ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

merapatkan pelukannya. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. gesekin gua lagu Ayam Jago." Dikecupnya bibir Sarti. Dipandanginya para panjak. panjak. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya.com/abclit. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. dan kempul. Tak ada yang bergerak. tak ada reaksi sedikit pun.processtext. Gua mau ngibing lagi. sayang.com/abclit. Ia susuri jalan aspal. pikirnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. tetap dingin dan biru.html pojok. Seperti keramik Cina. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Pohon-pohon meliuk-mabuk. Mamat Jago meraihnya. memotong sungai. membelah padang ilalang. Ia bopong Sarti keluar. Ayo. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. bibirnya terkatup. Ditepuk-tepuknya pipinya. Buatnya. Sarti. Semua dingin dan biru. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Darahnya berdesir. melipatkannya ke pinggangnya. Sepanjang jalan tak ada orang. rumah-rumah bisumerunduk. Wajahnya membiru. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www. Si mata burung hantu itu tersedak. kecrek. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Di rumahku kau akan hangat. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Susul-menyusul. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. disusul gambang. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur.processtext. matanya terpejam. suling. Jalin-menjalin. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Hiduplah bersama abang." Teh yan digesek. laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton.ABC Amber LIT Converter http://www. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. Tubuh perempuan itu terasa dingin. Sepi. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan.html . "Kau tidak boleh mati. Namun. gong.

Bang. Hangat. biniku…. Eng Djin.processtext. "Ayo. panas. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. biru seperti keramik Cina. Balas melumat. Kaku. Tiba-tiba. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. "Relakan kepergiannya… Nyebut. "Pacarku. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. "Sadarlah. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. manis…bangun. Sarti sudah mati. Napasnya mulai satu-dua. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Dalam sekejap mereka telah bergumul.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." kata Eng Djin. dingin." Dikecupnya bibir Sarti.html . Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. ia membatin. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Semuanya membisu. Bang." bisiknya ke telinga Sarti. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Mamat Jago menoleh. si gondrong. Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat.processtext." Mamat Jago masih tak percaya.mencakar-mengular…terbakar. gemuruh. Bibir itu terasa bergerak. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Tangannya perlahan mendekap. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya.com/abclit.

ia membatin lagi. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Ada debur ombak. Ah. aku harus kembali ke rumah kawin itu. si cepak. tiga kali.processtext. Hatinya mantap.html .com/abclit. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Kersik daun. Kakinya menjejak pasir. Mat. Kamal. Hujan sudah mulai berhenti. Ditajamkan pendengarannya. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu. "Ya. heran. Mungkin Tanjung Kait. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Ia menduga-duga pantai apa ini. Rawa Saban. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. dan kehormatanku. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Begitu juga kenangannya pada Sarti." suara si cepak mengalahkan deru ombak. "Sejujurnya. Kembangan Selatan. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. rentetan tembakan itu masih terdengar. Tak ada darah. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. kesenangan. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. ia tersenyum. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Eng Djin. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap.processtext.

com/abclit.html . pengiring Cokek. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.

"Tampangnya nyebelin. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun.html .processtext. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas.processtext. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya.com/abclit. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan." kata mereka. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. mau apa kau. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. "Aku memang tak bisa punya anak." entah sebab apa. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. Tapi. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.com/abclit. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. menurut penilaian teman-teman di situ. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. Marsiyam menyekam kesabarannya. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. kecuali kepala penjara. sangat tampan. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar. Ia sadar dirinya cantik.

Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. ya?" Atau. Sampai malam itu. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan. mau apa kau. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba.processtext. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. "Kau sudah dibuang keluargamu.com/abclit.com/abclit. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa.html memang gabuk. Menurut mereka. Seperti kampung saja. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. Tak pernah ngidam. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. Perutnya rata saja. tidak pernah membantah sipir yang mana pun.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. "Kau tak ada keluarga. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara.html . nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Tanpa dirasa. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. tak pernah muntah-muntah.

Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Marsiyam hanya tersenyum. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tentu bayimu sudah besar. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya.html arisan.processtext. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. "Entahlah.com/abclit. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. yang ia sendiri tidak tahu apa. Selama dalam masa hukuman. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. sudah sekolah.html .processtext. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. ABC Amber LIT Converter http://www. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. "KAU mau pulang ke mana. Sore itu akhirnya tiba juga.

ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ini anaknya." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. atau Tobo Hotel untuk beristirahat. Ini anaknya. di ambang musim dingin.html "Pulang. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA." "Ke mana?" "Ke rumah.html .processtext." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. pukul 3 sore. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. Aku yakin ia akan menerima kami.com/abclit. bisa memulihkan tenagaku. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.processtext. aku tiba di Tobu Hateru.

com/abclit."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan.Setelah melewati beberapa blok bangunan. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. kanker. dan kebutaan. asing. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia. kita bisa melihatnya ke sana sekarang.. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250.processtext.Aku hanya tertidur beberapa jam.Aku agak heran dengan ucapannya.. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau.benderang. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. sebagai pusat penyembuhan orang. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. Suasana di dalam sangat muram.000 jiwa penduduk Hiroshima.? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. Aku segera menuju kamar mandi. atau hamburger.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu.com/abclit. dan.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. jadi dia sudah familiar. ciri utama korban..orang yang terkena radiasi bom atom. dan kembali tersenyum." tegasnya. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.ABC Amber LIT Converter http://www..Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.. Selesai mandi. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. tempat di mana bom atom meledak. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong. panjangnya sudah sampai ke punggung.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. beginilah manusia Jepang." katanya. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. aku agak tercengang dan merasa aneh. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. wajahnya terlihat samar. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. berada di Taman Perdamaian. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. tapi sebelum sampai di sana. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. di kafe yang ada di lobi. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang." katanya ramah dan kembali tersenyum.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji.. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. tempatnya lebih dekat dari sini. aku memesan Cha. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri."Baiklah..processtext. Aku bertambah heran."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. aku keluar dari hotel."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu.Aku pun segera mengikutinya."Mari ikuti saya. dia menoleh ke arahku."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima.html . tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian."Sewaktu bom atom meledak.Kami berjalan masuk.Di dalam rumah sakit."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www. 27 September 1956. serba cepat. orang-orang jompo.. Mungkin juga. begitupun yang laki laki. rambutnya gugur." kataku. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. fokus. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. menjadi raksasa dunia. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian.

bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. sekarang tanggal 6 Januari 2003. Ada yang aneh.ABC Amber LIT Converter http://www.Tapi.""Aku tahu. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. Ya...."Aku Hartoko. begitu tiba di dalam. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Siode San. tapi waktuku tidak banyak. seperti teh susu."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. tapi lidahku terasa kelu.Aku ABC Amber LIT Converter http://www. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. kotor.Dia.processtext..."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. disusul mereka yang kena seminggu kemudian.Aku nelangsa. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.. Anda!?""Oh. Dan di sebelah bangsal ini.Setiba di luar aku merasa lega. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. Aku Siode Sadamitsu. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. pendeta Buddha. dan anak-anak kecil...html bangsal yang lain. Harutoku.com/abclit. membuat langkahku jadi berani.processtext. hujan turun. serta bayi dari ibu-ibu hamil. yang dipisahkan dengan dinding kaca. setelah melewati beberapa bangunan. dia terus bergegas meninggalkanku. aku terhenyak. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.. mereka masih muda."Tuan Siode.html . Harutoku."Mereka terdiri dari beberapa golongan.. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi.. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan.com/abclit. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan.""Oh. Tanpa berkata-kata.""Aku seorang pendeta Buddha.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. lorong dan beberapa pintu. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain."Dia terus berjalan lincah."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. tapi kau baik sekali. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. aku tercenung memperhatikan mereka."Hei. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. Nafasku sedikit tersengal. dua hari kemudian.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari. dan berdebu. trenyuh. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. nama yang baguuusss. aku lahir di Hokkaido. tunggu. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. Entah berapa lama.." kilahnya malah berpromosi. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. dia membiarkanku menyusulnya. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap." Lengking suaranya.

Aku berada di taman perdamaian. mereka memotret sambil bercakap-cakap. Di tengah perjalanan. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. dan menyalakannya.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. mentari bersinar cerah.com/abclit. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. berbunga. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih.. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. Nama bangunan itu dulu. aku seperti berada di terowongan kematian.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. atau bis umum. aku melangkah mundur ke belakang. anak-anak. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha." katanya sambil tersenyum. Di depanku duduk. Aku tinggal di hotel ini. Setelah aku keluar dari pintu itu. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. turis turis asing berjalan di sekitar.PAGI hari. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. senang berkenalan dengan Anda. 6 Februari 18956 Agustus 1945. pohon-pohon tumbuh subur. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San.. remaja. ketika asap rokok berkurang. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan..Aku harus segera keluar dari tempat ini. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. Diam-diam kutinggalkan Siode San. Di bagian depan bangunan itu. Dari Taman Perdamaian ini.. ada pintu cahaya. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara.com/abclit. aku mendatangi arah suara perempuan itu. pikirku."Harutoko. aku tercengang.processtext. Taman ini sungguh indah. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. kemari!"Tapi tak ada jawaban. Gedung Promosi Industri Hiroshima. Dari arah pintu lain di sampingku.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri... aku suka mengantarkan orang. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. Aku ngeri. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www. bergerak ke arah bar. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang.6 Agustus 1945. sekarang 6 Januari 2003. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. dan orang dewasa.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang.. dan aku mengambilnya sebatang. dengan hio yang menyala dan wangi. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan.html . aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. temui kapan saja aku di sini.Sampai di hotel. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya."Siode San. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran.

Tapi. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. Halifa tersenyum-senyum bangga.processtext. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. tak Halifa < berharga. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. ia seperti membaui aromanya lagi. bisa jadi obat sepinya. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. aku harus kembali ke Jakarta. dari bayi merah.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu.processtext. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Akbar. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. atau lebih tepat lagi. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. lalu renta dan pikun. ompong. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. Itu galibnya perkembangan manusia. belajar beranak-pinak. Ya.Sesungguhnya.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. Sepasang mata yang sipit. kebun. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas.com/abclit.html .com/abclit. ia jarang tertawa. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. hidung pesek. keluarga pemilik kebun. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. Mungkin. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia.> Barangkali.ABC Amber LIT Converter http://www. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu.

Di balik awan gelap yang bergumpal.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Warna coklat cat berubah kehitaman. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Seringkali sepulang sekolah." kata mereka. Ia duduk di bangku batu yang lembab." Apa iya? Mereka kan begitu imut. juga lebih cepat.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Di laut terancam tenggelam. Matanya tak pernah menyorot garang. mengelupas di sana-sini. semacam pengumuman. ikuti saja aroma itu. Jadi. Di seberang jendela. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. kembali ke gazebo tadi. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. lalu memacu mereka berlomba lari. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan."Ke mana dia?" pikir Halifa. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. dua jam lalu. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. atau menjadi buih di samudra nanti. Tapi. gelisah. ternyata risikonya sama saja. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Sebelum mendarat. "Kenapa dia lari?" batinnya. Ia tak mau mati. ia dan adiknya. "Biar gembur. pikirnya. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. yang punya kebun. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. jari-jari petir putih bersinar. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Barangkali. Naik pesawat memang lebih mahal. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal.processtext. berpulang saat kembali. Mungkin. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. Tapi. Tapi. Huh.com/abclit. Bila kalian ingin bertemu tuannya. terutama debur ombaknya di malam hari. Bila ada yang tersesat. "Jangan kau siksa binatang. tempat kelahirannya. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. pesawat kembali stabil. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Malida. mata orang yang mau menolong. debur ombak seperti nyanyian.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini." katanya kepada Halifa kecil. tanah perlu makan.html tumbang. setelah bertukar pakaian dan makan siang.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk.html . ia terpaksa mengubah rencana. mengantarnya pulang.com/abclit. Bila ada yang ingin menemuinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. ia akan tunjukkan jalan. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Bagi Halifa. ia akan dimakan hiu. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat.

menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Makanya ayah harus punya prinsip. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka.html nenek pasti bercerita.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama.ABC Amber LIT Converter http://www. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. Kata ayah. Malida kemudian menyusul Halifa. tapi perlahan-lahan ia paham. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. dia memilih tinggal di rumah kebun. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Pikiran Halifa mulai bercabang. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. Ayah ikut mogok? Oh. begitu pula tingkap-tingkapnya. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu.com/abclit. siapa yang tahu.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. tidak. ia ingin menuruti kata hati saja. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Ha-ha-ha …. Korupsi pun tak bisa besar. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. Entah kenapa." kata ayah. berbagi nasib. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. jauh dari orangtua. jangan menginjak ke bawah. Ibu juga tak menangis." lanjut ayah. Ayah sudah menganggapnya keluarga. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran." kisah ayah. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Semua sungai terpolusi. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia.html . tapi katanya dia tak punya keluarga lagi.processtext. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Kalau ada orang jahat. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. lagi.processtext. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. merusak sungai-sungai. Nak. Sebelum meninggal. Ah. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Mereka. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya." Yu Sur. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya." kisah ayah. di telepon. Tak ada sahutan. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah.Pintu pondok tertutup rapat. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Tapi. perempuan kakak-beradik. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak. terutama hidupnya yang sendiri.Hujan makin menderas. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. tapi ia tidak.com/abclit.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Makanya. ayah curang sekali." Halifa sempat terbahak. Malida sempat pulang beberapa kali.

"Benar. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir.Nenek sudah tak ada.processtext. tuk. Kini mereka berhadapan. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Halifa cuma mau mampir sebentar.html disertaisuara. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. kompor minyak tanah." kata lelaki itu. Lama tidak pulang.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. tuk. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. Kebetulan kamu pulang. seraya duduk di tepi ranjang.processtext. seraya menuang segelas air untuk Halifa.atuk dak bise nampak jelas. orang upahan dan anak majikan. Anak-anak itu terkurung di sana."Sekarang belum musim keremunting. di kamar kontrakan. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. Papamu sudah pensiun. dak ape-ape. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Atuk ni la sakit-sakit terus. di kantor. Semua sudah berubah. kek.com/abclit. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia cuma mengirim doa. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang."Ini Halifa. Nyai la dak ade.Kau disitu pun." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Ternyata. tertatih-tatih mendekati Halifa. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. di bus. Macam-macam sakit pun ade. Banyak yang berubah."Atur ini Halifa. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi.Mata lelaki itu mulai berair. tidak apa-apa. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Halifa cume nak mampir sebentar. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. tanpa mampu berteriak minta tolong." kata Halifa. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. Ade yang nak atuk cerite. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Kakekmu apalagi. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. dan panci-panci tergantung di dinding. lemari pakaian dari plastik. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Barangkali. Namun. Semue lah berubah kata Halifa."Oh. membawa gelas air. Yai kau ape agik. Papa kau pun la pensiun. dari pening. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. begitu pula si penjaga kebun.html . Kebenaran kau pulang. sebentar agik nak pulang ke tanah. Halifa telah kembali ke tanah rantau.Lame dak pulang. Ranjang dan meja kayu.com/abclit.Palang pintu ditarik. Lelaki itu kelihatan amat tua.kabur lanjut lelaki tua itu. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Halifa terdiam.

Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. So. Malam ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas.com/abclit.""Tentang kita?""Tentang kita. So. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. sesak napas.com/abclit.html . Macam-macam sakit ada. kakek tak bisa tampak jelas. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma."Berita tentang hidup dan masa depan.Di depan hampir samar sisik danau. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. Terutama berita yang menyakitkan. Kamu di situ pun.Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. Wey. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. tentu saja."Ingin kukatakan yang baik.""Kau belum katakan berita apa.processtext.""Kau jadi berteka-teki. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. dari pusing. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Wey.html ceritakan. sebentar lagi pulang ke tanah. kabur. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu.processtext. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.ABC Amber LIT Converter http://www.Entah suara pungguk. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. terdengar suara Sopa.Unggun terus menyala. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. Kakek ini sudah sakit-sakitan. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas.

Wey.processtext. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. So."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh..""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas.. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi.. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan.. So. Wey.processtext. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. Wey.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.""Mungkin bisa. Mungkin dapat kita atasi bersama. Kutahu kau sudah siap-sedia.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. jika kau belum siap. So. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku.com/abclit.""Aku akan jadi suamimu. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. mungkin juga tidak.""Kau membuat aku makin tak mengerti. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu..""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta."Katakan apa adanya. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. Aku kenal kau.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. Ayah sudah akan menutup semuanya.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya."Aku tak sembunyikan apa pun.. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Bahkan.""Biaya pernikahan. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh.ABC Amber LIT Converter http://www."Sebentar nanti kau akan mengerti.html .""Aku telah terima kau penuh seluruh. Tapi lebih dari itu.."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. Ada gamang yang aneh. sebenarnya. maksudmu?""Bukan. Wey.""Bisakah aku meminta sesuatu. Wey. So. Wey.. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau.com/abclit. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.. Wey?""Tentang apa?""Suami. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa.

"Kau sakit.. So?"Tak kudengar suaranya.ABC Amber LIT Converter http://www."Tapi untuk permintaanmu."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan.processtext. wajahnya tampak lebih tirus. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama.com/abclit. Kurasa suhu badannya lebih dingin. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta.."Jika kau cinta. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin.. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan.. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Kampung jauhnya lebih sekilometer." kukecup ia sekali lagi."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Sebelum ia mati. Tapi rasanya saatnya belum tiba.. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan."Saat ini aku sehat. Kau menolak?""Tak aku menolak. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Wey. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. dan mereka bercinta. Terkena leukemia. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Tubuh dan akal pikiran. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan.""Terima kasih. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. tetapi aku telah menjadi suami. Demi ikrar itu aku minta. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. Namun. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. selama kuliah. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya.. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya.processtext. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini."Terima kasih.html . Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami. So. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Wey.Di Jakarta. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan.html dengan permintaanku padamu. kurasa tubuhnya lebih ringan.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam.com/abclit. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. barulah ia mati.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. Wey. Wey. Wey. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Rautan yang ayu. saat kubopong. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Semuanya sehat. bahwa wanita kami dari daerah ini. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan..

karena ABC Amber LIT Converter http://www. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. nadinya masih ada. calon istriku. Tetapi matanya terkatup rapat. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. sementara bibirnya terus mengulum senyum.com/abclit. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Ia tanya aku cari siapa. tampak bangunan yang sangat kukenal. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. menatapku. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan.html Terima kasih untuk pemberianmu." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Wey. meskipun itu kekasihku sendiri. "kamilah yang tinggal di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya aku dan Sopa." jawabnya. dan kujawab. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Itu agak mengherankanku.html . setengah baya. Napasnya masih ada.com/abclit. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. "Aku tinggal di sini. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. Wajah tak kukenal muncul di celah itu.processtext. aroma lama itu tak berubah. kuning.processtext. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Begitu melewati gerbang depan. aku pencet bel. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. terganjal oleh kunci rantai. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Di situ kami tinggal." "Tidak mungkin.

dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. Kucoba menjelaskan padanya. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. tentu. Tuan Steiner tua itu memelukku. Perempuan gemuk. jenggotnya merah lebat. ia berusaha menutup pintu." Tuan Steiner menambahkan. Tuan Steiner tua setuju. tidak dapat diragukan". bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. itu kata mereka padaku. "sebenarnya dalam segala hal". Ya. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. lalu mengujarkan namaku. Dan. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. berdaging." Dan. barangkali. begitu. Sebab.com/abclit. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. dengan sandal kain. "Bukan. bagaimana. Kupencet bel. Ia katakan. Tapi Futo. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". semua diam. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini.com/abclit.processtext. dia sehat." Yang lain. baju narapidana bergaris-garis. Mereka berdiri memelototiku. "Ayahku?" Tanggapannya. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. Dia hidup. Ya. meski terletak di wilayah Austria. dia berhasil menutup pintu. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali.Aku masih di situ beberapa saat lagi. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. melembutkan otot muka.ABC Amber LIT Converter http://www. "Dia sudah kawin lagi. "ia agak terlalu cepat. Aku masih berusaha mencegahnya. sementara aku masih mengenakan topi. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. "Tapi. Mauthaussen. warna merah anggur itu. bukan Kovacs. "Pasti ada salah pengertian.html kutahan dengan kakiku. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. "Tapi. aku tanyakan lagi. Mereka menarikku masuk ruang tamu. memang mereka punya suatu kabar baik. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit".Lalu. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya.html . sayangnya. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. Maksudku Suto. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. "Lalu kami sendiri. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. "Kovacs. tapi kemudian berubah serius lagi. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. Sementara itu. kutanyakan tentang ibuku.AKU kembali ke tangga. empuk." Paman Fleischmann merenung. Tapi. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. Lalu. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram." Dengan siapa? Salah satu menjawab. dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. mereka mengangguk-angguk senang." Lalu. Begitu rupanya mereka memahami masalah." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. dan tubuhku berkeringat. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Lalu. kapan. kukira. "semuanya dapat dipahami. begitu katanya. paprika. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka.processtext." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. muncul.

merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. Ganti kutanya mereka. sulit dibayangkan. setidaknya itulah yang menimpaku. Ketika aku makan." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. kataku. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku.ABC Amber LIT Converter http://www. minggu. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Di samping itu. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. menit.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu.html . Paman Fleischmann mengangguk setuju. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. Tentu saja aku tak berharap.Misalnya. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. kalau diingat lagi semuanya. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. Lalu.html kutanggapi bahwa aku tetap suka. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. meskipun semua telah berlalu. kuperhatikan.com/abclit." Aku bertanya.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. ada benarnya kata-katanya itu. "kamu harus melupakan semua teror itu.kalau kuperhatikanbaik-baik. Pada saat tertentu. mereka jadi agak terheran-heran. di mana aku berdiri dalam antrean. mengusik hati. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Lalu ujarnya. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru.com/abclit. Tapi. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. "Kehidupan di rumah juga tak mudah." Dan. dan bulan. begitulah mereka berujar dan berujar. Justrusebaliknya. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. yang di Auschwitz. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. mereka balik bertanya. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. hari. jam. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. Jumlahnya sekitar seribu. Tapi. Tapi.processtext. tapi. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. kedua orang tua itu terdiam." katanya. kami tetap hidup. Dan. kataku. Apa itu artinya. Pada hakikatnya." Memang harus kubilang. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. dan setelah beberapa saat. Baiklah. misalnya. Padahal. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. kutambahkan. Tapi. semuanya seakan-akan terjadi seketika. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www. pembebasan "akhirnya terjadi". "Yang paling penting." Yang lain menyambung. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku." salah seorang tua itu merenung. "Ya begitulah. Itu berarti. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. Aku hanya dapat memulai hidup baru. Barangkali. karena aku tak tahu secara pasti. bahkan agak lebih terheran lagi. yang di tengah-tengah. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit.processtext.

" aku mencoba menjelaskan. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan.processtext. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. aku bisa bilang kepadanya. kalau dilihat secara keseluruhan. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Lalu apa?" mereka tanya balik. dengan laku surut. Dapat kulihat.. Kupikir. Tapi.Pada kata-kataku yang terakhir. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. kecuali . Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. setengah mengeluh. Setiap menit berdetak. Kedua orang tua itu bertanya. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Tapi. kami sama-sama tak bergerak. "Tak ada. bukan itu yang penting. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. "Tak ada yang istimewa.. tidaklah selalu begitu. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung.. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. berdiri dan bergerak memutar. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. selama waktu itu antrean terus bergerak. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. katakanlah begitu. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. menurutmu. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. Sebetulnya itu bukan nasibku.processtext. Tentu saja.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. penyimpangan. seperti halnya juga di rumah ini.. tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu.html .. Maka. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. tak ada darah lain. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. entah bagaimanapun caranya. dengan ibuku. Setiap orang melangkah maju. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku." di sini aku macet bicara. "Lalu. tak ada perubahan lagi. Sekarang. misalnya. berlalu. final. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. Sekarang. setengah kesal hatinya. Tak kulihat dia balik. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. tentu saja. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. Sudah tentu. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. kataku.Suasana hening. kami melihatnya kembali ke belakang.Lalu.com/abclit. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. "Apakah semua ini memang baik. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal." kutambahkan. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. Tuan Steiner tua mulai gerah." Memang. Hanya sekarang. dan begitu kabur. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. dengan Anne-Marie. apa artinya jadi "orang Yahudi". begitu cepat dan sulit dipercaya. dan memang tak ada apa-apa sama sekali.. terus maju. atau . Kukatakan padanya.

katakanlah.. lawan bicara yang lebih layak. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. barangkali dapat kukatakan. Satu-satunya keburukan atau keindahan. Biarkan. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita.. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah.processtext. Namun.com/abclit. Mereka juga menyadarinya. Tapi. Di sana. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www.html kata-kataku. jika . Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. Sekarang. Lalu. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya." terus kulanjutkan. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Begitulah. "Ini bukan berarti dosa. Dan. menghadap ke depan. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. jalan tampak melebar. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Tapi. satu-satunya ketidaktepatan. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. apa pun itu wujudnya. aku tak punya uang. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. tapi sudah tak mungkin lagi. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu.ABC Amber LIT Converter http://www. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. Tapi.processtext. memang aku berbicara. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. untuk mendapatkan kekuatan. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. Tentu saja. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. Bahkan.com/abclit.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. mereka ganti bahan pembicaraan. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada."Dan. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. jelas bukan itu yang kukerjakan. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. Ia ingin melompat bangkit. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. memanjang dan hilang di kejauhan. "Biar saja. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. "Apa?" ia berteriak padaku." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. hanya merekalah yang ada di sini. begitu mungkin bisa dikatakan.html . dan kudengar apa yang diucapkannya." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. saat ini.. dan semakin merasa kesal. kemudian aku ingat.Turun dari tangga. Dan. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. jalanan menyambutku. maka tak akan ada nasib. ke arah aku hendak pergi. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ.

bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. suara mereka lebih rendah. lebih sederhana. Ibu menantikanku. Aku jadi ingat semuanya. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. dan semakin turun ke jalan. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang.com/abclit. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. bintang Nabi Dawud. Ya. mulai yang berumur 10 tahun. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu.Jika memang mereka sampai hati bertanya. dalam arti tertentu. Dan. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Juga di belakang sana.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Setelah Perang Dunia II mulai. satu demi satu. Di sekelilingku. rasa siapku sedang tumbuh. Mendadak semuanya jadi hidup.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. Kasihan dia. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. ahwal dan orang.Dan jika aku belum lupa. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. hidup jadi lebih murni. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. polisi Hungaria membantai sekitar 3. dokter itu. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan.Baiklah. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Barangkali. berada di situ. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Bohus. semuanya menggenangi kesadaranku.com/abclit. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Ya.processtext. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. ekspresi wajah mereka lebih lembut. tapi bagiku. Ya. Lalu lintas lebih sepi. Januari 1942. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. rasanya sesuatu sedang berubah. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia.html jingga. dan semua yang lain. Tentu saja itu yang diinginkannya.processtext. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam. tentu saja. 800-an di antaranya orang Yahudi. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. mulai bertumpuk dalam diri. tapi sekaligus penuh seribu janji.500 orang. "teror dari kam-kam konsentrasi". itu yang akan kuceriterakan pada mereka. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. sekarang aku tahu. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. benar. semuanya kembali lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.html . di atas jalan yang sudah diempas badai. Tentu ia akan bahagia melihatku.Catatan sejarah menyebutkan. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu.

kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut."Titipan Ibu Gubernur. Dia lebih percaya. kedai murah di ujung Zeedijk."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. Pri! Bayangkan. adik kandungnya. Sudah waktunya injeksi insulin.com/abclit. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. arloji itu akan dibeli buat upeti. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. menurut sahabat saya.processtext.SEMBILAN ribu USDolar.com/abclit. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. presiden kek. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik." kata Nunik. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. Sebab.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa kali kami pernah makan di sana. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Wajahnya nampak selalu gelisah. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. Agaknya pun berpikir. dia berkali. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. itu urusan ipar sampean. lantas makan siang di Nam Khe. batin saya. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Pas buat dua orang.Titipan jendral kek. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat.html .ABC Amber LIT Converter http://www. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. tanpa saya maupun kangmasnya. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Di Nam Khe. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang.processtext. Kami mengerti maksud Nunik.

Dan itu sering keliru."Sekarang dia menengok ke sini. nginap di Hotel Dorin. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. bertemu dengan Pak Duta.""Pakaian saya tidak begini. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Kami adalah orang-orang setanah airnya. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. Pri.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. mungkin sedang ngrasani kita. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. Dugaan saya benar. tidak. Dan sekarang mereka ini. Saya ingin mendengarnya.""Oh. pikir saya.""Wuah. Itu dia.ABC Amber LIT Converter http://www. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. tapi tak melihat Anda. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. Bapak dari Kedutaan. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. ya?" kalimatnya sangat sopan. ini baru kehormatan namanya. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya." jawab sahabat saya. Namun sialan."O. Tinggal menyantapnya." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo."Saya tidak peduli. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. tidak keliru. Pak. Semua hotel di Damrak mahal. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. langsung duduk di depannya.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk."Maafkan. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. mahal. Lain kali silakan singgah di rumah saya.processtext. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. tidak jauh dari sini.Nah. Saya mengurus visa di sana. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Beberapa kali sudah.com/abclit."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. kecuali sangat perlu. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya.processtext. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. Layak ditegur-sapa.com/abclit.html . Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Kehormatan besar buat Hargo. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Jangan di hotel. Pak."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. berkerah tutup. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. Saya pun selalu bersikap begitu. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www.

batin saya.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu."Mau bangkrut lu."Buka saja bungkusnya. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Jika sial. mereka justru baru mulai. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti. Sahabat saya nampak makin kebingungan. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air." kata saya..html saya di notes dia."Ayolah Zus.""Sampean ini. kan bisa dibungkus lagi."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. tak banyak punya duit.com/abclit." usul saya. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. Kalau ternyata bukan barang larangan. Hargo lain lagi. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Maafkan.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. "Beli prangko. Saya pun tiba-tiba khawatir. saya pun singgah di Wan Nam Hong."Alhamdulillah. "Terlalu riskan buat adik sampean. Jika saya nekat menunda makan. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. merasa gula di darah saya kelewat rendah. Haaar. sukar menemukan pasangan. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Saya sendiri tak bisa menunggu. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Tak sampai setengah kilo. Saya jadi kurang sopan.processtext. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. "Mari duduk bersama kami di sini. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. menunggu pesanan mereka. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Priiii. Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin." katanya.html . Hargo bilang."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami.. Itu Hargo tahu.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. "Hukuman berat jika ketahuan. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.. karena dia yang bayar rekeningnya. Saya ingat."Untuk keluarganya di Gondangdia. Saya tentu saja mengucap terima kasih. pindah semeja bersama kami."Isinya apa?" dia tak sabar." kata dia tiba-tiba. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Dia tak pernah punya kartu nama. saya menghindari rekening Nam Khe.com/abclit. Hargo ketamuan. Nampak bengong. Terus terang harus saya akui. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk."Selamat makan. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. saya keluar sebentar. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Di Malaysia malah hukuman mati. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. saya akan pingsan. Ketika saya selesai. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik.processtext. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Sahabat saya memang jejaka.ABC Amber LIT Converter http://www. Nunik bisa bawa. Sekadar menghabiskan waktu. Sahabat saya terpaksa menunda makan. Karton itu saya buka.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Tentu tak tahu apa isinya. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya.

html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. di senja hari. Atau mungkin sebaliknya. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya.ABC Amber LIT Converter http://www. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. khotbah." kata suami Nunik. dibuntal oleh hujan yang sebentar.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Memang terasa melonjak tinggi sekali. tapi tak bisa menahan selera."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya.S>small 2small 0<. Tidak semua gugur daun.""Service Paspor.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. hujanlah yang menyertai peristiwa. Dan ini tentang hujan yang sebentar. baunya saja pun sangat nyaman. Setelah sebelumnya. percakapan. juga dalam hal ingatan. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah.processtext.com/abclit. desir angin. Seperti percakapan-percakapan yang terusir. Mas!" kata istrinya. Dari kaca jendela kamar itu. dan hujan yang sebentar. bumbu mirip semur. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Dan di pojok entah mana. Paran. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. aku dan kamu. Husaren Sla. membasuh sedih di luar sana. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. kupandangi lama cuaca. Saya sungkan pada suami Nunik. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. yang kekal dalam ingatan.com/abclit. Malah ngenas. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www."Tak perlu khawatir.html . nyanyian. Saya melahapnya. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. matahari yang tenggelam. Saya tidak bisa ketawa. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. mungkin meratap diam-diam.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Namanya pun baru dengar sekarang.000 rupiah.processtext. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta.

Seorang laki-laki juga menghampirimu.Ini Dede dan Kahfi. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya.com/abclit. . baru kutulis nama sayangku untukmu... Lucu-lucu. tidak ada kepastian. aku tak kuasa menatap matamu. Ia agak kikuk.Di hadapanku kini. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. dan rintik hujan.Kami minum kopi.. Tapi tidak mungkin. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. bahkan bila kita mau. Dan ia menggeleng pelan. begitu sendu... Pertemuan itu tidak membuka apa-apa.. Aku tahu. selain hujan dan waktu yang bergulung.. sebagaimana aku juga tidak. Dan kita. sesedih aku. Semua selesai. Sebentar ditatapnya wajahku.Beberapa selamat?Beberapa selamat. misalnya. Aku mengambil kertas. Sangat rindu.html tertanggungkan. Tak semua selamat. segalanya butuh perhitungan. Di luar sana. kebiasaan buruk. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. Hujan akan segera turun. sembari menunggu hujan reda. Sangat deras. Aku memandang ke jendela. Belum ada tanda-tanda. memang.. Tapi lebih banyak yang tidak.. mataku.Kamu!Di luar. . hujan mengguyur deras.Aku tidak begitu peduli waktu itu. bahkan di diriku. Kali kedua aku bertemu dengannya..Kamu menunduk. kamu. tapi aku yakin. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. meyakinkan lebih tepatnya. Senja ini tak ada kepastian. senja dibekap cuaca yang murung.processtext. pertemuan itu telah menutup segalanya. Tidak mungkin.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu.. Ah. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran.processtext.Uhf. lebih nyeri dari ini. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. Ia masih seperti setahun yang lalu. Dan kamu berubah sekejap.LALU aku bertemu dengannya lagi. hanya agak kurus. juga yang berpasangan. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya..Aku mengangguk. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan.. Suamimu duda. mungkin karena baru beberapa bulan. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. tatap aku baik-baik. Sayang. ya. Ia tidak secerah dulu.. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.Seseorang mengetuk pintu. Lebih berpuing dari ini. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. beberapa bulan yang lalu.. dan mulai menulis. kamu ingin hidup yang tenteram saja. bahkan untuk sedikit kepastian. tapi kuseduhkan secangkir teh.. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. juga pada senja dan hujan yang sebentar. semenjak gelengan itu. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. sahabatku. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan.html .Hujan reda.INI juga pada senja.TAPI kepastian itu datang juga. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana... Mataku menatap perutmu.Ah.Aku panik. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku.Aku kurus ya. tak kuasa menanggungnya. Kamu di mana. Apalagi. dalam tubuh yang agak basah. Di stasiun kereta api.com/abclit. beberapa mengalaminya. akhirnya. Hujan dengan cepat reda. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. Selamat. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. aku kira. walau aku tak yakin benar.. Begitu singkat.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www. Baru setahun yang lalu. keponakanku. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. di kotanya. Ia rindu. senja. Aku merobek kertas yang di atasnya. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Tapi beberapa. Aku beranjak dengan malas. Aku tahu itu. Tetanggaku. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. Benar. dan hujan.Tengadahlah. dari dulu.. Kami berpisah. seperti yang duludulu.ABC Amber LIT Converter http://www. bukan?! Tapi bisa jadi. dan ini kakakku. aku pikir akan selamat.Dan sekarang.

Kamu sodorkan kertas itu. sudah terasa hilang sejak lama. kan?Aku menggeleng. Ah. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. Kuambil nasi dan makan. hendak membuat kopi. ada janji makan malam.Aduh. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. Bukan. tak lelap. ya. Apalagi hujan yang sebentar. sebelum banyak dusta.html .Kamu menangis sesunggukan. Senja mulai mengetuk malam.Aku bawakan makanan kesukaanmu. mampus. sepintas kulihat. menghampiriku. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Aku hanya memandangmu. . Mengapa jika kamu menangis.processtext.Kamu tersenyum. Kamu belum makan.Aku mengangguk. Selebihnya.Kamu duduk lagi.. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun.Kenapa?Aku menggeleng. Kubaca. Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www. Apa pun.Kamu menyeka hidung dengan tisu.Aku sedih. Mengingatkan dulu.Aku masuk. Pagi ini aku tidur. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. di dalamnya.html tahu.. dan memelukmu. Membuatku tertawa sendiri. Lalu aku ingat. televisi yang mati. almari pakaian. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. dan kamu sesekali main di sana.com/abclit. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Dan mungkin menangis.. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Makan yang begitu tertib.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. Tapi kamu juga bangkit. Sebab kalau kamu.. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. Sebelum banyak bicara.processtext. Tapi aku mencintaimu. Tapi kali ini tidak. Pintu terbuka. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. mengambil gelas yang kusentuh. pigura-pigura. Aku bangkit.com/abclit. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Tak menahanmu.Kamu mengedarkan pandangan. Kamu juga. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. seperti sekarang ini. bersamamu dalam bayanganku. menatap buku-buku. sampai sekarang. lampu-lampu mulai menyala. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. Mengambil kertas dan menulis. aku selalu ingin kamu menatap mataku.Bisa minta tolong.. Kututup pintu. kamu mulai basa-basi. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Sangat indah. air mata itu. Balik-balik. Kangen.Kenapaaaa.Aku harus pergi.Harusnya aku mendekatimu.Dari jendela. Juga luka dan getir itu. ya?Aku mengalaminya.Aku sedang ada urusan di sini. Aku kembali ke tempatku semula. Kamu bergetar..Tidak. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku... dan pernah bersumpah akan mencurinya. Seperti dulu-dulu. dan ingin juga bertemu. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. kedua tanganmu pasti kotor.Jangan tanya tentang pernikahanku. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. sungguh. Sialan. minum kopi hasil seduhanmu.Kamu masih gampang terharu..ABC Amber LIT Converter http://www. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. tidak sepertiku.Aku mengangguk.. Aku tidak jadi menangis. yang selalu kamu seka hidungmu. dan lagilagi sesunggukan menangis.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.Aduh. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. bukan kamu. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu.. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Memandang caramu menulis. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli. menunggumu menyeduhkan kopiku.

Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Sebetulnya. Namun. Perpisahan itu tidak enak.html . masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Brengsek. Musik mengalun. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu.com/abclit. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. Di seberang. cuaca cerah.000 dollar AS lebih. aku balik. Mau nggak. Lagu-lagu sedih. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. aku yakin. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. telepon berdering.com/abclit.*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab.processtext. istriku.Di luar. tepat yang kelima.Kamu bangkit. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.html merajuk itu. menuju komputer. Apa ya? Belum sempat kucari-cari.Sore nanti. Dan seperti tidak peduli. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. Tapi urung. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. padahal sangat peduli. Pasti ada yang hilang lagi. Seperti kemarin.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga.Pintu kututup pelan.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku hendak menahanmu. kamu tahu kalau aku menatapmu.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Menatapmu. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kuangkat. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Aku tahu. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Kamu duduk lagi. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu.

Pohon-pohon sudah mulai meranggas.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Jadi. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. ABC Amber LIT Converter http://www. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta." Seperti biasa." tulis ayah Berbi.com/abclit. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Kalau disebutkan dalam surat." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. Lagi pula.processtext. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. pertanda musim gugur telah tiba. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini.html . ke rumah orangtuanya.processtext. Pada bulan Maret tahun depannya. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Jadi. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Jakarta. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. Di Frankfurt. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Apalagi ditambah dengan angin kencang. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Dalam satu-dua bulan.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman.com/abclit. kalau tiket sudah dilunasi. Meskipun salju belum turun.

. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya.html Rothenbaumchaussee. Di apartemennya. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www. meski teknologi sudah maju pesat. Berbi tahu." Surat ini mirip telegram saja." Begitu bunyi surat itu. apalagi dengan komputer. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang.processtext. Entah kenapa. sang ayah hanya mengatakan. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu.. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern.com/abclit. Berbi masih tidak habis pikir. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. Hamburg 1 "Pulanglah segera.. di Rothenbaumchaussee.ABC Amber LIT Converter http://www. Paling-paling hanya akan menjadi penyair.processtext. si hemat kata. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.html .com/abclit. Kalau toh terpaksa menulis surat. Tidak dengan mesin tik. Apalagi pengarang cerpen atau novel. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu.

untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Namun. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga. Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan.processtext. uang 2. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa. Sebagai putri tunggal.html .com/abclit. Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya). pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya.com/abclit. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. yakni memintanya pulang dengan segera.processtext.html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. Kalau tidak. ABC Amber LIT Converter http://www.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. seberapa pun kecil atau besarnya. ia mengerti perasaan ayahnya. Kalau pulang. risikonya apa? Di pihak lain. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. Hamburg 2 Memang. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. uang tetaplah uang bagi Berbi.ABC Amber LIT Converter http://www. Oleh karena itu. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi. ada yang akan kubicarakan denganmu. ya. apa salahnya menikah lagi." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta. ya. Sebaliknya. Ia tidak menyangka.." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam. ABC Amber LIT Converter http://www." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku..html "Pulanglah segera. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah. Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.com/abclit.processtext. bagaimana pendapatmu." Hanya itu isi suratnya.processtext. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan.html .com/abclit. "Ayah ingin tahu. ia menjawab sekenanya. Ia tidak siap menjawab. ya.ABC Amber LIT Converter http://www." Hanya itu komentar Berbi. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. "Oh.. "Terserah Ayah sajalah. kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi. Oleh karena itu.

com/abclit." "Belum. Cuma karena ayahnya sudah to the point.html tentu tak perlu menikah lagi. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www." "Saya pikir. Ayah Berbi menggeleng." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam. Apa boleh buat. Oleh karena itu. ia pun tak sungkan bertanya langsung.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua. Ayah sudah punya calon.processtext.. "Omong-omong.html . siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. katanya." Ayah Berbi terdiam sejenak.. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor.?" Sebetulnya.. Berbi menyambung. "Lho.. apa Ayah sudah punya calon.processtext. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Pada saat lain." "Lho.html ." ABC Amber LIT Converter http://www." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter. "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus. ternyata aku dinyatakan sehat. "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. Baca tak enak.html Berbi. Tidur tak enak. Badan serasa meriang sepanjang hari." "Tensi Ayah. aku mengidap penyakit.processtext. badanku serasa gatal seluruhnya. bagaimana?" "130/90." "Normal dong. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya.com/abclit. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. tak nyenyak. Makan tak enak.com/abclit. Setiba di Jakarta.

Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah. pikir Berbi. Kalau tidak. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.html . memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu." "Lho. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng.processtext. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup.ABC Amber LIT Converter http://www.html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Jakarta.com/abclit. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman.processtext. aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya. "Maksud Ayah?" "Maksudku.

kamu pasang iklan kematian untuk aku. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. kalau aku mati nanti." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.com/abclit. "Begini. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. "Aku ingin.com/abclit.html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Berbi mengajukan pertanyaan. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab. Kemudian Berbi melanjutkan. "Lho.. Kata peribahasa. Kita kan perlu bersiap-siap." kata sang ayah. agar tidak mengecewakan sang ayah..processtext. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku dapat firasat..html .ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi mengubah cara bertanyanya." Mereka terdiam sejenak. Namun.processtext. ’Sedia payung sebelum hujan’." Graha Taman 2 Keesokan harinya.

com/abclit." ABC Amber LIT Converter http://www.P"." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. "Turut Berduka Cita".html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah Berbi meneruskan.html . "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini.com/abclit.processtext. "Rest in peace".I. "Telah Beristirahat dengan Tenang". "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Telah Mendahului Kita". "Kabar Duka Cita". "R. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus.

tetangga.com/abclit." Berbi terdiam.html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti.P". Berbi hanya berjanji. kata ayahnya. Firasat. "Berita Duka Cita". kalau aku sudah mati. "Kok Ayah ingin diiklankan. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. Akan tetapi." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. Teman-teman. atau "R.processtext. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran. "Telah Mendahului Kita".html .processtext. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. "Telah Beristirahat dengan Tenang". sih.com/abclit. Soekarno-Hatta. kerabat. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Kabar Duka Cita". aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". "Rest in Peace". dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati.ABC Amber LIT Converter http://www.I.

Dengan langkah berat." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN.com/abclit.. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita.. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi menuju Gate 1. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat.processtext. Di pihak lain.html Dengan kata-kata itu.processtext.html . Berbi pun beranjak dari tempat duduknya.com/abclit. kalau sudah sampai waktunya." katanya kepada sang ayah. atau faksimile.ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. atau surat. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. atau e-mail. Menurut berita CNN.." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. iklan mana yang kupilih. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. tentu akan aku pasang iklan di semua koran. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. atau telegram. "Pokoknya. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita.

Berbi namanya. Italia. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. termasuk sopir bus.processtext. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia.html . Meta ABC Amber LIT Converter http://www. bunda. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. anggun dan mempesona. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. mata sembab dan isak tertahan. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. Jakarta.com/abclit.html karyawisata ke Roma. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Dengan nafas terengah-engah. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Tapi tidak demikian bagi Yustin.com/abclit. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi luka dalam. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Namun. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. Semua penumpang bus meninggal dunia. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. "Bukan di situ. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas.processtext."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya.

Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. "Kenapa.processtext. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.""Bibir saya kenapa. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya.yang tak pernah berlengan pendek."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.. bunda.atau. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. "Perhatikan bibirmu secara saksama.processtext.. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah.""Tak usah. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. Sebab nyatanya.. menyentuhmu.ABC Amber LIT Converter http://www.. Untuk sementara.com/abclit.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu.. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya.. justru karena ia tahu persis. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. pakaian dalam. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. rok . Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan.. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. Sampai ia lulus SMP. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. bunda. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. bunda.Bagi Yustin."Meta terdiam. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. Sampai ia masuk SMU. Sampai ia berusia enam-belas tahun. shampo. Meta. Lalu dirangkulnya. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah..??""Jangan bertanya dulu buat apa.""Tapi.""Apa.com/abclit.""Kau pasti pernah merasakan. "Bunda mau bicara sebentar.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Ia tak bisa datang menjemput."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya. membelaimu.. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Buka saja dulu pakaianmu. Meta.. Semuanya. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.. atau sering merasakan. Aku harus berangkat naik bis kota. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu..html .. memelukmu. memujimu.yang panjangnya selalu di bawah lutut."Mungkin kau benar. atau senantiasa merasakan.""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah.. sepatu. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih.html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. bedak. Meta?""Aku beli sendiri.""Meta tak tahu apa maksud bunda.. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya.

. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. Dengan berbagai kecemasan. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. siutan panjang. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. blush-on. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. panggilan mesra. Ketukan pintu membuatnya kaget."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya.processtext.""Bunda khawatir.. yang setiap hari mendengar decak kagum.. Kapan pun.. giwang. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. Dan ini membuatnya jumawa. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Ada nama seorang pria tertayang di layar. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. gelang. kalung.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju.. Pipinya membasah. nak. "Ya. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya..com/abclit. Dan Yustina tak kuat bertahan."Dan Yustin tak kuat untuk menolak.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. Bunda cuma khawatir. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. Meta. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www...html sejauh itu. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. eyeliner. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Tak mungkin ia bercerita. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya.processtext.com/abclit. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. Matanya terpejam. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Ia pun buru-buru membuka almari. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. Meta.. Badannya besar dan kekar. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa." "Lalu.. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. anting. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.html . maskara. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. pujian. eyeshadow."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain.ABC Amber LIT Converter http://www.. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka.

seorang lelaki Indonesia.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. Bram. kalau kau punya suami.JALAN-jalan. Dina membawa sebuah buku. Sekarang aku sudah di kamar. lebihlebih. "Kau bicara sama siapa. Tapi.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Dina tahu Bram ada di sisinya. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). oom. Meta?" Jakarta. langit menulis kata-kata itu. Itu rasanya tidak mungkin. aku cinta Bram. aku cinta Bram. ya?" "Sebentar. "Kubisikkan pada mereka. "Non.. dan berucap. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.com/abclit.com/abclit. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka.html . "Halo. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. bersihkan sarang laba-laba itu. Oke. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. aku cinta Bram. ketakutan.PADA saat itu. di halte sambil menunggu bus. minta aja kunci ke resepsionis. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.processtext.processtext. Kala mendongakkan kepalanya.ABC Amber LIT Converter http://www. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian.. dan kesedihan adalah milik mereka. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. Kamar Masmu memang jorok. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. Kamar 501.html lirihnya. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak.. harapan. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. Dina menikah dengan Bram. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak..

mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. bukan untuk diriku sendiri. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak.Dina menjerit-jerit. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. tapi untuk keluarga. Mereka sama-sama bekerja keras. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki.DINA menyusun rencananya."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. Semua perabot rumah. Dia naik ke lantai dua. sebisa-bisanya. "Kuberikan diriku. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. Hal ini dibicarakan dengan Bram. aku tidak pernah mengurungmu.ABC Amber LIT Converter http://www. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. "Nduk. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. waktuku. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Dina duduk di ruang tamu. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. ketika selesai menyetrika." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya. "Din.Malam itu. perceraian.com/abclit.html kandanganku. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www. Dina menyanyi. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. setamat sekolah pulang ke Indonesia. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang.SUNGGUH."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan.processtext.Langit di sana diam-diam saja. sebaiknya minum susu dan aspirin. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani."Ibu memeluknya. Ia menampar habis-habisan sulungmu. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. Dia merasa. untungnya aku datang. Namun. hal itu diomongkan kepada Bram."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. tiba-tiba Dina tidak tahu. menari.processtext.Kemudian dengan bayinya. kamu depresi. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. Karena semua orang bilang. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. Sekarang. Langkah satu. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. yang kemudian menjadi suaminya.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Dina mungkin capek.html . langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon.com/abclit. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. cintaku kepada sulungku dan Bram. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. apakah dia masih mencintai Bram. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. sebenarnya Dina merasa.Anaknya lahir dengan sehat.

html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. mereka berdua melenggang ke kota lain. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. "Saya harap. "Pa.Dina menangis.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. ayo tidur. Dina berkata pelanpelan. perasaan dan pikirannya. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.processtext. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. "Ma."Ibu memeluknya. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). harga obatmu sangat mahal. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. yang sampai pada saat ini. padahal kuberikan semua cintaku untukmu.""Kau tidak mencintaiku lagi. Memang ada ekspresi cinta dari Bram. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu.Sampai di rumah ini. Bram berkata pelan-pelan. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta).Dina selesai membersihkan sarang laba-laba.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. anaknya.Akhirnya.com/abclit. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Sebetulnya. Kamu masih dalam proses penyembuhan. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. mengirim cintanya lewat telepon.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. Din. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. Padahal.Kesedihan. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). "Sudahlah. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. ketika Dina merasa pusing yang hebat. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. turuti sajalah apa kata dokter. Bram yang seharusnya merawat. Dina tidak ingin peduli. mereka adalah laba-laba ganas. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar.html . Bram berdiri di antara tetangganya. karena tanpa tugas-tugas itu. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. "Din. selamat tinggal. Dina jijik dan sekarang." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. kasihan anakmu. masih menjerat seluruh tubuh.""Jadi. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Dina mengatakan kepada Ibunya. "Nduk."Bram. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu."Bram melihatnya lekat-lekat. Dilihatnya Bram dan anaknya. tapi harus dihormati). kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa tetangga berdatangan. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya.processtext. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya."Dina diam saja. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. "Ibu.

cukup dengan berkata.processtext. menampakkan wataknya yang keras. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja." maka. Konon. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. ajaib. Namun. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Tanpa harus menguak dan meraba. bakal cepat berkembang. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Atau ada yang sempat bertelur. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. kamu sudah sembuh. Merimuk saja di sudut kandang.ABC Amber LIT Converter http://www. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. dan turun dari kandang berkembang-biak.Demikianlah. lalu tumbuh berpasang-pasang. terhindar dari segala penyakit dan kematian. dua-tiga butir yang dierami.processtext.html .com/abclit. mengejar-ngejarnya. "Ayam ini untuk si Upik. mereka akan datang menjemputmu. Dan kenyataannya memang demikian. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. cukup angin saja yang menyibak. orang-orang percaya pada pertanda.Akan tetapi. Ia bercita-cita menjadi tentara.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. Rambutnya kasar seperti ijuk. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. berdiri tegak umpama dari landak. dia harus memisahkan anaknya dari Bram.html Bram dan anakmu. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. semuanya selamat dierami. kanan dan kiri. Dan jaring labalaba itu.Malang. Ketika si Upik masih kecil. Dina menganggap. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan.

.html . nanti mendaftar jadi tentara.processtext. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www. Berbeda sekali dengan si Upik. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). Maka. tamat SMP ke SMA. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. sambil menyibak pusaran rambut itu.ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. Tak perlu menunggu lama. ternak si Upik memang berkembang-biak.com/abclit. tapi bermacam-macam. sekolah si Kandik harus terus disambung. turun-temurun. tanpa pernah berunding dengan dirinya. baru akan naik ke kelas enam saja. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. Menjadi adat orang seranah. Dan. tak perlu menunggu tamat sekolah. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau.processtext. Setiap tanda jadi tanya. sapi dan kini kerbau. Alangkah indah dan menyenangkan.. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Upik merasa tersanjung. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. seorang sahaja di tengah padang. berkat tetua yang pandai membaca. Tak hanya kambing. Berhujan-berpanas sudah biasa. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. "Anak gembala. Karenanya. tidak berbaju buka kepala. begitulah keadaan diri si Upik. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan.html dan Ayah merestuinya. Dan semua ternak diterima Ayah. di usia sehijau itu. ayam-ayam berkotek di kandang. berkah dari adat yang bertuah. setiap isyarat jadi sebab. Sungguh menambah beban. dari ayam. dan ia tak peduli. pusar-pusar ternak itulah. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Sendiri memintal hari. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. ya. Tidak. mencari kutu. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. tiada dua. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. Ayah tentu merestui.com/abclit. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". yang dihembus-hembuskan orang sekeliling.Pagi-pagi sekali." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam.

ia lihat wajahnya. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. kecuali dari Pak Kudun!Ah. dengan kumis melintang. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. dan Mak tak kuasa membujuk. diserbu belalang dalam semalam. ingin muntah. tapi bukan penghiburan yang didapat. Mengobati sakit dan lelahnya. melainkan dampratan dan umpatan. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. dijambak dan diacak-acak.." Lama-lama. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. "Upik. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun.Terhuyung Upik meniti pematang. Selalu. "Kamu mesti berangkat. apalagi mereka tak punya anak.. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. "Panen gagal. apalagi si Upik. ketika seseorang datang berseru. Di kubangan.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. dan berseru di tengah padang." kata Mak kelu.html . entah kenapa. mampir sebentar dan bercakap. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. itulah yang utama. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat. "Hampir panen. tak sekadar membentak tapi menggampar. Ayah menyeretnya ke belakang. kakak-adik. ABC Amber LIT Converter http://www. dengan sekali sentak. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. ayah butuh seekor kambing!" Maka. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya.com/abclit. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. tapi sudah cukup akrab-bercakap. O. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh. Dipijatnya kepala Upik di sana. rasa diperhatikan dan penghiburan. Perutnya mual. Dengan satu sentakan. Membuat si Upik tak nafsu makan. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. patuklah pusar-pusar di rambutnya. ia dengan nyentrik bilang. mungkin juga seorang bandar!). orang mahfum.ABC Amber LIT Converter http://www. Wajahnya bersih. "Kamu sakit. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. yang menjadi latar perkampungan. kurus dan menderita. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas.com/abclit.. begitulah. bangau-bangau itu lantas menjauh. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Tak tergurat tanda amarah. Pik. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. berarti menantang adat dan kebiasaan.processtext. Dan penuh perhatian. Ia merajuk. Isi ladangnya tak pernah jelas. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. Upik. menyejukkan. Dan petang itu. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah.. Sebenarnya. dengan hidung dan telinga disumbat kapas.Tapi Upik menyukainya. juga rambutnya yang kusut. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. kawanan bangau yang putih yang suci.html keterlaluan.processtext. Maka.

"Awas.." katanya dengan suara bergetar.com/abclit. meniup puputserunai batang padi. "Mbheeeeekk. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan.Upik menggerakkan kedua lengannya. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.html . Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. Yang jelas.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Pak. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. Upik merasa lengang tiba-tiba.html Apakah sekadar mendapat teman bercakap.processtext. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya.. irama itu terputus tiba-tiba. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. dan berteriak seperti biasa. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang.. Pak Kudun memandangnya. lantas si Upik berlari menuju ke sana. Batal ia mengambil mangsa. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Sebelum pergi. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. Mak. Keduanya bersitatap.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. dan Kandik segera mengejar. Dan karenanya. untuk kali itu. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. "Upik. Terima kasih. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. "Sudah lumayan enak. Maka. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. tidakkah juga. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Upik ingin tak mengenang. dengan ucapan yang tak selesai itu. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. Gadis itu terpana diam. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Dan Upik. Lantas. orang tua penuh perhatian. Tapi. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. iramanya melengking tinggi!Tapi. dialasi tikar. dengan tatapan orang yang minta diri. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. mengancam. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram.com/abclit. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. Cepat Upik berlalu.." Pak Kudun tak melanjutkan."Dan kau.ABC Amber LIT Converter http://www. dan merasa agak enak sekarang.. seperti tersadar. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Ayah lalu berbalik langkah. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak.processtext. Ah.

ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. si Upik melepaskan jerit. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah.2. kalau Ayah sampai tahu..Rumahlebah. bukan mengembalikan mangsa. "Upik. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. semakin bebal. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu... sesuara lebih dulu menyentaknya. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Tetapi.. Semakin tebal. Sistem paroan. Yogyakarta.com/abclit. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Tinggallah Upik dengan hati senyap. Senja mulai turun. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Namun. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. baru beberapa langkah. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya.. Kita ke ladang saja sekarang.processtext.com/abclit. Ia ingin menjerit."Tenanglah... tapi setidaknya. hantu.html .PETANG itu.. atau. Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh. berpulun kain sarung. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. Ayahkah. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Upik. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. berarti kau yang memberi tahu.. 2002Catatan:1. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Awas. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.html yang sedikit terbuka. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. melainkan datang dengan ancaman yang sama. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun.ABC Amber LIT Converter http://www. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. Pusarpusar. tenanglah. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor." bisik Pak Kudun. dan kalau nanti Ayah datang mencari. meski sulit dipercaya. Iya 'kan?"Begitulah.Upik beranjak ke arah semak-semak.

Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. Pu.html . apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. aku pergiii!. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. Kelihatannya ada jalan keluar. ada angin lagi. hingga kemudian. "Jadi ketinggalan berita.com/abclit." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. aku masih agak terganggu sampai sekarang. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. Hm. nanti saja ceritanya." kata Kupu-kupu." "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Nanti dulu.Aku juga tidak bisa cerita banyak. tenang dulu. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah." kata Kupu-kupu. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. nanti dulu. Kai.. ceritakan apa adanya saja. Dua lelaki. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Masalahnya." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu." kata Kupu-kupu. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. Ceritakanlah. Oya. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang.. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. teruskan ceritamu. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. sekarang." kata Kupu-kupu. "Ceritakan dong. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. Tangkai akhirnya mengangguk. "Lho. Di antara tiupan angin yang membawanya.. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. aku malah hampir lupa. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. ada apa ramai-ramai." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya.html Sumber: Kompas. Ayah dan anak. tadi lebih pikuk. Agak sedih malah. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Ah. "Sudah risiko." kata Tangkai.. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. Aku telat datang!" pintanya kemudian.processtext. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. maaf." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga.. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan.." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. "Wah. "Nanti. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi.. Aku belum mendengar apaapa. Seru sekalii. peristiwa apa sih sebenarnya." "Begitu?" "Ya. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu." katanya. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Bukan ingin tahu pendapatmu. "Ya." "Dua orang kataku.ABC Amber LIT Converter http://www. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya..com/abclit.. karena tadi terbawa angin..processtext." beritahu Tangkai." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Cuma. Sampai nantiiii. tidak begitu. Edisi 01/05/2003 "KAI. Aku baru terbang dari luar kampung sana. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www. Kupu-kupu tampak berpikir. Mau dengar nggak?" "Maaf. "Demi persahabatan. "Wah wah. maaf. Bahkan dalam tidur pun. "Cerewet." "Kok berkomentar lagi.

Akhirnya tak jelas lagi.. yang ditembaki. Kejadiannya berjam-jam. teruskan. tahan dulu. Atau malah kurang seru. kemudian ikut berkelahi.. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. Jangan pikirkan si Capung. "Begitulah. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu." kata Kupu-kupu. Pukul-memukul." kata Tangkai. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. "Kuringkas saja." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Begitu saja. Begitulah. masing-masing akan terdengar khas. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. lempar-melempar." "Apa itu?" "Kedua lelaki.processtext." "Itu dia. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul.ABC Amber LIT Converter http://www. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. yang diteriaki. kok biasa saja.. "Jangan di sini. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. "Itulah." "Hussh! Hussh! Kau. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Jalanan benar-benar macet. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. Nafasmu nanti habis." kata Tangkai.. ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu kau dating. "Wah. "Maksudku. setiap hati." "Karena mereka saling memanggil begitu. dan menghilang ke ujung jalan sana. "Sudah." kata Kupu-kupu." kata Capung. "Pergi juga tak apa-apa.." lanjut Kupu-kupu. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu.html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal.com/abclit.. "Ya. Darah berceceran di mana-mana.. Dia tidak begitu hebat. penembak. Hing. Itulah ringkasannya. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. tikam-menikam.processtext. lalu menaiki sebuah angkot. Polisi semakin banyak berdatangan. peneriak. "Ya.. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu.html . teriak-meneriak.. sama-sama meninggalkan kerumuman." kata Kupukupu. Bisa kau bayangkan. "Iya." kata Tangkai bergoyang. Para penumpang yang ditodong melawan. Bus-bus berhenti. "Kukira ada hal yang luar biasa. penginjak. Biar informasiku lengkap." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Tapi perkelahian masih berlanjut. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. "Sudah. Hinggaaa. Polisi datang dan melerai. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat.. hingga tembak-menembak. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. Setiap mata.. "Oohhh. tahan dulu. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. "Itulah. Tak ada yang mengejutkan.. maki-memaki. Di sini nggak ada enaknya. Bisa kau bayangkan. Cuma kejadian sederhana. Para penumpang menontoni." kata Tangkai. yang diinjak... karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. setiap penilaian. setiap kepala.. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul... mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu.. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. "Ya dong. tak tak puas. Lalu tentara datang. "Terserah." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu.com/abclit. Ayah dan anak dikeroyok.. Kok kamu tahu mereka ayah anak. "Nanti dulu. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah.. teruskan ceritamu." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana.. "Ah. akhir dari kejadiannya. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Hinggaaaaa. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit.

Rembang. Tentu saja. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Tak percaya oleh kenyataan. Lunglai. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www." "Daag.processtext. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi.html . atau memang sudah mati percuma.. namun sebagian lainnya tak perduli.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu." "Yuk. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu." Tangkai bergoyang. kau seserius. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri.. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu.ABC Amber LIT Converter http://www. ayah dan anak. membawanya. yang masih dapat dimanfaatkannya. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. menceritakan hal sederhana.processtext. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. Singapura. menonton sejenak.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Sampai ketika kedua orang itu. Ya." "Wah.com/abclit. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu.com/abclit.Pada tahun 2003. dan sekaligus dibanggakan. Tahun yang sangat ditakuti. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya." kata Ayah. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. dan Brunei Darussalam. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah." Pada tahun 2003. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. Pada tahun 2003. sudah pingsan berdarah-darah. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Masih cukup dekat dari halte. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. Kalau tidak. katanya lagi." "Terserah kalau begitu. bagaimana kedua orang itu. Daaag. Atau menutup berbagai lokakarya. dan Pati akan panen order dari Thailand." "Aku kan Kupu-kupu pintar.

Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. cinta pada anak-anak. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. Cinta pada pohon. Ayah tidak berdiri di sana.Aku sengaja mendampinginya. banyak orang belum siap. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar.Makanya. pohon lontar itu. fluktuasi harga. sekarang pohon itu tak ada lagi. semangat hidupnya seperti menggelegak. siwalan alias lontar. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Setiap benda itu. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Universalitas ini yang penting. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www." nasihat Ayah seperti berpuisi. Yang daunnya berbentuk kipas. cinta pada Ibu.com/abclit. hidup ini perlu penerangan.html . Bukan. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. hari-hari kami seperti lebih teduh. adalah tulisan. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya.Namun. berbuah maupun tidak berbuah. Ya.html lagi. itulah pohon tal. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Matahari tidak langsung memancar dari langit.processtext. kebanggaan keluarga kami. Kini komputer menggantikan perannya. cintamu juga harus lebih canggih.Bukan hanya gelap gulita. Bukan hanya Bulan. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. Tahun 2003 sudah datang. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu.Aneh banget Ayah itu. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya." ujarnya kembali berpuisi. Ayah bergumam. Sekarang pada layar monitor. juga punya karakter universal. cinta pada Tanah Air. punya karakter lokal dan manfaat lokal. Tetapi. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. dan cinta pada pengetahuan. cinta pada keindahan. pada disket. tapi juga tahun 2003 itu. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. katanya. kata Ayah."Makanya jangan melawan Rembulan. Tiga anaknya berkumpul. tiga anak-anak lontar yang setia. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Kesehatannya tampak terganggu. Pendeknya. Itulah nama Latinnya. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Seolah-olah bersyukur. tapi hitam legam di panggung sejarah. pada hard disk. Turuti saja panggilan sinarnya. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah.Anak-anaknya berkumpul. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama.Sepeninggal pohon lontar. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani.processtext. Kini menunggui Ayah. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Sepeninggal lontar. akan mati. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. ***SEPULANG pidato. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. cinta pada kebenaran. Tapi. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. melalui jendela yang terbuka.com/abclit. "Lontar telah pergi.ABC Amber LIT Converter http://www. Ya. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer.Borassus flabellifer. Padahal. Dulu. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. maupun indeks gabungan harga saham. yang buahnya segar. Kami tak mau mengecewakan hatinya. seperti yang semua sudah tahu. Belum mengerti pasar modal.

belum pernah bicara. yang sudah punya tiga orang anak.html kabupaten Klaten pun. bahkan di semen sekalipun. Anak-anak sudah tidur. katanya. kukuh. Ia cuma melayani dan melayani. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Sekali dilirik. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami.. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. bisa teringat selamanya. dan nyeri perut. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. elegan. lalu sunyi lagi. aku curiga. atau mungkin hutan bagi Ayah. Tak ada cetak biru. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara." Ayah mengigau lagi. obat batuk. juga di jendela kamar Tante Yetti. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Ada Garcinia mangostana.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. guru sekolah dasar luar-biasa.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. atau mungkin juga kecapaian. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. semua laki-laki. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu."Ibumu tahu. kebun. Napasnya normal. aku terbangun. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. tentunya. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Apakah mereka harus dikabari. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Ya. Tapi. Aku teringat perempuan tinggi. yang telah duluan meninggalkan kami. Memang ada banyak macam manggis. taman. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita." Ayah mengigau lagi. baik sipil maupun militer. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Batangnya kuat. anggun. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Daunnya tebal. Bukan hanya tapak dara. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Air mukanya tidak pucat lagi. berkilat-kilat. Ia akan menyusul pohon lontar.processtext. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Ayah tampak sedikit tenang. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. pribumi maupun Tionghoa."Jangan melawan sinar rembulan. Tak ada action plan.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Tapi. Napasnya semakin jarang. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang.html . Tapi malam ini. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.. Meskipun jalanan berbatu. Tapi. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi.. dan terlalu merdeka. Garcinia porecta! Manggis hitam. Semua anak Ibu tahu hal itu. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. blue print.***MALAM sudah larut. Setiap orang punya perlambang sendiri. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. ibumu tahu. Ia bisa tumbuh di mana saja. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. juga tapak liman dan tempuyung.ABC Amber LIT Converter http://www. Dini hari betul. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. ada Garcinia dulcis.com/abclit. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini.com/abclit. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya.processtext. mendengar Ayah memasukkan sepeda.

Entah pula Association of Temperate Agroforestry. Kami tidak boleh berargumen apa pun. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. berkembang. lindungilah Ayah kami. Atau ada "rembulan" beneran. tumbuh rajin.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh.processtext. sepeninggal lontar ia banyak pidato. dan si kecil.html . Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. Tamarindus indica. Melalui Internet. Atau kelapa. tetap saja tidak bisa. kegemarannya makin berkobar-kobar. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. sejak 1977.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. tingginya bisa 25 meter. kira-kira pukul empat pagi. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. Kalau sedang pemurah. Tetapi. Bahasa itu harus dipelajari. berpusat di Miami Florida.Si pohon asam jawa. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Ia tidak takut cahaya Rembulan. kami tidur di sekeliling Ayah.Namun. Pencipta alam. kelapa sawit. atau palem puteri. Aku pohon manggis hitam. tidak bisa diajarkan. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. seperti ibunya.Sayangnya. dan berbuah. tapi menyeramkan. aku terbangun. Sebaliknya. ada atau tidak ada AFTA. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. makin ingin tahu.html tekun. Makin tua makin rajin belajar. Ayah seperti batuk keras sekali. Ia mengingatkan orang pada AFTA. kini menjadi yatim piatu. sepertinya semua baik. Bahasa itu. Mungkin Ayah lupa. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. meskipun tinggal di dusun terpencil. Borassus flabellifer yang kuat. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. Semua dilakukan dengan senang hati. kami panggil suka-suka kami.***PUKUL setengah enam. Kami harus selalu mendengarkan Ibu.ABC Amber LIT Converter http://www. anak-anak siwalan ini. persis seperti tertulis di sini.com/abclit. membaca berbagai koran dan majalah. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. bila Rembulan bicara. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Bukan nyeri. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Aku membangunkan adik-adikku. siapa pun Rrembulan. Ia pohon asli Indonesia. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. Satu per satu. ABC Amber LIT Converter http://www. Lewat tengah malam. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. dan American Family Therapy Academy. Kalau sedang pelit. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. mirip seperti Ayah.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. dan seindah-indahnya.Aneh. ketika matahari terbit. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. bila rajin buka kamus. mungkin juga kurma. Terserah pada kami. Sejak ada komputer. barangkali." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. Sekarang juga. Napasnya kembali tersengal-sengal. menurut ayahku.Aku senang Ayah banyak membaca. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. sekali! Ibu bukan Rembulan. siapa yang mau melawan?Yang terang. Wajahnya pucat. ia mirip palem raja. "Jangan melawan Rembulan. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. sadeng. terkait dengan pemahaman ekologi.com/abclit. aku." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. kakak memilih jadi asam jawa. cantik dan setia. Buahnya banyak. kakak dan adikku. yang bungsu adalah pohon salam. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. teguh dalam badai.processtext. tapi siwalan. Ia terus tumbuh ke langit. Ia bisa jadi palem raja. Mungkin juga lontar. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. Rumah sakit mana saja.

Gemetar ia melangkah. meremang. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Tetapi. almari. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya.Namun. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Meja. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan."(Sebagai ziarah abadi. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Lalu.processtext. Menunggu seseorang membuka pintu. vas bunga. Lama. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Dingin menembus tulang. Katanya juga jelas dan tegas. Tetapi. begitu miris. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. entah dari mana.com/abclit. menjijikkan. Tampak kotor. bagai habis terbakar. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www. Ruang tamu itu kosong. ada atau tidak ada Rembulan. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Juga sayup jerit. Mengedarkan pandang. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. pintu itu belum juga terbuka. "Jangan takut pada hutan. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. itu siasia. Mandilah dengan air hangat. Ia tampak takut. Mai? Kau tampak capai sekali. Langit bergetar. Masih menunggu seseorang. dan akuarium. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. berjumpalitan ditingkah pecahan guci." Atau kecupan mesra di pipi. Dan ia masih mencoba menunggu. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. kursi. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. sepi. Sulur laba-laba menghiasi tembok. Ia terus melangkah.processtext. tapi niatnya tak surut. untuk Muhammad Saleh Kismadi. Ia terus berdiri. ia masih berdiri di depan pintu. Lalu lengang.html .. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Di dahi. Berdiri gamang di depan pintu. cermin asbak. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu.Malam merayap.. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Tetapi. terdengar berulang-ulang. Tetapi. Lama.

Tenggorokannya seperti tercekik. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Ia sangat tersiksa. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. saat ini. Semua itu begitu jelas terbayang.-ah. mengusap-usap dengan jemarinya. Juga suara orang-orang itu. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Malam kian mencekam. ia ingat.html gerutan kasar di tembok. Mama. dan dirinya tampak semakin nyata. Ia lupa. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. tiba-tiba ia tersenyum tipis. Tetapi. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Ia mengenakan toga.com/abclit. Tidak lama kemudian. Malam kembali senyap.***BAYANGAN itu begitu kental. Ia jongkok.processtext. Membuat tenaganya sesaat lesap.Ia melangkah menghampiri foto itu. Tetapi. Lalu tawa mereka. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Ia ingin berontak. "Tidak! Itu masa lalu.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Mengkilat. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Ia masih ingat.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Mengatur napas yang mendadak sengal. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. hingga wajah Papa. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Malamnya ia nyalakan lilin. Tetapi. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Keringat di dahinya kembali berleleran. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. merunduk. ingin mencium bercak darah di tembok. Hingga bulu kuduknya meremang. Ia ingin menangis. menggigil ketakutan. berteriak. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Ya. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan.processtext. Membuat ia kian gemetar. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. berteriak. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Ah. Di lorong jauh. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. mengumpat penuh kebencian. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Lututnya bergetar hebat. menepiskan tangan. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. menggeleng pelan. Berteriak serupa kesurupan. Mata-mata merah. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Foto itu buram tertutup debu.html . Di situ ia kembali terpaku lama. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Wajah-wajah beringas. Melotot. memaki. urung. Dan darah. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu.com/abclit. namun air matanya enggan tumpah. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. ya. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap.

Letih. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. almari. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. mangkok.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Juga gelas.Akan tetapi. di sebuah kamar hotel. ia takut. Memberinya makanan enak. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. piring.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. juga segelas susu.. Tetapi.com/abclit. sendok. Entah apa. tumbuh. mengusap-usapnya. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Meja. Ia sangat ketakutan. Tetapi. Gamang. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Menyusul Papa dan Mama. Mata mereka menyala. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. bocah laki-laki tampan. Tetapi. Begitu kuat. Berjam-jam. Menenteng kapak. Waktu beringsut cepat. Ia terus hidup. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. Bergiliran. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. kusut. Hingga ia pingsan.Lima jam setelah kejadian itu. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Ah. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu. Jantungnya berkeretap kuat.processtext. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. Ia ingin mati saja.Mula-mula taksi meluncur cepat. berkilat-kilat. Dan seperti tanpa sadar. rak buku. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. perlahan-lahan tenaganya pulih. kursi. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. mengeluselusnya.. harganya pun pasti mahal. Tetapi. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. selain tampak kotor berdebu. Juga sprei di atasnya yang acak.html . ia terlalu letih untuk terus melangkah. Tetapi. Sebentar lagi pagi tiba. Pelan ia merapat tembok. Itu adalah kamar miliknya. Selain itu. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. menenangkannya. sopir taksi itu justru tertawa lebar. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. miliknya. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. namun selalu gagal. Terus tumbuh. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah.Ah.Namun. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya.com/abclit.

"Hello.. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Ternyata seat-nya nomor 10-B. Jadi. Inggrisnya beraksen Amerika kental. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. it's mine. Rambutnya hitam legam.Tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. Dengan kalem ia menutup bagasi.processtext. Pikirku spontan. panjangnya sebahu diurai lepas. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. melainkan. 1998-2002 Kepada Tiankong.! Yes. Edisi 12/15/2002 OHHHH. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. ketat. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan.html . Bisa kupastikan. Kata temantemanku.. berkulit warna almond..com/abclit. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah.com/abclit. Tetapi. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Ia lalu kunamai Si Peri. Ia bertubuh tinggi semampai. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. rupanya dialah si peri. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats."Number tenbi. bergaun panjang.Yogya. suaranya lembut.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. *Depok . bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. warna merah darah.Ternyata. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. Perilakunya santun. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku.html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan.. sumber wangi aroma melati. Itu. Sorry!" kata Si Peri. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. karena action Si Peri.

. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. Nenek saya bilang.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti."Ya... dari mana saya harus memulainya... Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan.""E... pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. Setelah menikah. Sedangkan kekikukanku kali ini. ia dagang palawija. menahan tangis." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Itu. Ironisnya. Apa sih profesinya?. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. maksud saya. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum."Maaf.."Tentu saja Anda tidak memahaminya. Ya..! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. memberi makan para pejuang. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. "Itu. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Maksud saya Peony Wu.tapi.html kekikukan yang biasanya kurasakan.processtext."Ke Batu-Malang.html .. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku.nah."Nah. sorry."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI.." ia memenggal kalimatku." mata Peony yang semula redup. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar.ee. saya berbahasa Mandarin. Tian-Tiankong itu artinya Langit.... Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian.. Miss Peony. Maka. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya.com/abclit.Miss. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. sambil mengguncang-guncang tanganku. Biasanya. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. saya tidak tahu!" aku berterus terang. pertanyaannya mengejutkanku."E. seindah Surga. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah.com/abclit."O.. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku."Maaf. "Jadi. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum.Aku bingung.processtext. Maka."Yes! Anda cerdas. ". kulanjutkan dialogku dengannya. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. "Jadi. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. karena aku sedang memikirkan profesinya. saya mau ke Jakarta. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. karena penasaran. nenek Anda. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik."Sama.""Nama saya Peony. Nah. di Surabaya. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. Yang saya tahu. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok. Itu. karena kecintaannya terhadap Indonesia."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. karena saya tidak tahu. kembali berbinar. Langit Yang Jauh. ia terkena PP-10. negeri yang kata waipo-ya.. saya mau ke Langit. maafkan saya. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok.."Yes. Sungguh. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. ya kata nenek saya. tahun '62. bisa juga dimaknakan Surga.. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. nenek saya termasuk di dalamnya." ralatnya.. Tetapi.. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu.. Ini menyangkut sejarah. karena alur pembicaraan saya rancu. "Hem.. Saya suka. ". Materinya terlalu panjang dan rumit. Di kota itu nenek saya lahir.

!""O.com/abclit. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. untuk melaksanakan li bagi neneknya. ia lalu berpesan..processtext. ".processtext. Kabarnya.Jakarta.." sambung Peony tersenyum getir.. Katanya." Komentarku tentang dirinya. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. lahir di Macao. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. "Oiya. Anda jangan bercanda. besar di Amerika. Ia memilih tinggal di Indonesia. saya sekarang punya usaha di Singapura. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu. Kemudian.Malang. ketika meletus G 30 S PKI. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku.. Jangan."Ya. akhir Oktober 2002 Lebaran. Sayangnya. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia.. usianya 78 tahun. Kemudian. Ia lalu mengajakku ke Batu.html membuatnya gamang dalam menjalani hidup.""Ah." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. Jadi. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh."Saya tidak bercanda. Ia takut.com/abclit."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. buka butik!""O. usianya 38 tahun. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. Tetapi kedua anaknya hilang. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. Suatu tempat yang ia rindu-kan. Untung..ABC Amber LIT Converter http://www. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. makanya Anda modis.. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao.. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan.. Maka. Itu. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. "Nenek saya ada di sini. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya.. "tapi."Ohhh. tempat itu sangat indah bak surga." tanggapku serius. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. Jangan. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera." lagi-lagi ia memandangiku. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi..karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh.html .di Tiongkok.

Sudah berkali-kali." Mak masih ragu. Mata itu. Mak ragu. apa itu? Di tengah laut.. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. sungguh membuat Openg tambah letih lagi.. tak usah mimpi..000. Untuk toke atau cukong saja.com/abclit... Bohong. Kenapa bisa datang berkalikali. Mak ini bagaimana. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Bang Tohar. Gelombang." "Tapi ." "Aduh. Mak. bawa uang. Amri. Jermal. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. mengangkat. mandor itu. bilang hanya Rp 200. itu tepat jelang Lebaran. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. kata Mak.. Tetapi. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. setiap tenaga yang ia keluarkan. Bagai tak ada antara. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. telah menipuku.processtext. butuh Rp 500. artinya menarik jaring. Betapa cepat." "Ah. Tangan kecilnya menggapai-gapai.." "Tapi. Orang-orang dewasa itu.. Tak sampai dua jam. terbatuk-batuk. Dengan napas masih sesak. Wajah Mak.. "Sudah.ternyata Mak benar. Edisi 12/01/2002 AIR. dilihatnya Ucok. tak ada gelombang. Setiap gerakan.000. yang jelas. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. tetapi semua sia-sia. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Tolong. Mak bisa ke Malaysia. nanti. Orang-orang itu. hanya dua bulan. Mak! Dan ketika aku pulang.processtext. itu bukan mimpi pertama. Bagi Openg. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. Beli baju. Ah-ah.. Dua bulan. Jadi. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. dengan pandangan masih nanar. Selalu. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. tak pulang-pulang. mengepak-ngepak. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai.telah menipu. Tenang saja. menatap ke arah Openg. Dibukanya mata. telah tiba saat menggiling. Janjinya. Dua jam itu. ***SEGALANYA? Entah.. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam... Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. Jangan khawatir. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. kalau kebetulan tak menggiling.. betapa meletihkan. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang." "Tapi. melambungkannya ke permukaan. ***MENGGILING.. Tatapan itu..." "Dah. Openg terbayang Atin.000 per bulan. Sebaiknya kau tak pergi.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Segalanya. Lelap saja. Di hadapan mereka. di hari-hari pertama di malam-malam pertama.html ." Atin menyela. Dulu..ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Dan.. di jermal. masih terbatuk-batuk. Mak. Kue dan baju. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin." Tapi. Betapa melelahkan.. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Wajah Atin. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran.com/abclit. Pulu. Gelombang membalik. "lebaran! Kita bisa buat kue. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. kalau Rp 200. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang.. Kita bisa.000. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini." "Ya. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Begitu aku pulang. Openg terus terbatuk. Empat ratus ribu rupiah.

Openg terus terbatuk.processtext. Openg mendapat cerita lain. Soal upah mungkin satu hal. dengan berenang!" Openg tertegun. sungguh membuat Openg sangat capek. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. ingin menangis... Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Hal lain. Tertunduk. Jadi. tak pulang-pulang. tetapi semua sia-sia. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. kenapa mereka.. bila malam. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak.. terbatuk-batuk. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. menyodorkan wajahnya ke muka Openg.. pulang?" Bang Tohar berdiri. entah sebab apa. bertemu Atin.. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. ternyata tidak.. satu lagi. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Delapan mil." "O. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. kasar. Matanya menatap ke sana. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. Lelaki besar. Amri. aduh! Dua-dua jam itu. Dengan marah. setiap tenaga yang ia keluarkan. Delapan mil. "menindih" malam-malam. kata Pulu. Untuk sisanya. ABC Amber LIT Converter http://www. Openg tiba-tiba takut. Ia hanya bisa tidurtidur ayam. waktu itu.html .. mengepak-ngepak. di negeri Malaysia begitu gampang.. mata itu. Ada tangan besar.. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama. Dan.. kemudian dipenuhi pikiran.. Openg tak menjawab.. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. Setiap gerakan. Betulkah? ***HARI ini. Tak tahan-dan tak percaya. Lututnya.. Napasnya mengoar.akan ucapan Amri.... ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa.. kata Mak. Kembali. membungkam mulutnya. menggigil. Tertunduk. Kepalanya jadi sering pusing. dan takut. ingin memekik. Busuk. Tentang Mak.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir.ABC Amber LIT Converter http://www.. Tetapi. Openg ingin berteriak. benci. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. kalaupun cuma menggiling. "Hua haha. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. "Kata Amri. mengangkat. Kenapa.. masih terbatuk-batuk. mereka benar-benar telah menipuku. tak ada gelombangnya.. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. Puasa? Ah! Di sini. Lagi pula. Mak benar.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.. tak ada yang namanya puasa. Nenek. Mereka telah menipuku. mengalahkan deru angin dan desau ombak.. suka. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya... Betapa jauh. kata orang-orang. Kata Amri. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG.. bergegas mencari Bang Tohar. Openg takut). Tangan kecilnya menggapai-gapai. lihatlah. Hahhh. Dan.. Mata itu. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana.. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. gempal. orang-orang kampungnya. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. "Jika pun bisa.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. berjalan menghampiri bocah itu.. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti.com/abclit." "Memang tiga bulan.. Ah Mak. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah.. Tentang begitu pentingnya uang.. Bang Tohar (tatapan itu. kau hanya boleh bawa seratus ribu. melambungkannya ke permukaan.. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil... Tentang Nenek. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Kenapa!" "Aku tidak bisa. si juru masak.. Tentang Atin yang ingin sekolah. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya.com/abclit. Yang membuat kepalanya. kata kabir. harus pulang.html akan sangat kecewa. Tentang uang yang. yang tak berhenti sakit. Tatapan itu.. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana. lima hari menjelang lebaran. Gelombang membalik. Mak. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri.processtext. kerja harus tiga bulan.

Katanya dia asal “menggambar” tulisan. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. dadais.com/abclit. * Payakumbuh. Apalagi falsafahnya. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. surealis. Seperti kebanyakan bangsanya. Dia melukis mulai perempuan cantik. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. maka dia pun melukis pemandangan. atau Riq'ah dan Kufi. ternyata.com/abclit. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. ekpresionis. Menendang-nendang. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh.. tentang perspektif. Namun.html . ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. tentang komposisi. Melawan. Diewany dan Faarisy. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama. Mungkin karena kecerdasannya. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar.ABC Amber LIT Converter http://www. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. jangan. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. dan entah apa lagi.... Tentang teknik melukis.processtext. kedatangannya di samping silaturrahmi. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Dengan tangan lain. Kalau tidak begitu.processtext. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts.. pembesar negeri.. Tetapi. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya.. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. okh! Jangan. meskipun sudah sering pameran kaligrafi.tengah menindihnya.. tidak! Jangan! Kenapa.html Dibukanya mata.. segera menyambutnya antusias. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. Menurut Hardi. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. hingga kaligrafi. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan.

seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. macan. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu.processtext. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Nanti sampeyan ikut. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. tak paham). Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. namun melihat keseriusannya. Tahu kanvas kan?! Betul ya. kata Kiai yang memberi ijazah. dan kuas.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. dia oret-oret kertas. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. Saya yang menulisnya sendiri.” “Wah. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. terutama seni rupa. mengapa dia tidak? Namun. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. dia baru keluar. Sampai akhirnya. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. “Tidak. Saya serius ini. Tapi.processtext. Kenapa tidak. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran.ABC Amber LIT Converter http://www. Nah. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. ramai-ramai juga mereka menyemangati.” tukas tamunya. dia hanya-atau. lalu katanya. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. Kadang-kadang sampai subuh. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan.html . karena sering ditindas.” “Rajah?” “Ya.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. dia hanya mengangguk asal mengangguk. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. pikirnya. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata.” “Itu kok warnanya aneh. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Setelah tamunya itu pergi. “Itu rajah. itu rajah penangkal jin. dia pun bertekad. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. dan sebagainya.com/abclit. Maka. burung. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. alhamdulillah.” katanya suatu ketika dalam hati. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. Hal itu terjadi berulang kali. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. Kalau bisa di atas kanvas. Ya. Tiga bulan lagi. cat.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. “Ternyata sulit juga melukis itu. ketika didesak tamunya. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. tokoh wayang. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. ***RINGKAS cerita.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa.

Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Dia sama sekali tidak menyangka. lalu ditujukan kepada dirinya. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. ingin membeli lukisan sampeyan. Hardi membisikinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan.” Astaga. terserah dia!” katanya. saya langsung tertarik.com/abclit.processtext. Mungkin mencari-cari dirinya.com/abclit. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Bahkan. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. Dia benar-benar salah tingkah.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya.html .html merasa seperti diejek. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. baik ibu kota maupun daerah. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. pikirnya.processtext. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. “Selamat. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. tidak diikutkan pameran.000 dollar AS. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Anda baru kali ini ikut pameran. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. Wah. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. “Kemana saja sampeyan. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. karena tidak memenuhi standar. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. apalagi menikmatinya. Wah. mendapat pikiran begitu. belum juga menemukan lukisannya. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. ABC Amber LIT Converter http://www. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. Di samping namanya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini.” Aneh. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. sini. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. huruf alif. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Ini. Hampir semua koran. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana.

biar hanya dengan dua warna ini. “Terus terang saja. Maka.” “Tetapi. Mas. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. Bahkan. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. Mungkin.” katanya sambil menyantaikan duduknya. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. di gudang kita.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. memperbaiki letak duduknya.com/abclit. menurut selera saya waktu itu. Yang saya sendiri kemudian bingung. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. Ketika makan siang. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu.” “Lalu. lukisan kaligrafi saya harus jadi.html . ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. sebelumnya saya tidak pernah melukis. Saya merasa tertantang. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. niat semula begitu. Tetapi. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. tentang prinsip keseniannya. tekad saya sudah bulat. dia bisa tidak terus terang. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. tidak pas. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. Apalagi. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. Allahu Akbar. ya sudah. Mulailah saya menulis alif. akan jadi wagu.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. tak usah saya lanjutkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Tapi.” tukas istrinya. “Ya. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. “mengapa tidak sekalian Bismillah. Kepada para wartawan dan orang lain. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. Tentang proses kreatifnya. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. “Ketika saya sudah siap akan melukis. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. Namun. “terus terang saja. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. “Begini.processtext. Cukup alif itu saja. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. “sampeyan menggunakan ilmu apa. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu.com/abclit. “Tidak pak.” “Jadi. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. Kalian tahu sendiri. saya melukis karena dipaksa Hardi.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. kalian tahu sendiri. sampeyan menggunakan ilmu apa. “Kalian ini kenapa. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. baru kemudian lanjutnya. dlsb.processtext. Lihatlah. tamu kita yang pelukis itu. atau setidaknya Allah. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah.

* Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas..". Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. minum kopi. "kedua-duanya. duduk-duduk di pinggir jalan.com/abclit.html .Akan tetapi. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul.. dan lain-lain. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Seperti tersirat dalam namanya. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. banyak kabar selentingan tersebar di Koto.com/abclit.. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. salon. restoran. terutama anak-anak dan yang tua-tua. . Toko merangkap warung kopi.Kabarnya toko..html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. "Toko keperluan sehari-hari. perempuan setengah baya pemilik warung itu. Tapi moderen. Karena itu." kata Nurmi. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna... orang Koto lebih senang di rumah menonton.processtext. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk..."Menurut kabar yang aku dengar.processtext. toko kelontong." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. Berangsur-angsur. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. Tidak seperti ini. belanja.ABC Amber LIT Converter http://www. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang." jawab Dirun. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi.. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain." Cemburu nada suaranya. di ujung Desa Koto itu. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ."Aku dengar warung kopi. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. apalagi di Simpang. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk.

Ada unsur iri di dalam masyarakat. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. tempat itu bagus dan menyenangkan. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. ketua preman Simpang saat itu.html memburukkan nama Koto. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan. "berapa."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. "Coba lihat genitnya anak itu. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan."Mereka tertangkap basah."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. Dibangun bertingkat dua. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Bicaranya lancar dan masuk akal."Apalagi. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Tetapi. Ini menambah jengkel orang Koto. Penuh gairah hidup. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Lihat badannya. Yang lain ikut tertawa." kata yang lain." sahut yang memulai tadi." kata yang duduk di sudut. "Dan Nurmi pasti subur."Siapa tahu. Selalu bicara dan suaranya keras. kalau tidak boleh dikatakan cantik.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dan semuanya sudah merantau. tetapi warung Nurmi tetap aman. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. Dia pintar." kata yang ketiga." kata Nurmi. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. mereka iri saja. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum." pembicaraan makin ramai. paling tinggi tamat SMU. Kalau tidak ketat. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. di belakang. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. yang lain akan jinak juga."Benar apanya?" kata yang pertama. Yang jelas. mungkin Datuak itu yang gatal. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. "kau juga bisa begitu. Semua tertawa lagi. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan.com/abclit. pemuda desa menyukainya."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya.Nurmi tidak seratus persen salah. Tingkah lakunya tidak sopan."Ah. Dia memerlukan mereka. jadi perlu lahan subur yang baru. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin.Datuak sering di rumah isteri tuanya. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. pikir mereka. ya."Dan lahan pertama itu sudah gersang." jawab seseorang."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Atau minum minuman keras dan berjudi."Ya.com/abclit." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Sumur gali dengan pompa Sanyo." kata yang pertama tadi.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. Sekalipun terbuat dari kayu. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Nurmi orangnya menarik. bahannya jarang.html . sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. tentu aku yang dapat. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto.processtext. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. Kini sudah besar-besar." katanya sambil tertawa keras.""Jadi. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka."Kalau kau sekaya dia. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah.

Di rumahnya. Ingat."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Tapi bisa pula dibuat gampang. ada yang kami perlukan dari dia. Aku bekerja dengan dia juga. Separoh hatiku enggan. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. Amran kaget. hidup kita tidak akan tenteram. Amran kelabakan. Ingat itu. tapi mulai berani. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Sejak itu. Terus terang.processtext. kami miskin. kan?" kata Amran gagap. di sawah dan ladang. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. Nurmi pintar mengatur siasat. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. Diremasnya lengan Nurmi. Peresmiannya meriah. dan lainlain.html . Warung itu kelihatan dari warung Nurmi.. alat-alat sekolah. Penuh siang malam. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Yang kuat menentukan berita. tak tahu harus mengatakan apa.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Pasti suaranya. kalau mereka tahu.""Apa benar..Toko seberang jalan itu akhirnya selesai." kata Nurmi lembut. Yang penting apa yang dipercayai orang." kata Nurmi." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. pakaian. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. pintar merayu.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. aku ditidurinya. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. Mencuri suami orang. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. bukan karena kedinginan. Dia terkejut dan gemetar. Yang penting apa yang dipikirkan orang.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Dia tahu di antara mereka. Amran. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. menulis kisah kehidupan Desa. Begitulah.""O. mengabdi kepadanya. Yang lemah tak kuasa melawannya. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Di luar warung hanya ada bisikbisik. di bagian bangunan di sebelah jalan. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran."Pintar sekali. Tidak lupa. Separoh lagi menerima.""Jangan lupa. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Aku ingin hidup bahagia.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Dia menikmatinya."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Hamil tanpa suami. Kebenaran tidak penting. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto.ABC Amber LIT Converter http://www."Tidak?""Dia yang menggodaku. Di tempat tidurnya. Kalau mereka tahu. Amran.com/abclit. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya." kata Amran. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum.com/abclit. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Merusakkan keluarga orang lain."Diciumnya Amran yang menggigil. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. Nurmi lebih berkuasa."Kak Nurmi pin. Ya. Suatu hari.""Ya. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Dia membiarkannya.""Seperti sekarang?" kata Amran.processtext. Dia kaya. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan. tentu aku dan keluargaku akan malu. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. ya pekerjaan rumah."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu.

" Ada rupanya yang memakan umpan itu. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. Termasuk ketuanya.processtext. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. Pelayannya muda-muda dan cantik.processtext. ya." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. Dia bersenang-senang entah di mana. "Tapi siapa tahu. Dengar saja ocehan orang.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. Ruangannya pakai AC. ya." sela yang lain. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api."Api! Api!" Simpang gempar. Alex. orang yang punya itu." pemuda tadi bela diri. kan.html . Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. Direbusnya air seperiuk lagi.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu."Banyak." kata yang lain. ah."Masa!" protes yang lain." kata seorang pengunjung warung Nurmi. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. "Kalau pun ada yang iri. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. aku pikir begitu. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Membuat usaha di sini. Maman. Jam dua dini hari itu. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. ketua preman Simpang."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang." kata yang menyela tadi.""Mungkin Setan Api marah. "Sok.ABC Amber LIT Converter http://www. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Tetapi dia masih untung. pemuda yang duduk dekatnya itu."Bisa saja.""Iya. Mentang-mentang kaya di rantau.html banyak langganan.""Ini kan memajukan Koto. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar.com/abclit. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu."Ya.com/abclit. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Plaza Koto dilalap api.

Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. padahal kami saling pandang. Tapi. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. Tapi." perintahnya tegas. Alex nampak sudah lemas dan capek. "Sorry. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. tak ingin tinggal di Jerman. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman.html . Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan.processtext. nampak tak senang bahwa mataku meleng." terkanya. Di luar dugaanku dia bersikap begitu. Sebuah layanan berlebihan. Dia tentu cuma pura-pura. "Tuan tentu keliru. tampangku. WWW WAku spontan berdiri. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja.. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. lebih dari tiga kali. Barangkali pakaianku. Follow me please.html menjelang Natal tahun itu. penduduk melimpah. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.ABC Amber LIT Converter http://www... Sejak turun dari pesawat RRC itu..." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Tentu ada sebabnya. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya... Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. Alex tidak.. tapi mengangguk-angguk.." kata petugas itu kepadaku. dia mencegah. Ketika melewati kelompok itu. industri galak. bahkan bisa minta Stipendium3. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa.processtext. Alex dan aku. ahli tak kurang. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok.." bantahku." Pejabat itu diam.. mengapa kami pergi ke barat. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. tinggal satu rintangan saja. minyak banyak." tegur pejabat yang menggiringku. "Take it with you. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan.. apa sebabnya? "Follow me sir.. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Jerman Timur maksudnya. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ.." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. ingin mengorek informasi tangan pertama. pasasir lain pun tidak. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin.com/abclit. "Tak mungkin keliru. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www.. tapi karena cuma aku yang disasar." jawab sahabatku agak menggebu.. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Bisa studi di sana jurusan apa saja. namun bukan tanpa alasan. be hurry.. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. "Tidak. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. Mendegup juga jantungku ketika itu. "Keluarkan semua isinya. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu.com/abclit. Karena malu. Tersenyum saja pun tidak. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Ketika itu dia memancing-mancing. Jadi.

coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson.. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong.html . Tuan mesti nonton Bolshoi. the best in the world. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. Aku mendadak khawatir. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa.I've just forgot it. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. Aku mulai yakin akan kejujurannya. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun.processtext. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. bisa celaka seperti ikan kena pancing. "Permata Bernstein murah di Moskwa. padahal valas barang langka di sana. "Don't worry. tidak. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku.. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang." Dia tergelak.. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. Isi dompetku dua ratus US-dollar. Bisa beli dari saya. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Gunakan kesempatan.. "Sorry. Paris." bantahnya. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. Dikendorinya tali kantung itu. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius.processtext." jawabku. Tapi. Bernstein Siberia itu top quality. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. dia mendesak lagi: "Anyway. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya.html merenggut mantel itu. Stockholm. Mereka suka!" "Saya percaya. keluarkan semua isinya.com/abclit. Aerovlot siap berangkat.. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat.. Jangan ragu Sir. Sehelai sapu tangan. sekadar ingin mengakhiri percakapan. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa. menaruhnya di atas meja. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. singgah di Moskwa. Amsterdam. Semua kuletakkan di meja.. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. Tapi. Sekali lagi alisnya mengkerut. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur." elakku. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan.. "Kalau saja ada waktu." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. Sir. Cuma stopover. suaranya sedikit berbisik. berdisiplin.. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa.. juga ketika mengurus visa bersama Alex.. "Dua ratus dollar. Tapi. Lain tidak.. saya tak punya cukup uang. please.. Ternyata. teliti." jawabku ringkas. Sir.. "Saku-dalam. Pas-pasan saja seperti kursnya. "Sayang. "Keluarkan isinya. segenggam permen kecut.com/abclit. Sir. ". "Nothing more?" "That's all." "Just a sentimental journey. Itu saja isi saku mantelku. "Tidak." sesalku. saku-dada kiri-kanan. this ugly me. Meski kami bukan diplomat." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. aman saja. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam." "Maafkan ya. Nothing to do with customs.. "Bakat itu tak perlu. Bila aku tak hati-hati." jawabku. Indah bukan main. Sir." kataku. Aman." katanya tiba-tiba. Sir. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. tiba-tiba aku khawatir. ". Dia tidak menaruh selera. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi." aku pun makin berhatihati. please.. What a wonderful journey you have.. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami..

. Malah mirip pasar loak. tentu tidak terang-terangan." tolak Alex. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya." matanya membelalak. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. tapi tetap saja purapura tak melihatku. "No." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya.. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. Dibiarkannya aku keluar sendirian. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa." kata Alex. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman.. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Komentar Alex: "Gila kau.html .com/abclit. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". "Impossible!" "I say. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan." sahut Alex. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. oooh. Si pejabat ternyata toleran.. "Follow me." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi..." Disalaminya aku.com/abclit. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran.. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja.processtext.. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya.." "Ha."6 Aku pun bungkam. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug.... Aku sengaja mendekatinya. tapi itu benda kenangan. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku." kataku. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. follow me!" "Sorry.. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. Urusan Alex lain lagi. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. Kami tak mengalami penggeledahan.. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. "Fine. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau.... Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka.. "I must go quickly right there. berdiri di sisinya. Wajahnya nampak riang. lalu lari. menyadari kenaifanku sendiri. "Pasti tidak. "Tapi.. Hampir-hampir kami tak percaya. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.. no. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku.?" aku ganti membelalak. Have a beautiful journey. Menggeleng juga tidak.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. kebelet nih." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. ada kala manusia merasa takut membuka mulut.. takkan kulepaskan. Sangat mendesak. sial. Dia pasti tahu. mendadak lupa Inggris-nya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tadi kukira kau tidak diperiksa..." "Aku bayar lima dollar dua kantung.. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Kalaupun ada penggeledahan.. "What?" bentak si petugas.. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. Perutnya mulas. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan.processtext.. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. Sir!" perintah si petugas. sir. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. kulihat Alex masih berada di tempat semula. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. Tapi.html mengangguk.. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. thank you.. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. Ternyata digaet juga?" "He-eh. My stomack. Tanpa keterangan apa sebabnya..

" Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan.com/abclit. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku..processtext.com/abclit. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Kali ini pasti urusan gawat. Aku kini yakin sekali. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. "Follow me. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www. tak berani berbicara. juga pada diri sendiri. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. Lebih tak masuk akal lagi." jawab Alex. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. Terima kasih atas perhatian kalian. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. pikirku. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Semuanya permata palsu dari plastik. "Yes.. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. Bung. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. di sana ada kenalan.html . mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. "Kami mau ke Jerman Barat. Segera pula aku sadar. Bung. please..html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.processtext. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. Barangkali Alex juga berpikir begitu. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. buat sementara segalanya telah tersedia.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi kami bungkam.** Paran. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Menawar pun tidak. "Jangan kaget." hampir bersamaan kami menjawabnya." perintah yang itu-itu lagi. Beberapa toko permata menolak membelinya. Harap jangan repotlah.

. Jantungnya berdegup-degup. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.ABC Amber LIT Converter http://www. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Begitu pikirnya. ingin tahu. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. gelap.html .. Tak ada yang bisa melihatnya. dijadikan gudang.." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Belum selesai. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara.. tidak. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya.. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap. Nosferatu. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. dan gentar."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www.Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. terlihat kusut-masai.. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. ia benarbenar datang. ketidakberdayaan.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti.html Sumber: Kompas. meski agak pucat. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok..Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan.com/abclit... Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. kegentaran. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya. Rambutnya panjang... Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya... terus menunggunya. menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.processtext. Atau memang tak pernah terselesaikan. jawaban atas doaku.. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan.processtext. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan.. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding..."Rahmat. Pantas. ia bolak-balik menuju dapur. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. kecemburuan. Ini suasana Gothic. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Asap rokok mengepul dari bibirnya..com/abclit. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.

atau." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. tutup matamu. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam.. Dalam kegelapan. kamu mengaku takut atas kedatangannya. "Tutup. Mari."Aku takut ditinggalkannya. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. "Tutup matamu. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.. Hatinya berbuncah-buncah..com/abclit. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau.Aaaaaahhhh.com/abclit. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. Keringat membasahi seluruh tubuhnya."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan. Jangankan menangkap dan mengadilinya. Pada kali lain. sebagian menutupi kening.. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal. masuk dalam dunia kegelapanku. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut.Diakui berkali-kali oleh wanita itu.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. paranormal.processtext. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. seribu kali."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. mengapung di atas sungai yang tenang.. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir.. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur." jawabnya." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir.processtext. Setelah agak tenang."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya. . "Pejamkan. sejuta kali.... apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. baru dia menyalakan rokok.. dan seterusnya.html .."Kalau begitu kau perlu dukun. kepastian atau ketidak-pastian.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata..Hua-ha-ha-ha. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya.***DEMIKIANLAH. Dengan mata terpejam. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. Rambut itu begitu lembut.""Dia suka menertawakan mereka.Aneh." yang lain lagi memberi nasihat.. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi."Kau perlu pastor.. muncul kebahagiaan luar biasa.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. Tak jelas. seperti ledakan tawanya tadi. Wanita kita menjerit.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. Suara tawa meledak. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. benak saya."Belum selesai wanita itu berkata-kata. senyum atau tangis.. Akan tetapi. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Dadanya turun naik. Menunduk.ABC Amber LIT Converter http://www. pejamkan matamu kekasihku. tidak kering tidak lembab. Hanya saja. bahkan bisa tak terkontrol. karena matamu hanya akan melihat kenyataan.." katanya. tersadar dari mimpinya... kebahagiaan atau kecemasan. Datang setiap kali.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ia menatap sekelilingnya. Usia Anda masih relatif muda.ABC Amber LIT Converter http://www. Bernard agak was was. Ia memasukkannya ke dalam amplop. penuh cita-cita.. lima puluh tahun silam. Ia berjalan gontai menuju kantornya. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www. tidak memikirkan keluarga demi karier.com/abclit. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Ia dipersilakan masuk dan duduk. dan kemudian duduk menghadap meja. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka.processtext. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. membereskan beberapa barang milik pribadinya. menaruhnya di atas meja sekretaris. Mulai bulan depan. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. dan kemudian. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda.html apa. Ia merasa sia-sia. Minggu berikutnya. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. mengetuk pintu. * Bandung. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. dengan kanvas yang masih separo kosong. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya.processtext. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. di tangan seorang pelukis yang gamang. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Ia diam. Sore itu. menghabiskan hidupnya di kota. demikianlah bos berkata. Masa depan Anda masih terbuka.html .. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya.com/abclit. menulis surat untuk sekretarisnya. tidak memikirkan orang lain.. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia.

satu untuk anak-anak. adik-adik Astri. menyanyi. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. Itulah yang pokok.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. paling tidak. Menderu dan melakukan zig-zag.processtext. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.com/abclit. Astri bisa dibawa pulang. dan Ayu (4) . "Nanti kalau sudah siuman. dan berdoa.html Sumber: Kompas. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Sambil memegangi tangan Astri. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian.ABC Amber LIT Converter http://www. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. saya pikir. Ajeng (10).Saya kaget lalu berteriak. satu untuk istri. dan kelima anak saya itu . Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. dan periang. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Di sisinya. Antok (8). Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. Koran Tempo." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega.html . Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya."Karena kaget. Dunia memang penuh penderitaan. siapa pun bisa pingsan. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih.com/abclit. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Ajeng dan Antok. menari. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. Selalu bertemu setiap hari. Astri saya peluk erat-erat."Bagaimana dengan jantungnya."Sehat. Saya ajak mereka menyanyi. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit.Astri (12).Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Agra (6). anak saya yang berumur 12 tahun. dan satu untuk saya." jawab dokter. Media Indonesia.Ketika adzan subuh terdengar.pun menari. Jika mau bersedih."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Astri telah tiga hari pingsan. dan berdoa. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. energetik. Dok?" tanya saya. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang.Anak-anak yang sehat. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Masih dalam keadaan pingsan. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. maupun Republika.processtext. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak.

Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. tetapi kami. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. tetapi enggak ada sahutan. Pak. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.ABC Amber LIT Converter http://www."MULA-mula Laksmi. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada.""Ya. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya.. dari hobi sampai jenis permainan."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. yang agaknya berada di samping pembantu."Dobrak pintunya."Sebelum ke rumah sakit. Kami semua sangat mencintainya. Pak." teriak pembantu dari rumah. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk.html kolokan.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. begitu cermat dan cekatan.""Mohon maaf. Bu. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. Saya tidak berani. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www. Tentang sikapnya ini. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. Pak. terima beres.Dengan kamar barunya itu.""Totok enggak berani. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. bungsu kami.tak menjadi soal amat. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. Bagi kami-saya dan anak-anak. kamu bertengkar.html . saya mau bicara. neneknya anak-anak. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. Tetapi.Di kamar Astri.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak.processtext. Pak. Bawa keduanya ke mamanya. Pak. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. kok pakai dikunci segala. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan.""Ayolah. "Ada rahasia apa." sahut Totok.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. mamanya anak-anak.""Enggak berani." desak saya. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan."Itulah.com/abclit. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar.. sopir anak-anak. Pak. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. tak boleh menjenguk kamarnya. anak-anak dan saya. ibu Laksmi. sekarang berkumpul separuh keluarga. Air mata saya terus berlelehan." Dia hanya menjawab dengan senyum. Saya jawab. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. keluarga dekat dan teman-temannya. Tidak pernah mengeluh. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri.""Mana Totok.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana.""Suruh Totok mendobrak.com/abclit.""Dobrak!""Enggak berani. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya.""Sungguh tidak.processtext. Pernah Ayu yang berumur empat tahun.

dengan peluitnya yang panjang. menderu menyibak tanaman. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. Sampan yang menjauh ke tengah danau.processtext. geliat rel pada tikungan. Laksmi tidak kelihatan.Telepon genggam berciluit. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.com/abclit.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Malam yang khusyuk. di taman belakang rumah Eyang. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah. Sopir saya perintahkan ngebut. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk.html tak bisa dihubungi. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan. Kami pulang ke rumah Nenek.Ajeng. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. suaminya. Ayu. para pembantu kaget menyambut kami. meminumnya lalu melemparkan gelasnya. berderak-derak. Kami beramai-ramai memasukinya. Untung Ayu. dan Eyang Niniek saya bawa serta. Bu. Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh. pingsan lagi. Agra.""Sudah saya suruh. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. diam. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Solo."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Kami tidak pulang ke rumah.Sesampai di rumah. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Antok.com/abclit. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya.'"Seperti tersadarkan. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh. Mirip reuni keluarga. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. tidak meronta-ronta.ABC Amber LIT Converter http://www. telah kembali merapat ke tepi. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. angin menderu. Astri terempas.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu.""Benar. Tiba-tiba Astri berteriak. Juga teman-teman Astri di sekolah."Bisakah saya mengejar suara itu. kereta itu lenyap ditelan cakrawala. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Yogya. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria. Angin malam yang berembus pelan. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Malam yang berbeda. dan Surabaya. berhasil membangunkannya.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Astri mengingat sejenak lalu bercerita. kencang sekali.processtext. Tentu ada yang hilang.""Apa?""Aneh.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis."Ibu merahasiakan omongan dia.""Aneh. terguling ke samping. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya.Tak terduga. si bungsu."Ada kereta api lewat. Saudara-saudara kami di Bandung. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. tetapi dia tidak mau. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter.""Kamu suaminya kok enggak tahu. di tepi kolam ikan koi.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali.html . Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.

Pada pukul delapan sehabis makan malam. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit."Kamu gila!" bentak saya. penuh kegembiraan. ABC Amber LIT Converter http://www. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan.com/abclit. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Air mata saya berlelehan. Menyaksikan keadaan itu. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. dan tindakan yang tidak masuk akal. pak. Lalu tercipta jalan setapak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu.""Kamu. Setiap perahu menyimpan gelombang. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden.processtext.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan.. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya.com/abclit. Papa yang curiga. api tiba-tiba terhunus. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi.ABC Amber LIT Converter http://www. Laksmi tidak ada.html . he!""Ibu tidak ada tapi ada. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus. Saya terduduk di pojok."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana. di depan kompleks TVRI.""Papa."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Saya terduduk di lantai dapur. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya. Lalu kami berkumpul di pojok kamar."Jus itu selalu habis diminum ibu.processtext. untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa."Kamu pikir. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya.""Papa. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. berterus terang. kamu curiga. Barangkali yang gila itu saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun." jawab pembantu.html kamar itu kosong-melompong.""Nah. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri.""Orang lain lebih tahu. Saya harus mencari sebabsebabnya. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Saya merasa diperlakukan tidak adil.?""Cobalah berterus terang Astri.""Kamu. Kami persis anak yatim piatu. Tak ada sepotong pun perabotan. bagaimana. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita. ya. Setiap hasrat menyimpan nafsu.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu.."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu. Di atas karpet. Di dapur. dendam. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu. Seketika saya terkesiap. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis. apa kata hatimu. pak. pak. Saya minta sopir untuk membongkar plafon. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda. tetapi ada. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi. Saya tak peduli.

anak-anak sangat membutuhkanmu. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. Laksmi sedang saya profan. Kasih kesempatan. saya bersalah kepadamu. Kami terkepung tembok.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www. barangkali. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. terdengar dari dalam kamar Laksmi.processtext. Dengan ini saya berjanji. apakah saya punya salah padamu. Benar. Ini keterlaluan.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Berkali-kali. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah. Beban pekerjaan terlalu berat. Laksmi."Tangerang.html . Saya telah merusak rumah tanga kita. Mama curang. dengan kedisiplinan. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. Kembalilah. Saya tak bisa menerima ini semua. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali. Laksmi.Ketika malam telah hening.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. maafkanlah saya. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. dengan kesetiaan. Laksmi. saya mengakui. Saya telah mengacaukan segalanya. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami.com/abclit. saya berdoa di pojok. "Maafkan saya. anak-anak tertawa. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Memang. Saya tak mampu melakukan pilihan. Kamu tahu. juga bersumpah. Perjanjian baru perlu ditandatangani. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Maafkan saya. Secara sadar saya melakukannya.com/abclit. dengan keyakinan penuh. sih. Kamar itu temaram. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu."Mama curang. Setelah shalat istikharah." bisik saya. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain. Di depanmu ini. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai."Saya intip dari pintu. berteriak. saya minta maaf."Laksmi." teriak anak-anak tertawa penuh canda. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Engkau suci. saya berselingkuh."Tentu saja Mama selalu menang. inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Ketika Astri bertanya. Suatu dosa besar. Lebih-lebih saya. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Kasih kesempatan kepada saya. Ini gila.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. pelan saya masuk. saya tak akan mengulangi perbuatan itu. habis Mama enggak kelihatan. Saya paham sekali sekarang. saya sadar. Itu kesalahan besar. Mencoba memusatkan pikiran. Saya harus merebut kembali Laksmi. Laksmi. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu.

"Ya. aku yang mengupas rempah-rempahnya. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. Ya.. Heehhhh.. Tetapi.." sambungnya... "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging.. eee. Maka. maaf. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja. lalu menikah. pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro.processtext. sharemate-ku (teman serumahku). Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya. maksudku. lalu membalikkan diri ke arah lain.. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo. Kami pacaran tiga bulan. Oke?" kata Naomi. tetapi berusaha sok kalem. Katamu. bagaimana itu?" aku penasaran. Oya. bentuknya cukup aneh. "Lho. Eee. tapi. "Nah..html . ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. khususnya sate ayam Madura.." tiba-tiba ia tertawa. "Eee. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Taro juga dilatih membuat pisau. Maksudku. Tapi. "Pisau itu.. sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. dan pernah berkunjung ke Jakarta. you saja yang memotong-motong daging ini. untuk kami tempati bersama selama dua tahun.. "Naaah. kisahnya. "Lucu. aku memang takut." "O.. pancaran ketajamannya. tetapi tawanya sumbang. Penampilannya berkilat-kilat. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. suamiku. kalau kau takut. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif.. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O. di pinggiran Tokyo.. ketika aku belajar di Benua Kangguru. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya. "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www. Maka. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur." Naomi mulai bercerita.processtext... kok tertawa. ia lalu diasuh Paman Tsuda... Pisau kesayangan Taro. Sejak pertama kali melihatnya. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur. Naomi juga suka masakan Indonesia. Lucu-lucu seram. Maka. sambil mengikuti arah muka Naomi. Nah.. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi.." selaku..ABC Amber LIT Converter http://www. ya. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. ketika aku berkenalan dengan Taro. tetapi ujungnya seperti celurit Madura.. kau takut. paduan antara golok dan celurit." Naomi masih tertawa. ya. pisau itu menakutkan..com/abclit. aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Lucu. Yogya. kisahnya! Ya. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. malam itu kulihat sebilah pisau besar.. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. lucu-lucu seram. memangnya kenapa?" tanyaku heran. lincah.. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa.com/abclit.html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. maafkan aku!" mata Naomi memejam. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. Lebih baik Taro tidak memasak. Malam itu.Ini pisau dari Tokyo. dan Bali. ee. aku takut sama pisau itu. memunggungi pisau yang berkilauan itu. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni.

.. mungkin. itu yang kutakuti.jauh darinya. "Makanya. "Sayangnya. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini. Yang memerlukan pisau itu Taro. tiga bulan lagi. hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. ketika Taro mengirimku belajar kemari ya. Tapi. karena aku merasa tidak memerlukannya.com/abclit... Selain sakit.. "Sampai begitu? Ohhh.. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. suka membanggabanggakanku. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya.. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu..html dulu. Tapi. aku tinggal bersama Paman Tsuda. "Ya.com/abclit. karena kau cantik dan pintar. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. maaf. "Apa Taro. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang.. ya. kalau Taro menyeleweng. indah sekali.processtext." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku." "Heehhh... sungguh menyeramkan.. Ceritaku belum sampai ke pisau. leherku. Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro. Maksudku. "Nah.... no. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Maka." Naomi menggelenggeleng. dia punya kelainan. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali...html .permanent resident di sini... Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www. "Okay. Lalu. dia sangat mencintaiku. dan payudaraku akan birubiru lebam. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis.." "No.. sebagai penegasan. sebelum ia jadi share-mate-ku. karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. jelas. apalagi lubang vaginaku. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi.processtext. Taro bukan laki-laki tipe itu. lucu yang sekaligus seram. Naomi!" desisku dengan bingung...... Aku menolak. "Maka. setelah aku jadi istri Taro... payudaraku juga nyeri." "Ya." jelas Naomi. perutku. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi.. yang kubenci.! Ya." komentarku.. bagaimana?" desakku. paling tidak . pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro. "Ohhh. karena ingin menginjak tanah.. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Atau. "Lho." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. agar aku bebas dari. kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga.. Kata Paman Tsuda. aku sebetulnya tidak happy. Itu. "Ini dia yang lucu. kalau suamiku nyusul aku kemari.. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya. aku senang... "Kok sampai pamannya bilang begitu. sering terlintas dalam benakku. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter. "E.. maka tubuhku hancur. bagi Taro. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar. pisau itu bisa kujadikan senjata. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...... Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini.. tapi." "Oh. Dia ingin tinggal di Australia." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ya. di Australia ini. Maklum. kapan dia kemari?" aku ingin tahu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu.ABC Amber LIT Converter http://www." suara Naomi tiba-tiba merendah. Maksudku. babak belur." Naomi memandangiku. Jadi. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen. ia ingin tinggal di rumah besar. Paman Tsuda mendesakku. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini... Aku biasanya jadi malas keluar rumah. suami Naomi. Pangkal pahaku.. untuk keperluan segalanya. bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku. dia mau melamar jadi PiAr. seperti berbisik. "Ya. Katanya.. mau dia memang begitu. "Makanya... ee." Naomi memintaku bersabar... "Ya....

tidak semua orang Jepang begitu. jangan takut. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. pisaunya tajam sekali." seruku. "Walau Taro sudah manager. Terus terang. barangkali... sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol." Naomi merendah.. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. suka memukul dan menggigit pasangannya. Naomi tidak pernah ke dapur. "Taro. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh.. hingga ikan dan daging yang diolahnya. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. lebih tajam dari pisauku.ABC Amber LIT Converter http://www. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Maka. Jam telah menunjukkan pukul 21. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya. student IT memang banyak tugas. "Yuk. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www. untuk kenang-kenangan. Naomi belum pulang?" tanyaku." sahut Taro dengan sikap tenang. Aku juga tidak memegangnya.. tetapi gajinya tidak besar. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa. Atau." "O. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi. aku memang sering tukar-menukar makanan. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. ia ingin mengeluh kepadaku. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo... dengan alasan. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. daun bawang.." mata Naomi sedikit berbinar. "Tapi. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas.. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro.com/abclit. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. Naomi belum pulang. Maklum.. Bukan main. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. sekarang kita bikin sate ayam. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya.. "Bila aku berpisah denganmu.processtext.. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau." "Mudah-mudahan. Sebelum Taro datang. Karena. "Ya. Kulihat.30. tetapi ditahannya. karena kuliah Naomi... Bersikap tenang. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut." "Ya. Sejak ada Taro. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate... barangkali ada meeting-kerja grup.html . ya. untuk makan malamnya bersama Naomi." Taro memandangiku dengan mata kosong. untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya. seledri. suaranya berat dan patah-patah.. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata.. "Taro. Aku tahu. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Orang Jepang uangnya banyak. kalau ia memasak. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Jadi.html Australia.. agar tanganku tidak teriris olehnya." "Ah. "Taro..processtext." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. Jadi. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Di balik tawaku. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa." sahut Taro. saat memotong apa saja: dari bawang putih. pisau ini akan kuberikan padamu.. Maka.com/abclit.

Seperti biasanya juga. "Apa maksudmu.00 dan wajahnya ceria.! Tapi. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Naomi. Meskipun demikian.. yang ambil ilmu sosial ya." sambungnya. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng.com/abclit. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT. dan pulang ke rumah pukul 21. Tapi. Bisa ditebak. Hari berikutnya. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand.html "Tergantung fakultasnya. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. begitu?" Aku diam saja..processtext.html . ada meeting. kan.. aku menjawab: fine. Sampai di rumah. tentu bukan bandingan Ferdinand. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. ke apartemen kampus Blok A. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal.. tapi membuatku terkejut. "Itu. Terus. nadanya tenang. "Malam ini Naomi tidak pulang. otodidak. Ferdinand memang tinggal di Blok A. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. di kampus. yang menggandeng Naomi. Padahal biasanya. Naomi pulang terlambat lagi. "Ya. "Jangan masuk ke kamar dulu. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. Atau. Begitu. rambut Naomi. jadi selama ini. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. menuju ke kamarku. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. ke kamar Ferdinand. Naomi ke Blok A. sebelum polisi menangkapku. makan malam bersamaku... mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan... nama sebenarnya Ferdinand. dengan suara tenang.00.. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. Kalau aku.. Pikirku. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan.. Naomi dan Ferdinand naik lift. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Seperti biasanya. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. very good! Very good!" Taro menanggapiku. terlambat lagi. thank you! "Ohhh. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. kupikir. Kuperhatikan. kupikir. Memang sih. Aku jadi ingat. ia menanyakan keadaanku.." tuturku.!" sahut Taro.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Aku mengenali rambut itu." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan.com/abclit. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. tidak sampai malam kalau belajar bersama. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. Taro?" tanyaku spontan. Ohhh. Tapi. kalau memasak pukul 18. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. Lalu. kami dituntut banyak membaca. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. merancang program juga bisa di rumah.processtext.. Taro tidak menjawab.. Iya.. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. betapa tampannya Ferdinand. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www.. Setahuku." kata Taro. Dan.. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka dapat dibayangkan... sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. selalu pulang terlambat. Taro. ya. "Mari.. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm.. Lalu. teman sekelasnya... Ia berkata. Aku mengundangmu makan malam.

Jakarta. banyak jalan yang berlubang. Harga kurs dan saham.com/abclit. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo.html tidak bisa memenuhi ajakannya... dong. sosis. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www. mataku berkunang-kunang. Kota ini selalu ramai dengan berita.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. karena kepalaku tiba-tiba pusing. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet.Aku membeli koran pagi itu. juga tentang kematian gubernur. dipenuhi dengan sardencis. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa.processtext.html . Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota. lalu lupa segalanya. Rakyat melakukan doa di atas perahu. perutku mual. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Aih. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. Ada bandar heroin yang tertangkap. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Pisau jagal.com/abclit. dan mentega.processtext. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. Kedubes Amerika ditutup. kenaikan terigu.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya.! Kenanganku di Gold Coast.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas."Buset. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Uang beredar trilyunan dalam sehari. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan.

processtext. Sejak kejadian itu.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. dong. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. Dan setiap ia pulang. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. bukan? Dan mimpi buruk."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. kualitas itu tidak penting. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. akan ditembak di tempat. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. mesinnya seketika mati. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. Tidak banyak kendaraan yang lewat. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Warga kota hanya soal hitungan pajak. Mereka mendapat pengawalan super ketat.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam.Tidak usah khawatir. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. setelah melihat sumur-sumur itu. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya.processtext.Jilan. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. tak henti-henti. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. anakku. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. ABC Amber LIT Converter http://www. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. karena orang yang berusaha menutupnya. yang airnya jernih. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. Tangisan yang sedih dan pedih.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya.com/abclit.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Airnya jernih. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi.html . Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. Masalahnya tidak sederhana. Gejala lain kemudian muncul. airnya jernih. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. Kota terasa lebih sepi dari biasanya.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. jutaan warga dalam waktu cepat. sering melihat ke sumur-sumur itu. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Tetapi apa bedanya. Pohon mangga gatal-gatal.

Gerak menjadi normal.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. pada setiap udara yang kuhirup. Pohon yang berbuah.html . yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini." kata Jilan. Cinta adalah ..processtext. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Orang berjalan seperti tarian. tanaman ada di sini. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri."Morgen. rumah untuk bercinta. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku. ada tomat. "Lihat. entah siapa yang memulai. bahwa aku hidup!""Lihat. juga seperti berganti dengan kulit yang baru.. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. aku hidup.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota.. Semuanya. ada wortel.ABC Amber LIT Converter http://www. Uang pajak untuk pemerintahan kota. sayang. segar. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Tapi berwarna merah seperti tomat. natural. kini. aih. bukan?" teriak mereka.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. pada setiap air yang kuminum.." kata Princess."Ayah. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. Darah yang lama. Princess. dan terasa halus. lihat. Waktu juga berjalan normal. aku baru bisa merasakan sekarang. ada.. "Aduh. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan.. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini.com/abclit.com/abclit. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. Kulit mereka. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. Pakaian mereka. Orang-orang terharu dengan perubahan ini.. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. Dan kau tertawa mendengarnya."Kota ini.SUATU hari. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta.. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. aku baru percaya sekarang. Dan cinta.Kalimalang.processtext. deh. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. ada cabai.

tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. seperti angan-angan melintas. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya.processtext. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. Pemandangan itu bagiku memilukan. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. tampak ia baru saja keluar rumah. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. Kereta api itu lewat begitu cepat.com/abclit.com/abclit. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. ataukah menuju Osaka dari Kyoto.processtext. Semuanya sudah kulupakan.html . Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu.

meski tetap saja teringat sampai mati . Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. Hmm. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya.processtext. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. senyuman yang manis. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. sekali.com/abclit. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Bukan di luar daerah itu. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu.processtext. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. ombak menghempas. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. tidak pernah kuapa-apakan. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti.html . Kenanganku adalah bunyi genta itu. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. tidak pernah kukatakan. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. seperti tidak pernah terjadi.com/abclit. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. daun berguguran. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya.

html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain.com/abclit. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. serentak.html . Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa.processtext. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. bukan hanya sedetik sebelumnya. dan perempuan itu melihat lewat jendela. berjalan lambat menuju rumah itu. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana.Cape Town. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. dan melang-kah ke padang salju.processtext. Durban . menutupnya kembali. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Maret 2002. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah.com/abclit. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. dan kenanganku akan menjadi lain. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Sayang sekali." Ia mengikutinya. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. ABC Amber LIT Converter http://www. dan hanya ada bekas da-rahnya. Dari kejauhan. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. mengikuti bekas jejaknya kembali. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi." "Aku memang tidak ke mana-mana. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Ia mengikuti jejaknya. Kemudian ia juga ke luar. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. sepanjang padang. Dunia memutih dan kelabu. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana.ABC Amber LIT Converter http://www." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana.

Dan ABC Amber LIT Converter http://www."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. Bulat. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh.SEBENARNYA.processtext.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. Tapi. ia ngangakan tas yang dikepitnya. sangat sering ini terjadi.. Ditolak satpam. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. yang kiri. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. berjenjang-jenjang. Dan.html . "Lihat. dan gempal. Edisi 09/22/2002 SIAL benar.com/abclit.Menghela napas.. di sebelah sana . itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. Lebih ia benamkan topi. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat.. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. Dan jika hal itu terjadi. Panas.""Tetap tidak bisa. seperti biasa. "Hanya brosur. pejal. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. memastikan satpam mengizinkan."Sini!"Tidak. Jika brosur ini ia serahkan. Atau. ia membalikkan tubuh.. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. Bandit. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. Pak. begitulah yang tercantum di kartu namanya. Lembar-lembar promosi. diayunkannya langkah ke kompleks itu."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. bajunya. kadang. Di permukaan aspal." Disodorkannya ke hadapan si satpam. tinggalkan di sini. ke sana.ABC Amber LIT Converter http://www. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah.ada kompleks perumahan lain yang. bayang atmosfer bagai menggigil. memperlakukan dirinya begitu rupa. mencuat bertingkat-tingkat. Disaputnya peluh. menjulang. Dan atap. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. Kepul motornya pun tidak. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. jauhnya . kotak pos. mengucapkan terima kasih. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas. pastilah satpam ini seoran kidal. Debu. Berkesan gagah . Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Dan di bagian punggung.com/abclit. tak putus asa. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. siapa tahu. Hmm.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Sekilas.processtext. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan.Perlahan.ah. Samar-samar tampak pagar tembok. Courier. mulai melengket. Padahal. Biar kami yang memasukkan.karena tertulis dalam bahasa asing . tapi pasti. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. jauh ke dalam gerbang.

processtext. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. terpikir juga olehnya. memang mengerikan. Seperti ini. kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Ah.Hamparan hijau. Jeruji besi. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun.yang rupanya semacam serbuk . memetakan lokasi. Kaki Gunung Lokon. sering ia bayangkan. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. ia ingat kampung. kerontang.. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. atau mungkin suatu malam. tapi kurus.Kembali. macet yang panjang. Di jalan. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. Memang alangkah jauh. luput dari kebisingan. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. sebenarnya. Mungkin ada sekilometer.pikirannya kembali ke tadi. di sini. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. buas. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". ia gembira-gembirakan diri.. tembok tinggi. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat.html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Kurir. "Pak Ogah".processtext.harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www. tak berhati nurani seperti binatang. Minahasa. Minahasa.Kadang. Sungguh menyenangkan. lihatlah rumah mereka. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. di perempatan . kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Mungkin lebih. Hanya itu yang ia dapat. Jadi. Bahkan jarak masingmasing perumahan. Isi kotak . Bahkan di sana... yang ia bisa. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. rampok. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. sama sekali ranggas. kelas kaki. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. alangkah kasihan mereka.. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. membonceng kurir tandem-annya di belakang. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. Siapa tahu ia memang seorang bandit. ah. betapa jauh di pinggir kota.Kadang. Dan.com/abclit. macet. dalam mobil. nenek moyangnya. satpam ... hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Tetapi. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. Harus waspada.Kampung yang jauh nun di luar pulau. Kapak Merah. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan.aduh.ABC Amber LIT Converter http://www. jadi courier. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. Atau lebih gila.html . dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. memang mengerikan.Dan.. Hati-hati. Ah.. mungkin tidak. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. disaputnya peluh. sebenarnya. dirinyalah yang ada di depan.. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut..com/abclit. Seraya mengenang kampung. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. pemerasan. kawat berduri. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. ah.. yang menyamar jadi kurir.

html udara. Dan binatang? Ah! Harimau. ia menyelip. Betapa ia sangat gembira. terjepit di sebuah gang..Ya. tak ada Parto yang menunggunya. Mungkin 8. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah.TETAPI. Menyalip. Seraya tancap gas. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). ke supir yang meneriakinya. dadanya berdebar. seorang lelaki 40-an dengan van tua. menikmati terpaan angin ke tubuhnya.. Sebuah rumah besar.com/abclit. Salah alamat yang aneh. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. tapi tak bertemu. Melainkan seperti kata Nina. tapi lalu ia lupakan. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. Dotu. berarsitektur gaya Belanda. Tetap juga tidak. ia senang bagian itu. terhenyak. sebuah kawasan di pusat kota. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. Lagi pula.com/abclit.Maka.. Sudah lewat pukul 12.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. adalah juga seorang kurir. betapa mengasyikkan.Sebenarnya. Sedetik. noon express)!Putus asa.Sesuatu yang lebih berharga.processtext.html . Tetapi. Menggantikan Parto . Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. serigala. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. buaya. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Maka. tetap tidak. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Ternyata juga tidak.. Dan dua orang satpam. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. berubah jadi binatang. Dan akhirnya. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat.processtext.. Ia memarkir motor. Noon express. kerbau. ia muncul di kantor agak terlambat. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Pagi tadi. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . senja. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Mulai ada rasa cemas. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. begitu katanya. itu seperti paket. di atas motorlah ia kini. Terdengar teriakan.. Jalan raya dan kecepatan. itu seperti kurir. Mungkin bukan satu angka. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Dan tak lupa. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh. ia kembali ke alamat semula. pos penjaga. Tapi. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju.HARI ini. sendiri.Dibacanya alamat paket. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Beratusan 9. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. Menyelip. masih banyak waktu. Sudah biasa. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. megah. tetapi seseorang lain di rumah itu. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. memang berhalangan. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. Juga tak ada si bos. Kotak tembikar. ini hari bahagia. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Salah alamat. terjadilah hal yang mencengangkan. aih. bukan 9. Bukan lembaran lepas promosi. Bahagia. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. satpam itu mengernyitkan dahi. wajah kedua satpam itu berubah. Bengis.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. ada ketertusukan dalam dada.)Parto bukannya tak menunggunya. "Badak!" Satpam lain menimpal. tapi 4. ia cek. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. ular. Ganjil. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www... (Si bos. seperti pernah dibayangkannya. Bukan brosur. badak. Itu sepele. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Berpagar tembok. Lagi. Penduduk daerah bersangkutan. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Hmm. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak.ia datangi. Tak ada lagi siapa-siapa. Alamatnya betul. Seluruh detik mestinya berharga.

tiga kali ia dimaki sebagai binatang.. Oh!Dihentikannya motor. Tapi. telah membuatnya sangat lega.. tinggi. rumah itu tampak lebih suram. harimau.. Fisik.Ternyata. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. lelaki itu tak berkelakar.. membayang wajah si bos. banyak sekali.. serigala. saya tahu. Bengkak! Dipacunya motor.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. tak bercanda. Babi.. seekor babi! Diamatinya angkot.Mendadak. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Dan penumpangnya: Orangutan. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. Dibanding yang lain. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. ia tertegun. mendahului. "Sembilan ratus tahun. bukan pula hanya pagar yang berubah. yang kini rendah saja. sesosok lelaki besar. Apa?Ada yang berubah. Dan satu lagi. *Payakumbuh. Begitu tubuhnya ada di teras. Ini jugakah yang menyebabkan senja.com/abclit. tapi. dalam satu hari ini saja. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. para pejalan kaki. sekelebat. Sungguh memang sial. Ah. bergumam. Tak yakin.""Noon express.Ternyata bukan hari bahagia. sesial-sialnya. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. kerbau. orang-orang kejam. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. ternyata juga adalah para binatang. Memang tak ada.. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Dan. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. dalam. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. serigala. singa. Telah lama saya menunggu. sudah tak ada. seekor badak!Ia terlongong.html itu. Adakah rumah yang bisa disetel. mengulang.. Hari yang tiba-tiba panjang ini.processtext. Dimatikannya mesin. Barulah ia sadar.. mungkinkah?Paket. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. badak. Di sini juga. buas. Ia bingung. Siapa tahu.processtext.com/abclit. ke dalam pagar... sosoknya begitu besar. jelas sekali ia lihat si pengemudi. pagar tinggi. Ada yang lain .Sungguh alangkah lelah. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. dihidupkannya motor. ke rumah berarsitektur Belanda itu. bukan hanya itu.. Diparkirnya motor.. badak. Maaf.. astaga! Benar. kera. Pengemudinya. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. saya menunggu. paket itu. yang nanti tentu marah atau kecewa.Dihelanya napas. Tetapi.""Ya.""Ya.. Kencang. ia mendengarnya. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. Sembilan ratus tahun. meski lampu bernyalaan di mana-mana. muncul bagai menyambut. Pos satpam! Pos satpam.ABC Amber LIT Converter http://www. Toar Lumimuut. Dilihat penampilannya ketika siang. Binatang? Ah! harimau. Pengendara motor yang melintas di depannya. berkumis dan berjenggot tebal. Pos satpam itu lenyap! Dan. Sembilan ratus tahun! Kiranya. saat itulah ia tibatiba terkejut. Tembok pejal. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.Dibelokkannya motor.mungkin juga arsitekturnya. Melainkan hari sial. saya tahu. kerbau. serbuk itu.. Dotu.Disodorkannya tanda terima. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. Ah. manusia yang tak bisa diselamatkan. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang..Di matanya. lalu berjalan menuju teras. Kotak tembikar. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. sedemikian rupa..html . Psikis. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Jadi ia bebas. metromini. ia tak perlu mengebel atau mengetuk.. Ia tahu hari telah senja.. "Sembilan ratus tahun. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini.. Takjub..."Walau telah tak peduli. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. jeruji. tapi ia tak begitu ingat. Ataukah. Dipacunya motor. Ah.. Sejak pagi saya mencari.. Diperhatikannya lebih cermat. buaya.. Terengah. tak berhenti nurani. mestinya kini lebih menonjol.Sedetik. Andalah orangnya. "Paket. ular.

serupa mambang. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.Dan.Selalu ada yang hilang.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. koral. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga.processtext. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. Tetapi. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. Dan. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. atau sama sekali hilang. Keheningan sehabis hujan. saya akan berhenti. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.””Malam nanti kami hanya slametan. Izinkan saya berlatih barang sejenak.”Mungkin hujan akan segera turun. Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www. Selalu ada yang tak kembali. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. Batu. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. berlubang.Lihatlah. berhentilah menggoda kami. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. pasir.”Aku punya firasat buruk. tetapi sebenarnya aku penari. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. Selalu ada yang tak kembali.com/abclit.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.Baiklah. dan puluhan perempuan.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.com/abclit. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.processtext.html . Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.

Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Sejenak sunyi. Dan. Dan. kau tahu. Suatu hari ketika dia bilang. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.com/abclit. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu. Romo Sentanu.com/abclit. Tak ada yang berani menghentikan tarianku.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Kalau marah. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah.Kiai Petruk. di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa.ABC Amber LIT Converter http://www. dan kebencian. Dia. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu.” penambang sepuh mendesah lagi. aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam.Tentang Romo Sentanu: ah.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. awan panas.Jadi. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. pertikaian. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa. ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu. adalah penggoda. memaku kedua telapak tangan.Ya. lumut. menyebut nama Kiai Petruk. adalah kedahsyatan yang indah2. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian. Ya. Tak perlu berbelitbelit. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir. Kalau perlu merontokkan namanya. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit. dan hujan batu yang tak kunjung henti.Dan kalau sudah mendalang.Ah. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. Maka. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel. kau tahu.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya.processtext. selalu pada saat dia mengerang kesakitan. Namun. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www. Melihat Ayat menari.html dan mensyukuri panen. desah manja wanita sehabis senja. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan. dia hanyalah pastor desa.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. Ayat bisa berubah menjadi dewa.Ayat juga mahir menari. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. teman-temanku yang tak banyak cakap itu. dan keheningan desa ini. Kami tak akan menari. salah satu tugasku ke desa ini. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. dan menancapkan linggis ke lambungnya. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar.html .Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. koral.processtext. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.

Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. meruntuhkan. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan. Dan.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan. aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Dan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu. Romo Sentanu meninggalkan gereja. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Ibarat Samson. Biarkan dia menari bersama saya. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja. mari menari bersamaku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih.Lihatlah. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran. dan meluluhlantakkanmu. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Maka. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung.ABC Amber LIT Converter http://www.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. Dan. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku.Tak ada jawaban. Putri Keratonku.”Mungkin hujan akan segera turun. ”Tetapi.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg. Romo. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit. biarkan dia menari dan jadi pesinden saya. Dan. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. di luar dugaan Ayat. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Romo. dia boleh bilang begitu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari.processtext.html . tetapi sebenarnya aku penari. Romo. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun.processtext. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda.”Ya.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.html dari para penari lain. Ayat akan bilang.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.”Ya. aku datang untuk menggodamu. ”Mangga Den Ayu. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa.Belum ada jawaban. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.com/abclit.

Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Sebab. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini. Setelah itu. Sebagaimana aku. Kadang-kadang saat gerimis mendera.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. obor.html . tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Kini. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Namun. kebodohan-kebodohan. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk. dan puluhan perempuan.Ya.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang. kepala.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. mereka telah menghirup udara. Tetapi. kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi.Dan. tradisi. Romo Sentanu mendesah. bukan hanya kau. Hanya jerit gamelan. dan jerit tangis dalam tari. Tetapi. di keriuhan segala bunyi. membabat kaki.com/abclit.Maka. Gusti. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang. * Semarang. Tak boleh ada saksi. lambungmu akan dihujami puluhan peluru. atau menembak lambung tanpa suara. cahaya mata Romo Sentanu. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. tetapi sebenarnya aku penari. Sebab.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. firmanMu akan jadi kasunyatan”.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. pasir.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. mitologi Kiai Petruk. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung.processtext. tarian-tarian aneh. Dan. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan.”Mengapa harus saya. lelehan lahar di Puncak Merapi. (o. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon.Dan. Sentanu. cahaya. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu.processtext. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Batu. mereka juga akan menghabisiku. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau. Selalu ada yang tak kembali. Di tengah kegelapan malam. mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Ah.”Gusti.”Ya. Aku tahu siapa yang akan jadi korban. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi.Selalu ada yang hilang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Hanya jerit kesakitan. wedhus gembel yang prek kethek. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. malam itu mereka datang lagi.Baiklah. berlubang. koral. kau tahu namaku Nagreg bukan?). Selalu ada yang tak kembali. atau sama sekali hilang. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu.

saat memainkan lakon Kunjarakarna. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku. ia memesan apa-apa yang aku pesan. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu. hangat. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku. tidak bawel. mangenjali.ABC Amber LIT Converter http://www. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku.com/abclit. salah seorang bisa menggantikan yang lain. Aku memesan teh hangat. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari. punya daya ingat tinggi. hanya untuk rentang waktu tertentu. Aku memesan daging berlemak. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain. 4) Trisik. mereka. walau pada saat-saat tertentu. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda.html dalam Cikar Bobrok. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan.com/abclit. renyah. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www.Tapi. Sebab begitulah pada dasarnya manusia.processtext.html . tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. dalang dari Desa Tutup Ngisor. Bahkan. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin. Kutemui ia dalam diam yang cukup. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca.processtext. Aku membutuhkannya. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. memesan sayur-mayur. ia membutuhkanku.

Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Bahwa. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting.html . Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. Aku seorang selebriti terkenal. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya. aku tidak pernah menggerutu dan kesal. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku. ia mengagumi kecantikanku. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. aku tidak menyesal menangis.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja.processtext. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. Ia hanya memberiku tempat. merokok bersama sambil menonton acara televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. cantik. itu pun dengan samar.com/abclit. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya. aku bisa merasakannya. Dia juga. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. tapi tiga hal ini penting bagiku. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Tapi. berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi. tapi begini.Tapi ingatan-ingatanku atasnya. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa.ABC Amber LIT Converter http://www. mungkin itu bukan kata yang tepat. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.processtext. Meninggalkan? Ah. dalam acara apa saja. Berbicara tentang sepak bola. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang.com/abclit. dapur berantak-an. tak penting amat. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain.Tapi. empat lima tahun yang lalu. Pertama. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Tapi di hadapannya. Dia melihatku dengan tatap mata biasa.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Tapi. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www.html memenuhi kebutuhan biologis. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Kamar mandi kotor. Beri maklumlah pada diriku. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. muda. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. tidak seperti orang lain. menunggu kemunculanku. Tangis yang tidak lagi biasa. cucian menggunung. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri. Dan. Dan ia hadir.

bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu. Ruang-ruang ragu dimampatkan. keyakinan yang sempurna. Semua dicabutnya. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. dan terima kasih. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Aku harus memaksanya untuk duduk. rapuh. Begitu kulakukan saban waktu.processtext. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Tentu kami juga bercinta. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Menggenggam gelas minum erat-erat. cinta saja tidak cukup. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. dan makanan. dan segalanya menjadi tidak terkendali.ABC Amber LIT Converter http://www. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. aku membutuhkannya.com/abclit. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Semua kusimpan dengan rapi. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh.processtext. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa.Beruntunglah aku.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Diciptakannya dalam dada. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. Bukan. Benar-benar menangis.Ia seorang aktris. rasa bahagia. maka aku harus bersiap. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu.Kami semakin akrab. aku pada banyak hal bukan orang hebat.html itu tidak seharusnya begitu. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Biasa. Tapi benar kata orang. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Tak ada kekagetan. semua ditinggalkan berlubang. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu. maka aku memang harus pergi.com/abclit. Tapi sejujurnya.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora.Maaf.Hingga suatu saat.html . sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Aku sangat tahu. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Saat yang sangat tepat. mendengar suaranya. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki.Aku sangat mencintainya. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. bersitatap dengannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Ia merasakannya dengan biasa.Serangan balik yang maha dahsyat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. air. Lalu kami saling berbicara. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya.Lalu kuputuskan untuk pergi. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Tapi aku tahu. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. sangat tahu. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www.

Aku tidak bisa menerima kepergiannya. dan ia pergi meninggalkanku. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. setengah melenyap. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Dadaku sesak dan panas. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Aku menangis.Tubuhku demam. Bahkan. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. Lalu aku duduk. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. menjerit. sebab jika melihat kenyataannya. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. ruang-ruang yang berantakan.Tapi sekarang aku nyaris gila.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. menyalakan rokok. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Aku harus berpikir dengan tenang.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Ruang berganti warna merah dan hitam. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. telah benar-benar kehilangan dia.html hampir seluruh bayangannya. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. lalu aku me-nangis lagi. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. tak mau peduli.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya. dan nonton sepak bola.processtext.html .Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. napasku seperti terbakar. Tangisan yang sewajarnya. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. Lalu aku teringat dia malam ini.com/abclit. Aku meraung. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. otakku ikut terbakar. dan menangis. Sebab sore tadi. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. sebab aku tidak mau sakit hati. *** ABC Amber LIT Converter http://www. merokok.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. Halhal yang menurutku tidak kusukai. aku pasti akan larut. Tubuhku dibakar cemburu. Tak peduli.

Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. Akan tetapi malam ini. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya.html . setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya.com/abclit. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Begitulah. Yang jelas. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. tapi menurut saya ini hal biasa. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. meskipun telah ngantuk sekali. segera saya membukakan pintu. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal.processtext. karena saya sendiri masih belum tidur. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. pastilah itu Mayumi. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya.processtext. Akan tetapi. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Meskipun demikian. tetangga saya. saya segera mengatakan bahwa malam ini. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Ia berdiri saja seperti orang linglung.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Usaha saya berhasil. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. saya tak tahu pasti. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. gundah. Entah gelisah. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. sementara saya segera menutupkan pintu. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran.com/abclit.

"Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini..""Saya betah tinggal di negeri ini. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya. penuh KKN. Atas pertanyaan saya.saya.com/abclit.. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya.processtext. Sering kami ngobrol berdua. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai...html .!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . saya dan Nakamura. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya."Ya. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. anaknya. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab."Ya. Telah beberapa lama. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. yang jadi hambar.. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti.processtext. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. Ia lalu melanjutkan. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. meskipun dengan sikap ragu-ragu. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. sayang.. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. Nakamura-san.html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu.. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. Ah. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.com/abclit."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu..ABC Amber LIT Converter http://www. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. suatu kali. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm.

processtext. Menyadari saya diam saja. paman saya. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Pendeknya. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Tanpa menunggu jawaban saya. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Akan tetapi. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Meskipun demikian. Setelah itu. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. Sedangkan Mayumi. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini.com/abclit. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Dua kidung malam mengalun bersamaan. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya. masih ada yang menemani ibu.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Haji Mahmud Soeharto. ia lantas mengatakan. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Aneh benar.Menyadari kenyataan itu. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. sehingga meskipun saya meninggalkannya. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. Mungkin juga saya linglung. Melalui telepon. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. Kami tetap bergaul seperti biasa.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti.html saat saya kembali ke negeri saya. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara.processtext.com/abclit. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Bedanya. jika ia meninggalkan ayahnya. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami.

satu tahun menjelang pensiun.30. Mitos.” ”Bapak sudah tiba. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency.”Dari Bapak.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. terutama makanan.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Bu.html . Takhyul. Seumur-umur.”Betul. itu telepon dari Bapak.60 Yogyakarta. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. ”Nah. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. Harga barang kebutuhan.” kata seorang rekan Pak Jek. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. ***Tokyo. Sesaat.Itulah sebabnya.html mengiris-iris. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Jalan Kaliurang Km 6.processtext. lalu menutup pembicaraan. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. itu hanya omong kosong.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.com/abclit. tidak semahal di Jakarta.””Ada apa.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.processtext. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.” ”Tolong diangkat teleponnya.Namun. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon.

cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.””Lho. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu..”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Gunungkidul. betul-betul rumah baru bagi saya. Di Yogya kan banyak hotel.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Harus masak ini dan itu untuk anakmu.”Lalu. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti.”Namun.com/abclit. Prambanan. ”Semacam surprise-lah. atau 1. aku dan istriku makin renta. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi.ABC Amber LIT Converter http://www. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur.” kata anaknya yang di Semarang. makin lama memotongnya. bukannya anak Bapak. Berapa pun harga tanah.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga.. kita tentu bertanya. Masih banyak pepohonan hijau.”Menurut Pak Jek.. Mengapa tidak memilih Bantul. Makin luas pagarnya.000 meter. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. menantu Bapak.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. Setelah main-main seharian di rumah Bapak.”Biar ada kejutan. yang mengharuskan itu siapa toh. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. cukuplah 60 meter persegi.”Kayak rumah BTN saja.” kata Pak Jek memberi alasan.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. itu soal gampang.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter. padahal mereka belum tentu suka. kan? Lagi pula. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. Parangtritis. Pokoknya. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya.processtext. Keraton Yogya.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Lagi pula. dengan bangunan 60 meter persegi.com/abclit. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. hari Sabtu atau hari Minggu. Pak?””Ah. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. apa pun mereka bisa beli. Pak Jek juga punya pendirian.”Tapi tak apa. Sentolo. Makin capek menyapunya.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. Makin banyak rumputnya.processtext.”Makin luas tanahnya. Pak. Pasti mereka beli. tentu makin banyak ruangannya.200 meter. atau bahkan 1. Makin banyak kebutuhan listriknya. Belum terpolusi udaranya. Padahal. termasuk biayanya. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. Rumahmu ‘kan di Semarang.”Aku hanya berdua dengan istri. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja.”Lho. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Itu pun hanya sekali seminggu. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. Di hotel ‘kan ada AC-nya. ibumu tidak suka. makin banyak segala-galanya. Magelang. mereka bisa beli. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. tentu makin repot pemeliharaannya. atau setelah keliling ke Borobudur.. Termasuk sampah dari luar negeri. yang lebih besaran Pak rumahnya.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Nak?””Lagi pula. Selama dibangun.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. Prambanan.”Mbok. Makin banyak tanamannya. Jadi.” lanjut Pak Jek. makin banyak sampahnya. Jadi.html . Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. Pokoknya. Enak.

lebih dekat ke Malioboro. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. Pukul 07. Sekarang.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. seorang direktur perusahaan MNC. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.””Lho.”Pada acara di Gambir. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. Mereka tahu. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang. Jadi.Oleh karena itu.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.”Kalau begitu. dan mulai tinggal di situ..”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. ah.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Entah pertanda mengerti. memasukinya.html satu hotel di Yogya? Lagi pula.ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. Pak?””Mungkin saja.00 pagi. Namun.html . Oleh karena itu.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. di Gambir. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.processtext.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www.” ujar Pak Jek dengan kalem. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.. Santai saja. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.processtext. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir.”Nanti kapan. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. ia memberi penjelasan berikut. Pak Jek menepati janjinya. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima.””Bagaimana mungkin santai. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. Sekali berkata A. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. bagaimana mungkin. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. Pak.com/abclit. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”.. sudah jauh-jauh hari. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi. berarti tak ada tafsiran lain di luar A. dan juga atas biaya sendiri. lalu. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta.com/abclit.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor.”Para karyawan pun manggut-manggut.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.”Ya.

kok. Namun.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Menurut Pak Jek.html . Ada pula sendok garpu. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Pak. Tak usah dijemput. Tiba di Tugu pukul 16. Begitu bertemu dengan bantal.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. ia gampang terlelap. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. para karyawan pun menyalami Pak Jek. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. Namun. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Pak Jek juga tidak tahu. Pak Jek tidak mengorok. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Ada yang hanya memegang kedua bahunya.”Beberapa detik kemudian.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Pak Jek juga bisa terlena. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. tidak bisa muat banyak barang. Kursi di sebelahnya.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi.processtext. Ada yang menyalami dengan dua tangan. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Semarang. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata.00. dan kuli angkut. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek.”Secara bergiliran. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu.html penyerahan kado kepada saya. tusuk gigi. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Bagusnya.00.Beberapa saat kemudian. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api.”Hati-hati copet. menunggu di rumah baru. jika ditinggal sendirian. di mana saja. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. pengantar. Siapa tahu. dan sepotong tisu.Pak Jek membuka mata. termasuk kado dari kalian.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. Pak Jek ingin. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Lagi pula. Terima kasih. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya.Pak Jek memang gampang tertidur. Di rumah pun selalu begitu. Bandung. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. makan siang Pak. nomor 6B. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara.com/abclit. Lalu. Pak Jek langsung pulas.” kata pramugari. Stasiun Cirebon. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. Jadi. Sepotong paha ayam goreng yang keras. Namun.” ujar seseorang. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www. Ada yang memeluk Pak Jek. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. dan Stasiun Purwokerto.processtext. masih kosong. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Bertemu sofa empuk.”Pak. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. dari mikrofon terdengar pengumuman. Secuil nasi putih. Kapan saja.

Atau selera petinggi kereta api. Stasiun Kebumen.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.Namun. Pak.. Bereaksi sedikit pun tidak. penumpang itu tetap saja tak mau bangun.””Jangan-jangan sudah seda. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda..”Napasnya kok tidak terasa lagi.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. tangannya sudah dingin ’gitu kok.com/abclit. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.”Jakarta.Tak ada respons.Laki-laki itu tak juga bangun. Boleh jadi. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain. khususnya Jogja Ekspres.””Mari Bu saya bantu.”Coba kamu yang bangunkan. Stasiun Kutoarjo.”Sudah sampai.”Barangnya.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.””Bisa saya bantu. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.com/abclit. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Pak.””Angkat barang. Bu.””Barangnya saya bawa.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto..”Lha.””Jangan-jangan sakit jantung. Berarti Yogya sudah hampir tiba.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. Tinggal beberapa kilometer lagi.. Bu.”Pak..”Pak sudah sampai Yogya. Siapa nyana.. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu. dan Stasiun Sentolo.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.”Tukang sapu kedua coba membangunkan. Bantal menutupi mukanya. Lalu tiba pada kesimpulan... Pak.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.processtext. Anak-anak pun mulai ribut.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.”Para penumpang yang terhormat.html penumpang memang terbatas. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.processtext.””Kopernya saya bawa.html .Lantas.Sambil meluncur ke arah timur. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.”Keasyikan mungkin tidurnya. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.”Karena tak bereaksi sedikit pun.Setelah dicoba berulang kali. Bangun.Karena tak bereaksi juga. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Jangan sampai ada yang ketinggalan. bangun.

ABC Amber LIT Converter http://www. Semua menahan napas. Ruangan itu begitu sunyi. Semua tidak berani bergerak. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. ABC Amber LIT Converter http://www. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Luka dari segala maha luka. Sungai terbelah. Luka yang begitu perih. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas.html . Mereka hanya tahu Adjani luka. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Para fotografer. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. motor. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah.Adjani bersimbah peluh. laut ke laut dan benua ke benua.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Maka.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Adjani bersimbah peluh. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya.com/abclit. kuli tinta. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. siaran radio.processtext. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Tetapi. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Tetapi.processtext. langsung terbelah dua. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Bahkan. talk show. bahkan bajaj. rumah ke rumah. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. pada setiap headline koran-koran.Ketika Adjani berlari. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Adjani menahan luka. Waktu ia menyeberang jalan. sungai ke sungai. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup.com/abclit. Edisi 07/28/2002 ASMORO. majalah-majalah.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Luka yang begitu dalam. mobilmobil langsung berhenti. Adjani bersimbah peluh. siaran berita televisi. Tembok tinggi merendah. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. waktu kita hampir habis. Pelupuk matanya merapat. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Pipinya merah terbakar matahari.

walaupun terkesan tidak memaksa. di dalam ruangan itu tidak ada penonton.ABC Amber LIT Converter http://www. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Asmoro mabuk kepayang. Kadang sedap malam. Tetapi. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan.com/abclit. Awalnya ia tidak mempedulikan. Kadang melati. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Tetapi. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Barulah Asmoro sadar. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Pesawat televisi yang panas. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Irama musik sendu mendayu-dayu.processtext. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Kadang mawar. ketukan itu tidak juga berhenti. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Asmoro hanya mau menulis. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. ia berada di lantai ketujuh. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain.processtext. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. menceritakan dan membahas Adjani. Dan semakin ia menulis. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Ia tidak dapat berhenti menulis. Dan bau wangi yang samar-samar.html semua memuat.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Adjani yang bersimbah peluh. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Menyerang segenap jiwa Asmoro. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Tetapi. "Adjani bersimbah peluh. Kadang lili. sementara ketukan itu terus membahana. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan." bisik angin. Derap kaki Adjani yang teratur. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. Tetapi. kumbang. dan burung-burung gereja. Di tengah-tengah rasa putus asa. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani.com/abclit.ADJANI bersimbah peluh. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. kecuali Adjani bersimbah peluh. tidak ada apa-apa di sana. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul.html .

Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Jalanan macet total. Dan ia pun sangat tahu. gedung perkantoran. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Asmara. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon."ASMORO.Adjani bersimbah peluh.. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama.com/abclit. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. ia tidak akan berhenti.ABC Amber LIT Converter http://www. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Segala asumsi pun merebak. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja. Bulan bersinar temaram. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Dengus napasnya semakin dekat. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani.processtext. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang..processtext. berubah menjadi kesatuan orkestra besar.. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam.. Namun. Seorang reporter meliput. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki. "Bintang jatuh. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. restoran. Asmara. Ada gurita.. ikan pari. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Peluh itu tidak hanya asin. paus. Suara lembut denting piano tunggal. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. hanya untuk menyaksikan Adjani. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. terus berlari di bawah samudera. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja. Semua orang keluar dari rumah.html . burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. Asmoro tahu. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Suara orkestra semakin keras.Adjani bersimbah peluh. Adjani tahu. jadi ABC Amber LIT Converter http://www." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari.html makin tajam. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. waktu kita hampir habis. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. sebentar lagi tulisannya selesai. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Aktivitas di kota itu lumpuh. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Asmoro menunggu Adjani. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala.. Adjani hanya bergumam. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari.Adjani bersimbah peluh. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan.com/abclit. Dari sinar kemerahan itu. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa.

Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu.processtext....com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani menahan luka.Adjani bersimbah peluh. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. yaitu Adjani. Adjani bersimbah peluh. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Asmoro tidak dapat berhenti. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. ASMORO. satu tema di seluruh dunia. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik.html . Atau jangan-jangan orang kaya itu. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya.html mereka bisa berciuman sambil berlari. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. satu suara.Asmoro bersimbah peluh. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. Pelupuk matanya merapat.processtext. Adjani bersimbah peluh. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Atau orang kaya. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. waktu kita hampir habis. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam.Jakarta.Di kota itu. Tidak ada yang berani meliput. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. 21 April 2002. Tidak ada yang berani bertanya. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu.

Lalu ia angkat bicara. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. meniup serulingnya. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya.. dengan maksud menghindar."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis."Hey.com/abclit. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. Pernah suatu kali. Di izba yang reyot. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. dan Panikov.. Panikov hanya menjawab. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. Dulu." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela."Brak.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi."Panikov menaruh serulingnya. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong.ABC Amber LIT Converter http://www. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. Banyak pembunuhan. ayahnya tercinta. bermantel lusuh. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.html . yang ia kenal selama tiga puluh tahun.Sementara itu.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov.html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua.com/abclit."Di kota tak ada lagi ruang untukku.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. dikelilingi hutan. Semuanya terkesan halal di balik sejarah.processtext.processtext..Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. kota yang sudah dua kali berganti nama.. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. lima tahun yang lalu. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu.""Tapi.. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara.

Bila hari menjelang malam.processtext. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. Panikov tidak peduli..Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. kali ini tepat di samping telinganya. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. air matanya membeku akibat udara dingin malam.. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak.! Di sebelah timur desa ada api. serta tak lupa meniup serulingnya. dingin mencengkram kuat tubuhnya.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. "Oh.. Yang terdengar hanya bunyi seruling. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan.. giginya gemeretak. angin bergerak lebih lambat. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.! Itu api. Anna".html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. Anna berteriak lebih keras. tapi toh.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. lalu berteriak.. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa.. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. Ia enggan ikut bergabung. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. "Persetan!" gumamnya. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang.. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak... kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. Muka mereka pucat seperti hendak mati. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu.Saat ini. Panikov tak peduli.. lalu diam lagi. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. Panikov keluarlah. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. Panikov diseret. Seperti biasa.Ia menggigil. Di depan mereka.com/abclit. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.Tak ada sahutan. Anna langsung menghampiri Panikov.! Hey. sadarlah.."Api. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau....com/abclit.Yach Panikov ingat.. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. mengapa ayahnya ditembak. kota laknat! Aku rindu kalian.. "Oh. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya.!!!"Saat itu musim dingin.. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ia terus meniup dan meniup. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. tentara bajingan! Oh. malam ini terasa dingin lebih menggigit.html . ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. tentara bajingan! Oh. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. "Panikov. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Ia menangis. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku.. berteriak dan meniup seruling-nya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Panikov terus meniup serulingnya. Kata orang desa. diam dan hening. dan terus ia meniup... indah menakjubkan. namun tetap tak ada jawaban. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. bercanda dengan merpati-merpati. sebelum pingsan. Puluhan.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking."Dasar Takroni. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya.7 Tetapi. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. Madinah Munawarrah. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. *Hotel Sanabel Al Madina.Tetapi. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. Jadi. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. Jangan pernah masuk ke makam. Dia terjengkang. jauh sebelum menggapai pintu makam. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. camkan nasihatku."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu.7) Riyal:mata uang resmi Arab. Lalu segalanya menggelap. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini.Karena itu. masya Allah.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi.Dan Zubaedah.com/abclit. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. perempuan buta itu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. ABC Amber LIT Converter http://www.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad."Ya. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah.com/abclit. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah.html . tidak-tidak. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.html makam. Pegangan Zubaedah terlepas. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut. melambai-lambaikan sayap.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang.processtext.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. salat di masjid Nabawi. Anakku.

ia benar-benar jadi kehabisan alasan. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Mangku. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. Meski masih berusia belasan tahun. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. Luh. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Namun. Gianyar.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. "Ikat babinya. jangan salah paham. "Luh. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila.. "Kamu tentu masih ingat juga. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar.html . saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Bahkan. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. "Kasar dan kejam.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Meski telah kena sanksi adat.processtext. ayah Kroda. Wayan Kroda terdiam. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. menelepon lagi." pikirnya.html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas.com/abclit. siang hari menjemputnya kembali. Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www. saat sepupunya. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget.. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. Waktu itu tahun 1971. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat.. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Jadi." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Jangan dibiarkan liar begitu.""Sepanjang hidup. I Raneh..

Dendam Kroda. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Selain menghasut warga menentang Golkar. Tetapi. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi." ungkap I Kleteg. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Tetapi. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. Namun. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. berarti jalan buntu. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu.com/abclit. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Sejak tinggal di Jakarta.html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www. Karena tinggal jauh. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Padahal. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. Tetapi. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu.processtext. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Kalau toh diizinkan. dendam turunan. kita tidak akan mau pentas. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Sampai kini. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. termasuk Susila.html . Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Itu kebanggaan. Ini hanya dendam pribadi. SANKSI ini terlalu berat. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. karena ia bukan anggotanya. Ia tahu. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa.com/abclit. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Tetapi. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. seluruh keturunannya.

Ada sesak dalam dadanya. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Padahal. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu." kata petugas itu. Itu mutlak urusan keluargamu. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. "Bli. Ia berbaring di dekat ayahnya." ujar petugas lelaki itu. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. kalau menyangkut penemuan jenazah. Bahkan. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan.html di kota seperti Jakarta.com/abclit. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Sebagai orang yang lama merantau. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Ia tahu pasti. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Tetapi. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Tapi. bukan lagi urusan adat. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Bahkan. mintakan kepada seluruh warga. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. ini keputusan paruman adat. saya harap bisa bertemu Gubernur. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. "Jadi.. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu.html . bikin saja surat dulu. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Bukan.processtext. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. Ini soal penting dan sangat mendesak. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru." Wayan Kroda tak segera menyahut. Jangan datang lagi kepada saya.. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. niat itu ditepisnya. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Meski harus mengorbankan harga dirinya. "Dan. Wakil atau siapa sajalah. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu.processtext. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila.. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Kalau kamu mau sanksi itu diubah.""Ini soal jenazah! Jadi. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Bahkan.""Lebih baik berurusan dengan polisi.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. seseorang yang dituakan dalam adat. Paling tidak harus menunggu seminggu. "Tamu itu sangat penting."Sudah berapa kali pula saya katakan.com/abclit. Sebagai kelihan adat." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Jadi.

makin lama jenazah berada di rumah.html . Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah.. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda.. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali.com/abclit. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. Ayo semua berdoa.! Ayo duduk dan berdoa. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa.. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.com/abclit. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. "Tapi.. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Sewaktu kalian lelap.processtext." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang... Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair..ABC Amber LIT Converter http://www. mengapa masih bengong.processtext.ah. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap.." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.. Mereka ingin menuntut keadilan. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es.Ketika melewati pintu depan." kata seorang kerabat liannya. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. "Ia keberatan. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah.. aku diam-diam membuatnya. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.

yang datang dari luar dirinya. Tidak sekarang. Dia memang benar-benar lelah. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. datang pula mereka dalam urutan yang sama.com/abclit. Pagi tiba juga seperti biasa. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Jangan sekarang. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam.Waktu terus bergeser. Dia terus menerus menungguiku. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Saya sedang tidak menunggu Tuan. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera.""Tidak. Mencelupkan handuk kecil. Di bawah tabung."Dia tidak hiraukan aku. Perangkat medis itu. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi.com/abclit. Dia lelah. Meneteskan madu ke dalam mulutku. diiring doa sanak keluarga. Tuan. Saya sedang tidak menunggu Tuan. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang.""Tak ada waktu untuk menunda."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. Terlalu banyak yang membebaninya. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Ini takdirmu. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Banyak faktor yang dipikirkannya. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. masuk ke dalam urat nadi mereka. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Sekarang adalah saatnya bagimu. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Dia kurang tidur."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Datangnya waktu. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya."Aku datang!" kata suara itu. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Membuangnya ke kamar mandi. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Harusnya Tuan tak datang. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. di sisi tempat tidur. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu.""Tolonglah. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Aku sekarang adalah bayi itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. didorong ke bawah tempat tidur. setiap hari. Dia memang tegang. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. terbaring dalam rahim waktu.processtext. dari waktu ke waktu.html .html Sumber: Kompas. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas. Dia memang lelah. Menyuapiku.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Pintu dibuka. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter.processtext. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Pantat panci bergeser di lantai. Mengambil pispot. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Menyuruh mengeluarkan mobil. Menampungkannya. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Menampung muntah.

Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Ayolah mendekat.""Tetapi. Ketika aku meninggalkan kalian. Masuklah ke keabadian. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Abangmu. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Empat puluh tujuh tahun. Kau bekerja telah terlalu lama." kata ayah. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Mendekatlah. anakku. Kau lihat itu. Lihat. si penjaga malam itu.html . Rentang waktu yang panjang.html tangan sebagai awal pelepas rindu. anakku. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. 88 tahun. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. mengurus segala yang remeh temeh dunia. Kau sudah lelah. adikmu. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. anakku. Beristirahatlah sekarang. ibu. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Mari. Lupakan semuanya. Selamat datang. Lebih muda dari aku. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Terbang dari daun ke daun. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Tinggalkan semua itu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Kau sudah lelah. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Itulah penyebab penyakit ibu. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Kau sudah cukup lelah. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. di kebun tembakau itu. Sebelum mencapai usia sekolah. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu.Ayah menghentikan langkah ibu. Masih banyak yang harus kukerjakan. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Dia muda.com/abclit.com/abclit. tidak mereka cegah."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Hentikan omong kosong itu. Muhammad Saleh. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Angin malam yang dingin.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia.processtext. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Tidak sekarang.""Ketahuilah. Masih banyak yang belum kukerjakan. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. kau telah bekerja. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. menyibaknya."Aku mundur menjauh. Kita seperti burung pemakan ulat. Kemiskinan kita yang pahit. Ibu mendekat. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. si Choliq. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Angin malam yang lembab. Dia belum boleh menyerah. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. saya masih belum menuliskan semua itu. Anakku masih kecilkecil. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu.processtext."Tidak. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. Sudah tua. Tinggalkan kekacauan dunia."Biarkan dia. si Abdullah.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Akhirnya tiba juga saat itu. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Mari. siapa di sana? Ayahmu. kalian masih kecil-kecil.

processtext. Maka kau harus berusia sama seperti aku. temui istri dan anak-anakmu. Kita suka malam hari. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. Pulanglah. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Ayah adalah si penjaga malam itu. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Sepiring untuk anjing itu. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Ayah tahu semua itu. Kulempar kakinya.html . Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Pergi sana cari kehidupan. pengalih perhatian. saat nanti kau menemui kami. Ingat. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Jangan dipaksakan. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. Dalam banyak hal kau sama seperti aku."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. dengki dan tamak. mengorbankan damar untuk nyalanya. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Jangan hidup seperti lilin. Aku senang kalau dia tak pulang. Temui sahabat-sahabatmu. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. sementara kau mendongeng di atas kertas. Jauhi sumber fitnah. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Bila ada nasi. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Golongan para pendongeng.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Menemaniku di malam-malam dingin. Ayah membiarkanmu seperti itu.processtext. ke seberang jalan. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Kalau Tuhan berkenan. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter.com/abclit. Dia pulang pada jam-jam makan. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. delapan puluh delapan tahun. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. insya Allah. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Tak kuberi jalan untuk pulang. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Kau adalah si penghayal itu. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Kau harus seperti aku. Kuambil batu. setidaknya mendekati usia aku. Bermohonlah kepadaNya. Datang kepada kami. Kau sama seperti aku. Hidup bagaikan hadiah. Jendela. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya.com/abclit. Pergi sana. datang berlari mendekat kepada ayah. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu.ABC Amber LIT Converter http://www. Sejak kecil kau dekat denganku. berburu kancil dengan sebatang tombak. Kuhadang dia di tengah jalan. Duduk di dalam gelap. Penjaga malam di pajak. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. seekor kancil yang terluka. aku menimbunnya. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Jauhkan diri dari rasa iri. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www. ibu membaginya sepuluh piring.

melejit di dalamnya. coba lihat. semangka. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Tak ada atap penghalang langit." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Dia lihat aku. sapu lidi."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu.com/abclit. tapi tak begitu jelas. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Aku terbatuk. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. mengusir cahaya bulan. Aku tak tahu aku berada di mana. Tanganku meraba di bawah karung. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. kadang dia membuang sampah dapur. Bulan tergantung di sudutnya. Tapi tak kuasa."Bangun Bang. markisah. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. "Pergilah. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. dukuh." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Sesuatu bergeser di atas. aku naik dan merobah posisi tangga. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Aku melirik kepadanya.ABC Amber LIT Converter http://www."Siapa engkau?""Aku istrimu. sapu ijuk. Semua terasa masih melayang. menerobos langit-langit kelambu. berada di samping tempat aku terbaring. daun jendela itu terkuak."Bangunlah. Kau belum mau mati. menolongku masuk dan. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu.com/abclit. "Bangunlah.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. mengejar kami. tepat di dada. dan menguncinya dari dalam. Jangan lebih dari satu. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. cerpenis.html . Sebelum menutup gerbang fana. Tuan itu melepas pegangannya. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. sayur. menutupnya."Aku akan menjemputmu nanti. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. muncul di luar jendela.processtext. Jendela. Aku terus meraba. lalu lari ke pintu. Bulan tak ikut masuk.Dia berdiri di samping keranjang jeruk."Bangunlah. Diraihnya tanganku. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. Kulihat wanita itu. Ambillah sebutir. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Tak begitu jelas. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. salak dan mangga. Aku ingin sebutir jeruk. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Kami semakin jauh meninggalkannya. Kupaksa membuka mata."Malam dengan pancaran bulan penuh. Raba di mana jeruk itu tersimpan. sampai semuanya lenyap. buah. Jendela dia tutup. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. los tempat berjual ikan. seperti gelembung dalam pipa air. Penuh kristal cahaya. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. ayah mengambil sebutir jeruk. mendorong ujung tangga. pajak sayur. dia senyum kepadaku. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. pengalih perhatian.

Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Lihatlah. biar diberi umur oleh Allah. abangku. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Masih ada kesempatan untuk hidup. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Di kamar itu. Belum siap untuk mati. Kau yakinkan itu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu.html Nurwindasari. Kenedi Nurhan." Disingkirkannya benda yang terjulai. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Masing-masing ada pada takdirnya.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Jamal D. Titik Ws. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Kak Atie. Sarjono. yang menghalangi pandangannya padaku. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Lazuardi Adi Sage. Dosa-dosaku. Lihat di balik dinding kaca itu.processtext. Sapardi Djoko Damono. Itulah sebabnya kita berdoa. Di sana ada Haji Danarto. Galeb Husyen. Segala puji bagi Allah. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Kita semua tahu itu. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Lihatlah. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Tapi semua kita belum siap. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Agus R. Adri Darmadji Woko. Elanda Rosi DS. Sori Siregar. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Jantungmu telah berhenti berdetak.com/abclit. Ibuku. Martin Alaida. Rahman. adikku dan orang yang pernah dekat denganku.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu.""Bersyukurlah. Wisnu Murti Ardjo.ABC Amber LIT Converter http://www.""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www. Alhamdulillah. ayahku. Jantungmu kembali berdetak. Aku belum siap untuk mati. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Hilangkan rasa takutmu. Lukman Setiawan. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan."Di mana aku?""Di rumah sakit.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Aku datang kepada mereka. Kami telah kau bikin cemas.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Di jendela itu. kata dokter..""Aku takut. Abrar Siregar. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu.html . Lupakan semua itu. Mereka memberi semangat hidup kepadamu.""Aku takut.processtext. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Selalu begitu. Remi Novaris. Dada kiri dan kanan bersamaan. Syahnagra Ismail. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga.""Suatu hari semua kita akan pulang. Disambut sahabatsahabatku. Ibrahim Basalmah.com/abclit. Jangan terlampau dipikirkan.""Itu bukan mimpi. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal. Masa kritismu sudah lewat. Para sahabatmu.

apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya.processtext. melayani sopir-sopir bajaj.processtext. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. bisa boneka yang digerakkan tali. Untuk semua itu.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Begitulah Sukab. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. bercelana pendek. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. sebagai warisan masa lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. bisa boneka wayang golek. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. sehingga tidak mampu membeli potas. yang syukurlah semuanya makmur. dibinasakan. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup.Masih terbayang di depan matanya. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. boleh diburu. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.com/abclit. yakni Bahasa Indonesia. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. Dulu ia begitu miskin. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. ABC Amber LIT Converter http://www. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. dan namanya adalah Indonesia. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing.html . sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan.com/abclit. yang tidak beralas kaki. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Sukab tidak pernah peduli. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. dan dimakan. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca.

karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. menghilang ke bawah tenda. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. surat nikah apalagi. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. Ia berjalan. Itulah riwayat singkat Sukab. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. kehidupan Sukab masih terhormat. ia memperhatikan.processtext.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. Apabila kesempatan terbuka. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng.html ."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. Tidak ada cerita sehidup semati. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. lantas tinggal dilumpuhkan. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. hanya dengan beralaskan kertas koran. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. sampai ia menjadi pemburu anjing. "pertama.processtext. Tapi Sukab tidak pandang bulu. Tangkapan Sukab disukai. anjing tetaplah anjing. Ia tidak menggunakan potas. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal." kata istrinya. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. tapi juga dimandikan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya.Namun. diberi bantal untuk tidur. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. dan ia mengincar. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. kedua. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. mengincar anjing-anjing yang lengah." kata istrinya dahulu. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya.html menjadi pemburu anjing di Jakarta.com/abclit. Apa pun jenisnya.com/abclit. dari chihuahua sampai bulldog. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. Ketika musim PHK tiba. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. "Sukab."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan.ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu.

processtext. seperti upacara pengorbanan diri. begitu pikiran Sukab yang sederhana.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing."Ia perhatikan. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya.html Sukab. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah.ABC Amber LIT Converter http://www. Meski sudah tidak melacur. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang.processtext. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. biasa habis di lingkaran judi. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. seseorang berteriak kepadanya. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. Mereka dibawa pergi. Perempuan itu menangis. anak-anak berteriak mengejeknya."Ke mana?""Entahlah. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati.com/abclit. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi.com/abclit. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang.html ."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari." kata Sukab. Perasaan Sukab remuk redam. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. namun dari sinilah cerita baru dimulai.Betul juga. Begitu juga Sukab. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela.***SEPANJANG rel."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali. sehingga tidak punya cermin. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. "Aduhai anak-anakku."Mereka begitu miskin. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka.

com/abclit. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan.Setelah malam tiba. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.""Husssss. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa.. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. menangis. "mereka juga bisa menangkap saudara. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima.***"MEREKA membantai Sukab.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing."Hati-hati lewat sana.processtext. berbalik lagi. tapi hati dan otaknya masih manusia."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia..."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali."Yang bener aje. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu."Apa yang penting?""Esoknya. ketika matahari terbit.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng."Oh.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.html ."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir.. tapi petugas tibum. Mereka membawa segala macam senjata tajam."Lho." katanya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum.processtext... Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. dan para pendengar menahan nafas. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. itu tidak penting. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.." ujar tukang cerita itu.com/abclit. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. itu. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan." kata polisi itu. mereka bangkit dan menyalak-nyalak.""Tapi kita semua makan anjing. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. Bukan polisi yang mengangkut. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing.

ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman.Dan.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www. Susan. Selalu."Susan. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. dan gelepar angin di Bondi Beach.processtext. Sambil menenggak Red Wine. Hanya berdua.Teramat pelan." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan.Saat itu. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona." lenguh Susan pelan. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan.html anjing itu pulang ke rumah. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. Nigel Jamieson.com/abclit. seperti malam-malam penuh pasir.com/abclit. Januari 2002. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. Aku akan membakar wajahmu."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. kerang. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. ketam. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. Waktu itu.html . karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Susan.

siapa pun dirimu. Subali. aku juga akan jadi pejuang. Rose Bay. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. Saya tak peduli. "Sudahlah darling. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. Hentikan denting kecapimu. gereja. Sebagaimana malammalam sebelumnya. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. penyanyi jazz dari Betawi.Asal tahu. saat melantunkan New York New York. Dan. Fiona mengerti maksud Susan.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. Seperti kepada nenek moyangku. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. Dan aku? Aku. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. New South Wales 2029. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. selalu tampil menawan itu.processtext. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. Fiona! Kalau kita tinggal serumah.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. Akan aku tunjukkan kepada Howard." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. Aha. Dan.ABC Amber LIT Converter http://www. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. lenguh yang tak lenguh. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. selalu hanya untuk kedunguan mereka. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. Bukan untuk yang lain-lain. Dan cinta kami. selalu hanya untuk uang mereka. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. kita toh masih punya banyak acara.""Ya. adalah cucu Thancoupie."Ingat. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu."Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. saya akan melesat ke King Cross. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu.com/abclit."Aku kira.processtext. Fiona. atau Anoman sebagai pahlawan.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. Sambil terus menenggak Red Wine. Ya. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. bersama Susan. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka.html . Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri.com/abclit."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. Tetapi. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Well. sebagaimana dia.html rambut indah Fiona." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. sebagaimana Ki Manteb.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. Are You Girl Friend. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. menyamar sebagai penari bugil. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. ngiau yang tak ngiau. Lalu. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www. itu mencium kening. begitulah. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England."Dengar.

sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. malam itu.processtext. Bahkan.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. Dengan sigap. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta.Ya.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Fiona. di ujung jalan. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www. saat ditampar. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. Sayang. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. O. pub. Sejak itu."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. Sebelumnya.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Cuma sesaat. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. kamu terlalu banyak minum.com/abclit. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang.ABC Amber LIT Converter http://www.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka.Sejak itu."Untuk sementara. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya.Meski begitu.processtext. Tanpa sungkan-sungkan. Yang jelas pria itu berambut cepak. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith."Sudahlah.html . sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu.com/abclit. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu.Tetapi. O. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. rasa hampa penuh iblis. dan bar. atau Long Island. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. saya tahu. Karena itu. ke rumah indahnya. pria England yang tampan itu. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Kahlua Cream. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Tetapi cuma sesaat. Sayang. Fiona. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil.

dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu."Sudahlah. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. dan ribuan kera sialan itu.html ."Jangan terlalu menimbang-nimbang. Sebab. Kini. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah.. Sydney. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Kita akan bisa segera pentas bersama. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. Fiona.html mengubah kesucian cinta." Susan melenguh lagi. dan pikiran-pikiran saya. Fiona. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Susan."O. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. tarian.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. aku memang harus membunuhmu. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium..com/abclit. Tak ada denting kecapi. Seperti tahun-tahun lalu.com/abclit. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu.processtext."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Yang jelas. Di otaknya yang disusupi alkohol. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon.Tak ada jawaban. kau akan jadi ikan bakar.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Rahwana. Dan. selama menjadi mata-mata. lukisan."Ketahuilah. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. Akhirnya. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Aborigin. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Dan kobaran api itu.processtext. Maka. dentingkan kecapi Sundamu."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. dan Thancoupie bukanlah duniaku.

ABC Amber LIT Converter http://www. memburunya dengan cambuk."Kita harus menyelamatkan Ibu. dari celah pintu. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. kakak perempuannya. ramah. Pak Gendut menjadi sangat lembut. cantik. Terpuruk di sudut kamar. berdebar-debar. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. kembali duduk.com/abclit.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Ia mendekam di sudut kamarnya. Ditendanginya pintu itu. Meringis. Ira lebih tenang. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Bondas berdiri menganga. dipungutinya. masih dingin.html . Tersungkur.com/abclit.Menggigil di sudut kamar. Lengan perempuan itu tampak menawan. Digedornya dengan kepalan tangannya. Dia melihat Ira terjaga. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. Nyeri. telungkup."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. Ia berlari ke pintu kamar ibunya.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang.Ketika pintu terbentang. agak sayu. Terdiam. mendobrak pintu kamar ibunya. merasakan dadanya bergolak." bisik Bondas. Menggeliat. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. masih menyisakan kepedihannya. Bondas merasa terlindung kegelapan. bangkit lagi. Menggigil. dengan perasaan takut. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www. Tatapan lelaki itu. yang sebelumnya garang. Kokoh di depan hidungnya. mengendap-endap. Ia menandai. dan perutnya yang singset sedikit terbuka.processtext. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Dengan murka Pak Gendut memburunya."Terheran-heran. Mendengarkan rintihan ibunya. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Sesekali ia bangkit. Dipanjatnya pohon mangga itu. muda. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. turun dari becak. Buah mangga berceceran dari kaosnya. berpapasan dengan ibu Bondas. Punggungnya. membawa cambuk yang bergetar. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. Senyumnya menggoda. Tangannya terasa sakit. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Ingin sekali Bondas berlari. Bondas terbangun dari lelap tidur. Ia mendengar suara cambuk. diberikan pada ibu Bondas. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Ibunya tak beranjak dari kamar. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. Pagi masih gelap.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira.processtext. cuma bergolek saja di tempat tidurnya."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. berubah mesum. Alangkah kaget lelaki kecil itu. menyembulkan pusarnya.***TENGAH malam. Bondas berlari. Tetap saja pintu itu tertutup. itu cambuk Pak Gendut.Buruburu Bondas turun. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. berdandan menor. Dan sekilas. disusupkan ke balik kaosnya. Kakinya seperti patah.Dari lorong gang muncul ibu Bondas.

pemimpin rombongan yang paling tua umurnya.Tanpa menoleh. tak terurus.html . di rumah. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. mendera punggung. Bercanda. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. Meninggalkan rumah. anak laknat!" seru Pak Gendut. Pak Sukra. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu.***PADA malam yang menggetarkan. dan bergoyang. dan merasakan betapa pedihnya. menghardik Bondas.Dari dalam kamar. tanpa arah. Tak berani pulang.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. kusam.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. Tertawa-tawa.processtext. Kulit pipinya mengelupas.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. letih. menggeram. Tak berani bergerak. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Bondas terus berlari. Terasa pedih. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Ia tak tahu ke mana. perempuan muda. Terdiam sejenak. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Pak Gendut kehilangan lacak. Bondas belum sempat menghindar. Tatapan matanya mengatur. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. membawa cambuk. bergurat-gurat menghitam. Agak lama mereka berbincang-bincang. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda.html cambuk. Tak tersisa tenaga padanya. Dan Bondas yang lapar. kuda lumping dan cambuk. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Terus berlari. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. teramat pedih. mendengus.com/abclit. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi.Meski punggung terasa nyeri. Ira menjerit-jerit kesakitan. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Suaranya riang. Bondas berlari.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. berada di balik kegelapan. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. merasa Pak Gendut memburunya. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. Tapi Bondas terus berlari. Menahan nafasnya kuat-kuat. melecut wajah lelaki kecil itu.com/abclit. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. haus. Menjilatinya dengan liur berlelehan."Mau lari ke mana kau.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Cambuk di tangannya diayunkan. Ia tak berani beringsut. buruburu Bondas memungutnya. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Bondas mempertajam pendengarannya. mencampakkannya ke tanah. segera menghampiri Bondas. Takut.processtext. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang.***LAPAR. wajah garang Pak Gendut menyeruak.Berlari meninggalkan rumah. Memaki. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan.ABC Amber LIT Converter http://www. sesekali tersentak. Yang lain tiduran.nyeri sampai ke dalam dada. Pak Gendut terus tertawa-tawa. terasa tercabik-cabik. Pakaian mereka sudah aus. samar.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. terus saja berlari. Mereka meletakkan gamelan. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. ia terus berlari. Dia memilih diam.

html bungkusan nasinya. lentur. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. Menggelepar-gelepar. Anak-anak bersorak. Dengan takut. Menghirup air kembang. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan.com/abclit. memekik senang. dan segera ditabuh. Tanpa henti. bergetar. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. dan seirama dengan hentakan gendang. tar. dada dan punggung yang terbuka. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas.html . Pak Gendut mengerang beringas. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Menari dengan gerakan cepat.berjingkrak-jingkrak. Menggeliat-geliat kesakitan.processtext. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Anak-anak kecil berdatangan. bertubi-tubi. "Terus.Orang-orang terus berdatangan.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Meraih kuda lumping. seperangkat gamelan diletakkan. Lecutan cambuk berulang-ulang.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Gerakan tarian kian cepat. Menari. Gamelan bertalu-talu. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu. Menyusup-nyusup di antara para penari. terus. Anak-anak bersorak. seketika Bondas kesurupan.Di tanah lapang. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www. Pada saat menatap Pak Gendut. Tapi masih saja ia menari. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Dia bangkit dari ketakberdayaannya.com/abclit. tar. kian lama kian rapat. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu. merobek kulit muka. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. malu-malu.ABC Amber LIT Converter http://www. menggetarkan udara.processtext. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. melelehkan air mata. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Meloncat. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya.

Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Sejak kepergian ayahnya. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. ubi jalar. ibunya sudah menanak nasi. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. ayahnya hanyalah petani kecil. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. tetapi sebuah nasihat. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. Ia memberi resep obat generik. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah.html . meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. mau diapakan hasil tanaman itu. Ketika ia terbangun. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. Sulit sekali mencari obat di sana.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Seorang kawannya.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Ayahnya dijemput dari rumah. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. dan tidak pernah kembali. Bahkan. pasien selalu berdatangan. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. jarang antibiotik. membuat perawat yang membantunya agak bingung.Dokter Isman tidak memasang tarif.processtext. Setahunya. Pasienpasiennya banyak. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. dan subuh pulang kemudian kuliah.Subuh sekali. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.processtext. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit.html Sumber: Kompas. dengan kereta roda. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Ketika tamat dari SMP. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat".Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. Ia bukannya memberikan resep atau obat.com/abclit. ibunya mengelus-elus kepalanya. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai jauh malam. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. Ia tidak mengerti mengapa. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. "Tidurlah. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya.

Ia geleng-geleng kepala. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Di rumah pamannya ini. Namun. tertunduk. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Bila dada sesak. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. ia mendapat berita dari kampung halaman..Setelah beberapa hari pengu-buran.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. rasanya hampir mau ma-ti.Setelah sampai di rumah sakit. Ia pulang dengan murung. memandikan saudara sepupunya.html ."Dekatlah ke mari. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya.com/abclit. Nak. ia harus bekerja keras. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar.processtext.com/abclit. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. Nak.""Oh. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. Menghitung de-nyut jantungnya. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh." kata dokter Isman. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. Ia mengambil spesialisasi jantung. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Tapi anehnya. Dokter-dokter. isinya.processtext. kampung halamannya. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak." kata Isman terkejut. ia merasa amat terpukul. Ia merasa amat berdosa. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. yang satu dari akademi perawat. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. pulang. ibu rekannya. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. Nak. agar ia segera menikah. dan menangis terisak-isak. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. Sebagai dokter ahli jantung. tinggal dengan aku. Di seberang.Dua tahun kemudian. kalau ia tahu. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. ibunya dimasukkan ke ICU. Bu.. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Nak. yang bungsu dari akademi sekretaris. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. lalu pamit. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan." kata ibunya dengan suara pelahan. Kalau bisa. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. udara pegunungan agak segar. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. "Penyakit jantungku kumat. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Kalau bisa."Aku datang.ABC Amber LIT Converter http://www. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya.

Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. entah kapan. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. di ruang tunggu. dan sesudah itu.processtext. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. tetapi ia selalu menghindar." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. tidak boleh pulang sampai petang.com/abclit. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. juga dengan ipar-iparnya. sekitar bulan Maret. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan."Pesanku kepada kalian. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. salon itu banyak dikunjungi orang. Gilirannya.html .""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. "Ya. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. yang sewaktu-waktu berjualan berlian."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah.processtext. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Tetapi yang kami rasa. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. ia membiarkannya bertandang sendirian. Daripada hidup bengong di rumah. Ia kenal betul gambar itu. Kami ingat itu. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. mendorongnya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka. Jantungnya berdebar-debar. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah.Setahun kemudian. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. dengan syarat. menurut pengakuan suami korban. Menurut pihak kepolisian.com/abclit."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. Gambar yang terpampang di samping berita.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Adiknya yang perawat. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. Bang.Bulan berikutnya. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Ia tidak menjawab. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. ia membuka pintu gerbang.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Semuanya diam tidak mampu berbicara.

html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. Namanya Tanesia.processtext. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak.ABC Amber LIT Converter http://www. Perawat memapahnya. Dagunya lunglai."Tenanglah. menyuruhnya duduk. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Ia terkena serangan jantung. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. Tuhan."Istri dokter Isman jatuh pingsan.processtext. Ia ada di kamar.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. meski ia tersenyum. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. dokter! Ooohhh. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok.com/abclit. Pelahan ia berkata. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku.. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. "Dokter Isman sudah tiada. Meski ia tertawa. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.html .Para tetangga mengurut dada. ia menjeritjerit. toloooong. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Tentu aku tidak perlu menjawab. Ketika ia siuman. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga.. atau orang kita sendiri semua sama saja. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.""Oh. Bu. (Ia jatuh pingsan lagi).com/abclit.

processtext. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. luruh ke seluruh hatinya. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. Jika malam tiba. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Tanpa gairah maupun penolakan."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Kuta sudah jam satu pagi. Beberapa saat ia menunggu respons. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Tidak ada masalah di kota asalnya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya.com/abclit. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www. tapi aku tetap diam saja.. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Ia menganggap itu sebagai respons. Hanya untuk berdua. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. tapi aku sengaja diam saja. malam dengan rembulan. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Mulanya ia menolak. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu.processtext. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia menunggu respons.html tempat kami bertemu. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya.com/abclit..html . Berdasarkan ceritanya. Tanesia takluk. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun.

Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Satu orang laki-laki. dua orang. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Kasihan.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Meski tidak seindah dulu. orang kita sendiri. memabukkan. Semua berakhir pada tempat yang sama. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga.ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula.html . Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup.processtext. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Pipinya memerah kembali seperti sediakala. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas.processtext. semua sama saja. apa bedanya? Orang asing. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. lalu pergi. atau tiga. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun.com/abclit. dari sekian lama mati. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya.com/abclit. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya.

tidak ada perlunya bertanya. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. terlalu biasa. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Suaranya sungguh menggoda. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel.html . Metafornya kurang dalam. Tanpa berani bertanya. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Blues bubar setengah jam yang lalu.com/abclit. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.ABC Amber LIT Converter http://www.html ekspresiku."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Tapi bahwa.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya.Sudah jam tiga pagi. Namanya Tanesia. Mungkin dia benar. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya.processtext. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Kali ini pernyataannya mulai cengeng.com/abclit. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi.

Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. dan ia mulai melupakan si burung.processtext. pemusik tua itu membuka kotak biolanya.ABC Amber LIT Converter http://www. terjaga di kamarnya. sebagian besar bulunya telah beruban. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung.html terletak di Moskwa. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin.. Si burung masuk sibuk dengan makanannya.Sore berikutnya. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. pada saat-saat ini. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. Lama ia makan. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. Di sore lain. sebelum berangkat ke bulevar. mungkin setengah jam penuh.Fajar tidak segera menyingsing. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. ABC Amber LIT Converter http://www. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. dalam kegelapan. Sudah lewat lima hari. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau.processtext. dan bersiap pulang untuk beristirahat.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. Dengan menaiki tangga-tangga itu. Setelah makan. orang-orang yang lewat. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. Pasti. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu.com/abclit. ia berhenti meremukkan roti.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. yang ditiup angin kencang. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. karena ia memiliki otak yang sangat besar. lalu sedikit berputar sekitar kotak. sambil memainkan musik dengan biolanya. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. mereka semua terdiam menanti permainan musik.com/abclit. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. Saat itu di antara angin dan salju. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. telah hinggap seekor burung gereja. Burung itu tampaknya sudah tua. sibuk dengan makanannya. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Sore itu cuaca tenang. Sementara kaca jendela masih malam. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. Pak Tua. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin.html .Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Violis tua. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Akhirnya si burung gereja keluar. salju sudah mulai berguguran.

Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. Di sini bahkan salju pun tak ada.processtext. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. KuraABC Amber LIT Converter http://www.. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. Ia pergi ke sana berjalan kaki. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.ABC Amber LIT Converter http://www.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang.Hidup bersama seekor kura-kura.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. seperti musik. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. seperti manusia. Sepi. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. sebab badai akan datang. Salju yang jatuh. dan badai satu saat berhenti.html . keras oleh kekuatannya yang menyatu. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. Dengan susah payah. Walau begitu.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin.processtext..Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. cuma angin bersih telanjang. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung.com/abclit. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.com/abclit. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. Lebih dalam ia menggali lubang di salju.

di sebuah jalan kecil di Moskwa. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. dan di balik jendela.processtext. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. dengan cara mengkeratkan badannya. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. dari arah musim semi. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.processtext.com/abclit. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. Kemudian tampak seperti biasa saja. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. malam yang hening masih berlalu.com/abclit. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. berhembus dari selatan.Sang burung juga tidur malam itu. Pada bulan Maret. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. seperti kita melewati masa pensiun. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. kadang biji kacang. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. melesat dengan satu sayap. dinding kamar bergetar: angin. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. karena paruhnya seperti menyangga badai. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. seandainya burung itu masih hidup.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak hanya kenyang. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. yang keras seperti batu. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. ia masih hidup. dan itu cukup baginya. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. mungkin. Pak Tua kembali terlelap.html . karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. Kotak biola seperti dulu. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola.

Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu.. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. apakah ia mati suri atau mati benar. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. matanya tertutup."Baiklah. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik..html . "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya.Burung itu mungkin sudah mati.processtext. dan keabadian. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji.Setelah menghabiskan tehnya. Tak tahu.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. kematian. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet... Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www. pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam." pikir Pak Tua.processtext. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. "Hidup.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. bahwa pernah ada di dunia. Jatuh sendiri ia dari langit.com/abclit.com/abclit." katanya. belilah burung kami ini. supaya tidak menggencet burung itu. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua.Sesaat Pak Tua tertidur. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. tapi segera terbangun. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya.html kepada pemusik itu:"Paman. Pak Tua menaruhnya di sakunya.

Di tengah rumah. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Bila dijawab. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Bukan juga anak. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. saudara. Hanya ingin berkomunikasi. Antara realita dan alam maya. Entah siapa pun dia.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Bukan teman sehobi di lapangan golf.processtext. siapa pun mereka. Di lapangan. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini.com/abclit. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Ia juga bosan kriminal.processtext.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Meski kabinet pemerintahan. Sekretaris. Padahal. Bukan teman kencan di diskotik. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. ia tertantang.+ Hai. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. Luar biasa. Bukan teman kantor. Lama ia terperangah. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. bajingan! Dengar nggak. orangtua.Bagai kapal kini. Antara keisengan dan kesungguhan. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan.com/abclit. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa.html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Di mana-mana. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar.html . Bagai burung. Di pasar. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. dibiarkan bebas berkeliaran. baru saja diumumkan. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Ia hanya iseng. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Antara ya dan tiada. istri. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat.ABC Amber LIT Converter http://www. Antara sadar dan bermimpi. Karenanya. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. Ia merasa tertantang.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Matanya jadi berkedip-kedip. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. kantor atau lapangan golf. ia butuh seseorang.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Antara ingin menjawab dan takjub. Jadi berkaca-kaca. 25 tahun. Sungguh. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Dari kawasan off-shore. Je! Perempuan. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Ya.

ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Namanya juga iseng. Sepekan menunggu.com/abclit.html . + Aku sudah perkenalkan diri. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Tak ada lagi kata-kata baru.Hari-harinya jadi kosong seketika. aku tahu. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya.. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. ya?Ya. ia jadi ragu. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. janganjangan Je itu seorang laki-laki.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka.. kamu kemana aja?+ Capek aku. Je tak membalas emailnya. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Sungguh. aku sudah bilang. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang..processtext.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Sekarang. Tak ada lagi Je di situ. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Bisa jadi. Tanpa direncanakan.. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. barangkali itulah jodohnya.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Tanpa direkayasa. Dalam hatinya. Lebih lagi. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. berlesung pipit. aku mau ngobrol aja. ia jadi kelelahan juga.processtext. Je bisa muncul barang sejenak. Ya. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. Sungguh.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Tapi di belahan hatinya yang lain. layar komputer itu telah kosong... Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu..html lampu pijar di kegelapan.. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Dan seketika ia jadi benci Je. sebuah mail muncul di deretan inbox. Ia berharap. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. ia hanya bisa memakimaki Je.. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Sebulan berlalu.Siang benderang. Aku mengembara ke dalam benakmu. ya..com/abclit. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Ia menatap kosong ke layar maya. Aku keliru. Hai. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. ia jadi ragu juga.. Darahnya terkesiap. Tapi kamu?Ya. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Apa maumu sekarang?Ya. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik. Artinya. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Saat terjaga beberapa saat kemudian.. siapa pun. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. tapi buntu.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu.OK..ABC Amber LIT Converter http://www. Aku sudah mulai. Apalagi.. manja dan sedikit centil. Ia membuka mail itu segera. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan.

html . Ya. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Aku tiba-tiba ingin. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.+ Lha. Lelaki bila ada maunya. Sebagai lelaki. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Yang pertama. dia digombalkan seorang perempuan-ah. mandi dengan shower. Aku merasakan getaranmu. bisa macam-macam.. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai. Dan. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Di layar maya itu. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian.Sehari kemudian. edan kamu. Keduanya saling mendekat. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah.com/abclit. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. Begitu penasaran. kamu begitu marah. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Je selalu berubah ekspresi. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Ia berdebar-debar.Di layar maya itu. gitu. Tapi bagai angin. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Kadang marah menyebalkan.Kalau betul kamu perempuan. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Hebatnya lagi. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman.. Ah.. Je tak berbohong.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum.. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya.processtext. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Kapan-kapan kukirim potretku. berpelukan dan berciuman. ya.Setiap pagi. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. Je memang cantik. gagal karena terserang virus yang hebat. Begitu membenciku. Aku jadi rindu kamu. Bisa gombal. Aku tahu. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. Rambutnya tergerai diditup angin sakal.com/abclit. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. Kadang ia tertawa manis. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Kadang Je tertidur pulas. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai.+ Selamat pagi.processtext. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. tapi tak kunjung berhasil.Di atas sosok Je itu. nggak. keduanya saling bersentuhan. aku rindu kamu. manis. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya.Ia terhenyak seketika. gombal kamu. Sinting.ABC Amber LIT Converter http://www..Aku jadi penasaran.Je. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. tentu sosok Je akan semakin jelas.+ Ah. Semakin lama ia tatap wajah Je. Ia ingin berpelukan.+ OK deh.html Aku bermain-main di pelupuk matamu. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi.. berangkat kerja. ciuman dan menyalurkan birahinya. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Aku hanya ragu.

Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. jawab aku kapan pun kamu mau. Lama layar komputer itu kosong.com/abclit.. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi.com/abclit. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. Keduanya saling menikmati. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Ia merasa heran dan takjub. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja.processtext. nggak juga. Ia jadi penasaran. Ah.! Aku juga. jawaban yang diterimanya: undelivery. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu.html punggung keduanya. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. ia mematikan komputernya. Antara mimpi dan nyata.Begitu tersadar. Kok bisa? Kamu berhalusinasi.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je." Sesudahnya. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Keduanya semakin birahi. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu. adegan itu terulang lagi. bisiknya lirih. Ia betul-betul miskin data. sayang. kali?Ah. Ia segera kirim mail buat Je. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. kapan-kapan. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.. sedikit pun tak menarik baginya.Je tak menjawab.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Ia terbius oleh Je. Aku berharap. Ia meringis kesakitan. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Je..html . Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Tunggu dulu. bukan tak terpikirkan.Je.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu.processtext. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.Ia jadi nekad. Setiap ia mengirim mail buat Je. Ia terkesima. ia cepatcepat mengetik di keyboard. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. Busyet.

aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. Dalam pembagian ulayat. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya.. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Urat-urat lehernya menegang." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Mak. Wajahnya memerah menahan kemarahan." "Buuuk. Upik menarik napas panjang. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. sungai kecil itu adalah batasnya.com/abclit. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. "Uda tidak usah ikut ribut. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Bola matanya mencorong tajam... "Dia manakiak5. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia.processtext. Harta dapat dicari. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta.html Sumber: Kompas. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www. Kapan perlu.otomatis ikut tegang. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. ***"BAGAIMANA.com/abclit. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh." Bujang Sami menarik nafas pendek. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. pendek betul pikiran wa'ang4.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. "Alaa.html . Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks.. Pik.processtext. Mak." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Kemudian meneguk kopi manis. saat aden1 masih di situ. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. bukan begitu." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami hanya segan beradu pendapat. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita.

dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. tak ada salahnya bersiap-siap. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. ***SEBELUM benar-benar senja. Suasana mendadak hening. mereka membantah. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. "Begini Tungganai. "Itu sudah kami jelaskan. Datuk. Menjelang jam sembilan malam. "Katanya. Di situlah keruh akan dijernihkan." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. "Bertemu pantang dielakkan. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka.. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Di sanalah kusut akan diselesaikan. "Baiknya bagaimana. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin." Pidin langsung pada pokok persoalan. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. "Hati-hati. "Apaah rombongan Uda. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. pada hari yang telah ditentukan.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. "Untuk apa lagi. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. Sebelum berangkat. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. Datuk?" sergah Mak Kimin. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka.processtext. Da. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak.com/abclit. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. "Sebaliknya. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. Dan. musuh jangan dicari. Upik Sida menekur. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Kemudian dimintanya Pidin. "Tenang dulu. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Datuk?" sela Mak Kimin. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www." suara paraunya mengandung wibawa. Dan bersikeras menyodorkan peraturan." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam." jawab Pidin.. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. "Belum tentu. setelah sedikit basa-basi. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. Tapi. Tapi." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati." dialihkan topik pembicaraan.. Dan. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. Bujang Sami berdehem.com/abclit. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan.processtext.. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.

" Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita.ABC Amber LIT Converter http://www." Patih Sati berdehem keras. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. Bujang Sami lebih gelisah.. mengingat Pidin belum juga datang..com/abclit. lebih keras. dia adalah kemenakan Pidin. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali.. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai.processtext. Namun. Makanya. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. Kedua rombongan tentu saling menunggu.. Lalu Patih Sati menggantikan ujar.com/abclit..html telah disepakati. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. "Jika itu persoalannya.. pekan lalu. waktu itu dia sengaja mengikuti. "Kami belum bisa memastikan. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www.. kami minta maaf. Lobai. Patih Sati gelisah. "Lanjutkanlah. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Juga Lencun.processtext. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Kiri dan. Mengingat perangai kawannya itu. kami berharap. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. terdengar bernada miring. Padahal. karena teringat silsilah Kaum Patopang. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan.. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Mak Kimin lebih gelisah. Bergegas pulang. Tapi. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita." pinta Patih Sati.html . Cuma. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. Bahkan. berarti keterangan Pidin berat sebelah. walau berumur lebih muda.

Ah. Tapi. masih terus berbagi degup jantung. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. Permukaannya yang mengkilap. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel.Sudahlah. katamu melerai perasaanku. Membersitkan kebanggaan. Membanding-banding. Kemarin. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. senangnya mengamat-amati KTP ini. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang.Aku mengenakan pakaian terbaik. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Cukup. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu.html . Dan itu adalah juga aku.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali.ABC Amber LIT Converter http://www. anakku yang terkecil. terutama di penjara wanita Pelatungan. lebih dua puluh tahun yang lampau.processtext. yang buat kompos pun tak berguna. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Ya. Terlahir sebagai Yahudi.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Umurku tujuh-puluh dua. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. mengapa memendam rasa aku tak kuasa.com/abclit. yang selalu ingin menyusu di dadaku. Rasanya. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu.com/abclit. aku dan anakku. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. maka dia telah kujalani dengan sempurna. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita.processtext. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. Hanya karena aku seorang istri. Tetapi. Kalau kuingat-ingat. Lupakahlah. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. seorang istri. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Sedangkan kami. dan dibalut plastik mengkilap itu. keterangan diri yang mungil. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. menjaga nyawa. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. Bisa kubayangkan. mengambil kartu tanda pendudukku. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan.

Masih kuingat. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal.processtext.processtext.com/abclit. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Memang. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. Tapi. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. mematikan. menulis editorial di koran yang dia pimpin.html . aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. sehingga dia harus dilenyapkan. Tetapi. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Bukan mesin tik tua. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Mesin kejayaan manusia yang baru. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. Hanya karena aku seorang istri. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Cuma meminjamkan peniti. Masih kuingat. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. harus menderita. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. eks tahanan politik. Duduk sambil merenda... Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Dan istrinya.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Sesungguhnya. Dan buatku. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Padahal aku hanyalah seorang istri. Aku hanya tidak tertarik.com/abclit. Juga anak-anakku. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Hak bergerak bebas.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Tetapi. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. namaku ditulis dengan ejaan yang benar. mereka tidak percaya. Terkadang. Lihatlah. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. anak-anaknya yang masih merah. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan.

dan terang sebiru laut. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini.com/abclit. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. Bisa. Membisu seribu laut. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung. walaupun ada. tersingkir. Mas Awang bisa membuka bengkel. Aku tahu hatinya luka. Gong sudah ditalu..processtext. tetapi juga malu.. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. sangat terluka. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. Tanganku tak lepas dari KTP.html . Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. jauh di dalam hatinya.Aku terpaku.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Karena Presiden Republik yang sekarang ini.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Kini." tanya Tatiana. Siksa itu harus diakhiri... Aku tidak hanya kaget. Aku sambut tangannya. memegangi dengkulku. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia anakku yang paling bungsu. Wajahnya yang licin bersih. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. membelenggu. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku."Sedang apa.html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman. Tapi.Aku cuma diam. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Dengan berbuat begitu. Aku tahu. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. begitu murni. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. begitu membebaskan.. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia.processtext."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata.. Tak berkata barang sepenggal.. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. yang ditebarkan KTP itu. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku.ABC Amber LIT Converter http://www.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini.com/abclit." Tatiana seperti meratap. Meskipun tidak dia ucapkan. diri kami.. Sesuatu yang percuma.. dia cuma diam. Jari-jari tangannya memagari bibirnya."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. bisa. Bu?. Dia tetap berlutut. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam.. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. hidup kami. Mulutnya agak ternganga. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Begitulah caranya membujuk hatiku.

"Kita bangga ya Pa. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. "Papa. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. saat pemakaman eyang.com/abclit. lebaran nanti tidak ada Eyang. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Kepercayaanku timpas sudah. Pasti tidak enak ya Pa. Tetapi. Malang. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Aku tak bisa menunggu.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Di antara isak tangisnya. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Dari keenam saudaraku.. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Sementara aku sendiri.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua.ABC Amber LIT Converter http://www. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku.html Aku tahu. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). Sejak saat itu.processtext. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. Takkan. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. cuma akulah yang sarjana. Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. Eyang itu baik ya Pa.. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku).com/abclit. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Tapi. Sesungguhnya.html . Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. anak-anakku. Di sisi lain. pukul satu malam. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. berusia 78 tahun. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. aku tak menyesal. sup buntut. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Kalau tidak.processtext." Bungsu menimpali. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. aku tahu.

Di sisi lain." Lantas Bungsuku bilang. "Le. pinter. Lama-lama. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. pohon kelapa. hubungan kekerabatan mereka dekat). aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Sedang aku sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tahu betul perasaan Ibu. LANTAS. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. aku takut Ninil akan tertawa. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Perjalanan kami masih separuh lagi. Kabar terakhir dari Ninil. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini.processtext.html turunan putri raja. Ada orang yang menjual minuman di sana. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. "Saya lapar. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya.com/abclit. Dan sekalipun bukan dijodohkan. Pa. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. Eyang sudah mulai membaik. sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya). sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. aku ingin membeli teko di Malang. dan turunannya priayi. Aku tahu. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Kalau panen tebu kita baik. Kita kan wong ndeso. Jadi. tetap seperti bayangan anak-anak. Namun. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). jadi pasti cantik ya Pa. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. Ini sedikit melegakan. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Dan Mama kan sudah bilang tadi." Kami masih mencari-cari restoran. atas meninggalnya Eyang. Oleh karena itu. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Namun. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. Orangnya cantik. capai.html . Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Sulungku berkata. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. pada awal pernikahan. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. aku tahu. (Mbaknya Ninil. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. "San. Tetapi. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. menikah dengan Tomo. aku mengajak mereka makan. Namun. Oleh karena itu. piyama. wajah seorang yang kacau." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya." Ya. Ya. pada awal pernikahan sampai sekarang. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. Aku takut anakanakku jatuh sakit. Di rumah kami sendiri. Peristiwa ini begitu mendadak. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion.processtext. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). mereka sama-sama dokter. Semua sudah datang. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. Tante Yus yang di Australia.com/abclit. ada gunung.

Ninil berbisik padaku. ibuku tidak pernah berulang tahun. om-omku. Ya. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Tetapi. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. "Ya Mas. ada restoran yang buka di sana." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. kita bisa makan di mobil kan. Dan Bungsu mengusulkan. karena wajah saya seperti putri-putri. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain. dengan semangat cinta. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. rasanya kok tidak sampai-sampai. Papa lagi emosional. Sekarang sudah meninggal. Setelah makan roti.com/abclit. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. aku sayang kamu. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang. "Ya Pa. kedua orangtuaku meninggal. "Papa memang sayang. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. "Dik Santoso. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. Jadinya. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. Sulungku berkata. bilang kepadaku berulang-ulang." Aku merasa lega. jangan peduli dengan sikap tante-tante. rupa kita mirip tante-tante. waktu lebaran yang lewat. "Pa." Jawaban itu memuaskan putriku. Kita suka mencium Eyang. "Maaf ya. "Santoso. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. ya Mas. Saya masih ingat.html . Mama kan sama Papa pacaran." Putri sulungku memotong. Dia tidak butuh itu. Tetapi waktu itu. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. Aku juga tahu. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Tentu saja Mama memilih Papa. Kamu tahu sendiri kan. kan mantan pacar." Sesungguhnya.com/abclit. aku cuma bisa bilang. jatuh cinta ya Pa. Papa sayang sama Eyang." "Ya tentu. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Kalau dengan pesawat. Papa kan juga sayang sama Eyang." Kedua putriku melihatku dengan tercengang." Aku ketakutan. Aku tidak tahu.processtext. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. "Pa. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. "Kalau ada roti. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. Lantas. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Eyang bilang. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. Nduk." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. dia juga mencintaimu. kan? Eyang selalu wangi." "Kita coba saja. kita beli sajalah Pa.processtext. baru besok kita bisa berangkat. Saya takut kalau service restoran itu lambat. mereka kelihatan tidur kembali. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Itu kan untung ya Pa." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku.ABC Amber LIT Converter http://www. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah. ketika kedua putriku tersenyum. air mineral. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal." Ninil tertawa mendengarkan itu. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. "Maksudnya begini lho Pa. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. Tentu saja. Eyang senang sekali.

html . 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. "Le.com/abclit. Hatinya dirundung kecemasan. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman." Lalu manakah yang lebih benar. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. Selama ini kalau aku bisa jujur. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai." Setelah upacara penguburan selesai. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau.processtext.com/abclit. Matahari sudah lama tenggelam. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Ia memijit nomor satu nol tiga. Yang ada cuma satu. Namun. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. nol menit. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu." Malang. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. cinta-Nya kepada kita. Juga jam lima petang. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. kita tidak perlu lagi saling membenci. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. Terdengar suara operator dari seberang. aku berpikir. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. dan dua puluh tiga detik. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. kupeluk istri dan anak-anakku. Baru jam lima petang. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. aku merasa dia berbicara seperti ini. langit begitu hitam.html seperti orangtuanya sendiri. kita seharusnya saling memaafkan. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le.

Karena waktu yang berjalan. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. pipi. Membeli hadiah Natal. Menyusui. jawaban dari mereka adalah sama. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. ketiak. Kala itu. jam lima petang. Melamun. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Bercinta malam hari. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. dan dirinya berubah menjadi abu. Rekreasi. dada. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. yaitu jam lima petang. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. mulut. Menanti pujian dengan rasa berdebar. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. leher. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. ABC Amber LIT Converter http://www. ulang tahun dan hari kasih sayang. raga. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Menatap matahari terbenam. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. sebuah sarana.ABC Amber LIT Converter http://www. dan jam lima lewat tujuh. mobil sedannya berubah jadi labu. Mengiris wortel. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. punggung. Menghapus air mata yang menitik. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. vagina. Ngeceng di Plaza Senayan.com/abclit.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Bercinta dengan rasa. Pergi ke dokter. berarti ia akan kehilangan waktu. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya.processtext. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. hampir abadi. hidung. Membuka album foto yang berdebu. tangan. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. payudara. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. Berdoa di dalam kegelapan. kaki. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. hati. nenek dan leluhur. Memarahi pembantu.com/abclit. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. mata. kakek. jam lima lewat tiga. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali.html . Sementara banyak yang sudah terlupakan. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. waktu adalah pelengkap. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Mengantar anak ke sekolah. Bercinta berdasarkan sistem kalender.processtext. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. Membaca stensilan. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Menelepon teman-teman. jantung. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Memandikan bayi.

sepuluh. Mengalahkan Michael Jordan. Makan rambutan. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Diculik UFO. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Imajinasinya buntu. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. cakrawala harapan. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. seratus. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Membuat raganya beku. Kaki anjing pincang sebelah. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Lidahnya kelu. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. sepuluh ribu. Suara alarm itu.html berdebar. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Baca komik Petualangan Tintin. samudera getar. merasa terancam atau bersyukur. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. seribu. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Satu.com/abclit. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu.com/abclit. masa kini dan masa depan. lonceng tanda masuk sekolah. Nonton Cirque du Soleil.processtext. Bungy jumping. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh.processtext. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Hatinya membatu. Awan berbentuk mutiara. Suara kokok ayam jantan. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. Arung jeram. Menelan biji durian. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Suara alarm itu. Suara alarm itu. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. semua orang tidak mau ketinggalan. semar atau gajah. berdetak keras memekakkan telinganya. Minum sirup markisa. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak.html . adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. seratus ribu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Kelopak bunga mulai merekah.ABC Amber LIT Converter http://www. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Merebut suami Victoria Beckham. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Kicau burung. ia hanya tidak sadar. Bertinju dengan Moehammad Ali. Suara alarm itu.

Tidak belanja perhiasan. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. kucing.. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan... dan dirinya berubah jadi abu. Seragam sekolah yang luntur. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi...ABC Amber LIT Converter http://www. babi. Masih ada saja yang tidak sempurna... Memberi makan ikan. Tapi Nayla selalu terlambat. Tidak nongkrong bersama teman-teman.... mobil sedannya berubah jadi labu. Nayla ingin menunda kematian. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.*** ABC Amber LIT Converter http://www.. Buah dada yang mulai mengendur. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Terlalu banyak pemborosan.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. penguin. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. sarapan dan seragam. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Padi menguning di sawah.. Vagina yang tidak lagi lentur.. untuk memperpanjang perjalanan.. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Ia ingin memelihara anjing. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan... Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar... Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. ***NAYLA ingin menunda waktu. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Sarang laba-laba di atas plafon.. Waktu.. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar.. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat.. Burung bercinta di atas rumah. Kurang perhatian.. Waktu. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar.processtext.html lebur dengan tanah.. Kurang waktu.. Kurang becus mengatur keuangan.com/abclit. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. Ketika. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah.com/abclit. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Tidak pergi ke klab malam.processtext. Waktu. Waktu..html . Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar.. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Semangatnya bergetar. Sejak saat itu. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Dan masih saja ada yang kurang. ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan. Kurang peka. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman..

Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar. Bang. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk."Kau coba dulu jeruk sini. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang." x"Wah.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus".processtext. karena lurus saja sepanjang lima km.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Ayo kita terus. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Sebelah kiri jalan. lalu berhenti di depan sebuah dangau. dan rasakan manisnya.com/abclit. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Mobil bergerak pula. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.processtext. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun." Din melekatkan kaca mata hitam. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu.html . Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng.

""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. dengan yang sekarang juga dua."Berapa hari di sini?" tanya si istri. dan potlot pendek. Jika ia menumbuk padi dan menampi. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Si suami bertopi pandan. Bukit Tinggi. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Suaminya penjahit."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Aku respek padanya. Persis seperti buntil Gyugun. Mereka membalik. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Kaca mata hitamnya dilekatkan. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. Jika ia merasa diperhatikan. ia akan bilang. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman. Itulah jalan menuju desaku."Ini Bang Tamrin." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. dan mulutnya yang melengkung indah. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Bapaknya seniman. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. buntilnya juga berisi sepatu lars. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali."Besok kembali. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. menunjuk.Din mengajak ikut pulang ke desa. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi.html menawar. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. Sekali aku pulang kehujanan.processtext.com/abclit. "Di sana ada jalan ke dalam. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. bingkai pintu serta jendela dicat merah. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Aku sering datang ke rumahnya. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah. Sidempuan. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. persis seperti buntil laskar Gyugun. Dia pintar pidato. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk.processtext.html . dan Medan. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. senter. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu.com/abclit. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Ia berteriak. buku notes.ABC Amber LIT Converter http://www.

masih yang dulu. "Sedang di sini rupanya beliau. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. yaitu perca. dan uban memutih di sana-sini.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang.html . Kata Ibu. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. nangka. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet.com/abclit.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. dan ketika melihat Din mereka melambai.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman. Din bilang kami akan balik besok pagi. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Tampak kasar jemari ayah. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Kejai adalah sejenis beringin. tampaknya seperti dapat firasat. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. sebagian besar sudah aku baca. Aku memeluknya rapat-rapat. dan menyalami orang-orang." kata mereka. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. Mak Panto adalah adik Ibu. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Kain sarung disampirkan di bahu. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. sayang ia tidak kemana-mana. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Ayah sedang bekerja di sawah. Kami makan berempat di meja dapur. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Ketika jadi juga merdeka. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah.com/abclit. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Ketika baru diajak makan. dan salak. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan.processtext. Ayah punya banyak buku dan majalah. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang.Aku kembali ke depan. Sebelum para. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Labai. Sesewaktu mobil ditepikan. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Pohon sirsak. kami turun. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Ayah pulang dari sawah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD.processtext.

Beda sekali dengan kebun para. matanya berkaca-kaca. Kebun para itu tampak sudah pada tua. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. dan buahnya bergelantungan. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu." katanya.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan." kata Din. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Tapi mereka tidak punya biaya. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. lantai dan dinding dari papan. istri.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Meski umurnya enam tahun lebih tua. atau ringkanang ke hutan. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Di hilir tadi. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. apalagi jadi kaya. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. main domino di lepau. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. kebanyakan petani karet dapat uang banyak.com/abclit. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Kurangkul dia. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar."Ini Tam datang.html . Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma.ABC Amber LIT Converter http://www. Jaga durian waktu malam. ia tertegun menatapku. Apalagi di musim kupon karet dibuka. Buru-buru tikar dibentangkan. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Setelah menyalam Din dan Ayah.com/abclit. Mak! Ayah kami juga ikut. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. istri mamak. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Uci. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Tapi kelapa sawit. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Kami pun menyalami dia. Badannya besar dan tinggi. kubilang tak usah. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang.processtext. Kasihan kebun para itu.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya.processtext. lalu dibawa duduk di ujung tikar. dan atapnya seng. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. Lalu kami pamit. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. ABC Amber LIT Converter http://www. karena sedang sekolah. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. Rumahnya bertiang tinggi. dan Mamak diberi baju bersih. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. berkulit kuning seperti Ibu. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Ia tidak berbaju. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. duku. dan mencari buah manggis. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak.

Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan.processtext. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Inilah jenis durian yang berdaging tebal."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. kuning. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. janganlah ikutikutan terburu dengan Din.com/abclit. ia juga terkejut dan agak tersipu. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Kami pun makan durian. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Ayah diam saja."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. dan lezat. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Ia menepuki punggungku. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Aku terkejut. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan.*** Jl Kembang Setaman.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rumah besar di hilir dijual. Semua anaknya tinggal di hilir. sisiran klemis. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa.processtext. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Istrinya datang dan menyalami pula.html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki." kata Din. dan mendesah lebar di lembah. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www. lalu melekatkan kaca mata hitam. ia selalu menambahnya beberapa rupiah.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Aku menyalami.com/abclit. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. dan bicara riang. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat.000. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. badannya kutarik lalu kupeluk. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok.html ."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang.

Namun. bukan bahasa pergaulan. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. rasaABC Amber LIT Converter http://www. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing." kata istri dalam arisan ibu-ibu. saya tidak tinggal di Perumnas. "Alhamdulillah.com/abclit. Tetapi. Daripada menyewa berpindah-pindah. tidak suka membuang-buang. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. saya tidak tinggal di situ.html . 'protes. Walhasil. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. dinding bata dan semen sungguhan." Bagi para tetangga rumah bertingkat. tinggal satu lampu 10 Watt. Tetangga sekitar. Orang hidup itu harus tenggang rasa. Bikin kulit gatalgatal. dan atap asbes gelombang. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. "Alhamdulillah. atau "kami tinggal di kandang ayam". kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). dan pagar merah dari batu laut." Bagi orang yang masih menyewa. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. "Alhamdulillah. lama-lama keluhan datang juga. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. kata anaknya menurut pembantu. sangat kaya.processtext. SETELAH dua tahunan. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor.com/abclit. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas." Begitulah. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. melik-melik di kamar utama. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. Bagi orang gedongan katakan. dan menuntut' itu bahasa politik. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal. dan rasanan. Suami tidak rapat RT. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu.html Sumber: Kompas. "kami tinggal di peternakan manusia". Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Lebih dari itu. menurut pembantu. genteng tanah nomor satu dari Gombong. Kata anaknya. memang banyak yang bisa membangun-bangun. omong kesana-kemari. Seperti diketahui. Tertutuplah. itu adalah kemauan anaknya. lho. mereka juga hemat waktu. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua.processtext. Rumah dan tanah berukuran 36/80. rumah kami sederhana saja. lantai keramik. Artinya. Kami sangat senang mendapat rumah." Bagi penghuni Perumnas yang lain. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. "Kita harus hidup rukun. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". usuk kayu Kalimantan. "kami tinggal di kaleng sarden". Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. begitulah gaya hidup orang Belanda. rumah bertingkat itu membuat masalah. Meskipun. "Bulunya itu. istri tidak arisan. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. termasuk kami. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. "Alhamdulillah. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. Kata mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. Rumahnya ditingkat. tidak ada teguran. demonstrasi. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Tetapi tidak ada protes.

bulu kuduk mereka berdiri. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain." "Ada anjing?" "Tidak. Siapa tahu mereka lebih diridhai. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya.processtext. dan lari tunggang-langgang. Singkatnya. Diulang.. Diulang. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. karena praktis melibatkan seluruh RT. keluar juga jujurnya. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'." jelas suami. seperti waktu di rumah.." balas Ketua RT." katanya. Harganya diturunkan. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. Tidak juga laku. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. Dokter menanyakan. Namun. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Mereka mau naik haji.html . ya Bapak-Ibu. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter." "Jangan begitu. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. Diturunkan. Ditinggal haji. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. ya'.ABC Amber LIT Converter http://www." kata suami mewakili keluarga." Lalu dilakukan tes suntik. Sindiran yang agak tegas. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Disuruh dia mengingat-ingat. Ha? Benar! Menurut mereka. tapi mbok yaa ingat tetangga'. di luar prinsipnya." kami berdoa. "Maafkan kesalahan kami." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. dan bulunya suka beterbangan. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www. seperti 'pelihara anjing boleh. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Kami saling berpelukan. ada perkembangan baru. Semuanya lewat pembantu. Atau yang lebih thok-leh. Mula-mula mereka heran. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya.html rumangsa. mereka tidak kembali ke Perumnas. Maka kami senang. "Ya. Untuk apa tinggal di Perumnas. Maka. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house.com/abclit.processtext. Rapat RT memutuskan. Namun. Ujungnya. Mesti orang berpikir. 'Ini. semoga. Amin. Belum sempat Ketua RT bertindak. Setelah sampai rumah. "Itulah.com/abclit. "Amin. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. Kami tahu banyak salah. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. "Semoga jadi haji mabrur. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. tentu. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. sepulang haji. itulah.00. nol-nol. "Ya. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. saya bilang pada istri. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. lalu Siskamling diajukan pukul 19. rumah itu gelap. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. tanggap sasmita.00 sebab mereka ketakutan.00. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT." CERITA ini yang lebih penting. Tuhan! Baca sendiri'. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Logikanya begini." "Semoga dapat hidayah.. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu." "Amin." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak.

Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Rapat RT lagi. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. misalnya. Penjual curiga. Jadi. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Nama jalan itu terserah. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Meskipun demikian. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Wedang ronde yang panas itu dilahap. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. meninggalkan gerobak dagangan. tanpa debat berkepanjangan. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Tukang ronde yang malang itu kontan lari.com/abclit. Anak kami menitipkan anaknya. Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. Alasannya. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak." Maka RT mengadakan rapat. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Jin itu bertambah nekat. Al-Falaq. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Tetapi tidak ada perubahan. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Dan. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong.processtext. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. setan ora doyan. Nama diserahkan pada RT. tapi menggantung di udara." Pasar Kembang adalah nama tempat.ABC Amber LIT Converter http://www. asal jangan menyarankan makanan jin. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang.processtext. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. yang tidak menyakitkan hati orang. Maka datanglah orang pintar itu. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. sejenis lulur. Tentu saja. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. digantung di temboknya. Itu dianggap yang terbaik. "Nama jalan jangan Kembang Setaman.html waktu yang belum ditentukan. tukang ronde lapor Ketua RT. Bunga Setaman itu makanan jin. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin.html . sama-sama segannya untuk berkata tidak. kumpulan cerita). ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Orang pintar itu datang. menggaya). "Lho. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak." Setelah ck-ck dia membuat saran. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. karangan. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. kok keluarga besar. "Mereka sudah satu suku.com/abclit. Suatu malam ada penjual ronde lewat. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Tetapi. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. Mereka memborong ronde. dasar orang Jawa. mengganti nama jalan. warna-warni bunga sejenis (artikel. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. ada adik-adik dari kedua belah pihak. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Lain dengan kami. RT langsung mengadakan rapat darurat. dan An-Naas. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Setelah dihitung.

" "Lalu enaknya apa. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Malu-lah RT kami. suara air terjun. Mmm. Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Dua. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Itu jin voiyeur. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. "Lha. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. Biar jin-jin kepanasan! Biar. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Maka. "Inilah hasil maksimalnya. Keesokan sorenya kami gotong-royong. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun.html orang pintar. dan bijaksana. Jin terbuat dari api. Tiga. ini biangnya. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. pandai ilmu dalam. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta. Kami berpikir keras. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang.com/abclit. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. nyanyi dangdut. Tapi kami keliru. Tertutup sudah. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Mereka akan ketakutan dan lari. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. mereka tidak boleh mengganggu orang. Tidak ada jalan lain. Jangan Kembang Desa. Kami menemukannya juga. Satu.processtext. Tetapi. ya. Prosedur yang dulu dipakai lagi. tidak ada bakmi duk-duk sreng.com/abclit. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Ia pulang bersama orang pintar itu. pintar ilmu hukum. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. suara klenengan. bayi menangis. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. mereka merasa kembali ke asal. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Lho! Iya saja. Jalan buntu. gadis. sama sekali tidak ada bunga.html . "Kembang desa?" Primadona desa. yang iseng. kembang yang tidak berarti bunga." "Nah.processtext. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. tidak ada sate te-satte. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Benar jin tua." kata advokat itu. Harapan kami sama seperti dulu. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. suara anak-anak bermain. "Kita buang saja kata kembang. Terpilih nama Kembang Desa. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. dan anak-anak menghilang. Api akan membakar mereka. bagaimana kalau dikromokan." "Jangan." "Pakai kembang. Menurut mereka yang sensitif. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. dan yang duda akan datang. Tidak ada ronde teng-teng. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. ada jalan. mereka kehausan! Tetapi tidak. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Setelah melihat papan nama katanya. Jin yang thukmis (suka wanita). kita ganti dengan yang baru. Ia duduk berdzikir di teras rumah. Kami turunkan papan nama. Mereka akan kecelik. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya.

sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib.html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas.processtext. bila mati. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Ya. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja. Meski sesungguhnya pula. mungkin pula tidak menunggu. tanpa bahasa puji-sanjung. di atas rumah pondok yang sederhana. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. bila sakit. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Tak apa. Konon. dengan tinggal di ladang. dan entah sejak kapan tepatnya. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. pekerja tambang. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai. lebam-membiru bagai tersengat.html . tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. menunggu. ah. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat.Duh. itupun jarang bermalam. Pohon apa yang ia panjat. sekaligus merawat ladang kenangan. perempuan yang jatuh dari pohon. penuh dengung.com/abclit. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. masyaallah!). matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya. Yang ada hanya kepahitan. aku tercengang dan merinding. berubah menjadi sarang lebah. tak sedikit pun madu menetes dari situ. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. Merantau. mereka biarkan lapuk telantar. Setidaknya. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan.ABC Amber LIT Converter http://www. laki semua. Tiga orang kakak Hindun. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah. anak lelaki. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu. sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. Dan setiap telinga yang kena berita. menetes-netes dari bahasa kutukan. satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. Seperti Hindun dan ibunya. sakitnya tak akan diobati.processtext.com/abclit. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini.

dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana.processtext. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh. dari sekian banyak larangan. Tak terpikirkan. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya.. tapi usiamu. Memang akan ada saja alasannya. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup. Konon. celeng. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. Tak jarang ia cekikik. bahkan bisa gila. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang. Dikeping dan diikat. Misal. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman.processtext. bila kami bertemu di pasar. sekalian menjaga makam ayahku." bisikku usil. entah mengapa. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal.html membeli. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping. urusan makan beres. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. "Biarlah kami tinggal di ladang. bentukan alam pebukitan yang bergelombang. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). ia memang sangat mencintai ayahnya. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Apalagi. Anehnya. di dalam kampung. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin. nangka. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya. Kutahu. harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai." kata-nya jujur. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Tapi bila musimnya. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa. ia lumayan cerdik. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. rambutnya berombak-panjang. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. Asal ada beras. meski sedikit.. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya. Hindun. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Anehnya. merawat tanaman yang masih tersisa. beruang. ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. Ibunya tak bisa mencegah. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya.. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Maklum mata bujangan. begitulah. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur.. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar.. kera. Bukan di pondok ladang. jauh dari rezeki. tak boleh duduk di depan pintu. tapi juga entah mengapa. senyum dikulum pasti lebih manis. ketika hidup.html ." maka ia pun tertawa sesukanya. seperti tak bakal dapat laki.com/abclit. Maklum. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan.ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan jangan ketawa cekikik. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik.. Begitu banyak ramburambu tanda larangan. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. itu pesan yang tak boleh diremehkan. Di samping tentu. meski tak dituliskan. "Niatmu sih baik.com/abclit. membuka mulutnya agak lebar. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik.. yang datang malah bisa macam-macam. hidungnya yang bangir. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah.

melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah. Tapi. meski tak harus melanggar. apalagi kalau rambutnya basah. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman. Begitu. Juga saat musim buah tiba.html .processtext. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga. Namun. Kami akan berteriak dari ketinggian. yakni petang Kamis malam Jumat. pantangan itu masih lumayan adil.com/abclit. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar.ABC Amber LIT Converter http://www. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk. Namun. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. tak seda dipandang. semisal dalam urusan berpergian. mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. tidak hanya buat perempuan. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan. kupu-kupu pertanda tamu. jawab yang lain menghibur. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. sampai-sampai harus ke halaman. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa. Artinya. dengarlah. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. petak umpet atau lompat tali. bila perempuan larut berdandan. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. Yang jelas. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut. Tentu. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www. Benarkah? Entah. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa. Yang jelas. begitu adat kami mengajari.. soal etiket.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak. Atau. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. Begitulah. kami yang laki-laki masih lebih beruntung. bukan itu alasannya. Bukan. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit.com/abclit. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut. ada kapalnya enggak. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi. menerka-nerka yang tampak. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami.. rimbun dan rindang. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja. bahkan danau pun tidak. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar.. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari.. Jangan berjalan di hari Selasa. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. sebab Selasa hari api. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu.processtext. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. bagaimanapun juga. mereka memilih hari selain Selasa. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. Inilah hari baik penuh berkat. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon.. Sedari kecil. Anak-anak pun tak ketinggalan. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini.. Tampaknya. membuat kami begitu berhati-hati. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak.

tapi tak berbuah. Tentu. di antara batu-batu di tepian. Hati-hati kakinya berpijak. Bahkan dengan pandangan. tapi tak bergetah saat ditakik. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. hanya daunnya yang mirip. para perantau yang lama tak pulang. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). Tapi. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya.html pengumpul buah yang kami petik. Begitulah. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. Saat-saat memuntir sisa buah. hanya batangnya yang serupa. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. di semak-semak tepi jalan. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang. Maka. dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. menggelinding di lereng bukit. bahkan untuk sebuah larangan. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. dedaunan. tergores akar atau jelatang. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. ya. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. dilobangi tupai atau kera. Dikatakan begitu. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas. tersangkut di akar. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun).ABC Amber LIT Converter http://www. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan. atau pengembala ternak yang kemalaman. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. mencari buah yang masih menggantung.com/abclit. sigap tangannya mencari dahan berpegang. tentu tak bakal ada yang berani menebang. Bila memandang dari jauh. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. begitulah. para pencari damar yang tersesat di hutan.com/abclit.html . Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat.. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. O. Pokok pohon itu teramat kukuh. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Dikatakan pohon damar. mata Hindun masih saja penuh keinginan. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu.processtext. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. Dikatakan pohon Barangan. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca. Matanya awas mengamati setiap cabang. Hindun. dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan.processtext. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat.. Andai saja ia ditebang. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. lereng bukit itu bakal kosong. tampak seakan terlindung pohon itu. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar.

Hanya aku. mendekat saja tak ada yang berani. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Bahkan mungkin lebih. Hak tetua suku. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau. mati. Baunya busuk. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. Dan ia.com/abclit. ia datangi pohon itu. gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. tapi menyaksikan. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar.. Hanya madu lebah yang masih mahal. Milik tetua. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Hindun tak peduli. Lengkap sudah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan. kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. perempuan yang jatuh dari pohon itu.processtext.html . meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Tanpa sepengetahuan ibunya. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. ayah dan saudara laki-lakinya. Rumahlebah Yogyakarta.processtext. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Dan seperti kubayangkan. Tentang dendam. Hari Selasa. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. seorang perempuan. Perempuan-perempuan.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. ia ceritakan segala padaku. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. Seakan tak berujung. Dan terjatuh. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Di surau kecil itu.. Aku bergegas turun dari bukit. Juga aku. Aku yang dulu hanya penerima kabar. Pohon keramat. bernanah. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar). tentang lautan.. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar.com/abclit.. cengkeh mati bujang. Kecuali mungkin. lembah. Semuanya. sambil menunggu putusnya harapan. membawa kabar itu ke tengah kampung. Bokongnya remuk. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Hindun. Tapi selalu terbentur soal hak. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. nekad. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Kubayangkan. Bukan si puak.html menebang. Sebentar saja. sekaligus melunaskan dendam! Ya. kampung memang teramat gempar. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. dan tak seorang pun berani menjenguk. dan aku pun tak berkata soal itu.

processtext. Konon. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. melihat nenek-moyangnya.com/abclit. di mana udara panas menggulung.Nurhayati. kamu sekolahnya paling tinggi. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. akhir-akhir ini. yang bisa keliling dunia. Pikirannya terpotong. dia selalu mengimpikan. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). nasehat ini sering diucapkan. teman sekuliah dulu. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. Hamdani. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. sebagai sebuah proses "menjadi". Sebetulnya. karena mereka membelot dari Belanda. Khotijah. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. tampak dari jauh. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. terletak di Lolohan Timur.processtext. Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. kali ini. tertawa-tawa." Nurhayati mengangguk cepat. tidak yakin. itu tidak menambah apa pun. untuk mendinginkan tubuh. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. Kita kan pengurus. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. "Rapat untuk organisasi sosial kita. adalah pelarian dari Armada Bugis. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Itu memang mimpi remaja. akan datang seorang laki-laki.html . Nurhayati berpikir. Sementara itu. bagaimana. Hasil diskusi. ikut menggulung layar pada saat badai. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. Namun. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. Beratap genting Palembang berwarna gading. lebih sering bermimpi. ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan lupa kau datang lebiha awal. waktu remaja dulu. Sepertinya. bertempat di masjid. yang kepala dusun di sini: apakah betul. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. yang datang pada tahun 1653-1655. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. Kau sering terlambat. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. ketika lautan tanpa badai. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. waktunya selepas sembahyang isya. Sesungguhnya. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). melantunkan syair-syair. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu." Yah. Dia tahu. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. dari tengah lautan.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. Padahal. atau hanya untuk membunuh waktunya.com/abclit.

" "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). dia tidak tahu lagi. teman terakhirnya yang masih bujangan. Padahal. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Aneh.com/abclit. "Nur. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya." "Aku bisa menggantikannya. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www. bisa jadi bapaknya tidak setuju. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Ada apa sih? Sebagai perempuan. Tapi suatu ketika. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan.com/abclit.processtext. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. Di sisi lain. Kadang. Namun. beberapa turis domestik. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. ***PAGI ini. Kemarin. Dia melihat ke panggung rumahnya. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. Sementara itu. Sambil menyusuri tepi laut ini. Tidak seperti engkau. "Kau bukan dari jurusan keguruan. bapaknya tidak pernah ingin menjual). bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang.ABC Amber LIT Converter http://www. tempat bermainnya di masa kecil. Apalagi. Di situ. aku mendengar kabar. kami menemukan sesuatu. Dan setelah beberapa kali bertemu. Karena. kau tahu kan. Nur. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. akan menikah dalam bulan ini. Namun. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. Dia membiaskan hal itu dengan mudah." Khotijah melihatnya. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang." "Nur. Khotijah. yaitu menjadi ibu. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. aku mau sederhana saja. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. seharusnya engkau jadi penyair. Buat mereka. mungkin Mbak Mila setuju. honor guru TK di sana sangat kecil. Khotijah bercerita. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. melainkan ibadah setiap manusia. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga.processtext." Nurhayati cuma diam saja. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia.html Nurhayati. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. Dia mengatupkan bibirnya. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Mereka berpikir. Beserta beberapa anak muda. camat dan bupati. semakin kena abrasi dari lautan. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. cobalah.html . beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. kemarin malam. tanpa sekolah. mengajaknya ngobrol. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). Namun." Nurhayati diam saja. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. Benar juga kata teman-teman. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman.

tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. setelah itu. kau akan menjadi ibu dan istri. Di saat-saat seperti itu. Karena begitulah norma. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Sekali lagi. "Aku tidak tahu. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Karena rumah panggung itu. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Dia mulai berpikir. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Sementara itu. Dan rumah tinggal mereka. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. ***KALI ini. sepulang dari mengajar. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya.processtext. dan diriset oleh Budiman. akan selesai. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. aku tidak bisa menjadi ketua. Dan penelitian itu.html disebut cinta. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Kau masih ingatkan. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu.processtext. tidak banyak waktu untuk organisasi. Sambil belajar. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu.com/abclit. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. mengatakan kegembiraannya. sebagai istri. Namun. Khotijah memegang tangannya. Keluarganya dan keluarga Hamdani. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. dalam beberapa hari ini. Namun. Budiman berkata. Ini berarti." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. dia ikut mencarikan datanya). sekalipun tak banyak juga waktuku. setelah ini. Akhirnya. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang." Nurhayati membatin. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Rasanya semua sudah hampir selesai. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. Nurhayati tak akan risau lagi. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Banyak orang memberi selamat. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. Inikah sebuah penindasan! Namun. "Tentu saja. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. (Sesungguhnya. yang peneliti. kalau bercermin. air matanya mengalir. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. kalau organisasi kita telantar. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. Nurhayati menyusuri pantai.ABC Amber LIT Converter http://www. Koran-koran lokal memuat fotonya.html . Dan tak seorangpun yang tahu. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. Tapi sayang sekali. (dengan bahagia. Seperti nenek-moyangnya. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana.com/abclit. di sebuah perumahan BTN! Malang. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. aku mau menggantikan jabatanmu. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Di pantai ini. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. "Nur. Hamdani lewat surat. Di luar dugaannya. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. apakah pernikahan itu perlu. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. yang keluar dari bibirnya. adalah bagian dari dirimu sendiri.

menanti seekor buaya mengapung. namun masih menampakkan kekokohannya. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. si tukang cerita itu. Dia selalu membawa senapan ke sungai. mereka meninggalkan tanggul sungai. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Berburu buaya. Memandangi jalan di depan rumahnya. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. Terus menggelepar. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya. Buaya itu tak segera mati. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. menyelam. menuturkan kisah masa gadisnya. Sungai menjadi amis bau darah buaya.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. Seseorang berseru. Nenek duduk di lantai papan. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan.com/abclit.processtext.processtext.***LELAKI itu masih muda. Lama dia menyusuri tanggul sungai. Melihat buaya yang terus berkecipak. di ruang tamu. tampan.html . orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.com/abclit. gadis-gadis terpekik. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. bermain lumpur dan lumut sampai siang. tinggal nenek. anak-anak itu termangu-mangu di tebing. dan melepaskan tembakan. Di ambang pintu yang terbentang. "Kaulah buayanya!"Berlarian. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. yang menuju sebuah sungai besar. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. dia duduk menghadapi fajar.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi.Nenek. Di lantai dua. menyemburkan darah searus dengan air sungai.ABC Amber LIT Converter http://www. berteriak-teriak. Berderak-derak. memandang ke arah permukaan air. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. di lantai dua. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. tertawa-tawa. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Anakanak itu mengelilingi Nenek. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan.Saat ia melepaskan tembakan. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www.

Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www. dengan bibir yang jontor.Si gadis berambut panjang tak menyahut. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. malu-malu. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan.com/abclit. Dua tungku panas itu padam. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai.processtext. dan ingin bertemu. Menyeret buaya ke darat. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. Tercengang. Wajahnya mengeras. Orang-orang terus berkerumun. Ditutupnya kembali jendela kamar. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. dari jarak dekat."He. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Terpana. Orang-orang akan kehilangan tontonan. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. dengan kaki pengkor. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. Matanya meradang. Gadis berambut panjang itu mengerling."Gadis berambut panjang merasa terhina. Ia ingin turun dari rumah panggung. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. dalam penantian yang memualkan.com/abclit. akan lahir dengan mata juling. Dia murka. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Kehilangan kekaguman.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. Tengadah. mengajak berbincangbincang. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai."O.ABC Amber LIT Converter http://www. mencibir. Ditinggalkannya tepi sungai itu."Di kamar melulu. hingga terasa kegelapan menyekap. Ia tak begitu jelas mendengar."Nah."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. dan luput dari perhatian.Lelaki pengkor.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. berjalan tertatihtatih. setengah hati.processtext. Mengembangkan senyumnya. Mencari-cari wajah gadis itu.Tangga rumah panggung itu berderak-derak.***DI rumah panggung. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. Kelak. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Mati."Hai.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. gadis berambut panjang. mendekati lelaki pembawa senapan. yang berjalan dengan terseok-seok.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. seorang gadis dengan rambut tergerai."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. berang. membosankan!"Tak ada sahutan. Kehilangan kengerian. Mengulitinya. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai.html . Lelaki pengkor itu ingin disapa. Begitu asyiknya mereka. anakmu yang kedua. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. membaur di antara orang yang berkerumun. melongok ke bawah. diam-diam. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak.html mati. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. sambil bergumam. dia berhenti.Dia cuma membidik. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Tapi.

Berenang.""Mereka di mana. Rambutnya panjang."O. Kadang membujuk. Bergerak menuruni anak tangga. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Sopan."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. memutih. Mencebur ke dalamnya. berlarian ke sungai. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. berhenti bergurau. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. tertatih-tatih.html mengguncang dada perempuan berambut panjang. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. meninggalkan sungai. Tak disangkanya. mencabik-cabik tubuhnya. Tertawa-tawa. lelaki pembawa senapan itu melamarnya.html .""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi.ABC Amber LIT Converter http://www. semua buaya sudah ditembak mati. dan merasakan kekecewaan. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja." sahut Nenek. lelaki dan perempuan.""Di mana ia tinggal?""Di sini. Anak-anak bersorak ketakutan. Saling dorong. Terdengar ketukan pintu. melewati rumah-rumah panggung. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. tak terurus. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya.com/abclit. Nek?""Masih. Mereka menghambur ke jalan. Berjejalan. Hati-hati. berkedip-kedip. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Kakinya pengkor. Berjingkat bangkit. Ibu muncul belakangan. Matanya kelabu.""Ooo.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. terpikat pada cerita Nenek. Berkali-kali.processtext. hingga dia berani mandi di kali."Anak-anak terpana. tidak. Neneklah orangnya. Bermain-main air.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan.""Lalu.com/abclit."Tentu. saat ia dengar. Berkecipak. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. Bertabrakan.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. Wajah Nenek tampak sedih.Mendadak anak-anak berhenti bermain. menyambar pakaian mereka.Negara-Pandana Merdeka.processtext. memandangi Nenek. Nek?""Merantau. Tak yakin hatinya. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. Berdebar-debar."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. punggung ABC Amber LIT Converter http://www. yang gagah dan lucu. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Dia menyangka."Anak-anak itu bersorak. agak lamban. Mereka hidup bahagia.

com/abclit. minggu ini. ke Viborskaya. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. ia mencambuk kudanya. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda..Kuda betinanya juga memutih dan bergeming.html . Anak saya meninggal. dan selanjutnya tidak.com/abclit.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda.. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. Mereka tentunya tahu hal itu..ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar." terdengar oleh Iona.... sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya... dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda. sang kusir. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang.. kecuali hanya desisan. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Tiga orang laki-laki. "Kusir. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. ABC Amber LIT Converter http://www. Tumpukan salju telah menimbuninya. Si kuda betina menggerakkan leher. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. Sang opsir duduk di kursi penumpang. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir.. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. pundak dan topi-topi. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona... anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. dua jam. telah lama memutih karenanya. harga yang tidak seimbang. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup..html kuda. dia mirip permen jahe. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. "Kusir.processtext. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah. Tetapi harga tidak menjadi masalah. Iona mendecak. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan.. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. Iona Potapov. "Ah.. mau kemana kau. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir.processtext. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Dua puluh kopek." "Hmmm.... Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. Sesaat. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.. "Hai. dua di antaranya tinggi dan kurus.. "Ada apa?" tanya sang Opsir..." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. Satu jam berlalu. "Kami bertiga. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan.. "Kusir!" Iona terkejut.. "Kamu linglung. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. kegelapan malam datang menghampiri kota... menggelengkan kepala.

com/abclit. "Ha. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. "Kawan. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk..... Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini.... buat apa kau berdusta.. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya..." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. demi setan!" Si Bungkuk menyela.. "Ayo Cepat! Tuan-tuan." Iona tertawa. naik ke kereta. Ha." "Ya.. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. Hal yang aneh....... semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir....." "Ya betul." kata salah seorang yang jangkung. betul kok. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. ha... ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit.." Iona tertawa.. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. sebetul kutu batuk!" "He. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. dan memutuskan untuk bicara dengannya." Si Bungkuk menarik napas. he. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'... Seharusnya dia menjemputku. He. "Tuan-tuan yang berbahagia..com/abclit. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. Iona menoleh pada mereka. he. baginya sama saja.. tingkah polah dan omelan yang panjang. "Ada kok. ha...html . sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. ada." Iona tersenyum lebar.. Kematian memasuki pintu yang salah.processtext.. meninggal"... Setelah menunggu sedikit jeda. "Kita semua akan mati. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab." "Demi Tuhan. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu. "Dia bohong seperti binatang. eh malah dia datang pada anak saya.. saya dan Vaska minum empat botol brendi... beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. ABC Amber LIT Converter http://www. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. he.. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. ha.." "Aku tak mengerti.. tetapi belum terlihat. jam berapa ini?" tanya Iona... Dia mendengar pula cacian orang-orang. Setelah menerima 20 kopek. "Baik. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya... ha..ABC Amber LIT Converter http://www." "Ha. he.. lima kopek. "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih.. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. Anak saya minggu ini. maka ia lah yang harus berdiri. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. Yang penting ada penumpang. ha. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. "Cambuk! A ha...html satu rubel**. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu.. "Kau akan berangkat atau tidak. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. "Kemarin di rumah Duhmasov. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar.... "Saya? Ha... akhirnya mereka sampai.. kuburan! Anak saya pun meninggal.processtext.

Ya. Tetapi ia tak melihat apa pun. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. bagaimana anaknya meninggal. Di lantai.. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.... kau dengar.. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya... sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi... Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.." pikirnya. ke terminal..ABC Amber LIT Converter http://www. Sebesar rasa haus pemuda itu. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara." pikir Iona. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. Ia ingin membicarakannya dengan serius.. Ya. juga padanya." Iona terdiam sejenak... kemudian melanjutkan: "Begitulah. cuaca...processtext.." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. jerami. menarik napas. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. bukan aku. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda.. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun.. anakku meninggal minggu ini. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air.. Bayangkan. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang.com/abclit.. seorang kusir muda terbangun... Iona melihat pada orang-orang ini.html .. Moskwa.." Di salah satu sudut. meratap.. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Kau akan tidur nyenyak. Dia berpikir tentang dedak... Anakku. Anisya. kemudian anakmu mati. Sang pendengar akan mengaduh. ia mulai berlari kecil. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. "Ah lebih baik melihat kuda. "Kembali ke terminal!" pikirnya. selalu hidup lebih tenang. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya.. hal: 56-60.. kusirmu sekarang. dan mengendus tangan sang majikan... Kuzma Ionitc telah pergi.. "Itu sebabnya aku sedih. Makanya harus bicara pada seorang wanita... yang sanggup mencukupi makanannya.. bertekuk dan menyerah pada duka lara. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Ia mengibaskan pecutnya. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya.. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. Aku terlalu tua untuk jadi kusir... Ia masih mempunyai seorang putri.. dan makanan kudanya..." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri. Chekov-Raskazy I Povesty. mendengarkan. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. "Mau minum?" "Begitulah. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. Mestinya dia masih hidup. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama.. ketika sendirian begini.html "Hampir jam sepuluh. demi kesehatanmu. "Ya. dan tersusun. "Ayo terus kunyah.. 1964. 'Toska'. Udara pengap dan bau. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. ABC Amber LIT Converter http://www. di desa.. seandainya kamu punya anak. sambil menatap matanya yang bercahaya.. Belum juga lima menit berlalu... di rumah sakit.. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya." "Minumlah.....P. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini.com/abclit. .. kita hanya makan jerami.. tak ada yang perlu ditakuti. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. "Selalu ada waktu untuk tidur.... Dia pergi tanpa alasan.. dan kamu adalah ibu kandungnya. bagaimana anaknya menderita.processtext. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur..

html . kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. Gus Jakfar memang luar biasa.ABC Amber LIT Converter http://www." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. "wah. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. masyarakat pun geger." kata Lik Salamun. Sebelum dilamar orang sabrang. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi." "Ya. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. terutama para santri kalong. 'Sum." "Tapi.com/abclit." "Kang Kandar kan juga begitu. lalu pikiran saya terganggu. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol." jawab Ustadz Kamil. "waktu itu. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda. "Matanya itu lho." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." "Saya malah mengalami sendiri. Sekilas saja beliau melihat kening orang." sahut Ustadz Kamil." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. "Mungkin saja.processtext. sudah ada yang ngelamar ya?!'. sayang ABC Amber LIT Converter http://www. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu." kata Mas Bambang. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan.processtext. Dan percaya atau tidak. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. Waktu itu Gus Jakfar bilang. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. kulihat keningmu kok bersinar. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. 'Kang. Gus Jakfar bilang kepada saya. esok harinya." timpal Mas Guru Slamet. tak ada hujan tak ada angin. kan ketemu Gus Jakfar. Kalian ingat. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.com/abclit.

Nama Kiai Tawakkal." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. dan rasa takut. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. was-was.processtext. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. di samping silaturahmi seperti biasa. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja." "Terus terang.com/abclit. kiai Tawakal." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. dimana Gus Jakfar prei.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang.' katanya." Dia berhenti lagi. Diam agak lama. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. jauh melebihi yang sudah-sudah. Kata ayah dalam mimpi itu. ada seorang tua yang memberi petunjuk. kita tidak tahu. Singkatnya. Saya yakin itulah orangnya. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau." "Tapi bagaimana pun. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal." ujar Ustadz Kamil. itu. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. tapi kami diam saja." tukas Mas Guru Slamet. "kalau saja kita tahu kemana beliau.' 'Ya. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Dan betul. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Mbah Jogo.html . "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Saya kok merasa tidak berubah. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. membuat kami tidak sabar. Saya diterima dengan penuh keramahan. sejak bermimpi itu.processtext. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini." Begitulah. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. "Gus. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. terus saja nakmas menyeberang. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. maka serempak kami mengangguk.html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Ternyata ketika sampai disana. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar.ABC Amber LIT Converter http://www. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. tidak mengajar." kata Lik Salamun. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. "Kalian ingat. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. "paling tidak kini. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu.com/abclit. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. ini ada hikmahnya. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah." "O. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. sesuai usul Ustadz Kamil. Begitu sampai seberang.

" Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. Warung penuh dengan asap rokok. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. ada tanda yang jelas sekali. tahajjud. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Bicaranya jelas dan teratur. pada suatu malam purnama. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'.html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. Dengan bengong. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. disurat sebagai ahli neraka. ke warung biasa saja tidak pantas. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. Tak mungkin. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar).com/abclit. Ketika kemudian saya ikut belok. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. witir. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. tapi tak bisa.html . Pasti saya keliru. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. memanggil-manggil nama saya. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. menarik nafas panjang. Masya Allah. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau.mengisi pengajian umum. Tanda itu terus melekat di kening beliau. berilmu tinggi. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Melihat waktunya yang sudah larut. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. mujahadah. tapi menurut santri-santri yang lama. baru kemudian melanjutkan. tidak terlalu dekat. saya kaget. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. saya pun membuntutinya dari belakang. dan disegani banyak kiai yang lain. Dengan hati-hati. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. Terdengar gelak tawa ramai sekali. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. dzikir malam. Ah. dan semisalnya. dan sebagainya. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari." "Begitulah. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. pikir saya. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. menemui tamu.com/abclit. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Masak seorang yang dikenal wali." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Semacam lelana brata kata mereka. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. Memang betul. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. tapi juga tidak terlalu jauh. Gila. beliau berbelok.

" "Kami melewati pematang. bercanda dengan wanita warung. Saya masih tak habis pikir. Cari pengalaman katanya.html . Katanya: 'Ini kawan saya. aku adalah milik Allah. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. Lalu. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Dan. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www. O. kiai berkata mengejutkan.processtext. kepada orangorang yang ada di warung. seolah-olah di atas jalan biasa saja.' Mereka yang duduknya dekat. Ternyata setelah melewati kebun sengon. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. sebagaimana neraka dan sorga. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. 'kita masih punya waktu.com/abclit. masih seperti dalam mimpi. pantas di keningnya kulihat tanda itu. Untung saya bisa berenang. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Beliau melambai. sementara yang jauh. tiba-tiba dengan suara berwibawa. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Akrab dengan orang-orang beginian. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. 'Ayo!' teriaknya." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. Maka terserah kehendak-Nya. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. saya pun mengikutinya. berdiri. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. Sampai di seberang. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. kau kan tahu. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. 'Kopi satu lagi. bisa berada di sini. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk.ABC Amber LIT Converter http://www. Ah.com/abclit. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. Sebagai kiai. 'Mas. kiai memperkenalkan saya. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. menunggu.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Seperti kerbau dicocok hidung. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. 'kita pulang. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. Kedua. menjabat tangan saya dengan ramah. lalu menerobos hutan. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka.processtext. Karena pertama. melambaikan tangan. sudah larut malam. serta merta mengulurkan tangan. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. 'Kita istirahat sebentar. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Beliau yang kemudian terus berbicara.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. 'Biar cepat. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. 'Anak muda. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. kiai membayari minuman dan makanan kami. Sampai di seberang. kemudian keluar. melambai kepada semua.

Tapi. Baru setelah sembahyang.' Begitulah ceritanya. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini.com/abclit.processtext. seseorang menghampiri saya. masih diam tercenung. kita ingin berdekat-dekat denganNya. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. 'Mana saya tahu?' jawabnya. 'Sebentar lagi subuh. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. ***Rembang." "Ketika saya ikut bangkit. 'Ini titipan Mbah Jogo. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Dengan bingung saya terus berjalan. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. jangankan Kiai Tawakkal. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. saya celingukan." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. Setelah sembahyang subuh nanti.processtext. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. kebanyakan mereka orang susah. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. tapi bukan surau bambu. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Ketika saya mengiyakan. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. kau boleh pulang. ujub. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita.' Saya tidak merasa diusir. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. katanya milik sampeyan. 'Ayo.html . pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur.com/abclit. orang yang mirip beliau pun tak ada. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. Seperti mereka yang di warung tadi.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti orang linglung.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu.

tak jadi di lobi United Nations. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Selamat. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. siap menyambut kedatangannya. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. lantas Stockholm. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian." pintanya.com/abclit. lantas di Guggenheim Museum. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru. aku bangkit dari tempat duduk. di depan counter. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. Beberapa hari kemudian. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Tak jadi di sana.processtext. Aku tertanya-tanya. seni lukis. aku membayar pesanannya.html . tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. politik.. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. Ternyata aku salah sangka. "Selamat. National Meseum of Modern Art di Washington DC. bergabung kembali dengan teman-teman. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. tak jadi ke sana. "Bagus. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. "Bung. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. tapi akan terbang ke Praha. Setelah United Nations Plaza tempo hari. Kemudian. ini hanya untuk Bung. di mana katanya. Seingat saya. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. di New York juga. Tinggal meja kami yang masih bertahan. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. Pernah sekali. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. tujuan yang benar adalah London. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami.. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun.processtext. "Sekali lagi. atau agama atau desasdesus yang jalang. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama.html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. katanya pada malam berikutnya. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. tanpa sepengetahuannya. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu.com/abclit. dan kataku. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan ceritakan kepada yang lain. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. filsafat. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Namun. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. dia akan berpameran.. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. menyusul Pretoria. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. teater. dan pamit. Menjelang pukul sepuluh. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. Dan dia ngeloyor ke luar.

Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. "Kuatkan hatimu. Hati-hati. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Semua murung. Keesokan harinya. jidat selalu berkerut. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www. mengikuti pameran lukisan di sana. Ya. Semua mutung." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir.html Anda ini. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. telah terbang ke Jerman.com/abclit.. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta." Setelah itu dia benar-benar menghilang. tak jauh dari rumahnya. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. memang dia.html . kenyataan adalah kebenaran yang pahit.processtext. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar.ABC Amber LIT Converter http://www.. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. katanya. Tetapi. ***DARI udara. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Aku diam saja." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. Dicapai kata sepakat. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Ketika meja sudah penuh terisi. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Katanya. katanya. Katanya. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. mudah-mudahan yang ini berhasil. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. Demi Tuhan. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. Ibarat lukisan. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. dia enggan untuk menghampiri. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Kami tak percaya.processtext. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. apa mau dikata. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. sebulan yang lalu. Tetapi. Tetapi. selalu serius. Semua bon sudah dia lunasi. di kota itu masih banyak propagandis merah. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan.com/abclit. Katanya meyakinkan. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. bisikku membujuk hati sendiri.

walaupun dia hanya tetap membisu. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. Sebelum tiba giliranku berpamitan. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. "Maaf Bung. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding.com/abclit. Kami melangkah mendekati pelukis kita. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan.ABC Amber LIT Converter http://www. dan katanya. mau menegakkan harga diri.processtext. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. tetapi juga merangkulinya. Matanya kosong. saya telah beratus kali berbohong. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Bingkainya belum dirapikan benar. Anehnya. tumpang-tindih di situ. sehingga dapat ganjaran seperti ini. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. dia hanya diam membeku. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. Semuanya kena. menatap mataku. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. kapan diselesaikan. cuma memakukan matanya ke lantai. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Perhatikan matanya. "Takkan salah. Beberapa lembar uang ratusan. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ.com/abclit. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. dia tidak menjawab. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. ribuan.processtext. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu." komentar seorang teman.html . ini lukisannya yang terbaik. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Waktu itu. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Di belakangnya. Kalau ditanya dia tak menyahut. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. walaupun penderitaan mengelilingi. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. Kami tanya. begitu hendak memeluknya.html seburuk ini." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas.

benar kata teman tadi. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. Ia tampak cemas. Sungguh.processtext.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. apa yang dia katakan?" tanya mereka.com/abclit. menghadang kendaraan umum lewat. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya.com/abclit. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol.html . menggigit bibir.html angan terbang ke mana-mana.processtext. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. berhenti di pinggir. Anda akan menjadi besar di sini. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari.. Aku tersenyum. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak." Dalam perjalanan pulang. Namun. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. dan aku meletup. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas.. kupikir. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. boleh juga mengecoh berseloroh. "Kalau dia punya uang suatu ketika. "Heran. Sesekali. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. tergesa-gesa.ABC Amber LIT Converter http://www.

Matanya mendelik. atau memejamkan mata. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian.Matahari kian merangkak ke atas. Tubuhnya kekar. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya.html .Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun.processtext. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar.com/abclit. Ya. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya.com/abclit. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. terus tegak di situ. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Tubuhnya basah keringat. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Atau. Kedua lututnya gemetar. Mudrika. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. menampakkan keterkejutan luar biasa. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian.processtext. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Betapa mengerikan. Tidak terlalu tinggi memang.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Namun.html perasaan gugup dan tangan gemetar. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. lidahnya terjulur. ah. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Lalu. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. menutup mulut dengan telapak tangan. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. merangsek masuk ke dalam. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah.

Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL".com/abclit. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. dibuka. mengedarkan pandangan pada kerumunan. membuka.com/abclit. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. secepat itu pula mereka segera melupakannya. dibaca. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Membuat gadis itu gugup. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. gadis cantik bermata sipit itu menoleh.processtext. Namun. andai saja dia mau bersabar. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu."Shin Ling. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. cintanya ditolak."Tergeragap. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Atau. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. dibolak-balik.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. kaku seperti gelondong kayu. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. pasti tidak begini kejadiannya. Mereka bertanya-tanya dalam hati. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Namun. Shin Ling. luntur terkena keringat. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. toko kita kini aman.html . entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. memang begitukah tabiat seorang laki-laki.. tajam. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Ah. Kenapa Mudrika. mengerutkan kening.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun.processtext. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. lalu. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. seperti tidak bergairah.Dan perempuan itu. Shin Ling.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Mereka tahu. tidak bagi perempuan itu. melainkan gambar tato keris. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika.. Percakapan kembali membuncah. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama.

tidak terlalu pagi. Pula hatinya kian disesah rindu. Padahal. Di waktu yang lain. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. lalu nyerocos menembus pintu pagar. Tidak lebih dari seminggu. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. pintu pagar digembok. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. mestinya keluar masuk pekarangan." Saya belum sempat bereaksi. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. Istri saya menarik napas. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.html perlahan bergerak ke atas. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi.html ."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat.. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja.processtext. istrinya tidak telaten merawat suaminya. tapi tidak dalam waktu yang lama."Istri Rudi itu tidak bisa masak.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. Dan. * Depok. Padahal. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. "Papi sih. Tapi saya curiga. ia berkata: "Kasihan Rudi. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. Kalau tidak. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu.com/abclit. kecuali masakan ibu.processtext. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. Kasihan Rudi.. bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya." kata ibu mertua saya itu kepada saya. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. ibu pasti kabur. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. ia tampak bersemangat.Ibu mana?" tanyanya cemas.

Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. suka lupa.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan.html . Gerombolan pengemis.processtext. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Kami semua terpukul. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Bu.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. Soalnya. Ibu sekarang mau ke sana." keluhnya mengenang. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. atau seratus ribuan. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Sudah barang tentu ada apa-apanya. ibu mau boros. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. petugas kebersihan pemakaman. Di bulan pertama itu." saya bilang."Ah." jelas istri saya. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. Tapi."TUHAN punya kehendak lain. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi.Kalau sudah begitu. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya.""Kalau untuk akhirat. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja.html capek. Bahkan. Bu. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Padahal. Kami sudah menduga apa yang terjadi. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Dan. apakah artinya kertas-kertas itu. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis.Sejak kepergian Rudi. sekaligus pendiam. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Untung pembantu itu jujur."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu." kata istri saya. Kamu mau. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. Pandangan matanya terlihat kosong.Seperti kejadian seminggu lalu. sejak dari dalam kandungan. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. seminggu sebelumnya. apalagi ibu." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. ibu sangat berubah.com/abclit. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput.com/abclit. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. kalau hari tidak hujan. ibu tahu apa yang disukai Rudi."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www. sehabis jam kerja saya. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. Atau untuk membeli keperluan dapur. Kami.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Sayang sekali. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf.html . Kubayangkan. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. bergerak-gerak. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak.html sana kabut mulai turun. ***Tokyo. Mula-mula pelan. Ya. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja.processtext. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. pikirku. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Gempa bumi. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. setelah beberapa lama menunggu.processtext. dan akhirnya lenyap. perlahan-lahan menjadi suram. Aku tak tahu pasti. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung.com/abclit. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat.

saya masih harus menyelesaikan studi S2. Sambil menghapus air matanya. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat.processtext. asin sekali. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran." cerita Mariko lagi. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun."Sampai umurnya empat tahun. "Saya hanya titip salam buat Bali.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai.html . Mereka berpelukan sekali lagi. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. Ah.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www. membungkuk sebagai tanda hormat. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Lama sekali. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Seerat yang dapat ia lakukan.Noriko.com/abclit."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. suaminya. Ia ingat. air mata Mariko tak henti berderai. seperti meledak-ledak. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Terasa asin. begini. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Gadis kecilnya itu. Bulir-bulir bening itu. anak Mariko sempat kaget. Puspa gelagapan.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi." keluhnya lagi. sementara Ngurah Anom. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak.processtext. sudah sangat merindukannya. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. sembari tersedu menangis." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. tak mengerti." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. Lebih dari empat tahun yang lampau. keluhnya dalam hati.ABC Amber LIT Converter http://www. Puspa erat-erat memeluk anaknya. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko.html Sumber: Kompas. katanya. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang." Selama bercerita.com/abclit. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Belum bisa pergi ke sana. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. "Kami tak punya pilihan. Ia ingin menelan tangisnya. tentu saja Cempaka.Sejak beberapa tahun lalu. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. ia belum melihat ayahnya.Mereka bertiga berpelukan. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang.

dan Gung Dewi. Usai menari.. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI.com/abclit. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan."Huuss. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. Ratnasari. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo." tambah Puspa.. Selain sudah sering ke Jepang. menurut cerita Mariko." jawab Puspa. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san.html . Ah."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Anda siap?" tanya Yamasitasan. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Tiga penari lainnya cekikikan.com/abclit." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. seolah lebih kepada diri sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Selain menjadi penghubung para seniman. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon."Udah." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Mungkin ia terlalu yakin. empat mahasiswanya. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. dekat sekali rasanya. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. siapa yang bakal menjemput rombongan."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www.. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja." kata Yamasita-san. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Diam-diam air matanya menitik.. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Komang Widiati.. Puspa merasa sangat teledor. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. Terpenting dari misi ini.. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara. pedihnya." kata Ratnasari singkat."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan.Selama ini. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. ah. ia tak kuasa menolak.""Soal itu biar saya yang mengurusnya.processtext. "Sudah saya pastikan untuk berangkat.processtext..

890 yen. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya.. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Meski lanskap pagi seelok itu. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. tak lebih dari satu jam. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Ini gila!""Ah. ke tempat kami.com/abclit. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Puspa tampak sangat gelisah. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa.Miki-san. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya...Setelah menghilang beberapa saat.html Yamasita-san. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Gung Dewi. Ia makin tampak gelisah. Ia tertidur.Bandara Narita tampak sibuk. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. saya datang menjemput Anda.. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Puspa-san. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Tempat ini tidak tampak seperti itu.processtext.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Pada bulan April. Saya datang atas permintaan Kimura-san. ***SAAT turun dari bus."Oh. Widiati. daratan Jepang sedang memasuki musim semi.. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.ABC Amber LIT Converter http://www."Ah tidak-tidak. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi.com/abclit. Saya akan mengantar Puspa-san. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. "Ia ingin menjerumuskan. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. Puspa menolak. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan menjual kami. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Puspa tidak mengerti. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Seorang petugas keamanan tampak mendekat.html . Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan.processtext." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Mereka terdiam.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. "Nama saya Miki. Ia memang tidak sedang berselera.

Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak.processtext. hingga akhirnya.Sampai siang hari. para penari tak berbuat apa-apa.com/abclit. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Setelah mandi. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.html . Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing.html disiapkan kamar sementara. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www. tangisku pun terhenti. Bapak terus menghajarku. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. *** Jakarta. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan." tambah Miki-san. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar. Puspa belum sempat menjawab. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Puspa memanggil seluruh penari. silakan saya antar. Kalau benar para penari dikontrak. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Sejak saat itu. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. Ada lima kamar." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya.com/abclit.

ini risikonya kan besar. pengusaha.html . Atau mungkin lebih. hanya tanganmu yang kotor. dengan saya sendiri. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama." Tanpa memandang kami sedetik pun. Tidak mahal Pak.com/abclit. Namun. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Sinis.. bisabisa. Ia pergi bagai angin.html menatap Bapak lekat-lekat. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Mungkin dua puluh tahun. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. atau koruptor. birokrat. Aku yang mengandungnya. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. "Ya.. Entah ke mana. Terima kasih. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku.. garong atau rampok sekalipun. yang sejak tadi menangis terisak. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. "Aku ingin jadi politisi saja. seniman. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar.Sekarang pukul aku. politikus. Oke. Masam. Maling besar." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www. Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal.. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Ayo teruskan. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu.. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Aku terhuyung. kalau hanya tanggung.ABC Amber LIT Converter http://www. buaya.com/abclit. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan.. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. "Tak ada yang perlu disesali... Aroma alkohol terus membadai. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. "Jadi apa saja. Bisa saja dia anak cendekiawan...processtext. "Justru kamu yang harus pergi. Kalau jadi maling atau pembunuh." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. mengiringi rebah tubuhku. Wajah Bapak tergores. Ibu. Bapak tertawa. kuayunkan pisau lipat. Bapak langsung bergegas. Yang kuingat. "Sebelum aku kau tiduri. Ini siapa ya? Oooo Bapak. selain sumpah serapah. Hingga aku hamil. setan atau bahkan iblis.. kadal. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. hanya angin yang bisa kurobek. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Bahkan harus disyukuri. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Bapak meninggalkan ibu. Melindungiku dari serangan Bapak. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Bapak tahu sendiri. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak." Ketika aku lulus SMU. manusia sejenis ular. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu.. Soal itu gampang. Tawa Bapak berderai. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Tak ada yang ditinggalkan. Jadi.. langsung menubruk tubuhku. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. Kamu tak lebih dari pejantan. Darah menetes. Tapi tidak mulutmu.processtext. entah berapa lelaki telah menggauliku. Ia tertawa." "Bagaimanapun dia anakku. macan.

ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab." Aku tersengat. Bola matanya serupa bola api. dia harus menghadapi regu tembak.html .. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Dan aku sepakat pada aturan permainan. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. "Ya... dingin dan terkenal "angker". Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit." "Maafkan aku. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Malaikat kecil? Ah aku yakin. darah. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.com/abclit. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup.. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. Meskipun tampak sedikit lemah. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok.. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu.. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut.. ABC Amber LIT Converter http://www." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku.processtext. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Pembunuh besar!" Dengan pedih. anakku. Aku sudah berusaha keras. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Ibu harus menyerah pada maut. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. Pertanyaan itu begitu telak. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. Air mataku hendak tumpah.. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. dan darah! Aku sangat sedih. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. hingga sampai di ruang besuk.. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.. Aku tetap saja gagal menguasai diriku. Tubuhnya tampak kurus.. darah. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat.html payah. tapi cepat kecegah. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. Tidak akan menyebut nama dia. Tapi." Suaraku tertahan.. Juga siang itu. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan... "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Aku telah mengecewakan Bapak. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu terlalu berlebihan. Ia berani membayarku dengan mahal." Akhirnya. Tapi tak juga menolong.processtext. Eeeee. sudah berapa orang yang kau bunuh. Ia dengan cepat mengenaliku. Maafkan aku. Keharuan menggenang di kantung batinku.." Bapak mendesis.com/abclit. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. Bapak masih menatapku dengan nanar.. Ibu pernah mengucap. maling atau pembunuh macam Bapak.

atau pembunuh besar. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar.. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu.. ***Jogja. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. Waktu terasa melaju begitu cepat. Pelukan Bapak merenggang.. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian.. Kami berpelukan. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. Kurasakan pundakku basah.html . anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk.." "Mungkin juga arwah Bapakmu. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. Dan kematian itu sangat indah. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain.. Tapi aku tak pernah tahu. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. "Kapan pun aku siap. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. Erat sekali. Kematian itu begitu indah. semakin gelap. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. aku dengan senang hati menerimanya. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.. ah.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. kemudian nyawanya loncat. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku.com/abclit. fantastis. pelan. Erat. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. bersama angin.com/abclit.?" "Ya." ucapku pelan. Pelan-pelan.processtext. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami." "Bukan itu. Sangat erat.. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun.. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa.... "Biarkan kami bicara dulu. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku." Bapak langsung memelukku. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram... Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. anakku.html mencoba mengalihkan pembicaraan. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun.. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan..

dan kapak batu. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. tugé itu. hmm. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Sebuah karya alam yang aih. Sungguh aku tak habis pikir.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Angin yang selalu ada di sini.. kami akan menjawab. angin mengeras bagai menerpa. Tetapi tidak. tampak mencolok. lubang-lubang itu. orang-orang Moni. honai atau rumah adat suku kami. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. kami percaya. Terkejut.. burung-burung dan binatang lain. semua telah tak lebih dari kenangan. bagai menyelusup di kedalaman kabut. Dan. aku mendengarnya.processtext. Suara itu berasal dari tugé. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. di atas barisan uwarek3. Kuamati dengan teliti. yang walau seorang dari orang-orang Moni. Kecuali salah satu sisi yang pipih. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. Wetipo. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu.html . Dan. kali ini tentu bukan karena desingnya. saat itulah. Tetapi bagiku. Suara itu seperti desing. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. ada dalam kesenjangan beribu tahun. sungguh mengagumkan. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni.. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. "Kau kini yakin. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. Dan benar. panah. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. meliuk lapat menyentuh telinga. bisa bersuara seperti suling. Betul kata Wetipo.000 meter dpl ini.processtext. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. karena tiupan angin. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. o." Perang? Begitulah. Dan si batu. karena perang. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. Bersama babi. dengan tombak kayu. Angin. sama sekali berbeda. Torang sandar pada tugé. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. Ah. orang-orang Moni. Walau entah kapan. "Saya lapar manusia. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. Dan. Torang1 sandar pada kareken. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang.dan aku harus percaya. orang-orang Moni. Sungguh ajaib! Dan.. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. di depan benda-benda keramat lain. menajamkan telinga. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. kutarik tangan. tiba-tiba bersuit bagai melengking. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. di punggung gunung di ketinggian 3.com/abclit. betulkan kata Wetipo . kami. Tubuh kami besar.. suara itu tak lain suara punai." Bagi kami. aku melangkah mendekati wesa... aku pun melihatnya: Tugé itu. melainkan pada roh. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. Meski samar. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. ***KESENJANGAN beribu tahun. melainkan karena bentuknya yang ganjil. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. kami hidup. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang.

Seperti kata Wetipo. bergulingan. Pada pikirku? Jelas. melainkan sebuah danau berair asin. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. porak-poranda. Harus dihentikan ini semua." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. inilah semua.. dunia mulai berubah.processtext. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. Ah! Dan kembali. kemarin. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. Gudang-gudang garam rubuh. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. Jadi. menenggak sopa4. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. Pergilah." Melintas pula wajah Pastor Theo. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Menghela napas. Abgoktek. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. tapi juga misionaris.html . Kalimatnya. ini keliru. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. Maka. Katanya. Bayangkan. Di antara mereka ada yang rebah. Di sini. "Kewajiban itu jatuh padamu. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. nyaris tak berubah. "Akan kaulihat. di tanah kami. Melintas ingatan masa kecil. bertaburan.html sungguh ajaib. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. Ah! Terbayang pula mereka. Sarius Hopogan. Betapa. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. dari depan honai-nya. aku kembali bagai disadarkan. di mataku.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jadi. Butir-butir garam berhamburan. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. dan berperang.seperti juga keyakinanku. seperti yang kukatakan. kini. dan Pastor Theo. berlarian turun ke arah Lembah. terus naik. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. pada pikir kau bagaimana. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). Tetapi begitulah. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. tetapi bagi yang lain . orang-orang asing itu. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. dan itu artinya pula. waktu aku kanak-kanak dulu. dengan punggung tertancap panah.. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini.. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. kami tidak. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan.. kami lebih asyik menggulung tembakau. Ya.ada hal yang telah tak lagi sama.processtext. Ketika pertama datang.. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. orang-orang Moni. Naik. cukup sudah semua kusaksikan. berburu. menegarkan dada menguak kabut. melintas wajah Pak Piet. Kataku. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. Hanya kau yang bisa. ternyata. Cukup.. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. walau ia bukan keturunan kepala suku.. pergi. segera. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. Dan. si Gabey terakhir." ***BETULKAH. leha-leha. Bukan danau biasa atau danau air tawar. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. aku pun bertemu Pak Piet. tak berkedip. bergeming.com/abclit.com/abclit. selalu . Begitu Jermias Gabey. beginilah semua. Betapa tidak. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. dengan karung-karung garam berserakan. Sampai kini aku masih heran. "Kau harus ke sana. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun.. Jermias. betulkah aku bisa? Walau dunia kami.

! Waaa.. hanya." "Masa lalu? Masa lalu. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. datang dari jauh. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. bila Anda bertanya perang suku buat apa. semua sudah. Lalu mendaki. Panggilan hormat untuk perempuan. 3. Abgoktek itu.. Itu pun sudah masa lalu. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu.. 4. tidak. kalap. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. hidup. orang-orang Moni. satu retakan saja. 6 Juni 2002 Catatan: 1. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu.di depan honai-nya. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. ABC Amber LIT Converter http://www..... Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. "Perang suku!" Bagi kami. Masih 50 atau 60 meter lagi. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. semua suku di gunungg ini. kami. Torang mesti pelihara tanah. Dan kekalapan. bagai diberi aba-aba. diikuti yang lain. ***Payakumbuh.. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. Menghancurkan? O. Tugé ajaib itu. ya. rendah bagai mencecah. 2.berusaha. Aku yakin. kami akan menjawab. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru..!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. karena kata itulah . bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. "Iii. Tetapi. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. Aku. Sarius Hopogan. di sana. ke semua mata. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. cukup. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan.processtext. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. Tetapi . Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. Kuteruskan langkah. Meninggi." suara Wetipo ragu. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara.. Dia. Memanfaatkan perang suku. bergerak turun menujuku. Jermias. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. "Torang butuh darah tumpah.. Harus perang!" Kulayangkan tatap .processtext. hanya suku-suku di gunung ini. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni.. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. kasih dorang6. "Tapi .com/abclit. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. Tapi tak lagi. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . sungguh berbahaya. "Torang tahu kau punya maksud.. untuk kesuburan tanah. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. di ketinggian. memang sungguh di luar dugaanku. Aku masih mencari-cari kata (ah. kami bertatapan. abgoktek. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. Akan sia-sia? "Tetapi. mereka orang-orang amber...karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. mereka. yeeeee.. dan mendewasakan semua yang lahir. yang kasih torang... Dan kata itu. saputan gemuk hitam wam (babi). Iko kunolepu miminta-minta! Waa. di kawasan gunung dan Lembah Besar. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut.html mengangguk.!" Di belakang si tua. 5.. Dan mana-mana. aku juga tahu. hah! Kaudengar suara tugé. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. melahirkan anak. itulah saat iko kunolepu datang." Semua suku di gunung ini? Ya. itu sudah pasti. dengan gigih dan tekun. ***BAGI kami orang-orang Moni. Perang suku hanya buat kita. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan.html .ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit..

com/abclit.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. Hidungnya yang bagus. dadanya.. setidaknya perintang kejenuhan. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. ingin pagi cepat datango. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut.html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. menuntunnya. Ah.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Ya. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. hatinya berguncang.. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Tetapi pada saat yang lain. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang.. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala.html . Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. tak satu pun yang harus ditakutkan. dan mengatakan: bagi hidup. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Setelah membuka pita rambut. Ia tidak tahu pasti... embun! peluklah aku. Bibirnya.com/abclit. yang Asti pikir pasti untuknya.processtext. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. Di kaca bayangnya memantul. Ia mencoba untuk tersenyum.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www.. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. Lehernya yang jenjang. Dadanya. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. Ingin rasanya ia meninju cermin.Hari sudah malam. menghantamnya. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih.processtext. Cuaca tidak mendung. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Ia menghapus air matanya. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan.

seolah-olah mulai terjual.. Tapi ia mengangguk. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini.````Sudah.. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www. ingin pagi cepat datango.Asti tidak menjawab. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. lapangan kerja harus dibuka. Menanggalkan dasi. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut.Laki-laki itu tertawa.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. lalu menawarkan pada Asti. Dan jelas.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang.com/abclit. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. barangkali ini baru permulaan. Kulit Asti yang putih.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi... Seorang laki-laki muda. sangat berdekatan dengan Asti. Ia berusaha melawannya. Jantung Asti berdegup. sesungguhnya telah tua. tersenyum ke arahnya. buruk. Berdiri meletakkan minuman. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. dimusuhi.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. Jantungya perih. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Asti terkesiap. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang.Di televisi. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah.processtext. Ketika sesuatu telah dimulai. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. Ia mencoba untuk tenang. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. ``Maaf. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Dadanya bergemuruh.. Asti mengambilnya. karena untuk sesuatu yang pertama. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. Asti barangkali tidak perlu tahu. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.processtext. rakus. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. yang selama ini dijaganya. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. Kemudian terdengar handel pintu berderit.Ada suara ketukan. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. Tapi. Masuk ke kamar mandi.com/abclit. menjemukan tetapi kaya. saya tidak suka. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. Televisi pun mati. embun! peluklah aku. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos..Laki-laki itu menyelai sebatang rokok.html . Asti bingung. duduk di sebuah kursi.``Taik!`` umpat Asti kesal.ABC Amber LIT Converter http://www.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Dadanya tersembul. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti.``Jangan tergesa-gesa. Mungkin membersihkan muka. Kalau tidak. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Pahanya tersingkap. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Harga yang cukup tinggi. Entah takut. pikir Asti. demikian pikir Asti.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. mengatasi pengangguran serta gelandangan. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias.Setelah menghidupkan televisi.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. entah apa.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. Asti menyelai sebatang rokok.Namun dugaan Asti jauh meleset. entah cemas.

Jelas aku tidak paham.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.Kini sudah enam belas tahun usiaku. tanpa rintang. Asti jadi gugup. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Sebagai seorang buruh pabrik. Karena tiba-tiba ibuku sakit.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita.processtext.processtext. pelan dan ragu-ragu. Kehidupan sungguh aneh dan gaib.com/abclit. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. jauh dari kekurangan. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. Dingin semakin menyergap. kebahagiaan.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. otomatis aku berhenti sekolah.com/abclit. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. ingin pagi cepat datango. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.html . Suara penjaja telah sepi. tanpa aral.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. Tidak! Aku tidak akan menyesal. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. Tapi semakin lama ditatapnya. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan.. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Di luar. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya.`` ucap Asti akhirnya memulai.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya.Waktu terus bergerak. Bukan! Bukan kesederhanaan. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku..````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Tak ada jalan lain.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. Kian hari sakit ibuku kian parah. gelap mungkin telah semakin jelas. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www. Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. aku menerimanya. Kupu-kupu malam! Ah. Telah cukup lama ia tersiksa. embun! peluklah aku. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. sedangkan kami tidak punya uang.

Laki-laki itu berdiri. Wajah mereka yang kaku.com/abclit. ingin pagi cepat datang o. dan berjalan ke arah Asti. embun! peluklah aku. menggoyang-goyangkan kaki.html . mengeluh. menggerakkan tangan.com/abclit. Seluruhnya! Asti telah pasrah. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Mungkin. atau mungkin takut. Asti telah menunggu di ranjang."Dulu. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. tinggalkan alamatmu. Dan perubahan itu. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. menjerit dan berteriak. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. tandanya pagi telah datang. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. Ia pikir. dini hari. Tentu. tanpa sedikit pun kegelisahan. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya..***Payakumbuh.. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. Bila aku telah tertidur. Gemetar. Namun yang ia pikir. ABC Amber LIT Converter http://www.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. tipis berselaput kabut.Tetapi setelahnya. ia harus bertarung melawan nasib.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.Asti tidak sempat berkatakata.html pertolongan. dari posisi mereka yang berdiri tegak. Cahayanya yang lembut. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. bahwa aku akan menikahimu. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.processtext. Kini. tergantung di langit kota.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www. zaman tak tertahankan. maka burung-burung mengambilalihnya. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. adil ataupun tidak. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Tetapi. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan.processtext. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. Kota terkurung dalam tembok. Ngelencer kesanakemari. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm.ABC Amber LIT Converter http://www. Di mulut burung-burung.com/abclit. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Sekarang adalah dunia presisi.html .processtext. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN.com/abclit. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya.Namun. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Dia digelindingkan begitu saja di daratan.Kata-kata. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. yang bercita-cita sangat sederhana. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. paling tidak di kota ini. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D.

com/abclit. Untuk menghindari kematian dini. Balung manusia itu kemudian dikerek turun.Kepekaan penduduk kota semakin majal. menguburkan diri di luar negeri.processtext. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. Orangorang kaya. miskin.com. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang. di Australia atau Afrika. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Mereka dijadikan sumber vitamin D. yang hidup di atas angin. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Bambu. dan kelompok-kelompok lain. Seribu tahun dalam pemujaan. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. orang-orang yang tidak beruntung. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar.com/abclit.html . Utan Kayu. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Tetapi. Lidah Buaya. dijadikan tumbal. Sepuluh detik setelah meninggal. di mana mereka bertengger. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. seperti Satu Merah Panggung.kubur. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Jeruk Purut. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. Kaum budayawan berdiam diri. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Tanah Kusir. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. Di kota bawah. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung.processtext. Garuda. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. karena kekurangan vitamin D. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Kepekaan menjadi tumpul. menemukan diri mereka tersisih. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Emosi mereka tumpat. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional.Karet.

mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh.com/abclit. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu.html . Menggugah tapi liris. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Memekikmekik." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. Seperti ditangkup gerhana. Makna maupun tafsirnya beragam. Jadi. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu.Sebenarnya. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Pada satu situs."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Namun. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Tetapi. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Kota dicekik bau bangkai. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. Membuat busuk dan meracuni angkasa. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu.com/abclit."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Ke jantung Asia. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. membubung tinggi menerjang langit.processtext. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. rrrruuuuummmm. Tanpa sinar Matahari. Jeritan mereka menyebarkan ngeri.html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair.Beberapa detik kemudian. Mereka berputar-putar di atas monumen. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. Suaranya berat dan parau. menukik tajam." katanya membujuk. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. Jadi."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. dari mana kita telah dirampas. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. dengan sayap setengah terentang. Sambil melayang-layang. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara.""Ya. memekakkan telinga penduduk. Bahwa.processtext. diperjualbelikan.ABC Amber LIT Converter http://www.

ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping.com/abclit. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana.ABC Amber LIT Converter http://www. Ini ejekan permanen. Semut sudah sirna dari kulit bumi. *Bengkalis. kecuali di wilayah aliran sungai ini.processtext.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini.com/abclit.processtext.html . pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. Maka. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Karena itu harus dibasmi.html penduduk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful