Anda di halaman 1dari 47

PT PLN (PERSERO)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PEMELIHARAAN PLTD
PENDAHULUAN
Dalam pemeliharaan Mesin Diesel diperlukan ketelitian dan kebersihan serta
metoda yang benar untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang memuaskan.
Kemudian kelengkapan kerja untuk melakukan pemeliharaan yang memadai
memeberikan kemudahan para pelaksana pemeliharaan, sehingga waktu dan
hasil kerja dapat tercapai sesuai dengan standart perusahaan.
Peralatan kerja yang umum seperti kunci ring, kunci pass, kunci sock, tang
kombinasi dan masih banyak lagi pada sebagian besar unit pembangkit telah ada
tetapi kelengkapannya belum memadai serta kualitas peralatan yang rendah.
Yang masih sulit didapat pada unit unit pembangkit di daerah tertentu adalah
Special Tools ( Peralatan Khusus ), alat ukur maupun kalibrasi lainnya yang
disesuaikan dengan jenis dan merek mesin yang dipakai.
Kendala ini merupakan salah satu penyebab hasil suatu pemeliharaan mesin
tidak dapat maksimal dan keterampilan seorang pelaksana untuk melasanakan
pemeliharaan yang masih belum memadai.
Upaya menambah ketrampilan pelaksana dalam melakukan pemeliharaan perlu
mendapat perhatian dengan memperbanyak pengetahuan kontruksi bagianbagian mesin serta prinsip kerja bagian mesin tersebut.

PEMELIHARAAN
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 1/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pengertian Pemeliharaan :
Pemeliharaan adalah pekerjaan / kegiatan pada suatu obyek kerja dengan tujuan
utama mempertahankan kondisi obyek kerja agar dapat beroperasi / bekerja
secara optimum.
Definisi Pemeliharaan :
Melakukan segala aktifitas terhadap obyek kerja, untuk mempertahankan kondisi
obyek kerja seperti atau mendekati kondisi semula, dan berfungsi sesuai dengan
standar yang diijinkan.

KLASIFIKASI PEMELIHARAAN

a.

Pemeliharaan Periodik.

Pemeliharaan yang terencana untuk mendapatkan hasil agar kondisi seluruh


peralatan dapat dioperasikan dengan aman, handal dan optimal.

b.

Pemeliharaan Korektif.

Pemeliharaan yang terencana yang dilakukan pada waktu tertentu ketika terjadi
kelainan atau kondisi kerja peralatan yang mengalami penurunan selama
beroperasi kemudian dilakukan kegiatan pemeliharaan agar dapat beroperasi
dengan aman dan optimal.

c.

Pemeliharaan Darurat.

Pemeliharaan yang tidak terencana untuk melakukan perbaikan kondisi kerja


peralatan yang mengalami gangguan secara tidak terduga sebelumnya serta

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 2/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

penanggulangannya dilakukan secepatnya agar kondisi kerja peralatan dapat


kembali beroperasi.
METODE PEMELIHARAAN
a.

Pemeliharaan Berdasarkan Waktu.

Pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan waktu atau jam kerja suatu peralatan
atau jam jalan suatu mesin untuk mengembalikan kondisi kerja peralatan atau
mesin mendekati kondisi semula.
b.

Pemeliharaan Berdasarkan Kondisi.

Pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan kondisi peralatan saat itu atau yang
didapat pada saat dilakukan pemantauan secara kontinou sudah tidak normal
agar dapat kembali normal.
c.

Pemeliharaan Setelah Rusak.

Pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan kondisi peralatan setelah mengalami


kerusakan atau tidak dapat digunakan lagi dan tidak dapat berfungsi dengan
baik, kemudian dilakukan perbaikan agar normal kembali.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 3/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

KALENDER PEMELIHARAAN
JENIS PEMELIHARAAN

KALENDER

JAM KERJA

P0

Harian

24 Jam

P1

Mingguan

125 Jam

P2

2 Mingguan

250 Jam

P3

Bulanan

500 Jam

P4

Triwulan

1.500 Jam

P5

Semesteran

3.000 Jam

P6

T.O

6.000 Jam

P7

S.O

12.000 Jam

P8

M.O

18.000 Jam

KALENDER PEMELIHARAAN :
Kalender

pemeliharaan

merupakan

tabel

untuk

melakukan

kegiatan

pemeliharaan yang jenis kegiatannya menyesuaikan dengan tabel yang telah


dibuat.
Urutan serta jenis pemeliharaan telah ditentukan pada tiap jenis kelender
pemeliharaan dengan langkah-langkah kerja.
Pemeliharaan berdasarkan kalender pemeliharaan
1. Pemeliharaan Rutin :
Pemeliharaan Rutin adalah jenis pedoman pemeliharaan PLTD yang ruang
lingkupnya meliputi pekerjaan peralatan bantu Mesin Diesel.
Terdiri dari :
P0, P1, P2, P3, P4, P5.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 4/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Ruang lingkup kerjanya:


-

mengamati.

Membuang.

Memeriksa.

Mengganti.

Menambah.

Membersihkan.

Uraian kegiatan Pemeliharaan Rutin.


a. P0 Melumasi dan menggemuki secara manual.
Membuang air kondensat dan kotoran dari tangki.
Memeriksa dan menambah minyak atau air pendingin.
Membersihkan bagian bagian mesin.
b. P1 Membuka dan membersihkan separator.
Membuka dan membersihkan saringan.
Membersihkan peralatan Bantu dari debu dan minyak yang bocor.
c. P2 Mengganti minyak pelumas dari peralatan tertentu sesuai petunjuk pabrik.
Meminyaki bantalan.
Menambah bahan kimia pada air pendingin.
d. P3 Memeriksa peralatan / sistem agar bekerja denganbaik.
Memelihara jika terjadi kebocoran dan memperbaiki jika perlu.
Memeriksa tekanan injector, temperatur dan warna asap.
Memeriksa sistem pelumasan agar bekerja denagn baik.
e. P4 Memeriksa fungsi dan kerja alat pengaman.
Memeriksa bekerjanya Black- Start.
Memeriksa bekerjanya governor.
Memeriksa kualitas air pendingin dan unit pengolah.
Memeriksa viskositas minyak pelumas.
Memeriksa battery.
f. P5 Memeriksa dan membersihkan injector.
Memeriksa sistem pengabutan bahan bakar.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 5/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Memeriksa kelonggaran baut-baut dan shim.


Memeriksa kualitas air pendingin dan unit pengolah.
Memeriksa kelonggaran roda gigi dan bantalan.
Mengganti saringan minyak palumas.

2. Pemeliharaan Berkala :
Pemeliharaan Berkala adalah pedoman pemeliharaan PLTD yang berdasarkan
interval waktu operasi atau lebih dihitung dari mulai dilakukan pemeliharaan.
Terdiri dari :
P6 Top Overhaul
P7 Semi Overhaul
P8 Mayor Overhaul

Ruang lingkup kerjanya :


-

Pembongkaran.

Penggantian.

Pembersihan.

Perbaikan.

Pengukuran.

Penyetelan.

Pemasangan.

Pengetesan.

Peralatan utama dan peralatan bantu lainnya.


Uraian kegiatan Pemeliharaan Berkala.
a. P6 Top Overhaul.
Membersihkan injektor
Pemeriksaan semua kepala silinder dan komponennya.
Pemeriksaan dan pengukuran satu bantalan duduk dan bantalan luncur.
Pemeriksaan dan pengukuran satu piston, satu liner.
Pembersihan Generator.
Pemeriksaan bekerjanya peralatan listrik.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 6/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pembersihan Cooling system dan Intrcooler.


Pemeriksaan Vibration Damper.
Pemeriksaan Turbocharger, jika perlu lakukan Overhaul.
Pengujian daya mampu mesin setelah Overhaul.
b. P7 Semi Overhaul
Pelaksanaan kerjanya hampir sama dengan P6.
c. P8 Mayor Overhaul.
Overhaul dan Pemeriksaan semua kepala silinder dan komponennya.
Overhaul piston, liner, turbocharger, bantalan dan saat pengabutan.
Overhaul silinder blok.
Pemeriksaan semua perlengkapan dan alat bantu.
Pemeriksaan Generator dan panel listrik.
Pemeriksaan getaran pondasi dan suara.
Pemeriksaan daya mampu setelah Overhaul.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 7/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PROSEDUR KERJA KEGIATAN PEMELIHARAAN


1.

PERSIAPAN
A.

Lokasi

Melakukan pendataan tempat dimana akan dilakukan aktifitas yang dapat


memberikan kemudahan, keselamatan dan keamanan bagi manusia maupun
materialnya
Dalam menyiapkan lokasi kerja ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian
antara lain :
a. Daerah kerja tidak berdekatan dengan mesin yang beroperasi.
b. Mempunyai saluran pembuangan limbah cair.
c. Lokasi tidak tergenang.
d. Mudah lalu lalang pelaksana dan pengawas pekerjaan.
e. Terlindung dari panas dan hujan
f.

Mempunyai sarana air bersih yang memadai.

g. Tidak berdekatan dengan peralatan listrik dan trafo.


B.

Pelaksana.

Pelaksana adalah personil yang akan melaksanakan pemeliharaan, banyaknya


dan tingkat keahlian disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukannya.
C.

Material.

Kebutuhan material disiapkan sebelum pelaksanaan pemeliharaan, sudah


tersedia dalam gudang material.
D.

Alat-alat Kerja

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 8/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fasilitas yang digunakan dalam melakukan aktivitas kerja yang dapat


memberikan kemudahan, keselamatan dan keamanan bagi manusia maupun
materialnya selama melakukan aktivitas tersebut.
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk melakukan aktivitas yang
berhubungan dengan Peralatan Kerja antara lain :
a. Kunci-kunci masih layak digunakan..
b. Peralatan khusus yang sesuai dengan mesin yang akan dikerjakan.
c. Bahan-bahan dan peralatan untuk membersihkanbagian mesin.
d. Peralatan pengangkat yang memadai dan aman.
e. Sepatu kerja yang sesuai kondisi pekerjaan.
f.

Mesin perkakas untuk jenis pekerjaan mudah dan khusus.

g. Alat ukur yang masih akurat.


h. Kompressor dan kelengkapannya.
i.

Pompa air tekanan tinggi ( + 100 Bar ) (Jet Cleaner).

Peralatan

kerja

yang

diperlukan

dipersiapkan

sebelum

pelaksanaan

pemeliharaan dengan memperhatikan kondisi peralatan, mesin yang akan di


Overhaul dan satuan yang dipakai di mesin yang akan di Overhaul.
E.

Test Jalan

Menghidupkan dan membebani mesin untuk dilakukan pemeriksaan kondisi


mesin sebelum dan sesudah dilakukan pemeliharaan.
Dan merupakan data data yang digunakan sebagai pembanding kondisi mesin
sebelum dan sesudah Overhaul.
F.

Membuat Jadwal

Sebelum pemeliharaan dilaksanakan,dibuat jadwal pelaksanaan pemeliharaan


yang memberikan panduan tentang jenis kegiatan, alokasi waktu, tenaga yang
disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
Jadwal dibuat dengan urutan dimulai dari rencana pemeliharaan dan realisasi
yang terjadi.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 9/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

2.

PELAKSANAAN OVERHAUL
A.

Pengamatan

Pengamatan seluruh kondisi mesin sebelum dilakukan pemeliharaan.


B.

Pengamanan

Pengamanan dan kebersihan seluruh ruangan yang akan digunakan agar


memperkecil resiko kecelakaan kerja saat melakukan pemeliharaan.
C.

Pencatatan Prosedur Pembongkaran.

Memperhatikan prosedur dan urutan pembongkaran, penempatan pembersihan,


pemeriksaan, pengukuran dan pemasangan untuk memperkecil kesalahan pada
waktu pemasangan.
D.

Pengukuran.

Perhatikan seluruh kondisi dan kebersihan peralatan sebelum dilakukan


pengukuran dan metode yang dilakukan untuk melakukan pengukuran agar
didapat hasil yang teliti..
E.

Penyetelan.

Penyetelan seluruh komponen mesin harus mengikuti ketentuan yang telah


ditetapkan oleh pabrik pembuat mesin agar tidak terjadi penyimpangan
penyetelan.
F.

Pencatatan Prosedur Pemasangan.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 10/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Memperhatikan prosedur dan urutan pemasangan, penempatan kebersihan,


pemeriksaan pemasangan, dan pengikatan untuk memperkecil kesalahan pada
waktu pemasangan.
3.

PELAPORAN
A.

Pendataan sebelum dilakukan pemeliharaan.

Pendataan kondisi kerja mesin, dan generator secara keseluruhan untuk


digunakan sebagai pembanding.
B.

Pendataan setelah dilakukan pemeliharaan.

Pendataan kondisi kerja mesin, dan generator secara keseluruhan yang akan
dibandingkan dengan kondisi sebelum dilakukan pemeliharaan.
C.

Laporan hasil kegiatan pemeliharaan.

Laporan yang memberikan keseluruhan kegiatan yang mencakup tenaga kerja,


material, waktu pelaksaan dan hasil pemeliharaan.

SASARAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN


1. Memaksimalkan kondisi peralatan agar dapat beroperasi secara maksimal
sesuai standar pembuat.
2. Menjaga kestabilan operasi peralatan pada waktu yang lama, sesuai dengan
umur teknis peralatan.
3. Meminimalkan biaya operasi suatu peralatan dengan melakukan pemeliharaan
secara efektif dan efisien.
4. Meminimalkan tingkat gangguan selama peralatan dioperasikan agar tidak
mengganggu tingkat keandalan peralatan.
5. Memaksimalkan umur kegunaan peralatan.
6. Menjaga keselamatan peralatan dan instalasinya serta lingkungannya.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 11/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

7. Mempertahankan kemampuan operasi peralatan pada jangka waktu yang


lama hingga mencapai umur teknis dan ekonomis pengoperasian.

FUNGSI KOMPONEN
MESIN DIESEL

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 12/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

BAGIAN BAGIAN UTAMA MESIN DIESEL

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cylider Head
Piston Assembly
Cylinder Liner & Engine Block
Crank Shaft & Cam Shaft
Bearing
Transmision Gears

( Kepala Silinder ).
( Rangkaian Torak ).
(Silinder & Blok Mesin).
( Poros Engkol & Poros Nok ).
( Bantalan ).
( Roda Gigi Transmisi )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 13/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

7. Frame
8. Bed Plate

( Rangka ).
( Dudukan ).

1. CYLINDER HEAD
( KEPALA SILINDER )

JENIS KEPALA SILINDER.

KEPALA SILINDER TUNGGAL

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 14/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

KEPALA SILINDER MAJEMUK

Fungsi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penutup Silinder.
Menempatkan Katup.
Menempatkan Rocker Arm.
Menempatkan Injector.
Menempatkan Valve Starting ( Katup Start ).
Tempat Saluran Udara Masuk & Gas Buang.

KOMPONEN YANG TERDAPAT PADA KEPALA SILINDER


1. INJECTOR (PENGABUT ):

Fungsi :
1. Mengabutkan bahan bakar.

2. ROCKER ARM ( PELATUK )

Fungsi :
1. Menggerakan katup untuk
membuka saluran udara
masuk dan saluran gas buang.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 15/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

3. VALVE ( KATUP )

Fungsi :
1. Menutup dan membuka saluran udara
masuk dan saluran gas buang.
2. Konstruksi Katup :
Sudut Bidang Kontak :
30 o dan 45 o
3. Tanpa Rotator dan dengan Rotator.

4. STARTING VALVE

Fungsi :
1. Membuka dan menutup saluran
udara start mesin.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 16/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

2. PISTON & CONNECTING ROD


( TORAK & BATANG TORAK )

PISTON ASSY
1. PISTON ( TORAK )
Fungsi :
1.
2.
3.
4.
5.

Merapatkan Ruang Bakar.


Menerima Tekanan Pembakaran.
Menyerap Panas Hasil Pembakaran.
Meneruskan tekanan hasil pembakaran.
Meneruskan panas pembakaran ke liner.

2. PISTON RING ( RING TORAK )

Fungsi :
1. Merapatkan torak dengan liner.
2. Memindahkan panas torak ke liner.
3. Mencegah kebocoran tekanan diatas torak.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 17/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

3. PISTON PIN ( PENA TORAK )


Fungsi :
1. Pena penghubung batang torak dengan
torak.

4. CONNECTING ROD (BATANG TORAK )

Fungsi :
1. Meneruskan tekanan torak ke poros
engkol..
2. Meneruskan putaran poros engkol
ke torak.

3. CYLINDER LINER & ENGINE BLOCK


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 18/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

( SILINDER & RANGKA MESIN )


1. CYLINDER LINER ( SILINDER )

Fungsi :
1. Tempat terjadinya proses pembakaran.
2. Tempat pergerakkan torak.
3. Penghantar panas hasil pembakaran.

2. LINER ( SILINDER )

Liner Basah :
1. Liner bersinggungan langsung dengan
air pendingin m esin.
2. Antara liner dengan mesin
menggunakan penyekat karet.
3. Tingkat korosi liner lebih tinggi.

Liner Kering :
1. Liner tidak bersinggungan langsung
dengan air pendingin m esin.
2. Pemasangan liner lebih sulit.
3. Liner lebih tahan korosi.
3. ENGINE BLOCK.( BLOK MESIN )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 19/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fungsi :
1. Tempat kedudukan liner& poros engkol.
2. Tempat komponen disatukan.
3. Rangka Utama Mesin.

4. CRANK SHAFT
( POROS ENGKOL )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 20/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fungsi :
1. Merubah gerak putar menjadi gerak
bolak-balik atau sebaliknya.
2. Tempat bertumpunya batang torak.

CAM SHAFT
( POROS BUBUNGAN )

Fungsi :
1. Merubah gerak putar menjadi gerak lurus.
2. Mengatur buka & tutup katup.
3. Penggerak pompa pengabutan bahan bakar.

5. BEARING
( BANTALAN )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 21/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fungsi :
1. Pelapis gerakan logam keras dengan
logam keras.
2. Memudahkan pemeliharaan
komponen mesin yang bergerak.
3. Memperkecil biaya pemeliharaan
komponen mesin yang bergerak.
4. Mencegah komponen utama yang
bergesekan cepat rusak.

6. TRANSMISION GEAR
( RODA GIGI PENGATUR )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 22/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fungsi :
1. Mengatur pergerakan membuka & menutup katup.
2. Mengatur pergerakan pompa injeksi bahan bakar.
3. Mengatur penyesuaian pergerakan langkah torak dengan
pompa injeksi bahan bakar, pergerakan membuka dan menutup
katup.
4. Menghubungkan putaran poros engkol dengan komponen yang
memerlukan gerak putar.

7. Frame
( Rangka )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 23/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Fungsi :
Rangka Mesin adalah badan induk untuk
mendukung semua bagian-bagian mesin
yang harus dapat menahan lendutan atau
lengkungan akibat berat beban komponen
mesin.

8. Bed Plate
( Lantai Mesin )

Fungsi :
Sebagai penyangga utama seluruh bagian mesin dan generator
untuk memudahkan penempatan mesin dan generator.

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


KOMPONEN MESIN
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 24/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. CYLINDER HEAD
( KEPALA SILINDER )

1. Pembersihan seluruh komponen kepala selinder.


2. Pemeriksaan permukaan bidang yang berhubungan dengan komponen yang lain,
terutama daerah pemasangan paking.
3. Pengukuran dimensi katup, dudukan katup dan penahan gerakan katup (Valve
Guide)
4. Pemeriksaan kondisi dan sudut katup dan sudut dudukan katup (sebelum di
poles/skur).
5. Pemeriksaan hasil setelah di poles/skur.
6. Pengujian kekuatan pegas sesuai standar pabrik pembuat mesin.
7. Pemeriksaan kemungkinan terjadi kebocoran pada katup setelah dipasang.
2. PISTON, PISTON RING & PISTON PIN
( TORAK & CINCIN TORAK )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 25/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Pembersihan seluruh komponen torak.


2. Pemeriksaan permukaan alur cincin torak.
3. Pengukuran alur cincin torak.
4. Pengukuran dimensi pena torak dan lubang pena torak.
5. Pengukuran kelonggaran gap cincin torak pada silinder (Liner).

3. CYLINDER LINER
( Tabung Silinder )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 26/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.
2.
3.
4.

Pembersihan seluruh komponen tabung silinder (Cylinder Liner).


Pemeriksaan permukaan bagian dalam tabung silinder.
Pemeriksaan kenungkinan terdapat alur permukaan bagian dalam tabung silinder.
Pengukuran diameter tabung silinder.

4. INJECTOR
( Pengabut / Ijnektor )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 27/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.
2.
3.
4.
5.

Melepaskan seluruh komponen injector.


Pemeriksaan kondisi seluruh komponen.
Pembersihan seluruh komponen injektor.
Pemeriksaan kebersihan seluruh komponen sebelum di rakit..
Pengujian dan penyetelan tekanan pengabutan sesuai standar.

5. CRANK SHAFT
( Poros Engkol )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 28/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Pembersihan poros engkol dari deposit minyak pelumas dan mengamankan poros
tumpuan bantalan agar poros tidak tergores.
2. Pemeriksaan permukaan seluruh poros tumpuan bantalan.
3. Pengukuran diameter seluruh poros tumpuan sesuai petunjuk pabrik pembuat
mesin.
4. Pengukuran diameter bantalan dan sesuaikan dengan standar mesin.
5. Pengukuran penyimpangan engkol (Defleksi) pada tiap-tiap silinder, sesuai table.
6. Pemeriksaan putaran poros agar tidak terjadi putaran yang tidak normal (Jika
poros diputar terasa berat).

6. CAM SHAFT
( Poros Bubungan / Nok )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 29/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Pembersihan poros bubungan / nok dari deposit minyak pelumas dan


mengamankan poros bubungan agar poros tidak tergores. .
2. Pemeriksaan seluruh permukaan poros dengan teliti.
3. Pengukuran diameter seluruh poros tumpuan sesuai petunjuk pabrik pembuat
mesin.
7. INJECTION PUMP
( Pompa Injeksi Tekanan Tinggi )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 30/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.
2.
3.
4.

Pembersihan pompa injeksi bagian.


Pemeriksaan plunyer, barrel, pegas dan katup satu arah.
Pengukuran volume pemompaaan pada tiap-tiap pompa (Kalibrasi).
Pengujian kerja mekanikal governor.

8. OIL PUMP
( Pompa Oli )
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 31/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Pembersihan seluruh komponen pompa pelumas.


2. Pemeriksaan pompa roda gigi, poros roda gigi dan bantalan.
3. Pengukuran kelonggaran roda gigi dengan roda gigi dan roda
gigi dengan rumah pompa oli.
4. Pengujian kerja pompa oli.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 32/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

ALAT UKUR
&
PERALATAN KERJA

PERALATAN UKUR
1. VERNIR CALIPER
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 33/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

( Jangka Sorong )

JANGKA SORONG UNIVERSAL


Ketelitian Pengukuran 0,1mm, 0,05 mm

JANGKA SORONG ANALOG


Ketelitian Pengukuran 0,05 mm

JANGKA SORONG DIGITAL


Ketelitian Pengukuran 0,01mm

2. MICROMETER

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 34/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

OUT SIDE MICROMETER UNIVERSAL


Ketelitian Pengukuran 0,05 mm

OUT SIDE MICROMETER DIGITAL


Ketelitian Pengukuran 0,01 mm

IN SIDE MICROMETER UNIVERSAL


Ketelitian Pengukuran 0,05 mm

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 35/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

IN SIDE MICROMETER DIGITAL


Ketelitian Pengukuran 0,01 mm

TUMBULAR MICROMETER DIGITAL


Ketelitian Pengukuran 0,01 mm

ANALOG
Ketelitian Pengukuran 0,05 mm
PERALATAN KERJA / PERKAKAS

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 36/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

I. JENIS JENIS KUNCI


1.

Kunci Pass ( Open End Spanners )

2.

Kunci Kombinasi ( Combination Spanners )

3.

Kunci Ring ( Bihexagon Spanners )

4.

Kunci Inggris ( Adjustable Wrenches )

5.

Kunci Pipa ( Adjustable Pipe Wrenches )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 37/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

6.

Kunci Kait ( Hook Wrenches )

7.

Kunci Rante ( Chain Strap Wrenches )

8.

Kunci Sock ( Combined Socket Sets )

9.

Universal Joints

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 38/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

10.

Kunci L ( Hexagon Keys )

11.

Kunci L Bintang ( Offset Wrenchs )

12.

Kunci Momen ( Torque Wrenches )

II. JENIS JENIS TANG


1.

Tang Kombinasi ( Combination Pliers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 39/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

2.

Tang Potong ( Universal Diagonal Cutters )

3.

Tang Pompa Air ( Waterpump Pliers )

4.

Tang Pipih ( Flat Nose Pliers )

5.

Tang Ujung Runcing Lurus ( Long Nose Radio Pliers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 40/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

6.

Tang Ujung Runcing Bengkok ( Long Nose Radio Pliers )

7.

Tang Cirlip Buka Dalam ( Inside Circlip Pliers )

8.

Tang Cirlip Buka Dalam ( Inside Circlip Pliers )

9.

Tang Cirlip Buka Luar ( Outside Circlip Pliers )

10.

Tang Cirlip Buka Luar ( Outside Circlip Pliers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 41/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

11.

Tang Kupas Kabel ( Wire Stripping Pliers )

12.

Tang Kupas Kabel ( Wire Stripping Pliers )

13.

Tang Cekam ( Grip Pliers )

14.

Tang Cekam ( Grip Pliers )

15.

Tang Cekam ( Grip Pliers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 42/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

16.

Tang Cekam Las ( Grip Welding Pliers )

III. JENIS JENIS JANGKA

1.

Jangka Bengkok.

2.

Jangka Bengkok.

3.

Jangka Bengkok.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 43/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

IV. JENIS JENIS GERGAJI

1.

Gergaji Besi ( Adjustable Hacksaw ).

2.

Gergaji Kayu.

3.

Gergaji Tripleks.

V. JENIS JENIS PALU

1.
Palu Batu ( Dead-Blow Hammers ).
Hammers ).

2.

Palu

Mekanik

Engineers

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 44/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

3.
Palu Mekanik ( Engineers Hammers ).
Hammers ).

4.

Palu

5.
Palu Karet ( Rubber Mallets ).
Hammers ).

6.

Palu Plastik ( Shoft Faced

7.

Cabut

Paku

Claw

Palu Terak Las ( Welders Chipping Hammers ).

VI. JENIS JENIS TREKER

1.

Treker Kaki Tiga


( Triple Grip Reversible Pullers )

2.

Treker Kaki Tiga


( Triple Grip Reversible Pullers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 45/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

3.

Treker Kaki Dua


( Standard Twin Grip Pullers ).

4.

Treker Katup
( ValveSpring Lifters)

5.

Treker Katup
( ValveSpring Lifters )

6.

Treker Katup
( ValveSpring Lifters )

7.

Treker Pembuka Ring Torak


( Piston Ring Expanders )

8.

Treker Pemasang Torak


( Piston Ring Compressors )

VII.JENIS JENIS OBENG.

1.

Obeng Minus Elektrik ( Electricans Srrewdrivers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 46/47

PT PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

2.

Obeng Plus Elektrik ( Electricans Srrewdrivers )

3.

Obeng Minus Mekanik ( Engineers Srrewdrivers )

4.

Obeng Plus Mekanik ( Engineers Srrewdrivers )

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan Hal - 47/47