Anda di halaman 1dari 26

Kelom

pok12010114120099
6
ERICA D.P.L
ESTER HILLERY 12010114120101
IRNA RAHMAWATI
12010114120103
TYANA ULFA F. 12010114120106

Persepsi adalah sebuah proses


individu untuk
mengorganisasikan dan
menginterpretasikan kesan
sensoris untuk memberikan
pengertian pada lingkungannya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-Faktor pada Penilai

Sikap,Motif, Minat,
Pengalaman, Ekspektasi

Faktor-Faktor pada Situasi

Waktu, Latar Kerja, Latar


sosial

Faktor-Faktor pada Target

Inovasi, Pergerakan,
Suara, Ukuran, Latar
Belakang,
Proksimitas,Kesamaan

Faktor-faktor pada penilai

Faktor-faktor pada situasi

Waktu
Latar Kerja
Latar sosial

Sikap
Motif
Minat
Pengalaman
Ekspektasi

PERSEPSI

Faktor-faktor pada target

Inovasi
Pergerakan
Suara
Ukuran
Latar Belakang
Proksimitas
Kesamaan

Persepsi Orang: Membuat Penilaian atas Orang


Lain
TEORI ATRIBUSI
JALAN PINTAS DALAM MENILAI ORANG
LAIN SECARA UMUM

TEORI ATRIBUSI

Teori Atribusi mencoba


menjelaskan cara-cara
kita menilai orang
dengan berbeda
bergantung pada
pengertian yang kita
atribusikan pada sebuah
perilaku.

FAKTOR PENENTU

PERBEDAAN
KONSENSUS
KONSISTENSI

Observasi

Interpretasi

Atribusi Penyebab

Tinggi

Perbedaan

Rendah

Perilaku
Organisasi

Konsensus

Tinggi

Rendah
Tinggi

Konsistensi

Rendah

Eksternal
Internal

Eksternal
Internal

Internal
Eksternal

JALAN PINTAS DALAM MENILAI ORANG LAIN SECARA


UMUM
PERSPEKTIF SELEKTIF
EFEK HALO

EFEK KONTRAS
STEREOTIP

Aplikasi Spesifik dari Jalan Pintas dalam Organisasi


Wawancara
Kerja

Ekspektasi
Kerja

Evaluasi
Kerja

Riset menunjukkan kita


membentuk kesan atas orang
lain dalam 10 detik,
berdasarkan pandangan
pertama

Perilaku seseorang
ditentukan oleh ekspektasi
orang lain

Objektif
Subjektif

Hubungan Persepsi dan Pengambilan


Keputusan Individual
cara individu
mengambil
keputusan dan
kualitas pilihannya
sangat
dipengaruhi oleh
persepsi mereka.

Pengambilan
keputusan terjadi
sebagai reaksi atas
masalah

Setiap
keputusan
membutuhkan
kita untuk
menginterpreta
si dan
mengevaluasi
informasi

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi


Perilaku organisasi memperbaiki cara kita mengambil keputusan dalam
organisasi dengan mengatasi kesalahan pengambilan keputusan yang
dilakukan orang sebagai tambahan dari kesalahan persepsi.

Berikut menjelaskan kesalahan pengambilan keputusan dalam organisasi :

Model Rasional
Rasionalitas
Terbatas
Instuisi

Pengambilan Keputusan Rasional


Keputusan- keputusan ini mengikuti enam langkah model
pengambilan keputusan rasional yaitu :
Defenisikan Masalah
Identifikasikan kriteria keputusan
Alokasikan bobot pada kriteria itu
Kembangkanlah alternatif- alternatif
Evaluasilah alternati- alternatif itu
Pilihlah alternatif terbaik

Rasionalitas Terbatas
Kita mengidentifikasi kriteria- kriteria yang sangat mungkin dan
yang biasanya mewakili kriteria familier serta solusi yang dicoba
dan benar.
Instuisi
Sebuah proses yang tanpa sadar diciptakan dari
pengalaman yang diperoleh.

Bias dan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan


Bias Terlalu Percaya Diri
Bias yang biasanya dilakukan secara tidak sadar, bahwa kita
cenderung terlalu percaya diri dengan kemampuan kita dan
kemampuan orang lain
Bias Jangkar
adalah kecenderungan untuk bertahan pada informasi awal dan
gagal menyesuaikan secara adekuat pada informasi sesudahnya.

Bias Konfirmasi
Proses pengmbilan keputusan rasinal mengasumsikan kita
mengumpulkan informasi secara objektif. Kita secara selektif
mengumpulkannya
Bias Ketersediaan
adalah kecenderungan kita untuk mendasarkan penilaian pada
informasi yang siap tersedia

Eskalasi Komitmen
Komitmen yang meningkat pada sebuah keputusan
sebelumnya meskipun adanya informasi negatif

Kesalahan Acak
Kecenderungan individu untuk percaya bahwa mereka
dapat memprediksi hasil dari peristiwa-peristiwa yang tidak
disengaja.
Aversi Risiko
Yaitu kecenderungan seseorang untuk lebih memilih hal
yang pasti dibandingkan hal yang beresiko tinggi, walaupun
ada kalanya hal yang lebih beresiko ini menghasilkan
keuntungan yang lebih tinggi.
Bias Restropeksi
Kecenderungan kita untuk pura pura yakin bahwa kita telah
memprediksi hasil dari sebuah peristiwa secara akurat.

Pengaruh dalam Pengambilan Keputusan:


Perbedaan Individu dan Batasan Organisasi

Perbedaan Individu

kepribadian

Jenis kelamin

Kepribadian merupakan determinan paling


penting bagi individu, karena kepribadian
menentukan bagaimana seorang individu
berpikir, berperilaku, dan berperasaan dalam
berbagai macam situasi yang berbeda-beda

Berdasar Penelitian mengenai perbedaanperbedaan gender dalam pembuatan


keputusan, Secara keseluruhan bukti
menunjukkan bahwa wanita lebih sering
menganalisis keputusan bila dibandingkan
pria.

Kemampuan
mental

Kita mengetahui bahwa orang dengan tingkat


kemampuan mental yang tinggi dapat
memproses informasi lebih cepat,
menyelesaikan masalah dengan lebih akurat,
dan belajar lebih cepat, sehingga kita berharap
mereka juga tidak rentan dalam kesalahan
membuat keputusan.

Perbedaan
budaya

latar belakang budaya dari pembuat keputusan


dapat memengaruhi dengan signifikan pilihan
masalah, kedalaman analisis, pentingnya logika
dan rasionalitas, dan apakah keputusan
organisasi seharusnya dibuat secara autokrat
oleh seorang manajer atau secara kolektif
dalam kelompok.

Batasan Organisasi

Evaluasi Kinerja
manajer dipengaruhi oleh kriteria yang mereka
gunakan untuk mengevaluasi. Mereka akan
bertindak sesuai apa yang dijadikan
penilaian/tolok ukur.

Sistem Imbalan
Sistem imbalan organisasi mempengaruhi
pengambilan keputusan dengan menyarankan
pilihan apa yang memiliki pembayaran pribadi
yang lebih baik. Jika organisasi menghargai
penghindaran risiko, manajer lebih mungkin
untuk mengambil keputusan konservatif.

Peraturan Baku
Semua organisasi,
kecuali organisasi
kecil,
menciptakan
aturan dan
kebijakan untuk
mengatur
keputusan dan
membuat individu
bertindak sesuai
dengan perilaku
yang
dimaksudkan.

Batasan Waktu Akibat Sistem


semua keputusan penting memiliki
deadline yang jelas. batas waktu
yang eksplisit dalam pengambilan
keputusan menciptakan tekanan
waktu pada pengambil keputusan
dan sering mempersulit untuk
mengumpulkan semua informasi
yang ingin mereka dapatkan.

Contoh Historis
keputusan yang diambil dimasa lalu
akan terus membayangi keputusan
saat ini.

Bagaimana mengenai etika dalam pengambilan keputusan?

Tiga Kriteria Keputusan Etis


UTILITARIANISME
Sebuah sistem dimana keputusan dibuat untuk memberikan manfaat yang
terbesar bagi jumlah yang terbesar dan konsisten dengan sasaran seperti
efisiensi dan produktivitas.

HAK
Keputusan individu atas dasar hak individu mereka, seperti yang tercantum
dalam Piagam Hak Asasi. Sebuah penekanan hak dalam pengambilan
keputusan berarti menghormati dan melindungi hak-hak asasi individu.

KEADILAN
Keputusan untuk menanamkan dan mendorong aturan-aturan dengan adil
dan netral untuk memastikan keadilan atau distribusi yang merata atas
manfaat dan biaya. Aturan-aturan harus adil dan tidak berat sebelah.

Bagaimana kita dapat meningkatkan pengambilan keputusan etis dalam organisasi?

Teori Broken Window

Teori ini beragumen bahwa apabila kejahatan ataupun ketidakteraturan kecil


dibiarkan tanpa ditindaklanjuti maka akan lebih banyak orang melakukan
hal yang sama dan bahkan menyebabkan terjadinya kejahatan dalam
skala yang lebih besar.
Bayangkan sebuah gedung yang mempunyai beberapa jendela yang pecah.
Jika jendela-jendela ini tidak segera diperbaiki, akan muncul kemungkinan bagi
perusak untuk memecahkan jendela lainya. Dan jika gedung ini tidak ditempati,
mungkin akan menjadi tempat tinggal bagi para tuna wisma yang akan
menyalakan api di dalamnya.

Model Tiga Tahap


Kreativitas

1. Penyebab Perilaku Kreatif

Potensi Kreatif
Kebanyakan orang memiliki beberapa karakteristik
yang merupakan bagian dari orang-orang
yang luar biasa kreatif. Semakin banyak
karakteristik ini kita miliki, semakin tinggi
potensi kreatif kita.
Lingkungan Kreatif
Kebanyakan dari kita memiliki potensi kreatif
yang dapat kita pelajari untuk diterapkan, tetapi
sepenting apapun potensi kreatif, tidak lah
cukup jika hanya sendirian saja. Kita perlu
berada dalam lingkungan dimana potensi kreatif
dapat direalisasikan.

Kreativitas, Pengambilan Keputusan Kreatif, dan


Inovasi dalam Organisasi

Kreativitas merupakan kemampuan unutuk menghasilkan ide-ide


inovatif yang berguna. Kreativitas membuat pengambil keputusan
untuk secara penuh menilai dan memahami masalah, termasuk
melihat masalah yang tidak dapat dilihat orang lain.

2. Perilaku Kreatif

Perilaku kreatif terjadi apabila dalam empat langkah, yaitu :

Formulasi masalah
Tahapan perilaku kreatif yang melibatkan identifikasi masalah atau peluang
yang membutuhkan sebuah solusi yang belum diketahui.
Pengumpulan informasi
Tahapan perilaku kreatif ketika solusi-solusi yang mungkin atas suatu
masalah diinkubasikan dalam pikiran individu.
Pemunculan ide
Proses perilaku kreatif yang melibatkan pengembangan solusi-solusi yang
mungkin atas sebuah masalah dari informasi dan pengetahuan yang relevan.
Evaluasi ide
Proses perilaku kreatif yang melibatkan evaluasi solusi-solusi potensial untuk
mengidentifikasi yang terbaik.

3. Keluaran dari Kreatif (Inovasi)

Keluaran dari kreatif (creative outcome) merupakan ide-ide atau


solusi-solusi yang dinilai baru dan berguna oleh pemangku kepentingan
yang relevan. Pembaruan itu sendiri tidak menghasilkan sebuah hasil
kreatif jika tidak berguna. Oleh karena itu, solusi yang aneh hanya kreatif
ketika ia membantu memecahkan masalah.