Anda di halaman 1dari 4

Promosi Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMP

Kristen Gergaji Semarang


1. a. Partisipasi stakeholder

: Karakteristik sampel

Karakteristik

N (total =

umur (tahun)
13
14
15
16
17

33)
9
16
5
2
1

27,3
48,5
15,2
6,1
3,0

Jenis kelamin

N (total =

33)
15
18

45
54

Laki-laki
perempuan

Penyuluhan

N (total = 33)

0
33

0
100

Lingkungan pergaulan
Pernah
Tidak pernah

N (total = 33)
22
11

%
66,7
33,3

Paparan informasi
Kurang
Cukup
Baik

N (total = 33)
12
14
7

%
36,4
42,4
21,2

sebelumnya
Pernah
Tidak pernah

b. Metode

: Quasi eksperimen one group pretes

c. Metode promosi kesehatan


d. Waktu
e. Sumber daya

post test design


: Ceramah dan diskusi
: Maret Juni 2012
: Mahasiswa Fakultas keperawatan 2013

2. a. Trend isu
:
- Karena di tingkat SMP tidak ada pelajaran tentang seks.
- Kasus kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di
Indonesia tinggi
contoh : Usia 15-19 yang sudah melahirkan 52 per 1000 orang pada
tahun 2002
Pasien AIDS terdapat 2001 kasus 59 kab di 19 provinsi.
Di Indonesia, pendidikan kesehatan reproduksi belum banyak dilakukan.
Pendidikan kesehatan reproduksi tidak tercakup di dalam kurikulum sekolah
seperti yang direkomendasikan oleh WHO, karena adanya konflik antara nilai
tradisi Indonesia dengan globalisasi kebarat-baratan yang dianggap muncul
seiring adanya pendidikan kesehatan reproduksi. Di sisi lain, kasus-kasus yang
berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai
contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 20022007 mencapai 52 per 1000 orang.3 Data dari Kementerian Kesehatan RI
menyatakan bahwa sejak April hingga Juni 2011, jumlah kasus Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS) baru yang dilaporkan adalah 2.001 kasus dari 59
kabupaten/kota di 19 propinsi.Kota Semarang sendiri menjadi kota dengan jumlah
penderita HIV/AIDS terbanyak di seluruh Jawa Tengah selama lima tahun
terakhir.
b. Keinginan

: Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan

c. Kebutuhan

reproduksi.
: BKKBN dan PKBI lebih banyak penyuluhan ke SMA

padahal partisipasi banyak pada siswa SMP


d. Aset komunitas : Remaja SMP Kristen gergaji Semarang
3. a. Tujuan :

1). Tujuan Umum :


Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan
reproduksi pada remaja siswa SMP Kristen gergaji semarang
2). Tujuan khusus :
1. Mengetahui kebutuhan informasi kesehatan reproduksi pada remaja
siswa SMP Kristen gergaji semarang
2. Perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja
sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan
b. Target populasi : Remaja SMP gergaji Semarang
c. Outcome
: Meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi
4. a. Strategi
: Aktif
Strategi yang digunakan dalam promosi kesehatan ini adalah strategi
pemberdayaan masyarkat (empowerment)
Langakah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan program ini antara
lain :
1. persiapan tempat, bahan, peralatan. SDM, dan penentuan waktu
pelaksanaan.
2. Penetapan jumlah target dan wilayahnya
3. Penginformasian kegiatan kepada masyarakat melalui kader kesehatan
dan perangkat desa
4. Penepatan teknis pelaksanaan
No
1

Waktu

Kegiatan

Memberi

menit

salam

Pemberian

Peserta

Materi

Didik

Menjawab

dan

Metode

Media

Microphone

Ceramah

Slide show

salam

memperkenalk
an diri
2
3

Memberikan

menit

inform concent

15

Pemaparan

Materi

menit

materi

mengenai

Mendengark
an

kesehatan

Diskusi

reproduksi
4

Memberikan

menit

kesempatan
kepada

Mengajukan

Microphone

Diskusi

Microphone

Diskusi

Microphone

Microphone

pertanyaan

siswa

untuk bertanya
tentang materi
yang
disampaikan
5

Memberikan

Memberikan

Menjawab

menit

pertanyaan

pertanyaan

pertanyaan

Mendengark

akhir

sebagai

evaluasi
6

Menyimpulkan

Menyimpulk

menit

bersama-sama

an

hasil an

hasil kegiatan kegiatan


penyuluhan
7

Menutup

menit

penyuluhan

Menjawab
salam

dan
mengucapkan
salam

5. Indikator Keberhasilan :
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat:
1. Memahami dengan baik tentang kesehatan reproduksi
2. Peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perawat