Anda di halaman 1dari 6

Lampiran Foto

No.
1.

Gambar

Keterangan
Larutan sebelum direaksikan :
CrCl3 = biru kehitaman
Mn(SO4) = tidak berwarna
Fe(NH3)2SO4 = biru muda
FeCl3 = kuning
CoCl2 = merah muda
NiCl2 = hijau toska
CuSO4 = biru
ZnCl2 = tidak berwarna

a. Reaksi dengan NaOH


Setelah ditambah NaOH:
CrCl3 = hijau kebiruan keruh
Mn(SO4) = coklat keputihan
keruh
Fe(NH3)2SO4 = biru (+) kehijauan
keruh
FeCl3 = coklat kejinggaan keruh
CoCl2 = pink, hablur hijau
kebiruan
NiCl2 = hijau (-) keruh
CuSO4 = biru (+) keruh
ZnCl2 = putih keruh
Setelah ditambah NaOH berlebih
(10 tetes):
CrCl3 = endapan hijau toska,
larutan hijau toska
Mn(SO4) = endapan putih
kecoklatan, larutan kuning
kecoklatan
Fe(NH3)2SO4 = endapan hijau
kehitaman (+), larutan kuning
kehijauan
FeCl3 = endapan coklat
kejinggaan, larutan tidak
berwarna
CoCl2 = endapan biru (+),larutan
tidak berwarna
NiCl2 = endapan putih kehijauan,
larutan tidak berwarna
CuSO4 = endapan coklat
kehitaman, larutan tidak
berwarna

ZnCl2 = endapan putih, larutan


tidak berwarna

b. Reaksi dengan NH3


Setelah ditambah NH3 2 tetes:
CrCl3 = hijau kehitaman
Mn(SO4) = putih kecoklatan
Fe(NH3)2SO4 = biru kehitaman
FeCl3 = jingga kecoklatan
CoCl2 = hijau toska
NiCl2 = hijau kebiruan
CuSO4 = endapan biru tua
ZnCl2 = endapan putih keruh

Setelah ditambah NH3 berlebih (5


tetes):
CrCl3 = hijau putih keruh (+)
Mn(SO4) = putih kecoklatan (+)
Fe(NH3)2SO4 = biru kehitaman
(+)
FeCl3 = jingga kecoklatan (+)
CoCl2 = larutan tidak berwarna,
endapan biru
NiCl2 = larutan hijau, endapan
putih
CuSO4 = endapan biru tua (+)
ZnCl2 = endapan putih keruh (+)
c. Reaksi dengan NH4CNS
Setelah ditambah NH4CNS dan
dibandingkan dengan larutan
blanko:
-CrCl3 = biru kehitaman (+)
Blanko = biru kehitaman (-)

-Mn(SO4) = tidak berwarna


Blanko = tidak berwarna
-Fe(NH3)2SO4 = merah bata
Blanko = tidak berwarna
-FeCl3 = merah kehitaman
Blanko = kuning (-)
-CoCl2 = merah muda (+)
Blanko = merah muda (-)
-NiCl2 = hijau jernih
Blanko = hijau jernih
-CuSO4 = hijau muda
Blanko = biru jernih
-ZnCl2 = tidak berwarna
Blanko = tidak berwarna

2.

a. Kompleks Cr (III)
- CrCl3 = biru kehitaman
- CrCl3 + Na2C2O4 = hijau toska
(++)

b. Kompleks Fe (II)

-FeSO4 = kuning
- FeSO4+ 1,10-phenantroline =
jingga
- FeCl3 + NH4CNS = merah
kecoklatan
- FeCl3 + NH4CNS + Na2C2O4=
merah kecoklatan (+)

c. Kompleks Cobalt (II)


-CoCl2 = merah muda
-CoCl2 + Larutan Na2EDTA =
larutan merah muda

d. Kompleks Ni (II)
- Ni(NO3)2 = hijau (-)
Tabung 1
- Ni(NO3)2 + dimethylglioksim =
Merah muda
Tabung 2
- Ni(NO3)2 + Larutan Na2EDTA
=hijau (--)

e. Kompleks Cu (II)
-CuSO4.5H2O = kristal biru (+)
-CuCl2.2H2O = kristal hijau toska

Tabung 1
- CuSO4 + ethylendiamin =
Tabung 2
- CuSO4 + Larutan Na2EDTA =
biru (+)

3.

a. Perubahan Fe2+ menjadi Fe3+


- FeSO4 = tidak berwarna
- FeSO4 + HNO3 pekat = larutan
hijau kehitaman, endapan hijau
kehitaman

- FeSO4 + HNO3 pekat


dipanaskan = larutan hijau
kehitaman (+) keruh
-kemudian didinginkan = larutan
biru kehitaman keruh

-Ditambah NaOH = endapan biru


kehitaman, larutan tidak
berwarna

b. Perubahan Cr2+menjadi Cr3+


-K2Cr2O7 = jingga
- K2Cr2O7 + butir seng = endapan
abu-abu, larutan jingga, terdapan
gas (-)

-Ditambah HCl = larutan jingga


kecoklatan, endapan abu-abu
kehijauan, gas (++)

-Dipanaskan = larutan hijau


toska, endapan abu-abu, gas (++)
-Ditambah HNO3 = larutan hijau
toska (+), hablur putih kebiruan