Anda di halaman 1dari 2

3.

6 PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini membahas tentang menguji densitas pada semen
pemboran. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan apakah semen yang sudah
ditentukan sudah cocok dengan tekanan yang ada di dalam sumur, dengan
ketentuan Pf<Ph<Prf. Dimana densitas yang cocok akan mengurangi problem
yang terjadi saat penyemenan.
Pada praktikum kali ini yang pertama dilakukan adalah mengkalibrasi Mud
balance dengan air sebesar 8,33 ppg. Prinsip kerja dari Mud balance adalah
gravitasi atau kesetimbangan. Setelah itu menyiapkan bubur semen yang dibuat
dengan campuran 350 gr semen kelas C + 10 gr bentonite + 197,9 ml air.
Campurkan semen dengan bentonite terlebih dahulu sebelum di masukan bersama
dengan air ke dalam blender, masukan secara perlahan. Kemudian masukan bubur
semen ke dalam cup mud balance yang sudah dikalibrasi tadi. Atur rider hingga
seimbang lalu baca angka yang ditunjukan oleh rider.
Dari percobaan diatas didapat data yaitu densitas terukur dari semen 15,2 ppg.
Dimana hasilnya lebih kecil daripada densitas teoritisnya yaitu sebesar 15,3625
ppg. Dan menghasilkan persen kesalahan sebesar 0,01%. Grafik 3.1 Penambahan
aditif vs Densitas menunjukan pengaruh penambahan Barite dan Bentonite
terhadap densitas lumpur. Semakin banyak penambahan barite maka akan
semakin besar penambahan densitasnya, sedangkan semakin banyak penambahan
bentonite maka semakin kecil densitas yang dihasilkan. Pada kedua grafik tersebut
Pada kedua grafik ini didapatkan hasil grafik fluktuatif yang dapat diakibatkan
oleh human eror saat proses pencampuran bubur semen berlangsung.
Aplikasi lapangan dari praktikum penentuan densitas semen pemboran yaitu
untuk mendesain semen pemboran agar ketika dialirkan ke dalam lubang bor,
tekanan hidrostatik yang berasal dari semen dapat mengimbangi tekanan yang
diberikan dari lubang bor, akan tetapi tidak melebihi tekanan rekah formasinya.
(Pf<Ph<Prf). Apabila tekanan hidrostatiknya yang dihasilkan lebih kecil dari
tekanan formasi maka semen akan terkontaminasi oleh fluida formasi, sedangkan
bila tekanan hidrostatik semen terlalu besar dan melampaui tekanan rekah formasi
maka formasi akan pecah. Sehingga dapat mengakibatkan lost circulation.

3.7 KESIMPULAN
1. Tujuan dari praktikum ini adalah menguji densitas pada semen
pemboran. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan apakah semen
yang sudah ditentukan sudah cocok dengan tekanan yang ada di dalam
sumur, dengan ketentuan Pf<Ph<Prf. Dimana densitas yang cocok akan
mengurangi problem yang terjadi saat penyemenan.
2. Dari praktikum ini didapatkan hasil data:
% Aditif
= 2,857%
Volume Air Total
= 197,9 ml
Volume Air
= 197,9 cc
Volume Aditif
= 2,309 cc
Volume Semen
= 111.46 cc
Densitas teoritis
= 15,3625 ppg
Densitas Terukur
= 15,2 ppg
% Kesalahan
= 0,01 %
3. Dengan penambahan Barite akan meningkatkan harga densitas semen
sedangkan penambahan Bentonite akan menurunkan harga densitas
semen.
4. Apabila tekanan hidrostatiknya yang dihasilkan lebih kecil dari tekanan
formasi maka semen akan terkontaminasi oleh fluida formasi,
sedangkan bila tekanan hidrostatik semen terlalu besar dan melampaui
tekanan rekah formasi maka formasi akan pecah. Sehingga dapat
mengakibatkan lost circulation. (Pf<Ph<Prf)