di Hotel Dorin. Jangan di hotel. langsung duduk di depannya. pikir saya. Layak ditegur-sapa. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai."Maafkan.""Pakaian saya tidak begini. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. tidak jauh dari sini. ya?" kalimatnya sangat sopan. ini baru kehormatan namanya. Pak. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Tinggal menyantapnya. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. tidak keliru. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia.

saya keluar sebentar. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Saya ingat. menyisir rambut lalu keluar menuju lift."Untuk keluarganya di Gondangdia. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara."Selamat makan. Sahabat saya terpaksa menunda makan." katanya. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. Terus terang harus saya akui."Mau bangkrut lu. Saya jadi kurang sopan." usul saya. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Sekadar menghabiskan waktu. Hargo lain lagi. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. batin saya. Hargo bilang."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Sahabat saya memang jejaka.ABC Amber LIT Converter http://www. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya.processtext.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www. "Hukuman berat jika ketahuan. kan bisa dibungkus lagi. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai.com/abclit. Saya sendiri tak bisa menunggu." kata saya. mereka justru baru mulai."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. merasa gula di darah saya kelewat rendah. Sahabat saya nampak makin kebingungan."Ayolah Zus. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. saya akan pingsan. "Beli prangko. sukar menemukan pasangan. Nampak bengong. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. Saya pun tiba-tiba khawatir. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Di Malaysia malah hukuman mati.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya.. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders."Buka saja bungkusnya. Hargo ketamuan. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Jika sial. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Priiii. Saya tentu saja mengucap terima kasih. Ketika saya selesai.processtext.. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Tentu tak tahu apa isinya.com/abclit. karena dia yang bayar rekeningnya.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Tak sampai setengah kilo. Kalau ternyata bukan barang larangan. tak banyak punya duit. Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. Nunik bisa bawa.html ." kata dia tiba-tiba. "Terlalu riskan buat adik sampean. Jika saya nekat menunda makan. pindah semeja bersama kami. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti.html saya di notes dia.."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. menunggu pesanan mereka.""Sampean ini."Alhamdulillah. Dia beri kita kartu nama dan addressnya."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. Maafkan. Karton itu saya buka. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. Itu Hargo tahu. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan."Isinya apa?" dia tak sabar. Dia tak pernah punya kartu nama. Haaar. saya pun singgah di Wan Nam Hong. saya menghindari rekening Nam Khe. "Mari duduk bersama kami di sini.

yang kekal dalam ingatan. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas.""Service Paspor. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah.processtext. Seperti percakapan-percakapan yang terusir. nyanyian. bumbu mirip semur.html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta." kata suami Nunik. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. tapi tak bisa menahan selera. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan.000 rupiah. baunya saja pun sangat nyaman. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. dibuntal oleh hujan yang sebentar. Dan ini tentang hujan yang sebentar. di senja hari. matahari yang tenggelam. Malah ngenas. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Husaren Sla. hujanlah yang menyertai peristiwa. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. Saya sungkan pada suami Nunik. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. dan hujan yang sebentar. Namanya pun baru dengar sekarang. Mas!" kata istrinya."Tak perlu khawatir. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Memang terasa melonjak tinggi sekali. membasuh sedih di luar sana.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan.S>small 2small 0<. Setelah sebelumnya."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Atau mungkin sebaliknya. Dan di pojok entah mana. Dari kaca jendela kamar itu. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. desir angin. percakapan.html .Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Paran. khotbah. mungkin meratap diam-diam. Saya tidak bisa ketawa. Saya melahapnya. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. aku dan kamu. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. juga dalam hal ingatan.processtext. Tidak semua gugur daun. kupandangi lama cuaca.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

Seseorang mengetuk pintu. Tak semua selamat. bahkan bila kita mau. selain hujan dan waktu yang bergulung. Tapi tidak mungkin. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. . Aku merobek kertas yang di atasnya...Aku panik. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. hujan mengguyur deras. Suamimu duda. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. dan mulai menulis. di kotanya. keponakanku.. Ia agak kikuk. bahkan di diriku. Ah. tidak ada kepastian. Tapi lebih banyak yang tidak. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.processtext. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu.Aku tidak begitu peduli waktu itu. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. Tapi beberapa. meyakinkan lebih tepatnya.html tertanggungkan. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. begitu sendu. Hujan akan segera turun. Sangat deras. Apalagi.. Di luar sana. Kali kedua aku bertemu dengannya. seperti yang duludulu.. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia.TAPI kepastian itu datang juga. Ia rindu.Aku kurus ya. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. ya. tak kuasa menanggungnya. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.. Benar. misalnya... senja dibekap cuaca yang murung. sebagaimana aku juga tidak. tatap aku baik-baik. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Begitu singkat. Lucu-lucu. senja. Sayang. memang. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. Dan ia menggeleng pelan. . Aku tahu. lebih nyeri dari ini.INI juga pada senja. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. jauh-jauh hari kamu sudah enggan..Kamu!Di luar. Aku mengambil kertas. aku pikir akan selamat. segalanya butuh perhitungan. Ia tidak secerah dulu. Hujan dengan cepat reda...com/abclit.Uhf.Kami minum kopi. Seorang laki-laki juga menghampirimu. baru kutulis nama sayangku untukmu.Beberapa selamat?Beberapa selamat. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu.html . sahabatku.com/abclit.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www. Tetanggaku. Aku beranjak dengan malas. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. tapi aku yakin. hanya agak kurus. sembari menunggu hujan reda. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. beberapa bulan yang lalu.processtext.. kamu. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. pertemuan itu telah menutup segalanya.Aku mengangguk.. beberapa mengalaminya. Lebih berpuing dari ini. Mataku menatap perutmu. Baru setahun yang lalu. dalam tubuh yang agak basah.. Kamu di mana.ABC Amber LIT Converter http://www. dan ini kakakku. juga yang berpasangan. Aku memandang ke jendela. akhirnya. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. Senja ini tak ada kepastian. aku tak kuasa menatap matamu.. Ia masih seperti setahun yang lalu. Aku tahu itu. Dan kita. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya..Ini Dede dan Kahfi.Kamu menunduk. Belum ada tanda-tanda. mataku. kamu ingin hidup yang tenteram saja. Tidak mungkin. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. mungkin karena baru beberapa bulan. walau aku tak yakin benar. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih.. juga pada senja dan hujan yang sebentar. Sangat rindu.Tengadahlah. kebiasaan buruk. dan hujan. dari dulu. tapi kuseduhkan secangkir teh. semenjak gelengan itu. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. bukan?! Tapi bisa jadi. Di stasiun kereta api.Ah. aku kira.. sesedih aku. dan rintik hujan.Dan sekarang... Semua selesai. Kami berpisah.LALU aku bertemu dengannya lagi.Di hadapanku kini. Selamat. Sebentar ditatapnya wajahku. Dan kamu berubah sekejap. bahkan untuk sedikit kepastian. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu.Hujan reda.

kedua tanganmu pasti kotor. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Tapi kali ini tidak.Harusnya aku mendekatimu. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Mengapa jika kamu menangis.Aduh.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Kamu juga. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. kamu mulai basa-basi.Kamu menangis sesunggukan.html tahu. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.. Pagi ini aku tidur. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. sebelum banyak dusta. Pintu terbuka. Seperti dulu-dulu. sepintas kulihat. Aku tidak jadi menangis. kan?Aku menggeleng. Lalu aku ingat.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. pigura-pigura. Membuatku tertawa sendiri. Kamu bergetar. air mata itu... Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. dan pernah bersumpah akan mencurinya. menghampiriku.Aku mengangguk.. ada janji makan malam.processtext.html . bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. aku selalu ingin kamu menatap mataku. Kamu sodorkan kertas itu. Kangen. televisi yang mati. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Apa pun. hendak membuat kopi. mampus. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Balik-balik. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. Selebihnya.Aku harus pergi. sungguh.ABC Amber LIT Converter http://www.Kamu tersenyum. dan ingin juga bertemu. Juga luka dan getir itu. Ah. sebab itu salah satu yang kusuka darimu.Aduh. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap. Mengingatkan dulu. dan lagilagi sesunggukan menangis. dan memelukmu. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.Aku sedang ada urusan di sini. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. yang selalu kamu seka hidungmu. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. Makan yang begitu tertib. mengambil gelas yang kusentuh. Kamu belum makan...Tidak. almari pakaian. Aku bangkit.. Sialan.. dan kamu sesekali main di sana. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. seperti sekarang ini. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. menatap buku-buku. bukan kamu. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.Dari jendela.Kamu masih gampang terharu. sampai sekarang. Apalagi hujan yang sebentar. di dalamnya.Aku sedih. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli. Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Kubaca. Mengambil kertas dan menulis.Jangan tanya tentang pernikahanku.Kamu menyeka hidung dengan tisu. Dan mungkin menangis. ya?Aku mengalaminya. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. bersamamu dalam bayanganku. Sebelum banyak bicara. minum kopi hasil seduhanmu. Tapi aku mencintaimu.processtext.com/abclit.Kenapaaaa. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku.Kamu duduk lagi. Tapi kamu juga bangkit.com/abclit. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Aku hanya memandangmu. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu. Bukan.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan..Aku masuk. sudah terasa hilang sejak lama. Kuambil nasi dan makan. lampu-lampu mulai menyala. . Aku kembali ke tempatku semula.Kamu mengedarkan pandangan.Aku mengangguk. ya.. tak lelap. menunggumu menyeduhkan kopiku.Bisa minta tolong. Memandang caramu menulis. Kututup pintu. Senja mulai mengetuk malam. Sebab kalau kamu. Sangat indah..Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. tidak sepertiku. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri.Kenapa?Aku menggeleng. Tak menahanmu.

Aku hendak menahanmu. Di seberang. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. tepat yang kelima.Kamu bangkit. padahal sangat peduli. Mau nggak.*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. menuju komputer. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu.processtext. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. aku balik.Di luar. Sebetulnya.html . Kamu duduk lagi. aku yakin.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. Pasti ada yang hilang lagi.Pintu kututup pelan. kamu tahu kalau aku menatapmu.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Musik mengalun. istriku.Sore nanti. telepon berdering.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tahu.html merajuk itu. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih.com/abclit. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. Lagu-lagu sedih. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Brengsek. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.processtext. Seperti kemarin. Tapi urung. Kuangkat. cuaca cerah. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Namun. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. Menatapmu. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Dan seperti tidak peduli. ABC Amber LIT Converter http://www.000 dollar AS lebih.com/abclit. Perpisahan itu tidak enak. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri.

Meskipun salju belum turun. Jakarta." Seperti biasa. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Bukan untuk membuat Berbi penasaran.html . tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Kalau disebutkan dalam surat.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Jadi. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Lagi pula.com/abclit. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. ABC Amber LIT Converter http://www. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. Dalam satu-dua bulan. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. ke rumah orangtuanya. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. pertanda musim gugur telah tiba. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.processtext. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Apalagi ditambah dengan angin kencang. Pada bulan Maret tahun depannya. Jadi. Pohon-pohon sudah mulai meranggas.processtext. Di Frankfurt." tulis ayah Berbi." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. kalau tiket sudah dilunasi. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak.

Tidak dengan mesin tik. di Rothenbaumchaussee. Hamburg 1 "Pulanglah segera.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau toh terpaksa menulis surat. sang ayah hanya mengatakan. Berbi tahu. apalagi dengan komputer.. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www." Surat ini mirip telegram saja. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya.. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.com/abclit. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang.html Rothenbaumchaussee. Berbi masih tidak habis pikir. si hemat kata. meski teknologi sudah maju pesat. Entah kenapa. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. Apalagi pengarang cerpen atau novel." Begitu bunyi surat itu. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan.html . Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu.. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Paling-paling hanya akan menjadi penyair. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. Di apartemennya.processtext.processtext.com/abclit.

yakni memintanya pulang dengan segera. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. ia mengerti perasaan ayahnya. Sebagai putri tunggal.html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee.processtext. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa. Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. Hamburg 2 Memang.com/abclit.processtext. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. uang 2.html . untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau tidak. uang tetaplah uang bagi Berbi. ABC Amber LIT Converter http://www. Oleh karena itu. Kalau pulang. seberapa pun kecil atau besarnya.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. Namun. pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya.com/abclit. risikonya apa? Di pihak lain. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

"Terserah Ayah sajalah." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Oleh karena itu. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku. ya. ia menjawab sekenanya.. ada yang akan kubicarakan denganmu.. Sebaliknya.com/abclit.processtext. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana.html "Pulanglah segera. "Oh.html . "Ayah ingin tahu. ya.. Ia tidak siap menjawab.com/abclit. Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi. bagaimana pendapatmu." Hanya itu komentar Berbi. "Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta." Hanya itu isi suratnya. ABC Amber LIT Converter http://www. kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi. ya.processtext. Ia tidak menyangka. apa salahnya menikah lagi.

Cuma karena ayahnya sudah to the point. Apa boleh buat.html . Oleh karena itu. siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka...com/abclit." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam.?" Sebetulnya." "Saya pikir.. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Ayah Berbi menggeleng. "Omong-omong..com/abclit. katanya.processtext. "Lho.html tentu tak perlu menikah lagi. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www. apa Ayah sudah punya calon. Ayah sudah punya calon.processtext. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua. ia pun tak sungkan bertanya langsung.." Ayah Berbi terdiam sejenak. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru." "Belum. Berbi menyambung.

" "Lho. Badan serasa meriang sepanjang hari.html .processtext. aku mengidap penyakit. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter. Makan tak enak. Setiba di Jakarta.com/abclit.html Berbi.processtext. bagaimana?" "130/90.com/abclit. ternyata aku dinyatakan sehat. Baca tak enak.ABC Amber LIT Converter http://www." "Tensi Ayah." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. badanku serasa gatal seluruhnya. "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Tidur tak enak." ABC Amber LIT Converter http://www. Pada saat lain. "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir. tak nyenyak." "Normal dong.

pikir Berbi.html . aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah. memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu.processtext." "Lho.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.processtext." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng. "Maksud Ayah?" "Maksudku.com/abclit.html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Kalau tidak. ABC Amber LIT Converter http://www. Jakarta.

"Lho. "Begini. Berbi mengajukan pertanyaan.. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. Kita kan perlu bersiap-siap. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab.processtext. Namun. kalau aku mati nanti.processtext. kamu pasang iklan kematian untuk aku. Berbi mengubah cara bertanyanya." kata sang ayah. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www. Kata peribahasa.html .com/abclit.." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.com/abclit. Kemudian Berbi melanjutkan..html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. agar tidak mengecewakan sang ayah." Mereka terdiam sejenak. "Aku ingin." Graha Taman 2 Keesokan harinya. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. "Aku dapat firasat.ABC Amber LIT Converter http://www. ’Sedia payung sebelum hujan’.

"Telah Dipanggil ke Rumah Bapak"." ABC Amber LIT Converter http://www. "Telah Mendahului Kita". Ayah Berbi meneruskan.I.html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. "R. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. "Turut Berduka Cita"." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Telah Beristirahat dengan Tenang". "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit.P".processtext.html . "Rest in peace". "Kabar Duka Cita".

Soekarno-Hatta. Firasat. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Telah Beristirahat dengan Tenang". Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. "Telah Mendahului Kita". kata ayahnya. kalau aku sudah mati. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.processtext. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. "Rest in Peace". kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. "Kabar Duka Cita". tetangga. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg.html . Berbi hanya berjanji. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia.html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. atau "R.com/abclit. Akan tetapi. "Berita Duka Cita". "Kok Ayah ingin diiklankan. sih.P".com/abclit. Teman-teman." Berbi terdiam." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. kerabat.I.processtext.

Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. "Pokoknya. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1".com/abclit. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN.processtext. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. Menurut berita CNN. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747..processtext. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. atau e-mail. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg.com/abclit. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus. tentu akan aku pasang iklan di semua koran. Berbi menuju Gate 1. atau surat. iklan mana yang kupilih.html . kalau sudah sampai waktunya." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu.. atau telegram.. Dengan langkah berat. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta." katanya kepada sang ayah. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. atau faksimile.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. Di pihak lain. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon.html Dengan kata-kata itu. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www.

com/abclit. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia.processtext. Meta ABC Amber LIT Converter http://www."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. anggun dan mempesona.processtext. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh.html karyawisata ke Roma. Semua penumpang bus meninggal dunia. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. mata sembab dan isak tertahan. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja.ABC Amber LIT Converter http://www. termasuk sopir bus. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Berbi namanya. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Tapi tidak demikian bagi Yustin. "Bukan di situ. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. bunda. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai.html .com/abclit. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Namun. Italia. Dengan nafas terengah-engah. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Tapi luka dalam. Jakarta. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja.

""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit.. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Untuk sementara. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.""Tapi.html . "Perhatikan bibirmu secara saksama. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya.html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa.. Semuanya. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu.. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah.. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan. sepatu.""Meta tak tahu apa maksud bunda. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. memelukmu. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Meta."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.""Apa. bunda. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos.. bunda. Meta. atau sering merasakan.. memujimu.""Tak usah.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Sampai ia masuk SMU. pakaian dalam. Sampai ia lulus SMP. "Bunda mau bicara sebentar. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu..processtext.atau. membelaimu... Sebab nyatanya. rok . Ia tak bisa datang menjemput...""Kau pasti pernah merasakan."Mungkin kau benar. justru karena ia tahu persis. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.??""Jangan bertanya dulu buat apa. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki.yang panjangnya selalu di bawah lutut. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. shampo.""Bibir saya kenapa.."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya.. Buka saja dulu pakaianmu. menyentuhmu. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. "Kenapa.com/abclit.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah.Bagi Yustin. atau senantiasa merasakan. bunda. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. bedak.yang tak pernah berlengan pendek.com/abclit.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. Lalu dirangkulnya. Aku harus berangkat naik bis kota."Meta terdiam. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu.""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya..""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. Meta?""Aku beli sendiri... Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .

"Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. blush-on.html sejauh itu. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. yang setiap hari mendengar decak kagum. Dan Yustin tak mungkin bercerita.processtext. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Pipinya membasah. nak. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. maskara.. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. pujian. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. kalung. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www. Dan ini membuatnya jumawa."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin." "Lalu.processtext. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. Meta. Ia pun buru-buru membuka almari... Dengan berbagai kecemasan. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. "Ya."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku. Dan Yustina tak kuat bertahan. Matanya terpejam.""Bunda khawatir.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat..com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Badannya besar dan kekar."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca.. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. Ketukan pintu membuatnya kaget. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. siutan panjang. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat. Kapan pun.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku.com/abclit.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. eyeliner.. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju.. giwang."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. panggilan mesra. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. eyeshadow. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya.html . Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah... Tak mungkin ia bercerita. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. Meta.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. anting.. serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. Bunda cuma khawatir. gelang.

. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. dan berucap.JALAN-jalan. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. ya?" "Sebentar. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. aku cinta Bram. lebihlebih. kalau kau punya suami. ketakutan. Tapi. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. langit menulis kata-kata itu.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa.html ."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah).?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang.. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. Meta?" Jakarta. Itu rasanya tidak mungkin. Kamar 501.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. Sekarang aku sudah di kamar. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.processtext. oom. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar.html lirihnya.com/abclit. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. di halte sambil menunggu bus. "Kau bicara sama siapa. dan kesedihan adalah milik mereka. Bram.PADA saat itu.ABC Amber LIT Converter http://www.. Dina menikah dengan Bram.processtext. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. minta aja kunci ke resepsionis.. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. "Kubisikkan pada mereka. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. aku cinta Bram. seorang lelaki Indonesia. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. bersihkan sarang laba-laba itu. Dina membawa sebuah buku.com/abclit. "Non. aku cinta Bram. Oke. Kala mendongakkan kepalanya. Dina tahu Bram ada di sisinya. harapan. Kamar Masmu memang jorok. "Halo.

Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. Sekarang.com/abclit."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. Dia naik ke lantai dua.Langit di sana diam-diam saja.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba.Anaknya lahir dengan sehat. bukan untuk diriku sendiri. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. cintaku kepada sulungku dan Bram. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram.Kemudian dengan bayinya. tapi untuk keluarga.ABC Amber LIT Converter http://www. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www. setamat sekolah pulang ke Indonesia. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. untungnya aku datang.com/abclit." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. sebisa-bisanya. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. kamu depresi. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. apakah dia masih mencintai Bram. Tiba-tiba di ruang ini terdengar.processtext. tiba-tiba Dina tidak tahu. yang kemudian menjadi suaminya. Ia menampar habis-habisan sulungmu. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. menari. "Din.DINA menyusun rencananya. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. Karena semua orang bilang. Hal ini dibicarakan dengan Bram.SUNGGUH. Dina menyanyi. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Langkah satu. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. aku tidak pernah mengurungmu. ketika selesai menyetrika. Dina mungkin capek." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak."Ibu memeluknya. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu.Malam itu. sebaiknya minum susu dan aspirin. Dia merasa. perceraian. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Semua perabot rumah.Dina menjerit-jerit." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. Dina duduk di ruang tamu. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. Mereka sama-sama bekerja keras.html kandanganku. Namun. hal itu diomongkan kepada Bram.processtext. sebenarnya Dina merasa."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. "Kuberikan diriku. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. "Nduk. waktuku. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon.html .

karena tanpa tugas-tugas itu. yang sampai pada saat ini. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain.""Jadi. "Ma. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu."Bram.ABC Amber LIT Converter http://www. Dilihatnya Bram dan anaknya. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. mereka berdua melenggang ke kota lain. Sebetulnya. Bram yang seharusnya merawat. "Pa. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. mengirim cintanya lewat telepon."Dina diam saja. tapi harus dihormati). membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya.Kesedihan. Memang ada ekspresi cinta dari Bram.processtext. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi.html . ayo tidur. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Kamu masih dalam proses penyembuhan. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). "Din. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. Beberapa tetangga berdatangan. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. turuti sajalah apa kata dokter. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Din. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta)."Ibu memeluknya. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. mereka adalah laba-laba ganas. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. "Saya harap.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. selamat tinggal. "Nduk. "Sudahlah. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. ketika Dina merasa pusing yang hebat. anaknya. kasihan anakmu. Dina tidak ingin peduli. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor.processtext. perasaan dan pikirannya. masih menjerat seluruh tubuh. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. Bram berdiri di antara tetangganya.com/abclit. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu.Sampai di rumah ini. Padahal.""Kau tidak mencintaiku lagi. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. Dina jijik dan sekarang. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. harga obatmu sangat mahal. "Ibu. Dina berkata pelanpelan. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu.Dina menangis. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. Dina mengatakan kepada Ibunya. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain).Akhirnya."Bram melihatnya lekat-lekat.html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati.com/abclit. Bram berkata pelan-pelan. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu.

ayam itu menghasilkan telur yang banyak. mereka akan datang menjemputmu. dan turun dari kandang berkembang-biak. "Ayam ini untuk si Upik. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. cukup angin saja yang menyibak. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah.com/abclit. bakal cepat berkembang.html . Dan jaring labalaba itu. dua-tiga butir yang dierami. kanan dan kiri. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Rambutnya kasar seperti ijuk. mengejar-ngejarnya. berdiri tegak umpama dari landak. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. Atau ada yang sempat bertelur." maka. Dan kenyataannya memang demikian. semuanya selamat dierami. kamu sudah sembuh.Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. Dina menganggap.com/abclit. Ketika si Upik masih kecil. Ia bercita-cita menjadi tentara. menampakkan wataknya yang keras. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. ajaib.html Bram dan anakmu. Tanpa harus menguak dan meraba.Malang. Konon. cukup dengan berkata. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. Namun. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. lalu tumbuh berpasang-pasang. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. terhindar dari segala penyakit dan kematian. pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. Merimuk saja di sudut kandang.processtext.Demikianlah. orang-orang percaya pada pertanda."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja.processtext. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. ABC Amber LIT Converter http://www.

Sendiri memintal hari. sekolah si Kandik harus terus disambung. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka. di usia sehijau itu. Karenanya. Setiap tanda jadi tanya. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. pusar-pusar ternak itulah. Menjadi adat orang seranah. Sungguh menambah beban. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www. berkah dari adat yang bertuah. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. dan ia tak peduli. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. sambil menyibak pusaran rambut itu. Tidak.com/abclit. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya.html .Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. Tak perlu menunggu lama. nanti mendaftar jadi tentara. baru akan naik ke kelas enam saja. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. tiada dua. ya. Tak hanya kambing.. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan.com/abclit. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. berkat tetua yang pandai membaca. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. turun-temurun. ayam-ayam berkotek di kandang.processtext. seorang sahaja di tengah padang. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala. tapi bermacam-macam.Pagi-pagi sekali. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. mencari kutu. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. tak perlu menunggu tamat sekolah.html dan Ayah merestuinya. tamat SMP ke SMA.processtext. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. dari ayam. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. sapi dan kini kerbau. Dan semua ternak diterima Ayah. begitulah keadaan diri si Upik. Berbeda sekali dengan si Upik. Berhujan-berpanas sudah biasa. Alangkah indah dan menyenangkan. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. setiap isyarat jadi sebab. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. ternak si Upik memang berkembang-biak. Ayah tentu merestui. tidak berbaju buka kepala. "Anak gembala. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Upik merasa tersanjung.. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Dan. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!).

Selalu.Tapi Upik menyukainya." kata Mak kelu. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. Sebenarnya.Terhuyung Upik meniti pematang. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. Si Upik tak kuasa menahan tangis. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. ia lihat wajahnya. ingin muntah. orang mahfum.processtext.. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. bangau-bangau itu lantas menjauh. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. menyejukkan. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. ayah butuh seekor kambing!" Maka. mungkin juga seorang bandar!). kakak-adik. mampir sebentar dan bercakap. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. tapi bukan penghiburan yang didapat. yang menjadi latar perkampungan.html . rasa diperhatikan dan penghiburan.." Lama-lama. itulah yang utama. berarti menantang adat dan kebiasaan. Membuat si Upik tak nafsu makan. ketika seseorang datang berseru. dengan kumis melintang. apalagi mereka tak punya anak. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. ia dengan nyentrik bilang. kecuali dari Pak Kudun!Ah. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. dan Mak tak kuasa membujuk. O. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak.html keterlaluan. begitulah. "Panen gagal. Mengobati sakit dan lelahnya. Dan petang itu. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. entah kenapa. Ayah menyeretnya ke belakang. "Hampir panen. tapi sudah cukup akrab-bercakap.com/abclit.processtext. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Pik. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. dengan sekali sentak. "Kamu sakit. diserbu belalang dalam semalam. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon.. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kamu mesti berangkat." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Maka. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. tak sekadar membentak tapi menggampar. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu.. dijambak dan diacak-acak. Di kubangan. apalagi si Upik. Perutnya mual. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan.com/abclit. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. kurus dan menderita.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. patuklah pusar-pusar di rambutnya. Upik. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. Dipijatnya kepala Upik di sana. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. dan berseru di tengah padang. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh. Tak tergurat tanda amarah. melainkan dampratan dan umpatan. Dengan satu sentakan. Wajahnya bersih. kawanan bangau yang putih yang suci. Ia merajuk. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. ABC Amber LIT Converter http://www. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. juga rambutnya yang kusut. "Upik. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Dan penuh perhatian. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Isi ladangnya tak pernah jelas.

Terima kasih. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. dan merasa agak enak sekarang. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Upik merasa lengang tiba-tiba. Dan Upik.processtext. Cepat Upik berlalu.. Upik ingin tak mengenang..html . tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. Dan karenanya. dengan ucapan yang tak selesai itu.processtext. untuk kali itu.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Ayah lalu berbalik langkah." katanya dengan suara bergetar. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya.. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. orang tua penuh perhatian. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. "Awas. "Upik.. mengancam. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan. Sebelum pergi. Mak.com/abclit. Gadis itu terpana diam. Pak Kudun memandangnya. dan Kandik segera mengejar..Upik menggerakkan kedua lengannya. dengan tatapan orang yang minta diri. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. "Sudah lumayan enak. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. lantas si Upik berlari menuju ke sana. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab."Dan kau. Keduanya bersitatap. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. seperti tersadar.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang.com/abclit. Pak.ABC Amber LIT Converter http://www.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. tidakkah juga. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. "Mbheeeeekk. Maka. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan." Pak Kudun tak melanjutkan. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. Ah. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.html Apakah sekadar mendapat teman bercakap. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. dan berteriak seperti biasa. Yang jelas. iramanya melengking tinggi!Tapi. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. Tapi. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. Lantas. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. meniup puputserunai batang padi. Batal ia mengambil mangsa. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. irama itu terputus tiba-tiba. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. dialasi tikar. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya.

Kita ke ladang saja sekarang. Tinggallah Upik dengan hati senyap. Semakin tebal. Menembus pekatnya ranah yang berkabut.processtext. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan.Rumahlebah. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar.. hantu. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. berarti kau yang memberi tahu.. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa.html .Upik beranjak ke arah semak-semak. 2002Catatan:1.com/abclit.2. meski sulit dipercaya. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh... mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun..ABC Amber LIT Converter http://www. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Ayahkah. Sistem paroan.. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar.. sesuara lebih dulu menyentaknya.html yang sedikit terbuka.. Pusarpusar. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. semakin bebal. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun.processtext. berpulun kain sarung. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. bukan mengembalikan mangsa. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Awas. "Upik."Tenanglah.. Namun. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik.PETANG itu. melainkan datang dengan ancaman yang sama. tenanglah. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal. Senja mulai turun. kalau Ayah sampai tahu. Upik. baru beberapa langkah. si Upik melepaskan jerit.com/abclit. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www. Iya 'kan?"Begitulah. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. Yogyakarta. Tetapi. Ia ingin menjerit. dan kalau nanti Ayah datang mencari." bisik Pak Kudun. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya.. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. tapi setidaknya. atau.

Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. karena tadi terbawa angin." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu.processtext. Edisi 01/05/2003 "KAI. Masalahnya. ceritakan apa adanya saja. Oya. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. teruskan ceritamu.." "Begitu?" "Ya. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas.. aku pergiii!.html . maaf.. "Ya. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. sekarang. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi." kata Kupu-kupu. Ah.processtext. nanti dulu." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. maaf.. Tangkai akhirnya mengangguk. Aku baru terbang dari luar kampung sana. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar." kata Kupu-kupu. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. tenang dulu.com/abclit. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www. tadi lebih pikuk. Kai. peristiwa apa sih sebenarnya." "Mau dengar nggak?" "Maaf. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang.Aku juga tidak bisa cerita banyak. Ayah dan anak. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. "Nanti dulu." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. Hm. "Wah wah. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari." kata Tangkai. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. Kupu-kupu tampak berpikir. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu... "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. Ceritakanlah.com/abclit." katanya." kata Kupu-kupu.html Sumber: Kompas. Aku belum mendengar apaapa. Bahkan dalam tidur pun." kata Kupu-kupu. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Seru sekalii. "Wah. "Demi persahabatan. "Cerewet. "Nanti. aku malah hampir lupa. Kelihatannya ada jalan keluar. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia.. Sampai nantiiii. Bukan ingin tahu pendapatmu. "Cuma. hingga kemudian. "Sudah risiko. Mau dengar nggak?" "Maaf.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ceritakan dong. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu.." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. "Jadi ketinggalan berita. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. ada angin lagi.. aku masih agak terganggu sampai sekarang. Aku telat datang!" pintanya kemudian.." beritahu Tangkai. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. ada apa ramai-ramai. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. tidak begitu. Pu." "Dua orang kataku. Agak sedih malah. Dua lelaki. Di antara tiupan angin yang membawanya." "Kok berkomentar lagi. nanti saja ceritanya. "Lho.

"Maksudku. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap." "Itu dia. "Ya dong.com/abclit." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. Darah berceceran di mana-mana. Pukul-memukul. "Nanti dulu. "Jangan di sini. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai." "Apa itu?" "Kedua lelaki. Tak ada yang mengejutkan. yang diinjak. yang diteriaki. Begitulah.. "Itulah. Begitu saja. Bus-bus berhenti. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. tahan dulu. Hinggaaa." kata Kupu-kupu. Hinggaaaaa. "Begitulah. teruskan. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. akhir dari kejadiannya. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. "Kukira ada hal yang luar biasa." kata Tangkai. "Sudah. "Terserah." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang.. Lalu tentara datang." kata Kupukupu.. "Itulah.. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul... setiap hati. dan menghilang ke ujung jalan sana..processtext.processtext. Akhirnya tak jelas lagi. Capung kemudian terbang dengan tak acuh... karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar.. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. teruskan ceritamu. lempar-melempar. yang ditembaki. Kejadiannya berjam-jam.. Jangan pikirkan si Capung. kemudian ikut berkelahi.. teriak-meneriak." lanjut Kupu-kupu. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. sama-sama meninggalkan kerumuman. Dia tidak begitu hebat. Cuma kejadian sederhana." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Polisi semakin banyak berdatangan... Bisa kau bayangkan. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Polisi datang dan melerai. Setiap mata. Hing. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong." kata Capung. Nafasmu nanti habis. ABC Amber LIT Converter http://www. lalu menaiki sebuah angkot. penembak." "Karena mereka saling memanggil begitu. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah.ABC Amber LIT Converter http://www. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. Lalu kau dating. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan.html .html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. Di sini nggak ada enaknya. "Iya. kok biasa saja. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. Jalanan benar-benar macet. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. Bisa kau bayangkan." kata Tangkai.." kata Kupu-kupu. "Pergi juga tak apa-apa.. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu.. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. "Wah... "Ya.. tak tak puas. Ayah dan anak berteduh di halte sana. "Ya. peneriak." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. tahan dulu." kata Tangkai bergoyang. "Ah. Atau malah kurang seru. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. Para penumpang menontoni. "Oohhh. setiap penilaian. "Kuringkas saja.com/abclit.. setiap kepala." kata Kupu-kupu. Kok kamu tahu mereka ayah anak." kata Kupu-kupu. hingga tembak-menembak. Tapi perkelahian masih berlanjut. tikam-menikam." "Hussh! Hussh! Kau. "Sudah. Para penumpang yang ditodong melawan. penginjak. maki-memaki. masing-masing akan terdengar khas. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Ayah dan anak dikeroyok. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Biar informasiku lengkap. Itulah ringkasannya. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan." kata Tangkai. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai.

Tahun yang sangat ditakuti. menceritakan hal sederhana. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. Ya." "Aku kan Kupu-kupu pintar.html . ayah dan anak." "Yuk. Tukang-tukang kayu dari Jepara. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. Tak percaya oleh kenyataan." kata Ayah. yang masih dapat dimanfaatkannya. Tentu saja.Pada tahun 2003. Daaag.com/abclit.. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai." Pada tahun 2003. Lunglai. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. dan sekaligus dibanggakan." "Daag." Tangkai bergoyang. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik.ABC Amber LIT Converter http://www. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. Sampai ketika kedua orang itu. menonton sejenak. Pada tahun 2003.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi.. Atau menutup berbagai lokakarya. bagaimana kedua orang itu. Rembang. Masih cukup dekat dari halte. dan Brunei Darussalam. dan Pati akan panen order dari Thailand. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya.processtext. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. Kalau tidak. namun sebagian lainnya tak perduli. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu." "Wah. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. katanya lagi. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh. Singapura." "Terserah kalau begitu. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah.processtext. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu.com/abclit. atau memang sudah mati percuma. kau seserius. sudah pingsan berdarah-darah. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. membawanya.

Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www. Padahal. tapi juga tahun 2003 itu. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. ***SEPULANG pidato. katanya. adalah tulisan.ABC Amber LIT Converter http://www. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. yang buahnya segar. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang.com/abclit.processtext. maupun indeks gabungan harga saham. akan mati. hidup ini perlu penerangan.Borassus flabellifer.html lagi. Ayah bergumam. Kini menunggui Ayah.html . Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Turuti saja panggilan sinarnya. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Kini komputer menggantikan perannya. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Tiga anaknya berkumpul.Bukan hanya gelap gulita.com/abclit. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. Yang daunnya berbentuk kipas. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. Kami tak mau mengecewakan hatinya. fluktuasi harga. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. juga punya karakter universal. "Lontar telah pergi. cinta pada kebenaran. banyak orang belum siap. tapi hitam legam di panggung sejarah. pada hard disk. Belum mengerti pasar modal. Setiap benda itu. Tetapi.processtext. pada disket. Ya. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. Cinta pada pohon. cintamu juga harus lebih canggih.Makanya. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. Ya. hari-hari kami seperti lebih teduh. Dulu.Namun. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. pohon lontar itu. cinta pada anak-anak. Itulah nama Latinnya. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Kesehatannya tampak terganggu.Sepeninggal pohon lontar. Universalitas ini yang penting. berbuah maupun tidak berbuah. siwalan alias lontar. kata Ayah. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. tiga anak-anak lontar yang setia. karier Anda sekalian bisa lebih suram.Anak-anaknya berkumpul. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami."Makanya jangan melawan Rembulan. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer." nasihat Ayah seperti berpuisi. Sekarang pada layar monitor. kebanggaan keluarga kami.Aneh banget Ayah itu. cinta pada keindahan.Aku sengaja mendampinginya. Tapi. Tahun 2003 sudah datang. Ayah tidak berdiri di sana. Seolah-olah bersyukur. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Pendeknya. Bukan. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. seperti yang semua sudah tahu. Sepeninggal lontar. punya karakter lokal dan manfaat lokal. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu." ujarnya kembali berpuisi. sekarang pohon itu tak ada lagi. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. cinta pada Tanah Air. Bukan hanya Bulan. Matahari tidak langsung memancar dari langit. itulah pohon tal. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. semangat hidupnya seperti menggelegak. melalui jendela yang terbuka. cinta pada Ibu. dan cinta pada pengetahuan. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami.

Aku teringat perempuan tinggi. yang sudah punya tiga orang anak. pribumi maupun Tionghoa. Sekali dilirik. tentunya. juga di jendela kamar Tante Yetti. Ya. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Tak ada cetak biru.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. Ia menggiling beras untuk petani setempat. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. Napasnya semakin jarang. Tapi. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. ibumu tahu. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. Tapi. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). orang Pasar Minggu memanggilnya mundu.html kabupaten Klaten pun. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta..Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku.ABC Amber LIT Converter http://www. Daunnya tebal. guru sekolah dasar luar-biasa. Garcinia porecta! Manggis hitam. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. yang telah duluan meninggalkan kami. dan nyeri perut. semua laki-laki. ada Garcinia dulcis.processtext. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. anggun. bisa teringat selamanya. kebun. kukuh. dan terlalu merdeka. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Semua anak Ibu tahu hal itu. Anak-anak sudah tidur.***MALAM sudah larut. Apakah mereka harus dikabari. Memang ada banyak macam manggis. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. berkilat-kilat.processtext. Bukan hanya tapak dara. Ada Garcinia mangostana. aku curiga. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. juga tapak liman dan tempuyung. Meskipun jalanan berbatu. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Tapi. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Ia cuma melayani dan melayani.html . Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Air mukanya tidak pucat lagi. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio." Ayah mengigau lagi. elegan. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik. Dini hari betul.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. baik sipil maupun militer. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi.. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat."Ibumu tahu. aku terbangun. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas." Ayah mengigau lagi. bahkan di semen sekalipun. blue print. Setiap orang punya perlambang sendiri. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Tak ada action plan.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Ia bisa tumbuh di mana saja.com/abclit. atau mungkin hutan bagi Ayah.com/abclit. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. lalu sunyi lagi."Jangan melawan sinar rembulan. belum pernah bicara. mendengar Ayah memasukkan sepeda.. Tapi malam ini. Ia akan menyusul pohon lontar. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Batangnya kuat. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. taman. obat batuk. katanya. atau mungkin juga kecapaian. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. Napasnya normal. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Ayah tampak sedikit tenang.

Kalau sedang pelit. sadeng. Ayah seperti batuk keras sekali." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. kami panggil suka-suka kami. dan American Family Therapy Academy. Melalui Internet. Kalau sedang pemurah. mungkin juga kurma. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. siapa pun Rrembulan. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. kira-kira pukul empat pagi. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. Yang terang batangnya lurus ke angkasa.Sayangnya. ia mirip palem raja. Buahnya banyak.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. barangkali. atau palem puteri. sejak 1977. lindungilah Ayah kami. tapi menyeramkan. seperti ibunya.com/abclit. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Terserah pada kami. dan seindah-indahnya. Bukan nyeri.Aneh.com/abclit.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. sekali! Ibu bukan Rembulan. ABC Amber LIT Converter http://www. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. bila Rembulan bicara. kakak dan adikku.Aku senang Ayah banyak membaca. Semua dilakukan dengan senang hati.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika matahari terbit. Napasnya kembali tersengal-sengal.Namun. "Jangan melawan Rembulan. siapa yang mau melawan?Yang terang.html tekun. cantik dan setia. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. Tetapi. Bahasa itu.html . Satu per satu. Ia terus tumbuh ke langit. Makin tua makin rajin belajar. Tamarindus indica. teguh dalam badai. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. mirip seperti Ayah. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Ia tidak takut cahaya Rembulan. makin ingin tahu. Aku pohon manggis hitam.Si pohon asam jawa. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. Sejak ada komputer. sepertinya semua baik. Ia bisa jadi palem raja. kami tidur di sekeliling Ayah." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. Mungkin Ayah lupa. dan si kecil. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. meskipun tinggal di dusun terpencil.***PUKUL setengah enam. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. anak-anak siwalan ini. bila rajin buka kamus. Borassus flabellifer yang kuat. terkait dengan pemahaman ekologi. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Kami tidak boleh berargumen apa pun. kakak memilih jadi asam jawa. menurut ayahku. Entah itu Asean Free Trade Agreement. aku terbangun. Wajahnya pucat. Ia mengingatkan orang pada AFTA. dan berbuah. tingginya bisa 25 meter.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. tidak bisa diajarkan. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Sebaliknya. aku. tetap saja tidak bisa. Ia pohon asli Indonesia. kegemarannya makin berkobar-kobar. Aku membangunkan adik-adikku. membaca berbagai koran dan majalah. Lewat tengah malam. kelapa sawit. yang bungsu adalah pohon salam. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. berpusat di Miami Florida. tumbuh rajin. tapi siwalan. Mungkin juga lontar. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. ada atau tidak ada AFTA. berkembang. Sekarang juga. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. kini menjadi yatim piatu. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. persis seperti tertulis di sini. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung.processtext. Atau ada "rembulan" beneran. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. Pencipta alam. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. Rumah sakit mana saja. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Bahasa itu harus dipelajari. Atau kelapa. sepeninggal lontar ia banyak pidato.processtext.

Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Ia terus melangkah. entah dari mana. Dingin menembus tulang. untuk Muhammad Saleh Kismadi. Sulur laba-laba menghiasi tembok. kursi. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. dan akuarium." Atau kecupan mesra di pipi. ia masih berdiri di depan pintu.. Langit bergetar. Di dahi. Mandilah dengan air hangat. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Tetapi. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah.com/abclit. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. ada atau tidak ada Rembulan. sepi. menjijikkan. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. Mengedarkan pandang.processtext. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar.processtext. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Lama.com/abclit. begitu miris. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Lalu. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti."(Sebagai ziarah abadi. Tetapi. Ia terus berdiri.. Mai? Kau tampak capai sekali. almari. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Tampak kotor. tapi niatnya tak surut. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Berdiri gamang di depan pintu. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www. pintu itu belum juga terbuka. itu siasia.html . Tetapi. Menunggu seseorang membuka pintu. meremang. vas bunga.ABC Amber LIT Converter http://www. cermin asbak.Malam merayap. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Ia tampak takut. Katanya juga jelas dan tegas. "Jangan takut pada hutan.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Tetapi.Namun. Dan ia masih mencoba menunggu. terdengar berulang-ulang. bagai habis terbakar. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit.Gemetar ia melangkah. Ruang tamu itu kosong. Masih menunggu seseorang. Juga sayup jerit. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Meja. Lama. Lalu lengang. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin.

com/abclit. Foto itu buram tertutup debu. berteriak. Ia mengenakan toga.***BAYANGAN itu begitu kental. Tenggorokannya seperti tercekik. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal.processtext. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. urung.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. namun air matanya enggan tumpah.Ia melangkah menghampiri foto itu. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. ia ingat. tiba-tiba ia tersenyum tipis.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. menepiskan tangan. Semua itu begitu jelas terbayang. Malam kembali senyap. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Tetapi. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok.-ah. Hingga bulu kuduknya meremang. ya. Tidak lama kemudian. Ia lupa. menggeleng pelan. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Lalu tawa mereka. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Malamnya ia nyalakan lilin. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Berteriak serupa kesurupan. memaki. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Ia jongkok. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. menggigil ketakutan. Membuat tenaganya sesaat lesap. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Lututnya bergetar hebat. Melotot. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan.html . ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Ia ingin menangis. Wajah-wajah beringas. "Tidak! Itu masa lalu. mengusap-usap dengan jemarinya. ingin mencium bercak darah di tembok. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Keringat di dahinya kembali berleleran. Juga suara orang-orang itu. Dan darah. Ya. Membuat ia kian gemetar. Mama. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. mengumpat penuh kebencian. Di lorong jauh. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Ia sangat tersiksa. Ia masih ingat. berteriak. Di situ ia kembali terpaku lama. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Ah. Mata-mata merah. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Mengkilat. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. saat ini. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. hingga wajah Papa. Tetapi. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. Ia ingin berontak. Mengatur napas yang mendadak sengal. dan dirinya tampak semakin nyata. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah.processtext. Tetapi. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. Malam kian mencekam.html gerutan kasar di tembok. merunduk.

Letih. di sebuah kamar hotel. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. berkilat-kilat. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. tumbuh.com/abclit. sopir taksi itu justru tertawa lebar. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. Bergiliran. Selain itu. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib.com/abclit.Namun.. Berjam-jam. Menyusul Papa dan Mama. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur.Lima jam setelah kejadian itu. Meja.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Tetapi. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. miliknya. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan.Akan tetapi. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat.. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Memberinya makanan enak. perlahan-lahan tenaganya pulih.html . ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Juga sprei di atasnya yang acak. bocah laki-laki tampan. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa.processtext. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Pelan ia merapat tembok. menenangkannya. Itu adalah kamar miliknya.Mula-mula taksi meluncur cepat. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. Mata mereka menyala. Sebentar lagi pagi tiba. Tetapi. Jantungnya berkeretap kuat. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. mengusap-usapnya. sendok. Ah. Ia sangat ketakutan. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. rak buku. Tetapi. selain tampak kotor berdebu. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. Ia terus hidup. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan seperti tanpa sadar. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak.processtext. juga segelas susu. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. Begitu kuat. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar.Ah. Entah apa. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. mangkok. Juga gelas. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Ia ingin mati saja. almari. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Gamang. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. kusut.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. Tetapi. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Waktu beringsut cepat. harganya pun pasti mahal. ia terlalu letih untuk terus melangkah. Hingga ia pingsan. ia takut. piring. Tetapi.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Menenteng kapak. Terus tumbuh. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu. mengeluselusnya. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. Sebelum orang-orang ke luar rumah. kursi. namun selalu gagal.

suaranya lembut."Number tenbi. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Rambutnya hitam legam.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A.. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku.! Yes.. ketat.. sumber wangi aroma melati. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. Ternyata seat-nya nomor 10-B.. Dengan kalem ia menutup bagasi. Inggrisnya beraksen Amerika kental. Tetapi. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. warna merah darah.Tetapi. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut.html . panjangnya sebahu diurai lepas. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja.ABC Amber LIT Converter http://www. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati.com/abclit.Yogya. berkulit warna almond. Ia lalu kunamai Si Peri. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. Jadi. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. rupanya dialah si peri. Ia bertubuh tinggi semampai.html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.com/abclit. karena action Si Peri. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. it's mine. Edisi 12/15/2002 OHHHH. Pikirku spontan.Ternyata. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. *Depok . Paha itu menjadi perhatian banyak orang. bergaun panjang. 1998-2002 Kepada Tiankong. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. "Hello.processtext. Bisa kupastikan. melainkan. Sorry!" kata Si Peri. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya.processtext. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. Kata temantemanku. Itu. Perilakunya santun. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat.

processtext."O."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. ia dagang palawija. nenek saya termasuk di dalamnya."Ke Batu-Malang. Setelah menikah. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali.... saya mau ke Jakarta.""E.ABC Amber LIT Converter http://www."Yes."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda."Maaf. pertanyaannya mengejutkanku.processtext. Sedangkan kekikukanku kali ini. karena saya tidak tahu.. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. Itu. Maka... saya mau ke Langit. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan.. Tapi.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok."Ya. saya tidak tahu!" aku berterus terang. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. karena penasaran. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum. Ironisnya. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. Maksud saya Peony Wu. saya berbahasa Mandarin.nah.. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu. "Jadi."Nah. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www. seindah Surga... karena aku sedang memikirkan profesinya.. tahun '62. karena kecintaannya terhadap Indonesia."Tentu saja Anda tidak memahaminya. ia terkena PP-10. negeri yang kata waipo-ya.com/abclit. maksud saya. Saya suka.. Nah. Biasanya. Materinya terlalu panjang dan rumit. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup..Aku bingung. "Itu. ya kata nenek saya. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. di Surabaya. Tian-Tiankong itu artinya Langit.com/abclit. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. ". kulanjutkan dialogku dengannya. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan..tapi. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti.. sorry.. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. Nenek saya bilang.. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Sungguh."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. Ya. dari mana saya harus memulainya.. Aku tidak memahami alur pembicaraannya.ee. Di kota itu nenek saya lahir. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. maafkan saya.Miss. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku.""Nama saya Peony. Yang saya tahu... absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. karena alur pembicaraan saya rancu. Apa sih profesinya?. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya. "Jadi.. Ini menyangkut sejarah."Maaf."Sama. Miss Peony. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. Langit Yang Jauh. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. Itu. ". karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku.html . kembali berbinar.."E. "Hem. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia.. Maka."Yes! Anda cerdas. memberi makan para pejuang. sambil mengguncang-guncang tanganku." ia memenggal kalimatku.html kekikukan yang biasanya kurasakan. bisa juga dimaknakan Surga. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. menahan tangis." ralatnya." mata Peony yang semula redup. Tetapi. nenek Anda.

Sayangnya. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Jangan. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. Ia memilih tinggal di Indonesia.!""O. buka butik!""O. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. ketika meletus G 30 S PKI. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. Suatu tempat yang ia rindu-kan.html . saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. Katanya. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis..Malang." sambung Peony tersenyum getir. usianya 38 tahun. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu.. untuk melaksanakan li bagi neneknya. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. "tapi. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan.di Tiongkok. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao.com/abclit. Tetapi kedua anaknya hilang. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. ".. Ia takut. ia lalu berpesan." Komentarku tentang dirinya.html membuatnya gamang dalam menjalani hidup." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas."Ya. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu.. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku.com/abclit."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. "Nenek saya ada di sini. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. tempat itu sangat indah bak surga. akhir Oktober 2002 Lebaran. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia.processtext. Untung. Jadi."Ohhh.."Saya tidak bercanda. Jangan. Ia lalu mengajakku ke Batu.Jakarta. besar di Amerika.. Kemudian. usianya 78 tahun. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh.""Ah. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. Itu.." tanggapku serius. Kabarnya. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya.ABC Amber LIT Converter http://www. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. makanya Anda modis..processtext. "Oiya.." lagi-lagi ia memandangiku.. Kemudian. saya sekarang punya usaha di Singapura. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa.. Maka. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. lahir di Macao. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Anda jangan bercanda. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh.

processtext. Dengan napas masih sesak. Mak! Dan ketika aku pulang. tak pulang-pulang. Mak ini bagaimana." "Ah. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Jermal. Tatapan itu. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah.. Dua bulan. tak usah mimpi. Bohong. di jermal. Kue dan baju. Mak ragu.com/abclit. Mak bisa ke Malaysia. yang jelas. kalau kebetulan tak menggiling. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga.ternyata Mak benar. mengangkat. kata Mak. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. "Sudah. Mak. bilang hanya Rp 200. mengepak-ngepak.html . Dulu. Mata itu. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam.telah menipu.. Amri. bawa uang. Untuk toke atau cukong saja. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. itu tepat jelang Lebaran. Kita bisa. hanya dua bulan. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya." "Dah. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. Bagai tak ada antara.com/abclit." "Tapi . Tetapi. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. Pulu. Lelap saja." Mak masih ragu. tetapi semua sia-sia. Openg terus terbatuk. ***MENGGILING.. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. Dibukanya mata." "Tapi. telah menipuku." Tapi. Sebaiknya kau tak pergi. apa itu? Di tengah laut.. masih terbatuk-batuk. nanti. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400.. Bagi Openg. melambungkannya ke permukaan." Atin menyela. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. Di hadapan mereka. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Beli baju. Tetapi.. "lebaran! Kita bisa buat kue. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Empat ratus ribu rupiah. butuh Rp 500. Wajah Atin. itu bukan mimpi pertama. Gelombang membalik. dengan pandangan masih nanar.000. Wajah Mak. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Janjinya. Betapa melelahkan. ***SEGALANYA? Entah. kalau Rp 200. bukan persoalan memutar atau menggilingnya... dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau.. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. Jadi.. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. Orang-orang itu. mandor itu. Selalu. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena.ABC Amber LIT Converter http://www.." "Aduh..000. menatap ke arah Openg.." "Ya. Orang-orang dewasa itu. Begitu aku pulang.. artinya menarik jaring. Tenang saja.000. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. setiap tenaga yang ia keluarkan. Dua jam itu.000 per bulan.. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Bang Tohar. telah tiba saat menggiling..processtext. Setiap gerakan. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai.. Kenapa bisa datang berkalikali. Dan.. Gelombang.. dilihatnya Ucok.. terbatuk-batuk. Mak. Edisi 12/01/2002 AIR. Tak sampai dua jam. betapa meletihkan." "Tapi. Betapa cepat.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang.. Openg terbayang Atin. Segalanya. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Sudah berkali-kali. Ah-ah. Jangan khawatir. tak ada gelombang. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Tolong.

pulang?" Bang Tohar berdiri.. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. kata Mak. Tentang Atin yang ingin sekolah. Tangan kecilnya menggapai-gapai.. Openg mendapat cerita lain. kata orang-orang. "menindih" malam-malam." "O.. Openg ingin berteriak. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. Ia hanya bisa tidurtidur ayam. Dan. Gelombang membalik. kata kabir. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya.. Openg tiba-tiba takut. mengepak-ngepak. berjalan menghampiri bocah itu. mata itu. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. ternyata tidak. mengalahkan deru angin dan desau ombak. harus pulang.. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti...processtext..akan ucapan Amri.. Openg tak menjawab. Betapa jauh. tetapi semua sia-sia. bila malam. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Tak tahan-dan tak percaya. Lututnya. dengan berenang!" Openg tertegun.. Tentang Nenek.. Hahhh. ingin menangis. setiap tenaga yang ia keluarkan. "Jika pun bisa. dan takut.html akan sangat kecewa. Kata Amri.html . entah sebab apa. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Matanya menatap ke sana. kata Pulu.. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. kenapa mereka. yang tak berhenti sakit.. terbatuk-batuk. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan.. Napasnya mengoar.processtext. Ada tangan besar. bergegas mencari Bang Tohar... orang-orang kampungnya. Kepalanya jadi sering pusing. membungkam mulutnya. bertemu Atin. Tentang begitu pentingnya uang.. menggigil. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. Kenapa!" "Aku tidak bisa. Mata itu. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya.. Lagi pula. Lelaki besar. lima hari menjelang lebaran. Dan. Setiap gerakan. kalaupun cuma menggiling. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.. sungguh membuat Openg sangat capek. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Openg takut).. "Hua haha. Tertunduk.. aduh! Dua-dua jam itu. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah..com/abclit.. masih terbatuk-batuk. mereka benar-benar telah menipuku. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana.." "Memang tiga bulan. gempal. kemudian dipenuhi pikiran. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. tak ada yang namanya puasa. melambungkannya ke permukaan. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana. Soal upah mungkin satu hal. ingin memekik. mengangkat.. benci... Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. Yang membuat kepalanya.. Hal lain. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Kembali. Untuk sisanya. Betulkah? ***HARI ini. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Bang Tohar (tatapan itu.. di negeri Malaysia begitu gampang.. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan..! Bisa?" Openg membalikkan tubuh.. Delapan mil. "Kata Amri.." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. satu lagi. waktu itu. kau hanya boleh bawa seratus ribu. Tetapi. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Nenek.. Busuk. si juru masak. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. kerja harus tiga bulan.. Tertunduk.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. tak pulang-pulang. Delapan mil. Tatapan itu. Mak benar. Mak. Tentang Mak. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. kasar. Jadi. lihatlah. Tentang uang yang.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka telah menipuku.. Kenapa. Dengan marah. ABC Amber LIT Converter http://www. Ah Mak. suka.com/abclit. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. Puasa? Ah! Di sini.. Openg terus terbatuk. tak ada gelombangnya. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama. Amri.

Kalau tidak begitu. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. segera menyambutnya antusias. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. okh! Jangan. ekpresionis. dan entah apa lagi. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www. tidak! Jangan! Kenapa. Namun. tentang komposisi. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Menendang-nendang.com/abclit.. Apalagi falsafahnya.html Dibukanya mata. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis.com/abclit. ternyata. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu.. Menurut Hardi.. Diewany dan Faarisy..processtext.tengah menindihnya. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. tentang perspektif. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Dengan tangan lain. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab.html . Melawan. * Payakumbuh.. Seperti kebanyakan bangsanya. Tentang teknik melukis. dadais. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi..ABC Amber LIT Converter http://www. surealis. jangan. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Dia melukis mulai perempuan cantik. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Mungkin karena kecerdasannya. hingga kaligrafi. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.. maka dia pun melukis pemandangan. atau Riq'ah dan Kufi. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya..processtext. kedatangannya di samping silaturrahmi. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama. Tetapi. pembesar negeri.. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya.

Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan.” katanya suatu ketika dalam hati. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. ***RINGKAS cerita. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. mengapa dia tidak? Namun. tokoh wayang. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Tahu kanvas kan?! Betul ya.” “Itu kok warnanya aneh. Ya.com/abclit. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. dan sebagainya. dan kuas. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. Tiga bulan lagi. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. dia pun bertekad. karena sering ditindas. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Hal itu terjadi berulang kali. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. Kenapa tidak.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. Maka.” “Rajah?” “Ya. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. Kalau bisa di atas kanvas. alhamdulillah. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. “Itu rajah. Nah. “Tidak. macan. ramai-ramai juga mereka menyemangati. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. Sampai akhirnya. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya.html .telah memberinya wawasan mengenai kesenian.com/abclit. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Setelah tamunya itu pergi. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. cat.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. Tapi. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. kata Kiai yang memberi ijazah. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran.” tukas tamunya. Saya serius ini. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. dia hanya-atau. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. burung. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. itu rajah penangkal jin. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. namun melihat keseriusannya. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. Nanti sampeyan ikut. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Saya yang menulisnya sendiri.” “Wah. Kadang-kadang sampai subuh. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. pikirnya. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. “Ternyata sulit juga melukis itu. tak paham). dia baru keluar. ketika didesak tamunya. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. terutama seni rupa. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya.processtext. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. dia oret-oret kertas. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. lalu katanya.

dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.processtext. apalagi menikmatinya. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. karena tidak memenuhi standar.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Ini. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Di samping namanya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. huruf alif. saya langsung tertarik.000 dollar AS.html . “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. mendapat pikiran begitu. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Mungkin mencari-cari dirinya. ingin membeli lukisan sampeyan. baik ibu kota maupun daerah. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. belum juga menemukan lukisannya. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. terserah dia!” katanya. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya.com/abclit. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. Anda baru kali ini ikut pameran. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. Bahkan. “Kemana saja sampeyan. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. sini. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. Dia benar-benar salah tingkah. tidak diikutkan pameran. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Wah. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. lalu ditujukan kepada dirinya. Hardi membisikinya. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya.” Aneh. Wah.processtext. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sama sekali tidak menyangka. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. “Selamat. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Hampir semua koran.” Astaga. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. pikirnya.html merasa seperti diejek.

kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. “Terus terang saja. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. baru kemudian lanjutnya. “terus terang saja.” katanya sambil menyantaikan duduknya. “Ya. sebelumnya saya tidak pernah melukis. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. Cukup alif itu saja.com/abclit. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. “mengapa tidak sekalian Bismillah. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. biar hanya dengan dua warna ini. sampeyan menggunakan ilmu apa. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. ya sudah. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Kalian tahu sendiri. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Apalagi.processtext. “Begini. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. Tetapi. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. dia bisa tidak terus terang.” tukas istrinya. kalian tahu sendiri. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. Allahu Akbar. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. dlsb. niat semula begitu. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. tentang prinsip keseniannya. Kepada para wartawan dan orang lain. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. Bahkan.” “Tetapi. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. tamu kita yang pelukis itu. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. Tapi. Ketika makan siang. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver.com/abclit. di gudang kita.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. saya melukis karena dipaksa Hardi.html .” “Jadi. “Tidak pak. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. Namun. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu.processtext. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi.” “Lalu. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. tak usah saya lanjutkan. tidak pas. Maka. memperbaiki letak duduknya. “Ketika saya sudah siap akan melukis. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www. “sampeyan menggunakan ilmu apa. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. Tentang proses kreatifnya. akan jadi wagu. Saya merasa tertantang. Mas. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Mulailah saya menulis alif. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. atau setidaknya Allah. “Kalian ini kenapa. Lihatlah. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. menurut selera saya waktu itu. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. tekad saya sudah bulat. Yang saya sendiri kemudian bingung. Mungkin.

Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. minum kopi. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain.. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. Karena itu."Menurut kabar yang aku dengar.com/abclit.." kata Nurmi. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. Berangsur-angsur." Cemburu nada suaranya. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. Seperti tersirat dalam namanya. toko kelontong... Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu..html . Toko merangkap warung kopi."Aku dengar warung kopi.. salon.processtext. duduk-duduk di pinggir jalan.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain." jawab Dirun. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. . restoran.html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak.Kabarnya toko.. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka.. "Toko keperluan sehari-hari. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. perempuan setengah baya pemilik warung itu. apalagi di Simpang. terutama anak-anak dan yang tua-tua. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul.Akan tetapi. Tidak seperti ini. "kedua-duanya.ABC Amber LIT Converter http://www. belanja.processtext.. di ujung Desa Koto itu. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri.com/abclit.". * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. orang Koto lebih senang di rumah menonton. Tapi moderen. dan lain-lain.

"Benar apanya?" kata yang pertama. tempat itu bagus dan menyenangkan. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku." kata yang ketiga. Dia memerlukan mereka."Dan lahan pertama itu sudah gersang. jadi perlu lahan subur yang baru. bahannya jarang. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna.com/abclit. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. ketua preman Simpang saat itu. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya." jawab seseorang. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Atau minum minuman keras dan berjudi. Tingkah lakunya tidak sopan. Ini menambah jengkel orang Koto. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Penuh gairah hidup." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya."Siapa tahu. yang lain akan jinak juga. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. Yang lain ikut tertawa. dan semuanya sudah merantau."Ya. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. "Dan Nurmi pasti subur. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. "berapa. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil."Kalau kau sekaya dia. Sekalipun terbuat dari kayu."Ah. ya. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Semua tertawa lagi.html . kalau tidak boleh dikatakan cantik. Dibangun bertingkat dua. pemuda desa menyukainya." sahut yang memulai tadi. di belakang."Apalagi. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal.""Jadi." kata yang duduk di sudut. mungkin Datuak itu yang gatal.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. tetapi warung Nurmi tetap aman."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. pikir mereka." kata yang pertama tadi." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Selalu bicara dan suaranya keras. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling.com/abclit. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan." katanya sambil tertawa keras."Datuak dan Nurmi punya lima anak."Mereka tertangkap basah.ABC Amber LIT Converter http://www." kata yang lain. paling tinggi tamat SMU. Tetapi. "Coba lihat genitnya anak itu. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu. "kau juga bisa begitu. Nurmi orangnya menarik. Lihat badannya.processtext. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. Dia pintar. Yang jelas. Kalau tidak ketat. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan." pembicaraan makin ramai. mereka iri saja. Si Nurmi itu lihat kayanya aja."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang.Nurmi tidak seratus persen salah.html memburukkan nama Koto." kata Nurmi. Kini sudah besar-besar. tentu aku yang dapat. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan.processtext.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Bicaranya lancar dan masuk akal.

di bagian bangunan di sebelah jalan. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. kalau mereka tahu. Dia tahu di antara mereka. pintar merayu."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Amran kelabakan. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Aku ingin hidup bahagia. tentu aku dan keluargaku akan malu. bukan karena kedinginan.processtext. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil.. Amran kaget. Separoh lagi menerima. Ingat itu. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Sejak itu. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Dia menikmatinya. Terus terang. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Suatu hari. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. Penuh siang malam. Hamil tanpa suami. Nurmi lebih berkuasa.""Seperti sekarang?" kata Amran. Kalau mereka tahu.""O. dan lainlain. Di rumahnya. kan?" kata Amran gagap. pakaian. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari." kata Nurmi." kata Nurmi lembut. Dia terkejut dan gemetar. aku ditidurinya." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya.""Apa benar. Dia membiarkannya. Mencuri suami orang. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. kami miskin. Amran. Yang kuat menentukan berita.. hidup kita tidak akan tenteram. menulis kisah kehidupan Desa. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. alat-alat sekolah. Pasti suaranya. Merusakkan keluarga orang lain. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Ya. Amran. Dia kaya.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. tak tahu harus mengatakan apa."Kak Nurmi pin. Tidak lupa."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Peresmiannya meriah. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi.html . Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Yang lemah tak kuasa melawannya.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. Nurmi pintar mengatur siasat.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. Diremasnya lengan Nurmi."Tidak?""Dia yang menggodaku. Ingat."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan."Pintar sekali.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Aku bekerja dengan dia juga. Begitulah. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga.processtext. tapi mulai berani.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan.""Ya. mengabdi kepadanya. Di tempat tidurnya.com/abclit. di sawah dan ladang. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto.com/abclit." kata Amran. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya. Yang penting apa yang dipercayai orang.""Jangan lupa. Separoh hatiku enggan. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. ya pekerjaan rumah. Di luar warung hanya ada bisikbisik. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Tapi bisa pula dibuat gampang. ada yang kami perlukan dari dia."Diciumnya Amran yang menggigil. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. Kebenaran tidak penting.

""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat." kata yang menyela tadi. "Dibakar siapa?""Yang iri hati." pemuda tadi bela diri." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. ya. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. "Kalau pun ada yang iri." kata seorang pengunjung warung Nurmi."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan.ABC Amber LIT Converter http://www. ketua preman Simpang. ya.html banyak langganan. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Membuat usaha di sini. Tetapi dia masih untung." sela yang lain."Masa!" protes yang lain. Ruangannya pakai AC. ah."Bisa saja. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne." Ada rupanya yang memakan umpan itu. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api.""Ini kan memajukan Koto. Plaza Koto dilalap api. "Sok. Direbusnya air seperiuk lagi. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. orang yang punya itu.html .processtext."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. Mentang-mentang kaya di rantau." kata yang lain. Dia bersenang-senang entah di mana.""Mungkin Setan Api marah. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi.processtext. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. Dengar saja ocehan orang. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa.""Iya."Ya. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Termasuk ketuanya. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Maman. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu.com/abclit."Banyak.com/abclit. pemuda yang duduk dekatnya itu. "Tapi siapa tahu."Api! Api!" Simpang gempar. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Alex. kan. Jam dua dini hari itu. aku pikir begitu. Pelayannya muda-muda dan cantik.

Ketika melewati kelompok itu. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. Tapi. Mendegup juga jantungku ketika itu. Karena malu. ingin mengorek informasi tangan pertama. Dia tentu cuma pura-pura. Sebuah layanan berlebihan. "Sorry. penduduk melimpah. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan.html menjelang Natal tahun itu." bantahku..processtext. Sejak turun dari pesawat RRC itu. tapi karena cuma aku yang disasar.. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. namun bukan tanpa alasan. "Take it with you.. be hurry. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. tinggal satu rintangan saja." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex." tegur pejabat yang menggiringku.processtext... Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. minyak banyak. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. padahal kami saling pandang. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.html . Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www. Jerman Timur maksudnya... tak ingin tinggal di Jerman. tampangku. lebih dari tiga kali. Ketika itu dia memancing-mancing. "Keluarkan semua isinya. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin.. Tersenyum saja pun tidak. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka. "Tak mungkin keliru. Alex dan aku...com/abclit. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. WWW WAku spontan berdiri. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. "Tidak." terkanya. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. tapi mengangguk-angguk. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi.." perintahnya tegas... apa sebabnya? "Follow me sir. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. Di luar dugaanku dia bersikap begitu." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. ahli tak kurang. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.ABC Amber LIT Converter http://www.." Pejabat itu diam. Bisa studi di sana jurusan apa saja.com/abclit. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa.. Follow me please. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku.. Alex nampak sudah lemas dan capek." jawab sahabatku agak menggebu. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. pasasir lain pun tidak. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. mengapa kami pergi ke barat. Alex tidak. "Tuan tentu keliru." kata petugas itu kepadaku." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). bahkan bisa minta Stipendium3.. Tapi. dia mencegah.. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Tentu ada sebabnya. nampak tak senang bahwa mataku meleng. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. industri galak. Jadi. Barangkali pakaianku.

segenggam permen kecut." bantahnya. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. "Sorry." aku pun makin berhatihati. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. teliti. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin..I've just forgot it. keluarkan semua isinya. Sehelai sapu tangan. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong.. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. ". Semua kuletakkan di meja.com/abclit. please. Isi dompetku dua ratus US-dollar. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya." jawabku. "Permata Bernstein murah di Moskwa." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku.. singgah di Moskwa.. Sekali lagi alisnya mengkerut. Lain tidak. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku.. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan. suaranya sedikit berbisik. Nothing to do with customs...." kataku. padahal valas barang langka di sana. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa. Bisa beli dari saya." "Maafkan ya.. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Bernstein Siberia itu top quality. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. juga ketika mengurus visa bersama Alex. Bila aku tak hati-hati. berdisiplin. "Dua ratus dollar. menaruhnya di atas meja. Cuma stopover. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. this ugly me. Aman. Gunakan kesempatan. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. Jangan ragu Sir. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. Sir. Tapi.. Tapi.processtext. Sir. Aerovlot siap berangkat. tidak." "Just a sentimental journey. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. the best in the world." jawabku. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya.html ." elakku. aman saja.processtext. "Don't worry. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. Sir. Amsterdam. What a wonderful journey you have. Indah bukan main. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. Stockholm. saku-dada kiri-kanan. Tuan mesti nonton Bolshoi.. Dia tidak menaruh selera. Mereka suka!" "Saya percaya. Ternyata." jawabku ringkas. Dikendorinya tali kantung itu.. Itu saja isi saku mantelku. please. "Sayang. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. "Nothing more?" "That's all.. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat.. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Sir. Aku mulai yakin akan kejujurannya. tiba-tiba aku khawatir." sesalku..html merenggut mantel itu. Paris. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. dia mendesak lagi: "Anyway. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC.com/abclit. sekadar ingin mengakhiri percakapan." Dia tergelak. Aku mendadak khawatir. "Saku-dalam. Meski kami bukan diplomat. Tapi. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. Sir. "Kalau saja ada waktu.. "Tidak. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www.." katanya tiba-tiba. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Pas-pasan saja seperti kursnya.. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun. "Bakat itu tak perlu. bisa celaka seperti ikan kena pancing.ABC Amber LIT Converter http://www. "." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. saya tak punya cukup uang. "Keluarkan isinya. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku.

" kata Alex. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata.." kataku. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www. "Fine. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka.. Kami tak mengalami penggeledahan...?" aku ganti membelalak." tolak Alex. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut.. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Dibiarkannya aku keluar sendirian.com/abclit. sial. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. thank you. "Impossible!" "I say.com/abclit.. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. Tanpa keterangan apa sebabnya. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran.. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. follow me!" "Sorry. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku.. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. "Tapi." sahut Alex. tapi itu benda kenangan.. Menggeleng juga tidak. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. menyadari kenaifanku sendiri. Wajahnya nampak riang. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. no. takkan kulepaskan. tapi tetap saja purapura tak melihatku. berdiri di sisinya. "I must go quickly right there. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC.html .. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.html mengangguk.... Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. Sir!" perintah si petugas.processtext.. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. Perutnya mulas. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana.. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. mendadak lupa Inggris-nya.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut.." matanya membelalak.. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Aku sengaja mendekatinya. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Hampir-hampir kami tak percaya. "No. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. kebelet nih. My stomack... Have a beautiful journey. Si pejabat ternyata toleran...." "Ha. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. "Pasti tidak. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. kulihat Alex masih berada di tempat semula.. "Follow me. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku.. Malah mirip pasar loak. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "What?" bentak si petugas. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau.. lalu lari. Urusan Alex lain lagi. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah."6 Aku pun bungkam. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. Komentar Alex: "Gila kau. Sangat mendesak. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. sir. Dia pasti tahu.." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat... oooh. Kalaupun ada penggeledahan." Disalaminya aku.. Tapi.." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. tentu tidak terang-terangan.

Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. Aku kini yakin sekali." perintah yang itu-itu lagi." jawab Alex.. "Jangan kaget.** Paran.com/abclit. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Menawar pun tidak. pikirku. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. tak berani berbicara. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran.html . Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. Harap jangan repotlah. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. Semuanya permata palsu dari plastik. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. buat sementara segalanya telah tersedia. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. "Yes. "Kami mau ke Jerman Barat. tapi kami bungkam. Terima kasih atas perhatian kalian. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. "Follow me. Bung. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Segera pula aku sadar. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. please.processtext. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami." hampir bersamaan kami menjawabnya. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Kali ini pasti urusan gawat.. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. di sana ada kenalan. Bung. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami..html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa toko permata menolak membelinya." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. Lebih tak masuk akal lagi. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. juga pada diri sendiri. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku.

Rambutnya panjang. ingin tahu. Jantungnya berdegup-degup.com/abclit. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu.. Asap rokok mengepul dari bibirnya.. menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. jawaban atas doaku..processtext. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. kecemburuan. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya.processtext..html Sumber: Kompas. terus menunggunya.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan." wanita ini bercerita dengan suara bergetar..Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.. kegentaran.... Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. meski agak pucat. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. dan gentar. ketidakberdayaan..ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada yang bisa melihatnya. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali. Belum selesai. Ini suasana Gothic. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September... dijadikan gudang.. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. ia bolak-balik menuju dapur. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.html ..Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.."Rahmat. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. terlihat kusut-masai. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya.. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. Atau memang tak pernah terselesaikan. tidak. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan.com/abclit. Pantas. Begitu pikirnya. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya. gelap. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www.. Nosferatu. ia benarbenar datang. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan.

bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. Dengan mata terpejam."Kau perlu pastor.""Dia suka menertawakan mereka.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. Dadanya turun naik. sejuta kali. mengapung di atas sungai yang tenang.com/abclit."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya." yang lain lagi memberi nasihat. seribu kali. Tak jelas. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib.. Wanita kita menjerit.. baru dia menyalakan rokok.Hua-ha-ha-ha.. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. senyum atau tangis."Kalau begitu kau perlu dukun. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. seperti ledakan tawanya tadi..Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. pejamkan matamu kekasihku. tidak kering tidak lembab. Akan tetapi.. kebahagiaan atau kecemasan. sebagian menutupi kening. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata.Aneh.. muncul kebahagiaan luar biasa. . Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. Pada kali lain."Belum selesai wanita itu berkata-kata. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau." katanya.. "Pejamkan."Aku takut ditinggalkannya. atau.. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. Suara tawa meledak.processtext. benak saya. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. bahkan bisa tak terkontrol. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata..html ..processtext. Hanya saja. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata.com/abclit. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis.***DEMIKIANLAH. "Tutup. Datang setiap kali. "Tutup matamu.Diakui berkali-kali oleh wanita itu... tersadar dari mimpinya. Jangankan menangkap dan mengadilinya. Hatinya berbuncah-buncah." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan.Aaaaaahhhh. Dalam kegelapan. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Menunduk. kamu mengaku takut atas kedatangannya. Setelah agak tenang. masuk dalam dunia kegelapanku. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. Rambut itu begitu lembut."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan. kepastian atau ketidak-pastian.. Mari." jawabnya...Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. paranormal. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. tutup matamu... Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam. dan seterusnya. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal..ABC Amber LIT Converter http://www."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Mulai bulan depan. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. di tangan seorang pelukis yang gamang. tidak memikirkan keluarga demi karier. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. menghabiskan hidupnya di kota. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. demikianlah bos berkata.. mengetuk pintu. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. menaruhnya di atas meja sekretaris. Ia menatap sekelilingnya.html . * Bandung. dan kemudian. Ia dipersilakan masuk dan duduk. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel.. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia.com/abclit. Usia Anda masih relatif muda. Ia berjalan gontai menuju kantornya. Bernard agak was was.com/abclit. Masa depan Anda masih terbuka.processtext. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan.html apa. lima puluh tahun silam. penuh cita-cita. menulis surat untuk sekretarisnya.ABC Amber LIT Converter http://www.. Ia diam. dengan pilihan alternatif yang mungkin. dan kemudian duduk menghadap meja. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. dengan kanvas yang masih separo kosong. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Minggu berikutnya.processtext. Ia memasukkannya ke dalam amplop. membereskan beberapa barang milik pribadinya. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Sore itu. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. tidak memikirkan orang lain. Ia merasa sia-sia.

Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air.ABC Amber LIT Converter http://www. Sambil memegangi tangan Astri.Ketika adzan subuh terdengar. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Masih dalam keadaan pingsan. anak saya yang berumur 12 tahun.Saya kaget lalu berteriak. Ajeng (10).processtext. maupun Republika. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. dan Ayu (4) . saya pikir. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Saya ajak mereka menyanyi. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Ajeng dan Antok. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. Di sisinya.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour.com/abclit. menari. satu untuk anak-anak. belum juga ada tanda-tanda mau siuman."Sehat. adik-adik Astri. "Nanti kalau sudah siuman.Astri (12). Selalu bertemu setiap hari.html Sumber: Kompas. menyanyi. Koran Tempo. Astri saya peluk erat-erat. Itulah yang pokok. Antok (8). Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. satu untuk istri." jawab dokter. Jika mau bersedih. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas.pun menari. dan satu untuk saya.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri.processtext. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit.Anak-anak yang sehat. Dok?" tanya saya. energetik. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. Dunia memang penuh penderitaan. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan.html . sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Astri telah tiga hari pingsan. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. dan berdoa."Karena kaget. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. siapa pun bisa pingsan. paling tidak. Agra (6). dan berdoa. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. Media Indonesia. dan periang."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. Menderu dan melakukan zig-zag.com/abclit. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. dan kelima anak saya itu ."Bagaimana dengan jantungnya. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. Astri bisa dibawa pulang.

Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. neneknya anak-anak. mamanya anak-anak. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga." teriak pembantu dari rumah.""Mohon maaf.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. anak-anak dan saya. Air mata saya terus berlelehan. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. "Ada rahasia apa. Pak. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar.""Ayolah. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. ibu Laksmi.""Suruh Totok mendobrak.com/abclit.processtext. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya."Itulah. begitu cermat dan cekatan. Bawa keduanya ke mamanya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya. Bagi kami-saya dan anak-anak. Pak. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Pak. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. dari hobi sampai jenis permainan. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah.html ."Dobrak pintunya..""Mana Totok. kok pakai dikunci segala. bungsu kami.Dengan kamar barunya itu. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. terima beres. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. Bu. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari.""Enggak berani.processtext. Kami semua sangat mencintainya. tetapi kami. keluarga dekat dan teman-temannya. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. Saya tidak berani.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. Pak."Sebelum ke rumah sakit." desak saya. Pak. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.html kolokan. sopir anak-anak. Pernah Ayu yang berumur empat tahun."MULA-mula Laksmi."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Tetapi. Tentang sikapnya ini. yang agaknya berada di samping pembantu.""Ya.tak menjadi soal amat. Pak. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada." Dia hanya menjawab dengan senyum. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi." sahut Totok. Mereka menanyakan mamanya anak-anak.""Dobrak!""Enggak berani.Di kamar Astri. tak boleh menjenguk kamarnya. kamu bertengkar.""Totok enggak berani. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun.""Sungguh tidak. Saya jawab. tetapi enggak ada sahutan."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. saya mau bicara.. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. sekarang berkumpul separuh keluarga. Tidak pernah mengeluh. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu.

Malam yang khusyuk. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api.""Benar. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Solo.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan."Ibu merahasiakan omongan dia. Sampan yang menjauh ke tengah danau.Sesampai di rumah. Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Kami beramai-ramai memasukinya. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa.processtext. Tiba-tiba Astri berteriak. tetapi dia tidak mau. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya.html tak bisa dihubungi.""Apa?""Aneh. di tepi kolam ikan koi. si bungsu. telah kembali merapat ke tepi. Agra. Antok."Ada kereta api lewat. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. tidak meronta-ronta. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh.""Kamu suaminya kok enggak tahu.'"Seperti tersadarkan. Saudara-saudara kami di Bandung."Bisakah saya mengejar suara itu. Kami tidak pulang ke rumah.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri.com/abclit. Tentu ada yang hilang. Bu. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. dengan peluitnya yang panjang.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. geliat rel pada tikungan.Ajeng.com/abclit. kereta itu lenyap ditelan cakrawala. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. Juga teman-teman Astri di sekolah. Ayu. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria. berhasil membangunkannya. Untung Ayu.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. dan Surabaya. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit. meminumnya lalu melemparkan gelasnya.Tak terduga. Yogya. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali. para pembantu kaget menyambut kami. berderak-derak.processtext. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. diam. di taman belakang rumah Eyang. Astri mengingat sejenak lalu bercerita. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah. Kami pulang ke rumah Nenek. Astri terempas. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk. angin menderu. kencang sekali. suaminya. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis.""Sudah saya suruh. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. menderu menyibak tanaman. terguling ke samping.html . Angin malam yang berembus pelan. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. dan Eyang Niniek saya bawa serta. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www. Sopir saya perintahkan ngebut.ABC Amber LIT Converter http://www. Malam yang berbeda. pingsan lagi. Mirip reuni keluarga.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh.""Aneh. Laksmi tidak kelihatan.Telepon genggam berciluit. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter.

api tiba-tiba terhunus. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. dan tindakan yang tidak masuk akal. pak. apa kata hatimu. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri.""Nah.html kamar itu kosong-melompong. untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi."Kamu pikir. Saya terduduk di pojok.""Orang lain lebih tahu. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Laksmi tidak ada. Seketika saya terkesiap. Barangkali yang gila itu saya. Kami persis anak yatim piatu. tetapi ada."Jus itu selalu habis diminum ibu. di depan kompleks TVRI. Tak ada sepotong pun perabotan. Pada pukul delapan sehabis makan malam.""Kamu. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Setiap perahu menyimpan gelombang. Di dapur. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi. ya. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Saya terduduk di lantai dapur."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu.""Papa malu. berterus terang."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya. Papa yang curiga.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus. bagaimana.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan.""Kamu. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Menyaksikan keadaan itu. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu.?""Cobalah berterus terang Astri.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu. pak.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana.html . Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita.""Papa. Lalu tercipta jalan setapak. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu.com/abclit. Saya harus mencari sebabsebabnya.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan.. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi."Pembantu itu menangis sambil menunduk.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya tak peduli. Air mata saya berlelehan. Bagaimana menurut Astri. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan.""Nah. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Saya minta sopir untuk membongkar plafon. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami.""Papa. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. pak. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Di atas karpet.processtext.com/abclit.." jawab pembantu. dendam. Setiap hasrat menyimpan nafsu."Kamu gila!" bentak saya. kamu curiga. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. ABC Amber LIT Converter http://www. penuh kegembiraan.processtext.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu. he!""Ibu tidak ada tapi ada.

inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi. Lebih-lebih saya. Saya paham sekali sekarang. anak-anak sangat membutuhkanmu. Itu kesalahan besar. Setelah shalat istikharah.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya tak bisa menerima ini semua. Mencoba memusatkan pikiran. Kembalilah. saya berselingkuh."Mama curang. dengan keyakinan penuh.com/abclit. Saya telah mengacaukan segalanya. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. saya mengakui. Engkau suci. saya berdoa di pojok. Kami terkepung tembok. habis Mama enggak kelihatan. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. terdengar dari dalam kamar Laksmi. Saya telah merusak rumah tanga kita. Suatu dosa besar. saya sadar.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. dengan kedisiplinan.processtext. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain.processtext. Berkali-kali. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. apakah saya punya salah padamu.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor. Laksmi. Laksmi. maafkanlah saya. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman."Tentu saja Mama selalu menang. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali. anak-anak tertawa. saya tak akan mengulangi perbuatan itu." teriak anak-anak tertawa penuh canda. Ini keterlaluan. saya minta maaf. barangkali. Memang. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. juga bersumpah. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Benar. Ketika Astri bertanya. Perjanjian baru perlu ditandatangani. Kasih kesempatan. berteriak. Mama curang. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Kamu tahu. Ini gila. Dengan ini saya berjanji. "Maafkan saya. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai.Ketika malam telah hening. Barangkali di kantor kami semua sudah gila.com/abclit."Tangerang. dengan kesetiaan. Saya harus merebut kembali Laksmi. pelan saya masuk.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Beban pekerjaan terlalu berat. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga."Saya intip dari pintu. saya bersalah kepadamu.html . Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Maafkan saya. Laksmi."Laksmi. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah. Kamar itu temaram." bisik saya. Secara sadar saya melakukannya. Di depanmu ini. Kasih kesempatan kepada saya. sih. Laksmi sedang saya profan.

sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai.. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. "Naaah. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam.. "Lucu. "Pisau itu. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja.. lalu menikah." Naomi mulai bercerita. Pisau kesayangan Taro. dan pernah berkunjung ke Jakarta.com/abclit. aku memang takut. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. kok tertawa.. "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www. maafkan aku!" mata Naomi memejam. paduan antara golok dan celurit. malam itu kulihat sebilah pisau besar. Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya.. Katamu. ya. tetapi ujungnya seperti celurit Madura.. dan Bali.. Nah. Lebih baik Taro tidak memasak. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. khususnya sate ayam Madura. "Lucu. Taro juga dilatih membuat pisau..." "O. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Nah. ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau." Naomi masih tertawa. eee. ketika aku belajar di Benua Kangguru.. Tapi. Maka. kau takut.. kalau kau takut. Yogya.. maaf. "Eee. ee. pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro. suamiku. di pinggiran Tokyo. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. sharemate-ku (teman serumahku). Ya. Maka. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak.Ini pisau dari Tokyo. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. pancaran ketajamannya.... maksudku. "Lho.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami pacaran tiga bulan. tetapi tawanya sumbang. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa. pisau itu menakutkan.. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo. Tetapi. lucu-lucu seram. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. "Ya. bentuknya cukup aneh. untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Oya. sambil mengikuti arah muka Naomi.com/abclit. kisahnya! Ya.processtext. Maksudku. tapi. tetapi berusaha sok kalem. ketika aku berkenalan dengan Taro. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif. lincah.html . Naomi juga suka masakan Indonesia. Maka.processtext. Eee. memunggungi pisau yang berkilauan itu. aku takut sama pisau itu. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi.. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung.. Lucu-lucu seram. Malam itu. Sejak pertama kali melihatnya. Heehhhh. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami." selaku. you saja yang memotong-motong daging ini.. bagaimana itu?" aku penasaran. memangnya kenapa?" tanyaku heran... aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan.. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. ia lalu diasuh Paman Tsuda." sambungnya. Penampilannya berkilat-kilat. kisahnya. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit.. lalu membalikkan diri ke arah lain. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate.html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap." tiba-tiba ia tertawa. Oke?" kata Naomi. aku yang mengupas rempah-rempahnya. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging. ya...

com/abclit." Naomi menggelenggeleng.. "Lho. karena aku merasa tidak memerlukannya. dia punya kelainan. "Ya. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. aku senang. karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. karena ingin menginjak tanah. bagaimana?" desakku. Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro." komentarku.! Ya. no.. Maka.. sebelum ia jadi share-mate-ku. setelah aku jadi istri Taro. ya.. seperti berbisik... "Makanya. hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks.. Jadi.. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Atau. sungguh menyeramkan...." "Ya. babak belur. suka membanggabanggakanku. jelas. "Okay.html dulu. menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku.." Naomi memintaku bersabar.. Yang memerlukan pisau itu Taro. perutku..com/abclit. indah sekali. Taro bukan laki-laki tipe itu. "E.." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. suami Naomi. dia sangat mencintaiku. "Apa Taro. aku tinggal bersama Paman Tsuda. agar aku bebas dari. mungkin. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. ia ingin tinggal di rumah besar... Maksudku. "Ini dia yang lucu. "Sayangnya. Naomi!" desisku dengan bingung.. Selain sakit." Naomi memandangiku. Maklum. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu. karena kau cantik dan pintar. Katanya. Ceritaku belum sampai ke pisau.." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini." suara Naomi tiba-tiba merendah.. Kata Paman Tsuda. Dia ingin tinggal di Australia." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis...jauh darinya...ABC Amber LIT Converter http://www. "Nah..permanent resident di sini. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku.." "No.. "Ya.. dan payudaraku akan birubiru lebam. bagi Taro. payudaraku juga nyeri... paling tidak .. kalau suamiku nyusul aku kemari. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen... Lalu. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi. ee. pisau itu bisa kujadikan senjata. "Kok sampai pamannya bilang begitu.." "Oh... "Ya. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Pangkal pahaku. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang... "Ya. itu yang kutakuti.. Aku biasanya jadi malas keluar rumah. maaf. tiga bulan lagi. "Makanya. "Ohhh.. kapan dia kemari?" aku ingin tahu. hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya.. aku sebetulnya tidak happy. Tapi. Aku menolak. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. sebagai penegasan. Tapi.. kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga.html . aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali. Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi lubang vaginaku. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini... "Maka. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. di Australia ini..... bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku. maka tubuhku hancur. leherku.. mau dia memang begitu. lucu yang sekaligus seram. pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro. Paman Tsuda mendesakku. untuk keperluan segalanya. yang kubenci.processtext. Itu. tapi.. dia mau melamar jadi PiAr." jelas Naomi. ketika Taro mengirimku belajar kemari ya. Maksudku. "Sampai begitu? Ohhh.. kalau Taro menyeleweng.. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. sering terlintas dalam benakku.processtext.. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal." "Heehhh.

You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut." "Ya. ya.. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Aku juga tidak memegangnya. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini." sahut Taro. Naomi belum pulang. lebih tajam dari pisauku. hingga ikan dan daging yang diolahnya.. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. "Bila aku berpisah denganmu. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan..processtext.30." seruku. ia ingin mengeluh kepadaku. sekarang kita bikin sate ayam. karena kuliah Naomi. barangkali. Maka ia lalu kuhibur sebisaku.. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo..." sahut Taro dengan sikap tenang. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Kulihat. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. "Yuk. daun bawang. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa. Karena." "O.. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Bukan main.." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. "Walau Taro sudah manager. Maklum. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. suaranya berat dan patah-patah. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. Sejak ada Taro. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi gajinya tidak besar.. Naomi belum pulang?" tanyaku. untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya. "Taro. Aku tahu. Jam telah menunjukkan pukul 21.. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan.html . pisaunya tajam sekali. jangan takut. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Terus terang. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. Di balik tawaku." mata Naomi sedikit berbinar.html Australia.." "Ah. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari.. "Tapi.. Jadi. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. Benar kata Naomi. untuk makan malamnya bersama Naomi. Maka. tetapi ditahannya. Maka.. aku memang sering tukar-menukar makanan. banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia.. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya. Atau.com/abclit. pisau ini akan kuberikan padamu. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi. kalau ia memasak. Sebelum Taro datang." Taro memandangiku dengan mata kosong.. "Ya." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. untuk kenang-kenangan. student IT memang banyak tugas. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. Bersikap tenang.. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www. Naomi tidak pernah ke dapur. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.com/abclit. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu. saat memotong apa saja: dari bawang putih. barangkali ada meeting-kerja grup. agar tanganku tidak teriris olehnya. "Taro." "Mudah-mudahan. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat... "Taro. Jadi. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia." Naomi merendah. bikin program yang aneh-aneh dan rumit.. seledri.. dengan alasan. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa. suka memukul dan menggigit pasangannya. Orang Jepang uangnya banyak.processtext. tidak semua orang Jepang begitu. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore.

ya. Naomi. kami dituntut banyak membaca. Dan. Pikirku. Naomi dan Ferdinand naik lift. kupikir. teman sekelasnya.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Hari berikutnya. Ferdinand memang tinggal di Blok A. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. "Jangan masuk ke kamar dulu. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. Tapi. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Seperti biasanya juga. Kuperhatikan. tentu bukan bandingan Ferdinand. "Itu.. "Malam ini Naomi tidak pulang.. tidak sampai malam kalau belajar bersama. ia menanyakan keadaanku. Lalu. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. makan malam bersamaku. Kalau aku. Tapi. yang ambil ilmu sosial ya. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. Begitu. Taro tidak menjawab.. Aku jadi ingat. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www. nadanya tenang. Naomi pulang terlambat lagi. Padahal biasanya. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini.. Aku mengenali rambut itu..com/abclit. Atau. tapi membuatku terkejut.. terlambat lagi. Aku buat sushi dan sup sirip ikan.. yang menggandeng Naomi. "Ya. dengan suara tenang. Sampai di rumah. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya.! Tapi. ke apartemen kampus Blok A. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi.ABC Amber LIT Converter http://www. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan.. very good! Very good!" Taro menanggapiku. nama sebenarnya Ferdinand.!" sahut Taro. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. jadi selama ini. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. selalu pulang terlambat. Ia berkata... Naomi ke Blok A..00. Ohhh. betapa tampannya Ferdinand. Maka dapat dibayangkan. Seperti biasanya.. kupikir.. Bisa ditebak. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan.. Setahuku.html "Tergantung fakultasnya. otodidak. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. "Apa maksudmu.. begitu?" Aku diam saja. sebelum polisi menangkapku. Taro?" tanyaku spontan. Iya..com/abclit. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. Meskipun demikian. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. dan pulang ke rumah pukul 21. rambut Naomi.." sambungnya. kalau memasak pukul 18. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. "Mari. Memang sih.html .processtext..00 dan wajahnya ceria. thank you! "Ohhh... Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. di kampus.processtext. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal." tuturku. kan.. Lalu. menuju ke kamarku.. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT. Taro. merancang program juga bisa di rumah.. aku menjawab: fine. Terus. ada meeting. Aku mengundangmu makan malam. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. ke kamar Ferdinand." kata Taro. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan.

Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. mataku berkunang-kunang.Aku membeli koran pagi itu. Rakyat melakukan doa di atas perahu. Pisau jagal.. dong.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas.com/abclit. Uang beredar trilyunan dalam sehari.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Kota ini selalu ramai dengan berita. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. juga tentang kematian gubernur. Aih.html . Ada seorang presiden yang disandera dalam video. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. dan mentega. Harga kurs dan saham. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Jakarta. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. perutku mual.! Kenanganku di Gold Coast. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan.html tidak bisa memenuhi ajakannya.com/abclit. Kedubes Amerika ditutup. Ada bandar heroin yang tertangkap.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. dipenuhi dengan sardencis. lalu lupa segalanya. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. kenaikan terigu. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama."Buset. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota..processtext. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya.processtext. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www. banyak jalan yang berlubang. sosis. karena kepalaku tiba-tiba pusing.ABC Amber LIT Converter http://www.

Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. yang airnya jernih. jutaan warga dalam waktu cepat. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik.com/abclit. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. tak henti-henti. ABC Amber LIT Converter http://www. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Mereka mendapat pengawalan super ketat. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. Warga kota hanya soal hitungan pajak. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. Sejak kejadian itu. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. sering melihat ke sumur-sumur itu.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Gejala lain kemudian muncul. akan ditembak di tempat. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. dong. airnya jernih.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Masalahnya tidak sederhana.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup.Tidak usah khawatir. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. Tangisan yang sedih dan pedih. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus.processtext. Airnya jernih. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Pohon mangga gatal-gatal.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. setelah melihat sumur-sumur itu. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan.com/abclit. mesinnya seketika mati. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. bukan? Dan mimpi buruk."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. karena orang yang berusaha menutupnya. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. Tetapi apa bedanya.processtext. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. Dan setiap ia pulang. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. anakku. kualitas itu tidak penting. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.html . Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. Tidak banyak kendaraan yang lewat. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu.Jilan. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas.

. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu."Ayah. Princess. tanaman ada di sini. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku. Gerak menjadi normal. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. Tapi berwarna merah seperti tomat.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. bukan?" teriak mereka.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. aih. aku hidup. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini.ABC Amber LIT Converter http://www.."Morgen.. Waktu juga berjalan normal. Uang pajak untuk pemerintahan kota. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan.Kalimalang. ada tomat. ada. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. entah siapa yang memulai. Orang berjalan seperti tarian. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. Darah yang lama. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat." kata Jilan. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah.. bahwa aku hidup!""Lihat.. Cinta adalah . deh. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Pakaian mereka. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. "Aduh.html . Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. Dan kau tertawa mendengarnya.com/abclit. aku baru percaya sekarang.. rumah untuk bercinta. ada cabai. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. pada setiap air yang kuminum." kata Princess. natural.SUATU hari. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. ada wortel. Semuanya. lihat. sayang. Kulit mereka. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan."Kota ini. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia.. pada setiap udara yang kuhirup.processtext.processtext. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. aku baru bisa merasakan sekarang. segar. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru.. dan terasa halus. "Lihat. Pohon yang berbuah. Dan cinta. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit.com/abclit. kini.

sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. Kereta api itu lewat begitu cepat. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu.html . Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu.processtext. seperti angan-angan melintas.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. Pemandangan itu bagiku memilukan. tampak ia baru saja keluar rumah. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali.com/abclit.com/abclit. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Semuanya sudah kulupakan. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup.processtext. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu.

Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. meski tetap saja teringat sampai mati . Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. tidak pernah kukatakan. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Bukan di luar daerah itu.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. seperti tidak pernah terjadi. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Kenanganku adalah bunyi genta itu. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku.ABC Amber LIT Converter http://www. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya.com/abclit.com/abclit. ombak menghempas. Hmm.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. senyuman yang manis. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. tidak pernah kuapa-apakan. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa.html . tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi.processtext. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. daun berguguran. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan.processtext. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. sekali. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto.

mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela.processtext. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. mengikuti bekas jejaknya kembali. dan kenanganku akan menjadi lain.com/abclit. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi.Cape Town." Ia mengikutinya. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju. bukan hanya sedetik sebelumnya. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. dan melang-kah ke padang salju. sepanjang padang. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi." "Aku memang tidak ke mana-mana. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. menutupnya kembali. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya.processtext. Kemudian ia juga ke luar. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Dari kejauhan. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Ia mengikuti jejaknya." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. lampu-lampu menyala menjelang gelap.com/abclit. Sayang sekali.html . berjalan lambat menuju rumah itu. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Durban . Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. dan perempuan itu melihat lewat jendela. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana.html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. serentak.ABC Amber LIT Converter http://www. Maret 2002. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Dunia memutih dan kelabu. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. dan hanya ada bekas da-rahnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa.

. Berkesan gagah . justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. Lembar-lembar promosi.processtext. Dan."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. dan gempal. Kepul motornya pun tidak." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. di sebelah sana .html .Perlahan."Sini!"Tidak. Hmm. Dan ABC Amber LIT Converter http://www. Atau.. bajunya. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. pastilah satpam ini seoran kidal. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. berjenjang-jenjang. tapi pasti. Sekilas. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. diayunkannya langkah ke kompleks itu.karena tertulis dalam bahasa asing . Panas. memastikan satpam mengizinkan. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri.Menghela napas. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. tak putus asa.processtext. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. siapa tahu. Dan jika hal itu terjadi. Bandit. pejal. seperti biasa. "Hanya brosur. Dan di bagian punggung. mencuat bertingkat-tingkat. bayang atmosfer bagai menggigil. jauhnya .ABC Amber LIT Converter http://www."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. Bulat. tinggalkan di sini. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi.ah.. ia membalikkan tubuh. Courier.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Tapi. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Disaputnya peluh. Lebih ia benamkan topi. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. Ditolak satpam. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. ia ngangakan tas yang dikepitnya.ada kompleks perumahan lain yang.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. kadang. Di permukaan aspal.. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk.""Tetap tidak bisa. "Lihat.com/abclit.com/abclit. Pak. memperlakukan dirinya begitu rupa. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. Dan atap. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas. mengucapkan terima kasih. begitulah yang tercantum di kartu namanya. menjulang. kotak pos. ke sana. Jika brosur ini ia serahkan. yang kiri. Padahal. Samar-samar tampak pagar tembok. Biar kami yang memasukkan. jauh ke dalam gerbang. mulai melengket. sangat sering ini terjadi. Debu.SEBENARNYA. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat.

mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. rampok. ia ingat kampung. dalam mobil.Kampung yang jauh nun di luar pulau. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. Harus waspada.. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.. tembok tinggi. Kurir. ia gembira-gembirakan diri. kerontang. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. Jadi. Di jalan. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. tapi kurus. kelas kaki. buas. memang mengerikan. Sungguh menyenangkan.Hamparan hijau. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. disaputnya peluh...html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi.ABC Amber LIT Converter http://www. tak berhati nurani seperti binatang. lihatlah rumah mereka. Memang alangkah jauh. betapa jauh di pinggir kota. Kaki Gunung Lokon. Kapak Merah. Ah. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. alangkah kasihan mereka. Hati-hati. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu.. Seperti ini. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". ah. Isi kotak .processtext. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki.com/abclit.. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. satpam . kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. terpikir juga olehnya. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.Dan. Minahasa. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman.harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www. membonceng kurir tandem-annya di belakang. nenek moyangnya. kawat berduri. dirinyalah yang ada di depan.processtext. sama sekali ranggas. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Ah.yang rupanya semacam serbuk . Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. Jeruji besi. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain.aduh. pemerasan. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Bahkan jarak masingmasing perumahan. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba.pikirannya kembali ke tadi. ah. kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya.. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. Seraya mengenang kampung. memang mengerikan.com/abclit.. di perempatan . atau mungkin suatu malam.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. Tetapi. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. sebenarnya. jadi courier.html . Mungkin ada sekilometer. sebenarnya.. macet. macet yang panjang. yang menyamar jadi kurir. sering ia bayangkan. mungkin tidak. Mungkin lebih. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. yang ia bisa. Atau lebih gila. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. Hanya itu yang ia dapat.. memetakan lokasi. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. di sini.Kembali.Kadang.Kadang. Bahkan di sana. Dan. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. Minahasa. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. "Pak Ogah".. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam.. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. luput dari kebisingan.

Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu.Sesuatu yang lebih berharga. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Tetap juga tidak.. Menggantikan Parto . tapi lalu ia lupakan. tapi 4. Salah alamat. ia senang bagian itu.. Itu sepele. masih banyak waktu. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. Mungkin 8.. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. sendiri. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. Hmm.processtext. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. dadanya berdebar. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata.. Tak ada lagi siapa-siapa. noon express)!Putus asa. Maka. megah. terjadilah hal yang mencengangkan. buaya. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . Juga tak ada si bos. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. satpam itu mengernyitkan dahi. Melainkan seperti kata Nina. (Si bos. serigala.com/abclit. Salah alamat yang aneh. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. Sudah biasa. "Badak!" Satpam lain menimpal. betapa mengasyikkan. badak. ia muncul di kantor agak terlambat. Menyelip. Kotak tembikar. Dan binatang? Ah! Harimau. berubah jadi binatang. Lagi pula... Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. berarsitektur gaya Belanda. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. seorang lelaki 40-an dengan van tua. Dan akhirnya. Terdengar teriakan. Sedetik. terjepit di sebuah gang. ia menyelip.Ya. tak ada Parto yang menunggunya.html .processtext.com/abclit. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Dan dua orang satpam. tetapi seseorang lain di rumah itu. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Jalan raya dan kecepatan.HARI ini.Maka. Dan tak lupa. ke supir yang meneriakinya. Dotu. begitu katanya. wajah kedua satpam itu berubah.Sebenarnya. ini hari bahagia. di atas motorlah ia kini.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. Bukan lembaran lepas promosi. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Lagi. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.Dibacanya alamat paket. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. bukan 9. Alamatnya betul. memang berhalangan.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. kerbau. tetap tidak. ada ketertusukan dalam dada. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah.. itu seperti paket. Pagi tadi. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. Noon express. Sebuah rumah besar. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. Beratusan 9. Ganjil.TETAPI.ia datangi.ABC Amber LIT Converter http://www. Mulai ada rasa cemas. sebuah kawasan di pusat kota. Berpagar tembok. terhenyak. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). adalah juga seorang kurir. senja. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. seperti pernah dibayangkannya. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. Seluruh detik mestinya berharga. ia kembali ke alamat semula. Bengis. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Ternyata juga tidak. Penduduk daerah bersangkutan. itu seperti kurir.. Mungkin bukan satu angka. Menyalip.)Parto bukannya tak menunggunya. Sudah lewat pukul 12.html udara. Bahagia. Bukan brosur. ular. ia cek. Tapi. Seraya tancap gas. aih. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www. pos penjaga. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Tetapi. Betapa ia sangat gembira. tapi tak bertemu. Ia memarkir motor. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam.

di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. saya tahu.html itu. Ah.. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega.. sosoknya begitu besar.. Takjub. Fisik. singa. seekor babi! Diamatinya angkot. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. berkumis dan berjenggot tebal. Siapa tahu. saya tahu. lalu berjalan menuju teras. Tembok pejal.mungkin juga arsitekturnya. Di sini juga.Di matanya.Sedetik.Dibelokkannya motor. buaya.Dihelanya napas. Dan penumpangnya: Orangutan. sesial-sialnya. Binatang? Ah! harimau. Dibanding yang lain.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. Diperhatikannya lebih cermat.. tapi ia tak begitu ingat... Toar Lumimuut. bergumam. sesosok lelaki besar. Dimatikannya mesin.com/abclit.Ternyata bukan hari bahagia.Disodorkannya tanda terima. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran.. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Kotak tembikar. Ah. Kencang. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. "Paket. membayang wajah si bos. Andalah orangnya. Sungguh memang sial. Dan satu lagi. serigala. lelaki itu tak berkelakar. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. *Payakumbuh. ke dalam pagar.processtext. muncul bagai menyambut. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Maaf. para pejalan kaki.com/abclit. manusia yang tak bisa diselamatkan.."Walau telah tak peduli. "Sembilan ratus tahun. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. rumah itu tampak lebih suram. Sejak pagi saya mencari. Dipacunya motor. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. badak.. Pos satpam! Pos satpam. mestinya kini lebih menonjol. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. seekor badak!Ia terlongong. buas.. Telah lama saya menunggu.. serbuk itu. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. sedemikian rupa. Apa?Ada yang berubah. kera. "Sembilan ratus tahun. telah membuatnya sangat lega. ia mendengarnya. Ini jugakah yang menyebabkan senja. paket itu. Melainkan hari sial. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah.. Dan. saya menunggu. meski lampu bernyalaan di mana-mana. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. Dotu. Begitu tubuhnya ada di teras. Ah.processtext. Sembilan ratus tahun. Pos satpam itu lenyap! Dan. mungkinkah?Paket. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. Memang tak ada. jelas sekali ia lihat si pengemudi. banyak sekali. Jadi ia bebas. dalam. tinggi. Ataukah.... astaga! Benar. yang kini rendah saja. bukan hanya itu. sekelebat. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. serigala..""Noon express. Babi. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Dilihat penampilannya ketika siang. badak. Ada yang lain . dihidupkannya motor.. orang-orang kejam. Terengah. ia tertegun. Tetapi. dalam satu hari ini saja.. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala.. Lelaki tinggi besar itu menandatangani..Sungguh alangkah lelah. Oh!Dihentikannya motor.. ternyata juga adalah para binatang. mengulang. jeruji..html . sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. Ia bingung. Hari yang tiba-tiba panjang ini. tak berhenti nurani. tapi.""Ya. bukan pula hanya pagar yang berubah. tak bercanda. Adakah rumah yang bisa disetel. harimau. Pengemudinya. mendahului.ABC Amber LIT Converter http://www. Psikis. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. saat itulah ia tibatiba terkejut..""Ya. Bengkak! Dipacunya motor.Mendadak.Ternyata. Tak yakin. yang nanti tentu marah atau kecewa. kerbau. kerbau. Tapi. metromini. Pengendara motor yang melintas di depannya... Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. ular. pagar tinggi. Diparkirnya motor. Ia tahu hari telah senja. Barulah ia sadar. sudah tak ada.

Baiklah.ABC Amber LIT Converter http://www. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. Izinkan saya berlatih barang sejenak. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.com/abclit. serupa mambang. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. koral. Selalu ada yang tak kembali. dan puluhan perempuan. Kadang-kadang ketika gerimis mendera.”Mungkin hujan akan segera turun. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Keheningan sehabis hujan. pasir.Selalu ada yang hilang.Dan. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www.”Aku punya firasat buruk. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.Lihatlah. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.com/abclit. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular.processtext.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. Tetapi. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. berhentilah menggoda kami. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.processtext.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.””Malam nanti kami hanya slametan. Batu. atau sama sekali hilang. Dan. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. saya akan berhenti. tetapi sebenarnya aku penari. Selalu ada yang tak kembali. berlubang.html . tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air.

”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel. awan panas. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. teman-temanku yang tak banyak cakap itu.html dan mensyukuri panen. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu. adalah kedahsyatan yang indah2.com/abclit. memaku kedua telapak tangan. Dia. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www. dan kebencian. dan hujan batu yang tak kunjung henti.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa. salah satu tugasku ke desa ini. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan. aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam. Ya. dan keheningan desa ini.Dan kalau sudah mendalang. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya. di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil.Ya. Kami tak akan menari.Ayat juga mahir menari. kau tahu. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng.processtext.Ah. pertikaian. dia hanyalah pastor desa.” penambang sepuh mendesah lagi. Ayat bisa berubah menjadi dewa. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. Dan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Melihat Ayat menari. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk.Kiai Petruk. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan. dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin.Tentang Romo Sentanu: ah.html . Namun. selalu pada saat dia mengerang kesakitan.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. menyebut nama Kiai Petruk. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. kau tahu. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar.Jadi. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. koral. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu.com/abclit. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit. Kalau marah.Sejenak sunyi. desah manja wanita sehabis senja. lumut.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Suatu hari ketika dia bilang. Romo Sentanu. Dan.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana. Tak perlu berbelitbelit. Maka. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.

”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat. Biarkan dia menari bersama saya. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung.processtext. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini.html dari para penari lain. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. di luar dugaan Ayat. Ibarat Samson. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Dan. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Romo. Romo.html . Dan. Romo. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Romo Sentanu meninggalkan gereja. Maka. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih.”Ya.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan. mari menari bersamaku.Tak ada jawaban. meruntuhkan.Lihatlah.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa. biarkan dia menari dan jadi pesinden saya. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka. dia boleh bilang begitu. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja.processtext.Belum ada jawaban. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. ”Tetapi. dan meluluhlantakkanmu.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Dan. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan. ”Mangga Den Ayu. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala. Ayat akan bilang. tetapi sebenarnya aku penari.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos. Dan. Putri Keratonku. aku datang untuk menggodamu.”Mungkin hujan akan segera turun. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah. aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan.”Ya.

Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.processtext. malam itu mereka datang lagi. Romo Sentanu mendesah. Kadang-kadang saat gerimis mendera. mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. dan jerit tangis dalam tari.com/abclit.Maka. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Dan. tradisi. berlubang. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Hanya jerit gamelan. obor. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang. Di tengah kegelapan malam. Sebab. Batu. mitologi Kiai Petruk. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu. Sebagaimana aku. mereka juga akan menghabisiku. pasir. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini. Setelah itu. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau. lelehan lahar di Puncak Merapi. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung. firmanMu akan jadi kasunyatan”. Sebab. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Selalu ada yang tak kembali. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu.Selalu ada yang hilang. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa.”Mengapa harus saya. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. Tetapi.com/abclit.processtext. (o. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos.”Ya. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. lambungmu akan dihujami puluhan peluru. tarian-tarian aneh.Ya. atau menembak lambung tanpa suara. kau tahu namaku Nagreg bukan?). kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi. Aku tahu siapa yang akan jadi korban.ABC Amber LIT Converter http://www. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi. wedhus gembel yang prek kethek. cahaya mata Romo Sentanu. Tak boleh ada saksi. tetapi sebenarnya aku penari. kepala. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular.Dan. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. atau sama sekali hilang. dan puluhan perempuan. * Semarang. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon. Namun. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Dan. koral.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air. membabat kaki. kebodohan-kebodohan.Baiklah. Hanya jerit kesakitan.html . haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Ah. bukan hanya kau. Selalu ada yang tak kembali. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Sentanu. cahaya. Tetapi. di keriuhan segala bunyi.”Gusti. mereka telah menghirup udara. Gusti. mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk.

perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku. Bahkan. Sebab begitulah pada dasarnya manusia.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai. juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. 4) Trisik. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. mangenjali. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain. memesan sayur-mayur. salah seorang bisa menggantikan yang lain. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin.processtext. ia memesan apa-apa yang aku pesan. saat memainkan lakon Kunjarakarna. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata. Aku membutuhkannya. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu. mereka.html . tidak bawel. hanya untuk rentang waktu tertentu. hangat. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan.html dalam Cikar Bobrok. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan. Kutemui ia dalam diam yang cukup. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku.com/abclit. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. dalang dari Desa Tutup Ngisor. punya daya ingat tinggi.com/abclit. ia membutuhkanku.processtext. renyah. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca. Aku memesan daging berlemak. Aku memesan teh hangat. walau pada saat-saat tertentu. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.ABC Amber LIT Converter http://www.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja.Tapi. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari.

Ia hanya memberiku tempat. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. dapur berantak-an. Kamar mandi kotor.html memenuhi kebutuhan biologis. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Dia juga. tidak seperti orang lain. Pertama. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi. muda.html . apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. tapi begini. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya.processtext. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Tapi di hadapannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Tapi. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku. Berbicara tentang sepak bola. cantik. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. merokok bersama sambil menonton acara televisi.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya.Tapi.Tapi ingatan-ingatanku atasnya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku.com/abclit. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. Beri maklumlah pada diriku. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Aku seorang selebriti terkenal. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga.com/abclit. aku tidak pernah menggerutu dan kesal. cucian menggunung. tapi tiga hal ini penting bagiku. itu pun dengan samar. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. aku bisa merasakannya. Dan ia hadir. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Dan. empat lima tahun yang lalu. mungkin itu bukan kata yang tepat.Tapi.processtext. dalam acara apa saja. tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. aku tidak menyesal menangis. Meninggalkan? Ah. Bahwa.ABC Amber LIT Converter http://www.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. Tangis yang tidak lagi biasa. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www. ia mengagumi kecantikanku.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya. menunggu kemunculanku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya.

Saat yang sangat tepat. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat.Aku sangat mencintainya.html .com/abclit. Bukan. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya. rapuh. maka aku memang harus pergi. Semua dicabutnya. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas.Hingga suatu saat.Ia seorang aktris. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya. Tak ada kekagetan. Tapi benar kata orang. Lalu kami saling berbicara. Aku harus memaksanya untuk duduk. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku.com/abclit. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Diciptakannya dalam dada.processtext. keyakinan yang sempurna. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. aku pada banyak hal bukan orang hebat.Kami semakin akrab. mendengar suaranya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Tapi sejujurnya. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Tentu kami juga bercinta. Aku sangat tahu. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. aku membutuhkannya. Semua kusimpan dengan rapi. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu.Lalu kuputuskan untuk pergi. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. dan segalanya menjadi tidak terkendali. semua ditinggalkan berlubang. air. bersitatap dengannya. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Benar-benar menangis. sangat tahu. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Ia merasakannya dengan biasa. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba.Serangan balik yang maha dahsyat.processtext. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan.Beruntunglah aku. maka aku harus bersiap. cinta saja tidak cukup. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Biasa. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya.ABC Amber LIT Converter http://www.Maaf. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh. Ruang-ruang ragu dimampatkan. bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu. Tapi aku tahu. rasa bahagia. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Menggenggam gelas minum erat-erat. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Begitu kulakukan saban waktu. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. dan terima kasih.html itu tidak seharusnya begitu. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. dan makanan.

Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. Tubuhku dibakar cemburu. Aku menangis. Dadaku sesak dan panas. napasku seperti terbakar. Lalu aku duduk. sebab aku tidak mau sakit hati. telah benar-benar kehilangan dia.html hampir seluruh bayangannya. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Sebab sore tadi. menyalakan rokok. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. Aku harus berpikir dengan tenang. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. aku pasti akan larut. setengah melenyap. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. menjerit. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Lalu aku teringat dia malam ini. lalu aku me-nangis lagi. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku.processtext. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda.Tubuhku demam. dan ia pergi meninggalkanku. merokok. dan nonton sepak bola. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. otakku ikut terbakar. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Aku meraung. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Ruang berganti warna merah dan hitam.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak peduli.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku.Tapi sekarang aku nyaris gila. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. Halhal yang menurutku tidak kusukai.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Bahkan.com/abclit. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. dan menangis. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi.html . sebab jika melihat kenyataannya. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. ruang-ruang yang berantakan. Tangisan yang sewajarnya. tak mau peduli. *** ABC Amber LIT Converter http://www. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya.processtext.

Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. karena saya sendiri masih belum tidur. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya.processtext. saya tak tahu pasti. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Begitulah. Meskipun demikian.processtext.html . Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Akan tetapi malam ini. Usaha saya berhasil.ABC Amber LIT Converter http://www. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. sementara saya segera menutupkan pintu. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Akan tetapi. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. saya segera mengatakan bahwa malam ini. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. Yang jelas.com/abclit. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. pastilah itu Mayumi. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Entah gelisah. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Akan tetapi. meskipun telah ngantuk sekali. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. segera saya membukakan pintu. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Ia berdiri saja seperti orang linglung.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. gundah. tetangga saya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. tapi menurut saya ini hal biasa. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang.

sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya.com/abclit. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya.."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun.. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. Ah. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www.. Sering kami ngobrol berdua. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. sayang.html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. penuh KKN.. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. saya dan Nakamura."Ya."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga.. anaknya. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. suatu kali. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka.com/abclit. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. yang jadi hambar.processtext. Nakamura-san.saya. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya.html . Atas pertanyaan saya.processtext. Telah beberapa lama. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab.. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. meskipun dengan sikap ragu-ragu.. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. Ia lalu melanjutkan. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm."Ya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan.""Saya betah tinggal di negeri ini. dan pelaksanaan hukum yang amburadul.

Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. jika ia meninggalkan ayahnya. Menyadari saya diam saja. Melalui telepon. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. ia lantas mengatakan. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. sehingga meskipun saya meninggalkannya. Sedangkan Mayumi. Sampai di situ pula pikiran saya mampat.processtext. Akan tetapi. Aneh benar. masih ada yang menemani ibu. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Haji Mahmud Soeharto. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Mungkin juga saya linglung. Tanpa menunggu jawaban saya. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu.com/abclit. Kami tetap bergaul seperti biasa.Menyadari kenyataan itu. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk.ABC Amber LIT Converter http://www. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Bedanya. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo.html saat saya kembali ke negeri saya. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya.html .Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Meskipun demikian.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Dua kidung malam mengalun bersamaan. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Pendeknya. Setelah itu. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. paman saya.processtext. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan.com/abclit.

” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.” ”Bapak sudah tiba.Namun. itu hanya omong kosong. Jalan Kaliurang Km 6. Bu. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.processtext. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. Harga barang kebutuhan.Itulah sebabnya. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Seumur-umur. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. satu tahun menjelang pensiun.”Betul. tidak semahal di Jakarta. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.”Dari Bapak. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.” ”Tolong diangkat teleponnya. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. Mitos. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. ***Tokyo.ABC Amber LIT Converter http://www.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. Takhyul. tepatnya di jalan menuju Kaliurang.html mengiris-iris.html .processtext. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan.30. lalu menutup pembicaraan. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun.””Ada apa. itu telepon dari Bapak. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.” kata seorang rekan Pak Jek. terutama makanan.com/abclit. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. ”Nah.60 Yogyakarta. Sesaat.

Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. atau setelah keliling ke Borobudur. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. apa pun mereka bisa beli. Di hotel ‘kan ada AC-nya. Harus masak ini dan itu untuk anakmu.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. tentu makin banyak ruangannya. hari Sabtu atau hari Minggu.200 meter. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Jadi. Magelang.” lanjut Pak Jek. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.”Kayak rumah BTN saja. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. Pasti mereka beli. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. padahal mereka belum tentu suka.. Cuma sekali kok dalam hidup saya.”Biar ada kejutan.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar.”Mbok. Prambanan.. Pak. Prambanan. Makin banyak kebutuhan listriknya.”Aku hanya berdua dengan istri. Lagi pula. Padahal. atau 1. Pak Jek juga punya pendirian. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. Makin capek menyapunya. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. tentu makin repot pemeliharaannya. yang mengharuskan itu siapa toh. itu soal gampang. ”Semacam surprise-lah. menantu Bapak.processtext. makin banyak sampahnya. kan? Lagi pula. Makin banyak rumputnya. yang lebih besaran Pak rumahnya. Termasuk sampah dari luar negeri. Itu pun hanya sekali seminggu. bukannya anak Bapak. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. Jadi.” kata anaknya yang di Semarang. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga.”Namun.”Makin luas tanahnya.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. makin lama memotongnya.processtext. Pokoknya.””Lho.”Lho. mereka bisa beli.com/abclit.”Tapi tak apa.”Lalu. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. Masih banyak pepohonan hijau..com/abclit.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Berapa pun harga tanah.html . Gunungkidul. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Di Yogya kan banyak hotel. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Mengapa tidak memilih Bantul. Parangtritis. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. dengan bangunan 60 meter persegi. termasuk biayanya. Pokoknya..”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Makin luas pagarnya. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Keraton Yogya.” kata Pak Jek memberi alasan. cukuplah 60 meter persegi. Sentolo. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana.”Menurut Pak Jek.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. Pak?””Ah. atau bahkan 1. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. Belum terpolusi udaranya.000 meter. Enak. makin banyak segala-galanya.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. ibumu tidak suka. aku dan istriku makin renta. kita tentu bertanya.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.ABC Amber LIT Converter http://www. betul-betul rumah baru bagi saya. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. Selama dibangun. Nak?””Lagi pula. Rumahmu ‘kan di Semarang. Makin banyak tanamannya.

Oleh karena itu.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan. sudah jauh-jauh hari.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. memasukinya. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. Sekali berkata A. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Sekarang. Oleh karena itu.html satu hotel di Yogya? Lagi pula. Pak?””Mungkin saja.”Nanti kapan. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.ABC Amber LIT Converter http://www.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. Lagi pula. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. Pak Jek menepati janjinya.processtext. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. Jadi. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. lalu.”Kalau begitu. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. dan juga atas biaya sendiri.””Bagaimana mungkin santai. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.. bagaimana mungkin.00 pagi. lebih dekat ke Malioboro.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. Pukul 07. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu.. seorang direktur perusahaan MNC.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.””Lho. ia memberi penjelasan berikut.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.. Santai saja.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan.processtext. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu. di Gambir.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan. dan mulai tinggal di situ. Entah pertanda mengerti. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta..html . Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Mereka tahu.” ujar Pak Jek dengan kalem. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.com/abclit.”Pada acara di Gambir. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.”Para karyawan pun manggut-manggut. ah. Pak. Namun.”Ya. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima.com/abclit. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.

hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya.00. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. di mana saja. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Pak Jek juga bisa terlena.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres.00. jika ditinggal sendirian.html . para karyawan pun menyalami Pak Jek. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www. Ada pula sendok garpu. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Semarang.com/abclit. termasuk kado dari kalian. dan sepotong tisu.”Secara bergiliran. Kapan saja. Menurut Pak Jek. Bagusnya. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Lalu. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Terima kasih. makan siang Pak.” ujar seseorang. masih kosong. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya.Pak Jek memang gampang tertidur. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. tidak bisa muat banyak barang.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat.ABC Amber LIT Converter http://www. Tiba di Tugu pukul 16. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. dan Stasiun Purwokerto.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. nomor 6B. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. dari mikrofon terdengar pengumuman. Pak Jek ingin. pengantar. Bertemu sofa empuk. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. dan kuli angkut. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. tusuk gigi.com/abclit. Bandung. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. ia gampang terlelap. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Namun. Sepotong paha ayam goreng yang keras. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.”Pak. Stasiun Cirebon. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Jadi. Pak Jek langsung pulas. Pak Jek tidak mengorok. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam.Pak Jek membuka mata.”Beberapa detik kemudian. Kursi di sebelahnya. Pak.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Secuil nasi putih. menunggu di rumah baru.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket.processtext.html penyerahan kado kepada saya.”Hati-hati copet.processtext.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. Begitu bertemu dengan bantal. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Ada yang memeluk Pak Jek. Pak Jek juga tidak tahu. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Di rumah pun selalu begitu. Lagi pula. Namun.Beberapa saat kemudian. kok. Namun. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. Siapa tahu.” kata pramugari. Tak usah dijemput.

Pak... Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.processtext..html penumpang memang terbatas.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.”Keasyikan mungkin tidurnya.Namun.”Para penumpang yang terhormat. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.Karena tak bereaksi juga. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.””Mari Bu saya bantu.””Angkat barang.””Jangan-jangan sakit jantung.ABC Amber LIT Converter http://www. Atau selera petinggi kereta api.Laki-laki itu tak juga bangun. Stasiun Kutoarjo.”Pak sudah sampai Yogya. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.”Barangnya. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.. Jangan sampai ada yang ketinggalan.Setelah dicoba berulang kali.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.””Kopernya saya bawa. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas.”Pak.””Barangnya saya bawa. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. Pak.””Jangan-jangan sudah seda.Tak ada respons.”Coba kamu yang bangunkan. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.”Sudah sampai.html . Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. Bantal menutupi mukanya. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien). Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. dan Stasiun Sentolo. Anak-anak pun mulai ribut. Bu.. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. Tinggal beberapa kilometer lagi.”Lha. Boleh jadi. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.Lantas. Lalu tiba pada kesimpulan. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.”Karena tak bereaksi sedikit pun.com/abclit. Siapa nyana. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. khususnya Jogja Ekspres.”Jakarta. tangannya sudah dingin ’gitu kok. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. bangun. Bu. Bereaksi sedikit pun tidak. Pak. Bangun.””Bisa saya bantu.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda..”Napasnya kok tidak terasa lagi..Sambil meluncur ke arah timur. Berarti Yogya sudah hampir tiba.com/abclit.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Stasiun Kebumen.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. Pak.processtext.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela.

processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua tidak berani bergerak.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka hanya tahu Adjani luka. Atau mengapa Adjani bisa terluka. motor. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya.Ketika Adjani berlari. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Bahkan. sungai ke sungai. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. kuli tinta.html .Adjani bersimbah peluh. Edisi 07/28/2002 ASMORO. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. pada setiap headline koran-koran. Luka yang begitu perih. Sungai terbelah. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Waktu ia menyeberang jalan. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Adjani menahan luka. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Luka yang begitu dalam. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Maka. Luka dari segala maha luka. Tetapi. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Pipinya merah terbakar matahari. Semua menahan napas.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. talk show. majalah-majalah.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. rumah ke rumah.com/abclit. siaran radio. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. bahkan bajaj. Adjani bersimbah peluh. langsung terbelah dua. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. laut ke laut dan benua ke benua.processtext. siaran berita televisi. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Tetapi. Adjani bersimbah peluh. Ruangan itu begitu sunyi. mobilmobil langsung berhenti. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Tembok tinggi merendah. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Para fotografer. waktu kita hampir habis. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Pelupuk matanya merapat. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya.

Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. Dan semakin ia menulis. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Awalnya ia tidak mempedulikan. Barulah Asmoro sadar. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Tetapi." bisik angin.ADJANI bersimbah peluh. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. sementara ketukan itu terus membahana. menceritakan dan membahas Adjani.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Kadang lili. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu.com/abclit. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Tetapi. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Tetapi. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar.html . Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. ketukan itu tidak juga berhenti. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. dan burung-burung gereja. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Ia tidak dapat berhenti menulis. Adjani yang bersimbah peluh. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. walaupun terkesan tidak memaksa. kumbang. Kadang mawar. kecuali Adjani bersimbah peluh. "Adjani bersimbah peluh.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Kadang melati.processtext. Di tengah-tengah rasa putus asa.com/abclit. Dan bau wangi yang samar-samar. Asmoro hanya mau menulis. Derap kaki Adjani yang teratur. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Kadang sedap malam. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Asmoro mabuk kepayang. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. tidak ada apa-apa di sana. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan.html semua memuat. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. ia berada di lantai ketujuh. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Tetapi. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Pesawat televisi yang panas. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Irama musik sendu mendayu-dayu. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh.

Semua orang keluar dari rumah. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja.Adjani bersimbah peluh. jadi ABC Amber LIT Converter http://www. sebentar lagi tulisannya selesai. "Bintang jatuh. Adjani tahu. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. Asmoro menunggu Adjani. Jalanan macet total. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut.. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali.Adjani bersimbah peluh."ASMORO.ABC Amber LIT Converter http://www. waktu kita hampir habis. Suara lembut denting piano tunggal. Seorang reporter meliput. Dari sinar kemerahan itu. gedung perkantoran. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Bulan bersinar temaram. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.Adjani bersimbah peluh. Adjani hanya bergumam.html makin tajam. Dan ia pun sangat tahu.processtext. Suara orkestra semakin keras. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Asmoro tahu. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari.. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Aktivitas di kota itu lumpuh. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Asmara. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri.com/abclit. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. paus. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti.. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh.processtext. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. Dengus napasnya semakin dekat. ikan pari. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. Ada gurita. tubuh Adjani masih bersimbah peluh.. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. restoran.. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. ia tidak akan berhenti. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Asmara.. Peluh itu tidak hanya asin. terus berlari di bawah samudera.com/abclit. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Segala asumsi pun merebak.html . dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Namun. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. hanya untuk menyaksikan Adjani. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja.

hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. Adjani menahan luka.html mereka bisa berciuman sambil berlari.. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya.com/abclit. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. satu suara. Atau orang kaya. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.Asmoro bersimbah peluh. Pelupuk matanya merapat.. Atau jangan-jangan orang kaya itu. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan.Jakarta.html .ABC Amber LIT Converter http://www.. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Adjani bersimbah peluh. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet.processtext. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. Tidak ada yang berani bertanya. waktu kita hampir habis.Adjani bersimbah peluh. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. satu tema di seluruh dunia. Adjani bersimbah peluh.Di kota itu. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro.processtext. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. 21 April 2002. Asmoro tidak dapat berhenti. yaitu Adjani. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. ASMORO. Tidak ada yang berani meliput.com/abclit. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www.

Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya."Brak. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong.com/abclit.processtext. kota yang sudah dua kali berganti nama. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu."Di kota tak ada lagi ruang untukku. Di izba yang reyot. lima tahun yang lalu. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. Panikov hanya menjawab."Hey. meniup serulingnya. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. Ia tak pernah mengungkapkan alasan.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget.html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. Pernah suatu kali. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan.html .Sementara itu.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu."Panikov menaruh serulingnya. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi.ABC Amber LIT Converter http://www. dikelilingi hutan. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. Banyak pembunuhan.. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. ayahnya tercinta. dengan maksud menghindar.com/abclit. Dulu. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg.""Tapi." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. yang ia kenal selama tiga puluh tahun.processtext.. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. Lalu ia angkat bicara.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www.. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov.. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. bermantel lusuh. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya.. dan Panikov.. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.

processtext. indah menakjubkan. Ia terus meniup dan meniup. Ia enggan ikut bergabung. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau.. "Oh.! Hey. tapi toh. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. malam ini terasa dingin lebih menggigit.com/abclit. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. sadarlah. Ia menangis..com/abclit. Panikov terus meniup serulingnya. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya..html . Tetap di depan jendela dan meniup seruling.Ia menggigil.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. Panikov tidak peduli. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. lalu berteriak. angin bergerak lebih lambat. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan... diam dan hening. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. Di depan mereka.processtext. Panikov tak peduli.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian.! Itu api..Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. mengapa ayahnya ditembak. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. Panikov diseret. kali ini tepat di samping telinganya. dan terus ia meniup. memandangnya sesaat dan berteriak lagi..html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. berteriak dan meniup seruling-nya lagi.Yach Panikov ingat.. tentara bajingan! Oh... Kata orang desa. namun tetap tak ada jawaban. lalu diam lagi.. Panikov keluarlah.. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. Muka mereka pucat seperti hendak mati. air matanya membeku akibat udara dingin malam. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. Yang terdengar hanya bunyi seruling. "Persetan!" gumamnya. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu.Saat ini. Anna berteriak lebih keras. Bila hari menjelang malam. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi.. dingin mencengkram kuat tubuhnya.. giginya gemeretak... ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab.. Anna".. tentara bajingan! Oh.. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. kota laknat! Aku rindu kalian. Anna langsung menghampiri Panikov.! Di sebelah timur desa ada api.ABC Amber LIT Converter http://www. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. Seperti biasa. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www. "Panikov. "Oh."Api. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau.!!!"Saat itu musim dingin. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. serta tak lupa meniup serulingnya.Tak ada sahutan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Karena itu.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. Dia terjengkang. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Puluhan.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma.processtext.html makam. ABC Amber LIT Converter http://www.Tetapi.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi.processtext.Dan Zubaedah.7) Riyal:mata uang resmi Arab. jauh sebelum menggapai pintu makam. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad.com/abclit. Pegangan Zubaedah terlepas."Ya. masya Allah. Lalu segalanya menggelap. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal.com/abclit. bercanda dengan merpati-merpati. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang.html . Madinah Munawarrah."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. sebelum pingsan. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran."Dasar Takroni. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. tidak-tidak. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. salat di masjid Nabawi. perempuan buta itu. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Anakku. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. *Hotel Sanabel Al Madina. Jadi.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. melambai-lambaikan sayap.7 Tetapi. Jangan pernah masuk ke makam. camkan nasihatku. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi.

html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi... Namun. siang hari menjemputnya kembali. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. ayah Kroda." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. jangan salah paham.. menelepon lagi. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda.ABC Amber LIT Converter http://www. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. "Kamu tentu masih ingat juga. Bahkan. Mangku. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Meski telah kena sanksi adat.html .processtext. ia benar-benar jadi kehabisan alasan.""Sepanjang hidup. Waktu itu tahun 1971. Meski masih berusia belasan tahun. Jangan dibiarkan liar begitu.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. I Raneh. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat.." pikirnya. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. "Kasar dan kejam. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. "Ikat babinya. "Luh. Wayan Kroda terdiam. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. Gianyar. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat.com/abclit. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. Jadi. saat sepupunya. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat.. Luh. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah.com/abclit.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya.processtext. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar.

"Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Tetapi. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Tetapi. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. berarti jalan buntu. termasuk Susila. Padahal. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. SANKSI ini terlalu berat. Tetapi. dendam turunan. Dendam Kroda. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Sampai kini. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu." ungkap I Kleteg.com/abclit. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel.html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Ia tahu. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. Ini hanya dendam pribadi.html . Selain menghasut warga menentang Golkar. Namun. kita tidak akan mau pentas. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. karena ia bukan anggotanya.processtext. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Kalau toh diizinkan. Sejak tinggal di Jakarta. Itu kebanggaan. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Karena tinggal jauh. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. seluruh keturunannya." tegas I Raneh sewaktu masih hidup.com/abclit. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari.

Tapi.""Lebih baik berurusan dengan polisi. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji.html di kota seperti Jakarta. "Tamu itu sangat penting. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. niat itu ditepisnya. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. Jadi. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Bahkan. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Bahkan. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Bukan. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut.""Ini soal jenazah! Jadi.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. "Dan. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga." ujar petugas lelaki itu.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. Wakil atau siapa sajalah. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan.processtext. "Bli. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Sebagai kelihan adat. Ia berbaring di dekat ayahnya. Jangan datang lagi kepada saya. Paling tidak harus menunggu seminggu. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Sebagai orang yang lama merantau. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. Jadi. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. Ini soal penting dan sangat mendesak. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. "Jadi. mintakan kepada seluruh warga.. seseorang yang dituakan dalam adat. Itu mutlak urusan keluargamu.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Ia tahu pasti."Sudah berapa kali pula saya katakan. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. Padahal. ini keputusan paruman adat. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. kalau menyangkut penemuan jenazah. saya harap bisa bertemu Gubernur. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. Bahkan.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur.. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. Tetapi.com/abclit. bikin saja surat dulu." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras." Wayan Kroda tak segera menyahut.. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Meski harus mengorbankan harga dirinya.processtext. Ada sesak dalam dadanya." kata petugas itu.html . I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat.com/abclit. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. bukan lagi urusan adat. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya.

"Ia keberatan..ABC Amber LIT Converter http://www.. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.! Ayo duduk dan berdoa.com/abclit. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.. Mereka ingin menuntut keadilan. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali.. mengapa masih bengong. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.Ketika melewati pintu depan. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.. aku diam-diam membuatnya... Ayo semua berdoa.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. makin lama jenazah berada di rumah. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga.processtext..html . "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang." kata seorang kerabat liannya.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah.processtext.. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Sewaktu kalian lelap.ah.. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. "Tapi.com/abclit. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.

lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Meneteskan madu ke dalam mulutku.com/abclit. sekarang. Dia memang tegang. Sekarang adalah saatnya bagimu. Tidak sekarang. Harusnya Tuan tak datang. Menyuruh mengeluarkan mobil.""Tak ada waktu untuk menunda. Mencelupkan handuk kecil. Menyuapiku. Mengambil pispot.""Tidak. Dia memang benar-benar lelah."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas. setiap hari. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat."Aku datang!" kata suara itu. Ini takdirmu.processtext. Dia terus menerus menungguiku. Saya sedang tidak menunggu Tuan. di sisi tempat tidur. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Dia memang lelah. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci.html Sumber: Kompas."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang.""Tolonglah. Dia kurang tidur. Terlalu banyak yang membebaninya. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Tuan. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu. yang datang dari luar dirinya. Saya sedang tidak menunggu Tuan. terbaring dalam rahim waktu. dari waktu ke waktu. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Dia lelah. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Menampungkannya. Air kehidupan yang tak berhenti menetes.html . Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Membuangnya ke kamar mandi. Di bawah tabung. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Jangan sekarang. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang.com/abclit. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter.processtext. Menampung muntah. Pintu dibuka. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Pantat panci bergeser di lantai. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Datangnya waktu. Aku sekarang adalah bayi itu. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk.Waktu terus bergeser. Perangkat medis itu. Banyak faktor yang dipikirkannya. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. masuk ke dalam urat nadi mereka. didorong ke bawah tempat tidur. Pagi tiba juga seperti biasa. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. diiring doa sanak keluarga.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin."Dia tidak hiraukan aku.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya.

""Ketahuilah. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Tinggalkan kekacauan dunia. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Hentikan omong kosong itu. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. anakku. si Abdullah. Kita seperti burung pemakan ulat. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Abangmu. Ketika aku meninggalkan kalian. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Sudah tua. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Lebih muda dari aku. Terbang dari daun ke daun. Masih banyak yang harus kukerjakan. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu."Biarkan dia. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Kau sudah lelah.processtext. Mendekatlah.html tangan sebagai awal pelepas rindu.Ayah menghentikan langkah ibu. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. 88 tahun.processtext. siapa di sana? Ayahmu.com/abclit. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Selamat datang. Muhammad Saleh. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Kau bekerja telah terlalu lama. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. adikmu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Kemiskinan kita yang pahit. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. anakku. Mari. Mari. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Dia muda. Tinggalkan semua itu. Kau masih kelas enam sekolah rakyat."Tidak. si penjaga malam itu. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Ayolah mendekat. Lihat. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. mengurus segala yang remeh temeh dunia.""Tetapi. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. menyibaknya. Itulah penyebab penyakit ibu." kata ayah. Angin malam yang dingin. Dia belum boleh menyerah."Aku mundur menjauh. Kau lihat itu.ABC Amber LIT Converter http://www. di kebun tembakau itu."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Sebelum mencapai usia sekolah. kalian masih kecil-kecil. saya masih belum menuliskan semua itu. Anakku masih kecilkecil. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Ibu mendekat. Kau sudah lelah.com/abclit. Lupakan semuanya. Masih banyak yang belum kukerjakan. Empat puluh tujuh tahun. Masuklah ke keabadian. kau telah bekerja. Tidak sekarang. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Kau sudah cukup lelah. tidak mereka cegah. si Choliq. Beristirahatlah sekarang. Akhirnya tiba juga saat itu. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. ibu. Rentang waktu yang panjang. Angin malam yang lembab. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu.html . Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. anakku.

Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan dipaksakan. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Ayah tahu semua itu. Pulanglah.processtext. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Menemaniku di malam-malam dingin. Kuhadang dia di tengah jalan. Kita suka malam hari. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Kalau Tuhan berkenan. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. saat nanti kau menemui kami. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. ibu membaginya sepuluh piring. dengki dan tamak. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. berburu kancil dengan sebatang tombak. Kau adalah si penghayal itu. ke seberang jalan. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Kuambil batu. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Aku senang kalau dia tak pulang. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Golongan para pendongeng. Ayah membiarkanmu seperti itu. Hidup bagaikan hadiah. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. aku menimbunnya. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Jauhi sumber fitnah. Ibu menyambut hasil buruan ayah. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. kau akan mendapatkan ketenangan hidup.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. setidaknya mendekati usia aku.com/abclit. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Dia pulang pada jam-jam makan. seekor kancil yang terluka. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Kadang sesuatu terjadi begitu saja.com/abclit. Temui sahabat-sahabatmu. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Bila ada nasi. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. mengorbankan damar untuk nyalanya. Sejak kecil kau dekat denganku. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. Duduk di dalam gelap. ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Datang kepada kami. Penjaga malam di pajak. Ayah adalah si penjaga malam itu. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. temui istri dan anak-anakmu. Jendela. Sepiring untuk anjing itu. Ingat. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. pengalih perhatian. Bermohonlah kepadaNya.html . Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. insya Allah. Tak kuberi jalan untuk pulang. Kulempar kakinya. Jauhkan diri dari rasa iri. delapan puluh delapan tahun. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Kau sama seperti aku.processtext. Kau harus seperti aku. Pergi sana. Pergi sana cari kehidupan. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. datang berlari mendekat kepada ayah. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. sementara kau mendongeng di atas kertas. Jangan hidup seperti lilin.

Kami semakin jauh meninggalkannya."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Penuh kristal cahaya. Aku terus meraba. daun jendela itu terkuak." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. Tak begitu jelas. Ambillah sebutir. Tanganku meraba di bawah karung. ayah mengambil sebutir jeruk. sapu lidi. Apel yang dibungkus jaringan lembut. mengejar kami. aku naik dan merobah posisi tangga. Tak ada atap penghalang langit. Kupaksa membuka mata.com/abclit. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. mendorong ujung tangga. Dia lihat aku. menolongku masuk dan."Bangun Bang. Ada yang terdorong oleh tubuhku. menerobos langit-langit kelambu."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam.html . Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Bulan tergantung di sudutnya. Aku melirik kepadanya."Aku akan menjemputmu nanti. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. coba lihat. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. "Pergilah.ABC Amber LIT Converter http://www."Bangunlah.Dia berdiri di samping keranjang jeruk." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. dia senyum kepadaku. Kulihat wanita itu. buah. Jendela. Aku tak tahu aku berada di mana. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. "Bangunlah."Bangunlah. seperti gelembung dalam pipa air." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. Selangkah demi selangkah aku naik dan. sampai semuanya lenyap. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. Jangan lebih dari satu. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. dan menguncinya dari dalam. Sebelum menutup gerbang fana."Malam dengan pancaran bulan penuh. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah."Siapa engkau?""Aku istrimu. mengusir cahaya bulan. Tapi tak kuasa. Sesuatu bergeser di atas.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal.processtext. Bulan tak ikut masuk.processtext. Jendela dia tutup. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Tuan itu melepas pegangannya. Aku ingin sebutir jeruk. ABC Amber LIT Converter http://www. Kau belum mau mati. pengalih perhatian. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. tepat di dada. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. kadang dia membuang sampah dapur. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. salak dan mangga. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. di loteng rumah penambal ban sepeda itu.com/abclit. dukuh. berada di samping tempat aku terbaring. pajak sayur. semangka. sapu ijuk. muncul di luar jendela. sayur. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. cerpenis. melejit di dalamnya. lalu lari ke pintu. Aku terbatuk. Semua terasa masih melayang. tapi tak begitu jelas. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. menutupnya. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Diraihnya tanganku. markisah. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. los tempat berjual ikan." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata.

""Aku takut..""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www."Di mana aku?""Di rumah sakit. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Di sana ada Haji Danarto. Rahman. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Ibrahim Basalmah.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu." Disingkirkannya benda yang terjulai. Masa kritismu sudah lewat. Kita semua tahu itu. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Remi Novaris. Agus R. Aku datang kepada mereka. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Lihatlah. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu.html Nurwindasari. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Elanda Rosi DS. Kenedi Nurhan. Segala puji bagi Allah.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Itulah sebabnya kita berdoa. Syahnagra Ismail.html . Lazuardi Adi Sage. yang menghalangi pandangannya padaku. Penyesalan yang tak pernah habisnya.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Wisnu Murti Ardjo. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Sori Siregar. Lihat di balik dinding kaca itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan terlampau dipikirkan. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Kami telah kau bikin cemas.""Itu bukan mimpi. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Dada kiri dan kanan bersamaan. Jantungmu kembali berdetak. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Belum siap untuk mati. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. biar diberi umur oleh Allah. Sapardi Djoko Damono.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Para sahabatmu. Aku belum siap untuk mati.processtext. Alhamdulillah. Selalu begitu. Hilangkan rasa takutmu. Titik Ws.""Aku takut. Abrar Siregar. abangku. Jantungmu telah berhenti berdetak. Lukman Setiawan. kata dokter.com/abclit. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Dosa-dosaku. Disambut sahabatsahabatku. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Ibuku. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Lihatlah. Adri Darmadji Woko.com/abclit. Martin Alaida. Tapi semua kita belum siap. Jamal D.""Bersyukurlah. Masih ada kesempatan untuk hidup. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Kau yakinkan itu. Sarjono. adikku dan orang yang pernah dekat denganku.processtext. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Masing-masing ada pada takdirnya. Kak Atie. Lupakan semua itu. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Di jendela itu. Di kamar itu. ayahku. Galeb Husyen.""Suatu hari semua kita akan pulang. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga.

itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing.Masih terbayang di depan matanya. sehingga tidak mampu membeli potas. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. Dulu ia begitu miskin. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. yang tidak beralas kaki. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. Untuk semua itu. yakni Bahasa Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan.processtext. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa.com/abclit. dan dimakan. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. bercelana pendek. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. dan namanya adalah Indonesia. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. yang syukurlah semuanya makmur.html . melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. boleh diburu. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. sebagai warisan masa lalu.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil.com/abclit. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Sukab tidak pernah peduli. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. bisa boneka wayang golek. Begitulah Sukab. dibinasakan. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. ABC Amber LIT Converter http://www. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. bisa boneka yang digerakkan tali.processtext. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. melayani sopir-sopir bajaj. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup.

dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. surat nikah apalagi. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. diberi bantal untuk tidur. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. jangan engkau pulang dengan tangan hampa." kata istrinya dahulu. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. ia memperhatikan. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Apa pun jenisnya. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya.html menjadi pemburu anjing di Jakarta. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. "pertama. tapi juga dimandikan. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya.processtext. kedua."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. sampai ia menjadi pemburu anjing. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. "Sukab. dan ia mengincar. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. anjing tetaplah anjing. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. Tidak ada cerita sehidup semati. lantas tinggal dilumpuhkan. Ia berjalan. kehidupan Sukab masih terhormat. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. hanya dengan beralaskan kertas koran. Ia tidak menggunakan potas. mengincar anjing-anjing yang lengah. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan.com/abclit. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Tangkapan Sukab disukai. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Ketika musim PHK tiba.ABC Amber LIT Converter http://www. menghilang ke bawah tenda. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing." kata istrinya. Apabila kesempatan terbuka. Itulah riwayat singkat Sukab. Tapi Sukab tidak pandang bulu. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu.processtext. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu.Namun.com/abclit. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung.html . Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. dari chihuahua sampai bulldog. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik.

ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. namun dari sinilah cerita baru dimulai. Perempuan itu menangis. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati."Ke mana?""Entahlah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup.com/abclit. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang." kata Sukab. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing.com/abclit. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab."Ia perhatikan."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik. seperti upacara pengorbanan diri. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing.***SEPANJANG rel. "Aduhai anak-anakku. seseorang berteriak kepadanya. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. biasa habis di lingkaran judi.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. begitu pikiran Sukab yang sederhana."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli."Mereka begitu miskin. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. Mereka dibawa pergi. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. anak-anak berteriak mengejeknya. Meski sudah tidak melacur. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali.processtext. Begitu juga Sukab. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian.html . Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu.processtext. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka.Betul juga. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. Perasaan Sukab remuk redam. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing.html Sukab. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka. sehingga tidak punya cermin. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www.

kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya.***"MEREKA membantai Sukab. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan. tapi petugas tibum.Setelah malam tiba.html ."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. ketika matahari terbit.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.""Tapi kita semua makan anjing." kata polisi itu. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.. tapi hati dan otaknya masih manusia..ABC Amber LIT Converter http://www. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima.Di langit masih terlihat rembulan yang sama..Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. itu."Yang bener aje.""Husssss. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan..processtext.com/abclit. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu. Mereka membawa segala macam senjata tajam. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum."Oh. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.processtext.. menangis. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru." ujar tukang cerita itu. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka. dan para pendengar menahan nafas. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. berbalik lagi. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak..Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona." katanya lagi."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir."Hati-hati lewat sana. Bukan polisi yang mengangkut."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. itu tidak penting.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng."Lho. "mereka juga bisa menangkap saudara. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. mereka bangkit dan menyalak-nyalak.. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing.com/abclit."Apa yang penting?""Esoknya. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka.

Sambil menenggak Red Wine.Dan. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. Susan. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih.Teramat pelan. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. dan gelepar angin di Bondi Beach.processtext. Susan.Saat itu."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. Aku akan membakar wajahmu. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. seperti malam-malam penuh pasir. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. Waktu itu. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. kerang. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Januari 2002. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia." lenguh Susan pelan. Nigel Jamieson. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. Selalu.html anjing itu pulang ke rumah."Susan. Hanya berdua. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona.com/abclit.com/abclit."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona.html .processtext. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih.ABC Amber LIT Converter http://www. ketam. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis.

Fiona mengerti maksud Susan. Well.Asal tahu. begitulah. aku juga akan jadi pejuang. selalu hanya untuk kedunguan mereka. saat melantunkan New York New York. Subali. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Sambil terus menenggak Red Wine.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. Sebagaimana malammalam sebelumnya. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. Rose Bay.html . saya akan melesat ke King Cross. Bukan untuk yang lain-lain. kita toh masih punya banyak acara. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. selalu tampil menawan itu. Ya. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa.com/abclit. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. sebagaimana Ki Manteb. Dan. Aha.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. bersama Susan. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Fiona. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. lenguh yang tak lenguh. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. gereja. Hentikan denting kecapimu.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. adalah cucu Thancoupie.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. Saya tak peduli. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. penyanyi jazz dari Betawi. New South Wales 2029."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. ngiau yang tak ngiau. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona.processtext. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti kepada nenek moyangku. pasti tahu sepak terjang Thancoupie."Dengar. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking."Aku kira." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. Tetapi. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. itu mencium kening. sebagaimana dia."Ingat.html rambut indah Fiona. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. selalu hanya untuk uang mereka. Are You Girl Friend. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. Dan cinta kami."Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. "Sudahlah darling. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. Lalu. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. menyamar sebagai penari bugil. Akan aku tunjukkan kepada Howard. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu.processtext. siapa pun dirimu. Dan.com/abclit. Dan aku? Aku. atau Anoman sebagai pahlawan.""Ya.

Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop."Kau tak akan pernah berani membunuhku.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. saya tahu. Sejak itu. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. saat ditampar. pria England yang tampan itu. Kahlua Cream. Cuma sesaat. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil.ABC Amber LIT Converter http://www. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. O. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. Fiona. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Tanpa sungkan-sungkan. O. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. Fiona.processtext. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. atau Long Island.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. Sayang. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Karena itu. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. Bahkan. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Sebelumnya. rasa hampa penuh iblis.processtext.com/abclit.Tetapi. malam itu. Yang jelas pria itu berambut cepak. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. pub. kamu terlalu banyak minum.com/abclit. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.html . Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban."Untuk sementara."Sudahlah. Dengan sigap. Sayang.Sejak itu.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka.Meski begitu. Tetapi cuma sesaat.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu.Ya. di ujung jalan. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. dan bar. ke rumah indahnya.

Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir.Tak ada jawaban.."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. dan Thancoupie bukanlah duniaku." Susan melenguh lagi."O. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. dan ribuan kera sialan itu.. Fiona."Ketahuilah. Sebab. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon."Sudahlah. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Susan."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. dan pikiran-pikiran saya.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. Sydney. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Fiona. Di otaknya yang disusupi alkohol. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. tarian. aku memang harus membunuhmu. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang jelas. Dan. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis.com/abclit. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama."Jangan terlalu menimbang-nimbang.com/abclit. Akhirnya. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Tak ada denting kecapi. Dan kobaran api itu. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. selama menjadi mata-mata.processtext. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. Seperti tahun-tahun lalu. Maka. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan.html mengubah kesucian cinta. dentingkan kecapi Sundamu. kau akan jadi ikan bakar. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba.processtext. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. lukisan. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Kini.html . Rahwana. Aborigin. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini. Kita akan bisa segera pentas bersama." desis Susan sambil memperkeras ketukan.

Dari lorong gang muncul ibu Bondas. Ia mendekam di sudut kamarnya. Lengan perempuan itu tampak menawan."Terheran-heran.Buruburu Bondas turun. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.com/abclit. Senyumnya menggoda. Menggigil. Digedornya dengan kepalan tangannya. Kakinya seperti patah. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. muda.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Punggungnya. Ia menandai. Ira lebih tenang. dipungutinya. Ia mendengar suara cambuk. merasakan dadanya bergolak. cantik. Menggeliat. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Bondas merasa terlindung kegelapan. Bondas berlari. Kokoh di depan hidungnya. Tersungkur. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran.ABC Amber LIT Converter http://www. dari celah pintu.com/abclit.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. ramah. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu.processtext. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. mendobrak pintu kamar ibunya. turun dari becak. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya.***TENGAH malam. Mendengarkan rintihan ibunya.html . Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Bondas terbangun dari lelap tidur. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. bangkit lagi. Buah mangga berceceran dari kaosnya. telungkup. Terdiam. diberikan pada ibu Bondas. kembali duduk. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Sesekali ia bangkit. Nyeri. masih dingin. kakak perempuannya. berdandan menor. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. memburunya dengan cambuk.processtext. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. yang sebelumnya garang. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Bondas berdiri menganga. Pak Gendut menjadi sangat lembut."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. Tatapan lelaki itu. Tetap saja pintu itu tertutup. Ibunya tak beranjak dari kamar."Kita harus menyelamatkan Ibu. mengendap-endap. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Dipanjatnya pohon mangga itu. masih menyisakan kepedihannya.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. menyembulkan pusarnya. Pagi masih gelap. berdebar-debar. membawa cambuk yang bergetar. itu cambuk Pak Gendut. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. agak sayu. Terpuruk di sudut kamar. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Ingin sekali Bondas berlari. Dan sekilas.Ketika pintu terbentang. berubah mesum. Meringis. Dia melihat Ira terjaga. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Tangannya terasa sakit. Ditendanginya pintu itu. disusupkan ke balik kaosnya." bisik Bondas. berpapasan dengan ibu Bondas.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya.Menggigil di sudut kamar. dengan perasaan takut.

celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Ia tak berani beringsut. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. Agak lama mereka berbincang-bincang. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. Pak Sukra.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. perempuan muda. menghardik Bondas.com/abclit. mendera punggung. Terus berlari.***LAPAR. Dan Bondas yang lapar.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. dan merasakan betapa pedihnya. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. Bercanda. Suaranya riang. Tatapan matanya mengatur. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. di rumah. mencampakkannya ke tanah. Pak Gendut kehilangan lacak. menggeram. Tak tersisa tenaga padanya. kusam. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. Mereka meletakkan gamelan. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. Menjilatinya dengan liur berlelehan. Cambuk di tangannya diayunkan. Bondas belum sempat menghindar. Memaki.ABC Amber LIT Converter http://www. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. Ira menjerit-jerit kesakitan. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. segera menghampiri Bondas. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Kulit pipinya mengelupas. letih. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira. terasa tercabik-cabik. Bondas terus berlari. mendengus. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya. anak laknat!" seru Pak Gendut. Yang lain tiduran. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan.processtext. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya.Dari dalam kamar. Terdiam sejenak. teramat pedih. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. bergurat-gurat menghitam. Meninggalkan rumah. membawa cambuk. Bondas berlari. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. dengan telapak kaki retak-retak berdebu.***PADA malam yang menggetarkan.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. berada di balik kegelapan. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. melecut wajah lelaki kecil itu. Bondas mempertajam pendengarannya. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. wajah garang Pak Gendut menyeruak. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. merasa Pak Gendut memburunya. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang.Meski punggung terasa nyeri. Pakaian mereka sudah aus. Dia memilih diam. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Ia tak tahu ke mana. terus saja berlari. Menahan nafasnya kuat-kuat.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. Tapi Bondas terus berlari. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Pak Gendut terus tertawa-tawa. haus.processtext.html . Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda.Berlari meninggalkan rumah. sesekali tersentak. Bondas ketakutan melihat cambuk itu.html cambuk. Takut. Tak berani bergerak. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Tak berani pulang. ia terus berlari. kuda lumping dan cambuk. tak terurus. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan.Tanpa menoleh. buruburu Bondas memungutnya.com/abclit. dan Ira berteriak-teriak kesakitan."Mau lari ke mana kau. Terasa pedih. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. tanpa arah. samar.nyeri sampai ke dalam dada. Tertawa-tawa.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. dan bergoyang.

Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan.com/abclit. bergetar. seperangkat gamelan diletakkan. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. seketika Bondas kesurupan. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya.html bungkusan nasinya. Menggelepar-gelepar. Gamelan bertalu-talu. Pak Gendut mengerang beringas. Gerakan tarian kian cepat. Menghirup air kembang. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Menari dengan gerakan cepat.processtext. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. Tapi masih saja ia menari. Anak-anak kecil berdatangan.ABC Amber LIT Converter http://www. Pada saat menatap Pak Gendut. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. menggetarkan udara. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu. Menggeliat-geliat kesakitan. lentur. merobek kulit muka. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. "Terus. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu.html . memekik senang. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. malu-malu. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi.Orang-orang terus berdatangan. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Menari. Lecutan cambuk berulang-ulang. kian lama kian rapat. Anak-anak bersorak. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. bertubi-tubi. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. tar. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji.com/abclit. dan seirama dengan hentakan gendang. terus. Tanpa henti. melelehkan air mata. Dengan takut.Di tanah lapang. Anak-anak bersorak. tar. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. dan segera ditabuh. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam. Menyusup-nyusup di antara para penari.berjingkrak-jingkrak. Meloncat. Meraih kuda lumping. dada dan punggung yang terbuka.

Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu.com/abclit. "Tidurlah. membuat perawat yang membantunya agak bingung.Dokter Isman tidak memasang tarif. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Ketika tamat dari SMP. mau diapakan hasil tanaman itu. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. Ia memberi resep obat generik. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal.processtext. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. jarang antibiotik. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.Subuh sekali. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. Setahunya. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang".Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Sejak kepergian ayahnya. Seorang kawannya. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. tetapi sebuah nasihat.com/abclit. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". ayahnya hanyalah petani kecil. pasien selalu berdatangan. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. dan tidak pernah kembali. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Sulit sekali mencari obat di sana. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. ibunya mengelus-elus kepalanya. ibunya sudah menanak nasi. Pasienpasiennya banyak. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. dan subuh pulang kemudian kuliah. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Ketika ia terbangun. Bahkan. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Sampai jauh malam. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu.html Sumber: Kompas. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. dengan kereta roda.html . Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Ia tidak mengerti mengapa. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ayahnya dijemput dari rumah. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis.Waktu ia mahasiswa kedokteran. ubi jalar. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu.

Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis.html .com/abclit. "Penyakit jantungku kumat. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Kalau bisa. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan."Aku datang. Di rumah pamannya ini. yang satu dari akademi perawat. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. yang bungsu dari akademi sekretaris. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Ia merasa amat berdosa. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. Ia pulang dengan murung. Tapi anehnya. ia harus bekerja keras.""Oh. lalu pamit. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. memandikan saudara sepupunya.processtext. Ia geleng-geleng kepala. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri.Setelah beberapa hari pengu-buran. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang.. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan."Ia memegang pergelangan tangan ibunya.. udara pegunungan agak segar. Menghitung de-nyut jantungnya. agar ia segera menikah. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu." kata dokter Isman. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan.Ibunya datang dengan kedua adiknya. tinggal dengan aku. Bila dada sesak. ibu rekannya.com/abclit. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. isinya.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. Kalau bisa. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Nak. rasanya hampir mau ma-ti. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. aku mengasihimu seperti diriku sendiri.Dua tahun kemudian. kampung halamannya. dan menangis terisak-isak. kalau ia tahu. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta."Dekatlah ke mari. Dokter-dokter. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. pulang. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Nak.Setelah sampai di rumah sakit." kata Isman terkejut. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. Sebagai dokter ahli jantung. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Di seberang. Namun. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. Ia mengambil spesialisasi jantung. Bu. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. ibunya dimasukkan ke ICU. Nak." kata ibunya dengan suara pelahan. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. ia mendapat berita dari kampung halaman. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. ia merasa amat terpukul. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Nak.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. tertunduk. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

processtext. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Ia tidak menjawab. di ruang tunggu. menurut pengakuan suami korban."Pesanku kepada kalian. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang.processtext. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. Bang. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. tetapi ia selalu menghindar."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. Ia kenal betul gambar itu. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan.ABC Amber LIT Converter http://www.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. ia membiarkannya bertandang sendirian. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. dengan syarat. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Daripada hidup bengong di rumah. Gilirannya. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. mendorongnya. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. juga dengan ipar-iparnya. Kami ingat itu. entah kapan. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Jantungnya berdebar-debar. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. ia membuka pintu gerbang. dan sesudah itu. Semuanya diam tidak mampu berbicara. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa.html . yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. sekitar bulan Maret. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. Tetapi yang kami rasa. Menurut pihak kepolisian. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. "Ya. Adiknya yang perawat.Bulan berikutnya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.com/abclit. salon itu banyak dikunjungi orang. Gambar yang terpampang di samping berita." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. tidak boleh pulang sampai petang.com/abclit. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.Setengah tahun kemudian mereka menikah.Setahun kemudian. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit.

Tuhan. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. meski ia tersenyum. ia menjeritjerit. (Ia jatuh pingsan lagi). "Dokter Isman sudah tiada."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Ia ada di kamar.html . tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. toloooong. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu.processtext. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya.com/abclit. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www. Dagunya lunglai."Tenanglah. Ketika ia siuman.com/abclit. Bu.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung.html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Lagi pula ia sudah mulai mabuk.. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Namanya Tanesia.ABC Amber LIT Converter http://www. atau orang kita sendiri semua sama saja. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. dokter! Ooohhh. Meski ia tertawa. Perawat memapahnya.Para tetangga mengurut dada.. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. menyuruhnya duduk. Tentu aku tidak perlu menjawab. Ia terkena serangan jantung. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga.processtext.""Oh."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Pelahan ia berkata. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.

Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html tempat kami bertemu. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Ia menunggu respons. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua.html . Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Jika malam tiba. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Mulanya ia menolak. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. namun setengahnya malah berupa pernyataan. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. malam dengan rembulan. Tanesia takluk. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah.com/abclit. Kuta sudah jam satu pagi.processtext. Hanya untuk berdua. Berdasarkan ceritanya.processtext. Tanpa gairah maupun penolakan. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Beberapa saat ia menunggu respons. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Tidak ada masalah di kota asalnya. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. tapi aku tetap diam saja.. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. tapi aku sengaja diam saja. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan.. luruh ke seluruh hatinya. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Ia menganggap itu sebagai respons. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www.

dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Satu orang laki-laki.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya.com/abclit. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Meski tidak seindah dulu. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. dari sekian lama mati. Pipinya memerah kembali seperti sediakala. atau tiga. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. lalu pergi.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka.html ." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Semua berakhir pada tempat yang sama. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri.com/abclit. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku.processtext. apa bedanya? Orang asing. dua orang. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Kasihan. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. semua sama saja. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. orang kita sendiri. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit.processtext. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. memabukkan. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya.

Mungkin dia benar. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan.com/abclit. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa berani bertanya. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Atau apa saja yang akan kutanyakan. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. tidak ada perlunya bertanya. Metafornya kurang dalam. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya.com/abclit. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu.html ekspresiku. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Tapi bahwa. terlalu biasa. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.processtext. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya.processtext.Sudah jam tiga pagi. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Suaranya sungguh menggoda. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Blues bubar setengah jam yang lalu. Mungkin karena sudah terlalu Vodka.html . Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. Namanya Tanesia. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya.

sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Saat itu di antara angin dan salju.html .processtext.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.. telah hinggap seekor burung gereja. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. salju sudah mulai berguguran. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut.processtext. sambil memainkan musik dengan biolanya. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. yang ditiup angin kencang. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. Dengan menaiki tangga-tangga itu.Fajar tidak segera menyingsing. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. dan ia mulai melupakan si burung.html terletak di Moskwa. lalu sedikit berputar sekitar kotak.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. Lama ia makan. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. Violis tua. Akhirnya si burung gereja keluar. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. sibuk dengan makanannya. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. dalam kegelapan. pada saat-saat ini. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. Setelah makan. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Di sore lain. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Burung itu tampaknya sudah tua. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. dan bersiap pulang untuk beristirahat. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. Sudah lewat lima hari. Pak Tua. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. Sore itu cuaca tenang. terjaga di kamarnya. Pasti.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. orang-orang yang lewat. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Sementara kaca jendela masih malam.ABC Amber LIT Converter http://www. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. burung itu datang lagi ke patung Pushkin.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. karena ia memiliki otak yang sangat besar.. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. mungkin setengah jam penuh. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. sebelum berangkat ke bulevar. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu.Sore berikutnya.com/abclit. ia berhenti meremukkan roti. sebagian besar bulunya telah beruban. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya.

sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. keras oleh kekuatannya yang menyatu.com/abclit. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem.processtext.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai.html . untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk.. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya.ABC Amber LIT Converter http://www. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. dan badai satu saat berhenti.com/abclit. membalut kepala dan lehernya dengan syal. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung.. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. Walau begitu. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Di sini bahkan salju pun tak ada.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. Dengan susah payah.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. KuraABC Amber LIT Converter http://www. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. seperti musik. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya.processtext. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan.Hidup bersama seekor kura-kura. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. Salju yang jatuh.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Ia pergi ke sana berjalan kaki. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Sepi. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. seperti manusia. cuma angin bersih telanjang. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. sebab badai akan datang. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang.

kadang biji kacang. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. seandainya burung itu masih hidup. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. dengan cara mengkeratkan badannya. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam.com/abclit. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. dinding kamar bergetar: angin. karena paruhnya seperti menyangga badai. ia masih hidup.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. melesat dengan satu sayap. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. mungkin. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Pak Tua kembali terlelap. dan itu cukup baginya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. Kotak biola seperti dulu. dari arah musim semi.html . dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. dan di balik jendela. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat.Sang burung juga tidur malam itu. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. seperti kita melewati masa pensiun. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin.com/abclit. yang keras seperti batu. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Pada bulan Maret. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh.processtext. Tak hanya kenyang. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. malam yang hening masih berlalu. Kemudian tampak seperti biasa saja. di sebuah jalan kecil di Moskwa. berhembus dari selatan. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian.processtext.

Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Jatuh sendiri ia dari langit. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. Tak tahu.. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia.html kepada pemusik itu:"Paman.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. kematian. pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring." katanya.Setelah menghabiskan tehnya. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang.. bahwa pernah ada di dunia. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www.. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. entah esok pagi ia menghangat dan siuman.processtext. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. belilah burung kami ini. apakah ia mati suri atau mati benar.Burung itu mungkin sudah mati.Sesaat Pak Tua tertidur. Pak Tua menaruhnya di sakunya. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis.com/abclit. tapi segera terbangun." pikir Pak Tua. "Hidup."Baiklah. dan keabadian.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji.html . dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. matanya tertutup. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. entah ia takkan terbangun untuk selamanya.. supaya tidak menggencet burung itu.com/abclit.processtext.

lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa.html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Meski kabinet pemerintahan. Ia merasa tertantang.processtext. Hanya ingin berkomunikasi. Dari kawasan off-shore. Bagai burung. Luar biasa. Di lapangan. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Padahal. 25 tahun. saudara. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. kantor atau lapangan golf. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak.com/abclit. Bukan teman sehobi di lapangan golf.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan teman kantor. istri. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. bajingan! Dengar nggak. Di tengah rumah. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. siapa pun mereka. Antara keisengan dan kesungguhan.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Je! Perempuan. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Di pasar. Bukan teman kencan di diskotik. Bukan juga anak. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. Bila dijawab.com/abclit. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Jadi berkaca-kaca. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Antara ya dan tiada. Karenanya. Ia juga bosan kriminal. baru saja diumumkan. Lama ia terperangah. Antara sadar dan bermimpi.html . dibiarkan bebas berkeliaran. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Matanya jadi berkedip-kedip. ia butuh seseorang. Antara ingin menjawab dan takjub. Antara realita dan alam maya. Sekretaris.+ Hai. Ya.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Di mana-mana. ia tertantang. Ia hanya iseng. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat.Bagai kapal kini. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. orangtua. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Sungguh. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Entah siapa pun dia.

Tapi kamu?Ya. Darahnya terkesiap. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja.. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Ia berharap. Ia membuka mail itu segera. ia jadi kelelahan juga.OK. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya.. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik.. Apa maumu sekarang?Ya.processtext.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. aku tahu.. ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Apalagi. layar komputer itu telah kosong. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol.. berlesung pipit.processtext. Ia menatap kosong ke layar maya. Aku sudah mulai. Lebih lagi. Sepekan menunggu. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. janganjangan Je itu seorang laki-laki. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. ia jadi ragu juga. Tak ada lagi kata-kata baru. Tapi di belahan hatinya yang lain. Tanpa direncanakan... Sungguh. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. ia jadi ragu. Ya. ia tak tahu siapa Je sebenarnya.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. aku mau ngobrol aja. sebuah mail muncul di deretan inbox. ia hanya bisa memakimaki Je. ya.. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. Namanya juga iseng.Hari-harinya jadi kosong seketika.html . Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. manja dan sedikit centil. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Je bisa muncul barang sejenak.com/abclit. Bisa jadi.html lampu pijar di kegelapan.com/abclit. Sungguh. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Artinya. Aku mengembara ke dalam benakmu. tapi buntu.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Dalam hatinya. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je.Siang benderang.. Tak ada lagi Je di situ. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu.. kamu kemana aja?+ Capek aku. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Je tak membalas emailnya. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Tanpa direkayasa. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. barangkali itulah jodohnya. Aku keliru. ya?Ya. aku sudah bilang. siapa pun.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Sebulan berlalu.. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu.. Hai. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu.. Sekarang. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Dan seketika ia jadi benci Je.. + Aku sudah perkenalkan diri.

Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. Aku tahu.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi..processtext. Ya.. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai..Di layar maya itu. gombal kamu.Setiap pagi. berangkat kerja.. Kadang marah menyebalkan. Aku tiba-tiba ingin. Je selalu berubah ekspresi.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku.. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. edan kamu. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.+ Ah. kamu begitu marah. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Aku hanya ragu. Bisa gombal. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Tapi bagai angin. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Sebagai lelaki. Di layar maya itu. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. Semakin lama ia tatap wajah Je.html Aku bermain-main di pelupuk matamu.Sehari kemudian.processtext.Je.Kalau betul kamu perempuan. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Kapan-kapan kukirim potretku. bisa macam-macam.html . ciuman dan menyalurkan birahinya. mandi dengan shower. Lelaki bila ada maunya. nggak. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Keduanya saling mendekat. tapi tak kunjung berhasil. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Ah.Ia terhenyak seketika. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Begitu membenciku. Aku merasakan getaranmu. Kadang Je tertidur pulas. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Aku jadi rindu kamu. Sinting. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. aku rindu kamu. Dan.Di atas sosok Je itu. tentu sosok Je akan semakin jelas.com/abclit.+ OK deh. manis. Tak percaya? Lihat aja sendiri.+ Selamat pagi. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. keduanya saling bersentuhan. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. ya. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. Ia ingin berpelukan. gitu. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Je memang cantik. dia digombalkan seorang perempuan-ah. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja.Aku jadi penasaran.+ Lha. Begitu penasaran. berpelukan dan berciuman. Yang pertama. Kadang ia tertawa manis. gagal karena terserang virus yang hebat. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Ia berdebar-debar. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Je tak berbohong. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. Hebatnya lagi.. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.

bukan tak terpikirkan.Begitu tersadar. sayang. Lama layar komputer itu kosong..Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.Je. Ia meringis kesakitan. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu. ia mematikan komputernya. Ia betul-betul miskin data. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia terbius oleh Je. Aku berharap." Sesudahnya. Antara mimpi dan nyata.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Ia merasa heran dan takjub. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. Tapi.com/abclit. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.! Aku juga. kali?Ah. kapan-kapan. nggak juga. Ia terkesima. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. jawaban yang diterimanya: undelivery. Ia segera kirim mail buat Je. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise..com/abclit.Je tak menjawab.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya.processtext. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi.html . Je. jawab aku kapan pun kamu mau.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Ia jadi penasaran. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. Busyet. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. adegan itu terulang lagi. bisiknya lirih. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. Keduanya semakin birahi. ia cepatcepat mengetik di keyboard. Keduanya saling menikmati. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Tunggu dulu.processtext. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www..Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu.Ia jadi nekad. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je.html punggung keduanya. Ah. Setiap ia mengirim mail buat Je. sedikit pun tak menarik baginya.

aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www. Bola matanya mencorong tajam. Pik. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah. ***"BAGAIMANA. bukan begitu. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik.processtext.otomatis ikut tegang. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang.html Sumber: Kompas." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. saat aden1 masih di situ. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia.html . apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita." Bujang Sami menarik nafas pendek. Upik menarik napas panjang. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Kapan perlu. Mak. Harta dapat dicari. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. sungai kecil itu adalah batasnya." "Buuuk." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman.processtext.. pendek betul pikiran wa'ang4. Kami hanya segan beradu pendapat.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Kemudian meneguk kopi manis.. Mak. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas." jawab Bujang Sami masih sambil menekur.com/abclit. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. "Alaa. Urat-urat lehernya menegang.com/abclit. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Dalam pembagian ulayat. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. "Uda tidak usah ikut ribut... "Dia manakiak5.

tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. Datuk?" sela Mak Kimin. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka.. Da. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. ***SEBELUM benar-benar senja. Di sanalah kusut akan diselesaikan. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. "Tenang dulu. musuh jangan dicari." jawab Pidin." dialihkan topik pembicaraan. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. "Untuk apa lagi. Datuk?" sergah Mak Kimin." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Datuk. Dan. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas.. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan.. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. Bujang Sami berdehem. "Sebaliknya. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Tapi. Dan. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.processtext. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang.. "Itu sudah kami jelaskan. "Hati-hati.html ." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati." suara paraunya mengandung wibawa. Tapi. Suasana mendadak hening. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan.com/abclit. "Begini Tungganai. tak ada salahnya bersiap-siap. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. "Belum tentu. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. "Katanya. "Baiknya bagaimana. Menjelang jam sembilan malam. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. pada hari yang telah ditentukan." Pidin langsung pada pokok persoalan.processtext. mereka membantah. setelah sedikit basa-basi. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. Di situlah keruh akan dijernihkan. Upik Sida menekur. Kemudian dimintanya Pidin. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. "Apaah rombongan Uda. "Bertemu pantang dielakkan. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu.com/abclit." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Sebelum berangkat. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara.ABC Amber LIT Converter http://www.

Bujang Sami lebih gelisah.com/abclit. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip.. mengingat Pidin belum juga datang.. Padahal. "Jika itu persoalannya. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. waktu itu dia sengaja mengikuti.html telah disepakati. terdengar bernada miring.com/abclit. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. Kiri dan. Lalu Patih Sati menggantikan ujar..processtext." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap." pinta Patih Sati. Namun. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. karena teringat silsilah Kaum Patopang... @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Mengingat perangai kawannya itu. berarti keterangan Pidin berat sebelah. Makanya. Kedua rombongan tentu saling menunggu. dia adalah kemenakan Pidin." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. "Kami belum bisa memastikan. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga.. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. Bahkan. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Tapi." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.html . persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. Mak Kimin lebih gelisah. walau berumur lebih muda.ABC Amber LIT Converter http://www. "Lanjutkanlah. Patih Sati gelisah." Patih Sati berdehem keras. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Lobai. Cuma. kami berharap. Bergegas pulang.processtext. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Juga Lencun... Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. kami minta maaf. lebih keras. pekan lalu.

Sedangkan kami. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. Terlahir sebagai Yahudi. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Lupakahlah. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. terutama di penjara wanita Pelatungan. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. anakku yang terkecil.Sudahlah. dan dibalut plastik mengkilap itu.html . ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. yang selalu ingin menyusu di dadaku. Kalau kuingat-ingat.ABC Amber LIT Converter http://www. Umurku tujuh-puluh dua. Kemarin. katamu melerai perasaanku. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Rasanya. menjaga nyawa. Tetapi. mengambil kartu tanda pendudukku. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup.com/abclit. Ah. Membanding-banding. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Bisa kubayangkan. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. aku dan anakku. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku.processtext. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Cukup.Aku mengenakan pakaian terbaik. ketika aku pulang dari kantor kelurahan.com/abclit. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. senangnya mengamat-amati KTP ini. Hanya karena aku seorang istri. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. lebih dua puluh tahun yang lampau.processtext. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Permukaannya yang mengkilap.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. maka dia telah kujalani dengan sempurna. masih terus berbagi degup jantung. Ya. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. Tapi. seorang istri. Dan itu adalah juga aku. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. keterangan diri yang mungil. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Membersitkan kebanggaan. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. yang buat kompos pun tak berguna. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang.

Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Tetapi.com/abclit. Aku hanya tidak tertarik. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Dan buatku. Dan istrinya. Masih kuingat. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Tetapi. Padahal aku hanyalah seorang istri.processtext. anak-anaknya yang masih merah.html . Bukan mesin tik tua. Juga anak-anakku. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965.. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal.processtext. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Duduk sambil merenda. Terkadang. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Memang. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat.. mereka tidak percaya. Mesin kejayaan manusia yang baru. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Masih kuingat. namaku ditulis dengan ejaan yang benar.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu.com/abclit. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. eks tahanan politik. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Tapi. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Lihatlah. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya karena aku seorang istri. mematikan. sehingga dia harus dilenyapkan. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Sesungguhnya. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. harus menderita. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Hak bergerak bebas. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Cuma meminjamkan peniti. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www.

Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. begitu membebaskan. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. Tanganku tak lepas dari KTP."Sedang apa.processtext.. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah... Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan.Aku terpaku. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. jauh di dalam hatinya. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Wajahnya yang licin bersih. Gong sudah ditalu..!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Aku tahu. yang ditebarkan KTP itu. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. memegangi dengkulku. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Dengan berbuat begitu. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. ABC Amber LIT Converter http://www. Membisu seribu laut. walaupun ada. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.html . diri kami.. Dia anakku yang paling bungsu.html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman. membelenggu. tersingkir. Bu?. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang." tanya Tatiana. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu.. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Bisa.. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Mas Awang bisa membuka bengkel. Begitulah caranya membujuk hatiku.. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. tetapi juga malu. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku.. Kini. begitu murni. Aku tidak hanya kaget.Aku cuma diam.processtext. dia cuma diam."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia. Siksa itu harus diakhiri. bisa. Mulutnya agak ternganga. Tapi. Aku tahu hatinya luka."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan.. Tak berkata barang sepenggal. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.com/abclit.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Dia tetap berlutut.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. Aku sambut tangannya. Sesuatu yang percuma.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. hidup kami. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. dan terang sebiru laut." Tatiana seperti meratap.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku.ABC Amber LIT Converter http://www. Meskipun tidak dia ucapkan. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.com/abclit. sangat terluka.

aku tahu.html Aku tahu. lebaran nanti tidak ada Eyang. Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. Aku tak bisa menunggu. Sementara aku sendiri. Eyang itu baik ya Pa. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. Sejak saat itu. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. anak-anakku.com/abclit. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. cuma akulah yang sarjana. Pasti tidak enak ya Pa. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Di antara isak tangisnya. Malang. Dari keenam saudaraku.com/abclit. pukul satu malam. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil.processtext. Di sisi lain. "Papa. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. aku tak menyesal. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. Tetapi. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.processtext. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. berusia 78 tahun." Bungsu menimpali.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku).. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua. Takkan. Kalau tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Kepercayaanku timpas sudah. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. Tapi. sup buntut. tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali.html . saat pemakaman eyang. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. Sesungguhnya. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya.. "Kita bangga ya Pa.

menikah dengan Tomo. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. ada gunung. Aku tahu. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor.processtext.com/abclit. capai. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Namun. Aku takut anakanakku jatuh sakit. Ini sedikit melegakan. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. Orangnya cantik. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. "Saya lapar. tetap seperti bayangan anak-anak. jadi pasti cantik ya Pa. "San. Di sisi lain. atas meninggalnya Eyang." Ya. Dan sekalipun bukan dijodohkan. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya).com/abclit. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. aku tahu. Namun. hubungan kekerabatan mereka dekat). aku takut Ninil akan tertawa. Oleh karena itu. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan." Lantas Bungsuku bilang. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. mereka sama-sama dokter. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Sedang aku sendiri." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Eyang sudah mulai membaik. Dan Mama kan sudah bilang tadi. aku ingin membeli teko di Malang. Aku tahu betul perasaan Ibu. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. "Le. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). Jadi. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. LANTAS. Sulungku berkata. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). Kalau panen tebu kita baik.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. piyama. pada awal pernikahan sampai sekarang. Tante Yus yang di Australia.html ." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. Namun. Perjalanan kami masih separuh lagi. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. pohon kelapa. (Mbaknya Ninil. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi." Kami masih mencari-cari restoran. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Kabar terakhir dari Ninil. Peristiwa ini begitu mendadak. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin.html turunan putri raja. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. Oleh karena itu. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Ya. aku mengajak mereka makan. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Pa. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Semua sudah datang. Kita kan wong ndeso. pinter. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Lama-lama. Tetapi.processtext. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Ada orang yang menjual minuman di sana. wajah seorang yang kacau. dan turunannya priayi. Di rumah kami sendiri. pada awal pernikahan. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain.

tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. bilang kepadaku berulang-ulang. Sekarang sudah meninggal." Aku ketakutan.processtext. "Ya Mas. "Kalau ada roti.com/abclit. Tentu saja Mama memilih Papa. dengan semangat cinta. Kita suka mencium Eyang. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Sulungku berkata. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang. Eyang senang sekali. aku cuma bisa bilang. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. karena wajah saya seperti putri-putri." "Ya tentu. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. kedua orangtuaku meninggal. kan? Eyang selalu wangi. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya).com/abclit. kan mantan pacar.processtext. mereka kelihatan tidur kembali.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain. jangan peduli dengan sikap tante-tante. rupa kita mirip tante-tante. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. "Dik Santoso. Itu kan untung ya Pa. Jadinya. "Pa. Dia tidak butuh itu. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. Papa sayang sama Eyang. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. Ninil berbisik padaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi.html . om-omku. Ya. "Santoso. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. Saya masih ingat. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. ya Mas. Tentu saja. rasanya kok tidak sampai-sampai. "Pa. kita bisa makan di mobil kan. Kamu tahu sendiri kan. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Papa lagi emosional. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. "Papa memang sayang." Putri sulungku memotong." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. aku sayang kamu. waktu lebaran yang lewat. air mineral. Aku juga tahu. "Maaf ya. Setelah makan roti. ketika kedua putriku tersenyum. ibuku tidak pernah berulang tahun. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku." "Kita coba saja." Aku merasa lega. Papa kan juga sayang sama Eyang." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. baru besok kita bisa berangkat. jatuh cinta ya Pa." Sesungguhnya. Aku tidak tahu. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. "Maksudnya begini lho Pa." Jawaban itu memuaskan putriku. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. Eyang bilang. dia juga mencintaimu. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. Dan Bungsu mengusulkan. Kalau dengan pesawat. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. kita beli sajalah Pa. Mama kan sama Papa pacaran. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. "Ya Pa. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. Saya takut kalau service restoran itu lambat. Nduk. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. ada restoran yang buka di sana. Tetapi waktu itu. Lantas." Ninil tertawa mendengarkan itu.

Baru jam lima petang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. "Le. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Terdengar suara operator dari seberang.com/abclit. kita tidak perlu lagi saling membenci. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. Selama ini kalau aku bisa jujur. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman.com/abclit. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Namun. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. Juga jam lima petang.html ." Lalu manakah yang lebih benar. Hatinya dirundung kecemasan." Malang. kita seharusnya saling memaafkan. dan dua puluh tiga detik. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya.processtext. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. nol menit. Yang ada cuma satu. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. kupeluk istri dan anak-anakku. Ia memijit nomor satu nol tiga." Setelah upacara penguburan selesai.processtext. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. cinta-Nya kepada kita. aku merasa dia berbicara seperti ini. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang.html seperti orangtuanya sendiri. langit begitu hitam. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Matahari sudah lama tenggelam. aku berpikir. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Namun.

punggung.html . Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Membeli hadiah Natal. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Berdoa di dalam kegelapan. dada. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Ngeceng di Plaza Senayan. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Menghapus air mata yang menitik. Memarahi pembantu. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Membaca stensilan.com/abclit. hampir abadi. Menelepon teman-teman. Bercinta dengan rasa. kaki. jam lima lewat tiga. Membuka album foto yang berdebu. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. ketiak.processtext. Mengantar anak ke sekolah. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. vagina. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. dan dirinya berubah menjadi abu. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. kakek. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Karena waktu yang berjalan.processtext. Kala itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. nenek dan leluhur. jantung. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. ulang tahun dan hari kasih sayang. hidung. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. payudara. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. ABC Amber LIT Converter http://www. hati. Menatap matahari terbenam. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Melamun. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya.com/abclit. mata. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. leher. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Pergi ke dokter. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. waktu adalah pelengkap. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. sebuah sarana. Sementara banyak yang sudah terlupakan. tangan. berarti ia akan kehilangan waktu. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan. jawaban dari mereka adalah sama. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. pipi. Mengiris wortel. Menyusui. Memandikan bayi. dan jam lima lewat tujuh. Bercinta berdasarkan sistem kalender. yaitu jam lima petang. mobil sedannya berubah jadi labu. Rekreasi. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. jam lima petang. Bercinta malam hari. raga. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. mulut. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan.

berdetak keras memekakkan telinganya. cakrawala harapan. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Suara kokok ayam jantan. Satu. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. semua orang tidak mau ketinggalan. Diculik UFO. Suara alarm itu. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya.processtext. Mengalahkan Michael Jordan. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. Bungy jumping. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. seribu. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Lidahnya kelu. Menelan biji durian. Suara alarm itu. Suara alarm itu.html . aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. seratus ribu. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Kelopak bunga mulai merekah. Bertinju dengan Moehammad Ali. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran.processtext. merasa terancam atau bersyukur. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Minum sirup markisa. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Imajinasinya buntu. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www. Makan rambutan. Arung jeram. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. ia hanya tidak sadar.html berdebar. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Awan berbentuk mutiara. Suara alarm itu. sepuluh ribu. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Nonton Cirque du Soleil. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. sepuluh. Membuat raganya beku. Hatinya membatu. Merebut suami Victoria Beckham. samudera getar.ABC Amber LIT Converter http://www. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu.com/abclit. semar atau gajah. Baca komik Petualangan Tintin. Kaki anjing pincang sebelah. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. lonceng tanda masuk sekolah. seratus. masa kini dan masa depan. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas.com/abclit. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Kicau burung.

Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Dan masih saja ada yang kurang. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam.. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan.. Waktu. Waktu. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Seragam sekolah yang luntur.... Sarang laba-laba di atas plafon. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar..com/abclit.. penguin. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.processtext... Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Semangatnya bergetar.processtext... Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Masih ada saja yang tidak sempurna.. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Ia ingin memelihara anjing. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.. Tidak belanja perhiasan..html lebur dengan tanah. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. dan dirinya berubah jadi abu... ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan. Buah dada yang mulai mengendur..*** ABC Amber LIT Converter http://www. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Tapi Nayla selalu terlambat. Sejak saat itu. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. sarapan dan seragam.. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Kurang becus mengatur keuangan. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. untuk memperpanjang perjalanan. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. kucing..ABC Amber LIT Converter http://www.. Kurang peka... Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Padi menguning di sawah.. Nayla ingin menunda kematian. mobil sedannya berubah jadi labu. Terlalu letih hingga tidur mendengkur.. Tidak pergi ke klab malam.. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman.. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. ***NAYLA ingin menunda waktu. Terlalu banyak pemborosan. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Burung bercinta di atas rumah. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. babi. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Tidak nongkrong bersama teman-teman.. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan.. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis.html .com/abclit. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Kurang waktu. Kurang perhatian. Ketika.. Memberi makan ikan. Vagina yang tidak lagi lentur. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Waktu. Waktu. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah.

com/abclit." Din melekatkan kaca mata hitam.processtext. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman.com/abclit. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. Mobil bergerak pula."Kau coba dulu jeruk sini. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. dan rasakan manisnya. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. lalu berhenti di depan sebuah dangau.processtext. karena lurus saja sepanjang lima km. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda." x"Wah. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. Sebelah kiri jalan.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang.ABC Amber LIT Converter http://www. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Bang. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. Ayo kita terus. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.html . Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang.

menunjuk. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. dengan yang sekarang juga dua. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Persis seperti buntil Gyugun. Suaminya penjahit. Itulah jalan menuju desaku. Bapaknya seniman. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Jika ia merasa diperhatikan. Aku sering datang ke rumahnya. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. Jika ia menumbuk padi dan menampi. Sekali aku pulang kehujanan. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. dan Medan."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. Si suami bertopi pandan.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. dan potlot pendek.ABC Amber LIT Converter http://www. ia akan bilang. persis seperti buntil laskar Gyugun. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. buku notes. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. buntilnya juga berisi sepatu lars. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. Dia pintar pidato. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. "Kenapa kau perhatikan terus aku. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka membalik." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.html menawar. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Sidempuan."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk."Besok kembali. "Di sana ada jalan ke dalam. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. senter. Kaca mata hitamnya dilekatkan. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi.processtext. dan mulutnya yang melengkung indah.com/abclit.html . lalu terus ke perbatasan Tapanuli.Din mengajak ikut pulang ke desa."Ini Bang Tamrin. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. Bukit Tinggi. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil.processtext."Berapa hari di sini?" tanya si istri. Aku respek padanya. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini.com/abclit. Ia berteriak."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir.

Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Kejai adalah sejenis beringin. sebagian besar sudah aku baca. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. kami turun. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. nangka. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Kata Ibu. Ketika baru diajak makan. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. dan menyalami orang-orang. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus.com/abclit. dan salak. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah.ABC Amber LIT Converter http://www. Rupanya Ayah ikut ke mudik.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Ayah pulang dari sawah. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Mak Panto adalah adik Ibu. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Pohon sirsak. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur.com/abclit. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah sedang bekerja di sawah. masih yang dulu.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Kami makan berempat di meja dapur. Ia sudah pensiun sebagai guru SD.processtext. Tampak kasar jemari ayah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Ketika jadi juga merdeka. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Sesewaktu mobil ditepikan.processtext. yaitu perca. Aku memeluknya rapat-rapat." kata mereka. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Labai. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang.Aku kembali ke depan.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. sayang ia tidak kemana-mana.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. "Sedang di sini rupanya beliau. Ayah punya banyak buku dan majalah. Kain sarung disampirkan di bahu. Sebelum para. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. dan ketika melihat Din mereka melambai. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman. Din bilang kami akan balik besok pagi. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. tampaknya seperti dapat firasat.html . dan uban memutih di sana-sini. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang.

ABC Amber LIT Converter http://www. Badannya besar dan tinggi. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. dan buahnya bergelantungan." katanya. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa." kata Din. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. Buru-buru tikar dibentangkan. Rumahnya bertiang tinggi. Kami pun menyalami dia.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. Ia tidak berbaju. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. lalu dibawa duduk di ujung tikar. dan Mamak diberi baju bersih. dan atapnya seng. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. duku. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. matanya berkaca-kaca.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Tapi kelapa sawit. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana.com/abclit. Mak! Ayah kami juga ikut. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Kasihan kebun para itu. Uci. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Kurangkul dia. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Jaga durian waktu malam. atau ringkanang ke hutan. Di hilir tadi. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. berkulit kuning seperti Ibu. istri. lantai dan dinding dari papan. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu. Apalagi di musim kupon karet dibuka.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri.html . Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. ia tertegun menatapku. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun.processtext. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. apalagi jadi kaya. Lalu kami pamit. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar.com/abclit. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Meski umurnya enam tahun lebih tua. Tapi mereka tidak punya biaya. Setelah menyalam Din dan Ayah."Ini Tam datang.processtext. istri mamak.ABC Amber LIT Converter http://www. Beda sekali dengan kebun para. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. kubilang tak usah. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. Kebun para itu tampak sudah pada tua. karena sedang sekolah. dan mencari buah manggis. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. main domino di lepau. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki.

Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan.processtext. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan.processtext.html . ia juga terkejut dan agak tersipu. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap." kata Din. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Aku terkejut.*** Jl Kembang Setaman. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rumah besar di hilir dijual. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. dan mendesah lebar di lembah."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. kuning. dan lezat. lalu melekatkan kaca mata hitam. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk.html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa.com/abclit. Istrinya datang dan menyalami pula. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. badannya kutarik lalu kupeluk. Ayah diam saja. Semua anaknya tinggal di hilir.000.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. janganlah ikutikutan terburu dengan Din. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. dan bicara riang. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana.com/abclit. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Aku menyalami. sisiran klemis. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Ia menepuki punggungku."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Kami pun makan durian. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini.

com/abclit.com/abclit. memang banyak yang bisa membangun-bangun. lama-lama keluhan datang juga. Rumah dan tanah berukuran 36/80. dan rasanan. saya tidak tinggal di situ. lho. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Bagi orang gedongan katakan.processtext. Tetapi tidak ada protes. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. 'protes. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. melik-melik di kamar utama. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. dinding bata dan semen sungguhan. demonstrasi. omong kesana-kemari." kata istri dalam arisan ibu-ibu. saya tidak tinggal di Perumnas. Pada mulanya berdinding kayu lapis. termasuk kami. "kami tinggal di peternakan manusia". Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. dan menuntut' itu bahasa politik." Bagi penghuni Perumnas yang lain. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). "Bulunya itu. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". dan pagar merah dari batu laut. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing." Begitulah. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan.html . rumah bertingkat itu membuat masalah. tinggal satu lampu 10 Watt. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas. Tetangga sekitar. Tetapi. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Daripada menyewa berpindah-pindah. SETELAH dua tahunan. itu adalah kemauan anaknya. sangat kaya. Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. Kami sangat senang mendapat rumah. Suami tidak rapat RT. usuk kayu Kalimantan. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. dan atap asbes gelombang. bukan bahasa pergaulan." Bagi para tetangga rumah bertingkat. "Alhamdulillah. "Kita harus hidup rukun. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Bikin kulit gatalgatal. Namun. mereka juga hemat waktu. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. rumah kami sederhana saja. Tertutuplah.ABC Amber LIT Converter http://www. Walhasil. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. kata anaknya menurut pembantu." Bagi orang yang masih menyewa.html Sumber: Kompas. Seperti diketahui. Rumahnya ditingkat. tidak ada teguran. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. tidak suka membuang-buang. Kata mereka. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. "Alhamdulillah. Kata anaknya. istri tidak arisan. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. "Alhamdulillah. begitulah gaya hidup orang Belanda. atau "kami tinggal di kandang ayam". rasaABC Amber LIT Converter http://www. genteng tanah nomor satu dari Gombong. "Alhamdulillah. lantai keramik. Meskipun. Artinya. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Orang hidup itu harus tenggang rasa. menurut pembantu.processtext. "kami tinggal di kaleng sarden". relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. Lebih dari itu.

." "Semoga dapat hidayah.00 sebab mereka ketakutan. Harganya diturunkan. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga." "Ada anjing?" "Tidak. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Kami tahu banyak salah. Diulang. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. dan bulunya suka beterbangan. Amin. tanggap sasmita. rumah itu gelap. Semuanya lewat pembantu. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. sepulang haji.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya.. saya bilang pada istri.html . nol-nol. Diturunkan. ada perkembangan baru. Belum sempat Ketua RT bertindak. Untuk apa tinggal di Perumnas. Diulang. Atau yang lebih thok-leh. Namun. mereka tidak kembali ke Perumnas." balas Ketua RT. semoga. dan lari tunggang-langgang. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. Setelah sampai rumah. seperti 'pelihara anjing boleh. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Rapat RT memutuskan. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Sindiran yang agak tegas. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. Siapa tahu mereka lebih diridhai. 'Ini.com/abclit. tapi mbok yaa ingat tetangga'. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. di luar prinsipnya. Ujungnya. Mula-mula mereka heran. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing." Lalu dilakukan tes suntik. "Itulah. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf.com/abclit. Ha? Benar! Menurut mereka." "Jangan begitu." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak." katanya. "Semoga jadi haji mabrur. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt.html rumangsa. ya'. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'." jelas suami. Maka. Singkatnya. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Mesti orang berpikir. bulu kuduk mereka berdiri. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. "Maafkan kesalahan kami. Kami saling berpelukan. Logikanya begini. Namun. Ditinggal haji. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Dokter menanyakan.00. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www." CERITA ini yang lebih penting.processtext. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas." kami berdoa." "Amin.processtext. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu.. itulah. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. "Amin.00. seperti waktu di rumah. Mereka mau naik haji. tentu." kata suami mewakili keluarga. Maka kami senang. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. keluar juga jujurnya. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Tuhan! Baca sendiri'. "Ya. karena praktis melibatkan seluruh RT. ya Bapak-Ibu. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Tidak juga laku. "Ya. Disuruh dia mengingat-ingat.

" Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Anak kami menitipkan anaknya. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. warna-warni bunga sejenis (artikel. "Mereka sudah satu suku. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata.processtext. tapi menggantung di udara. Rapat RT lagi. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Maka datanglah orang pintar itu." Pasar Kembang adalah nama tempat. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. mengganti nama jalan. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. dasar orang Jawa. Tetapi. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. asal jangan menyarankan makanan jin. sama-sama segannya untuk berkata tidak. RT langsung mengadakan rapat darurat. ada adik-adik dari kedua belah pihak. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang.processtext. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Nama jalan itu terserah." Maka RT mengadakan rapat. Alasannya. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. karangan. Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi tidak ada perubahan. Meskipun demikian. digantung di temboknya. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. dan An-Naas. Penjual curiga. "Lho. Dan. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Setelah dihitung. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Orang pintar itu datang.html . Mereka memborong ronde. Nama diserahkan pada RT. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Tentu saja. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. meninggalkan gerobak dagangan. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. kok keluarga besar. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Jin itu bertambah nekat.com/abclit. Itu dianggap yang terbaik. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Al-Falaq. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak.html waktu yang belum ditentukan. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. setan ora doyan. sejenis lulur. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Wedang ronde yang panas itu dilahap. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. tukang ronde lapor Ketua RT. misalnya. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. kumpulan cerita). Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Jadi. Bunga Setaman itu makanan jin. tanpa debat berkepanjangan. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. menggaya). Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok.com/abclit. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. yang tidak menyakitkan hati orang. Lain dengan kami." Setelah ck-ck dia membuat saran.

Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. yang iseng. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Jadi. Tidak ada jalan lain. mereka kehausan! Tetapi tidak. bagaimana kalau dikromokan. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Harapan kami sama seperti dulu. Mereka akan kecelik. Maka.html orang pintar. Dua. ada jalan. dan yang duda akan datang. Benar jin tua. Itu jin voiyeur." "Lalu enaknya apa. Prosedur yang dulu dipakai lagi. kembang yang tidak berarti bunga." "Pakai kembang.html . ini biangnya.com/abclit. Tetapi. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Jin yang thukmis (suka wanita)." "Nah. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Jangan Kembang Desa. Mereka akan ketakutan dan lari. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Kami berpikir keras. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Kami menemukannya juga. "Lha. Tiga. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. sama sekali tidak ada bunga. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. "Kita buang saja kata kembang. "Kembang desa?" Primadona desa. nyanyi dangdut." kata advokat itu. Tidak ada ronde teng-teng. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Mmm. gadis. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Kami turunkan papan nama." "Jangan. kita ganti dengan yang baru. Ia pulang bersama orang pintar itu. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. Jin terbuat dari api. mereka tidak boleh mengganggu orang. Tapi kami keliru. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. tidak ada bakmi duk-duk sreng. Malu-lah RT kami. Lho! Iya saja. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Keesokan sorenya kami gotong-royong. "Inilah hasil maksimalnya. pintar ilmu hukum. Setelah melihat papan nama katanya. Tertutup sudah. bayi menangis.com/abclit.processtext. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. tidak ada sate te-satte. mereka merasa kembali ke asal. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Terpilih nama Kembang Desa. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. suara klenengan. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong.ABC Amber LIT Converter http://www. Jalan buntu. pandai ilmu dalam. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. ya. Ia duduk berdzikir di teras rumah. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. suara air terjun. Api akan membakar mereka. dan anak-anak menghilang. suara anak-anak bermain.processtext. Menurut mereka yang sensitif. dan bijaksana. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Satu. Setelah kami menunggu sekitar dua jam.

Konon. Seperti Hindun dan ibunya. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. mungkin pula tidak menunggu. sakitnya tak akan diobati. tak sedikit pun madu menetes dari situ. sekaligus merawat ladang kenangan. tanpa bahasa puji-sanjung. lebam-membiru bagai tersengat. anak lelaki. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai. dengan tinggal di ladang. di atas rumah pondok yang sederhana. sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini. menetes-netes dari bahasa kutukan. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja. perempuan yang jatuh dari pohon. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun. mereka biarkan lapuk telantar. Ya. Meski sesungguhnya pula. laki semua. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. itupun jarang bermalam. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. ah. menunggu. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Tiga orang kakak Hindun.com/abclit.Duh. Dan setiap telinga yang kena berita. Setidaknya.com/abclit. pekerja tambang. bila mati. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya.processtext. aku tercengang dan merinding. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. masyaallah!). Merantau.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak apa. bila sakit. tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. Pohon apa yang ia panjat. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Yang ada hanya kepahitan.html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas.processtext. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. berubah menjadi sarang lebah. penuh dengung. dan entah sejak kapan tepatnya.html . sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat. satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib.

senyum dikulum pasti lebih manis. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. dari sekian banyak larangan. jauh dari rezeki.. Maklum." bisikku usil. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang." maka ia pun tertawa sesukanya. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. nangka. Tapi bila musimnya.. di dalam kampung. Misal. merawat tanaman yang masih tersisa. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. yang datang malah bisa macam-macam. bentukan alam pebukitan yang bergelombang. entah mengapa. Maklum mata bujangan. beruang. Kutahu. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. sekalian menjaga makam ayahku. meski tak dituliskan. Di samping tentu. dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana.. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka. Tak terpikirkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. ia lumayan cerdik. Ibunya tak bisa mencegah. Tak jarang ia cekikik. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup.com/abclit. kera. bila kami bertemu di pasar. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). ketika hidup. seperti tak bakal dapat laki. Asal ada beras. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. Begitu banyak ramburambu tanda larangan. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan. ia memang sangat mencintai ayahnya. Hindun. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya.processtext. "Niatmu sih baik. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Konon. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya.processtext. Apalagi... membuka mulutnya agak lebar. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping.html membeli.com/abclit. tapi usiamu..ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh. hidungnya yang bangir. celeng. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. rambutnya berombak-panjang. tapi juga entah mengapa. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Memang akan ada saja alasannya. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Bukan di pondok ladang. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin.. Perempuan jangan ketawa cekikik. Anehnya. begitulah. "Biarlah kami tinggal di ladang. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. bahkan bisa gila. meski sedikit. Anehnya. tak boleh duduk di depan pintu. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang.html . itu pesan yang tak boleh diremehkan. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan. urusan makan beres. Dikeping dan diikat. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera." kata-nya jujur. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan.

mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. bagaimanapun juga. tidak hanya buat perempuan.. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. Tampaknya. Atau. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Artinya. bukan itu alasannya. petak umpet atau lompat tali.. yakni petang Kamis malam Jumat. Kami akan berteriak dari ketinggian. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. semisal dalam urusan berpergian. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut. Begitu.com/abclit. ada kapalnya enggak.. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu. Jangan berjalan di hari Selasa. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa.processtext. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. Bukan. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut. mereka memilih hari selain Selasa. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon. begitu adat kami mengajari. Begitulah. menerka-nerka yang tampak. Tentu. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. Juga saat musim buah tiba. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. soal etiket.. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Inilah hari baik penuh berkat. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga. Benarkah? Entah. apalagi kalau rambutnya basah. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. membuat kami begitu berhati-hati. Tapi. kupu-kupu pertanda tamu.. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk. pantangan itu masih lumayan adil. bahkan danau pun tidak. Yang jelas. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. kami yang laki-laki masih lebih beruntung. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. Namun. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www. jawab yang lain menghibur. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja.html . Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami. meski tak harus melanggar. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan.processtext. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak.com/abclit. sebab Selasa hari api. sampai-sampai harus ke halaman. Yang jelas.ABC Amber LIT Converter http://www. Sedari kecil. Namun. rimbun dan rindang. tak seda dipandang. bila perempuan larut berdandan. melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah. dengarlah.. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman.

dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. tapi tak bergetah saat ditakik.processtext. Hati-hati kakinya berpijak. Dikatakan pohon damar. sigap tangannya mencari dahan berpegang. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Bahkan dengan pandangan. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. ya. atau pengembala ternak yang kemalaman. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. Setiap kali masuk hutan mencari kayu. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Saat-saat memuntir sisa buah. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan.ABC Amber LIT Converter http://www. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua. Maka. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). tapi tak berbuah. dilobangi tupai atau kera. tergores akar atau jelatang. di semak-semak tepi jalan.html pengumpul buah yang kami petik. lereng bukit itu bakal kosong. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang.com/abclit. para perantau yang lama tak pulang. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan.processtext. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. hanya batangnya yang serupa. Hindun. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih. Tapi. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar.html . dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Dikatakan begitu. di antara batu-batu di tepian. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. para pencari damar yang tersesat di hutan. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Bila memandang dari jauh. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun). Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas. tersangkut di akar. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca. tampak seakan terlindung pohon itu. menggelinding di lereng bukit. O. Pokok pohon itu teramat kukuh. mata Hindun masih saja penuh keinginan. mencari buah yang masih menggantung. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. begitulah. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. bahkan untuk sebuah larangan. Andai saja ia ditebang. hanya daunnya yang mirip. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Dikatakan pohon Barangan.com/abclit. Tentu. Matanya awas mengamati setiap cabang. tentu tak bakal ada yang berani menebang. Begitulah... dedaunan.

Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun. Milik tetua. Dan seperti kubayangkan. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bahkan mungkin lebih.ABC Amber LIT Converter http://www.. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Sebentar saja. tentang lautan. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. perempuan yang jatuh dari pohon itu.. lembah. bernanah. Seakan tak berujung. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. Baunya busuk. Hanya madu lebah yang masih mahal. nekad. meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. sambil menunggu putusnya harapan. seorang perempuan.. mati. kampung memang teramat gempar. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar). kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar. Pohon keramat.html . Semuanya. ia datangi pohon itu. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. dan aku pun tak berkata soal itu. membawa kabar itu ke tengah kampung. Tanpa sepengetahuan ibunya.com/abclit. Rumahlebah Yogyakarta. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Kubayangkan. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah.processtext. Tentang dendam. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Perempuan-perempuan.processtext. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Bukan si puak. Hanya aku. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit. mendekat saja tak ada yang berani. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Hak tetua suku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Hari Selasa. tapi menyaksikan. gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. Juga aku. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau. Di surau kecil itu. ia ceritakan segala padaku. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. Bokongnya remuk. Lengkap sudah. dan tak seorang pun berani menjenguk. sekaligus melunaskan dendam! Ya. Aku yang dulu hanya penerima kabar. Kecuali mungkin. kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. Aku bergegas turun dari bukit.html menebang. Dan terjatuh. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah. Hindun. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. ayah dan saudara laki-lakinya. Dan ia. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan.com/abclit.. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. cengkeh mati bujang. Tapi selalu terbentur soal hak. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau.

teman sekuliah dulu. waktu remaja dulu. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. itu tidak menambah apa pun. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. Kita kan pengurus. kali ini.ABC Amber LIT Converter http://www. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. adalah pelarian dari Armada Bugis. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. Padahal. bertempat di masjid. melihat nenek-moyangnya. karena mereka membelot dari Belanda. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. Sebetulnya. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu.Nurhayati. "Rapat untuk organisasi sosial kita.com/abclit. di mana udara panas menggulung. Itu memang mimpi remaja." Nurhayati mengangguk cepat. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Kau sering terlambat. tertawa-tawa. kamu sekolahnya paling tinggi. melantunkan syair-syair.processtext. dari tengah lautan. ikut menggulung layar pada saat badai. atau hanya untuk membunuh waktunya. sebagai sebuah proses "menjadi". akhir-akhir ini. yang bisa keliling dunia.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. tampak dari jauh. ketika lautan tanpa badai. yang kepala dusun di sini: apakah betul. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Hasil diskusi. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. Khotijah. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. Pikirannya terpotong. Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. Konon. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan).html . Jangan lupa kau datang lebiha awal. dia selalu mengimpikan.processtext. bagaimana. Nurhayati berpikir. Hamdani. nasehat ini sering diucapkan. Sepertinya. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. Namun. lebih sering bermimpi. waktunya selepas sembahyang isya. yang datang pada tahun 1653-1655. akan datang seorang laki-laki. Dia tahu. Sementara itu. ABC Amber LIT Converter http://www. tidak yakin. untuk mendinginkan tubuh. Sesungguhnya. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). terletak di Lolohan Timur. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik.com/abclit." Yah. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. Beratap genting Palembang berwarna gading.

sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. ***PAGI ini. dia tidak tahu lagi. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. Di sisi lain. semakin kena abrasi dari lautan. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Sambil menyusuri tepi laut ini. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www. Padahal. tempat bermainnya di masa kecil." "Nur. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. Apalagi." "Aku bisa menggantikannya. Dia melihat ke panggung rumahnya. tanpa sekolah. Tidak seperti engkau. kau tahu kan. Beserta beberapa anak muda. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. bisa jadi bapaknya tidak setuju." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak.com/abclit. aku mau sederhana saja.html Nurhayati. Mereka berpikir. Tapi suatu ketika. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). Khotijah. Khotijah bercerita. Sementara itu. aku mendengar kabar. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. "Nur. Karena. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang.ABC Amber LIT Converter http://www. mengajaknya ngobrol. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi." Nurhayati cuma diam saja. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. beberapa turis domestik. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Kemarin. Namun. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. honor guru TK di sana sangat kecil. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. Benar juga kata teman-teman. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. melainkan ibadah setiap manusia. mungkin Mbak Mila setuju." Khotijah melihatnya. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. seharusnya engkau jadi penyair. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. kami menemukan sesuatu.html ." Nurhayati diam saja. Kadang.processtext. Ada apa sih? Sebagai perempuan. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur.com/abclit. "Kau bukan dari jurusan keguruan. akan menikah dalam bulan ini.processtext. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Namun. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. Buat mereka. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. yaitu menjadi ibu. Dan setelah beberapa kali bertemu. kemarin malam. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. bapaknya tidak pernah ingin menjual). menjadi guru di perkampungan nelayan itu. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. teman terakhirnya yang masih bujangan. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. camat dan bupati. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. Nur. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. cobalah. Aneh. Dia mengatupkan bibirnya. Di situ. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Namun.

tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. tidak banyak waktu untuk organisasi. dia ikut mencarikan datanya). Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. dan diriset oleh Budiman. apakah pernikahan itu perlu. Nurhayati menyusuri pantai. Sambil belajar. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Namun." Nurhayati membatin. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. "Aku tidak tahu. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. sepulang dari mengajar. ***KALI ini. yang peneliti. Ini berarti. Banyak orang memberi selamat. kau akan menjadi ibu dan istri. akan selesai. Dan tak seorangpun yang tahu. Sekali lagi. Inikah sebuah penindasan! Namun. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. kalau organisasi kita telantar. Koran-koran lokal memuat fotonya. Aku ingin kau yang menjadi ketua.processtext. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Khotijah memegang tangannya. Akhirnya.html . air matanya mengalir. "Nur. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. aku tidak bisa menjadi ketua.html disebut cinta. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. Dan penelitian itu. Seperti nenek-moyangnya. Karena rumah panggung itu. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. yang keluar dari bibirnya. Karena begitulah norma. dalam beberapa hari ini. Sementara itu. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). (Sesungguhnya. setelah ini.com/abclit. sekalipun tak banyak juga waktuku.processtext. yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. aku mau menggantikan jabatanmu. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Nurhayati tak akan risau lagi. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. adalah bagian dari dirimu sendiri. Namun. mengatakan kegembiraannya. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Dia mulai berpikir. setelah itu. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Di pantai ini. "Tentu saja. Tapi sayang sekali. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. Rasanya semua sudah hampir selesai. kalau bercermin. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). Keluarganya dan keluarga Hamdani. Di saat-saat seperti itu. Di luar dugaannya. sebagai istri.com/abclit. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Budiman berkata. di sebuah perumahan BTN! Malang. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Kau masih ingatkan. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. Dan rumah tinggal mereka. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Hamdani lewat surat. (dengan bahagia.

Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. menyelam. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita.com/abclit.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya. Berburu buaya. Memandangi jalan di depan rumahnya. "Kaulah buayanya!"Berlarian.Nenek. Terus menggelepar. bermain lumpur dan lumut sampai siang. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Anakanak itu mengelilingi Nenek. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. di ruang tamu. menanti seekor buaya mengapung. dan melepaskan tembakan. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari.***LELAKI itu masih muda. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www. Di ambang pintu yang terbentang. Melihat buaya yang terus berkecipak. yang menuju sebuah sungai besar. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Dia selalu membawa senapan ke sungai.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. Berderak-derak. Buaya itu tak segera mati. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. si tukang cerita itu. Lama dia menyusuri tanggul sungai. berteriak-teriak. tinggal nenek. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. menuturkan kisah masa gadisnya. mereka meninggalkan tanggul sungai.Saat ia melepaskan tembakan. Seseorang berseru. tampan.html . Urung berpercik-percikan air sambil berenangan.com/abclit. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Di lantai dua.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. gadis-gadis terpekik.processtext. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. menyemburkan darah searus dengan air sungai. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. dia duduk menghadapi fajar.processtext. anak-anak itu termangu-mangu di tebing. namun masih menampakkan kekokohannya. di lantai dua.ABC Amber LIT Converter http://www. Nenek duduk di lantai papan. memandang ke arah permukaan air. tertawa-tawa.

membosankan!"Tak ada sahutan. mengajak berbincangbincang."Hai. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. malu-malu. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. dia berhenti. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Terpana. dari jarak dekat. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai.Lelaki pengkor."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang.***DI rumah panggung. hingga terasa kegelapan menyekap. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka."O. yang berjalan dengan terseok-seok. Menyeret buaya ke darat. berang. Kehilangan kengerian. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. Kelak. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Ia tak begitu jelas mendengar.Dia cuma membidik. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. dan luput dari perhatian. Mencari-cari wajah gadis itu.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. Orang-orang akan kehilangan tontonan. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya.processtext. Dia murka. Ia ingin turun dari rumah panggung. berjalan tertatihtatih. melongok ke bawah. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. setengah hati."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling.com/abclit. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Mengulitinya. anakmu yang kedua.Si gadis berambut panjang tak menyahut. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. seorang gadis dengan rambut tergerai. dengan bibir yang jontor. Begitu asyiknya mereka. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Tengadah. sambil bergumam. mendekati lelaki pembawa senapan. dengan kaki pengkor. Ditutupnya kembali jendela kamar."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. Wajahnya mengeras."Nah. Orang-orang terus berkerumun. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. Matanya meradang. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan."Gadis berambut panjang merasa terhina. Ditinggalkannya tepi sungai itu. Kehilangan kekaguman. gadis berambut panjang. dan ingin bertemu.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Gadis berambut panjang itu mengerling."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. diam-diam.html . perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Tercengang."He.Tangga rumah panggung itu berderak-derak."Di kamar melulu. Dua tungku panas itu padam. dalam penantian yang memualkan. Tapi. membaur di antara orang yang berkerumun. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. Mengembangkan senyumnya. Lelaki pengkor itu ingin disapa. Mati. akan lahir dengan mata juling.Orang-orang kampung mencebur ke sungai."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. mencibir.processtext.html mati. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai.

Bergerak menuruni anak tangga.processtext.""Di mana ia tinggal?""Di sini. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. berkedip-kedip. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek.ABC Amber LIT Converter http://www. Berkecipak. Saling dorong. hingga dia berani mandi di kali. Matanya kelabu. Bermain-main air. Wajah Nenek tampak sedih."Anak-anak terpana. Ibu muncul belakangan. Terdengar ketukan pintu. Berenang. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Mereka hidup bahagia. Anak-anak bersorak ketakutan. meninggalkan sungai. Neneklah orangnya.""Mereka di mana. punggung ABC Amber LIT Converter http://www."O."Anak-anak itu bersorak. tertatih-tatih. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. yang gagah dan lucu. Rambutnya panjang. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Mencebur ke dalamnya. Berjingkat bangkit.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. Sopan.html mengguncang dada perempuan berambut panjang. dan merasakan kekecewaan. Berkali-kali.html . agak lamban. Nek?""Masih. semua buaya sudah ditembak mati. berlarian ke sungai. Tertawa-tawa. melewati rumah-rumah panggung. Bertabrakan. Berjejalan.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. tak terurus.""Ooo.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. lelaki dan perempuan." sahut Nenek.Negara-Pandana Merdeka. terpikat pada cerita Nenek. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Kadang membujuk. Kakinya pengkor. Hati-hati. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. "Gadis berambut panjang itu masih hidup."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. Mereka menghambur ke jalan. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. memutih. memandangi Nenek.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. tidak. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. berhenti bergurau. Nek?""Merantau. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. saat ia dengar. Tak yakin hatinya.com/abclit. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya.processtext. Tak disangkanya."Tentu. Berdebar-debar. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Dia menyangka.""Lalu.com/abclit. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. mencabik-cabik tubuhnya. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. menyambar pakaian mereka.

processtext. ia mencambuk kudanya. kecuali hanya desisan. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram... bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan.. Sesaat.html . menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi.. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Sang opsir duduk di kursi penumpang. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher.. dua di antaranya tinggi dan kurus. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. ke Viborskaya. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. "Kusir. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang." "Hmmm. Dua puluh kopek.com/abclit. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda.com/abclit. dua jam. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. Satu jam berlalu.. Si kuda betina menggerakkan leher. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. Iona Potapov. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Iona mendecak. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya.. "Kusir!" Iona terkejut.. "Hai. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. ABC Amber LIT Converter http://www. Anak saya meninggal. "Kami bertiga. pundak dan topi-topi. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya.. "Kusir. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda.. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. sang kusir. dan selanjutnya tidak.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming.. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak... "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah.... Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. menggelengkan kepala... sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. Mereka tentunya tahu hal itu..processtext. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana.. "Ah. "Ada apa?" tanya sang Opsir.. minggu ini. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. Tiga orang laki-laki. dia mirip permen jahe. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai." terdengar oleh Iona... Tetapi harga tidak menjadi masalah. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. "Kamu linglung... Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. Tumpukan salju telah menimbuninya. harga yang tidak seimbang. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh.. telah lama memutih karenanya. kegelapan malam datang menghampiri kota. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.html kuda.. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya.. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). mau kemana kau. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya.. dari lukisan-lukisan alam nan biru.

ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. "Dia bohong seperti binatang. dan memutuskan untuk bicara dengannya.. he. ha... Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. lima kopek. Hal yang aneh... "Kemarin di rumah Duhmasov. ha. "Kita semua akan mati.... Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. baginya sama saja." Iona tertawa. tetapi belum terlihat." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini..com/abclit.html ." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. Iona menoleh pada mereka.. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. kuburan! Anak saya pun meninggal. "Ada kok. Kematian memasuki pintu yang salah.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah.. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya.. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung... Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi." Iona tersenyum lebar." "Ya betul.. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu. "Tuan-tuan yang berbahagia." Si Bungkuk menarik napas. "Saya? Ha. he... Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.. ada. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. Setelah menerima 20 kopek...." "Ha. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. Anak saya minggu ini.processtext. "Kawan... meninggal".. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.com/abclit. "Kau akan berangkat atau tidak.. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya.. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.... Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. ha. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. Setelah menunggu sedikit jeda.... he... Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda...." "Ya. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli... Ha.. akhirnya mereka sampai.. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta.." kata salah seorang yang jangkung. buat apa kau berdusta. ha.html satu rubel**.. betul kok..processtext. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. he. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. sebetul kutu batuk!" "He. He. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk.. "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih. eh malah dia datang pada anak saya.." "Demi Tuhan." "Aku tak mengerti.. Dia mendengar pula cacian orang-orang. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. Yang penting ada penumpang. "Baik.. maka ia lah yang harus berdiri... naik ke kereta.. ha. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk... mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk.. jam berapa ini?" tanya Iona.. "Cambuk! A ha. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. ABC Amber LIT Converter http://www.. tingkah polah dan omelan yang panjang. saya dan Vaska minum empat botol brendi. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab.. "Ha. demi setan!" Si Bungkuk menyela...." Iona tertawa. Seharusnya dia menjemputku.

com/abclit. "Kembali ke terminal!" pikirnya. Sebesar rasa haus pemuda itu. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. jerami..processtext. ketika sendirian begini.. Ia mengibaskan pecutnya. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. bagaimana anaknya menderita. ia mulai berlari kecil. Tetapi ia tak melihat apa pun...." "Minumlah." Di salah satu sudut. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. kau dengar. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A.. juga padanya.. Udara pengap dan bau.. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja.. anakku meninggal minggu ini. seandainya kamu punya anak. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. Chekov-Raskazy I Povesty. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. seorang kusir muda terbangun. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. meratap...... "Ya. ... selalu hidup lebih tenang. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah.ABC Amber LIT Converter http://www.. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak.. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air... dan mengendus tangan sang majikan.. bagaimana anaknya meninggal.. 'Toska'. "Mau minum?" "Begitulah.. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. Aku terlalu tua untuk jadi kusir. Kuzma Ionitc telah pergi.. Dia pergi tanpa alasan.. Bayangkan. kita hanya makan jerami. yang sanggup mencukupi makanannya.html . Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. "Itu sebabnya aku sedih. mendengarkan... sambil menatap matanya yang bercahaya. Iona melihat pada orang-orang ini. dan tersusun... "Ayo terus kunyah. hal: 56-60.... ABC Amber LIT Converter http://www. Mestinya dia masih hidup." Iona terdiam sejenak.com/abclit. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. Sang pendengar akan mengaduh.. tak ada yang perlu ditakuti... Mestinya anakku lah yang menjadi kusir. cuaca. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.P. Ia masih mempunyai seorang putri." pikir Iona... dan kamu adalah ibu kandungnya. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor.. Di lantai. Ya. Ia ingin membicarakannya dengan serius. menarik napas.." pikirnya. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. Kau akan tidur nyenyak. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal. ke terminal. Belum juga lima menit berlalu.... "Ah lebih baik melihat kuda... Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. dan makanan kudanya. di rumah sakit.. "Selalu ada waktu untuk tidur. Makanya harus bicara pada seorang wanita. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang.. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. Anakku. kemudian melanjutkan: "Begitulah. 1964. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. Anisya. Ya..processtext.. demi kesehatanmu... di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. Moskwa. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. kemudian anakmu mati. bukan aku...html "Hampir jam sepuluh. bertekuk dan menyerah pada duka lara. Dia berpikir tentang dedak. di desa.... kusirmu sekarang. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda... "Buat dedak saja sudah tak cukup. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya..

"Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu." "Saya malah mengalami sendiri. "Matanya itu lho. 'Kang. Kalian ingat.processtext. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. sudah ada yang ngelamar ya?!'. tak ada hujan tak ada angin.processtext. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "waktu itu. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. lalu pikiran saya terganggu." "Ya. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. sayang ABC Amber LIT Converter http://www. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu." jawab Ustadz Kamil." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol. Sekilas saja beliau melihat kening orang.html ." kata Mas Bambang." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Sebelum dilamar orang sabrang." timpal Mas Guru Slamet." "Tapi. "wah.com/abclit. 'Sum. terutama para santri kalong." sahut Ustadz Kamil. "Mungkin saja. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. kan ketemu Gus Jakfar." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. esok harinya. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai.ABC Amber LIT Converter http://www. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. masyarakat pun geger. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi." "Kang Kandar kan juga begitu.com/abclit." kata Lik Salamun. Gus Jakfar bilang kepada saya. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Gus Jakfar memang luar biasa. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. kulihat keningmu kok bersinar.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Dan percaya atau tidak. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu.

" "Terus terang. Begitu sampai seberang. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. tapi kami diam saja. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www. "kalau saja kita tahu kemana beliau. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa.' katanya." ujar Ustadz Kamil. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. Ternyata ketika sampai disana. dimana Gus Jakfar prei." "O. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Singkatnya. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. kiai Tawakal. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. maka serempak kami mengangguk. itu. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing. "paling tidak kini. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. membuat kami tidak sabar. jauh melebihi yang sudah-sudah. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. Diam agak lama." tukas Mas Guru Slamet." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu." kata Lik Salamun. Nama Kiai Tawakkal." Begitulah. Saya diterima dengan penuh keramahan. ini ada hikmahnya.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. kita tidak tahu. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal.html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Saya kok merasa tidak berubah. tidak mengajar. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. di samping silaturahmi seperti biasa.com/abclit. Saya yakin itulah orangnya. sesuai usul Ustadz Kamil. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Dan betul. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Mbah Jogo. baru setelah menyeruput kopi di depannya. sejak bermimpi itu. Kata ayah dalam mimpi itu. terus saja nakmas menyeberang. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. ada seorang tua yang memberi petunjuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. "Kalian ingat. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. was-was.html . dan rasa takut." Dia berhenti lagi. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau.processtext. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu.processtext. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was." "Tapi bagaimana pun.' 'Ya.com/abclit. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. "Gus. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang.

itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda.mengisi pengajian umum. Terdengar gelak tawa ramai sekali. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. Masya Allah. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. tahajjud. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi.html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. dzikir malam. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. pada suatu malam purnama. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. mujahadah. disurat sebagai ahli neraka. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. menemui tamu. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. dan semisalnya. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. ke warung biasa saja tidak pantas. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. dan sebagainya. Melihat waktunya yang sudah larut. Bicaranya jelas dan teratur. Tak mungkin.processtext. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. pikir saya. baru kemudian melanjutkan. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. tapi menurut santri-santri yang lama. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. Warung penuh dengan asap rokok. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu.html . dan disegani banyak kiai yang lain." "Begitulah. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. Gila. saya kaget. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. menarik nafas panjang. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. saya pun membuntutinya dari belakang. Dengan bengong. tapi tak bisa.processtext. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Semacam lelana brata kata mereka. ada tanda yang jelas sekali.ABC Amber LIT Converter http://www. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. Ah.com/abclit. Dengan hati-hati. tidak terlalu dekat. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. memanggil-manggil nama saya. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Memang betul. tapi juga tidak terlalu jauh. Ketika kemudian saya ikut belok. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. berilmu tinggi. witir." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Masak seorang yang dikenal wali. beliau berbelok. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat.com/abclit. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. Pasti saya keliru.

Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www. melambaikan tangan. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. 'Biar cepat. seolah-olah di atas jalan biasa saja. Sampai di seberang.com/abclit. menjabat tangan saya dengan ramah. sebagaimana neraka dan sorga. menunggu. bisa berada di sini. O. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan.' Mereka yang duduknya dekat. tiba-tiba dengan suara berwibawa. berdiri. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. masih seperti dalam mimpi. 'Anak muda. Saya masih tak habis pikir. Sebagai kiai. serta merta mengulurkan tangan.processtext. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Lalu.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Ah. Maka terserah kehendak-Nya. melambai kepada semua. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'.processtext." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. aku adalah milik Allah." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. Kedua. 'kita masih punya waktu. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. sementara yang jauh. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan." "Kami melewati pematang.com/abclit. Untung saya bisa berenang. 'kita pulang. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Beliau melambai. Beliau yang kemudian terus berbicara. 'Mas. sudah larut malam. Ternyata setelah melewati kebun sengon. Akrab dengan orang-orang beginian. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Cari pengalaman katanya. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. kiai berkata mengejutkan. kemudian keluar. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. 'Ayo!' teriaknya. Karena pertama. bercanda dengan wanita warung. 'Kopi satu lagi. Dan." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. lalu menerobos hutan. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. pantas di keningnya kulihat tanda itu.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. Sampai di seberang. Katanya: 'Ini kawan saya. saya pun mengikutinya. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. kepada orangorang yang ada di warung. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. kiai membayari minuman dan makanan kami. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. kiai memperkenalkan saya. kau kan tahu. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya.html . 'Silakan! Ini namanya rondo royal. 'Kita istirahat sebentar. Seperti kerbau dicocok hidung.

tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur.html . Baru setelah sembahyang. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya.ABC Amber LIT Converter http://www. jangankan Kiai Tawakkal. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Seperti mereka yang di warung tadi. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. kebanyakan mereka orang susah. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Setelah sembahyang subuh nanti. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Seperti orang linglung.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. Tapi. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. ujub. kau boleh pulang. Ketika saya mengiyakan.processtext. 'Ayo." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya.com/abclit. orang yang mirip beliau pun tak ada. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. 'Sebentar lagi subuh. kita ingin berdekat-dekat denganNya.processtext. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. saya celingukan. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. masih diam tercenung." "Ketika saya ikut bangkit. katanya milik sampeyan. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan.' Saya tidak merasa diusir. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya.com/abclit. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. 'Ini titipan Mbah Jogo.' Begitulah ceritanya. Dengan bingung saya terus berjalan. ***Rembang. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. tapi bukan surau bambu. seseorang menghampiri saya. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk.

Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. Namun. politik. Jangan ceritakan kepada yang lain. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. tak jadi di lobi United Nations. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian..html . "Bagus. Kemudian. aku bangkit dari tempat duduk. seni lukis. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. di mana katanya. dan kataku. Ternyata aku salah sangka.. Dan dia ngeloyor ke luar. katanya pada malam berikutnya. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. menyusul Pretoria.ABC Amber LIT Converter http://www.html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Pernah sekali. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Menjelang pukul sepuluh. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra.com/abclit. Aku tertanya-tanya. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. Selamat. "Sekali lagi. lantas Stockholm. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. teater. bergabung kembali dengan teman-teman. tanpa sepengetahuannya. Kami." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku.com/abclit.. "Bung. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. dan pamit. Beberapa hari kemudian. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www." pintanya. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. National Meseum of Modern Art di Washington DC. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. Tak jadi di sana. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. lantas di Guggenheim Museum. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. siap menyambut kedatangannya. dia akan berpameran. di New York juga. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. "Selamat. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. Setelah United Nations Plaza tempo hari. tapi akan terbang ke Praha. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. atau agama atau desasdesus yang jalang. aku membayar pesanannya. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Seingat saya. tujuan yang benar adalah London. ini hanya untuk Bung. di depan counter.processtext. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. filsafat.processtext. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Tinggal meja kami yang masih bertahan. tak jadi ke sana.

di kota itu masih banyak propagandis merah. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Aku diam saja. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. jidat selalu berkerut. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Tetapi. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. Ibarat lukisan. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Hati-hati. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www. Katanya.. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. bisikku membujuk hati sendiri. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. Keesokan harinya.ABC Amber LIT Converter http://www. telah terbang ke Jerman. Demi Tuhan. dia enggan untuk menghampiri. Kami tak percaya. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. sebulan yang lalu. memang dia.processtext. Tetapi. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. tak jauh dari rumahnya. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Ya. katanya. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. apa mau dikata. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. selalu serius. Katanya meyakinkan. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Semua mutung. mudah-mudahan yang ini berhasil. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. katanya. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami.html Anda ini. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. "Kuatkan hatimu.html . menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh.com/abclit.. Katanya.com/abclit. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. Semua bon sudah dia lunasi. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. Semua murung." Setelah itu dia benar-benar menghilang. Dicapai kata sepakat. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Tetapi. ***DARI udara. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Ketika meja sudah penuh terisi.processtext. mengikuti pameran lukisan di sana. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual.

sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. Waktu itu. Kalau ditanya dia tak menyahut. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan.processtext. walaupun penderitaan mengelilingi." komentar seorang teman. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Anehnya. "Takkan salah. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. walaupun dia hanya tetap membisu. Perhatikan matanya. Semuanya kena. menatap mataku. dia tidak menjawab. Bingkainya belum dirapikan benar. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. saya telah beratus kali berbohong. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. dan katanya. Matanya kosong.com/abclit. Di belakangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa lembar uang ratusan. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. cuma memakukan matanya ke lantai. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Kami melangkah mendekati pelukis kita. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya.processtext. tumpang-tindih di situ. tetapi juga merangkulinya. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Sebelum tiba giliranku berpamitan. sehingga dapat ganjaran seperti ini. dia hanya diam membeku. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. ribuan.html . ini lukisannya yang terbaik. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. mau menegakkan harga diri. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. "Maaf Bung. Kami tanya. kapan diselesaikan.html seburuk ini. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. begitu hendak memeluknya.

Ia tampak cemas.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol.com/abclit. benar kata teman tadi." Dalam perjalanan pulang. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar.html .. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari.com/abclit. Sesekali. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. Aku tersenyum."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. berhenti di pinggir.processtext.. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. kupikir. tergesa-gesa.html angan terbang ke mana-mana.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. "Kalau dia punya uang suatu ketika.ABC Amber LIT Converter http://www. boleh juga mengecoh berseloroh. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. "Heran. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. Sungguh. dan aku meletup. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. sepeda onthel dengan keranjang sayur. menghadang kendaraan umum lewat. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Anda akan menjadi besar di sini.processtext. apa yang dia katakan?" tanya mereka. Namun. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. menggigit bibir.

Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Lalu. Kedua lututnya gemetar. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. menampakkan keterkejutan luar biasa. ABC Amber LIT Converter http://www. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti.processtext. menutup mulut dengan telapak tangan. Matanya mendelik.com/abclit. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Namun. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Ya. lidahnya terjulur.html . Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri.Matahari kian merangkak ke atas. merangsek masuk ke dalam.com/abclit. Tubuhnya kekar. ah. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Tubuhnya basah keringat. Mudrika. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan.html perasaan gugup dan tangan gemetar. Atau. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa.processtext. terus tegak di situ. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. atau memejamkan mata. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Tidak terlalu tinggi memang. Betapa mengerikan. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar.

Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. mengerutkan kening. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. andai saja dia mau bersabar. luntur terkena keringat. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. dibuka."Shin Ling. Ah. cintanya ditolak. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya.processtext. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato.com/abclit. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Atau.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". tajam. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. dibolak-balik. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika.. tidak bagi perempuan itu. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. melainkan gambar tato keris.processtext. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu.html . entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. seperti tidak bergairah. Namun. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. kaku seperti gelondong kayu. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang.Dan perempuan itu. Shin Ling. lalu. Namun. secepat itu pula mereka segera melupakannya. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri. pasti tidak begini kejadiannya. Kenapa Mudrika. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan."Tergeragap. dibaca. Mereka bertanya-tanya dalam hati. mengedarkan pandangan pada kerumunan. Membuat gadis itu gugup.. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. Mereka tahu. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. Shin Ling. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. toko kita kini aman.com/abclit. membuka. Percakapan kembali membuncah.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika.

ABC Amber LIT Converter http://www. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Kalau tidak.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. istrinya tidak telaten merawat suaminya. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. * Depok. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja.Ibu mana?" tanyanya cemas. Dan. tidak terlalu pagi. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. ia tampak bersemangat. pintu pagar digembok. Kasihan Rudi. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. ia berkata: "Kasihan Rudi. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. "Papi sih." kata ibu mertua saya itu kepada saya." Saya belum sempat bereaksi."Istri Rudi itu tidak bisa masak. tapi tidak dalam waktu yang lama.com/abclit.. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. Istri saya menarik napas. lalu nyerocos menembus pintu pagar. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu.processtext. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Padahal. kecuali masakan ibu. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. mestinya keluar masuk pekarangan. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Tidak lebih dari seminggu."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www. Pula hatinya kian disesah rindu. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.processtext. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper.com/abclit. Tapi saya curiga.html perlahan bergerak ke atas. Padahal.html . Anak-anak dibiar manja sama bapaknya.. ibu pasti kabur. Di waktu yang lain. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami.

Sudah lama ibu tidak mengambilnya.com/abclit." saya bilang."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank.Sejak kepergian Rudi. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Sudah barang tentu ada apa-apanya. Tapi.""Kalau untuk akhirat. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. ibu tahu apa yang disukai Rudi.html capek. Gerombolan pengemis.processtext."TUHAN punya kehendak lain. Kami.ABC Amber LIT Converter http://www. ibu mau boros."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. suka lupa.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. apakah artinya kertas-kertas itu."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. seminggu sebelumnya. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal." jelas istri saya. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. Di bulan pertama itu. Pandangan matanya terlihat kosong. kalau hari tidak hujan. Kami semua terpukul. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Ibu sekarang mau ke sana. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. Dan. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. Atau untuk membeli keperluan dapur. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan.processtext. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan.com/abclit. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput." kata istri saya. Kamu mau. Kami sudah menduga apa yang terjadi. sejak dari dalam kandungan. ibu sangat berubah. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Bu. Padahal. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Soalnya. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. apalagi ibu. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. Bahkan. Bu. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. sekaligus pendiam.html . sehabis jam kerja saya.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi."Ah. petugas kebersihan pemakaman.Seperti kejadian seminggu lalu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. Untung pembantu itu jujur. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu." keluhnya mengenang. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya.Kalau sudah begitu. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. atau seratus ribuan. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

processtext. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. bergerak-gerak. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. Kubayangkan. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. Mula-mula pelan. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Aku tak tahu pasti. Sayang sekali. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. setelah beberapa lama menunggu.html sana kabut mulai turun. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.com/abclit. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Gempa bumi.html . ***Tokyo. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. perlahan-lahan menjadi suram. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi.com/abclit.processtext. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Ya. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. pikirku. dan akhirnya lenyap. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku.

" keluhnya lagi.com/abclit. seperti meledak-ledak. Puspa gelagapan.html Sumber: Kompas. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu.processtext. katanya. Seerat yang dapat ia lakukan. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Ia ingat. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. sementara Ngurah Anom. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Gadis kecilnya itu. suaminya. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Bulir-bulir bening itu. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. asin sekali. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. sudah sangat merindukannya. Belum bisa pergi ke sana. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. ia belum melihat ayahnya. Terasa asin. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa.html . Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. membungkuk sebagai tanda hormat." cerita Mariko lagi.processtext. Lama sekali. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot.Noriko." Selama bercerita. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. tentu saja Cempaka. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. air mata Mariko tak henti berderai. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. tak mengerti."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. begini. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom."Sampai umurnya empat tahun.com/abclit.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. keluhnya dalam hati.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www. sembari tersedu menangis. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang. anak Mariko sempat kaget. Puspa erat-erat memeluk anaknya. Lebih dari empat tahun yang lampau. Ah." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Sambil menghapus air matanya. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. "Kami tak punya pilihan.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Ia ingin menelan tangisnya. "Saya hanya titip salam buat Bali.Mereka bertiga berpelukan. Mereka berpelukan sekali lagi.Sejak beberapa tahun lalu." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa.

Anda siap?" tanya Yamasitasan. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa." jawab Puspa. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Puspa merasa sangat teledor. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta." tambah Puspa. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI." kata Ratnasari singkat. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI.html . Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya.. Ratnasari.processtext. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo." kata Yamasita-san. ia tak kuasa menolak."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. menurut cerita Mariko. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. Selain sudah sering ke Jepang..Selama ini."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Diam-diam air matanya menitik.. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan... Tiga penari lainnya cekikikan. Selain menjadi penghubung para seniman. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang.. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.com/abclit.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san."Udah. ah. siapa yang bakal menjemput rombongan."Huuss. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. dan Gung Dewi. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak. seolah lebih kepada diri sendiri. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. pedihnya.processtext. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.ABC Amber LIT Converter http://www. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Mungkin ia terlalu yakin. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Ah. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. dekat sekali rasanya." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. Terpenting dari misi ini. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Komang Widiati. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. empat mahasiswanya. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. Usai menari. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo.com/abclit.

Meski lanskap pagi seelok itu.."Oh. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan.Pikiran Puspa mulai tak keruan.processtext. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Puspa tampak sangat gelisah.Miki-san.processtext. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani.Bandara Narita tampak sibuk. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. "Nama saya Miki. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Saya akan mengantar Puspa-san. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta."Ah tidak-tidak.html Yamasita-san. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Puspa menolak. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Saya datang atas permintaan Kimura-san.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. bahkan menjual kami. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. ke tempat kami. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita.com/abclit. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Ia tertidur. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www.. Gung Dewi. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. Mereka terdiam. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan.. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Puspa tidak mengerti. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. "Ia ingin menjerumuskan. Ia memang tidak sedang berselera. Tempat ini tidak tampak seperti itu.. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. "Tetapi mengapa ia tak muncul.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. saya datang menjemput Anda.. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. yang akan mengontrak para penari dari Bali.html . Widiati. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Ini gila!""Ah.com/abclit."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Ia makin tampak gelisah.890 yen. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas.Setelah menghilang beberapa saat. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. ***SAAT turun dari bus. tak lebih dari satu jam. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Pada bulan April. Puspa-san. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa.

Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.com/abclit. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. tangisku pun terhenti." tambah Miki-san. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. hingga akhirnya.processtext.com/abclit. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. Puspa belum sempat menjawab. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar.html disiapkan kamar sementara. Setelah mandi.html . Puspa memanggil seluruh penari. Bapak terus menghajarku. Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam. *** Jakarta. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. silakan saya antar.. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada lima kamar. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Sejak saat itu." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka.processtext. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www.Sampai siang hari. Kalau benar para penari dikontrak. para penari tak berbuat apa-apa. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya.. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya.

Atau mungkin lebih. garong atau rampok sekalipun.. kadal. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Sinis. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Bapak langsung bergegas. yang sejak tadi menangis terisak. Tapi tidak mulutmu. Aku terhuyung. Ia pergi bagai angin. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Melindungiku dari serangan Bapak. "Jadi apa saja. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. bisabisa. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www. "Sebelum aku kau tiduri. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Tak ada yang ditinggalkan." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan.processtext. Terima kasih.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku senang kamu mulai berani melawan. kalau hanya tanggung. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Kalau jadi maling atau pembunuh. "Ya.. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. Ini siapa ya? Oooo Bapak. Tawa Bapak berderai." Ketika aku lulus SMU.Sekarang pukul aku. langsung menubruk tubuhku. Entah ke mana. hanya tanganmu yang kotor. Bapak tahu sendiri.. kuayunkan pisau lipat. Mungkin dua puluh tahun. Bisa saja dia anak cendekiawan. "Justru kamu yang harus pergi. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah.com/abclit. Hingga aku hamil. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah." "Bagaimanapun dia anakku. Dengan sisa-sisa kekuatanku. setan atau bahkan iblis. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Masam. entah berapa lelaki telah menggauliku. Soal itu gampang. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Yang kuingat. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. mengiringi rebah tubuhku.. Kamu tak lebih dari pejantan. Ibu. Tidak mahal Pak. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Ayo teruskan. Aroma alkohol terus membadai." Tanpa memandang kami sedetik pun. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Bahkan harus disyukuri. selain sumpah serapah. hanya angin yang bisa kurobek... Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. "Tak ada yang perlu disesali. seniman. buaya.. politikus. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Aku yang mengandungnya. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku.html . "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Bapak tertawa. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku.. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. dengan saya sendiri. Bapak meninggalkan ibu.com/abclit.processtext.... birokrat. Jadi." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. atau koruptor. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Wajah Bapak tergores. Oke. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. macan. manusia sejenis ular. ini risikonya kan besar. Ia tertawa. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. "Aku ingin jadi politisi saja. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak.. pengusaha. Namun. Maling besar. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. Darah menetes..html menatap Bapak lekat-lekat.

Ibu terlalu berlebihan.. Tubuhnya tampak kurus. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku.processtext. dingin dan terkenal "angker". Bapak masih menatapku dengan nanar.ABC Amber LIT Converter http://www. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas.html .. Keharuan menggenang di kantung batinku. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Tidak akan menyebut nama dia. Juga siang itu. Air mataku hendak tumpah. Ia berani membayarku dengan mahal.. Aku sudah berusaha keras. darah." "Maafkan aku. Eeeee.html payah. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi.. Pertanyaan itu begitu telak.. Malaikat kecil? Ah aku yakin. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku.com/abclit. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Ia dengan cepat mengenaliku.. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu." Akhirnya. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan.processtext. tapi cepat kecegah.. Ibu pernah mengucap. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku.." Suaraku tertahan. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan." Bapak mendesis. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. ABC Amber LIT Converter http://www." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. Ibu harus menyerah pada maut. Meskipun tampak sedikit lemah. anakku. Aku telah mengecewakan Bapak." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. "Ya. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. maling atau pembunuh macam Bapak. Maafkan aku. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu.. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba..com/abclit. dia harus menghadapi regu tembak.. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. Tapi. sudah berapa orang yang kau bunuh. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. Tapi tak juga menolong. darah. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu.." Aku tersengat. Bola matanya serupa bola api. dan darah! Aku sangat sedih. hingga sampai di ruang besuk. Dan aku sepakat pada aturan permainan. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit.. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku...

Tapi aku tak pernah tahu." Bapak langsung memelukku. Kami berpelukan... Kematian itu begitu indah.ABC Amber LIT Converter http://www. pelan. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan. atau pembunuh besar. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. fantastis. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu.processtext. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami.. Kurasakan pundakku basah. ah. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Pelukan Bapak merenggang. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.. kemudian nyawanya loncat. ***Jogja. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku.. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. semakin gelap. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami.. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. aku dengan senang hati menerimanya.processtext." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat." ucapku pelan. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. Waktu terasa melaju begitu cepat.com/abclit. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. "Biarkan kami bicara dulu. Pelan-pelan. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Sangat erat.?" "Ya. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Erat.html mencoba mengalihkan pembicaraan.. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca... Erat sekali. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu..." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. anakku. Dan kematian itu sangat indah.. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut.com/abclit.html . menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www.. bersama angin. Aku melihat wajah Bapak tersenyum." "Bukan itu. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut.. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun." "Mungkin juga arwah Bapakmu.. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. "Kapan pun aku siap.

Tetapi tidak. orang-orang Moni.com/abclit. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. kami. Ah. Dan si batu. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. orang-orang Moni. kami akan menjawab. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. Kecuali salah satu sisi yang pipih. kami percaya. angin mengeras bagai menerpa. aku melangkah mendekati wesa. o. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Sebuah karya alam yang aih. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. Tubuh kami besar. Angin yang selalu ada di sini. Sungguh ajaib! Dan.dan aku harus percaya. Torang sandar pada tugé. Torang1 sandar pada kareken. sungguh mengagumkan. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. aku mendengarnya. suara itu tak lain suara punai. panah. Sungguh aku tak habis pikir. tugé itu. di punggung gunung di ketinggian 3. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. Dan. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang. ada dalam kesenjangan beribu tahun. kutarik tangan. melainkan pada roh. aku pun melihatnya: Tugé itu. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang...html . bagai menyelusup di kedalaman kabut. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. Bersama babi. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung.000 meter dpl ini. semua telah tak lebih dari kenangan. Terkejut. melainkan karena bentuknya yang ganjil. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. saat itulah. Suara itu berasal dari tugé. tiba-tiba bersuit bagai melengking. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. Walau entah kapan.ABC Amber LIT Converter http://www. Angin. Dan benar.processtext. karena tiupan angin. honai atau rumah adat suku kami. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. dengan tombak kayu. lubang-lubang itu. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. Suara itu seperti desing. burung-burung dan binatang lain. kali ini tentu bukan karena desingnya.processtext. menajamkan telinga. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian." Perang? Begitulah. orang-orang Moni. hmm.com/abclit. sama sekali berbeda. bisa bersuara seperti suling. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. meliuk lapat menyentuh telinga. yang walau seorang dari orang-orang Moni. "Kau kini yakin. Betul kata Wetipo.. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. Meski samar. Tetapi bagiku. tampak mencolok. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. dan kapak batu.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. betulkan kata Wetipo . kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. Dan. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras.. "Saya lapar manusia.. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. kami hidup. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. ***KESENJANGAN beribu tahun. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. karena perang. Kuamati dengan teliti. di atas barisan uwarek3. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. Wetipo." Bagi kami. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. di depan benda-benda keramat lain.. Dan..

Betapa. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. bertaburan. tapi juga misionaris. beginilah semua.. "Jadi. terus naik.. Di sini. waktu aku kanak-kanak dulu. porak-poranda. kami lebih asyik menggulung tembakau. bergulingan. Pada pikirku? Jelas. Jadi." Melintas pula wajah Pastor Theo. cukup sudah semua kusaksikan. di tanah kami. di mataku. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. Gudang-gudang garam rubuh. Katanya. Maka. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. melintas wajah Pak Piet. berburu." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. pada pikir kau bagaimana. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. segera. Ah! Terbayang pula mereka.seperti juga keyakinanku. ternyata. Bukan danau biasa atau danau air tawar. Cukup. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Menghela napas. Betapa tidak. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. Hanya kau yang bisa. bergeming. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Butir-butir garam berhamburan. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. aku pun bertemu Pak Piet. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. Pergilah. Kalimatnya. Harus dihentikan ini semua. Begitu Jermias Gabey. dan berperang. Melintas ingatan masa kecil.ada hal yang telah tak lagi sama. walau ia bukan keturunan kepala suku. Bayangkan.. dari depan honai-nya. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. dan Pastor Theo. melainkan sebuah danau berair asin. dunia mulai berubah. kami tidak. Seperti kata Wetipo. orang-orang Moni. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi.processtext.. dengan karung-karung garam berserakan. Naik. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. Tetapi begitulah. dengan punggung tertancap panah. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Abgoktek. Dan. orang-orang asing itu. tetapi bagi yang lain . Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar.html sungguh ajaib. seperti yang kukatakan." ***BETULKAH. Jermias. Ah! Dan kembali. Sampai kini aku masih heran. selalu . menenggak sopa4. "Kau harus ke sana.com/abclit. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. "Akan kaulihat.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. berlarian turun ke arah Lembah. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. Ya.. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan.. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. Ketika pertama datang. Sarius Hopogan.. "Kewajiban itu jatuh padamu. nyaris tak berubah. ini keliru. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. inilah semua. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu.. pergi. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. kini. kemarin. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. si Gabey terakhir. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. dan itu artinya pula.com/abclit. Kataku. leha-leha. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun.html . Di antara mereka ada yang rebah. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. tak berkedip. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. aku kembali bagai disadarkan. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. menegarkan dada menguak kabut.

. Sarius Hopogan. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru... aku juga tahu. bila Anda bertanya perang suku buat apa. mereka. kami.!" Di belakang si tua..ABC Amber LIT Converter http://www. di ketinggian. Aku yakin. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas.. Menghancurkan? O. kalap. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan." suara Wetipo ragu. abgoktek. dan mendewasakan semua yang lahir. yeeeee. "Perang suku!" Bagi kami. Aku masih mencari-cari kata (ah. Masih 50 atau 60 meter lagi. mereka orang-orang amber.. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Akan sia-sia? "Tetapi. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. datang dari jauh. Tetapi . Tapi tak lagi. bergerak turun menujuku. hidup.... saputan gemuk hitam wam (babi).." "Masa lalu? Masa lalu. sungguh berbahaya. di kawasan gunung dan Lembah Besar. ke semua mata..berusaha. hah! Kaudengar suara tugé. "Torang tahu kau punya maksud. ya. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku." Semua suku di gunung ini? Ya.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang.. Kuteruskan langkah. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi.. melahirkan anak.. 2. 4. memang sungguh di luar dugaanku. kasih dorang6. itulah saat iko kunolepu datang. tidak. bagai diberi aba-aba. Dan kekalapan.html mengangguk. lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu. Perang suku hanya buat kita. Jermias. Iko kunolepu miminta-minta! Waa. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. Torang mesti pelihara tanah. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Tetapi. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. ***BAGI kami orang-orang Moni.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. hanya. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter.. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati... orang-orang Moni. dengan gigih dan tekun.. diikuti yang lain. 3. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang.com/abclit. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Tugé ajaib itu. kami akan menjawab. "Iii.processtext. "Tapi . 5. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. di sana.. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. semua suku di gunungg ini. Panggilan hormat untuk perempuan.di depan honai-nya.. Dan mana-mana.! Waaa. "Torang butuh darah tumpah. karena kata itulah . ***Payakumbuh. Itu pun sudah masa lalu.com/abclit. Memanfaatkan perang suku. rendah bagai mencecah. cukup. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. satu retakan saja. semua sudah. Abgoktek itu. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . itu sudah pasti. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. Aku. Dia. untuk kesuburan tanah. Meninggi. Lalu mendaki.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang.html . kami bertatapan. hanya suku-suku di gunung ini. Dan kata itu. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. yang kasih torang. Harus perang!" Kulayangkan tatap . bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé.

. yang Asti pikir pasti untuknya. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. menghantamnya. Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. tak satu pun yang harus ditakutkan. Tetapi pada saat yang lain. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Ia tidak tahu pasti. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Dadanya. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. embun! peluklah aku. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Setelah membuka pita rambut.processtext. menuntunnya. dan mengatakan: bagi hidup.processtext. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya..html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Ingin rasanya ia meninju cermin. dadanya. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang.Hari sudah malam. Di kaca bayangnya memantul.com/abclit. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut.. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin.html . ingin pagi cepat datango.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. Ia menghapus air matanya. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. hatinya berguncang. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. setidaknya perintang kejenuhan. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. Lehernya yang jenjang. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Ah.. Ia mencoba untuk tersenyum. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Cuaca tidak mendung. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Ya. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. Hidungnya yang bagus. Bibirnya..Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan..

Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. dimusuhi.Ada suara ketukan. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. duduk di sebuah kursi. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Kulit Asti yang putih. Berdiri meletakkan minuman. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. buruk. Ia mencoba untuk tenang. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya.. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. entah cemas. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau tidak. ``Maaf. Jantung Asti berdegup. saya tidak suka. Asti menyelai sebatang rokok. Menanggalkan dasi. Dadanya bergemuruh. Televisi pun mati.html . Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir.com/abclit. Ketika sesuatu telah dimulai.ABC Amber LIT Converter http://www. seolah-olah mulai terjual. menjemukan tetapi kaya. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. lapangan kerja harus dibuka.. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya..``Taik!`` umpat Asti kesal. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Asti bingung.. Entah takut. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Asti terkesiap. pikir Asti.. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. mengatasi pengangguran serta gelandangan. Jantungya perih. Tapi ia mengangguk. sesungguhnya telah tua. Harga yang cukup tinggi. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang.``Jangan tergesa-gesa.Setelah menghidupkan televisi. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu.Asti tidak menjawab. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Dadanya tersembul. Seorang laki-laki muda.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Pahanya tersingkap. yang selama ini dijaganya. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. sangat berdekatan dengan Asti. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. karena untuk sesuatu yang pertama. Dan jelas.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Ia berusaha melawannya. rakus.Laki-laki itu tertawa.````Sudah. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Mungkin membersihkan muka.Di televisi. ingin pagi cepat datango.Namun dugaan Asti jauh meleset. Asti barangkali tidak perlu tahu. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. tersenyum ke arahnya. Kemudian terdengar handel pintu berderit. lalu menawarkan pada Asti. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti.processtext.processtext. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. Tapi.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya.com/abclit.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. entah apa. barangkali ini baru permulaan. demikian pikir Asti.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. embun! peluklah aku.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. Asti mengambilnya. Masuk ke kamar mandi. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka.

Dingin semakin menyergap. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. sedangkan kami tidak punya uang. Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. Kian hari sakit ibuku kian parah. Asti jadi gugup. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. jauh dari kekurangan.ABC Amber LIT Converter http://www.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Suara penjaja telah sepi.processtext.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. Bukan! Bukan kesederhanaan. ingin pagi cepat datango. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Sebagai seorang buruh pabrik. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya.com/abclit. Karena tiba-tiba ibuku sakit. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. Kupu-kupu malam! Ah. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. Tapi semakin lama ditatapnya. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. Tak ada jalan lain. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. tanpa rintang. Jelas aku tidak paham. Di luar. embun! peluklah aku. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. pelan dan ragu-ragu. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. aku menerimanya. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan.processtext.. otomatis aku berhenti sekolah. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. Tidak! Aku tidak akan menyesal.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www... Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP.com/abclit.`` ucap Asti akhirnya memulai. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Segala berlangsung dalam kesederhanaan.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. gelap mungkin telah semakin jelas. tanpa aral.html . Telah cukup lama ia tersiksa.Kini sudah enam belas tahun usiaku. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.Waktu terus bergerak. kebahagiaan.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan.

Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. tinggalkan alamatmu. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti."Dulu.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. mengeluh. Ia pikir.Asti tidak sempat berkatakata. Tentu. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. menggerakkan tangan. dari posisi mereka yang berdiri tegak. embun! peluklah aku. Wajah mereka yang kaku. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. Namun yang ia pikir. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. atau mungkin takut. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. tipis berselaput kabut. Bila aku telah tertidur.processtext. ia harus bertarung melawan nasib.com/abclit. dan berjalan ke arah Asti. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah.. dini hari. Cahayanya yang lembut. tandanya pagi telah datang.html pertolongan.. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. ingin pagi cepat datang o.processtext.***Payakumbuh. tergantung di langit kota. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. menjerit dan berteriak. Kini. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. Asti telah menunggu di ranjang. Mungkin. Dan perubahan itu. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. Seluruhnya! Asti telah pasrah. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.Laki-laki itu berdiri. tanpa sedikit pun kegelisahan.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. menggoyang-goyangkan kaki. bahwa aku akan menikahimu.. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.Tetapi setelahnya. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak.html . lalu pulanglah! Katakan pada ibu. Gemetar.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard.processtext. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. maka burung-burung mengambilalihnya. zaman tak tertahankan. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang.com/abclit. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan.html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Di mulut burung-burung. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Sekarang adalah dunia presisi. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.com/abclit. Ngelencer kesanakemari. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Tetapi. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. Kota terkurung dalam tembok. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. paling tidak di kota ini. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. adil ataupun tidak.Kata-kata.html . Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah.processtext. yang bercita-cita sangat sederhana. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya.Namun.

Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Delapan menit setelah mengklik home page itu.kubur. Bambu. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa.com/abclit. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. dijadikan tumbal. seperti Satu Merah Panggung. miskin. Utan Kayu.ABC Amber LIT Converter http://www. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Emosi mereka tumpat. menguburkan diri di luar negeri. Seribu tahun dalam pemujaan. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman.processtext. Kepekaan menjadi tumpul. Jeruk Purut. Di kota bawah. menemukan diri mereka tersisih. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Tanah Kusir. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. karena kekurangan vitamin D. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Garuda. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. dan kelompok-kelompok lain.com/abclit. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. yang hidup di atas angin. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang.processtext. orang-orang yang tidak beruntung. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. di mana mereka bertengger. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. di Australia atau Afrika.com.html . Kaum budayawan berdiam diri. Orangorang kaya. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi.Karet. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Untuk menghindari kematian dini. Lidah Buaya. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Sepuluh detik setelah meninggal.

Membuat busuk dan meracuni angkasa. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. memekakkan telinga penduduk. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu." katanya membujuk. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk.ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya berat dan parau. dengan sayap setengah terentang. Tetapi. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Kota dicekik bau bangkai. Jadi. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. rrrruuuuummmm. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Memekikmekik. Namun.""Ya. Jadi. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. Pada satu situs.processtext." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan.Beberapa detik kemudian. sama seperti TBC atau cacar atau malaria."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Tanpa sinar Matahari. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. dari mana kita telah dirampas."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan.com/abclit. Makna maupun tafsirnya beragam. Ke jantung Asia. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www.html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. membubung tinggi menerjang langit. menukik tajam." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu.Sebenarnya. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Mereka berputar-putar di atas monumen. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya.com/abclit. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Bahwa. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam.html .processtext. Tetapi. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. diperjualbelikan.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Menggugah tapi liris. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Sambil melayang-layang. Seperti ditangkup gerhana.

Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Ini ejekan permanen. Maka. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami.com/abclit. Semut sudah sirna dari kulit bumi. Karena itu harus dibasmi. *Bengkalis. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak.html penduduk.ABC Amber LIT Converter http://www.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini.processtext. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan.html .com/abclit.processtext. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful