0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan6 halaman

JJ 15 Dan U13

mmpa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan6 halaman

JJ 15 Dan U13

mmpa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB XV

EVALUASI KUALITAS PENELITIAN


Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk evaluasi kualitas penilitian, yaitu:
1. Utilitas. Apakah informasi penilitian berguna untuk audiencenya (pihak yang berminat pada
penilitian dan membaca laporan)?
2. Feasibility . Apakah penelitian dapat mencapai tujuan secara realistis, bijaksana, diplomatis,
atau menghemat biaya?
3. Keadilan. Apakah penelitian dilaksanakan secara etis dan cocok dengan peraturan dan hukum
yang berlaku dan juga memerhatikan kesejahteraan responden?
4. Ketepatan. Apakah informasi penilitian merupakan hal yang dapat dipercaya karena
dikumpulkan secara ilmiah dan secara objektif?
15.1 Sub Bagian dari Dasar Evaluasi
1. Audience. Peniliti harus menentukan siapa berminat pada peniliti dan akan membaca laporan
dan kebutuhannya termasuk policy makers khususnya pemerintah dan media cetak khususnya
masyarakat.
2. Coherence. Laporan harus menggunakan konsep-konsep yang cocok, berbicara tentang studi
lain yang mirip dengan studi ini dan ditulis secara logis dan konsisten.
3. Revelence. Laporan harus cocok dengan kebutuhan dan minta dari audiencenya.
4. Interpretation. Peniliti harus menjelaskan perspektif, prosedur dan cara berpikir dalam
penilitian supaya pembaca dapat mengevaluasikan nilai dan mutu dari kesimpulankesimpulan dan saran-saran.
5. Clarity. Laporan dapat menggunakan teknik menjawab pertanyaan pokok supaya jelas, yaitu
Apa? Siapa? Kapan? Dimana? Bagaimana? Mengapa? Laporan yang jelas sangat membantu
pembaca untuk menilai mutu dari kesimpulan-kesimpulan dan saran.
6. Dissemination. Hasil penilitian harus dibero kepada audiencenya supaya dapat dianalisi,
dinilai dan dipakai.
7. Timeliness. Laporan harus ditulis secepat mungkin dan minimum sebelum satu tahun dari
awal penelitian.
8. Impact. Laporan harus menjelaskan dampak dari penelitian terhadap teori, pencapaian
kebijakan, praktek-praktek dan keputusan.
9. Style. Laporan harus ditulis secara logis dan konsisten dengan judul dan sub judul,
penjelasan kata-kata kunci dan memamerkan secara visual informasi statistik.

10. Objectivity. Laporan lisan dan tertulis harus terbuka, terus terang dan jujur dalam melaporkan
hasil penilitian termasuk keterbatasan penilitian.
11. Accountability (keadaan untuk dipertanggungjawabkan). Masyarakat berhak tahun tentang
informasi dalam laporan penilitian dan studi yang disponsori oleh pemerintah.
12. Fairness. Laporan harus lengkap dan adil atau jujur.
13. Pupose. Dari laporan harus dijelaskan tujuannya secara eksplisit.
14. Context. Dimana penelitian terjadi harus dijelaskan supaya pembaca dapat mengerti situasi
dimana penilitian dibuat, khususnya hubungan dengan organisasi dan program lain..
15. Procedures. Laporan harus menjelaskan secara mendetail prosedur yang diikuti supaya dapat
dinilai.
16. Sources. Sumber informasi harus diidentifikasi dan dijelaskan supaya dapat dinilai.

BAB 13. LAPORAN PENILITIAN


Proposal Penilitian
Usul penelitian yang diajukan oleh seseorang atau suatu badan/ perusahaan/ organisasi
untuk menghasilkan suatu output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada sponsor/
pendukung .

Tujuan Proposal Penilitian:


1.

Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan mengapa masalah tersebut
penting

2.

Untuk mengkaji upaya penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan penelitian dalam
masalah serupa

3.

Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam penyelesaian masalah dan
bagaimana metode pemgumpulan data, pengolahan data, dan menganalisisnya
Proposal penelitian yang disusun oleh peneliti merupakan hasil dari usaha yang

terencana, terkelola, teliti, dan pada dasarnya meliputi hal-hal berikut :


1.

Tujuan umum studi

2.

Masalah spesifik yang akan diteliti.

3.

Rincian prosedur yang akan dilaksanakan.

4.

Desain penelitian yang berisi rincian tentang:


a.

Desain pengambilan sampel (sampling design).

b.

Metode pengumpulan data (data collection methods).

c.

Analisis data (data analysis)

5.

Waktu pelaksanaan studi

6.

Anggaran.
Faktor yang perlu diperhatikan agar suatu proposal dapat mendapat perhatian sponsor :

a.

Proposal harus ditampilkan secara rapi, terstruktur, terorganisasi.

b.

Topik utama dari proposal dapat ditemukan dan dipahami dengan cepat dan
mudah.

Laporan
Laporan adalah penting bahwa hasil studi dan rekomendasi untuk memecahkan masalah
dikomunikasikan secara efektif kepada sponsor, sehingga saran yang diberikan diterima dan

diimplementasikan. Bila tidak, semua usaha penelitian yang dilakukan akan sia-sia. Menulis
laporan yang ringkas, meyakinkan dan jelas, mungkin sama pentingnya. Karena itu, laporan
tertulis dan presentasi lisan yang dipikirkan dengan baik sangatlah penting.
Laporan Tertulis
Laporan tertulis memungkinkan manajer untuk menimbang fakta dan argumen yang
disampaikan dalam laporan, dan mengimplementasikan rekomendasi yang diterima, dengan
tujuan menutup celah antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan.
Laporan bisa memiliki tujuan yang berbeda-beda dan karena itu bentuk laporan tertulis
akan bervariasi, tergantung pada situasinya. Penting untuk mengidentifikasi tujuan (purpose)
laporan, sehingga laporan dapat disesuaikan dengan tujuan tersebut. Jika tujuannya hanya
memberikan rincian mengenai suatu bidang minat spesifik yang diminta oleh seorang manajer,
laporan dapat difokuskan secara sangat sempit dan memberikan informasi yang diinginkan
manajer dalam format yang ringkas.
Susunan laporan, panjangnya, fokus rincian, presentasi data, dan ilustrasi yang
digunakan, merupakan suatu fungsi bagi audiens yang menjadi sasarannya. Panjang, susunan,
cara penyajian laporan, diantaranya, tergantung sepenuhnya kepada audiens sasaran. Sejumlah
perusahaan juga menentukan sendiri format laporan tertulis mereka. Dalam semua kasus, laporan
yang baik merupakan fungsi dari pengetahuan mengenai untuk siapa laporan ditujukan dan
tujuan pastinya.
Karakteristik Laporan yang Disusun dengan Baik
Di samping fakta bahwa penulisan laporan merupakan fungsi dari tujuan penelitian dan
tipe audiens kepada siapa laporan ditujukan, dan karena itu harus disusun agar mencakup
keduanya, ciri dasar tertentu adalah integral untuk semua laporan tertulis. Kejelasan,
keringkasan, koherensi, tekanan yang tepat pada aspek penting, susunan paragraf yang berarti,
transisi yang lancar dari satu topik ke topik lain, pilihan kata yang cocok, dan kekhususan
merupakan ciri penting laporan yang baik. Perhatian harus diberikan untuk menghindari
kesalahan ejaan dan kosakata.
Isi laporan Penelitian
Jelas bahwa laporan penelitian sebaiknya memuat judul yang menunjukkan secara
ringkas isi studi. Pada bagian awal, laporan harus mempunyai daftar isi, proposal penelitian,

salinan pengesahan untuk melakukan penelitian, dan ringkasan eksekutif (dalam hal penelitian
terapan) atau sinopsis (dalam hal penelitian dasar). Semua laporan harus memiliki bagian
pendahuluan yang merinci tujuan penelitian, latar belakang, masalah yang diteliti, dan
menjelaskan tahapan isi laporan. Isi laporan akan mencakup rincian yang berkaitan dengan
kerangka penelitian, hipotesis, desain pengambilan sampel, metode pengumpulan data, analisis
data, dan hasil yang diperoleh. Bagian akhir laporan akan menampilkan temuan dan penarikan
kesimpulan. Bila rekomendasi diminta, akan disetakan.
Bagian-Bagian Laporan
Halaman Judul
Daftar Isi
Proposal Penelitian dan Surat Pengesahan
Ringkasan Eksekutif atau Sinopsis
Bagian Pendahuluan
Isi Laporan
Bagian Akhir Laporan
Ucapan Terima Kasih
Referensi
Lampiran
Presentasi Lisan
Presentasi lisan membutuhkan perencanaan yang matang. Tantangannya adalah
menjelaskan aspek-aspek penting dari penelitian dengan cara yang semenarik mungkin bagi
audiens, sambil tetap memberikan informasi statistik dan kuantitatif, yang mungkin membuat
banyak audiens merasa bosan. Stimulasi yang berbeda harus ditampilkan secara kreatif kepada
audiens untuk mempertahankan minat dan ketertarikan mereka sepanjang presentasi.

Menentukan Isi Presentasi

Karena banyaknya materi yang harus disampaikan, mungkin hanya dalam 20 menit,
menjadi perlu untuk menentukan poinyang difokuskan dan kepentingan yang ada pada masingmasing, mengingat audiens hanya menyerap sebagian kecil dari semua yang mereka dengar,
maka penting bagi prensenter untuk menentukan poin yang akan disampaikan kepada audiens,
dan kemudian mengaturpresentasi yang sesuai.
Alat Bantu Peraga
Grafik, bagan, dan tabel membantu menjelaskan poin-poin yang ingin kita buat lebih
cepat dan efektif. Alat bantu peraga memberikan stimulus yang memikat panca inderasehingga
memperpanjang perhatian audiens. Slide, transparansi, flip chart, papan tulis, dan bahan handout
juga membantu audiens dengan mudah mengikuti poin kunci dari pembaca. Presentasi
multimedia terpadu menggunakan PowerPoint, videotape, videodisc, CD-ROM, dan instrumen
peraga lain sangat lazim digunakan dalam era teknologi saat ini. Ketika merencanakan presentasi
menggunakan PowerPoint atau multimedia terpadu, penting untk memastikan sebelum presentasi
dimulai bahwa peralatan yang terkait telah terhubung dengan baik dan diuji sehingga presentasi
dapat berjalan lancar.
Presenter
Presentasi yang efektif juga merupakan fungsi dari seberapa santai presenter.
Pembicara harus menjaga kontak mata dengan audiens, berbicara dengan cara yang dapat
didengar dan dipahami, serta peka terhadap reaksi nonverbal audiens. Hal sederhana seperti
menutup materi pada peraga sampai saatnya ditunjukkan, dan modulasi suara, membantu
memusatkan perhatian audiens pada pembahasan.
Ucapan pembukaan menjadi penarik perhatian awal audiens. Aspek tertentu, seperti
masalah yang diteliti, temuan, kesimpulan yang ditarik, rekomendasi yang dibuat dan
implementasinya, merupakan aspek penting presentasi.
Penelitian berkelanjutan dan terkonsentrasi atas topik penelitian selama periode waktu
tertentu membuat presenter lebih menguasai proyek tersebut dibanding audiens. Karena itu, tidak
akan sulit untuk menjawab pertanyaan dari peserta dengan keyakinan dan sikap tenang. Sesi
tanya jawab, jika ditangani dengan baik, memberi audiens perasaan terlibat dan puas. Sesi tanya
jawab interaktif ini memberikan pengalaman yang menyenangkan, baik bagi audiens maupun
presenter.

Anda mungkin juga menyukai