ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektar-hektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunangkunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauke-tauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

disusul gambang. Di situlah dulu istrinya mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Pohon-pohon meliuk-mabuk. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. tak ada reaksi sedikit pun. Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak.html . Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Wajahnya membiru. Darahnya berdesir. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. membelah padang ilalang. Seperti keramik Cina. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. gong. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. bibirnya terkatup. Dipandanginya para panjak. Tubuh perempuan itu terasa dingin. satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. panjak. memotong sungai. Jalin-menjalin. rumah-rumah bisumerunduk. merapatkan pelukannya. Di rumahku kau akan hangat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. "Ayo.html pojok. seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. "Kau tidak boleh mati. sayang. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya. Sepi. Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang." Dikecupnya bibir Sarti. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. gesekin gua lagu Ayam Jago. melipatkannya ke pinggangnya. Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. pikirnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun. suling. Gua mau ngibing lagi. tetap dingin dan biru. Sepanjang jalan tak ada orang. Mamat Jago meraihnya. Mamat Jago tersenyum bangga. Hiduplah bersama abang. Tangannya dibiarkan terkulai. kecrek. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Susul-menyusul.com/abclit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. matanya terpejam. Ditepuk-tepuknya pipinya. Buatnya. Tak ada yang bergerak. dan kempul. Tubuhnya menggeliat. memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti. Ia susuri jalan aspal. Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Semua dingin dan biru. Ayo. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Ia bopong Sarti keluar.processtext." Teh yan digesek. laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Hangat. panas. biniku…. "Pacarku.processtext. ia membatin. Semuanya membisu.html pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. "Relakan kepergiannya… Nyebut.com/abclit. Bang. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. gemuruh. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Napasnya mulai satu-dua." Mamat Jago masih tak percaya. Mamat Jago menoleh. manis…bangun. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut." bisiknya ke telinga Sarti. Bang. Balas melumat." kata Eng Djin.html . dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu.processtext. Tangannya perlahan mendekap. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Bibir itu terasa bergerak. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam ABC Amber LIT Converter http://www. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang.com/abclit. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. Sarti sudah mati. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. dingin. si gondrong. "Ayo." Dikecupnya bibir Sarti. Eng Djin.ABC Amber LIT Converter http://www. "Sadarlah. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. biru seperti keramik Cina. Tiba-tiba. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago.mencakar-mengular…terbakar. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Kaku.

Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. heran. Serbuk garam yang menempeli bibirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Lama ia menafsir-nafsir makna mimpinya itu.processtext. Ah. Kakinya menjejak pasir. "Ya. Begitu juga kenangannya pada Sarti.html dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Rawa Saban. Tak ada darah. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Ditajamkan pendengarannya. Mungkin Tanjung Kait. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Kamal. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Hatinya mantap. Kersik daun. Ada debur ombak. rentetan tembakan itu masih terdengar. si cepak. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau.processtext." suara si cepak mengalahkan deru ombak. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Hujan sudah mulai berhenti. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. dan kehormatanku. ia tersenyum. tiga kali. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. aku harus kembali ke rumah kawin itu. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. ia membatin lagi. Eng Djin. Kembangan Selatan. "Sejujurnya." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso.html . Ia menduga-duga pantai apa ini. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. kesenangan. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur.com/abclit. Mat.com/abclit. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap.

processtext.html CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong. pengiring Cokek. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.html .com/abclit.

html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. "Tampangnya nyebelin. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. "Aku memang tak bisa punya anak. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Tapi. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. mau apa kau." entah sebab apa. kecuali kepala penjara.processtext. menurut penilaian teman-teman di situ. Ia sadar dirinya cantik. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. Marsiyam menyekam kesabarannya. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak." kata mereka.com/abclit. dan mendadak bagaikan api kemarahannya berkobar. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.processtext. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam.ABC Amber LIT Converter http://www. sangat tampan. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.com/abclit. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ.html .

com/abclit. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting.processtext. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. tak pernah muntah-muntah. nama Marsiyam susah diingatsuatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. ya?" Atau.processtext. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim.com/abclit.html memang gabuk. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itu-tidak peduli ia atasan mereka atau bukan. "Kau sudah dibuang keluargamu. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjakinjak suaminya. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. Seperti kampung saja. Tanpa dirasa. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. juga tukang copet dan dedengkot ABC Amber LIT Converter http://www. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. Tak pernah ngidam. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu.html . Sampai malam itu. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. Menurut mereka. Perutnya rata saja. "Kau tak ada keluarga. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. mau apa kau. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. tidak pernah membantah sipir yang mana pun.ABC Amber LIT Converter http://www.

Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan.processtext. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara.html . Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. Marsiyam hanya tersenyum. "Entahlah. Selama dalam masa hukuman. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya.com/abclit. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. yang ia sendiri tidak tahu apa. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu.html arisan. Sore itu akhirnya tiba juga.com/abclit. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. "KAU mau pulang ke mana. tentu bayimu sudah besar." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. Mariyam? Kalau aku keluar nanti." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. sudah sekolah.

"Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau ABC Amber LIT Converter http://www. Ini anaknya. pukul 3 sore.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. aku tiba di Tobu Hateru.html "Pulang.html . bisa memulihkan tenagaku.com/abclit.com/abclit." "Ke mana?" "Ke rumah. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini. atau Tobo Hotel untuk beristirahat. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.processtext." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. Edisi 03/23/2003 HIROSHIMA. Ini anaknya. di ambang musim dingin. Aku yakin ia akan menerima kami." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas.

Aku bertambah heran. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia." katanya ramah dan kembali tersenyum.. orang-orang jompo. berada di Taman Perdamaian."Gedung itu satu-satunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. tempat di mana bom atom meledak.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia.Setelah melewati beberapa blok bangunan. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. dan kebutaan. aku agak tercengang dan merasa aneh. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. karena dia memang mampu membaca pikiran orang.html . kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong." tegasnya.Di dalam rumah sakit.. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. menjadi raksasa dunia. ciri utama korban.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. dan kembali tersenyum.. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. kita bisa melihatnya ke sana sekarang.Setelah menghabiskan teh dan hamburger.Aku agak heran dengan ucapannya. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri.benderang. beginilah manusia Jepang.? Dia pasti hanya menebaknebak saja tadi. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. dia menoleh ke arahku. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan." kataku. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. atau hamburger. Aku segera menuju kamar mandi."Baiklah.processtext.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.Aku pun segera mengikutinya. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan.html masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu.Aku hanya tertidur beberapa jam. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. sebagai pusat penyembuhan orang." katanya. panjangnya sudah sampai ke punggung."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin juga. jadi dia sudah familiar.000 jiwa penduduk Hiroshima. fokus. kanker. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian."Sewaktu bom atom meledak."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima. begitupun yang laki laki. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu.. serba cepat.com/abclit."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang..Kami berjalan masuk... rambutnya gugur. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. Suasana di dalam sangat muram. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. di kafe yang ada di lobi. 27 September 1956.com/abclit. Selesai mandi. aku keluar dari hotel. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur."Mari ikuti saya.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. tempatnya lebih dekat dari sini. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. dan."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. aku memesan Cha. wajahnya terlihat samar.. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun.processtext. asing.orang yang terkena radiasi bom atom. tapi sebelum sampai di sana. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya.

tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu.. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. Tanpa berkata-kata.. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. dua hari kemudian..Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.processtext. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka.com/abclit. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. aku tercenung memperhatikan mereka. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945.""Aku tahu."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. kotor. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam.. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya.html . disusul mereka yang kena seminggu kemudian. tunggu. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. Harutoku."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. Nafasku sedikit tersengal. tampak puluhan anak kecil dan bayi-bayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. tapi waktuku tidak banyak." Lengking suaranya.. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. hujan turun.."Hei.. Harutoku. aku lahir di Hokkaido.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala.processtext. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. lorong dan beberapa pintu. Aku Siode Sadamitsu. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa.""Aku seorang pendeta Buddha. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. Siode San. dia membiarkanku menyusulnya.html bangsal yang lain. dan berdebu. Anda!?""Oh. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. pendeta Buddha. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. membuat langkahku jadi berani. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. serta bayi dari ibu-ibu hamil.. seperti teh susu. sekarang tanggal 6 Januari 2003."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. Entah berapa lama. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada yang aneh.Aku nelangsa. Ya.. yang dipisahkan dengan dinding kaca. trenyuh. tapi lidahku terasa kelu. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu."Tuan Siode. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan.. nama yang baguuusss. aku terhenyak.Tapi.Aku ABC Amber LIT Converter http://www."Dia terus berjalan lincah. setelah melewati beberapa bangunan. begitu tiba di dalam.Setiba di luar aku merasa lega.."Mereka terdiri dari beberapa golongan. dia terus bergegas meninggalkanku. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun.Dia."Aku Hartoko. tapi kau baik sekali. mereka masih muda. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. Dan di sebelah bangsal ini. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.""Oh.com/abclit." kilahnya malah berpromosi. dan anak-anak kecil. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. seperti yang diakuinya barusan kalau dia adalah seorang pendeta.

Nama bangunan itu dulu. Taman ini sungguh indah. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. dan orang dewasa. kemari!"Tapi tak ada jawaban.PAGI hari." katanya sambil tersenyum.... aku mendatangi arah suara perempuan itu. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. Diam-diam kutinggalkan Siode San.. Aku berada di taman perdamaian.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. sekarang 6 Januari 2003. turis turis asing berjalan di sekitar. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. Dari Taman Perdamaian ini. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. temui kapan saja aku di sini. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. remaja. dan menyalakannya. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. pikirku. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan.. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan.. senang berkenalan dengan Anda.6 Agustus 1945. atau bis umum. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. ketika asap rokok berkurang."Harutoko.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. dengan hio yang menyala dan wangi. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. seharusnya aku ke ABC Amber LIT Converter http://www. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. Di depanku duduk. Di tengah perjalanan.processtext.com/abclit. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. Aku ngeri. pohon-pohon tumbuh subur. mentari bersinar cerah. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang.Aku harus segera keluar dari tempat ini. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San.processtext. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. aku seperti berada di terowongan kematian. 6 Februari 18956 Agustus 1945. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode.Sampai di hotel. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu.html masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu."Siode San. Gedung Promosi Industri Hiroshima. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar.. dan aku mengambilnya sebatang. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. Di bagian depan bangunan itu. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. bergerak ke arah bar. aku tercengang. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.com/abclit. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. mereka memotret sambil bercakap-cakap.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. ada pintu cahaya. anak-anak. Dari arah pintu lain di sampingku. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran.html . aku suka mengantarkan orang. Aku tinggal di hotel ini. aku melangkah mundur ke belakang. berbunga. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Setelah aku keluar dari pintu itu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. atau lebih tepat lagi. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya.html Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. aku harus kembali ke Jakarta.> Barangkali. Tapi. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan.processtext.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Mungkin. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. Itu galibnya perkembangan manusia. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. ia jarang tertawa. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. ompong. kebun. Halifa tersenyum-senyum bangga.com/abclit. Halifa kecil tak urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. melihat tunas tumbuh dan dahan tua ABC Amber LIT Converter http://www. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. dari bayi merah. lalu renta dan pikun.html . penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. ia seperti membaui aromanya lagi. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Sepasang mata yang sipit. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Akbar. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. hidung pesek. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. bisa jadi obat sepinya.Sesungguhnya. tak Halifa < berharga. belajar beranak-pinak. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. keluarga pemilik kebun. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Ya.com/abclit. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa.

Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Tapi.Kayukayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. setelah bertukar pakaian dan makan siang. ia akan dimakan hiu. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Matanya tak pernah menyorot garang. terutama debur ombaknya di malam hari. Tapi.com/abclit. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Di seberang jendela." kata mereka. juga lebih cepat. Ia duduk di bangku batu yang lembab. Naik pesawat memang lebih mahal.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. Barangkali. Tapi. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. Seringkali sepulang sekolah. kembali ke gazebo tadi. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. ia terpaksa mengubah rencana. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya.html . Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. lalu memacu mereka berlomba lari. Bila ada yang tersesat. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Bila ada yang ingin menemuinya. gelisah. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun." Apa iya? Mereka kan begitu imut. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. tanah perlu makan. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. debur ombak seperti nyanyian. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput.ABC Amber LIT Converter http://www. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Mungkin. ternyata risikonya sama saja. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. pesawat kembali stabil. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Huh. mata orang yang mau menolong. "Jangan kau siksa binatang. "Kenapa dia lari?" batinnya. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. dua jam lalu. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Ia tak mau mati." katanya kepada Halifa kecil. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. semacam pengumuman. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput.Di balik awan gelap yang bergumpal.processtext. mengantarnya pulang."Ke mana dia?" pikir Halifa.processtext. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. ia akan tunjukkan jalan. Di laut terancam tenggelam. ikuti saja aroma itu. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Sebelum mendarat. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. atau menjadi buih di samudra nanti. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. ia dan adiknya. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. Bagi Halifa. Malida. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. tempat kelahirannya. yang punya kebun. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. jari-jari petir putih bersinar. "Biar gembur.com/abclit. berpulang saat kembali.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. mengelupas di sana-sini. pikirnya.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi.html tumbang. Warna coklat cat berubah kehitaman. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini.

Ayah sudah menganggapnya keluarga." kisah ayah. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Entah kenapa. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau.com/abclit. Malida kemudian menyusul Halifa. siapa yang tahu. dia memilih tinggal di rumah kebun. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orang-orang itu.Pintu pondok tertutup rapat. Ah.ABC Amber LIT Converter http://www.Ia mengetuksekali lagidan ABC Amber LIT Converter http://www. jauh dari orangtua. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Malida sempat pulang beberapa kali.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya." kata ayah. kecuali kenangan dan sejarah keluarga.html . perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Ayah suruh tinggal di rumah ini. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanak-kanak.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada.html nenek pasti bercerita. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. jangan menginjak ke bawah. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. Halifa mengetuk daun pintu yang basah.com/abclit. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Makanya ayah harus punya prinsip. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. berbagi nasib. Tak ada sahutan. tidak. lagi." Halifa sempat terbahak.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. merusak sungai-sungai. Pikiran Halifa mulai bercabang. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyia-nyiakannya. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Ayah ikut mogok? Oh. Mereka. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Kata ayah. terutama hidupnya yang sendiri. Nak. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Makanya. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa.processtext. Korupsi pun tak bisa besar." Yu Sur. Jabatan ayah memang jabatan tanggung.processtext. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. begitu pula tingkap-tingkapnya. ia ingin menuruti kata hati saja. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. Ibu juga tak menangis. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. di telepon. ayah curang sekali. Tapi. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. Kalau ada orang jahat. perempuan kakak-beradik. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. tapi ia tidak. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Sebelum meninggal. tapi perlahan-lahan ia paham." lanjut ayah. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas.Hujan makin menderas. Ha-ha-ha …. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi." kisah ayah. Semua sungai terpolusi.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah.

orang upahan dan anak majikan.Lame dak pulang. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. tuk. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Kakekmu apalagi. Semue lah berubah kata Halifa. Ada yang ingin kakek ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa mampu berteriak minta tolong. Kebetulan kamu pulang. Ternyata. begitu pula si penjaga kebun."Atur ini Halifa. dari pening. di kantor.html disertaisuara.Nenek sudah tak ada.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah Halifa. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. seraya duduk di tepi ranjang." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar."Benar. Halifa cuma mau mampir sebentar."Ini Halifa.com/abclit. tidak apa-apa. Halifa cume nak mampir sebentar. Ade yang nak atuk cerite. dan panci-panci tergantung di dinding. tuk. Papa kau pun la pensiun. sebentar agik nak pulang ke tanah. di kamar kontrakan."Sekarang belum musim keremunting." kata lelaki itu. Ia cuma mengirim doa. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Atuk ni la sakit-sakit terus. Anak-anak itu terkurung di sana. Semua sudah berubah. Halifa terdiam. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.processtext. Lama tidak pulang. Namun. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.com/abclit.kabur lanjut lelaki tua itu. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Barangkali. membawa gelas air. lemari pakaian dari plastik. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. kompor minyak tanah. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.html .Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. tertatih-tatih mendekati Halifa. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit."Oh. kek.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. di bus. Papamu sudah pensiun. dak ape-ape.Berminggu-minggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Ranjang dan meja kayu.atuk dak bise nampak jelas. Yai kau ape agik. Lelaki itu kelihatan amat tua. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya.Mata lelaki itu mulai berair." kata Halifa. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Banyak yang berubah.processtext. Halifa telah kembali ke tanah rantau. Nyai la dak ade. Keadaan kamar tersebut belum berubah.Kau disitu pun. Kebenaran kau pulang. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. dan di tempat-tempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan.Palang pintu ditarik. Macam-macam sakit pun ade. Kini mereka berhadapan. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah.

Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma.html .Di depan hampir samar sisik danau. tentu saja."Ingin kukatakan yang baik. kakek tak bisa tampak jelas.Unggun terus menyala. dari pusing.""Kau jadi berteka-teki. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. Kakek ini sudah sakit-sakitan."Berita tentang hidup dan masa depan. kabur. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu.com/abclit. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.""Kau belum katakan berita apa. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata.Entah suara pungguk.ABC Amber LIT Converter http://www.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.html ceritakan. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Malam ABC Amber LIT Converter http://www. So. Wey. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. sebentar lagi pulang ke tanah. Kamu di situ pun.Ada kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi.processtext. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Wey. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba.""Tentang kita?""Tentang kita.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. So. Terutama berita yang menyakitkan.com/abclit. terdengar suara Sopa.processtext. sesak napas. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. Macam-macam sakit ada.

Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku.html . Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. Wey. Ada gamang yang aneh. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya ABC Amber LIT Converter http://www. Wey.""Bisakah aku meminta sesuatu. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku."Katakan apa adanya. Mungkin dapat kita atasi bersama. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau melakukan hal serupa itu tak halangan apa.. Kutahu kau sudah siap-sedia.com/abclit. jika kau belum siap.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. maksudmu?""Bukan."Aku tak sembunyikan apa pun. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. Wey?""Tentang apa?""Suami. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan.."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam teka-teki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. Tapi kata-katamu yang terakhir begitu aneh. sebenarnya. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir. mungkin juga tidak."Sebentar nanti kau akan mengerti.""Kau membuat aku makin tak mengerti.processtext.processtext. So. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Wey. Bahkan. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Tapi lebih dari itu."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata.. So. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Wey.. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.. So.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan..""Biaya pernikahan.""Aku telah terima kau penuh seluruh.ABC Amber LIT Converter http://www. Wey.""Aku akan jadi suamimu.com/abclit. Ayah sudah akan menutup semuanya. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri.html masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang..""Mungkin bisa. Aku kenal kau. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.."Kau belum katakan apa kesulitanmu. So. Wey."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu..""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.

Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. wajahnya tampak lebih tirus. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama.""Terima kasih.processtext. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Kampung jauhnya lebih sekilometer. seakan-akan kehilangan pancaran masa depan. tetapi aku telah menjadi suami. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya.processtext." kukecup ia sekali lagi. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. So. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa aku belumlah suami."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Tapi rasanya saatnya belum tiba.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Sebelum ia mati. Wey. Terkena leukemia. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. Kau menolak?""Tak aku menolak. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. dan mereka bercinta. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Wey. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. saat kubopong... dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia.. So?"Tak kudengar suaranya. barulah ia mati. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima."Terima kasih. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah.ABC Amber LIT Converter http://www.. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. selama kuliah. Wey. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.com/abclit. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. Wey.html dengan permintaanku padamu. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. ABC Amber LIT Converter http://www."Jika kau cinta." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. Tubuh dan akal pikiran. Rautan yang ayu... Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. bahwa wanita kami dari daerah ini."Saat ini aku sehat. kurasa tubuhnya lebih ringan."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala.com/abclit. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. Semuanya sehat.Di Jakarta. Kurasa suhu badannya lebih dingin. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Wey.."Tapi untuk permintaanmu. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Namun.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan.html .""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Demi ikrar itu aku minta."Kau sakit. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya.

processtext." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. tampak bangunan yang sangat kukenal. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. aku pencet bel.ABC Amber LIT Converter http://www. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész Sumber: Kompas. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Hanya aku dan Sopa. kuning. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. karena ABC Amber LIT Converter http://www. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat.processtext. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Napasnya masih ada.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Lift ringkih dengan pintu berkisi-kisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. menatapku. dan kujawab. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam? Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Di situ kami tinggal. "Aku tinggal di sini. Itu agak mengherankanku. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan.com/abclit.html . Tetapi matanya terkatup rapat. calon istriku. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Wey. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. sementara bibirnya terus mengulum senyum. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. setengah baya. nadinya masih ada. Begitu melewati gerbang depan. terganjal oleh kunci rantai."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit." jawabnya.com/abclit. aroma lama itu tak berubah.html Terima kasih untuk pemberianmu. "kamilah yang tinggal di sini." "Tidak mungkin. Ia tanya aku cari siapa. meskipun itu kekasihku sendiri.

Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. mereka mengangguk-angguk senang.html kutahan dengan kakiku.AKU kembali ke tangga. "semuanya dapat dipahami. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. ia berusaha menutup pintu. berdaging.Aku masih di situ beberapa saat lagi. dia sehat. "Dia sudah kawin lagi. begitu katanya. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. "ia agak terlalu cepat. Tapi Futo. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. memang mereka punya suatu kabar baik.ABC Amber LIT Converter http://www." Yang lain. meski terletak di wilayah Austria. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya." Lalu.html . kapan. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. Ia katakan. "Ayahku?" Tanggapannya. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan.com/abclit. Ya. "Tapi. "sebenarnya dalam segala hal". dan cepat ABC Amber LIT Converter http://www. Ya.com/abclit. Kupencet bel. tapi kemudian berubah serius lagi. sementara aku masih mengenakan topi. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya." Paman Fleischmann merenung. Mauthaussen." Dengan siapa? Salah satu menjawab. lalu mengujarkan namaku. warna merah anggur itu. Tuan Steiner tua setuju. Dia hidup. kutanyakan tentang ibuku. Sementara itu. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Mereka berdiri memelototiku." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. dan tubuhku berkeringat. jenggotnya merah lebat. Mereka menarikku masuk ruang tamu. paprika. Lalu. empuk." Dan. bukan Kovacs." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. "Lalu ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. melembutkan otot muka. tidak dapat diragukan". Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. "Pasti ada salah pengertian. Aku masih berusaha mencegahnya. baju narapidana bergaris-garis. begitu. Sejurus kemudian sebuah tanganaku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". Dan.processtext. Perempuan gemuk. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. dengan sandal kain. bagaimana. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. itu kata mereka padaku.Lalu. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. "Bukan." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. barangkali. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Tapi. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". sayangnya. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. muncul. dia berhasil menutup pintu. Sebab. Lalu. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. semua diam. "Tapi." Tuan Steiner menambahkan. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. Kucoba menjelaskan padanya. aku tanyakan lagi. tentu. Tuan Steiner tua itu memelukku.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku.processtext. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. "Kovacs. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. "Lalu kami sendiri. kukira. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Maksudku Suto. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi.

pembebasan "akhirnya terjadi". Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. kataku. Baiklah." Memang harus kubilang. Tapi. Dan. hari. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. Paman Fleischmann mengangguk setuju. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". Tapi.com/abclit." salah seorang tua itu merenung. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku.processtext. mengusik hati. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Pada saat tertentu. kedua orang tua itu terdiam. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. Apa itu artinya. menit. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadian-kejadian yang membingungkan. masih tak jelas apakah kami akan ABC Amber LIT Converter http://www. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. yang di Auschwitz. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. ada benarnya kata-katanya itu. mereka balik bertanya. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi.com/abclit. semuanya seakan-akan terjadi seketika. Tapi.html kutanggapi bahwa aku tetap suka. Lalu. di mana aku berdiri dalam antrean. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. Ketika aku makan. Pada hakikatnya. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. Entah bagaimana mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat".ABC Amber LIT Converter http://www. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. Di samping itu. begitulah mereka berujar dan berujar. kuperhatikan. jam. Tentu saja aku tak berharap. meskipun semua telah berlalu." Yang lain menyambung. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. dan bulan.Misalnya. Padahal." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. setidaknya itulah yang menimpaku. Barangkali. Aku hanya dapat memulai hidup baru. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. kataku. Jumlahnya sekitar seribu. Ganti kutanya mereka." Aku bertanya. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. Itu berarti.html . mereka jadi agak terheran-heran. "kamu harus melupakan semua teror itu. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. misalnya. bahkan agak lebih terheran lagi.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. "Ya begitulah. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. "Yang paling penting.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru." katanya. karena aku tak tahu secara pasti. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. minggu. kalau diingat lagi semuanya. Tapi. kutambahkan. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. yang di tengah-tengah. tapi. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. Lalu ujarnya. kami tetap hidup.processtext. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka." Dan. Justrusebaliknya. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. dan setelah beberapa saat. bagaimana persisnyatiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. sulit dibayangkan.kalau kuperhatikanbaik-baik.

selama waktu itu antrean terus bergerak. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. "Tak ada. Maka.ABC Amber LIT Converter http://www. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. Tapi. begitu cepat dan sulit dipercaya.Pada kata-kataku yang terakhir. Setiap orang melangkah maju.Suasana hening. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. kecuali ." kutambahkan." di sini aku macet bicara.com/abclit. Tapi. kami sama-sama tak bergerak. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Dapat kulihat. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. tapi kemudian aku ingat katakata wartawan itu. Kedua orang tua itu bertanya. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. Tak kulihat dia balik. karena mereka juga tampak hilang kesabaran.. menurutmu. apa artinya jadi "orang Yahudi".. Tentu saja. "Lalu. misalnya. dengan laku surut.. tidaklah selalu begitu. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.com/abclit. atau ." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah.processtext. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. aku bisa bilang kepadanya. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. entah bagaimanapun caranya.. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. setengah kesal hatinya. bukan itu yang penting. katakanlah begitu. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. berlalu. Kukatakan padanya. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. "Apakah semua ini memang baik. "Lalu apa?" mereka tanya balik. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. Tuan Steiner tua mulai gerah.html langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. kataku. dengan Anne-Marie. "Tak ada yang istimewa. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. tak ada darah lain. terus maju. selama kami memandang ke depan atau ke belakang.. Sebetulnya itu bukan nasibku. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru.html . seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. Sekarang. tak ada perubahan lagi. seperti halnya juga di rumah ini. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung.processtext. Sekarang.Lalu.. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Hanya sekarang. Setiap menit berdetak. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. setengah mengeluh." Memang. dengan ibuku. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. Sudah tentu. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. kami melihatnya kembali ke belakang. dan begitu kabur." aku mencoba menjelaskan. final. penyimpangan. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. tentu saja. Kupikir. berdiri dan bergerak memutar. kalau dilihat secara keseluruhan.

Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita."Dan. Di sana. kemudian aku ingat.ABC Amber LIT Converter http://www. lawan bicara yang lebih layak. Satu-satunya keburukan atau keindahan. Tapi.. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. apa pun itu wujudnya. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah.processtext. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. katakanlah. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. ke arah aku hendak pergi. hanya merekalah yang ada di sini. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. dan semakin merasa kesal. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar.. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. jelas bukan itu yang kukerjakan. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. jalan tampak melebar. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. maka tak akan ada nasib. aku tak punya uang. "Ini bukan berarti dosa. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. Namun.com/abclit. Tentu saja. memang aku berbicara. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. Begitulah. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib.processtext.com/abclit. Biarkan.. Tapi. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. menghadap ke depan. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Lalu. jika . satu-satunya ketidaktepatan." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku.html kata-kataku. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. untuk mendapatkan kekuatan. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. Dan. "Biar saja. "Apa?" ia berteriak padaku. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. dan langit bersaput ABC Amber LIT Converter http://www. tapi sudah tak mungkin lagi. Tapi. Bahkan. Ia ingin melompat bangkit. dan kudengar apa yang diucapkannya. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai.Turun dari tangga. Mereka juga menyadarinya. Sekarang." terus kulanjutkan. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. begitu mungkin bisa dikatakan. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. barangkali dapat kukatakan. memanjang dan hilang di kejauhan. mukanya merah dan memukulkan kepalan tangannya ke dada. mereka ganti bahan pembicaraan. jalanan menyambutku. saat ini.html . sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Dan. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya.

Setelah Perang Dunia II mulai. berada di situ.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust.Baiklah. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. 800-an di antaranya orang Yahudi.Jika memang mereka sampai hati bertanya. ekspresi wajah mereka lebih lembut. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. Barangkali. bintang Nabi Dawud. rasa siapku sedang tumbuh. Ibu menantikanku. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. satu demi satu.Catatan sejarah menyebutkan. mulai bertumpuk dalam diri. suara mereka lebih rendah.com/abclit. lebih sederhana. Tentu ia akan bahagia melihatku. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman.500 orang. sekarang aku tahu. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Ya.(Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Dan. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. benar. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. Aku jadi ingat semuanya. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Januari 1942. dan aku merasakannya di sini-ini saatsaat favoritku selama dalam kam. Ya.html . semuanya menggenangi kesadaranku. Lalu lintas lebih sepi. tapi sekaligus penuh seribu janji.processtext. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). "teror dari kam-kam konsentrasi". dan semua yang lain. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu.processtext. ahwal dan orang. dokter itu. Ini adalah saatsaat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. Wajah mereka tampak seolah-olah tertukar satu sama lain. semuanya kembali lagi. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kam-kam pembantaian itu. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. rasanya sesuatu sedang berubah. dan semakin turun ke jalan. Tentu saja itu yang diinginkannya. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. tentu saja. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. tapi bagiku. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H ABC Amber LIT Converter http://www. Juga di belakang sana.Dan jika aku belum lupa.com/abclit. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Kasihan dia. hidup jadi lebih murni. Mendadak semuanya jadi hidup.html jingga. dalam arti tertentu. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. mulai yang berumur 10 tahun. Bohus. Di sekelilingku. Ya.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. polisi Hungaria membantai sekitar 3. di atas jalan yang sudah diempas badai.

yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Sebab.processtext. adik kandungnya. Pas buat dua orang. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan.processtext. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Wajahnya nampak selalu gelisah. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. lantas makan siang di Nam Khe. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral.html Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanitawanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. Agaknya pun berpikir. dia berkali. Beberapa kali kami pernah makan di sana.SEMBILAN ribu USDolar. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. arloji itu akan dibeli buat upeti. menurut sahabat saya. itu urusan ipar sampean. Kami mengerti maksud Nunik. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Sudah waktunya injeksi insulin. Pri! Bayangkan. batin saya."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya."Titipan Ibu Gubernur.ABC Amber LIT Converter http://www.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang.com/abclit.Titipan jendral kek. Di Nam Khe. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu." kata Nunik.com/abclit. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak.Wajah lelaki itu ABC Amber LIT Converter http://www. bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Dia lebih percaya.html . hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. kedai murah di ujung Zeedijk. tanpa saya maupun kangmasnya. presiden kek.

Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah ABC Amber LIT Converter http://www. Dan itu sering keliru. Pri. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. Itu dia. tapi tak melihat Anda. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo."Saya tidak peduli.""Oh. tidak.com/abclit. Saya mengurus visa di sana."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Saya pun selalu bersikap begitu. berkerah tutup. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. Dan sekarang mereka ini. kecuali sangat perlu. nginap di Hotel Dorin.Nah.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. Lain kali silakan singgah di rumah saya. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen."Maafkan."Sekarang dia menengok ke sini. Tinggal menyantapnya. Dugaan saya benar. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. Jangan di hotel. ya? Tapi saya bukan orang Kedutaan." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya.""Pakaian saya tidak begini. Kehormatan besar buat Hargo. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana.processtext. Layak ditegur-sapa. tidak keliru. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. mungkin sedang ngrasani kita.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. bertemu dengan Pak Duta. langsung duduk di depannya. Namun sialan. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. mahal. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Semua hotel di Damrak mahal.com/abclit."O. Kami adalah orang-orang setanah airnya.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali." jawab sahabat saya. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. pikir saya.html . Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. ini baru kehormatan namanya. Saya ingin mendengarnya."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. tidak jauh dari sini.html nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. kancing-kancing dadanya berbentuk pilinpilin kain yang melintang seperti anak-tangga. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. ya?" kalimatnya sangat sopan. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya.processtext.""Wuah. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60an. Bapak dari Kedutaan. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. Beberapa kali sudah. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. Pak.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Pak. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap.

karena dia yang bayar rekeningnya."Mau bangkrut lu. Dia beri kita kartu nama dan addressnya."Untuk keluarganya di Gondangdia."Isinya apa?" dia tak sabar. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya.""Sampean ini."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Priiii. menunggu pesanan mereka. saya akan pingsan. Sahabat saya memang jejaka. Tentu tak tahu apa isinya."Ayolah Zus. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama." usul saya. Karton itu saya buka. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Ini bungkusan cocoknya buat ABC Amber LIT Converter http://www. Haaar. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Maafkan. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya.. Saya tentu saja mengucap terima kasih. saya menghindari rekening Nam Khe. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. Di Malaysia malah hukuman mati. kan bisa dibungkus lagi."Buka saja bungkusnya.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Terus terang harus saya akui. Ketika saya selesai. batin saya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Nunik bisa bawa. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. saya keluar sebentar. Jika saya nekat menunda makan. pindah semeja bersama kami."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakut-nakuti. Saya pun tiba-tiba khawatir."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara.html . Nampak bengong. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai..Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Saya ingat. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai. Sahabat saya nampak makin kebingungan." katanya. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. "Mari duduk bersama kami di sini. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Hargo ketamuan. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. Tak sampai setengah kilo."Selamat makan. "Hukuman berat jika ketahuan."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko.processtext. Sahabat saya terpaksa menunda makan. sukar menemukan pasangan." kata saya. Hargo bilang. Jika sial. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Saya sendiri tak bisa menunggu. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya.html saya di notes dia. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. "Terlalu riskan buat adik sampean. Dia tak pernah punya kartu nama."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. Hargo lain lagi."Alhamdulillah. merasa gula di darah saya kelewat rendah. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders." kata dia tiba-tiba.. Kalau ternyata bukan barang larangan.com/abclit. tak banyak punya duit. Itu Hargo tahu. saya pun singgah di Wan Nam Hong. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. Saya jadi kurang sopan. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana.com/abclit. Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Sekadar menghabiskan waktu. mereka justru baru mulai. "Beli prangko. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air.

html . Husaren Sla. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. khotbah. matahari yang tenggelam. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. dan hujan yang sebentar. nyanyian. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Setelah sebelumnya. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Dan di pojok entah mana."Tak perlu khawatir. Malah ngenas.html saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Dari kaca jendela kamar itu. Seperti percakapan-percakapan yang terusir. bumbu mirip semur. di senja hari.S>small 2small 0<. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. mungkin meratap diam-diam. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. aku dan kamu."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Namanya pun baru dengar sekarang." kata suami Nunik.com/abclit.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. hujanlah yang menyertai peristiwa. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. desir angin. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Paran. Tidak semua gugur daun.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan.processtext. membasuh sedih di luar sana. tapi tak bisa menahan selera. yang kekal dalam ingatan. kupandangi lama cuaca. percakapan. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan.com/abclit. dibuntal oleh hujan yang sebentar. Mas!" kata istrinya. himpitan beban seperti tak ABC Amber LIT Converter http://www. Saya sungkan pada suami Nunik. Saya melahapnya. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. juga dalam hal ingatan.processtext. Atau mungkin sebaliknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram.000 rupiah. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda.""Service Paspor. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. Saya tidak bisa ketawa. baunya saja pun sangat nyaman.

kamu. di kotanya. hanya agak kurus. keponakanku. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Ah. Mataku menatap perutmu. mungkin karena baru beberapa bulan. Benar. Dan kita. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. sembari menunggu hujan reda.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. Dan ia menggeleng pelan.. memang. . juga pada senja dan hujan yang sebentar.INI juga pada senja. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. Sangat rindu. Tak semua selamat. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu.Aku tidak begitu peduli waktu itu. Hujan dengan cepat reda. Tetanggaku. Di stasiun kereta api. Aku tahu.. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. Lebih berpuing dari ini.. Di luar sana. aku pikir akan selamat.. dan mulai menulis. Ia rindu. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih.. Sebentar ditatapnya wajahku. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. ya. Apalagi.Uhf. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Suamimu duda.Di hadapanku kini.html . meyakinkan lebih tepatnya. sahabatku. Belum ada tanda-tanda. kebiasaan buruk.. tak kuasa menanggungnya.. Selamat. aku kira. . hujan mengguyur deras.Tengadahlah. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. beberapa bulan yang lalu. seperti yang duludulu. Baru setahun yang lalu. juga yang berpasangan. Ia agak kikuk.Seseorang mengetuk pintu. Semua selesai. Senja ini tak ada kepastian. Ia tidak secerah dulu. bukan?! Tapi bisa jadi. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. senja dibekap cuaca yang murung. sebagaimana aku juga tidak. bahkan bila kita mau. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka.Tapi kamu ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu singkat. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. sesedih aku. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan.Ah. selain hujan dan waktu yang bergulung. baru kutulis nama sayangku untukmu. semenjak gelengan itu. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. segalanya butuh perhitungan..... Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. bahkan di diriku. Kali kedua aku bertemu dengannya. Hujan akan segera turun. dan hujan. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. senja. dan berbisik: sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman.Beberapa selamat?Beberapa selamat.com/abclit.. Seorang laki-laki juga menghampirimu. Kami berpisah. Sayang. Tapi beberapa.Kami minum kopi. Ia masih seperti setahun yang lalu..processtext. akhirnya. Tidak mungkin. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu.Ini Dede dan Kahfi.. dan rintik hujan. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. tatap aku baik-baik.Aku kurus ya. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. Sangat deras. kamu ingin hidup yang tenteram saja.Hujan reda. tapi kuseduhkan secangkir teh.LALU aku bertemu dengannya lagi. Lucu-lucu. Dan kamu berubah sekejap. tapi aku yakin. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Aku tahu itu.TAPI kepastian itu datang juga. Tapi lebih banyak yang tidak.Aku panik.ABC Amber LIT Converter http://www. begitu sendu. beberapa mengalaminya. dalam tubuh yang agak basah. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia.com/abclit. Aku memandang ke jendela. tidak ada kepastian. Tapi tidak mungkin.processtext. Kamu di mana. misalnya. bahkan untuk sedikit kepastian. aku tak kuasa menatap matamu... juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. dan ini kakakku.Kamu!Di luar..Kamu menunduk.Dan sekarang. Aku mengambil kertas.. pertemuan itu telah menutup segalanya. Aku beranjak dengan malas.. lebih nyeri dari ini. mataku. Aku merobek kertas yang di atasnya. dari dulu. walau aku tak yakin benar.Aku mengangguk.html tertanggungkan.

Sangat indah. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.Kamu menangis sesunggukan.com/abclit. Sebab kalau kamu. hendak membuat kopi. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. kan?Aku menggeleng. tentang pertanyaanpertanyaanku padamu. mampus. Mengapa jika kamu menangis.Kenapaaaa.Kamu mengedarkan pandangan. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik.Kamu tersenyum. seperti sekarang ini. dan lagilagi sesunggukan menangis.. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Kuambil nasi dan makan. Bukan.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.Aku masuk. Lalu aku ingat. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. minum kopi hasil seduhanmu. Dan mungkin menangis. kedua tanganmu pasti kotor.Aku mengangguk. Ah. Pagi ini aku tidur. kamu mulai basa-basi.html . ada janji makan malam.. pigura-pigura.Jangan tanya tentang pernikahanku. menghampiriku. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. Aku tidak jadi menangis. Tapi aku mencintaimu.Harusnya aku mendekatimu. almari pakaian. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Kubaca. Makan yang begitu tertib. air mata itu. yang selalu kamu seka hidungmu. Mengingatkan dulu. televisi yang mati. Sebelum banyak bicara. Cara menulis yang tenang dan sepertinya sangat tidak peduli.. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. bukan kamu.Tidak. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja.com/abclit. Kangen. sudah terasa hilang sejak lama. ya.Kamu masih gampang terharu. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Kamu juga... Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku.html tahu. Aku kembali ke tempatku semula. Seperti dulu-dulu. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. aku selalu ingin kamu menatap mataku. .Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. sepintas kulihat. dan ingin juga bertemu.Kenapa?Aku menggeleng.. di dalamnya.Aduh. Aku bangkit. Balik-balik. Memandang caramu menulis. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Kamu belum makan. Mengambil kertas dan menulis. Selebihnya. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya.Dari jendela. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Aku hanya memandangmu. Tapi kamu juga bangkit. bersamamu dalam bayanganku. Juga luka dan getir itu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu.Aku bawakan makanan kesukaanmu. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Membuatku tertawa sendiri. Kamu sodorkan kertas itu. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu.ABC Amber LIT Converter http://www. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.processtext. dan memelukmu.Kamu menyeka hidung dengan tisu. lampu-lampu mulai menyala. ya?Aku mengalaminya.Aku sedih. tidak sepertiku. Tapi kali ini tidak.Aku sedang ada urusan di sini. tak lelap. dan pernah bersumpah akan mencurinya. Sialan.Bisa minta tolong.Aku harus pergi... Nada suara tinggi yang ABC Amber LIT Converter http://www. menunggumu menyeduhkan kopiku. dan kamu sesekali main di sana. Apa pun. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.. Pintu terbuka.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. menatap buku-buku. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.Aduh. mengambil gelas yang kusentuh. Tak menahanmu. sampai sekarang.Kamu duduk lagi.Aku mengangguk. sungguh.processtext. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Apalagi hujan yang sebentar. sebelum banyak dusta.. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Kututup pintu. Kamu bergetar. Senja mulai mengetuk malam..

mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. tepat yang kelima.html . menuju komputer.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. istriku. cuaca cerah.com/abclit. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. Perpisahan itu tidak enak. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Seperti kemarin. Kuangkat.*** Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang HamburgFrankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Lagu-lagu sedih.html merajuk itu. Menatapmu. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. aku yakin. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Dan seperti tidak peduli. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Kamu duduk lagi.000 dollar AS lebih. Namun. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. kamu tahu kalau aku menatapmu.Di luar.ABC Amber LIT Converter http://www. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Sebetulnya. Di seberang. Tapi urung. Pasti ada yang hilang lagi.com/abclit. Brengsek. telepon berdering.Kamu bangkit.Sore nanti.processtext. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. Aku tahu. Mau nggak. Aku hendak menahanmu. ABC Amber LIT Converter http://www. Musik mengalun. padahal sangat peduli. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih.processtext. aku balik.Pintu kututup pelan.

tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse.processtext. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Meskipun salju belum turun. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. Kalau disebutkan dalam surat. Lagi pula." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Dalam satu-dua bulan. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Pohon-pohon sudah mulai meranggas." Seperti biasa. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Jadi." tulis ayah Berbi. kalau tiket sudah dilunasi. Di Frankfurt.html Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Apalagi ditambah dengan angin kencang.html . Pada bulan Maret tahun depannya.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Jadi.com/abclit. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. Jakarta. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. ke rumah orangtuanya. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya.com/abclit. pertanda musim gugur telah tiba. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul.processtext.

Paling-paling hanya akan menjadi penyair. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar ABC Amber LIT Converter http://www. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. si hemat kata. sang ayah hanya mengatakan. Entah kenapa. Kalau toh terpaksa menulis surat.com/abclit. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Berbi masih tidak habis pikir.com/abclit. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang.html . Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern.. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya." Surat ini mirip telegram saja. Tidak dengan mesin tik. meski teknologi sudah maju pesat.ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi dengan komputer.. Di apartemennya.processtext." Begitu bunyi surat itu. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. Berbi tahu. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. di Rothenbaumchaussee. Hamburg 1 "Pulanglah segera..processtext.html Rothenbaumchaussee. Apalagi pengarang cerpen atau novel.

Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. ABC Amber LIT Converter http://www. yakni memintanya pulang dengan segera. Namun.html Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi sudah dua kali menerima surat serupa.com/abclit. tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah. Oleh karena itu. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. risikonya apa? Di pihak lain.processtext. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. uang 2. uang tetaplah uang bagi Berbi. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. Hamburg 2 Memang. seberapa pun kecil atau besarnya. pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya). Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg.com/abclit. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga. Kalau tidak. Sebagai putri tunggal. Kalau pulang.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan.html . Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air.processtext. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala? Mudik 1 Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu. ia mengerti perasaan ayahnya.

kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi..processtext. "Oh.processtext. ada yang akan kubicarakan denganmu.html "Pulanglah segera. pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah.html .ABC Amber LIT Converter http://www." Hanya itu isi suratnya." Hanya itu komentar Berbi. Ia tidak siap menjawab. Oleh karena itu. Sebaliknya. Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana." "Maksudmu bagaimana?" "Maksudku.. Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi. "Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi. bagaimana pendapatmu. ya. ia menjawab sekenanya." Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.. ya. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Ia tidak menyangka. "Ayah ingin tahu." kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta. "Terserah Ayah sajalah. apa salahnya menikah lagi. ya.

"Omong-omong. "Lho. Berbi menyambung. peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.processtext. Cuma karena ayahnya sudah to the point. Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya.. Apa boleh buat. bagaimana sih Ayah ini?" "Teman-teman Ayah di kantor..com/abclit.html tentu tak perlu menikah lagi.?" Sebetulnya. siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi. apa Ayah sudah punya calon.processtext. Ayah Berbi menggeleng. Mudik 2 Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. katanya." "Saya pikir.html . Ayah sudah punya calon. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru." "Belum." Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam. Oleh karena itu." Ayah Berbi terdiam sejenak.. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.. ia pun tak sungkan bertanya langsung.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www..

ABC Amber LIT Converter http://www.html .com/abclit." ABC Amber LIT Converter http://www." "Lho. Pada saat lain." "Lantas?" "Setelah diperiksa dokter. Baca tak enak.processtext. Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter. Makan tak enak. Tidur tak enak." "Normal dong. aku mengidap penyakit. Badan serasa meriang sepanjang hari. tak nyenyak. badanku serasa gatal seluruhnya.html Berbi. bagaimana?" "130/90. memangnya Ayah merasakan apa?" "Rasanya Ayah enggak enak badan terus. "Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?" "Aku pikir.processtext. Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya.com/abclit." "Tensi Ayah. ternyata aku dinyatakan sehat. Setiba di Jakarta.

memangnya Ayah sakit?" Sang ayah membisu." kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup. aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya.html Graha Taman 1 Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. "Maksud Ayah?" "Maksudku." "Lho. Kalau tidak. ABC Amber LIT Converter http://www. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah. Jakarta. tentulah ia tidak akan memanggilku pulang. pikir Berbi. "Ayah sakit jantung?" Sang ayah menggeleng lagi. "Ayah mengidap penyakit berat?" Sang ayah menggeleng.com/abclit.html .processtext.processtext.

html . kalau aku mati nanti. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. "Aku ingin. "Aku dapat firasat.ABC Amber LIT Converter http://www. Kata peribahasa. "Rencana Ayah bagaimana?" ABC Amber LIT Converter http://www... Kita kan perlu bersiap-siap. Berbi mengubah cara bertanyanya.com/abclit. "Lho. agar tidak mengecewakan sang ayah. Kemudian Berbi melanjutkan." kata sang ayah. ’Sedia payung sebelum hujan’. kamu pasang iklan kematian untuk aku. "Kenapa Ayah merasa akan mati?" Dengan enteng ayah Berbi menjawab. "Begini." Mereka terdiam sejenak. Berbi mengajukan pertanyaan.processtext.." Graha Taman 2 Keesokan harinya.processtext. Namun.html Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.com/abclit. ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.

"Rest in peace".P". "Kabar Duka Cita". "Telah Beristirahat dengan Tenang". Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran.html . "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak".processtext.html Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. "Turut Berduka Cita". Ayah Berbi meneruskan.processtext.com/abclit." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map.I. "R.com/abclit. "Telah Mendahului Kita"." ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini.ABC Amber LIT Converter http://www.

"Berita Duka Cita".ABC Amber LIT Converter http://www. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit.html . Teman-teman. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. kerabat." Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu." Berbi terdiam. Akan tetapi.P". "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. kata ayahnya. tetangga. sih. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". Berbi hanya berjanji.I. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. "Kok Ayah ingin diiklankan. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. "Kabar Duka Cita". Soekarno-Hatta.com/abclit. Firasat. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. aku segera kabari Ayah" ABC Amber LIT Converter http://www. kalau aku sudah mati.processtext. atau "R.html "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti.processtext. "Telah Mendahului Kita". "Rest in Peace".

. Di pihak lain. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan ABC Amber LIT Converter http://www." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. "Pilihlah judul iklan yang paling bagus. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.com/abclit. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. kalau sudah sampai waktunya. atau e-mail. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. atau surat. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1".ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya.processtext. "Pokoknya." katanya kepada sang ayah.html Dengan kata-kata itu. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.html . Berbi menuju Gate 1.. iklan mana yang kupilih. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. Menurut berita CNN. atau faksimile. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. Dengan langkah berat. atau telegram.com/abclit.processtext..

mata sembab dan isak tertahan. bunda. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. Italia. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Berbi namanya. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas.html . tapi tak dijumpainya setitik pun luka."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. "Bukan di situ. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. anggun dan mempesona.html karyawisata ke Roma.com/abclit. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. Dengan nafas terengah-engah. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu.processtext. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Semua penumpang bus meninggal dunia. Tapi tidak demikian bagi Yustin. termasuk sopir bus.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Meta ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi luka dalam. Namun. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Jakarta. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh.com/abclit.

Lalu dirangkulnya."Meta terdiam..""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. bunda.ABC Amber LIT Converter http://www.. memelukmu.""Tak usah.""Bibir saya kenapa. "Bunda mau bicara sebentar.""Kau pasti pernah merasakan. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. Ia tak bisa datang menjemput. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. sepatu. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu..""Apa.Bagi Yustin.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. membelaimu.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. atau senantiasa merasakan.processtext.. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki.html . Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. rok ."Meta mengiyakan dengan cara terdiam. pakaian dalam. memujimu... bedak. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. atau sering merasakan.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi.. Sebab nyatanya. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Sampai ia lulus SMP. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. "Kenapa. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya.atau.. Meta.processtext. menyentuhmu. Sampai ia masuk SMU.yang tak pernah berlengan pendek. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju . shampo. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. Meta?""Aku beli sendiri.. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.??""Jangan bertanya dulu buat apa. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos.. bayanganbayangan buruk itu memang tinggal bayangan. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas.. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari.""Jangan berpikir ABC Amber LIT Converter http://www."Dengan perasaan berdebar dan bertanyatanya Meta membuka seluruh pakaiannya. Meta.yang panjangnya selalu di bawah lutut. Aku harus berangkat naik bis kota...""Tapi.""Tapi Meta sudah mau berangkat sekolah. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah..com/abclit. "Perhatikan bibirmu secara saksama. Untuk sementara.. bunda.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Semuanya. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Buka saja dulu pakaianmu.html sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa.. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.com/abclit. bunda."Mungkin kau benar.""Meta tak tahu apa maksud bunda. justru karena ia tahu persis.

menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin. maskara. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.. dan gunakanlah kartu debet atasnamamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan.processtext.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain.html sejauh itu. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. Matanya terpejam. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju.""Bunda khawatir. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja..processtext. nak. panggilan mesra. Meta. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. gelang. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. yang setiap hari mendengar decak kagum. eyeliner. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Dan ini membuatnya jumawa. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. pujian. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. Meta. serta rayuan dari para pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. Dengan berbagai kecemasan."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anakanakku. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi.com/abclit. eyeshadow.. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. anting."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. "Ya. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang.html .."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat.ABC Amber LIT Converter http://www.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. hingga yang pada mulanya ia hidup biasa-biasa saja sebagai layaknya pemuda desa.com/abclit. Ada nama seorang pria tertayang di layar. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. giwang.. Dan Yustin tak mungkin bercerita.. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. dan bicara dengan suara selirihABC Amber LIT Converter http://www.. blush-on. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya.." "Lalu. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. kalung. Ia pun buru-buru membuka almari. Badannya besar dan kekar. Bunda cuma khawatir. Dan Yustina tak kuat bertahan. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. stiker tattoo dan pernik-pernik lainnya.. sebab segala rupa sanjungan itu lamalama sangat dinikmatinya. siutan panjang."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. Ketukan pintu membuatnya kaget. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Kapan pun. Pipinya membasah.. Tak mungkin ia bercerita.

"Halo..JALAN-jalan.html . "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. aku cinta Bram. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. ketakutan.. dan kesedihan adalah milik mereka. Meta?" Jakarta. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam ABC Amber LIT Converter http://www. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. di halte sambil menunggu bus.processtext. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. aku cinta Bram. ya?" "Sebentar. lebihlebih."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). "Non. harapan. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. minta aja kunci ke resepsionis. oom.processtext. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. bersihkan sarang laba-laba itu. dan berucap.. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. aku cinta Bram.com/abclit.PADA saat itu. "Kau bicara sama siapa. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. Itu rasanya tidak mungkin. Dina menikah dengan Bram. 11 Desember 2002 Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Sekarang aku sudah di kamar. Bram. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. Kala mendongakkan kepalanya. Kamar Masmu memang jorok. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. "Kubisikkan pada mereka. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang.html lirihnya. Dina tahu Bram ada di sisinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kamar 501. Dina membawa sebuah buku. berdiri di mukanya!Jaring-jaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. seorang lelaki Indonesia.com/abclit. Oke.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkatangkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. kalau kau punya suami.."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. Tapi. langit menulis kata-kata itu.

Langit di sana diam-diam saja. "Din. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki.processtext.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. untungnya aku datang. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. Namun. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu.SUNGGUH. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. Dia merasa. baju-baju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. bukan untuk diriku sendiri. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. waktuku. yang kemudian menjadi suaminya."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. "Nduk. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. sebenarnya Dina merasa. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. Dina menyanyi. sebaiknya minum susu dan aspirin. ketika selesai menyetrika. sebisa-bisanya. Dina duduk di ruang tamu.com/abclit. "Kuberikan diriku. Bram suatu senja mengajaknya ngomong." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mailnya. setamat sekolah pulang ke Indonesia. apakah dia masih mencintai Bram. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan.Dina menjerit-jerit. ia membersihkan sarang labalaba di rumah Ibu. tapi untuk keluarga. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. Dina mungkin capek. hal itu diomongkan kepada Bram. Semua perabot rumah. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. kamu depresi. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak.html .html kandanganku. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba."Ibu memeluknya.Malam itu.Anaknya lahir dengan sehat. Celakanya mereka bukan labaABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Dia naik ke lantai dua. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. Hal ini dibicarakan dengan Bram. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini.Kemudian dengan bayinya. aku tidak pernah mengurungmu. Mereka sama-sama bekerja keras.DINA menyusun rencananya.com/abclit. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. cintaku kepada sulungku dan Bram." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Karena semua orang bilang. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. tiba-tiba Dina tidak tahu. Sekarang. perceraian."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba.ABC Amber LIT Converter http://www. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. Langkah satu. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. Ia menampar habis-habisan sulungmu. menari. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.

Dina menangis. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. "Sudahlah. turuti sajalah apa kata dokter. Dilihatnya Bram dan anaknya. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. harga obatmu sangat mahal. tapi harus dihormati). Sebetulnya. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku.Akhirnya. Dina berkata pelanpelan."Bram melihatnya lekat-lekat.com/abclit. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). padahal kuberikan semua cintaku untukmu. Bram berkata pelan-pelan. "Din. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. "Ma. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu.html laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. perasaan dan pikirannya. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar."Ibu memeluknya. Dina tidak ingin peduli. Beberapa tetangga berdatangan. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. mereka adalah laba-laba ganas. Bram berdiri di antara tetangganya. Dina mengatakan kepada Ibunya." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya."Bram.html .Kesedihan. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. "Ibu.""Jadi. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. "Saya harap. "Pa. karena tanpa tugas-tugas itu. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. ayo tidur. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. mengirim cintanya lewat telepon. selamat tinggal. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. mereka berdua melenggang ke kota lain. anaknya. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakitsakitan mengurus dirinya. masih menjerat seluruh tubuh.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang laba-laba. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. Dina jijik dan sekarang. ketika Dina merasa pusing yang hebat. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua.Sampai di rumah ini. yang sampai pada saat ini. Din.""Kau tidak mencintaiku lagi.com/abclit. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. Memang ada ekspresi cinta dari Bram. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext."Dina diam saja.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). Kamu masih dalam proses penyembuhan. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. kasihan anakmu. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya.processtext. "Nduk. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. Padahal.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. Bram yang seharusnya merawat. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya.

dia harus memisahkan anaknya dari Bram. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala.com/abclit. kamu sudah sembuh. Dan jaring labalaba itu. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan.html Bram dan anakmu. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik.com/abclit. dua-tiga butir yang dierami. terhindar dari segala penyakit dan kematian.Demikianlah. semuanya selamat dierami. cukup angin saja yang menyibak."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. mereka akan datang menjemputmu. Dina menganggap.html . itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala.Akan tetapi.processtext. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat.ABC Amber LIT Converter http://www. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. ABC Amber LIT Converter http://www. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. ajaib." maka. Namun.Malang. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. Tanpa harus menguak dan meraba. orang-orang percaya pada pertanda.processtext. Ketika si Upik masih kecil. menampakkan wataknya yang keras. cukup dengan berkata. dan turun dari kandang berkembang-biak. Atau ada yang sempat bertelur. kanan dan kiri. Rambutnya kasar seperti ijuk. lalu tumbuh berpasang-pasang. berdiri tegak umpama dari landak. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. Ia bercita-cita menjadi tentara. "Ayam ini untuk si Upik. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Dan kenyataannya memang demikian. 18 November 2002 Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. bakal cepat berkembang. Konon. mengejar-ngejarnya. Merimuk saja di sudut kandang. pusar-pusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.

nanti mendaftar jadi tentara. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Berhujan-berpanas sudah biasa. tapi bermacam-macam. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan..com/abclit. tak perlu menunggu tamat sekolah. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. "Anak gembala. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. Berbeda sekali dengan si Upik. tiada dua. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. Ayah tentu merestui. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Tak hanya kambing. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit.processtext. sapi dan kini kerbau. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan? SEPERTI diduga.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. tanpa pernah berunding dengan dirinya. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada.html dan Ayah merestuinya. Tak perlu menunggu lama.. Maka. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Setiap tanda jadi tanya. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. pusar-pusar ternak itulah. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala.ABC Amber LIT Converter http://www. ternak si Upik memang berkembang-biak. berkat tetua yang pandai membaca. tidak berbaju buka kepala. Sungguh menambah beban. Karenanya. sambil menyibak pusaran rambut itu. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. begitulah keadaan diri si Upik. dari ayam. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Dan. berkah dari adat yang bertuah.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!).html . tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. di usia sehijau itu." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. Sendiri memintal hari. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. Tidak.processtext. dan ia tak peduli. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ.com/abclit. turun-temurun. Alangkah indah dan menyenangkan. sekolah si Kandik harus terus disambung. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. ya. mencari kutu. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuan-sungguh dianggap ABC Amber LIT Converter http://www. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau.Pagi-pagi sekali. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. Menjadi adat orang seranah. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. seorang sahaja di tengah padang. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambingkambingnya ke padang gembala. Upik merasa tersanjung. baru akan naik ke kelas enam saja. tamat SMP ke SMA. ayam-ayam berkotek di kandang. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. setiap isyarat jadi sebab. Ayah telah memberinya sejumlah kambing-kambing orang dengan sistem paroan2. Dan semua ternak diterima Ayah.

" Lama-lama. dan Mak tak kuasa membujuk. O. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. yang menjadi latar perkampungan. Isi ladangnya tak pernah jelas. Di kubangan. melainkan dampratan dan umpatan. ketika seseorang datang berseru. ABC Amber LIT Converter http://www. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. "Upik. "Kamu mesti berangkat.html keterlaluan. patuklah pusar-pusar di rambutnya. kawanan bangau yang putih yang suci. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. juga rambutnya yang kusut. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. rasa diperhatikan dan penghiburan. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. Mengobati sakit dan lelahnya.com/abclit. menyejukkan. Upik. kecuali dari Pak Kudun!Ah.. dijambak dan diacak-acak.. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja." kata Mak kelu. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. Dengan satu sentakan. Selalu. Perutnya mual. Dan merasa lengang bila laki-laki itu melanjutkan perjalanan. itulah yang utama. "Kamu sakit. Dan penuh perhatian.processtext. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. ia lihat wajahnya.Tapi Upik menyukainya.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. Akhirnya Ayah bertindak lebih jauh. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi!Dan petang itu si Upik teramat sedih. kurus dan menderita.html . dan berseru di tengah padang. kakak-adik. Maka. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. diserbu belalang dalam semalam. berarti menantang adat dan kebiasaan. Dipijatnya kepala Upik di sana. mampir sebentar dan bercakap. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. "Panen gagal. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. Membuat si Upik tak nafsu makan. tak sekadar membentak tapi menggampar. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya.ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi mereka tak punya anak. Wajahnya bersih. Tak tergurat tanda amarah. dengan sekali sentak. "Hampir panen. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. tapi sudah cukup akrab-bercakap.com/abclit. Dan petang itu. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah.Terhuyung Upik meniti pematang.. tapi bukan penghiburan yang didapat. ayah butuh seekor kambing!" Maka. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. Ia merajuk. bangau-bangau itu lantas menjauh. ia dengan nyentrik bilang. mungkin juga seorang bandar!). orang mahfum.. entah kenapa. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. begitulah. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. dengan kumis melintang. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekatdekat. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang.processtext. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. ingin muntah. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. Pik. Sebenarnya. Ayah menyeretnya ke belakang. apalagi si Upik.

dengan ucapan yang tak selesai itu. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam.processtext.. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan urat-urat di tangannya. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. meniup puputserunai batang padi. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. Gadis itu terpana diam. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. tidakkah juga. Upik ingin tak mengenang. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. irama itu terputus tiba-tiba. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. iramanya melengking tinggi!Tapi. Ayah lalu berbalik langkah.. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar.. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. dan merasa agak enak sekarang. seperti tersadar. Dan Upik. Batal ia mengambil mangsa. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik.com/abclit. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang." Pak Kudun tak melanjutkan. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya.processtext."Dan kau. Barulah sesampai di tempat ABC Amber LIT Converter http://www. Upik sungguh tak bisa berbuat apaapa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. Maka. Dan karenanya.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. dengan tatapan orang yang minta diri.html . Ah. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya.html Apakah sekadar mendapat teman bercakap. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Pak Kudun memandangnya." katanya dengan suara bergetar. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. "Sudah lumayan enak. Terima kasih. "Mbheeeeekk.com/abclit. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. mengancam. dan berteriak seperti biasa. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. dialasi tikar. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. Seperti sekarang!LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Pak. orang tua penuh perhatian.Upik menggerakkan kedua lengannya. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Cepat Upik berlalu.. Mak. Sebelum pergi. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diamdiam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. Lantas. lantas si Upik berlari menuju ke sana. dan Kandik segera mengejar. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. Tapi. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. "Awas. untuk kali itu. "Upik. menggeleng-gelengkan kepalanya kiri-kanan.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang jelas. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayahbila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya.. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. Keduanya bersitatap. Upik merasa lengang tiba-tiba. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala.

Awas.html yang sedikit terbuka. Yogyakarta.2. hantu. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. dan kalau nanti Ayah datang mencari. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. semakin bebal. Sistem paroan. Ia ingin menjerit. 2002Catatan:1. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. tenanglah. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang.Rumahlebah.. Ayahkah. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama."Tenanglah. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun..processtext. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun.." bisik Pak Kudun. Tinggallah Upik dengan hati senyap. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang.. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Namun. Kita ke ladang saja sekarang. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.Upik beranjak ke arah semak-semak. berarti kau yang memberi tahu.. Iya 'kan?"Begitulah. melainkan datang dengan ancaman yang sama. Upik.com/abclit.html . Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada pancang di kandang. Disebut juga uyeng-uyeng atau pusa-pusa. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. atau..com/abclit. baru beberapa langkah.. Ia ingin menyelinap ke semak-semak.ABC Amber LIT Converter http://www.. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman.. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba ABC Amber LIT Converter http://www. Kandik segera berlalu menyusul kawan-kawannya yang kian jauh. "Upik. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. si Upik melepaskan jerit. sesuara lebih dulu menyentaknya. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. meski sulit dipercaya. berpulun kain sarung. kalau Ayah sampai tahu. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Tetapi. tapi setidaknya. Senja mulai turun. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. bukan mengembalikan mangsa. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya.processtext. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa..PETANG itu. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal. Pusarpusar. Semakin tebal.

ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan." kata Kupu-kupu.com/abclit. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggas-unggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. "Wah. Pu.. Aku baru terbang dari luar kampung sana. Dua lelaki. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak." "Kok berkomentar lagi. aku pergiii!." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. Masalahnya. teruskan ceritamu. nanti saja ceritanya.. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Kupu-kupu tampak berpikir. Oya. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. ceritakan apa adanya saja. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. Bahkan dalam tidur pun.com/abclit. Aku telat datang!" pintanya kemudian.. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi.. "Nanti. aku masih agak terganggu sampai sekarang." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. tidak begitu.. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya.. Agak sedih malah. "Cuma. "Ceritakan dong. "Ya. "Demi persahabatan. ada angin lagi.processtext. hingga kemudian. Kelihatannya ada jalan keluar.processtext. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi." "Mau dengar nggak?" "Maaf. Hm." kata Tangkai. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. Mau dengar nggak?" "Maaf. aku malah hampir lupa.html . "Sudah risiko. karena tadi terbawa angin. tenang dulu." beritahu Tangkai. maaf. ada apa ramai-ramai." kata Kupu-kupu. sekarang. Di antara tiupan angin yang membawanya. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. Aku belum mendengar apaapa." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. "Nanti dulu. "Wah wah." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. tadi lebih pikuk. Ceritakanlah. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang." "Dua orang kataku. Tangkai akhirnya mengangguk. Bukan ingin tahu pendapatmu. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia.. Edisi 01/05/2003 "KAI. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. Sampai nantiiii. nanti dulu. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali..ABC Amber LIT Converter http://www. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu." "Begitu?" "Ya. "Cerewet." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin.Aku juga tidak bisa cerita banyak." kata Kupu-kupu.. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sana-sini!" tegas Kupu-kupu." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu.." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. Melihat Kupu-kupu datang lagi. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. Seru sekalii. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. "Lho. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. maaf. "Jadi tidak mau ABC Amber LIT Converter http://www. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang.html Sumber: Kompas." katanya. peristiwa apa sih sebenarnya. "Jadi ketinggalan berita. Ah. Kai. Ayah dan anak. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar.

. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri." kata Kupu-kupu.com/abclit. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Ayah dan anak dikeroyok. Pukul-memukul. Lalu kau dating. Nafasmu nanti habis." "Itu dia. tak tak puas... "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Atau malah kurang seru. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. Tak ada yang mengejutkan. Itulah ringkasannya. Hing.." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana." "Hussh! Hussh! Kau. kok biasa saja. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. Polisi semakin banyak berdatangan.com/abclit... jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. tahan dulu. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya." kata Tangkai... yang diteriaki. "Ya. "Maksudku. Jalanan benar-benar macet. "Iya." kata Kupu-kupu. Di sini nggak ada enaknya. Begitulah. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. Para penumpang menontoni. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. sama-sama meninggalkan kerumuman.." "Karena mereka saling memanggil begitu. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. Akhirnya tak jelas lagi. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. teruskan. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. hingga tembak-menembak. yang diinjak. "Pergi juga tak apa-apa. "Itulah. Cuma kejadian sederhana. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul.." kata Kupu-kupu. Begitu saja." kata Tangkai bergoyang. "Wah.html . "Sudah.processtext." kata Kupukupu. Darah berceceran di mana-mana. Bisa kau bayangkan. setiap hati. Hinggaaaaa. penembak.html mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. Biar informasiku lengkap. "Oohhh." kata Kupu-kupu. Kejadiannya berjam-jam. maki-memaki. "Kukira ada hal yang luar biasa. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. ABC Amber LIT Converter http://www. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. Ayah dan anak berteduh di halte sana. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu." lanjut Kupu-kupu.. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang.. "Itulah. lempar-melempar. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. Para penumpang yang ditodong melawan. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan..." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. Lalu tentara datang. kemudian ikut berkelahi. lalu menaiki sebuah angkot. "Ya." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul.processtext. "Ah. Bus-bus berhenti... penginjak. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. akhir dari kejadiannya.." kata Tangkai. setiap kepala. Hinggaaa.. Polisi datang dan melerai. Jangan pikirkan si Capung." "Apa itu?" "Kedua lelaki. "Ya dong. teriak-meneriak. "Begitulah. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Dia tidak begitu hebat. Bisa kau bayangkan. "Jangan di sini. Kok kamu tahu mereka ayah anak. Setiap mata. masing-masing akan terdengar khas. yang ditembaki. "Kuringkas saja. peneriak. Capung kemudian terbang dengan tak acuh.. teruskan ceritamu. tahan dulu. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. "Nanti dulu. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. "Terserah. setiap penilaian.." kata Capung. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. dan menghilang ke ujung jalan sana..ABC Amber LIT Converter http://www." kata Tangkai. tikam-menikam. "Sudah. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. Tapi perkelahian masih berlanjut.

apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. dan Pati akan panen order dari Thailand.. Tahun yang sangat ditakuti. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya." "Daag. Tentu saja. Rembang.ABC Amber LIT Converter http://www. sudah pingsan berdarah-darah. Sampai ketika kedua orang itu. Pada tahun 2003. namun sebagian lainnya tak perduli. dan Brunei Darussalam. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. katanya lagi. menceritakan hal sederhana. membawanya." Pada tahun 2003." "Yuk. dan sekaligus dibanggakan. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu.. bagaimana kedua orang itu.Pada tahun 2003. Masih cukup dekat dari halte. katanya lagi dan ABC Amber LIT Converter http://www.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas." kata Ayah. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. ayah dan anak. kau seserius.com/abclit. menonton sejenak. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga." "Wah. Atau menutup berbagai lokakarya. yang masih dapat dimanfaatkannya." Tangkai bergoyang." "Aku kan Kupu-kupu pintar. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Singapura. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah.html . Ya. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. Kalau tidak.html karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara.processtext. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri." "Terserah kalau begitu. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Lunglai.processtext. Tak percaya oleh kenyataan. Daaag. atau memang sudah mati percuma. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu.com/abclit. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang heboh. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai.

kata Ayah. cinta pada keindahan." ujarnya kembali berpuisi. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang menghasilkan daun tal atau lontar. Yang daunnya berbentuk kipas. Kini menunggui Ayah. Seolah-olah bersyukur. Ya. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai.processtext. seperti yang semua sudah tahu. cinta pada anak-anak. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. fluktuasi harga. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. juga punya karakter universal. maupun indeks gabungan harga saham. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. semangat hidupnya seperti menggelegak. melalui jendela yang terbuka. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. tapi hitam legam di panggung sejarah. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Tahun 2003 sudah datang. punya karakter lokal dan manfaat lokal. pohon lontar itu. akan mati. Sekarang pada layar monitor. cinta pada Tanah Air. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Setiap benda itu.html .Borassus flabellifer. dan cinta pada pengetahuan. Padahal. banyak orang belum siap. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. sekarang pohon itu tak ada lagi.html lagi."Makanya jangan melawan Rembulan.Anak-anaknya berkumpul. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. Kesehatannya tampak terganggu. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. "Lontar telah pergi. Sepeninggal lontar. Belum mengerti pasar modal. adalah tulisan. Tetapi. pada disket. Pendeknya. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan.Bukan hanya gelap gulita. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Bukan. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Bukan hanya Bulan. Ayah tidak berdiri di sana. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Itulah nama Latinnya. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Ayah bergumam.Sepeninggal pohon lontar. Kini komputer menggantikan perannya. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama.Makanya. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. cintamu juga harus lebih canggih. Ya. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. pada hard disk. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. ***SEPULANG pidato. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Dulu.Aneh banget Ayah itu." nasihat Ayah seperti berpuisi.Namun. Tiga anaknya berkumpul. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Cinta pada pohon. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. yang buahnya segar. Tapi. cinta pada kebenaran. Turuti saja panggilan sinarnya. tiga anak-anak lontar yang setia.ABC Amber LIT Converter http://www. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. tapi juga tahun 2003 itu. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia.com/abclit. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami.com/abclit. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. hari-hari kami seperti lebih teduh. berbuah maupun tidak berbuah.processtext. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya.Aku sengaja mendampinginya. Universalitas ini yang penting. Kami tak mau mengecewakan hatinya. kebanggaan keluarga kami. siwalan alias lontar. cinta pada Ibu. katanya. hidup ini perlu penerangan. itulah pohon tal.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di ABC Amber LIT Converter http://www.

Meskipun jalanan berbatu. tentunya. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.processtext.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. pribumi maupun Tionghoa. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. berkilat-kilat. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. semua laki-laki. Sekali dilirik. katanya. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. elegan. Bukan hanya tapak dara. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. kukuh. obat batuk. aku curiga. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Semua anak Ibu tahu hal itu. Ada Garcinia mangostana. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Daunnya tebal. mendengar Ayah memasukkan sepeda. blue print. Air mukanya tidak pucat lagi. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. Batangnya kuat. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia cuma melayani dan melayani."Ibumu tahu. Dini hari betul. atau mungkin hutan bagi Ayah. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. atau mungkin juga kecapaian. belum pernah bicara. Memang ada banyak macam manggis.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. yang telah duluan meninggalkan kami. Tapi." Ayah mengigau lagi. Ayah mengajari kami hidup ABC Amber LIT Converter http://www.. baik sipil maupun militer. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Tak ada cetak biru. Ia akan menyusul pohon lontar. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).com/abclit. juga tapak liman dan tempuyung. Napasnya semakin jarang. taman. Apakah mereka harus dikabari. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ini? Berangkat dalam tanda petik. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan.***MALAM sudah larut. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Napasnya normal. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Tapi. ada Garcinia dulcis. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. lalu sunyi lagi. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. guru sekolah dasar luar-biasa.com/abclit. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Garcinia porecta! Manggis hitam. Tak ada action plan. juga di jendela kamar Tante Yetti. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. dan terlalu merdeka. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. dan nyeri perut. Tapi malam ini. yang terakhir itu bukan manggis biasa."Jangan melawan sinar rembulan. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta.. bisa teringat selamanya.processtext.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Ia bisa tumbuh di mana saja. yang sudah punya tiga orang anak. Setiap orang punya perlambang sendiri." Ayah mengigau lagi.html kabupaten Klaten pun. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Tapi. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. anggun. Ayah tampak sedikit tenang. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Anak-anak sudah tidur.html . Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. Aku teringat perempuan tinggi. aku terbangun. kebun. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. ibumu tahu. bahkan di semen sekalipun. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini.. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya.

Sebaliknya. meskipun tinggal di dusun terpencil. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan.Si pohon asam jawa. tingginya bisa 25 meter. Aku membangunkan adik-adikku. Ia pohon asli Indonesia. berpusat di Miami Florida. Ia sibuk dengan dunianya sendiri." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. kami tidur di sekeliling Ayah. Kami tidak boleh berargumen apa pun. Bahasa itu. seperti ibunya.Sayangnya.Aneh. persis seperti tertulis di sini. sepertinya semua baik. Tetapi. Kalau sedang pelit.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. dan American Family Therapy Academy.Aku senang Ayah banyak membaca. Atau kelapa." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. Borassus flabellifer yang kuat. Aku pohon manggis hitam. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman.processtext. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Ayah seperti batuk keras sekali. Wajahnya pucat. tapi siwalan. Rumah sakit mana saja. Kalau sedang pemurah. mungkin juga kurma. aku terbangun. lindungilah Ayah kami. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. ketika matahari terbit. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. siapa pun Rrembulan. dan si kecil. teguh dalam badai. kira-kira pukul empat pagi. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Ia bisa jadi palem raja. ia mirip palem raja. Buahnya banyak. mirip seperti Ayah.***PUKUL setengah enam. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin Ayah lupa. kami panggil suka-suka kami. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah.Namun. sepeninggal lontar ia banyak pidato.com/abclit. kini menjadi yatim piatu. Ia mengingatkan orang pada AFTA. dan seindah-indahnya. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. menurut ayahku. Pencipta alam. Ia terus tumbuh ke langit. Bahasa itu harus dipelajari. Atau ada "rembulan" beneran. Sejak ada komputer. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. tetap saja tidak bisa. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. terkait dengan pemahaman ekologi. Lewat tengah malam. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. sadeng. sejak 1977. bila Rembulan bicara. kakak memilih jadi asam jawa. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. Mungkin juga lontar. cantik dan setia. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. aku. Bukan nyeri. kegemarannya makin berkobar-kobar. berkembang. Terserah pada kami. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. makin ingin tahu.processtext. Tamarindus indica. Makin tua makin rajin belajar. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekarang juga. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. ada atau tidak ada AFTA. dan berbuah. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah.html . sekali! Ibu bukan Rembulan. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. tapi menyeramkan. Napasnya kembali tersengal-sengal. anak-anak siwalan ini.com/abclit. Entah itu Asean Free Trade Agreement. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. membaca berbagai koran dan majalah. atau palem puteri. tidak bisa diajarkan. tumbuh rajin. Melalui Internet. bila rajin buka kamus. Semua dilakukan dengan senang hati. kakak dan adikku. barangkali. siapa yang mau melawan?Yang terang. "Jangan melawan Rembulan. Satu per satu. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. yang bungsu adalah pohon salam. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. kelapa sawit.html tekun. Ia tidak takut cahaya Rembulan.

baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. dan akuarium. "Jangan takut pada hutan. Katanya juga jelas dan tegas. berjumpalitan ditingkah pecahan guci.Malam merayap. Dan ia masih mencoba menunggu.com/abclit.processtext. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras.html . "Bagaimana kuliahmu hari ini. Masih menunggu seseorang. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. tapi niatnya tak surut. Lalu lengang. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Tampak kotor. Tetapi. untuk Muhammad Saleh Kismadi. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. ia masih berdiri di depan pintu. kursi. Mengedarkan pandang.processtext. meremang. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Lalu. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia.Gemetar ia melangkah. terdengar berulang-ulang. Juga sayup jerit.ABC Amber LIT Converter http://www. Dingin menembus tulang. Berdiri gamang di depan pintu. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Juga sedikit bercak darah pada ABC Amber LIT Converter http://www.. yang gugur sebelum tahun 2003) Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Tetapi. Mandilah dengan air hangat. Meja. vas bunga. sepi. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. bagai habis terbakar. Lama. Ia terus berdiri. Mai? Kau tampak capai sekali. Ia tampak takut. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. itu siasia. menjijikkan. Tetapi. Menunggu seseorang membuka pintu. ada atau tidak ada Rembulan. Ia terus melangkah. Lama.com/abclit."(Sebagai ziarah abadi.Namun. cermin asbak. Di dahi. Sulur laba-laba menghiasi tembok. entah dari mana. Ruang tamu itu kosong." Atau kecupan mesra di pipi. Langit bergetar. begitu miris. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. Tetapi.html perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. almari.. pintu itu belum juga terbuka. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati.

Tetapi. Ah.com/abclit. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Ia lupa. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. menggeleng pelan. saat ini. Melotot.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Lututnya bergetar hebat. Mama. Malamnya ia nyalakan lilin. Lalu tawa mereka.-ah.processtext. Malam kembali senyap. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Tidak lama kemudian.processtext. Tetapi. namun air matanya enggan tumpah. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. ia ingat. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Juga suara orang-orang itu. berteriak. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Tetapi. sebelum kepalanya rekah dibacok golok.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Mengejutkan!Susah payah ia mencoba berdiri tegak. dan dirinya tampak semakin nyata. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Tenggorokannya seperti tercekik.html . Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. menggigil ketakutan. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu.***BAYANGAN itu begitu kental. Berteriak serupa kesurupan. Malam kian mencekam. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Di situ ia kembali terpaku lama. ingin mencium bercak darah di tembok. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. Dan darah. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. urung. Membuat ia kian gemetar.Ia melangkah menghampiri foto itu. menepiskan tangan. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin berontak. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah.ABC Amber LIT Converter http://www. mengumpat penuh kebencian.com/abclit. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Ia masih ingat. Wajah-wajah beringas. Hingga bulu kuduknya meremang. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Mengkilat. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Membuat tenaganya sesaat lesap. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Ia jongkok. Ia ingin menangis. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. tiba-tiba ia tersenyum tipis. hingga wajah Papa. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. Ya. ya. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Foto itu buram tertutup debu. merunduk. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. berteriak. memaki. Mengatur napas yang mendadak sengal. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Mata-mata merah. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Ia sangat tersiksa. tubuhnya huyung seperti mau roboh. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Keringat di dahinya kembali berleleran. Ia mengenakan toga. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. Semua itu begitu jelas terbayang. Di lorong jauh. "Tidak! Itu masa lalu. mengusap-usap dengan jemarinya.html gerutan kasar di tembok. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar cahaya kristal.

juga segelas susu. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. bocah laki-laki tampan. Begitu kuat. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Dan seperti tanpa sadar. Memberinya makanan enak. Terus tumbuh. Mata mereka menyala. Entah apa. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram.processtext.Ah. Tetapi.Lima jam setelah kejadian itu.com/abclit. Itu adalah kamar miliknya. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. menenangkannya. Berjam-jam. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. ia terlalu letih untuk terus melangkah. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. almari. sendok. ia takut. perlahan-lahan tenaganya pulih. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu.. Tetapi. berkilat-kilat. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. mengusap-usapnya. Ia ingin sekali memegang benda-benda itu. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. miliknya. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. Pelan ia merapat tembok. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Ia sangat ketakutan. Jantungnya berkeretap kuat. tumbuh.Mula-mula taksi meluncur cepat.Namun. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. selain tampak kotor berdebu. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu ABC Amber LIT Converter http://www. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. mangkok. Menyusul Papa dan Mama.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. kusut. Tetapi. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Tetapi. Tetapi. Selain itu. piring. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Gamang.com/abclit. Ia ingin mati saja. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur.Akan tetapi.processtext. Menenteng kapak. rak buku. Juga sprei di atasnya yang acak. dan botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Bocah laki-laki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi.html pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Meja.. Waktu beringsut cepat. di sebuah kamar hotel. Ah. mengeluselusnya. Ia terus hidup. Letih.html . kursi. Sebentar lagi pagi tiba. Bergiliran. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapa-siapa. namun selalu gagal. harganya pun pasti mahal. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. Hingga ia pingsan. Juga gelas. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah.

html lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. Dengan kalem ia menutup bagasi."Number tenbi.Tetapi. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya.. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. rupanya dialah si peri.processtext.. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. *Depok . Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. Itu. Ia lalu kunamai Si Peri. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. Perilakunya santun. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. berkulit warna almond. Ternyata seat-nya nomor 10-B.html . belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku.ABC Amber LIT Converter http://www. suaranya lembut.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. melainkan.! Yes. it's mine..com/abclit. warna merah darah.com/abclit. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. ketat. karena action Si Peri. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya.processtext.Yogya. Pikirku spontan. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. panjangnya sebahu diurai lepas. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Bisa kupastikan. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku.Ternyata. Tetapi. kekikukan yang kali ini berbeda dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Ia bertubuh tinggi semampai. 1998-2002 Kepada Tiankong. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Inggrisnya beraksen Amerika kental. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. Kata temantemanku. Jadi. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. sumber wangi aroma melati. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. "Hello. Rambutnya hitam legam. bergaun panjang. Edisi 12/15/2002 OHHHH. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. Sorry!" kata Si Peri.

Di kota itu nenek saya lahir. ia terkena PP-10. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah. nenek Anda. "Jadi. Aku tidak memahami alur pembicaraannya."O. karena penasaran. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. sambil mengguncang-guncang tanganku. Nenek saya bilang.processtext. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. bisa juga dimaknakan Surga."Maaf."Yes! Anda cerdas.. saya tidak tahu!" aku berterus terang.com/abclit. maka ia merasa asing terhadap Tiongkok. kembali berbinar. Ironisnya."Maaf.html . sorry... Biasanya.. karena saya tidak tahu. negeri yang kata waipo-ya. dari mana saya harus memulainya..Aku bingung... Sedangkan kekikukanku kali ini. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat.ee. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian.. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. Tian-Tiankong itu artinya Langit." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. Maka. Sungguh. Setelah menikah. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan raguragu."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda.. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. kulanjutkan dialogku dengannya. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan. Itu.. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu." mata Peony yang semula redup..""E. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. di Surabaya."Tentu saja Anda tidak memahaminya.""Nama saya Peony. Karena ia lahir dan besar di Indonesia.. Ini menyangkut sejarah. ". seindah Surga.. ya kata nenek saya. Langit Yang Jauh.ABC Amber LIT Converter http://www.html kekikukan yang biasanya kurasakan. Maksud saya Peony Wu.. Ya. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. ia dagang palawija. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. ".tapi."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. Maka. saya mau ke Jakarta. nenek saya termasuk di dalamnya. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.com/abclit. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya.. Saya suka.processtext. Keterasingannya itu ABC Amber LIT Converter http://www. saya berbahasa Mandarin. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum... aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI."Ya."Yes."E. Itu." ia memenggal kalimatku."Nah. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. "Itu. Yang saya tahu. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. Apa sih profesinya?.. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. Tapi. menahan tangis. saya mau ke Langit."Sama. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Tetapi. "Hem. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. Materinya terlalu panjang dan rumit. "Jadi. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. karena alur pembicaraan saya rancu.. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang.. memberi makan para pejuang. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik.Miss.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. tahun '62.."Ke Batu-Malang.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Miss Peony. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum. pertanyaannya mengejutkanku." ralatnya.. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. Nah. maafkan saya. karena kecintaannya terhadap Indonesia. maksud saya.nah. karena aku sedang memikirkan profesinya..

"Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu."Ya. Itu. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa." lagi-lagi ia memandangiku. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.. Jangan."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku.processtext. usianya 38 tahun. buka butik!""O.!""O.processtext.. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. lahir di Macao. makanya Anda modis. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. untuk melaksanakan li bagi neneknya." tanggapku serius.com/abclit.""Ah.. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. usianya 78 tahun. Katanya. Maka." sambung Peony tersenyum getir.. Jangan.. "Oiya.. besar di Amerika.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. Ia memilih tinggal di Indonesia.Malang.html .. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku.. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. akhir Oktober 2002 Lebaran. ia lalu berpesan.di Tiongkok. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. Kemudian. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. saya sekarang punya usaha di Singapura.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis.Jakarta. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. Tetapi kedua anaknya hilang. tempat itu sangat indah bak surga. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. Ia lalu mengajakku ke Batu. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis.html membuatnya gamang dalam menjalani hidup. Suatu tempat yang ia rindu-kan. Kemudian." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. Untung. Kabarnya. Anda jangan bercanda. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya.. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh."Ohhh..com/abclit. Sayangnya. "tapi. ketika meletus G 30 S PKI.. "Nenek saya ada di sini. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. Ia takut. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. "."Saya tidak bercanda. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Jadi. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali." Komentarku tentang dirinya. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya.

membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya.. tetapi semua sia-sia. Mak. Tak sampai dua jam.processtext. Ah-ah.. Dua jam itu. Empat ratus ribu rupiah. Betapa cepat. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Dibukanya mata. dengan pandangan masih nanar. Sudah berkali-kali.. Di hadapan mereka." "Tapi... ***SEGALANYA? Entah. dan Kabir (teman-temannya) telah menarik tuas penggiling. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu.000. Kenapa bisa datang berkalikali.. Tatapan itu. Wajah Atin.. Dan. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Tetapi. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Jangan khawatir. Segalanya. Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah ituABC Amber LIT Converter http://www. Dengan napas masih sesak.. kalau Rp 200..000. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Setiap gerakan. telah menipuku. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Mak. telah tiba saat menggiling. Mak bisa ke Malaysia. bilang hanya Rp 200. Kue dan baju. butuh Rp 500. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. apa itu? Di tengah laut. nanti. Beli baju. Openg terus terbatuk. menatap ke arah Openg. artinya menarik jaring. Mak ini bagaimana. tak usah mimpi. hanya dua bulan. masih terbatuk-batuk.." Tapi. Openg terbayang Atin. Mak ragu. Dua bulan. itu bukan mimpi pertama. Tolong. terbatuk-batuk. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena.. Jadi. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah." Mak masih ragu." "Tapi . Gelombang. "Sudah.. tak pulang-pulang. Tangan kecilnya menggapai-gapai. kalau kebetulan tak menggiling.." "Dah.. Amri. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau...telah menipu. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Bagai tak ada antara. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Bang Tohar.ternyata Mak benar. Bagi Openg. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Selalu. ***MENGGILING. yang jelas.. Bohong. Tetapi. Janjinya. Mak! Dan ketika aku pulang. Kita bisa. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. Edisi 12/01/2002 AIR. itu tepat jelang Lebaran. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang." "Tapi.com/abclit. betapa meletihkan." "Aduh. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. melambungkannya ke permukaan. "lebaran! Kita bisa buat kue. Tenang saja. kata Mak. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur." "Ya. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. Untuk toke atau cukong saja. Jermal. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Orang-orang dewasa itu. Betapa melelahkan. bawa uang. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. mengangkat. Wajah Mak." "Ah. Lelap saja. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. Dulu. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. setiap tenaga yang ia keluarkan.. tak ada gelombang. Orang-orang itu. Mata itu. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk..html . mengepak-ngepak..." Atin menyela. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Sebaiknya kau tak pergi. Gelombang membalik.000.processtext. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. Pulu. dilihatnya Ucok.000 per bulan. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. di jermal. mandor itu. Begitu aku pulang.

mengepak-ngepak. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. Dan.. dan takut.akan ucapan Amri. orang-orang kampungnya. Dengan marah. Ah Mak. mengangkat.. Tetapi. Tentang Nenek. kata orang-orang. Jadi.. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. lihatlah. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG.processtext." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. Openg ingin berteriak. Ada tangan besar.ABC Amber LIT Converter http://www. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir.. melambungkannya ke permukaan. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. Betulkah? ***HARI ini. Tentang Atin yang ingin sekolah. benci. Napasnya mengoar. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. menggigil. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. Tak tahan-dan tak percaya. mereka benar-benar telah menipuku. Lututnya. Mereka telah menipuku. itulah pekerjaan orang-orang kampungnya sejak lama. Delapan mil. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. bila malam. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. kata Pulu. Ia hanya bisa tidurtidur ayam. kasar. "Hua haha. Openg mendapat cerita lain. ABC Amber LIT Converter http://www. gempal. tak pulang-pulang.. Yang membuat kepalanya. Untuk sisanya. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal.. Mak benar. bergegas mencari Bang Tohar. Tangan kecilnya menggapai-gapai.. satu lagi. Openg takut). "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. Busuk.. kalaupun cuma menggiling. Tentang begitu pentingnya uang. Delapan mil.processtext.. berjalan menghampiri bocah itu. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil.. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. suka.. Matanya menatap ke sana.com/abclit.. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya.... Mak. membungkam mulutnya. mengalahkan deru angin dan desau ombak.. Tentang Mak. Kembali. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekukcekuk. Kepalanya jadi sering pusing. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. yang tak berhenti sakit. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Puasa? Ah! Di sini. setiap tenaga yang ia keluarkan. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi." "O. di negeri Malaysia begitu gampang. Dan. bertemu Atin. Lelaki besar. Hal lain. kau hanya boleh bawa seratus ribu..com/abclit. lima hari menjelang lebaran. Gelombang membalik. ingin memekik.. Tertunduk. kata Mak. kata kabir. mata itu.. Openg tak menjawab. Hahhh. menyodorkan wajahnya ke muka Openg.. harus pulang. kenapa mereka. tetapi semua sia-sia.. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak.html . Openg tiba-tiba takut. Setiap gerakan.. ingin menangis. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. si juru masak. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah... bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. Tertunduk. kerja harus tiga bulan. "Kata Amri...html akan sangat kecewa. ternyata tidak.. Kata Amri. Betapa jauh. Tentang uang yang. tak ada yang namanya puasa. terbatuk-batuk. Mata itu. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling.. Nenek. aduh! Dua-dua jam itu. Soal upah mungkin satu hal. Bang Tohar (tatapan itu. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.. dengan berenang!" Openg tertegun.. sungguh membuat Openg sangat capek.. waktu itu. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke manamana. entah sebab apa. Tatapan itu. "Jika pun bisa.." "Memang tiga bulan. Kenapa!" "Aku tidak bisa.. "menindih" malam-malam. Amri. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. pulang?" Bang Tohar berdiri. Openg terus terbatuk. Lagi pula.... Kenapa. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. masih terbatuk-batuk. kemudian dipenuhi pikiran. tak ada gelombangnya..

Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Menendang-nendang. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis..com/abclit. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. Dia melukis mulai perempuan cantik.. Melawan.. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. * Payakumbuh. Tentang teknik melukis. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran Departemen Agama.. segera menyambutnya antusias. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Seperti kebanyakan bangsanya. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.processtext. okh! Jangan.html . jangan. dadais. Diewany dan Faarisy. atau Riq'ah dan Kufi. kedatangannya di samping silaturrahmi. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi.tengah menindihnya.. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. tentang komposisi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis.com/abclit. ekpresionis.processtext. Mungkin karena kecerdasannya. Namun.. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Apalagi falsafahnya. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. hingga kaligrafi. ternyata.ABC Amber LIT Converter http://www.html Dibukanya mata. dan istilahistilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. dan entah apa lagi. tidak! Jangan! Kenapa. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. Dengan tangan lain. tentang perspektif. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Kalau tidak begitu.. Menurut Hardi. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. maka dia pun melukis pemandangan. meskipun sudah sering pameran kaligrafi... Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. pembesar negeri. surealis. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya.

datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. dia hanya-atau. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. Setelah tamunya itu pergi. Nah. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. dia pun bertekad. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. ramai-ramai juga mereka menyemangati. tak paham). mengapa dia tidak? Namun.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. dan sebagainya. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. dia baru keluar. lalu katanya.” katanya suatu ketika dalam hati. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. “Itu rajah. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. ketika didesak tamunya.ABC Amber LIT Converter http://www. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. dia oret-oret kertas. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya.” tukas tamunya. Kenapa tidak. ***RINGKAS cerita. terutama seni rupa. Nanti sampeyan ikut.processtext.” “Itu kok warnanya aneh. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. itu rajah penangkal jin. Setiap kali duduk-duduk sendirian. macan. Saya yang menulisnya sendiri. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. dan kuas. Kalau bisa di atas kanvas. seketika dia ABC Amber LIT Converter http://www. cat.html . Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. burung.” “Wah. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Tapi. Sampai akhirnya.” “Rajah?” “Ya. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran.com/abclit. tokoh wayang. “Tidak. Saya serius ini. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis.processtext. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. Tahu kanvas kan?! Betul ya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko.com/abclit. Maka. karena sering ditindas. Tiga bulan lagi. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. dia hanya mengangguk asal mengangguk. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Ya. Hal itu terjadi berulang kali. Kadang-kadang sampai subuh. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. “Ternyata sulit juga melukis itu. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. kata Kiai yang memberi ijazah. alhamdulillah. pikirnya. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. namun melihat keseriusannya.html tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat.

Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. apalagi menikmatinya. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. ABC Amber LIT Converter http://www. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.html . Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. belum juga menemukan lukisannya. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. lalu ditujukan kepada dirinya. Ini. mendapat pikiran begitu. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. sini. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan.processtext. Mungkin mencari-cari dirinya.com/abclit. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. terserah dia!” katanya. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Bahkan. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini.” tiba-tiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. Dia sama sekali tidak menyangka. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawanwartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. “Kemana saja sampeyan. Dia benar-benar salah tingkah. “Selamat. pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www.” Aneh. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung.com/abclit. tidak diikutkan pameran. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. Pertanyaan-pertanyaan para wartawan dijawabnya sekenanya. saya langsung tertarik. baik ibu kota maupun daerah. Wah. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. Hardi membisikinya. Di samping namanya. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung.” Astaga. karena tidak memenuhi standar. Anda baru kali ini ikut pameran. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. ingin membeli lukisan sampeyan. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan.html merasa seperti diejek.000 dollar AS. Ada pidato-pidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. Wah. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. Hampir semua koran. “Bilang saja kepada Mas Hardi. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. huruf alif.processtext. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat.

Maka. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. memperbaiki letak duduknya.” “Jadi. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver.processtext. dlsb. di gudang kita. Kepada para wartawan dan orang lain. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. “sampeyan menggunakan ilmu apa. Cukup alif itu saja. saya sendiri sama sekali tidak menyangka.” “Lalu. Mulailah saya menulis alif. Tetapi. “Begini. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. “Kalian ini kenapa. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya.” katanya sambil menyantaikan duduknya. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. Tentang proses kreatifnya. tetapi Ustadz Bachri tak tahu ABC Amber LIT Converter http://www. menurut selera saya waktu itu. ya sudah. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. Kalian tahu sendiri. atau setidaknya Allah. Yang saya sendiri kemudian bingung.” “Tetapi. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. “mengapa tidak sekalian Bismillah.html beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. tekad saya sudah bulat. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya. kalian tahu sendiri. niat semula begitu. kok ikutikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya.” tukas istrinya. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Namun. “terus terang saja. Allahu Akbar. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. Mungkin. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. “Ya. “Tidak pak. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. Ketika makan siang. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. Saya merasa tertantang. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. sampeyan menggunakan ilmu apa. Apalagi.com/abclit. tamu kita yang pelukis itu. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. tak usah saya lanjutkan. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. Mas. biar hanya dengan dua warna ini. akan jadi wagu.com/abclit. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. baru kemudian lanjutnya. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu.html . saya melukis karena dipaksa Hardi. tidak pas. “Terus terang saja.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. tentang prinsip keseniannya. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. “Ketika saya sudah siap akan melukis. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. Bahkan. sebelumnya saya tidak pernah melukis. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. dia bisa tidak terus terang. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. Tapi. Lihatlah. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. ketika saya pandangpandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.

"Menurut kabar yang aku dengar. "Toko keperluan sehari-hari.. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk.".processtext.. belanja.. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang.com/abclit.com/abclit. terutama anak-anak dan yang tua-tua.. "kedua-duanya. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka ABC Amber LIT Converter http://www. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. duduk-duduk di pinggir jalan.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. Seperti tersirat dalam namanya. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas.. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ."Aku dengar warung kopi. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. salon.Kabarnya toko.processtext. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.html apa mereka percaya penjelasannya atau tidak.ABC Amber LIT Converter http://www.Akan tetapi. Karena itu." kata Nurmi. toko kelontong.html . dan lain-lain. apalagi di Simpang. ... restoran. orang Koto lebih senang di rumah menonton.. perempuan setengah baya pemilik warung itu." Cemburu nada suaranya. Tapi moderen." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu." jawab Dirun. Tidak seperti ini. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Toko merangkap warung kopi. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. tempat mereka makan ketan dan goreng pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto.. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. minum kopi. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. di ujung Desa Koto itu. Berangsur-angsur. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi.

Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. Sekalipun terbuat dari kayu. yang lain akan jinak juga. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka."Kalau kau sekaya dia." pembicaraan makin ramai. Tingkah lakunya tidak sopan. Dibangun bertingkat dua. pemuda desa menyukainya. Kini sudah besar-besar." katanya sambil tertawa keras. ketua preman Simpang saat itu. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Bicaranya lancar dan masuk akal. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Dia pintar. tentu aku yang dapat. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto."Datuak dan Nurmi punya lima anak.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Lihat badannya. Semua tertawa lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. kalau tidak boleh dikatakan cantik."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. tempat itu bagus dan menyenangkan. Kalau tidak ketat. pikir mereka. bahannya jarang."Siapa tahu. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna.com/abclit."Ah." jawab seseorang. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan." sahut yang memulai tadi. Nurmi orangnya menarik.processtext.processtext. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah."Ya. mereka iri saja. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. "kau juga bisa begitu. "berapa.html memburukkan nama Koto. Selalu bicara dan suaranya keras. Tetapi." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. jadi perlu lahan subur yang baru. "Kalau seABC Amber LIT Converter http://www. ya. Penuh gairah hidup. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik."Apalagi. Yang jelas. "Dan Nurmi pasti subur. paling tinggi tamat SMU. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain."Dan lahan pertama itu sudah gersang. di belakang. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang." kata yang ketiga. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu."Mereka tertangkap basah."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. tetapi warung Nurmi tetap aman.com/abclit. Ini menambah jengkel orang Koto. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Atau minum minuman keras dan berjudi. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku.Nurmi tidak seratus persen salah.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Dia memerlukan mereka. mungkin Datuak itu yang gatal." kata yang pertama tadi.html .""Jadi. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Yang lain ikut tertawa." kata yang duduk di sudut. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan." kata Nurmi.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. dan semuanya sudah merantau."Benar apanya?" kata yang pertama."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling." kata yang lain. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. "Coba lihat genitnya anak itu.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya.

""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Tapi bisa pula dibuat gampang. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Hamil tanpa suami. Di tempat tidurnya.. tentu aku dan keluargaku akan malu. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. mengabdi kepadanya. Yang penting apa yang dipikirkan orang. pintar merayu. Separoh lagi menerima. Warung Nurmi kehilangan ABC Amber LIT Converter http://www. di bagian bangunan di sebelah jalan. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Aku ingin hidup bahagia." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi.html mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Amran kaget. Ya. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. Ingat. kami miskin. Nurmi pintar mengatur siasat. kan?" kata Amran gagap. Yang lemah tak kuasa melawannya. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari."Kak Nurmi pin." kata Nurmi. di sawah dan ladang. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. Yang penting apa yang dipercayai orang. Separoh hatiku enggan. tak tahu harus mengatakan apa. mengundang semua penduduk Koto dan desa tetangga. Dia menikmatinya. Di rumahnya. Nurmi lebih berkuasa. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain.""Seperti sekarang?" kata Amran. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup." kata Amran. Dia tahu di antara mereka.""O.""Ya. Terus terang. Tidak lupa. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Merusakkan keluarga orang lain. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi." kata Nurmi lembut. Penuh siang malam. Sejak itu. Di luar warung hanya ada bisikbisik. Dia membiarkannya. Kalau mereka tahu. hidup kita tidak akan tenteram.com/abclit. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Amran kelabakan. Pasti suaranya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum.processtext."Diciumnya Amran yang menggigil. tapi mulai berani. Mencuri suami orang.""Apa benar. Amran. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Aku bekerja dengan dia juga. Kebenaran tidak penting. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui teman-temannya sebagai imbalan.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru.html .Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Dia kaya. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. Didekatkannya badannya pada lelaki itu.com/abclit."Tidak?""Dia yang menggodaku. menulis kisah kehidupan Desa. kalau mereka tahu. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. ya pekerjaan rumah.. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. bukan karena kedinginan. dan lainlain. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Diremasnya lengan Nurmi. ada yang kami perlukan dari dia."Pintar sekali. Begitulah. Peresmiannya meriah.processtext. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Suatu hari.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. alat-alat sekolah.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak.""Jangan lupa. Yang kuat menentukan berita."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. aku ditidurinya. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anakanaknya. pakaian. Ingat itu. Dia terkejut dan gemetar. Amran.

ya.processtext. Musim bunga 2002 Permata Bernstein Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. "Kalau pun ada yang iri. Dia bersenang-senang entah di mana. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang.""Iya. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku."Api! Api!" Simpang gempar. Termasuk ketuanya. pemuda yang duduk dekatnya itu. kan. Alex. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api.processtext."Ya. "Dibakar siapa?""Yang iri hati.""Mungkin Setan Api marah."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai.""Ini kan memajukan Koto. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. ah. Jam dua dini hari itu. Ruangannya pakai AC. Dengar saja ocehan orang. orang yang punya itu. Plaza Koto dilalap api."Banyak." sela yang lain. aku pikir begitu. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. Mentang-mentang kaya di rantau. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat." kata seorang pengunjung warung Nurmi.html . Direbusnya air seperiuk lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Maman. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. "Tapi siapa tahu. Pelayannya muda-muda dan cantik." kata yang lain. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa." pemuda tadi bela diri. Tetapi dia masih untung."Bisa saja. ketua preman Simpang." kata yang menyela tadi. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. "Sok. Membuat usaha di sini." Ada rupanya yang memakan umpan itu. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar."Masa!" protes yang lain." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi.html banyak langganan.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu.com/abclit.com/abclit. ya. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar.

minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa.. ahli tak kurang. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. mengapa kami pergi ke barat.." tangannya ABC Amber LIT Converter http://www. "Keluarkan semua isinya. atau gerakgerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasak-kusuk masuk ke daerah wewenangnya. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.. Sejak turun dari pesawat RRC itu. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. Mendegup juga jantungku ketika itu." perintahnya tegas." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Alex dan aku. Tentu ada sebabnya. Alex nampak sudah lemas dan capek. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka. Tapi. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa.com/abclit. bahkan bisa minta Stipendium3. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. nampak tak senang bahwa mataku meleng. "Sorry. Alex tidak.. namun bukan tanpa alasan.. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas." jawab sahabatku agak menggebu. tapi karena cuma aku yang disasar. Tersenyum saja pun tidak. Follow me please. penduduk melimpah. tampangku.. tapi mengangguk-angguk." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. be hurry. lebih dari tiga kali. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. Di luar dugaanku dia bersikap begitu." kata petugas itu kepadaku.processtext." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex.. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. Dia tentu cuma pura-pura..... "Tuan tentu keliru." terkanya.. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku.html . Ketika itu dia memancing-mancing." bantahku. minyak banyak. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja.. pasasir lain pun tidak. dia mencegah." Pejabat itu diam. ingin mengorek informasi tangan pertama. WWW WAku spontan berdiri.. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1." tegur pejabat yang menggiringku..ABC Amber LIT Converter http://www.html menjelang Natal tahun itu.com/abclit. Barangkali pakaianku. Jadi. "Take it with you.processtext. "Tidak. padahal kami saling pandang. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. industri galak. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Karena malu. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. Sebuah layanan berlebihan.. Tapi. tinggal satu rintangan saja. Bisa studi di sana jurusan apa saja.. apa sebabnya? "Follow me sir. Jerman Timur maksudnya. "Tak mungkin keliru. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. tak ingin tinggal di Jerman. Ketika melewati kelompok itu.. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing.

Tuan mesti nonton Bolshoi. "Sorry. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. menaruhnya di atas meja. Amsterdam. Meski kami bukan diplomat. Sehelai sapu tangan. Sekali lagi alisnya mengkerut. Isi dompetku dua ratus US-dollar. Aku mulai yakin akan kejujurannya. Tapi. Sir.. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Indah bukan main.. "Tidak. berdisiplin.com/abclit. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing." "Just a sentimental journey. Bisa beli dari saya." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. Sir... padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. Ternyata. "Sayang. lima belas dollar?" Dia tak ABC Amber LIT Converter http://www. segenggam permen kecut." aku pun makin berhatihati. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur." jawabku. Tapi. What a wonderful journey you have.. "Kalau saja ada waktu." bantahnya. aman saja. Tapi. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya.. Stockholm. please." katanya tiba-tiba.." sesalku. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa.. Aku mendadak khawatir. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. please. Bernstein Siberia itu top quality. Semua kuletakkan di meja. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. saku-dada kiri-kanan." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku." kataku. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda yang ditimang-timangnya di telapak tangan.. Jangan ragu Sir. keluarkan semua isinya. juga ketika mengurus visa bersama Alex. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Sir. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong.. tapi lantas melanjutkan penggeledahan." jawabku.I've just forgot it. Aerovlot siap berangkat. Bila aku tak hati-hati. "Permata Bernstein murah di Moskwa." jawabku ringkas. "Bakat itu tak perlu. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. tidak. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius.. Pas-pasan saja seperti kursnya.com/abclit. Lain tidak. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku." Dia tergelak. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www." "Maafkan ya.html merenggut mantel itu. dia mendesak lagi: "Anyway.. Tak ada hitungan untung-rugi antara kami. suaranya sedikit berbisik. Mereka suka!" "Saya percaya. the best in the world. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turuntemurun. sekadar ingin mengakhiri percakapan. "Don't worry. ". Paris. tiba-tiba aku khawatir. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. "Keluarkan isinya. Gunakan kesempatan. "Saku-dalam. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa." elakku. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. Dikendorinya tali kantung itu. this ugly me. Cuma stopover. "Dua ratus dollar. Dia tidak menaruh selera. padahal valas barang langka di sana. "Nothing more?" "That's all.processtext. saya tak punya cukup uang.. Itu saja isi saku mantelku. bisa celaka seperti ikan kena pancing... Sir. singgah di Moskwa. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. Sir. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan.html . ". teliti. Aman.. jangan-jangan asal-usul dollarku dipersoalkan... Nothing to do with customs. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa.

"Tadi kukira kau tidak diperiksa. oooh.. mendadak lupa Inggris-nya. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki.. takkan kulepaskan... Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. My stomack.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. no. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan... follow me!" "Sorry... "Mata seluruh dunia tertuju ke sana.. Arloji Shanghai-ku ditawar rubel. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. Hampir-hampir kami tak percaya. Perutnya mulas. sir.." sahut Alex. "What?" bentak si petugas. "Hallo! Stop!" cegah si petugas.. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku.. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. Dibiarkannya aku keluar sendirian. Kami tak mengalami penggeledahan.. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata.. Sangat mendesak. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Have a beautiful journey. Dia pasti tahu. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku.. "You are coming ABC Amber LIT Converter http://www. Sir!" perintah si petugas. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. kulihat Alex masih berada di tempat semula. Tanpa keterangan apa sebabnya. Komentar Alex: "Gila kau." Disalaminya aku. Stopover di Omsk berlangsung dini hari." dia menjelaskan dengan menekan-nekan perutnya. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". tapi kian-kemari tak juga ketemu WC." matanya membelalak.. tapi itu benda kenangan." kataku...processtext. Tapi." kata Alex.. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. tapi tetap saja purapura tak melihatku. "Pasti tidak. menyadari kenaifanku sendiri.processtext. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Malah mirip pasar loak. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen..." "Ha. "I must go quickly right there.. berdiri di sisinya. kebelet nih. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macammacam urusan. Aku sengaja mendekatinya. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat.ABC Amber LIT Converter http://www. sial. Menggeleng juga tidak. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. "No.. lalu lari. "Impossible!" "I say. Si pejabat ternyata toleran. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Kalaupun ada penggeledahan. "Fine. "Follow me. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.."6 Aku pun bungkam... "Tapi." "Janganjangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga.. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya.html mengangguk. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan.com/abclit." tolak Alex... Wajahnya nampak riang. thank you. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC.com/abclit.. tentu tidak terang-terangan.?" aku ganti membelalak.html . Urusan Alex lain lagi." "Aku bayar lima dollar dua kantung.

"Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran.. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. "Follow me." hampir bersamaan kami menjawabnya. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. Terima kasih atas perhatian kalian. "Jangan kaget. pikirku. Menawar pun tidak.. juga pada diri sendiri. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. tapi kami bungkam. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Kali ini pasti urusan gawat. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku.html from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Lebih tak masuk akal lagi. Semuanya permata palsu dari plastik. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu.processtext. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami." jawab Alex. Segera pula aku sadar. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi.processtext. menyambut salam mereka tanpa ingat nama.html . buat sementara segalanya telah tersedia. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. "Kami mau ke Jerman Barat. Aku kini yakin sekali. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Beberapa toko permata menolak membelinya. di sana ada kenalan. please. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana ABC Amber LIT Converter http://www. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Bung. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuk-likunya. tak berani berbicara." perintah yang itu-itu lagi.com/abclit. Harap jangan repotlah. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. Kami melewati juga deretan kabinkabin mirip bilik-bilik pemeriksaan..** Paran. "Yes. Barangkali Alex juga berpikir begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. Bung. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air.com/abclit.

Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Jantungnya berdegup-degup. ketidakberdayaan. Pantas..com/abclit.html . terlihat kusut-masai.processtext.."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. Asap rokok mengepul dari bibirnya. ingin tahu. Kain putih korden jendela bergerak-gerak... Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. jawaban atas doaku." wanita ini bercerita dengan suara bergetar.html Sumber: Kompas. Ini suasana Gothic. terus menunggunya. Semua orang kemudian berkasakkusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut..com/abclit.. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. dijadikan gudang. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar. namun siapa saja diam-diam menangkap tanda-tanda kehadirannya. Kehadirannya mula-mula hanya berupa suara. namun aku terperanjat luar biasa ABC Amber LIT Converter http://www. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya.. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan... mengepak pelan tanpa suara menembus gelap. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. menggema dari dindingdinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. ia benarbenar datang. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Begitu pikirnya. Belum selesai. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.processtext."Rahmat.. Nosferatu. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya.. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. ia bolak-balik menuju dapur.. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. meski agak pucat.. kecemburuan. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya.. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya...ABC Amber LIT Converter http://www."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. kegentaran. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya.Si pretensius mendengarkan dengan sungguhsungguh.. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. gelap. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Atau memang tak pernah terselesaikan. tidak. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. Tak ada yang bisa melihatnya. dan gentar. Ruang atas katanya memang belum diapa-apakan. Rambutnya panjang.

ia akui ia tiba-tiba ingin menangis."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.""Dia suka menertawakan mereka. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata.. dan seterusnya. Akan tetapi." jawabnya.processtext." katanya. atau. muncul kebahagiaan luar biasa.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. Hatinya berbuncah-buncah. tersadar dari mimpinya. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur.***DEMIKIANLAH.Hua-ha-ha-ha. Dalam kegelapan.. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau."Kalau begitu kau perlu dukun.. Dengan mata terpejam.. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal.Aaaaaahhhh. pejamkan matamu kekasihku.."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. kepastian atau ketidak-pastian. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Tak jelas. seperti ledakan tawanya tadi. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu...ABC Amber LIT Converter http://www. tidak kering tidak lembab....Diakui berkali-kali oleh wanita itu. Hanya saja. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan.html ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. "Pejamkan. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa."Aku takut ditinggalkannya. Dadanya turun naik. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. mengapung di atas sungai yang tenang..Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. senyum atau tangis. Pada kali lain. Adakah aku harus ABC Amber LIT Converter http://www. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. sebagian menutupi kening.. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar.. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. Setelah agak tenang.. "Tutup matamu. tutup matamu. "Tutup. Rambut itu begitu lembut."Aku-maksud saya wanita kita inimemejamkan matanya. benak saya.com/abclit.Aneh. sejuta kali. Mari. kebahagiaan atau kecemasan. Menunduk.. Suara tawa meledak.com/abclit.. Wanita kita menjerit. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotak-atik misteri tersebut.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. bahkan bisa tak terkontrol. Jangankan menangkap dan mengadilinya. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. masuk dalam dunia kegelapanku.html . paranormal."Kau perlu pastor. kamu mengaku takut atas kedatangannya. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. baru dia menyalakan rokok." yang lain lagi memberi nasihat.."Belum selesai wanita itu berkata-kata. Datang setiap kali.processtext. . Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. Dia tak lebih seperti bayang-bayang malam. seribu kali. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menerima saja sebagai nasib, sebagai sesuatu yang apa adanya saja, mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu, sepanjang sejarah, selalu hidup cerita semacam itu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama, wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Dengan itu pula, bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Lalu, tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri, melainkan pria biasa, berdarah-daging, warga negara Australia, buruh tambang di Wollongong. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong, kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales, Australia. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ, selain hidup yang rutin, memasak, menjaga rumah, menunggu suami pulang. Pada waktu-waktu tertentu, dia bisa pulang ke Indonesia, berlibur ke Bali. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat, tapi dia tak takut lagi.Taman Ayu, Dps, 2002

Ilmuwan, Kota, Laut, dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas, Edisi 10/27/2002 Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai, baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. "Hidup hanya menunda kekalahan," gemanya bergaung terus. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi, senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram, semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapis-lapis, ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane... "Alun membawa bidukku pelahan, entah ke mana aku tak tahu." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Semakin dihalaunya, semakin jauh meresap. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik, saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya, sesuai dengan permintaan menteri. Misalnya saja, yang sangat sederhana, ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan, bahwa jumlah penduduk akan menjadi ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya, Sang Bos, angka itu terlalu rendah. "Kau harus mengubahnya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk, semakin berat beban bangsa dan negara. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ubah juga data tingkat inflasi, rasio penghasilan rata-rata, perbaikan ekonomi yang mulai terasa, dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya, namun bentakan yang didapatnya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan, menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan, Pak. Ini realitas!" Sang Bos, "Realitas, katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik, masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat, persaingan sejagat. Kalau negeri ini tidak bangkit, entah itu dengan utang, entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini, tidak menjadi soal. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat, laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Harus masuk minggu depan. Jangan bicara soal kejujuran. Itu soal lain, soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Dengan komputer, data itu mudah sekali diubah. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin, Sumatera Utara. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah, kau masih kecil. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. "Ah, kau masih kecil, Nak! Tanyakan saja kepada laut, kepada burung camar..." Bernard bingung. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang, ketika usianya sudah semakin lanjut, dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan, bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Ia bodoh. Waktu muda ia terlalu muda untuk mengerti sesuatu, setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat, nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Sebegitu jauh, kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tetapi jangan lupa, setiap kali kita menggerakkan tangan, ombak besar mungkin menggulung kita. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tidak seorang pun dapat menduganya." Bernard merasa itu ancaman halus. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. "Apakah aku yang harus mengubahnya, atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini." Sampai sore tiba, ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga, ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ubah? Tidak. Ubah? Tidak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol, menyaksikan nelayan, ombak, hotel berbintang yang menjulang. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai, di atas tanah bekas ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kuburan. Ia berteriak seorang diri, "Tiiiidaaaak. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat, ia membuka komputernya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Datamu kuubah atas namamu. Ambillah cutimu ke luar negeri. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kini realitas baru muncul di depannya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Hati nurani? Ah, sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Ia harus pergi, seperti kata bosnya, menghilangkan ketegangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga, kepada angin, kepada gelombang. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Tiba di kantor, ia menemukan ketegangan baru. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne, kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan, Philips Island. Malam terang bulan yang cerah, menjelang pukul sepuluh malam, mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai, membawa makanan untuk anakanaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut, menghadang gelombang dan ikan-ikan besar, hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran, pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan, melainkan penuh dengan perahu nelayan, para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Jadinya, pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne, Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu, yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Atas kemurahan kawan itu, ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang, dan nyaman. Sebuah atraksi dipegelarkan, konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk, setting-nya pada abad kelima belas. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton, airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Tepuk tangan yang riuh menggema, dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Bernard melupakan statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat, dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di selat itu, setahu dia menurut data statistik, berbaur bajak laut, penyelundup, dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional, tradisional, dan ekstra-konvensional. Alasan yang klasik, bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula, pembelinya menyambut dengan antusias, demi kemajuan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ekonomi negerinya, dengan sistem perdagangan bebas. "Kita ke tempat lain, Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya," jawabnya sambil berdiri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Tidak juga," jawabnya. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar, dalam dan airnya bening. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Kaki mereka berjuntai ke air, mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard menerima kertas kecil, membayar beberapa dollar, dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. "Itu," katanya menunjuk. Gadis itu menyelam ke dasar kolam, bergerak di bawah, menangkap kerang itu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. "Bawa ke sana," katanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, lalu diserahkan kepada Bernard. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual, Maluku Tenggara. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara, hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam, tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam, dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir, membiarkannya tumbuh dan membesar, menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Dua peristiwa alam yang berbeda. Di Jakarta, orang menggali mutiara dari belakang meja, atau dari balik kaca, atau dari ATM, dari leher penumpang taksi, dari lengan-lengan TKI yang pulang dari luar negeri, seperti pelancong di Roma di stasiun kereta, harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta, atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles, kota besar yang menjanjikan itu. "Dengan keahlianmu, kau dapat pekerjaan yang baik di sini," ajaknya. "Wah, di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawannya tersenyum. "Sudahlah. Kau memang cinta negerimu, melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia amat menyukainya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sepulang ke Tanah Air, ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas, ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Taksi membawanya ke rumah, melewati jalan tol, kemudian barisan rumah kumuh, kondominium, perumahan mewah, hotel berbintang, dan toko yang hangus tinggal tiangtiang yang menghitam, bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Basa-basi mana oleh-oleh, membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia membagibaginya. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia tidak tahu agenda ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ia menatap sekelilingnya. Bernard agak was was. tidak memikirkan keluarga demi karier. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. dan kemudian duduk menghadap meja. Ia merasa sia-sia. Ia berjalan gontai menuju kantornya. Masa depan Anda masih terbuka." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir.. Usia Anda masih relatif muda.com/abclit. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. * Bandung. mengetuk pintu. Mulai bulan depan. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. Ia diam. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. Minggu berikutnya. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. demikianlah bos berkata. penuh cita-cita. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. menaruhnya di atas meja sekretaris. menulis surat untuk sekretarisnya. di tangan seorang pelukis yang gamang. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia memasukkannya ke dalam amplop. menghabiskan hidupnya di kota. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. 2002 Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan.processtext.html apa. dan kemudian..html . menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. tidak memikirkan orang lain. lima puluh tahun silam..com/abclit. dengan kanvas yang masih separo kosong. Sore itu. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi.

Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Astri bisa dibawa pulang. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring.Ketika adzan subuh terdengar. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih.com/abclit. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. Media Indonesia. menari.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. maupun Republika.Saya kaget lalu berteriak. siapa pun bisa pingsan. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. menyanyi. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Selalu bertemu setiap hari.pun menari." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega.com/abclit.html Sumber: Kompas. satu untuk anak-anak. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. anak saya yang berumur 12 tahun."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. paling tidak.Anak-anak yang sehat. satu untuk istri. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. adik-adik Astri. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar.ABC Amber LIT Converter http://www. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air.html . dan satu untuk saya. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Sambil memegangi tangan Astri. dan berdoa. Antok (8). dan periang. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. dan kelima anak saya itu . Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. energetik. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian." jawab dokter. saya pikir. Di sisinya. dan Ayu (4) . Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup seharihari. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. Menderu dan melakukan zig-zag. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan ABC Amber LIT Converter http://www.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Koran Tempo. Ajeng dan Antok.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas.Astri (12). Ajeng (10). Saya ajak mereka menyanyi. Itulah yang pokok."Sehat.processtext. Agra (6). saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering.processtext. "Nanti kalau sudah siuman. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Dok?" tanya saya. Jika mau bersedih. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil."Karena kaget. Astri saya peluk erat-erat. Masih dalam keadaan pingsan. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. dan berdoa. Dunia memang penuh penderitaan. Astri telah tiga hari pingsan. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya."Bagaimana dengan jantungnya. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selama-lamanya.

Pak. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek.html . Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri."Istrimu ke mana?" tanya Nenek.. Tetapi. terima beres. Tentang sikapnya ini."Sebelum ke rumah sakit. sekarang berkumpul separuh keluarga.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anak-anaknya. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. ibu Laksmi. saya mau bicara. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.processtext.com/abclit.""Totok enggak berani. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. keluarga dekat dan teman-temannya.""Dobrak!""Enggak berani. begitu cermat dan cekatan."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. Bu. Pak." sahut Totok." Dia hanya menjawab dengan senyum. kok pakai dikunci segala.tak menjadi soal amat.Dengan kamar barunya itu. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. "Ada rahasia apa.processtext. kamu bertengkar."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak.""Sungguh tidak.Di kamar Astri.""Mana Totok. Pak. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. Pak. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang ABC Amber LIT Converter http://www. Bawa keduanya ke mamanya.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. bungsu kami.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. Saya tidak berani. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya.""Ayolah.""Ya. Pak. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucucucunya.html kolokan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak pernah mengeluh."MULA-mula Laksmi. dari hobi sampai jenis permainan.""Mohon maaf."Itulah. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. yang agaknya berada di samping pembantu. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. tetapi enggak ada sahutan.""Enggak berani.""Suruh Totok mendobrak. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. anak-anak dan saya. Air mata saya terus berlelehan. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.com/abclit." desak saya. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Kami semua sangat mencintainya. mamanya anak-anak."Dobrak pintunya. Bahkan anakanak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. Bagi kami-saya dan anak-anak. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. tak boleh menjenguk kamarnya.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. sopir anak-anak. Beberapa dokter hilir-mudik memeriksa Astri lagi. Pak. Saya jawab. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya.. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya beberapa potong lumpia. neneknya anak-anak. tetapi kami." teriak pembantu dari rumah. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan.

html tak bisa dihubungi. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.com/abclit. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. tidak meronta-ronta.com/abclit. Malam yang berbeda. 'Mama cuma beli tiket sekali jalan. kencang sekali.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. Bu. Yogya.""Kamu suaminya kok enggak tahu. "Mama cuma beli tiket sekali jalan. telah kembali merapat ke tepi.Ajeng.""Apa?""Aneh. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. Angin malam yang berembus pelan.""Sudah saya suruh. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api."Ada kereta api lewat. Tiba-tiba Astri berteriak. Untung Ayu. Sopir saya perintahkan ngebut. Sampan yang menjauh ke tengah danau. di taman belakang rumah Eyang.Telepon genggam berciluit. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. pingsan lagi.Sesampai di rumah. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. dan Eyang Niniek saya bawa serta."Bisakah saya mengejar suara itu. dan Surabaya.ABC Amber LIT Converter http://www."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. diam. mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk. Tentu ada yang hilang. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh."Ibu merahasiakan omongan dia. berhasil membangunkannya.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Agra. Juga teman-teman Astri di sekolah. Ayu. Astri mengingat sejenak lalu bercerita. tetapi dia tidak mau.'"Seperti tersadarkan. juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini.""Benar. Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu. Saudara-saudara kami di Bandung. suaminya. lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. dengan peluitnya yang panjang.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. kereta itu lenyap ditelan cakrawala. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya.Tak terduga.""Aneh. para pembantu kaget menyambut kami. di tepi kolam ikan koi. Astri terempas. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Kami pulang ke rumah Nenek. Malam yang khusyuk. menderu menyibak tanaman. terguling ke samping. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. berderak-derak. Ternyata ABC Amber LIT Converter http://www. geliat rel pada tikungan. Kami tidak pulang ke rumah. meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezatlezat. Mirip reuni keluarga. si bungsu.processtext. Antok. angin menderu. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya.html . Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. Solo. Kami beramai-ramai memasukinya. Laksmi tidak kelihatan.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan.processtext. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.

""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu."Kamu pikir. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana.. Saya harus mencari sebabsebabnya. Setiap perahu menyimpan gelombang. pak. saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Tak ada sepotong pun perabotan. Di atas karpet. apa kata hatimu. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu.?""Cobalah berterus terang Astri."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya. di depan kompleks TVRI. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.html kamar itu kosong-melompong. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Lalu tercipta jalan setapak."Jus itu selalu habis diminum ibu.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. ya. tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi.""Papa malu. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukan-gundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita. Saya terduduk di pojok."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu. Saya minta sopir untuk membongkar plafon. he!""Ibu tidak ada tapi ada. Kami persis anak yatim piatu. tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis. Saya memilih kembang-kembang itu sendiri. kamu curiga. pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu. Pada pukul delapan sehabis makan malam. menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus.. Saya terduduk di lantai dapur. Menyaksikan keadaan itu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa. api tiba-tiba terhunus. berterus terang.""Papa." jawab pembantu.html . Di dapur.""Nah.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan."Kamu gila!" bentak saya. pak. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Laksmi tidak ada. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. penuh kegembiraan. dan tindakan yang tidak masuk akal. untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi.processtext. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya. Setiap hasrat menyimpan nafsu.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu. ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami.""Orang lain lebih tahu. Barangkali yang gila itu saya.com/abclit. Para pembantu lainnya bersembunyi di kamarnya.""Kamu. Papa yang curiga. Saya tak peduli.com/abclit.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda.processtext. suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu. pak. Lalu kami berkumpul di pojok kamar.""Kamu. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi. tetapi ada.""Papa. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana menurut Astri. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Seketika saya terkesiap. dendam.ABC Amber LIT Converter http://www.""Nah. Air mata saya berlelehan.

saya minta maaf. Di depanmu ini. harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga.ABC Amber LIT Converter http://www. Kamu tahu. 11 Juni 2002 Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali ABC Amber LIT Converter http://www. saya berselingkuh. Ketika Astri bertanya. berteriak. tak ada wanita lain yang bisa saya cintai.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor. Laksmi sedang saya profan. engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. saya tak akan mengulangi perbuatan itu. pelan saya masuk. Laksmi.processtext. dengan keyakinan penuh.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Kembalilah."Laksmi. Benar."Saya intip dari pintu. Barangkali di kantor kami semua sudah gila."Mama curang. Secara sadar saya melakukannya. Saya telah mengacaukan segalanya. dengan kedisiplinan.com/abclit. menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami." bisik saya.processtext. Saya tak bisa menerima ini semua.com/abclit. ketika anak-anak sudah berada di dunia lain. Ini keterlaluan.html Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Setelah shalat istikharah. Suatu dosa besar. apakah saya punya salah padamu. anak-anak sangat membutuhkanmu. Lebih-lebih saya.Ketika malam telah hening. saya mengakui. Maafkan saya.html . Ini gila. Saya tak mampu melakukan pilihan. Kami terkepung tembok. habis Mama enggak kelihatan. anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Tentu saja Mama selalu menang. Kamar itu temaram. Mereka sangat mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. saya sadar. Saya harus merebut kembali Laksmi. Kasih kesempatan kepada saya. Beban pekerjaan terlalu berat." teriak anak-anak tertawa penuh canda. Kasih kesempatan. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu. Laksmi. dengan kesetiaan. "Maafkan saya. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Perjanjian baru perlu ditandatangani. inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Memang. juga bersumpah."Tangerang. mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Engkau suci. Saya paham sekali sekarang. Laksmi. Mama curang. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. saya bersalah kepadamu. Laksmi. Dengan ini saya berjanji. saya berdoa di pojok. Saya telah merusak rumah tanga kita. anak-anak tertawa. berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara. Itu kesalahan besar. barangkali. terdengar dari dalam kamar Laksmi. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah. Berkali-kali. Mencoba memusatkan pikiran. sih. maafkanlah saya.

Lebih baik Taro tidak memasak.html Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Heehhhh. "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Naomi juga suka masakan Indonesia. Penampilannya berkilat-kilat. Oke?" kata Naomi. untuk kami tempati bersama selama dua tahun.. kisahnya. ya. "Nah. lalu membalikkan diri ke arah lain. "Ya. ketika aku belajar di Benua Kangguru. ketika aku berkenalan dengan Taro. Kami pacaran tiga bulan. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. lincah. kalau kau takut.. Maka. sharemate-ku (teman serumahku). Eee. tetapi berusaha sok kalem. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa..processtext. aku yang mengupas rempah-rempahnya. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja. Aku memilih Naomi sebagai share-mate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif... Maka. ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo... "Pisau itu.. untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. bentuknya cukup aneh.ABC Amber LIT Converter http://www. "Lucu. Maka. ketika aku mengambil pisau kecil untuk mengupas bawang merah untuk lalap. aku memang takut. Tapi." Naomi masih tertawa. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung." tiba-tiba ia tertawa." selaku... dan pernah berkunjung ke Jakarta.." Naomi mulai bercerita. Tetapi. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni. Oya. ia lalu diasuh Paman Tsuda. pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam..Ini pisau dari Tokyo. suamiku. maafkan aku!" mata Naomi memejam. Pisau kesayangan Taro. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo. khususnya sate ayam Madura. sambil mengikuti arah muka Naomi." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Lho. tetapi tawanya sumbang... lalu menikah.. memunggungi pisau yang berkilauan itu. Yogya. aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Malam itu. memangnya kenapa?" tanyaku heran. Nah. pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi.. di pinggiran Tokyo.. kisahnya! Ya. "Naaah. tapi. Maksudku. terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur. Katamu. sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai.com/abclit. "Eee. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui... maaf. Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O.processtext. lucu-lucu seram. eee.. tapi tertawa!" aku ikut tertawa. karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut. aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu. tetapi ujungnya seperti celurit Madura. mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku. bagaimana itu?" aku penasaran.. sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. ee. aku takut sama pisau itu.html . ya." sambungnya.com/abclit. pancaran ketajamannya. maksudku.. paduan antara golok dan celurit. karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan. dan Bali.. Sejak pertama kali melihatnya.. pisau itu menakutkan. Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. kok tertawa. aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. you saja yang memotong-motong daging ini. "Nanti ABC Amber LIT Converter http://www. Ya. Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya. besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya. malam itu kulihat sebilah pisau besar.. Taro juga dilatih membuat pisau. kau takut." "O. ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. "Lucu. Lucu-lucu seram.

. aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. itu yang kutakuti." "Heehhh. menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini... payudaraku juga nyeri. bagaimana?" desakku.. kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga. tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi. Maksudku... hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar. karena kau cantik dan pintar.! Ya.processtext. Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. aku tinggal bersama Paman Tsuda... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro. Lalu.com/abclit.... agar aku bebas dari. ee.. "Sampai begitu? Ohhh. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu. Naomi!" desisku dengan bingung. lucu yang sekaligus seram. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. jelas." Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. sering terlintas dalam benakku. mungkin. bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang.. pisau itu bisa kujadikan senjata... karena aku merasa tidak memerlukannya. "Sayangnya. apalagi lubang vaginaku. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen.. seperti berbisik." komentarku. di Australia ini. suka membanggabanggakanku.. sungguh menyeramkan.. mau dia memang begitu. "Okay. "Nah. Paman Tsuda mendesakku. bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku. Tapi. ia ingin tinggal di rumah besar. dia mau melamar jadi PiAr. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi.. setelah aku jadi istri Taro.. sebagai penegasan.. no. paling tidak . hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. karena ingin menginjak tanah.." jelas Naomi.. Jadi. dia sangat mencintaiku. setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. tiga bulan lagi. babak belur.. ya. karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Maklum. perutku..com/abclit. dia punya kelainan. Ceritaku belum sampai ke pisau... "Maka...html . aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini. "Ya..." Naomi memintaku bersabar. aku sebetulnya tidak happy." suara Naomi tiba-tiba merendah.. bagi Taro. maka tubuhku hancur. Kata Paman Tsuda." "Ya.. maaf. sebelum ia jadi share-mate-ku. kalau suamiku nyusul aku kemari.. aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. "Ya. "Ini dia yang lucu.processtext.. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya. Maka. "Ohhh. Aku biasanya jadi malas keluar rumah.. Taro bukan laki-laki tipe itu. ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku. tapi. Aku menolak. seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. Atau. Pangkal pahaku.. untuk keperluan segalanya. Yang memerlukan pisau itu Taro. yang kubenci.. ketika Taro mengirimku belajar kemari ya. Dia ingin tinggal di Australia.. "Makanya. kapan dia kemari?" aku ingin tahu.jauh darinya. Tapi." Naomi memandangiku.. kalau Taro menyeleweng. Selain sakit. dan payudaraku akan birubiru lebam.. Maksudku... "Apa Taro. "Lho." Naomi menggelenggeleng.. leherku. "Kok sampai pamannya bilang begitu." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak... "Ya. Itu. aku senang. Katanya. "E." "Oh.." "No. indah sekali... Kalian bakal menemukan surga di ABC Amber LIT Converter http://www. suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu.html dulu. suami Naomi. berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau sampai tiga kali... Biaya hidup di Tokyo sangat mahal.. "Makanya.permanent resident di sini. pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro.. karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Ya.

aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. suaranya berat dan patah-patah. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol." sahut Taro. Benar kata Naomi. ia ingin mengeluh kepadaku." sahut Taro dengan sikap tenang. barangkali. student IT memang banyak tugas. Sejak ada Taro... apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. Terus terang. suka memukul dan menggigit pasangannya. Jadi.. membabat ilalang dan rumput ya tidak apaapa. Atau. "Taro." "Mudah-mudahan. Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo. agar tanganku tidak teriris olehnya." Taro memandangiku dengan mata kosong. Naomi belum pulang. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat." seruku. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu. Aku tahu.. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan... Maka ia lalu kuhibur sebisaku. jangan takut. Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun.. Jam telah menunjukkan pukul 21. pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya.. seledri. "Ya. barangkali ada meeting-kerja grup. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas.. banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini. Bukan main.. Kulihat. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "O. saat memotong apa saja: dari bawang putih. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. Orang Jepang uangnya banyak. tetapi gajinya tidak besar. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. Jadi." "Ya. tetapi ditahannya.com/abclit. karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta. Sebelum Taro datang. untuk mengupas bumbubumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak.. "Tapi. lebih tajam dari pisauku. pisaunya tajam sekali. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore.." mata Naomi sedikit berbinar.. "Bila aku berpisah denganmu. untuk memotong bahan-bahan yang dimasaknya. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh... "Taro..30. artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia.processtext.com/abclit. "Yuk. Karena. karena kuliah Naomi. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" ABC Amber LIT Converter http://www." Naomi merendah. Bersikap tenang. "Walau Taro sudah manager. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. Maka. "Taro. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Noami sering minta tolong aku untuk memasak. aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari.html Australia. ya." "Ah." Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. tidak semua orang Jepang begitu.." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. dengan alasan. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi.. Maka. untuk kenang-kenangan. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo.. kalau ia memasak. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Naomi tidak pernah ke dapur. pisau ini akan kuberikan padamu. kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa.processtext. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. Aku juga tidak memegangnya. sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. hingga ikan dan daging yang diolahnya. untuk makan malamnya bersama Naomi. Maklum. daun bawang. Naomi belum pulang?" tanyaku. Di balik tawaku. aku memang sering tukar-menukar makanan.. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat.. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.html .

jadi selama ini. Naomi ke Blok A.. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. Ohhh. Aku tidak mau dan memang ABC Amber LIT Converter http://www. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. Sampai di rumah. otodidak. di kampus. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. ia menanyakan keadaanku. Ia berkata. Aku mengundangmu makan malam.! Tapi. begitu?" Aku diam saja. Atau. ya." kata Taro.. Pikirku. makan malam bersamaku. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. kami dituntut banyak membaca. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. ke kamar Ferdinand. betapa tampannya Ferdinand. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya..html . Tapi. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. tentu bukan bandingan Ferdinand. kalau memasak pukul 18.. Naomi pulang terlambat lagi. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. Terus. Bisa ditebak... Kalau aku.!" sahut Taro.. Seperti biasanya..... Padahal biasanya. aku menjawab: fine. Setahuku.processtext. Naomi dan Ferdinand naik lift.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. Lalu.. Seperti biasanya juga. Maka dapat dibayangkan.com/abclit. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. Taro?" tanyaku spontan. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. kan. Meskipun demikian.ABC Amber LIT Converter http://www. Naomi. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. nama sebenarnya Ferdinand..00. Hari berikutnya. ke apartemen kampus Blok A. Aku kan juga pernah belajar komputer-IT. terlambat lagi. merancang program juga bisa di rumah.com/abclit. Taro. sebelum polisi menangkapku. dengan suara tenang. menuju ke kamarku. nadanya tenang.. dan pulang ke rumah pukul 21. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. kupikir. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia.. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara.processtext. Aku jadi ingat. Dan.." tuturku. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. "Malam ini Naomi tidak pulang. Memang sih. Kuperhatikan. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Ferdinand memang tinggal di Blok A. thank you! "Ohhh. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. "Apa maksudmu. kupikir. "Mari.. Aku mengenali rambut itu. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. Begitu.. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. Iya. teman sekelasnya. "Jangan masuk ke kamar dulu." kudengar lamatlamat suara Taro mengajakku makan. Lalu. Tapi. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. yang menggandeng Naomi. tapi membuatku terkejut. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. Diamdiam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Taro tidak menjawab.00 dan wajahnya ceria. yang ambil ilmu sosial ya.. rambut Naomi..html "Tergantung fakultasnya. ada meeting. "Ya... very good! Very good!" Taro menanggapiku. selalu pulang terlambat.. "Itu." sambungnya. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai NaomiFerdinand.

kenaikan terigu. mataku berkunang-kunang."Buset. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. perutku mual. karena kepalaku tiba-tiba pusing. sosis. dan mentega. Harga kurs dan saham. Kota ini selalu ramai dengan berita. Edisi 10/06/2002 SETELAH banjir sebulan yang lalu. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Rakyat melakukan doa di atas perahu. dong. Kampung-kampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur.com/abclit. Uang beredar trilyunan dalam sehari.! Kenanganku di Gold Coast.com/abclit.html tidak bisa memenuhi ajakannya.Aku membeli koran pagi itu.. Ada bandar heroin yang tertangkap. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan DepokKota.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. juga tentang kematian gubernur. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu.html . Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan.. Jakarta. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Aih. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya.processtext. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh.processtext. lalu lupa segalanya. Kedubes Amerika ditutup. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota.ABC Amber LIT Converter http://www. banyak jalan yang berlubang. bagaimana orang bisa ABC Amber LIT Converter http://www.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. dipenuhi dengan sardencis. Pisau jagal. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan.

warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. dong. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. akan ditembak di tempat. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka mendapat pengawalan super ketat.html . Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Pohon mangga gatal-gatal.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumur-sumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Warga kota hanya soal hitungan pajak.html membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. yang airnya jernih. Sejak kejadian itu. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi.ABC Amber LIT Converter http://www. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. karena orang yang berusaha menutupnya. sering melihat ke sumur-sumur itu. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. jutaan warga dalam waktu cepat. anakku. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Airnya jernih. setelah melihat sumur-sumur itu. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. Tetapi apa bedanya.com/abclit. airnya jernih.Orang-orang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. mesinnya seketika mati.Tidak usah khawatir. Dan setiap ia pulang. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. bukan? Dan mimpi buruk.processtext.Jilan. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan.processtext. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. ABC Amber LIT Converter http://www. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. kualitas itu tidak penting. Tangisan yang sedih dan pedih. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang.com/abclit. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Gejala lain kemudian muncul. Masalahnya tidak sederhana.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Orang-orang juga lebih banyak tinggal di rumah. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. tak henti-henti. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. Dalam sumur itu hidup ikan-ikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup.

tanaman ada di sini. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. aih.Kalimalang."Kota ini. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. ada. segar. kini.. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu." kata Jilan. entah siapa yang memulai. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari." kata Princess. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. ada cabai. Dan kau tertawa mendengarnya. ada wortel.ABC Amber LIT Converter http://www. sayang. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Gerak menjadi normal. Dan cinta. Darah yang lama. deh. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu.. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia.html . Pohon yang berbuah. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. aku hidup. aku baru percaya sekarang. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. dan terasa halus. natural. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. Waktu juga berjalan normal.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan kaku. bahwa aku hidup!""Lihat.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air.. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. aku baru bisa merasakan sekarang. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. Semuanya. Tapi berwarna merah seperti tomat. Cinta adalah ..processtext. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. Pakaian mereka. "Aduh.."Ayah.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. lihat.com/abclit. rumah untuk bercinta. Orang berjalan seperti tarian. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. pada setiap air yang kuminum. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. bukan?" teriak mereka.. Kulit mereka.com/abclit."Morgen. ada tomat.html Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu.processtext. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhlukmakhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www..SUATU hari. pada setiap udara yang kuhirup. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Uang pajak untuk pemerintahan kota. "Lihat. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu.. Princess. juga seperti berganti dengan kulit yang baru.

Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. Pemandangan itu bagiku memilukan. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia.com/abclit. Semuanya sudah kulupakan. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah terlalu menyenangkan. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. Kereta api itu lewat begitu cepat. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya.ABC Amber LIT Converter http://www. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. tampak ia baru saja keluar rumah.html . seperti angan-angan melintas.processtext. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga.html Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas.com/abclit. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu.processtext. Bagaimanakah ABC Amber LIT Converter http://www. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai.

membuat masa lalu tak pernah berlalu. senyuman yang manis. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. tidak pernah kukatakan. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu.processtext. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. meski tetap saja teringat sampai mati . sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. sekali. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya.com/abclit.html . Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. tidak pernah kuapa-apakan. Perempuan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. ombak menghempas. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. daun berguguran.com/abclit. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru.html caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. Bukan di luar daerah itu. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. langit yang merah dengan megamega berarak dalam cahaya keemasan. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Hmm. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. Kenanganku adalah bunyi genta itu. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali.processtext. yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. seperti tidak pernah terjadi. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi.

tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. bukan hanya sedetik sebelumnya. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. dan kenanganku akan menjadi lain. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Dari kejauhan." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu.processtext. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Dunia memutih dan kelabu.com/abclit. Kemudian ia juga ke luar. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Ia mengikuti jejaknya." Ia mengikutinya. Sayang sekali.html berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang." "Aku memang tidak ke mana-mana. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. dan perempuan itu melihat lewat jendela. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela.Cape Town. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda.com/abclit. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. mengikuti bekas jejaknya kembali. lampu-lampu menyala menjelang gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai saljuaku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap.processtext. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Aku selalu membayangkan ada bekasbekas darah di atas salju.html . Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. dan hanya ada bekas da-rahnya. Durban . serentak. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih digenggamnya. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. dan melang-kah ke padang salju. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. berjalan lambat menuju rumah itu. Maret 2002. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. menutupnya kembali. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. ABC Amber LIT Converter http://www. sepanjang padang. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana.

Disaputnya peluh. Padahal. mulai melengket. bayang atmosfer bagai menggigil."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang.Perlahan. siapa tahu. Bandit.com/abclit. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. Dan."Sini!"Tidak. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. Samar-samar tampak pagar tembok. pastilah satpam ini seoran kidal. Tapi. kotak pos.ah. Courier. memastikan satpam mengizinkan." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi.""Tetap tidak bisa. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan.ABC Amber LIT Converter http://www. kadang.SEBENARNYA. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembar-lembar promosi ini. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. Sekilas. Lebih ia benamkan topi.html Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Lembar-lembar promosi. Bulat. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah.. ke sana. bajunya. Jika brosur ini ia serahkan. mengucapkan terima kasih. jauhnya .ada kompleks perumahan lain yang. seperti biasa. berjenjang-jenjang.. Berkesan gagah . di sebelah sana . Biar kami yang memasukkan. sangat sering ini terjadi. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. tapi pasti. Atau. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. mencuat bertingkat-tingkat.karena tertulis dalam bahasa asing . Dan di bagian punggung.com/abclit.. begitulah yang tercantum di kartu namanya. "Lihat. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan.processtext. Panas. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. tinggalkan di sini. ia membalikkan tubuh. dan gempal. memperlakukan dirinya begitu rupa. Dan atap.processtext. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Kepul motornya pun tidak. Hmm.."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. Dan jika hal itu terjadi. yang kiri. jauh ke dalam gerbang. Di permukaan aspal. ia ngangakan tas yang dikepitnya.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. tak putus asa. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Debu. menjulang. "Hanya brosur. pejal. Ditolak satpam. Pak. Dan ABC Amber LIT Converter http://www.Menghela napas. Edisi 09/22/2002 SIAL benar.html . tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik napas.

. Minahasa.html karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. wajarlah kalau satpam-satpam itu bersikap begitu. disaputnya peluh. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun.. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. membonceng kurir tandem-annya di belakang. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. rampok. dalam mobil. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. kotak poskotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. buas. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. Dan.com/abclit. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang.ABC Amber LIT Converter http://www. di perempatan . Mungkin lebih.harus ia tebarkan ke ABC Amber LIT Converter http://www. Hati-hati. Jeruji besi. atau mungkin suatu malam. jadi courier. Kapak Merah. kawat berduri. sama sekali ranggas.com/abclit. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. tembok tinggi. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. dirinyalah yang ada di depan. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.pikirannya kembali ke tadi. sebenarnya. yang ia bisa. Harus waspada..Kadang.. Mungkin ada sekilometer. Sungguh menyenangkan. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. Seraya mengenang kampung. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. kerontang. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil.. Kaki Gunung Lokon. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. mungkin tidak..Kadang.Dan. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Bahkan jarak masingmasing perumahan. memetakan lokasi.Kembali. lihatlah rumah mereka. Siapa tahu ia memang seorang bandit.aduh. macet yang panjang. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Jadi. memang mengerikan.. sering ia bayangkan.processtext. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. Memang alangkah jauh.. terpikir juga olehnya. macet. ah.Kampung yang jauh nun di luar pulau.. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya.yang rupanya semacam serbuk . Tetapi. memang mengerikan. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Isi kotak .processtext. kenapa satpam-satpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. "Pak Ogah". alangkah kasihan mereka. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. Kurir. nenek moyangnya. Ah.Hamparan hijau.. Seperti ini. kelas kaki. pemerasan. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. Ah. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. Minahasa. Di jalan. satpam . Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. luput dari kebisingan. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana.. di sini. Bahkan di sana. tapi kurus. ia ingat kampung. ah. betapa jauh di pinggir kota. ia gembira-gembirakan diri. yang menyamar jadi kurir. tak berhati nurani seperti binatang..html . atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. sebenarnya. Hanya itu yang ia dapat.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. Atau lebih gila.

siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak.. betapa mengasyikkan.Sesuatu yang lebih berharga. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Itu sepele. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. Seraya tancap gas. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat.com/abclit. Seluruh detik mestinya berharga. ia kembali ke alamat semula. badak.. bukan 9.TETAPI. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam.Maka. Juga tak ada si bos.html . di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Sudah biasa. tak ada Parto yang menunggunya.. tapi 4. Maka. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. sendiri. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana..processtext. pos penjaga. ia senang bagian itu.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. begitu katanya.. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju.HARI ini. di atas motorlah ia kini. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Dan tak lupa. terjepit di sebuah gang. megah.processtext. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. satpam itu mengernyitkan dahi. itu seperti paket. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . tetap tidak. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Melainkan seperti kata Nina. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Tetapi. Bukan lembaran lepas promosi.html udara. ia menyelip. Pagi tadi. Bukan brosur. Sebuah rumah besar.. dadanya berdebar.. Dotu. ke supir yang meneriakinya. aih. Berpagar tembok. Penduduk daerah bersangkutan. berubah jadi binatang. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda ABC Amber LIT Converter http://www. terjadilah hal yang mencengangkan. Sedetik.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya).Sebenarnya. ia muncul di kantor agak terlambat. tetapi seseorang lain di rumah itu. Lagi. berarsitektur gaya Belanda. kerbau. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Menyalip. ular. Dan akhirnya. Menyelip. tapi tak bertemu. Mulai ada rasa cemas. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. ada ketertusukan dalam dada.Ya. Salah alamat yang aneh. Tapi. wajah kedua satpam itu berubah. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. Bengis. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. (Si bos. "Badak!" Satpam lain menimpal. seperti pernah dibayangkannya. Ia memarkir motor.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. Beratusan 9. Mungkin bukan satu angka. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala.. memang berhalangan. buaya. Tak ada lagi siapa-siapa.com/abclit. Noon express. Ternyata juga tidak. Mungkin 8. ini hari bahagia. Kotak tembikar.)Parto bukannya tak menunggunya. sebuah kawasan di pusat kota. senja. terhenyak. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. itu seperti kurir. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. masih banyak waktu. tapi lalu ia lupakan. Bahagia. serigala.Dibacanya alamat paket. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Betapa ia sangat gembira. Lagi pula. Ganjil. Hmm. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. Sudah lewat pukul 12. Salah alamat. Alamatnya betul. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh. Jalan raya dan kecepatan. Terdengar teriakan. noon express)!Putus asa. ia cek.ia datangi. Tetap juga tidak. adalah juga seorang kurir. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. Dan binatang? Ah! Harimau.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. seorang lelaki 40-an dengan van tua. Dan dua orang satpam. Menggantikan Parto . "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota.

Bengkak! Dipacunya motor. telah membuatnya sangat lega. Begitu tubuhnya ada di teras. berkumis dan berjenggot tebal. Diparkirnya motor. Hari yang tiba-tiba panjang ini. lalu berjalan menuju teras. saya menunggu. Sungguh memang sial. "Sembilan ratus tahun. kera. Agustus 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Apa?Ada yang berubah. Sembilan ratus tahun! Kiranya. saya tahu..com/abclit. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. Dilihat penampilannya ketika siang.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama..... Dotu. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. sesosok lelaki besar. para pejalan kaki. serigala. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. Fisik.mungkin juga arsitekturnya. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli.Sungguh alangkah lelah.""Ya. yang kini rendah saja... sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. muncul bagai menyambut. jelas sekali ia lihat si pengemudi. Tak yakin. Ataukah.Dibelokkannya motor. sedemikian rupa. Pengemudinya. sesial-sialnya. Babi. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. Kencang. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Telah lama saya menunggu. Dan penumpangnya: Orangutan. Ada yang lain . Diperhatikannya lebih cermat. Ah. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. ia mendengarnya. Dibanding yang lain. Maaf. tak bercanda.. Jadi ia bebas. saya tahu.Dihelanya napas.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Lelaki itu seperti tahu keheranannya.Ternyata. badak. mendahului.. Binatang? Ah! harimau. harimau. pagar tinggi. bergumam. dihidupkannya motor. orang-orang kejam.Disodorkannya tanda terima. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. sekelebat. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu..html itu. meski lampu bernyalaan di mana-mana. tapi ia tak begitu ingat. tak berhenti nurani.processtext. Psikis. Melainkan hari sial. ke rumah berarsitektur Belanda itu. lelaki itu tak berkelakar. membayang wajah si bos. seekor babi! Diamatinya angkot. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. dalam. "Sembilan ratus tahun. mungkinkah?Paket. lalu melayangkan pandang ke sekitar. mestinya kini lebih menonjol. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. kerbau... Toar Lumimuut.Di matanya.""Ya. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Ah. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak.. bukan hanya itu. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. metromini.. Dimatikannya mesin. Pos satpam itu lenyap! Dan. banyak sekali..""Noon express. Tapi. Oh!Dihentikannya motor. Sejak pagi saya mencari. Ah. bukan pula hanya pagar yang berubah. tinggi. Siapa tahu. Tetapi.. saat itulah ia tibatiba terkejut. Ia tahu hari telah senja. Memang tak ada.html . buas.Sedetik. paket itu.. manusia yang tak bisa diselamatkan. serbuk itu.. sudah tak ada. ke dalam pagar. sosoknya begitu besar.com/abclit. Dan. Lelaki tinggi besar itu menandatangani.. Di sini juga. Adakah rumah yang bisa disetel. ia tertegun. seekor badak!Ia terlongong. tapi... mengulang. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. *Payakumbuh. badak. Terengah. buaya. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran.Ternyata bukan hari bahagia. singa. "Paket.. Pengendara motor yang melintas di depannya.. Sembilan ratus tahun. Dipacunya motor. Dan satu lagi. Kotak tembikar. kerbau. ternyata juga adalah para binatang. Ia bingung. astaga! Benar.. dalam satu hari ini saja.Mendadak. Takjub.. Tembok pejal."Walau telah tak peduli. Pos satpam! Pos satpam. Ini jugakah yang menyebabkan senja. Barulah ia sadar. serigala. ular. ia tak perlu mengebel atau mengetuk.. Andalah orangnya. jeruji. Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. rumah itu tampak lebih suram. yang nanti tentu marah atau kecewa.

truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. Batu. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. Dan. serupa mambang. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi.Lihatlah. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga.Dan. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. Tetapi.html Cermin Pasir Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan.Baiklah. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.Selalu ada yang hilang.com/abclit. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. dan puluhan perempuan.”Mungkin hujan akan segera turun.com/abclit. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. atau sama sekali hilang.processtext.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. tetapi sebenarnya aku penari.””Malam nanti kami hanya slametan. Kami cuma berkumpul di gereja ABC Amber LIT Converter http://www. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan.processtext. Izinkan saya berlatih barang sejenak.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. Selalu ada yang tak kembali. berhentilah menggoda kami.”Aku punya firasat buruk. pasir. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. koral.ABC Amber LIT Converter http://www. saya akan berhenti. berlubang. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. Keheningan sehabis hujan.html .

di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit.Ya. lumut. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. dan kebencian. kau tahu. Ya. ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Sejenak sunyi.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis.ABC Amber LIT Converter http://www. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel. teman-temanku yang tak banyak cakap itu. aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang pasir dengan penduduk. Maka.Dan kalau sudah mendalang.processtext. Melihat Ayat menari.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata. Namun.com/abclit. dan menancapkan linggis ke lambungnya. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana. Dan. Kami tak akan menari. desah manja wanita sehabis senja. Kalau perlu merontokkan namanya.Jadi.Kiai Petruk.Tentang Romo Sentanu: ah.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak perlu berbelitbelit. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu. Romo Sentanu. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. awan panas. tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Ah. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan. dan keheningan desa ini. dia hanyalah pastor desa. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. adalah kedahsyatan yang indah2. menyebut nama Kiai Petruk. orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. aku dengar ABC Amber LIT Converter http://www. dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. salah satu tugasku ke desa ini. Dan. Kalau marah.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. memaku kedua telapak tangan. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu.com/abclit. pertikaian. ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi. Dia.html dan mensyukuri panen. koral.html . Ayat bisa berubah menjadi dewa. kau tahu. dan hujan batu yang tak kunjung henti. adalah penggoda.” penambang sepuh mendesah lagi. Suatu hari ketika dia bilang. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian.processtext. aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan. selalu pada saat dia mengerang kesakitan.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa.Ayat juga mahir menari.

biarkan dia menari dan jadi pesinden saya. ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa. Maka. malam itu di antara ratusan obor yang diacungacungkan ke langit. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa.Lihatlah. tetapi sebenarnya aku penari. dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.”Ya. Dan. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku.processtext.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil. Dan.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.html . Biarkan dia menari bersama saya. mari menari bersamaku. Putri Keratonku. di luar dugaan Ayat. meruntuhkan. Romo Sentanu meninggalkan gereja. dan meluluhlantakkanmu. mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala. aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja.” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk. Dan. ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu.”Ya.html dari para penari lain. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja. puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu. Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya. ”Mangga Den Ayu. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Tak ada jawaban.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat.processtext.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos. Ibarat Samson. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka. di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih. Dan. gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Romo. Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa.” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.com/abclit.” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu. Romo. segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.”Mungkin hujan akan segera turun.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.com/abclit. baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda.ABC Amber LIT Converter http://www.Belum ada jawaban.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung ABC Amber LIT Converter http://www. Ayat akan bilang. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun. dia boleh bilang begitu.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan. aku datang untuk menggodamu. ”Tetapi. Romo.

”Ya. mereka telah menghirup udara. haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Kadang-kadang saat gerimis mendera. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat.Maka. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Hanya jerit kesakitan.com/abclit. Sentanu. Batu. mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengahtengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk. dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas. aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. atau sama sekali hilang. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu. Sebab. cahaya mata Romo Sentanu. mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. cahaya. pasir. Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O.Kini.”Mengapa harus saya.Dan. kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa.processtext.”Gusti. dan jerit tangis dalam tari.com/abclit. kau tahu namaku Nagreg bukan?).Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. Dan. Kadangkadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. dan puluhan perempuan. bukan hanya kau. setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung. Sebagaimana aku. Gusti. kebodohan-kebodohan.processtext. (o. jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Ya.Selalu ada yang hilang. Di tengah kegelapan malam.Dan.html Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air. 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Ah. Selalu ada yang tak kembali. lelehan lahar di Puncak Merapi. dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. malam itu mereka datang lagi. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. tetapi sebenarnya aku penari. Aku tahu siapa yang akan jadi korban.html . mereka juga akan menghabisiku. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air. sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda. Tetapi. mitologi Kiai Petruk. mereka tak pernah bersengketa dengan orang-orang miskin itu. tarian-tarian aneh. Sebab. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. obor. Tak boleh ada saksi. * Semarang. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata ABC Amber LIT Converter http://www. tradisi. binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. wedhus gembel yang prek kethek. Romo Sentanu mendesah.ABC Amber LIT Converter http://www. kepala. mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk. bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun—mahir menjadi bunglon. Setelah itu. lambungmu akan dihujami puluhan peluru. pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi. di keriuhan segala bunyi. berlubang. Hanya jerit gamelan. Selalu ada yang tak kembali. atau menembak lambung tanpa suara. koral.Baiklah. firmanMu akan jadi kasunyatan”. Tetapi. Namun. membabat kaki.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos.

tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku membutuhkannya.html dalam Cikar Bobrok. mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. saat memainkan lakon Kunjarakarna. tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Bahkan. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Berbeda dengan perempuan yang satu ini. mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. mangenjali. punya daya ingat tinggi. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin. Kutemui ia dalam diam yang cukup.com/abclit. ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa.Tapi. ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca. dalang dari Desa Tutup Ngisor. juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. kami masih saling membutuhkan untuk ABC Amber LIT Converter http://www. salah seorang bisa menggantikan yang lain. hangat. tidak bawel. Sebab begitulah pada dasarnya manusia. hanya untuk rentang waktu tertentu. sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan.html . Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai. kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan. Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas.processtext. ia membutuhkanku. ia memesan apa-apa yang aku pesan. renyah. memesan sayur-mayur. walau pada saat-saat tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu. tapi juga atas ketidaktepatan tertentu. serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku. ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar. ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja. mereka. Aku memesan daging berlemak. 4) Trisik. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain.processtext. Aku memesan teh hangat.com/abclit. perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel. untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda.

Berbicara tentang sepak bola.processtext.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa. mungkin itu bukan kata yang tepat. aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Aku seorang selebriti terkenal. pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu.Tapi. ia mengagumi kecantikanku. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain.Tapi.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya.processtext. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi.html memenuhi kebutuhan biologis. bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Pertama. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat. tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum. rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari.ABC Amber LIT Converter http://www. aku bisa merasakannya. apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar.com/abclit. Tapi. cantik. muda. apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya. cucian menggunung. aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga. laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku. aku tidak menyesal menangis. Dan. menunggu kemunculanku. berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi. Tapi di hadapannya. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. tanpa wajah yang menunggu kedatanganku. Meninggalkan? Ah. Beri maklumlah pada diriku. ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi. tapi tiga hal ini penting bagiku. Bahwa. Ia hanya memberiku tempat. aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja. Dan ia hadir. itu pun dengan samar. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Laki-laki ABC Amber LIT Converter http://www. tidak seperti orang lain. bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam. Tangis yang tidak lagi biasa. empat lima tahun yang lalu. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya. Kamar mandi kotor. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca.com/abclit.Tapi ingatan-ingatanku atasnya. dalam acara apa saja. aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benarbenar mencintainya.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat. dapur berantak-an. tak penting amat. merokok bersama sambil menonton acara televisi.html . tapi begini. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya. Dia juga. ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.

com/abclit. Tak ada kekagetan. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan.Maaf. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan.processtext. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. dan makanan. Seakan ikut menahan beban yang menimpa— awas. Tapi sejujurnya. dan segalanya menjadi tidak terkendali. keyakinan yang sempurna. air. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. maka aku harus bersiap. semua ditinggalkan berlubang. Diciptakannya dalam dada. Benar-benar menangis. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Aku harus memaksanya untuk duduk. bersitatap dengannya. Semua kusimpan dengan rapi. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu.Lalu kuputuskan untuk pergi.com/abclit.html .Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Menggenggam gelas minum erat-erat. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh. aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu. Semua dicabutnya. mendengar suaranya. Jika aku tidak bisa membahagiakannya.processtext.Serangan balik yang maha dahsyat. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara.Ia seorang aktris. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Begitu kulakukan saban waktu. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. Aku sangat tahu. Saat yang sangat tepat.Aku sangat mencintainya. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Sendirian di kamarku yang menyimpan ABC Amber LIT Converter http://www. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. rasa bahagia. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya.Beruntunglah aku. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Ia merasakannya dengan biasa. Lalu kami saling berbicara. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. Bukan. Tapi aku tahu. perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya. aku membutuhkannya. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. dan terima kasih. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku.Hingga suatu saat. maka aku memang harus pergi. Tapi benar kata orang. rapuh. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku.ABC Amber LIT Converter http://www. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. sangat tahu. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. aku pada banyak hal bukan orang hebat. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu.Kami semakin akrab. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. cinta saja tidak cukup. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus —bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Tentu kami juga bercinta.html itu tidak seharusnya begitu.

dan ia pergi meninggalkanku. dan menangis. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Aku menangis. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku.ABC Amber LIT Converter http://www. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat.Tapi sekarang aku nyaris gila. aku pasti akan larut. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. setengah melenyap. menyalakan rokok. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku.processtext.html hampir seluruh bayangannya.Tubuhku demam. telah benar-benar kehilangan dia.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. Sebab sore tadi.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Tak peduli. Tangisan yang sewajarnya. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. lalu aku me-nangis lagi. Ruang berganti warna merah dan hitam.processtext. dan nonton sepak bola. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Halhal yang menurutku tidak kusukai. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benarbenar mencintaiku. sebab jika melihat kenyataannya.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. ruang-ruang yang berantakan. Tubuhku dibakar cemburu. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan.html . Aku tidak bisa menerima kepergiannya. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. Ku-pandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. tak mau peduli. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. otakku ikut terbakar. Lalu aku duduk. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. Aku meraung.com/abclit. Aku harus berpikir dengan tenang. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping benda-benda. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. napasku seperti terbakar. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Dadaku sesak dan panas. merokok.com/abclit. Bahkan. Lalu aku teringat dia malam ini.Aku bangkit minum air dingin sebanyak-banyaknya. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. sebab aku tidak mau sakit hati. *** ABC Amber LIT Converter http://www. menjerit.

kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. saya tak tahu pasti.com/abclit. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan.html . gundah. karena saya sendiri masih belum tidur. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. Meskipun demikian. Begitulah. sementara saya segera menutupkan pintu.ABC Amber LIT Converter http://www. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan ABC Amber LIT Converter http://www. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya.processtext. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. pastilah itu Mayumi. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. tetangga saya. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. meskipun telah ngantuk sekali.html Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. Akan tetapi.com/abclit. Entah gelisah. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. tapi menurut saya ini hal biasa. Akan tetapi malam ini. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. saya segera mengatakan bahwa malam ini. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Ia berdiri saja seperti orang linglung. Edisi 08/11/2002 SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya.processtext. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Akan tetapi. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. segera saya membukakan pintu. Usaha saya berhasil. Yang jelas. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya.

Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja.. meskipun dengan sikap ragu-ragu. Telah beberapa lama. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. suatu kali. Sering kami ngobrol berdua.com/abclit. dan pelaksanaan hukum yang amburadul.. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. penuh KKN. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab.. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi.""Saya betah tinggal di negeri ini. Ia lalu melanjutkan. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai.. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini. sayang!" Katanya dengan nada jumawa.saya. Atas pertanyaan saya. yang jadi hambar.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun.. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit."Ya.processtext. Nakamura-san.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja."Ya. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.html momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. Ah. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. saya dan Nakamura.processtext. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu ABC Amber LIT Converter http://www. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga.html . sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka.com/abclit. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan katakatanya."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. anaknya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya... meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya.. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. sayang.

Kami tetap bergaul seperti biasa. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Haji Mahmud Soeharto. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. Pendeknya. Akan tetapi. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saatsaat terakhirnya. sehingga meskipun saya meninggalkannya. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. masih ada yang menemani ibu. Menyadari saya diam saja. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri karena ayahnya adalah anak tunggal. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Aneh benar. paman saya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya.Menyadari kenyataan itu.processtext. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Bedanya. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. Tanpa menunggu jawaban saya. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti.com/abclit. Melalui telepon. jika ia meninggalkan ayahnya. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Sedangkan Mayumi. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Mungkin juga saya linglung.com/abclit. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. ia lantas mengatakan. Dua kidung malam mengalun bersamaan. Setelah itu. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan.html . Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami.html saat saya kembali ke negeri saya. Lagunya pedih ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Meskipun demikian.

istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu.60 Yogyakarta. Sesaat.Itulah sebabnya. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. itu hanya omong kosong. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. Mitos. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16.” ”Tolong diangkat teleponnya. satu tahun menjelang pensiun. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. terutama makanan. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan.html . lalu menutup pembicaraan.”Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. tidak semahal di Jakarta.”Dari Bapak. ***Tokyo.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. itu telepon dari Bapak.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.30. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.Namun. Seumur-umur.” ”Bapak sudah tiba.” kata seorang rekan Pak Jek. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Takhyul. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.”Betul.com/abclit.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. Bu.processtext.””Ada apa. ”Nah. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Harga barang kebutuhan.processtext. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Jalan Kaliurang Km 6.html mengiris-iris. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.

hari Sabtu atau hari Minggu. Makin banyak kebutuhan listriknya.”Namun. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki.”Tapi tak apa. Magelang. Sentolo. Berapa pun harga tanah.”Mbok.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. tentu makin repot pemeliharaannya. Makin capek menyapunya.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam.. Makin banyak tanamannya.”Biar ada kejutan.html . gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang.” kata anaknya yang di Semarang. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. kan? Lagi pula. Enak. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Pak?””Ah. bukannya anak Bapak. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. Itu pun hanya sekali seminggu. Prambanan.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.com/abclit. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah ABC Amber LIT Converter http://www. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. itu soal gampang. aku dan istriku makin renta.processtext. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. Pasti mereka beli.processtext. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu.” lanjut Pak Jek. mereka bisa beli. ibumu tidak suka.”Kayak rumah BTN saja. Pak. dengan bangunan 60 meter persegi. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. padahal mereka belum tentu suka..”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. makin lama memotongnya.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. Makin banyak rumputnya. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Pak Jek juga punya pendirian. Belum terpolusi udaranya. Parangtritis. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. atau setelah keliling ke Borobudur. Prambanan. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. yang lebih besaran Pak rumahnya. Keraton Yogya. Masih banyak pepohonan hijau.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho.”Aku hanya berdua dengan istri.200 meter. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Termasuk sampah dari luar negeri. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua.”Menurut Pak Jek. Padahal. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. kita tentu bertanya. Selama dibangun.””Lho. Nak?””Lagi pula. Lagi pula.” kata Pak Jek memberi alasan.. Pokoknya. Mengapa tidak memilih Bantul. betul-betul rumah baru bagi saya. makin banyak sampahnya. Pokoknya. Jadi. cukuplah 60 meter persegi.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes.”Lalu.000 meter. tentu makin banyak ruangannya. ”Semacam surprise-lah. Jadi. termasuk biayanya. menantu Bapak. makin banyak segala-galanya. Rumahmu ‘kan di Semarang. yang mengharuskan itu siapa toh.”Lho. atau 1.ABC Amber LIT Converter http://www.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga.html Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. Di hotel ‘kan ada AC-nya.. Di Yogya kan banyak hotel. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. apa pun mereka bisa beli.com/abclit. Gunungkidul. Makin luas pagarnya. atau bahkan 1. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.”Makin luas tanahnya.

”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok.”Nanti kapan.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula perusahaan. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisik-bisik di kalangan karyawan.” ujar Pak Jek dengan kalem.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak?””Mungkin saja. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu.com/abclit.00 pagi.”Para karyawan pun manggut-manggut.”Ya.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. tak usah ada acara ABC Amber LIT Converter http://www. ah.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Entah pertanda mengerti. ia memberi penjelasan berikut. di Gambir. lalu.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit.”Kalau begitu. Santai saja. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.. Pak Jek mengingatkan para karyawannya.html . Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. memasukinya. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Namun. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Mereka tahu. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.processtext. Sekarang. Jadi. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. Lagi pula. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. dan mulai tinggal di situ. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. dan juga atas biaya sendiri. Pak. tak usah pakai panitia-panitia segalalah.””Lho.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.com/abclit. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.. sudah jauh-jauh hari.processtext. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”.”Pada acara di Gambir.html satu hotel di Yogya? Lagi pula. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. bagaimana mungkin.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. lebih dekat ke Malioboro. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. Oleh karena itu. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan...Oleh karena itu.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. Pukul 07. seorang direktur perusahaan MNC.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. Pak Jek menepati janjinya. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.””Bagaimana mungkin santai. Sekali berkata A.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek.

Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. nomor 6B. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Di rumah pun selalu begitu. Pak Jek juga tidak tahu.” ujar seseorang.00. Jadi. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Pak Jek tidak mengorok. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. Stasiun Cirebon. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. Namun.com/abclit. Menurut Pak Jek. Tak usah dijemput.00. Bertemu sofa empuk. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. ia gampang terlelap. Tiba di Tugu pukul 16.”Beberapa detik kemudian.Beberapa saat kemudian. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam.”Hati-hati copet. Terima kasih.html . tidak bisa muat banyak barang. Kapan saja. dari mikrofon terdengar pengumuman.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir.”Secara bergiliran. dan Stasiun Purwokerto. para karyawan pun menyalami Pak Jek.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. masih kosong. pengantar. tusuk gigi. Ada yang menyalami dengan dua tangan. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. termasuk kado dari kalian. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Namun.com/abclit. Pak Jek langsung pulas. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Jek juga bisa terlena. Bandung. Ada yang memeluk Pak Jek. Namun. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Sepotong paha ayam goreng yang keras. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Lalu. Pak. Kursi di sebelahnya. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api.Pak Jek memang gampang tertidur. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Semarang. Ada pula sendok garpu. di mana saja. Secuil nasi putih. Pak Jek ingin. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Barangkali alokasi dana untuk makanan para ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.”Pak.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Siapa tahu. Lagi pula.html penyerahan kado kepada saya. menunggu di rumah baru. jika ditinggal sendirian.” kata pramugari.processtext.Pak Jek membuka mata. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. dan kuli angkut. Bagusnya. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Begitu bertemu dengan bantal. makan siang Pak. kok. dan sepotong tisu.

Bu. Boleh jadi... Jangan sampai ada yang ketinggalan.”Sudah sampai. dan Stasiun Sentolo. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta.”Lha. Anak-anak pun mulai ribut.””Barangnya saya bawa. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.””Jangan-jangan sudah seda.””Bisa saya bantu. Bu. Pak. penumpang itu tetap saja tak mau bangun.com/abclit.””Angkat barang.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto. Lalu tiba pada kesimpulan. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.com/abclit. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.html . yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang kurang membangkitkan selera bagi para penumpang. khususnya Jogja Ekspres. Pak. Stasiun Kebumen. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien)..””Mari Bu saya bantu.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.”Karena tak bereaksi sedikit pun.”Para penumpang yang terhormat. Bantal menutupi mukanya.. tangannya sudah dingin ’gitu kok.””Jangan-jangan sakit jantung. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.”Pak sudah sampai Yogya. Stasiun Kutoarjo.”Coba kamu yang bangunkan.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.Sambil meluncur ke arah timur.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.Namun. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www..””Kopernya saya bawa.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh laki-laki berusia 60 tahun itu. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.”Napasnya kok tidak terasa lagi.”Keasyikan mungkin tidurnya.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. Bereaksi sedikit pun tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela.processtext.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya.. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. Bangun.Lantas.Laki-laki itu tak juga bangun.”Barangnya.”Jakarta. Berarti Yogya sudah hampir tiba..Tak ada respons. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.Setelah dicoba berulang kali.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. Atau selera petinggi kereta api. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda. Siapa nyana.”Pak. bangun. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.processtext.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.html penumpang memang terbatas..Karena tak bereaksi juga. Tinggal beberapa kilometer lagi. Pak.

Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Luka dari segala maha luka. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Semua menahan napas. siaran berita televisi. Bahkan.processtext. Sungai terbelah. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. motor. talk show. Adjani bersimbah peluh. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. Adjani bersimbah peluh. sungai ke sungai.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Adjani menahan luka. Luka yang begitu dalam.html . tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Semua tidak berani bergerak. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Luka yang begitu perih. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas.Ketika Adjani berlari. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. mobilmobil langsung berhenti. Pipinya merah terbakar matahari. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu ia menyeberang jalan. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara.Adjani bersimbah peluh.com/abclit. Tetapi.processtext. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. laut ke laut dan benua ke benua. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. majalah-majalah. Pelupuk matanya merapat. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Mereka hanya tahu Adjani luka. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. bahkan bajaj. Para fotografer. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. kuli tinta. Atau mengapa Adjani bisa terluka.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. waktu kita hampir habis. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. langsung terbelah dua. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. siaran radio. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. pada setiap headline koran-koran.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya.com/abclit. rumah ke rumah. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Ruangan itu begitu sunyi. Tetapi. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Tembok tinggi merendah. Maka. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani.

Dan bau wangi yang samar-samar. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya.processtext. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Kadang melati. Irama musik sendu mendayu-dayu. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Tetapi.html semua memuat. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu.com/abclit. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. kumbang.com/abclit. Dan semakin ia menulis. ia berada di lantai ketujuh.html . Adjani yang bersimbah peluh. lama kelamaan ABC Amber LIT Converter http://www. sementara ketukan itu terus membahana. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. "Adjani bersimbah peluh. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Tetapi. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Tetapi. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Kadang mawar. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Asmoro hanya mau menulis. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Pesawat televisi yang panas. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. walaupun terkesan tidak memaksa. Di tengah-tengah rasa putus asa. tidak ada apa-apa di sana. kecuali Adjani bersimbah peluh. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. lalu makin lama semakin jelas tertangkap pendengaran. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Asmoro mabuk kepayang. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Kadang lili. Awalnya ia tidak mempedulikan. Kadang sedap malam. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar." bisik angin.processtext.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Ia tidak dapat berhenti menulis. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. menceritakan dan membahas Adjani.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja.ADJANI bersimbah peluh. ketukan itu tidak juga berhenti. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. Di selasela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Tetapi. Barulah Asmoro sadar. Derap kaki Adjani yang teratur.ABC Amber LIT Converter http://www. dan burung-burung gereja. Menyerang segenap jiwa Asmoro.

com/abclit. Ada gurita. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Asmara. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan.. Dan ia pun sangat tahu. Adjani hanya bergumam. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Suara orkestra semakin keras. Asmara.Adjani bersimbah peluh. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. sebentar lagi tulisannya selesai. Jalanan macet total.com/abclit.html . Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan.ABC Amber LIT Converter http://www. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Bulan bersinar temaram. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Seorang reporter meliput. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Semua orang keluar dari rumah.. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Peluh itu tidak hanya asin. ia tidak akan berhenti. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambargambar Adjani yang pernah disiarkan. Asmoro menunggu Adjani.. jadi ABC Amber LIT Converter http://www. Segala asumsi pun merebak. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. hanya untuk menyaksikan Adjani. ikan pari. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh laki-laki. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Lampulampu lalu lintas tidak bekerja. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Namun."ASMORO. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya.. Dengus napasnya semakin dekat. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. "Bintang jatuh. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali.. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. terus berlari di bawah samudera. gedung perkantoran.Adjani bersimbah peluh. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Suara lembut denting piano tunggal. Adjani tahu. paus. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari.processtext. Dari sinar kemerahan itu. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Aktivitas di kota itu lumpuh. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. restoran. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerahmerahan tertimpa matahari senja. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Asmoro tahu. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani.html makin tajam. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. waktu kita hampir habis.Adjani bersimbah peluh. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya.processtext.." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya.

Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. yaitu Adjani. Tidak ada yang berani meliput. satu tema di seluruh dunia. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya.com/abclit. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda.com/abclit. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri.. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. 21 April 2002. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Pelupuk matanya merapat. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Adjani bersimbah peluh. Atau orang kaya. Dihirupnya dalamdalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan.Di kota itu.Adjani bersimbah peluh. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua.processtext. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. waktu kita hampir habis.ABC Amber LIT Converter http://www.Asmoro bersimbah peluh. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.processtext.html . Atau jangan-jangan orang kaya itu. ASMORO. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali ABC Amber LIT Converter http://www.. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik.. Tidak ada yang berani bertanya. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. satu suara. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Adjani bersimbah peluh.html mereka bisa berciuman sambil berlari. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. Adjani menahan luka. Asmoro tidak dapat berhenti.Jakarta.

lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati."Brak. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg.com/abclit. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. meniup serulingnya.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov.com/abclit. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota."Panikov menaruh serulingnya.html ." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. ayahnya tercinta. Panikov hanya menjawab. dengan maksud menghindar. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa."Di kota tak ada lagi ruang untukku. Dulu. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. Banyak pembunuhan. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. Pernah suatu kali.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat.!" Terdengar ABC Amber LIT Converter http://www.Sementara itu."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi.. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah".processtext."Hey. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu.processtext. bermantel lusuh. Lalu ia angkat bicara. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota.. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. dikelilingi hutan..html Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya.""Tapi. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. kota yang sudah dua kali berganti nama. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si tentara. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. lima tahun yang lalu. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya..Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. dan Panikov. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'.. Di izba yang reyot.ABC Amber LIT Converter http://www.. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. yang ia kenal selama tiga puluh tahun.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara.

. Anna".processtext.html pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya.! Di sebelah timur desa ada api. Di depan mereka. diam dan hening. Kata orang desa.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya.. namun tetap tak ada jawaban. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. tanpa mantel dan menggigil kedinginan.. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau.. dan terus ia meniup.. memandangnya sesaat dan berteriak lagi.com/abclit. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak.. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.html . jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah.. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. tentara bajingan! Oh.Saat ini. kali ini tepat di samping telinganya. serta tak lupa meniup serulingnya. malam ini terasa dingin lebih menggigit. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar.!!!"Saat itu musim dingin. Panikov tak peduli.. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. Anna langsung menghampiri Panikov. Ia menangis.Tak ada sahutan. "Panikov. kota laknat! Aku rindu kalian. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. Ia terus meniup dan meniup. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. indah menakjubkan. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. Anna berteriak lebih keras. giginya gemeretak. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus.. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak.ABC Amber LIT Converter http://www.! Hey. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. "Oh. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa.... tentara bajingan! Oh. Bila hari menjelang malam.. lalu berteriak. dingin mencengkram kuat tubuhnya. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya..Ia menggigil.! Itu api. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab.. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. "Persetan!" gumamnya. air matanya membeku akibat udara dingin malam..com/abclit. Panikov tidak peduli. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang ABC Amber LIT Converter http://www. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana.. berteriak dan meniup seruling-nya lagi. sadarlah. angin bergerak lebih lambat. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. lalu diam lagi.. "Oh. Yang terdengar hanya bunyi seruling.Yach Panikov ingat. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. mengapa ayahnya ditembak.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian.. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan.processtext. Panikov diseret. Panikov terus meniup serulingnya. Panikov keluarlah. Ia enggan ikut bergabung."Api. Muka mereka pucat seperti hendak mati.. tapi toh. Seperti biasa.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bolong dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling, Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Lalu memandang ke arah danau, ia bergumam."Ayah... malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa, telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Beberapa hari selang kematian ayahnya, ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Saat itu juga, ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.Selagi ia membereskan barangnya, ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya, lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sesampainya di desa, ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu, ia memeluknya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya, begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Terlihat ada seorang tentara, Turgeyev namanya, ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok, dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung, 'si kumis tebal' lalu berteriak."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah, masih tetap hening. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka, dan meneruskan kalimatnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan, karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan."Panikov! Jangan Panikov..."Terdengar enam letusan senapan, serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Keadaan semakin beku. Anna, gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Tertulis lagi di bawahnya."untuk petani kecil November 1936"Bandung, Oktober 20011. pondok petani2. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas, Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam, para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada, seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Lihatlah, mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain, kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Meski begitu, kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan," kata Zulaikha, perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukan-gundukan tanah kelabu padat itu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati, apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Dihajar, buk! buk! buk, kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Kalau tak percaya, mari kita tanyakan kepada ibuku."Bagai capung, anak-anak itu kemudian membentangkan tangan, melesat ke pelataran makam AlBaqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Dan, Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati, kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan, mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Ibu, mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan, Anakku. Dan, telah berkali-kali kukatakan kepadamu, hanya para lelaki yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Zulaikha, perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur, tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu."Ayolah, Ibu, kita masuk ke sana. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka, Zubaedah langsung berdiri tegak. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah, berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu."Jangan, Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari, menendang tampah habbah, dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang, ratusan keluarga raja, dan para peziarah yang taklid kepada adat."Ampunilah Anakku, ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu, ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Sayang sekali, Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan, dia meliuk, menyusup, dan terus berlari ke bibir pintu makam. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukangundukan makam.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu, Anakku. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang, merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu, Anakku, memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta, kau tak perlu memasuki makam keramat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Apalagi kau perempuan, Anakku. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan, sebagai orang Takroni, wahai Anakku yang malang, ibarat air kita bukanlah zamzam. Sebagaimana Bilal, pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah, kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah.OHO... tak perlu kau risaukan asal-usulmu, Anakku. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain, kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja," begitu kata Musa bin Zakaria, ayahku, kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anak-anak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal, raja disebut sebagai tuan, Bilal dilahirkan sebagai budak, engkau dilahirkan sebagai engkau, aku dilahirkan sebagai aku, dan habbah Madinah hanya layak dipatuki ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu," ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain, pada usia yang sedang mekar, aku benar-benar buta.Dan, Ayah, sebagaimana pria Takroni lain, tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. "Sudah kubilang... jangan usil. Jangan mempertanyakan apa-apa. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Jangan..."Maryam-ibuku, perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih, tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sebagaimana Nabi, Ayah sangat memuliakan perempuan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu, dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Meski demikian, Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Dia, sebagaimana Ibu, menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.Menjelang aku remaja Ibu bilang, "Engkau memang buta, Anakku. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah." Menjelang Ayah meninggal, dia berdoa, "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku, telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Aku tak akan marah, ya Allah. Aku tak akan marah. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi, berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya."Sejak itu tak seorang pun, termasuk pedagang tasbih, kerudung, dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Hanya engkau, wahai Anakku, yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan, mempertanyakan asal-usul kebutaanku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Ya, Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Ketahuilah Anakku, Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu.""Jadi, Ibu pernah melihat segalanya?""Ya, ibu pernah melihat segalanya, bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sampai pada kata-kata itu, kau tahu Anakku, sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Tetapi kau terus mencerocos, memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Tak kepada ayah atau ibunya. Apalagi kepada Zulaikha. Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah, malam itu dia menyusup ke makam.Sambil berjingkat pelan-pelan, dia mengingat-ingat petuah ayahnya. "Kalau bisa matilah di Madinah, Anakku. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Tetapi, kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu, karena diserang demam tak berkesudahan, Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. "Mati di Madinah memang baik, namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi," pikir perempuan yang sedang mekar itu.Alhasil, Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi.Karena itu. Jangan pernah masuk ke makam.com/abclit.processtext. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. sebelum pingsan. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. masya Allah.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam.html makam.ABC Amber LIT Converter http://www.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. *Hotel Sanabel Al Madina. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer.Tetapi. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. ABC Amber LIT Converter http://www. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan tersebut.Dan Zubaedah. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. Jadi.processtext. melambai-lambaikan sayap. Puluhan. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Pegangan Zubaedah terlepas. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. tidak-tidak. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. Madinah Munawarrah. camkan nasihatku. Cahaya lampu-lampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. bercanda dengan merpati-merpati.com/abclit."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam.7) Riyal:mata uang resmi Arab.html ."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal."Dasar Takroni.7 Tetapi. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas."Ya."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam AlBaqi. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. perempuan buta itu.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. Lalu segalanya menggelap. Dia terjengkang. jauh sebelum menggapai pintu makam. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. salat di masjid Nabawi. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tiba-tiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Anakku. dia mendengar suara-suara orang-orang kekar menyumpah tak keruan.

ABC Amber LIT Converter http://www.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini.com/abclit."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. "Kasar dan kejam. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. Namun. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. Warga menilai ABC Amber LIT Converter http://www.. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Meski masih berusia belasan tahun. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. Jangan dibiarkan liar begitu. "Ikat babinya. Bahkan. Wayan Kroda terdiam. "Luh. Jadi. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah..!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat di Banjar Sari. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. siang hari menjemputnya kembali.com/abclit. jangan salah paham." pikirnya. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. I Raneh. ayah Kroda. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. saat sepupunya. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. Luh. Meski telah kena sanksi adat. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila.. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatan-kesepakatan yang diputuskan adat. Gianyar. "Kamu tentu masih ingat juga. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. menelepon lagi.processtext.""Sepanjang hidup.html . Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari.processtext.. Mangku. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. ia benar-benar jadi kehabisan alasan.html Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara.. Waktu itu tahun 1971. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga.

dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. seluruh keturunannya. Tetapi. Tetapi. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. dendam turunan. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Selain menghasut warga menentang Golkar. Ia tahu. Sampai kini.com/abclit." ungkap I Kleteg. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. Karena tinggal jauh. Itu kebanggaan.html dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi.processtext. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. kita tidak akan mau pentas. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Tetapi. Tetapi. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotelhotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Kendati sudah lama tinggal ABC Amber LIT Converter http://www. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Padahal. Ini hanya dendam pribadi. Dendam Kroda. Sejak tinggal di Jakarta. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari.html . Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila.com/abclit. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. berarti jalan buntu. Namun. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha.processtext. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. karena ia bukan anggotanya. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. termasuk Susila. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Kalau toh diizinkan. SANKSI ini terlalu berat. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat.

com/abclit. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. "Jadi. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Sebagai orang yang lama merantau. Itu mutlak urusan keluargamu.processtext.. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa ABC Amber LIT Converter http://www. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. bukan lagi urusan adat. Jangan datang lagi kepada saya. Bukan. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. bikin saja surat dulu. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. "Bli.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. saya harap bisa bertemu Gubernur. kalau banjar adat mengenakan sanksi.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh.ABC Amber LIT Converter http://www. Wakil atau siapa sajalah. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. Bahkan. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. ini keputusan paruman adat. seseorang yang dituakan dalam adat. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga.. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Bahkan. Padahal.html . sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan." ujar petugas lelaki itu. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. "Dan." Wayan Kroda tak segera menyahut. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. "Tamu itu sangat penting. Sebagai kelihan adat. Bahkan. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. Jadi. Ini soal penting dan sangat mendesak. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi.""Ini soal jenazah! Jadi.. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Ia berbaring di dekat ayahnya.""Lebih baik berurusan dengan polisi. Ada sesak dalam dadanya. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Tetapi."Sudah berapa kali pula saya katakan. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD." kata petugas itu. Jadi. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Ia tahu pasti. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. mintakan kepada seluruh warga.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. kalau menyangkut penemuan jenazah." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Mereka umumnya mengatakan penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila.processtext. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Paling tidak harus menunggu seminggu.com/abclit.html di kota seperti Jakarta. Tapi. niat itu ditepisnya.

ABC Amber LIT Converter http://www. mengapa masih bengong. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi.. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.processtext. makin lama jenazah berada di rumah." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. "Tapi. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang.html kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.ah.. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor.html . Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es.com/abclit.. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. aku diam-diam membuatnya. Ayo semua berdoa." kata seorang kerabat liannya. Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti ABC Amber LIT Converter http://www. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap.. "Ia keberatan.com/abclit. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Sewaktu kalian lelap. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat.processtext. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Mereka ingin menuntut keadilan.! Ayo duduk dan berdoa." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah.Ketika melewati pintu depan.. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman....

dari waktu ke waktu. Dia memang benar-benar lelah. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. yang datang dari luar dirinya.processtext. tubuh yang terbujur dalam sekatsekat kain pembatas.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera.""Tidak.processtext. diiring doa sanak keluarga. Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Jangan sekarang.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin.""Tolonglah. setiap hari. Ini takdirmu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci.com/abclit."Dia tidak hiraukan aku. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. sekarang. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Dia kurang tidur. memerahnya dan mulai melap tubuhku."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. didorong ke bawah tempat tidur. Menyuruh mengeluarkan mobil.html . Tuan. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Tidak sekarang.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil.html Sumber: Kompas."Aku datang!" kata suara itu. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Dia terus menerus menungguiku. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Aku sekarang adalah bayi itu. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Pintu dibuka. Menampung muntah. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Pagi tiba juga seperti biasa. Dia memang tegang. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Membuangnya ke kamar mandi. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Direntangkannya ABC Amber LIT Converter http://www. Datangnya waktu. di sisi tempat tidur. Saya sedang tidak menunggu Tuan. langkahlangkah mendekat masuk ruangan. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Dia lelah. Pantat panci bergeser di lantai. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat.""Tak ada waktu untuk menunda. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. masuk ke dalam urat nadi mereka. Banyak faktor yang dipikirkannya. Di bawah tabung. Tiap hari kau menanyakan orang-orang yang kau kira memperhatikanmu. Menampungkannya. terbaring dalam rahim waktu. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Mencelupkan handuk kecil. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Terlalu banyak yang membebaninya. Meneteskan madu ke dalam mulutku. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta.Waktu terus bergeser. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. Menyuapiku. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Sekarang adalah saatnya bagimu. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Mengambil pispot. Dia memang lelah. Harusnya Tuan tak datang. Perangkat medis itu. Saya sedang tidak menunggu Tuan.com/abclit. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium.

Ibu mendekat. Kita seperti burung pemakan ulat. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa ABC Amber LIT Converter http://www. Tinggalkan kekacauan dunia."Tidak. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami.com/abclit. anakku."Aku mundur menjauh. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Empat puluh tujuh tahun. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudarasaudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. saya masih belum menuliskan semua itu.Ayah menghentikan langkah ibu. kalian masih kecil-kecil.processtext. Muhammad Saleh.""Ketahuilah. tidak mereka cegah. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. anakku. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Kau sudah lelah. Sebelum mencapai usia sekolah.html .processtext. Sudah tua. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. si Choliq."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. ibu. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. 88 tahun. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Tinggalkan semua itu. siapa di sana? Ayahmu. Abangmu. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. Hentikan omong kosong itu. Masih banyak yang harus kukerjakan. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Mendekatlah. mengurus segala yang remeh temeh dunia. adikmu. Angin malam yang dingin. Lebih muda dari aku." kata ayah. Mari. Masuklah ke keabadian. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Beristirahatlah sekarang.""Tetapi. Anakku masih kecilkecil. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Rentang waktu yang panjang. Kemiskinan kita yang pahit."Biarkan dia. Kau bekerja telah terlalu lama. Angin malam yang lembab. Dia muda. Selamat datang. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. menyibaknya. Dia belum boleh menyerah. Ketika aku meninggalkan kalian. Akhirnya tiba juga saat itu. si penjaga malam itu. Tidak sekarang. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Mari. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Masih banyak yang belum kukerjakan. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Kau sudah lelah. Terbang dari daun ke daun. Itulah penyebab penyakit ibu. si Abdullah. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami.html tangan sebagai awal pelepas rindu. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Kau sudah cukup lelah. anakku. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Lupakan semuanya. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Lihat. Ayolah mendekat. di kebun tembakau itu.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Kau lihat itu. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. kau telah bekerja.

Bermohonlah kepadaNya. ayah tak pernah mengajarkan halhal yang buruk. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. berburu kancil dengan sebatang tombak. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. delapan puluh delapan tahun. Ayah membiarkanmu seperti itu. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Pergi sana cari kehidupan. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. saat nanti kau menemui kami. Pergi sana. Kalau kau bisa menuruti semua itu. kau mendapat kesempatan meneruskan hidup. Datang kepada kami. Ayah adalah si penjaga malam itu. setidaknya mendekati usia aku. datang berlari mendekat kepada ayah. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Penjaga malam di pajak. Golongan para pendongeng. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Jendela. Temui sahabat-sahabatmu.Aku kempeskan ban ABC Amber LIT Converter http://www. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. aku menimbunnya.html . Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. seekor kancil yang terluka. Pulanglah. Bila ada nasi. Ingat. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. Menemaniku di malam-malam dingin. Aku senang kalau dia tak pulang. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. ibu membaginya sepuluh piring. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Ayah tahu semua itu. Duduk di dalam gelap. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Kau sama seperti aku. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Jauhi sumber fitnah. Kau adalah si penghayal itu. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. sementara kau mendongeng di atas kertas."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. insya Allah. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Kau harus seperti aku.com/abclit. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Kuambil batu. Kuhadang dia di tengah jalan. Sepiring untuk anjing itu. Kulempar kakinya. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Jangan dipaksakan. Jauhkan diri dari rasa iri. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Kita suka malam hari.processtext. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Jangan hidup seperti lilin. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Sejak kecil kau dekat denganku.html kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Dia pulang pada jam-jam makan. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Tak kuberi jalan untuk pulang. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Hidup bagaikan hadiah. pengalih perhatian. temui istri dan anak-anakmu. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. mengorbankan damar untuk nyalanya. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. ke seberang jalan. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu.com/abclit. Kalau Tuhan berkenan. dengki dan tamak. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya.

menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. ABC Amber LIT Converter http://www. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. lalu lari ke pintu. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. coba lihat. dukuh. Ayah melempar senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. sapu lidi. berada di samping tempat aku terbaring. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Tak ada atap penghalang langit. "Bangunlah. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. mengusir cahaya bulan. Ambillah sebutir. Dia lihat aku. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Tuan itu melepas pegangannya. Aku melirik kepadanya. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal.processtext. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. Aku terbatuk. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Aku terus meraba. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. melejit di dalamnya. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Diraihnya tanganku. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. mengejar kami.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. muncul di luar jendela. markisah. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. menerobos langit-langit kelambu. seperti gelembung dalam pipa air. Kami semakin jauh meninggalkannya. Sebelum menutup gerbang fana."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. daun jendela itu terkuak."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. Sesuatu bergeser di atas."Bangunlah."Bangun Bang. Tapi tak kuasa."Siapa engkau?""Aku istrimu. Bulan tergantung di sudutnya. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. semangka. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. sayur. Kau belum mau mati. dan menguncinya dari dalam. menolongku masuk dan. los tempat berjual ikan. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. kadang dia membuang sampah dapur. Penuh kristal cahaya.com/abclit. Kupaksa membuka mata. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. dia senyum kepadaku. cerpenis. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. Aku tak tahu aku berada di mana. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Bulan tak ikut masuk. Tanganku meraba di bawah karung. aku naik dan merobah posisi tangga. mendorong ujung tangga." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Tak begitu jelas. Tak ada gelap di dalam los kecuali terang-benderang yang membungkus. Aku ingin sebutir jeruk.processtext. Kulihat wanita itu."Malam dengan pancaran bulan penuh. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. ayah mengambil sebutir jeruk." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Jendela dia tutup. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Apel yang dibungkus jaringan lembut. pengalih perhatian.html sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. Jangan lebih dari satu. salak dan mangga. buah.html ."Bangunlah. Semua terasa masih melayang."Aku akan menjemputmu nanti. sapu ijuk. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. "Pergilah. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. tepat di dada. Jendela. tapi tak begitu jelas. sampai semuanya lenyap." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga.com/abclit. menutupnya. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. pajak sayur.

Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Aku bertemu orangorang yang telah meninggal."Di mana aku?""Di rumah sakit. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Alhamdulillah. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur.html .""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Selalu begitu. Dada kiri dan kanan bersamaan. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Tapi semua kita belum siap. Hilangkan rasa takutmu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Jantungmu kembali berdetak. Syahnagra Ismail. Lazuardi Adi Sage. Titik Ws.""Bersyukurlah. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. abangku. yang menghalangi pandangannya padaku.""Aku takut. Lupakan semua itu. ayahku. Martin Alaida.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Elanda Rosi DS. biar diberi umur oleh Allah. Masing-masing ada pada takdirnya. Mereka masih belum mau beranjak dari sana meninggalkanmu. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Abrar Siregar. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Di sana ada Haji Danarto. Galeb Husyen. Sapardi Djoko Damono. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Kau yakinkan itu. Kita semua tahu itu. kata dokter. Disambut sahabatsahabatku. Lihat di balik dinding kaca itu. Lukman Setiawan. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Jantungmu telah berhenti berdetak.com/abclit. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Para sahabatmu. Ibuku.""Suatu hari semua kita akan pulang. Masa kritismu sudah lewat. Ibrahim Basalmah. Masih ada kesempatan untuk hidup. Itulah sebabnya kita berdoa. Di jendela itu. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Lihatlah. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku.""Siapa lagi mereka?" *** ABC Amber LIT Converter http://www.""Aku takut. Kak Atie. Remi Novaris. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Kenedi Nurhan. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. kau sekarang sedang tidak menunggu dia.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Di kamar itu. Aku belum siap untuk mati.com/abclit.. Agus R. Dosa-dosaku. Sarjono.html Nurwindasari. Segala puji bagi Allah. Kami telah kau bikin cemas.processtext. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Sori Siregar.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Aku datang kepada mereka.""Itu bukan mimpi. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Belum siap untuk mati. Jangan terlampau dipikirkan. Wisnu Murti Ardjo. Lihatlah. Adri Darmadji Woko. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu.processtext. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Jamal D. Rahman." Disingkirkannya benda yang terjulai.""Itu lagi yang kau ulang-ulang.

dibinasakan. dan dimakan. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi.processtext. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. Sukab tidak pernah peduli. Begitulah Sukab. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjing-anjing kurang pikir. bisa boneka wayang golek. melayani sopir-sopir bajaj. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil.processtext.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. yang tidak beralas kaki." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. sehingga tidak mampu membeli potas.html . tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. Dulu ia begitu miskin. sebagai warisan masa lalu.Masih terbayang di depan matanya. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. bisa boneka yang digerakkan tali. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup.ABC Amber LIT Converter http://www. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. Untuk semua itu.com/abclit. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. yang syukurlah semuanya makmur. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu".com/abclit. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. ABC Amber LIT Converter http://www. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. boleh diburu.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. bercelana pendek. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.html Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. dan namanya adalah Indonesia. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. yakni Bahasa Indonesia. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta.

anjing tetaplah anjing.html . Apabila kesempatan terbuka.processtext. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana.com/abclit. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap.processtext. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. tapi juga dimandikan. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan.com/abclit. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. surat nikah apalagi. hanya dengan beralaskan kertas koran. Itulah riwayat singkat Sukab. Ia berjalan."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. kamu toh tahu aku ini sebetulnya bukan istrimu.Namun. Tapi Sukab tidak pandang bulu. Di kompleks perumahan semacam itu anjing-anjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. sampai ia menjadi pemburu anjing. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. seperti bisa disihirnya untuk mendekat.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu.Perburuan anjing itu menolong kehidupan ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Apa pun jenisnya. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. "pertama."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan." kata istrinya dahulu. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. lantas tinggal dilumpuhkan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. menghilang ke bawah tenda. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. Ketika musim PHK tiba. mengincar anjing-anjing yang lengah.html menjadi pemburu anjing di Jakarta. kedua. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. dan ia mengincar." kata istrinya.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. dari chihuahua sampai bulldog. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. "Sukab. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. kehidupan Sukab masih terhormat. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. Ia tidak menggunakan potas. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Tangkapan Sukab disukai. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. Tidak ada cerita sehidup semati. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. diberi bantal untuk tidur.ABC Amber LIT Converter http://www. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. ia memperhatikan.

Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. Bukan karena anjinganjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepat-cepatnya.html . karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda."Ia perhatikan." kata Sukab."Mereka begitu miskin.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. Perempuan itu menangis. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu.processtext. begitu pikiran Sukab yang sederhana. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. Meski sudah tidak melacur. Mereka dibawa pergi.***SEPANJANG rel. Begitu juga Sukab."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum.com/abclit. seseorang berteriak kepadanya. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. Perasaan Sukab remuk redam.Betul juga. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus.html Sukab. biasa habis di lingkaran judi. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya ABC Amber LIT Converter http://www. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. seperti upacara pengorbanan diri."Ke mana?""Entahlah. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. namun dari sinilah cerita baru dimulai. sehingga tidak punya cermin. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati.com/abclit. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala?Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. anak-anak berteriak mengejeknya. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. tentu saja ia tetap ingin kelihatan cantik. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. Bukan berarti Sukab seorang penjudi."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. "Aduhai anak-anakku."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing.processtext. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing.

tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing. ketika matahari terbit. Para penonton yang semuanya berkepala ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur."Yang bener aje... terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. tapi petugas tibum. Bukan polisi yang mengangkut. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. seolaholah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing.html bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. itu. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah..."Hati-hati lewat sana. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara."Apa yang penting?""Esoknya. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.""Husssss. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia.. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. "mereka juga bisa menangkap saudara. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing." kata polisi itu."Oh. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya." ujar tukang cerita itu.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. berbalik lagi.""Tapi kita semua makan anjing.processtext.processtext.com/abclit. tapi hati dan otaknya masih manusia. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula.html .Di langit masih terlihat rembulan yang sama. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke arah rembulan dengan memilukan. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. dan orang-orang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan."Lho.ABC Amber LIT Converter http://www." katanya lagi. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima.Setelah malam tiba."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. dan para pendengar menahan nafas. menangis. itu tidak penting. Mereka membawa segala macam senjata tajam. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum.com/abclit. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu...***"MEREKA membantai Sukab."Mereka menyalak-nyalak dan berkaing-kaing seperti anjing.

"Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. Waktu itu. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. Hanya berdua. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. Sambil menenggak Red Wine. serupa riuh angin yang membelai ABC Amber LIT Converter http://www. seperti malam-malam penuh pasir.ABC Amber LIT Converter http://www.html anjing itu pulang ke rumah. Januari 2002. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri." lenguh Susan pelan.Saat itu. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Aku akan membakar wajahmu. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan."Susan.html . Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.Dan. Nigel Jamieson.processtext. Susan. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. Selalu. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. dan gelepar angin di Bondi Beach."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona.com/abclit. kerang. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. ketam. ikan-ikan itu pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. Susan.Teramat pelan. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan.com/abclit. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih.processtext. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing.

Dan cinta kami."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. menyamar sebagai penari bugil. Sambil terus menenggak Red Wine.Asal tahu. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. Rose Bay. selalu hanya untuk uang mereka. Well. Seperti kepada nenek moyangku. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. Subali. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih.processtext. Dan. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. Ya. "Sudahlah darling." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road."Aku kira. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. Sebagaimana malammalam sebelumnya. Bukan untuk yang lain-lain. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. sebagaimana Ki Manteb. memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu.Tidak! Tidak! Di telinga Susan."Ingat. Hentikan denting kecapimu. Dan. Fiona. Fiona! Kalau kita tinggal serumah."Dengar. ngiau yang tak ngiau.ABC Amber LIT Converter http://www. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. saat melantunkan New York New York. New South Wales 2029. Fiona mengerti maksud Susan. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. Fiona hanya mengguratkan senyum indah ABC Amber LIT Converter http://www. Saya tak peduli. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England.com/abclit. Dan aku? Aku. penyanyi jazz dari Betawi. saya akan melesat ke King Cross. kita toh masih punya banyak acara. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. adalah cucu Thancoupie. Aha."Lagilagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. siapa pun dirimu. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. selalu hanya untuk kedunguan mereka. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin.html rambut indah Fiona. gereja. sebagaimana dia. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. bersama Susan.processtext. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. lenguh yang tak lenguh.html . saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. Lalu. Are You Girl Friend. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta.com/abclit.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. aku juga akan jadi pejuang. Akan aku tunjukkan kepada Howard. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. Tetapi." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. itu mencium kening. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. selalu tampil menawan itu. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. atau Anoman sebagai pahlawan.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. begitulah. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. bahkan dari jalanan gelap sekalipun.""Ya.

ke rumah indahnya."Untuk sementara. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramikkeramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. dan bar.com/abclit. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Tetapi cuma sesaat. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. tentu saya tak perlu terusmenerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. rupa-rupanya bisa ABC Amber LIT Converter http://www.Tetapi. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi."Kau tak akan pernah berani membunuhku.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Sorot matanya mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuan-perempuan bule yang melintas di Jalan Braga."Sudahlah. Sebelumnya. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengahtengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. pria England yang tampan itu.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. Sejak itu. Bahkan. malam itu. O. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam.Meski begitu. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. Sayang. Fiona.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob.processtext. Tanpa sungkan-sungkan. rasa hampa penuh iblis. atau Long Island. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. saat ditampar.Sejak itu. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. Kahlua Cream. Cuma sesaat.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. kamu terlalu banyak minum. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di Weipa-Nappranum. Dengan sigap. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu.Ya. Sayang.html . Karena itu. Yang jelas pria itu berambut cepak. O.html di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. saya tahu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Fiona. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. di ujung jalan. pub.com/abclit.

Di otaknya yang disusupi alkohol.html .html mengubah kesucian cinta.. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Kita akan bisa segera pentas bersama." desis Susan sambil memperkeras ketukan."Sudahlah. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. Sebab. Siapa pun dia tetaplah musuh kita."Ketahuilah. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan."Jangan terlalu menimbang-nimbang.com/abclit.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. tarian. lukisan. Susan." Susan melenguh lagi. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Yang jelas."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. Sydney.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Rahwana. Tak ada denting kecapi. dan ribuan kera sialan itu. Kini. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaran-penyamaran yang memuakkan ini. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. selama menjadi mata-mata. dentingkan kecapi Sundamu. aku memang harus membunuhmu. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Dan kobaran api itu. Seperti tahun-tahun lalu.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu..processtext. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. Aborigin.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Fiona. kau akan jadi ikan bakar. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. dan pikiran-pikiran saya. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium.processtext. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi."O. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. Fiona. Akhirnya. Maka."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah.com/abclit.Tak ada jawaban.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan. dan Thancoupie bukanlah duniaku.

muda. Dan sekilas. Tersungkur.Ketika pintu terbentang. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Dia melihat Ira terjaga. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk.com/abclit. Pagi masih gelap. dari celah pintu. berubah mesum.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Ditendanginya pintu itu. Ingin sekali Bondas berlari. Meringis. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Tetap saja pintu itu tertutup. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut.Buruburu Bondas turun. mengendap-endap. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Tangannya terasa sakit. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Bondas berdiri menganga. Ia menandai. menyembulkan pusarnya. Terdiam. Tatapan lelaki itu. Bondas berlari. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada." bisik Bondas. itu cambuk Pak Gendut. ramah."Kita harus menyelamatkan Ibu. Senyumnya menggoda.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali ia bangkit. Lengan perempuan itu tampak menawan. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Dipanjatnya pohon mangga itu. Punggungnya. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. disusupkan ke balik kaosnya. Ibunya tak beranjak dari kamar. kulit memerah-biru bilur-bilur ABC Amber LIT Converter http://www.html Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Ira lebih tenang. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. turun dari becak. masih dingin. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. merasakan dadanya bergolak. diberikan pada ibu Bondas. Mendengarkan rintihan ibunya. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. berdebar-debar. Digedornya dengan kepalan tangannya. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. berpapasan dengan ibu Bondas.***TENGAH malam. Bondas terbangun dari lelap tidur. memburunya dengan cambuk.processtext. agak sayu.processtext. kembali duduk. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. cantik. kakak perempuannya. Kakinya seperti patah. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Menggeliat.Menggigil di sudut kamar.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. mendobrak pintu kamar ibunya. berdandan menor."Terheran-heran. dengan perasaan takut. Ia mendekam di sudut kamarnya. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. yang sebelumnya garang. bangkit lagi."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut.html . Menggigil. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. dipungutinya. Terpuruk di sudut kamar. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. Kokoh di depan hidungnya. Nyeri. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. Ia mendengar suara cambuk. telungkup. membawa cambuk yang bergetar. Buah mangga berceceran dari kaosnya. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. masih menyisakan kepedihannya.com/abclit. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Bondas merasa terlindung kegelapan.

Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Meninggalkan rumah. Cambuk di tangannya diayunkan.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. sesekali tersentak. teramat pedih. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan cambuknya. mendengus. berada di balik kegelapan. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. anak laknat!" seru Pak Gendut. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Tak berani pulang. Kulit pipinya mengelupas. Agak lama mereka berbincang-bincang. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. dan merasakan betapa pedihnya.nyeri sampai ke dalam dada. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. Tapi Bondas terus berlari. Telah sehari-semalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. dan bergoyang. segera menghampiri Bondas. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Ira menjerit-jerit kesakitan. Dia memilih diam. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. ia terus berlari.com/abclit. mencampakkannya ke tanah. Terdiam sejenak. wajah garang Pak Gendut menyeruak.Meski punggung terasa nyeri. buruburu Bondas memungutnya.com/abclit. Bercanda. Tatapan matanya mengatur. mendera punggung. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.Tanpa menoleh. Pak Sukra. Memaki.Dari dalam kamar.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Menjilatinya dengan liur berlelehan. Dan Bondas yang lapar. Bondas berlari. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Terus berlari.***PADA malam yang menggetarkan.html . dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. bergurat-gurat menghitam.***LAPAR. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. terasa tercabik-cabik. Mereka meletakkan gamelan. Yang lain tiduran. terus saja berlari. membawa cambuk. Pak Gendut kehilangan lacak. tak terurus. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tertawa-tawa. Bondas belum sempat menghindar. merasa Pak Gendut memburunya. Ia tak tahu ke mana.Berlari meninggalkan rumah. menghardik Bondas."Mau lari ke mana kau. Menahan nafasnya kuat-kuat. Tak berani bergerak. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. samar.html cambuk.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Terasa pedih. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Bondas mempertajam pendengarannya. haus. Pakaian mereka sudah aus. tanpa arah.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. kusam. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. letih.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Suara mereka samar-samar terdengar di dalam kamar Ira. Bondas terus berlari. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. kuda lumping dan cambuk. Pak Gendut terus tertawa-tawa. di rumah. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. perempuan muda. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. menggeram.processtext. memberikan ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya riang. melecut wajah lelaki kecil itu. Ia tak berani beringsut. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Tak tersisa tenaga padanya.processtext. Takut. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Pak Gendut memasuki rumah Bondas.

tar. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. bertubi-tubi. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. lentur. Dadanya mendesir-desir lantaran dendam. Anak-anak bersorak. dan segera ditabuh.com/abclit. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Lecutan cambuk berulang-ulang. Menghirup air kembang. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. malu-malu. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubunubunnya.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang.html . Anak-anak kecil berdatangan. Menyusup-nyusup di antara para penari. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. merobek kulit muka.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. Tanpa henti. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Gerakan tarian kian cepat. melelehkan air mata.html bungkusan nasinya.com/abclit. seperangkat gamelan diletakkan. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. terus. Menari dengan gerakan cepat. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak ABC Amber LIT Converter http://www. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. memekik senang. Menggelepar-gelepar. Meraih kuda lumping. Menggeliat-geliat kesakitan. menggetarkan udara. Meloncat. Gamelan bertalu-talu.processtext. Dengan takut. Seorang penari kuda lumping menari di tengahtengah tanah lapang itu. tar.Orang-orang terus berdatangan.Di tanah lapang. Menari. dan seirama dengan hentakan gendang. Anak-anak bersorak. dada dan punggung yang terbuka. seketika Bondas kesurupan. "Terus. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Tapi masih saja ia menari. kian lama kian rapat. bergetar.berjingkrak-jingkrak.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Pak Gendut mengerang beringas. Pada saat menatap Pak Gendut. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepar-gelepar kesakitan itu.

Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal.Dokter Isman tidak memasang tarif. Bahkan. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. dan subuh pulang kemudian kuliah. Seorang kawannya.html . dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. ibunya mengelus-elus kepalanya. ayahnya hanyalah petani kecil.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. tetapi sebuah nasihat.Subuh sekali. Setahunya. dengan kereta roda. Ayahnya dijemput dari rumah. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Sejak kepergian ayahnya.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. Kawan-kawan karibnya manggutmanggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. ubi jalar. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Ketika ia terbangun. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. dan tidak pernah kembali. Ia bukannya memberikan resep atau obat. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. mau diapakan hasil tanaman itu. Ia tidak mengerti mengapa. pasien selalu berdatangan.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu.com/abclit. Ia memberi resep obat generik.processtext.html Sumber: Kompas. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.com/abclit. Pasienpasiennya banyak. Sampai jauh malam. jarang antibiotik. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta ABC Amber LIT Converter http://www. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Sulit sekali mencari obat di sana. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". ibunya sudah menanak nasi. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Ketika tamat dari SMP. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya.processtext. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. "Tidurlah. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. membuat perawat yang membantunya agak bingung.

Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. ibunya dimasukkan ke ICU. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. rasanya hampir mau ma-ti. agar ia segera menikah. lalu pamit. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. Di seberang.Dua tahun kemudian. Ia merasa amat berdosa. "Penyakit jantungku kumat."Aku datang. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Dokter-dokter. Ia merasa ABC Amber LIT Converter http://www. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. tertunduk. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Nak. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. Bila dada sesak. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Nak.Setelah beberapa hari pengu-buran. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya." kata ibunya dengan suara pelahan. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota."Ia memegang pergelangan tangan ibunya.html .com/abclit.." kata Isman terkejut. memandikan saudara sepupunya. pulang. udara pegunungan agak segar. ibu bersedia mencarikan calon menantunya." kata dokter Isman.processtext. kalau ia tahu. Menghitung de-nyut jantungnya. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. dan menangis terisak-isak. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. tinggal dengan aku. Sebagai dokter ahli jantung. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Ia geleng-geleng kepala.processtext. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. Bu. ia merasa amat terpukul. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai."Dekatlah ke mari.""Oh. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke sekolah perawat.Setelah sampai di rumah sakit. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. yang bungsu dari akademi sekretaris. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. ibu rekannya. ia mendapat berita dari kampung halaman.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi anehnya. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. Kalau bisa. Nak.com/abclit. yang satu dari akademi perawat. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Ia mengambil spesialisasi jantung. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Ia pulang dengan murung. kampung halamannya.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Kalau bisa. ia harus bekerja keras. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan.. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. isinya.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. Namun.html memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Di rumah pamannya ini. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. Nak. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka.

Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. entah kapan.processtext. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya.html bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. di ruang tunggu.com/abclit. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan.processtext. Tetapi yang kami rasa. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu.html . istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Kami ingat itu. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Ia tidak menjawab. Bang. salon itu banyak dikunjungi orang. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. dan sesudah itu. sekitar bulan Maret. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. ia membuka pintu gerbang.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. dengan syarat. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. "Ya. Semuanya diam tidak mampu berbicara. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. juga dengan ipar-iparnya. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. tidak boleh pulang sampai petang. Jantungnya berdebar-debar. mendorongnya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.Setahun kemudian. Daripada hidup bengong di rumah. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan.Setengah tahun kemudian mereka menikah. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. tetapi ia selalu menghindar.com/abclit. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit.Dokter Isman memperhatikan gambar itu.Bulan berikutnya. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Gilirannya."Pesanku kepada kalian. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. menurut pengakuan suami korban. Ia kenal betul gambar itu. Adiknya yang perawat. ia membiarkannya bertandang sendirian. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. Gambar yang terpampang di samping berita. Menurut pihak kepolisian.

Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur.html . ia menjeritjerit. "Dokter Isman sudah tiada. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing.. Perawat memapahnya.html bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. meski ia tersenyum. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?".Para tetangga mengurut dada. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. (Ia jatuh pingsan lagi). Ketika ia siuman. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Tentu aku tidak perlu menjawab. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. 18 November 2001 Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. Ia ada di kamar. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe ABC Amber LIT Converter http://www..processtext.""Oh.com/abclit.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia? Bandung." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu.ABC Amber LIT Converter http://www. Namanya Tanesia."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak."Tenanglah. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. toloooong.com/abclit. menyuruhnya duduk. Bu. Pelahan ia berkata. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. atau orang kita sendiri semua sama saja. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. Ia terkena serangan jantung. Meski ia tertawa. dokter! Ooohhh. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Tuhan. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Dagunya lunglai.processtext. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab.

Ia menunggu respons.com/abclit. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. tapi aku tetap diam saja.com/abclit. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Jika malam tiba. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu.html tempat kami bertemu. Tanpa gairah maupun penolakan. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. Tidak ada masalah di kota asalnya. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu.processtext. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Kali ini ABC Amber LIT Converter http://www. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Mulanya ia menolak. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Maka jarum sudah telanjur ditusuk.processtext. Ia menganggap itu sebagai respons.html . Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. tapi aku sengaja diam saja. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Hanya untuk berdua. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. malam dengan rembulan. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya.. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Beberapa saat ia menunggu respons. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. luruh ke seluruh hatinya. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Sebetulnya ia wanita yang cerdas.. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangan-tangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. Berdasarkan ceritanya. Tanesia takluk.ABC Amber LIT Converter http://www. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Kuta sudah jam satu pagi. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga.

Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. memabukkan. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. lalu pergi. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya.com/abclit.processtext. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun.processtext.html semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Pipinya memerah kembali seperti sediakala. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas.html . Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Kasihan. orang kita sendiri. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. sejenak menyelidik ABC Amber LIT Converter http://www. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. dari sekian lama mati. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Satu orang laki-laki. "Hidup ini hanya deretan botol-botol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. Semua berakhir pada tempat yang sama. dua orang. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Meski tidak seindah dulu. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan.com/abclit. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. apa bedanya? Orang asing.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. atau tiga. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya.ABC Amber LIT Converter http://www. semua sama saja.

*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Blues bubar setengah jam yang lalu. Metafornya kurang dalam. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya.processtext. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya.com/abclit. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Atau apa saja yang akan kutanyakan. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. terlalu biasa. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya.Sudah jam tiga pagi.html ekspresiku. tidak ada perlunya bertanya. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Suaranya sungguh menggoda. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Tanpa berani bertanya."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Pertanyaanpertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi.html .com/abclit. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. Mungkin dia benar. Tapi bahwa. Patung itu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Namanya Tanesia. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.

ia berhenti meremukkan roti. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi.html . Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Pak Tua. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. sebagian besar bulunya telah beruban. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remah-remah roti. dan ia mulai melupakan si burung. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak.. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. yang ditiup angin kencang. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. orang-orang yang lewat. agar tidak membuang tenaga sia-sia.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara kaca jendela masih malam. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. pada saat-saat ini. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. Di sore lain. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin.com/abclit. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Dengan menaiki tangga-tangga itu. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. Akhirnya si burung gereja keluar. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia.com/abclit. karena ia memiliki otak yang sangat besar. pemusik tua itu membuka kotak biolanya.Fajar tidak segera menyingsing. dan bersiap pulang untuk beristirahat. telah hinggap seekor burung gereja. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar.processtext. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.html terletak di Moskwa.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. ABC Amber LIT Converter http://www. mungkin setengah jam penuh. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Pasti. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. terjaga di kamarnya. Sore itu cuaca tenang. sebelum berangkat ke bulevar. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. sibuk dengan makanannya. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. sambil memainkan musik dengan biolanya. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. Burung itu tampaknya sudah tua. lalu sedikit berputar sekitar kotak. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. Violis tua. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar.Sore berikutnya.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. salju sudah mulai berguguran. Sudah lewat lima hari. Lama ia makan. Saat itu di antara angin dan salju. Setelah makan. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. dalam kegelapan.processtext. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. sementara pemusik memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara.. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin.

sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengah-tengah kamar. sebab badai akan datang. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya.com/abclit.html berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. dan badai satu saat berhenti. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya.ABC Amber LIT Converter http://www. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. Salju yang jatuh.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. keras oleh kekuatannya yang menyatu.html .Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. KuraABC Amber LIT Converter http://www. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorek-ngorek dengan kakinya ke salju. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi Bulvar. seperti musik.processtext. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya.com/abclit. Walau begitu. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama.Hidup bersama seekor kura-kura. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. cuma angin bersih telanjang. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu.. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Di sini bahkan salju pun tak ada. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. Dengan susah payah. seperti manusia. Ia pergi ke sana berjalan kaki. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti.. Sepi. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. membalut kepala dan lehernya dengan syal.processtext. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.

tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Tak hanya kenyang. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang.ABC Amber LIT Converter http://www.html kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. dan itu cukup baginya. Pak Tua kembali terlelap. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. dan di balik jendela. salah seorang berkata ABC Amber LIT Converter http://www. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. Kemudian tampak seperti biasa saja. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. yang keras seperti batu. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. Pada bulan Maret. mungkin. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Selama musik dimainkan kurakura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. ia masih hidup. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. seandainya burung itu masih hidup. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali.processtext. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. karena paruhnya seperti menyangga badai. dengan cara mengkeratkan badannya. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. dari arah musim semi. malam yang hening masih berlalu. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat.html . Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. di sebuah jalan kecil di Moskwa.Sang burung juga tidur malam itu.com/abclit.processtext. seperti kita melewati masa pensiun. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. dinding kamar bergetar: angin. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. berhembus dari selatan. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang.com/abclit. melesat dengan satu sayap. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. Kotak biola seperti dulu. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. kadang biji kacang. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian.

Setelah menghabiskan tehnya.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. tapi segera terbangun. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu.html ."Baiklah. bahwa pernah ada di dunia. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian.. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya.processtext. entah esok pagi ia menghangat dan siuman." pikir Pak Tua. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Perempuan di Layar Maya ABC Amber LIT Converter http://www..Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. apakah ia mati suri atau mati benar. Jatuh sendiri ia dari langit. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Tak tahu." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik.ABC Amber LIT Converter http://www. belilah burung kami ini.Burung itu mungkin sudah mati. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. "Hidup.com/abclit. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita.processtext.Sesaat Pak Tua tertidur. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. kakikaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. dan keabadian.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. supaya tidak menggencet burung itu.com/abclit." katanya. Pak Tua menaruhnya di sakunya. pemusik itu dengan hati-hati merebahkan diri tidur miring. dan kura-kura mengulurkan lehernya. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. kematian. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya.html kepada pemusik itu:"Paman. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik..** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. matanya tertutup. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia.

Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Entah siapa pun dia. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Matanya jadi berkedip-kedip. Antara keisengan dan kesungguhan. Bukan teman kantor. Ia merasa tertantang. Je! Perempuan. Ya. Antara realita dan alam maya. Ia juga bosan kriminal. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Lama ia terperangah. Barangkali inilah sesuatu yang lain.Bagai kapal kini. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. kantor atau lapangan golf.com/abclit. Meski kabinet pemerintahan.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. baru saja diumumkan. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai.processtext. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Sungguh. orangtua. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basa-basi. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Karenanya.processtext. dibiarkan bebas berkeliaran.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Bukan teman kencan di diskotik. Dari kawasan off-shore. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan.+ Hai. Antara sadar dan bermimpi. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. istri. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. saudara.com/abclit. ia tertantang. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya.ABC Amber LIT Converter http://www.html . 25 tahun. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Sekretaris.html Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Di mana-mana. Antara ingin menjawab dan takjub. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hiduphidup. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Di lapangan. Di tengah rumah. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. bajingan! Dengar nggak. Antara ya dan tiada. Jadi berkaca-kaca. Padahal.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Bukan juga anak. Luar biasa. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Di pasar.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. ia butuh seseorang. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Bila dijawab. Di halaman-halaman suratkabar dan majalah. Hanya ingin berkomunikasi. Ia hanya iseng. Bagai burung. siapa pun mereka. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan.

kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya.. ia jadi kelelahan juga.com/abclit. Apa maumu sekarang?Ya. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Tapi kamu?Ya. ya?Ya. Artinya. ia jadi ragu. aku sudah bilang. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. manja dan sedikit centil. janganjangan Je itu seorang laki-laki.. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Ya. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Tak ada lagi kata-kata baru. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. ya. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angka-angka yang membosankan itu.. Ia menatap kosong ke layar maya.Hari-harinya jadi kosong seketika. ia hanya bisa memakimaki Je. berlesung pipit. Sebulan berlalu..ABC Amber LIT Converter http://www. siapa pun. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana.. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu.. Lebih lagi. barangkali itulah jodohnya. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Tapi di belahan hatinya yang lain. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benar-benar seorang perempuan cantik.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu.processtext.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya.. Tanpa direncanakan. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya.. Tak ada lagi Je di situ. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Apalagi.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. aku tahu.. ia jadi ragu juga. Sekarang. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Darahnya terkesiap. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Je bisa muncul barang sejenak. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Namanya juga iseng.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Ia membuka mail itu segera. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu.html . Aku keliru. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. + Aku sudah perkenalkan diri.OK. Sepekan menunggu. layar komputer itu telah kosong. Tanpa direkayasa. Sungguh. Aku mengembara ke dalam benakmu. Hai.. sebuah mail muncul di deretan inbox.. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang sejak lama. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. ia tak tahu siapa Je sebenarnya.. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu... aku mau ngobrol aja. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Dalam hatinya. Ia berharap. Sungguh. tapi buntu. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya.Siang benderang. Aku sudah mulai. Je tak membalas emailnya.com/abclit.processtext.html lampu pijar di kegelapan. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. Dan seketika ia jadi benci Je. kamu kemana aja?+ Capek aku. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Bisa jadi. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya.

Kapan-kapan kukirim potretku. pasti kamu cantik dan menggemaskan. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Aku merasakan getaranmu. Angin memukul-mukul ABC Amber LIT Converter http://www.Sehari kemudian. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. aku rindu kamu. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Dan.Setiap pagi.com/abclit. Lelaki bila ada maunya. Je selalu berubah ekspresi. gagal karena terserang virus yang hebat.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum.+ Ah. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. edan kamu. Tapi bagai angin.processtext. Ah.Aku jadi penasaran. Ia mengejar Je dan menggapai-gapai. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Je memang cantik. Sinting. Aku hanya ragu.html .html Aku bermain-main di pelupuk matamu.. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Kadang Je tertidur pulas. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Ia terpaksa melakukan download agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. ya. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.. manis. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan.com/abclit. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Ia berdebar-debar. Hebatnya lagi. Benar kamu seorang perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Di layar maya itu. kamu begitu marah.. Begitu penasaran. nggak. Sebagai lelaki. mandi dengan shower. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Je tak berbohong. berpelukan dan berciuman. tapi tak kunjung berhasil. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. tentu sosok Je akan semakin jelas. Bisa gombal. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. Yang pertama. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya.. gitu.Ia terhenyak seketika.Kalau betul kamu perempuan.Di layar maya itu.Je. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan.processtext. Semakin lama ia tatap wajah Je.+ Lha. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Aku jadi rindu kamu. Ya. Keduanya saling mendekat. Aku tahu. Ia ingin berpelukan. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.Di atas sosok Je itu.. dia digombalkan seorang perempuan-ah. Kadang marah menyebalkan. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman.ABC Amber LIT Converter http://www. gombal kamu.+ Selamat pagi. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. ciuman dan menyalurkan birahinya.+ OK deh. Begitu membenciku. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. keduanya saling bersentuhan.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. Aku tiba-tiba ingin. berangkat kerja.. bisa macam-macam. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Kadang ia tertawa manis. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan.

Lama layar komputer itu kosong. bisiknya lirih. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Keduanya saling menikmati.Ia jadi nekad. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. Tunggu dulu.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar maya itu.processtext. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa.processtext. kapan-kapan.! Aku juga. Antara mimpi dan nyata.Begitu tersadar. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. Je. Ah. Ia terbius oleh Je. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu..html . Kok bisa? Kamu berhalusinasi. jawab aku kapan pun kamu mau. Ia segera kirim mail buat Je. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. kali?Ah.com/abclit. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. Ia terkesima. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Ia betul-betul miskin data.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. ia mematikan komputernya. adegan itu terulang lagi. Tapi. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya ABC Amber LIT Converter http://www..com/abclit. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. Keduanya semakin birahi.. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya.Je tak menjawab. jawaban yang diterimanya: undelivery.ABC Amber LIT Converter http://www. nggak juga. Ia merasa heran dan takjub.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. Busyet. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia jadi penasaran. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya." Sesudahnya. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. sedikit pun tak menarik baginya. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. sayang. Ia meringis kesakitan. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Setiap ia mengirim mail buat Je. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. ia cepatcepat mengetik di keyboard. Aku berharap.Je.html punggung keduanya. bukan tak terpikirkan.

Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Urat-urat lehernya menegang.processtext.. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. Kemudian meneguk kopi manis. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah.html ." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka.html Sumber: Kompas. ***"BAGAIMANA. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. Dalam pembagian ulayat. Harta dapat dicari." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. sungai kecil itu adalah batasnya..com/abclit. Kami hanya segan beradu pendapat. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. "Alaa. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik..com/abclit. saat aden1 masih di situ. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Tangannya memilin-milin rokok daun nipah. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. pendek betul pikiran wa'ang4. Kapan perlu. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Pik. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. Mak.processtext. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. "Uda tidak usah ikut ribut." Bujang Sami menarik nafas pendek. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan..otomatis ikut tegang. Beberapa laki-laki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan." "Buuuk. Upik menarik napas panjang. Bola matanya mencorong tajam." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. bukan begitu. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Mak. "Dia manakiak5. Bujang Sami ABC Amber LIT Converter http://www. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk.

"Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Upik Sida menekur." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. "Hati-hati. pada hari yang telah ditentukan. "Sebaliknya." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Suasana mendadak hening.processtext." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. musuh jangan dicari. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. Di sanalah kusut akan diselesaikan. Dan. Di situlah keruh akan dijernihkan. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin.com/abclit. "Itu sudah kami jelaskan. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis.html mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. mereka membantah." Pidin langsung pada pokok persoalan.ABC Amber LIT Converter http://www. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. Datuk?" sergah Mak Kimin. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk menjelaskan persoalan yang menjadi perkara.processtext. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. "Belum tentu. ***SEBELUM benar-benar senja. setelah sedikit basa-basi. "Apaah rombongan Uda. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Datuk. Tapi.com/abclit. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. "Bertemu pantang dielakkan. "Baiknya bagaimana.. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. "Untuk apa lagi. "Begini Tungganai. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. Tapi. Sebelum berangkat." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. Bujang Sami berdehem. "Katanya. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara." suara paraunya mengandung wibawa. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. tak ada salahnya bersiap-siap. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. kita tak bisa juga memutuskan sepihak.. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. seperti yang ABC Amber LIT Converter http://www. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan." dialihkan topik pembicaraan. Da." jawab Pidin. Dan.. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Tenang dulu. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas.html .. Kemudian dimintanya Pidin. Datuk?" sela Mak Kimin. Menjelang jam sembilan malam.

processtext. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. Bergegas pulang. Patih Sati gelisah. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. pekan lalu.. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai..processtext. Makanya. Mengingat perangai kawannya itu. dia adalah kemenakan Pidin. walau berumur lebih muda.html telah disepakati. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba.ABC Amber LIT Converter http://www. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. Tapi. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin.. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. terdengar bernada miring..com/abclit. Juga Lencun. kami berharap. lebih keras. Kiri dan. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. karena teringat silsilah Kaum Patopang. mengingat Pidin belum juga datang." pinta Patih Sati. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP ABC Amber LIT Converter http://www. Kedua rombongan tentu saling menunggu. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. "Lanjutkanlah. Namun. Lobai. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. berarti keterangan Pidin berat sebelah.html . "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. Mak Kimin lebih gelisah..com/abclit. "Kami belum bisa memastikan. waktu itu dia sengaja mengikuti. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. kami minta maaf. Padahal. Bujang Sami lebih gelisah. Bahkan." Patih Sati berdehem keras.. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. Cuma... "Jika itu persoalannya." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah.

tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. Ah. Membersitkan kebanggaan. Sedangkan kami. Dunia di ABC Amber LIT Converter http://www. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi.Aku mengenakan pakaian terbaik. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. lebih dua puluh tahun yang lampau. Hanya karena aku seorang istri. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. seorang istri. Rasanya. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. keterangan diri yang mungil. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. terutama di penjara wanita Pelatungan. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. katamu melerai perasaanku. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. mengambil kartu tanda pendudukku. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. aku dan anakku. Cukup. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. masih terus berbagi degup jantung.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Bisa kubayangkan. Umurku tujuh-puluh dua.com/abclit.html . ketika aku pulang dari kantor kelurahan. Lupakahlah.html Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Kalau kuingat-ingat. yang buat kompos pun tak berguna. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Dan itu adalah juga aku. yang selalu ingin menyusu di dadaku. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Tetapi.processtext. anakku yang terkecil. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. Membanding-banding. maka dia telah kujalani dengan sempurna.ABC Amber LIT Converter http://www. senangnya mengamat-amati KTP ini. Tapi. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. dan dibalut plastik mengkilap itu.processtext.Sudahlah. Permukaannya yang mengkilap. Kemarin. Ya. Terlahir sebagai Yahudi. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. menjaga nyawa. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan.com/abclit. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana.

Besarnya kartu ini hanya tiga jari. mematikan. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. sehingga dia harus dilenyapkan. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat.com/abclit. Dan istrinya. Sesungguhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya.. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Tetapi. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Juga anak-anakku. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap ABC Amber LIT Converter http://www. harus menderita. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. eks tahanan politik. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu.. namaku ditulis dengan ejaan yang benar. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Lihatlah. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Masih kuingat. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Dan buatku. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Terkadang.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya.processtext. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Hak bergerak bebas. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Padahal aku hanyalah seorang istri. anak-anaknya yang masih merah.html . Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Cuma meminjamkan peniti. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. Hanya karena aku seorang istri. Tetapi. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Mesin kejayaan manusia yang baru. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Memang. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tiga-belas tahun. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik.com/abclit. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. mereka tidak percaya. Aku hanya tidak tertarik. Duduk sambil merenda. Bukan mesin tik tua. Masih kuingat. Tapi.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu.processtext.html luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa.

ABC Amber LIT Converter http://www. begitu murni. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu." tanya Tatiana. Aku tahu.. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada..html suamiku kalau aku disekap sampai ke ujung zaman.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogokmenyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. dia cuma diam. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Sesuatu yang percuma. jauh di dalam hatinya. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. sangat terluka. dan terang sebiru laut. Siksa itu harus diakhiri. bisa..Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. Aku tidak hanya kaget. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. Meskipun tidak dia ucapkan. Mulutnya agak ternganga. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Bisa. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Aku terpaku. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. Wajahnya yang licin bersih. Ditemani daun-daun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku.processtext.. Aku tahu hatinya luka. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. Begitulah caranya membujuk hatiku... Tak berkata barang sepenggal."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan.processtext.. tersingkir.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Membisu seribu laut. Kini." Tatiana seperti meratap. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya."Sedang apa.Aku cuma diam. Dia anakku yang paling bungsu. Tapi.. Gong sudah ditalu. Dengan berbuat begitu. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah.html . membelenggu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit.com/abclit. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. begitu membebaskan. Bu?.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Mbak Rin bisa membuka toko obras.. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Tanganku tak lepas dari KTP. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terusmenerus mengepung. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu.. Aku sambut tangannya. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Mas Awang bisa membuka bengkel. memegangi dengkulku. walaupun ada. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. diri kami. Dia tetap berlutut.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. hidup kami. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. yang ditebarkan KTP itu. tetapi juga malu.

Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku).. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Sesungguhnya. "Kita bangga ya Pa. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Eyang itu kan tetap cantik sampai tua. Kepercayaanku timpas sudah. sup buntut. Sejak saat itu. Di antara isak tangisnya. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. Aku tak bisa menunggu.processtext.html . Tapi.html Aku tahu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Eyang kan ABC Amber LIT Converter http://www. Takkan. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. Dari keenam saudaraku. anak-anakku. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. berusia 78 tahun. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). tiba-tiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah).com/abclit. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Sementara aku sendiri. "Papa." Bungsu menimpali. Kalau tidak. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. Di sisi lain. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. pukul satu malam. Eyang itu baik ya Pa. saat pemakaman eyang. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). Malang. cuma akulah yang sarjana.processtext. lebaran nanti tidak ada Eyang. aku tak menyesal.. Pasti tidak enak ya Pa.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. aku tahu. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya.

Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. dengan bangga Eyang sering ABC Amber LIT Converter http://www.html . Di rumah kami sendiri. ada gunung. Aku tahu. Kalau panen tebu kita baik. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Dan sekalipun bukan dijodohkan.processtext. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Orangnya cantik. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. Oleh karena itu. Ya. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudara-saudara ibunya. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. "Le. (Mbaknya Ninil. Di sisi lain. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. capai. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. dan turunannya priayi.com/abclit. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. "Saya lapar. aku mengajak mereka makan." Ya." Lantas Bungsuku bilang. "San. Lama-lama. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Jadi. Namun. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. piyama. sekalipun aku tahu kalau anak-anakku ke desa (ke rumah embahnya). mereka sama-sama dokter. hubungan kekerabatan mereka dekat).processtext. Sedang aku sendiri. Eyang sudah mulai membaik. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Tante Yus yang di Australia. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku.html turunan putri raja. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Sulungku berkata. wajah seorang yang kacau. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa." Kami masih mencari-cari restoran. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. pada awal pernikahan. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. Namun. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Kita kan wong ndeso. Perjalanan kami masih separuh lagi. atas meninggalnya Eyang. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Kabar terakhir dari Ninil. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. menikah dengan Tomo. aku takut Ninil akan tertawa. Aku tahu betul perasaan Ibu. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. pohon kelapa. LANTAS. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. Semua sudah datang. Oleh karena itu. Peristiwa ini begitu mendadak. Ada orang yang menjual minuman di sana.com/abclit. tetap seperti bayangan anak-anak. aku ingin membeli teko di Malang. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. Tetapi. Ini sedikit melegakan. pada awal pernikahan sampai sekarang. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. pinter. aku tahu. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Dan Mama kan sudah bilang tadi. jadi pasti cantik ya Pa. Aku takut anakanakku jatuh sakit. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. Pa.

Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya ABC Amber LIT Converter http://www. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. Itu kan untung ya Pa. "Maaf ya. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal.html . masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuat-kuat. Tetapi. ada restoran yang buka di sana. Saya masih ingat. dengan semangat cinta. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Papa kan juga sayang sama Eyang. Dia tidak butuh itu. Eyang bilang. om-omku. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. jangan peduli dengan sikap tante-tante. Nduk. "Maksudnya begini lho Pa. kita bisa makan di mobil kan. Sekarang sudah meninggal. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. aku cuma bisa bilang. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya).processtext. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri.html menceritakan menantunya itu kepada orang lain. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. Lantas. Setelah makan roti." "Ya tentu. ketika kedua putriku tersenyum. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. karena wajah saya seperti putri-putri." Putri sulungku memotong. kedua orangtuaku meninggal. Ya. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini.com/abclit. Sulungku berkata. "Papa memang sayang. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. dia juga mencintaimu. Papa lagi emosional. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. "Santoso. Jadinya. Mama kan sama Papa pacaran." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. air mineral. rupa kita mirip tante-tante. waktu lebaran yang lewat. "Dik Santoso. Ninil berbisik padaku. Kita suka mencium Eyang." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. baju-baju kebaya brokat dengan warna meriah." Jawaban itu memuaskan putriku. kita beli sajalah Pa. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil.ABC Amber LIT Converter http://www. kan? Eyang selalu wangi." Aku ketakutan. Saya takut kalau service restoran itu lambat. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku." Aku merasa lega. aku sayang kamu. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. Aku juga tahu." Sesungguhnya. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. bilang kepadaku berulang-ulang. Aku tidak tahu. Kamu tahu sendiri kan. Kalau dengan pesawat. ya Mas. "Ya Mas. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. kita memang kehilangan orang yang kita cintai.com/abclit." "Kita coba saja. mereka kelihatan tidur kembali. Tetapi waktu itu. rasanya kok tidak sampai-sampai. "Pa. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya Eyang. ibuku tidak pernah berulang tahun. "Pa. Tentu saja. "Kalau ada roti. Papa sayang sama Eyang. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. baru besok kita bisa berangkat. "Ya Pa. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Eyang senang sekali. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. kan mantan pacar. Dan Bungsu mengusulkan. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. jatuh cinta ya Pa.processtext. Tentu saja Mama memilih Papa." Ninil tertawa mendengarkan itu. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja.

com/abclit. kupeluk istri dan anak-anakku.processtext. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Namun. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. aku merasa dia berbicara seperti ini. Ia harus menemukan ABC Amber LIT Converter http://www. kita seharusnya saling memaafkan. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. aku berpikir. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. Namun. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat.processtext. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Ia memijit nomor satu nol tiga. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Selama ini kalau aku bisa jujur. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau." Malang. nol menit. Matahari sudah lama tenggelam.html seperti orangtuanya sendiri. "Le. Hatinya dirundung kecemasan. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. langit begitu hitam. Baru jam lima petang. Juga jam lima petang. Yang ada cuma satu. dan dua puluh tiga detik. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Terdengar suara operator dari seberang.html . kita tidak perlu lagi saling membenci. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas.ABC Amber LIT Converter http://www." Lalu manakah yang lebih benar. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. cinta-Nya kepada kita. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang." Setelah upacara penguburan selesai.com/abclit.

jam lima lewat tiga. dan jam lima lewat tujuh. Mengiris wortel. payudara. jam lima petang. vagina. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Menelepon teman-teman. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. mulut. yaitu jam lima petang. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Bercinta malam hari. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu.com/abclit.processtext. Kehidupan yang selama ini ia idam-idamkan. berarti ia akan kehilangan waktu. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. hati. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Memarahi pembantu.com/abclit. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. kaki. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Karena waktu yang berjalan. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. raga. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Membuka album foto yang berdebu. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. kakek. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Membeli hadiah Natal. ABC Amber LIT Converter http://www. waktu adalah pelengkap. ketiak. Pergi ke dokter. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Menanti pujian dengan rasa berdebar. tangan. mobil sedannya berubah jadi labu. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. ulang tahun dan hari kasih sayang. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Kala itu. Memandikan bayi. hidung. hampir abadi. punggung. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Mengantar anak ke sekolah. Menyusui. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Bercinta berdasarkan sistem kalender. sebuah sarana. Ngeceng di Plaza Senayan. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. dan dirinya berubah menjadi abu.html seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Menatap matahari terbenam.ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Bercinta dengan rasa. Berarti benar ia masih punya banyak waktu.processtext. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. jawaban dari mereka adalah sama. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Rekreasi. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Menghapus air mata yang menitik. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Berdoa di dalam kegelapan. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Membaca stensilan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. pipi. Makan nasi goreng kambing ramairamai dalam mobil di pinggir jalan. mata. dada. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. nenek dan leluhur. Melamun. jantung. leher.html .

Arung jeram. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Baca komik Petualangan Tintin. Menelan biji durian. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Kicau burung. samudera getar. Imajinasinya buntu. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Suara kokok ayam jantan. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh.html . Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Bertinju dengan Moehammad Ali. Makan rambutan. Satu. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Nonton Cirque du Soleil. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Suara alarm itu. semar atau gajah. sepuluh. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. lonceng tanda masuk sekolah. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. cakrawala harapan. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. semua orang tidak mau ketinggalan. Merebut suami Victoria Beckham.com/abclit. sepuluh ribu. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. seribu. Suara alarm itu. Minum sirup markisa. Semut terinjak-injak hingga ABC Amber LIT Converter http://www. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Membuat raganya beku. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Awan berbentuk mutiara. seratus. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Mengalahkan Michael Jordan. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. merasa terancam atau bersyukur.processtext. berdetak keras memekakkan telinganya. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Kelopak bunga mulai merekah. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Hatinya membatu. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Diculik UFO.com/abclit. masa kini dan masa depan. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. seratus ribu. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Kaki anjing pincang sebelah.html berdebar. ia hanya tidak sadar. Suara alarm itu. Suara alarm itu. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupu-kupu. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Lidahnya kelu. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Bungy jumping. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya.

***NAYLA ingin menunda waktu. Ia ingin memelihara anjing.. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan... kucing.. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Masih ada saja yang tidak sempurna.. Vagina yang tidak lagi lentur.. Kurang peka.. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. Sejak saat itu.. Dan masih saja ada yang kurang. Kurang becus mengatur keuangan.. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar.. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman... Kurang perhatian. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluh-kesah tentang pekerjaan.com/abclit. Nayla ingin menunda kematian. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet.html .. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Kurang waktu. panda dan beruang masing-masing satu pasang. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan... Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Seragam sekolah yang luntur. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. ia baru mengambil keputusan perlu tidaknya pendingin digunakan. mobil sedannya berubah jadi labu. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam..ABC Amber LIT Converter http://www. sarapan dan seragam. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Semangatnya bergetar.html lebur dengan tanah... Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan.. Buah dada yang mulai mengendur.. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Burung bercinta di atas rumah.. Memberi makan ikan.processtext. Terlalu banyak pemborosan. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban... untuk sampai ke tujuan yang diinginkan.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Waktu. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. untuk memperpanjang perjalanan. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one.. penguin.*** ABC Amber LIT Converter http://www. babi. Padi menguning di sawah. dan dirinya berubah jadi abu. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Waktu. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam.. Tapi Nayla selalu terlambat.. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Waktu. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Sarang laba-laba di atas plafon. Waktu.. Tidak belanja perhiasan.com/abclit. Tidak pergi ke klab malam.processtext. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar.. Ketika.

Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. dan rasakan manisnya. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar."Kau coba dulu jeruk sini."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau.com/abclit. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan.processtext. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Sebelah kiri jalan.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum.processtext. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo.html Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas." Din melekatkan kaca mata hitam. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar." x"Wah. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. dekatdekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Mobil bergerak pula. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Pada kedua sisi jalan berderet kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Bang. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. karena lurus saja sepanjang lima km. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Ayo kita terus. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.com/abclit. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang.html . Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ABC Amber LIT Converter http://www. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas.

Dia pintar pidato. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. buku notes. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit!Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. dengan yang sekarang juga dua. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. Mereka membalik.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Suaminya penjahit. Ia berteriak. dan potlot pendek. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit.processtext. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalam-salaman."Ini Bang Tamrin.Din mengajak ikut pulang ke desa.com/abclit. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Dekatdekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru.com/abclit. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. Persis seperti buntil Gyugun. Kaca mata hitamnya dilekatkan."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. ia akan bilang." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.html menawar.ABC Amber LIT Converter http://www. Itulah jalan menuju desaku. Aku respek padanya. persis seperti buntil laskar Gyugun.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Jika ia merasa diperhatikan. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. dan Medan. lalu terus ke perbatasan Tapanuli."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Sidempuan. kata orang ia ABC Amber LIT Converter http://www. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading."Berapa hari di sini?" tanya si istri. dan mulutnya yang melengkung indah. Jika ia menumbuk padi dan menampi. senter. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat.html . Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. tak puas-puasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. bingkai pintu serta jendela dicat merah."Besok kembali."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Bukit Tinggi. Aku sering datang ke rumahnya. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Bapaknya seniman. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai.processtext. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. menunjuk. "Di sana ada jalan ke dalam. buntilnya juga berisi sepatu lars."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Sekali aku pulang kehujanan. Si suami bertopi pandan. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap.

Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Sesewaktu mobil ditepikan. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi pula. Labai. dan uban memutih di sana-sini. masih yang dulu. Ayah sedang bekerja di sawah. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Pohon sirsak. Kumis dan berewoknya sudah berharihari tak dicukur.html . Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Bibit ketiga ABC Amber LIT Converter http://www. kami turun. Ayah punya banyak buku dan majalah. Din bilang kami akan balik besok pagi. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Ketika jadi juga merdeka.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Ketika baru diajak makan.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din.processtext. Sebelum para. sayang ia tidak kemana-mana. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. tampaknya seperti dapat firasat. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. nangka. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. "Sedang di sini rupanya beliau. Terdengar suara dendang kawanan siamang. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Mak Panto adalah adik Ibu. Kain sarung disampirkan di bahu.Aku kembali ke depan. Kejai adalah sejenis beringin. sebagian besar sudah aku baca.html bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah.com/abclit. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Kami makan berempat di meja dapur. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adik-adik di kampung-halaman. dan menyalami orang-orang. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda.processtext. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. dan ketika melihat Din mereka melambai.com/abclit. Aku memeluknya rapat-rapat. Ayah pulang dari sawah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. dan salak. Tampak kasar jemari ayah. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Kata Ibu. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil." kata mereka. yaitu perca. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk.Beberapa lama mobil lewat kebun para. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan.ABC Amber LIT Converter http://www.

sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Mak! Ayah kami juga ikut. Kurangkul dia. Kami pun menyalami dia. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang.processtext. Meski umurnya enam tahun lebih tua. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki.com/abclit. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. Jaga durian waktu malam.processtext. berkulit kuning seperti Ibu. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. Ketika uci bilang supaya masak nasi dulu."Ini Tam datang. lalu dibawa duduk di ujung tikar. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Apalagi di musim kupon karet dibuka. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. lantai dan dinding dari papan. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Setelah menyalam Din dan Ayah.ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi jadi kaya. Buru-buru tikar dibentangkan. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Rumahnya bertiang tinggi. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Kebun para itu tampak sudah pada tua. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Beda sekali dengan kebun para. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. dan Mamak diberi baju bersih. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. main domino di lepau.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong." kata Din. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. hanya memakai celana sontok yang lusuh. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Kasihan kebun para itu. dan buahnya bergelantungan. Badannya besar dan tinggi. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. duku. Tapi kelapa sawit.html . Lalu kami pamit. karena sedang sekolah. Uci. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. ia tertegun menatapku. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. ABC Amber LIT Converter http://www. Di hilir tadi. dan atapnya seng. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Ia tidak berbaju. istri mamak. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit." katanya. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. kubilang tak usah. istri.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. dan mencari buah manggis. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Tapi mereka tidak punya biaya. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. atau ringkanang ke hutan.com/abclit. matanya berkaca-kaca.html jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan.

html panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Semua anaknya tinggal di hilir."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Aku menyalami. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Mak Suki menolak dengan menggeleng-geleng berat. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. sisiran klemis. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para.com/abclit. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. dan mendesah lebar di lembah. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. ia juga terkejut dan agak tersipu.processtext. Ayah diam saja.com/abclit. Uang itu aku letakkan di bangku panjang.html . Istrinya datang dan menyalami pula. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi." kata Din. "Rumah besar di hilir dijual. dan bicara riang. badannya kutarik lalu kupeluk."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. Kami pun makan durian. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Ia menepuki punggungku. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini.*** Jl Kembang Setaman. Aku terkejut.ABC Amber LIT Converter http://www."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. dan lezat.000. janganlah ikutikutan terburu dengan Din. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo ABC Amber LIT Converter http://www. lalu melekatkan kaca mata hitam. kuning. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Di atas pita biru itu awan kini seperti coratcoretan potlot merah jingga.processtext. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa.

"Alhamdulillah. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Orang hidup itu harus tenggang rasa." Bagi orang yang masih menyewa. Bagi orang gedongan katakan. lantai keramik. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Kami sangat senang mendapat rumah. Daripada menyewa berpindah-pindah. "Kita harus hidup rukun. genteng tanah nomor satu dari Gombong. memang banyak yang bisa membangun-bangun. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. "kami tinggal di kaleng sarden". 'protes. Tertutuplah. Meskipun. rumah kami sederhana saja." Begitulah. Tetapi. "Alhamdulillah. "Bulunya itu. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Kata mereka. dan atap asbes gelombang. omong kesana-kemari. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. jelekjelek saya tidak tinggal di Perumnas.html Sumber: Kompas. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. di malam hari kamar-kamar dimatikan.html . Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. "Alhamdulillah." kata istri dalam arisan ibu-ibu. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. istri tidak arisan. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Suami tidak rapat RT. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. Kata anaknya. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. itu adalah kemauan anaknya." Bagi penghuni Perumnas yang lain. rumah bertingkat itu membuat masalah. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. saya tidak tinggal di Perumnas. saya tidak tinggal di situ. Ada delapn ekor anjing kecil yang luculucu dengan bulu yang sangat tebal. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Tetapi tidak ada protes. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. rasaABC Amber LIT Converter http://www. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan)." Bagi para tetangga rumah bertingkat. "Alhamdulillah. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. lho. Orang Belanda setidaknya punya satu ekor anjing.processtext. mereka juga hemat waktu. tinggal satu lampu 10 Watt. Rumahnya ditingkat. lama-lama keluhan datang juga. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. menurut pembantu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Tetangga sekitar. kata anaknya menurut pembantu. tidak suka membuang-buang. dan rasanan.com/abclit. melik-melik di kamar utama. atau "kami tinggal di kandang ayam". usuk kayu Kalimantan. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. dan pagar merah dari batu laut. dinding bata dan semen sungguhan. termasuk kami. demonstrasi. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. dan menuntut' itu bahasa politik. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor.com/abclit. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. tidak ada teguran. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. SETELAH dua tahunan. Lebih dari itu. Artinya. Bikin kulit gatalgatal. bukan bahasa pergaulan. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Walhasil. Rumah dan tanah berukuran 36/80. Seperti diketahui. begitulah gaya hidup orang Belanda. Namun. sangat kaya. "kami tinggal di peternakan manusia".

"Ya. Kami tahu banyak salah.00. tapi mbok yaa ingat tetangga'. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. dan lari tunggang-langgang. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Ia memberi-berikan anjing pada kawan-kawannya. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. Setelah sampai rumah. Tidak juga laku.. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Ditinggal haji. mereka tidak kembali ke Perumnas. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. saya bilang pada istri. Atau yang lebih thok-leh. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. Logikanya begini. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. bulu kuduk mereka berdiri." Lalu dilakukan tes suntik. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Maka kami senang. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Ujungnya. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. dan bulunya suka beterbangan." "Ada anjing?" "Tidak. karena praktis melibatkan seluruh RT. nol-nol. "Itulah. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. Semuanya lewat pembantu." "Semoga dapat hidayah. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21." katanya. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. semoga. Amin. itulah.com/abclit.00. Disuruh dia mengingat-ingat. Mereka mau naik haji." CERITA ini yang lebih penting. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Mesti orang berpikir.html rumangsa. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Ini. Namun. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai ABC Amber LIT Converter http://www.. Ha? Benar! Menurut mereka." balas Ketua RT. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya.00 sebab mereka ketakutan. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. "Ya. sepulang haji. seperti waktu di rumah. Sindiran yang agak tegas. Untuk apa tinggal di Perumnas. Diulang.processtext. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Namun. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ahuh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus." kami berdoa. Tuhan! Baca sendiri'. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. ada perkembangan baru." "Amin. Diturunkan. Belum sempat Ketua RT bertindak. rumah itu gelap. Kami saling berpelukan. keluar juga jujurnya.processtext. seperti 'pelihara anjing boleh." "Jangan begitu. Mula-mula mereka heran. Harganya diturunkan. "Maafkan kesalahan kami. ya Bapak-Ibu. tanggap sasmita. Singkatnya. "Semoga jadi haji mabrur. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. tentu. Rapat RT memutuskan.html . di luar prinsipnya. ya'. Diulang." kata suami mewakili keluarga. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter." jelas suami. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Dokter menanyakan. Siapa tahu mereka lebih diridhai.. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain.com/abclit. "Amin. Maka.

Lain dengan kami. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya.com/abclit. meninggalkan gerobak dagangan. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin.processtext." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. warna-warni bunga sejenis (artikel. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Sambil menunjuk-nunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Anak kami menitipkan anaknya. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Tetapi tidak ada perubahan. kumpulan cerita). Ketua RT menyampaikan pesan ABC Amber LIT Converter http://www. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Jadi. Suatu malam ada penjual ronde lewat. RT langsung mengadakan rapat darurat. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. menggaya). karangan. dan An-Naas. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. tapi menggantung di udara. Itu dianggap yang terbaik. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. yang tidak menyakitkan hati orang. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Malam hari banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Tentu saja. Orang pintar itu datang.html waktu yang belum ditentukan. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Nama jalan itu terserah. dasar orang Jawa. tanpa debat berkepanjangan. Penjual curiga. sejenis lulur. Alasannya. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. "Mereka sudah satu suku. Mereka memborong ronde. tukang ronde lapor Ketua RT. "Lho. Bunga Setaman itu makanan jin. misalnya. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan." Pasar Kembang adalah nama tempat. Dan. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. setan ora doyan. Setelah dihitung. digantung di temboknya.com/abclit. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual." Setelah ck-ck dia membuat saran. Maka datanglah orang pintar itu. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Tetapi. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. asal jangan menyarankan makanan jin. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Al-Falaq.html . sama-sama segannya untuk berkata tidak. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. Wedang ronde yang panas itu dilahap. Nama diserahkan pada RT.processtext. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Jin itu bertambah nekat. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT.ABC Amber LIT Converter http://www. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Meskipun demikian. kok keluarga besar. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Rapat RT lagi." Maka RT mengadakan rapat. mengganti nama jalan. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. ada adik-adik dari kedua belah pihak. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya.

" "Nah. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Kami turunkan papan nama. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Setelah kami menunggu sekitar dua jam." "Lalu enaknya apa. Jalan buntu. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. kita ganti dengan yang baru. suara klenengan. Terpilih nama Kembang Desa. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Api akan membakar mereka. kembang yang tidak berarti bunga. pandai ilmu dalam. suara anak-anak bermain. pintar ilmu hukum. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. mereka merasa kembali ke asal. Tetapi. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Mereka akan ketakutan dan lari. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Jin yang thukmis (suka wanita)." kata advokat itu. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta.com/abclit. Mereka akan kecelik. Jin terbuat dari api. Kami menemukannya juga. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi.com/abclit. tidak ada sate te-satte. yang iseng. Tidak ada jalan lain. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis.html orang pintar. mereka tidak boleh mengganggu orang.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu jin voiyeur. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT.html . Setelah melihat papan nama katanya. mereka kehausan! Tetapi tidak. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Ia pulang bersama orang pintar itu. ya. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. sama sekali tidak ada bunga. Menurut mereka yang sensitif. Tidak ada ronde teng-teng. Harapan kami sama seperti dulu. Benar jin tua. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. "Lha. Jangan Kembang Desa. Tertutup sudah. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. "Kita buang saja kata kembang. "Kembang desa?" Primadona desa. bayi menangis. Jadi. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Mmm. Keesokan sorenya kami gotong-royong.processtext. suara air terjun. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. Tiga. Kami berpikir keras. gadis. dan anak-anak menghilang. bagaimana kalau dikromokan. Maka. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. dan yang duda akan datang. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Satu. ini biangnya. Malu-lah RT kami." "Pakai kembang. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. tidak ada bakmi duk-duk sreng. "Inilah hasil maksimalnya. ada jalan. Ia duduk berdzikir di teras rumah. nyanyi dangdut. dan bijaksana. Lho! Iya saja. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong." "Jangan. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan.processtext. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Tapi kami keliru. 13 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Dua. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan.

html Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah. Meski sesungguhnya pula.com/abclit. tanpa bahasa puji-sanjung. matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. sekaligus merawat ladang kenangan. sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu. dan mereka beralih menjadi pekerja sawah. Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja. di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Yang ada hanya kepahitan. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya. menetes-netes dari bahasa kutukan. sakitnya tak akan diobati. Tiga orang kakak Hindun. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah. Dan setiap telinga yang kena berita. sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan.com/abclit. aku tercengang dan merinding. atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. mungkin pula tidak menunggu.Duh.processtext. bila mati. tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai.processtext. di atas rumah pondok yang sederhana. kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini. Merantau. penuh dengung. bila sakit. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. lebam-membiru bagai tersengat. itupun jarang bermalam. Tak apa. laki semua. Pohon apa yang ia panjat. Seperti Hindun dan ibunya. dan entah sejak kapan tepatnya. perempuan yang jatuh dari pohon. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. anak lelaki. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang. begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. mereka biarkan lapuk telantar. betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon. dengan tinggal di ladang. pekerja tambang.html . ah. satu-persatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat. tak sedikit pun madu menetes dari situ. sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Setidaknya. sayur-mayur tak hendak ABC Amber LIT Converter http://www. berubah menjadi sarang lebah. masyaallah!). Bukankah kami memegang filosofi tentang burung bangau yang terbang tinggi? Tapi. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu. bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala. Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun. menunggu. meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua. Konon.

ia lumayan cerdik." kata-nya jujur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. jauh dari rezeki. tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang.html . tapi usiamu. Misal. pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah.com/abclit. Di samping tentu. sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur.com/abclit. Tapi bila musimnya. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. rambutnya berombak-panjang. perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik. aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan. sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka.processtext. meski sedikit. Bukan di pondok ladang. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang. sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang ABC Amber LIT Converter http://www. di dalam kampung. yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik." bisikku usil. bila kami bertemu di pasar. bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. beruang. dari sekian banyak larangan. itu pesan yang tak boleh diremehkan. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku.. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal. Anehnya. Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api. ia memang sangat mencintai ayahnya. Memang akan ada saja alasannya. seperti tak bakal dapat laki. bahkan bisa gila. membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya. entah mengapa. yang datang malah bisa macam-macam. begitulah. Tak jarang ia cekikik. kera. perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman. sekalian menjaga makam ayahku. celeng. tak boleh duduk di depan pintu. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Anehnya. membuka mulutnya agak lebar. merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. ketika hidup. Hindun. Tak terpikirkan. Maklum. meski tak dituliskan..html membeli. dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Maklum mata bujangan.. urusan makan beres. "Biarlah kami tinggal di ladang.processtext.. tapi juga entah mengapa. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Kutahu. tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari. Dikeping dan diikat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan. justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya.ABC Amber LIT Converter http://www.. merawat tanaman yang masih tersisa. Konon. hidungnya yang bangir. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup. Ibunya tak bisa mencegah. senyum dikulum pasti lebih manis. Asal ada beras. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping. nangka. mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa. bentukan alam pebukitan yang bergelombang. sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang.. melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh. tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin. Perempuan jangan ketawa cekikik. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera." maka ia pun tertawa sesukanya. Apalagi. Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. jengkol atau apa saja yang telah menyatu dengan belukar. Begitu banyak ramburambu tanda larangan.. Memang pula laranganlarangan itu baik maksudnya.

Namun. Namun. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. yakni petang Kamis malam Jumat. laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut. Mereka cukup puas bermain yang sepantasnya saja. ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas. Sedari kecil. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari. pantangan itu masih lumayan adil. Jangan berjalan di hari Selasa. tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm. soal etiket. bila perempuan larut berdandan. Artinya. mengabarkan betapa kami telah melihat laut. Yang jelas. melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah. sebab Selasa hari api. mereka memilih hari selain Selasa.processtext. mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum. Anak-anak perempuan cukup jadi ABC Amber LIT Converter http://www. dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. bukan itu alasannya.processtext.. kami yang laki-laki masih lebih beruntung. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi. karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut. Atau. Bukan.ABC Amber LIT Converter http://www. anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon. Begitulah. bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk.html . Tapi. Tentu. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak. mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. kupu-kupu pertanda tamu.html perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak. tak luput dari rambu-rambu yang digariskan. Anak-anak pun tak ketinggalan. petak umpet atau lompat tali.. tak seda dipandang. Benarkah? Entah. ada kapalnya enggak. laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka. lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur. atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Yang jelas. semisal dalam urusan berpergian.. tidak hanya buat perempuan. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki. rimbun dan rindang.com/abclit. elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami. Begitu. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Kami akan berteriak dari ketinggian. tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun.. Inilah hari baik penuh berkat. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada. kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman. meski tak harus melanggar. menerka-nerka yang tampak. tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga. sampai-sampai harus ke halaman.. jawab yang lain menghibur. meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Tampaknya. Juga saat musim buah tiba. begitu adat kami mengajari. apalagi kalau rambutnya basah. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa.com/abclit. mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu. membuat kami begitu berhati-hati. bahkan danau pun tidak. dengarlah. Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar.. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. bagaimanapun juga.

para pencari damar yang tersesat di hutan. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih.. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa. Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru. tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang. Jangankan ABC Amber LIT Converter http://www. Dikatakan pohon damar. perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama.. benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. lereng bukit itu bakal kosong. mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Maka. Saat-saat memuntir sisa buah. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Bahkan dengan pandangan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun). Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. tentu akan segera terasakan ada yang hilang. di semak-semak tepi jalan. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. hanya batangnya yang serupa. seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan.com/abclit. mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua. karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa sebenarnya. hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. penuh akar dan sulur-sulur menjalar. di antara batu-batu di tepian. atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. bahkan untuk sebuah larangan. atau pengembala ternak yang kemalaman. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahan-dahan. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh. begitulah. dengan melewati ladangladang yang ditinggalkan. O. saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar. beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas. Andai saja ia ditebang. tersangkut di akar. Bila memandang dari jauh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Hindun. Pokok pohon itu teramat kukuh. Begitulah. karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh. dilobangi tupai atau kera. tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting. dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca. Dikatakan pohon Barangan. Hati-hati kakinya berpijak.processtext.html pengumpul buah yang kami petik. tentu tak bakal ada yang berani menebang. Setiap kali masuk hutan mencari kayu.html . tampak seakan terlindung pohon itu. tapi tak berbuah. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan. sigap tangannya mencari dahan berpegang. buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. dedaunan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan. mencari buah yang masih menggantung. ya. menggelinding di lereng bukit. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun. Tentu. mata Hindun masih saja penuh keinginan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekuk-bergelombang.processtext. mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). hanya daunnya yang mirip. Tapi. Dikatakan begitu.com/abclit. kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum. tapi tak bergetah saat ditakik. para perantau yang lama tak pulang.

. Dan terjatuh. dan aku pun tak berkata soal itu. Seakan tak berujung. Hanya aku. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. cengkeh mati bujang.ABC Amber LIT Converter http://www. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh.. kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Aku yang dulu hanya penerima kabar. Pohon keramat. ayah dan saudara laki-lakinya. Tentang kesehariannya hidup di ladang. seorang perempuan.processtext. Hindun tak peduli.html menebang. kampung memang teramat gempar. bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Juga aku. Hindun. tapi menyaksikan. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah. Hanya madu lebah yang masih mahal. Bukan si puak.. tentang lautan. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. nekad. Aku bergegas turun dari bukit. gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu. Baunya busuk. Di surau kecil itu. Tanpa sepengetahuan ibunya. ia datangi pohon itu. kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. bernanah. Milik tetua. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Kubayangkan. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. membawa kabar itu ke tengah kampung. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Lengkap sudah. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit. Semuanya. perempuan yang jatuh dari pohon itu. Sebentar saja. Tapi selalu terbentur soal hak. Rumahlebah Yogyakarta. lembah. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. mati. namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa.com/abclit. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun.. Dan seperti kubayangkan. Bahkan mungkin lebih. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan.html . kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya. telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar). sambil menunggu putusnya harapan. hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya. sekaligus melunaskan dendam! Ya. meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Bokongnya remuk. ia ceritakan segala padaku. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar. Perempuan-perempuan. Tentang dendam. di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau. Dan ia.com/abclit. Hari Selasa. Hak tetua suku.processtext. mendekat saja tak ada yang berani. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Kecuali mungkin. dan tak seorang pun berani menjenguk.

lebih sering bermimpi. Beratap genting Palembang berwarna gading. Sebetulnya. Namun. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. bagaimana. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi meninggalkan tempat ini! (Yah. yang datang pada tahun 1653-1655. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. sebagai sebuah proses "menjadi". Jangan lupa kau datang lebiha awal. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). tertawa-tawa.Nurhayati. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. Hamdani. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. kali ini.com/abclit. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. Padahal. Hasil diskusi. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. itu tidak menambah apa pun. waktunya selepas sembahyang isya. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. yang kepala dusun di sini: apakah betul. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. Khotijah. tidak yakin. Dia tahu. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. karena mereka membelot dari Belanda. melantunkan syair-syair. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. "Rapat untuk organisasi sosial kita. ikut menggulung layar pada saat badai. bertempat di masjid. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini.html . adalah pelarian dari Armada Bugis. dari tengah lautan." Yah. terletak di Lolohan Timur. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. Pikirannya terpotong. tampak dari jauh. akan datang seorang laki-laki. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. teman sekuliah dulu. Sesungguhnya. atau hanya untuk membunuh waktunya. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. dia selalu mengimpikan. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. untuk mendinginkan tubuh. di mana udara panas menggulung. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Kau sering terlambat. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). Mendengarkan pantun-pantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. kamu sekolahnya paling tinggi." Nurhayati mengangguk cepat. Konon. yang bisa keliling dunia. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan.html Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Kita kan pengurus. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. nasehat ini sering diucapkan. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). Sementara itu. melihat nenek-moyangnya. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. waktu remaja dulu.processtext. Nurhayati berpikir. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. Sepertinya. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. ABC Amber LIT Converter http://www. akhir-akhir ini.processtext. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Itu memang mimpi remaja. ketika lautan tanpa badai.

Kadang. "Kau bukan dari jurusan keguruan. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai.ABC Amber LIT Converter http://www. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. mengajaknya ngobrol. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. Kemarin." "Nur.html . katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. aku mendengar kabar. yaitu menjadi ibu. bapaknya tidak pernah ingin menjual). dia tidak tahu lagi. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. kemarin malam. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. "Nur. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita." Khotijah melihatnya. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Benar juga kata teman-teman.processtext. melainkan ibadah setiap manusia. Buat mereka. Ada apa sih? Sebagai perempuan." "Aku bisa menggantikannya. apakah itu masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Di sisi lain. Dan setelah beberapa kali bertemu. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. akan menikah dalam bulan ini. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. camat dan bupati.com/abclit. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Apalagi. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. tempat bermainnya di masa kecil. semakin kena abrasi dari lautan." Nurhayati diam saja. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Namun.com/abclit. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). bisa jadi bapaknya tidak setuju." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. Karena. Namun." Nurhayati cuma diam saja. teman terakhirnya yang masih bujangan. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. tanpa sekolah. Dia mengatupkan bibirnya. cobalah. kau tahu kan. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. aku mau sederhana saja. Dia melihat ke panggung rumahnya. honor guru TK di sana sangat kecil. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. kami menemukan sesuatu. Namun. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. Beserta beberapa anak muda. Tidak seperti engkau. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Sambil menyusuri tepi laut ini. Tapi suatu ketika. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Padahal. beberapa turis domestik. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. seharusnya engkau jadi penyair. Sementara itu. Di situ. Khotijah bercerita. Mereka berpikir. mungkin Mbak Mila setuju. ***PAGI ini. Aneh.html Nurhayati. Lebih-lebih ketika TK tempatnya mengajar. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Khotijah. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Nur. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil.

Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. "Tentu saja. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. tidak banyak waktu untuk organisasi. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. Hamdani lewat surat. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Aku ingin kau yang menjadi ketua. yang peneliti. (Sesungguhnya. adalah bagian dari dirimu sendiri. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Di pantai ini. yang pasti akan mengganggu proses belajar-mengajar mereka. kalau organisasi kita telantar. setelah ini. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Rasanya semua sudah hampir selesai. Akhirnya. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah.processtext. Di luar dugaannya. akan selesai." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. air matanya mengalir. ***KALI ini. aku tidak bisa menjadi ketua. di sebuah perumahan BTN! Malang. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. Seperti nenek-moyangnya. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Dia mulai berpikir.com/abclit. sekalipun tak banyak juga waktuku. Budiman berkata. Karena rumah panggung itu. Namun. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. Khotijah memegang tangannya.html . Tapi sayang sekali. "Aku tidak tahu. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. 29 Maret 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. sepulang dari mengajar. dan diriset oleh Budiman. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. aku mau menggantikan jabatanmu. mengatakan kegembiraannya. Sementara itu. kau akan menjadi ibu dan istri. kalau bercermin. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. dalam beberapa hari ini. Dan penelitian itu. Sekali lagi.processtext. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Namun. Banyak orang memberi selamat. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Di saat-saat seperti itu. yang keluar dari bibirnya. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. Koran-koran lokal memuat fotonya. Kau masih ingatkan. "Nur. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. Dan rumah tinggal mereka. Karena begitulah norma. (dengan bahagia. Nurhayati tak akan risau lagi. dia ikut mencarikan datanya). apakah pernikahan itu perlu. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. Nurhayati menyusuri pantai. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. sebagai istri. Sambil belajar. setelah itu. Keluarganya dan keluarga Hamdani. Inikah sebuah penindasan! Namun. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. Dan tak seorangpun yang tahu. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu.html disebut cinta. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini.com/abclit. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Ini berarti." Nurhayati membatin. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati.

Anakanak itu mengelilingi Nenek.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. tertawa-tawa. tampan.processtext. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. Terus menggelepar. menuturkan kisah masa gadisnya. Nenek duduk di lantai papan. Buaya itu tak segera mati. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anak-anak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. yang menuju sebuah sungai besar. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. mereka meninggalkan tanggul sungai. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. dia duduk menghadapi fajar. Dia selalu membawa senapan ke sungai.com/abclit. Memandangi jalan di depan rumahnya. namun masih menampakkan kekokohannya. Di ambang pintu yang terbentang. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. di lantai dua. di ruang tamu.processtext. menyemburkan darah searus dengan air sungai. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. Di lantai dua. dan melepaskan tembakan. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. menanti seekor buaya mengapung. Lama dia menyusuri tanggul sungai.html . anak-anak itu termangu-mangu di tebing. menyelam. Berburu buaya. Berderak-derak. berteriak-teriak.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.Nenek.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. memandang ke arah permukaan air.html Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. "Kaulah buayanya!"Berlarian. si tukang cerita itu. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Seseorang berseru.***LELAKI itu masih muda. Melihat buaya yang terus berkecipak. Sungai menjadi amis bau darah buaya. bermain lumpur dan lumut sampai siang.Saat ia melepaskan tembakan. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. tinggal nenek. Nenek berteriak-teriak dari ambang pintu rumahnya. gadis-gadis terpekik. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. Dia tak menghendaki buaya itu segera ABC Amber LIT Converter http://www.

dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. mendekati lelaki pembawa senapan. setengah hati. dengan bibir yang jontor."O.processtext. Mengulitinya.html . Gadis berambut panjang itu mengerling. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan."Hai.processtext. dan ingin bertemu. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Ia tak begitu jelas mendengar. Ditinggalkannya tepi sungai itu. melongok ke bawah.html mati. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Terpana. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian.com/abclit. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. Mengembangkan senyumnya. Wajahnya mengeras. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. malu-malu. mencibir.ABC Amber LIT Converter http://www. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu."He. diam-diam. berjalan tertatihtatih. Kelak."Di kamar melulu.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. berang. Lelaki pengkor itu ingin disapa. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. akan lahir dengan mata juling. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. seorang gadis dengan rambut tergerai. Kehilangan kekaguman. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Dia murka. membosankan!"Tak ada sahutan. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. membaur di antara orang yang berkerumun.Si gadis berambut panjang tak menyahut. Kehilangan kengerian."Nah."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. Mati. Menyeret buaya ke darat. Ditutupnya kembali jendela kamar. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. Tengadah. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. dengan kaki pengkor. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. dalam penantian yang memualkan. dia berhenti. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahun-tahun ia dalam pingitan."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. anakmu yang kedua. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Dua tungku panas itu padam. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu ABC Amber LIT Converter http://www."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. dan luput dari perhatian.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. dari jarak dekat. Tapi. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Begitu asyiknya mereka. yang berjalan dengan terseok-seok."Gadis berambut panjang merasa terhina.***DI rumah panggung. hingga terasa kegelapan menyekap.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. sambil bergumam.com/abclit. Mencari-cari wajah gadis itu. mengajak berbincangbincang. Orang-orang akan kehilangan tontonan.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. Orang-orang terus berkerumun. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar.Dia cuma membidik. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. gadis berambut panjang. Matanya meradang. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Tercengang.Lelaki pengkor. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Ia ingin turun dari rumah panggung. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu.

memutih. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Nek?""Merantau. semua buaya sudah ditembak mati."O. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. "Gadis berambut panjang itu masih hidup.""Di mana ia tinggal?""Di sini. memandangi Nenek. agak lamban. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara." sahut Nenek.processtext. Mereka hidup bahagia. mencabik-cabik tubuhnya. Ibu muncul belakangan. Saling dorong.""Lalu. Berkecipak. Bergerak menuruni anak tangga. lelaki pembawa senapan itu melamarnya.html mengguncang dada perempuan berambut panjang."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. yang gagah dan lucu."Tentu. melewati rumah-rumah panggung. Dia menyangka. Terdengar ketukan pintu. Mereka menghambur ke jalan.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. Berenang. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa.com/abclit.""Mereka di mana. saat ia dengar. berkedip-kedip. terpikat pada cerita Nenek. dan merasakan kekecewaan. Bermain-main air.Negara-Pandana Merdeka.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. lelaki dan perempuan. Berdebar-debar.html . Berkali-kali.ABC Amber LIT Converter http://www. punggung ABC Amber LIT Converter http://www. tidak. tertatih-tatih. menyambar pakaian mereka. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. Kadang membujuk. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Tak yakin hatinya.com/abclit. Tertawa-tawa. Neneklah orangnya. Matanya kelabu.processtext. hingga dia berani mandi di kali. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. meninggalkan sungai. Rambutnya panjang. berhenti bergurau.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. Anak-anak bersorak ketakutan. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Kakinya pengkor. Wajah Nenek tampak sedih. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. berlarian ke sungai. Hati-hati. Bertabrakan.""Ooo. Sopan. Berjejalan.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Nek?""Masih. tak terurus.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung."Anak-anak itu bersorak. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. Tak disangkanya. Mencebur ke dalamnya. Berjingkat bangkit."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi."Anak-anak terpana. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov.

"Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke sebelah kanan!" Sang Opsir marah. dia mirip permen jahe. pundak dan topi-topi. Iona Potapov.. dua jam. menggelengkan kepala. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya.. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. "Kusir. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda.. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. "Kusir!" Iona terkejut. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana.html . "Hai.. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. telah lama memutih karenanya. Sesaat. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.. dan selanjutnya tidak." "Hmmm. Tiga orang laki-laki. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. Dua puluh kopek. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. "Kamu linglung.. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup." terdengar oleh Iona. Satu jam berlalu. dari lukisan-lukisan alam nan biru. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda... "Ah. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku.. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. mau kemana kau. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. "Ada apa?" tanya sang Opsir. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. Tetapi harga tidak menjadi masalah. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. sang kusir.. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. ke Viborskaya..processtext.com/abclit..duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak.. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. kegelapan malam datang menghampiri kota. Sang opsir duduk di kursi penumpang.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. "Kami bertiga. Anak saya meninggal. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.... "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda.. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. ia mencambuk kudanya. minggu ini.html kuda.. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya.. dua di antaranya tinggi dan kurus. Mereka tentunya tahu hal itu. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. harga yang tidak seimbang.. kecuali hanya desisan...ABC Amber LIT Converter http://www. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan.. Si kuda betina menggerakkan leher. ABC Amber LIT Converter http://www. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. "Kusir..." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. Tumpukan salju telah menimbuninya. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Iona mendecak.. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya..com/abclit.. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram..processtext. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).

Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. tingkah polah dan omelan yang panjang. kuburan! Anak saya pun meninggal. he.. ABC Amber LIT Converter http://www. "Saya? Ha." "Ya betul. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. "Baik.... lima kopek.. demi setan!" Si Bungkuk menyela. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi.. eh malah dia datang pada anak saya.... He. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk.... ada. he.. Setelah menerima 20 kopek." "Aku tak mengerti. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. sebetul kutu batuk!" "He. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah.. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar.. Anak saya minggu ini.. he. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. "Kemarin di rumah Duhmasov. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu." kata salah seorang yang jangkung... Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.. akhirnya mereka sampai." "Ha.. baginya sama saja." Iona tertawa. ha.. Dia mendengar pula cacian orang-orang. ha.. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau..processtext. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit... naik ke kereta...com/abclit. Hal yang aneh. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu..com/abclit. Yang penting ada penumpang.processtext." Iona tersenyum lebar.. betul kok.. ha. jam berapa ini?" tanya Iona.. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu.. dan memutuskan untuk bicara dengannya. "Kau akan berangkat atau tidak." Iona tertawa. "Tuan-tuan yang berbahagia!" "Cuih.. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar.. Iona menoleh pada mereka. Seharusnya dia menjemputku. he. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. "Ayo Cepat! Tuan-tuan.html . saya dan Vaska minum empat botol brendi....ABC Amber LIT Converter http://www. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. buat apa kau berdusta.." Si Bungkuk menarik napas. "Kawan.. ha..html satu rubel**.. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk... ha. maka ia lah yang harus berdiri.. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. Setelah menunggu sedikit jeda. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya.." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. tetapi belum terlihat. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir... sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona.... "Dia bohong seperti binatang.... Kematian memasuki pintu yang salah. "Kita semua akan mati." "Ya... "Ada kok.. "Cambuk! A ha. "Tuan-tuan yang berbahagia. "Ha... Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. meninggal".." "Demi Tuhan.. Ha.

kusirmu sekarang. dan mengendus tangan sang majikan." "Minumlah.. "Ya. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. seorang kusir muda terbangun.. jerami.. kemudian melanjutkan: "Begitulah. Dia pergi tanpa alasan. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. meratap. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. di desa.. Anakku. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura.. Sang pendengar akan mengaduh.. Ya.. Mestinya dia masih hidup.. kita hanya makan jerami.... di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. dan kamu adalah ibu kandungnya..processtext. "Ah lebih baik melihat kuda. 1964. Aku terlalu tua untuk jadi kusir. juga padanya. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat.. ia mulai berlari kecil. apa yang dikatakan sebelum anaknya meninggal. "Itu sebabnya aku sedih. dan makanan kudanya. "Mau minum?" "Begitulah.... Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. Sebesar rasa haus pemuda itu. bagaimana anaknya menderita. Iona melihat pada orang-orang ini. "Selalu ada waktu untuk tidur." Iona terdiam sejenak.. seandainya kamu punya anak.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi.." pikirnya... Ya. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya.. Moskwa.. Chekov-Raskazy I Povesty... selalu hidup lebih tenang. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan.. Dia berpikir tentang dedak. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. kau dengar. Ia mengibaskan pecutnya." pikir Iona.. Kau akan tidur nyenyak. Bayangkan. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. mendengarkan." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona.. bertekuk dan menyerah pada duka lara.. Di lantai.. ke terminal..P.. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. kemudian anakmu mati. bukan aku. "Kembali ke terminal!" pikirnya.. Anisya. Tetapi ia tak melihat apa pun. Udara pengap dan bau. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja.. demi kesehatanmu. dan tersusun.html "Hampir jam sepuluh. Makanya harus bicara pada seorang wanita. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini.. Belum juga lima menit berlalu..com/abclit... tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama.... cuaca. menarik napas. bagaimana anaknya meninggal.. tak ada yang perlu ditakuti. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor.processtext. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya.... anakku meninggal minggu ini.. "Ayo terus kunyah. .... sambil menatap matanya yang bercahaya. ketika sendirian begini. hal: 56-60.. Ia ingin membicarakannya dengan serius.. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya.. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun.. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. 'Toska'. di rumah sakit." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit..html . Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. ABC Amber LIT Converter http://www.." Di salah satu sudut. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya.. yang sanggup mencukupi makanannya. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.com/abclit. Kuzma Ionitc telah pergi... Ia masih mempunyai seorang putri..

pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya." "Saya malah mengalami sendiri." kata Lik Salamun. "waktu itu. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Takut dibaca tanda-tanda buruk saya. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. masyarakat pun geger." "Kang Kandar kan juga begitu. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. Dan percaya atau tidak. sayang ABC Amber LIT Converter http://www. yang selama ini merasa dekat dengan beliau." jawab Ustadz Kamil. esok harinya.html . Sekilas saja beliau melihat kening orang. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tandatanda." "Ya. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. "Mungkin saja. Gus Jakfar memang luar biasa. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi.html Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu.processtext. tak ada hujan tak ada angin. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. lalu pikiran saya terganggu. Kalian ingat." kata Mas Bambang. Sebelum dilamar orang sabrang. kan ketemu Gus Jakfar. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. terutama para santri kalong." sahut Ustadz Kamil. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho.ABC Amber LIT Converter http://www. Gus Jakfar bilang kepada saya.com/abclit. 'Sum. kulihat keningmu kok bersinar." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. 'Wah saku sampeyan kok mondolmondol. "wah. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes.processtext. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. 'Kang.com/abclit. "Matanya itu lho." timpal Mas Guru Slamet." "Tapi. sudah ada yang ngelamar ya?!'. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu.

di samping silaturahmi seperti biasa. Saya yakin itulah orangnya. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu.com/abclit. jauh melebihi yang sudah-sudah. kiai Tawakal. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. ada seorang tua yang memberi petunjuk. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu." kata Lik Salamun. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. itu.' 'Ya." tukas Mas Guru Slamet. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. tapi kami diam saja." Begitulah. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu." "Tapi bagaimana pun. Saya diterima dengan penuh keramahan. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya." "O. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. Di gubuk yang terletak di tengah-tengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was.' katanya. "Kalian ingat. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. baru setelah menyeruput kopi di depannya. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. Begitu sampai seberang. Dan betul. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun tak mau. kita tidak tahu. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. was-was. tidak mengajar.processtext. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Ternyata ketika sampai disana. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. Dan kalian tahu? ABC Amber LIT Converter http://www." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. dan rasa takut.processtext. Kata ayah dalam mimpi itu. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah.com/abclit. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. "kalau saja kita tahu kemana beliau." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. sejak bermimpi itu. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. "Gus. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masingmasing. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. maka serempak kami mengangguk.html sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya." ujar Ustadz Kamil. Nama Kiai Tawakkal. sesuai usul Ustadz Kamil. terus saja nakmas menyeberang. Mbah Jogo. Diam agak lama. "paling tidak kini. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. ini ada hikmahnya.html . Saya kok merasa tidak berubah. Singkatnya. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. membuat kami tidak sabar. dimana Gus Jakfar prei." Dia berhenti lagi. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." "Terus terang. Setelah ngobrol kesanakemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau.

Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. dan sebagainya. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah.processtext. tahajjud. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. Warung penuh dengan asap rokok. Dengan bengong. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. Terdengar gelak tawa ramai sekali. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya.mengisi pengajian umum. ada tanda yang jelas sekali. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. tidak terlalu dekat. saya hampir-hampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. dan disegani banyak kiai yang lain.html . pada suatu malam purnama. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. disurat sebagai ahli neraka. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. Tak mungkin. tapi juga tidak terlalu jauh. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. mujahadah.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." "Begitulah. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. memanggil-manggil nama saya. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. saya kaget. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Masya Allah. Tanda itu terus melekat di kening beliau. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. dzikir malam. ke warung biasa saja tidak pantas. baru kemudian melanjutkan. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari.html Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). saya pun membuntutinya dari belakang. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Ketika kemudian saya ikut belok. tapi tak bisa. tapi menurut santri-santri yang lama. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. pikir saya. menemui tamu. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. Dengan hati-hati. Melihat waktunya yang sudah larut. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu.com/abclit. Semacam lelana brata kata mereka. dan semisalnya. Gila. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. Ah. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. Kedua wanita ABC Amber LIT Converter http://www. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Memang betul. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. Saya mencoba meyakin-yakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. berilmu tinggi. menarik nafas panjang. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan.processtext. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. Bicaranya jelas dan teratur. beliau berbelok. Pasti saya keliru. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. witir. Masak seorang yang dikenal wali.

Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. 'Ayo!' teriaknya. lalu menerobos hutan.com/abclit. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. menunggu. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. kiai membayari minuman dan makanan kami. sudah larut malam. Cari pengalaman katanya. Seperti kerbau dicocok hidung. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. serta merta mengulurkan tangan. Untung saya bisa berenang. 'kita pulang. pantas di keningnya kulihat tanda itu.html . kepada orangorang yang ada di warung. Karena pertama. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. bisa berada di sini. kau kan tahu. sebagaimana neraka dan sorga. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. Akrab dengan orang-orang beginian.html menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. kiai memperkenalkan saya.com/abclit. melambai kepada semua.processtext. O. Sebagai kiai. sementara yang jauh. 'Mas. Katanya: 'Ini kawan saya. aku adalah milik Allah. tiba-tiba dengan suara berwibawa.processtext. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. Lalu. 'Anak muda. kiai berkata mengejutkan.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. Dan. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. menjabat tangan saya dengan ramah. seolah-olah di atas jalan biasa saja. 'kita masih punya waktu. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. Sampai di seberang. Saya tidak bisa berkata apa-apa. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di ABC Amber LIT Converter http://www. Ah. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. bercanda dengan wanita warung. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening." "Kami melewati pematang. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Maka terserah kehendak-Nya. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Ternyata setelah melewati kebun sengon. berdiri. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. 'Kopi satu lagi." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. 'Biar cepat.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Saya masih tak habis pikir. melambaikan tangan. 'Kita istirahat sebentar. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Kedua.' Mereka yang duduknya dekat. Beliau melambai. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. saya pun mengikutinya. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. masih seperti dalam mimpi.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. Beliau yang kemudian terus berbicara. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya malam ini. Sampai di seberang. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. kemudian keluar.

sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Tapi.com/abclit. ujub. jangankan Kiai Tawakkal. kau boleh pulang.html .' Saya tidak merasa diusir.' Begitulah ceritanya. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. Seperti orang linglung. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri." "Ketika saya ikut bangkit. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. 'Ayo. tapi bukan surau bambu. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. kita ingin berdekat-dekat denganNya. saya celingukan. katanya milik sampeyan.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal.com/abclit. seseorang menghampiri saya. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. masih diam tercenung. 'Ini titipan Mbah Jogo. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya.processtext. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. kebanyakan mereka orang susah. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. orang yang mirip beliau pun tak ada. Seperti mereka yang di warung tadi. ***Rembang. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan.html warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. Setelah sembahyang subuh nanti. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan bingung saya terus berjalan. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi.processtext. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Edisi 05/05/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. 'Sebentar lagi subuh. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Baru setelah sembahyang. Ketika saya mengiyakan.

html PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Tinggal meja kami yang masih bertahan.. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. Tak jadi di sana." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. tapi akan terbang ke Praha. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. "Sekali lagi.processtext. siap menyambut kedatangannya. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. lantas di Guggenheim Museum. Dan menjadi tandatanya besar bagiku. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. National Meseum of Modern Art di Washington DC. bergabung kembali dengan teman-teman. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. di mana katanya. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. filsafat. Dan dia ngeloyor ke luar. di depan counter. Pernah sekali. politik. dia akan berpameran. dan pamit.com/abclit. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. aku bangkit dari tempat duduk. tujuan yang benar adalah London. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Setelah United Nations Plaza tempo hari. "Bung. atau agama atau desasdesus yang jalang. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. saya bahagia mendengar rencana ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra.ABC Amber LIT Converter http://www. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Kami. Aku tertanya-tanya. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar.. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe..processtext. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Namun. Menjelang pukul sepuluh. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. tak jadi ke sana. seni lukis. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Jangan ceritakan kepada yang lain. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. lantas Stockholm. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. Ternyata aku salah sangka. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman.html . Selamat. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. dan kataku. tanpa sepengetahuannya. menyusul Pretoria." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. mengapa dia tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. ini hanya untuk Bung. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. Seingat saya. Kemudian. teater. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kota-kota metropolis yang baru." pintanya. di New York juga. "Bagus. katanya pada malam berikutnya. "Selamat. tak jadi di lobi United Nations. Beberapa hari kemudian. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. aku membayar pesanannya. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka.

apa mau dikata. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. telah terbang ke Jerman. jidat selalu berkerut. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. "Kuatkan hatimu. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir.com/abclit. sebulan yang lalu. dia enggan untuk menghampiri.processtext. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. mengikuti pameran lukisan di sana. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. tak jauh dari rumahnya. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. katanya. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. di kota itu masih banyak propagandis merah." Setelah itu dia benar-benar menghilang. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi.com/abclit. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. katanya. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Keesokan harinya. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib ABC Amber LIT Converter http://www.html . Apalagi si-pembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. Tetapi. selalu serius. Katanya. Katanya meyakinkan. mudah-mudahan yang ini berhasil. Ibarat lukisan. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Katanya. Aku diam saja. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Semua murung..processtext. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. ***DARI udara. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin main-main dengan nasib si-pelukis. Dicapai kata sepakat. bisikku membujuk hati sendiri.html Anda ini. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubunubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Kami tak percaya. memang dia. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. Demi Tuhan. Tetapi. Semua mutung. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Ya. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Hati-hati. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. Tetapi. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. Ketika meja sudah penuh terisi. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. hidup dengan pembicaraan yang ngalor-ngidul dan tawa berderai. Semua bon sudah dia lunasi." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir.ABC Amber LIT Converter http://www.. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura.

Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. menatap mataku. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. saya telah beratus kali berbohong. walaupun penderitaan mengelilingi. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. dan katanya. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Anehnya. Di belakangnya. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Semuanya kena." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan.ABC Amber LIT Converter http://www. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan.com/abclit. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. Waktu itu. Kami kembali salingpandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. Perhatikan matanya. Beberapa lembar uang ratusan.html seburuk ini. tetapi juga merangkulinya.processtext.html . cuma memakukan matanya ke lantai. dia hanya diam membeku. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. Sebelum tiba giliranku berpamitan. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau.processtext. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis." komentar seorang teman. dia tidak menjawab. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Kami tanya. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Kami melangkah mendekati pelukis kita. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Kalau ditanya dia tak menyahut. "Jangan lagi beranganABC Amber LIT Converter http://www. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. "Takkan salah. ribuan. walaupun dia hanya tetap membisu. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. tumpang-tindih di situ. sehingga dapat ganjaran seperti ini. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Bingkainya belum dirapikan benar. mau menegakkan harga diri. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Kami yang datang menjenguk saling pandang. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. "Maaf Bung. Matanya kosong. kapan diselesaikan. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding.com/abclit. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. begitu hendak memeluknya. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. ini lukisannya yang terbaik. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan.

tergesa-gesa. Anda akan menjadi besar di sini.html .com/abclit. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Ia tampak cemas. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. menggigit bibir. benar kata teman tadi." Dalam perjalanan pulang. sepeda onthel dengan keranjang sayur. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Aku tersenyum. "Heran. apa yang dia katakan?" tanya mereka.. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara..Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. Sungguh. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. dan aku meletup.processtext. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. Sesekali. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. boleh juga mengecoh berseloroh. menghadang kendaraan umum lewat. "Kalau dia punya uang suatu ketika. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit."* Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. berhenti di pinggir. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak.html angan terbang ke mana-mana. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya.processtext. Namun. kupikir.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan.

html . Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh lakilaki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. menutup mulut dengan telapak tangan. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian.Percakapan mengalir dari mulut orang-orang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Kedua lututnya gemetar.processtext. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Namun.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Atau. Mudrika. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. lidahnya terjulur. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. Tubuhnya kekar. merangsek masuk ke dalam. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Betapa mengerikan. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis.com/abclit. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. menampakkan keterkejutan luar biasa. ah. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Ya. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Tubuhnya basah keringat. Selain berjudi dan mabukmabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Tidak terlalu tinggi memang. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar.Matahari kian merangkak ke atas. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Matanya mendelik.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Orang-orang yang hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. ABC Amber LIT Converter http://www. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. Lalu. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi.processtext. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. terus tegak di situ. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. atau memejamkan mata.com/abclit. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar.html perasaan gugup dan tangan gemetar. Membuat perempuanperempuan di sekitar itu kerap menahan nafas.

tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot.com/abclit. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. mengedarkan pandangan pada kerumunan. Namun. dibolak-balik. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Percakapan kembali membuncah. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. dibaca. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. Mereka tahu. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan lakilaki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi.processtext. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. luntur terkena keringat. toko kita kini aman.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. lalu. mengerutkan kening. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.. Shin Ling. Membuat gadis itu gugup. membuka. Mereka bertanya-tanya dalam hati.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. Atau. Namun. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. pasti tidak begini kejadiannya. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. tidak bagi perempuan itu. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. tajam. secepat itu pula mereka segera melupakannya. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap.processtext.html dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan.. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu."Shin Ling. preman pasar yang ditakuti itu tibatiba bunuh diri. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas.com/abclit. Ah. melainkan gambar tato keris. seperti tidak bergairah. Shin Ling. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Namun. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. andai saja dia mau bersabar. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. dibuka. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya."Tergeragap.html . kaku seperti gelondong kayu. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Kenapa Mudrika. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. cintanya ditolak.Dan perempuan itu. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping.

Istri saya menarik napas. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper.." kata ibu mertua saya itu kepada saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Padahal." Saya belum sempat bereaksi. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan.com/abclit.com/abclit. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. * Depok. Kasihan Rudi. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. mestinya keluar masuk pekarangan. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. Padahal. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar."Istri Rudi itu tidak bisa masak. kecuali masakan ibu.html perlahan bergerak ke atas. ia tampak bersemangat. bapaknya ABC Amber LIT Converter http://www. Di waktu yang lain. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. ibu pasti kabur. tapi tidak dalam waktu yang lama.processtext. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang kata-kata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. "Papi sih."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat.Ibu mana?" tanyanya cemas. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. Tidak lebih dari seminggu. Pula hatinya kian disesah rindu. Kalau tidak. ia berkata: "Kasihan Rudi. 2002 Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. Sayalah satu-satunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. tidak terlalu pagi.processtext. lalu nyerocos menembus pintu pagar. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anak-anak seperti ketakutan. pintu pagar digembok. istrinya tidak telaten merawat suaminya. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu..Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. Dan. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya.html . putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Tapi saya curiga.

tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. seminggu sebelumnya. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Kami. Untung pembantu itu jujur.ABC Amber LIT Converter http://www. suka lupa. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi.processtext. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota."Anak itu memang ABC Amber LIT Converter http://www." saya bilang. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat." keluhnya mengenang. apalagi ibu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Tapi. Kami sudah menduga apa yang terjadi. Padahal. Pandangan matanya terlihat kosong."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu.Kalau sudah begitu. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. apakah artinya kertas-kertas itu. Soalnya. ibu sangat berubah. Sudah lama ibu tidak mengambilnya."Ah. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. Ibu sekarang mau ke sana.html capek. Di bulan pertama itu. Kamu mau. Gerombolan pengemis. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. petugas kebersihan pemakaman. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. Bu. sehabis jam kerja saya. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal.html .com/abclit. Atau untuk membeli keperluan dapur. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu.Seperti kejadian seminggu lalu. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. sekaligus pendiam." jelas istri saya."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. Kami semua terpukul. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. ibu tahu apa yang disukai Rudi."TUHAN punya kehendak lain. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput.""Kalau untuk akhirat. sejak dari dalam kandungan.com/abclit. ibulah yang paling tahu apa yang disuka Rudi. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Soalnya ibu hampirhampir tidak mengenal lagi nilai mata uang.processtext. ibu mau boros. Dan."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis.Sejak kepergian Rudi. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Bahkan. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. atau seratus ribuan. Ibu jadi pendiam dan amat perasa." kata istri saya.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. kalau hari tidak hujan. Bu. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Sudah barang tentu ada apa-apanya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pencuri. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Tapi yang lain-lain?""Apa misalnya?""Banyak. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Nanti, ketika ibu ingin makan buah itu, hilang. Tanya sama dia, selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia, orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak."Kok, kamu tertawa?""Habis, saban Kak Nurma menelepon saya, pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Nah, di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu, juga sering ditemukan apel busuk, jeruk busuk. Jadi, ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. Ya, enggak?"Ibu lama terdiam. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana, dengan senyum seramah mungkin kepadanya, ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu menurut.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja, ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu," katanya ketika mau duduk. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas, langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah, ibu mulai lagi bikin dosa. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari katakata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia, istri seorang ambtenaar, dikaruniai tujuh anak, berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Kini, masa tua yang tak berdaya, telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri, dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya."Ayo, Bu. Kita makan," saya menengahi suasana."Tidak, ibu masih kenyang.""Ayolah, sedikit saja. Biasanya kalau bersama ibu, makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia."Saya tak berhasil. Ibu berdiri menuju teras kembali. Saya meneruskan makan agak cepat. Begitu mencuci tangan, istri saya kelihatan cemas. Pintu pagar terbuka. Ibu tidak ada. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Tentu saja dengan menjaga perasaannya, terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.PUTRI bungsu saya, yang tadi mengejar neneknya, kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. Saya langsung mengeluarkan mobil, tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya, memberi kabar tak sedap itu.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tapi, tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi, ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Namun, saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu, sambil menyusuri jalan pelahan-lahan, kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.Di kuburan kami bertemu berempat, sesama menantu ibu. Ibu tak ada di sana. Bang Sapar, suami Kak Nurma, berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Tapi, saya masih punya harapan. Saya pulang ke rumah. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.Mata ibu berkedip-kedip ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menahan sinar senter saya. Saya menghadiahi ibu senyuman. Ibu membalasnya. Dan, saya mengulurkan tangan. **Padang, 10 April 2002

Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas, Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah, aku selalu terpesona olehnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan, hijau perbukitan, dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Semerbak wangi kembangnya, bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu, dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang, memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung, semilir angin, hijau tumbuhan, dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap, namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua, mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya, seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa, aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku, tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya, dan setelah itu sering menemaninya ngobrol, kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik, aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna, meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah yang palsu, yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu, aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. "Sekaruno itu..." "Soekarno, Soeharto, atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku, Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masingmasing. Jika kita bicara juga, paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memujimuji indahnya alam negeriku, sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu, Yoshida Tua. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah, tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimat-kalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk, Yoshida Tua, di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Karenanya, sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Dengan demikian, jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya, kami jadi banyak membicarakan negeriku. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukit-bukit di kaki Gunung Fuji. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami, maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua, aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung, tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung, secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak, sawara, kadangkadang juga iwashi. Dan meskipun sangat jarang, pernah pula aku mendapat ikan inada, yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari, sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas, waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk, akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih, pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Akan tetapi, biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif; antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, hingga aku selalu menunda kepulanganku. Anehnya, saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik, kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa, yang telah maupun yang masih berkuasa, pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut, lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup, Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Setelah itu, dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku, ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut, tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Karena ia tetap membisu, aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Ia lalu melanjutkan, "Aku malah berpikir, jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan, maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk, bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam, Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut, lantas merasa berhak menjadi galak, bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa, mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini, aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Juga dalam keadaan masih terdiam, kutenggak sake itu sekaligus, untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Waktu muda, sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian, cinta, dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain.com/abclit. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi.html . Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. Aku tak tahu pasti. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar.ABC Amber LIT Converter http://www.html sana kabut mulai turun.com/abclit. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. pikirku. Sayang sekali. Kubayangkan. Mula-mula pelan. Gempa bumi. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. perlahan-lahan menjadi suram. dan akhirnya lenyap. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana ABC Amber LIT Converter http://www. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini.processtext. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. ***Tokyo. Ya.processtext. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. bergerak-gerak. setelah beberapa lama menunggu.

Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Lama sekali. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. tentu saja Cempaka. "Kami tak punya pilihan.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. anak Mariko sempat kaget. ia belum melihat ayahnya. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Ia ingin menelan tangisnya. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. Gadis kecilnya itu." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar.html Sumber: Kompas.Noriko. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. sementara Ngurah Anom. seperti meledak-ledak. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. sudah sangat merindukannya." cerita Mariko lagi." keluhnya lagi. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Ah.Sejak beberapa tahun lalu. Bulir-bulir bening itu.html . membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. "Saya hanya titip salam buat Bali. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. Sambil menghapus air matanya. sembari tersedu menangis." Selama bercerita. Mereka berpelukan sekali lagi. Puspa erat-erat memeluk anaknya. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Edisi 08/18/2002 SEPULANG dari Jepang. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. membungkuk sebagai tanda hormat.ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. katanya. Terasa asin. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. Lebih dari empat tahun yang lampau. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Puspa gelagapan. asin sekali. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu.processtext.Mereka bertiga berpelukan. Seerat yang dapat ia lakukan. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir.com/abclit. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Belum bisa pergi ke sana.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. tak mengerti. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. begini."Sampai umurnya empat tahun."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali.processtext. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Ia ingat. suaminya. keluhnya dalam hati. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. air mata Mariko tak henti berderai.com/abclit.***PERISTIWA di belakang panggung gedung ABC Amber LIT Converter http://www." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah.

Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa." kata Ratnasari singkat..com/abclit. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasita-san. Terpenting dari misi ini. Puspa merasa sangat teledor. Komang Widiati. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. menurut cerita Mariko.processtext. empat mahasiswanya. dan Gung Dewi. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. kita biasanya diajak jalanjalan ke Akihabara.." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. pedihnya. Selain sudah sering ke Jepang. seolah lebih kepada diri sendiri. Ah. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. Anda siap?" tanya Yamasitasan. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak. Usai menari. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. dekat sekali rasanya. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin ia terlalu yakin. "Sudah saya pastikan untuk berangkat.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai Narita.. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.." tambah Puspa. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. Ratnasari. Ia seperti merasakan betapa haru-birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahun-tahun tak mengenal ayahnya. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita."Huuss." jawab Puspa.com/abclit."Udah. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. Diam-diam air matanya menitik. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo." kata Yamasita-san. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. ia tak kuasa menolak.. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa.Selama ini.html . seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Tiga penari lainnya cekikikan. ah."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan.. Yamasitasan di Bali juga dikenal sebagai seniman. Selain menjadi penghubung para seniman. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii.. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh ABC Amber LIT Converter http://www. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk.processtext."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.html pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. siapa yang bakal menjemput rombongan."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam.

Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Widiati. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. Puspa tidak mengerti. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. Pada bulan April. Lelaki berkaca mata itu bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Puspa tampak sangat gelisah. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan.Setelah menghilang beberapa saat. Puspa menolak. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. "Ia ingin menjerumuskan.html ."Ah tidak-tidak.com/abclit.. Seorang petugas keamanan tampak mendekat.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Ini gila!""Ah. ke tempat kami. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Saya datang atas permintaan Kimura-san.Bandara Narita tampak sibuk.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota.."Oh. bahkan menjual kami. tak lebih dari satu jam. Meski lanskap pagi seelok itu.. Di sini sudah ABC Amber LIT Converter http://www."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Ia memang tidak sedang berselera. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Ia makin tampak gelisah." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Mereka terdiam. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Kimura-san minta kita semua istirahat dulu.processtext. "Nama saya Miki. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus.890 yen. Saya akan mengantar Puspa-san. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai.. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam.html Yamasita-san. ***SAAT turun dari bus.processtext. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Gung Dewi.com/abclit. Ia tertidur. Puspa-san. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar.. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. "Tetapi mengapa ia tak muncul.Miki-san. saya datang menjemput Anda.

*** Jakarta.html .html disiapkan kamar sementara. silakan saya antar.processtext." tambah Miki-san. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. aku tak merasakan lagi rasa sakit itu. Sejak saat itu. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Kalau benar para penari dikontrak. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Puspa memanggil seluruh penari. Ada lima kamar. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. tangisku pun terhenti.com/abclit. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Aku masih menyisakan perlawanan dengan ABC Amber LIT Converter http://www.. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Setelah mandi. hingga akhirnya. Apa benar Kimura-san akan mengundang makan malam. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari.Sampai siang hari. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.com/abclit. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. kalaukalau tawaran kontrak itu tidak benar. para penari tak berbuat apa-apa.ABC Amber LIT Converter http://www. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. Puspa belum sempat menjawab. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak.processtext. Bapak terus menghajarku..

com/abclit.. seniman.ABC Amber LIT Converter http://www. mengais-ais rezeki di lumpur comberan..processtext..html . Soal itu gampang. Masam. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. buaya." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti.. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Oke. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Bisa saja dia anak cendekiawan. "Justru kamu yang harus pergi. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Melindungiku dari serangan Bapak. Entah ke mana. Tidak mahal Pak. "Aku ingin jadi politisi saja. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. "Jadi apa saja. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. kalau hanya tanggung.com/abclit. pengusaha.. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Tak ada yang ditinggalkan.. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. atau koruptor." Ketika aku lulus SMU. mengiringi rebah tubuhku." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. setan atau bahkan iblis.. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. birokrat. Ia tertawa. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Tapi tidak mulutmu. Bentakan kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. politikus. Bapak tertawa. kuayunkan pisau lipat. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Darah menetes. hanya angin yang bisa kurobek. Bapak meninggalkan ibu. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Ayo teruskan. garong atau rampok sekalipun. Kamu tak lebih dari pejantan. Sinis. Wajah Bapak tergores. Namun. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. hanya tanganmu yang kotor." "Bagaimanapun dia anakku. Kalau jadi maling atau pembunuh. Maling besar. yang sejak tadi menangis terisak. kadal. Jadi. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. entah berapa lelaki telah menggauliku. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. selain sumpah serapah.Sekarang pukul aku. Yang kuingat. "Tak ada yang perlu disesali. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Ibu. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. manusia sejenis ular. "Aku senang kamu mulai berani melawan.html menatap Bapak lekat-lekat. Mungkin dua puluh tahun. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. Bapak langsung bergegas. Terima kasih. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Tawa Bapak berderai. langsung menubruk tubuhku. macan.. "Ya.. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Ini siapa ya? Oooo Bapak. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Bahkan harus disyukuri. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Aku yang mengandungnya. Hingga aku hamil. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. bisabisa... "Sebelum aku kau tiduri. ini risikonya kan besar. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku.. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar." Tanpa memandang kami sedetik pun. Atau mungkin lebih. dengan saya sendiri.. Aroma alkohol terus membadai. Aku terhuyung. Bapak tahu sendiri. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah ABC Amber LIT Converter http://www. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Ia pergi bagai angin.processtext.

"Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. maling atau pembunuh macam Bapak. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Ibu terlalu berlebihan.com/abclit.. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. Aku telah mengecewakan Bapak.com/abclit.. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang." Bapak mendesis. Ia berani membayarku dengan mahal." "Maafkan aku. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. Keharuan menggenang di kantung batinku. tapi cepat kecegah... "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Tapi. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. Ibu pernah mengucap.. Air mataku hendak tumpah.. sudah berapa orang yang kau bunuh. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Dan aku sepakat pada aturan permainan. dingin dan terkenal "angker". Tidak akan menyebut nama dia. Eeeee.. Tubuhnya tampak kurus. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayapsayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. anakku. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Ia dengan cepat mengenaliku.html payah. dia harus menghadapi regu tembak. Bola matanya serupa bola api.processtext. hingga sampai di ruang besuk. dan darah! Aku sangat sedih. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. ABC Amber LIT Converter http://www. Meskipun tampak sedikit lemah. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan.. darah.. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Pertanyaan itu begitu telak.." Aku tersengat. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. "Ya. Malaikat kecil? Ah aku yakin. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Ibu harus menyerah pada maut. Aku sudah berusaha keras. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. Maafkan aku.ABC Amber LIT Converter http://www. Bapak masih menatapku dengan nanar.. Juga siang itu." Akhirnya. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit." Suaraku tertahan. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku.. Tapi tak juga menolong. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan.html .processtext. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez.. darah.. Aku tetap saja gagal menguasai diriku." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah.. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah.

processtext. Tapi aku tak pernah tahu. semakin gelap. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. anakku. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya.ABC Amber LIT Converter http://www." "Bukan itu. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. Pelan-pelan. fantastis. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain.. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku.processtext. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. ***Jogja.. bersama angin. atau pembunuh besar. "Biarkan kami bicara dulu. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Sangat erat. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa.html mencoba mengalihkan pembicaraan... Kurasakan pundakku basah.html . Waktu terasa melaju begitu cepat. Dan kematian itu sangat indah. Erat. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. ah. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami." "Mungkin juga arwah Bapakmu. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. Kematian itu begitu indah. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. Erat sekali. Kami berpelukan...com/abclit.." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian." ucapku pelan." Bapak langsung memelukku...com/abclit.. kemudian nyawanya loncat.. awal Mei 2001 Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali ABC Amber LIT Converter http://www. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. aku dengan senang hati menerimanya. "Kapan pun aku siap.?" "Ya. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Berulang kali aku membikin orang mengerjat-ngerjat kesakitan... pelan. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. Pelukan Bapak merenggang..

" Bagi kami. Walau entah kapan. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. ada dalam kesenjangan beribu tahun. aku melangkah mendekati wesa. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. karena tiupan angin. di atas barisan uwarek3. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun.ABC Amber LIT Converter http://www. di punggung gunung di ketinggian 3. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. Dan. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya..com/abclit. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga ABC Amber LIT Converter http://www. o.. semua telah tak lebih dari kenangan. "Kau kini yakin. dengan tombak kayu. Wetipo. Suara itu berasal dari tugé. Terkejut. panah. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana.. Dan. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke belakang. suara itu tak lain suara punai.html . siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling.. meliuk lapat menyentuh telinga. Meski samar. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. orang-orang Moni. lubang-lubang itu. melainkan karena bentuknya yang ganjil. Kecuali salah satu sisi yang pipih. honai atau rumah adat suku kami. kali ini tentu bukan karena desingnya. burung-burung dan binatang lain. Torang1 sandar pada kareken. menajamkan telinga. Dan benar. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. Sebuah karya alam yang aih. Sungguh aku tak habis pikir. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Bersama babi. sungguh mengagumkan. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala.processtext. Angin yang selalu ada di sini. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. di depan benda-benda keramat lain.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas..processtext. melainkan pada roh. aku pun melihatnya: Tugé itu. sama sekali berbeda. Kuamati dengan teliti. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. karena perang. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. bagai menyelusup di kedalaman kabut.. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. kami percaya. orang-orang Moni. tugé itu. aku mendengarnya. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. kami hidup. Dan si batu. "Saya lapar manusia. kutarik tangan. tampak mencolok. yang walau seorang dari orang-orang Moni. Sungguh ajaib! Dan. Torang sandar pada tugé. kami akan menjawab. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. dan kapak batu.dan aku harus percaya. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil.com/abclit. ***KESENJANGAN beribu tahun.000 meter dpl ini. Tetapi bagiku. Ah. bisa bersuara seperti suling. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. betulkan kata Wetipo . hmm. Tubuh kami besar. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. angin mengeras bagai menerpa. saat itulah. Angin. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. Tetapi tidak. Betul kata Wetipo." Perang? Begitulah. Dan. kami. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. orang-orang Moni. tiba-tiba bersuit bagai melengking.. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. Suara itu seperti desing. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper.

Maka. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orangorang asing (kami menyebutnya orang-orang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. Menghela napas..html sungguh ajaib. dan Pastor Theo. "Akan kaulihat.processtext. "Kau harus ke sana. kami lebih asyik menggulung tembakau. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). dan itu artinya pula. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu.. "Jadi. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. Betapa tidak. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. Jadi. Pergilah. Naik. Di sini. Betapa." ***BETULKAH.. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Hanya kau yang bisa.com/abclit. ini keliru. aku pun bertemu Pak Piet. waktu aku kanak-kanak dulu. dengan punggung tertancap panah. kami tidak. Dan. Kataku." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. Jadi. Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Di antara mereka ada yang rebah. ternyata. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Gudang-gudang garam rubuh. orang-orang asing itu. inilah semua. Ya. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. Harus dihentikan ini semua. Sarius Hopogan. Bayangkan. cukup sudah semua kusaksikan.seperti juga keyakinanku. Katanya. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. di tanah kami. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. orang-orang Moni. tak berkedip. tetapi bagi yang lain . Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Jermias.ada hal yang telah tak lagi sama. dengan karung-karung garam berserakan. bergeming. tapi juga misionaris. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. walau ia bukan keturunan kepala suku. dunia mulai berubah. Ketika pertama datang. Seperti kata Wetipo. Pada pikirku? Jelas.ABC Amber LIT Converter http://www. Jermias?" Aku disadarkan oleh suara Wetipo. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Cukup. Butir-butir garam berhamburan. menenggak sopa4. kini. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Ah! Dan kembali. "Kewajiban itu jatuh padamu. Begitu Jermias Gabey. kemarin. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. nyaris tak berubah. aku kembali bagai disadarkan. si Gabey terakhir.. seperti yang kukatakan. di belakangnya tergopoh mama-mama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. berburu. di mataku. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar." Melintas pula wajah Pastor Theo. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. Ah! Terbayang pula mereka.processtext. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. Melintas ingatan masa kecil. bergulingan. Sampai kini aku masih heran. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. beginilah semua. terus naik.. menegarkan dada menguak kabut. dan berperang. Abgoktek. bertaburan. pada pikir kau bagaimana. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. dari depan honai-nya. berlarian turun ke arah Lembah..html . bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. Bukan danau biasa atau danau air tawar. porak-poranda. selalu .com/abclit. melintas wajah Pak Piet. Kalimatnya. segera. Tetapi begitulah. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. pergi. melainkan sebuah danau berair asin. leha-leha...

ABC Amber LIT Converter http://www. Panggilan hormat untuk perempuan. melahirkan anak.. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu." "Masa lalu? Masa lalu. kami." Semua suku di gunung ini? Ya.. hanya suku-suku di gunung ini. Dia. 3... "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. 5. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. 2. ke semua mata.. semua suku di gunungg ini. sungguh berbahaya. Perang suku hanya buat kita. karena kata itulah . mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan. bergerak turun menujuku. satu retakan saja. Abgoktek itu.berusaha. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. Aku. 4. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. dengan gigih dan tekun... mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. "Torang butuh darah tumpah. Sarius Hopogan. yeeeee.processtext. "Tapi . Akan sia-sia? "Tetapi...html mengangguk. diikuti yang lain.processtext.html . hah! Kaudengar suara tugé. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. mereka. "Perang suku!" Bagi kami.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan kekalapan. hidup. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. di sana. ***Payakumbuh.. Iko kunolepu miminta-minta! Waa. semua sudah. abgoktek.!" Di belakang si tua.com/abclit... Jermias. saputan gemuk hitam wam (babi). cukup. Tugé ajaib itu.! Waaa. memang sungguh di luar dugaanku. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé.. aku juga tahu. untuk kesuburan tanah. Tetapi. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. tidak. ya.. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan.. Tapi tak lagi. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. Kuteruskan langkah... Menghancurkan? O. Torang mesti pelihara tanah. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Aku yakin.com/abclit.. Memanfaatkan perang suku. Dan kata itu.di depan honai-nya. Masih 50 atau 60 meter lagi. kalap. Aku masih mencari-cari kata (ah. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Lalu mendaki. kami bertatapan. bagai diberi aba-aba. itulah saat iko kunolepu datang. Dan mana-mana. Itu pun sudah masa lalu. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. dan mendewasakan semua yang lahir. "Iii." suara Wetipo ragu. kami akan menjawab.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. yang kasih torang. "Torang tahu kau punya maksud. ***BAGI kami orang-orang Moni. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. datang dari jauh. orang-orang Moni. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. Harus perang!" Kulayangkan tatap . di ketinggian. di kawasan gunung dan Lembah Besar. Tetapi . bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas.. itu sudah pasti. bila Anda bertanya perang suku buat apa. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. mereka orang-orang amber.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. rendah bagai mencecah. Meninggi. lelaki lain mulai mengikuti-gerakan itu. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. hanya. kasih dorang6.. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan.

Ia menghapus air matanya. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. setidaknya perintang kejenuhan..Seekor kupu-kupu kuning beterbangan ABC Amber LIT Converter http://www. hatinya berguncang. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. tak satu pun yang harus ditakutkan. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus.. Ia mencoba untuk tersenyum.com/abclit. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanakkanak bermain galah di bawah bulan.processtext. embun! peluklah aku. dadanya. Dadanya. Bibirnya. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Di kaca bayangnya memantul. Asti tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. yang Asti pikir pasti untuknya. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya.html . Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja.ABC Amber LIT Converter http://www. agar ia tidak lagi melihat wajahnya.com/abclit. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.processtext. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. Hidungnya yang bagus..html Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Lehernya yang jenjang. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. Setelah membuka pita rambut. Ia tidak tahu pasti. Ya.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. ingin pagi cepat datango.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. Tetapi pada saat yang lain. menghantamnya.. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. menuntunnya. dan mengatakan: bagi hidup. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Cuaca tidak mendung. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit.. Ah. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Ingin rasanya ia meninju cermin.Hari sudah malam. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya.

Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu.``Tetapi aku telah siap!`` ucap Asti lagi. Tapi ia mengangguk.processtext. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput.. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. entah apa. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Kalau tidak.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Pahanya tersingkap. tersenyum ke arahnya.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. saya tidak suka.. ingin pagi cepat datango.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. Menanggalkan dasi.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. Seorang laki-laki muda.. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati ABC Amber LIT Converter http://www.``Taik!`` umpat Asti kesal. Ketika sesuatu telah dimulai. Asti menyelai sebatang rokok. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. dimusuhi. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Jantung Asti berdegup. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Asti tidak menjawab. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Asti bingung. entah cemas. Dadanya bergemuruh.Setelah menghidupkan televisi. Asti terkesiap.html gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Ia mencoba untuk tenang. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. Jantungya perih.Namun dugaan Asti jauh meleset. Dadanya tersembul. Masuk ke kamar mandi. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau.com/abclit. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. embun! peluklah aku. Kulit Asti yang putih.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Ia berusaha melawannya. duduk di sebuah kursi.Laki-laki itu tertawa. Asti mengambilnya.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Televisi pun mati. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. lapangan kerja harus dibuka. lalu menawarkan pada Asti.````Sudah. Harga yang cukup tinggi. seolah-olah mulai terjual. yang selama ini dijaganya. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Tapi. Kemudian terdengar handel pintu berderit. rakus. pikir Asti. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap.html .. menjemukan tetapi kaya. sesungguhnya telah tua. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. demikian pikir Asti. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. karena untuk sesuatu yang pertama.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Dan jelas.``Jangan tergesa-gesa. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. Berdiri meletakkan minuman. Mungkin membersihkan muka. Entah takut. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya.Ada suara ketukan.processtext. buruk. Asti barangkali tidak perlu tahu. sangat berdekatan dengan Asti. mengatasi pengangguran serta gelandangan.. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. barangkali ini baru permulaan. ``Maaf. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias..Di televisi. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya.Waktu terus bergerak.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini.Kini sudah enam belas tahun usiaku.. Asti jadi gugup. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. Karena tiba-tiba ibuku sakit. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. tanpa aral.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Tak ada jalan lain. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. sedangkan kami tidak punya uang. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.com/abclit. Sebagai seorang buruh pabrik. embun! peluklah aku. Tapi semakin lama ditatapnya. Aku lebih mencintai ibuku daripada kehidupanku. ingin pagi cepat datango. Suara penjaja telah sepi. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. kebahagiaan. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. Telah cukup lama ia tersiksa. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Jelas aku tidak paham.html . otomatis aku berhenti sekolah. Kehidupan sungguh aneh dan gaib.ABC Amber LIT Converter http://www. gelap mungkin telah semakin jelas. Tidak! Aku tidak akan menyesal.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP... Di luar.processtext. jauh dari kekurangan. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung.html seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya lakilaki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Kupu-kupu malam! Ah. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.com/abclit.`` ucap Asti akhirnya memulai. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. aku menerimanya. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. dan itu memerlukan pengobatan yang serius.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa rintang. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Bukan! Bukan kesederhanaan.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. pelan dan ragu-ragu. Dingin semakin menyergap. Kian hari sakit ibuku kian parah.processtext. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.

seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.processtext. tipis berselaput kabut. embun! peluklah aku.com/abclit. Wajah mereka yang kaku.Tetapi setelahnya. Seluruhnya! Asti telah pasrah.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Asti telah menunggu di ranjang. tergantung di langit kota.Asti tidak sempat berkatakata. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Tentu. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. tanpa sedikit pun kegelisahan.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. Gemetar. dari posisi mereka yang berdiri tegak. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. Dan perubahan itu.html . ia harus bertarung melawan nasib. menjerit dan berteriak. menggerakkan tangan. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya.html pertolongan. bahwa aku akan menikahimu. dan berjalan ke arah Asti. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. ingin pagi cepat datang o. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.***Payakumbuh."Dulu. tandanya pagi telah datang. lalu pulanglah! Katakan pada ibu.. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Kini.processtext. Bila aku telah tertidur. Namun yang ia pikir. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. atau mungkin takut.Laki-laki itu berdiri. dini hari. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. tinggalkan alamatmu. Mungkin. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. ABC Amber LIT Converter http://www..com/abclit. mengeluh. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah.. Ia pikir. menggoyang-goyangkan kaki. Cahayanya yang lembut.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedunggedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.Yu Seblak terus ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho...""Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak."Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung."Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan...""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik."Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso."Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh."Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik."Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku.""Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!""Janganjangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng.""Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo."Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik."Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anakanakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri."Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Gelandangangelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala."Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah."Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum...""Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei...""Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif.""Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas.""Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."Keduanya tertawa berderai."Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.""Semuanya akan saya ambil.""Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Keduanya berjabat tangan.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoserbuldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek."Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik."Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

yang bercita-cita sangat sederhana. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok.html . zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D.processtext. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. Kota terkurung dalam tembok.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di ABC Amber LIT Converter http://www.Namun. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. zaman tak tertahankan.com/abclit. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana.processtext. maka burung-burung mengambilalihnya. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya.Kata-kata.ABC Amber LIT Converter http://www. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Tetapi. paling tidak di kota ini. Sekarang adalah dunia presisi. Burung-burung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. adil ataupun tidak. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.com/abclit. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. Ngelencer kesanakemari. Dia melaksanakan hukumnya sendiri.html Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Di mulut burung-burung. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh.

Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Kepekaan menjadi tumpul. Di kota bawah. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulanbulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen.html media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah.kubur. sementara kaum politisi dan negarawan bermainmain mencari keuntungan dari situasi ini. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. di mana mereka bertengger.com. miskin. Jeruk Purut. Bambu. Tanah Kusir. di Australia atau Afrika.processtext. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benar-benar mereka butuhkan. Seribu tahun dalam pemujaan.processtext. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman.html . Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Hati mereka lebih tersentuh oleh tekateki silang. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Kaum budayawan berdiam diri. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Lidah Buaya. Sepuluh detik setelah meninggal. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati.ABC Amber LIT Converter http://www.Karet. Emosi mereka tumpat. dan kelompok-kelompok lain. Tetapi. yang hidup di atas angin. dijadikan tumbal. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ABC Amber LIT Converter http://www. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. menemukan diri mereka tersisih. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. karena kekurangan vitamin D. Untuk menghindari kematian dini. Mereka dijadikan sumber vitamin D. orang-orang yang tidak beruntung. menguburkan diri di luar negeri. Utan Kayu. seperti Satu Merah Panggung.com/abclit.com/abclit. Orangorang kaya. Garuda.

html ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh.Sebenarnya. diperjualbelikan.processtext. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. Membuat busuk dan meracuni angkasa. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. Seperti ditangkup gerhana. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. Ke jantung Asia. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Apakah kita tak boleh mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara.com/abclit. Jadi.Beberapa detik kemudian. dari mana kita telah dirampas. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Makna maupun tafsirnya beragam.processtext. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan.ABC Amber LIT Converter http://www. membubung tinggi menerjang langit.""Ya. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. Tetapi. dengan sayap setengah terentang. Mereka berputar-putar di atas monumen. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. Jadi. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Pada satu situs. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Namun. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Tanpa menghiraukan protes ABC Amber LIT Converter http://www. Menggugah tapi liris. Memekikmekik. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. menukik tajam." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. sama seperti TBC atau cacar atau malaria.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Kota dicekik bau bangkai. Tanpa sinar Matahari. Sambil melayang-layang. Tetapi. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu." katanya membujuk. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. memekakkan telinga penduduk. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan.html . rrrruuuuummmm. Jeritan mereka menyebarkan ngeri." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.com/abclit. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Bahwa. Suaranya berat dan parau. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain.

com/abclit. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Ini ejekan permanen. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami.ABC Amber LIT Converter http://www. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping.html . Karena itu harus dibasmi. *Bengkalis.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana.processtext. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.com/abclit. Semut sudah sirna dari kulit bumi. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Maka. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.html penduduk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful