P. 1
64_cerpen_kompas_4

64_cerpen_kompas_4

|Views: 284|Likes:
Dipublikasikan oleh Hilman Abdul Kholik

More info:

Published by: Hilman Abdul Kholik on Jul 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2014

pdf

text

original

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan. gong. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www. memotong sungai.com/abclit. pikirnya. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. tetap dingin dan biru. merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin. Di rumahku kau akan hangat. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Susul-menyusul. Buatnya. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. "Kau tidak boleh mati. disusul gambang. Tubuhnya menggeliat. Hiduplah bersama abang. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Gua mau ngibing lagi. Ditepuk-tepuknya pipinya. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Darahnya berdesir. bibirnya terkatup. Seperti keramik Cina. matanya terpejam. Pohon-pohon meliuk-mabuk. sayang. Semua dingin dan biru. Mamat Jago tersenyum bangga. dan kempul. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem.html .processtext.com/abclit. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Ayo. Si mata burung hantu itu tersedak. suling. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. melipatkannya ke pinggangnya. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Mamat Jago meraihnya. gesekin gua lagu Ayam Jago. Namun. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. panjak. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tak ada yang bergerak. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. tak ada reaksi sedikit pun.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www." Teh yan digesek. "Ayo. Ia susuri jalan aspal. Dipandanginya para panjak. Sepanjang jalan tak ada orang.html pojok. kecrek. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. rumah-rumah bisumerunduk. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Tangannya dibiarkan terkulai." Dikecupnya bibir Sarti. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Wajahnya membiru. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. Sepi. Sarti. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. membelah padang ilalang. Jalin-menjalin. Ia bopong Sarti keluar.

dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Mamat Jago menoleh. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Dalam sekejap mereka telah bergumul. "Ayo. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti.processtext.mencakar-mengular…terbakar. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Tangannya perlahan mendekap. Napasnya mulai satu-dua. Tiba-tiba.com/abclit. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Semuanya membisu. panas. manis…bangun. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. ia membatin. gemuruh. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip." bisiknya ke telinga Sarti. Kaku.processtext. Sarti sudah mati. Hangat." Mamat Jago masih tak percaya. "Sadarlah. dingin.html . "Relakan kepergiannya… Nyebut. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. biru seperti keramik Cina. Bibir itu terasa bergerak. biniku…. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Balas melumat." kata Eng Djin. Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat." Dikecupnya bibir Sarti. Bang. "Pacarku. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Bang. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Eng Djin. si gondrong.

Kersik daun. Mungkin Tanjung Kait.ABC Amber LIT Converter http://www. si cepak.processtext. Kembangan Selatan. rentetan tembakan itu masih terdengar. Rawa Saban. Ditajamkan pendengarannya. Tak ada darah. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Begitu juga kenangannya pada Sarti.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. heran. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Hatinya mantap. dan kehormatanku. Eng Djin. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. Kamal. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. ia membatin lagi. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. Mat. Ia menduga-duga pantai apa ini. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur.processtext. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. tiga kali. Ada debur ombak. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Kakinya menjejak pasir.com/abclit.com/abclit. ia tersenyum. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. "Ya. kesenangan. "Sejujurnya.html . Ah. Hujan sudah mulai berhenti." suara si cepak mengalahkan deru ombak.

processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.html . pengiring Cokek.com/abclit.html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.

seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. menurut penilaian teman-teman di situ." kata mereka. mau apa kau. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya.html . Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai.ABC Amber LIT Converter http://www. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet.processtext. Ia sadar dirinya cantik. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan." entah sebab apa. "Tampangnya nyebelin.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. sangat tampan. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ.com/abclit. Marsiyam menyekam kesabarannya. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. "Aku memang tak bisa punya anak. Tapi. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit.com/abclit. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. kecuali kepala penjara. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.processtext. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar.

ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. Perutnya rata saja. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. ya?" Atau. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. Seperti kampung saja. tak pernah muntah-muntah. Menurut mereka. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya.processtext. "Kau sudah dibuang keluargamu. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa dirasa. "Kau tak ada keluarga. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. mau apa kau. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el.html memang gabuk. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya.html .com/abclit." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan.ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. Tak pernah ngidam. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. Sampai malam itu.processtext. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah.com/abclit. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya.

Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya.com/abclit.html . meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Selama dalam masa hukuman. "Entahlah. Marsiyam hanya tersenyum. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. "KAU mau pulang ke mana. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis.ABC Amber LIT Converter http://www. tentu bayimu sudah besar. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi.processtext." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu.html arisan. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. sudah sekolah. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya.processtext. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan.com/abclit. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Sore itu akhirnya tiba juga. yang ia sendiri tidak tahu apa.

Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA.com/abclit.processtext. Ini anaknya. pukul 3 sore." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.ABC Amber LIT Converter http://www. Ini anaknya.html . bisa memulihkan tenagaku.com/abclit. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. Aku yakin ia akan menerima kami. atau Tobo Hotel untuk beristirahat. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas.html "Pulang.processtext. aku tiba di Tobu Hateru." "Ke mana?" "Ke rumah. di ambang musim dingin.

radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. beginilah manusia Jepang. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. 27 September 1956.Setelah melewati beberapa blok bangunan.. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.000 jiwa penduduk Hiroshima. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. fokus.html .. Aku segera menuju kamar mandi."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. menjadi raksasa dunia. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. tempatnya lebih dekat dari sini.orang yang terkena radiasi bom atom. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong..? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. wajahnya terlihat samar."Sewaktu bom atom meledak.Aku hanya tertidur beberapa jam. dan.Aku pun segera mengikutinya. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. karena dia memang mampu membaca pikiran orang."Baiklah. dia menoleh ke arahku. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok.processtext." tegasnya..Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. dan kebutaan. Suasana di dalam sangat muram. aku agak tercengang dan merasa aneh. orang-orang jompo. kanker. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. tapi sebelum sampai di sana.ABC Amber LIT Converter http://www. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. dan kembali tersenyum. di kafe yang ada di lobi. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya.. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. serba cepat.com/abclit. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku.. panjangnya sudah sampai ke punggung. Mungkin juga. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu." katanya dengan ramah setelah dekat denganku."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima..Kami berjalan masuk.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. asing.. begitupun yang laki laki. Aku bertambah heran. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. jadi dia sudah familiar. sebagai pusat penyembuhan orang.processtext. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250."Mari ikuti saya. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. Selesai mandi. atau hamburger." katanya. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. rambutnya gugur. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia." kataku."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. tempat di mana bom atom meledak. ciri utama korban.benderang." katanya ramah dan kembali tersenyum.com/abclit. aku keluar dari hotel.Aku agak heran dengan ucapannya. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. aku memesan Cha. berada di Taman Perdamaian. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.Di dalam rumah sakit.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau.

Tanpa berkata-kata. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. lorong dan beberapa pintu. Siode San. Harutoku. dua hari kemudian.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. aku terhenyak. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku.com/abclit.html . membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. seperti teh susu. tunggu. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. disusul mereka yang kena seminggu kemudian.Aku ABC Amber LIT Converter http://www.."Mereka terdiri dari beberapa golongan. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster... aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.processtext. dan berdebu. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. Entah berapa lama. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.""Oh. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun.. hujan turun.." kilahnya malah berpromosi.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi." Lengking suaranya. dan anak-anak kecil. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. membuat langkahku jadi berani. begitu tiba di dalam. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. kotor. tapi waktuku tidak banyak. Dan di sebelah bangsal ini. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. nama yang baguuusss. setelah melewati beberapa bangunan. Ada yang aneh.""Aku seorang pendeta Buddha..Aku nelangsa. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping.. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan."Dia terus berjalan lincah.""Aku tahu. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. trenyuh.Setiba di luar aku merasa lega... beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. Harutoku. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka.Dia. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian.html bangsal yang lain."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta. pendeta Buddha. Anda!?""Oh."Tuan Siode.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. dia membiarkanku menyusulnya.. sekarang tanggal 6 Januari 2003. dia terus bergegas meninggalkanku. yang dipisahkan dengan dinding kaca. aku tercenung memperhatikan mereka. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Aku Siode Sadamitsu.processtext. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. Nafasku sedikit tersengal. tapi kau baik sekali."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. aku lahir di Hokkaido. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur."Aku Hartoko. Ya."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. mereka masih muda. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. tapi lidahku terasa kelu.. serta bayi dari ibu-ibu hamil.Tapi."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu.."Hei.com/abclit.

sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. Di tengah perjalanan. dengan hio yang menyala dan wangi. betul seperti apa yang dikatakan Siode San.com/abclit. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya..6 Agustus 1945."Harutoko. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih.. Diam-diam kutinggalkan Siode San. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode.com/abclit. remaja. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu.Sampai di hotel.. Dari Taman Perdamaian ini. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. pikirku. dan menyalakannya."Siode San. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. Taman ini sungguh indah. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. temui kapan saja aku di sini. Nama bangunan itu dulu. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. kemari!"Tapi tak ada jawaban. aku melangkah mundur ke belakang. Di bagian depan bangunan itu. pohon-pohon tumbuh subur. dan orang dewasa. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. mereka memotret sambil bercakap-cakap. Di depanku duduk. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. atau bis umum. anak-anak. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www. aku tercengang. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. bergerak ke arah bar. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. aku seperti berada di terowongan kematian.PAGI hari. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. Setelah aku keluar dari pintu itu. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. Aku tinggal di hotel ini.ABC Amber LIT Converter http://www. 6 Februari 18956 Agustus 1945. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. Dari arah pintu lain di sampingku.. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. turis turis asing berjalan di sekitar. ada pintu cahaya. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku.Aku harus segera keluar dari tempat ini. berbunga. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas.html .processtext. aku suka mengantarkan orang. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan." katanya sambil tersenyum.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. dan aku mengambilnya sebatang.. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat..processtext. Aku berada di taman perdamaian. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. sekarang 6 Januari 2003. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. Aku ngeri. mentari bersinar cerah.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. senang berkenalan dengan Anda. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. ketika asap rokok berkurang. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat.. Gedung Promosi Industri Hiroshima.

ompong. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja.com/abclit. hidung pesek. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Sepasang mata yang sipit. Akbar. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas.com/abclit. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. bisa jadi obat sepinya. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan.processtext. ia jarang tertawa. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. Ia kini tumbuh jangkung dan manis.Sesungguhnya.processtext. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. dari bayi merah. keluarga pemilik kebun.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. Halifa tersenyum-senyum bangga. Tapi. atau lebih tepat lagi. Mungkin. belajar beranak-pinak. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Ya. aku harus kembali ke Jakarta. kebun. ia seperti membaui aromanya lagi. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. tak Halifa < berharga.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. lalu renta dan pikun. Itu galibnya perkembangan manusia. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia.html . dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.> Barangkali.

ia akan dimakan hiu. setelah bertukar pakaian dan makan siang. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. Bila ada yang tersesat. terutama debur ombaknya di malam hari. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. semacam pengumuman. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Ia tak mau mati. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya.com/abclit.Di balik awan gelap yang bergumpal. "Jangan kau siksa binatang. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. Seringkali sepulang sekolah. ternyata risikonya sama saja. Warna coklat cat berubah kehitaman. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. berpulang saat kembali. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. kembali ke gazebo tadi. Tapi. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. jari-jari petir putih bersinar. Huh. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. "Kenapa dia lari?" batinnya.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. dua jam lalu.com/abclit. atau menjadi buih di samudra nanti. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Mungkin. ia akan berjanji menyampaikan pesan. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. Tapi." katanya kepada Halifa kecil. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. mengelupas di sana-sini. mata orang yang mau menolong."Ke mana dia?" pikir Halifa. Bila ada yang ingin menemuinya. pesawat kembali stabil. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. debur ombak seperti nyanyian. Tapi.html . Di laut terancam tenggelam. Ia duduk di bangku batu yang lembab. pikirnya. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Malida.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. lalu memacu mereka berlomba lari.ABC Amber LIT Converter http://www. ia terpaksa mengubah rencana.processtext.processtext. tanah perlu makan. tempat kelahirannya. juga lebih cepat. ia akan tunjukkan jalan. Matanya tak pernah menyorot garang. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Bagi Halifa. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan." kata mereka. Bila kalian ingin bertemu tuannya.html tumbang. "Biar gembur.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. ikuti saja aroma itu. Di seberang jendela. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Barangkali. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. Sebelum mendarat. mengantarnya pulang. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ia dan adiknya. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Jadi. gelisah. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap." Apa iya? Mereka kan begitu imut. Naik pesawat memang lebih mahal. yang punya kebun.

Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Ibu juga tak menangis. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Nak. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Malida kemudian menyusul Halifa. Kalau ada orang jahat. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. jauh dari orangtua. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. di telepon. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. dia memilih tinggal di rumah kebun.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Makanya. Pikiran Halifa mulai bercabang.html nenek pasti bercerita. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. ayah curang sekali. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Tapi. tidak. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak. Ah. begitu pula tingkap-tingkapnya." lanjut ayah. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. Mereka.processtext. ia ingin menuruti kata hati saja. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. kecuali kenangan dan sejarah keluarga.ABC Amber LIT Converter http://www." kisah ayah. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. siapa yang tahu. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. terutama hidupnya yang sendiri. Makanya ayah harus punya prinsip." kata ayah.Hujan makin menderas. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. Ha-ha-ha ….Pintu pondok tertutup rapat. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah." Halifa sempat terbahak. Ayah ikut mogok? Oh. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. perempuan kakak-beradik. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya.com/abclit. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. merusak sungai-sungai. berbagi nasib.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Semua sungai terpolusi. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ." kisah ayah. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. Ayah sudah menganggapnya keluarga. tapi ia tidak. Malida sempat pulang beberapa kali. lagi. Sebelum meninggal.processtext. Korupsi pun tak bisa besar.com/abclit. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Jabatan ayah memang jabatan tanggung.html . Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. jangan menginjak ke bawah. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi." Yu Sur. Kata ayah. Tak ada sahutan." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Entah kenapa. tapi perlahan-lahan ia paham. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa.

Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. tidak apa-apa. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. sebentar agik nak pulang ke tanah. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Keadaan kamar tersebut belum berubah."Oh. Halifa terdiam. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. di kantor. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.ABC Amber LIT Converter http://www. Halifa telah kembali ke tanah rantau. dari pening.Nenek sudah tak ada. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. Anak-anak itu terkurung di sana. Atuk ni la sakit-sakit terus. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. membawa gelas air. dak ape-ape. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai." kata lelaki itu. Halifa cuma mau mampir sebentar. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya.processtext.com/abclit. orang upahan dan anak majikan. Halifa cume nak mampir sebentar. Papa kau pun la pensiun. Kakekmu apalagi. Ade yang nak atuk cerite. Ranjang dan meja kayu. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Banyak yang berubah. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Kebetulan kamu pulang. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya.com/abclit." kata Halifa. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai.atuk dak bise nampak jelas. begitu pula si penjaga kebun.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Semue lah berubah kata Halifa. tanpa mampu berteriak minta tolong. Namun. kompor minyak tanah. Kebenaran kau pulang. tertatih-tatih mendekati Halifa."Benar. kek. dan panci-panci tergantung di dinding. Papamu sudah pensiun. di bus.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. tuk. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa.Kau disitu pun. Lama tidak pulang. di kamar kontrakan." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Yai kau ape agik. Nyai la dak ade. Semua sudah berubah.Palang pintu ditarik. seraya duduk di tepi ranjang. Macam-macam sakit pun ade.Lame dak pulang. Ternyata.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka.kabur lanjut lelaki tua itu.Mata lelaki itu mulai berair. Ia cuma mengirim doa. Lelaki itu kelihatan amat tua. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah."Ini Halifa.html . Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang."Sekarang belum musim keremunting. lemari pakaian dari plastik. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.html disertaisuara.processtext. Barangkali. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar."Atur ini Halifa. Kini mereka berhadapan. seraya menuang segelas air untuk Halifa. tuk.

Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir.processtext.Entah suara pungguk. sebentar lagi pulang ke tanah. Kakek ini sudah sakit-sakitan.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. So. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Macam-macam sakit ada. So. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi.""Tentang kita?""Tentang kita. Wey. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma."Berita tentang hidup dan masa depan. Malam ABC Amber LIT Converter http://www. Terutama berita yang menyakitkan. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. kabur.""Kau jadi berteka-teki. Kamu di situ pun. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.Unggun terus menyala.com/abclit. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.html . Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas.processtext. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti.com/abclit. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu.Di depan hampir samar sisik danau. kakek tak bisa tampak jelas. terdengar suara Sopa. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita.html ceritakan. sesak napas. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. dari pusing.""Kau belum katakan berita apa.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Wey. tentu saja.Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi.ABC Amber LIT Converter http://www."Ingin kukatakan yang baik.

"Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Wey. Tapi lebih dari itu..""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini..""Biaya pernikahan. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www.. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh. Mungkin dapat kita atasi bersama."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh."Kau belum katakan apa kesulitanmu.processtext. So.html . Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar."Sebentar nanti kau akan mengerti."Aku tak sembunyikan apa pun. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa.com/abclit. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu.ABC Amber LIT Converter http://www.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti.""Aku akan jadi suamimu. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. So. Ada gamang yang aneh.. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa.. Wey. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Wey.""Mungkin bisa.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. Wey. So. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya. So. Wey?""Tentang apa?""Suami. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan..""Kau membuat aku makin tak mengerti. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan."Katakan apa adanya. Aku kenal kau. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Wey. Bahkan.. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Kutahu kau sudah siap-sedia. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. sebenarnya.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.processtext. jika kau belum siap. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. maksudmu?""Bukan. mungkin juga tidak.""Bisakah aku meminta sesuatu.. Wey.. Ayah sudah akan menutup semuanya.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.com/abclit.

Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang..""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. Sebelum ia mati. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku..com/abclit. barulah ia mati.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan.. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Rautan yang ayu. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. Tubuh dan akal pikiran. So. selama kuliah. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.. Kurasa suhu badannya lebih dingin."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan. Kampung jauhnya lebih sekilometer. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah.Di Jakarta."Tapi untuk permintaanmu. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu.com/abclit. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami..processtext. Namun.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. Wey. Wey."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. Tapi rasanya saatnya belum tiba."Kau sakit." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin."Saat ini aku sehat. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam.html dengan permintaanku padamu.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta.html .""Terima kasih. wajahnya tampak lebih tirus. tetapi aku telah menjadi suami. saat kubopong. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka.processtext. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. Wey. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Wey. So?"Tak kudengar suaranya. kurasa tubuhnya lebih ringan. bahwa wanita kami dari daerah ini.. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Semuanya sehat..ABC Amber LIT Converter http://www." kukecup ia sekali lagi. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Terkena leukemia. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Wey. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan."Jika kau cinta. dan mereka bercinta. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Demi ikrar itu aku minta. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. Kau menolak?""Tak aku menolak."Terima kasih.

html . sementara bibirnya terus mengulum senyum. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Itu agak mengherankanku. Begitu melewati gerbang depan. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. meskipun itu kekasihku sendiri. Wey. calon istriku.html Terima kasih untuk pemberianmu. menatapku. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. tampak bangunan yang sangat kukenal. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. Hanya aku dan Sopa. "kamilah yang tinggal di sini. Napasnya masih ada. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. Ia tanya aku cari siapa. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. karena ABC Amber LIT Converter http://www. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus.com/abclit. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain." "Tidak mungkin.processtext. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. setengah baya." jawabnya. Di situ kami tinggal. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. nadinya masih ada. terganjal oleh kunci rantai. "Aku tinggal di sini." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. Tetapi matanya terkatup rapat.processtext. aku pencet bel. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. aroma lama itu tak berubah. kuning. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. dan kujawab.

" Dan. kapan.AKU kembali ke tangga. tentu." Paman Fleischmann merenung. tidak dapat diragukan". Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. Mauthaussen. kutanyakan tentang ibuku. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. Perempuan gemuk. Ya. dia sehat. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. Dan. meski terletak di wilayah Austria.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. baju narapidana bergaris-garis. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Kucoba menjelaskan padanya. "Tapi. itu kata mereka padaku. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. jenggotnya merah lebat." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". kukira.processtext. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. berdaging. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. Mereka berdiri memelototiku. "Tapi. Lalu." Dengan siapa? Salah satu menjawab. muncul. Sementara itu. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". kalau kita timbang-timbang seluruhnya. aku tanyakan lagi.com/abclit. "semuanya dapat dipahami. sayangnya.Aku masih di situ beberapa saat lagi.html kutahan dengan kakiku. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. "Pasti ada salah pengertian.com/abclit. Lalu. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. Sebab. "Bukan. Aku masih berusaha mencegahnya. memang mereka punya suatu kabar baik." Lalu. "ia agak terlalu cepat. Maksudku Suto. Tuan Steiner tua itu memelukku. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. sementara aku masih mengenakan topi. bukan Kovacs. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. "sebenarnya dalam segala hal". Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. dan tubuhku berkeringat. Tapi Futo. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. warna merah anggur itu. Ia katakan. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. mereka mengangguk-angguk senang. semua diam. Tapi. tapi kemudian berubah serius lagi. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. "Dia sudah kawin lagi." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. lalu mengujarkan namaku. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu." Tuan Steiner menambahkan. Kupencet bel.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka menarikku masuk ruang tamu. begitu. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. dengan sandal kain." Yang lain. "Kovacs. "Ayahku?" Tanggapannya. Ya. melembutkan otot muka. paprika. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. "Lalu kami sendiri. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. ia berusaha menutup pintu. bagaimana." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. empuk. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. begitu katanya. Dia hidup.html .processtext. dia berhasil menutup pintu. Tuan Steiner tua setuju.Lalu. barangkali.

menit. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. Ganti kutanya mereka.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. karena aku tak tahu secara pasti.html kutanggapi bahwa aku tetap suka. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi.Misalnya. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. tapi. dan bulan. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. Lalu ujarnya. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. kalau diingat lagi semuanya. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. Lalu. sulit dibayangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Paman Fleischmann mengangguk setuju. Tapi.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. Pada hakikatnya. Tapi. kataku. yang di Auschwitz. "Ya begitulah. Apa itu artinya. Jumlahnya sekitar seribu. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. Padahal.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru.html . semuanya seakan-akan terjadi seketika. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www. Baiklah. Justrusebaliknya. kataku." Dan. kedua orang tua itu terdiam. meskipun semua telah berlalu. di mana aku berdiri dalam antrean. mengusik hati. jam. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. yang di tengah-tengah. pembebasan "akhirnya terjadi"." Yang lain menyambung. Aku hanya dapat memulai hidup baru. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Dan. bahkan agak lebih terheran lagi. Tentu saja aku tak berharap." katanya. kuperhatikan. mereka jadi agak terheran-heran. hari. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. "kamu harus melupakan semua teror itu. mereka balik bertanya. Pada saat tertentu. dan setelah beberapa saat. "Yang paling penting. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang." salah seorang tua itu merenung.processtext. Itu berarti. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. ada benarnya kata-katanya itu.kalau kuperhatikanbaik-baik. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya." Memang harus kubilang. Di samping itu.processtext. kutambahkan. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. setidaknya itulah yang menimpaku. begitulah mereka berujar dan berujar.com/abclit. minggu. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan. Tapi. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. Barangkali. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. misalnya. kami tetap hidup. Tapi. Ketika aku makan." Aku bertanya. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku.com/abclit. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku.

selama waktu itu antrean terus bergerak. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu.html . Tak kulihat dia balik. bukan itu yang penting. kami melihatnya kembali ke belakang. atau ." kutambahkan.Suasana hening. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. "Apakah semua ini memang baik. "Tak ada yang istimewa. Sudah tentu. kataku. kami sama-sama tak bergerak. tak ada perubahan lagi. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. kalau dilihat secara keseluruhan. seperti halnya juga di rumah ini. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. penyimpangan. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. setengah kesal hatinya. Kupikir. Sekarang.ABC Amber LIT Converter http://www. Setiap orang melangkah maju.Lalu. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. Kukatakan padanya. Tuan Steiner tua mulai gerah. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya.com/abclit. "Lalu apa?" mereka tanya balik.. katakanlah begitu.. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. tentu saja. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. Setiap menit berdetak. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. misalnya.com/abclit. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga." Memang.. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. terus maju. karena mereka juga tampak hilang kesabaran.. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. "Lalu. Kedua orang tua itu bertanya. berdiri dan bergerak memutar. Tapi. "Tak ada.Pada kata-kataku yang terakhir. menurutmu. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. Tapi. Sekarang. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi.. Sebetulnya itu bukan nasibku. Dapat kulihat. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www. apa artinya jadi "orang Yahudi". dengan ibuku. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. setengah mengeluh.processtext.. tidaklah selalu begitu. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. begitu cepat dan sulit dipercaya. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Hanya sekarang. kecuali . tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. dan memang tak ada apa-apa sama sekali." aku mencoba menjelaskan. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. entah bagaimanapun caranya." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku.processtext." di sini aku macet bicara. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. Maka. Tentu saja. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. dengan laku surut. dan begitu kabur. aku bisa bilang kepadanya. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. final. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. berlalu. tak ada darah lain. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. dengan Anne-Marie.

Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. begitu mungkin bisa dikatakan. Begitulah. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. Tapi. jalan tampak melebar..com/abclit. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. menghadap ke depan. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. Sekarang. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. Satu-satunya keburukan atau keindahan. memanjang dan hilang di kejauhan. "Apa?" ia berteriak padaku. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku.. dan kudengar apa yang diucapkannya. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. tapi sudah tak mungkin lagi. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. apa pun itu wujudnya. Biarkan. "Ini bukan berarti dosa. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. jika . jalanan menyambutku." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www.. untuk mendapatkan kekuatan. Lalu. Tentu saja. katakanlah.processtext. Namun. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah.processtext. satu-satunya ketidaktepatan. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. Di sana."Dan. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. Tapi. kemudian aku ingat. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. aku tak punya uang. dan semakin merasa kesal.ABC Amber LIT Converter http://www. memang aku berbicara. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. lawan bicara yang lebih layak.Turun dari tangga. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. maka tak akan ada nasib. Dan. "Biar saja. barangkali dapat kukatakan. hanya merekalah yang ada di sini.html kata-kataku. jelas bukan itu yang kukerjakan. saat ini. Mereka juga menyadarinya. mereka ganti bahan pembicaraan. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku.html .Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. Bahkan." terus kulanjutkan. Ia ingin melompat bangkit. Tapi. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Dan. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. ke arah aku hendak pergi. aku semakin heran juga pada diriku sendiri.com/abclit.

com/abclit. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam.com/abclit. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. Dan. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). Aku jadi ingat semuanya. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang aku tahu. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka.processtext. mulai bertumpuk dalam diri.html jingga. Ya. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Ibu menantikanku. polisi Hungaria membantai sekitar 3.ABC Amber LIT Converter http://www. di atas jalan yang sudah diempas badai. semuanya menggenangi kesadaranku. Kasihan dia. Bohus. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Tentu saja itu yang diinginkannya. Tentu ia akan bahagia melihatku. dan semakin turun ke jalan.Catatan sejarah menyebutkan. suara mereka lebih rendah. Juga di belakang sana. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. tapi bagiku. Lalu lintas lebih sepi. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Ya. Januari 1942. rasanya sesuatu sedang berubah. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. semuanya kembali lagi. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. satu demi satu. dokter itu.Dan jika aku belum lupa. dalam arti tertentu. ekspresi wajah mereka lebih lembut. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. ahwal dan orang.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. Barangkali. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. 800-an di antaranya orang Yahudi. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Setelah Perang Dunia II mulai. hidup jadi lebih murni. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan.processtext. Di sekelilingku. tapi sekaligus penuh seribu janji. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. benar. rasa siapku sedang tumbuh. "teror dari kam-kam konsentrasi". dan semua yang lain. berada di situ. Mendadak semuanya jadi hidup. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang.500 orang. Ya.Baiklah. mulai yang berumur 10 tahun. lebih sederhana.Jika memang mereka sampai hati bertanya.html . bintang Nabi Dawud. tentu saja.

seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Di Nam Khe. Agaknya pun berpikir. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang.Titipan jendral kek. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe.processtext. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya.SEMBILAN ribu USDolar. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut.ABC Amber LIT Converter http://www. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya.com/abclit. Sebab. presiden kek. Wajahnya nampak selalu gelisah. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. lantas makan siang di Nam Khe. tanpa saya maupun kangmasnya. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti.processtext. dia berkali. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. menurut sahabat saya. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. batin saya. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika.com/abclit. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Pas buat dua orang. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. kedai murah di ujung Zeedijk.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa kali kami pernah makan di sana.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. Sudah waktunya injeksi insulin." kata Nunik. Pri! Bayangkan. arloji itu akan dibeli buat upeti. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya."Titipan Ibu Gubernur. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. itu urusan ipar sampean. Dia lebih percaya.html . adik kandungnya. Kami mengerti maksud Nunik.

Layak ditegur-sapa. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. Jangan di hotel. Bapak dari Kedutaan."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Dugaan saya benar. langsung duduk di depannya. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman.""Pakaian saya tidak begini. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel.com/abclit. mungkin sedang ngrasani kita. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Pak. Lain kali silakan singgah di rumah saya. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. berkerah tutup. Namun sialan."Saya tidak peduli.html . Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet.""Wuah. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. tidak. tapi tak melihat Anda. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. ini baru kehormatan namanya. bertemu dengan Pak Duta. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Saya ingin mendengarnya. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Dan itu sering keliru."O. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Pri.""Oh. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. Kehormatan besar buat Hargo. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga. tidak jauh dari sini. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana.processtext. Kami adalah orang-orang setanah airnya. Saya pun selalu bersikap begitu. Dan sekarang mereka ini.com/abclit. pikir saya. Saya mengurus visa di sana." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. nginap di Hotel Dorin. Beberapa kali sudah. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. kecuali sangat perlu. Pak.Nah. tidak keliru. mahal. Semua hotel di Damrak mahal. Itu dia.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin."Maafkan. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. ya?" kalimatnya sangat sopan."Sekarang dia menengok ke sini.processtext. Tinggal menyantapnya. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www." jawab sahabat saya.

Saya tentu saja mengucap terima kasih. "Beli prangko. Terus terang harus saya akui. sukar menemukan pasangan. menunggu pesanan mereka.. tak banyak punya duit.. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri.html saya di notes dia. Saya jadi kurang sopan. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Sahabat saya memang jejaka." kata dia tiba-tiba. mereka justru baru mulai. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti."Alhamdulillah. Hargo bilang. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting."Mau bangkrut lu. Saya ingat. Dia tak pernah punya kartu nama. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai. Karton itu saya buka. Di Malaysia malah hukuman mati.. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Kebodohan yang kini sulit saya pahami."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Jika saya nekat menunda makan.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam.""Sampean ini. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Sahabat saya nampak makin kebingungan."Isinya apa?" dia tak sabar. Nunik bisa bawa." katanya. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. Tak sampai setengah kilo. karena dia yang bayar rekeningnya. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Ketika saya selesai. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. merasa gula di darah saya kelewat rendah."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko."Ayolah Zus. Hargo ketamuan. saya keluar sebentar. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Dia beri kita kartu nama dan addressnya.processtext. "Hukuman berat jika ketahuan.html . Itu Hargo tahu. Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. Saya sendiri tak bisa menunggu. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Saya pun tiba-tiba khawatir. Jika sial."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. "Terlalu riskan buat adik sampean. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. Priiii. Haaar. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia.com/abclit. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. Tentu tak tahu apa isinya. batin saya. Sahabat saya terpaksa menunda makan. Kalau ternyata bukan barang larangan. kan bisa dibungkus lagi. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah."Selamat makan. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www. saya pun singgah di Wan Nam Hong. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Maafkan. Hargo lain lagi." kata saya.com/abclit."Buka saja bungkusnya. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. saya menghindari rekening Nam Khe. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Sekadar menghabiskan waktu. "Mari duduk bersama kami di sini.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Nampak bengong. pindah semeja bersama kami." usul saya."Untuk keluarganya di Gondangdia. saya akan pingsan. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara.processtext. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo.

desir angin."Tak perlu khawatir.""Service Paspor. bumbu mirip semur. tapi tak bisa menahan selera. percakapan. membasuh sedih di luar sana. Namanya pun baru dengar sekarang.000 rupiah. yang kekal dalam ingatan. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. dan hujan yang sebentar. kupandangi lama cuaca. Saya tidak bisa ketawa. Atau mungkin sebaliknya. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Husaren Sla. juga dalam hal ingatan. Malah ngenas."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya.com/abclit. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. di senja hari. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda.processtext.html . matahari yang tenggelam. dibuntal oleh hujan yang sebentar.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. aku dan kamu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. Dari kaca jendela kamar itu. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. baunya saja pun sangat nyaman. Dan di pojok entah mana. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya.html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www. hujanlah yang menyertai peristiwa. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15.processtext. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. Setelah sebelumnya. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. Tidak semua gugur daun.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Seperti percakapan-percakapan yang terusir. khotbah. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. Saya sungkan pada suami Nunik. nyanyian. Paran. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Mas!" kata istrinya. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. mungkin meratap diam-diam.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Saya melahapnya.S>small 2small 0<. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya." kata suami Nunik.

Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih.. tatap aku baik-baik. Aku tahu itu. senja. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. dalam tubuh yang agak basah. tapi aku yakin. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. Lucu-lucu. Sangat deras. pertemuan itu telah menutup segalanya. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. Kami berpisah. dan hujan. Begitu singkat. kebiasaan buruk.. tak kuasa menanggungnya. Seorang laki-laki juga menghampirimu. lebih nyeri dari ini. . sebagaimana aku juga tidak.. Tapi beberapa. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. sembari menunggu hujan reda. Dan kita.. dari dulu. aku pikir akan selamat. Apalagi. tidak ada kepastian. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. . senja dibekap cuaca yang murung. Aku memandang ke jendela.. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.. Mataku menatap perutmu. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www.html tertanggungkan.. baru kutulis nama sayangku untukmu.Beberapa selamat?Beberapa selamat.Seseorang mengetuk pintu. Ia rindu. Sangat rindu. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. memang. bukan?! Tapi bisa jadi. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. aku kira. Aku mengambil kertas. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. Dan ia menggeleng pelan. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan.Aku tidak begitu peduli waktu itu.Kamu menunduk. selain hujan dan waktu yang bergulung. Hujan dengan cepat reda. Ah. bahkan untuk sedikit kepastian. Sayang.. hanya agak kurus. Aku tahu. Aku beranjak dengan malas. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. akhirnya. Semua selesai. Di luar sana.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu.. tapi kuseduhkan secangkir teh. Senja ini tak ada kepastian.Kamu!Di luar..processtext. Ia masih seperti setahun yang lalu. ya.. Benar. seperti yang duludulu. kamu.com/abclit. Belum ada tanda-tanda. juga pada senja dan hujan yang sebentar. bahkan di diriku. begitu sendu. sahabatku. Hujan akan segera turun.Ah. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja.Aku panik. dan ini kakakku.Di hadapanku kini. dan rintik hujan. Tetanggaku..Kami minum kopi.Ini Dede dan Kahfi.. aku tak kuasa menatap matamu. meyakinkan lebih tepatnya. sesedih aku.. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Tak semua selamat. Lebih berpuing dari ini. mungkin karena baru beberapa bulan. bahkan bila kita mau.html . Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu.. Di stasiun kereta api. Sebentar ditatapnya wajahku.. Baru setahun yang lalu. Tapi tidak mungkin.com/abclit.processtext. Suamimu duda. Dan kamu berubah sekejap.. hujan mengguyur deras. keponakanku. Kali kedua aku bertemu dengannya. Kamu di mana. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Aku merobek kertas yang di atasnya.TAPI kepastian itu datang juga. Selamat. beberapa mengalaminya.Hujan reda.Dan sekarang. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. segalanya butuh perhitungan. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Tapi lebih banyak yang tidak. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku.Uhf.. dan mulai menulis. juga yang berpasangan. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih.ABC Amber LIT Converter http://www.Tengadahlah. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan.Aku mengangguk. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. mataku. Ia tidak secerah dulu.INI juga pada senja. walau aku tak yakin benar. kamu ingin hidup yang tenteram saja. semenjak gelengan itu. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Tidak mungkin.. misalnya. di kotanya. beberapa bulan yang lalu.LALU aku bertemu dengannya lagi. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa.Aku kurus ya. Ia agak kikuk.

Dari jendela. ya?Aku mengalaminya. Kamu juga. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. . Aku kembali ke tempatku semula. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. Seperti dulu-dulu. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu..processtext. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku.. Makan yang begitu tertib. Tapi aku mencintaimu. Membuatku tertawa sendiri.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. mampus.Aku sedih.html tahu. Aku tidak jadi menangis.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Tapi kamu juga bangkit.Kamu tersenyum. Balik-balik. tidak sepertiku. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Harusnya aku mendekatimu. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. mengambil gelas yang kusentuh. bukan kamu.Kamu menyeka hidung dengan tisu. air mata itu. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu.. dan ingin juga bertemu.Tidak. Pagi ini aku tidur. Aku hanya memandangmu.Aku mengangguk. aku selalu ingin kamu menatap mataku. hendak membuat kopi.Aku sedang ada urusan di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. di dalamnya. sudah terasa hilang sejak lama. Mengapa jika kamu menangis. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli.. Mengingatkan dulu.Jangan tanya tentang pernikahanku. menatap buku-buku. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.Aku masuk.com/abclit. yang selalu kamu seka hidungmu. kedua tanganmu pasti kotor. Tak menahanmu. tak lelap.. Apa pun. dan pernah bersumpah akan mencurinya. almari pakaian. minum kopi hasil seduhanmu. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. menunggumu menyeduhkan kopiku. Kangen. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Tapi kali ini tidak.Kamu duduk lagi. sepintas kulihat. Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Lalu aku ingat. Kututup pintu.Kenapaaaa. kan?Aku menggeleng. kamu mulai basa-basi. menghampiriku.. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya.Kenapa?Aku menggeleng. Mengambil kertas dan menulis.Kamu menangis sesunggukan.processtext.. ada janji makan malam. Sebelum banyak bicara. Sebab kalau kamu. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Dan mungkin menangis.Aduh.Aduh. pigura-pigura. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Kuambil nasi dan makan. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. Aku bangkit. ya.. lampu-lampu mulai menyala. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Juga luka dan getir itu. Selebihnya. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Kamu bergetar.Aku mengangguk. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Apalagi hujan yang sebentar. seperti sekarang ini. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun.com/abclit.Kamu masih gampang terharu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. dan memelukmu. bahkan aku membatin: dihajar kenangan.Aku harus pergi. dan kamu sesekali main di sana.. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. Kamu belum makan. Sangat indah. dan lagilagi sesunggukan menangis. sampai sekarang. Memandang caramu menulis.html . Bukan.. Pintu terbuka.Kamu mengedarkan pandangan. Ah. Senja mulai mengetuk malam. bersamamu dalam bayanganku.. Sialan. sebelum banyak dusta. Kubaca. televisi yang mati. Kamu sodorkan kertas itu.Aku bawakan makanan kesukaanmu. sungguh.Bisa minta tolong.

Menatapmu.html merajuk itu.com/abclit. cuaca cerah. Brengsek.processtext.Sore nanti. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. Musik mengalun.Kamu bangkit.ABC Amber LIT Converter http://www. ABC Amber LIT Converter http://www. Aku hendak menahanmu. aku yakin.html .*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Kuangkat. padahal sangat peduli. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Aku tahu. Namun. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. aku balik.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku.000 dollar AS lebih. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. Sebetulnya. istriku. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Pasti ada yang hilang lagi. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. Kamu duduk lagi. tepat yang kelima. Apa ya? Belum sempat kucari-cari.Pintu kututup pelan. telepon berdering. Perpisahan itu tidak enak. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Di seberang.processtext. Dan seperti tidak peduli.com/abclit. Seperti kemarin. Tapi urung. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. menuju komputer. Lagu-lagu sedih. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. kamu tahu kalau aku menatapmu.Di luar. Mau nggak.

" Seperti biasa. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Apalagi ditambah dengan angin kencang. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas.com/abclit. Pada bulan Maret tahun depannya. Jakarta. Dalam satu-dua bulan. Pohon-pohon sudah mulai meranggas.html . "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. ke rumah orangtuanya. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt.processtext. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. pertanda musim gugur telah tiba. Kalau disebutkan dalam surat.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. Jadi. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya." tulis ayah Berbi. kalau tiket sudah dilunasi.processtext. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Lagi pula. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit.com/abclit. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Jadi. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Di Frankfurt. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Meskipun salju belum turun. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak.

Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Hamburg 1 "Pulanglah segera. si hemat kata.processtext. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Tidak dengan mesin tik. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. Entah kenapa." Begitu bunyi surat itu.. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Kalau toh terpaksa menulis surat. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu.com/abclit.html Rothenbaumchaussee. Di apartemennya.processtext. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. di Rothenbaumchaussee.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi tahu. apalagi dengan komputer." Surat ini mirip telegram saja. Berbi masih tidak habis pikir.com/abclit. sang ayah hanya mengatakan. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www..html .. Paling-paling hanya akan menjadi penyair. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. meski teknologi sudah maju pesat. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. Apalagi pengarang cerpen atau novel.

ABC Amber LIT Converter http://www. Oleh karena itu. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. uang 2. ia mengerti perasaan ayahnya. uang tetaplah uang bagi Berbi. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga.processtext.com/abclit. yakni memintanya pulang dengan segera. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang.ABC Amber LIT Converter http://www. untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu.processtext. Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air.html . risikonya apa? Di pihak lain. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Dua ribuan dollar tentu sangat besar.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau pulang. Sebagai putri tunggal. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa.html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. Hamburg 2 Memang.com/abclit. Kalau tidak. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. Namun. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya). cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg. seberapa pun kecil atau besarnya. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak.

ada yang akan kubicarakan denganmu." Hanya itu komentar Berbi. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah. ya. Ia tidak menyangka. "Ayah ingin tahu.com/abclit. kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi.com/abclit. "Terserah Ayah sajalah." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku." Hanya itu isi suratnya. bagaimana pendapatmu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta..html "Pulanglah segera..html . "Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi. ia menjawab sekenanya. Sebaliknya. ya. "Oh. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan.processtext. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam. ABC Amber LIT Converter http://www.. Oleh karena itu. ya. Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi. apa salahnya menikah lagi.

Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua. siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi.?" Sebetulnya.. katanya. "Omong-omong. Apa boleh buat.com/abclit." Ayah Berbi terdiam sejenak. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. apa Ayah sudah punya calon.processtext.processtext. Oleh karena itu.. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor.com/abclit.html tentu tak perlu menikah lagi. Cuma karena ayahnya sudah to the point." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam. Berbi menyambung. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka." "Belum. ia pun tak sungkan bertanya langsung.ABC Amber LIT Converter http://www. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah Berbi menggeleng." "Saya pikir..html . "Lho... Ayah sudah punya calon. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru.

Baca tak enak.com/abclit. Tidur tak enak.com/abclit. "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta." "Lho. Pada saat lain." "Tensi Ayah. ternyata aku dinyatakan sehat. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus.html Berbi. Badan serasa meriang sepanjang hari. aku mengidap penyakit. tak nyenyak." ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana?" "130/90." "Normal dong.html . "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. badanku serasa gatal seluruhnya.processtext. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.processtext. Makan tak enak.ABC Amber LIT Converter http://www." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter.

processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang. aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah. ABC Amber LIT Converter http://www. pikir Berbi. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi.com/abclit. Kalau tidak.processtext.html ." "Lho. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup. memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu. "Maksud Ayah?" "Maksudku. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng. Jakarta.html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya.com/abclit." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman.

. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh.html . kamu pasang iklan kematian untuk aku. "Begini." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. agar tidak mengecewakan sang ayah.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. kalau aku mati nanti." Mereka terdiam sejenak.com/abclit.. Kemudian Berbi melanjutkan.processtext. Namun. Kita kan perlu bersiap-siap. Berbi mengajukan pertanyaan. ’Sedia payung sebelum hujan’. Berbi mengubah cara bertanyanya. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab..processtext. "Aku dapat firasat. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www." Graha Taman 2 Keesokan harinya." kata sang ayah. "Aku ingin. Kata peribahasa. "Lho.html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran." ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya.I. "Kabar Duka Cita"." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Telah Beristirahat dengan Tenang".P".ABC Amber LIT Converter http://www. "R.processtext. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak".html . "Telah Mendahului Kita". "Rest in peace". Ayah Berbi meneruskan.com/abclit. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. "Turut Berduka Cita". "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini.com/abclit.

atau "R. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. Akan tetapi.P". Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. "Rest in Peace".I. Soekarno-Hatta.processtext." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu.processtext.com/abclit. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita"." Berbi terdiam.ABC Amber LIT Converter http://www. "Telah Mendahului Kita". tetangga.html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. "Kok Ayah ingin diiklankan. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. Berbi hanya berjanji.html .com/abclit. "Berita Duka Cita". kalau aku sudah mati. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". Teman-teman. aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www. sih. "Kabar Duka Cita". kerabat. Firasat. kata ayahnya. "Telah Beristirahat dengan Tenang".

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.. atau e-mail. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN.. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.html Dengan kata-kata itu. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu.com/abclit. iklan mana yang kupilih. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. atau surat. atau telegram. "Pokoknya.com/abclit. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. Berbi menuju Gate 1. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". atau faksimile." katanya kepada sang ayah. Di pihak lain. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Dengan langkah berat. kalau sudah sampai waktunya.processtext. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan.. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya.html . Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. Menurut berita CNN. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.

Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. Semua penumpang bus meninggal dunia. Namun. termasuk sopir bus. Tapi luka dalam.processtext. "Bukan di situ. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. mata sembab dan isak tertahan. Meta ABC Amber LIT Converter http://www. Italia. Jakarta. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Dengan nafas terengah-engah. bunda. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya.ABC Amber LIT Converter http://www.html . anggun dan mempesona. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Berbi namanya. Tapi tidak demikian bagi Yustin. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa.com/abclit.html karyawisata ke Roma. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. tapi tak dijumpainya setitik pun luka.processtext. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP.com/abclit.

bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.. atau senantiasa merasakan. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. "Kenapa. rok .. Meta.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Meta?""Aku beli sendiri. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya.""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah. menyentuhmu.. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju . dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos.""Kau pasti pernah merasakan. bunda.yang tak pernah berlengan pendek.html . justru karena ia tahu persis. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. Lalu dirangkulnya. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar.. Sebab nyatanya. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. "Bunda mau bicara sebentar.processtext.Bagi Yustin.com/abclit. Ia tak bisa datang menjemput.. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. pakaian dalam..yang panjangnya selalu di bawah lutut.processtext. bunda. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. sepatu.""Tapi. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit."Meta mengiyakan dengan cara terdiam. Meta.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Untuk sementara..ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai ia masuk SMU. Semuanya."Mungkin kau benar. Aku harus berangkat naik bis kota."Meta terdiam. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan.""Apa."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. "Perhatikan bibirmu secara saksama... hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. memujimu.. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari.""Bibir saya kenapa. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.atau. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu.. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. shampo. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.""Meta tak tahu apa maksud bunda. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. membelaimu.. memelukmu. atau sering merasakan. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. bunda. Buka saja dulu pakaianmu..??""Jangan bertanya dulu buat apa.""Tak usah. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah.html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. bedak...""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.com/abclit. Sampai ia lulus SMP..""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu.

Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. Matanya terpejam. eyeshadow.. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. gelang."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku. blush-on. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja.. eyeliner. Ia pun buru-buru membuka almari. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.com/abclit.processtext. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya.html . Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. Dan Yustina tak kuat bertahan. Kapan pun.com/abclit. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju.. nak. serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. Tak mungkin ia bercerita. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. giwang. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa.html sejauh itu."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. Meta.." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat." "Lalu.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini.. Dan ini membuatnya jumawa.""Bunda khawatir. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Ketukan pintu membuatnya kaget.. maskara.."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. pujian.. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. siutan panjang. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan Yustin tak mungkin bercerita. kalung. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. anting.. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. Dengan berbagai kecemasan.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya.processtext. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Meta. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. yang setiap hari mendengar decak kagum. Bunda cuma khawatir. Badannya besar dan kekar. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. panggilan mesra. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. Pipinya membasah."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. "Ya.. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu.

Dina tahu Bram ada di sisinya. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. oom. Kamar Masmu memang jorok. lebihlebih. dan berucap. Sekarang aku sudah di kamar. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. di halte sambil menunggu bus. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. langit menulis kata-kata itu.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. Meta?" Jakarta.JALAN-jalan. bersihkan sarang laba-laba itu. "Halo.com/abclit. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Bram.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka.processtext. dan kesedihan adalah milik mereka.. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. minta aja kunci ke resepsionis. "Non. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang.html .processtext. Dina membawa sebuah buku. Itu rasanya tidak mungkin. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. kalau kau punya suami.ABC Amber LIT Converter http://www.. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. ketakutan."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). "Kau bicara sama siapa. seorang lelaki Indonesia. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih.. Tapi.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. aku cinta Bram. ya?" "Sebentar. Kala mendongakkan kepalanya. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. aku cinta Bram.PADA saat itu. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih.. "Kubisikkan pada mereka. Oke. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). aku cinta Bram. harapan."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. Dina menikah dengan Bram. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih.com/abclit.html lirihnya. Kamar 501.

ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. yang kemudian menjadi suaminya. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini.processtext. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. perceraian. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. menari. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. setamat sekolah pulang ke Indonesia. Hal ini dibicarakan dengan Bram. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). tiba-tiba Dina tidak tahu. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. cintaku kepada sulungku dan Bram. Semua perabot rumah. Dina menyanyi.com/abclit. bukan untuk diriku sendiri. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. Ia menampar habis-habisan sulungmu. ketika selesai menyetrika. Dina duduk di ruang tamu. untungnya aku datang. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. sebaiknya minum susu dan aspirin.html ."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. Langkah satu."Ibu memeluknya. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. Dina mungkin capek. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. aku tidak pernah mengurungmu.Malam itu. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. Karena semua orang bilang.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. Mereka sama-sama bekerja keras.processtext. "Kuberikan diriku. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. sebenarnya Dina merasa." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. "Nduk. waktuku." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya.Kemudian dengan bayinya. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari.SUNGGUH. hal itu diomongkan kepada Bram."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. apakah dia masih mencintai Bram.html kandanganku. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. "Din.com/abclit. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku.Dina menjerit-jerit. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Sekarang. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. sebisa-bisanya. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan.Anaknya lahir dengan sehat. tapi untuk keluarga. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik.DINA menyusun rencananya. kamu depresi.Langit di sana diam-diam saja. Dia merasa. Dia naik ke lantai dua.

"Nduk. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. "Din. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya.com/abclit. mengirim cintanya lewat telepon.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. karena tanpa tugas-tugas itu. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. "Ma." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. perasaan dan pikirannya. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. mereka berdua melenggang ke kota lain. anaknya. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. "Ibu. Padahal. mereka adalah laba-laba ganas. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya."Bram melihatnya lekat-lekat.Kesedihan.processtext.""Kau tidak mencintaiku lagi. kasihan anakmu. Bram yang seharusnya merawat. Dina jijik dan sekarang. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). Dina mengatakan kepada Ibunya. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. Beberapa tetangga berdatangan. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor."Dina diam saja. "Saya harap. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Bram berkata pelan-pelan.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba.Sampai di rumah ini.Dina menangis. selamat tinggal. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya."Bram. masih menjerat seluruh tubuh.processtext. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www. "Sudahlah.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba.html . Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya.html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. Bram berdiri di antara tetangganya. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. Kamu masih dalam proses penyembuhan. yang sampai pada saat ini. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya.""Jadi. Dina berkata pelanpelan. Din. turuti sajalah apa kata dokter. "Pa. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua.com/abclit.Akhirnya. tapi harus dihormati). Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. Dina tidak ingin peduli. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya."Ibu memeluknya. Dilihatnya Bram dan anaknya. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. harga obatmu sangat mahal. ayo tidur. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. Memang ada ekspresi cinta dari Bram. ketika Dina merasa pusing yang hebat. Sebetulnya.

Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. Dan kenyataannya memang demikian. ABC Amber LIT Converter http://www. ajaib. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. mengejar-ngejarnya. mereka akan datang menjemputmu. Namun. Ketika si Upik masih kecil. kamu sudah sembuh. cukup angin saja yang menyibak. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. bakal cepat berkembang. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. orang-orang percaya pada pertanda. Atau ada yang sempat bertelur. pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.Demikianlah.com/abclit. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Merimuk saja di sudut kandang. dan turun dari kandang berkembang-biak. Rambutnya kasar seperti ijuk." maka."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Konon.processtext. kanan dan kiri. Dina menganggap. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya.ABC Amber LIT Converter http://www. menampakkan wataknya yang keras.Akan tetapi. "Ayam ini untuk si Upik. Ia bercita-cita menjadi tentara.html . itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik.com/abclit. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat.processtext. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. cukup dengan berkata. berdiri tegak umpama dari landak. Tanpa harus menguak dan meraba. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. semuanya selamat dierami.Malang.html Bram dan anakmu. dua-tiga butir yang dierami. lalu tumbuh berpasang-pasang. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. Dan jaring labalaba itu.

begitulah keadaan diri si Upik. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. Alangkah indah dan menyenangkan. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak.html . Tidak. Dan. berkat tetua yang pandai membaca. tapi bermacam-macam. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan.html dan Ayah merestuinya. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah.processtext. dari ayam. pusar-pusar ternak itulah.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). di usia sehijau itu. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. tiada dua.. tidak berbaju buka kepala. Berhujan-berpanas sudah biasa. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga. Tak hanya kambing. Dan semua ternak diterima Ayah. tanpa pernah berunding dengan dirinya. sapi dan kini kerbau.processtext. tak perlu menunggu tamat sekolah.com/abclit. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Setiap tanda jadi tanya. Menjadi adat orang seranah. sambil menyibak pusaran rambut itu. Tak perlu menunggu lama. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. nanti mendaftar jadi tentara. Sendiri memintal hari. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. ya. mencari kutu. tamat SMP ke SMA. seorang sahaja di tengah padang. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk.. dan ia tak peduli. berkah dari adat yang bertuah. turun-temurun. baru akan naik ke kelas enam saja. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang.ABC Amber LIT Converter http://www. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. Sungguh menambah beban." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Ayah tentu merestui. ternak si Upik memang berkembang-biak. Upik merasa tersanjung. Karenanya. sekolah si Kandik harus terus disambung. Berbeda sekali dengan si Upik.Pagi-pagi sekali. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Maka. ayam-ayam berkotek di kandang. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. "Anak gembala. setiap isyarat jadi sebab.com/abclit.

Tapi Upik menyukainya. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan. tak sekadar membentak tapi menggampar. Maka. orang mahfum. juga rambutnya yang kusut. Dipijatnya kepala Upik di sana. patuklah pusar-pusar di rambutnya." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Isi ladangnya tak pernah jelas.html keterlaluan. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. dengan sekali sentak. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. entah kenapa. ingin muntah. Ia merajuk. begitulah. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. tapi bukan penghiburan yang didapat. itulah yang utama.Terhuyung Upik meniti pematang. Dan petang itu. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. apalagi mereka tak punya anak. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. dan Mak tak kuasa membujuk. bangau-bangau itu lantas menjauh. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. Dengan satu sentakan. Si Upik tak kuasa menahan tangis. kurus dan menderita. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. menyejukkan. Ayah menyeretnya ke belakang. berarti menantang adat dan kebiasaan. Perutnya mual. Upik. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. Pik.processtext.. Mengobati sakit dan lelahnya. Tak tergurat tanda amarah.. Membuat si Upik tak nafsu makan. "Kamu sakit. Wajahnya bersih. kecuali dari Pak Kudun!Ah.com/abclit. Sebenarnya. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. Di kubangan. Dan penuh perhatian. ketika seseorang datang berseru. dan berseru di tengah padang. "Upik. kawanan bangau yang putih yang suci. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun.com/abclit. diserbu belalang dalam semalam. "Panen gagal. ayah butuh seekor kambing!" Maka. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. "Hampir panen. mampir sebentar dan bercakap. apalagi si Upik. ia lihat wajahnya.. "Kamu mesti berangkat. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. dijambak dan diacak-acak. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. yang menjadi latar perkampungan. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. mungkin juga seorang bandar!). Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat.ABC Amber LIT Converter http://www." Lama-lama.html . tapi sudah cukup akrab-bercakap. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang.processtext. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. O. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. kakak-adik. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih. melainkan dampratan dan umpatan. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. Selalu. ABC Amber LIT Converter http://www. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. dengan kumis melintang. rasa diperhatikan dan penghiburan. ia dengan nyentrik bilang. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang.." kata Mak kelu.

Dan karenanya."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak.html . Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. Upik merasa lengang tiba-tiba.. mengancam. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah." katanya dengan suara bergetar. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya. seperti tersadar. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Pak. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. Upik ingin tak mengenang. "Upik." Pak Kudun tak melanjutkan. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. Tapi. "Awas. Cepat Upik berlalu. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. orang tua penuh perhatian.. Terima kasih. Ayah lalu berbalik langkah. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. dan merasa agak enak sekarang. "Mbheeeeekk. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. dialasi tikar.processtext. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. dengan tatapan orang yang minta diri. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. Mak. Yang jelas. Ah. dan Kandik segera mengejar. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. irama itu terputus tiba-tiba. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Gadis itu terpana diam.processtext. "Sudah lumayan enak. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. tidakkah juga. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. dan berteriak seperti biasa. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. lantas si Upik berlari menuju ke sana. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian.ABC Amber LIT Converter http://www. Batal ia mengambil mangsa. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Keduanya bersitatap. Sebelum pergi. meniup puputserunai batang padi..html Apakah sekadar mendapat teman bercakap.. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya.com/abclit. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua.. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. dengan ucapan yang tak selesai itu. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. untuk kali itu. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. Lantas.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang."Dan kau. Dan Upik. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. Pak Kudun memandangnya. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. iramanya melengking tinggi!Tapi.Upik menggerakkan kedua lengannya.com/abclit. Maka.

baru beberapa langkah. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. "Upik.. hantu. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu.PETANG itu. dan kalau nanti Ayah datang mencari. atau. Awas. bukan mengembalikan mangsa. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama.html . "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. Tinggallah Upik dengan hati senyap. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun..2. meski sulit dipercaya. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. semakin bebal. Ia ingin menjerit.. Namun.processtext. Kita ke ladang saja sekarang..com/abclit. Tetapi. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya." bisik Pak Kudun."Tenanglah. Ayahkah. Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh..Upik beranjak ke arah semak-semak. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Upik. berarti kau yang memberi tahu. Senja mulai turun. melainkan datang dengan ancaman yang sama. tenanglah.ABC Amber LIT Converter http://www. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik.processtext. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. berpulun kain sarung. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www. tapi setidaknya.com/abclit. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Semakin tebal.Rumahlebah. Yogyakarta. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. Pusarpusar. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang.. Iya 'kan?"Begitulah. sesuara lebih dulu menyentaknya.html yang sedikit terbuka. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. 2002Catatan:1. Sistem paroan. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.. si Upik melepaskan jerit. kalau Ayah sampai tahu. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa..

Kai. "Demi persahabatan." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. hingga kemudian. aku malah hampir lupa. ada apa ramai-ramai. tadi lebih pikuk. Edisi 01/05/2003 "KAI. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu. "Wah. tenang dulu. tidak begitu. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. ceritakan apa adanya saja.. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. nanti dulu. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. karena tadi terbawa angin. teruskan ceritamu. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. Hm. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Cuma.com/abclit. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi." beritahu Tangkai.Aku juga tidak bisa cerita banyak." kata Kupu-kupu. "Nanti dulu. Ah. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia.processtext. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Ceritakanlah." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. Bukan ingin tahu pendapatmu. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. ada angin lagi.com/abclit. Aku baru terbang dari luar kampung sana. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. "Ya. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www." kata Kupu-kupu.processtext. Bahkan dalam tidur pun. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. Kelihatannya ada jalan keluar." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. Tangkai akhirnya mengangguk." "Dua orang kataku.. Masalahnya. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Agak sedih malah. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. nanti saja ceritanya." "Kok berkomentar lagi." kata Kupu-kupu. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. "Ceritakan dong. Sampai nantiiii. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya.. "Lho. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya... maaf. maaf. "Cerewet. aku masih agak terganggu sampai sekarang. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu.. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak." "Begitu?" "Ya.." kata Tangkai. sekarang. Aku belum mendengar apaapa." katanya.. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. "Sudah risiko." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. peristiwa apa sih sebenarnya. Di antara tiupan angin yang membawanya.html Sumber: Kompas." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. Mau dengar nggak?" "Maaf. Kupu-kupu tampak berpikir. Pu. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Aku telat datang!" pintanya kemudian. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu.ABC Amber LIT Converter http://www." "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Nanti. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. Dua lelaki. "Wah wah. "Jadi ketinggalan berita. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan... Ayah dan anak. aku pergiii!.html . Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. Seru sekalii. Oya.

karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. "Terserah.." kata Tangkai.html . yang ditembaki.. Para penumpang menontoni. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. Polisi datang dan melerai.. "Ya.. "Ah. yang diteriaki. "Wah. masing-masing akan terdengar khas. Jangan pikirkan si Capung.. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. "Sudah. "Nanti dulu.. tahan dulu. lalu menaiki sebuah angkot. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. Hinggaaa. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Darah berceceran di mana-mana. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. "Maksudku. "Kuringkas saja." kata Capung. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan." lanjut Kupu-kupu.. Lalu tentara datang.html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. setiap penilaian. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. setiap kepala.. Polisi semakin banyak berdatangan. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Itulah ringkasannya. setiap hati." "Apa itu?" "Kedua lelaki. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu." kata Kupu-kupu. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. Tapi perkelahian masih berlanjut." kata Tangkai. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia tidak begitu hebat." kata Tangkai. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Begitu saja. "Jangan di sini. Kejadiannya berjam-jam." "Karena mereka saling memanggil begitu." kata Kupu-kupu. tikam-menikam.com/abclit. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. teruskan ceritamu. kemudian ikut berkelahi.processtext. Bisa kau bayangkan. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. "Ya dong. akhir dari kejadiannya. kok biasa saja." kata Kupukupu. Bus-bus berhenti. hingga tembak-menembak. lempar-melempar. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang.. "Pergi juga tak apa-apa." kata Kupu-kupu.. penembak.. maki-memaki. Atau malah kurang seru.. Hinggaaaaa.. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan.. Di sini nggak ada enaknya. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. "Itulah. "Kukira ada hal yang luar biasa. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. Ayah dan anak dikeroyok. Lalu kau dating. Pukul-memukul. Nafasmu nanti habis. dan menghilang ke ujung jalan sana. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja." "Itu dia. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. Bisa kau bayangkan.. "Ya. teruskan. tahan dulu.." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. "Iya. "Sudah. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. sama-sama meninggalkan kerumuman. Biar informasiku lengkap. penginjak. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian." "Hussh! Hussh! Kau." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Hing. teriak-meneriak.. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. "Begitulah. tak tak puas. "Oohhh." kata Tangkai mengangkat wajah gembira.processtext. Begitulah. "Itulah.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. Cuma kejadian sederhana.. Akhirnya tak jelas lagi. yang diinjak." kata Kupu-kupu. Jalanan benar-benar macet. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai." kata Tangkai bergoyang. Tak ada yang mengejutkan. Kok kamu tahu mereka ayah anak. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. Setiap mata... Para penumpang yang ditodong melawan.. peneriak.

dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu.com/abclit.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. atau memang sudah mati percuma. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. Sampai ketika kedua orang itu. ayah dan anak. sudah pingsan berdarah-darah. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Lunglai. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara." "Yuk. Tentu saja. Kalau tidak. Pada tahun 2003. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. Atau menutup berbagai lokakarya. membawanya. Singapura.com/abclit. katanya lagi. namun sebagian lainnya tak perduli. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Tahun yang sangat ditakuti. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah.html .. Masih cukup dekat dari halte. menonton sejenak. Tak percaya oleh kenyataan. yang masih dapat dimanfaatkannya. menceritakan hal sederhana. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu." "Terserah kalau begitu." Tangkai bergoyang.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara si Tangkai kembali bergoyang.. kau seserius. dan Brunei Darussalam. Daaag. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www." Pada tahun 2003. bagaimana kedua orang itu. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya." kata Ayah. Tukang-tukang kayu dari Jepara." "Daag. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh.processtext." "Aku kan Kupu-kupu pintar.processtext. Rembang. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. dan sekaligus dibanggakan. dan Pati akan panen order dari Thailand. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Ya.Pada tahun 2003." "Wah.

Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. melalui jendela yang terbuka. cintamu juga harus lebih canggih. Sepeninggal lontar. fluktuasi harga. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita.com/abclit. pohon lontar itu. Ya. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami.Borassus flabellifer.Sepeninggal pohon lontar. Sekarang pada layar monitor. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Yang daunnya berbentuk kipas. berbuah maupun tidak berbuah. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. Cinta pada pohon. akan mati. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Turuti saja panggilan sinarnya. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan.processtext. itulah pohon tal. banyak orang belum siap.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www. Belum mengerti pasar modal. Ayah tidak berdiri di sana. Ya. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar."Makanya jangan melawan Rembulan. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Tiga anaknya berkumpul.Aneh banget Ayah itu.Makanya. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. cinta pada anak-anak. Padahal.processtext. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. tapi juga tahun 2003 itu. Bukan hanya Bulan.ABC Amber LIT Converter http://www. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Tetapi. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Pendeknya. punya karakter lokal dan manfaat lokal. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya.Aku sengaja mendampinginya. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya.Bukan hanya gelap gulita. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. tapi hitam legam di panggung sejarah. pada disket. semangat hidupnya seperti menggelegak. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Dulu. Kami tak mau mengecewakan hatinya.html ." ujarnya kembali berpuisi. Kini menunggui Ayah. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. kebanggaan keluarga kami. Tapi. Bukan.Anak-anaknya berkumpul. adalah tulisan. Itulah nama Latinnya. hidup ini perlu penerangan. katanya. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. cinta pada Tanah Air. yang buahnya segar. seperti yang semua sudah tahu. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. "Lontar telah pergi. dan cinta pada pengetahuan." nasihat Ayah seperti berpuisi. sekarang pohon itu tak ada lagi. tiga anak-anak lontar yang setia. maupun indeks gabungan harga saham. Ayah bergumam. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. cinta pada keindahan. kata Ayah. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah.Namun. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal.com/abclit. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Setiap benda itu. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. Seolah-olah bersyukur. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. ***SEPULANG pidato. hari-hari kami seperti lebih teduh. cinta pada kebenaran. Kini komputer menggantikan perannya.html lagi. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Tahun 2003 sudah datang. cinta pada Ibu. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. juga punya karakter universal. Kesehatannya tampak terganggu. Universalitas ini yang penting. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. siwalan alias lontar. pada hard disk. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar.

Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. anggun. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Ayah tampak sedikit tenang.html . mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. atau mungkin juga kecapaian.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. baik sipil maupun militer. Ya. Malam itu bulan bersinar sangat terang. atau mungkin hutan bagi Ayah. Tapi. Memang ada banyak macam manggis. pribumi maupun Tionghoa. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik. Dini hari betul. Sekali dilirik. blue print. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Tapi. Napasnya normal. Semua anak Ibu tahu hal itu. semua laki-laki. aku terbangun. Tapi. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. yang terakhir itu bukan manggis biasa.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. juga tapak liman dan tempuyung. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Ia bisa tumbuh di mana saja.ABC Amber LIT Converter http://www." Ayah mengigau lagi. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. yang telah duluan meninggalkan kami. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. bahkan di semen sekalipun. belum pernah bicara. Daunnya tebal. Setiap orang punya perlambang sendiri. obat batuk. bisa teringat selamanya.com/abclit. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Ada Garcinia mangostana.Hidup ini seperti sebuah lapangan.html kabupaten Klaten pun.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Ia cuma melayani dan melayani. kukuh. tentunya. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini."Ibumu tahu. juga di jendela kamar Tante Yetti. lalu sunyi lagi. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara..Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. kebun.processtext. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www. dan nyeri perut. katanya. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. yang sudah punya tiga orang anak. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Air mukanya tidak pucat lagi. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Anak-anak sudah tidur. taman.com/abclit. Meskipun jalanan berbatu. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Batangnya kuat. Tak ada action plan. Tapi malam ini. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. mendengar Ayah memasukkan sepeda.processtext. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Apakah mereka harus dikabari. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. Bukan hanya tapak dara. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Dalam perjalanan panjang hidup ini. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. dan terlalu merdeka. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. berkilat-kilat. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. ada Garcinia dulcis. Napasnya semakin jarang. aku curiga.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Tak ada cetak biru.. elegan. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Ia akan menyusul pohon lontar. ibumu tahu. guru sekolah dasar luar-biasa. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.***MALAM sudah larut. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan.." Ayah mengigau lagi. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini."Jangan melawan sinar rembulan. Garcinia porecta! Manggis hitam. Aku teringat perempuan tinggi.

siapa pun Rrembulan. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. kami tidur di sekeliling Ayah.Si pohon asam jawa. mirip seperti Ayah. Bahasa itu. Mungkin juga lontar. anak-anak siwalan ini. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. teguh dalam badai.Namun. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. Tamarindus indica. bila Rembulan bicara. Atau kelapa.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. dan seindah-indahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. ABC Amber LIT Converter http://www.Sayangnya. Kami tidak boleh berargumen apa pun. Borassus flabellifer yang kuat. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. sadeng. tumbuh rajin. aku terbangun. Ayah seperti batuk keras sekali. Wajahnya pucat. Kalau sedang pemurah. Lewat tengah malam. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Makin tua makin rajin belajar. Ia bisa jadi palem raja. tingginya bisa 25 meter. seperti ibunya. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. kini menjadi yatim piatu. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. kakak dan adikku.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. bila rajin buka kamus. Pencipta alam. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. Bukan nyeri. terkait dengan pemahaman ekologi.Aku senang Ayah banyak membaca. tidak bisa diajarkan. Napasnya kembali tersengal-sengal. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. mungkin juga kurma. barangkali. ketika matahari terbit. membaca berbagai koran dan majalah." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Tetapi. Terserah pada kami. makin ingin tahu.processtext. Ayah menghembuskan napas terakhirnya." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. cantik dan setia. sepertinya semua baik. dan berbuah. Atau ada "rembulan" beneran. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. Melalui Internet. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. Satu per satu. Sejak ada komputer. berpusat di Miami Florida. kegemarannya makin berkobar-kobar. berkembang. persis seperti tertulis di sini. ada atau tidak ada AFTA. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. tetap saja tidak bisa.html . dan si kecil. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. menurut ayahku. Aku pohon manggis hitam.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia.com/abclit. Ia pohon asli Indonesia. Ia mengingatkan orang pada AFTA. kelapa sawit. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Sekarang juga. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. dan American Family Therapy Academy. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. Rumah sakit mana saja. Bahasa itu harus dipelajari. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah.Aneh.processtext.***PUKUL setengah enam.com/abclit. meskipun tinggal di dusun terpencil. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. yang bungsu adalah pohon salam. sejak 1977. Aku membangunkan adik-adikku. Ia terus tumbuh ke langit. kira-kira pukul empat pagi. atau palem puteri. Kalau sedang pelit. ia mirip palem raja. siapa yang mau melawan?Yang terang. Ia tidak takut cahaya Rembulan.html tekun. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. kakak memilih jadi asam jawa. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. sekali! Ibu bukan Rembulan. Semua dilakukan dengan senang hati. tapi menyeramkan. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. tapi siwalan. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. lindungilah Ayah kami. Mungkin Ayah lupa. aku. kami panggil suka-suka kami. "Jangan melawan Rembulan. Sebaliknya. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. Buahnya banyak. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri.

Langit bergetar. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. meremang. Lalu lengang. terdengar berulang-ulang. untuk Muhammad Saleh Kismadi. Ia terus melangkah. Sulur laba-laba menghiasi tembok. itu siasia. Lama.ABC Amber LIT Converter http://www. ada atau tidak ada Rembulan. cermin asbak.com/abclit. Tetapi. menjijikkan.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Meja. almari.. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin.Namun." Atau kecupan mesra di pipi. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Tampak kotor. Berdiri gamang di depan pintu. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras.html . tapi niatnya tak surut. bagai habis terbakar.Malam merayap.processtext. ia masih berdiri di depan pintu. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Juga sayup jerit."(Sebagai ziarah abadi. Masih menunggu seseorang. Lalu. Katanya juga jelas dan tegas. pintu itu belum juga terbuka. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Mandilah dengan air hangat.processtext. Tetapi. begitu miris. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Tetapi. entah dari mana.. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. dan akuarium. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu.Gemetar ia melangkah. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. sepi. Dan ia masih mencoba menunggu. "Jangan takut pada hutan. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Ruang tamu itu kosong. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. Ia tampak takut. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Tetapi. Ia terus berdiri. Dingin menembus tulang. kursi. Menunggu seseorang membuka pintu. Mai? Kau tampak capai sekali. Di dahi. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www. vas bunga. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Mengedarkan pandang.com/abclit. Lama. "Bagaimana kuliahmu hari ini.

com/abclit. Mengkilat. Ia ingin berontak. Membuat tenaganya sesaat lesap.html . Ia lupa. Malamnya ia nyalakan lilin. Tetapi. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa.***BAYANGAN itu begitu kental. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. ya. Melotot. Tetapi. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Ah. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Foto itu buram tertutup debu. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Mengatur napas yang mendadak sengal. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. menggigil ketakutan. Membuat ia kian gemetar. Malam kembali senyap. Tetapi. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah.-ah. menepiskan tangan. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. Tenggorokannya seperti tercekik. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Ya. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Di situ ia kembali terpaku lama. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Wajah-wajah beringas. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Ia ingin menangis. berteriak. Berteriak serupa kesurupan.Ia melangkah menghampiri foto itu. Dan darah. merunduk. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Semua itu begitu jelas terbayang. Ia sangat tersiksa. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. Malam kian mencekam. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Lututnya bergetar hebat. Keringat di dahinya kembali berleleran. dan dirinya tampak semakin nyata. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. memaki. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. tubuhnya huyung seperti mau roboh. mengusap-usap dengan jemarinya. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak lama kemudian. Hingga bulu kuduknya meremang. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling.processtext.html gerutan kasar di tembok. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal. "Tidak! Itu masa lalu. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Di lorong jauh. Ia jongkok. tiba-tiba ia tersenyum tipis. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Ia masih ingat. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang.com/abclit. namun air matanya enggan tumpah. menggeleng pelan. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. mengumpat penuh kebencian. Lalu tawa mereka. ia ingat. Mama. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. berteriak. Ia mengenakan toga. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. ingin mencium bercak darah di tembok. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Juga suara orang-orang itu. hingga wajah Papa. urung. saat ini. Mata-mata merah. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai.

Bergiliran. di sebuah kamar hotel.Akan tetapi. mangkok. ia terlalu letih untuk terus melangkah. Tetapi.processtext. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Berjam-jam. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. mengeluselusnya. Sebelum orang-orang ke luar rumah. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. menenangkannya. Meja.Lima jam setelah kejadian itu.com/abclit. Begitu kuat. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya.. kusut. rak buku. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja.html . Tetapi. Entah apa. Ia terus hidup. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Terus tumbuh. perlahan-lahan tenaganya pulih. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. piring. Gamang. mengusap-usapnya. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Juga sprei di atasnya yang acak.Ah. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. Tetapi. Waktu beringsut cepat. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. Mata mereka menyala.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu.Namun. namun selalu gagal. Juga gelas. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. miliknya. Jantungnya berkeretap kuat. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. selain tampak kotor berdebu. bocah laki-laki tampan. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. harganya pun pasti mahal. juga segelas susu. Letih.processtext. Pelan ia merapat tembok.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Tetapi. sendok. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Menyusul Papa dan Mama. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. sopir taksi itu justru tertawa lebar. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. kursi. Tetapi. Ia ingin mati saja. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu.. Itu adalah kamar miliknya.ABC Amber LIT Converter http://www.Mula-mula taksi meluncur cepat. Hingga ia pingsan. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Dan seperti tanpa sadar. Ia sangat ketakutan.com/abclit. Sebentar lagi pagi tiba. ia takut. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. Menenteng kapak. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. almari. tumbuh. Memberinya makanan enak. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. berkilat-kilat. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Selain itu. Ah. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang.

tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku.processtext. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku.. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.Yogya."Number tenbi. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. Tetapi.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. Ia lalu kunamai Si Peri. Sorry!" kata Si Peri. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. Jadi. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. bergaun panjang. 1998-2002 Kepada Tiankong.. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. sumber wangi aroma melati.. it's mine.. *Depok .Tetapi. Dengan kalem ia menutup bagasi. Itu.com/abclit. Edisi 12/15/2002 OHHHH. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Bisa kupastikan. melainkan. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku.! Yes. Ternyata seat-nya nomor 10-B. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. "Hello. ketat. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. rupanya dialah si peri. panjangnya sebahu diurai lepas. Rambutnya hitam legam. Ia bertubuh tinggi semampai. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta.Ternyata. karena action Si Peri.processtext. Pikirku spontan. berkulit warna almond.ABC Amber LIT Converter http://www. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat.html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. Inggrisnya beraksen Amerika kental. warna merah darah. Kata temantemanku. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat.com/abclit.html . Perilakunya santun. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. suaranya lembut.

. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. saya tidak tahu!" aku berterus terang. "Itu. Tetapi. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya.. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. pertanyaannya mengejutkanku. Materinya terlalu panjang dan rumit. "."Tentu saja Anda tidak memahaminya. maksud saya. tahun '62. menahan tangis. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok."Ke Batu-Malang. Di kota itu nenek saya lahir. Yang saya tahu.."Nah. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Maksud saya Peony Wu. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku.. ya kata nenek saya."Yes! Anda cerdas. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah. Tian-Tiankong itu artinya Langit. Nah. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang.tapi...! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. Itu.. Sedangkan kekikukanku kali ini."O. Saya suka. karena aku sedang memikirkan profesinya. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya.. Ya..""E."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. ia terkena PP-10."Sama.com/abclit. Langit Yang Jauh."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. saya berbahasa Mandarin. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. "."Maaf.. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.. sorry..""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Ironisnya. kulanjutkan dialogku dengannya. Tapi..." ia memenggal kalimatku. Setelah menikah. negeri yang kata waipo-ya.. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh.html kekikukan yang biasanya kurasakan.. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku.. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. saya mau ke Jakarta. Itu. Maka. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. Sungguh. kembali berbinar. "Jadi. bisa juga dimaknakan Surga. memberi makan para pejuang. karena penasaran. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok.Aku bingung. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok.""Nama saya Peony."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. saya mau ke Langit. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu."E.processtext. Miss Peony.processtext. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum.ee.html .. Maka. Nenek saya bilang. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. Biasanya."Ya. sambil mengguncang-guncang tanganku. nenek Anda. nenek saya termasuk di dalamnya.. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Aku tidak memahami alur pembicaraannya." mata Peony yang semula redup. Ini menyangkut sejarah. ia dagang palawija.. Apa sih profesinya?. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. "Hem."Maaf. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. seindah Surga.. karena alur pembicaraan saya rancu. karena kecintaannya terhadap Indonesia. di Surabaya.Miss.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan." ralatnya. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.. maafkan saya. karena saya tidak tahu. "Jadi..nah."Yes. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. dari mana saya harus memulainya. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya.

"tapi." sambung Peony tersenyum getir. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya.."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu.." tanggapku serius.Jakarta."Ohhh. Itu. ia lalu berpesan. Untung.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. saya sekarang punya usaha di Singapura."Saya tidak bercanda.. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. untuk melaksanakan li bagi neneknya. ketika meletus G 30 S PKI.!""O.com/abclit. Sayangnya.." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas." lagi-lagi ia memandangiku. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. Jangan. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. Ia memilih tinggal di Indonesia." Komentarku tentang dirinya. Jangan. usianya 38 tahun. Maka. Kabarnya."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu.html .karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. besar di Amerika. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok.. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis.. tempat itu sangat indah bak surga. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis.. Kemudian.""Ah. Katanya.di Tiongkok. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Suatu tempat yang ia rindu-kan.. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Anda jangan bercanda. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. makanya Anda modis. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya..."Ya.Malang. Tetapi kedua anaknya hilang. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. Kemudian. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao.com/abclit. akhir Oktober 2002 Lebaran. "Oiya. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah.html membuatnya gamang dalam menjalani hidup. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. ".processtext. lahir di Macao. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. usianya 78 tahun.. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. Ia takut. "Nenek saya ada di sini. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. Ia lalu mengajakku ke Batu. buka butik!""O. Jadi. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali.

***MENGGILING.000. Mak bisa ke Malaysia. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam.processtext.000. hanya dua bulan. Setiap gerakan. Bohong. Tolong. Selalu. "lebaran! Kita bisa buat kue. Kue dan baju. Tangan kecilnya menggapai-gapai. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Bagi Openg. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Sudah berkali-kali. Dua bulan. tak pulang-pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Begitu aku pulang.." Atin menyela.. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar..000. itu tepat jelang Lebaran. ***SEGALANYA? Entah. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. mengepak-ngepak." "Tapi .html . yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. nanti...telah menipu. Tak sampai dua jam.. Sebaiknya kau tak pergi. telah tiba saat menggiling." "Aduh. terbatuk-batuk.. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Di hadapan mereka. butuh Rp 500. Bagai tak ada antara. Mak. itu bukan mimpi pertama. artinya menarik jaring. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali.. Dua jam itu.. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Tatapan itu. melambungkannya ke permukaan.. Untuk toke atau cukong saja. Jermal. Tetapi. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur.. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. bawa uang. Dulu. tak ada gelombang." Tapi. Openg terbayang Atin. bilang hanya Rp 200. Segalanya. Orang-orang dewasa itu." "Dah. tetapi semua sia-sia. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. Bang Tohar. "Sudah.. kalau kebetulan tak menggiling. Beli baju. betapa meletihkan. di jermal. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. kalau Rp 200. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. dengan pandangan masih nanar. Jadi. apa itu? Di tengah laut..com/abclit. mandor itu. yang jelas. Tetapi." "Ah. menatap ke arah Openg. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini.. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www. Dibukanya mata.. Mak ini bagaimana. setiap tenaga yang ia keluarkan.. Amri. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Mata itu. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. Betapa cepat. Gelombang membalik. kata Mak. Kenapa bisa datang berkalikali. Betapa melelahkan.. Wajah Atin. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. Pulu.ternyata Mak benar. Openg terus terbatuk. Tenang saja.." "Tapi.." "Ya. telah menipuku.. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. Mak. Lelap saja. Jangan khawatir. Mak! Dan ketika aku pulang. Gelombang. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Dan. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. masih terbatuk-batuk. tak usah mimpi. dilihatnya Ucok.com/abclit. Ah-ah. Kita bisa. Edisi 12/01/2002 AIR. Wajah Mak. Janjinya. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Mak ragu. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. bukan persoalan memutar atau menggilingnya.000 per bulan. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. mengangkat. Orang-orang itu. Dengan napas masih sesak..html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas." "Tapi.processtext." Mak masih ragu. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. Empat ratus ribu rupiah.

"Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. tak ada yang namanya puasa.. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. "menindih" malam-malam.ABC Amber LIT Converter http://www. lima hari menjelang lebaran. tak pulang-pulang. Nenek. satu lagi. Delapan mil.. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Setiap gerakan... waktu itu. benci. Puasa? Ah! Di sini.. Delapan mil. Mak benar. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. Tentang Mak.. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Tentang Atin yang ingin sekolah.html akan sangat kecewa.. Betulkah? ***HARI ini. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. Tertunduk... gempal. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Tentang Nenek. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.. "Kata Amri. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya.com/abclit..sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. melambungkannya ke permukaan. mengalahkan deru angin dan desau ombak. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana.. Tetapi. Tentang begitu pentingnya uang.com/abclit.. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. membungkam mulutnya. "Jika pun bisa. Kembali. aduh! Dua-dua jam itu. di negeri Malaysia begitu gampang. yang tak berhenti sakit.." "O. Lelaki besar. kalaupun cuma menggiling. kemudian dipenuhi pikiran.processtext. dengan berenang!" Openg tertegun.. Tatapan itu. Matanya menatap ke sana. Tentang uang yang.html . "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. Dan. tetapi semua sia-sia. suka." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri.. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. Kenapa!" "Aku tidak bisa. Busuk. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Yang membuat kepalanya.. Soal upah mungkin satu hal. Amri.. tak ada gelombangnya. Bang Tohar (tatapan itu. mengepak-ngepak. Jadi. mereka benar-benar telah menipuku. Napasnya mengoar.akan ucapan Amri.. menggigil. Dengan marah. Dan. kata Pulu. Openg tiba-tiba takut. kerja harus tiga bulan." "Memang tiga bulan. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan.. bila malam. Hahhh. bergegas mencari Bang Tohar. bertemu Atin. kasar. Tak tahan-dan tak percaya. Openg takut). Openg terus terbatuk.. kata orang-orang. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Lututnya.. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Lagi pula. setiap tenaga yang ia keluarkan. mengangkat. kau hanya boleh bawa seratus ribu.. "Hua haha. Ia hanya bisa tidurtidur ayam.. Hal lain.. masih terbatuk-batuk. Untuk sisanya. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Kenapa. lihatlah. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal.. si juru masak. kata Mak. ABC Amber LIT Converter http://www.. Mereka telah menipuku.. berjalan menghampiri bocah itu. Tertunduk. terbatuk-batuk. ingin memekik. Betapa jauh... Ah Mak. Kata Amri.. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah.processtext.. Openg tak menjawab. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. dan takut... Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.. orang-orang kampungnya. kata kabir. Kepalanya jadi sering pusing. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Openg mendapat cerita lain. Ada tangan besar. ingin menangis. Gelombang membalik. pulang?" Bang Tohar berdiri. Mata itu. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. Openg ingin berteriak. Mak. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama.. entah sebab apa. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah.. mata itu. ternyata tidak. sungguh membuat Openg sangat capek. kenapa mereka. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. harus pulang. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan.

tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. pembesar negeri. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. okh! Jangan.. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. jangan. Melawan..processtext.. dan entah apa lagi. dadais.. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. tentang komposisi. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Mungkin karena kecerdasannya. atau Riq'ah dan Kufi. Menurut Hardi.. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Dengan tangan lain. Tentang teknik melukis. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. * Payakumbuh.com/abclit. tidak! Jangan! Kenapa. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. Seperti kebanyakan bangsanya. tentang perspektif. Menendang-nendang. Diewany dan Faarisy. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. surealis.tengah menindihnya. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. hingga kaligrafi.processtext. segera menyambutnya antusias. maka dia pun melukis pemandangan. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget.com/abclit. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. Katanya dia asal “menggambar” tulisan.html . dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. Tetapi. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. Apalagi falsafahnya. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.html Dibukanya mata. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi.. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Dia melukis mulai perempuan cantik. ekpresionis..ABC Amber LIT Converter http://www. ternyata. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. kedatangannya di samping silaturrahmi. Kalau tidak begitu.. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama..

html . “sampeyan mesti melukis kaligrafi.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. dia hanya-atau. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. tokoh wayang. pikirnya. Tiga bulan lagi.com/abclit. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Kadang-kadang sampai subuh. Ya. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Kalau bisa di atas kanvas. ***RINGKAS cerita. lalu katanya.processtext. Kenapa tidak. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu.” “Itu kok warnanya aneh. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. Setiap kali duduk-duduk sendirian. ketika didesak tamunya. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. “Tidak. cat. Hal itu terjadi berulang kali. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. mengapa dia tidak? Namun. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. dia baru keluar. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. tak paham). langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. Nanti sampeyan ikut. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. macan.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. “Itu rajah.processtext. ramai-ramai juga mereka menyemangati. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”.” katanya suatu ketika dalam hati. dia pun bertekad. Maka.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. Saya yang menulisnya sendiri. Tahu kanvas kan?! Betul ya. itu rajah penangkal jin. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. alhamdulillah. Sampai akhirnya.com/abclit. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. terutama seni rupa. Saya serius ini. burung.” “Rajah?” “Ya. Setelah tamunya itu pergi. Tapi. “Ternyata sulit juga melukis itu.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. dan sebagainya. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. namun melihat keseriusannya. kata Kiai yang memberi ijazah. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis.ABC Amber LIT Converter http://www. Nah. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas.” “Wah. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. dan kuas.” tukas tamunya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. dia oret-oret kertas. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. karena sering ditindas.

“apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. sini. dia tiba-tiba justru menjadi tenang.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi.html . Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. “Kemana saja sampeyan.processtext. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Bahkan. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Mungkin mencari-cari dirinya. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. Wah. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. pikirnya. ingin membeli lukisan sampeyan. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. Dia sama sekali tidak menyangka. lalu ditujukan kepada dirinya. Hardi membisikinya. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. baik ibu kota maupun daerah. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. Anda baru kali ini ikut pameran. ABC Amber LIT Converter http://www. mendapat pikiran begitu. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini.000 dollar AS. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta.com/abclit. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. Di samping namanya. Ini. karena tidak memenuhi standar. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. belum juga menemukan lukisannya. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. Wah. apalagi menikmatinya.” Aneh. terserah dia!” katanya. saya langsung tertarik.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. huruf alif.processtext. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. “Selamat. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Hampir semua koran.” Astaga. tidak diikutkan pameran. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung.html merasa seperti diejek.ABC Amber LIT Converter http://www. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya.com/abclit. Dia benar-benar salah tingkah.

Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. Mas.com/abclit. Tapi.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. tak usah saya lanjutkan. ya sudah. Bahkan.” “Jadi. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. Mungkin. “Terus terang saja. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. menurut selera saya waktu itu. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala.” “Lalu. “Ketika saya sudah siap akan melukis. Saya merasa tertantang. “terus terang saja. saya melukis karena dipaksa Hardi. “Ya. “Kalian ini kenapa. sampeyan menggunakan ilmu apa. Cukup alif itu saja. Allahu Akbar. “Begini. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.html . sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. Tetapi. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. Lihatlah.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. biar hanya dengan dua warna ini. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. Tentang proses kreatifnya. Kepada para wartawan dan orang lain. saya sendiri sama sekali tidak menyangka.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www. lukisan kaligrafi saya harus jadi.” katanya sambil menyantaikan duduknya. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. dlsb. Yang saya sendiri kemudian bingung. sebelumnya saya tidak pernah melukis.processtext. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. baru kemudian lanjutnya. Ketika makan siang. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu.processtext. tentang prinsip keseniannya. “mengapa tidak sekalian Bismillah. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. tidak pas. akan jadi wagu.ABC Amber LIT Converter http://www. atau setidaknya Allah. Maka.com/abclit. di gudang kita. dia bisa tidak terus terang.” “Tetapi. memperbaiki letak duduknya. “Tidak pak. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. kalian tahu sendiri. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. “sampeyan menggunakan ilmu apa. Namun. tamu kita yang pelukis itu. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. niat semula begitu. Kalian tahu sendiri. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. Apalagi. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis.” tukas istrinya. tekad saya sudah bulat. Mulailah saya menulis alif.

Tidak seperti ini. duduk-duduk di pinggir jalan. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain." kata Nurmi. apalagi di Simpang." jawab Dirun. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. terutama anak-anak dan yang tua-tua. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. toko kelontong.". orang Koto lebih senang di rumah menonton.com/abclit. restoran.com/abclit. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto.. "kedua-duanya. di ujung Desa Koto itu. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www.. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Toko merangkap warung kopi. Tapi moderen. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang.processtext. Berangsur-angsur.."Menurut kabar yang aku dengar. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. Seperti tersirat dalam namanya."Aku dengar warung kopi.. salon. perempuan setengah baya pemilik warung itu.Akan tetapi. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. dan lain-lain. Karena itu. minum kopi.... Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. "Toko keperluan sehari-hari. belanja..processtext." Cemburu nada suaranya.Kabarnya toko. banyak kabar selentingan tersebar di Koto..Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ.ABC Amber LIT Converter http://www. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk.html . Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. ." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi.

Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. yang lain akan jinak juga. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. tempat itu bagus dan menyenangkan." pembicaraan makin ramai. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu.html memburukkan nama Koto. mereka iri saja. Nurmi orangnya menarik. bahannya jarang." Dia menjawab pertanyaannya sendiri.processtext.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya.com/abclit. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. ya."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku."Ah. dan semuanya sudah merantau. Si Nurmi itu lihat kayanya aja.processtext. Dibangun bertingkat dua.com/abclit. Dia memerlukan mereka. Semua tertawa lagi. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku." kata Nurmi. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya."Mereka tertangkap basah. Atau minum minuman keras dan berjudi. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. kalau tidak boleh dikatakan cantik. Yang jelas. "kau juga bisa begitu.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka." jawab seseorang." kata yang pertama tadi."Dan lahan pertama itu sudah gersang. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. pikir mereka. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. tetapi warung Nurmi tetap aman."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www. "Coba lihat genitnya anak itu." kata yang lain. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. Ini menambah jengkel orang Koto. Kalau tidak ketat.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. Tingkah lakunya tidak sopan. Kini sudah besar-besar. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. tentu aku yang dapat."Kalau kau sekaya dia. Lihat badannya. ketua preman Simpang saat itu." sahut yang memulai tadi. Tetapi."Apalagi. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. pemuda desa menyukainya." kata yang duduk di sudut.Datuak sering di rumah isteri tuanya." kata yang ketiga."Benar apanya?" kata yang pertama. Penuh gairah hidup. "Dan Nurmi pasti subur. di belakang. Ada unsur iri di dalam masyarakat.ABC Amber LIT Converter http://www." katanya sambil tertawa keras. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun.""Jadi. paling tinggi tamat SMU. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. Dia pintar. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya."Ya. Selalu bicara dan suaranya keras. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. Bicaranya lancar dan masuk akal.html .Nurmi tidak seratus persen salah. Sekalipun terbuat dari kayu. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. mungkin Datuak itu yang gatal." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. "berapa."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. Dia bersekolah sampai tamat SD saja."Siapa tahu. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. Yang lain ikut tertawa. jadi perlu lahan subur yang baru.

Ingat. Yang penting apa yang dipikirkan orang. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Dia menikmatinya.""Ya. Suatu hari. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. tapi mulai berani.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. dan lainlain. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Yang penting apa yang dipercayai orang.html .."Pintar sekali." kata Nurmi lembut.. Dia kaya.com/abclit. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. Terus terang. kalau mereka tahu." kata Nurmi. Kebenaran tidak penting. Yang lemah tak kuasa melawannya. Aku ingin hidup bahagia." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya.""O. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga. Dia membiarkannya.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi.ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa benar. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Amran kaget." kata Amran."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. kan?" kata Amran gagap. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk.com/abclit. Peresmiannya meriah."Tidak?""Dia yang menggodaku."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. mengabdi kepadanya. Amran. Ya."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Mencuri suami orang. tentu aku dan keluargaku akan malu. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Aku bekerja dengan dia juga. hidup kita tidak akan tenteram. Merusakkan keluarga orang lain.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya."Kak Nurmi pin. Amran kelabakan.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Begitulah. Di rumahnya. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu.processtext.processtext. kami miskin. Penuh siang malam. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www. di bagian bangunan di sebelah jalan. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. Hamil tanpa suami. Separoh lagi menerima. menulis kisah kehidupan Desa. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. Amran. Di tempat tidurnya.""Jangan lupa. pakaian."Diciumnya Amran yang menggigil.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. Nurmi lebih berkuasa. Ingat itu. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Dia terkejut dan gemetar. Pasti suaranya. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. di sawah dan ladang. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. ada yang kami perlukan dari dia. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Tapi bisa pula dibuat gampang. Dia tahu di antara mereka. bukan karena kedinginan. Sejak itu. alat-alat sekolah. Diremasnya lengan Nurmi. Kalau mereka tahu. Nurmi pintar mengatur siasat. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. pintar merayu. Tidak lupa. Yang kuat menentukan berita. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. ya pekerjaan rumah. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. Di luar warung hanya ada bisikbisik. Separoh hatiku enggan. aku ditidurinya.""Seperti sekarang?" kata Amran. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. tak tahu harus mengatakan apa.

pemuda yang duduk dekatnya itu. Mentang-mentang kaya di rantau. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Direbusnya air seperiuk lagi. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. ya. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya.processtext. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Maman. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang.""Iya." Ada rupanya yang memakan umpan itu.""Mungkin Setan Api marah. ya. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu.com/abclit. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Ruangannya pakai AC. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Alex.""Ini kan memajukan Koto. ketua preman Simpang. Termasuk ketuanya. "Kalau pun ada yang iri. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. ah. Jam dua dini hari itu. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku.html banyak langganan. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa."Ya. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Dia bersenang-senang entah di mana." kata yang lain. "Tapi siapa tahu." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi.html ."Api! Api!" Simpang gempar. Membuat usaha di sini." kata yang menyela tadi.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai." pemuda tadi bela diri."Banyak.com/abclit."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan.processtext. Dengar saja ocehan orang. "Sok."Masa!" protes yang lain. aku pikir begitu. Tetapi dia masih untung. orang yang punya itu.ABC Amber LIT Converter http://www."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. kan. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www."Bisa saja. Plaza Koto dilalap api. Pelayannya muda-muda dan cantik. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya." sela yang lain.

com/abclit. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan.." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. tak ingin tinggal di Jerman. Alex tidak. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. WWW WAku spontan berdiri." perintahnya tegas. Sejak turun dari pesawat RRC itu." jawab sahabatku agak menggebu. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. lebih dari tiga kali." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www. Tersenyum saja pun tidak. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Ketika itu dia memancing-mancing. Follow me please. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin.. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku.com/abclit.. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok.. Tentu ada sebabnya. pasasir lain pun tidak.processtext. ingin mengorek informasi tangan pertama. "Sorry. tinggal satu rintangan saja. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. "Keluarkan semua isinya. ahli tak kurang. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). nampak tak senang bahwa mataku meleng.. Dia tentu cuma pura-pura." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka.html . Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.html menjelang Natal tahun itu. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ.ABC Amber LIT Converter http://www.. Karena malu. Jadi. Jerman Timur maksudnya. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1.. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue.." Pejabat itu diam.processtext... Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. tapi mengangguk-angguk. Bisa studi di sana jurusan apa saja. "Tidak. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. padahal kami saling pandang.. dia mencegah. Di luar dugaanku dia bersikap begitu.. Sebuah layanan berlebihan. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. bahkan bisa minta Stipendium3. "Tuan tentu keliru." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya." kata petugas itu kepadaku. Alex nampak sudah lemas dan capek. Tapi. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu.. be hurry. penduduk melimpah.. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. tampangku. Ketika melewati kelompok itu. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. tapi karena cuma aku yang disasar.." bantahku. Tapi. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. industri galak. minyak banyak. Alex dan aku. mengapa kami pergi ke barat. Barangkali pakaianku. apa sebabnya? "Follow me sir.. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen." tegur pejabat yang menggiringku." terkanya. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa... "Take it with you. "Tak mungkin keliru. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. Mendegup juga jantungku ketika itu. namun bukan tanpa alasan.

Isi dompetku dua ratus US-dollar." "Just a sentimental journey. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. Jangan ragu Sir. Paris. Mereka suka!" "Saya percaya.processtext. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar.processtext. Aerovlot siap berangkat.." katanya tiba-tiba." elakku.. Lain tidak. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi." "Maafkan ya. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. Sir. teliti.. suaranya sedikit berbisik. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www." jawabku.html merenggut mantel itu. saku-dada kiri-kanan. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. please. "Dua ratus dollar. Tapi. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. juga ketika mengurus visa bersama Alex. this ugly me. the best in the world. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan. sekadar ingin mengakhiri percakapan.. please. Aku mulai yakin akan kejujurannya. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Aman.I've just forgot it. aman saja. Indah bukan main. "Nothing more?" "That's all. singgah di Moskwa. padahal valas barang langka di sana. What a wonderful journey you have. Sekali lagi alisnya mengkerut. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku... Sir. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. "Sayang. Sir. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Bila aku tak hati-hati. Nothing to do with customs. ". Semua kuletakkan di meja." Dia tergelak.. Gunakan kesempatan." jawabku. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. Tuan mesti nonton Bolshoi. Sir. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya..com/abclit." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. Tapi. Cuma stopover... menaruhnya di atas meja. "Keluarkan isinya. Amsterdam. dia mendesak lagi: "Anyway.. Pas-pasan saja seperti kursnya. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet.." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. segenggam permen kecut. "Sorry.. "Bakat itu tak perlu. Stockholm. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. Tapi. berdisiplin. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. bisa celaka seperti ikan kena pancing. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. Dikendorinya tali kantung itu." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun.. Bisa beli dari saya.html . "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. saya tak punya cukup uang. ". Bernstein Siberia itu top quality. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami.. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Dia tidak menaruh selera. keluarkan semua isinya." jawabku ringkas. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa." kataku. tidak. "Permata Bernstein murah di Moskwa. Sir." aku pun makin berhatihati. "Tidak. Ternyata. "Don't worry.." bantahnya. tiba-tiba aku khawatir. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. "Saku-dalam. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. Itu saja isi saku mantelku. Sehelai sapu tangan. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. "Kalau saja ada waktu." sesalku... tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Aku mendadak khawatir. Meski kami bukan diplomat.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

Hampir-hampir kami tak percaya. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.processtext.. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC.. Stopover di Omsk berlangsung dini hari.com/abclit. Urusan Alex lain lagi. follow me!" "Sorry." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. Tanpa keterangan apa sebabnya. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan.. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau.?" aku ganti membelalak." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya. "What?" bentak si petugas. takkan kulepaskan. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. "Pasti tidak.. Have a beautiful journey. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. thank you.." tolak Alex. no. "Follow me. Kami tak mengalami penggeledahan. tapi tetap saja purapura tak melihatku. "Fine. "Tadi kukira kau tidak diperiksa.. "Tapi.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku." matanya membelalak.. oooh. "No.. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. "Hallo! Stop!" cegah si petugas." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku.. tapi itu benda kenangan. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. berdiri di sisinya. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku... Dibiarkannya aku keluar sendirian.. kebelet nih. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. Malah mirip pasar loak. Komentar Alex: "Gila kau.. Aku sengaja mendekatinya." kata Alex. Wajahnya nampak riang. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku.. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata... menyadari kenaifanku sendiri. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". mendadak lupa Inggris-nya... Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. "Impossible!" "I say. Sangat mendesak. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat.html . sial.ABC Amber LIT Converter http://www." Disalaminya aku. Perutnya mulas. Tapi." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. "I must go quickly right there.. lalu lari.html mengangguk. Apa yang tadi kualami kubisikkan. kulihat Alex masih berada di tempat semula.... Dia pasti tahu." "Ha. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa... Sir!" perintah si petugas. Si pejabat ternyata toleran. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www... tentu tidak terang-terangan. My stomack. Kalaupun ada penggeledahan."6 Aku pun bungkam.." kataku. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel..com/abclit. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen.. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. sir.processtext. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. Menggeleng juga tidak. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan.." sahut Alex.

Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan." perintah yang itu-itu lagi. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. "Kami mau ke Jerman Barat." hampir bersamaan kami menjawabnya. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku.. tapi kami bungkam. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Bung. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini.** Paran. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian.processtext. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. "Follow me. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Aku kini yakin sekali.com/abclit. Harap jangan repotlah. buat sementara segalanya telah tersedia. menyambut salam mereka tanpa ingat nama.html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. pikirku. Segera pula aku sadar. "Yes. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. please." jawab Alex. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Terima kasih atas perhatian kalian. Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Kali ini pasti urusan gawat. Semuanya permata palsu dari plastik. tak berani berbicara. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Menawar pun tidak. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. juga pada diri sendiri.html . mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir.com/abclit. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. Beberapa toko permata menolak membelinya.. Bung. Lebih tak masuk akal lagi. di sana ada kenalan. "Jangan kaget. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka.. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www.

com/abclit.processtext. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya.ABC Amber LIT Converter http://www. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri.html Sumber: Kompas. tidak.. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu... Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. Ini suasana Gothic. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku."Rahmat. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. terlihat kusut-masai."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. dan gentar. ia bolak-balik menuju dapur.. Belum selesai. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya... Kain putih korden jendela bergerak-gerak.. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok..Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara. ketidakberdayaan.com/abclit. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. Atau memang tak pernah terselesaikan. meski agak pucat. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan.. gelap. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. kecemburuan. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu.. terus menunggunya.html . Rambutnya panjang. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. ia benarbenar datang."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali.... Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan.. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. ingin tahu..processtext. jawaban atas doaku.. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan. dijadikan gudang. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www. kegentaran. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Pantas.. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya.. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. Nosferatu. Tak ada yang bisa melihatnya." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. Jantungnya berdegup-degup. Asap rokok mengepul dari bibirnya. Begitu pikirnya. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon.

Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Tak jelas. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. Hanya saja. bahkan bisa tak terkontrol.com/abclit.. muncul kebahagiaan luar biasa. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal..Hua-ha-ha-ha. Jangankan menangkap dan mengadilinya. paranormal.""Dia suka menertawakan mereka. kebahagiaan atau kecemasan.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www."Aku takut ditinggalkannya. Menunduk. seperti ledakan tawanya tadi. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata."Kau perlu pastor.processtext." yang lain lagi memberi nasihat." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir.. mengapung di atas sungai yang tenang. masuk dalam dunia kegelapanku. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. Mari. Hatinya berbuncah-buncah. sejuta kali. Suara tawa meledak. benak saya. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar.. Datang setiap kali. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. senyum atau tangis... pejamkan matamu kekasihku. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Pada kali lain. kepastian atau ketidak-pastian.. atau. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.Aneh. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Dadanya turun naik."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Akan tetapi."Kalau begitu kau perlu dukun."Belum selesai wanita itu berkata-kata.processtext. "Pejamkan... Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. tersadar dari mimpinya.. dan seterusnya.. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. sebagian menutupi kening." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu.. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut. Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam. Dalam kegelapan. Dengan mata terpejam.Diakui berkali-kali oleh wanita itu..Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. . Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau.ABC Amber LIT Converter http://www.. karena matamu hanya akan melihat kenyataan.. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. seribu kali. Setelah agak tenang. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur.."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya..html .dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa." katanya.. "Tutup.com/abclit.***DEMIKIANLAH. tutup matamu. tidak kering tidak lembab. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib." jawabnya. kamu mengaku takut atas kedatangannya. Rambut itu begitu lembut. Wanita kita menjerit. baru dia menyalakan rokok. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. "Tutup matamu.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya.Aaaaaahhhh."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

processtext. penuh cita-cita.com/abclit." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. menghabiskan hidupnya di kota. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. Usia Anda masih relatif muda. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Mulai bulan depan. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. tidak memikirkan keluarga demi karier. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Ia memasukkannya ke dalam amplop. lima puluh tahun silam.. Ia berjalan gontai menuju kantornya.html . mengetuk pintu. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Ia diam. di tangan seorang pelukis yang gamang.ABC Amber LIT Converter http://www..html apa.com/abclit. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www. tidak memikirkan orang lain.processtext. Ia merasa sia-sia. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. demikianlah bos berkata. dan kemudian. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. menaruhnya di atas meja sekretaris. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Bernard agak was was. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. dengan kanvas yang masih separo kosong. Masa depan Anda masih terbuka.. Ia menatap sekelilingnya. * Bandung. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Minggu berikutnya. Sore itu. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. dan kemudian duduk menghadap meja. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. menulis surat untuk sekretarisnya. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai.

"Bagaimana dengan jantungnya. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian.Anak-anak yang sehat. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. Sambil memegangi tangan Astri."Sehat.html . Ajeng (10). Di sisinya. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Astri bisa dibawa pulang. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang.Saya kaget lalu berteriak. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. saya pikir. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. dan kelima anak saya itu . tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya.Ketika adzan subuh terdengar." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. dan berdoa. dan periang."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. menari. Saya ajak mereka menyanyi.Astri (12). Astri telah tiga hari pingsan. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. dan Ayu (4) . satu untuk istri. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. siapa pun bisa pingsan. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. Antok (8). Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour.html Sumber: Kompas.com/abclit. Astri saya peluk erat-erat. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www. dan berdoa. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. Masih dalam keadaan pingsan. Ajeng dan Antok. "Nanti kalau sudah siuman. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. satu untuk anak-anak. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Koran Tempo. energetik. maupun Republika. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. Itulah yang pokok. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. menyanyi.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. adik-adik Astri. Selalu bertemu setiap hari. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail.processtext. Dok?" tanya saya."Karena kaget. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. paling tidak. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.com/abclit. Agra (6)." jawab dokter. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Media Indonesia. Jika mau bersedih. Dunia memang penuh penderitaan. dan satu untuk saya. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering.pun menari. Menderu dan melakukan zig-zag. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. anak saya yang berumur 12 tahun. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya.

Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari.""Ya.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. Tidak pernah mengeluh. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. Saya tidak berani.""Totok enggak berani. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari.""Dobrak!""Enggak berani. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. Bagi kami-saya dan anak-anak.Dengan kamar barunya itu." Dia hanya menjawab dengan senyum.processtext. tetapi enggak ada sahutan. Kami semua sangat mencintainya. kamu bertengkar. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali.tak menjadi soal amat. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya.. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. tetapi kami. Pak.""Sungguh tidak. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. anak-anak dan saya. sekarang berkumpul separuh keluarga.ABC Amber LIT Converter http://www." sahut Totok. kok pakai dikunci segala."Sebelum ke rumah sakit. mamanya anak-anak.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta.""Suruh Totok mendobrak. Tetapi. dari hobi sampai jenis permainan. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. Bawa keduanya ke mamanya. Bu. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar.com/abclit."Itulah."MULA-mula Laksmi.""Enggak berani. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya." desak saya. saya mau bicara. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi. Pak.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. bungsu kami. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Saya jawab. tak boleh menjenguk kamarnya. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. neneknya anak-anak..html . Pak. sopir anak-anak. ibu Laksmi.""Mana Totok. "Ada rahasia apa. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya.Di kamar Astri. Tentang sikapnya ini. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. keluarga dekat dan teman-temannya. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati." teriak pembantu dari rumah. Pak. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri.processtext. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya.""Ayolah. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. yang agaknya berada di samping pembantu.html kolokan. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri."Dobrak pintunya. Pak."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Air mata saya terus berlelehan. begitu cermat dan cekatan. Pak. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www.""Mohon maaf. terima beres.com/abclit.

Dia tak mau membuka pintu kamarnya. Laksmi tidak mau ketemu Ibu.""Apa?""Aneh. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan. tidak meronta-ronta. Sopir saya perintahkan ngebut.Ajeng.'"Seperti tersadarkan. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. telah kembali merapat ke tepi. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. Malam yang khusyuk.processtext.""Kamu suaminya kok enggak tahu.com/abclit. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Laksmi tidak kelihatan.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu.Tak terduga. tetapi dia tidak mau. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.html . terguling ke samping. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. si bungsu. Untung Ayu. Bu. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. di taman belakang rumah Eyang. Astri terempas. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali. para pembantu kaget menyambut kami. meminumnya lalu melemparkan gelasnya.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya."Ada kereta api lewat.Telepon genggam berciluit. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri.""Sudah saya suruh. Mirip reuni keluarga. geliat rel pada tikungan."Bisakah saya mengejar suara itu. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat. Malam yang berbeda. berhasil membangunkannya."Ibu merahasiakan omongan dia. Tiba-tiba Astri berteriak. Sampan yang menjauh ke tengah danau. kencang sekali.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. kereta itu lenyap ditelan cakrawala.""Aneh. Antok. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. dan Surabaya. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Yogya. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Kami tidak pulang ke rumah.processtext.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Solo. dan Eyang Niniek saya bawa serta. angin menderu. Saudara-saudara kami di Bandung.Sesampai di rumah. Juga teman-teman Astri di sekolah. Ayu. suaminya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. pingsan lagi. Tentu ada yang hilang. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Kami pulang ke rumah Nenek. menderu menyibak tanaman. di tepi kolam ikan koi. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Agra. Kami beramai-ramai memasukinya. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri.ABC Amber LIT Converter http://www. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. diam. Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh. dengan peluitnya yang panjang.html tak bisa dihubungi.""Benar. berderak-derak. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh. Angin malam yang berembus pelan.com/abclit.

""Kamu. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Papa yang curiga. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita.com/abclit.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Saya terduduk di pojok. Saya tak peduli. api tiba-tiba terhunus."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Tak ada sepotong pun perabotan.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Saya merasa diperlakukan tidak adil. bagaimana. apa kata hatimu. tetapi ada. ABC Amber LIT Converter http://www.""Papa. Di dapur.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus.""Papa malu. pak. Setiap hasrat menyimpan nafsu. kamu curiga. Laksmi tidak ada. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. Saya minta sopir untuk membongkar plafon.processtext. penuh kegembiraan. Kami persis anak yatim piatu. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis." jawab pembantu. Lalu kami berkumpul di pojok kamar.html kamar itu kosong-melompong. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi."Kamu gila!" bentak saya. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. di depan kompleks TVRI."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu.?""Cobalah berterus terang Astri.com/abclit. pak. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri. dan tindakan yang tidak masuk akal. Di atas karpet. ya. Setiap perahu menyimpan gelombang."Jus itu selalu habis diminum ibu. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun.""Papa."Kamu pikir. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Air mata saya berlelehan. pak. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Kamu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.processtext. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu. Seketika saya terkesiap.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. berterus terang. he!""Ibu tidak ada tapi ada. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu.""Nah. Saya harus mencari sebabsebabnya. dendam.html . untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi.ABC Amber LIT Converter http://www..Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya. Menyaksikan keadaan itu. Pada pukul delapan sehabis makan malam. Lalu tercipta jalan setapak. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden..

saya berdoa di pojok." teriak anak-anak tertawa penuh canda. Kamu tahu. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali. Mama curang. Berkali-kali."Saya intip dari pintu. saya sadar. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Suatu dosa besar. Beban pekerjaan terlalu berat. Kami terkepung tembok.ABC Amber LIT Converter http://www. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. Saya telah mengacaukan segalanya. apakah saya punya salah padamu. Saya tak bisa menerima ini semua. dengan kesetiaan.processtext. Kasih kesempatan. barangkali. juga bersumpah. Kasih kesempatan kepada saya. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. anak-anak sangat membutuhkanmu. terdengar dari dalam kamar Laksmi. maafkanlah saya. Lebih-lebih saya. Laksmi. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga."Mama curang. pelan saya masuk. Memang. Di depanmu ini. Engkau suci. saya berselingkuh. Kamar itu temaram. Laksmi. saya bersalah kepadamu.processtext. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. dengan kedisiplinan. Saya harus merebut kembali Laksmi. Dengan ini saya berjanji. Laksmi. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah."Tangerang. Secara sadar saya melakukannya. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. berteriak.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor.Ketika malam telah hening. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. habis Mama enggak kelihatan.com/abclit.com/abclit. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Saya telah merusak rumah tanga kita. sih. dengan keyakinan penuh. saya minta maaf. inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Perjanjian baru perlu ditandatangani. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain. saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Benar. Setelah shalat istikharah. Saya paham sekali sekarang. Laksmi. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Ini keterlaluan.html . Itu kesalahan besar."Laksmi. Ketika Astri bertanya."Tentu saja Mama selalu menang. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. anak-anak tertawa. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. "Maafkan saya. Mencoba memusatkan pikiran." bisik saya. Kembalilah. Maafkan saya. saya mengakui.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Saya tak mampu melakukan pilihan. Laksmi sedang saya profan. Ini gila.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu.

. Lebih baik Taro tidak memasak. Penampilannya berkilat-kilat. suamiku. Nah. Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya.. ee. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O. lalu membalikkan diri ke arah lain. tetapi ujungnya seperti celurit Madura. pancaran ketajamannya.. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. maafkan aku!" mata Naomi memejam.com/abclit.html . Ya. Yogya. bagaimana itu?" aku penasaran. "Ya. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. memunggungi pisau yang berkilauan itu. tetapi berusaha sok kalem... bentuknya cukup aneh.html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Lucu-lucu seram. paduan antara golok dan celurit." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. Katamu. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni. ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Pisau kesayangan Taro. aku takut sama pisau itu. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur..." selaku.. "Nah. di pinggiran Tokyo. Malam itu. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif. "Lucu. "Lho.. eee. Eee. pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro. kisahnya! Ya. pisau itu menakutkan. ya. "Naaah. kau takut. "Eee. ketika aku belajar di Benua Kangguru. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. lalu menikah... ketika aku berkenalan dengan Taro. aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan. sambil mengikuti arah muka Naomi." tiba-tiba ia tertawa.processtext. Maka. ya. dan pernah berkunjung ke Jakarta. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya. Taro juga dilatih membuat pisau." Naomi mulai bercerita. Tapi. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. "Lucu." "O. "Pisau itu.Ini pisau dari Tokyo..... Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja. kalau kau takut. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap.. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. sharemate-ku (teman serumahku). kisahnya. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. Maka. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam.. ia lalu diasuh Paman Tsuda. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Tetapi. Heehhhh.ABC Amber LIT Converter http://www. untuk kami tempati bersama selama dua tahun. maaf. Maka. memangnya kenapa?" tanyaku heran. khususnya sate ayam Madura. sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo.com/abclit.. Oke?" kata Naomi. Maksudku. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi. tetapi tawanya sumbang. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa... Oya. kok tertawa.processtext. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging. you saja yang memotong-motong daging ini. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. aku memang takut." sambungnya. aku yang mengupas rempah-rempahnya. maksudku.. dan Bali. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya.. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. malam itu kulihat sebilah pisau besar.. Naomi juga suka masakan Indonesia. Kami pacaran tiga bulan. tapi.. "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www.." Naomi masih tertawa. lucu-lucu seram. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. lincah.

suka membanggabanggakanku. "Makanya.. tiga bulan lagi.. "Lho.. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini.. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini. indah sekali. babak belur........ pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro.. suami Naomi. kalau suamiku nyusul aku kemari. di Australia ini. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu. dia sangat mencintaiku. "Ya. karena ingin menginjak tanah. hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar. "Ini dia yang lucu. menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku." Naomi menggelenggeleng. karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu." jelas Naomi. "Makanya. Itu. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku.. Maksudku. Katanya. seperti berbisik. Maklum." suara Naomi tiba-tiba merendah. bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku.." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. dia mau melamar jadi PiAr... "Sampai begitu? Ohhh. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. ketika Taro mengirimku belajar kemari ya.. sungguh menyeramkan.. Jadi... yang kubenci. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain.. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. kapan dia kemari?" aku ingin tahu. Atau. Paman Tsuda mendesakku. aku tinggal bersama Paman Tsuda. Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro. lucu yang sekaligus seram. aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek.. agar aku bebas dari. aku sebetulnya tidak happy. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. dan payudaraku akan birubiru lebam...ABC Amber LIT Converter http://www.. ia ingin tinggal di rumah besar.... Lalu. ya.html ... Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini. bagaimana?" desakku.jauh darinya." "Ya. karena kau cantik dan pintar. apalagi lubang vaginaku.. hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. "Nah. "Ya. mau dia memang begitu. sering terlintas dalam benakku... Tapi. "Apa Taro..com/abclit. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi. Maksudku.. Maka." "Oh. jelas... mungkin. "E. "Maka. maka tubuhku hancur. itu yang kutakuti." komentarku. "Ohhh.. Dia ingin tinggal di Australia. Tapi. "Kok sampai pamannya bilang begitu. Naomi!" desisku dengan bingung. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. no. karena aku merasa tidak memerlukannya.. payudaraku juga nyeri.... aku senang. Yang memerlukan pisau itu Taro. sebelum ia jadi share-mate-ku. sebagai penegasan. ee.com/abclit. paling tidak . "Ya. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya. Aku biasanya jadi malas keluar rumah." Naomi memintaku bersabar.processtext.." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. dia punya kelainan. leherku. kalau Taro menyeleweng. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali. Ceritaku belum sampai ke pisau.. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen... kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga. "Ya.! Ya. pisau itu bisa kujadikan senjata. untuk keperluan segalanya. Selain sakit. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal.. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang....permanent resident di sini. bagi Taro.. "Okay." "No.. Taro bukan laki-laki tipe itu. maaf.processtext. Kata Paman Tsuda. tapi." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu.html dulu. setelah aku jadi istri Taro. Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter. perutku. "Sayangnya. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi." "Heehhh. Pangkal pahaku." Naomi memandangiku.. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Aku menolak. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah.

Maka. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. Sebelum Taro datang.. Di balik tawaku. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo. Karena. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya.. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. pisau ini akan kuberikan padamu. ya." "Ah. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa." "Mudah-mudahan. karena kuliah Naomi." mata Naomi sedikit berbinar.html .. Naomi belum pulang?" tanyaku." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. saat memotong apa saja: dari bawang putih. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya.. Benar kata Naomi. untuk makan malamnya bersama Naomi. barangkali ada meeting-kerja grup. Maka ia lalu kuhibur sebisaku.processtext. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. "Tapi. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. seledri." Taro memandangiku dengan mata kosong. Bukan main. suaranya berat dan patah-patah." "O. Maka. Naomi belum pulang. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku.. lebih tajam dari pisauku." Naomi merendah. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. tidak semua orang Jepang begitu." "Ya. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. Naomi tidak pernah ke dapur. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. "Bila aku berpisah denganmu.. Jadi.. "Taro. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. dengan alasan. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia. untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya." seruku.. banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini. hingga ikan dan daging yang diolahnya. Jam telah menunjukkan pukul 21." sahut Taro dengan sikap tenang.. agar tanganku tidak teriris olehnya.com/abclit. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini. Bersikap tenang. aku memang sering tukar-menukar makanan. Aku juga tidak memegangnya...ABC Amber LIT Converter http://www. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www. "Taro. karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. "Ya.. barangkali. untuk kenang-kenangan.. "Taro. Atau. "Walau Taro sudah manager.processtext.. suka memukul dan menggigit pasangannya. Kulihat. pisaunya tajam sekali. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. Terus terang.com/abclit. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore..30. "Yuk. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. Orang Jepang uangnya banyak. sekarang kita bikin sate ayam. Maklum. Aku tahu. kalau ia memasak. ia ingin mengeluh kepadaku. jangan takut. student IT memang banyak tugas.. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Jadi." sahut Taro. tetapi gajinya tidak besar. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. tetapi ditahannya..html Australia. daun bawang... Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun.. Sejak ada Taro. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi.

" tuturku. kupikir..processtext. Ia berkata. Padahal biasanya. Kuperhatikan. very good! Very good!" Taro menanggapiku. Aku mengenali rambut itu. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. Hari berikutnya. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Begitu. Seperti biasanya. sebelum polisi menangkapku. merancang program juga bisa di rumah. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. ia menanyakan keadaanku. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas.. "Itu. kami dituntut banyak membaca. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan.! Tapi. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara.. Tapi. ya. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Dan.. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung.. menuju ke kamarku. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus.. Naomi pulang terlambat lagi.. betapa tampannya Ferdinand. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. "Jangan masuk ke kamar dulu. "Ya. Atau. "Apa maksudmu. ke apartemen kampus Blok A. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya.. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. Memang sih. Naomi. aku menjawab: fine. rambut Naomi. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www. Bisa ditebak.com/abclit. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Ferdinand memang tinggal di Blok A. dan pulang ke rumah pukul 21. Seperti biasanya juga. "Malam ini Naomi tidak pulang. Taro tidak menjawab. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. Aku jadi ingat. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. Naomi dan Ferdinand naik lift. kan. otodidak. begitu?" Aku diam saja. ada meeting. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya.. tentu bukan bandingan Ferdinand. Setahuku. Iya. kupikir. thank you! "Ohhh.. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. nadanya tenang..html . sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. Aku buat sushi dan sup sirip ikan.. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand." kata Taro. tapi membuatku terkejut. makan malam bersamaku. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. teman sekelasnya. Ohhh. Meskipun demikian.. kalau memasak pukul 18.. Naomi ke Blok A. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. selalu pulang terlambat.html "Tergantung fakultasnya. Sampai di rumah. terlambat lagi. Tapi. ke kamar Ferdinand. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan.com/abclit.. yang menggandeng Naomi.!" sahut Taro.." sambungnya.ABC Amber LIT Converter http://www. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. Terus.. dengan suara tenang.. Pikirku.. jadi selama ini. "Mari...00.. Taro?" tanyaku spontan.. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. Aku mengundangmu makan malam. Lalu. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. di kampus. Maka dapat dibayangkan. Kalau aku.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Taro. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya.00 dan wajahnya ceria. Lalu.processtext. nama sebenarnya Ferdinand. yang ambil ilmu sosial ya.

Rakyat melakukan doa di atas perahu. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. dipenuhi dengan sardencis.. Harga kurs dan saham. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung..processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Kota ini selalu ramai dengan berita. Aih. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. lalu lupa segalanya."Buset.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas.com/abclit. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. karena kepalaku tiba-tiba pusing.html tidak bisa memenuhi ajakannya. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya.html . Pisau jagal.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. sosis.! Kenanganku di Gold Coast. kenaikan terigu. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu.Aku membeli koran pagi itu. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota.com/abclit. dong.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. dan mentega. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. perutku mual. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. juga tentang kematian gubernur. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www. banyak jalan yang berlubang. mataku berkunang-kunang.processtext. Jakarta. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Ada bandar heroin yang tertangkap. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Kedubes Amerika ditutup. Uang beredar trilyunan dalam sehari. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo.

anakku. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. matanya berubah menjadi sumur yang dalam.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. Mereka mendapat pengawalan super ketat.ABC Amber LIT Converter http://www. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. airnya jernih.Jilan.processtext. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. bukan? Dan mimpi buruk. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya.com/abclit. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. karena orang yang berusaha menutupnya. sering melihat ke sumur-sumur itu. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Sejak kejadian itu.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Kota terasa lebih sepi dari biasanya.Tidak usah khawatir. jutaan warga dalam waktu cepat. Dan setiap ia pulang. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya.com/abclit. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. setelah melihat sumur-sumur itu. Tangisan yang sedih dan pedih. Gejala lain kemudian muncul. tak henti-henti. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. Pohon mangga gatal-gatal. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. dong.html . Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. mesinnya seketika mati. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. yang airnya jernih.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman.processtext. Masalahnya tidak sederhana. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. Tetapi apa bedanya. ABC Amber LIT Converter http://www. akan ditembak di tempat. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Warga kota hanya soal hitungan pajak. Airnya jernih. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. kualitas itu tidak penting. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. Tidak banyak kendaraan yang lewat.

Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku.Kalimalang. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari.. Tapi berwarna merah seperti tomat. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. bahwa aku hidup!""Lihat. deh. bukan?" teriak mereka. Pohon yang berbuah. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. rumah untuk bercinta. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Orang berjalan seperti tarian. Dan kau tertawa mendengarnya. Pakaian mereka.processtext. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu."Morgen. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan." kata Jilan. lihat.. ada wortel. pada setiap udara yang kuhirup.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota.SUATU hari."Kota ini. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. ada.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aduh.com/abclit.. Cinta adalah . Uang pajak untuk pemerintahan kota. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. Princess. pada setiap air yang kuminum. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. dan terasa halus.. entah siapa yang memulai. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini.com/abclit. sayang. Mereka hidup seperti tanam-tanaman."Ayah. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Gerak menjadi normal.processtext. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Darah yang lama." kata Princess. aku baru bisa merasakan sekarang.. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. ada tomat. aih. Kulit mereka.. Semuanya. aku hidup. aku baru percaya sekarang.html . seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. "Lihat..Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. tanaman ada di sini. Dan cinta.. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. segar. natural. ada cabai. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Waktu juga berjalan normal. kini. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta.

aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Semuanya sudah kulupakan. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Kereta api itu lewat begitu cepat. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. seperti angan-angan melintas.processtext. tampak ia baru saja keluar rumah. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Pemandangan itu bagiku memilukan. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya.processtext. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali.html . apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali.

Langkahnya berat dan udara begitu dingin. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan.processtext. tidak pernah kukatakan. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi.processtext. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. Bukan di luar daerah itu. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. Kenanganku adalah bunyi genta itu. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia.com/abclit. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. sekali. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat.com/abclit. tidak pernah kuapa-apakan. senyuman yang manis. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. seperti tidak pernah terjadi. daun berguguran. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya.html . dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. meski tetap saja teringat sampai mati . tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Hmm. ombak menghempas. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu.

Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. dan melang-kah ke padang salju. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. sepanjang padang. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. Ia mengikuti jejaknya. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela." "Aku memang tidak ke mana-mana. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju. bukan hanya sedetik sebelumnya. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. mengikuti bekas jejaknya kembali. Sayang sekali. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat.html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang.com/abclit. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Kemudian ia juga ke luar. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. ABC Amber LIT Converter http://www. berjalan lambat menuju rumah itu. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. menutupnya kembali." Ia mengikutinya. Dari kejauhan. dan kenanganku akan menjadi lain. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. dan perempuan itu melihat lewat jendela. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Dunia memutih dan kelabu.processtext. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh.com/abclit. Durban .ABC Amber LIT Converter http://www.Cape Town. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat.html . "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. serentak. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.processtext. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. dan hanya ada bekas da-rahnya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Maret 2002. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana.

bajunya. "Hanya brosur. Biar kami yang memasukkan.ah. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Disaputnya peluh. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. Lembar-lembar promosi.karena tertulis dalam bahasa asing . ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Berkesan gagah . Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. Bandit. Debu. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. mencuat bertingkat-tingkat. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah.Menghela napas.ABC Amber LIT Converter http://www. "Lihat. Dan jika hal itu terjadi.ada kompleks perumahan lain yang. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. mulai melengket.. Sekilas. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri..Perlahan."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. mengucapkan terima kasih. seperti biasa. Atau. Lebih ia benamkan topi. Di permukaan aspal.com/abclit. memperlakukan dirinya begitu rupa. Dan di bagian punggung.processtext. begitulah yang tercantum di kartu namanya." Disodorkannya ke hadapan si satpam. siapa tahu. Ditolak satpam. yang kiri. Bulat. ke sana. Dan ABC Amber LIT Converter http://www. Dan.. memastikan satpam mengizinkan. Jika brosur ini ia serahkan. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan."Sini!"Tidak. jauhnya . Padahal.""Tetap tidak bisa. kotak pos. pastilah satpam ini seoran kidal. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. tapi pasti.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. di sebelah sana . Courier.. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. kadang.processtext. Tapi. ia ngangakan tas yang dikepitnya. Dan atap. sangat sering ini terjadi. menjulang. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. dan gempal. jauh ke dalam gerbang. Panas.html . bayang atmosfer bagai menggigil. berjenjang-jenjang. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. Samar-samar tampak pagar tembok.SEBENARNYA. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. ia membalikkan tubuh. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. pejal. Pak. Hmm. tak putus asa. tinggalkan di sini. Kepul motornya pun tidak.com/abclit.

html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Seperti ini. sering ia bayangkan. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan.com/abclit. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.html .. mungkin tidak.Kampung yang jauh nun di luar pulau. ah. Isi kotak . terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. betapa jauh di pinggir kota. Kapak Merah. pemerasan. Hanya itu yang ia dapat. tembok tinggi. Harus waspada.processtext. kerontang.com/abclit. Minahasa.pikirannya kembali ke tadi.processtext. ia ingat kampung. "Pak Ogah". Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. tapi kurus. terpikir juga olehnya. Jadi. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari.harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www.. ah. di perempatan . hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. kawat berduri. atau mungkin suatu malam. Atau lebih gila. Bahkan jarak masingmasing perumahan. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar".. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. ia gembira-gembirakan diri. macet yang panjang. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. nenek moyangnya. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya.... kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan... Ah. Sungguh menyenangkan. Ah. membonceng kurir tandem-annya di belakang. Dan. kelas kaki. sebenarnya. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. Jeruji besi. kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Kaki Gunung Lokon. jadi courier.Kadang. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. Hati-hati. lihatlah rumah mereka. buas. tak berhati nurani seperti binatang.Dan.. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Bahkan di sana.aduh. Minahasa. dirinyalah yang ada di depan.. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. Mungkin ada sekilometer. yang menyamar jadi kurir.Kembali.Hamparan hijau..yang rupanya semacam serbuk . sebenarnya. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. Memang alangkah jauh. sama sekali ranggas. Seraya mengenang kampung. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. di sini. Mungkin lebih. memang mengerikan. alangkah kasihan mereka. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. memang mengerikan. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. satpam . tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. Tetapi. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. dalam mobil. yang ia bisa. memetakan lokasi.Kadang.. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. disaputnya peluh. Kurir. Di jalan. luput dari kebisingan. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. macet. rampok.

terhenyak.processtext. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Bukan brosur. Dan tak lupa. begitu katanya.Ya. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu... badak. Tak ada lagi siapa-siapa. Lagi pula. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.Sebenarnya. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. Dan akhirnya. di atas motorlah ia kini. Tetapi. Dan binatang? Ah! Harimau. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. tapi 4. ke supir yang meneriakinya. Beratusan 9.)Parto bukannya tak menunggunya. noon express)!Putus asa. tapi tak bertemu. Juga tak ada si bos. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Menyalip.processtext. masih banyak waktu. tapi lalu ia lupakan.TETAPI. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . Itu sepele. berarsitektur gaya Belanda. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. pos penjaga.html udara. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana.com/abclit. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. satpam itu mengernyitkan dahi. ini hari bahagia. Mungkin 8. ia kembali ke alamat semula. Terdengar teriakan. tetapi seseorang lain di rumah itu. Ternyata juga tidak. ia menyelip. wajah kedua satpam itu berubah. dadanya berdebar. Seraya tancap gas. betapa mengasyikkan. Bengis. Sebuah rumah besar. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. kerbau. terjepit di sebuah gang. Alamatnya betul.. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ.. Seluruh detik mestinya berharga. Kotak tembikar. Salah alamat yang aneh. Tapi. Dotu.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya.ia datangi. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. Noon express. ada ketertusukan dalam dada.Maka. senja. Lagi. Bahagia. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto... ia senang bagian itu. Pagi tadi. ular. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Sudah lewat pukul 12. tetap tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Betapa ia sangat gembira.HARI ini. Salah alamat. terjadilah hal yang mencengangkan. Tetap juga tidak. ia cek.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. Jalan raya dan kecepatan. Mulai ada rasa cemas. sendiri.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. adalah juga seorang kurir. tak ada Parto yang menunggunya. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Penduduk daerah bersangkutan. (Si bos. Ia memarkir motor.. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Maka. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www. bukan 9. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. aih. megah. Menyelip. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. serigala. buaya. Ganjil.. Mungkin bukan satu angka. itu seperti paket. Sudah biasa. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. itu seperti kurir. sebuah kawasan di pusat kota. menikmati terpaan angin ke tubuhnya.com/abclit. berubah jadi binatang. seorang lelaki 40-an dengan van tua. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Hmm. Melainkan seperti kata Nina.html . Bukan lembaran lepas promosi. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Menggantikan Parto .Sesuatu yang lebih berharga. Sedetik. seperti pernah dibayangkannya. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. memang berhalangan. "Badak!" Satpam lain menimpal.Dibacanya alamat paket. Dan dua orang satpam. Berpagar tembok. ia muncul di kantor agak terlambat.

Binatang? Ah! harimau. Tak yakin. ia mendengarnya. dalam. meski lampu bernyalaan di mana-mana. dihidupkannya motor. ke dalam pagar. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. Diperhatikannya lebih cermat. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. paket itu. kerbau. Tapi... "Paket.. Dan penumpangnya: Orangutan. kerbau. Dibanding yang lain. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu.. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Tetapi. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. saya menunggu. singa.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. sekelebat. Ada yang lain . Dilihat penampilannya ketika siang. sudah tak ada. saat itulah ia tibatiba terkejut."Walau telah tak peduli. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. Pos satpam itu lenyap! Dan. buas. tapi. Oh!Dihentikannya motor.Ternyata bukan hari bahagia. Adakah rumah yang bisa disetel. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. serbuk itu. Pengemudinya. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Jadi ia bebas.. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. kera.. mendahului.html itu.. dalam satu hari ini saja. Apa?Ada yang berubah. Ataukah. mestinya kini lebih menonjol. Memang tak ada. Kencang. bergumam. metromini. Bengkak! Dipacunya motor. Dan satu lagi. pagar tinggi. *Payakumbuh. astaga! Benar. ular.mungkin juga arsitekturnya. mungkinkah?Paket.Ternyata. manusia yang tak bisa diselamatkan. banyak sekali.. harimau.""Ya. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. badak.""Noon express. Kotak tembikar. Dimatikannya mesin. ternyata juga adalah para binatang.. Begitu tubuhnya ada di teras. muncul bagai menyambut. Telah lama saya menunggu. Melainkan hari sial.. Ah. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Dotu. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu.Dihelanya napas. Babi.. ia tertegun...Dibelokkannya motor. sesosok lelaki besar.Disodorkannya tanda terima. ke rumah berarsitektur Belanda itu.com/abclit. sedemikian rupa. jeruji. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. mengulang.. saya tahu. serigala... Sembilan ratus tahun! Kiranya. "Sembilan ratus tahun. rumah itu tampak lebih suram. Di sini juga. para pejalan kaki..html .. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. Dipacunya motor. Siapa tahu.. bukan pula hanya pagar yang berubah.. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. Takjub.Di matanya..""Ya.Mendadak. tapi ia tak begitu ingat. Dan. telah membuatnya sangat lega. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Diparkirnya motor. lalu berjalan menuju teras. tak berhenti nurani. Tembok pejal.com/abclit. Toar Lumimuut. Ah. buaya. Maaf. Hari yang tiba-tiba panjang ini. yang kini rendah saja.processtext. tinggi. seekor badak!Ia terlongong. Pos satpam! Pos satpam. Terengah. Psikis. lelaki itu tak berkelakar. Sejak pagi saya mencari. jelas sekali ia lihat si pengemudi. Andalah orangnya. saya tahu.Sungguh alangkah lelah. bukan hanya itu. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. Ah. Pengendara motor yang melintas di depannya. "Sembilan ratus tahun. orang-orang kejam. Ia bingung. Ia tahu hari telah senja. Fisik. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Ini jugakah yang menyebabkan senja. berkumis dan berjenggot tebal.. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. membayang wajah si bos. sesial-sialnya. tak bercanda.Sedetik... Sungguh memang sial. sosoknya begitu besar. badak. yang nanti tentu marah atau kecewa.processtext. Sembilan ratus tahun. Barulah ia sadar.. seekor babi! Diamatinya angkot. serigala.

Tetapi. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan.com/abclit. atau sama sekali hilang. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.Lihatlah. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. berlubang.Baiklah. serupa mambang. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda.processtext.”Mungkin hujan akan segera turun. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.Dan. Izinkan saya berlatih barang sejenak.html . binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. koral. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www. Keheningan sehabis hujan.””Malam nanti kami hanya slametan. pasir.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk.Selalu ada yang hilang. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. Selalu ada yang tak kembali. berhentilah menggoda kami. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.”Aku punya firasat buruk.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Batu. Selalu ada yang tak kembali. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. saya akan berhenti. dan puluhan perempuan.processtext. Dan. tetapi sebenarnya aku penari.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.

Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar.processtext.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu.html dan mensyukuri panen.Kiai Petruk. Romo Sentanu. Tak ada yang berani menghentikan tarianku.Ya.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan. Dan. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis.html . aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam. adalah penggoda. kau tahu. dan keheningan desa ini. di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. memaku kedua telapak tangan. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. dan menancapkan linggis ke lambungnya. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi.Dan kalau sudah mendalang.com/abclit. koral. Kalau perlu merontokkan namanya. desah manja wanita sehabis senja. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Melihat Ayat menari. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. kau tahu. Ayat bisa berubah menjadi dewa. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.” penambang sepuh mendesah lagi. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa. Tak perlu berbelitbelit. Dan. lumut. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi. Kami tak akan menari. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. dan kebencian. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. selalu pada saat dia mengerang kesakitan. pertikaian.Jadi. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana. teman-temanku yang tak banyak cakap itu.Ah.com/abclit.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. dia hanyalah pastor desa. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan. salah satu tugasku ke desa ini.processtext. dan hujan batu yang tak kunjung henti. Suatu hari ketika dia bilang. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata.Sejenak sunyi. Dia.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa. menyebut nama Kiai Petruk. ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu. Maka. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel.Tentang Romo Sentanu: ah. awan panas. adalah kedahsyatan yang indah2. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Kalau marah. Ya.Ayat juga mahir menari.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari.

aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda. aku datang untuk menggodamu. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan.ABC Amber LIT Converter http://www. ”Tetapi. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa.Belum ada jawaban. Dan.com/abclit. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala. Putri Keratonku. Dan. meruntuhkan.com/abclit. dia boleh bilang begitu.processtext.Tak ada jawaban. Ibarat Samson.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk. ”Mangga Den Ayu. biarkan dia menari dan jadi pesinden saya. Ayat akan bilang. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku.html .”Ya. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit. Romo. Maka. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos. mari menari bersamaku.Lihatlah. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Dan. di luar dugaan Ayat. Romo.”Mungkin hujan akan segera turun. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www. Romo Sentanu meninggalkan gereja. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka. Romo.html dari para penari lain. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Biarkan dia menari bersama saya.”Ya. Dan. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. tetapi sebenarnya aku penari. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.processtext. dan meluluhlantakkanmu.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk.

Kini. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini. Batu.Dan. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. di keriuhan segala bunyi. cahaya. Selalu ada yang tak kembali.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk. Hanya jerit gamelan. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Romo Sentanu mendesah. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung.Selalu ada yang hilang. membabat kaki.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau. berlubang.Maka. dan jerit tangis dalam tari. tradisi.ABC Amber LIT Converter http://www. bukan hanya kau. mereka telah menghirup udara. kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi. haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. lambungmu akan dihujami puluhan peluru.html .Dan.com/abclit.”Gusti. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www. Kadang-kadang saat gerimis mendera. Sebagaimana aku. atau menembak lambung tanpa suara. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. tarian-tarian aneh. Hanya jerit kesakitan. Setelah itu. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O. Tak boleh ada saksi.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air. Selalu ada yang tak kembali.”Mengapa harus saya. Namun. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi.Ya. Ah. koral. Tetapi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk.processtext. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. mitologi Kiai Petruk. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.com/abclit. (o. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. pasir. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas. kebodohan-kebodohan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.processtext. obor. Aku tahu siapa yang akan jadi korban. kau tahu namaku Nagreg bukan?). mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. wedhus gembel yang prek kethek. firmanMu akan jadi kasunyatan”.”Ya. cahaya mata Romo Sentanu. Dan. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat. kepala. Sebab. atau sama sekali hilang. tetapi sebenarnya aku penari. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu. Di tengah kegelapan malam. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Gusti. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Tetapi. Sentanu.Baiklah. mereka juga akan menghabisiku. lelehan lahar di Puncak Merapi. Sebab. dan puluhan perempuan. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang. * Semarang. malam itu mereka datang lagi.

Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu.processtext. Aku memesan teh hangat.ABC Amber LIT Converter http://www. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin. 4) Trisik. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan. dalang dari Desa Tutup Ngisor. tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. mangenjali. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa.Tapi. Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. Sebab begitulah pada dasarnya manusia. ia membutuhkanku. perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu. punya daya ingat tinggi. mereka. tidak bawel. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Aku membutuhkannya. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan. Kutemui ia dalam diam yang cukup. ia memesan apa-apa yang aku pesan. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan.html dalam Cikar Bobrok.com/abclit. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca.html . juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. saat memainkan lakon Kunjarakarna. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. hanya untuk rentang waktu tertentu. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku.com/abclit. hangat. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja. renyah. Aku memesan daging berlemak. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu. salah seorang bisa menggantikan yang lain. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari. memesan sayur-mayur.processtext. tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. walau pada saat-saat tertentu.

Tapi ingatan-ingatanku atasnya.com/abclit. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi. ia mengagumi kecantikanku. Dia melihatku dengan tatap mata biasa.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. cantik. Dan ia hadir. Kamar mandi kotor. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain.Tapi. Dia juga. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Berbicara tentang sepak bola.Tapi. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri.processtext. tidak seperti orang lain. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. Bahwa. apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga. dapur berantak-an. Dan. Tapi di hadapannya. empat lima tahun yang lalu. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. tapi begini. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. cucian menggunung. dalam acara apa saja. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya.html memenuhi kebutuhan biologis. aku bisa merasakannya. aku tidak pernah menggerutu dan kesal.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. Tangis yang tidak lagi biasa. mungkin itu bukan kata yang tepat. tak penting amat. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. merokok bersama sambil menonton acara televisi. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar.com/abclit. Tapi. Pertama. tapi tiga hal ini penting bagiku. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat. Aku seorang selebriti terkenal.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa.html . berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. muda.processtext. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.ABC Amber LIT Converter http://www. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya. itu pun dengan samar. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. aku tidak menyesal menangis. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. Beri maklumlah pada diriku. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. menunggu kemunculanku. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. Ia hanya memberiku tempat. Meninggalkan? Ah. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari.

processtext. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya.com/abclit. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. maka aku harus bersiap. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Bukan. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www.Kami semakin akrab. Tapi aku tahu.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Benar-benar menangis. Biasa.html . rapuh.com/abclit. Semua kusimpan dengan rapi. dan terima kasih. cinta saja tidak cukup. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Lalu kami saling berbicara. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Semua dicabutnya. Tentu kami juga bercinta. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Diciptakannya dalam dada. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya.Serangan balik yang maha dahsyat. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas. Aku harus memaksanya untuk duduk.Hingga suatu saat. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Ia merasakannya dengan biasa. bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu. Tapi sejujurnya.processtext. semua ditinggalkan berlubang. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Tapi benar kata orang. sangat tahu. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila.html itu tidak seharusnya begitu.Ia seorang aktris. rasa bahagia. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. dan makanan. aku pada banyak hal bukan orang hebat. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu. Begitu kulakukan saban waktu. aku membutuhkannya. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Saat yang sangat tepat. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. mendengar suaranya.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya.Aku sangat mencintainya. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu.Lalu kuputuskan untuk pergi. keyakinan yang sempurna. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Tak ada kekagetan. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. bersitatap dengannya. air. Aku sangat tahu. Ruang-ruang ragu dimampatkan. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Menggenggam gelas minum erat-erat. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. maka aku memang harus pergi. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya.Maaf. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan.Beruntunglah aku. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah.

Aku harus berpikir dengan tenang. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya. merokok. otakku ikut terbakar. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. dan menangis. sebab aku tidak mau sakit hati. menyalakan rokok. menjerit. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. sebab jika melihat kenyataannya. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. Tangisan yang sewajarnya. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta.html . Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Tak peduli. napasku seperti terbakar.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Lalu aku teringat dia malam ini. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. ruang-ruang yang berantakan. *** ABC Amber LIT Converter http://www. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Sebab sore tadi.processtext. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda. setengah melenyap.com/abclit. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. dan ia pergi meninggalkanku. dan nonton sepak bola.html hampir seluruh bayangannya. lalu aku me-nangis lagi.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Aku meraung. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja.processtext.com/abclit. Bahkan. Lalu aku duduk. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya.ABC Amber LIT Converter http://www. aku pasti akan larut. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. tak mau peduli.Tapi sekarang aku nyaris gila. Tubuhku dibakar cemburu. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Dadaku sesak dan panas.Tubuhku demam. Aku menangis. Halhal yang menurutku tidak kusukai. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. telah benar-benar kehilangan dia. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Ruang berganti warna merah dan hitam.

Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. sementara saya segera menutupkan pintu. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. Usaha saya berhasil. Akan tetapi malam ini. tapi menurut saya ini hal biasa. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Akan tetapi. Begitulah. karena saya sendiri masih belum tidur. Wajahnya yang cantik tampak rusuh.processtext. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. Ia berdiri saja seperti orang linglung. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya.com/abclit. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah.processtext. meskipun telah ngantuk sekali. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Entah gelisah. Meskipun demikian. saya tak tahu pasti. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Yang jelas. Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. saya segera mengatakan bahwa malam ini. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. tetangga saya. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. pastilah itu Mayumi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Akan tetapi. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun.html . gundah. segera saya membukakan pintu.

hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya.processtext. penuh KKN. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja."Ya. dan pelaksanaan hukum yang amburadul...!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. Sering kami ngobrol berdua. Atas pertanyaan saya. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. Ah. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan.. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.ABC Amber LIT Converter http://www. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya.saya. suatu kali."Ya. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. sayang. meskipun dengan sikap ragu-ragu.. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai.com/abclit.html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. anaknya. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini... Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin..processtext. saya dan Nakamura. Ia lalu melanjutkan. Telah beberapa lama. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.com/abclit. yang jadi hambar.""Saya betah tinggal di negeri ini. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.html ."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. Nakamura-san.. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang.

Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga.processtext.html . dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. jika ia meninggalkan ayahnya. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Dua kidung malam mengalun bersamaan. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin juga saya linglung. Melalui telepon. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. paman saya. Kami tetap bergaul seperti biasa. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Bedanya. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. Meskipun demikian. Haji Mahmud Soeharto. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Pendeknya. Sedangkan Mayumi.html saat saya kembali ke negeri saya. Setelah itu.com/abclit.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Menyadari saya diam saja. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. Aneh benar. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. masih ada yang menemani ibu. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus.com/abclit. Tanpa menunggu jawaban saya. Akan tetapi. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya.Menyadari kenyataan itu. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. sehingga meskipun saya meninggalkannya. ia lantas mengatakan.processtext. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi.

Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Harga barang kebutuhan.”Betul.processtext. tidak semahal di Jakarta. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon.Namun.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.30. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.ABC Amber LIT Converter http://www. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. ***Tokyo. lalu menutup pembicaraan. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. terutama makanan. Bu.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. satu tahun menjelang pensiun.” ”Bapak sudah tiba. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.””Ada apa. ”Nah. Takhyul.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www. itu telepon dari Bapak.com/abclit.Itulah sebabnya. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.processtext. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Jalan Kaliurang Km 6.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. Sesaat.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60.60 Yogyakarta. tepatnya di jalan menuju Kaliurang.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. Seumur-umur. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. itu hanya omong kosong.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.com/abclit.” ”Tolong diangkat teleponnya.”Dari Bapak. Mitos.html .html mengiris-iris.” kata seorang rekan Pak Jek. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16.

Makin banyak kebutuhan listriknya. Parangtritis. Pak.”Namun.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Pokoknya. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. termasuk biayanya. cukuplah 60 meter persegi. makin lama memotongnya. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. Mengapa tidak memilih Bantul. itu soal gampang. hari Sabtu atau hari Minggu.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya.processtext. atau bahkan 1. Di hotel ‘kan ada AC-nya. Makin banyak tanamannya. yang lebih besaran Pak rumahnya. menantu Bapak. Gunungkidul.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki.”Makin luas tanahnya. Di Yogya kan banyak hotel. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Enak. Keraton Yogya. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. apa pun mereka bisa beli.”Tapi tak apa.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Pak?””Ah. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho.”Aku hanya berdua dengan istri. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. tentu makin banyak ruangannya.”Lalu. Magelang.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. atau 1.”Menurut Pak Jek. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu..”Lho.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Padahal. Masih banyak pepohonan hijau. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. bukannya anak Bapak. mereka bisa beli. Prambanan. Selama dibangun. Makin capek menyapunya. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana.200 meter. aku dan istriku makin renta.000 meter. Jadi. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. makin banyak sampahnya.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. makin banyak segala-galanya. Sentolo. Nak?””Lagi pula. atau setelah keliling ke Borobudur. Makin luas pagarnya. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Belum terpolusi udaranya.com/abclit. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya.ABC Amber LIT Converter http://www.”Biar ada kejutan. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. dengan bangunan 60 meter persegi. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi.. betul-betul rumah baru bagi saya.” kata anaknya yang di Semarang. Berapa pun harga tanah.processtext. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.”Kayak rumah BTN saja.” lanjut Pak Jek.html . Pak Jek juga punya pendirian. Makin banyak rumputnya.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter. tentu makin repot pemeliharaannya.com/abclit. Itu pun hanya sekali seminggu. Prambanan. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. Termasuk sampah dari luar negeri.” kata Pak Jek memberi alasan. kan? Lagi pula. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja..””Lho. Rumahmu ‘kan di Semarang. ibumu tidak suka. Pokoknya. kita tentu bertanya. Pasti mereka beli. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. Jadi. di rumah Bapak kan tidak ada AC.. padahal mereka belum tentu suka. ”Semacam surprise-lah.”Mbok. yang mengharuskan itu siapa toh.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam.

Oleh karena itu. di Gambir.html . Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. berarti tak ada tafsiran lain di luar A. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. dan mulai tinggal di situ. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. Sekarang.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. seorang direktur perusahaan MNC.com/abclit. sudah jauh-jauh hari. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. bagaimana mungkin. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. lebih dekat ke Malioboro. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.””Bagaimana mungkin santai.””Lho.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Santai saja.”Nanti kapan.. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. memasukinya. lalu.. ah.”Para karyawan pun manggut-manggut.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.processtext.” ujar Pak Jek dengan kalem. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. Mereka tahu. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. tak usah pakai panitia-panitia segalalah..”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Pak.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja.com/abclit.”Kalau begitu.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan.”Pada acara di Gambir.html satu hotel di Yogya? Lagi pula.ABC Amber LIT Converter http://www. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. ia memberi penjelasan berikut.00 pagi. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. Pak?””Mungkin saja. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. Jadi. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan. Oleh karena itu. Sekali berkata A. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Entah pertanda mengerti. Pukul 07. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. dan juga atas biaya sendiri. Namun. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.”Ya.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Pak Jek menepati janjinya. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan.processtext.

Jadi.” ujar seseorang. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.com/abclit. Bertemu sofa empuk. Namun. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. termasuk kado dari kalian. Ada yang memeluk Pak Jek. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. di mana saja. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Kapan saja. Bagusnya.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. Tiba di Tugu pukul 16. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. masih kosong. Pak Jek tidak mau ambil pusing.Pak Jek membuka mata. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu bertemu dengan bantal. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon.”Pak. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Secuil nasi putih. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya.processtext. Semarang. Pak Jek juga bisa terlena. ia gampang terlelap. dan Stasiun Purwokerto. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Terima kasih. Lagi pula. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata.Pak Jek memang gampang tertidur.”Beberapa detik kemudian. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.html .ABC Amber LIT Converter http://www. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. jika ditinggal sendirian.com/abclit. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Pak Jek tidak mengorok. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis.00. Stasiun Cirebon. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya.”Secara bergiliran. Pak Jek langsung pulas. nomor 6B.processtext. kok. Siapa tahu.”Hati-hati copet. tidak bisa muat banyak barang.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Ada pula sendok garpu. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Namun. Pak. dan sepotong tisu. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. pengantar. Pak Jek ingin. Bandung. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. makan siang Pak. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. dari mikrofon terdengar pengumuman. Sepotong paha ayam goreng yang keras.Beberapa saat kemudian.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Pak Jek juga tidak tahu. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam.” kata pramugari. Tak usah dijemput. menunggu di rumah baru. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. tusuk gigi.html penyerahan kado kepada saya. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Lalu. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Namun.00. dan kuli angkut. Kursi di sebelahnya. Menurut Pak Jek. Di rumah pun selalu begitu.

processtext.””Barangnya saya bawa. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.”Coba kamu yang bangunkan. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.””Jangan-jangan sudah seda. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.processtext. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas..html . seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. Stasiun Kebumen. Pak.Namun. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. khususnya Jogja Ekspres. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. Atau selera petinggi kereta api.””Mari Bu saya bantu. tangannya sudah dingin ’gitu kok.”Keasyikan mungkin tidurnya.”Para penumpang yang terhormat. bangun. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.com/abclit.Laki-laki itu tak juga bangun. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api. Berarti Yogya sudah hampir tiba.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.”Jakarta.”Lha.Tak ada respons.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto. Siapa nyana.””Angkat barang.Lantas..Sambil meluncur ke arah timur.”Napasnya kok tidak terasa lagi.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Boleh jadi.. Lalu tiba pada kesimpulan. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak pun mulai ribut. Stasiun Kutoarjo.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.””Kopernya saya bawa.. Bantal menutupi mukanya. Jangan sampai ada yang ketinggalan.”Tukang sapu kedua coba membangunkan. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang. Pak.”Pak sudah sampai Yogya.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. Tinggal beberapa kilometer lagi. Bangun.com/abclit.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.””Bisa saya bantu.”Barangnya.Setelah dicoba berulang kali. Bu. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A.””Jangan-jangan sakit jantung..html penumpang memang terbatas. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.. Pak. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.”Sudah sampai.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu. Bu.”Pak. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Bereaksi sedikit pun tidak..”Karena tak bereaksi sedikit pun.Karena tak bereaksi juga. dan Stasiun Sentolo. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu. Pak. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.

lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Waktu ia menyeberang jalan. Mereka hanya tahu Adjani luka. siaran berita televisi. Maka. waktu kita hampir habis. siaran radio. Bahkan. mobilmobil langsung berhenti. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Semua tidak berani bergerak. Ruangan itu begitu sunyi. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. laut ke laut dan benua ke benua. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. majalah-majalah. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Luka dari segala maha luka. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. talk show. Pipinya merah terbakar matahari. Tembok tinggi merendah.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Atau mengapa Adjani bisa terluka. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya.com/abclit. Pelupuk matanya merapat.processtext. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. tidak akan ada yang dapat menghentikannya.Ketika Adjani berlari. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. sungai ke sungai. Sungai terbelah. Tetapi. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani menahan luka. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. ABC Amber LIT Converter http://www. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. motor. bahkan bajaj. Adjani bersimbah peluh.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Luka yang begitu perih.Adjani bersimbah peluh. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. langsung terbelah dua.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. pada setiap headline koran-koran. kuli tinta. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. rumah ke rumah.processtext. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Adjani bersimbah peluh.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu.html . Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Luka yang begitu dalam. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Semua menahan napas. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Para fotografer. Tetapi.

Irama musik sendu mendayu-dayu. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. tidak ada apa-apa di sana. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya.com/abclit. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Awalnya ia tidak mempedulikan. kecuali Adjani bersimbah peluh.processtext. Lalu empat Adjani bersimbah peluh.html semua memuat. sementara ketukan itu terus membahana. Tetapi. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. walaupun terkesan tidak memaksa.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Mendadak perut Asmoro keroncongan. ketukan itu tidak juga berhenti. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Tetapi. Derap kaki Adjani yang teratur. Pesawat televisi yang panas. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.processtext. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. Kadang mawar. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya.html . Kadang lili. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Dan bau wangi yang samar-samar. ia berada di lantai ketujuh. "Adjani bersimbah peluh. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Menyerang segenap jiwa Asmoro. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani." bisik angin. Dan semakin ia menulis. dan burung-burung gereja. Tetapi. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Kadang melati. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar.ADJANI bersimbah peluh. Asmoro mabuk kepayang. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Asmoro hanya mau menulis. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Barulah Asmoro sadar. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Tetapi. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. Kadang sedap malam. menceritakan dan membahas Adjani.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Ia tidak dapat berhenti menulis. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. Adjani yang bersimbah peluh. kumbang. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Di tengah-tengah rasa putus asa.

Asmara. "Bintang jatuh. Adjani hanya bergumam." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari.html . Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. Segala asumsi pun merebak. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri.com/abclit.com/abclit. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. Dengus napasnya semakin dekat. Asmoro tahu.Adjani bersimbah peluh. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Dari sinar kemerahan itu. Jalanan macet total. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Adjani tahu. waktu kita hampir habis. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Ada gurita. Asmara.. Suara orkestra semakin keras. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Semua orang keluar dari rumah. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. ia tidak akan berhenti.. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani.processtext. restoran. Dan ia pun sangat tahu.. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh.. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya.. Namun. ikan pari. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. gedung perkantoran. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat. paus. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Asmoro menunggu Adjani. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Peluh itu tidak hanya asin. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki.html makin tajam. terus berlari di bawah samudera. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Seorang reporter meliput. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Aktivitas di kota itu lumpuh. hanya untuk menyaksikan Adjani. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro."ASMORO. sebentar lagi tulisannya selesai. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya.processtext. Bulan bersinar temaram.. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. jadi ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang.Adjani bersimbah peluh. Suara lembut denting piano tunggal. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam.ABC Amber LIT Converter http://www. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa.Adjani bersimbah peluh. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.

sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani.html mereka bisa berciuman sambil berlari.html . Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Asmoro tidak dapat berhenti. waktu kita hampir habis. 21 April 2002. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. Atau orang kaya. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya.Jakarta.processtext. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya.Di kota itu. Tidak ada yang berani meliput. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani bersimbah peluh.ABC Amber LIT Converter http://www. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Adjani menahan luka.. Pelupuk matanya merapat.Adjani bersimbah peluh.processtext. yaitu Adjani. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.com/abclit. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. satu tema di seluruh dunia. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Adjani bersimbah peluh. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.Asmoro bersimbah peluh. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. satu suara.. ASMORO. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Tidak ada yang berani bertanya. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama.com/abclit. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara.. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua.

bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. Panikov hanya menjawab. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara. dan Panikov..com/abclit."Panikov menaruh serulingnya. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Banyak pembunuhan.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. dikelilingi hutan. kota yang sudah dua kali berganti nama.""Tapi. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk.html .."Di kota tak ada lagi ruang untukku. meniup serulingnya.html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. Di izba yang reyot.processtext. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat.. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. lima tahun yang lalu. ayahnya tercinta. bermantel lusuh."Brak.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. Dulu.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. Lalu ia angkat bicara.. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah".. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu."Hey.. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1.processtext. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini.com/abclit. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. dengan maksud menghindar. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi.Sementara itu. Pernah suatu kali.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. yang ia kenal selama tiga puluh tahun.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara.

.. dingin mencengkram kuat tubuhnya. diam dan hening. malam ini terasa dingin lebih menggigit. lalu diam lagi. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. lalu berteriak. Di depan mereka. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. Bila hari menjelang malam. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.. Ia menangis. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. "Oh.Yach Panikov ingat.html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. "Persetan!" gumamnya. kota laknat! Aku rindu kalian..! Di sebelah timur desa ada api. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. Panikov tidak peduli.processtext.. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. kali ini tepat di samping telinganya.. mengapa ayahnya ditembak. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. sadarlah..Tak ada sahutan.. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Panikov terus meniup serulingnya. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www. tentara bajingan! Oh. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. tapi toh. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. air matanya membeku akibat udara dingin malam...com/abclit. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. Muka mereka pucat seperti hendak mati. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak..! Itu api. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana.html .com/abclit. Yang terdengar hanya bunyi seruling. Anna". indah menakjubkan.. Panikov tak peduli. "Oh. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. berteriak dan meniup seruling-nya lagi. tentara bajingan! Oh... Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. dan terus ia meniup. Ia enggan ikut bergabung.. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar.! Hey.Saat ini.Ia menggigil. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa..!!!"Saat itu musim dingin."Api. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. "Panikov.. Panikov diseret. serta tak lupa meniup serulingnya. Anna berteriak lebih keras. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.ABC Amber LIT Converter http://www..Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. Panikov keluarlah. Anna langsung menghampiri Panikov. Ia terus meniup dan meniup. Seperti biasa. giginya gemeretak. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. angin bergerak lebih lambat. Kata orang desa. namun tetap tak ada jawaban. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku.processtext.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya..

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma."Dasar Takroni. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. ABC Amber LIT Converter http://www. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Puluhan."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam.html . Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi. Lalu segalanya menggelap. jauh sebelum menggapai pintu makam. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam.7) Riyal:mata uang resmi Arab. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. masya Allah.Tetapi. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Pegangan Zubaedah terlepas.Dan Zubaedah. salat di masjid Nabawi. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi.processtext. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Anakku.com/abclit. melambai-lambaikan sayap.ABC Amber LIT Converter http://www. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah."Ya. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. bercanda dengan merpati-merpati.com/abclit. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. sebelum pingsan. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. *Hotel Sanabel Al Madina. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi. Jadi.processtext."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah.html makam. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. Dia terjengkang. perempuan buta itu. Madinah Munawarrah. tidak-tidak.7 Tetapi.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam.Karena itu. camkan nasihatku. Jangan pernah masuk ke makam.

Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.""Sepanjang hidup. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk.. I Raneh."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda." pikirnya. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain.html . "Kamu tentu masih ingat juga. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. Bahkan. ayah Kroda. siang hari menjemputnya kembali.. Wayan Kroda terdiam. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.. Mangku. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. "Luh.processtext. Jangan dibiarkan liar begitu. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari.com/abclit. Namun. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. Luh. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. "Ikat babinya. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. jangan salah paham.processtext. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Meski masih berusia belasan tahun. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini.com/abclit... Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. saat sepupunya.html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Gianyar. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. menelepon lagi. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Waktu itu tahun 1971.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Jadi. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. "Kasar dan kejam. Meski telah kena sanksi adat. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor.

Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Karena tinggal jauh. Namun. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. karena ia bukan anggotanya. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu.processtext. termasuk Susila. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa.html . Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. Tetapi. Itu kebanggaan. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Padahal. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga.ABC Amber LIT Converter http://www. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda.com/abclit. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Dendam Kroda. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Sejak tinggal di Jakarta.com/abclit. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www. SANKSI ini terlalu berat. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Ia tahu. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Ini hanya dendam pribadi. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. seluruh keturunannya. Sampai kini. Selain menghasut warga menentang Golkar. dendam turunan. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Tetapi. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. berarti jalan buntu. Kalau toh diizinkan. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya." tegas I Raneh sewaktu masih hidup.html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Tetapi. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. Tetapi. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. kita tidak akan mau pentas.processtext. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing." ungkap I Kleteg. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai.

" tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Bahkan. Jadi. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. Padahal. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji.html . Sebagai kelihan adat." kata petugas itu. "Jadi.. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati.""Lebih baik berurusan dengan polisi.processtext.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan.html di kota seperti Jakarta.com/abclit. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. kalau menyangkut penemuan jenazah. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila."Sudah berapa kali pula saya katakan. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Sebagai orang yang lama merantau. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Ini soal penting dan sangat mendesak. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Ia berbaring di dekat ayahnya. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Ada sesak dalam dadanya. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Wakil atau siapa sajalah." Wayan Kroda tak segera menyahut. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. "Bli. "Dan. saya harap bisa bertemu Gubernur. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. niat itu ditepisnya. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Tapi. Tetapi.. Jadi. ini keputusan paruman adat. seseorang yang dituakan dalam adat. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Jangan datang lagi kepada saya. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. bikin saja surat dulu.processtext. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. Paling tidak harus menunggu seminggu. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya.com/abclit. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar." ujar petugas lelaki itu. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. "Tamu itu sangat penting. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Bahkan. Ia tahu pasti.. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. Itu mutlak urusan keluargamu. mintakan kepada seluruh warga. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern.""Ini soal jenazah! Jadi. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. bukan lagi urusan adat. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Bukan. Bahkan.ABC Amber LIT Converter http://www.

com/abclit. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es.. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. Ayo semua berdoa. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.. aku diam-diam membuatnya.. "Ia keberatan. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam." kata seorang kerabat liannya. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa.Ketika melewati pintu depan. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap.." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh.. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. mengapa masih bengong..com/abclit..." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo.processtext. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor.! Ayo duduk dan berdoa. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang.html . Sewaktu kalian lelap. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. "Tapi. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah..ah. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Mereka ingin menuntut keadilan. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. makin lama jenazah berada di rumah.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila.processtext. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang.ABC Amber LIT Converter http://www.

Dia kurang tidur. sekarang."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. dari waktu ke waktu. Tuan. Pagi tiba juga seperti biasa. Aku sekarang adalah bayi itu. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. Dia lelah. terbaring dalam rahim waktu.""Tolonglah. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. di sisi tempat tidur. Pantat panci bergeser di lantai. Jangan sekarang.html ."Dia tidak hiraukan aku. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang.Waktu terus bergeser. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. didorong ke bawah tempat tidur. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Tidak sekarang. Pintu dibuka. Datangnya waktu. Dia memang benar-benar lelah. Menampungkannya. Dia memang lelah. Menyuruh mengeluarkan mobil. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Dia memang tegang. Menampung muntah. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. Saya sedang tidak menunggu Tuan. datang pula mereka dalam urutan yang sama. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. masuk ke dalam urat nadi mereka. Sekarang adalah saatnya bagimu. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Di bawah tabung. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. setiap hari. Dia buka gerbang ketidak-kekalan."Aku datang!" kata suara itu. Mencelupkan handuk kecil.com/abclit.""Tidak. Menyuapiku.""Tak ada waktu untuk menunda. diiring doa sanak keluarga. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Ini takdirmu.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. yang datang dari luar dirinya.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Meneteskan madu ke dalam mulutku. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. Membuangnya ke kamar mandi. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda.com/abclit. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Perangkat medis itu.ABC Amber LIT Converter http://www. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. Dia terus menerus menungguiku. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau.html Sumber: Kompas. Harusnya Tuan tak datang.processtext.processtext. Banyak faktor yang dipikirkannya. Terlalu banyak yang membebaninya. Mengambil pispot. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit.

Kau sudah lelah. Akhirnya tiba juga saat itu.""Tetapi. anakku. saya masih belum menuliskan semua itu. Masih banyak yang harus kukerjakan. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Lebih muda dari aku. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Abangmu.com/abclit. Kau sudah lelah. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja."Aku mundur menjauh. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Mari. Itulah penyebab penyakit ibu."Tidak. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Sebelum mencapai usia sekolah. siapa di sana? Ayahmu. Dia muda. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika aku meninggalkan kalian. kalian masih kecil-kecil. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. si Abdullah. Anakku masih kecilkecil.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Dia belum boleh menyerah. adikmu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan.Ayah menghentikan langkah ibu. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. anakku. Mendekatlah. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Saya tidak tahu untuk berbuat apa."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Rentang waktu yang panjang." kata ayah.processtext. ibu. Kau bekerja telah terlalu lama. Tinggalkan semua itu.""Ketahuilah. Masih banyak yang belum kukerjakan. Tidak sekarang.processtext. Sudah tua. Kau lihat itu. Terbang dari daun ke daun. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Ibu mendekat. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. si Choliq. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Muhammad Saleh. Kita seperti burung pemakan ulat. kau telah bekerja. Mari. Hentikan omong kosong itu. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. anakku. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Ayolah mendekat. Angin malam yang lembab. menyibaknya. Selamat datang. Lihat. mengurus segala yang remeh temeh dunia. menunggu para pembeli yang pulang larut malam.com/abclit. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. 88 tahun. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Beristirahatlah sekarang. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. di kebun tembakau itu. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Lupakan semuanya.html tangan sebagai awal pelepas rindu. Angin malam yang dingin."Biarkan dia. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Kemiskinan kita yang pahit. Masuklah ke keabadian.html . tidak mereka cegah. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. si penjaga malam itu. Tinggalkan kekacauan dunia. Empat puluh tujuh tahun. Kau sudah cukup lelah. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu.

Aku senang kalau dia tak pulang. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya.html . ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Jauhi sumber fitnah. pengalih perhatian. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Sejak kecil kau dekat denganku. mengorbankan damar untuk nyalanya. insya Allah. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. seekor kancil yang terluka. Pulanglah.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. delapan puluh delapan tahun. Ingat. ke seberang jalan. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www. Penjaga malam di pajak. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. ibu membaginya sepuluh piring. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Kulempar kakinya. berburu kancil dengan sebatang tombak. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Kau adalah si penghayal itu. Kau harus seperti aku. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Kalau Tuhan berkenan. Ayah adalah si penjaga malam itu. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Jendela. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. setidaknya mendekati usia aku. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Jangan hidup seperti lilin. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Bermohonlah kepadaNya. Sepiring untuk anjing itu. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Kita suka malam hari. Hidup bagaikan hadiah. Aku menghalaunya jauh dari rumah.com/abclit. Kuambil batu. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi.processtext. datang berlari mendekat kepada ayah. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Kuhadang dia di tengah jalan. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Bila ada nasi.processtext. Kau sama seperti aku. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Pergi sana. Datang kepada kami. Dia pulang pada jam-jam makan. dengki dan tamak. Pergi sana cari kehidupan. saat nanti kau menemui kami. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Duduk di dalam gelap. temui istri dan anak-anakmu. Ayah tahu semua itu. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. aku menimbunnya. Ayah membiarkanmu seperti itu. Menemaniku di malam-malam dingin. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Tak kuberi jalan untuk pulang. Jangan dipaksakan. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. sementara kau mendongeng di atas kertas. Temui sahabat-sahabatmu. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Golongan para pendongeng. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang.com/abclit. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Jauhkan diri dari rasa iri. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar.

Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Kami semakin jauh meninggalkannya.ABC Amber LIT Converter http://www. ayah mengambil sebutir jeruk. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. markisah. sampai semuanya lenyap. Tak begitu jelas. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. Tapi tak kuasa. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. seperti gelembung dalam pipa air. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. kadang dia membuang sampah dapur. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. Jendela dia tutup. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. pengalih perhatian. dukuh. mengusir cahaya bulan. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Bulan tergantung di sudutnya. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Diraihnya tanganku. Jangan lebih dari satu. mendorong ujung tangga.com/abclit. Jendela. mengejar kami. Aku melirik kepadanya. berada di samping tempat aku terbaring. salak dan mangga. pajak sayur. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. lalu lari ke pintu. dan menguncinya dari dalam. Semua terasa masih melayang."Bangunlah. Kulihat wanita itu. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Tanganku meraba di bawah karung. Dia lihat aku.processtext. Tuan itu melepas pegangannya. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Selangkah demi selangkah aku naik dan." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Kupaksa membuka mata. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. sapu lidi. buah. "Pergilah. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. dia senyum kepadaku. sayur.processtext. daun jendela itu terkuak."Bangunlah. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan.com/abclit. tapi tak begitu jelas."Bangun Bang." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. cerpenis." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Kau belum mau mati." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Sesuatu bergeser di atas. aku naik dan merobah posisi tangga. Aku tak tahu aku berada di mana. melejit di dalamnya. muncul di luar jendela. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Penuh kristal cahaya. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. tepat di dada.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. menutupnya. Aku terus meraba. menerobos langit-langit kelambu. Aku terbatuk."Aku akan menjemputmu nanti. ABC Amber LIT Converter http://www. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Aku ingin sebutir jeruk. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. Ada yang terdorong oleh tubuhku. sapu ijuk. Sebelum menutup gerbang fana. "Bangunlah. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. semangka. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. Tak ada atap penghalang langit. di loteng rumah penambal ban sepeda itu.html . Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Bulan tak ikut masuk. Ambillah sebutir. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. los tempat berjual ikan."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam."Siapa engkau?""Aku istrimu. coba lihat. menolongku masuk dan. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam."Malam dengan pancaran bulan penuh.

Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Lihat di balik dinding kaca itu. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Ibuku. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Masing-masing ada pada takdirnya. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku.processtext."Di mana aku?""Di rumah sakit. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu. Remi Novaris.""Suatu hari semua kita akan pulang. Kita semua tahu itu. Syahnagra Ismail. Aku datang kepada mereka. Segala puji bagi Allah." Disingkirkannya benda yang terjulai.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Masih ada kesempatan untuk hidup. Jamal D. Kami telah kau bikin cemas.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Kau yakinkan itu. Wisnu Murti Ardjo. Abrar Siregar. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Lihatlah. Dada kiri dan kanan bersamaan. ayahku. Di jendela itu. Ibrahim Basalmah. Jangan terlampau dipikirkan. biar diberi umur oleh Allah. Sapardi Djoko Damono. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Titik Ws. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Lazuardi Adi Sage. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Masa kritismu sudah lewat. Sarjono. Penyesalan yang tak pernah habisnya.processtext.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta.. Di kamar itu. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. kata dokter. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Selalu begitu. Lupakan semua itu. Agus R.""Aku takut. Para sahabatmu. Kak Atie. Kenedi Nurhan. Disambut sahabatsahabatku. Tapi semua kita belum siap. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Hilangkan rasa takutmu. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Dosa-dosaku. Elanda Rosi DS. Alhamdulillah. Galeb Husyen. Aku belum siap untuk mati.html . Jantungmu telah berhenti berdetak.""Aku takut. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Di sana ada Haji Danarto.com/abclit. Belum siap untuk mati. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Adri Darmadji Woko.""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www. Rahman.ABC Amber LIT Converter http://www.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Martin Alaida.html Nurwindasari. yang menghalangi pandangannya padaku. Sori Siregar.""Itu bukan mimpi. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut.com/abclit.""Bersyukurlah. Lukman Setiawan. Lihatlah. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. abangku. Itulah sebabnya kita berdoa.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Jantungmu kembali berdetak.

sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. yakni Bahasa Indonesia. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. yang syukurlah semuanya makmur.ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga tidak mampu membeli potas. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan.com/abclit. dan namanya adalah Indonesia. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. bisa boneka wayang golek. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. dibinasakan. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Begitulah Sukab. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya.processtext. Untuk semua itu. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. Sukab tidak pernah peduli. ABC Amber LIT Converter http://www. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. yang tidak beralas kaki. Dulu ia begitu miskin. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. bercelana pendek. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu".com/abclit. dengan panggung yang luar biasa kecilnya.processtext. boleh diburu. bisa boneka yang digerakkan tali. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. dan dimakan. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi.html . melayani sopir-sopir bajaj.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. sebagai warisan masa lalu. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya.Masih terbayang di depan matanya.

tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. sampai ia menjadi pemburu anjing. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu.processtext. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. kehidupan Sukab masih terhormat. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. Apabila kesempatan terbuka. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. ia memperhatikan. "Sukab. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah.html . Tidak ada cerita sehidup semati. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan.processtext. mengincar anjing-anjing yang lengah. kedua. diberi bantal untuk tidur. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran." kata istrinya dahulu. surat nikah apalagi.com/abclit. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. Ia tidak menggunakan potas. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. hanya dengan beralaskan kertas koran. Tangkapan Sukab disukai. Tapi Sukab tidak pandang bulu. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Ia berjalan. menghilang ke bawah tenda. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. anjing tetaplah anjing. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. tapi juga dimandikan. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini." kata istrinya. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. Apa pun jenisnya. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng.Namun. dan ia mengincar. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya.html menjadi pemburu anjing di Jakarta. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. lantas tinggal dilumpuhkan. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. Itulah riwayat singkat Sukab. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. dari chihuahua sampai bulldog.com/abclit. Ketika musim PHK tiba.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. "pertama. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin.

Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. Mereka dibawa pergi. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. "Aduhai anak-anakku. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang."Ke mana?""Entahlah. Begitu juga Sukab. anak-anak berteriak mengejeknya. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. biasa habis di lingkaran judi. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Meski sudah tidak melacur. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka."Ia perhatikan.ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga tidak punya cermin. seseorang berteriak kepadanya. Perasaan Sukab remuk redam."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan.html Sukab. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. namun dari sinilah cerita baru dimulai. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing."Mereka begitu miskin. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum.Betul juga. Perempuan itu menangis. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing.com/abclit. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. begitu pikiran Sukab yang sederhana. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing." kata Sukab. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung.processtext. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. seperti upacara pengorbanan diri.processtext. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik.***SEPANJANG rel. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali.html . hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang.

masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu.com/abclit. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. itu tidak penting. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. tapi petugas tibum.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita.."Oh."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan.ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya."Yang bener aje. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak..Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. Bukan polisi yang mengangkut. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima. itu. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing.. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.html .. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu." katanya lagi. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur."Lho. tapi hati dan otaknya masih manusia.processtext. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing."Apa yang penting?""Esoknya. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka.""Husssss. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.Setelah malam tiba. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa.***"MEREKA membantai Sukab.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. Mereka membawa segala macam senjata tajam. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. ketika matahari terbit." kata polisi itu. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. "mereka juga bisa menangkap saudara. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.processtext." ujar tukang cerita itu. menangis."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. berbalik lagi.. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir. dan para pendengar menahan nafas."Hati-hati lewat sana. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing... perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak.com/abclit.""Tapi kita semua makan anjing.

kerang. Januari 2002. Hanya berdua. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini."Susan. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. Susan.ABC Amber LIT Converter http://www.Dan.html .html anjing itu pulang ke rumah. Waktu itu. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. Nigel Jamieson. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. ketam. Susan. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. seperti malam-malam penuh pasir.processtext. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri.com/abclit. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman.com/abclit. Selalu.Saat itu. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Sambil menenggak Red Wine.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. dan gelepar angin di Bondi Beach. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak." lenguh Susan pelan. Aku akan membakar wajahmu.processtext.Teramat pelan.

bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin."Aku kira. Hentikan denting kecapimu. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. Are You Girl Friend. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. Ya. penyanyi jazz dari Betawi. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. selalu hanya untuk uang mereka. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. begitulah. Aha. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking."Ingat. siapa pun dirimu.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. sebagaimana dia. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. lenguh yang tak lenguh.html rambut indah Fiona. Dan cinta kami. Well. Subali. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. Rose Bay. Fiona mengerti maksud Susan.com/abclit."Dengar. Saya tak peduli. New South Wales 2029. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. menyamar sebagai penari bugil. Fiona. sebagaimana Ki Manteb. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England.processtext. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Dan aku? Aku. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. gereja." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah.Asal tahu. aku juga akan jadi pejuang."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. Bukan untuk yang lain-lain. kita toh masih punya banyak acara. adalah cucu Thancoupie. saat melantunkan New York New York.com/abclit. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. itu mencium kening. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku.""Ya. selalu tampil menawan itu.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. Seperti kepada nenek moyangku.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan. bersama Susan. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan."Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. atau Anoman sebagai pahlawan. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu. ngiau yang tak ngiau. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu.html . Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. saya akan melesat ke King Cross.processtext. Sebagaimana malammalam sebelumnya. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. selalu hanya untuk kedunguan mereka. Dan. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan.Tidak! Tidak! Di telinga Susan." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. "Sudahlah darling. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. Sambil terus menenggak Red Wine. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. Tetapi. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan.

com/abclit.com/abclit. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. saya tahu. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. atau Long Island.processtext.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine.ABC Amber LIT Converter http://www. Fiona. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. pria England yang tampan itu. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Tanpa sungkan-sungkan.Meski begitu. Karena itu. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Sayang.html . dan bar. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. Yang jelas pria itu berambut cepak. O. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Sejak itu. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga. Sayang. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. Cuma sesaat.Tetapi.processtext. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. Bahkan. Fiona. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Dengan sigap."Sudahlah. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Kahlua Cream.Ya.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. di ujung jalan. Tetapi cuma sesaat.Sejak itu. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Sebelumnya. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. pub. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk."Kau tak akan pernah berani membunuhku. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. saat ditampar. malam itu. O. rasa hampa penuh iblis."Untuk sementara. kamu terlalu banyak minum. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. ke rumah indahnya.

Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini. Fiona. dan ribuan kera sialan itu."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh.html mengubah kesucian cinta. Rahwana. Di otaknya yang disusupi alkohol."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Sydney. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. tarian. Fiona. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun.html . Aborigin. Dan kobaran api itu. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Tak ada denting kecapi.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. dentingkan kecapi Sundamu. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. kau akan jadi ikan bakar.com/abclit. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Seperti tahun-tahun lalu. Kita akan bisa segera pentas bersama.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan."Jangan terlalu menimbang-nimbang. aku memang harus membunuhmu.. Maka. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. Dan. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba.processtext."Ketahuilah.Tak ada jawaban. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. dan pikiran-pikiran saya. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera.processtext. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. lukisan. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan.."O. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Susan. Kini. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar.ABC Amber LIT Converter http://www. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur." Susan melenguh lagi. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. selama menjadi mata-mata. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street." desis Susan sambil memperkeras ketukan.com/abclit. Akhirnya."Sudahlah. Sebab. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Yang jelas.

Dan sekilas.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. masih dingin."Terheran-heran. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. merasakan dadanya bergolak. dan perutnya yang singset sedikit terbuka.com/abclit. Mendengarkan rintihan ibunya. Tangannya terasa sakit. Menggeliat. dipungutinya. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. Pak Gendut menjadi sangat lembut.Dari lorong gang muncul ibu Bondas.ABC Amber LIT Converter http://www. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya.com/abclit. dengan perasaan takut.Buruburu Bondas turun. Tetap saja pintu itu tertutup. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Ia menandai. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Bondas terbangun dari lelap tidur. Ia mendengar suara cambuk. Ia mendekam di sudut kamarnya. Dia melihat Ira terjaga.processtext. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Ibunya tak beranjak dari kamar. Kakinya seperti patah. itu cambuk Pak Gendut. Bondas merasa terlindung kegelapan. Pagi masih gelap. yang sebelumnya garang.***TENGAH malam. menyembulkan pusarnya. berubah mesum. Sesekali ia bangkit." bisik Bondas. Bondas berlari. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. diberikan pada ibu Bondas. Dipanjatnya pohon mangga itu.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. muda. telungkup. Kokoh di depan hidungnya. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. ramah. Bondas berdiri menganga. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. berpapasan dengan ibu Bondas. disusupkan ke balik kaosnya. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. berdandan menor. Ditendanginya pintu itu. kembali duduk. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Lengan perempuan itu tampak menawan. Punggungnya. Terdiam. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. mengendap-endap. Terpuruk di sudut kamar. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Ira lebih tenang. Digedornya dengan kepalan tangannya. Buah mangga berceceran dari kaosnya. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. turun dari becak. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www. membawa cambuk yang bergetar.Ketika pintu terbentang. Nyeri. Tatapan lelaki itu."Kita harus menyelamatkan Ibu. berdebar-debar. dari celah pintu. agak sayu. mendobrak pintu kamar ibunya. Menggigil. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. Meringis. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. memburunya dengan cambuk. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Senyumnya menggoda. Ingin sekali Bondas berlari. bangkit lagi. Tersungkur. Alangkah kaget lelaki kecil itu. cuma bergolek saja di tempat tidurnya.html .Menggigil di sudut kamar."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut.processtext. masih menyisakan kepedihannya. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. cantik. kakak perempuannya.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar.

Ia tak tahu ke mana. Bondas belum sempat menghindar. Tertawa-tawa. mendera punggung. Pakaian mereka sudah aus. Terdiam sejenak. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. Bondas mempertajam pendengarannya. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Suaranya riang. sesekali tersentak. Memaki. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. di rumah. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Pak Sukra. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. melecut wajah lelaki kecil itu. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya. dan bergoyang. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. merasa Pak Gendut memburunya. Takut. Cambuk di tangannya diayunkan. anak laknat!" seru Pak Gendut. berada di balik kegelapan. Menjilatinya dengan liur berlelehan.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Ia tak berani beringsut. Bondas terus berlari. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. Tapi Bondas terus berlari. Yang lain tiduran.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi.nyeri sampai ke dalam dada. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. Tatapan matanya mengatur. perempuan muda.html cambuk. Pak Gendut kehilangan lacak. terasa tercabik-cabik.html .processtext. segera menghampiri Bondas. tanpa arah. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan.processtext.com/abclit. Ira menjerit-jerit kesakitan.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. membawa cambuk. haus. Kulit pipinya mengelupas.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya.com/abclit. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. bergurat-gurat menghitam. mendengus.***PADA malam yang menggetarkan. Tak berani pulang. menghardik Bondas. letih. mencampakkannya ke tanah.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. kuda lumping dan cambuk. Dia memilih diam. Mereka meletakkan gamelan. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Terasa pedih. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Dan Bondas yang lapar. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu.***LAPAR. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya.Tanpa menoleh.Meski punggung terasa nyeri. buruburu Bondas memungutnya.Berlari meninggalkan rumah. teramat pedih. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja.Dari dalam kamar. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. Meninggalkan rumah. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Tak tersisa tenaga padanya. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Bercanda. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Agak lama mereka berbincang-bincang. Menahan nafasnya kuat-kuat.ABC Amber LIT Converter http://www. tak terurus. Terus berlari. kusam. ia terus berlari. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. samar. menggeram. Bondas berlari."Mau lari ke mana kau. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. terus saja berlari. dan merasakan betapa pedihnya. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tak berani bergerak. wajah garang Pak Gendut menyeruak. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira.

melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu. merobek kulit muka. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. dan seirama dengan hentakan gendang. Menghirup air kembang. menggetarkan udara. Dengan takut. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Anak-anak bersorak. Meraih kuda lumping. Tanpa henti. Menyusup-nyusup di antara para penari. Menari.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Anak-anak kecil berdatangan. Anak-anak bersorak. melelehkan air mata. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. kian lama kian rapat. dan segera ditabuh. Meloncat. seperangkat gamelan diletakkan. lentur. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Tapi masih saja ia menari. dada dan punggung yang terbuka. Gamelan bertalu-talu. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas.Di tanah lapang.berjingkrak-jingkrak. bergetar.Orang-orang terus berdatangan. Pak Gendut mengerang beringas. seketika Bondas kesurupan.processtext. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Menari dengan gerakan cepat. tar. malu-malu. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya.html bungkusan nasinya. "Terus. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. bertubi-tubi. Pada saat menatap Pak Gendut.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Gerakan tarian kian cepat.processtext. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. tar. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi.html . Lecutan cambuk berulang-ulang. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. Menggeliat-geliat kesakitan. memekik senang. terus. Menggelepar-gelepar. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www.

Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. Ayahnya dijemput dari rumah. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Sampai jauh malam.processtext.html . ubi jalar. "Tidurlah. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. dan subuh pulang kemudian kuliah. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. pasien selalu berdatangan. Pasienpasiennya banyak. Seorang kawannya. tetapi sebuah nasihat. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. jarang antibiotik. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Setahunya. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Bahkan. ayahnya hanyalah petani kecil. Sulit sekali mencari obat di sana. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang.processtext. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu.html Sumber: Kompas. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja.ABC Amber LIT Converter http://www.Waktu ia mahasiswa kedokteran. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. mau diapakan hasil tanaman itu. Ia tidak mengerti mengapa.Dokter Isman tidak memasang tarif. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. Ia memberi resep obat generik. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. Ketika tamat dari SMP.Subuh sekali. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Ketika ia terbangun. ibunya sudah menanak nasi. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Ia bukannya memberikan resep atau obat. dan tidak pernah kembali.com/abclit. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. membuat perawat yang membantunya agak bingung. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. ibunya mengelus-elus kepalanya. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Sejak kepergian ayahnya. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. dengan kereta roda.

ibu rekannya. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Di rumah pamannya ini. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. Bu.processtext. Kalau bisa. Namun. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. ia mendapat berita dari kampung halaman. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. kalau ia tahu. ia merasa amat terpukul. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar.. Dokter-dokter. Ia merasa amat berdosa. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. tertunduk. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. "Penyakit jantungku kumat. Tapi anehnya. yang bungsu dari akademi sekretaris. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. ia harus bekerja keras. Di seberang. Menghitung de-nyut jantungnya. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul.Setelah sampai di rumah sakit."Aku datang. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. udara pegunungan agak segar.. Ia geleng-geleng kepala.Dua tahun kemudian. kampung halamannya. memandikan saudara sepupunya.com/abclit. pulang. lalu pamit. dan menangis terisak-isak. Nak. agar ia segera menikah.""Oh. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. Nak. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka.com/abclit. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www. ibunya dimasukkan ke ICU. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. yang satu dari akademi perawat. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu.processtext. isinya. Bila dada sesak. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan." kata Isman terkejut. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Nak. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. tinggal dengan aku.ABC Amber LIT Converter http://www. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Sebagai dokter ahli jantung. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya." kata ibunya dengan suara pelahan.Setelah beberapa hari pengu-buran. Nak. rasanya hampir mau ma-ti. Ia mengambil spesialisasi jantung. Ia pulang dengan murung."Dekatlah ke mari.html . Kalau bisa." kata dokter Isman.

Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga.processtext. ia membiarkannya bertandang sendirian. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Gambar yang terpampang di samping berita. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Gilirannya. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. mendorongnya. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. dengan syarat. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. entah kapan. Bang. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. ia membuka pintu gerbang. Tetapi yang kami rasa.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Semuanya diam tidak mampu berbicara.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya.Setahun kemudian.Bulan berikutnya.com/abclit. Ia kenal betul gambar itu. dan sesudah itu. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. tetapi ia selalu menghindar. di ruang tunggu. Ia ABC Amber LIT Converter http://www.html . Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Jantungnya berdebar-debar. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya.processtext.com/abclit.Setengah tahun kemudian mereka menikah."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka. Kami ingat itu. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan."Pesanku kepada kalian. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. menurut pengakuan suami korban. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan.ABC Amber LIT Converter http://www. Menurut pihak kepolisian. salon itu banyak dikunjungi orang. tidak boleh pulang sampai petang. Daripada hidup bengong di rumah. sekitar bulan Maret. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Istri dokter tinggal mengawasi saja. juga dengan ipar-iparnya. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Ia tidak menjawab. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. Adiknya yang perawat. "Ya. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya.

Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung.Para tetangga mengurut dada. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. toloooong. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony."Tenanglah.. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?".ABC Amber LIT Converter http://www. Namanya Tanesia. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Tentu aku tidak perlu menjawab. Ketika ia siuman. (Ia jatuh pingsan lagi).processtext. meski ia tersenyum. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. Meski ia tertawa..html . Bu.com/abclit.""Oh. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Tuhan." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. menyuruhnya duduk. ia menjeritjerit. Dagunya lunglai. atau orang kita sendiri semua sama saja. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. "Dokter Isman sudah tiada. Perawat memapahnya. Ia terkena serangan jantung. Pelahan ia berkata. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. dokter! Ooohhh. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www."Istri dokter Isman jatuh pingsan.com/abclit. ia bergegas ke ruang kerja suaminya.processtext. Ia ada di kamar. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Lagi pula ia sudah mulai mabuk.html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang.

Dan ia menyebut perempuan seperti saya. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya.. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. tapi aku sengaja diam saja. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. malam dengan rembulan. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu.processtext. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. tapi aku tetap diam saja. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Hanya untuk berdua. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Tidak ada masalah di kota asalnya.processtext. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Ia menunggu respons. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga.html tempat kami bertemu. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman.html . Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Ia menganggap itu sebagai respons. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat.. luruh ke seluruh hatinya. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Kuta sudah jam satu pagi. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Mulanya ia menolak. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat.com/abclit. Berdasarkan ceritanya. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Beberapa saat ia menunggu respons. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Tanpa gairah maupun penolakan."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Jika malam tiba. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Tanesia takluk.

Kasihan.com/abclit. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. apa bedanya? Orang asing. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. memabukkan. dari sekian lama mati. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. dua orang. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Semua berakhir pada tempat yang sama. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. semua sama saja. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. orang kita sendiri. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku.html .Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. lalu pergi. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Satu orang laki-laki. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya.processtext. Meski tidak seindah dulu. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. atau tiga. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya.com/abclit. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Pipinya memerah kembali seperti sediakala.ABC Amber LIT Converter http://www. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan.processtext. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula.

Tanpa berani bertanya. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Metafornya kurang dalam. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www.html ekspresiku. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Mungkin dia benar. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. terlalu biasa. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman.processtext. lalu menenggaknya sampai setengah habis.com/abclit. Mungkin karena sudah terlalu Vodka."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Suaranya sungguh menggoda. Atau apa saja yang akan kutanyakan.Sudah jam tiga pagi. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya.processtext. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu.html . tidak ada perlunya bertanya. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Blues bubar setengah jam yang lalu. Tapi bahwa. Namanya Tanesia.com/abclit. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya.

Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung.. Pak Tua. sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Burung itu tampaknya sudah tua. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Setelah makan. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan..com/abclit. mungkin setengah jam penuh. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap.html . Si burung masuk sibuk dengan makanannya. ia berhenti meremukkan roti. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. dalam kegelapan. lalu sedikit berputar sekitar kotak. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. yang ditiup angin kencang. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Dengan menaiki tangga-tangga itu. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. Lama ia makan. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. Sudah lewat lima hari. dan membiarkan tempat biola itu terbuka.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama.com/abclit.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. Di sore lain. Violis tua.Fajar tidak segera menyingsing. sebagian besar bulunya telah beruban. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. orang-orang yang lewat. Saat itu di antara angin dan salju. pada saat-saat ini. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. Sore itu cuaca tenang. sibuk dengan makanannya. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. mereka semua terdiam menanti permainan musik. salju sudah mulai berguguran. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. Sementara kaca jendela masih malam. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. telah hinggap seekor burung gereja. agar tidak membuang tenaga sia-sia. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita.Sore berikutnya. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. ABC Amber LIT Converter http://www.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. dan ia mulai melupakan si burung. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. Pasti. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak.ABC Amber LIT Converter http://www. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. sambil memainkan musik dengan biolanya. karena ia memiliki otak yang sangat besar.html terletak di Moskwa. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela.processtext. dan bersiap pulang untuk beristirahat. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert.processtext. Akhirnya si burung gereja keluar. sebelum berangkat ke bulevar. terjaga di kamarnya.

Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. Walau begitu. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. dan badai satu saat berhenti. seperti manusia.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. sebab badai akan datang. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. keras oleh kekuatannya yang menyatu. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. Lebih dalam ia menggali lubang di salju.html . hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah.com/abclit. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.com/abclit. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Ia pergi ke sana berjalan kaki. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti.. Di sini bahkan salju pun tak ada. seperti musik. cuma angin bersih telanjang. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. Sepi. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai.Hidup bersama seekor kura-kura. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. KuraABC Amber LIT Converter http://www. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik.. Salju yang jatuh.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. Dengan susah payah. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung.processtext.

Kotak biola seperti dulu. berhembus dari selatan. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat.html . Tak hanya kenyang. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. kadang biji kacang. dan itu cukup baginya. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. dan di balik jendela.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. seperti kita melewati masa pensiun. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya.ABC Amber LIT Converter http://www. Pada bulan Maret. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. Pak Tua kembali terlelap.com/abclit.com/abclit. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. yang keras seperti batu.processtext. mungkin. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. seandainya burung itu masih hidup. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. malam yang hening masih berlalu. melesat dengan satu sayap. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. dinding kamar bergetar: angin. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian.Sang burung juga tidur malam itu.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. di sebuah jalan kecil di Moskwa. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. karena paruhnya seperti menyangga badai. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. dengan cara mengkeratkan badannya. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. ia masih hidup. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya.processtext. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. Kemudian tampak seperti biasa saja. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. dari arah musim semi.

Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. apakah ia mati suri atau mati benar. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www. dan keabadian. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. Pak Tua menaruhnya di sakunya." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik.Sesaat Pak Tua tertidur.processtext. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. supaya tidak menggencet burung itu. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti.. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. belilah burung kami ini.Burung itu mungkin sudah mati. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. "Hidup.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. bahwa pernah ada di dunia.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura.com/abclit. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. matanya tertutup. kematian.. tapi segera terbangun. dan kura-kura mengulurkan lehernya.ABC Amber LIT Converter http://www.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas.html kepada pemusik itu:"Paman." katanya. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Jatuh sendiri ia dari langit. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu.. Tak tahu.Setelah menghabiskan tehnya. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring.com/abclit.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet."Baiklah. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian.html .Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan..processtext. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita." pikir Pak Tua.

Bukan teman kantor. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. dibiarkan bebas berkeliaran. 25 tahun.com/abclit. Luar biasa. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Antara ingin menjawab dan takjub. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Bagai burung. Antara keisengan dan kesungguhan.processtext. Di mana-mana. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan.html . Padahal. Entah siapa pun dia. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. Meski kabinet pemerintahan. baru saja diumumkan. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. istri. Je! Perempuan.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Ia hanya iseng. Dari kawasan off-shore. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. Hanya ingin berkomunikasi. Bukan teman kencan di diskotik. Matanya jadi berkedip-kedip. Di pasar. Antara ya dan tiada. Ia juga bosan kriminal. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. orangtua. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Antara sadar dan bermimpi. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Ya. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Sungguh.+ Hai. kantor atau lapangan golf. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa.com/abclit. siapa pun mereka. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah. Bukan juga anak. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri.processtext. ia butuh seseorang. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Karenanya. ia tertantang. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. saudara. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Lama ia terperangah. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Di tengah rumah. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. Jadi berkaca-kaca. Sekretaris. Di lapangan. Bila dijawab.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Ia merasa tertantang. bajingan! Dengar nggak. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah.Bagai kapal kini.ABC Amber LIT Converter http://www.html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Antara realita dan alam maya.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian.

aku mau ngobrol aja. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya.. Sungguh. Tapi di belahan hatinya yang lain. Tanpa direkayasa. sebuah mail muncul di deretan inbox. Sekarang. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Namanya juga iseng.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. ya. Apa maumu sekarang?Ya. ia jadi ragu juga. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Artinya.. ia jadi ragu.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Dan seketika ia jadi benci Je. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu.. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. Darahnya terkesiap. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana.. ia jadi kelelahan juga.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Aku keliru.processtext. + Aku sudah perkenalkan diri. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Lebih lagi.processtext. siapa pun. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya.ABC Amber LIT Converter http://www.. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya..com/abclit. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Tanpa direncanakan.. ia hanya bisa memakimaki Je.html .com/abclit.Siang benderang. Je bisa muncul barang sejenak. ya?Ya. Tapi kamu?Ya. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. layar komputer itu telah kosong. Ia menatap kosong ke layar maya. berlesung pipit. Sungguh. Je tak membalas emailnya. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. ABC Amber LIT Converter http://www. Hai. aku sudah bilang. janganjangan Je itu seorang laki-laki. kamu kemana aja?+ Capek aku. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. Sepekan menunggu.. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu. Aku mengembara ke dalam benakmu. Ya. Sebulan berlalu.. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Aku sudah mulai. Bisa jadi. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Tak ada lagi Je di situ.. aku tahu. manja dan sedikit centil. Ia berharap.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya.. barangkali itulah jodohnya. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu.. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya.html lampu pijar di kegelapan.Hari-harinya jadi kosong seketika.. Apalagi. tapi buntu. Dalam hatinya..OK. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Tak ada lagi kata-kata baru. Ia membuka mail itu segera.

Semakin lama ia tatap wajah Je. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. ciuman dan menyalurkan birahinya. Aku tiba-tiba ingin. Ia ingin berpelukan.ABC Amber LIT Converter http://www. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman.. Hebatnya lagi.processtext. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Je tersenyum dan melambai-lambai manja.com/abclit. Aku tahu. kamu begitu marah. Je memang cantik. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan.Di atas sosok Je itu. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan.+ Ah.Sehari kemudian. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya..processtext. Je tak berbohong.+ Lha.Ia terhenyak seketika. Aku jadi rindu kamu. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Ya. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu penasaran. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. berangkat kerja. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya.Kalau betul kamu perempuan. berpelukan dan berciuman.Di layar maya itu. ya. Lelaki bila ada maunya. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Bisa gombal. gitu. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja.. aku rindu kamu. Aku merasakan getaranmu. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.html Aku bermain-main di pelupuk matamu. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Kadang ia tertawa manis. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Ia berdebar-debar. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya.html . Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Begitu membenciku. gagal karena terserang virus yang hebat. gombal kamu. Sebagai lelaki. Dan.+ OK deh. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. manis. Kapan-kapan kukirim potretku. Aku hanya ragu.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Tapi bagai angin.+ Selamat pagi. Di layar maya itu. mandi dengan shower. Kadang Je tertidur pulas. dia digombalkan seorang perempuan-ah.. Sinting. tentu sosok Je akan semakin jelas. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Tak percaya? Lihat aja sendiri. tapi tak kunjung berhasil. Yang pertama.Je. Ah. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Keduanya saling mendekat. bisa macam-macam. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. keduanya saling bersentuhan. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu.. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. nggak. Kadang marah menyebalkan.Aku jadi penasaran.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi.com/abclit. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai.Setiap pagi. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Je selalu berubah ekspresi.. edan kamu.

. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. nggak juga.processtext. Lama layar komputer itu kosong.Je.Je tak menjawab. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. ia cepatcepat mengetik di keyboard. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. Tapi. Tunggu dulu. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. jawab aku kapan pun kamu mau. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Ah." Sesudahnya.! Aku juga. kapan-kapan.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu..Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Ia meringis kesakitan.com/abclit.html . ia tak tahu di mana alamat rumah Je.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.Begitu tersadar. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. adegan itu terulang lagi. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Je. Aku berharap. Ia terbius oleh Je. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Antara mimpi dan nyata.processtext.. Ia terkesima. Busyet. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu. sayang. bukan tak terpikirkan. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Ia jadi penasaran. Ia merasa heran dan takjub. Keduanya semakin birahi.com/abclit. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. Setiap ia mengirim mail buat Je. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. sedikit pun tak menarik baginya.Ia jadi nekad. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa.html punggung keduanya. Ia betul-betul miskin data. kali?Ah.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. bisiknya lirih. ia mematikan komputernya. jawaban yang diterimanya: undelivery. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Ia segera kirim mail buat Je. Keduanya saling menikmati.

Dalam pembagian ulayat. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang.otomatis ikut tegang. Harta dapat dicari. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Mak.html Sumber: Kompas.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. "Uda tidak usah ikut ribut. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka.. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. ***"BAGAIMANA. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan.processtext. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Upik menarik napas panjang.. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. saat aden1 masih di situ. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. Kapan perlu. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas..processtext.html . suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. Kami hanya segan beradu pendapat.ABC Amber LIT Converter http://www." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. "Dia manakiak5. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kemudian meneguk kopi manis." "Buuuk. "Alaa. Pik. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. pendek betul pikiran wa'ang4. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita." Bujang Sami menarik nafas pendek. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Mak. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Wajahnya memerah menahan kemarahan. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. bukan begitu. Bola matanya mencorong tajam. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. sungai kecil itu adalah batasnya. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus.. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6.com/abclit. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Urat-urat lehernya menegang. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah.

Datuk?" sela Mak Kimin. Tapi. ***SEBELUM benar-benar senja.. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka.processtext. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita.processtext. Menjelang jam sembilan malam. Sebelum berangkat. pada hari yang telah ditentukan. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. "Untuk apa lagi. mereka membantah. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. Bujang Sami berdehem. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. Kemudian dimintanya Pidin.ABC Amber LIT Converter http://www." suara paraunya mengandung wibawa. setelah sedikit basa-basi. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. Datuk. "Baiknya bagaimana. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. Dan. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Bertemu pantang dielakkan. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.. Da. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. "Katanya. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. Di sanalah kusut akan diselesaikan. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. "Apaah rombongan Uda. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. "Tenang dulu. tak ada salahnya bersiap-siap. "Begini Tungganai. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. Suasana mendadak hening. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. "Hati-hati. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka." Pidin langsung pada pokok persoalan. Dan. Tapi. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. Upik Sida menekur.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum." jawab Pidin. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara." dialihkan topik pembicaraan.. "Sebaliknya. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. Di situlah keruh akan dijernihkan. Dan bersikeras menyodorkan peraturan.com/abclit. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Datuk?" sergah Mak Kimin. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. musuh jangan dicari.." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka.html . "Itu sudah kami jelaskan.com/abclit. "Belum tentu. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara.

Kedua rombongan tentu saling menunggu.processtext.processtext. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. Padahal. mengingat Pidin belum juga datang. pekan lalu. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai... "Piiidin?" gagap Bujang Sami." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. berarti keterangan Pidin berat sebelah." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. lebih keras. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. kami minta maaf. Kiri dan. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Bujang Sami lebih gelisah. dia adalah kemenakan Pidin. Juga Lencun.. "Lanjutkanlah. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata." Patih Sati berdehem keras." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba.. Mengingat perangai kawannya itu. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah.html telah disepakati. Namun. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. Mak Kimin lebih gelisah." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. karena teringat silsilah Kaum Patopang. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita.com/abclit.. Makanya. Tapi.html . Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. "Jika itu persoalannya. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai.com/abclit. Cuma. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www.. Bahkan. Lobai. Bergegas pulang. kami berharap. "Kami belum bisa memastikan. Patih Sati gelisah. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar.. terdengar bernada miring.. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. walau berumur lebih muda." pinta Patih Sati. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. waktu itu dia sengaja mengikuti.

maka dia telah kujalani dengan sempurna. Terlahir sebagai Yahudi. Cukup. terutama di penjara wanita Pelatungan. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. Dan itu adalah juga aku. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. masih terus berbagi degup jantung.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu.html . sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. Lupakahlah. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. menjaga nyawa. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Bisa kubayangkan. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Permukaannya yang mengkilap. Rasanya.Aku mengenakan pakaian terbaik.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. keterangan diri yang mungil. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. katamu melerai perasaanku. Umurku tujuh-puluh dua. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. yang buat kompos pun tak berguna. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Membanding-banding. Tapi. anakku yang terkecil. Tetapi. Membersitkan kebanggaan. Ah. seorang istri.processtext. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. Kemarin. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. lebih dua puluh tahun yang lampau. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu.com/abclit. Kalau kuingat-ingat. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. aku dan anakku. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Hanya karena aku seorang istri. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku.Sudahlah. dan dibalut plastik mengkilap itu. ketika aku pulang dari kantor kelurahan.com/abclit.processtext.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. Ya. senangnya mengamat-amati KTP ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Sedangkan kami. mengambil kartu tanda pendudukku. yang selalu ingin menyusu di dadaku.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan.

Masih kuingat. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Padahal aku hanyalah seorang istri. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Aku hanya tidak tertarik. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku.Besarnya kartu ini hanya tiga jari.. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. eks tahanan politik. Masih kuingat.html . Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Tetapi. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. anak-anaknya yang masih merah. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib.processtext. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Lihatlah. namaku ditulis dengan ejaan yang benar. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku.processtext. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Memang. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. sehingga dia harus dilenyapkan. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya.. Cuma meminjamkan peniti. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Mesin kejayaan manusia yang baru. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi.com/abclit. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Duduk sambil merenda. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Hak bergerak bebas. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Sesungguhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. mereka tidak percaya. harus menderita. Terkadang. Tetapi. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Bukan mesin tik tua. Tapi. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu.com/abclit.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Dan istrinya. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. mematikan. Dan buatku. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Hanya karena aku seorang istri. Juga anak-anakku.

Dia tetap berlutut. begitu murni. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Aku tidak hanya kaget. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku.. Aku tahu hatinya luka.Aku cuma diam. dan terang sebiru laut. jauh di dalam hatinya. sangat terluka. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Gong sudah ditalu. Mulutnya agak ternganga. Jari-jari tangannya memagari bibirnya.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia.ABC Amber LIT Converter http://www.html .Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Bisa.. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan.. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. hidup kami. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. memegangi dengkulku. Siksa itu harus diakhiri.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Aku sambut tangannya.Aku terpaku. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. Bu?. dia cuma diam. Tak berkata barang sepenggal. Kini."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. walaupun ada. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih.. Tanganku tak lepas dari KTP. Dengan berbuat begitu...html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. membelenggu. tersingkir. diri kami. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. ABC Amber LIT Converter http://www.. tetapi juga malu.. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.com/abclit. Dia anakku yang paling bungsu." tanya Tatiana." Tatiana seperti meratap. Mbak Rin bisa membuka toko obras.processtext. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. yang ditebarkan KTP itu. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada.com/abclit.processtext. Wajahnya yang licin bersih. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Sesuatu yang percuma. Tapi. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Begitulah caranya membujuk hatiku."Sedang apa. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. Mas Awang bisa membuka bengkel. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Aku tahu. Meskipun tidak dia ucapkan. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku.. Membisu seribu laut.. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. begitu membebaskan. bisa. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.

aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. saat pemakaman eyang. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua." Bungsu menimpali. lebaran nanti tidak ada Eyang. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Pasti tidak enak ya Pa. Tetapi. Malang. "Kita bangga ya Pa.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. Aku tak bisa menunggu. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet.html . Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku.com/abclit. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Kalau tidak. Eyang itu baik ya Pa.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. anak-anakku. sup buntut.html Aku tahu. Takkan. Dari keenam saudaraku.ABC Amber LIT Converter http://www. pukul satu malam. Di antara isak tangisnya. aku tahu.. cuma akulah yang sarjana. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. aku tak menyesal. berusia 78 tahun. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Di sisi lain.com/abclit. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya.processtext. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). Sesungguhnya. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Sejak saat itu. "Papa.processtext. Tapi. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. Sementara aku sendiri. tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Kepercayaanku timpas sudah..

" Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. wajah seorang yang kacau. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. piyama. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku." Kami masih mencari-cari restoran. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. Oleh karena itu. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion.com/abclit. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Ada orang yang menjual minuman di sana. Pa. Namun. Dan Mama kan sudah bilang tadi. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum.com/abclit. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). menikah dengan Tomo. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. aku mengajak mereka makan. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Tetapi. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. pada awal pernikahan sampai sekarang. Namun.processtext. Eyang sudah mulai membaik. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. Aku tahu. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. ada gunung. dan turunannya priayi. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. aku takut Ninil akan tertawa. mereka sama-sama dokter. Jadi. pinter. pada awal pernikahan. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil.processtext. "San. Namun. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya). Kabar terakhir dari Ninil. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. jadi pasti cantik ya Pa. Kita kan wong ndeso." Lantas Bungsuku bilang. Perjalanan kami masih separuh lagi. Aku takut anakanakku jatuh sakit. Dan sekalipun bukan dijodohkan. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Orangnya cantik. Lama-lama. Ini sedikit melegakan. Peristiwa ini begitu mendadak.html turunan putri raja. Tante Yus yang di Australia. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www. "Saya lapar.ABC Amber LIT Converter http://www. Di sisi lain. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor." Ya. capai. hubungan kekerabatan mereka dekat). aku tahu. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Sulungku berkata. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. "Le. Semua sudah datang. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Oleh karena itu. Ya. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu.html . Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. aku ingin membeli teko di Malang. Di rumah kami sendiri. atas meninggalnya Eyang. Sedang aku sendiri. tetap seperti bayangan anak-anak. Aku tahu betul perasaan Ibu. LANTAS. Kalau panen tebu kita baik. (Mbaknya Ninil. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. pohon kelapa. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku.

Sekarang sudah meninggal. "Dik Santoso. air mineral. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. dia juga mencintaimu. karena wajah saya seperti putri-putri. kan? Eyang selalu wangi. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. Kalau dengan pesawat. jatuh cinta ya Pa. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. dengan semangat cinta. "Santoso. Kamu tahu sendiri kan. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Saya masih ingat. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Lantas. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. waktu lebaran yang lewat. Tentu saja. Papa kan juga sayang sama Eyang." Ninil tertawa mendengarkan itu. Mama kan sama Papa pacaran." Aku merasa lega. om-omku. bilang kepadaku berulang-ulang. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. kan mantan pacar." Jawaban itu memuaskan putriku. Jadinya. Ya. Eyang senang sekali. Aku tidak tahu. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan.com/abclit. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. kita bisa makan di mobil kan. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. Aku juga tahu. aku cuma bisa bilang.ABC Amber LIT Converter http://www." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Nduk. kita beli sajalah Pa. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. mereka kelihatan tidur kembali. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa." "Ya tentu. Setelah makan roti.processtext. "Kalau ada roti. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya)." "Kita coba saja. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. ibuku tidak pernah berulang tahun. "Maaf ya. Tetapi waktu itu. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku." Aku ketakutan. Kita suka mencium Eyang.processtext. ya Mas. Tetapi. "Pa. Papa lagi emosional. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. "Ya Mas." Putri sulungku memotong. Ninil berbisik padaku. "Maksudnya begini lho Pa. "Papa memang sayang.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Papa sayang sama Eyang." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. Tentu saja Mama memilih Papa.com/abclit. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. "Ya Pa. Dia tidak butuh itu. ada restoran yang buka di sana.html . Sulungku berkata." Sesungguhnya. kedua orangtuaku meninggal. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. "Aku merasa kehilangan segala-galanya." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. baru besok kita bisa berangkat. Saya takut kalau service restoran itu lambat. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. "Pa. Eyang bilang. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. Itu kan untung ya Pa. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. rasanya kok tidak sampai-sampai. aku sayang kamu. jangan peduli dengan sikap tante-tante. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. rupa kita mirip tante-tante. ketika kedua putriku tersenyum. Dan Bungsu mengusulkan.

Yang ada cuma satu. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. dan dua puluh tiga detik. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil." Setelah upacara penguburan selesai.processtext. Ia memijit nomor satu nol tiga.processtext. Baru jam lima petang. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. kupeluk istri dan anak-anakku. langit begitu hitam. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. "Le. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Hatinya dirundung kecemasan. Selama ini kalau aku bisa jujur. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. Matahari sudah lama tenggelam. nol menit. cinta-Nya kepada kita. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Terdengar suara operator dari seberang. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. kita tidak perlu lagi saling membenci. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. kita seharusnya saling memaafkan. Juga jam lima petang. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. aku berpikir. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. aku merasa dia berbicara seperti ini." Lalu manakah yang lebih benar.com/abclit.html . Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Namun.com/abclit." Malang. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau.html seperti orangtuanya sendiri. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Namun.

processtext. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. berarti ia akan kehilangan waktu. mata. mobil sedannya berubah jadi labu. vagina. ulang tahun dan hari kasih sayang. Membuka album foto yang berdebu. jam lima petang. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan.com/abclit. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. pipi. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. kakek. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. leher. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Memarahi pembantu. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. mulut. payudara. dada. Rekreasi. Berdoa di dalam kegelapan. Sementara banyak yang sudah terlupakan. tangan. Bercinta dengan rasa. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. hampir abadi. Menanti pujian dengan rasa berdebar. jawaban dari mereka adalah sama. Menyusui. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Menatap matahari terbenam. ketiak. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Kala itu. jam lima lewat tiga. dan jam lima lewat tujuh.ABC Amber LIT Converter http://www. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Menelepon teman-teman. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Mengiris wortel. kaki. punggung. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Membeli hadiah Natal. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Menghapus air mata yang menitik. dan dirinya berubah menjadi abu. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Bercinta berdasarkan sistem kalender. waktu adalah pelengkap. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam.html . Mengantar anak ke sekolah. jantung. ABC Amber LIT Converter http://www. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. hati.processtext. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar.com/abclit. Ngeceng di Plaza Senayan.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. yaitu jam lima petang. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. raga. Karena waktu yang berjalan. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Melamun. nenek dan leluhur. Pergi ke dokter. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Membaca stensilan. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Bercinta malam hari. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. hidung. sebuah sarana. Memandikan bayi. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu.

Satu. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Kaki anjing pincang sebelah. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan.processtext. merasa terancam atau bersyukur. Membuat raganya beku. lonceng tanda masuk sekolah. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. samudera getar. berdetak keras memekakkan telinganya. cakrawala harapan. seratus. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Menelan biji durian. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. sepuluh. Nonton Cirque du Soleil. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Diculik UFO.processtext. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Baca komik Petualangan Tintin. Kelopak bunga mulai merekah. semua orang tidak mau ketinggalan. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Arung jeram. Mengalahkan Michael Jordan. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Bungy jumping.com/abclit. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. semar atau gajah.html . Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Bertinju dengan Moehammad Ali. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Merebut suami Victoria Beckham. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Lidahnya kelu. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. Suara alarm itu. Imajinasinya buntu.com/abclit. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. seribu. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. ia hanya tidak sadar. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Suara alarm itu.html berdebar. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Suara kokok ayam jantan. Hatinya membatu. Suara alarm itu. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. sepuluh ribu. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. seratus ribu. Suara alarm itu. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. masa kini dan masa depan. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Kicau burung. Makan rambutan. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Minum sirup markisa. Awan berbentuk mutiara. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman.

Kurang waktu. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. penguin.. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan.. Waktu. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman.. Waktu. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Mengikuti senam seks dan kebugaran.. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.... Semangatnya bergetar. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar.. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Memberi makan ikan. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Sejak saat itu.html lebur dengan tanah. Seragam sekolah yang luntur. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman... Ketika. untuk memperpanjang perjalanan. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one.. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Waktu. kucing. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan.processtext. Terlalu banyak pemborosan. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Sarang laba-laba di atas plafon. babi. ***NAYLA ingin menunda waktu.... Vagina yang tidak lagi lentur. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. Masih ada saja yang tidak sempurna.. Tidak pergi ke klab malam.ABC Amber LIT Converter http://www. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar.. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Kurang peka.. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu...com/abclit. Burung bercinta di atas rumah.... Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Ia ingin memelihara anjing. dan dirinya berubah jadi abu. Tapi Nayla selalu terlambat. Buah dada yang mulai mengendur.. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Kurang becus mengatur keuangan. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Waktu. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang... Kurang perhatian. Nayla ingin menunda kematian.com/abclit.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban.. Padi menguning di sawah. sarapan dan seragam. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan..processtext. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. mobil sedannya berubah jadi labu..html .. Dan masih saja ada yang kurang. Tidak belanja perhiasan. ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan.

Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Bang. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. Ayo kita terus. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun."Kau coba dulu jeruk sini.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk.processtext. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Mobil bergerak pula.processtext. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. dan rasakan manisnya. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar." Din melekatkan kaca mata hitam.com/abclit. karena lurus saja sepanjang lima km.html . Ia ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelah kiri jalan. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus".Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum." x"Wah. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon.com/abclit. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. lalu berhenti di depan sebuah dangau.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas.

"Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Sekali aku pulang kehujanan. persis seperti buntil laskar Gyugun.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan yang sekarang juga dua."Ini Bang Tamrin. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan.com/abclit. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Aku respek padanya. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian."Besok kembali. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. senter."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. dan potlot pendek. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. ia akan bilang. Si suami bertopi pandan. Ia berteriak. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. dan mulutnya yang melengkung indah. "Di sana ada jalan ke dalam. Jika ia menumbuk padi dan menampi."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Suaminya penjahit."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Persis seperti buntil Gyugun. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Jika ia merasa diperhatikan. Kaca mata hitamnya dilekatkan.html . Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. menunjuk. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Dia pintar pidato. buntilnya juga berisi sepatu lars.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja."Berapa hari di sini?" tanya si istri.processtext.processtext. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. dan Medan. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik.html menawar. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Sidempuan. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. Bukit Tinggi. Mereka membalik. Aku sering datang ke rumahnya. Itulah jalan menuju desaku. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. buku notes.Din mengajak ikut pulang ke desa. Bapaknya seniman. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi.com/abclit. "Kenapa kau perhatikan terus aku."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang.

processtext.Beberapa lama mobil lewat kebun para.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. Ayah sedang bekerja di sawah. masih yang dulu.html .ABC Amber LIT Converter http://www. dan ketika melihat Din mereka melambai. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung." kata mereka. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Kejai adalah sejenis beringin. Ayah punya banyak buku dan majalah. dan uban memutih di sana-sini. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. sebagian besar sudah aku baca. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. tampaknya seperti dapat firasat. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Tampak kasar jemari ayah. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Labai. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Mak Panto adalah adik Ibu. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. dan salak. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Sesewaktu mobil ditepikan. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Kami makan berempat di meja dapur. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Ayah pulang dari sawah. Din bilang kami akan balik besok pagi.Aku kembali ke depan. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda.processtext. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. nangka. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini.com/abclit.com/abclit. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Ketika baru diajak makan. Aku memeluknya rapat-rapat. Sebelum para. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. sayang ia tidak kemana-mana. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. dan menyalami orang-orang. yaitu perca. Kain sarung disampirkan di bahu. Ketika jadi juga merdeka. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Kata Ibu. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. kami turun. Pohon sirsak. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. "Sedang di sini rupanya beliau.

Mak! Ayah kami juga ikut. duku. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka.com/abclit. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Tapi kelapa sawit. Di hilir tadi. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Meski umurnya enam tahun lebih tua. dan Mamak diberi baju bersih. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Kami pun menyalami dia. Setelah menyalam Din dan Ayah.com/abclit. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Lalu kami pamit. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Rumahnya bertiang tinggi. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. karena sedang sekolah. Jaga durian waktu malam. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. Apalagi di musim kupon karet dibuka. main domino di lepau. istri mamak. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Kebun para itu tampak sudah pada tua.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri.html . Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang.processtext. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. dan mencari buah manggis. atau ringkanang ke hutan.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Ia tidak berbaju. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Uci. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Tapi mereka tidak punya biaya. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Beda sekali dengan kebun para. kubilang tak usah. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun." katanya. ia tertegun menatapku. berkulit kuning seperti Ibu. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. ABC Amber LIT Converter http://www. dan buahnya bergelantungan. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri.ABC Amber LIT Converter http://www. istri. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. lantai dan dinding dari papan. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Buru-buru tikar dibentangkan." kata Din. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa."Ini Tam datang. Kurangkul dia. dan atapnya seng. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Kasihan kebun para itu. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. matanya berkaca-kaca. apalagi jadi kaya. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. Badannya besar dan tinggi. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu.processtext.

Ia menepuki punggungku. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga. janganlah ikutikutan terburu dengan Din. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. Aku menyalami. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. kuning. sisiran klemis. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Ayah diam saja.com/abclit. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. dan bicara riang.000. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Aku terkejut. ia selalu menambahnya beberapa rupiah."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. dan lezat. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat.*** Jl Kembang Setaman. "Rumah besar di hilir dijual. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Semua anaknya tinggal di hilir. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Aku berharap gigi Salmah belum begitu.html .Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. lalu melekatkan kaca mata hitam. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. dan mendesah lebar di lembah. ia juga terkejut dan agak tersipu. Istrinya datang dan menyalami pula.processtext.html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Kami pun makan durian. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat." kata Din.com/abclit. badannya kutarik lalu kupeluk.processtext.

saya tidak tinggal di situ.com/abclit. Kata anaknya. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan." Bagi penghuni Perumnas yang lain. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas. Walhasil. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. lantai keramik. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen." kata istri dalam arisan ibu-ibu. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. rasaABC Amber LIT Converter http://www. saya tidak tinggal di Perumnas. menurut pembantu. "Kita harus hidup rukun. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Meskipun. usuk kayu Kalimantan. Pada mulanya berdinding kayu lapis. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. "kami tinggal di kaleng sarden". memang banyak yang bisa membangun-bangun." Begitulah. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal. di malam hari kamar-kamar dimatikan. tidak suka membuang-buang. Namun. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. kata anaknya menurut pembantu. Tetangga sekitar. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. Kami sangat senang mendapat rumah. lama-lama keluhan datang juga. Bagi orang gedongan katakan. tinggal satu lampu 10 Watt.html Sumber: Kompas. dan pagar merah dari batu laut. dan rasanan. rumah bertingkat itu membuat masalah. Rumah dan tanah berukuran 36/80. Rumahnya ditingkat.processtext. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. lho. Bikin kulit gatalgatal. omong kesana-kemari. tidak ada teguran. Suami tidak rapat RT. 'protes. "Bulunya itu. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Tetapi tidak ada protes. "kami tinggal di peternakan manusia". dan menuntut' itu bahasa politik. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. mereka juga hemat waktu. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Tertutuplah. Orang hidup itu harus tenggang rasa. Daripada menyewa berpindah-pindah. Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing. istri tidak arisan. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Kata mereka. "Alhamdulillah. demonstrasi. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. atau "kami tinggal di kandang ayam". genteng tanah nomor satu dari Gombong. "Alhamdulillah. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. rumah kami sederhana saja." Bagi orang yang masih menyewa. begitulah gaya hidup orang Belanda. Lebih dari itu. "Alhamdulillah. bukan bahasa pergaulan. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Tetapi. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau." Bagi para tetangga rumah bertingkat.com/abclit. dinding bata dan semen sungguhan.html . Seperti diketahui. dan atap asbes gelombang. termasuk kami. Artinya. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. "Alhamdulillah. itu adalah kemauan anaknya. melik-melik di kamar utama.ABC Amber LIT Converter http://www. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. SETELAH dua tahunan. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". sangat kaya.processtext.

"Ya. tapi mbok yaa ingat tetangga'." kata suami mewakili keluarga. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. Sindiran yang agak tegas. itulah. Namun. saya bilang pada istri. Kami tahu banyak salah. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. "Semoga jadi haji mabrur. ada perkembangan baru. Tuhan! Baca sendiri'. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. "Ya." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. Ujungnya. semoga. keluar juga jujurnya. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Setelah sampai rumah. Amin." "Amin. "Maafkan kesalahan kami. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. Atau yang lebih thok-leh. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. Logikanya begini. tanggap sasmita. ya'. Diturunkan. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. rumah itu gelap. seperti 'pelihara anjing boleh. "Itulah. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas.. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song.html rumangsa. tentu. Singkatnya. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'.00. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus.. Tidak juga laku." jelas suami. bulu kuduk mereka berdiri.com/abclit. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www." kami berdoa. nol-nol. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. Maka. Dokter menanyakan." katanya. ya Bapak-Ibu. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT." "Semoga dapat hidayah. Maka kami senang." Lalu dilakukan tes suntik." balas Ketua RT. dan bulunya suka beterbangan. Mesti orang berpikir.html . di luar prinsipnya." "Ada anjing?" "Tidak. mereka tidak kembali ke Perumnas. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Untuk apa tinggal di Perumnas." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya.processtext. seperti waktu di rumah. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Diulang. sepulang haji. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Mereka mau naik haji. Harganya diturunkan. Kami saling berpelukan. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. Rapat RT memutuskan. 'Ini. karena praktis melibatkan seluruh RT. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Diulang. Disuruh dia mengingat-ingat. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. Ha? Benar! Menurut mereka. Ditinggal haji. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house.com/abclit. Semuanya lewat pembantu.00 sebab mereka ketakutan. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. dan lari tunggang-langgang. Namun. Mula-mula mereka heran." CERITA ini yang lebih penting." "Jangan begitu. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Siapa tahu mereka lebih diridhai. "Amin. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Belum sempat Ketua RT bertindak. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga..00.

Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. "Mereka sudah satu suku.com/abclit. Jin itu bertambah nekat." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. digantung di temboknya. tukang ronde lapor Ketua RT. Wedang ronde yang panas itu dilahap. dasar orang Jawa. Mereka memborong ronde. Dan. Al-Falaq. "Lho. Tetapi tidak ada perubahan. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin.com/abclit. Rapat RT lagi.html waktu yang belum ditentukan. meninggalkan gerobak dagangan. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Alasannya. RT langsung mengadakan rapat darurat. kumpulan cerita). Jadi. dan An-Naas. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Itu dianggap yang terbaik. Tetapi. sama-sama segannya untuk berkata tidak. Nama jalan itu terserah. Anak kami menitipkan anaknya. ada adik-adik dari kedua belah pihak. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. menggaya)." Setelah ck-ck dia membuat saran. Nama diserahkan pada RT. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu.ABC Amber LIT Converter http://www. karangan." Maka RT mengadakan rapat. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Tukang ronde yang malang itu kontan lari.processtext. yang tidak menyakitkan hati orang. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. mengganti nama jalan. asal jangan menyarankan makanan jin. kok keluarga besar. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Bunga Setaman itu makanan jin. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. warna-warni bunga sejenis (artikel. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Setelah dihitung. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. sejenis lulur. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana.processtext. Penjual curiga. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Tentu saja. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. Meskipun demikian. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. setan ora doyan." Pasar Kembang adalah nama tempat. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual.html . Orang pintar itu datang. misalnya. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. tapi menggantung di udara. tanpa debat berkepanjangan. Maka datanglah orang pintar itu. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Lain dengan kami.

"Kembang desa?" Primadona desa. Terpilih nama Kembang Desa. kembang yang tidak berarti bunga.html orang pintar. sama sekali tidak ada bunga. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga.processtext." "Pakai kembang. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Menurut mereka yang sensitif. Lho! Iya saja. Api akan membakar mereka. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Ia pulang bersama orang pintar itu. dan bijaksana. Benar jin tua. yang iseng. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Tidak ada jalan lain. Tapi kami keliru. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. suara anak-anak bermain. Biar jin-jin kepanasan! Biar. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai.processtext. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. mereka merasa kembali ke asal. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. bagaimana kalau dikromokan. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta. gadis. Tertutup sudah. Dua. Jadi. Harapan kami sama seperti dulu. Prosedur yang dulu dipakai lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Tidak ada ronde teng-teng. kita ganti dengan yang baru. "Kita buang saja kata kembang. Mmm. tidak ada bakmi duk-duk sreng. dan anak-anak menghilang. Jin terbuat dari api. Jalan buntu. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Kami menemukannya juga. suara klenengan.com/abclit. Tiga. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Mereka akan ketakutan dan lari. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. Kami berpikir keras. Jangan Kembang Desa." kata advokat itu. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. pintar ilmu hukum. "Lha. Itu jin voiyeur. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. nyanyi dangdut. ya. mereka kehausan! Tetapi tidak. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. dan yang duda akan datang. Kami turunkan papan nama. Jin yang thukmis (suka wanita). Malu-lah RT kami. suara air terjun. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Keesokan sorenya kami gotong-royong.html . Ia duduk berdzikir di teras rumah. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. bayi menangis. "Inilah hasil maksimalnya. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Setelah melihat papan nama katanya. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong. Mereka akan kecelik. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. tidak ada sate te-satte. ada jalan. pandai ilmu dalam. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. Maka. mereka tidak boleh mengganggu orang." "Jangan. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. ini biangnya." "Nah." "Lalu enaknya apa. Tetapi. Satu.

sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Tiga orang kakak Hindun. laki semua. Seperti Hindun dan ibunya. dan entah sejak kapan tepatnya. dengan tinggal di ladang.ABC Amber LIT Converter http://www. aku tercengang dan merinding. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. Konon. itupun jarang bermalam. sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu. sekaligus merawat ladang kenangan. berubah menjadi sarang lebah. penuh dengung. Tak apa. sakitnya tak akan diobati. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja. tanpa bahasa puji-sanjung. Merantau. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Dan setiap telinga yang kena berita. Yang ada hanya kepahitan. anak lelaki. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. ah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa.com/abclit. di atas rumah pondok yang sederhana. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. pekerja tambang. dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat. masyaallah!). perempuan yang jatuh dari pohon. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. menetes-netes dari bahasa kutukan. matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang.html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah.processtext. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. bila mati. mungkin pula tidak menunggu. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. bila sakit. lebam-membiru bagai tersengat. Setidaknya. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Meski sesungguhnya pula.com/abclit. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. tak sedikit pun madu menetes dari situ.Duh. Pohon apa yang ia panjat. Ya. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. mereka biarkan lapuk telantar. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun.processtext.html . menunggu. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu.

Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Misal. Memang akan ada saja alasannya." maka ia pun tertawa sesukanya. jauh dari rezeki.. bila kami bertemu di pasar. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. di dalam kampung. Tapi bila musimnya. Perempuan jangan ketawa cekikik. Maklum. tapi usiamu. yang datang malah bisa macam-macam. merawat tanaman yang masih tersisa. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan. beruang. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. hidungnya yang bangir. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa.html .ABC Amber LIT Converter http://www. rambutnya berombak-panjang. ia lumayan cerdik. Maklum mata bujangan. Anehnya. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya.. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat.html membeli." kata-nya jujur. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan. urusan makan beres. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. bahkan bisa gila. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh.com/abclit. entah mengapa. Dikeping dan diikat. celeng. sekalian menjaga makam ayahku. Bukan di pondok ladang. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar. Tak terpikirkan. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang. harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Kutahu. "Niatmu sih baik. kera. seperti tak bakal dapat laki. ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. itu pesan yang tak boleh diremehkan. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan. ketika hidup. dari sekian banyak larangan. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. meski tak dituliskan. Anehnya. Hindun. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Apalagi. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. "Biarlah kami tinggal di ladang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping.. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). bentukan alam pebukitan yang bergelombang.. Konon.processtext. membuka mulutnya agak lebar. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. tapi juga entah mengapa. nangka.processtext. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. Di samping tentu. begitulah. dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana." bisikku usil. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu banyak ramburambu tanda larangan.... meski sedikit. ia memang sangat mencintai ayahnya. Ibunya tak bisa mencegah. tak boleh duduk di depan pintu. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya.com/abclit. Tak jarang ia cekikik. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. Asal ada beras. senyum dikulum pasti lebih manis. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang.

com/abclit.. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami. dengarlah. tidak hanya buat perempuan.. Namun. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Tampaknya. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman. Benarkah? Entah. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. yakni petang Kamis malam Jumat. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. kami yang laki-laki masih lebih beruntung. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. meski tak harus melanggar. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut.. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon. mereka memilih hari selain Selasa. Namun.. Inilah hari baik penuh berkat. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. bila perempuan larut berdandan. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut. mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah.. Sedari kecil. Bukan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari. pantangan itu masih lumayan adil. petak umpet atau lompat tali. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak. sebab Selasa hari api. kupu-kupu pertanda tamu. Begitu. Kami akan berteriak dari ketinggian. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. sampai-sampai harus ke halaman. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu. ada kapalnya enggak. bukan itu alasannya.. menerka-nerka yang tampak. bagaimanapun juga. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa. Yang jelas. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki.com/abclit.processtext. tak seda dipandang.ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan danau pun tidak. membuat kami begitu berhati-hati. apalagi kalau rambutnya basah. Begitulah. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Juga saat musim buah tiba. jawab yang lain menghibur. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Jangan berjalan di hari Selasa. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. Yang jelas. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. begitu adat kami mengajari. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Artinya. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. Tapi. Anak-anak pun tak ketinggalan.html . Atau. semisal dalam urusan berpergian. rimbun dan rindang. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja. Tentu. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. soal etiket.

Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Dikatakan begitu. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. para pencari damar yang tersesat di hutan. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?).com/abclit. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Pokok pohon itu teramat kukuh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. sigap tangannya mencari dahan berpegang. tersangkut di akar. tapi tak berbuah. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. Tapi. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Bila memandang dari jauh.. Dikatakan pohon Barangan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun). Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. di semak-semak tepi jalan. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. dilobangi tupai atau kera. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. O.html pengumpul buah yang kami petik. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Begitulah. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca. Hati-hati kakinya berpijak. Andai saja ia ditebang. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. menggelinding di lereng bukit. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih.ABC Amber LIT Converter http://www. atau pengembala ternak yang kemalaman. tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang.com/abclit. di antara batu-batu di tepian. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. Tentu. hanya batangnya yang serupa. tentu tak bakal ada yang berani menebang. Saat-saat memuntir sisa buah. para perantau yang lama tak pulang. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. mencari buah yang masih menggantung. tapi tak bergetah saat ditakik. Maka. Setiap kali masuk hutan mencari kayu. Hindun. begitulah. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas.processtext.. dedaunan. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Dikatakan pohon damar. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Matanya awas mengamati setiap cabang. dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. tergores akar atau jelatang. bahkan untuk sebuah larangan. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan.html . ya. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. lereng bukit itu bakal kosong. hanya daunnya yang mirip. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. mata Hindun masih saja penuh keinginan. Bahkan dengan pandangan.

gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. Pohon keramat. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. Lengkap sudah.com/abclit. tentang lautan..processtext. Di surau kecil itu.. sambil menunggu putusnya harapan.. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah. kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. perempuan yang jatuh dari pohon itu. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau.html menebang. Seakan tak berujung. Hanya madu lebah yang masih mahal. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. kampung memang teramat gempar. Baunya busuk. cengkeh mati bujang. Tentang dendam.processtext. ia datangi pohon itu. Aku yang dulu hanya penerima kabar.com/abclit. Hari Selasa. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. Sebentar saja. Hindun tak peduli. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau. mati. Semuanya. tapi menyaksikan. Tentang kesehariannya hidup di ladang. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar). istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Kubayangkan. Milik tetua. Bokongnya remuk. Tapi selalu terbentur soal hak. membawa kabar itu ke tengah kampung. ia ceritakan segala padaku. Hindun. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. nekad. bernanah. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan.. Hanya aku. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. seorang perempuan. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Perempuan-perempuan. dan tak seorang pun berani menjenguk. Bukan si puak.html . Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Bahkan mungkin lebih.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku bergegas turun dari bukit. Juga aku. dan aku pun tak berkata soal itu. Rumahlebah Yogyakarta. ayah dan saudara laki-lakinya. meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. mendekat saja tak ada yang berani. Tanpa sepengetahuan ibunya. Dan seperti kubayangkan. Dan terjatuh. kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hak tetua suku. sekaligus melunaskan dendam! Ya. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Dan ia. lembah. Kecuali mungkin. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar.

dari tengah lautan. ikut menggulung layar pada saat badai. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. atau hanya untuk membunuh waktunya. kali ini. yang kepala dusun di sini: apakah betul. dia selalu mengimpikan. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. ketika lautan tanpa badai. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. terletak di Lolohan Timur. bagaimana. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. Dia tahu. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini.processtext. Hamdani.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Kau sering terlambat.ABC Amber LIT Converter http://www. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal.com/abclit. Beratap genting Palembang berwarna gading. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). karena mereka membelot dari Belanda. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Padahal. melihat nenek-moyangnya. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). sebagai sebuah proses "menjadi". apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. kamu sekolahnya paling tinggi. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. tidak yakin. Kita kan pengurus. Hasil diskusi. Khotijah. bertempat di masjid. tampak dari jauh. itu tidak menambah apa pun.com/abclit." Yah. melantunkan syair-syair. akan datang seorang laki-laki. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. untuk mendinginkan tubuh. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya.html . Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. yang bisa keliling dunia.Nurhayati. Sesungguhnya. akhir-akhir ini. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu.processtext. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. adalah pelarian dari Armada Bugis. Jangan lupa kau datang lebiha awal. Namun. Sebetulnya. Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Pikirannya terpotong. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. Nurhayati berpikir. yang datang pada tahun 1653-1655. di mana udara panas menggulung. lebih sering bermimpi. Konon. ABC Amber LIT Converter http://www. "Rapat untuk organisasi sosial kita. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. waktunya selepas sembahyang isya. tertawa-tawa. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. teman sekuliah dulu. waktu remaja dulu. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. Sementara itu." Nurhayati mengangguk cepat. Itu memang mimpi remaja. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. nasehat ini sering diucapkan. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. Sepertinya. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya).

Dia melihat ke panggung rumahnya. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. yaitu menjadi ibu. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. kau tahu kan. "Kau bukan dari jurusan keguruan. Di sisi lain.processtext. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela.html Nurhayati. Di situ. Khotijah bercerita. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. Nur. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. Aneh. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan.com/abclit. seharusnya engkau jadi penyair. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. mengajaknya ngobrol. bapaknya tidak pernah ingin menjual). Dan setelah beberapa kali bertemu. Namun. Sementara itu. melainkan ibadah setiap manusia. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. aku mau sederhana saja. Ada apa sih? Sebagai perempuan. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Tidak seperti engkau. honor guru TK di sana sangat kecil. camat dan bupati. Apalagi. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. akan menikah dalam bulan ini. Dia membiaskan hal itu dengan mudah." "Aku bisa menggantikannya. Mereka berpikir. Tapi suatu ketika. Benar juga kata teman-teman. kami menemukan sesuatu. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www. bisa jadi bapaknya tidak setuju. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku." "Nur. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. mungkin Mbak Mila setuju. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu." Khotijah melihatnya. melihat orang yang lalu-lalang di depannya." Nurhayati cuma diam saja. cobalah. tanpa sekolah. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. "Nur. Karena. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. beberapa turis domestik. aku mendengar kabar. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. tempat bermainnya di masa kecil. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Kadang. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Khotijah. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik." Nurhayati diam saja.ABC Amber LIT Converter http://www. ***PAGI ini. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Buat mereka. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. kemarin malam. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. Padahal.processtext.html . Namun." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak.com/abclit. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. semakin kena abrasi dari lautan. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. Namun. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. dia tidak tahu lagi. Sambil menyusuri tepi laut ini. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Beserta beberapa anak muda. teman terakhirnya yang masih bujangan. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Dia mengatupkan bibirnya. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. Kemarin. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun.

sepulang dari mengajar. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Namun. Khotijah memegang tangannya. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar.ABC Amber LIT Converter http://www. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Ini berarti. Karena begitulah norma. Seperti nenek-moyangnya. Keluarganya dan keluarga Hamdani. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. dalam beberapa hari ini. Karena rumah panggung itu. Sekali lagi. Budiman berkata. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Akhirnya. kalau bercermin." Nurhayati membatin. Dia mulai berpikir. (dengan bahagia. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Sementara itu. Hamdani lewat surat. yang peneliti. Dan tak seorangpun yang tahu. apakah pernikahan itu perlu. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. aku mau menggantikan jabatanmu.html disebut cinta. Di saat-saat seperti itu.processtext.com/abclit. aku tidak bisa menjadi ketua.processtext. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). kau akan menjadi ibu dan istri. "Tentu saja. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Nurhayati menyusuri pantai. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. (Sesungguhnya. setelah itu. yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Sambil belajar." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. Namun. yang keluar dari bibirnya. Inikah sebuah penindasan! Namun. Dan penelitian itu. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. dan diriset oleh Budiman. kalau organisasi kita telantar. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. tidak banyak waktu untuk organisasi. Di pantai ini. Nurhayati tak akan risau lagi. Aku ingin kau yang menjadi ketua. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu.html . beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. Kau masih ingatkan. sebagai istri. Koran-koran lokal memuat fotonya. akan selesai. setelah ini. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Banyak orang memberi selamat. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. sekalipun tak banyak juga waktuku. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan.com/abclit. Di luar dugaannya. dia ikut mencarikan datanya). Dan rumah tinggal mereka. "Aku tidak tahu. Tapi sayang sekali. Rasanya semua sudah hampir selesai. adalah bagian dari dirimu sendiri. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. "Nur. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. ***KALI ini. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. di sebuah perumahan BTN! Malang. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. air matanya mengalir. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. mengatakan kegembiraannya. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini.

tinggal nenek. menyemburkan darah searus dengan air sungai. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai.Nenek. di lantai dua. anak-anak itu termangu-mangu di tebing. di ruang tamu. Di lantai dua. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Berburu buaya. tertawa-tawa.Saat ia melepaskan tembakan. menuturkan kisah masa gadisnya. bermain lumpur dan lumut sampai siang. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Terus menggelepar. namun masih menampakkan kekokohannya.processtext. dan melepaskan tembakan.ABC Amber LIT Converter http://www. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Nenek duduk di lantai papan. Lama dia menyusuri tanggul sungai. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. Memandangi jalan di depan rumahnya. Buaya itu tak segera mati. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Melihat buaya yang terus berkecipak. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. menyelam. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. dia duduk menghadapi fajar. memandang ke arah permukaan air. "Kaulah buayanya!"Berlarian.html . "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. berteriak-teriak. menanti seekor buaya mengapung.processtext.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis.com/abclit.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Berderak-derak. Di ambang pintu yang terbentang. tampan.com/abclit. yang menuju sebuah sungai besar. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. mereka meninggalkan tanggul sungai. gadis-gadis terpekik. Sungai menjadi amis bau darah buaya.***LELAKI itu masih muda. Dia selalu membawa senapan ke sungai. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www. si tukang cerita itu. Seseorang berseru. Anakanak itu mengelilingi Nenek.

dari jarak dekat. Matanya meradang. dia berhenti.processtext. akan lahir dengan mata juling. yang berjalan dengan terseok-seok.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.Lelaki pengkor. Dia murka. Ditutupnya kembali jendela kamar. Ia tak begitu jelas mendengar. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. gadis berambut panjang. berang.html . berjalan tertatihtatih. Tengadah. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu.Si gadis berambut panjang tak menyahut. mengajak berbincangbincang.com/abclit. Gadis berambut panjang itu mengerling. hingga terasa kegelapan menyekap. Lelaki pengkor itu ingin disapa. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. membosankan!"Tak ada sahutan. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya."O. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Kehilangan kekaguman. Dua tungku panas itu padam. Mencari-cari wajah gadis itu."Hai. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www. dan ingin bertemu. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. setengah hati. anakmu yang kedua. Terpana. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan. dengan kaki pengkor. mendekati lelaki pembawa senapan. dalam penantian yang memualkan.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Mengulitinya. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti."Nah. mencibir."Di kamar melulu."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. seorang gadis dengan rambut tergerai. Kelak. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada."He. Kehilangan kengerian. diam-diam. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai.html mati. dan luput dari perhatian. Tapi.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. Begitu asyiknya mereka.com/abclit.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan.ABC Amber LIT Converter http://www. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. Orang-orang terus berkerumun. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka.processtext. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. Ia ingin turun dari rumah panggung.***DI rumah panggung. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Tercengang."Gadis berambut panjang merasa terhina. membaur di antara orang yang berkerumun. Wajahnya mengeras. Menyeret buaya ke darat. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Mengembangkan senyumnya.Dia cuma membidik. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Mati. malu-malu. Ditinggalkannya tepi sungai itu. dengan bibir yang jontor. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. melongok ke bawah. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. Orang-orang akan kehilangan tontonan.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. sambil bergumam.

Saling dorong. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Anak-anak bersorak ketakutan. Berenang. dan merasakan kekecewaan.Mendadak anak-anak berhenti bermain.""Di mana ia tinggal?""Di sini. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. Dia menyangka. berlarian ke sungai. melewati rumah-rumah panggung. Berjejalan. Bertabrakan. tertatih-tatih. yang gagah dan lucu. Hati-hati.com/abclit. hingga dia berani mandi di kali. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. terpikat pada cerita Nenek. punggung ABC Amber LIT Converter http://www. Tertawa-tawa. tidak. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan." sahut Nenek. memandangi Nenek.""Lalu. Ibu muncul belakangan."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi.processtext. Kakinya pengkor. Berkali-kali. tak terurus. Berdebar-debar."Anak-anak terpana. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Mencebur ke dalamnya.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. menyambar pakaian mereka.Negara-Pandana Merdeka.com/abclit. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. Neneklah orangnya. Matanya kelabu. Mereka menghambur ke jalan.html . meninggalkan sungai.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Terdengar ketukan pintu. lelaki dan perempuan. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Berkecipak.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Bermain-main air."O. Tak disangkanya.""Mereka di mana. semua buaya sudah ditembak mati. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. Kadang membujuk."Anak-anak itu bersorak. Sopan. Bergerak menuruni anak tangga. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. agak lamban.ABC Amber LIT Converter http://www."Tentu. Tak yakin hatinya. Berjingkat bangkit. memutih. berkedip-kedip.processtext. Rambutnya panjang. lelaki pembawa senapan itu melamarnya.html mengguncang dada perempuan berambut panjang. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. saat ia dengar. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. Nek?""Merantau. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. Wajah Nenek tampak sedih. mencabik-cabik tubuhnya.""Ooo. berhenti bergurau. Mereka hidup bahagia. Nek?""Masih. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap.

Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Sesaat. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam.. dua jam. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda.com/abclit. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. "Kusir.. kegelapan malam datang menghampiri kota. Dua puluh kopek. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.html . dia mirip permen jahe. Iona Potapov. Si kuda betina menggerakkan leher.. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Sang opsir duduk di kursi penumpang.. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda.. "Hai.. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. menggelengkan kepala. harga yang tidak seimbang. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. Tiga orang laki-laki. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir.. "Ah.com/abclit. ia mencambuk kudanya. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. "Ada apa?" tanya sang Opsir.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Satu jam berlalu.. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu.. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram. Anak saya meninggal.. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya." terdengar oleh Iona. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya.. telah lama memutih karenanya.. dua di antaranya tinggi dan kurus. "Kami bertiga. dari lukisan-lukisan alam nan biru. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah. ke Viborskaya. mau kemana kau. "Kusir!" Iona terkejut.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Iona mendecak. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. pundak dan topi-topi. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. ABC Amber LIT Converter http://www.. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. kecuali hanya desisan. Tetapi harga tidak menjadi masalah..Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya..processtext..processtext. "Kusir.." "Hmmm.. sang kusir.html kuda. minggu ini... Tumpukan salju telah menimbuninya.. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup.." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya... bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan.. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku.. "Kamu linglung. dan selanjutnya tidak.. Mereka tentunya tahu hal itu. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang.

Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. naik ke kereta. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. he. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi...." Iona tersenyum lebar. "Baik. ha. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. tetapi belum terlihat." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih. betul kok. he..." Iona tertawa... "Ha. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya..html .." Si Bungkuk menarik napas.. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung.com/abclit. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda." Iona tertawa.....processtext... setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit. ha. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. Yang penting ada penumpang. "Tuan-tuan yang berbahagia. buat apa kau berdusta..ABC Amber LIT Converter http://www.. Seharusnya dia menjemputku..com/abclit." kata salah seorang yang jangkung.. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. he.. "Kawan. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar.. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini.. "Cambuk! A ha. Ha. dan memutuskan untuk bicara dengannya... maka ia lah yang harus berdiri... Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. Setelah menunggu sedikit jeda.processtext." "Ya.." "Aku tak mengerti.. kuburan! Anak saya pun meninggal.html satu rubel**. ha. saya dan Vaska minum empat botol brendi. Setelah menerima 20 kopek. "Ada kok... meninggal". "Saya? Ha. Dia mendengar pula cacian orang-orang. sebetul kutu batuk!" "He." "Ya betul.. ada..... ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. Anak saya minggu ini. jam berapa ini?" tanya Iona..... eh malah dia datang pada anak saya. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. ha.. ha. demi setan!" Si Bungkuk menyela. "Kita semua akan mati. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.. Kematian memasuki pintu yang salah.. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu.. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. Hal yang aneh.... beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. he. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia... "Kemarin di rumah Duhmasov.. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk.. "Kau akan berangkat atau tidak. lima kopek.... tingkah polah dan omelan yang panjang. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. akhirnya mereka sampai." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal... He. Iona menoleh pada mereka. baginya sama saja." "Ha." "Demi Tuhan.. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. ABC Amber LIT Converter http://www. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. "Dia bohong seperti binatang..

" "Minumlah. kita hanya makan jerami. Ia ingin membicarakannya dengan serius. "Mau minum?" "Begitulah. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal. "Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja.. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. Ia masih mempunyai seorang putri. Makanya harus bicara pada seorang wanita.. Kuzma Ionitc telah pergi.... ia mulai berlari kecil.. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. "Kembali ke terminal!" pikirnya.." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri. Mestinya dia masih hidup... kusirmu sekarang.com/abclit..... mendengarkan.. di rumah sakit." Iona terdiam sejenak. Aku terlalu tua untuk jadi kusir. kau dengar. dan mengendus tangan sang majikan... 'Toska'. tak ada yang perlu ditakuti.. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. kemudian melanjutkan: "Begitulah... "Ah lebih baik melihat kuda..processtext. Sebesar rasa haus pemuda itu... bagaimana anaknya meninggal. juga padanya.html . "Buat dedak saja sudah tak cukup. Sang pendengar akan mengaduh." pikirnya. Ia mengibaskan pecutnya..." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. bukan aku. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. seorang kusir muda terbangun... dan tersusun. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir. Dia berpikir tentang dedak. di desa.. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan...html "Hampir jam sepuluh.. Kau akan tidur nyenyak. meratap. Anisya. ." Di salah satu sudut.. yang sanggup mencukupi makanannya. Ya. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura.. Bayangkan. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya.. dan kamu adalah ibu kandungnya. "Itu sebabnya aku sedih.. Ya. Moskwa.. seandainya kamu punya anak.. Iona melihat pada orang-orang ini. sambil menatap matanya yang bercahaya... selalu hidup lebih tenang... Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. kemudian anakmu mati. bertekuk dan menyerah pada duka lara. ke terminal. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. Udara pengap dan bau. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda.... Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. cuaca.. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. menarik napas. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. Anakku.. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. Di lantai. hal: 56-60.. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. demi kesehatanmu.. 1964. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. "Selalu ada waktu untuk tidur. ABC Amber LIT Converter http://www.. bagaimana anaknya menderita. ketika sendirian begini... tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. Tetapi ia tak melihat apa pun. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan.processtext.... Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. Chekov-Raskazy I Povesty. "Ayo terus kunyah. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A.com/abclit. anakku meninggal minggu ini.P.. Dia pergi tanpa alasan...." pikir Iona. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. Belum juga lima menit berlalu. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah.. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. dan makanan kudanya. jerami. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi..

'Sum." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. sayang ABC Amber LIT Converter http://www. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. sudah ada yang ngelamar ya?!'.processtext. 'Kang. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi." kata Mas Bambang. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. kulihat keningmu kok bersinar." "Kang Kandar kan juga begitu. Sebelum dilamar orang sabrang. "waktu itu. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes." jawab Ustadz Kamil." sahut Ustadz Kamil. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara." kata Lik Salamun.com/abclit. tak ada hujan tak ada angin." "Tapi. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Gus Jakfar memang luar biasa.ABC Amber LIT Converter http://www. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu.html . Sekilas saja beliau melihat kening orang. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. "Matanya itu lho. esok harinya. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. "Mungkin saja." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. terutama para santri kalong. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. "wah. Kalian ingat. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. Dan percaya atau tidak. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol." "Ya. masyarakat pun geger." "Saya malah mengalami sendiri." timpal Mas Guru Slamet. yang selama ini merasa dekat dengan beliau.processtext. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. lalu pikiran saya terganggu. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. Gus Jakfar bilang kepada saya.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.com/abclit. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. Waktu itu Gus Jakfar bilang. kan ketemu Gus Jakfar. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan.

sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. ada seorang tua yang memberi petunjuk. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus." tukas Mas Guru Slamet. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. Mbah Jogo. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. di samping silaturahmi seperti biasa. kita tidak tahu. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Begitu sampai seberang." kata Lik Salamun. maka serempak kami mengangguk. Saya diterima dengan penuh keramahan. sejak bermimpi itu.' katanya. tidak mengajar. tapi kami diam saja." ujar Ustadz Kamil. "paling tidak kini. kiai Tawakal. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya." "Tapi bagaimana pun. Saya yakin itulah orangnya. terus saja nakmas menyeberang. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing. sesuai usul Ustadz Kamil. ini ada hikmahnya. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www. Kata ayah dalam mimpi itu.processtext. Nama Kiai Tawakkal.ABC Amber LIT Converter http://www.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu.com/abclit. Dan betul." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. "Kalian ingat. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya.' 'Ya. Singkatnya. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. Saya kok merasa tidak berubah. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. dan rasa takut. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. membuat kami tidak sabar. dimana Gus Jakfar prei. "kalau saja kita tahu kemana beliau. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. Diam agak lama.html ." Dia berhenti lagi." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu.com/abclit. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana.html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. jauh melebihi yang sudah-sudah." "O. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja.processtext. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. "Gus. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. was-was. itu. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. "kok sekarang tiba-tiba mak pet." "Terus terang. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu." Begitulah. Ternyata ketika sampai disana. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar.

Dengan hati-hati. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya." "Begitulah. saya pun membuntutinya dari belakang. Pasti saya keliru. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah.html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Tak mungkin. berilmu tinggi. ada tanda yang jelas sekali. Memang betul. dzikir malam." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. beliau berbelok. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor.processtext. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. Tanda itu terus melekat di kening beliau. tapi juga tidak terlalu jauh. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. pikir saya. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. tapi tak bisa. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). dan sebagainya. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. baru kemudian melanjutkan. tidak terlalu dekat. dan disegani banyak kiai yang lain. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. witir. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan.com/abclit. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. menarik nafas panjang." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. menemui tamu. memanggil-manggil nama saya. Gila. Ketika kemudian saya ikut belok. tapi menurut santri-santri yang lama. Melihat waktunya yang sudah larut. Saya melihat di kening beliau yang lapang." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. Ah. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. ke warung biasa saja tidak pantas. pada suatu malam purnama. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. Dengan bengong. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya.processtext. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi.ABC Amber LIT Converter http://www.html ." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. mujahadah. saya kaget. disurat sebagai ahli neraka. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. Semacam lelana brata kata mereka. Bicaranya jelas dan teratur. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. dan semisalnya. tahajjud. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa.com/abclit. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Masak seorang yang dikenal wali. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Masya Allah. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Warung penuh dengan asap rokok.mengisi pengajian umum.

lalu menerobos hutan. 'kita masih punya waktu. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. Ternyata setelah melewati kebun sengon." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Ah. sementara yang jauh.ABC Amber LIT Converter http://www. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Untung saya bisa berenang. Beliau yang kemudian terus berbicara. Karena pertama. 'Mas. sebagaimana neraka dan sorga. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. 'Biar cepat. seolah-olah di atas jalan biasa saja.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. saya pun mengikutinya. Saya masih tak habis pikir. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. melambaikan tangan. Maka terserah kehendak-Nya. Dan. Seperti kerbau dicocok hidung. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. aku adalah milik Allah.com/abclit.processtext. O. kepada orangorang yang ada di warung. Sebagai kiai. berdiri. melambai kepada semua. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. Katanya: 'Ini kawan saya.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Saya tidak bisa berkata apa-apa. 'Kopi satu lagi. Sampai di seberang. Akrab dengan orang-orang beginian. kiai berkata mengejutkan. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. Lalu. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. 'Kita istirahat sebentar. kiai membayari minuman dan makanan kami." "Kami melewati pematang. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. Beliau melambai. Cari pengalaman katanya. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. bercanda dengan wanita warung. Kedua. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. serta merta mengulurkan tangan. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai.html . tiba-tiba dengan suara berwibawa.com/abclit.' Mereka yang duduknya dekat. kemudian keluar. sudah larut malam. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www. 'Ayo!' teriaknya.processtext. bisa berada di sini. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. menunggu. masih seperti dalam mimpi. Sampai di seberang. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. 'Silakan! Ini namanya rondo royal." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. menjabat tangan saya dengan ramah. kiai memperkenalkan saya. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. 'kita pulang. pantas di keningnya kulihat tanda itu. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. 'Anak muda." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. kau kan tahu.

kita ingin berdekat-dekat denganNya." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. ***Rembang. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. katanya milik sampeyan. tapi bukan surau bambu. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. ujub. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. kebanyakan mereka orang susah. Ketika saya mengiyakan. jangankan Kiai Tawakkal.html . tapi kami yang dari tadi mendengarkan. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. orang yang mirip beliau pun tak ada. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. seseorang menghampiri saya.' Saya tidak merasa diusir.ABC Amber LIT Converter http://www. saya celingukan.com/abclit. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. 'Ayo. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. 'Sebentar lagi subuh. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Setelah sembahyang subuh nanti. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini.' Begitulah ceritanya. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Baru setelah sembahyang. Dengan bingung saya terus berjalan. masih diam tercenung. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Seperti mereka yang di warung tadi. 'Ini titipan Mbah Jogo.processtext. Seperti orang linglung. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. kau boleh pulang. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. Tapi." "Ketika saya ikut bangkit. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru.processtext. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan.com/abclit.

com/abclit. atau agama atau desasdesus yang jalang. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.." pintanya. Tinggal meja kami yang masih bertahan. National Meseum of Modern Art di Washington DC. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. dan pamit. Tak jadi di sana. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. dan kataku. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. dia akan berpameran. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. Selamat.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan dia ngeloyor ke luar. Menjelang pukul sepuluh. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. di mana katanya." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. "Sekali lagi. tujuan yang benar adalah London.processtext. Pernah sekali. Kemudian. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. lantas Stockholm. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. bergabung kembali dengan teman-teman.. "Bagus. katanya pada malam berikutnya. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. di New York juga. Namun. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. Kami. Ternyata aku salah sangka. siap menyambut kedatangannya. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. ini hanya untuk Bung.processtext. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. "Bung. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian.com/abclit. tak jadi di lobi United Nations. Seingat saya. menyusul Pretoria. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini.html . yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. Beberapa hari kemudian. Aku tertanya-tanya. teater. "Selamat. tanpa sepengetahuannya. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka.. aku bangkit dari tempat duduk. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. filsafat. tak jadi ke sana. tapi akan terbang ke Praha. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. di depan counter. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. Setelah United Nations Plaza tempo hari. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. Jangan ceritakan kepada yang lain.html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. aku membayar pesanannya. seni lukis. lantas di Guggenheim Museum." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. politik.

ABC Amber LIT Converter http://www. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. Demi Tuhan. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. mengikuti pameran lukisan di sana. di kota itu masih banyak propagandis merah. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. ***DARI udara.. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Ibarat lukisan. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. Semua murung. Ya. Tetapi. Dicapai kata sepakat. mudah-mudahan yang ini berhasil. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. selalu serius. Tetapi. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Keesokan harinya. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. katanya.processtext. Kami tak percaya. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. jidat selalu berkerut. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun.html Anda ini. Katanya meyakinkan. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai. memang dia. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Semua mutung. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja.com/abclit." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. dia enggan untuk menghampiri. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita.processtext. Katanya. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa.com/abclit. sebulan yang lalu. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. tak jauh dari rumahnya. Katanya. Tetapi. apa mau dikata. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan.html . Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. Hati-hati. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. Semua bon sudah dia lunasi." Setelah itu dia benar-benar menghilang. Ketika meja sudah penuh terisi.. katanya. bisikku membujuk hati sendiri. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Aku diam saja. "Kuatkan hatimu. telah terbang ke Jerman. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa.

Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. ini lukisannya yang terbaik." komentar seorang teman. Beberapa lembar uang ratusan. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Kami melangkah mendekati pelukis kita. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www. tetapi juga merangkulinya. Waktu itu. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. cuma memakukan matanya ke lantai. Anehnya. Perhatikan matanya." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. walaupun dia hanya tetap membisu. sehingga dapat ganjaran seperti ini. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. yang mabuk karena angan-angannya yang liar.com/abclit. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. kapan diselesaikan. dan katanya. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis.processtext. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah.com/abclit. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Bingkainya belum dirapikan benar. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. menatap mataku. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. saya telah beratus kali berbohong. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah.html . Kami tanya. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. ribuan. Matanya kosong. begitu hendak memeluknya. Di belakangnya. mau menegakkan harga diri. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. "Maaf Bung. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Kalau ditanya dia tak menyahut. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu.html seburuk ini. Sebelum tiba giliranku berpamitan. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. walaupun penderitaan mengelilingi.processtext. dia tidak menjawab. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Semuanya kena. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. tumpang-tindih di situ. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. dia hanya diam membeku. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. "Takkan salah. Alat-alat lukis terserak di dekatnya.

"Heran.processtext. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya.html . teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan.html angan terbang ke mana-mana. Sesekali."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. "Kalau dia punya uang suatu ketika.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. menghadang kendaraan umum lewat. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Anda akan menjadi besar di sini. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. tergesa-gesa. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar.. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. apa yang dia katakan?" tanya mereka. boleh juga mengecoh berseloroh. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana.processtext. Aku tersenyum.com/abclit. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Namun. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Sungguh." Dalam perjalanan pulang. berhenti di pinggir. benar kata teman tadi. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. dan aku meletup. menggigit bibir. kupikir. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Ia tampak cemas. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya..

Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Mudrika. Lalu. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya.com/abclit. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Matanya mendelik.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang.html . Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Kedua lututnya gemetar. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. merangsek masuk ke dalam. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. menutup mulut dengan telapak tangan.html perasaan gugup dan tangan gemetar. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. atau memejamkan mata.processtext. Tidak terlalu tinggi memang. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Tubuhnya kekar. menampakkan keterkejutan luar biasa. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman.com/abclit.Matahari kian merangkak ke atas. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. terus tegak di situ. Ya. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. ah. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Atau. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. lidahnya terjulur. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Tubuhnya basah keringat. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Namun. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Betapa mengerikan. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.

Atau. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. pasti tidak begini kejadiannya. seperti tidak bergairah. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. mengedarkan pandangan pada kerumunan. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. dibolak-balik.html . Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi.processtext. melainkan gambar tato keris. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. Namun. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku."Shin Ling. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Namun. membuka. Shin Ling. mengerutkan kening..Dan perempuan itu. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. dibaca. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". lalu.com/abclit. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Namun. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. toko kita kini aman. Mereka bertanya-tanya dalam hati."Tergeragap. Percakapan kembali membuncah.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. secepat itu pula mereka segera melupakannya. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. tajam. Shin Ling. dibuka.com/abclit. luntur terkena keringat. andai saja dia mau bersabar.. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Ah. Kenapa Mudrika. Membuat gadis itu gugup. cintanya ditolak. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. kaku seperti gelondong kayu.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu.processtext. tidak bagi perempuan itu. Mereka tahu. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar.

ia tampak bersemangat. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi.. Pula hatinya kian disesah rindu." Saya belum sempat bereaksi. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. "Papi sih. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. Di waktu yang lain. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya.com/abclit.processtext. Kasihan Rudi. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal." kata ibu mertua saya itu kepada saya. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. Padahal. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper.com/abclit. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. ibu pasti kabur.Ibu mana?" tanyanya cemas.html . bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www. kecuali masakan ibu."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Istri saya menarik napas. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. istrinya tidak telaten merawat suaminya. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. Dan. tapi tidak dalam waktu yang lama. * Depok.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu.."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. mestinya keluar masuk pekarangan.ABC Amber LIT Converter http://www. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Kalau tidak. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya.processtext.html perlahan bergerak ke atas. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. lalu nyerocos menembus pintu pagar. tidak terlalu pagi. Tapi saya curiga. pintu pagar digembok. Tidak lebih dari seminggu. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. ia berkata: "Kasihan Rudi. Padahal.

Kami sudah menduga apa yang terjadi. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman." saya bilang."TUHAN punya kehendak lain. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. Sudah barang tentu ada apa-apanya. Soalnya. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya.""Kalau untuk akhirat. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang.processtext. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Ibu sekarang mau ke sana. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Padahal."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Atau untuk membeli keperluan dapur. atau seratus ribuan. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam.Sejak kepergian Rudi. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi. Pandangan matanya terlihat kosong. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi." keluhnya mengenang.Seperti kejadian seminggu lalu. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat.com/abclit. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. kalau hari tidak hujan."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. apakah artinya kertas-kertas itu. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. Bu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras."Ah. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. Dan. Bu. apalagi ibu.Kalau sudah begitu. Kami." kata istri saya. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri.processtext. Tapi. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya.com/abclit. sejak dari dalam kandungan. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu.html . Kami semua terpukul. suka lupa. Kamu mau. Di bulan pertama itu. sekaligus pendiam."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. petugas kebersihan pemakaman." jelas istri saya. ibu mau boros. Sudah lama ibu tidak mengambilnya.ABC Amber LIT Converter http://www. seminggu sebelumnya. ibu sangat berubah. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. Gerombolan pengemis. tapi beliau bersikeras pagi itu juga.html capek. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. Untung pembantu itu jujur. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. sehabis jam kerja saya. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Sayang sekali. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung.processtext.html . Ya. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi.ABC Amber LIT Converter http://www. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku.com/abclit. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. pikirku. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. Gempa bumi. kaca-kaca jendela mulai mengembun. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. Mula-mula pelan. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. setelah beberapa lama menunggu. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. Aku tak tahu pasti. dan akhirnya lenyap. Kubayangkan. bergerak-gerak. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua.com/abclit. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. ***Tokyo. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain.html sana kabut mulai turun. perlahan-lahan menjadi suram. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi.processtext.

anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. keluhnya dalam hati. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. "Kami tak punya pilihan. seperti meledak-ledak. ia belum melihat ayahnya. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Lama sekali. Ia ingin menelan tangisnya.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot."Sampai umurnya empat tahun. begini.com/abclit. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. sementara Ngurah Anom. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai.ABC Amber LIT Converter http://www. sembari tersedu menangis. Ia ingat.html . Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Beberapa penari lainnya turut terhanyut.com/abclit.html Sumber: Kompas. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Puspa gelagapan. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo.processtext. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. suaminya." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. air mata Mariko tak henti berderai. Belum bisa pergi ke sana. asin sekali. "Saya hanya titip salam buat Bali." cerita Mariko lagi. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Bulir-bulir bening itu. Gadis kecilnya itu." keluhnya lagi." Selama bercerita. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Terasa asin. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. tak mengerti.Noriko. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. membungkuk sebagai tanda hormat. Puspa erat-erat memeluk anaknya. sudah sangat merindukannya.Sejak beberapa tahun lalu. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. katanya. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. Seerat yang dapat ia lakukan. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Mereka berpelukan sekali lagi. Ah. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. anak Mariko sempat kaget. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Lebih dari empat tahun yang lampau."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. tentu saja Cempaka.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi.processtext. Sambil menghapus air matanya. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa.Mereka bertiga berpelukan. Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah.

karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www. Usai menari. Anda siap?" tanya Yamasitasan.com/abclit.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. "Sudah saya pastikan untuk berangkat."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Ratnasari. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. empat mahasiswanya. ia tak kuasa menolak. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk. menurut cerita Mariko. seolah lebih kepada diri sendiri. siapa yang bakal menjemput rombongan." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali."Udah.ABC Amber LIT Converter http://www." tambah Puspa. ah. Mungkin ia terlalu yakin. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon.. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Diam-diam air matanya menitik."Huuss. pedihnya. dan Gung Dewi. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa.html . ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo." kata Yamasita-san. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta." jawab Puspa."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Ah. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.processtext. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang.. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI..com/abclit. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI." kata Ratnasari singkat.. Puspa merasa sangat teledor. Terpenting dari misi ini.processtext. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. dekat sekali rasanya. Selain sudah sering ke Jepang. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. Komang Widiati. Tiga penari lainnya cekikikan. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa...Selama ini. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri.. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Selain menjadi penghubung para seniman.

Widiati.890 yen. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan.processtext. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. Puspa tampak sangat gelisah.com/abclit.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. Puspa tidak mengerti. tak lebih dari satu jam. ***SAAT turun dari bus.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san.html .. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Pada bulan April. Puspa-san. Gung Dewi. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. yang akan mengontrak para penari dari Bali. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar.Bandara Narita tampak sibuk. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta.. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. ke tempat kami. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam.. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Mereka terdiam. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan."Ah tidak-tidak. bahkan menjual kami. Ia makin tampak gelisah. Ia tertidur. saya datang menjemput Anda." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.com/abclit. "Nama saya Miki. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat."Oh. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Ia memang tidak sedang berselera. Ini gila!""Ah. "Ia ingin menjerumuskan. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota.Miki-san. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan.Setelah menghilang beberapa saat. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya.processtext. dan Satyawati tetap terpejam-pejam.html Yamasita-san. Puspa menolak.. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Saya akan mengantar Puspa-san. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Meski lanskap pagi seelok itu."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka.. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita.

serupa petinju kelas berat menghajar sansak.html disiapkan kamar sementara. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. Kalau benar para penari dikontrak. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. tangisku pun terhenti. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. *** Jakarta.Sampai siang hari.html . Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam..com/abclit. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. silakan saya antar." tambah Miki-san. Setelah mandi. Puspa memanggil seluruh penari.processtext. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali.com/abclit. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Puspa belum sempat menjawab. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Ada lima kamar.. Sejak saat itu. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. para penari tak berbuat apa-apa. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. hingga akhirnya. Bapak terus menghajarku. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol.

ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. "Ya. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Terima kasih. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. dengan saya sendiri. ini risikonya kan besar.html .processtext.. Ia tertawa. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Aku yang mengandungnya. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Bapak langsung bergegas. Bapak meninggalkan ibu.... yang sejak tadi menangis terisak. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www.html menatap Bapak lekat-lekat. manusia sejenis ular. "Jadi apa saja. setan atau bahkan iblis.. Namun. seniman. Masam. Aroma alkohol terus membadai. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Aku terhuyung. Mungkin dua puluh tahun.. Bisa saja dia anak cendekiawan. hanya angin yang bisa kurobek.Sekarang pukul aku." Ketika aku lulus SMU. langsung menubruk tubuhku. macan.. Soal itu gampang. Melindungiku dari serangan Bapak." Tanpa memandang kami sedetik pun. politikus. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan.com/abclit. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. kalau hanya tanggung. Jadi. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Kalau jadi maling atau pembunuh.com/abclit. bisabisa.." "Bagaimanapun dia anakku... Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Tawa Bapak berderai. Entah ke mana. Maling besar. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Sinis. Wajah Bapak tergores. Tak ada yang ditinggalkan. Atau mungkin lebih.processtext. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. "Sebelum aku kau tiduri.. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. entah berapa lelaki telah menggauliku. birokrat. Yang kuingat. Bapak tahu sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan harus disyukuri.. Bapak tertawa. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Ibu. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. Darah menetes. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Ayo teruskan. mengiringi rebah tubuhku. "Aku senang kamu mulai berani melawan. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. "Justru kamu yang harus pergi. kuayunkan pisau lipat. kadal. pengusaha. atau koruptor. Tidak mahal Pak. hanya tanganmu yang kotor. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Tapi tidak mulutmu. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Ia pergi bagai angin. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. garong atau rampok sekalipun. buaya. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Kamu tak lebih dari pejantan. Oke.. "Aku ingin jadi politisi saja. Ini siapa ya? Oooo Bapak. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. selain sumpah serapah. "Tak ada yang perlu disesali. Hingga aku hamil." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. hingga aku terpojok di sudut ruangan.

kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Bapak masih menatapku dengan nanar.. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. Aku sudah berusaha keras. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku.." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Tapi tak juga menolong.. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak.processtext. dia harus menghadapi regu tembak. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. darah. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang.. Ia berani membayarku dengan mahal. Malaikat kecil? Ah aku yakin. ABC Amber LIT Converter http://www. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.. Keharuan menggenang di kantung batinku. Pembunuh besar!" Dengan pedih." Suaraku tertahan.. maling atau pembunuh macam Bapak. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Pertanyaan itu begitu telak. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini.. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Eeeee. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah." Bapak mendesis. darah.. dingin dan terkenal "angker". Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. tapi cepat kecegah.. "Ya. hingga sampai di ruang besuk. Tubuhnya tampak kurus. Aku telah mengecewakan Bapak. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. Tidak akan menyebut nama dia.com/abclit. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit.com/abclit. Maafkan aku. Dan aku sepakat pada aturan permainan. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. Ia dengan cepat mengenaliku. anakku. sudah berapa orang yang kau bunuh.processtext. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok." Akhirnya. Ibu terlalu berlebihan. Air mataku hendak tumpah. Tapi. Ibu harus menyerah pada maut... "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Juga siang itu.ABC Amber LIT Converter http://www...html payah. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba." "Maafkan aku. Ibu pernah mengucap. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat.. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam." Aku tersengat. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan.html . Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Meskipun tampak sedikit lemah. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Bola matanya serupa bola api. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. dan darah! Aku sangat sedih.

Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku.. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Erat sekali. ah. atau pembunuh besar.. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. "Biarkan kami bicara dulu.. semakin gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. Kematian itu begitu indah. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. ***Jogja. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu..processtext. Kurasakan pundakku basah. Waktu terasa melaju begitu cepat. Pelan-pelan. "Kapan pun aku siap. fantastis.html mencoba mengalihkan pembicaraan. Pelukan Bapak merenggang." Bapak langsung memelukku. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Kami berpelukan. pelan. bersama angin. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut.processtext. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram.." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. Tapi aku tak pernah tahu. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan. Dan kematian itu sangat indah. Erat. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun.com/abclit.. anakku... aku dengan senang hati menerimanya. kemudian nyawanya loncat.com/abclit. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.." "Bukan itu." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.." ucapku pelan. Aku melihat wajah Bapak tersenyum.. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya.?" "Ya.. Sangat erat.html ... Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat.." "Mungkin juga arwah Bapakmu. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku.

Ah. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa.. kali ini tentu bukan karena desingnya. Wetipo. semua telah tak lebih dari kenangan. karena perang.html . hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. Sungguh aku tak habis pikir. Dan benar. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. Kecuali salah satu sisi yang pipih.. orang-orang Moni. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. Dan. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. di punggung gunung di ketinggian 3. kami. saat itulah.. Torang sandar pada tugé. menajamkan telinga.processtext.. dan kapak batu. lubang-lubang itu. o. tampak mencolok.processtext. hmm. melainkan karena bentuknya yang ganjil. betulkan kata Wetipo .. Betul kata Wetipo. aku melangkah mendekati wesa. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Kuamati dengan teliti. Terkejut. Dan si batu. burung-burung dan binatang lain. "Kau kini yakin. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper.. "Saya lapar manusia. Walau entah kapan. sama sekali berbeda. melainkan pada roh. ***KESENJANGAN beribu tahun. kami akan menjawab. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. Angin. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. Bersama babi. bisa bersuara seperti suling. honai atau rumah adat suku kami. angin mengeras bagai menerpa. karena tiupan angin. orang-orang Moni. Tubuh kami besar. panah." Perang? Begitulah. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé.dan aku harus percaya. di atas barisan uwarek3. Suara itu seperti desing. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. suara itu tak lain suara punai. Dan. sungguh mengagumkan. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. bagai menyelusup di kedalaman kabut. Suara itu berasal dari tugé. Sebuah karya alam yang aih. Tetapi tidak. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami." Bagi kami. kami percaya. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. kutarik tangan.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. tugé itu. kami hidup. di depan benda-benda keramat lain. Tetapi bagiku. aku pun melihatnya: Tugé itu. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. ada dalam kesenjangan beribu tahun. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Meski samar.. orang-orang Moni.com/abclit. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun.000 meter dpl ini. tiba-tiba bersuit bagai melengking. Angin yang selalu ada di sini. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang. aku mendengarnya. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. Sungguh ajaib! Dan. yang walau seorang dari orang-orang Moni. Dan. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. Torang1 sandar pada kareken. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. meliuk lapat menyentuh telinga. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. dengan tombak kayu.com/abclit.

Di antara mereka ada yang rebah. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. Betapa tidak. berburu. Harus dihentikan ini semua. Bayangkan.ada hal yang telah tak lagi sama.. Seperti kata Wetipo. dan berperang. Gudang-gudang garam rubuh. Sarius Hopogan. segera. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. selalu . dengan punggung tertancap panah. nyaris tak berubah. Kataku. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja.. Katanya. Ketika pertama datang. Jadi. tak berkedip.com/abclit. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu.com/abclit. cukup sudah semua kusaksikan. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. "Kewajiban itu jatuh padamu. ternyata.. tetapi bagi yang lain . si Gabey terakhir.processtext. dari depan honai-nya. Ah! Dan kembali." Melintas pula wajah Pastor Theo. Betapa. melintas wajah Pak Piet.processtext. Ya. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. Menghela napas.ABC Amber LIT Converter http://www. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Pergilah. Melintas ingatan masa kecil.html sungguh ajaib. bergulingan." ***BETULKAH. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. leha-leha. Bukan danau biasa atau danau air tawar.seperti juga keyakinanku. Cukup. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. dan itu artinya pula. Sampai kini aku masih heran. terus naik. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. "Akan kaulihat. "Jadi. kemarin. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo. di mataku. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Maka. menegarkan dada menguak kabut. orang-orang Moni. menenggak sopa4.. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Abgoktek. Dan. Begitu Jermias Gabey. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. bergeming. Jadi. Di sini. pergi. Pada pikirku? Jelas. waktu aku kanak-kanak dulu. inilah semua. melainkan sebuah danau berair asin. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. Naik.. aku pun bertemu Pak Piet. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. "Kau harus ke sana. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. Ah! Terbayang pula mereka. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). dunia mulai berubah. beginilah semua. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. berlarian turun ke arah Lembah. kini.. pada pikir kau bagaimana. Hanya kau yang bisa. Kalimatnya.. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. orang-orang asing itu. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. ini keliru. bertaburan. porak-poranda. kami tidak.. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. Jermias.html . walau ia bukan keturunan kepala suku. kami lebih asyik menggulung tembakau. di tanah kami. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. dan Pastor Theo. dengan karung-karung garam berserakan. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. aku kembali bagai disadarkan. tapi juga misionaris. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. Butir-butir garam berhamburan. seperti yang kukatakan. Tetapi begitulah.

hanya. "Torang tahu kau punya maksud. datang dari jauh. tidak. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius.. itu sudah pasti. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. Dan mana-mana. lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu. untuk kesuburan tanah. yang kasih torang. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. kasih dorang6.... Kuteruskan langkah. semua suku di gunungg ini.processtext. Harus perang!" Kulayangkan tatap . dengan gigih dan tekun. Aku masih mencari-cari kata (ah.. kalap. "Torang butuh darah tumpah.com/abclit. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun.html .. kami akan menjawab. Aku." "Masa lalu? Masa lalu. ***BAGI kami orang-orang Moni. memang sungguh di luar dugaanku. diikuti yang lain. bagai diberi aba-aba. Menghancurkan? O. "Tapi . Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan. hanya suku-suku di gunung ini.com/abclit. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. karena kata itulah . yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu.. kami bertatapan. dan mendewasakan semua yang lahir. Dan kata itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Meninggi. Akan sia-sia? "Tetapi.berusaha. Dan kekalapan. Memanfaatkan perang suku. "Iii. kami. Jermias. di ketinggian. mereka. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. 6 Juni 2002 Catatan: 1. cukup. Aku yakin.. ke semua mata. Masih 50 atau 60 meter lagi. 2. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan.html mengangguk." suara Wetipo ragu. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. di sana.. Tetapi. yeeeee. orang-orang Moni. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja.ABC Amber LIT Converter http://www. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . Sarius Hopogan." Semua suku di gunung ini? Ya. Perang suku hanya buat kita. Tapi tak lagi..!" Di belakang si tua.. 5. sungguh berbahaya. rendah bagai mencecah. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. di kawasan gunung dan Lembah Besar. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan.. Panggilan hormat untuk perempuan. Iko kunolepu miminta-minta! Waa. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. semua sudah. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain.. hah! Kaudengar suara tugé. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. melahirkan anak. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. hidup.processtext. satu retakan saja. Tugé ajaib itu. Lalu mendaki. Itu pun sudah masa lalu. Torang mesti pelihara tanah. mereka orang-orang amber. 4. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. abgoktek. 3... kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara.di depan honai-nya. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. "Perang suku!" Bagi kami. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. bila Anda bertanya perang suku buat apa.. aku juga tahu.... ***Payakumbuh.! Waaa. itulah saat iko kunolepu datang. Tetapi . bergerak turun menujuku. saputan gemuk hitam wam (babi). Abgoktek itu. ya. Dia..!" Orangtua itu menjuntaikan tangan.

Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. Ah. Setelah membuka pita rambut.. Lehernya yang jenjang. Pekerjaan itu harus dilakukannya.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan. Ia tidak tahu pasti. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. yang Asti pikir pasti untuknya. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. Cuaca tidak mendung. embun! peluklah aku.com/abclit. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. Tetapi pada saat yang lain. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.processtext. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. menuntunnya.html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin... Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. ingin pagi cepat datango.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai..Hari sudah malam. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Ia mencoba untuk tersenyum. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala.. hatinya berguncang. tak satu pun yang harus ditakutkan.com/abclit. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Di kaca bayangnya memantul. setidaknya perintang kejenuhan. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. Ya. Ingin rasanya ia meninju cermin. dadanya. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. dan mengatakan: bagi hidup..processtext. Hidungnya yang bagus. Ia menghapus air matanya. Bibirnya. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Sesekali terdengar sayup suara penjaja.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Dadanya. menghantamnya.

com/abclit. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. Dadanya tersembul. lapangan kerja harus dibuka. Harga yang cukup tinggi. lalu menawarkan pada Asti. buruk. Seorang laki-laki muda. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini.Ada suara ketukan.Setelah menghidupkan televisi. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www.``Taik!`` umpat Asti kesal.html .``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok.Namun dugaan Asti jauh meleset. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. entah cemas. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Tapi ia mengangguk. karena untuk sesuatu yang pertama. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. Kemudian terdengar handel pintu berderit. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Ia mencoba untuk tenang. sangat berdekatan dengan Asti. entah apa.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. Asti mengambilnya. Televisi pun mati. Entah takut. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. Kulit Asti yang putih. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Dadanya bergemuruh. saya tidak suka. Jantung Asti berdegup. Asti terkesiap.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. mengatasi pengangguran serta gelandangan. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. menjemukan tetapi kaya. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Tapi..``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. sesungguhnya telah tua. Pahanya tersingkap. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Dan jelas. Kalau tidak.processtext. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu.processtext. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut.. pikir Asti. barangkali ini baru permulaan. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. embun! peluklah aku. Asti barangkali tidak perlu tahu..````Sudah. Sudah pukul sebelas lewat lima menit.``Jangan tergesa-gesa. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya.Di televisi.. Ia berusaha melawannya. rakus. Jantungya perih.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin..Laki-laki itu tertawa.. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. seolah-olah mulai terjual. Asti bingung. demikian pikir Asti. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Mungkin membersihkan muka.Asti tidak menjawab. ``Maaf. tersenyum ke arahnya.com/abclit. Masuk ke kamar mandi. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias.ABC Amber LIT Converter http://www.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. yang selama ini dijaganya. dimusuhi. Bahwa kemiskinan harus dientaskan.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. ingin pagi cepat datango. Berdiri meletakkan minuman. Ketika sesuatu telah dimulai. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. duduk di sebuah kursi. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. Menanggalkan dasi. Asti menyelai sebatang rokok.

Jelas aku tidak paham. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam.com/abclit.. tanpa rintang. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. tanpa aral. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. aku menerimanya. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.com/abclit. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan.. jauh dari kekurangan. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. pelan dan ragu-ragu.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Suara penjaja telah sepi. sedangkan kami tidak punya uang. Segala berlangsung dalam kesederhanaan.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya.Kini sudah enam belas tahun usiaku. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan. Kian hari sakit ibuku kian parah. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi.`` ucap Asti akhirnya memulai. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Sebagai seorang buruh pabrik.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya.ABC Amber LIT Converter http://www. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.processtext.. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Tak ada jalan lain. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Bukan! Bukan kesederhanaan. Asti jadi gugup. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. Kupu-kupu malam! Ah. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. Di luar.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. Telah cukup lama ia tersiksa. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. otomatis aku berhenti sekolah. embun! peluklah aku. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya.html . Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Tapi semakin lama ditatapnya. kebahagiaan. Dingin semakin menyergap. Karena tiba-tiba ibuku sakit. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah.Waktu terus bergerak. gelap mungkin telah semakin jelas. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Tidak! Aku tidak akan menyesal.processtext. ingin pagi cepat datango.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini.

.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. ia harus bertarung melawan nasib. Tentu. mengeluh.***Payakumbuh.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. tanpa sedikit pun kegelisahan. Gemetar.processtext. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. dan berjalan ke arah Asti. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh.com/abclit. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak.. tergantung di langit kota. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. Kini. tipis berselaput kabut. Mungkin. Ia pikir. menggoyang-goyangkan kaki. Dan perubahan itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak.processtext. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. ingin pagi cepat datang o.Tetapi setelahnya. Bila aku telah tertidur. Cahayanya yang lembut.Asti tidak sempat berkatakata. Asti telah menunggu di ranjang. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. atau mungkin takut. embun! peluklah aku. bahwa aku akan menikahimu. tandanya pagi telah datang. Namun yang ia pikir. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Seluruhnya! Asti telah pasrah. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. dini hari.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. menggerakkan tangan. dari posisi mereka yang berdiri tegak..html .html pertolongan. Wajah mereka yang kaku.com/abclit. tinggalkan alamatmu."Dulu. menjerit dan berteriak.ABC Amber LIT Converter http://www. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.Laki-laki itu berdiri.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. yang bercita-cita sangat sederhana. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. zaman tak tertahankan. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www. Kota terkurung dalam tembok. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Tetapi. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Ngelencer kesanakemari. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata.Namun. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. maka burung-burung mengambilalihnya. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. paling tidak di kota ini. Sekarang adalah dunia presisi. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. adil ataupun tidak. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana.processtext. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm.Kata-kata.html . maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya.processtext.com/abclit. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Di mulut burung-burung. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.

Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. menguburkan diri di luar negeri. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang. di mana mereka bertengger. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. Tanah Kusir. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Seribu tahun dalam pemujaan. miskin. Untuk menghindari kematian dini.Kepekaan penduduk kota semakin majal. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati.com/abclit.com. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Utan Kayu. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Emosi mereka tumpat. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen.Karet. di Australia atau Afrika. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. Kepekaan menjadi tumpul. Orangorang kaya. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www.processtext.kubur. Di kota bawah. dijadikan tumbal. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan.com/abclit. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Jeruk Purut. menemukan diri mereka tersisih. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama.processtext. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Untuk tetap mensakralkan pemakaman.ABC Amber LIT Converter http://www. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan. seperti Satu Merah Panggung. Garuda. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. yang hidup di atas angin. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Kaum budayawan berdiam diri. karena kekurangan vitamin D. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. orang-orang yang tidak beruntung. Lidah Buaya. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Sepuluh detik setelah meninggal. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan.html . dan kelompok-kelompok lain. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Tetapi. Bambu.

kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. Pada satu situs. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia.processtext. Kota dicekik bau bangkai." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.processtext. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Membuat busuk dan meracuni angkasa.html . di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka." katanya membujuk. diperjualbelikan. Bahwa."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Jadi. Tetapi. Sambil melayang-layang. dari mana kita telah dirampas. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini.html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. dengan sayap setengah terentang. Mereka berputar-putar di atas monumen. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Jadi. Suaranya berat dan parau. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah.ABC Amber LIT Converter http://www. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Namun. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. Makna maupun tafsirnya beragam."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. membubung tinggi menerjang langit. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara.Sebenarnya. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Memekikmekik.com/abclit.com/abclit. Tanpa sinar Matahari. menukik tajam. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. rrrruuuuummmm. Seperti ditangkup gerhana. Tetapi. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. Ke jantung Asia." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. memekakkan telinga penduduk. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Menggugah tapi liris."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan.""Ya. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta.Beberapa detik kemudian.

Semut sudah sirna dari kulit bumi. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. kecuali di wilayah aliran sungai ini. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut.html penduduk. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. *Bengkalis. Karena itu harus dibasmi.com/abclit.processtext. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan.processtext. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. Maka.com/abclit. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. Ini ejekan permanen.html .Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini.ABC Amber LIT Converter http://www.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->