Anda di halaman 1dari 19

DEPARTEMEN IKA

RSMH
PALEMBANG
ALUR PELAYANAN PENDERITA ANAK DI
IRD RSMH PALEMBANG
KODE ICD: -
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+.A/K0
A"&o$i%m!-
P$o%oko"-
P$oe#u$-
S%!n#in& O$#e$
1
DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
TUN(ANGAN HIDUP DASAR KODE ICD: -
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+.A/K0
De1inii
Tindakan utama dalam intervensi dini pada kegawatan
Tin#!k!n
1. Periksa respon
Stimulasi dan berikan pertanyaan
Bayi atau anak tidak boleh diguncang-guncang
2. Jika ada respon dengan awaban atau gerakan!
"etakan anak dalam posisi aman #cegah bahaya lebih
lanut$
Periksa keadaannya dan minta bantuan ika dibutuhkan
Jika tidak ada respon
%inta bantuan
Buka alan napas dengan metode head tilt dan chin
lift!
"etakan tangan penolong di dahi penderita
dan tekan perlahan ke arah posterior
Pada saat yang sama letakan ari tanganyang
lain pada tulang rahang bawah tepat diuung
dagu dan dorong keatas untuk membuka alan
napas. Jangan menekan aringan lunak
dibawah dagu karena dapat menyumbant alan
napas
Jangan melakukan tindakan head tilt ika
diduga trauma pada leher. Jika diduga trauma pada
leher dilakukan tindakan dengan metode jaw thrust
untuk membuka alan napas
&. Sambil mempertahankan alan napas terbuka lakukan
pemeriksaan pernapasan
'engar suara napas dari mulut dan hidung
penderita
(asakan gerakan udara pada pipi
Parasat ini dilakukan selama 1) detik
*. Jika anak tidak bernapas!
Bersihkan sumbatan alan napas bila ada
Berikan 2 bantuan napas dengan mouth to mouth atau
melalui bagging untuk melihat gerakan dinding dada
Sambil memberikan bantuan napas periksa re+leks
batuk
,ntuk anak!
-epala dalam posisi head tilt dan chin lift. berikan
oksigen melalui balon resusitasi #ambu bag dengan
aliran o2$
Bila balon resusitasi tidak ada!
Jepit hidung dengan ari teluuk dan ibu ari
Buka mulut sedikit sambil mempertahankan
2
posisi chin lift
/mbil napas dan lakukan pernapasan mouth
to mouth
Pemberian napas dilakukan diberikan
selama 1-1.0 detik sambil memperhatikan gerakan
dinding dada
Tindakan dapat diulang sampai 0 kali
#minimal 2 kali$
,ntuk bayi!
-epala dalam posisi head tilt dan chin lift, berikan
oksigen melalui balon resusitasi # ambu bag dengan
aliran 12$
Bila balon resusitasi tidak ada!
Bantuan napas diberikan dengan mulut penolong
menutupi lobang hidung dan mulut penderita. Bila sulit
coba dengan cara mouth to nose sambil menutup
mulut penderita untuk mencegah keluarnya udara
yang diberikan
Pemberian napas dilakukan lebih dari 1-1.0 detik
Tindakan dapat diulang sampai 0 kali #minimal 2 kali$
Jika pemberian napas tidak e+ekti+ maka curiga adanya
sumbatan alan napas
Periksa mulut penderita dan hilangkan sumbatan bila
ada
Periksa apakah head tilt dan chin lift yang diberikan
adekuat atau tidak
Pemberian bantuan napas sampai 0 kali dan paling
sedikit 2 kali
Jika masih tidak berhasil. maka dilakukan tindakan
untuk menghilangkan sumbatan alan anpas
0. Periksa tanda sirkulasi
"ihat semua gerakan yang ada termasuk batuk dan
pernapasan
Periksa denyut nadi central
/nak-anak! pada denyut karotis di leher
Bayi! pada denyut a. Brachialis pada bagian
dalam lengan atas
Periksa selama lebih dari 1) detik
2. Jika teraba denyut nadi!
Berikan bantuan pernapasan. ika mungkin sampai
anak bernapas spontan
Periksa kembali denyut nadi selama lebih dari 1)
detik
Jika anak mulai bernapas spontan secara normal
tertapi masih tidak sadar. letakan dalam posisi pulih.
Berikan bantuan napas kembali bila napas berhenti
kembali.
Jika tidak teraba denyut nadi!
Berikan kompresi dada dan bantuan napas
,ntuk anak!
Piatan dilakukan dengan pangkal telapak tangan
3
terbuka pada 3 tulang dada dengan kedalaman 3-14&
tebal dinding dada pada usia kurang dari 5 tahun
Piatan dilakukuan kira-kira 1)) kali4menit
Setelah 0 kali piatan berikan sekali bantuan napas
#0!1$
Pada usia lebih dari 5 tahun kompresi dada dilakukan dengan
telapak tangan terbuka dibantu tangan lain diatasnya
"okasi dilakukan pada 14& bawah dinding dada
dengan kedalaman minimal14& tebal dada
Piatan dilakukuan kira-kira minimal 1)) kali4menit
Setelah 10 kali piatan berikan 2 kali bantuan napas
#10!2$
,ntuk bayi!
Piatan dilakukan dengan ibu ari atau dua ari pada
14& bawah sternum dengan kedalaman 3-14& tebal
dada
Piatan dilakukuan kira-kira 1)) kali4menit
Setelah 0 kali piatan berikan sekali bantuan napas
#0!1$
6. "anutkan resusitasi sampai!
Penderita menunukan tanda kehidupan #napas
spontan dan denyut nadi ada$
Bantuan datang
Penolong menadi lelah
Setelah 0 siklus bantuan #7 2) menit$ diberikan tidak
ada respon dai penderita maka resusitasi antung paru
dihentikan.
Poii +u"i,:
Posisi anak yang tidak sadar dengan alan napas yang bersih
dan bernapas spontan diletakan dalam posisi pulih. 8ni untuk
mencegah sumbatan alan napas akibat atuhnya lidah ke
belakang dan mengurangi resiko aspirasi isi lambung. Secara
prinsip posisi pulih adalah sebagai berikut!
/nak dalam posisi true lateral
Posisi harus stabil dengan mamberikan ganalan pada
punggung penderita
9egah adanya tekanan pada dinding dada
1bservasi alan napas mudah dilakukan
Sum2!%!n .!"!n n!+!.
8ntervensi dilakukan ika pernapas tidak e+ekti+ dan tidak
adekuat
1. "akukan tindakan block blow sampai 0 kali #pada bayi
dan anak kecil$
Pegang anak dalam posisi tekungkup kepala
lebih rendah diatas lengan bawah. Topang dagu dan
leher dengan lengan bawah dan lutut penolong
Tangan lainnya melakukuan pukulan
punggung diantara kedua tulang belikat secara hati-
hati dan cepat sebanyak 0 kali
Jika gagal lakukan dengan chest trhust
4
2. "akukan chest trhust sampai 0 kali
/nak dalam posisi telentang dengan kepala lebih
rendah dari dada dengan alan napas terbuka
Berikan hentakan pada dada
Tindakan ini mirip kompresi dada
Tindakan dilakukan kira-kira 2) kali4menit
&. Periksa mulut
Setelah 0 kali block blow dan chest
trhust periksa mulut penderita
Secara hati-hati bersihkan benda asing
yang terlihat
*. Buka alan napas
-embalikan alan napas dalam posisi head tilt dan
chin lift #jaw trhust)
:ilai kembali pernapasan
0. Jika anak bernapas
-embalikan anak dalam posisi pulih
1bservasi pernapasan
Jika anak tidak bernapas!
Berikan 0 kali bantuan napas
Jika alan napas masih tersumbat lakukan tindakan
sebagai berikut!
,ntuk anak!
,langi secara bergantian abdominal trhust dan
chest trhust
Abdominal trhust dilakukan dengan
hentakan keatas pada diapragma
"akukan dalam posisi berdiri pada anak
sadar
Pada anak tidak sadar dilakukuan dalam
posisi telentang dengan tangan diletakan
ditengah abdomen bagian atas
"akukan sampai alan napas
berhenti atau napas spontan
,ntuk bayi!
Abdominal trhust tidak direkomendasikan
Tindakan dilakukan 0 kali back blow dan 0 kali
chest trhust secara bergantian
lakukan sampai alan napas bersih atau napas
spontan
5
L!in-"!in
/!"&o$i%m!-
+$o%oko"-
+$oe#u$-
%!n#in& o$#e$0
6
7
DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
GAGAL NAPAS KODE ICD: (.34
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+A/K0
De1inii
Suatu keadaan dimana kecepatan pertukaran gas antara atmos+ir
dan darah tidak dapat mencukupi kebutuhan metabolik tubuh
E%io"o&i
Penyebab gagal napas tersering pada anak antara lain!
A. (!"!n n!+! ek%$!%o$!k!"
"esi didapat "esi kongenital
8n+eksi
/bses retro+aring
"udwig;s angina
"aringotrakeobronkitis
Trakeitis periotonsiler
/bses peritonsiler
Traumatik
9roup pasca ekstubasi
"uka bakar
/spirasi benda asing
"ain-lain
<ipertropi tonsil4adenoid
Stenosis subglotis
-ista atau web subglotis
"aringomalaisia
Trakeomalaisia
=askular ring
<igroma kistik
/nomali kranio+asial
B. (ALAN NAPAS INTRATORAKAL DAN PARU-PARU
/('S
/sma
/spirasi
Bronkiolitis
Bronkomalaisia
/bnormalita valvular le+tsided
-ontusi paru
<ampir tenggelam
Pneumonia
>dema paru
>mboli paru
Sepsis
C. POMPA NAPAS
'inding dada
>vetrasi dia+ragma
<erniadia+ragmatik
?lail chest
-iposkoliosis
1tot napas
'istropi muskuler dhucenne
8
Sindroma guillain barre
%yastenia gravis
Trauma medula spinalis
/tropi muskular spinal
-ontrol sentral
8n+eksi SSP
/pnea tidur
Stroke
Trauma otak
M!ni1e%!i K"ini a. @eala dan tanda keadaan yang akan menadi tanda
gagal napas
Takipnea
,paya napas meningkat ! retraksi berat.
naps cuping hidung. adanya stridor danaps wheeAing.
napas merintih. head bobing pada bayi
-esadaran menurun. penurunan respon
termasuk terhadap sakit. letargi. iritabel
Pergerakan udara yang inadekuat! tangis
lemah. pengembangan dada. bunyi napas menurun
b. @eala dan telah teradi gagal napas
/pnu dan gasping
Bradicardi. per+usi sistemik menurun
<ipoksemia meskipun telah diberikan suplemen oksigen
# pao2B60 mmhg dengan +io2 1.)$
/danya tanda peningkatan shunt intrapulmoner
Peninglatan gradien oksigen alveolus4arteri #C20-0)
mmhg$
Penurunan rasio pao24 +io2 #B15)-2*) mmhg$
Peningklatan indeks oksigen #C1)$
Penurunan pergerakan udara. tangis lemah
Pen!%!"!k!n!!n
1. %embebaskan dan mempertahankan alan
napas tetap paten dengan posisi kepala yang benar dan
bila perlu memasukan oro+aringeal. Bila perlu dilakukan
intubasi endotrakeal
2. Pertahankan oksigenasi adekuat.
diberikanoksigen untuk mempertahankan pao2C2) mmhg
dan saturasi oksigen arteri C D)E #lihat tabel$
Pemberian oksigen dapat diberikan nasal kanul! mampu
memberikan +io2 sebanyak 2*E-**E dengan kecepatan
aliran 1-2 "4menit. digunakan apabila hanya teradi sedikit
abnormalitas pertukaran gas dan hanya membutuhkan
sedikit lebih banyak +io2. Sungkup memberikan 12 dengan
+low dan +io2 yang lebih besar
&. %empertahankan ventilasi yang cukup
# harus dipertahankan agar ph arteri dapat tetap dalam
kadar yang aman $. /pabila perlu. pernapasan dapat
dilakukan dengan ventilasi mekanik
*. %engobati penyakit mendasari
9
9ara pemberian oksigen. aliran oksigen yang digunakan dan hasil
+io2 yang didapat
9ara pemberian /liran oksigen yang
diberi #"4menit$
E?i12 yang
didapat
Sistem aliran rendah
-anul nasal
Sungkup oksigen
tanpa reservoar
Sungkup dengan
reservoar
Sistem aliran tinggi
Sungkup venturi
:ebuliAer
Oxygen tent
Oxygen hood
145-2 #bayi$
1-2 #anak$
0-5F
2-1)F
Sesuai aliran klep
5-1)
10
1)-1*
2*-**
2*-**
2)-DD
2*-0)
&)-1))
2*-1))
2*-*)
F dibutuhkan aliran oksigen C 0 "4menit untuk mengeluarkan
udara ekspirasi dari sungkup
10
DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBAN
G
S5ok KODE ICD: R.67
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n
P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+A/K0
De1inii
Syok adalah sindrom klinik akibat kegagalan sistem sirkulasi dalam
mencukupi kebutuhan nutrien dan oksigen dari segi pasokan maupun
penggunaannya untuk metabolisme selular aringan tubuh. sehingga
teradi de+isiensi akut oksigen seluler
E%io"o&i
!. S5ok Hi+ovo"emik
Jenis syok ini paling sering teradi pada anak. Teradi kekurangan
volume intravaskuler. /liran darah ke aringan dan organ menurun
2. S5ok K!$#io&enik
Syok teradi akibat dis+ungsi miokard. Teradi kegagalan pompa
antung
8. S5ok Di%$i2u%u1
Syok distributi+ disebabkan oleh maldistribusi aliran darah. =enous
return menadi tidak mencukupi oleh karena darah terkumpul di
ekstremitas menybabkan penurunan preload. akibat cardiac output
turun dan per+usi aringan berkurang
Terdapat & enis syok distributive!
1. Syok ana+ilaktik. teradi akibat adanya reaksi alegi.
ditandai vasodilatasi akut nasi+ dan peningkatan permeabilitas
kapiler
2. Syok neurogenik. teradi apabila tonus simpatis menadi
hilang. menyebabkan vasodilatsi arteri dan vena massi+
&. Syok septic. teradi karena in+eksi
#. S5ok O2%$uk%i1
<ambatan aliran darah ke antung. 9ontohnya coartasio aorta
M!ni1e%!i
K"ini
Secara klinik syok terbagi & +ase yaitu! +ase kompensasi. dekompensasi
dan irreversibel
@eala
klinis
kompensasi dekompensasi irreversibel
-ehilangan
darah E
?rekuensi
antung
=olume
nadi
Pengisian
kapiler
-ulit
((
Tingkat
kesadaran
Sampai dengan
20
Takikardi 7
:ormal4menurun
:ormal4meningkat
'ingin. pucat
Takipnu 7
/gitasi ringan
20-*)
Takikardi 77
%enurun 7
%eningkat 7
'ingin.
mottled
Takipnu 7
berkooperasi
C*)
Takikardi4bradikardi
%enurun 77
%eningkat--
Pucat mati
Sighing respiration
Bereaksi hanya
kepada rasa sakit
11
atau tidak responsi+
Di!&noi
1. 'ari riwayat penyakit. riwayat kehilangan darah4trauma
dapat diperoleh dugaan dan penyebab syok. Sebagian penyebab
syok adalah syok hipovolemik karena dehidrasi atau perdarahan
#trauma$ diikuti oleh sepsis dan antung bawaan
2. Pemeriksaan klinis
Tentukan status kardiovaskuler antara lain +rekuensi antung. kualitas
nadi kecepatan kapiler #capilery re+ill$. kaki tangan dingin. gangguan
per+usi kulit #pucat. mottled. sianosis$ dan tekanan darah
Pengaruh gangguan sirkulasi terhadap organ vital lain yaitu +rekuensi
dan tipe pernapasan. tingkat kesadaran dan produksi urin
Pen!%!"!k!n!!n
Reui%!i !9!"
'. Ai$9!5
Bersihkan alan napas bila ada sumbatan. letakan dalam posisi
tubuh-leher-kepala dalam satu garis kesatuan
). B$e!%,in&
Berikan oksigen #+io2 1))E$ . bila perlu ventilatory support
:. Ci$8u"!%ion
Pasang akses vaskuler secepatnya #2)-D) detik$ untuk resusitasi
cairan dan berikan cairan kristaloid 2) cc4kgbb dalam waktu kurang
dari 1) menit. :ilai respon terhadap pemberian cairan dengan
menilai perubahan nadi dan per+usi aringan#sebelum dan setelah
resusitasi$. (espon yang baik ditandai dengan penuruan denyut nadi.
perbaikan per+usi aringan dan perbaikan tekanan darah bila terdapat
hipotensi sebelumnya.
Periksa kateter urin untuk menilai sirkulasi dengan memantau
produksi urin.
Penggunaan koloid. dalam umlah yang terukur. dapat
dipertimbangkan untuk mengisi volume intravaskular.
Pemberian cairan resusitasi dapat diulangi. bila syok belum teratasi.
hingga volume intravaskular optimal. Pemberian cairan dapat
diberikan kembali setelah pemberian pertama belum optimal yaitu 2 G
1) cc4kgbb.Target resusitasi cairan!
- Capillary refill time B 2 detik
- -ualitas nadi peri+er dan sentral sama
- /kral hangat
- Produksi urine C 1 ml4kg4am
- -esadaran normal
Pemberian resusitasi cairan dihentikan bila penambahan volume
tidak lagi mengakibatkan perubahan hemodinamik. dapat disertai
terdapatnya ronkhi basah halus nyaring. peningkatan vena ugular
atau pembesaran hati.
Bila resusitasi cairan telah diberikan #2-& kali$ dimana kurang lebih
*)-2)E dari volume darah telah dimasukkan namun belum ada
respon yang adekuat. maka dilakukan tindakan intubasi dan bantuan
ventilasi
Periksa dan atasi gangguan metabolik seperti hipoglikemia.
hipokalsemia dan asidosis.
12
Pem!n%!u!n !9!"
1. :ilai respon penderita terhadap pemberian +luid challenge
#loading$ dengan memantau status kardiovaskuler4tanda vital dan
per+usi peri+er
2. Pasang kateter urin untuk menilai respon perbaikan sirkulasi
dengan memantau produksi urin
&. /mbil pemeriksa urin darah cito untuk darah tepi. analisa gas
darah. kadar glukosa dan elektrolit # bila perlu kultur. resistensi
dan golongan darah$
Reui%!i "!n.u%!n
1. Bila syok teratasi penderita dikirim ke bangsal sesuai diagnosa
2. Bila syok tidak teratasi penderita dikirim ke picu
13
DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
In%$! oeu
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+A/K0
Pengertian Penyediaan akses vena melalui Venous Cut Down
Tuuan %enyediakan akses untuk pemberian cairan. obat-obatan.
darah4produk-produk darah atau suplemen nutrisi apabila
akses intravena tidak dapat dilakukan
-ebiakan 'ilakukan oleh dokter yang bertugas di sub unit Perawatan
8ntensive /nak dibantu oleh perawat mahir4ahli.
8ndikasi -etidakmampuan pemberian obat-obatan dan cairan
secara intravena karena per+usi aringan yang buruk
<ipovolemi yang membutuhkan penggantian cairan atau
darah segera dengan menggunakan arum besar
Pemasangan pacemaker
9ardiac arrest pada bayi baru lahir atau pada anak yang
kecil dimana pemasangan 9=P tidak berhasil dilakukan
Prosedur Persiapan!
Persiapan /lat!
Scalpel dengan pisau no 1) dan 11
cur!ed "elley hemostat
small mos#uito hemostat
?ine-toothed +orceps
/lat-alat dan bahan-bahan anestesi
@unting
-lem duk
Sekurang-kurangnya 2 kanul dengan ukuran yang
berlainan
1 selang in+us steril
kasa steril *G* cm
'isposable syringe 0cc
$elf%retaining retractors
$mall rake
:eedle holder
Benang sutra ukuran &-) dan *-)
"arutan saline
Povidone iodine solution
14
-apas alkohol
-asa steril *G* cm
Salep antibiotik
Sarung tangan steril
,rutan penanganan
Persiapan!
1. Pilih lokasi yang sesuai kira-kira 2 ari diatas
malleolus medialis. palpasi daerah tersebut untuk
memastikan lokasi vena.
2. "akukan pembersihan dengan povidone iodine
solution. lalu tunggu hingga kering #sekitar & menit$
&. Bersihkan bekas povidone iodine solution dengan
kapas alkohol
*. Pakai sarung tangan steril
0. Tutup daerah tindakan dengan duk bolong
2. "akukan anestesi.
Pemasangan!
1. "akukan insisi pada kulit sampai aringan
subkutaneus. 8nsisi dilakukan secara transversal. dari
anterior tibia melewati malleolus medialis sampai ke
posterior tibia diatas vena.
2. Pisahkan kulit yang diinsisi dengan ibu ari dan ari
telunuk
&. %asukkan cur!ed hemostat dengan posisi
menghadap kebawah
*. 'engan menggunakan 1 manuver balikkan posisi
cur!ed hemostat sehingga posisi cur!ed menghadap
atas
0. Buka hemostat tersebut dan identi+ikasikan vena
tersebut. /pabila vena tersebut masih belum dapat
diidenti+ikasikan. bendung daerah proksimal kaki
tersebut sehingga darah akan terbendung dalam vena
tersebut dan vena dapat dengan mudah diidenti+ikasi.
2. %asukkan small straight hemostat dibawah vena
tersebut
6. 8solasi vena tersebut dengan menggunakan 2 ikatan.
5. Pilih kanul 1 ukuran lebih besar dari ukuran vena
yang terlihat. hubungkan selang in+us pada kanul.
D. Terdapat berbagai macam teknik untuk memasukkan
kanul pada vena saphena!
- =ena diangkat dan dilakukan insisi secara
longitudinal diantara 2 ikatan benang. @unting iris
dimasukkan kedalam vena untuk membesarkan
lumen vena agar kateter dapat dimasukkan
- Teknik lain adalah dengan menginsisi dengan
uung pisau no 11 pada sisi lateral vena. 8nsisi
secara transversal ini memotong separuh dari
15
diameter vena. sehingga dengan menggunakan
gunting iris atau !ein introducer kateter dapat
dimasukkan. =ein introducer lebih sering dipilih
karena memberikan trauma yang ringan pada
aringan dan dapat memasukkan kateter dengan
lebih mudah.
1). %asukkan kanul kedalam vena
- Vein introducer dapat dimasukkan kedalam vena
yang terpotong untuk mempermudah masuknya
kanul. 'engan bevel menghadap keposterior dari
dinding vena. kendurkan ikatan proksimal dan
secara perlahan masukkan kanul tersebut. ?iksasi
vena dengan tarikan ringan.
- %etode lain adalah dengan memasukkan kanul
melalui sisi distal dari luka dengan melakukan
insisi. %enggunakan needle no 1*@ atau yang
lebih besar ditusukkan kearah kulit dari sisi dalam
insisi pada kulit sebelah distal dimana hal ini
dilakukan untuk mencegah in+eksi pada kulit. "alu
masukkan kanul setelah arum dicabut seperti
cara diatas. <al ini mengurangi insiden in+eksi
pada tempat insisi dan pada vena. karena kanul
tidak melalui luka insisi.
11. "akukan aspirasi untuk memastikan posisi kanul
benar kemudian lanutkan dengan memasukkan
beberapa ml larutan saline untuk mencegah
teradinya bekuan darah serta untuk menamin tidak
terdapatnya sumbatan.
12. Pasang cairan intravena
1&. 8kat vena beserta kanul pada sisi proksimal
1*. "igasi sisi distal
10. Tutup luka
16
DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
ASMA BRONKIAL KODE ICD: (.;6
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+A/K0
D!!$ #i!&noi
Batuk. dan sesalk napas yang proksimal dengan atau tidak ad
+aktor pencetus dan ada atau tidak ada geala atopi dalam
keluarga. ekspirasi memanang dan wheeAing ekspirasi
Pen!%!"!k!n!!n %encari dan menghindari +aktor pencetus untuk itu perku
kerasama dengan orang tua penderita
%encegah serangan asma dengan pemberain obat untuk
mempertahankan sel-sel mediator tidak pecah. 1bat-obat yang
dipakai adalah sodium kromoglikat dan ketoti+en. Bila serangan
diduga akibat +aktor elergi dan serangan lebih dari & kali dalam
sebulan diberikan ketoti+en dosis ).)20 mg4kgbb4hari dibagi 2
dosis diberikan selama 2 bulan atau lebih
Pengelolaan serangan akut4status asmatikus berikan
ventolin nebuliAer #).0-1 ampul$ serangan ringan #1G
nebulisasi$ -C pulang dengan obat oral #pulvus asma$
Serangan sedang #2-&G nebulisasi$ -C rawat sehari -C oksigen.
steroid oral. tiap 2 am nebulisasi. nilai 5-12 am!
Bila perbaikan -C pulang
Bila gagal -C rawat bangsal. pasang 8=?'
Serangan berat #&G nebulisasi$ -C gagal -C status asmatikus -C
rawat bangsal
17
DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
Ke.!n& KODE ICD: R.64
No.Dokumen No. Revii
H!"!m!n:
P!n#u!n P$!k%ek
K"ini
T!n&&!" $evii
' (!nu!$i )*')
Di%e%!+k!n o"e,-
D$. H.. Si"vi! T$i$!%n!- S+A/K0
Tu.u!n
1. %enaminoksigenasi aringan otak. serta +ungsi antung dan
paru
2. %engatasi keang secepat mungkin dan mencagah
berulangnya keang
&. %emperbaiki gangguan metabolisme dan keseimbangan
air dan elektrolit
*. %encegah komplikasi sistemik
0. %engenal dan mengobati penyebab naiknya suhu
Pen!%!"!k!n!!n
,ntuk mencapai tuuan tersebut diatas maka langkah pertolongan
yang akan dilakukan adalah!
1. %engatasi dan mencegah berulangnya keang. Semua
anak yang dalam keadaan keang pada saat pemeriksaan.
apapunpenyebabnya. obat pilihan adalah diaAepam. baik
secara parenteral atau perektal
2. Perawatan umum
Sementara mengatsi keang. diberi pertolongan untuk
memperbaiki dan menamin oksigenasi otak dengan alan!
a. %emperbaiki oksigen
b. %elonggarkan pakaian padat
c. %embersihkan alan napas. menghisap cairan dari
rongga mulut dan saluran pernapasan
d. /nak diletakan dalam posisi semi trendelenberg
e. ,ntuk mencegah aspirasi sebaiknya posisi kepala
anak dimiringkan
+. %enurunkan suhu bila panas dengan cara!
%eniupkan udara dingin
%endinginkan udara seitarnya
-ompresi dengan es atau alkohol
/ntipiretik ! parasetamol &)-0)
mg4kgbb4hari dibagi dalam & dosis atau parasetamol
2) mg4tahun umur4kali. & kali sehari
&. Bila keang lebih dari &) menit. maka untuk mengatasi
edema otak yang dapat teradi diberikan kortikosteroid !
deksametason ).2-).& mg4kgbb4kali. & kali sehar. lama
pemberian *-0 hari. Bila ada tanda herniasi! pernapasan
tidak teratur. bradipnu. kesadaran makin menurun.
diberikan manitol 2)E dengan dosis ).20-1 gram4kgbb4kali
18
intravena. 'iberikan dalam waktu 3 am dapat diulang tiap
5 am. Berikan cairan dengan kadar natrium yang rendah
yaitu cairan 2!1 dan umlah cairan pada hari pertama 6)E
dari kebutuhan maintenence. -alau tidak tersedia manitol
dapat uga diberikan gliserol 1)E dengan dosis ).0-1
gram4kgbb4hari peroral diberikan * dosis
*. %encari dan mengobati penyebab panas
0. Setelah keang teratasi penderita dikirim ke bangsal
19