Anda di halaman 1dari 10

Portofolio (Kasus I)

Nama Peserta: dr. Ade Riza Widyanti


Nama Wahana: RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
Topik: Henoch Schoinlein Purpura
Tanggal (kasus): 17 November 2015
Nama Pasien: An. H

Nama Pendamping: dr. Juliana

Tanggal Presentasi:

Nama Pembimbing: dr. Windy Saufi a A Msc Sp.A

Tempat Presentasi: RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun


Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Diagnostik
Neonatus

Keterampilan
Manajemen
Bayi

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Masalah

Istimewa

Anak

Lansia
Remaja

Bumil

Dewasa

Deskripsi: An. H usia 4,5 tahun. Muncul bintik di kedua kaki, warna merah, perabaan tebal disertai kedua kaki
bengkak dan rasa linu.
Tujuan: mencari penyebab, melakukan tatalaksana yang tepat, mencegah komplikasi.

Bahan bahasan:

Tinjauan
Pustaka

Cara membahas:
Data pasien:

Riset

Presentasi dan
diskusi

Diskusi
Ny. T 63 tahun

Nama RS: RSUD Sultan Imanuddin


Pangkalan Bun
Data utama untuk bahan diskusi:

Audit

Kasus

Email

Pos

Nomor Registrasi: 009846


Telp:

Terdaftar sejak:

1. Diagnosis:
Henoch Schoinlein Purpura
Gambaran Klinis:
menurut ibu, sejak 1 bulan ini muncul bintik-bintik di kedua kaki, awalnya bintik muncul tiba-tiba di kedua betis berukuran kecil,
tidak gatal, bintik menyebar sampai ke perut, ukuran bervariasi, berwarna merah ketuaan, perabaan tebal. Kedua kaki tampak
bengkak disertai linu-linu pada kedua sendi kaki. Pasien juga mengeluh nyeri perut, mual dan muntah kadang-kadang.
Seminggu sebelum muncul bintik-bintik anak ada menderita batuk pilek, sempat dibawa ke dokter polibun diberi obat batuk
pilek, batuk pilek saat ini berkurang. Adanya keluhan sakit pinggang, kencing warna merah, dan demam disangkal oleh ibu.
Riwayat minum obat tertentu juga disangkal ibu
2. Riwayat Pengobatan: -

3.

Riwayat kesehatan/Penyakit: sakit serupa (-), batuk pilek (+), diare (-), asma (-)
Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat dan makanan, tidak
2 ada riwayat asma.

4. Riwayat keluarga: ayah pasien pernah sakit serupa 1 tahun yang lalu.

5. Riwayat pekerjaan: -

6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN):


Tidak ada yang berhubungan.

7. Lain-lain:
Pemeriksaan Fisik
Tanda vital
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg, Nadi: 100 /menit, kuat angkat, Suhu:
Berat badan: 20 kg, Tinggi badan: 105 cm
Kepala Leher:
konjuntiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-)
faring hiperemis (-), tonsil T2/T2 , > KGB (-), >JPV (-)
Thorak
:
pulmo
: simetris (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)
cor
: S1=S2 tunggal, bising (-), thrill (-)
Abdomen
:
BU (+) normal, tampak supel, nyeri tekan (-), timpani (+), H/L/M tidak teraba
Ekstremitas :
akral hangat + + , edem + + , eritem - ++
++
- Laboratorium
Darah rutin
Hb: 13 g/dl
Leokosit: 15.400 ribu/ul
Eritrosit: Hematokrit: 42,3 vol%
Trombosit: 530.000 ribu/ul
Urine rutin
Warna: kuning muda
pH: 7,0
BJ: 1.015
kimia: protein: -, reduksi:-

sedimen: epitel: gepeng 1-2 lpk


leukosit: 0-1 lpb

36,6 C, Respirasi:

24 x/menit,

eritrosit: kristal: urat amorf +2

Daftar Pustaka:

1. Sinclair P. Henoch-schnlein purpura a review. Current Allergy & Clinical Immunology; 2010:23(3):116-120
2. Matondang C.S, Roma J. Purpura Henoch-Schonlein. Dalam: Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Ind

Hasil Pembelajaran:
1 Penegakan diagnosis Henoch-Schonlein Purpura
2 Penanganan Henoch-Schonlein Purpura

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. SUBYEKTIF:
Keluhan Utama
Keluhan Tambahan

: Bintik merah dikaki


: kaki bengkak, linu, nyeri perut, mual, muntah, batuk, pilek

menurut ibu, sejak 1 bulan ini muncul bintik-bintik di kedua kaki, awalnya bintik muncul tiba-tiba di kedua betis berukuran kecil,
tidak gatal, bintik menyebar sampai ke perut, ukuran bervariasi, berwarna merah ketuaan, perabaan tebal. Kedua kaki tampak
bengkak disertai linu-linu pada kedua sendi kaki. Pasien juga mengeluh nyeri perut, mual dan muntah kadang-kadang.
Seminggu sebelum muncul bintik-bintik anak ada menderita batuk pilek, sempat dibawa ke dokter polibun diberi obat batuk
pilek, batuk pilek saat ini berkurang. Adanya keluhan sakit pinggang, kencing warna merah, dan demam disangkal oleh ibu.
Riwayat minum obat tertentu juga disangkal ibu

2. OBJEKTIF :
Status Generalis
Keadaan Umum : Tampak Sakit sedang
Kesadaran
: Compos Mentis
Tanda-Tanda Vital
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
Nadi
: 100 /menit, kuat angkat
Suhu
: 36,6 C
Respirasi
: 24 x/menit
Berat badan
: 20 kg
Tinggi badan
: 105 cm

Kepala Leher:
konjuntiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-)
6

faring hiperemis (-), tonsil T2/T2 , > KGB (-), >JPV (-)
Thorak
:
pulmo
: simetris (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)
cor
: S1=S2 tunggal, bising (-), thrill (-)
Abdomen
:
BU (+) normal, tampak supel, nyeri tekan (-), timpani (+), H/L/M tidak teraba
Ekstremitas :
akral hangat + + , edem + + , eritem - ++
++
- -

3. ASSESSMENT (Penalaran Klinis) :


Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah jenis vaskulitis akut yang tersering menyerang anak-anak. Dimediasi oleh IgA dan
menyerang multi sistem seperti kulit, ginjal, saluran cerna dan sendi.
Insidensi rata-rata hampir 75% HSP terjadi pada anak usia 2-11 tahun dan 50% terjadi dibawah usia 5 tahun. Rasio
perbandingan laki-laki dan perempuan 1.2 : 1.0
Etiologi penyebab penyakit ini masih belum jelas jelas tetapi ada yang menghubungkan dengan kejadian infeksi (bakteri,
viral, parasit), obat-obatan, vaksinasi, tumor ( non-small cell ca paru, ca prostat, dan keganasan hematologi), kekurangan alpha1-antitripsin dan Familial Mediteranean Fever.
Manifestasi klinis mula-mula berupa ruam makula eritematosa pada kulit yang berlanjut menjadi palpable purpura tanpa
adanya trombositopenia. Purpura dapat timbul 12-24 jam. Purpura terutama terdapat pada daerah yang sering terkena tekanan
yaitu bokong dan ekstremitas bawah. Warna purpura mula-mula merah, lama-lama jadi ungu, kemudian coklat kekuningan lalu
menghilang. Kelainan kulit dapat disertai rasa gatal. Angioedema pada muka dan ekstremitas. Edema skrotum dapat terjadi
pada awal penyakit. Gejala prodromal dapat terdiri dari demam, nyeri kepala dan anoreksia.
Selain purpura juga dapat ditemukan artralgia atau artritis yang cendrung bersifat migran dan mengenai sendi besar
ekstremitas bawah seperti lutut dan pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, dan sendi jari tangan. Sendi yang terkena
dapat menjadi bengkak, nyeri, dan sakit bila digerakan biasanya tanpa efusi, kemerahan ataupun panas.
Pada penyakit ini dapat ditemukan nyeri abdomen atau perdarah gastrointestinal biasanya timbul setelah kelainan pada
kulit 1-4 minggu setelah onset, kadang-kadang terdapat perforasi usus dan intususepsi ileoileal atau ileokolonal. Intusepsi atau
perforasi disebabkan vaskulitis dinding usus yang menyebabkan edema dan perdarahan submukosa dan intramural.
Selain itu dapat juga ditemukan kelaianan ginjal, meliputi hematuria, proteinuria, sindrom nefrotik atau nefritis.
Pemeriksaan penunjang laboratorium tidak terlalu spesifik, jumlah trombosit normal atau meningkat, membedakan purpura
yang disebabkan oleh trombositopenia. Dapat terjadi leukositosis moderat dan anemia normokromik biasanya perhubungan
dengan perdarahan saluran cerna. Analisis urin dapat menunjukan hematuria, proteinuria maupun penurunan kreatinin klirens,
demikian pula pada feses dapat ditemukan darah. Biopsi lesi kulit menunjukan adanya vaskulitis leukositoklastik.
7

Pengobatan suportif dan simptomatis, meliputi pemeliharaan hidrasi, nutisi, keseimbangan elektrolit dan mengatasi nyeri
dengan analgetik. Untuk keluhan artritis ringan dan demam dapat digunakan NSAID. Edema dapat diatasi dengan elevasi
tungkai. Selama ada keluhan muntah dan nyeri perut diet diberikan dalam bentuk makanan lunak. Bila ada gejala abdomen
akut, dilakukan operasi. Bila terdapat kelainan ginjal progresif dapat diberi kortikosteroid yang dikombinasi dengan
imunosupresan.

4. PLAN :
Diagnosis :
Henoch-Schonlein Purpura
Pengobatan :
IVFD D51/4 10 tpm
Inj. Metilprednisolon 2 x 25 mg
Inj. Ranitidine 3 x 20 mg
Inj. Sanmol 200 mg k/p
Inj. Lasix 2 x 10 mg
Inj. Terfacef 2 x 1 gr
Oral imbost F 1x1 cth
Oral lasal syr 3 x 1 cth
Oral rhinos junior 3 x 1 cth
Oral taxilan syr 3 x 1 cth
Edukasi
Menjelaskan kepada pasien kemungkinan rekurensi penyakit
Menjelaskan komplikasi penyakit sehingga perlu dilakukan pemantauan fungsi organ tertentu
Memberikan informasi tanda dan gejala penyakit

Presenter

Dr. Ade Riza Widyanti

Pendamping

Dr. Juliana

Pangkalanbun, Januari 2015


Pembimbing

Dr. Windy Saufia A Msc, Sp.A

10