Anda di halaman 1dari 1

FENNY SETYAWATI

MAGISTER AKUNTANSI

Malang, 8/6/2016

Kode Etik yang mengatur kewajiban moral atau tanggung jawab para anggotanya,
sehingga dapat dikembangkan dalam bentuk yang lebih rinci mengenai aturan spesifik
perilaku berasal dari tanggung jawab atau prinsip-prinsip yang ada. Namun, dilain sisi harus
diperhitungkan pula bahwa perilaku, nilai-nilai, dan standar etika profesional tergantung pada
nilai-nilai dan standar etika masyarakat di mana profesional beroperasi dan oleh karena itu,
nilai-nilai ini sangat dipengaruhi oleh budaya, agama, dan sosial ekonomi aspek yang
membuat universalitas prinsip-prinsip etika sulit dicapai (Cohen, Pant, & Sharp, 1992).
Bentuk dari mentaati kode etik yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan
CSR. Hal ini terbukti dari beberapa perusahaan mencoba berinvestasi untuk memperbaiki
lingkungan dalam bentuk CSR. Namun adakalanya sebagian orang menyatakan bahwa ia
telah melakukan kegiatan sosial atau pertanggungjawaban sosial (CSR) namun mereka gagal
untuk menyadarinya.
Selain itu, penerapan kode etik juga tertuang bagi mereka kaum beragama. Dimana
ketika seseorang memiliki agama, itu artinya setiap tindakan yang dilakukan tidak boleh
diluar apa yang telah ditetapkan oleh agama yang dianutnya. Dalam hal ini, IFAC bertujuan
untuk memimpin harmonisasi global pada akuntan profesional di seluruh dunia, dan
khususnya, dalam upaya untuk mencapai kesepakatan tentang kode internasional etik, harus
memperhitungkan pembatasan agama ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampai saat ini,
tidak semua akuntansi anggota organisasi dari IFAC belum mengadopsi kode etik dalam
implementasinya. Hasil mengungkapkan bahwa agama merupakan faktor yang signifikan
dalam keputusan untuk mengadopsi IFAC Kode Etik. Penelitian ini memberikan kontribusi
terhadap pengetahuan tentang keadaan saat etika harmonisasi untuk profesi akuntansi. Selain
itu, pemahaman tentang pembatasan agama memberikan pedoman untuk organisasi akuntansi
internasional untuk pelaksanaan yang efektif dari standar etika di seluruh dunia