Anda di halaman 1dari 21

PT PLN (Persero)

PUSDIKLAT

I. KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2)

Tujuan Pokok Bahasan


Setelah menyelesaikan pokok bahasan, peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian K2
2. Memahami landasan hukum pelaksanaan K2/K3 di PT PLN (Persero)
3. Menjelaskan 4 (empat) pilar K2
4. Menjelaskan pengertian K3
5. Menjelaskan pola K2/K3 di PT PLN (Persero)
6. Memahami pengaruh K2 terhadap kinerja unit-unit kerja PT PLN (Persero).

I-1

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

1. HUBUNGAN ANTARA
K2 DAN K3

K3
Keselamatan & Kesehatan Kerja

K2
Keselamatan & Kesehatan Kerja

Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

UU No.1/1970
Tentang Keselamatan Kerja

Masy.Umum sekitar Instalasi


Instalasi
Lingkungan Instalasi
Dibatalkan MK
UU 20/2002
Kembali ke
Tentang Ketenagalistrikan
(K2)

UU 15/1985
Tentang Ketenagalistrikan
(Kesel. Kerja & Kesel. Umum)

PP 3/2005 Psl.21
(K2)
Dipersiapkan UU Baru Tentang Ketenagalistrikan (K2)

I-2

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

I-3

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

2. Definisi/Pengertian K2
Keselamatan ketenagalistrikan adalah segala upaya atau langkah-langkah
pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik untuk
mewujudkan kondisi andal bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia,
serta kondisi akrab lingkungan, dalam arti tidak merusak lingkungan hidup di sekitar
instalasi tenaga listrik.

3. Ruang Lingkup Keselamatan Ketenagalistrikan di PT PLN (Persero)

4. Landasan Hukum K2
Dasar Hukum :
1. UU No.1 / 1970 ttg Keselamatan Kerja
2. UU No.15 / 1985 ttg Ketenagalistrikan
3. PP No.3 / 2005 ttg Instalasi Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik
4. Keppres No.22 / 1993 ttg Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja
5. Kep Menaker No.5/Men/1996 ttg Sistem Manajemen K3 (SMK3)
6. Kep Direksi No.090.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Instalasi
7. Kep Direksi No.091.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Umum
8. Kep Direksi No.092.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Kerja
9. Kep Direksi No. ttg Pedoman Keselamatan Lingkungan
I-4

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Keselamatan Ketenagalistrikan (PP No.3/2005 Pasal 21)


1. Setiap

usaha

ketenagalistrikan

wajib

memenuhi

ketentuan

keselamatan

ketenagalistrikan
2. Keselamatan ketenagalistrikan meliputi :
a. Standarisasi
b. Pengamanan instalasi dan pemanfaat TL untuk mewujudkan kondisi :
- Andal dan aman bagi instalasi (Keselamatan Instalasi)
- Aman dari bahaya bagi manusia :
* Tenaga Kerja (Keselamatan Kerja)
* Masyarakat Umum (Keselamatan Umum)
- Akrab lingkungan (Keselamatan Lingkungan)
c. Sertifikasi :
- Sertifikasi laik operasi bagi instalasi penyediaan TL,
- Sertifikasi kesesuaian dengan standar PUIL untuk instalasi
pemanfaatan TL (instalasi pelanggan),
- Tanda keselamatan bagi pemanfaat TL (alat kerja/rumah tangga)
- Sertifikasi kompetensi bagi tenaga teknik ketenagalistrikan

Undang-Undang No 15 Tahun 1985


-

Tentang ketenagalistrikan

Memperhatikan Keselamatan Kerja & Keselamatan Umum

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970


Tentang Keselamatan Kerja

Undang-Undang No. 3 Tahun 1992


Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003


Tentang Ketenagakerjaan (Pasal 87 : Kewajiban perusahaan menerapkan SMK3 yang
terintegrasi dalam sistem manajemen perusahaan)

I-5

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

PP No. 3 Tahun 2005


Tentang perubahan atas peraturan pemerintah No. 10 tahun 1989 tentang penyediaan
dan pemanfaatan tenaga listrik.

PP No.10/1992
Tentang Pelaksanaan Program Jamsostek (antara lain Pelaksanaan Program Jaminan
Kecelakaan Kerja)

Keputusan Presiden No.22 Tahun 1993


Tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja

KepMenaker No.5/Men/1996
Tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3)
OHSAS 18000 (Occupational Health and Safety Assessment Series), sebagai salah satu
SMK3 Standard Internasional

Pasal 21 (PP No.03/2005)


(1)

Setiap

usaha penyediaan tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan mengenai

keselamatan ketenagalistrikan
(2)

Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) meliputi standarisasi, pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan
pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi
dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia serta kondisi akrab lingkungan

(3)

Pekerjaan instalasi ketenagalistrikan untuk penyediaan dan pemanfaatan tenaga


listrik harus dikerjakan oleh Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik (BUPTL) yang
di sertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi.

(4)

Dalam hal disuatu daerah belum terdapat

BUPTL yang telah di disertifikasi

sbgmana dimaksud pada ayat (3), Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai
kewenangannya dapat menunjuk BPUTL.
(5)

Dalam hal

belum ada lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi sbgmana

dimaksud pada ayat (3), Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai


kewenangannya dapat menunjuk lembaga sertifikasi.

I-6

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

(6)

Pemeriksaan dan Pengujian instalasi penyediaan

tenaga listrik dan instalasi

pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan tegangan menengah dilaksanakan


oleh lembaga inspeksi teknik yang diakreditasi oleh lembaga yang berwenang.
(7)

Pemeriksaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik konsumen tegangan rendah


dilaksanakan oleh suatu lembaga inspeksi independen yang sifat usahanya nirlaba
dan ditetapkan oleh Menteri.

(8)

Pemeriksaan instalasi tegangan rendah yang dimiliki oleh konsumen tegangan


tinggi dan/ atau konsumen tegangan menengah dilakukan olehm lembaga inspeksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (6).

(9)

Setiap tenaga teknik yang bekerja dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki
sertifikasi kompetensi sesuai perundangan-undangan.

(10) Untuk jenis-jenis usaha penunjang tenaga listrik sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) yang berkaitan

dengan jasa konstruksi diatur tersendiri dalam peraturan

perundangan-undangan di bidang Jasa Konstruksi.

Pasal 22 (PP No.03 / 2005)


(1) Instalasi ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) harus
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia Bidang Ketenagalistrikan
(2) Setiap instalasi ketenagalistrikan sebelum dioperasikan wajib memiliki sertifikasi laik
operasi

Pasal 23 (PP No.03 / 2005)


Ketentuan mengenai perencanaan, pemasangan, pengamanan, pemeriksaan, pengujian
dan uji laik operasi instalasi ketenagalistrikan diatur dengan Peraturan Menteri.

Keselamatan Ketenagalistrikan Ditinjau Dari UU.20/2002 dan PP 03/2005 :


UU. No. 20 Tahun 2002
Pasal 48 :
1. Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib

memenuhi ketentuan mengenai

keselamatan ketenagalistrikan
2. Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi standarisasi, pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan
pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi
dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia serta kondisi akrab lingkungan
I-7

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

3. Setiap instalasi tenaga listrik yang akan beroperasi wajib memiliki sertifikasi laik
operasi
4. Setiap pemanfaat tenaga listrik yang akan diperjualbelikan wajib memiliki tanda
keselamatan
5. Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat
kompetensi
6. Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan, seritifikat laik operasi, tanda
keselamaan, dan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), ayat
(3), ayat (4), dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

PP No. 3 Tahun 2005


Pasal 21 :
1. Setiap usaha penyediaan tenagalistrik wajib memenuhi ketentuan mengenai
Keselamatan Ketenagalistrikan
2. Ketentuan mengenai keselamatan Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi standarisasi, pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan
pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi
dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia serta kondisi akrab lingkungan
9. Setiap tenaga teknik yang bekerja dalam usaha ketenagalistrikan wajub memiliki
sertifikat kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan

Pasal 22 :
(2) Setiap instalasi ketenagalistrikan sebelum dioperasikan wajib memiliki sertifikat laik
operasi

Pasal 60, 61, 62 menjelaskan tentang Sanksi-sanksi

I-8

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Keselamatan kerja, upaya mewujudkan kondisi aman bagi pekerja dari bahaya
yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan ketenagalistrikan lainnya
dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan penyelesaian
terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul karena hubungan kerja
yang menimpa pekerja.
Keselamatan umum, upaya mewujudkan kondisi aman bagi masyarakat umum
dari bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan ketenagalistrikan
lainnya dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan
penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan masyarakat umum yang berhubungan
dengan kegiatan Perusahaan.
Keselamatan lingkungan, upaya mewujudkan kondisi akrab lingkungan dari
Instalasi, dengan memberikan perlindungan terhadap terjadinya pencemaran dan/atau
pencegahan terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan
Instalasi.
Keselamatan instalasi, upaya mewujudkan kondisi andal dan aman bagi Instalasi,
dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan pengamanan terhadap terjadinya
gangguan dan kerusakan yang mengakibatkan Instalasi tidak dapat berfungsi secara
normal dan atau tidak dapat beroperasi.

5. 4 (Empat) Pilar K2

MELIPUTI

KESELAMATAN
KERJA

KESELAMATAN
UMUM

KESELAMATAN
LINGKUNGAN

KESELAMATAN
INSTALASI

PERLINDUNGAN
TERHADAP : PEGAWAI,
BUKAN PEGAWAI

PERLINDUNGAN
TERHADAP :
MASYARAKAT UMUM
SEKITAR INSTALASI,
PELANGGAN, TAMU

PERLINDUNGAN
TERHADAP :
LINGKUNGAN
INSTALASI

PERLINDUNGAN
TERHADAP :
INSTALASI
PENYEDIAAN TENAGA
LISTRIK

PENCEGAHAN
TERHADAP
KECELAKAAN DAN
PENYAKIT AKIBAT
KERJA

PENCEGAHAN
TERHADAP
KECELAKAAN
MASYARAKAT UMUM

PENCEGAHAN
TERHADAP
PENCEMARAN,
KERUSAKAN
LINGKUNGAN

PENCEGAHAN
TERHADAP
KERUSAKAN
INSTALASI,
KEBAKARAN DLL

I-9

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

KISI-KISI KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN


Komitmen/Kewajiban
Perusahaan
Visi

INSTALASI TENAGA LISTRIK YANG AMAN, ANDAL & AKRAB LINGKUNGAN

Standarisasi

SNI & SNI Wajib (Ex. SPLN & Standar Ketenagalistrikan Lainnya)
Jalur 1

Jalur 2

Jalur 3

Jalur 4

Wujud

KESELAMATAN KERJA
(Aman dari Bahaya)

KESELAMATAN UMUM
(Aman dari Bahaya)

KESEL. LINGKUNGAN
(Akrab Lingkungan)

KESEL. INSTALASI
(Andal dan Aman)

Perlindungan

Pekerja
(Peg. & TK Bukan Peg.)

Masy.Umum Sekitar Inst.


Pelanggan, Tamu

Lingkungan Instalasi

Instalasi Penyediaan TL

Pencegahan

Kecelakaan Kerja
Kecelakaan Masy.
Peny.Yg.Timb.Krn.Hub.Kerja
Umum
Kecel. Diluar Wkt Kerja

Pencemaran,
Kerusakan Lingkungan

Kerusakan Inst.(Int&Ext)
Kebakaran

Persyaratan

Tempat Kerja
Lingkungan Tem. Kerja
Tan.Pering.& Larangan
Prosedur Kerja
Alat Pelind. Diri (APD)
Pemer. Keseh. Berkala
Tan.Kesel.PemanfaatTL
Sert. Kompet. Pekerja
Sert.Peralat.Berbahaya

Tan.Pering.& Larangan
Sert. Kompet. Pekerja
Sert. Laik Operasi
(Sert.Keses.Stan.PUIL)
(Tan.Kesel.Pemanf.TL)

Baku Mutu Ling. (BML)


Wajib AMDAL:RKL/RPL
Tdk Wjb : UKL/UPL
Prog.Antis.Perub.Iklim

Prosedur O&M Instalasi


SOP Op.Sis.Kelistrikan
Karakter. Pengusahaan
Kesiapan Alat Pemadam
SOP Penang.Kebakaran
Latihan Pemadaman
Sispam Instalasi
Prog. Bina Lingkunga

Sis. Manajemen K3 (SMK3)

SMK3

Lingkungan

SMK3

Audit

6. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Usaha-usaha untuk mengamankan kegiatan PLN dari terjadinya kecelakaan,
melalui kegiatan-kegiatan yang tujuannya memberikan perlindungan, pencegahan dan
penyelesaian terjadinya kecelakaan.
K3 merupakan bagian dari K2.

I-10

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

7. Pola Pelaksanaan K2/K3 di PT PLN (Persero)


\

8. Pengaruh K2 Terhadap kinerja unit (SK Direksi No.:060.K/DIR/2005, tanggal


21 Maret 2005, tentang sistem penilaian tingkat kinerja pada unit organisasi
PT PLN (Persero) wilayah/pembangkitan/ Distribusi/P3B/Jasa penunjang

DITUANGKAN DALAM :
KEPUTUSAN DIREKSI PT PLN (Persero)
NOMOR
TENTANG

: 040.K dan 041.K / DIR / 2006

: SISTEM PENILAIAN TINGKAT KINERJA PADA UNIT ORGNISASI PT

PLN (Persero) WILAYAH / PEMBANGKITAN / DIST / P3B / DAN JASA PENUNJANG


TAHUN 2006

Dalam Keputusan Direksi Tersebut :

K2 Merupakan salah satu indikator kinerja yang dinilai pada Perspektif Bisnis
Internal

I-11

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

K2 Adalah indikator yang digunakan untuk mengukur ketaatan unit PLN untuk
melaksanakan kewajiban :
1. Keselamatan kerja
2. Keselamatan Instalasi
3. Keselamatan Umum
4. Keselamatan Lingkungan
Jika K2 ini tidak dilaksanakan, maka akan menjadi Salah satu faktor pengurang

penilaian tingkat kinerja unit, dengan nilai maksimum minus lima (- 5)

Sistem Penilaian Kinerja


KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
(K2)
2006

Keputusan Direksi PT PLN (Persero)


No. 040.K & 041.K/DIR/2006

Landasan Hukum/Acuan
Sebagai dasar pembuatan penilaian kinerja K2 :
1. UU No.1/1970 Tentang Keselamatan Kerja
2. UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
3. UU No. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan
4. PP No. 03/2005 Pasal 21 Tentang Keselamatan Ketenagalistrikan
5. PP No. 10/1992 Tentang Pelaksanaan Program Jamsostek/Jaminan Kecelakaan
Kerja
6. Keppres No. 22/1993 Tentang Penyakit Yang Timbul Akibat Hubungan Kerja
7. Kepmen No. 04/1980 Tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR
8. Kepmen No. 186/Men/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di tempat
kerja
9. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 040.K & 041.K/DIR/200 Tentang Kinerja
10. Pedoman Keselamatan Instalasi No 090.K/DIR/2005, Tanggal 19 Mei 2005
11. Pedoman Keselamatan Umum No. 091.K/DIR/2005, Tanggal 19 Mei 2005
12. Pedoman Keselamatan Kerja No. 092.K/DIR/2005, Tanggal 19 Mei 2005
13. ND. DD LKL No. 128/031/DD LKL/2006 Tanggal 12 Juni 2006.
I-12

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Perhitungan Kinerja K2
Tahun 2006
1. Standarisasi (dibuat target)
Penerapan standar (SNI,SPLN dan Standard lainnya)

pada setiap kegiatan

ketenagalistrikan / SPK / Kontrak


Nilai
a. Semua kegiatan sesuai target

b. Tingkat pencapaian 75 % 99% dari target

- 0,2

c. Tingkat pencapaian 25% - 74% dari target

- 0,4

d. Tingkat pencapaian 0% - 24% dari target

- 0,8

2. Keselamatan Kerja (dibuat target)


Perlindungan dan Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja :
2.1.

Pendidikan/Pelatihan

Keselamatan & kesehatan kerja, diutamakan pekerja

lapangan.
Nilai
a. Semua pekerja telah mendpt Diklat sesuai target

b. Tingkat pencapaian 75 - 99% mendpt Diklat & mensosialisasikan

-0,05

c. Tingkat pencapaian 25 -74% mendpt Diklat & mensosialisasikan

-0,1

d. Tingkat pencapaian 0 - 24% mendpt Diklat & mensosialisasikan

-0,2

2.2 & 2.3. Penunjukkan Pengawas dan SOP sesuai persyaratan

pada setiap

kegiatan yang mengandung potensi bahaya


Nilai
a. Semua kegiatan harus ada pengawas dan SOP

b. Tingkat pencapaian 75 99 % ada pengawas dan SOP

-0,1

c. Tingkat pencapaian 25 - 74 % ada pengawas dan SOP

-0,2

d. Tingkat pencapaian 0 24 % ada pengawas dan SOP

-0,45

2.4. Penyelesaian Kecelakaan Kerja & Penyakit Akibat Kerja (PAK)


Nilai
a. Kecelakaan & Penyakit akibat kerja nihil
b. Kecel & Penyakit akibat kerja (Luka ringan/tdk tewas)

0
- 0,1

c. Kecelakaan & Penyakit akibat kerja (Luka parah/tdk tewas)

- 0,5 *)

d. Kecelakaan & Penyakit akibat kerja (tewas)

- 1,6 *)

I-13

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

3. Keselamatan Umum (dibuat target)


Perlindungan dan Pencegahan Kecel Masyarakat Umum yang berhubungan dengan
kegiatan PLN.
3.1. Sosialisasi Keselamatan Masy Umum (aman dari bahaya listrik dan lainnya)
diutamakan Masyarakat Umum yang berada disekitar instalasi.
Nilai
a. Dilakukan sosialisasi menjangkau semua masyarakat

b. Dilakukan sosialisasi kpd masy umum 50 % dari target

- 0,1

c. Belum melakukan sosialisasi

- 0,2

3.2. Kecelakaan Masyarakat Umum (kelalaian PLN)


Nilai
a. Kecelakaan nihil

b. Terjadi kecelakaan (Luka ringan/tdk tewas)

- 0,1

c. Terjadi Kecelakaan (Luka parah/tdk tewas)

- 0,3 *)

d. Terjadi Kecelakaan (tewas)

- 1,6 *)

4. Keselamatan Lingkungan (dibuat target)


Perlindungan

Pencemaran

dan

Pencegahan

Kerusakan

Lingkungan

yang

4.1. Pelatihan/pendidikan bidang lingkungan dan sosialisasi pada daerah

yang

dikarenakan oleh Kegiatan Instalasi:

rawan terhadap kerusakan lingkungan.


Nilai
a. Semua pekerja (sesuai target) telah Diklat & sosialisasi dilakukan

b. Tingkat pencapaian 7599% telah Diklat & telah sosialisasi

- 0,1

c. Tingkat pencapaian 25-74% telah Diklat & telah sosialisasi

- 0,15

d. Tingkat pencapaian 0-24% telah Diklat & telah sosialisasi

- 0,2

4.2. Pencemaran / kerusakan lingkungan sekitar instalasi


Nilai
a. Pencemaran dlm batas BML (tdk terjadi rsk) & dibuat lap
b. Pencemaran melebihi BML (tdk terjadi rsk) & dibuat lap
c. Pencemaran melebihi BML,terjadi rsk,ada gugatan dari masy
5.

0
- 0,3
- 0,5 *)

Keselamatan Instalasi (dibuat target)


Perlindungan dan Pencegahan Kerusakan Instalasi
5.1. Pelatihan/pendidikan bidang keselamatan instalasi (andal dan aman) bagi
pekerja
I-14

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Nilai
a. Semua pegawai (sesuai target) menerima Diklat

b. Tingkat pencapaian 75-99% pegawai menerima Diklat

- 0,05

c. Tingkat pencapaian 25-74% pegawai menerima Diklat

- 0,1

d. Tingkat pencapaian 0-24% pegawai menerima Diklat

- 0,2

5.2. Perlindungan & Pencegahan pada Bang/Instalasi yang rawan kebakaran


Nilai
a. Semua peralatan pemadam siap pakai dan ada SOP kebakaran

b. Peralt pemadam 50-99% siap pakai dan ada SOP kebakaran

-0,1

c. Peralt pemadam 25-49% siap pakai dan ada SOP kebakaran

-0,2

d. Peralt pemadam 0-24% siap pakai dan ada SOP kebakaran

-0,3

5.3. Kebakaran dan Gangguan/Kerusakan Instalasi


Nilai

6.

a. Tidak terjadi kebakaran/kondisi instalasi andal, aman & ada lap

b. Terjadi kebakaran/terjadi kerusakan/derating

-0,5 *)

c. Terjadi kebakaran inst/kerusakan berat/pemadaman

-1,0 *)

Sertifikasi (dibuat target)


6.1. Kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan
Nilai
a. Semua sudah bersertifikasi sesuai target

b. Tingkat pencapaian 75-99% dari target sudah bersertifikasi

- 0,1

c. Tingkat pencapaian 25-74% dari target sudah bersertifikasi

- 0,2

d. Tingkat pencapaian 0-24% dari target sudah bersertifikasi

- 0,3

6.2. Sertifikasi Laik Operasi bagi Instalasi (termasuk bangunan yang dipersyaratkan)
Nilai
a. Semua sdh bersertifikat sesuai target

b. Tingkat pencapaian 75-99 % dari target sdh bersertifikat

- 0,1

c. Tingkat pencapaian 2574 % dari target sdh bersertifikat

- 0,2

d. Tingkat pencapaian 0-24 % dari target sdh bersertifikat

- 0,3

Catatan :
1. pengurangan maksimum = - 5
2. Yang ada tanda *) langsung dikurangi (tidak menggunakan formula)
3. Laporan dibuat triwulanan dan dilakukan verifikasi oleh KPUB terkait, disampaikan
kepada Ketua Tim Kinerja PLN Pusat dengan cc. DDLKL & KPUB terkait.
I-15

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Penjelasan
(1)
Laporan Kinerja K2 dibuat setiap Triwulanan dan ditandatangani oleh General
Manager Unit Bisnis Wilayah/Distribusi/Pembangkitan/P3B/Pikitring/Jasa.
Batas waktu pelaporan sesuai dengan ketentuan pada SK Direksi No.040 &
041.K/DIR/2006 tanggal 20 Maret 2006, yaitu :

Triwulan I, paling lambat dilaporkan pada tanggal 30 April,

Triwulan II, paling lambat dilaporkan pada tanggal 31 Juli,

Triwulan III, paling lambat dilaporkan pada tanggal 31 Oktober,

Triwulan IV, paling lambat dilaporkan pada tanggal 14 Feb,


Laporan dari Unit ke PLN Kantor Pusat ditujukan ke Tim Kinerja PLN Kantor

Pusat

dengan tembusan : DD LKL dengan verifikasi oleh KPUB Unit yang

bersangkutan.
Khusus untuk laporan s/d Triwulan 4 (laporan 1 tahun) harus dilaporkan oleh Unit
yang bersangkutan selambat-lambatnya minggu ke 2 (dua) bulan Februari tahun berikut.
Format laporan pembuatan target dan perhitungan penilaian kinerja K2 dengan
menggunakan FORM A/TRG dan FORM B/PEN,

FORM A/TRG

: khusus untuk pembuatan target kinerja K2

FORM B/PEN

: untuk pelaporan Triwulanan

(2)
Bidang Standarisasi :

Standarisasi pada

pembangkit/trans/dist adalah jumlah standar yang diterapkan

pada kegiatan ketenagalistrikan dan prioritas pada kegiatan yang berpotensi bahaya
terjadinya kecelakaan.

Pembangkit yang dimaksud adalah yang mempunyai Daya Terpasang > 1 MW.

Standard penempatan APAR mengacu pada PERMEN 04/MEN/1980

Bidang Keselamatan :
Kecelakaan Kerja yang di perhitungkan pada Kinerja K2 adalah kecelakaan kerja
yang terjadi dibawah pengawasan Manajemen PLN.
Contoh :
-

Kecelakaan kerja yang terjadi ditempat kerja dengan pengawas pelaksana


pekerjaan dan pengawas K3 oleh PLN, hal ini masuk pada penilaian kinerja K2.
I-16

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

Kecelakaan kerja yang terjadi pada saat berangkat dan pulang kantor tidak asuk
pada penilaian kinerja K2.

Kecelakaan Umum yang di perhitungkan pada penilaian Kinerja K2 adalah


kecelakaan masyarakat

umum

disekitar Instalasi PLN yang terjadi akibat

KELALAIAN PLN.

(3)
Penerapan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) pada Keselamatan Kerja (bidang
K3), Keselamatan Lingkungan (bidang lingkungan) dan Keselamatan Instalasi (bidang
O&M Pembangkitan/Transmisi/Distribusi dan Penanggulangan Kebakaran) adalah bisa
dilakukan secara inhouse training, pelatihan, kursus, seminar, dsb.
Bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah bisa berupa pemberian tanda larangan,
tanda

peringatan,

mengumpulkan

masyarakat,

penyampaian

informasi

via

Radio/Televisi/Pamlet/dsb. (ada komunikasi antara PLN dengan masyarakat yang


dimaksud).
Bidang Sertifikasi :
Sertifikasi laik operasi untuk pembangkit dan transmisi wajib bagi yang baru
beroperasi (setelah selesai dibangun) dan khusus untuk pembangkit hanya dibatasi yang
melaksanakan pemeliharaan Major Overhaul.
Penyusunan target kinerja K2

mengacu dari

Rencana Kerja Anggaran

Perusahaan dan program kerja dari masing-masing unit pada tahun anggaran yang
bersangkutan.

PENENTUAN TARGET KINERJA K2


(CONTOH)
1. Standarisasi
a. Kegiatan standar yang digunakan :

Pembangkitan :
Major Overhaul PLTA

SNI No 90 :1990 Komiss plta


Manual Book dari Pabrikan

Transmisi :
Pemeliharaan SUTT 150 kV

SPLN 2 : 1978 Pentanahan netral


- Pengisian kotak P3K

I-17

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

b. Keselamatan,
- Diklat K3, Lingkungan, O&M Kit,Trans,Dist
- Isi ulang APAR
- Pemeliharaan dan penyempurnaan peralatan Pemadam
- Sosialisasi masyarakat umum sekitar instalasi (dana Comdev)
c. Sertifikasi

DATA KECELAKAAN KERJA


DAN
KECELAKAAN MASYARAKAT UMUM
2000 s/d 2004
PT PLN (PERSERO)

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA

TERJADI

40
35
30
25
20
15
10
5
0
2000

2001

LISTRIK
PENYAKIT / MENINGGAL MENDADAK
LAINNYA

2002
NON LISTRIK
LALU LINTAS

I-18

2003

2004

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

PADA SAAT KECELAKAAN KERJA

KORBAN

40
30
20
10
0
2000

2001

TEWAS

2002

LUKA PARAH

2003

2004

LUKA RINGAN

HASIL PERAWATAN KECELAKAAN KERJA


35
30
KORBAN

25
20
15
10
5
0
2000
MENINGGAL

2001

2002
CACAT

I-19

2003

2004
SEMBUH

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

KECELAKAAN MASYARAKAT UMUM


120
100

ORANG

80
60
40
20
0
2000

2001

2002

MENYENTUH JARINGAN PLN


PENCURIAN LISTRIK
INSTALASI PLN

2003

2004

INSTAL PLG / PERAL LISTRIK


KURANG PAHAM LISTRIK
NON LISTRIK

KECELAKAAN MASYARAKAT UMUM

140
120

ORANG

100
80
60
40
20
0
2000

2001

TEWAS

2002

2003

LUKA, CACAT DLL.

I-20

2004

PT PLN (Persero)
PUSDIKLAT

KECELAKAAN KERJA PDKB TM / TR


No TAHUN

UNIT PLN

NAMA KORBAN

2000

APJ Mojokerto

Agus Sudiono

AKIBAT

SEBAB

KECELAKAAN

KECELAKAAN

Luka bakar dahi,

Melanggar EP

tangan

Nyono

Luka bakar tangan

Melanggar EP

Pujianto

Tersengat
listrik

2001

APJ Semarang

Sutrisno

Tidak
mematuhi

Tewas

SOP

Pengawas
tidak berfungsi
semestinya

2003

APJ Sidoarjo

Wiri tiyoso

Luka bakar

APJ Cirebon

Kusharyanto

APJ Purwokerto

Sujarwo

FX

Tewas

sda

Luka bakar tangan

sda

jari

sda

Suwardoyo

2004

sda

telunjuk

diamputasi

Luka bakar pah

tangan

kiri

diamputasi
sampai bahu
APJ
Selatan

Surabaya

sda

Sudaryanto

Tewas

Rusdianto

Luka bakar tangan, Jatuh dari tangga


kaki

I-21