Anda di halaman 1dari 55

1

LAPORAN PELAKSANAAN PBL II


DI RW O2 KELURAHAN LILIBA
KECAMATAN OEBOBO
KOTA KUPANG

OLEH:
1. ALEXANDRINA M. GONSALVES
2. ALOYSIUS SENGAJI
3. AMILIANTI BOIMAU
4. ANI PAJI JERA
5. ANGELITA JOHN MESSAKH
6. ARFAN KAFTARU
7. DEMSI DALLE
8. INDHYRA MARLINA RAGA
9. SARCI PANDIE
10. WIWIN LOKAT
11. YENI HEGE UDJU

NIM. 1407010153
NIM. 1307012210
NIM. 1307012207
NIM. 1407010195
NIM. 1407010131
NIM. 1307012285
NIM. 1307012213
NIM. 1407010011
NIM. 1407010150
NIM. 1407010175
NIM. 1307012238

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2016

3
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN PBL II
KELURAHAN LILIBA KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG
Disusun oleh:
1. ALEXANDRINA M. GONSALVES
NIM. 1407010153
2. ALOYSIUS SENGAJI
NIM. 1307012210
3. AMILIANTI BOIMAU
NIM. 1307012207
4. ANI PAJI JERA
NIM. 1407010195
5. AGELITA JOHN MESSAKH
NIM. 1407010131
6. ARFAN KAFTARU
NIM. 1307012285
7. DEMSI DALLE
NIM. 1307012213
8. INDHYRA MARLINA RAGA
NIM. 1407010011
9. SARCI PANDIE
NIM. 1407010150
10. WIWIN LOKAT
NIM. 1407010175
11. YENI HEGE UDJU
NIM. 1307012238

Telah disetujui dan diterima oleh :


Dosen Pembimbing Lapangan,

Ketua RW 02,

Anna H. Talahatu, SPI, Msi


NIP : 19810313 200801 2 016

Rony Lotu, SH
NIP :

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan penyertaan-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
Laporan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II.
Kami menyadari bahwa program PBL ini memberikan sumbangan berarti
dalam menerapkan teori yang telah diperoleh dikampus dan mengaplikasikannya
ditengah tengah masyarakat. Selain itu, kami juga memperoleh pengalaman
yang berharga karena dapat melihat secara langsung keadaan masyarakat
khususnya yang berhubungan dengan masalah kesehatan.
Dalam pelaksanaan PBL II sampai dengan penulisan laporan ini, kemi
tidak berjalan sendirian, tetapi berkat dorongan dan bantuan serta motivasi dari
berbagai pihak, maka kami dapat menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu,
selayaknya kami menyampaikan rasa terimakasih kepada :
1. Ibu Dra. Engelina Nabuasa, MS, selaku Dekan FKM Undana yang telah
memberikan ijin untuk mengikuti kegiatan PBL II
2. Bpk. Marselinus Laga Nur, S.KM., M.Kes, selaku Ketua Panitia PBL II
3. Ibu Anna H. Talahatu, S.PI., M. Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan
yang telah meluangkan waktu untuk memberikan arahan, pengawasan,
serta bimbingan kepada kami selama pelaksanaan PBL II.
4. Bpk. Camat Oebobo yang telah memberikan ijin kepada kami untuk
melaksanakan kegiatan PBL II di wilayah kerjanya.
5. Bpk. Amramsius Yolah, S.Sos, selaku Lurah Liliba beserta staf yang telah
menerima dan memberi data dalam pelaksanaan kegiatan PBL II.
6. Bpk, Rony Lotu, SH, selaku ketua RW 02 Kelurahan Liliba beserta
masyarakat RT 01, RT 04, dan RT 05 yang telah membantu dan
bekerjasama dengan kami dalam melaksanakan kegiatan PBL II.

7. Pihak Pustu Liliba yang telah bersedia membantu kami dalam


melancarkan kegiatan PBL II ini.
8. Orang tua kami yang telah mendukung kami baik melalui doa, materi, dan
spirit sejak awal hingga akhir kegiatan PBL II.
9. Rekan-rekan seangkatan 2014 yang telah terjun langsung ke masyarakat
untuk melaksanakan kegiatan PBL II, sehingga semuanya dapat berjalan
dengan baik.
10. Rekan-rekan seangkatan kelompok II PBL II: Alexandrina, Aloysius,
Amilianti, Anny, Angelita, Arfan, Demsi, Indhira, Sarci, dan Wiwin atas
semua kerja sama yang dalam suka dan duka, telah bersama-sama
menjalani saat-saat yang menyenangkan selama kegitan PBL II.
11. Senior-senior yang telah memberikan dukungan untuk kelancaran kegiatan
PBL II.
Seperti bunyi pepatah Tak ada gading yang tak retak, begitupun dengan
penulisan laporan kami ini. Oleh karena itu, segala saran dan kritik dari pembaca
yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan laporan ini. Kiranya
laporan ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi kita semua terutama demi
meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kupang, November 2016
Tim Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR......................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................
DAFTAR GAMBAR.....................................................................
DAFTAR LAMPIRAN..................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................
1.1 LATAR BELAKANG.................................................................1
1.2 TUJUAN.................................................................................2
1.2.1 Tujuan Umum................................................................2
1.2.2 Tujuan Khusus...............................................................2
BAB II METODE..........................................................................
2.1. LOKASI PBL II......................................................................3
2.2. WAKTU PBL II......................................................................3
2.3. SUMBER DATA.....................................................................3
2.4. METODE PERENCANAAN PROGRAM INTERVENSI DI
MASYARAKAT..............................................................................3
BAB III ANALISIS SITUASI KHUSUS RW 02 KELURAHAN
LILIBA......................................................................................
3.1 ANALISIS SITUASI KHUSUS RW 02 KELURAHAN LILIBA.........5
3.1.1 Keadaan Geografis RW 02 Kelurahan Liliba..................5
3.1.2 Keadaan Demografi......................................................6
3. 2 HASIL MINILOKAKARYA (HASIL PBL I).................................10
3. 3 ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH.................................11
BAB IV HASIL KEGIATAN PBL II..................................................
4.1. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH...................................12
4.2. PLAN OF ACTION PEMECAHAN MASALAH (MASALAH
SPESIFIK)..................................................................................14

4.3. PELAKSANAAN INTERVENSI...............................................18


4.4. INDIKATOR KEBERHASILAN...............................................21
4.5. HAMBATAN DAN KEMUDAHAN YANG DITEMUI...................22
BAB V PENUTUP......................................................................
5.1. SIMPULAN.........................................................................23
5.2. SARAN...............................................................................23
DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL
No
TABEL 3.1
TABEL 3.2
TABEL 3.3
TABEL 3.4
TABEL 3.5
TABEL 3.6
TABEL 3.7
TABEL 4.1
TABEL 4.2
TABEL 4.3

Judul
Halaman
Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Di RW 02, RT 01,04
dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Tahun
2016.
6
Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di RW 02, RT
01,04 dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Tahun
2016
6
Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di RW 02, RT
01,04 dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Tahun
2016
7
Distribusi Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan di RW 02, RT
01,04 dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Tahun
2016.
8
Distribusi Penduduk Menurut Agama di RW 02, RT 01,04 dan 05
Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Tahun
2016.
9
Disribusi 10 Penyakit Terbesar di Kecamatan Oebobo menurut
Puskesmas Oepoi Tahun
2015
9
Hasil Penentuan Prioritas Masalah Untuk Intervensi
Kegiatan..
10
Plan Of Action pemecahan masalah (masalah spesifik)
..
14
Proses Pelaksanaan Penyuluhan tentang
PMBA
18
Hasil pengukuran terhadap
kuesioner.
21

DAFTAR GAMBAR
No

Gambar

Halaman

GAMBAR 4. 1 KERANGKA PEMECAHAN MASALAH..................12

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN

1
2
3
4
5
6
7
8

JADWAL KEGIATAN PBL II


SOAL PRE-TEST DAN POST-TEST
LEMBARAN DAFTAR HADIR KONSULTASI PBL II
DAFTAR HADIR KEGIATAN PBL II DI LAPANGAN
RESEP MAKANAN PADAT GIZI
FOTO KEGIATAN
DAFTAR HADIR
DATA BERAT BADAN ANAK KELURAHAN LILIBA RW 02

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak dasar dari setiap manusia dan merupakan salah satu

faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, disamping itu juga merupakan
karunia Tuhan yang perlu disyukuri, oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara dan
ditingkatkan kualitasnya serta dilindungi dari ancaman yang merugikan. Selain itu, kesehatan
merupakan hak asasi setiap insan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun
1960 tentang pokok-pokok kesehatan (Depkes 1992). Menurut Undang Undang RI Nomor
36 Tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun
sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Masalah kesehatan masyarakat merupakan sebuah indikator yang dapat menggambarkan
sejauh mana pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai kesehatan antara lain
mencakup perilaku hidup bersih dan sehat serta kebersihan dan keseimbangan lingkungan
untuk pencapaian suatu derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Demi mewujudkan
kesehatan yang optimal maka dibutuhkan sebuah program dan strategi untuk mengetahui
permasalahan kesehatan yang ada dalam masyarakat, mencari solusi untuk pemecahannya,
serta menggerakan pembangunan kesehatan dan menanamkan wawasan akan hidup sehat
kepada masyarakat.
Masalah gizi pada hakikatnya adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat,
namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan
kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu
pendekatan penanggulangnya harus melibatkan berbagai sektor terkait. Masalah gizi
meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan, pemecahannya tidak selalu
berupa peningkatan produksi dan pengadaan pangan. Pada kasus tertentu, seperti keadaan
krisis (bencana kekeringan, perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi muncul
akibat ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, yaitu kemampuan rumah tangga untuk
memperoleh makanan untuk semua anggotanya. Menyadari hal ini, peningkatan status gizi
masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk
memperoleh makanan yang cukup dalam jumlah dan mutunya. Dalam konteks ini masalah
gizi tidak lagi semata-mata masalah kesehatan tetapi juga masalah kemiskinan, pemerataan,
dan masalah kesempatan kerja.. Oleh karena itu, Program Pengalaman Belajar Lapangan

2
(PBL) dilaksanakan sebagai salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai
asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tiap anggota keluarga dengan memanfaatkan
pangan lokal yang mudah di peroleh oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas
hidup masyarakat khususnya mengenai masalah gizi.
Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data pada PBL I serta hasil
Minilokakarya maka ditemukan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas untuk
diintervensi di RW 002 Kelurahan Liliba adalah Masalah Pemberian Makanan Pendamping
ASI di mana kurang pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk memberikan makanan
pendamping ASI.

Adapun kegiatan intervensi yang di laksanakan adalah demonstrasi

Pembuatan Makanan Tambahan dan Penyuluhan Pentingnya Pemberian Makanan


Pendamping ASI. Setelah itu akan dilakukan evaluasi pada saat PBL III apakah intervensi
pada saat PBL II berhasil atau tidak..
Dalam Laporan PBL II ini akan dibahas tentang bagaimana proses pelaksanaan
PBL II yang dilakukan di RW 002 Kelurahan Liliba Kecamatan oebobo yang berlangsung
pada tanggal 15 Oktober 2016.

1.2

Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum


Secara umum tujuan program PBL II adalah untuk merencanakan, merancang, dan
melaksanakan program kegiatan intervensi terhadap prioritas masalah kesehatan yang
telah ditentukan dalam kegiatan PBL I. (masalah yang ditemukan pada saat PBL I adalah
masalah gizi pada anak)
1.2.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus PBL II adalah mahasiswa-mahasiwi mampu :
1

Mahasiswa merencanakan, merancang dan melaksanakan kegiatan penyuluhan


dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemberian makan
pendamping Asi yang baik dan benar.

Mahasiswa melaksanakan kegiatan praktek pengolahan pangan lokal untuk


makanan Pendamping Asi (MP-ASI).

BAB II
METODE
2.1. Lokasi PBL II
Pengalaman Belajar Lapangan II (PBL II) dilaksanakan di
wilayah Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Secara
khusus kelompok kami mendapat lokasi PBL II di wilayah RW 002
yang meliputi RT 01, RT 04 dan RT 05.

2.2. Waktu PBL II


1 Pelaksanaan PBL II
Waktu pelaksanaan PBL II dimulai dari tanggal 7 Oktober sampai
tanggal 12 Desember 2016 yang dilaksanakan setiap hari Kamis
sampai hari Sabtu.
2 Intervensi Program
Waktu pelaksanaan

intrvensi penyuluhan dilaksanakan pada hari

Sabtu tanggal 8 Oktober 2016


3 Seminar PBL II
Waktu pelaksanaan seminar PBL II dilaksanakan pada tanggal 6 7
desember 2013.

2.3.

Sumber Data
Data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini berupa
Data Primer dan Data Sekunder. Data Primer adalah data yang
didapat langsung dari sumber informasi yaitu masyarakat Kelurahan
Liliba RW 02, RT 01, RT 04, dan RT 05. Sedangkan data sekunder
adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di
Pustu yang adad di wilayah tersebut serta Puskesmas Oepoi.

2.4. Metode Perencanaan Program Intervensi Di Masyarakat


Dalam

perencanaan

program

intervensi,

kelompok

kami

mengacu pada data PBL 1 yang ada untuk diinformasikan kepada


masyarakat agar dapat diputuskan bersama prioritas masalah dan
alternatif penyelesainnya melalui kegiatan minilokakarya, yaitu:
Minilokakarya untuk PBL I. Pada tahap minilokakarya kelompok kami
menggunakan metode USG dimana setiap peserta memberikan skor
disetiap masalah yang diambil, kemudian dari skor tersebut urgent
yang

tertinggilah

yang

diambil

sebagai

masalah

yang

akan

diintervensi pada saat PBL II.


Berdasarkan data-data yang diperoleh pada PBL I, maka
terdapat 4 masalah kesehatan masyarakat penting yang ada di
wilayah RW 002/RT 01, 04 & 05,
Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, yaitu:
masalah sampah dan pengelolaannya, rendahnya pelaksanaan
PHBS di masyarakat, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang
imunisasi, kurangnya ketersediaan SPAL, serta masalah ventilasi.
Berdasarkan hasil minilokakarya yang dilakukan di PBL I maka
diperoleh prioritas masalahnya adalah kurangnya pengetahuan
masyarakat mengenai imunisasi dasar yang lengkap.
Dalam mengatasi prioritas masalah yang ada di RW 002
kelurahan Liliba maka direncanakan

metode program intervensi

sebagai berikut :
1 Melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu
hamil,menyusui dan ibu yang memiliki bayi/balita mengenai Cara
pemberian makanan tambahan, cara pembuatan makanan yang
mudah dan ekonomis, dan cara pemberian Asi Ekslusif yang baik
dan benar.

Penyampaian pesannya melalui metode ceramah

(Pemateri, mahasiswa) dan diskusi bersama warga


2 Melakukan kegiatan pembagian buku panduan Paket Konseling
:Pemberian Makan Bayi dan Anak
3 Melakukan kegiatan praktek pengolahan pangan local sebagai
makanan pendamping asi untuk memberikan gambaran kepada
masyarakat tentang pengolahan makanan yang sederhana dengan

5
bahan yang mudah didapat namun tetap memiliki nilai gizi yang
tinggi.

BAB III
ANALISIS SITUASI KHUSUS RW 02 KELURAHAN LILIBA
3.1

Analisis Situasi Khusus RW 02 Kelurahan Liliba

3.1.1 Keadaan Geografis RW 02 Kelurahan Liliba


Batas-batas wilayah RW 02
1) Sebelah Timur berbatasan dengan RW 12
2) Sebelah Barat berbatasan dengan RW 04
3) Sebelah Utara erbatasan dengan RW 03
4) Sebelah Selatan berbatasan dengan RW 13
Batas-batas wilayah RW 02/ RT 01
1) Sebelah Timur berbatasan dengan RW 13/RT 02
2) Sebelah Barat berbatasan dengan RW 04/RT 08
3) Sebelah Utara berbatasan dengan RW 02/RT 04
4) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Maulafa
Batas-batas wilayah RW 02/ RT 04
1) Sebelah Timur berbatasan dengan RW 02/RT 05
2) Sebelah Barat berbatasan dengan RW 04/RT 08
3) Sebelah Utara berbatasan dengan RW 03/RT 28
4) Sebelah Selatan berbatasan dengan RW 02/RT 01
Batas-batas wilayah RW 02/ RT 05
1) Sebelah Timur berbatasan dengan RW 12/RT 10
2) Sebelah Barat berbatasan dengan RW 02/ RT 04
3) Sebelah Utara berbatasan dengan RW 03/RT 35
4) Sebelah Selatan berbatasan dengan RW 13/RT 02

3.1.2 Keadaan Demografi


Jumlah penduduk RT 01,04 Dan 05 di RW 02 Kelurahan Liliba adalah
sebanyak 668 jiwa yang terdiri atas 327 laki-laki dan 341 perempuan, dengan
jumlah Kepala Keluarga (KK) adalah sebanyak 161 KK.
Tabel 3. 1 Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Di RW 02, RT 01,04 dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan
Oebobo Tahun 2016.
Jenis
Kelamin

RT 01

RT 04

RT 05

Jumlah

Laki-laki
103
123
101
327
Perempuan
111
142
88
341
Total
214
265
189
668
Sumber: Data Primer Kelurahan Liliba RW 02

Persen
(%)
48,95
51,05
100,00

Berdasarkan tabel 3.1, menujukan bahwa sebagian besar masyarakat di


RW 02 Kelurahan Liliba terbanyak pada jenis kelamin perempuan dengan
jumlah 341 orang dengan presentase sebesar 51,05 % sedangkan jumlah
penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 327 orang dengan presentase
sebesar 48,95 %.
Tabel 3. 2 Distribusi Penduduk Menurut Kelompok
Umur di RW 02, RT 01,04 dan 05 Kelurahan Liliba
Kecamatan Oebobo Tahun 2016.
Kelompo
k Umur
0-4
59
1014

RT 01 RT 04 RT 05
4
9
27

20
21
25

6
16
21

Jumlah

Persen (%)

30
46
73

4,49
6,89
10,93

8
15-19
19
21
24
64
20-24
24
29
22
75
25-29
14
26
14
54
30-34
19
21
19
59
35-39
24
18
20
62
40-44
27
11
14
52
45-49
11
24
7
42
50-54
8
17
4
29
55-59
4
11
5
20
60-64
6
7
3
16
65-69
6
6
6
18
70-74
6
4
0
10
75 ke atas
6
4
8
18
Total
214
265
189
668
Sumber: Data Primer Kelurahan Liliba RW 02

9,58
11,23
8,08
8,83
9,28
7,78
6,29
4,34
2,99
2,40
2,69
1,50
2,69
100,00

Berdasarkan tabel 3.2, menunjukan bahwa jumlah penduduk di


Kelurahan Liliba RW 02 terbanyak pada kelompok umur antara 20-24 tahun
dengan presentase 11,23 %. Sedangkan penduduk dengan kelompok umur
paling sedikit adalah 70-74 tahun dengan presentase 1,50 %.
Tabel 3. 3 Distribusi Penduduk
Menurut
Tingkat
Pendidikan di RW 02, RT 01,04 dan 05 Kelurahan Liliba
Kecamatan Oebobo Tahun 2016.
Tingkat Pendidikan
Tidak/Belum sekolah
Paud/TK
SD
SMP/SLTP

RT 01
13
0
52
45

RT 04 RT 05 Jumlah
23
15
51
8
0
8
64
73
189
58
34
137

SMA/SLTA
77
81
55
Diploma
3
2
2
Strata I
21
27
10
Strata II
3
2
0
Total
214
265
189
Sumber: Data Primer Kelurahan Liliba RW 02

213
7
58
5
668

Persen (%)
7,63
1,20
28,29
20,51
31,89
1,05
8,68
0,75
100,00

Berdasarkan tabel 3.3, menunjukan bahwa jumlah penduduk di RW 02


Kelurahan Liliba berdasarkan tingkat pendidikan yaitu terbanyak pada tingkat
SMA/SLTA berjumlah 213 orang dengan presentase sebesar 31,89 %.
Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit berada pada tingkat pendidikan
Diploma berjumlah 7 orang dengan presentase sebasar 1,05 %.

9
Tabel 3. 4 Distribusi Penduduk
Menurut
Jenis
Pekerjaan di RW 02, RT 01,04 dan 05 Kelurahan Liliba
Kecamatan Oebobo Tahun 2016.
Jenis Pekerjaan
PNS
Petani
Wiraswasta

RT 01
14
4
52

RT 04
19
14
18

RT 05
6
9
25

Jumlah
39
27
95

Persen (%)
5,84
4,04
14,22

Pegawai Swasta

10

14

32

4,79

TNI/POLRI
Pendeta
Pensiunan
Tukang
Dosen
Guru
Sopir
IRT

1
2
5
3
2
5
0
37

4
2
4
12
0
2
4
51

0
1
2
3
0
0
1
27

5
5
11
18
2
7
5
115

0,75
0,75
1,65
2,69
0,30
1,05
0,75
17,22

Belum/tidak kerja
Pelajar/mahasiswa
Perawat
Total

27
52
0
214

35
83
3
265

39
67
1
189

101
202
4
668

15,12
30,24
0,60
100,00

Sumber: Data Primer Kelurahan Liliba RW 02


Berdasarkan tabel 3.4, menunjukan bahwa jumlah penduduk di RW 02
Kelurahan Liliba berdasarkan jenis pekerjaan yaitu terbanyak pada jenis
pekerjaan pelajar/mahasiswa berjumlah 202 orang dengan presentase sebesar
30,24 %. Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit berada pada jenis
pekerjaan dosen berjumlah 2 orang dengan presentase sebasar 0,30 %.

Tabel 3. 5 Distribusi Penduduk Menurut Agama di RW


02, RT 01,04 dan 05 Kelurahan Liliba Kecamatan
Oebobo Tahun 2016.
Berdasarkan tabel 3.5, menunjukan bahwa jumlah penduduk di RW 02
Agama
Islam
Katolik
Kristen Protestan

RT 01
12
39

RT 04
29
36

RT 05
6
28

Jumlah
47
103

Persen (%)
7,04
15,42

163

200

155

518

77,54

10
Sumber: Data Primer Kelurahan Liliba RW 02
Berdasarkan data diatas, Kelurahan Liliba terbanyak menganut agama
Kristen proteskan berjumlah 518 orang dengan presentase sebesar 77,54 %.
Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit menganut agama islam dengan
jumlah 47 orang dengan presentase sebasar 7,04 %
Tabel 3. 6 Disribusi 10 Penyakit Terbesar di Kecamatan
Oebobo menurut Puskesmas Oepoi Tahun 2015
N

NAMA PENYAKIT

JUMLAH PENDERITA (JIWA)

1.

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

7.405

2.

Faringitis

1.905

3.

Gastritis

1.412

4.

Hipertensi

926

5.

Penyakit Pada Sistem Otot dan Jaringan

814

6.

Tonsilitis

646

7.

Dermatitis

578

8.

Dyspepsia

555

9.

Penyakit Kulit Karena Infeksi

420

10.

Penyakit Kulit Karena Alergi

393

Sumber: Data sekunder Puskesmas Oepoi


Berdasarkan tabel 3.6 diatas menunjukan bahwa penyakit yang
menduduki peringkat pertama dalam sepuluh penyakit terbesar yang ada di
Kecamatan Oebobo hingga akhir tahun 2015 adalah penyakit ISPA (Infeksi
Saluran Pernapasan Akut) sebanyak 7.405 jiwa.

3. 2 Hasil Minilokakarya (Hasil PBL I)


Hasil Mini Lokakarya I oleh kelompok kami dilakukan pada tanggal
18 April 2016, pukul 16.00 WITA, bertembapt di Rumah Ketua RW 02, yang
dihadiri oleh Ketua RW 02, Ketua RT 04 dan masyarakat di RW 02.

11
Berdasarkan data yang diperoleh, maka diidentifikasi enam masalah kesehatan
yang ada di RW 02 Kelurahan Liliba. Keenam masalah diidentifikasi oleh
kelompok dalam mini lokakarya dapat diuraikan dalam tabel berikut :
Tabel 3. 7 Hasil Penentuan Prioritas Masalah Untuk
Intervensi Kegiatan
No
1

Masalah
Tempat Sampah

Basaran Masalah
1. Pengolahan sampah dengan dibakar (50,31 %)
2. Kurangnya ketersediaan penutup sampah (86,46
%)
1. Kurang asupan sayuran dan buahan ( 84,05 %)

PHBS

2. Pola hidup tanpa berolahraga rutin (79,50 %)


3. Pola merokok dalam rumah (54,39 %)

Ternak

Jarak kandang dai rumah < 5 m (31,33 %)

Hasil penentuan prioritas masalah kelompok kami dijadikan sebagai


acuan untuk melakukan Brainstorming (Curah Pendapat) dengan masyrakat
mengenai masalah yang akan diintervensi. Berdasarkan besaran masalah
diatas, terdapat dua masalah dengan frekuaensi tertinggi yaitu kurangnya
ketersediaan penutup samapah dan kurangnya asupan sayuran dan buahan.
Pada akhirnya masyarakat manyepakati masalah kurangnya asupa sayuran
dan buahan yang harus diintervensi di RW 002 Kelurahan Liliba. Alasan
masyarakat memilih masalah kurang asupan sayuran dan buahan karena
hampir setengah dari seluruh warga

RW 002 Kelurahan Liliba kurang

mengkonsumsi sayur dan buah. Selain itu, masyarakat tidak begitu paham
menganai pentingnya asupan buah dan sayuran khususnya bagi anak balita
yang sedang dalam masa pertumbuhan, baik otak maupun fisik anak.
Langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu dengan
melakukan demo masak kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga
agar dapat membuat variasi makanan yang bergizi dengan memanfaatkan
pangan lokal untuk keluaraga khususnya kelurga yang memiliki anak balita
sehingga kebutuhan anak dan keluarga akan gizi seimbang yang dilengkapi
dengan sayur dan buah dapat terpenuhi dengan baik.

12

3. 3 Alternatif Pemecahan Masalah


Berdasarkan prioritas masalah yang dipilih oleh masyarakat RW 002
Kelurahan Liliba, maka alternative pemecahan masalah tersebut diantaranya:
1)

Melakukan demo masak kepada masyarakat dengan memanfaatkan


pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

2)

Penyuluhan menganai manfaat MP ASI yang berisi variasi sayuran dan


buahan, manfaat ASI ekslusif untuk anak < 2 tahun.

13

BAB IV
HASIL KEGIATAN PBL II
4.1.Kerangka Pemecahan Masalah
Berdasarkan kegiatan minilokakarya, diperoleh suatu konsensus
bahwa masalah yang ada di RW 02/RT 01, RT 04, dan RT 05
Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang adalah Kurangnya
pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi yang bergizi dan
sehat.

14

Keturunan

Pelayanan Kesehatan

Status Kesehat

Perubahan Peril

Faktor Predisposisi
:
Faktor Pendukung
:
Faktor Pe
Pengetahuan
Tersedianya bahan panganSikap
lokalda
Sikap Fasilitas / sarana prasarana dalam
Perilaku
Tradisi.

15
GAMBAR 4. 1 Kerangka Pemecahan Masalah

Intervensi :
Penyuluhan
Dalam teori Hendrik L Blum, ada 4 faktor
yang mempengaruhi status
Praktek pengolahan makanan dengan ba
kesehatan masyarakat atau perorangan. Keempat Pembagian
faktor tersebut
yaitu: faktor
booklet

lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan, sedangkan menurut teori


Lawrence Green, ada 3 faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat
atau perorangan. Ketiga faktor tersebut yaitu: faktor predisposisi (predisposing
factors), faktor yang mendukung (enabling factors) dan faktor yang memperkuat atau
mendorong (reinforcing factors). Faktor predisposisi meliputi pengetahuan, sikap,
kepercayaan, tradisi dan sebagainya. Faktor pendukung meliputi pemerintahan
setempat serta faktor penguat meliputi sikap dan perilaku dari pihak kelurahan dan
tokoh masyarakat. Berdasarkan kerangka pemecahan masalah, maka intervensi yang
dilakukan pada PBL II ini meliputi dua faktor yaitu faktor predisposisi dan faktor
pendukung. Untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat
terkait masalah gizi maka intervensi terhadap faktor predisposisi (predisposing
factors) dilakukan melalui penyuluhan MP-ASI dan PMBA. Untuk mendukung
terjadinya perubahan perilaku atau tindakan maka intervensi terhadap faktor
pendukung (enabling factors) dilakukan praktek pengolahan bahan pangan lokal.

16

4.2. Plan Of Action pemecahan masalah (masalah spesifik)


Tabel 4. 1 Plan Of Action pemecahan masalah (masalah spesifik)
No Masal
ah
1

Gizi

Alternatif

Tujuan

Pemecahan
Masalah
Penyuluha

n
Pembagia

n Booklet
Demonstr
asi
pembuata
n
makanan
tambahan
bayi dan
anak

Sasaran &

Waktu

Penanggung

Sumber

Lokasi

Pelaksan

Jawab

Daya

aan
15

Ketua RW 02,

Meningkat 1.) Sasaran

Evaluasi

Ten 1).

Menilai

kan

primer :

Oktobe

Ketua-Ketua RT di

aga:

berapa

pengetah

warga

r 2016

wilayah RW 02

Mas

banyak

uan

RW 02

yaitu RT 01,04 dan

yara

masyarakat

masyarak

keluraha

05, DPL (Dosen

kat,

yang

at tentang

n liliba,

Pembimbing

Mah

mengerti

pembuata

khususny

Lapangan) dan

asis

dan

a Ibu-ibu

Mahasiswa PBL

wa

memahami

makanan

yang

Kelompok 2.

tambahan

memiliki

bagi bayi

bayi dan

dan anak
yang
ekonomis
Meningkat
kan

balita
2.) Sasaran
sekunder
: tokoh
masyarak

Biay

a:
DPL

materi
penyuluhan
kesehatan
mengenai
pemberian
makan
tambahan
bayi dan

17

pengetah

at, tokoh

anak yang

uan

agama,

disampaika

tentang

tokoh

n dengan

jenis-jenis

pemuda

melihat

makanan

pemudi,

peningkatan

yang

petugas

pengetahua

bergizi
Meningkat

kesehata

n yang

n yang

terjadi di

kan

ada di

masyarakat,

kesadaran

keluraha

seperti

masyarak

n liliba

memprakte

at

khususny

kan dalam

khususny

a di

kehidupan

a ibu-ibu

wilayah

keluarga

akan

RW 02
3.)
Sasaran
pentingny

a asi

tersier :

ekslusif

pemerint

untuk bayi
Menciptak

ah
setempat

an

yang ada

perilaku

di RW 02

sehari-hari
dan
perlakuanny
a di
khususkan
pada bayi.
Penilaianny

18
sehat

keluraha

a dapat

dalam

n liliba.

dilakukan

masyarak

dengan

at RW 02

pengumpula

pemberia

n data

melalui

makanan

wawancara

tambahan

menggunak

setelah 6

an

bulan

kuesioner

pemberia

yang di

n ASI

berikan

esklusif

dalam
jangka
waktu 4
bulan
setelah
pelaksanaa
n program
penyuluhan
dan

19
demonstrasi
2).

dijalankan
Mengumpul
kan datadata dasar
sebelum
program
dijalankan
untuk
dijadikan
pembanding
peningktan
pengetahua
n yang
terjadi
sebelum
dan
sesudah
program
penyuluhan
dan
demonstrasi

20
dilaksanaka
3).

n.
Mengevalua
si
keefektifan
pesan dan
media yang
digunakan
dengan
melakukan
uji coba
pesan dan
media pada
kelompok
sasaran lain
yang
memiliki
karakteristik
yang sama
dengan
kelompok
sasaran

21
program
yang akan
dilaksanaka
4).

n.
Mengevalua
si
ketersediaa
n dana yang
ada dengan
kebutuhan
biaya yang
digunakan
kelangsung
an program.

22

4.3. Pelaksanaan Intervensi


1. Penyuluhan Tentang PMBA
a. Proses
Proses Pelaksanaan Penyuluhan dapat dilihat dalam table 4.1 berikut:
Tabel 4. 2 Proses Pelaksanaan Penyuluhan tentang PMBA
No

Langkahlangkah

Waktu

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Sasaran

a. Salam pembuka oleh moderator

Salam Pembuka

a. Moderator memberikan pretest kepada Mengisi

Pendahulua
n

10 Menit

kuesioner

peserta berupa pertanyaan tertulis.


yang telah dibagikan
- Tim membagi alat tulis dan
(pre test)
memberikan pertanyaan.
- Mempersilahkan
peserta
mengerjakan tugas
- Mengumpulkan kembali alat tulis
serta lembar jawaban.
Penyuluh menyajikan materi dalam bentuk Mendengarkan

Penyajian

15 Menit

power point .

melihat

dan

powerpoint

yang ditampilkan.
Demonstrasi
3

Praktek

5.

makanan Mencoba

beberapa

tambahan.
contoh makanan yang
20 Menit Menampilkan juga makanan yang sudah dibuat.
jadi kepada masyarakat sasaran yang
hadir.
Moderator

pembuatan

memberikan

kesempatan Mengajukan

Evaluasi

15 menit

kepada sasaran untuk bertanya.

pertanyaan

atau

Penutup

menanggapi pemateri
10 Menit a. Ucapan terimakasih dan pesan-pesan Mengisi
kuesioner
untuk menegaskan "pentingnya PMBA yang telah dibagikan
" pada anak
b. Pelaksanaan

(post test).
posttest

tertulis
- Tim membagi

melalui

test

tulis

dan

alat

memberikan pertanyaan.

23

- Mempersilahkan

peserta

mengerjakan tugas
-Mengumpulkan kembali alat tulis serta

lembar jawaban.
Waktu/ tempat
: Penyuluhan

dilaksanakan

pada hari sabtu,tanggal 15 November 2016


pukul 09.00 WITA sampai selesai bertempat di
halaman depan kediaman bapak RW 02 yaitu
Bapak Rony Lotu

Tujuan

: Agar masyarakat khususnya ibu

hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita


dapat mengetahui

tentang

pentingnya asi

ekslusif terlebih lagi pemberian kolostrum bagi


bayi serta pemberian makan pengganti bagi
anak yang akhirnya pengetahuan tersebut
diharapkan

dapat

berpengaruh

terhadap

perilakunya.
Sasaran : Seluruh masyarakat RW 02 (RT 01, RT
04, dan RT 05) Kelurahan Liliba khususnya ibu
hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita,

yang berjumlah 18 orang.


Sumber Daya
: LCD (Mahasiswa), Laptop
(Mahasiswa & Pemateri), Tenaga (Mahasiswa),
Alat (Kertas dan alat tulis), kabel rol.

2. Pembagian Booklet
a. Proses : Kegiatan pembagian buku

Paket konseling

Pemberian makan bayi dan anak pada saat


berlangsungnya

penyuluhan yang dilakukan

di halaman depan rumah kediaman Bapak Rony


Lotu selaku Ketua RW 02. Serta booklet yang
dibagikan berisi tentang gizi untuk ibu hamil

24

dan menyusui, pentingnya asi ekslusif 6 bulan


pertama, posisi menyusui, cara memerah serta
penyimpanan asi, pemberian MP-ASI saat bayi
berusia

bulan

sampai

24

bulan,

dan

pemantauan pertumbuhan bayi secara rutin.


b. Hasil

Waktu/ tempat : Kegiatan pembagian pada saat


penyuluhan pada pukul 09.15, dilakukan di
halaman kediaman Ketua RW 02.

Jumlah Booklet : Pembagian booklet ditujukan


untuk masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu
yang memiliki bayi dan balita dan disesuikan
dengan jumlah Booklet yang tersedia yakni
sebanyak 60 lembar dan sisanya di berikan
kepada petugas pustu untuk dibagikan pada
saat posyandu selanjutnya.

3. Demonstrasi
a. Proses

:Kegiatan demonstrasi

dilakukan pada

saat setelah selesai penyuluhan, demonstrasi


dilakukan dengan membawa hasil olahan dari
makanan yang bergizi namum dengan harga
yang

terjangkau

serta

bahan-bahan

yang

umumnya tersedia. Hasil olahannya antara lain,


keripik bayam, puding jagung, bubur kacang
hijau, bubur jagung, dan tart jagung. Pemateri
memberitahukan
mempersilahkan
mencicipinya.
b. Hasil

cara
para

membuatnya
peserta

lalu
untuk

25

Waktu/ tempat

Kegiatan

demonstrasi

dilakukan saat setelah penyuluhan di kediaman


ketua RW 02.

Jumlah Makanan: jumlah makanan pengganti


yang di bawakan ada 5 jenis. 1 toples keripik
bayam, 48 cup puding jagung, 1 termos bubur
kacang hijau, 1 tupperware bubur jagung, dan
1 kotak sedang tart jagung.

4.4. Indikator Keberhasilan


Indikator

keberhasilan

pada

kegiatan

penyuluhan

mengenai imunisasi bertujuan untuk mengukur apakah kegiatan


penyuluhan sudah berhasil atau tidak dan juga untuk

melihat

peningkatan pengetahuan, dengan cara memberikan pre test


sebelum kegiatan penyuluhan dan memberikan post test setelah
penyuluhan. Kemudian melakukan skoring terhadap

masing-

masing kuesioner dari peserta penyuluhan, sehingga dapat


diketahui

adanya

peningkatan

maupun

penurunan.

Hasil

pengukuran terhadap responden adalah sebagai berikut:


Tabel 4. 3 Hasil pengukuran terhadap kuesioner
Respon

Pree

Post test

Hasil

den
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L

test
13
9
8
8
5
6
6
10
6
10
5
12

14
13
14
13
11
14
12
15
15
12
10
14

Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat
Meningkat

26

M
N
O
P
Q
R
Keterangan: Setelah
rata-rata

9
10
11
10
15
13
dilakukan
pada

peningkatan

14
Meningkat
13
Meningkat
14
Meningkat
13
Meningkat
15
Meningkat
14
Meningkat
pengukuran diketahui bahwa

setiap

skor

responden

terhadap

mengalami

kuesioner

mengenai

imunisasi yang telah diberikan. Itu terlihat dengan


adanya peningkatan yang signifikan yang terjadi
sebelum

penyuluhan

(pre

test)

dan

setelah

pelaksanaan

kegiatan

penyuluhan (post test).

4.5. Hambatan dan Kemudahan yang Ditemui


1. Hambatan
Hambatan yang

dialami

selama

intervensi di RW 02/ RT 01, RT 04, dan RT 05, antara lain:


a.
Tidak semua warga dapat dikumpulkan untuk
mengikuti penyuluhan kesehatan tentang PMBA
(Pemberian Makan Bayi dan Anak), karena pada saat
sebelum
sebagian

dilaksanakan
warga

telah

kegiatan

penyuluhan,

mengikuti

kegatian

dikelurahan berturut-turut sehingga banyak yang


b.

tidak datang karena kelelahan.


Tidak semua warga dapat di bagikan

booklet

saat kegiatan penyuluhan berlangsung karena tidak


semua masyarakat mengikuti kegiatan penyuluhan
2. Kemudahan
Kemudahan yang dialami selama melakukan kegiatan
intervensi, antara lain:
a. Memperoleh dukungan sarana dan prasarana dari
ketua ketua RT, hingga ketua RW setempat dimulai
dari minilokakarya hingga kegiatan intervensi.

27

b. Ketua RW bersedia menyediakan tempat untuk


kegiatan penyuluhan.
c. Masyarakat yang rumahnya berada disekitar lokasi
penyuluhan bersedia untuk meminjamkan kursi
mereka

untuk

digunakan

dalam

kegiatan

penyuluhan.
d. Biaya snack serta bahan makanan dibantu dosen
pembimbing lapangan.

28

BAB V
PENUTUP
5.1. Simpulan
Pengalaman Belajar Lapangan II (PBL II) merupakan suatu bentuk
kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa/mahasiswi
Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana untuk belajar tentang bagaimana
merancang program sebagai alternative pemecahan masalah yang menjadi
prioritas berdasarkan hasil minilokakarya pada Pengalaman Belajar
Lapangan I (PBL I) yang kemudian di lakukan evaluasi pada pelaksanaan
PBL III.
Adapun kegiatan intervensi yang di laksanakan adalah :
a. Demontrasi pembuatan dan pembagian Makanan Pendamping ASI
b. Penyuluhan Pentingnya Pemberian Makanan Pendamping ASI
c. Pembagian booklet tentang Gizi kesehatan anak

5.2. Saran
1. Bagi kelurahan Liliba
Untuk pihak kelurahan Liliba agar selalu mendukung setiap kegiatankegiatan

promotive yang dapat

meningkatkan kesehatan masyarakat

khususnya kesehatan warga kelurahan Liliba.


2. Bagi masyarakat Liliba RW 02
Setiap warga kelurahan Liliba harus memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
yang ada di masyarakat seperti Posyandu dan mewajibkan setiap ibu yang
mempunyai balita agar selalu di bawa ke Posyandu tiap bulan agar dapat
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan Balita.
3. Bagi Mahasiswa FKM
Mahasiswa FKM Undana di harapkan dapat lebih peka terhadap
permasalahan kesehatan masyarakat yang di jumpai di masyarakat

29

sehingga ilmu kesehatan masyarakat benar-benar di aplikasikan secara


baik dan dapat meningkatkn kesehatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Arfianti, Karina. 2009. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Karakteristik Individu
Dengan Gaya Hidup Sehat. Artikel. FKM UI.
Enthang,Indan.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Citra Aditya Bakti: Bandung,2000.
Laporan Hasil PBL I FKM UNDANA, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo,
Kota Kupang. 2016
Panduan Pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan II Tahun 2016

30

Kegiatan

WAKTU ( BULAN OKTOBER-NOVEMBER 2016)


Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg Mg M
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10 11 12 13 14

A. Persiapan
B. Pembekalan
PBL II
C. Penerimaan
mahasiswa di
kelurahan
D. Pelaksanaan
PBL II
1. Pembuatan
kerangka
pemecahan
masalah &
matriks
rencana
kegiatan
(plan of
action )
2. Kegiatan
intervensi
E. Penyusunan
laporaan awal
F. Penjemputan
mahasiswa
G. Seminar PBL
II
H. Penyusunan
laporan akhir
*
I. Pengumpulan
laporan akhir
**
J. Pemasukan
nilai PBL II
LAMPIRAN 1 JADWAL KEGIATAN PBL II

31

LAMPIRAN 2 SOAL PRE-TEST DAN POST-TEST


Pre-test : Apa yang andaketahui?
No
Ya
1

Pemberian makan bayi dan anak yang tepat dapat mencegah


stunting

Pemberian makan yang tidak tepat pada anak selama dua


tahun pertama kehidupan akan menghambat tumbuh
kembang dan perkembangan otak

Bayi usia 6-9 bulan perlu makanan utama


sekurangkurangnya 2 kali sehari selain menyusu.

4
Ibu hamil perlu makan satu porsi lebih banyak per hari
dibanding biasanya
5
Sebelum menyiapkan makanan sebaiknya cuci tangan
minimal dengan lima (5) langkah
6

Untuk mengubah kebiasaan atau Praktik pemberian


makan pada bayinya, seorang ibu cukup diberi informasi
saja

Ibu yang kurang gizi juga masih memproduksi cukup ASI

dengan kualitas yang baik untuk bayinya


Semakin banyak bayi mengisap ASI dari payudara, semakin
banyak ASI yang diproduksi oleh ibu.
Ibu yang anaknya sakit, menunggu sampai anaknya
sembuh baru memberikan makanan dengan tekstur padat
kepada anak.

Tdk

Tdk Tahu

32

10

Pada saat enam bulan, makanan pertama yang dimakan


bayi hendaknya memiliki tekstur seperti ASI sehingga
bayi dapat menelan dengan mudah.

11
Selama enam bulan pertama (0-6 bulan), bayi yang hidup di
iklim panas memerlukan air selain ASI
12

13

Anak (usia 6-24 bulan) hendaknya tidak diberi makanan


hewani seperti telur dan daging.
Bayi yang baru lahir hendaknya selalu diberi kolostrum

14
KMS adalah alat untuk memantau status gizi balita
15

Ayah mempunyai peranan penting dalam hal bagaimana


memberikan makan bayi dan anak.
Post-test : Apa yang kita pelajari?

No

Ya

Pemberian makan bayi dan anak yang tepat dapat mencegah


stunting

Pemberian makan yang tidak tepat pada anak selama dua


tahun pertama kehidupan akan menghambat tumbuh
kembang dan perkembangan otak

Bayi usia 6-9 bulan perlu makanan utama sekurangkurangnya


2 kali sehari selain menyusu.

Ibu hamil perlu makan satu porsi lebih banyak per hari
dibanding biasanya

Sebelum menyiapkan makanan sebaiknya cuci tangan


minimal dengan lima (5) langkah

Untuk mengubah kebiasaan atau Praktik pemberian makan


pada bayinya, seorang ibu cukup diberi informasi saja

Ibu yang kurang gizi juga masih memproduksi cukup ASI

Tdk

Tdk
Tahu

33

Dengan kualitas yang baik untuk bayinya


Semakin banyak bayi mengisap ASI dari payudara, semakin
banyak ASI yang diproduksi oleh ibu.
Ibu yang anaknya sakit, menunggu sampai anaknya
sembuh baru memberikan makanan dengan tekstur padat
kepada anak.

10

Pada saat enam bulan, makanan pertama yang dimakan


bayi hendaknya memiliki tekstur seperti ASI sehingga bayi
dapat menelan dengan mudah.

11

Selama enam bulan pertama (0-6 bulan), bayi yang hidup di


iklim panas memerlukan air selain ASI

12

Anak (usia 6-24 bulan) hendaknya tidak diberi makanan


hewani seperti telur dan daging.

13

Bayi yang baru lahir hendaknya selalu diberi kolostrum

14
15

KMS adalah alat untuk memantau status gizi balita


Ayah mempunyai peranan penting dalam hal bagaimana
memberikan makan bayi dan anak.

34
LAMPIRAN 3 LEMBARAN DAFTAR HADIR KONSULTASI PBL II
Nama DPL

: ANNA H. TALAHATU, S.Pi., M.Si

NIP

: 19810313 200801 2 016

Tempat PBL II Yang Dinilai

: Kelurahan Liliba RW 02/RT 01, RT 04, dan RT 05


Aspek Penilaian (Skala 0 100) x Bobot

No.

Nama Mahasiswa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

ALEXANDRINA M. GONSALVES
ALOYSIUS SENGAJI
AMILIANTI BOIMAU
ANI PAJE JERA
ANGELITA JHON MESSAKH
ARFAN KAFTARU
DEMSI DALLE
INDHIRA MARLINA RAGA
SARCI A. I. PANDIE
WIWIN S. P. R. LOKAT
YENI HEGE UDJU

Konsultasi 1

Konsultasi 2

Konsultasi 3

Konsultasi 4

Konsultasi 5

Hasil Konsultasi

Kupang,2016
Dosen Pembimbing Lapangan,
(Anna H. Talahatu, S.Pi., M.Si)
NIP.19810313 200801 2 016
LAMPIRAN 4 DAFTAR HADIR KEGIATAN PBL II DI LAPANGAN OLEH DPL
Nama DPL

: ANNA H. TALAHATU, S.Pi.,M.Si

NIP

:19810317 200801 2 016

Tempat PBL II Yang Dinilai

: Kelurahan Liliba RW 02/RT 01, RT 04, dan RT 05

No.

Nama Mahasiswa

HARI

35
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

ALEXANDRINA M. GONSALVES
ALOYSIUS SENGAJI
AMILIANTI BOIMAU
ANI PAJE JERA
ANGELITA JHON MESSAKH
ARFAN KAFTARU
DEMSI DALLE
INDHIRA MARLINA RAGA
SARCI A. I. PANDIE
WIWIN LOKAT
YENI HEGE UDJU
Kupang,2016
Dosen Pembimbing Lapangan,

(Anna H. Talahatu, S.Pi., M.Si.)


NIP. 19810317 200801 2 016

20

36

LAMPIRAN 5 RESEP MAKANAN PADAT GIZI


Sesuai Modul D Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Balita
Kementerian Kesehatan RI Tahun 2014.
Kelompok I

1.1. Bubur Preda (1 resep)


1.2. Makanan Formula Tempe (1 resep)

1.1.

BUBUR PREDA (UNTUK DIARE KRONIK)

contoh Bubur Preda


Bahan:
1. Tepung beras
: 15 gram
2. Tepung maizena
: 15 gram
3. Daging dada ayam tanpa, tanpa tulang : 50 gram
4. Minyak kelapa
: 2 sendok
5. Garam dan daun seledri secukupnya
6. 1 tablet vitamin B kompleks, 25 mg Vitamin C, dihaluskan
7. Air kaldu (rebusan daging ayam)
: 200 ml
Cara membuat
1. Daging ayam direbus sampai empuk lalu dipotong kecil-kecil
2. Daging ayam dan kaldu sebanyak 200 ml diblender bersama minyak
kelapa dan daun seledri. Kemudian tuangkan keadaan panci masak.
3. Masukkan tepung beras dan tepung maizena ke dalam adonan
nomor 2 kemudian diaduk rata.
4. Masak sampai menjadi bubur diatas api kecil.
5. Tambahkan garam kemudian angkat dari api.
6. Masukkan vitamin B dan vitamin C yang telah ditumbuk halus,
aduk rata kemudian hidangkan.
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat

: 277 kkal
: 10,2 gram
: 14,5 gram
: 25 gram

37

1.2.

MAKANAN FORMULA TEMPE

contoh formula tempe


Bahan:
1. Tempe kedelai murni
: 100 gram (4 potong sedang)
2. Tepung beras/tepung terigu
: 40 gram (4 sendok makan penuh)
3. Gula pasir
: 25 gram (3 sendok makan rata)
4. Minyak goreng
: 5 gram (1/2 sendok teh)
5. Garam beriodium dan air secukupnya
Cara membuat
1. Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya
2. Tempe dipotong-potong, kemudian direbus 10 menit, tiriskan lalu
diharuskan.
3. Semua bahan dicampur, tambahkan satu gelas, aduk menjadi satu.
4. Kemudian dimasak di atas api kecil sambil diaduk-aduk selama
kira-kira 5-10 menit, lalu hidangkan
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat

Kelompok II

: 483,3 kkal
: 21,7 gram
: 12,9 gram
: 73,8 gram

2.1.Nasi goreng campur (1 resep)


2.2. Bubur campur

38

2.1. NASI GORENG CAMPUR

contoh nasi goreng campur


Bahan:
1. daging ikan tanpa duri
2. nasi
3. taoge
4. wortel
5. minyak goreng

: 50 gram
: 50 gram
: 10 gram
: 10 gram
: 30 ml

Bumbu:
1. bawang merah
: 2 buah
2. bawang putih
: 1 siung
3. garam secukupnya
4. bawang goreng secukupnya
Cara membuat:
1. Daging ikan tanpa duri dicincang
2. Bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan minyak
3. Masukkan daging ikan tanpa duri cincang ke dalam tumisan
bumbu sampai setengah matang
4. Masukkan cincangan wortel dan taoge
5. Masukkan nasi ke dalam tumisan, masak sampai matang
6. Taburkan bawang goreng, lalu hidangkan
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
2.2.

: 409,2 kkal
: 10,26 gram
: 31,75 gram
: 26,64 gram

BUBUR CAMPUR

39

contoh bubur campur


Bahan:
1. Daging ikan tanpa duri : 30 gram
2. Tepung beras
: 20 gram
3. Bayam
: 10 gram
4. Wortel
: 10 gram
5. Minyak goreng
: 30 gram
6. Gula pasir
: 5 gram
Bumbu:
1. kunyit
2. Jahe
3. bawang merah
4. bawang putih
5. Air

: 1 ruas kelingking diparut


: 1 ruas kelingking diparut
: 1 buah
: 1 siung
: 150 ml

Cara membuat
1. Daging ikan tanpa duri dicincang
2. Bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan minyak
3. Masukkan daging ikan tanpa duri cincang ke dalam tumisan bumbu
sampai setengah matang
4. Masukkan cincangan wortel dan bayam
5. Siapkan tepung beras yang telah dilarutkan dalam 150 ml air
6. Tepung beras tersebut masukkan ke dalam tumisan ikan, dimasak
dengan api kecil sampai matang, lalu hidangkan.
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat

: 389,93 kkal
: 7,27 gram
: 30,93 gram
: 22,28 gram

3.1.Formula Kentang (1 resep)


3.2. Formula Tahu dan Ayam (1 resep)

40

Kelompok III

Resep 3.1. MAKANAN FORMULA KENTANG

Contoh Formula Kentang


Bahan:
1.
Kentang yang telah dikupas: 250 gram (2 buah besar)
2.
Wortel yang telah dikupas : 50 gram (2 ruas jari telunjuk orang
dewasa)
3.
Gula pasir
: 10 gram (1 sendok makan rata)
4.
Susu bubuk full cream
: 20 gram (2 sendok makan penuh)
5.
Minyak goreng
: 10 gram (1 sendok makan)
6.
Gram beriodium dan air secukupnya
Cara membuat:
1. Siapkan masing-masing bahan sesuai resep
2. Potong-potong kentang dan wortel, lalu direbus dengan 300 ml (1
gelas) air hingga matang
3. Haluskan dengan saringan kawat/blender, masukkan susu, garam,
gula, dan minyak
4. Masukkan bahan yang sudah dihaluskan ke dalam panci, masak
sambil tetap diaduk diatas api kecil hingga matang ( 5 menit), lalu
hidangkan.
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat

: 459,7 kkal
: 9,8 gram
: 14,1 gram
: 76,4 gram

Resep 3.2. FORMULA TAHU DAN AYAM

41

contoh Formula Tahu & Ayam


1.
sdm
2.
3.
4.
5.
6.

Bahan:
Tepung beras

: 40 gram (6 sdm rata) atau Beras 5

Tahu putih
Daging dada ayam
tanpa kulit, tanpa tulang
Minyak goreng
Gula pasir
Garam beriodium dan air

: 55 gram (1 buah sedang)


: 70 gram
: 15 gram (1 sendok makan)
: 20 gram
: secukupnya

Cara membuat
1. Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlah dalam resep
2. Rebus ayam dan tahu dengan air 500 ml (2 gelas) hingga matang
(10 menit), sisakan air rebusan.
3. Haluskan campuran diatas dengan saringan kawat/ulekan/blender.
4. Masukkan tepung beras, gula, minyak, garam dan ayam serta Tahu
yang telah dihancurkan ke dalam sisa air rebusan.
5. Lanjutkan pemasakan sambil diaduk diatas api kecil hingga masak
( 5 menit), lalu hidangkan.
Nilai Gizi:
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat

: 592,4 kkal
: 26,0 gram
: 31,1 gram
: 52, 8 gram

PERHATIAN
Bentuk makanan padat gizi diberikan menurut berat badan:
BB < 7 kg diberikan makanan bayi/lumat
BB 7 kg diberikan makanan anak/lunak

Diskusikan hasil praktek membuat makanan padat gizi


LAMPIRAN 6 FOTO KEGIATAN

42

Foto 1 Saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat

Foto 2 Pada saat sesi diskusi

43

Foto 3 Saat menjelaskan cara pembuatan makanan tambahan

Foto 4 Foto Bersama warga RW 02

44

Foto 5 Foto bersama saat selesai pengabdian dan intervensi

45

LAMPIRAN 7 DAFTAR HADIR

46

LAMPIRAN 8 Data Berat Badan Anak Kelurahan Liliba RW 02