Anda di halaman 1dari 3

Candida Patogenesis

Lapisan Candida abicans

Candida albicans dikenal sebagai fungi dimorfik yang secara normal ada pada saluran pencernaan, saluran pernafasan bagian atas dan mukosa genital pada mamalia. Candida albicans dmerupakan mikroorganisme normal dalam tubuh manusia, namun apabila jumlahnya berlebih makan akan menjadi patogen bagi tubuh. Peningkatan Candida albicans dapat terjadi akibat : 1. Berhubungan dengan imunitas atau berkaitan dengan fungsi (AIDS), yang berfungsi sebagai anti infeksi. limfosit T

2. Diabetes Mellitus juga menjadi faktor predisposisi, dimana konsentrasi glukosa yang tinggi meningkatkan produksi mannoprotein dari Candida albicans.

Perubahan dari bentuk ragi kebentuk hyfa terkait dengan potensi patogen dari Candida albicans. Hyfa hanya terlihat ketika Candida albicans menginvasi inangnya baik itu superficial ataupun jaringan yang lebih dalam. Perubahan dari ragi (yeast) menjadi hyfa dikontro oleh perubahan lingkubngannya.

Hyfa pada Candida albicans mempunyai kapasitas untuk mengikat epitelial sel manusia. Mediator dari ikatan tersebut akibat adanya hyphal wall protein (hwpl), yang dapat ditemukan pada permukaan hyfa dan germ tubes. Protein tersebut memiliki sekuen asam amino yang sama dengan substrat pada keratinosis transaminase pada manusia, yang membentuk cross-link squamous epitelial spesifik protein. Mannoprotein pada lapisan candida juga memiliki kesamaan dengan integrin pada manusia yang juga memediasi

pengikatan matriks ektraselular (ECM), seperti fibronektin, kolagen, dan laminin. Hyfa juga mensekresikan proteinase dan phospholipase yang mempu mencerna se-sel epitelial, yang nantinya akan terjadi invasi. Candida albicans memiliki reseptor permukaan berupa protein yang dapat mengikat C3 komponen.