Anda di halaman 1dari 72

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI

KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR

Model Test Ladogi

Background

One of the problems that exist in Kolaka East region is the shortage of water for
irrigation in the dry season, especially in times of drought. Recent years in East
Kolaka population growth quite rapidly, which also increased demand of water for
domestic use and agricultural purposes. Efforts to improve of

water availability

should be done to balancing the development in various sectors of life.

2.1

Technical Data
Data Teknis

2.1.1 Pelimpah dan Bangunan Pelengkapnya
a. Bendungan Utama
 Tipe

:

Urugan

Zonal

:

Q

 EL. Puncak Bendungan

:

+ 125,80 dpl

 EL. Muka Air Banjir (MAB-PMF)

:

+ 124,71 dpl

 EL. Muka Air Banjir (MAB-Q1000th)

:

+ 122,61 dpl

 EL. Muka Air Normal (MAN)

:

+ 119,80 dpl

 EL. Muka Air Minimum (MAM)

:

+ 90,00 dpl

Inti

Tegak
 Debit Rencana

1000th

(307,49

m3/det)

 Lebar puncak
 Kemiringan Lereng

: 12,00 m
:

Hulu

= 1 : 3,00

Hilir

= 1 : 2,5

b. Pelimpah
 Tipe pelimpah

:

overflow

 Tipe ambang/mercu Pelimpah

:

Ogee Tipe I

Laporan Akhir
IV - 1

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI
KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR
 Debit banjir rencana

:

Q

(307,49

1000th

m3/det)
 Lebar ambang

:

31,00 m

 Elevasi Hulu Pelimpah

:

+ 116,00 dpl

 Elevasi Hilir Pelimpah

:

+ 114,00 dpl

 Elevasi puncak ambang

:

+ 119,80 dpl

 Panjang Saluran

:

73,06 m

 Lebar Saluran Transisi

:

hulu = 31,00 m

c. Saluran Transisi

hilir
 Elevasi Saluran

:

= 20,00 m

hulu =

+

114,00

dpl
hilir

= + 114,00

dpl
 Kemiringan dasar Saluran Transisi :

Datar

d. Saluran Peluncur
 Panjang Saluran

:

200,00 m

 Lebar Saluran Peluncur

:

20,00 m

 Elevasi Saluran

:

hulu =

+

114,00

dpl
hilir

= + 56,00

:

1 : 3,4

dpl
 Kemiringan dasar Saluran Peluncur
e. Peredam Energi
 Tipe peredam energi

:

USBR Tipe II

 Panjang peredam energi

:

50,00 m

 Lebar peredam energi

:

hulu = 20,00 m

Laporan Akhir
IV - 2

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI
KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR
hilir = 30,00 m
 Elevasi dasar peredam Energi

:

+ 56,00 dpl

Result of Model Test
4.2.1 MODEL SERI IA
Alternatif pertama penyempurnaan pada uji model Fisik
Pelimpah Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur adalah
memperbaiki kondisi aliran di saluran transisi dan akhir saluran
peluncur. Perubahan yang dilakukan adalah :
1. Menambahkan ambang/sill pada akhir saluran transisi setinggi 1.00 m
(dari elevasi +114,00 menjadi +115.00).
Increased threshold elevation / sill in the end of transition channel from
elevation from +114,00 to +115.00
2. Installation Aerator 1 in section 18
Increased threshold
elevation / sill
to elevation +115.00

A

Installation Aerator I in section 18

A

Gambar 4.14. Uji Seri IA
Hasil pengujian model seri 1A, dengan debit pengaliran Q2th
s/d Q1000th adalah:

Laporan Akhir
IV - 3

83o(karena perubahan lebar menuju saluran peluncur bukan Bkritis). 3) Terjadi aliran balik yang memukul konstruksi di akhir saluran peluncur pada saat pengaliran debit Q2th. 4) Timbulnya pusaran air pada awal saluran hantar hulu yang diakibatkan jari-jari pilar dinding pengarah kanan sebesar 4.00 m s/d -4. Hal ini masih menjadi masalah terhadap keamanan konstruksi mengingat angka toleransi tekanan subatmosfir maksimum untuk konstruksi beton -3. Dokumentasi Seri IA Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q10th = 108.50 m. Tabel 4.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. 2) Tekanan negatif yang terjadi pada section 24 pada saat pengaliran debit Q1000thdari -6 m turun menjadi -4.16. PROV.KOLAKA TIMUR.4 .00 m (diameter = 8.00 m). SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 1) Hilangnya aliran silang (cross flow) pada saluran peluncur yang diakibatkan sudut perubahan penampang di saluran transisi sebesar 7.00 m.10 m3/det Laporan Akhir IV .

5 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.84 m3/det Laporan Akhir IV . Dokumentasi Seri IA Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q25th = 148.17.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV.6 .18. Dokumentasi Seri IA Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q50th = 176.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.14 m3/det Laporan Akhir IV .

KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.7 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. Dokumentasi Seri IA Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q100th = 183.19.69 m3/det Laporan Akhir IV . PROV.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.49 m3/det Laporan Akhir IV .20. Dokumentasi Seri IA Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q1000th = 307.KOLAKA TIMUR.8 . PROV.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Menambahkan diameter dinding saluran hantar hulu dari 8 m menjadi 15 m. Perubahan yang dilakukan adalah : 1. Enlarge diameter of wall approach channel from 8 m to 15 m.KOLAKA TIMUR. Approach Channel Diameter 15. Denah dinding approach Laporan Akhir IV .15. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 4.9 . PROV.2 MODEL SERI IB Alternatif penyempurnaan kondisi aliran pada uji model Fisik Pelimpah Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur berikutnya adalah memperbaiki kondisi aliran di saluran hantar hulu dan kondisi aliran pada section 24 dimana terjadi tekanan negatif yang cukup tinggi.2.00 m Gambar 4.

10 .Increased the threshold elevation / sill in the end of transition channel from elevation +114.86 m. Potongan memanjang sill pada saluran transisi 3.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR.16.25 (1.00 to +115. PROV. Menambahkan aerator-2 pada section antara 21 s/d 22 elevasi +64. Menambahkan ambang/sill pada akhir saluran transisi setinggi 1. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 2. .00 menjadi +115.25 m) Gambar 4.86 4.25). Laporan Akhir IV .25 m (dari elevasi +114. Installation Aerator-2 between section 21 and 22 at +64.

Uji Seri IB Increased the threshold Enlarge diameter of wall approach channel elevation / sill in the end of transition channel Installation Aerator-2 between section 21 and 22 Hasil pengujian model seri 1B.18. Potongan memanjang aerator -2 Gambar 4. PROV. dengan debit pengaliran Q2th s/d Q1000th adalah: 1) Hilangnya aliran silang (cross flow) pada saluran peluncur yang diakibatkan sudut perubahan penampang di saluran transisi sebesar 7.KOLAKA TIMUR.17.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Laporan Akhir IV .83o(karena perubahan lebar menuju saluran peluncur bukan Bkritis). SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4.11 .

Laporan Akhir IV .12 . PROV.85 m. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 2) Tekanan negatif yang terjadi pada section 24 pada saat pengaliran debit Q1000thyang semula -4.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. 4) Pusaran air (eddy current) pada awal dinding saluran hantar hulu kanan yang diakibatkan diameter pilar dinding pengarah sebesar 8 m telah menghilang pada setiap debit pengaliran setelah merubah dimensi diameter pilar dari 8 m menjadi 15 m. 3) Aliran balik yang memukul konstruksi di akhir saluran peluncur pada saat pengaliran debit Q2th mulai tereduksi dan aliran sudah memenuhi kriteria hidrolika. Hal ini menunjukkan bahawa fungsi dari kedua aerator sangat efektif.KOLAKA TIMUR.5 m menjadi positif 0.

Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q10th = 108. Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q5th = 82. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.24.94 m3/det Tabel 4.13 .23.10 m3/det Laporan Akhir IV .

25.14 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR. Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q25th = 148.84 m3/det Laporan Akhir IV . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV.

26. Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Laporan Akhir IV .14 m3/det Tabel 4. Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q50th = 176.27. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR.15 .

49 m3/det Laporan Akhir IV .28. PROV.69 m3/det Tabel 4.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR.16 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Skala 1:50 Saat Q100th = 183. Dokumentasi Seri IB Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q1000th = 307.

50).2. Menambahkan ambang / sill pada akhir saluran transisi setinggi 1.00 menjadi +115.0 to + 115. menunjukkan hasil yang terbaik.50 (1. Oleh karena itu.5 m) Laporan Akhir IV . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 4.3 Final Design Berdasarkan hasil pengujian tiap seri (Seri IA dan Seri IB) maka hasil pengujian seri IB. PROV.50 m (dari elevasi +114.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Increased the threshold elevation / sill in the end of transition channel from elevation +114.17 . kombinasi kedua seri tersebut dianggap sebagaiFinal Design. 1. Berikut merupakan rekapitulasi desain akhir dan dokumentasi hasil pengujian Final Design.KOLAKA TIMUR.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4.00 m Gambar 4. Menambahkan aerator-1 pada section 18 elevasi +81.19. Menambahkan diameter dinding saluran hantar hulu dari 8 m menjadi 15 m. Potongan memanjang sill pada saluran transisi 2. Approach Channel Diameter 15. Denah dinding approach channel 2.14 Installation Aerator 1 in section 18 Laporan Akhir IV . PROV.18 . Enlarge diameter of wall approach channel from 8 m to 15 m.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR.20.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR.19 . PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Laporan Akhir IV .

KOLAKA TIMUR. PROV.20 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4.86 Installation Aerator-2 between section 21 and 22 at +64.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Laporan Akhir IV .21. Menambahkan aerator-2 pada section antara 21 s/d 22 elevasi +64. Gambar teknis detail Aerator 1 3.86 m.

21 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.KOLAKA TIMUR. PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Laporan Akhir IV .

Gambar teknis detail Aerator 2 Hasil pengujian model seri II.22. 3) Aliran balik yang memukul konstruksi (water hamer) di akhir saluran peluncur pada saat pengaliran debit Q 2th tidak terjadi dan aliran sudah memenuhi kriteria hidrolika.5 m menjadi positif 0. 4) Pusaran air (eddy current) pada awal dinding saluran hantar hulu kanan yang diakibatkan diameter pilar dinding pengarah sebesar 8 m telah menghilang pada setiap debit pengaliran Laporan Akhir IV .00 m) di saluran transisi sebesar 7. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi dari kedua aerator sangat efektif.KOLAKA TIMUR.00 m menjadi 20. dengan debit pengaliran Q2th s/d Q1000th adalah: 1) Hilangnya aliran silang (cross flow) pada saluran peluncur yang diakibatkan sudut perubahan penampang (penyempitan dari 31.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.85 m.22 . 2) Tekanan negatif yang terjadi pada section 24 pada saat pengaliran debit Q1000thyang semula -4. PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4.83o.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI
KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR
setelah merubah dimensi diameter pilar dari 8 m menjadi 15
m.
5)

Untuk mengatasi gerusan lokal /local scouring pada sungai di
hilir saluran hantar bagian hilir menggunakan alternatip
bangunan girdle/groundsill pendek 3 seri dengan jarak 90.00
m. Detail rencana groundsill dan penempatannya ditunjukkan
pada kajian tentang sub bab 4.2.6. Pengujian Gerusan Lokal.

Tabel 4.29. Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi
Skala 1:50 Saat Kondisi Kosong

Laporan Akhir
IV - 23

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI
KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR

Tabel 4.30. Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi
Skala 1:50 Saat Q2th = 44,75 m3/det
Saluran Penghantar Hulu
Tampak Atas

Laporan Akhir
IV - 24

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI
KAB.KOLAKA TIMUR, PROV. SULAWESI
TENGGARA
LAPORAN AKHIR

Tabel 4.31. Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi
Skala 1:50 Saat Q5th = 82,94 m3/det
Saluran Penghantar Hulu
Tampak Atas

Laporan Akhir
IV - 25

10 m3/det Saluran Penghantar Hulu Tampak Atas Laporan Akhir IV . Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q10th = 108.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.26 .32. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV.KOLAKA TIMUR.

PROV.33.27 .KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.84 m3/det Saluran Penghantar Hulu Tampak Atas Laporan Akhir IV . Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q25th = 148. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.

Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q50th = 176.28 .34. PROV.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.14 m3/det Saluran Penghantar Hulu Tampak Atas Laporan Akhir IV .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q100th = 183. PROV.35. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.69 m3/det Saluran Penghantar Hulu Tampak Atas Laporan Akhir IV .29 .

KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.36. Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat Q1000th = 307. PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.30 .49 m3/det Laporan Akhir IV .

PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.31 .23 m3/det Saluran Penghantar Hulu Tampak Atas Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR.37. Dokumentasi Final Design Bendungan Ladongi Skala 1:50 Saat QPMF = 768.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

Perhitungan empirik gerusan setempat dapat mengunakan pendekatan rumus sebagai berikut: Laporan Akhir IV .4 Pengujian Gerusan Lokal (Local Scouring) di bagian hilir Analisa ini diperlukan untuk mengetahui gerusan setempat (local scouring) yang terjadi di bagian hilir saluran hantar hilir.KOLAKA TIMUR.018. Hal ini diperlukan untuk dasar merencanakan bangunan penstabil dasar sungai dengan alternatip bangunan girdle/groundsill pendek secara seri mengingat alur sungai bagian hilir berkelok/meander dengan kemiringan S = 0.32 .2.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR 4. PROV.

KOLAKA TIMUR. 2m  3  q 0. 32 D90 0 .q ds  0 . perm'    D90 = ukuran material lolos saringan 90% (mm) dm = kedalaman aliran di hilir bangunan (m)  Rumus Zimmerman and Maniak :  q 0.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.93      dm Dengan : ds = kedalaman gerusan (m) K = 2.89 q = debit persatuan lebar (m3/det/m) D85 = ukuran material lolos saringan 85% (mm) dm = rata-rata kedalaman air di hilir (m)  Rumus Veronese : d s  ( KxHe 0. 57  dm dengan : d = kedalaman gerusan (local scouring) yang terjadi di hilir bangunan (m) H = jarak vertikal antara muka air hulu dengan permukaan air di hilir bangunan (m) K = 4.54 )  dm dengan : ds = kedalaman gerusan (local scouring) yang terjadi di hilir bangunan (m) Laporan Akhir IV .70 3 Q = debit persatuan lebar  m dtk . 255 xq 0. PROV.82  d s  K .85   d . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Rumus Schoklitsch :  K . 0.H 0.33 .23   D0. 2 .

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV. perm'    Tabel 4. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat Q2th = 44.75 m3/det Laporan Akhir IV .38. Perhitungan local scouring model test Pelimpah Bendungan Ladongi di hilir saluran hantar (sungai bagian hilir) Tabel 4.90 He = jarak vertikal antara garis energi dengan permukaan air di hilir bangunan (m) q  3  = debit persatuan lebar  m dtk . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR K = 1.34 .KOLAKA TIMUR.39.

KOLAKA TIMUR. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat Q5th = 82.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.40. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.94 m3/det Laporan Akhir IV .35 . PROV.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.10 m3/det Laporan Akhir IV .36 .KOLAKA TIMUR. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat Q10th = 108.41.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.

37 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.42. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat Q25th = 148. PROV.KOLAKA TIMUR.84 m3/det Laporan Akhir IV .

43.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.14 m3/det Laporan Akhir IV . PROV. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Skala 1:50 Saat Q50th = 176. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.38 .

KOLAKA TIMUR. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Skala 1:50 Saat Q100th = 183.44.69 m3/det Laporan Akhir IV .39 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

PROV. Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat Q1000th = 307.45.KOLAKA TIMUR.40 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.49 m3/det Laporan Akhir IV .

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.41 . Dokumentasi pola aliran dasar tetap (fixed bed) Skala 1:50 Saat QPMF = 768. PROV.23 m3/det Laporan Akhir IV .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.46.KOLAKA TIMUR.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.75 m3/det Laporan Akhir IV . Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q2th = 44.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.47.42 . PROV.

48.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.43 .94 m3/det Laporan Akhir IV . Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q5th = 82. PROV. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.

KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.44 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.49.10 m3/det Laporan Akhir IV . PROV. Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q10th = 108.

50. Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q25th = 148.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4. PROV.84 m3/det Laporan Akhir IV .45 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.51. Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q50th = 176. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4. PROV.14 m3/det Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR.46 .

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q100th = 183. PROV.47 .52.69 m3/det Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Dokumentasi pola aliran dasar bergerak (movable bed) Skala 1:50 Saat Q1000th = 307. PROV.53.KOLAKA TIMUR.48 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran Sungai Setelah waterway menuju sungai Pola Aliran di sungai Pola Aliran di sungai Tabel 4.49 m3/det Laporan Akhir IV .

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.54. Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat kondisi kosong Dasar Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Dasar Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Dasar Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Dasar Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR. PROV.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.49 .

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.KOLAKA TIMUR.50 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.55.75 m3/det selama 1 jam Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Laporan Akhir IV . PROV. Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat Q2th = 44.

PROV.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Tabel 4.56.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat Q5th = 82.94 m3/det selama 1 jam Laporan Akhir IV .51 .

PROV.KOLAKA TIMUR.52 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Laporan Akhir IV .

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.53 .KOLAKA TIMUR. PROV.57. Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat Q10th = 108.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.10 m3/det selama 1 jam Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Laporan Akhir IV .

PROV.58. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Tabel 4.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Laporan Akhir IV .54 .

84 m3/det selama 1 jam Laporan Akhir IV . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Skala 1:50 Saat Q25th = 148.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.55 . PROV.

MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.56 .14 m3/det selama 1 jam Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Laporan Akhir IV . Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat Q50th = 176. PROV.59.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.69 m3/det selama 1 jam Laporan Akhir IV . Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Skala 1:50 Saat Q100th = 183. PROV.60.57 .KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

Dokumentasi gerusan local (local scouring) tanpa bangunan Laporan Akhir IV .61.KOLAKA TIMUR. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Tabel 4.58 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Skala 1:50 Saat Q1000th = 307.49 m3/det selama 1 jam Aliran Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Laporan Akhir IV .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.KOLAKA TIMUR.59 .

PROV. Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat kondisi kosong Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Groundsill section 38 Tampak Atas Laporan Akhir IV . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.KOLAKA TIMUR.60 .62.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

KOLAKA TIMUR. Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat Q2th = 44.63. PROV.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Groundsill section 41 Tampak Atas Groundsill section 45 Tampak Atas Tabel 4.61 .75 m3/det selama 1 jam Laporan Akhir IV .

45 Tampak Atas Laporan Akhir IV .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.41 Tampak Atas Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.KOLAKA TIMUR.62 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 .

63 .94 m3/det selama 1 jam Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 . 45 Tampak Atas Laporan Akhir IV . Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat Q5th = 82.KOLAKA TIMUR.64. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.41 Tampak Atas Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. PROV.

64 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4. PROV. Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 .KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.41 Tampak Atas Laporan Akhir IV .65.

PROV.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. 45 Tampak Atas Skala 1:50 Saat Q10th = 108.10 m3/det selama 1 jam Tabel 4.66. Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Laporan Akhir IV .65 . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.

84 m3/det selama 1 jam Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 . 45 Tampak Atas Laporan Akhir IV .41 Tampak Atas Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Skala 1:50 Saat Q25th = 148.66 . PROV.KOLAKA TIMUR.

67 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.67. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.KOLAKA TIMUR.14 m3/det selama 1 jam Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 . Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat Q50th = 176. 45 Tampak Atas Laporan Akhir IV . PROV.41 Tampak Atas Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.

41 Tampak Atas Laporan Akhir IV . PROV.KOLAKA TIMUR.68 .69 m3/det selama 1 jam Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.68. Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat Q100th = 183. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Tabel 4.

69. PROV. 45 Tampak Atas Tabel 4. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec.69 . Dokumentasi gerusan local (local scouring) dengan bangunan Skala 1:50 Saat Q1000th = 307.49 m3/det selama 1 jam Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

70 .41 Tampak Atas Pola Gerusan Antara groundsill di sec 41-45 Tampak Atas Pola Gerusan setelah Groundsill sec. PROV.KOLAKA TIMUR. 45 Tampak Atas Laporan Akhir IV . SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Alur Sungai Bendungan Ladongi Tampak Atas Pola Gerusan Antara Groundsill Section 38 .MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.

SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4. Lokasi Penempatan 3 Groundsill Secara seri 1. PROV.71 .23. Tipikal Groundsill Laporan Akhir IV .KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.24.25 m Gambar 4.

PROV. Konsolidasi dengan Bronjong di Belokan Luar (43. SULAWESI TENGGARA LAPORAN AKHIR Gambar 4.KOLAKA TIMUR.MODEL TEST BENDUNGANLADONGI KAB.25.00 m) Laporan Akhir IV .72 .