Anda di halaman 1dari 2

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC

http://www.ichrc.org/931-luka-bakar

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC http://www.ichrc.org/931-luka-bakar 9.3.1 LUKA BAKAR Bookmark | Contact Us Go Download the

9.3.1 LUKA BAKAR

Bookmark | Contact Us

Go
Go

Download the pocket book, 2nd Ed.

Bookmark | Contact Us Go Download the pocket book, 2nd Ed. Luka bakar dan luka akibat

Luka bakar dan luka akibat benda panas berkaitan dengan risiko tinggi kematian pada anak. Yang bertahan hidup, akan menderita cacat dan trauma psikis sebagai akibat rasa sakit dan perawatan yang lama di rumah sakit.

Penilaian

Luka bakar dapat terjadi pada sebagian lapisan kulit atau lebih dalam. Luka bakar yang dalam (full- thickness) berarti seluruh ketebalan kulit pasien mengalami kerusakan dan tidak akan terjadi regenerasi kulit.

Tanyakan dua hal berikut:

Sedalam apakah luka bakar tersebut? Luka bakar dalam, berwarna hitam/putih dan biasanya kering, tidak terasa dan tidak memucat bila ditekan. Luka-bakar-sebagian, berwarna merah muda atau merah, melepuh atau berair dan nyeri. Seberapa luas tubuh pasien yang terbakar? Gunakan bagan luas permukaan tubuh berdasarkan umur berikut ini. Sebagai pilihan lain, gunakan telapak tangan pasien untuk memperkirakan luas luka bakar. Telapak tangan pasien berukuran kira-kira 1% dari total permukaan tubuhnya.

pasien berukuran kira-kira 1% dari total permukaan tubuhnya. Bagan perkiraan persentase permukaan tubuh yang terbakar
pasien berukuran kira-kira 1% dari total permukaan tubuhnya. Bagan perkiraan persentase permukaan tubuh yang terbakar

Bagan perkiraan persentase permukaan tubuh yang terbakar

Perkirakan total daerah yang terbakar dengan menjumlahkan persentase permukaan tubuh yang terkena seperti yang ditunjukkan dalam gambar (lihat tabel untuk daerah A–F yang berubah sesuai dengan umur pasien).

untuk daerah A–F yang berubah sesuai dengan umur pasien). Tatalaksana Back to top (#) Rawat inap

Tatalaksana

Back to top (#)
Back to top (#)
Rawat inap semua pasien dengan luka bakar >10% permukaan tubuh; yang meliputi wajah, tangan, kaki,

Rawat inap semua pasien dengan luka bakar >10% permukaan tubuh; yang meliputi wajah, tangan, kaki, perineum, melewati sendi; luka bakar yang melingkar dan yang tidak bisa berobat jalan.

Periksa apakah pasien mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas

Periksa apakah pasien mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas

Periksa apakah pasien mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas
Periksa apakah pasien mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas

mengorok, bulu hidung terbakar), Luka bakar wajah yang berat atau trauma inhalasi mungkin memerlukan intubasi, trakeostomi

Jika terdapat bukti ada distres pernapasan, beri oksigen (lihat bagian 10.7 (http://www.ichrc.org

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC

http://www.ichrc.org/931-luka-bakar

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC http://www.ichrc.org/931-luka-bakar Resusitasi cairan (diperlukan untuk luka bakar permukaan

Resusitasi cairan (diperlukan untuk luka bakar permukaan tubuh > 10%). Gunakan larutan Ringer laktat dengan glukosa 5%, larutan garam normal dengan glukosa 5%, atau setengah garam normal dengan glukosa 5%.

24 jam pertama: hitung kebutuhan cairan dengan menambahkan cairan dari kebutuhan cairan

24

jam pertama: hitung kebutuhan cairan dengan menambahkan cairan dari kebutuhan cairan

rumatan (lihat bagan 17 (/sites/default/files/bagan%2017_0.png) ) dan kebutuhan cairan resusitasi (4

ml/kgBB untuk setiap 1% permukaan tubuh yang terbakar) Berikan ½ dari total kebutuhan cairan dalam waktu 8 jam pertama, dan sisanya 16 jam berikutnya. Contoh: untuk pasien dengan berat badan 20 kg dengan luka bakar 25% Total cairan dalam waktu 24 jam pertama

berikutnya. Contoh: untuk pasien dengan berat badan 20 kg dengan luka bakar 25% Total cairan dalam
 

= (60 ml/jam x 24 jam) + 4 ml x 20kg x 25% luka bakar

= 1440 ml + 2000 ml

= 3440 ml (1720 ml selama 8 jam pertama)

24 jam kedua: berikan ½ hingga ¾ cairan yang diperlukan selama hari pertama

24

jam kedua: berikan ½ hingga ¾ cairan yang diperlukan selama hari pertama

Awasi pasien dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah dan jumlah air

Awasi pasien dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah dan jumlah air seni)

Transfusi darah mungkin diberikan untuk memperbaiki anemia atau pada luka-bakar yang dalam untuk mengganti kehilangan darah. Mencegah Infeksi Jika kulit masih utuh, bersihkan dengan larutan antiseptik secara perlahan tanpa merobeknya. Jika kulit tidak utuh, hati-hati bersihkan luka bakar. Kulit yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang.

yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang. Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan
yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang. Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan

Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan bergantung ketersediaan obat:yang melepuh harus dikempiskan dan kulit yang mati dibuang. peraknitrat, perak-sulfadiazin, gentian violet, povidon dan

peraknitrat, perak-sulfadiazin, gentian violet, povidon dan bahkan buah pepaya tumbuk). Antiseptik pilihan adalah perak-sulfadiazin karena dapat menembus bagian kulit yang sudah mati. Bersihkan dan balut luka setiap hari.

Luka bakar kecil atau yang terjadi pada daerah yang sulit untuk ditutup dapat dibiarkan terbuka serta dijaga agar tetap kering dan bersih. Obati bila terjadi infeksi sekunder Jika jelas terjadi infeksi lokal (nanah, bau busuk, selulitis), kompres jaringan bernanah dengan kasa lembap, lakukan nekrotomi, obati dengan amoksisilin oral (15 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari), dan kloksasilin (25 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari). Jika dicurigai terdapat septisemia gunakan gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) ditambah kloksasilin (25–50 mg/kgBB /dosis IV/IM 4 kali sehari). Jika dicurigai terjadi infeksi di bawah keropeng, buang keropeng tersebut . Menangani rasa sakit Pastikan penanganan rasa sakit yang diberikan kepada pasien adekuattermasuk perlakuan sebelum prosedur penanganan, seperti mengganti balutan.

Beri parasetamol oral (10–15 mg/kgBB setiap 6 jam) atau analgesik narkotik IV (IM menyakitkan), seperti morfin sulfat (0.05–0,1 mg/kg BB IV setiap 2–4 jam) jika sangat sakit. Periksa status imunisasi tetanus Bila belum diimunisasi, beri ATS atau immunoglobulin tetanus (jika ada) Bila sudah diimunisasi, beri ulangan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi

imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu
imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu
imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu
imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu
imunisasi TT (Tetanus Toksoid) jika sudah waktunya. Nutrisi Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu

Bila mungkin mulai beri makan segera dalam waktu 24 jam pertama. Anak harus mendapat diet tinggi kalori yang mengandung cukup protein, vitamin dan suplemen zat besi.

Anak dengan luka bakar luas membutuhkan 1.5 kali kalori normal dan 2-3 kali kebutuhan protein normal.mengandung cukup protein, vitamin dan suplemen zat besi. Kontraktur luka bakar Luka bakar yang melewati permukaan

Kontraktur luka bakar

Luka bakar yang melewati permukaan fleksor anggota tubuh dapat mengalami kontraktur, walaupun telah mendapatkan penanganan yang terbaik (hampir selalu terjadi pada penanganan yang buruk).

Cegah kontraktur dengan mobilisasi pasif atau dengan membidai permukaan fleksor Balutan dapat menggunakan gips. Balutan ini harus dipakai pada waktu pasien tidur.terbaik (hampir selalu terjadi pada penanganan yang buruk). Fisioterapi dan rehabilitasi Harus dimulai sedini mungkin

Fisioterapi dan rehabilitasi

Harus dimulai sedini mungkin dan berlanjut selama proses perawatan luka bakar.

Harus dimulai sedini mungkin dan berlanjut selama proses perawatan luka bakar.

Jika pasien dirawat-inap dalam jangka waktu yang cukup lama, sediakan mainan untuk pasien dan beri

Jika pasien dirawat-inap dalam jangka waktu yang cukup lama, sediakan mainan untuk pasien dan beri semangat untuk tetap bermain.

Supported by:

Pocketbook Online

Language Versions

Training Tools

by: Pocketbook Online Language Versions Training Tools Back to top (#) Implementation Evidence Audit
Back to top (#) Implementation Evidence Audit Made@Infoxchange Australia 2012
Back to top (#)
Implementation
Evidence
Audit
Made@Infoxchange Australia 2012

© Copyright 2012 International Child Health Review Collaboration