Anda di halaman 1dari 26

KURIKULUM PELATIHAN

PENILAIAN PERTUMBUHAN BALITA BAGI TENAGA KESEHATAN


DI INSTITUSI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk menilai pertumbuhan balita, sejak tahun 1990 hingga 2008 Indonesia menggunakan grafik pertumbuhan WHO/NCHS.
Grafik pertumbuhan tersebut merupakan rujukan pertumbuhan yang dikembangkan dengan menggunakan data dari satu negara
dengan mengukur contoh anak-anak sehat, tanpa memperhatikan cara hidup dan lingkungan mereka. Berdasarkan hal tersebut
World Health Organization (WHO) mengembangkan Multicenter Growth Reference Study (MGRS) yang menghasilkan standar
pertumbuhan dengan menggunakan sampel anak-anak dari enam negara yaitu Brazil (Pelotas), Ghana (Accra), India (New
Delhi), Norwegia (Oslo), Oman (Muscat) dan Amerika Serikat (Davis, California).
WHO MGRS1 dirancang untuk menyediakan data yang menggambarkan bagaimana anak-anak harus tumbuh, dengan cara
memasukkan kriteria tertentu (misalnya: menyusui, pemeriksaan kesehatan, dan tidak merokok). Penelitian tersebut mengikuti
bayi normal dari lahir sampai usia 2 tahun (longitudinal), dengan pengukuran yang lebih sering pada minggu pertama.
Kelompok anak-anak lain umur 18 sampai 71 bulan, diukur satu kali (cross sectional). Hasil data dari kedua kelompok umur
tersebut disatukan untuk menciptakan standar pertumbuhan anak umur 0 sampai 5 tahun.
Dengan adanya MGRS tersebut, maka WHO mengeluarkan standar baru pertumbuhan anak yang disebut standar WHO 2005.
Dalam standar WHO 2005 ini, terdapat perbedaan yang signifikan pada standar dan aplikasinya dibandingkan dengan rujukan
yang lama, karena itu diperlukan pelatihan khusus untuk membahas perbedaan dan isi dari standar WHO 2005.

1De Onis M, Garca C, Victoria CG, Bhan MK, Norum KR, editors. WHO Multicenter Growth Reference Study (MGRS):
Rationale, Planning and Implementation. Food Nutr Bull 2004; 25 (Suppl 1):S1-89

Dalam pelatihan ini akan digunakan kumpulan grafik pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan berdasarkan standar WHO
2005 dan anjuran pemberian makan serta perawatan anak yang telah diadaptasi dan disetujui oleh pemerintah Indonesia untuk
digunakan di seluruh Indonesia.
B. Filosofi Pelatihan
1.

Prinsip Andragogy (pembelajaran bagi orang dewasa), yaitu bahwa selama pelatihan peserta berhak
untuk:
a.
Didengarkan dan dihargai pengalamannya mengenai kegiatan pelayanan gizi masyarakat.
b.
Didorong untuk menyampaikan ide, dan pendapat, sejauh berada di dalam konteks pelatihan.
c.
Setiap orang mempunyai martabat yang sama dan dihargai sebagai manusia, sehingga tidak
dipermalukan, dilecehkan dan diabaikan.

2.

Berorientasi kepada peserta, di mana peserta berhak untuk:


a. Mendapatkan 1 paket bahan ajar tentang penilaian pertumbuhan balita.
b. Menggunakan modal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing peserta tentang penilaian
pertumbuhan balita dalam proses pembelajaran, serta melakukan peningkatan agar sesuai dengan standar yang sudah
ditetapkan.
c. Mendapatkan pelatih profesional yang dapat memfasilitasi, menguasai materi dan dapat memberikan umpan balik yang
konstruktif.
d. Memiliki keinginan memperbaiki kinerja melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
e. Berperan serta aktif pada setiap kegiatan.
f. Melakukan refleksi dan memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran yang dialami.
g. Melakukan evaluasi (bagi penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi tingkat kemampuannya dalam bidang
penilaian pertumbuhan balita.
h. Melakukan rencana tindak lanjut.

3.

Berbasis kompetensi, yang memungkinkan peserta untuk:


a.
Mencapai penguasaan materi yang ditetapkan.
b.
Meningkatkan keterampilan langkah demi langkah untuk memperoleh kompetensi dalam melakukan
penilaian pertumbuhan balita dan melakukan konseling pertumbuhan dan pemberian makan.
c.
Mendapatkan penilaian tentang keberhasilannya mencapai kompetensi yang ditetapkan pada akhir
pelatihan.

4.

Learning by doing dan learning by experience yang memungkinkan peserta untuk:


Berkesempatan melakukan berbagi pengalaman berbagai kasus gangguan pertumbuhan menggunakan metode
pembelajaran antara lain demonstrasi/peragaan, studi kasus, dan praktik baik secara individu maupun kelompok.

BAB II
PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI PESERTA
A. Peran
Setelah mengikuti pelatihan, peserta berperan sebagai Pelaksana Penilaian Pertumbuhan Balita yang akan
memberikan konseling pertumbuhan dan pemberian makan.
B. Fungsi
Dalam melaksanakan perannya peserta mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.

Menerapkan hasil MGRS

2. Melakukan pengukuran pertumbuhan balita.


3. Menganalisis interpretasi indikator pertumbuhan balita.
4. Melakukan konseling pertumbuhan dan pemberian makan.
C. Kompetensi Peserta
Untuk menjalankan fungsinya peserta memiliki kompetensi dalam :
1.

2.
3.
4.

Menerapkan hasil MGRS

Melakukan pengukuran pertumbuhan balita.


Menganalisis interpretasi indikator pertumbuhan balita.
Melakukan konseling pertumbuhan dan pemberian makan.

BAB III
TUJUAN PELATIHAN

A. Tujuan Umum
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melakukan penilaian pertumbuhan balita di puskesmas sesuai dengan standar
WHO 2005.
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
a.Menerapkan hasil MGRS.
b. Melakukan pengukuran pertumbuhan balita.
c.Melakukan interpretasi indikator pertumbuhan balita.
d. Melakukan konseling pertumbuhan dan pemberian makan.

BAB IV
STRUKTUR PROGRAM
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka disusunlah materi yang akan diberikan secara rinci pada tabel berikut:
WAKTU
NO

MATERI

MATERI DASAR
Kebijakan Penggunaan Standard WHO 2005 di Indonesia
B. MATERI INTI
Hasil MGRS
Mengukur Pertumbuhan Balita
Interpretasi Indikator Pertumbuhan
Konseling pertumbuhan dan pemberian makan
C. MATERI PENUNJANG
1.
Building Learning Commitment (BLC)
2.
RTL (Rencana Tindak Lanjut)
3.
Anti Korupsi
JUMLAH

PL

Jumlah
JPL

1
2
3
5

8
7
9

1
10
10
20

1
3
17

2
1
27

2
2
3
50

A.

Keterangan: T = Teori; P = Penugasan; PL = Praktik Lapangan; JPL = Jam Pembelajaran (1 JPL @ 45 menit)

BAB V

RANCANG BANGUN PROGRAM PEMBELAJARAN (RBPP)


Nomor
Materi
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Khusus
(TPK)

: Materi Dasar 1
: Kebijakan Penggunaan Standard WHO 2005 di Indonesia
: 2 Jpl (T=2 Jpl; P=0 Jpl; PL=0 Jpl)
: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami kebijakan penggunaan
standard WHO 2005 di Indonesia
Pokok Bahasan dan Sub
Pokok Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti materi ini,


peserta mampu:
Menjelaskan kebijakan
penggunaan standar WHO 2005

Kebijakan penggunaan

standar WHO 2005


a. Pentingnya Standard
Pertumbuhan (WHO)
b. Perbedaan Standar yang
Pernah Digunakan di
Indonesia dengan Standar
WHO 2005
c. Proses Adopsi Standar
WHO 2005 di Indonesia

Ceram
ah Tanya

Jawab (CTJ)

Bahan tayang
Laptop
Pointers

LCD

Keputusan
Menkes RI
No.1995/Menkes/SK/XII/2010
Keputusan
Menkes RI
No.155/Menkes/Per/I/2010
de Onis M,
Garza C, Onyango AW,
Martorell R, editors. WHO
Child Growth Standards. Acta
Paediatrica Suppl. 2006; 450:
1101.

Nomor
Materi
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Khusus
(TPK)

: Materi Inti 1
: Hasil Multicenter Growth Reference Studies (MGRS)
: 1 Jpl (T=1 Jpl; P=0 Jpl; PL=0 Jpl)
: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami pengenalan MGRS
Pokok Bahasan dan Sub
Pokok Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti materi ini, peserta


mampu:
1. Menjelaskan pentingnya
penilaian pertumbuhan balita
2. Menjelaskan latar belakang
dibentuknya Standar
Pertumbuhan Anak WHO 2005

Nomor

Curah pendapat

CTJ

Diskusi
2. Latar Belakang Dibentuknya

Standar Pertumbuhan Anak


WHO 2005
1. Pentingnya Penilaian
Pertumbuhan Balita

: Materi Inti 2

Bahan tayang
Laptop
Pointers
LCD

Module A, Introducing
(Training on The New
WHO Child Growth
Standard)
Depkes RI, Standar
Pemantauan
Pertumbuhan Balita,
Jakarta, Depkes, 2005.

Materi
: Mengukur Pertumbuhan Balita
Waktu
: 10 Jpl (T=2 Jpl; P=8 Jpl; PL=0 Jpl:0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum(TPU) : Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu melakukan pengukuran pertumbuhan balita.
Tujuan Pembelajaran khusus
(TPK)

Pokok bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti materi ini peserta


mampu:
1.
1. Menjelaskan penggunaan buku
Grafik Pertumbuhan Anak
(GPA)

2. Menjelaskan cara pemeriksaan


tanda- tanda klinis marasmus
dan kwashiorkor

3. Menjelaskan cara penimbangan


berat badan

1. Penggunaan Buku Grafik


Pertumbuhan Anak (GPA)
a.
Penggunaan
Buku GPA dalam
Pelatihan
b.
Alasan
Kunjungan dan
Menentukan Umur Anak
c.
Cara Penggunaan
Buku GPA pada Setiap
Kunjungan
2. Cara Pemeriksaan Tandatanda Klinis Marasmus dan
Kwashiorkor
a.
Marasmus
b.
Kwashiorkor
c.
MarasmicKwashiorkor
d.
Edema pada
kedua punggung kaki
3. Cara Penimbangan Berat
Badan
a.
Mempersiapkan
Penimbangan

CTJ
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Demonstrasi

CTJ
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Demonstrasi

CTJ
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Demonstrasi

Flipchart
Spidol
Selotip/lakban
Gunting
Penggaris segitiga
minimal 20 cm
Penghapus
Pensil
Rautan
Laptop
Pointers
LCD
Bahan tayang
Alat timbang BB
(dacin / uniscale /
beam balance /
timbangan digital
dan baby scale)
Alat ukur PB dan TB
(microtoise dan
papan ukur panjang
badan)

Kemkes RI,
2014, Standar
Pemantauan
Pertumbuhan
Balita.
WHO Training
Module, 2006,
Module B:
Measuring a
Childs Growth
MGRS
Anthropometry
Training Video

4. Menjelaskan cara pengukuran


panjang / tinggi badan

Menimbang
Anak Menggunakan
Timbangan Bayi (Baby
Scale)
c.
Menimbang
Anak Menggunakan
Dacin
d.
Menimbang
Anak yang Dapat Berdiri
Sendiri Dengan
Timbangan Beam
Balance

b.

4. Cara Pengukuran Panjang


dan Tinggi Badan
a.
5. Menjelaskan cara penentuan
Indeks Massa Tubuh (IMT)

6. Menjelaskan cara perawatan


peralatan pengukuran

7. Melakukan pengisian buku GPA

8. Melakukan pemeriksaan tandatanda klinis marasmus dan

Persiapan untuk
Mengukur Panjang dan
Tinggi Badan
b.
Mengukur
Panjang Badan
c.
Mengukur Tinggi
Badan

CTJ
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Demonstrasi

5. Cara Penentuan Indeks


Massa Tubuh (IMT)
a. menentukan IMT
menggunakan kalkulator
b. menentukan IMT
menggunakan tabel IMT
6. Cara Perawatan Peralatan
Pengukuran

CTJ
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Demonstrasi
CTJ
Diskusi
Demonstrasi
Praktik
Diskusi

Praktik

Boneka kaki panjang


Modul E (Buku Foto)
Buku GPA
Tabel IMT
Kalkulator
Video pengukuran
Lampiran 3 (Panduan
Kerja Menimbang
dan Mengukur
Anak)
Lembar bantu
pengisian data
penimbangan dan
pengukuran anak
Panduan praktik

kwashiorkor

Diskusi

9. Melakukan penimbangan berat


badan
10. Melakukan pengukuran
panjang/tinggi badan

7.Pengisian Buku GPA


a. Menghitung umur anak
b. Memilih grafik pertumbuhan

11. Melakukan penentuan IMT

8.Pemeriksaan Tanda-tanda
Klinis Marasmus dan
Kwashiorkor

Praktik
Diskusi
Praktik
Diskusi

9. Penimbangan Berat Badan


Anak
10. Pengukuran Panjang dan
Tinggi Badan
11. Penentuan IMT

Praktik
Diskusi

Nomor
: Materi Inti 3
Materi
: Interpretasi Indikator Pertumbuhan
Waktu
: 10 Jpl (T= 3 Jpl, P: 7 Jpl, PL: 0 Jpl)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU): Setelah mengikuti materi ini peserta mampu melakukan interpretasi indikator pertumbuhan
Tujuan Pembelajaran khusus
(TPK)

Pokok Bahasan dan Sub


Pokok Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Flipchart
Spidol
Selotip/Lakban
Gunting
Sticker warna
untuk ploting
Klip besar
Penggaris segitiga
minimal 20 cm
Penghapus
Pensil
Rautan
Laptop
Pointers
LCD
Bahan tayang
Modul E (Buku
Foto)
GPA ukuran besar
Buku GPA
Panduan praktik /

WHO Training
Module, 2006,
Module C :
Interpreting
Growth Indicators

Setelah mengikuti materi ini


peserta mampu:
1.

2.

Menjelaskan cara 1. Cara Pencantuman Angka


Hasil Pengukuran (ploting)
pencantuman angka hasil
Berdasarkan Beberapa
pengukuran (ploting)
Indikator Pertumbuhan
berdasarkan beberapa
a.
Cara memplot PB/U atau
indikator pertumbuhan
TB/U
b. Cara memplot BB/U
c. Cara memplot BB/PB atau
BB/TB
d. Cara memplot IMT/U

CTJ
Penugasan
Diskusi
Demonstrasi

Menjelaskan cara 2. Cara Interpretasi Hasil


Ploting Berdasarkan
interpretasi hasil ploting
Indikator Pertumbuhan
berdasarkan indikator
a. Identifikasi masalah
pertumbuhan
pertumbuhan berdasarkan
hasil ploting
b.Menentukan masalah
pertumbuhan berdasarkan
3 grafik pertumbuhan

CTJ
Penugasan
Diskusi
Demonstrasi

3.

Cara Interpretasi
Kecendrungan pada Grafik
Pertumbuhan
a.
memotong garis
Z-score
b.
kenaikan dan
penurunan yang tajam
pada garis pertumbuhan
c.
garis
pertumbuhan mendatar
d.
kecenderungan
pada grafik IMT/U

Melakukan
pencantuman angka hasil
pengukuran (ploting)
berdasarkan beberapa
indikator pertumbuhan

4.

Pencantuman angka hasil


pengukuran (ploting)
berdasarkan beberapa
indikator pertumbuhan

Melakukan
interpretasi hasil ploting
berdasarkan indikator
pertumbuhan

5.

Interpretasi hasil ploting


berdasarkan indikator
pertumbuhan

6.

Interpretasi kecenderungan
pada grafik pertumbuhan

3.

Menjelaskan cara
interpretasi kecenderungan
pada grafik pertumbuhan

4.

5.

6.

Melakukan
interpretasi kecenderungan
pada grafik pertumbuhan

CTJ
Penugasan
Diskusi
Demonstrasi

Penugasan
Studi Kasus
Diskusi

Penugasan
Studi Kasus
Diskusi
Penugasan
Studi Kasus
Diskusi

Studi Kasus

Nomor
Materi
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Khusus
(TPK)

: Materi Inti 4
: Konseling Pertumbuhan dan Pemberian Makan
: 20 JPL (T=5 Jpl, P=9 Jpl; PL=6 Jpl )
: Setelah mengikuti materi ini peserta mampu melakukan konseling pertumbuhan dan pemberian makan
Pokok Bahasan dan Sub
Pokok Bahasan

Metode

Setelah mengikuti materi ini peserta


mampu:

Media dan Alat


Bantu

Referensi

a.

1. Menjelaskan tehnik
menginformasikan hasil
penilaian pertumbuhan anak
kepada ibu

1. Tehnik menginformasikan
hasil penilaian
pertumbuhan anak kepada
ibu

2. Menjelaskan cara merujuk anak


dengan masalah pertumbuhan
yang serius

2. Merujuk anak dengan


masalah pertumbuhan
yang serius

3. Menjelaskan cara memberikan


konseling kepada ibu balita

3. Cara memberikan
konseling kepada ibu
balita
a.
Konseling
kepada ibu yang
anaknya tumbuh baik
b.
8 (delapan)
langkah konseling
kepada ibu dengan anak
Gizi Kurang

CTJ
Penugasan
Diskusi
CTJ
Penugasan
Diskusi

CTJ
Penugasan
Studi kasus
Diskusi
Role play

Panduan praktik
b.
dan studi kasus
Kursi dan
pengeras suara
Buku GPA
Flip chart
Spidol
Laptop
Pointers
LCD
Bahan tayang
Pensil, pulpen
Penghapus
Penggaris segitiga
minimal 20 cm
Tabel IMT
Lembar bantu
konseling

WHOTraining
Module, 2006,
Module D :
Counseling on
Growth and Feeding
Kementerian
Kesehatan. 2013.
Pedoman
Penyelenggaraan
Pelatihan Pencegahan
dan Penanggulangan
Kegemukan dan
Obesitas pada Anak
Sekolah.
Kementerian
Kesehatan RI. 2013.
Pedoman Fasilitator
Pelatihan Tatalaksana

c.

4. Menjelaskan cara pembuatan


makanan padat gizi

Peralatan masak
Panduan
praktek/studi
kasus
Resep

5 (lima)
langkah konseling
kepada ibu dengan anak
Kegemukan

4. Cara pembuatan makanan


padat gizi

5. Melakukan pembuatan makanan


padat gizi untuk anak kurus atau
sangat kurus pasca perawatan

5. Pembuatan makanan
padat gizi untuk anak
kurus atau sangat kurus
pasca perawatan

6. Melakukan konseling kepada


ibu yang mempunyai anak Gizi
Kurang

6. Konseling pada ibu yang


mempunyai anak Gizi
Kurang

7. Melakukan konseling kepada


ibu yang mempunyai anak
Kegemukan

7. Konseling pada ibu yang


mempunyai anak yang
Kegemukan

CTJ
Diskusi
Praktik
Diskusi

Praktik
Diskusi

Praktik
Diskusi

Gizi Buruk

Departemen
Kesehatan RI. 2011.
Pedoman Pelayanan
Anak Gizi Buruk.

Nomor
Materi
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

: Materi Penunjang 1
: Building Learning Commitment (BLC)
: 2Jpl ( P = 2 Jpl)
: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif

Tujuan Pembelajaran Khusus


(TPK)

Pokok Bahasan/ Sub Pokok


Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti materi ini, peserta


mampu :
1.

Mengenal sesama peserta, pelatih


dan penyelenggara

1.

Proses
Pencairan/perkenalan antar peserta
serta fasilitator dan penyelenggara
Proses pencairan (ice
breaking) sesama peserta

2.

Melakukan pencairan (ice breaking)


sesama peserta

2.

3.

Mengidentifikasi harapan, dan


komitmen terhadap proses selama
pelatihan

3.

Harapan dan
komitmen peserta dalam mengikuti
pelatihan

4.

Membuat kesepakatan nilai, norma


dan kontrol kolektif

4.

Nilai,norma dan
control kolektif diterapkan selama
pelatihan

Praktik
Games
Diskusi

flip chart
spidol
alat bantu
games

Baderel Munir, Dinamika


Kelompok,
Depkes RI, Badan PPSDM
Kesehatan, Pusdiklat Kesehatan,
2002, Kumpulan Instrumen Diklat,
Jakarta.
Modul Pelatihan
Hariret Ronken Lynton, Buku
Petunjuk untuk Pelatih Kasus,
Pusdiklat Depkes RI, 1986

Nomor

: Materi Penunjang 2

Materi

: Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Waktu

: 2Jpl (T = 0 Jpl; P = 2 Jpl; PL = 0 Jpl)

Tujuan Pembelajaran Umum

: Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu menyusun RTL

Tujuan Pembelajaran Khusus


(TPK)

Pokok Bahasan/Sub Pokok


Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti pelatihan, peserta


mampu:
1.
Menjelaskan pengertian dan ruang
lingkup RTL

1.

2.
Menjelaskan langkah-langkah
penyusunan RTL

2.

3.
Menyusun RTL

3.

engertian dan Ruang


Lingkup RTL

P
CTJ

Penugasan
L

angkah-langkah Penyusunan
RTL
P
enyusunan RTL

LCD

Laptop

Formulir RTL

Pusdiklat Aparatur,
Standar
Penyelenggaraan
Pelatihan, 2012,
Jakarta

Nomor
Materi
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Khusus
(TPK)

: Materi Penunjang2
: Anti Korupsi
: 3 JPL (T = 3 ; P = 0 ; PL= 0)
: Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami Anti Korupsi
Pokok Bahasan dan
Sub Pokok Bahasan

Metode

Media dan Alat


Bantu

Referensi

Setelah mengikuti materi ini,


peserta mampu:
1. Menjelaskan Konsep Korupsi

1. Konsep Korupsi
a. Definisi Korupsi
b. Ciri-ciri Korupsi
c. Bentuk/Jenis Korupsi
d. Tingkatan Korupsi
e. Faktor Penyebab Korupsi
f. Dasar Hukum tentang Korupsi

Ceramah
tanya jawab

2. Menjelaskan Konsep Anti Korupsi

2. Konsep Anti Korupsi


a. Definisi Anti Korupsi
b. Nilai-nilai Anti Korupsi
c. Prinsip-prinsip Anti Korupsi

Ceramah
tanya jawab

3. Menjelaskan Upaya Pencegahan


Korupsi dan Pemberantasan
Korupsi

3. Upaya Pencegahan Korupsi dan

Pemberantasan Korupsi
a.
Up
aya Pencegahan Korupsi
b.
Up
aya Pemberantasan Korupsi
c.
Str
ategi Komunikasi Anti Korupsi

Ceramah
tanya jawab

4. Menjelaskan Tata Cara Pelaporan


Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana

4. Tata Cara Pelaporan Dugaan


Pelanggaran Tindak Pidana Korupsi

Ceramah
tanya jawab

Bahan tayang
Papan dan kertas
flipchart
LCD projector
Laptop
White board
Spidol

Undang-undang Nomor
20 Tahun 2001 tentang
Perubahan Atas
Undang-undang
Nomor 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi
Instruksi Presiden
Nomor 1 Tahun 2013
Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor
232/MENKES/SK/VI/
2013 tentang Strategi
Komunikasi Pekerjaan
dan Budaya Anti
Korupsi

Korupsi

5. Menjelaskan Gratifikasi

a. Laporan
b. Pengaduan
c. Peran Serta Masyarakat
d. Tatacara Penyampaian Pengaduan
5. Gratifikasi
a. Pengertian Gratifikasi
b. Landasan Hukum Gratifikasi
c. Gratifikasi merupakan Tindak
Pidana Korupsi
d. Contoh Gratifikasi
e. Sanksi Gratifikasi

Ceramah
tanya jawab

BAB VI
DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN

Pre Test
Pembukaan

Building Learning Commitment


(BLC)
Pengetahuan dan Keterampilan

Wawasan :
E
V
A
L
U
A
S
I

1.
Hasil MGRS
2.
Mengukur Pertumbuhan Balita
Penggunaa 3.
Interpretasi Indikator Pertumbuhan
n Standard 4.
Konseling
pertumbuhan
dan
WHO 2005
pemberian makan
di
Metode:
Indonesia
Ceramah Tanya
Bermain peran
2. Anti
Jawab
Diskusi
Korupsi
1. Kebijakan

Metode:

Curah
pendapat

CTJ

Curah Pendapat
Penugasan

Praktik/Demonstrasi

Praktik Lapangan

RTL
Penutupan

Post Test & Evaluasi Penyelenggaraan

Proses pembelajaran dalam pelatihan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


A.

Pre Test
Sebelum acara pembukaan, dilakukan pre test terhadap peserta. pre test bertujuan untuk mendapatkan informasi awal tentang
pengetahuan dan kemampuan peserta dalam melaksanakan kegiatan Penilaian Pertumbuhan Balita.

B.

Pembukaan
Pembukaan dilakukan untuk mengawali kegiatan pelatihan secara resmi. Proses pembukaan pelatihan meliputi beberapa
kegiatan berikut:
1. Laporan ketua penyelenggara pelatihan.
2. Pengarahan sekaligus pembukaan.
3. Penyematan tanda peserta.
4. Perkenalan peserta secara singkat.
5. Pembacaan doa.

C.

Building Learning Commitment/BLC (Membangun Komitmen Belajar)


Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan peserta dalam mengikuti proses pelatihan. Kegiatannya antara lain:
1.
Penjelasan oleh pelatih/fasilitator tentang tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan dalam
materi BLC.
2.
Perkenalan antara peserta dengan para pelatih/fasilitator dan dengan panitia penyelenggara pelatihan, dan
juga perkenalan antar sesama peserta. Kegiatan perkenalan dilakukan dengan permainan, dimana seluruh peserta terlibat
secara aktif.
3.
Mengemukakan harapan, kekhawatiran dan komitmen kelas masing-masing peserta selama pelatihan.
4.
Kesepakatan antara para pelatih/fasilitator, penyelenggara pelatihan dan peserta dalam berinteraksi selama
pelatihan berlangsung, meliputi: pengorganisasian kelas, kenyamanan kelas, keamanan kelas, dan yang lainnya.

D.

Pemberian wawasan
Setelah BLC, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan materi sebagai dasar pengetahuan/wawasan yang sebaiknya diketahui
peserta dalam pelatihan ini.
Materi tersebut yaitu:
1. Kebijakan Penggunaan Standard WHO 2005 di Indonesia
2. Anti Korupsi

E.

Pembekalan Pengetahuan dan Keterampilan


Pemberian materi pengetahuan dan keterampilan dari proses pelatihan mengarah pada kompetensi yang akan dicapai oleh
peserta.
Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan berbagai metode yang melibatkan semua peserta untuk berperan aktif
dalam mencapai kompetensi tersebut, yaitu diskusi kelompok, latihan, studi kasus, bermain peran, penugasan, dan micro
teaching.
Pengetahuan dan keterampilan meliputi materi:
1. Hasil MGRS
2. Mengukur Pertumbuhan Balita
3. Interpretasi Indikator Pertumbuhan
4. Konseling pertumbuhan dan pemberian makan
5. Teknik Melatih
Setiap hari sebelum proses pembelajaran dimulai, pelatih/fasilitator melakukan kegiatan refleksi dimana pada kegiatan ini
pelatih/fasilitator bertugas untuk menyamakan persepsi tentang materi yang sebelumnya diterima sebagai bahan evaluasi untuk
proses pembelajaran berikutnya.

F.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)


RTL dilakukan oleh peserta dengan tujuan untuk merumuskan tindak lanjut peserta di tempat kerjanya setelah mengikuti
pelatihan.

G.

Evaluasi Peserta (Post Test) dan Evaluasi Penyelenggaraan


Evaluasi peserta diberikan setelah semua materi disampaikan dan sebelum penutupan dengan tujuan untuk melihat peningkatan
pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi penyelenggaraan dilakukan untuk mendapatkan
masukan dari peserta tentang penyelenggaraan pelatihan tersebut dan akan digunakan untuk penyempurnaan penyelenggaraan
pelatihan berikutnya.

H.

Penutupan
Acara penutupan adalah sesi akhir dari semua rangkaian kegiatan, dilaksanakan oleh pejabat yang berwenang dengan susunan
acara sebagai berikut:
1.
Laporan ketua penyelenggara pelatihan.
2.
Pembagian sertifikat.
3.
Kesan dan pesan dari perwakilan peserta.
4.
Pengarahan dan penutupan oleh pejabat yang berwenang.
5.
Pembacaan doa.

BAB VII
PESERTA DAN TIM PELATIH

A. Peserta
1. Kriteria peserta
Peserta adalah :
a. Tenaga pendidik di bidang kesehatan atau gizi, dokter spesialis anak, dokter umum,

perawat, bidan dan ahli gizi, baik yang bekerja di sektor pemerintah maupun swasta dan
mempunyai komitmen serta bersedia mengikuti pelatihan secara penuh.
b. Ditugaskan oleh pimpinan dari tempat bekerja.
c. Bersedia mengikuti pelatihan secara penuh (tingkat kehadiran 95%).
d. Bersedia mengikuti peraturan yang ditetapkan.
2. Jumlah peserta
Dalam 1 kelas, peserta berjumlah 10 orang, dengan fasilitator sebanyak 2 orang (ratio peserta dan
fasilitator = 5 : 1 )
B. Fasilitator
Kriteria Pelatih/Fasilitator :

1.

Memiliki sertifikat/surat keterangan sebagai fasilitator penilaian


pertumbuhan dari Kementerian Kesehatan RI.
2.
Telah memfasilitasi pelatihan penilaian pertumbuhan balita sebagai
pendamping, minimal 5 kali.
3.
Menguasai substansi/materi yang akan diajarkan dan cara memfasilitasi
yang baik, berdasarkan rekomendasi dari fasilitator utama.

BAB VIII
PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN
A. Penyelenggara
Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Balita Bagi Tenaga Pelaksana Gizi Puskemas diselenggarakan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota.
B. Tempat Penyelenggaraan
Pelatihan diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) UPT Pusat atau Daerah, maupun
tempat yang memiliki sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran sesuai dengan dana
yang tersedia.

BAB IX
EVALUASI
Evaluasi yang dilakukan dalam pelatihan ini meliputi:
A. Evaluasi terhadap Peserta
Evaluasi terhadap peserta dilakukan melalui:
1.
Penjajagan awal melalui pre test.
2.
Penjajagan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap materi yang telah
diterima melalui post test.
3.
Penilaian terhadap kehadiran pada setiap sesi pembelajaran.
B. Evaluasi terhadap Fasilitator
Evaluasi terhadap fasilitator ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilaian yang
menggambarkan tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan fasilitator dalam menyampaikan
pengetahuan dan atau keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap peserta,
meliputi:
a. Penguasaan materi
b. Ketepatan waktu
c. Sistematika penyajian
d. Penggunaan metode dan alat bantu pelatihan
e. Empati, gaya dan sikap kepada peserta
f. Pencapaian Tujuan Pembelajaran Umum
g. Kesempatan tanya jawab
h. Kemampuan menyajikan
i. Kerapihan pakaian
j. Kerjasama antar tim pengajar.
C. Evaluasi terhadap Penyelenggara Pelatihan
Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan
administrasi dan akademis, yang meliputi:
a. Tujuan pelatihan
b. Relevansi program pelatihan dengan tugas
c. Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat kerja
d. Manfaat pelatihan bagi peserta/instansi
e. Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan
f. Pelayanan sekretariat terhadap peserta
g. Pelayanan akomodasi dan lainnya
h. Pelayanan konsumsi
i. Pelayanan komunikasi dan informasi.

BAB X
SERTIFIKAT
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, kepada setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan
ketentuan kehadiran 100% berhak mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan
RI dengan angka kredit 1 (satu) yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan panitia
penyelenggara.